Bakhmut di Ukraina Timur Hancur Lebur oleh Serangan Gencar Peluru Artileri Rusia

oleh Ren Hao

Pada 10 Desember, Rusia dengan gencar membombardir Bakhmut, sebuah wilayah di Donetsk Ukraina yang gagal diduduki pasukan Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sejak tentara Rusia mundur dari Kherson ke tepi timur Sungai Dnieper, mereka terus melakukan pemboman ke front Ukraina, yang telah menyebabkan ketegangan di wilayah Donetsk dan Luhansk, dan tekanan besar terhadap tentara Ukraina. Situasi ini masih diperparah lagi oleh separatis Ukraina yang didukung Moskow sejak 2014 terus mencoba mengambil alih wilayah Donbas.

Donbass adalah nama sebuah cekungan di Ukraina timur yang membentang di bagian tengah dan utara Donetsk dan bagian selatan Luhansk.

“Untuk waktu yang lama, tidak ada sejengkal pun tanah di dalam dan sekitar empat kota Bakhmut, Soledar, Maryinka, dan Kreminna yang layak huni, dan tidak ada satu pun jengkal tanah yang tidak serangan roket maupun rudal. “Para agresor praktis telah menghancurkan seluruh Bakhmut”, kata Zelensky dalam sebuah video yang dikirim semalam.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa pada 8 Desember 2022, warga Kota Bakhmut yang sedang menerima sekotak bantuan kemanusiaan. (Ihor Tkacho/AFP/Getty Images)

Setelah serangan artileri pada 10 Desember, beberapa bangunan di Bakhmut masih dapat dianggap utuh, dan terlihat penduduk mondar mandir di jalanan, tetapi seluruh kota telah berubah sama sekali sehingga tidak lagi bisa dikenali, dan pasokan air serta listrik di kota tidak dapat dijamin.

Sekitar 7 pekan yang lampau Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko pernah mengatakan bahwa populasi Bakhmut sebelum perang tercatat lebih dari 700.000 jiwa, tetapi serangan tanpa henti Rusia telah memaksa sekitar 90% penduduk lokal untuk meninggalkan rumah mereka dan pindah ke daerah yang lebih aman.

Gambar tersebut menunjukkan bahwa pada 8 Desember 2022, petugas pemadam kebakaran di Kota Bakhmut sedang memadamkan sebuah rumah yang terbakar akibat serangan roket. (Ihor Tkachov/AFP/Getty Images)

Analis perang mengatakan bahwa sejak pasukan Rusia harus mundur dari Kherson sekitar sebulan yang lalu, Moskow telah mengubah penempatan pasukannya yang berada di garis depan, berencana memprioritaskan pengepungan Bakhmut untuk mengakhiri pertempuran di kota yang telah berkecamuk selama lebih dari setengah tahun.

Analis mempertanyakan bahwa setelah lebih dari setengah tahun serangan bertubi-tubi, Bakhmut tidak layak dibombardir oleh Putin terlepas dari biaya dalam hal lokasi geografis dan nilai ekonomi.

Gambar menunjukkan pada 5 Desember 2022, seorang tentara Ukraina baru saja dirawat di rumah sakit darurat di pinggiran Bakhmut. (Chris McGrath/Getty Images)

Jelas, Moskow tidak berpikir demikian. Pada 10 Desember, Menteri Pertahanan Rusia secara terbuka menyatakan bahwa selain menargetkan Bakhmut, tentara Rusia juga melancarkan serangan artileri secara besar-besaran ke kota Lyman, 65 kilometer utara kota, dengan harapan dapat memajukan laju pendudukan.

Rusia telah menduduki Lyman pada bulan Mei tahun ini, tetapi tiba-tiba menarik diri pada bulan Oktober. Setelah tentara Ukraina mengambil alih, kuburan massal tentara Rusia yang tewas ditemukan di kota itu, termasuk juga sejumlah besar warga sipil Ukraina yang tewas karena baik serangan artileri, kelaparan, dan kekurangan obat.

Saat ini, target utama serangan tentara Rusia adalah sekitar 20 kota Ukraina yang sebagian besar terletak di wilayah bagian timur Ukraina. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine