Pria Florida Tetap Mengikat Rumahnya Setelah Badai Milton Karena Alasan Penting

EtIndonesia. Seorang pria Florida yang mengamankan rumahnya dengan tali untuk melindunginya dari Badai Milton belum mau melepaskannya.

Badai mematikan tersebut telah merenggut sedikitnya 16 nyawa dan menyebabkan kerugian sekitar 50 miliar dolar (sekitar Rp 778 triliun) di seluruh Florida.

Dengan berakhirnya Badai Milton, upaya pemulihan dan pembangunan kembali berjalan lancar di tengah banjir parah yang sedang berlangsung dan pemadaman listrik yang meluas.

Di antara warga Florida yang menjadi viral selama badai tersebut adalah Pedro Casares, yang mengikat rumahnya dengan tali untuk mencegahnya tertiup angin kencang.

Putrinya, Raisa, memberikan informasi terbaru yang mengatakan bahwa strategi mereka berhasil, karena rumah mereka tetap utuh setelah badai berlalu.

Sementara banyak rumah di daerah mereka yang tidak diikat dengan tali juga tetap tidak rusak, Raisa menyebutkan bahwa jalan di dekatnya tertimpa puing-puing dan benda-benda yang berjatuhan.

Dia juga menyampaikan bahwa mereka berencana untuk memeriksa apakah ada tetangga yang membutuhkan bantuan.

Meskipun Badai Milton telah berlalu, keputusan untuk melepas tali pengaman rumah belum diambil.

Dalam pembaruan videonya, Raisa menjelaskan bahwa mereka akan tetap memasang tali pengaman hingga musim badai resmi berakhir.

Meskipun keluarga tersebut berhasil melewati Milton tanpa cedera, musim badai Atlantik berlanjut dari bulan Juni hingga November, yang menunjukkan alasan untuk terus berhati-hati.

Keluarga Casares akan merasa sangat tidak beruntung jika, setelah mengikat rumah mereka untuk satu badai, badai lain menyusul dan menyebabkan kerusakan.

Untungnya, rumah mereka berada di zona ‘bebas banjir’, yang menghindarkannya dari kerusakan air, dan yang mengesankan, ‘tidak ada satu pun sirap atau genteng yang terangkat dari atap.’

Awalnya, Badai Milton diklasifikasikan sebagai badai kategori lima—yang paling parah pada Skala Badai Saffir-Simpson—dengan kecepatan angin melebihi 157 mph dan ‘kerusakan dahsyat’ yang diperkirakan terjadi.

Akhirnya badai tersebut diturunkan ke kategori tiga, dengan kecepatan angin sekitar 100 mph.

Mengingat musim badai belum berakhir dan badai lain mungkin melanda Florida sebelum tahun berakhir, keluarga Casares telah memilih untuk tetap memasang tali pengaman di rumah mereka lebih lama. (yn)

Sumber: thoughtnova

Serangan Rudal Iran Gagal: Mengungkap Perang Pertahanan dan Serangan Israel

Time To Explore

Pada 1 Oktober 2024, Iran melancarkan serangan besar-besaran dengan rudal balistik ke Israel. Serangan ini berbeda dengan serangkaian serangan yang terjadi pada April tahun ini, yang lebih banyak menggunakan drone. Pada  April, Iran meluncurkan ratusan drone dan kurang dari 30 rudal balistik. Serangan udara tersebut terbukti tidak efektif, karena semua drone berhasil dicegat dan sebagian besar rudal balistik juga berhasil ditangkis, hanya tujuh rudal yang jatuh di wilayah Israel tanpa menimbulkan korban jiwa.

Karena kegagalan serangan udara sebelumnya, kali ini Iran sepenuhnya menggunakan rudal balistik. Mereka meluncurkan dua gelombang serangan dengan total sekitar 180 rudal balistik. Pertempuran antara Iran dan Israel ini bisa dilihat sebagai contoh pola serangan di kawasan Asia-Pasifik. Serangan rudal balistik Iran ke Israel mencerminkan taktik yang telah ditekankan oleh Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Apakah taktik ini efektif dan apa saja yang dapat dipelajari, kita akan menganalisis masalah ini lebih mendalam. 

Pertama-tama, kita akan melihat kemampuan peluncuran rudal Iran. Serangan kali ini dilakukan dalam dua gelombang, dengan total sekitar 180 rudal. Ini menunjukkan bahwa kapasitas maksimum sekali peluncuran dari pasukan rudal balistik Iran adalah sekitar 90 rudal. Dalam video yang diambil dari garis depan di Iran, terlihat sekitar 15 rudal balistik melintas di langit. Dari video lain, terlihat juga 15 rudal balistik Iran di udara.

Hal ini menunjukkan bahwa unit peluncuran Iran kemungkinan besar terdiri dari batalyon rudal, dengan 10 hingga 15 kendaraan peluncur rudal yang dapat diisi ulang untuk peluncuran kedua dalam waktu tertentu. Angka ini sesuai dengan data resmi Israel, yang menunjukkan bahwa Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, dengan setiap gelombang terdiri dari 90 rudal. Jika 90 dibagi 15, hasilnya adalah 6, yang berarti Iran kemungkinan memiliki sekitar enam unit peluncur rudal balistik, dengan masing-masing unit mampu menembakkan 15 rudal secara bersamaan.

Dari analisis ini, penulis mendapatkan dua kesimpulan penting: pertama, mencegat rudal balistik dengan kecepatan lebih dari Mach 10 tidaklah mudah; kedua, meskipun sulit dicegat, rudal-rudal ini sering kali tidak menyebabkan kerusakan besar karena masalah akurasi.

Rudal Balistik dengan Kecepatan Lebih dari Mach 10 Sulit untuk Dicegat

Mari kita lihat poin pertama. Berbeda dengan serangan udara pada  April, kali ini Israel tidak mengumumkan tingkat keberhasilan pencegatan rudal, karena hasilnya tidak memuaskan. Apakah ada cara untuk memperkirakan tingkat keberhasilan pencegatan rudal ini? Tentu saja ada. Melalui citra satelit, kita dapat memperkirakan berapa banyak rudal yang mengenai target di darat, yang dapat digunakan untuk menghitung tingkat pencegatan secara kasar.

Sebagai contoh, seorang pengguna media sosial Barat di akun X  membagikan foto serangan besar-besaran Iran terhadap Pangkalan Udara Nevatim di Israel, yang digunakan oleh pesawat tempur F-35 milik Angkatan Udara Israel. Dari gambar tersebut terlihat bahwa serangan rudal besar-besaran Iran tidak memberikan dampak yang signifikan pada pangkalan udara tersebut, hanya satu bangunan yang terkena, sementara pesawat dan personel tidak terdampak. Lebih penting lagi, pada gambar satelit ini, ia menandai lokasi jatuhnya rudal yang terlihat, dengan total 32 titik.

Lantas, berapa banyak rudal yang menyerang pangkalan udara tersebut? Kita bisa melakukan perkiraan sederhana: target utama serangan Iran kali ini adalah tiga pangkalan udara Israel, ditambah markas besar Mossad yang berada di dekat Tel Aviv. Karena markas Mossad berada di area perkotaan, kemungkinan jumlah rudal yang diarahkan ke sana terbatas.

