300.000 Pekerjaan Terancam! Industri Logam Eropa Gelar Protes Peti Mati Menentang Praktik Dumping PKT

Para pekerja dari Asosiasi Logam Eropa pada Senin (7/9/2026) berkumpul di depan gedung markas Uni Eropa (UE) sambil membawa peti mati sebagai bentuk protes. Mereka menuntut UE memperkuat langkah untuk membendung praktik dumping komponen dari Tiongkok. Asosiasi tersebut memperingatkan bahwa tren “kolonisasi” perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat menyebabkan sektor manufaktur UE kehilangan 300.000 lapangan pekerjaan.

Sederet peti mati diletakkan secara mencolok di depan gedung markas UE. Di atasnya tertulis “Beristirahatlah dengan tenang”, tetapi yang mereka “ratapi” adalah “pekerjaan industri Eropa”, “produk buatan Eropa”, dan “pertahanan Eropa”.

EtIndonesia.com Asosiasi Logam Eropa (EUROMETAL) pada Senin menggelar aksi protes di Brussel. Mereka menuntut UE mengambil langkah yang lebih tegas untuk menghentikan dumping komponen otomotif asal Tiongkok dengan harga murah yang berdampak terhadap industri Eropa.

Asosiasi tersebut memperingatkan bahwa tren “kolonisasi” perusahaan-perusahaan Tiongkok terhadap industri Eropa terus berlangsung. Mereka memperkirakan bahwa hingga akhir tahun ini, sektor manufaktur UE dapat kehilangan 300.000 lapangan pekerjaan.

Pekerja yang melakukan aksi protes: “Pertahankan pekerjaan kami, selamatkan industri kami.”

EUROMETAL menyatakan bahwa kebijakan regulasi emisi karbon UE saat ini telah menciptakan persaingan yang tidak adil. Pasalnya, produsen Eropa harus menanggung biaya lingkungan dan emisi karbon yang lebih tinggi dalam penggunaan bahan baku, sementara para pesaing dari luar negeri dapat menghindari biaya tersebut ketika mengimpor produk jadi ke pasar Eropa.

Ketua Asosiasi Logam Eropa, Julius: “Pertahankan industri manufaktur di Eropa! Pertahankan pekerjaan kami!”

Julius (Alexander Julius) dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Kami bukan meminta subsidi atau perlakuan khusus, melainkan persaingan yang adil.”

Menurut laporan media Inggris Financial Times, UE diperkirakan akan secara resmi mengumumkan aturan baru mengenai pengadaan publik pada 9 September, yang disebut “Buy European” atau “Beli Produk Eropa”.

Kebijakan tersebut akan mengecualikan negara-negara ketiga yang tidak memberikan akses terbuka—terutama Tiongkok. Dengan demikian, partisipasi perusahaan Tiongkok dalam tender publik UE akan dibatasi, sementara pemerintah negara-negara anggota akan didorong untuk memprioritaskan perusahaan Eropa dalam kontrak publik.

UE berharap kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap PKT sekaligus melindungi industri dalam negeri. Aturan baru tersebut diperkirakan akan mencakup pasar pengadaan publik dengan nilai sekitar 2,5 triliun euro.

Aksi protes dengan membawa peti mati ini juga berlangsung ketika negosiasi perdagangan antara UE dan PKT memasuki tahap akhir. Kedua pihak diperkirakan akan menyelesaikan pembahasan mengenai masalah ketidakseimbangan perdagangan sebelum Oktober.

Laporan dirangkum oleh Lin Jiawei dan Chen Lingzhi dari NTD Asia Pasifik.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine