Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Jiangxi dilanda hujan deras. Pada 4 September, Kabupaten Suichuan, Kota Ji’an, diterjang banjir dan longsor. Tanah longsor terjadi di berbagai tempat, banyak rumah warga tertimbun atau tersapu banjir, sementara listrik dan jaringan komunikasi terputus. Kota Zuo’an di Kabupaten Suichuan termasuk wilayah yang mengalami dampak parah. Banyak warga Suichuan yang bekerja di luar daerah merasa sangat cemas karena tidak dapat menghubungi keluarga mereka.
EtIndonesia.com Menurut laporan terbaru media daratan Tiongkok, pada pagi 5 September terjadi tanah longsor di Kota Gaoping, Kabupaten Suichuan, Kota Ji’an. Lebih dari 10 orang dilaporkan tertimbun.
Badan Pengendalian Banjir dan Kekeringan Kabupaten Suichuan kemudian menyatakan bahwa sekitar pukul 04.00 pada 5 September, bencana longsor terjadi di kelompok Shixia, Desa Mingkeng, Kota Gaoping. Sebanyak 12 rumah terdampak, dengan 8 rumah hancur total dan 4 lainnya mengalami kerusakan ringan. Hingga saat ini, sedikitnya 1 orang meninggal dunia dan 11 orang masih dinyatakan hilang.
Karena pemerintah Tiongkok selama ini kerap dituding menutupi informasi mengenai bencana, jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan lebih besar daripada angka resmi yang diumumkan.
Pada pukul 11.26 tanggal 4 September, Pusat Pemantauan Hidrologi Provinsi Jiangxi menaikkan peringatan banjir menjadi kuning. Sejumlah bagian sungai di Nanchang, Ji’an, Zhangshu dan wilayah lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan air hingga melampaui batas siaga. Berbagai wilayah Suichuan mengalami tanah longsor dan komunikasi di sejumlah kecamatan terganggu. Beberapa ruas jalan tol Suichuan juga mengalami longsor pada lereng.
Sejumlah video yang diunggah warga menunjukkan bahwa pusat Kabupaten Suichuan dikepung banjir. Tanah longsor terjadi di berbagai wilayah pegunungan, dengan lumpur dan material longsoran mengalir deras dari lereng, sementara sejumlah rumah tersapu dan runtuh.
9月4日,江西吉安市遂川縣遭遇洪水肆虐,多地出現山體滑坡,大量民房被掩埋或沖毀。 pic.twitter.com/aLUbCwMbyh
— 甜甜 (@tiantian108) September 5, 2026
Seorang warga yang mengetahui kondisi setempat menulis bahwa wilayah pusat Kabupaten Suichuan telah terendam. Di daerah pegunungan, longsor terjadi di banyak tempat, bahkan sebagian lereng gunung runtuh dalam skala besar. Tiang dan kabel listrik tegangan tinggi roboh, listrik padam, dan sinyal telepon seluler juga menghilang sehingga banyak wilayah hampir sepenuhnya terputus dari komunikasi.
Warga tersebut mengatakan bahwa desa-desa mengalami putus komunikasi dan banyak orang tidak dapat menghubungi orang tua mereka selama sehari penuh. Banyak rumah roboh dan jalan amblas. Untungnya, seorang teman berhasil menghubungi warga desa dan memastikan bahwa beberapa orang dalam keadaan selamat. Namun, beberapa rumah di desa lain dilaporkan tertimpa longsoran.
“Situasinya sangat parah. Banyak rumah sudah tidak ada. Tanaman pangan di ladang sebenarnya sebentar lagi bisa dipanen, tetapi sekarang semuanya habis,” tulis warga tersebut. Ia mengatakan hujan terus turun tanpa berhenti, ditambah dengan adanya informasi bahwa bendungan di hulu membuka pintu air.
Warga lainnya mengatakan, “Di Suichuan banjir terjadi di mana-mana, ditambah tanah longsor. Sungai yang biasanya begitu dalam di depan rumah saya sekarang meluap seperti ini, menghanyutkan kebun sayur, kandang ayam, dan jalan. Kami hanya berharap hujan segera berhenti dan air cepat surut.”
在遂川有車不算啥,你還得有船,哪怕竹排也好!9月4日,江西吉安市遂川縣遭遇洪水肆虐,多地出現山體滑坡。 pic.twitter.com/pQr4tvFj8r
— 甜甜 (@tiantian108) September 5, 2026
Warga lain memperingatkan bahwa Desa Tangbei di Kota Heyuan, Kabupaten Suichuan, hampir seluruhnya mengalami longsor. Risiko seluruh lereng gunung mengalami longsor dinilai sangat tinggi. Beberapa lansia dan penyandang disabilitas juga disebut belum sempat dievakuasi.
Ada pula warga yang mengatakan bahwa banjir di Suichuan naik dengan cepat. Rumah-rumah di daerah rendah telah terendam, air terus naik dan situasinya sangat berbahaya. Beberapa sekolah bahkan sudah terendam banjir, sementara pasokan air dan listrik terputus.
Di Kota Zuo’an, Kabupaten Suichuan, listrik dan air juga dilaporkan terputus, dengan sejumlah rumah dan ruas jalan mengalami keruntuhan.
Banyak warga Suichuan yang bekerja di luar daerah melihat kampung halaman mereka dilanda banjir dan longsor. Karena tidak dapat menghubungi keluarga, mereka ramai-ramai meminta bantuan melalui internet.
Seorang warga mengatakan bahwa hujan deras menyebabkan banjir besar dan longsor terjadi di berbagai tempat. Listrik dan jaringan komunikasi terputus, sementara banyak nomor telepon berada dalam kondisi tidak aktif. Mereka tidak dapat menghubungi anggota keluarga di kampung halaman dan merasa sangat khawatir.
“Sebuah bagian di belakang rumah saya juga longsor. Kemarin pagi ayah saya masih mengatakan bahwa ada rumah di seberang yang langsung runtuh. Saya hanya berharap semua orang selamat. Tetapi sekarang saya juga tidak bisa menghubungi ayah saya, dan listrik di rumah masih belum menyala.”
Warga lainnya berkata, “Longsor di daerah pedesaan sangat parah. Keluarga saya semuanya berada di sana, jadi saya terus merasa cemas. Selama beberapa waktu jaringan dan listrik di kampung terputus sehingga mereka benar-benar kehilangan kontak. Saya menelepon berkali-kali, tetapi tidak ada yang menjawab. Baru pada sore hari tanggal 4, ibu saya akhirnya mengirim pesan bahwa semuanya selamat. Saat itulah saya benar-benar merasa lega.”
“Melihat kampung halaman terkena bencana benar-benar menyayat hati. Ada longsor, ada banjir, listrik dan jaringan komunikasi sudah terputus selama lebih dari belasan jam. Semoga semua orang selamat.”
Seorang warga juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Kota Zuo’an, Kabupaten Suichuan, tempat keluarganya tinggal. “Jalan, listrik, dan jaringan komunikasi semuanya terputus. Lumpur longsor menghancurkan rumah, jalan, lapangan, dan lahan pertanian.”
Banyak warganet turut menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi Suichuan.
“Melihatnya membuat hati terasa sangat sedih. Tahun ini terlalu banyak bencana. Hasil kerja keras beberapa generasi bisa lenyap begitu saja.”
“Ya ampun, Fujian parah, Jiangxi juga seperti ini. Sebenarnya ada apa? Tahun ini terasa sangat aneh dan menakutkan.”
Reporter: Li Enzhen, berdasarkan berbagai laporan / Editor: Xia He