Dengan demikian, dari sekitar 180 rudal yang diluncurkan, jumlah yang menyerang pangkalan udara ini mungkin berkisar antara 50 hingga 60 rudal. Jika ada 60 rudal yang menyerang, maka tingkat keberhasilan pencegatan Israel sekitar 50%. Jika jumlahnya 50 rudal, tingkat keberhasilan pencegatan sekitar 40%. Ini bukan angka yang pasti, tetapi berdasarkan semua informasi eksternal, tingkat keberhasilan pencegatan sekitar 40% hingga 50% merupakan perkiraan yang masuk akal. Juru bicara Kementerian Pertahanan Israel juga menyatakan bahwa sekitar setengah dari rudal Iran berhasil dicegat.

Ada beberapa penyebab fenomena ini. Pertama, menghadapi serangan rudal secara besar-besaran, kemampuan pencegatan sistem pertahanan udara Israel terbatas. Sistem Iron Dome yang dimiliki Israel tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik, melainkan untuk mencegat roket yang diluncurkan oleh Hamas dan Hizbullah dengan biaya yang lebih rendah. Sistem yang benar-benar mampu mencegat rudal balistik hanyalah Arrow-2, Arrow-3, dan David’s Sling yang dikembangkan oleh Israel. Dari informasi yang ada di internet, kita tidak mengetahui secara pasti berapa banyak sistem tersebut yang telah dikerahkan, namun tampaknya tidak cukup banyak untuk menghadapi serangan rudal balistik yang begitu banyak.

Alasan kedua adalah rudal balistik dengan kecepatan lebih dari Mach 10 memang sulit untuk dicegat. Di medan perang Ukraina, rudal Iskander yang digunakan Rusia hanya memiliki kecepatan sekitar Mach 4 hingga 5. Bahkan rudal hipersonik “Kinzhal” diklaim tidak melebihi kecepatan Mach 10. Sementara itu, rudal-rudal yang diluncurkan Iran kali ini adalah rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer, dan kecepatan rudal balistik jarak menengah biasanya dapat mencapai lebih dari Mach 10. Kecepatan tinggi ini tentu saja meningkatkan kesulitan dalam pencegatan.

Kerusakan yang Disebabkan oleh Rudal Balistik  Terbatas

Kesimpulan kedua dari serangan rudal Iran kali ini adalah bahwa meskipun rudal sulit dicegat, kerusakan yang ditimbulkannya sangat terbatas. Dengan membandingkan citra satelit sebelum dan sesudah serangan terhadap pangkalan udara Israel, terlihat jelas bahwa sebagian besar kawah yang terbentuk tidak mengenai target, bahkan tidak ada landasan pacu yang terkena. 

Hanya satu bangunan yang rusak, dan struktur utamanya tampak masih utuh. Selama serangan ini, Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, namun hanya menyebabkan satu orang Palestina tewas dan dua orang Israel terluka ringan, tanpa korban jiwa yang signifikan. Keesokan harinya, pesawat tempur Israel seperti F-35, F-15, dan F-16 tetap melanjutkan misi serangan udara terhadap Lebanon.

Sebagai contoh lain, seorang jurnalis Barat yang berada di lokasi memotret kawah besar yang terbentuk akibat rudal balistik Iran yang berupaya menghantam markas besar Mossad, namun titik jatuhnya sekitar 450 meter dari target tersebut. Artinya, margin kesalahan rudal balistik Iran bisa mencapai beberapa ratus meter, sehingga hampir tidak mungkin mengenai bangunan atau pesawat tertentu dengan akurasi tinggi.

Ini terutama karena rudal balistik menggunakan pemanduan inersia, yang berarti setelah diluncurkan, rudal tersebut tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan titik jatuhnya. Oleh karena itu, tingkat akurasinya berada dalam kisaran ratusan meter.

Sejak awal, rudal ini memang tidak dirancang untuk keakuratan tinggi. Rudal balistik dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir, di mana selisih beberapa ratus meter atau bahkan beberapa kilometer tidak menjadi masalah karena gelombang kejut dari ledakan nuklir cukup untuk menghancurkan seluruh kota. Namun, jika rudal membawa hulu ledak konvensional, selisih beberapa ratus meter akan membuatnya tidak efektif.

Inilah sebabnya mengapa meskipun Iran meluncurkan sekitar 180 rudal, tidak ada kerusakan signifikan yang ditimbulkan di Israel. Rudal balistik dengan hulu ledak konvensional sulit mencapai target yang ditentukan karena masalah akurasi.

Selama sepuluh tahun terakhir, ada pihak di Tiongkok  yang terus menggaungkan apa yang disebut “teori serangan rudal.” Namun, dari serangan rudal Iran terhadap Israel pada April dan Oktober tahun ini, terlihat bahwa baik rudal jelajah, drone, maupun rudal balistik tidak memberikan kerusakan berarti bagi Israel. Pernyataan bahwa Taiwan akan menyerah begitu saja ketika Tiongkok meluncurkan serangan rudal, kini sudah dapat dihentikan. (hui)

Korea Utara: Telah Mengeluarkan Instruksi Siap Tempur, Pasukan di Perbatasan Siap Menembak

EtIndonesia. Ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara semakin meningkat setelah Korea Utara menuduh Korea Selatan mengirim drone ke Pyongyang, menyebutnya sebagai tindakan provokatif. Pada 13 Oktober, juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengumumkan bahwa Staf Umum Tentara Rakyat Korea telah mengeluarkan instruksi untuk persiapan tempur, dan pasukan di perbatasan Korea Utara telah dalam status siap menembak.

Menurut laporan CCTV News, juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengatakan : “Karena tindakan provokatif Korea Selatan terhadap ibu kota Korea Utara, Pyongyang, ketegangan militer semakin memanas. Staf Umum Tentara Rakyat Korea pada 12 Oktober telah mengeluarkan instruksi untuk persiapan tempur, memerintahkan unit-unit artileri gabungan di garis depan dan unit-unit penting lainnya untuk bersiap melakukan penembakan penuh.”

Korea Utara juga menyatakan: “Jika provokasi Korea Selatan terkonfirmasi lagi, kami harus segera menyerang mereka, yang bisa menyebabkan konflik bersenjata yang meluas. Setiap unit harus siap sepenuhnya untuk menghadapi berbagai perkembangan.”

Instruksi persiapan tempur dari Staf Umum Tentara Rakyat Korea menyebutkan bahwa sesuai dengan formasi unit pada masa perang, delapan brigade artileri bersenjata lengkap harus berada dalam status “siaga tembak” sebelum pukul 20.00 pada 13 Oktober, dan menyelesaikan semua tugas dukungan operasi.

Baru-baru ini, Korea Selatan dan Korea Utara saling menuduh. Korea Utara menuduh bahwa Korea Selatan telah mengirim drone ke Pyongyang, dan adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, pada 12 Oktober mengeluarkan pernyataan melalui KCNA, mengkritik militer Korea Selatan yang membantah tuduhan pengiriman drone tersebut, serta memperingatkan bahwa jika drone ditemukan lagi di atas Pyongyang, akan terjadi “tragedi yang memilukan.”

