EtIndonesia.com Pada 9 September merupakan hari ke-14 sejak bencana banjir di perbatasan Nepal-Tibet terjadi. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.
Dari 12 pembangkit listrik yang hancur, terdapat sekitar 900 pekerja yang masih dinyatakan hilang. Pemerintah Nepal memperkirakan bahwa 121 orang mungkin masih terjebak di dalam terowongan.
Operasi penyelamatan kini difokuskan pada tiga pembangkit listrik tenaga air, yaitu “Chilime”, “Trishuli 3A”, dan “Trishuli 3B”.
Sementara itu, di wilayah Tibet, media pemerintah PKT pada hari yang sama menyatakan bahwa terdapat 261 warga negara asing yang hilang. Namun, dari jenazah yang telah ditemukan, disebutkan tidak ada warga negara asing yang teridentifikasi.
Hingga kini, pihak berwenang belum mempublikasikan informasi secara rinci. Banyak keluarga korban juga tidak dapat memasuki wilayah bencana untuk mencari anggota keluarga mereka. Kondisi tersebut telah memicu ketidakpuasan dan pertanyaan dari masyarakat internasional. (***)