Korea Selatan: Hari Penghancuran Rezim Korea Utara Akan Tiba Jika Mereka Melukai Warga Kami

Pada 13 Oktober, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menanggapi dengan pernyataan bahwa pidato Kim Yo Jong bukan hanya tidak merefleksikan insiden “balon sampah” yang diluncurkan Korea Utara baru-baru ini ke Korea Selatan, tetapi juga mengancam rakyat Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan memberikan peringatan keras kepada Korea Utara bahwa jika mereka mengancam keselamatan rakyat Korea Selatan, itu akan menjadi hari kehancuran rezim Korea Utara.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, pada 11 Oktober mengatakan bahwa militer Korea Selatan tidak mengirim drone ke Pyongyang. Yonhap News melaporkan bahwa seorang pejabat dari Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa militer tidak mengirim drone ke Korea Utara dan sedang memeriksa apakah hal itu dilakukan oleh organisasi sipil.(jhn/yn)

Pengemudi Melihat Makhluk Pengembara Kecil Sendirian di Jalan Tanah Meminta Minum

EtIndonesia. Akhir bulan lalu, pengemudi truk Helton Clay Brito sedang mengemudi di jalan terpencil di Minas Gerais, Brasil, ketika dia melihat sesuatu bergerak di jalan tanah di depannya.

Saat Brito mendekat, dia menyadari bahwa itu adalah seekor armadillo kecil, yang tampak lelah dan kehausan di bawah terik matahari.

“Saya merasa harus menghentikan truk itu,” kata Brito kepada The Dodo. “Dia tampak berjalan tanpa tujuan. Saya memutuskan untuk memberinya air.”

Brito memarkir truknya dan keluar dari kabin untuk melihat armadillo itu lebih jelas. Namun, kehadirannya yang tiba-tiba di sana bukanlah hal yang tidak diinginkan.

“Ketika saya keluar, dia berlari ke kaki saya,” kata Brito. “Sepertinya dia tahu saya akan menolongnya.”

Saat itulah pengemudi truk yang baik hati itu mulai menuangkan air dari botol airnya.

“Ketika saya menuangkan air padanya, saya merasa dia merasa lega,” kata Brito. “Sepertinya dia tidak minum selama berhari-hari.”

Setelah itu, Brito tetap berada di sisi armadillo itu, berbicara kepadanya dengan lembut sambil memeriksa untuk memastikan kondisinya telah membaik.

“Dia bahagia,” kata Brito.

Dari sana, keduanya berpisah — armadillo itu melanjutkan perjalanannya dengan rasa kekuatan yang baru. Brito juga melanjutkan perjalanannya, tetapi kenangan akan pertemuan manis itu masih membekas hingga hari ini.

“Saya masih merasa damai di hati saya karena dapat menolongnya,” kata Brito. (yn)

Sumber: the dodo

Ratusan Alumni Datang ke Reuni Akbar Perguruan Al-Irsyad Surabaya di Hari Jadinya Ke Satu Abad

Surabaya – Reuni adalah momen yang sangat spesial, dimana kita terhubung kembali dengan masa-masa yang lalu, kita mengenang berbagai cerita dalam sebuah bingkai kenangan, akan hari-hari yang telah berlalu.  Begitu indah dalam momen yang istimewa ini tentu menjadi satu kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama yang selama ini menghilang, kesempatan yang sangat berharga yang hanya bisa kita temui dalam acara reuni. 

 Ada sebuah ungkapan dari seorang bijak yang mengatakan, “Seorang teman baru sangat berharga, dan seorang teman lama tidak ternilai harganya” Alangkah senangnya bertemu mereka yang telah menjadi bagian dari hidup kita, disini kita baru menyadari betapa murninya persahabatan dan ini menunjukkan bahwa waktulah yang memisahkan kita, tapi hati kita semua tidak akan pernah terpisah.  Di dalam dunia medis pun reuni mempunyai manfaat sebagai obat yaitu obat untuk mencegah penyakit Alzeimer dan juga dapat memperbaiki fungsi otak.  Saya teringat satu pepatah Tiongkok yang mengatakan ‘Reuni setelah perpisahan yang lama, bahkan lebih baik daripada malam pernikahan’. 

Kali ini sekolah Al-Irsyad Surabaya yang merupakan salah satu sekolah yang tertua di kota Surabaya akan menyelenggarakan acara reuni akbar.  Dalam sejarahnya Al-Irsyad Surabaya berdiri pada 21 Januari 1919 yang merupakan cabang kelima di Indonesia.  Setelah berpindah-pindah tempat, dan setelah terbentuknya Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS) akhirnya Al-Irsyad memiliki gedung sendiri di Ambachtscoolweg yang sekarang dikenal dengan jalan Sultan Iskandar Muda no. 46 Surabaya.

Berdirinya Al-Irsyad ini tidak terlepas dari 8 tokoh pendiri yaitu Rubayak bin Mubarak bin Talib, Usman bin Mohamad Bachmad Al-Amudi, Salim bin Awad Basymeleh, Abdurahman bin Awad Basymeleh, Salim Bin Saad bin Nabhan, Ahmad bin Saad bin Nabhan, salim bin Ahmad Basyrahil dan Abu Bakar bin Ahmad Basyrahil.  Pada 15 Januari 1924, 8 tokoh tersebut mendirikan sebuah sekolah dibawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Irsyad Surabaya (YPAS) dengan konsep menerapkan pelajaran agama Islam berdasarkan Al-Quran dan hadis serta memberikan pelajaran bahasa Arab dan  ilmu pengetahuan umum. 

Kini terhitung 100 tahun sejak berdirinya Sekolah Al-Irsyad Surabaya maka Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS) beserta alumni bekerja sama dengan Anisa HWS Production yang dimotori oleh Anisa Al-Kaff menggelar acara reuni akbar yang menurut rencana akan digelar pada minggu (13 Oktober 2024). 

“Kami mempersiapkan setahun dengan target 1.000 orang alumni dapat hadir, namun karena beberapa sebab seperti berada di luar kota bahkan di luar negeri, ataupun ada yang sudah wafat belum dapat semuanya berkumpul. Maka tadi juga dilakukan secara daring untuk yang berada di luar kota. Namun ini akan bertahap akan diadakan kembali dengan alumni yang lebih banyak dapat berkumpul.” Jelas Anisa yang menangani acara sekaligus alumni angkatan tahun 1990.

Para alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan bahkan di luar negeri sangat antusias dengan acara ini salah satu alumni dan juga merupakan salah satu keturunan dari sekolah Al-Irsad, Hamid Nabhan yang juga salah satu seniman terkenal Kota Surabaya mengatakan, “ Sebagai salah satu alumni tentu harapan saya adalah Al-Irsyad bisa lebih baik dan maju lagi. Dan rencananya akan dibangun universitas juga.” Beliau dalam kesempatan ini juga membuatkan lagu sebagai kado hari jadi ke-100 untuk almamaternya, selain itu memberikan hasil karyanya berupa lukisan untuk guru yang sudah menjalani masa pensiun.

Salah satu alumninya (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama) juga adalah seorang artis, Fuad Baradja dan kini dikenal juga sebagai aktivis anti rokok, mengatakan, “Sesuatu yang dapat bertahan hingga puluhan tahun berarti sudah teruji, jika tidak bagus tidak akan samapai sekarang bertahan. Dengan alumni yang bagus. Dan yang bagus ini tinggal bagaimana mengelolanya. Pertama bagaimana tetap dapat bertahan dan bagaimana dapat menebarkan manfaat. Manfaat pada masyarakat dan para alumninya mendapatkan masa depan yang baik.”

Acara akan diisi dengan silaturahmi antar alumni dan juga para guru lama dan para guru yang baru.  Anisa menjelaskan dalam acara reuni nanti kita bisa untuk saling membantu bagi para alumni dan juga guru-guru, kita akan menekankan tentang bantuan ekonomi dan ketenagakerjaan, dan kita juga bisa membantu dan mengarahkan para alumni Al-Irsyad agar bisa lb maju lagi.  Bravo Al-Irsyad Surabaya!!.(mel)

Hadiah Nobel adalah Peringatan bagi Dunia yang Berada di Ambang Perang Nuklir

EtIndonesia. Pemberian Hadiah Nobel Perdamaian kepada gerakan akar rumput penyintas bom atom dari Hiroshima dan Nagasaki mencerminkan ketakutan yang meluas bahwa planet ini tidak pernah sedekat ini dengan perang nuklir.

Dalam beberapa minggu terakhir, Rusia telah menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir dan memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya bahwa dukungan mereka terhadap Ukraina berisiko membawa mereka ke dalam konflik langsung dengan Moskow yang dapat berubah menjadi nuklir.

Di Timur Tengah, Israel, yang menurut para ahli senjata memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, sedang berhadapan dengan Iran. Ada spekulasi bahwa Israel mungkin menyerang fasilitas yang diyakininya bahwa Teheran, meskipun dibantah, tengah mengembangkan senjata atomnya sendiri.

Dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan minggu ini bahwa negaranya akan mempercepat upaya untuk menjadi “negara adikuasa militer dan negara nuklir”. Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan bahwa dia telah memiliki 50 hulu ledak nuklir.

“Pada saat Rusia mengancam akan menggunakan senjata nuklir, semua negara pemilik senjata nuklir mempersenjatai kembali dan perjanjian pengendalian senjata mulai runtuh, sinyal peringatan ini diperlukan!” kata Ulrich Kuehn, pakar senjata di Institut Penelitian Perdamaian dan Kebijakan Keamanan di Hamburg, memuji pemberian hadiah Nobel kepada gerakan Jepang Nihon Hidankyo.

“Hanya sedikit Hadiah Nobel Perdamaian yang lebih tepat waktu, lebih pantas, lebih penting karena pesan yang disampaikannya,” kata Magnus Lovold dari Akademi Hukum Internasional Norwegia.

Penghargaan ini diberikan tiga hari sebelum NATO memulai latihan nuklir tahunannya “Steadfast Noon”, dengan jet tempur F-35A dan pesawat pengebom B-52 di antara sekitar 60 pesawat dari 13 negara yang ambil bagian.

Para penentang senjata nuklir telah lama berkampanye untuk penghapusannya dengan alasan bahwa menembakkan senjata nuklir – baik secara sengaja atau sebagai akibat dari kecelakaan atau salah perhitungan – dapat memicu spiral pembalasan yang akan menyebabkan kehancuran planet ini.

Para pendukung mengatakan fakta bahwa kekuatan nuklir yang bersaing dapat saling menghancurkan berkali-kali – sebuah skenario yang selama Perang Dingin disebut sebagai “Mutual Assured Destruction” atau Mad – adalah yang menjadikan mereka senjata pencegah yang paling ampuh.

Pelajaran sejarah

Dua bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia Kedua menewaskan sekitar 120.000 orang, sementara ribuan lainnya meninggal kemudian karena luka bakar dan cedera radiasi. Senjata atom saat ini berkali-kali lebih kuat daripada yang digunakan pada tahun 1945.

Selama beberapa dekade – sebagian besar berkat kerja Nihon Hidankyo – kehancuran yang terjadi di kedua kota Jepang tersebut secara luas dipandang sebagai pelajaran dari sejarah bahwa penggunaan senjata nuklir lagi terlalu mengerikan untuk dipikirkan.

“Kami menegaskan bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan tidak boleh pernah terjadi,” kata lima negara “resmi” bersenjata nuklir – Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, Prancis, dan Inggris – pada Januari 2022.

Bulan berikutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina dan para ahli mulai mengubah penilaian mereka terhadap risiko nuklir.

Pada hari invasi, Putin memperingatkan musuh-musuh Rusia bahwa mereka akan menderita “konsekuensi yang belum pernah Anda hadapi dalam sejarah Anda” jika mereka mencoba menghalangi jalannya.

Pada September 2022, dia menggambarkan serangan nuklir AS terhadap Jepang sebagai sesuatu yang telah menciptakan “preseden”.

Pada Januari 2023, para ilmuwan atom menggeser “Jam Kiamat” mereka lebih dekat dari sebelumnya ke tengah malam, titik teoritis pemusnahan.

Di antara banyak sinyal lain ke Barat sejak saat itu, Rusia telah mengumumkan penempatan rudal nuklir taktis di Belarus, menggelar beberapa putaran latihan nuklir, dan membatalkan ratifikasinya atas perjanjian global yang melarang pengujian senjata nuklir – sebuah pakta yang tidak pernah diratifikasi Amerika Serikat sejak awal.

Para ahli pengendalian senjata mengatakan melakukan uji coba nuklir – sesuatu yang hanya dilakukan Korea Utara pada abad ini – akan menjadi sinyal eskalasi yang dramatis. Putin mengatakan Rusia tidak akan menguji kecuali Amerika Serikat melakukannya, dan bahwa Rusia dapat memenangkan perang di Ukraina tanpa menggunakan senjata nuklir.

Dengan runtuhnya kerangka kerja pengendalian senjata yang muncul dari berakhirnya Perang Dingin, para ahli nuklir khawatir tentang prospek percepatan perlombaan senjata yang melibatkan tidak hanya Rusia dan Amerika Serikat, tetapi juga Tiongkok.

Pilar terakhir yang tersisa dari pengendalian senjata AS-Rusia, perjanjian New Start 2010 yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis kedua belah pihak, akan berakhir pada Februari 2026.

Beatrice Fihn, mantan direktur Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir yang memenangkan hadiah Nobel perdamaian pada tahun 2017, mengunggah di X bahwa dia menangis saat mendengar berita hari Jumat itu. Dia mengatakan penghargaan itu seharusnya menjadi pendorong untuk mendorong lebih banyak negara untuk bergabung dalam perjanjian global tentang pelarangan senjata nuklir.

“Kami masih memiliki beberapa penyintas bersama kami, yang memiliki pengalaman langsung tentang apa yang dilakukan oleh senjata-senjata yang mengerikan, tidak manusiawi, dan ilegal ini,” tulis Fihn. “Kami berutang kepada mereka untuk bertindak sekarang!” (yn)

Sumber:asiaone

Jelang Pemilu AS, Serangan Siber dari Peretas Tiongkok Menargetkan Lembaga Pemikir Pendukung Trump Jelang Pemilu AS

 
EtIndonesia. Pemilu Presiden Amerika Serikat 2024 semakin dekat, dan laporan dari ABC News mengungkap bahwa lembaga pemikir konservatif “American First Policy Institute” (AFPI), yang terkait erat dengan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, diduga menjadi sasaran serangan siber oleh peretas yang berafiliasi dengan Tiongkok.

AFPI adalah lembaga kebijakan yang dikenal bekerja sama dengan Trump. Kepala Humas AFPI, Marc Lotter, mengonfirmasi kepada ABC News melalui pernyataan bahwa serangan ini dilakukan oleh “aktor asing yang bermusuhan”. Dia menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak mengejutkan, mengingat AFPI merupakan salah satu organisasi kebijakan utama yang bersekutu dengan Trump.

Lotter menulis dalam pernyataannya: “Sebagai kelompok kebijakan utama gerakan ‘America First,’ tidak mengherankan jika aktor asing yang bermusuhan mencoba meretas sistem IT kami. Teknik, strategi, dan taktik mereka mirip dengan aktivitas yang didanai oleh negara-negara tertentu, yang telah kami temui sebelumnya, sehingga kami dapat merespons dengan cepat.”

Dia menambahkan bahwa AFPI, seperti gerakan ‘America First’ itu sendiri, tidak akan menunggu reaksi pemerintah, tetapi akan bekerja sama dengan para pakar keamanan siber untuk terus meningkatkan keamanan mereka.

Serangan Siber dari Iran

Sebelumnya, Iran juga dituding melakukan serangan siber terhadap tim kampanye Trump. Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan terhadap tiga warga Iran yang diduga terlibat dalam pencurian email dari tim kampanye Trump. Mereka dituduh melakukan kejahatan termasuk peretasan, memberikan dukungan kepada organisasi teroris asing, pencurian identitas, dan membantu serta mendorong tindakan kriminal.

Bukti Campur Tangan Pemilu oleh Tiongkok

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyatakan pada April 2024 bahwa meskipun Presiden Tiongkok Xi Jinping telah berjanji tidak akan ikut campur dalam urusan AS, Washington memiliki bukti bahwa Beijing mencoba memengaruhi, bahkan ikut campur dalam pemilu AS. Pernyataan ini dibuat Blinken dalam wawancara dengan CNN setelah kunjungannya ke Beijing dan pertemuan dengan Xi Jinping.

Intelijen AS sebelumnya telah mengindikasikan bahwa Beijing semakin agresif mencoba mempengaruhi pemilu AS, terutama dengan menargetkan pemilih dan kandidat tertentu.

Selain itu, pada awal tahun ini, Microsoft merilis laporan yang menunjukkan bahwa Tiongkok mungkin berusaha mengganggu pemilu di AS, Korea Selatan, dan India dengan menggunakan konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Tiongkok diduga menggunakan akun media sosial palsu untuk memicu perpecahan di antara pemilih dengan tujuan memengaruhi hasil pemilu sesuai kepentingan mereka.

Penelitian terbaru dari Graphika, yang dirilis pada 3 September 2024, menemukan bahwa menjelang pemilu AS 2024, kampanye pengaruh di media sosial yang terkait dengan Pemerintah Tiongkok telah menyamar sebagai pemilih AS dan menyebarkan retorika yang mendiskreditkan calon presiden serta memperburuk isu-isu sosial sensitif untuk menciptakan perpecahan di masyarakat AS.

Pada April 2024, Institut Dialog Strategis (ISD) menerbitkan laporan yang mendokumentasikan empat akun di platform X (sebelumnya Twitter), yang meniru pendukung Trump dan gerakan “Make America Great Again” (MAGA). Akun-akun ini merupakan bagian dari jaringan spam yang dikenal sebagai “Spamouflage,” yang telah aktif setidaknya sejak 2017 dan semakin intensif menjelang pemilu.

Menurut Reuters, para ahli menyatakan bahwa “Spamouflage” telah memanfaatkan ribuan akun di lebih dari 50 situs web, forum, dan platform media sosial untuk menyebarkan pengaruh. Aktivitas jaringan ini meningkat secara signifikan seiring dengan mendekatnya pemilu.

Pada Juli 2024, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS merilis laporan tentang campur tangan pemilu, yang menunjukkan bahwa Beijing semakin berhati-hati dalam mempengaruhi pemilu AS kali ini. Mereka memantau upaya yang lebih luas untuk memengaruhi opini publik di AS. (jhn/yn)

Pencapaian Terbaru 14 Juta Investor Pasar Modal

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan bangga mengumumkan pencapaian terbaru, yakni jumlah investor pasar modal di Indonesia yang telah melampaui 14 juta single investor identification (SID) tepatnya pada Kamis (3/10) sejumlah 14.001.651 SID, tumbuh 1.833.590 SID baru dibanding posisi di akhir tahun lalu sebesar 12.168.061 SID. Pencapaian ini berhasil di raih berkat sinergi yang erat antara BEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya, dan didukung oleh strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara. “Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Walau demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat,” ujar Iman, Kamis (4/10). Pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing.

Sejak awal tahun ini hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan yang dimaksud termasuk Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM), dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi. BEI juga aktif mengkampanyekan gerakan #AkuInvestorSaham, yang sukses menarik perhatian generasi muda. Saat ini, sekitar 79% dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal.

Strategi Digitalisasi dan Peran Galeri Investasi BEI

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, BEI terus mengembangkan infrastruktur digitalnya. Platform IDX Mobile yang saat ini sudah memiliki 193.968 pengguna, kini menjadi salah satu pilar edukasi digital yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar modal yang mudah diakses dan akurat. Pengembangan digital ini adalah bagian dari strategi BEI dalam mengatasi tantangan akses literasi pasar modal di Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, angka jumlah investor pasar modal saat ini sebenarnya masih sedikit, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meski demikian, dengan semakin berkembangnya digitalisasi teknologi saat ini maka semakin banyak pula perusahaan sekuritas yang menyediakan wadah bagi investor untuk bertransaksi saham. Hal tersebut

dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal Indonesia.

Selain itu, sinergi antara BEI dan berbagai pemangku kepentingan juga memainkan peran penting dalam strategi pengembangan pasar modal. Dalam hal ini, Galeri Investasi (GI) BEI menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung literasi keuangan dan pasar modal di seluruh Indonesia. Saat ini, BEI telah memiliki 927 GI BEI yang tersebar di berbagai daerah. “Galeri Investasi BEI tidak hanya menjadi jembatan antara dunia akademis dan pasar modal, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendekatkan masyarakat umum dengan edukasi pasar modal,” lanjut Jeffrey.

Dengan berbagai program edukasi seperti SPM yang diadakan di seluruh Kantor Perwakilan BEI, diharapkan akan semakin meningkatkan inklusifitas pasar modal Indonesia dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang ada. Melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang terus dilakukan, BEI optimistis jumlah investor saham di Indonesia akan semakin bertumbuh, seiring dengan peningkatan literasi keuangan dan pasar modal di kalangan masyarakat.

Nobuyo Oyama, Pengisi Suara Kucing Robot Kartun Doraemon, Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun

TOKYO—Nobuyo Oyama, yang dikenal sebagai pengisi suara serak dari Doraemon, kucing robot kartun tercinta dari masa depan, telah meninggal dunia. Ia berusia 90 tahun. Oyama, yang mengisi suara Doraemon selama lebih dari seperempat abad, meninggal dunia karena penyebab alami pada 29 September, kata agensinya, Actors Seven, pada  Jumat. 

Oyama mengisi suara kucing robot biru dan putih itu dari 1979 hingga 2005. Diciptakan oleh kartunis Fujiko F. Fujio pada 1970, Doraemon dan kisah persahabatannya dengan Nobita, seorang anak laki-laki baik hati namun agak malas, menjadi sangat populer. 

Manga dan serial anime ini telah dibaca dan ditonton oleh jutaan penggemar di Jepang dan di seluruh dunia, serta telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. 

Nobuyo Oyama, yang terkenal dengan suara serak Doraemon, robot kucing kesayangan dunia dari masa depan, berbicara dalam sebuah wawancara di Tokyo pada bulan Februari 1999. Kyodo News via AP

Dalam serial tersebut, Doraemon datang dari abad ke-22 dan membantu Nobita dalam situasi sulit, sering kali dengan menggunakan alat-alat dari masa depan seperti “pintu ke mana saja” dan “take-copter.” 

Lahir di Tokyo pada 1933, Oyama adalah seorang aktor yang bercita-cita tinggi dan memulai debutnya dalam sebuah drama pada 1956 di televisi publik Jepang, NHK. Ia mendapatkan peran pengisi suara pertamanya pada tahun 1957 dalam versi dubbing serial drama TV “Lassie.” 

Suara serak Oyama dengan cepat membuatnya populer di anime dan program anak-anak. Ia mengisi suara salah satu dari tiga babi dalam acara boneka anak-anak yang populer pada awal 1960-an, serta mengisi suara anak laki-laki remaja Katsuo dalam serial anime keluarga “Sazaesan” sebelum “Doraemon.” 

Oyama pensiun sebagai pengisi suara Doraemon pada Maret 2005 sebagai bagian dari pembaruan pengisi suara untuk karakter utama. 

“Saya berharap Doraemon tetap menjadi karakter yang dicintai di masa depan yang jauh,” kata Oyama. 

Pada tahun 2015, suami Oyama mengungkapkan bahwa ia menderita demensia. Meskipun demikian, sebagai kepala sekolah seni suara, Oyama dikenal selalu berhasil dalam satu kali percobaan saat diminta mengisi suara Doraemon. 

Agensi Oyama mengatakan bahwa pemakamannya diadakan secara pribadi oleh keluarganya. Noriko Ohara, pengisi suara Nobita, meninggal dunia pada Juli. 

Oleh Mari Yamaguchi

Penahanan 4 Karyawan Pemasok Apple, Foxconn di Tiongkok Dinilai ‘Cukup Aneh’

oleh Reuters

Empat karyawan Foxconn, perusahaan perakit iPhone terbesar di dunia asal Taiwan, telah ditahan di Tiongkok dalam kondisi yang “cukup aneh,” kata pemerintah Taiwan.

Dewan Urusan Daratan Taiwan, dalam pernyataannya kepada Reuters pada Kamis 10 Oktober 2024, mengatakan bahwa keempat karyawan tersebut ditahan di Zhengzhou, Tiongkok, yang merupakan lokasi pabrik besar Foxconn yang merakit iPhone Apple, dengan dugaan pelanggaran yang setara dengan “pelanggaran kepercayaan.”

“Kondisi kasus ini cukup aneh,” katanya.

Kasus ini mungkin terkait dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan oleh sejumlah kecil pejabat keamanan Tiongkok, tambah dewan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Foxconn menolak berkomentar.

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan Foxconn menyebutkan bahwa perusahaan tersebut “tidak mengalami kerugian dan bahwa keempat karyawan tersebut tidak melakukan apa pun yang merugikan kepentingan perusahaan.”

“Ini telah merusak kepercayaan perusahaan dengan sangat serius. Kami mendesak departemen terkait di seberang Selat Taiwan untuk menyelidiki dan menangani masalah ini sesegera mungkin.”

Panggilan ke Kantor Urusan Taiwan Tiongkok untuk meminta komentar di luar jam kerja tidak dijawab.

Pada  Juni, pemerintah Taiwan meningkatkan peringatan perjalanan ke Tiongkok, meminta warganya untuk tidak pergi kecuali benar-benar diperlukan, menyusul ancaman dari Beijing untuk mengeksekusi mereka yang dianggap sebagai pendukung “kekerasan” kemerdekaan Taiwan.

Rezim Tiongkok mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, meskipun ada penolakan kuat dari pemerintah di Taipei.

Perusahaan-perusahaan Taiwan telah menginvestasikan miliaran dolar di Tiongkok sejak negara tersebut memulai reformasi ekonomi besar-besaran empat dekade lalu, tertarik oleh kesamaan budaya dan bahasa serta ongkos yang jauh lebih rendah.

Oleh Ben Blanchard

Ledakan Speedboat Tewaskan Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos  dan 5 Orang Lainnya

Pada Sabtu (12 Oktober 2024) sore, sebuah speedboat yang membawa 33 orang di Pulau Taliabu,  Maluku Utara,  tiba-tiba terbakar dan meledak, menyebabkan 6 orang tewas, termasuk kandidat gubernur populer, Benny Laos. Polisi sedang menyelidiki penyebab kebakaran kapal tersebut. 

Dikutip dari laporan Tempo, Benny Laos berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Plt Kepala UPTD RSUD Bobong Dokter Cecilia Octavia Mbotengu, mengatakan pada  12 Oktober, “Meskipun tim medis telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan, dokter yang bertanggung jawab menyatakan Benny meninggal dunia pada pukul 17.20.”

Laporan Kompas mengutip pernyataan polisi setempat bahwa saat kejadian, Benny bersama tim kampanye, anggota partai, dan aparat sedang dalam perjalanan untuk menghadiri kegiatan kampanye.

Kapolres Taliabu, Totok Handoyo, menyatakan bahwa awalnya rombongan berlabuh di pelabuhan dan akan melanjutkan perjalanan menuju desa untuk mengikuti kegiatan kampanye, namun kecelakaan terjadi.

Menurut laporan dari CNN Indonesia, Totok menjelaskan bahwa kapal cepat tersebut meledak saat mesin dalam keadaan menyala dan sedang melakukan pengisian bahan bakar. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Sejumlah provinsi akan mengadakan pemilihan kepala daerah pada 27 November mendatang. Dilaporkan bahwa Benny Laos merupakan kandidat dengan tingkat dukungan tinggi di Provinsi Maluku Utara dan menjadi salah satu calon gubernur terkuat, sehingga insiden ini menarik perhatian nasional. (Hui)

Saat Perang Timur Tengah Bekecamuk, AS Jual Senjata Seharga Rp 35 Triliun ke Arab Saudi dan UEA

Matt McGregor

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyetujui penjualan persenjataan  senilai lebih dari $2 miliar kepada sekutu di Timur Tengah, termasuk lebih dari $1 miliar dalam kesepakatan senjata dengan Kerajaan Arab Saudi dan $1,2 miliar dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Tiga kesepakatan yang disetujui dengan Kerajaan Arab Saudi datang atas permintaan negara tersebut, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri yang berbicara kepada The Epoch Times. 

Menurut Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS, penjualan ini tidak akan “mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan” dan tidak akan mengganggu “kesiapan pertahanan” AS.

Pada 11 Oktober 2024, DSCA, sebuah badan di bawah Departemen Pertahanan AS kepada Kongres tentang penjualan militer asing berupa “amunisi untuk sistem artileri, senapan mesin, dan tank” senilai $139 juta, menurut pernyataan badan tersebut. Amunisi tersebut akan disuplai oleh Angkatan Darat AS dan vendor pengadaan “yang belum diketahui saat ini.”

Dalam pernyataan terpisah pada 11 Oktober, DSCA menyatakan telah menyetujui penjualan tambahan rudal AIM-9X Block II Sidewinder dan peralatan terkait senilai $251,8 juta. RTX Corp., sebelumnya Raytheon Technologies Corp., yang berbasis di Arlington, Virginia, akan menjadi kontraktor utama.

DSCA juga menyetujui penjualan rudal AGM-114R3 Hellfire II senilai $655 juta, menurut pernyataan ketiga badan tersebut.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan negara sahabat yang terus menjadi kekuatan penting bagi kemajuan politik dan ekonomi di Timur Tengah,” kata DSCA.

Lockheed Martin Corp. akan menjadi kontraktor utama. Penjualan ini juga akan memfasilitasi kemampuan Arab Saudi untuk mempertahankan diri terhadap potensi ancaman yang dihadapi oleh pasukan AS yang ditempatkan di wilayahnya.

“Investasi berkelanjutan Arab Saudi dalam kemampuan pertahanannya sangat penting untuk melindungi perbatasannya, infrastruktur energi, dan penduduknya. Arab Saudi tidak akan mengalami kesulitan dalam menyerap amunisi ini ke dalam angkatan bersenjatanya,” tambah DSCA.

Penjualan Militer Asing UEA

DSCA juga menyetujui penjualan militer asing senilai $1,2 miliar kepada UEA. Jika disetujui, UEA akan membeli artileri roket yang disebut GMLRS dan munisi ATACMS serta peralatan terkait.

Seperti dalam penjualan sebelumnya, badan tersebut menyatakan bahwa ini akan mendukung tujuan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.

“Uni Emirat Arab telah, dan terus menjadi, mitra penting AS untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Timur Tengah,” kata DSCA. “Penjualan yang diusulkan ini akan meningkatkan kemampuan Uni Emirat Arab untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa depan dengan memodernisasi angkatan bersenjatanya.”

Lockheed Martin Corp. akan menjadi kontraktor utama.

Setiap penjualan akan membutuhkan penugasan sementara pejabat pemerintah dan perwakilan kontraktor selama hingga 10 hari untuk membantu pelatihan peralatan.

Terkait dengan biaya akhir dari penjualan, DSCA menyatakan bahwa angkanya didasarkan pada perkiraan awal yang dapat berubah tergantung pada “persyaratan akhir, otoritas anggaran, dan perjanjian penjualan yang ditandatangani, jika dan ketika disepakati.”  (asr)

Sheraton dan Four Points Surabaya Tujungan Plaza Hotel Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia dengan Emotional Painting

Surabaya- Dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober, Sheraton Surabaya dan Four Points Surabaya Tunjungan Plaza berkolaborasi dengan Happiness Workshop menghadirkan pengalaman unik bagi masyarakat Surabaya. Melalui kegiatan Emotional Painting, peserta diajak untuk mengeksplorasi emosi dan meredakan stres melalui seni lukis.

Kegiatan ini menghadirkan Maharani Devi, S.Psi, seorang Certified Art Therapy Practitioner dari Happiness Workshop, yang akan membimbing peserta dalam mengekspresikan diri melalui kanvas. Art Therapy dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan mental dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses oleh semua kalangan. Peserta juga diajak untuk melukis tanpa batas dan mengeksplorasi berbagai emosi yang mereka rasakan. Tidak perlu memiliki bakat melukis, karena yang terpenting adalah prosesnya.

“Emotional Painting adalah ruang yang aman bagi semua orang untuk berekspresi,” ujar Devi, “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental mereka dan menemukan cara-cara untuk meningkatkan kualitas hidup.”

Cindy Carolina, Director of Sales & Marketing – Complex Sheraton dan Four Points Surabaya, Tunjungan Plaza menambahkan bahwa event ini baru pertama kali digelar di Sheraton dan mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi. “Sebagian orang percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyembuhkan,” ujar Cindy, “dengan Emotional Painting, kami ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi emosi mereka dan menemukan kedamaian batin.”

Emosional Painting ini diselenggarakan di Kalingga Room, Sheraton Surabaya Hotel & Towers pada Minggu, 13 Oktober 2024. Dihadiri sebanyak 25 peserta dari berbagai kalangan dan usia, Emosional Painting berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat.

Seiring dengan Meningkatnya Gejolak di Tiongkok, Begitu Juga dengan Agresinya di Panggung Dunia

Kegagalan sosio-ekonomi dalam negeri menimbulkan tantangan berat bagi Partai Komunis Tiongkok

 James Gorrie

Saat ini, situasi ekonomi di Tiongkok yang merosot telah terdokumentasi dengan baik. Kerusakannya terlalu besar untuk ditutupi dengan propaganda, dan rakyat Tiongkok mengetahuinya. Bahkan perayaan ke-75 Partai Komunis Tiongkok (PKT) berlangsung sederhana. Faktor-faktor ekonomi negatif telah berkembang selama bertahun-tahun.

Tiongkok sudah menghadapi masalah pada tahun 2018 dan 2019 dengan diberlakukannya tarif tinggi oleh pemerintahan Trump terhadap barang-barang Tiongkok. Namun, pandemi COVID-19 dan kebijakan “nol-COVID” selama tiga tahun justru semakin memperparah penurunan ekonomi Tiongkok.

Tiongkok Sedang Diuji

Menjelang kuartal terakhir 2024, PKT diuji oleh kondisi ekonomi domestik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, kerusuhan sipil meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perlambatan ekonomi ini memiliki banyak aspek, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Salah satu faktor besar adalah sektor real estat, yang menyumbang sekitar 30 persen dari PDB. Sektor ini terus mengalami kemerosotan, dan hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pemulihan. Harga rumah dan penjualan terus menurun. 

Selain itu, konsumen Tiongkok membeli lebih sedikit, dengan pengeluaran konsumen hanya menyumbang 38 persen dari PDB, dibandingkan dengan 60 hingga 70 persen di negara-negara maju.

Kelesuan dan Kekecewaan

Tidak mengherankan, pengangguran di kalangan pemuda Tiongkok (usia 16 hingga 24 tahun) telah mencapai setidaknya 21 persen, dan mungkin lebih tinggi, sebelum PKT berhenti menerbitkan angka pengangguran pada Juni 2023. Kemudian, pada Desember 2023, PKT merilis statistik baru dengan metode baru yang tidak menyertakan pelajar, yang menurunkan angka tersebut menjadi 14,9 persen, tetapi angka ini masih hampir tiga kali lebih tinggi dari tingkat pengangguran nasional Tiongkok sebesar 5,1 persen.

Tingkat pengangguran yang tinggi di kalangan pemuda menghambat potensi pertumbuhan di masa depan dan memperparah tren “tiarap” di kalangan generasi baru di Tiongkok, yang tidak memiliki harapan atau ambisi untuk mencapai gaya hidup seperti yang dinikmati orang tua mereka.

Kelesuan dan kekecewaan tentu bukan pondasi yang kuat bagi ekonomi yang kuat. Risiko gerakan pemuda yang tidak puas bukanlah hal yang tidak diketahui di Tiongkok. Bayangan Tiananmen masih menghantui otoritas PKT, meskipun tingkat pengawasan dan kontrol yang dimiliki PKT atas rakyatnya jauh lebih maju dibandingkan era Lapangan Tiananmen pada tahun 1989.

Kebijakan Politik dan Industri yang Tertanam

Namun, ada realitas ekonomi tertanam yang tidak mudah diubah. Doktrin partai menetapkan bahwa keunggulan ekonomi utama Tiongkok terletak pada tingkat konsumsi domestik yang rendah dan tingkat tabungan yang tinggi. Dua faktor ini memungkinkan aliran modal domestik langsung ke sistem perbankan yang dikendalikan negara, yang kemudian dialokasikan ke industri tertentu. Hal ini memberi partai kontrol besar atas kebijakan industri dan modal swasta.

Misalnya, struktur ekonomi dan pembangunan Tiongkok diarahkan pada tingkat output industri yang tinggi.  Mungkin terlihat baik, tetapi karena organisasi politik dan pengaturan industri di dalam partai berfokus pada kapasitas produksi besar dan bukan inovasi atau diferensiasi, hasilnya adalah kelebihan produksi yang sering kali jauh melampaui permintaan global dan pabrik-pabrik yang tidak menguntungkan.

Kelebihan pasokan yang konstan, mulai dari baterai kendaraan listrik hingga elektronik, menyebabkan produsen Tiongkok membanjiri pasar luar negeri dengan produk murah, memicu gesekan perdagangan seperti tarif dan pembalasan lainnya, yang juga memperburuk kondisi di Tiongkok.

Singkatnya, kebijakan industri Tiongkok yang terdistorsi dan terikat pada sistem politik berbasis loyalitas korupsi telah membuatnya tidak mampu berubah tanpa mengganggu struktur PKT dan loyalitas yang terkait dengannya.

Tidak Ada Penghentian Spiral Penurunan

Karena alasan-alasan ini dan lainnya, selama beberapa tahun terakhir, Tionkok menemukan dirinya dalam spiral penurunan berupa deflasi, penurunan konsumsi domestik, dan menurunnya kepercayaan terhadap PKT. Selain itu, hanya ada sedikit opsi nyata yang tidak mengancam cengkeraman PKT atas negara. Namun, harus ditegaskan bahwa dengan kemampuan pengawasannya, partai dapat menangani hilangnya kepercayaan di mata rakyat, tetapi tidak dapat bertahan jika kehilangan kekuasaan. Keduanya tidaklah sama.

Apa yang akan dilakukan PKT adalah terus mendukung beberapa area penting ekonomi, seperti kecerdasan buatan, robotika, dan peningkatan militer, sambil membiarkan sektor-sektor lain terpuruk tanpa bantuan. Beberapa sektor pada akhirnya akan pulih, tetapi tidak dalam waktu dekat. Hal ini sudah jelas bagi banyak pihak di dalam dan luar Tiongkok, karena miliaran dolar dalam investasi dan modal terus keluar dari Tiongkok.

Diplomasi “Serigala Perang” Masih Terus Berlangsung 

Hal ini membawa kita pada pendekatan diplomasi “serigala perang”  PKT  terhadap negara lain, yang diadopsi pada 2019 menjelang wabah COVID-19 dan kritik global terhadap penanganan Beijing yang buruk atas pandemi COVID-19. Tiongkok sudah berada di bawah tekanan ekonomi karena meningkatnya perang dagang dengan Amerika Serikat. 

Beberapa pengamat mengaitkan pendekatan ini dengan ambisi pribadi di kalangan diplomat PKT  dan/atau upaya untuk memperbaiki lingkungan investasi yang dipersepsikan di Tiongkok.

Keduanya tidak masuk akal ketika dipahami bahwa Xi Jinping tidak membiarkan para diplomat membuat aturan dan kebijakan mereka sendiri, dan tingkat investasi sebelum diplomasi “serigala perang” sudah tinggi. 

Mengapa otoritas PKT membayangkan bahwa meningkatkan agresi di panggung global akan membuat lebih banyak negara ingin berinvestasi di sana? Mereka tidak membayangkannya.

Alasan yang lebih realistis untuk meningkatnya agresi Tiongkok di panggung dunia adalah bahwa Beijing merasa perlu mengendalikan narasi di dalam negeri dan mengintimidasi dunia luar. Hubungan antara ekonomi yang menurun dan meningkatnya gejolak sudah jelas. Di dalam negeri, PKT perlu menyalahkan Barat dan pihak asing lainnya atas kegagalan ekonomi yang nyata, bukan hanya untuk alasan ekskulpasi, tetapi juga untuk membangkitkan nasionalisme dan membenarkan agresi lebih lanjut saat kondisi ekonomi terus memburuk.

Beberapa pengamat menyimpulkan bahwa era diplomasi serigala perang PKT telah berakhir. Namun, peristiwa terkini membantah kesimpulan tersebut. Ini termasuk provokasi rezim PKT dengan pesawat militer dan kapal yang melanggar atau mendekati wilayah perairan atau wilayah udara Amerika Serikat, Taiwan, dan Filipina, pertempuran perbatasan dengan India, serta keinginan untuk memperluas kendali atas Laut China Selatan. 

Di panggung global, seiring dengan kembalinya kekuatan militer dibandingkan diplomasi, Beijing melihat peluang untuk mempengaruhi dan/atau mengintimidasi negara-negara lain.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah opini penulis dan tidak mencerminkan pandangan The Epoch Times.

James R. Gorrie adalah penulis “The China Crisis” (Wiley, 2013) dan menulis di blognya, TheBananaRepublican.com. Ia tinggal di California Selatan.