EtIndonesia.com Selama KTT para pemimpin Amerika Serikat dan Tiongkok, pada Kamis, sejumlah praktisi Falun Gong juga datang ke Washington DC, ibu kota Amerika Serikat, untuk menyampaikan tuntutan secara damai dan menyerukan agar Partai Komunis Tiongkok (PKT) menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong. Dalam kejadian tersebut, sejumlah orang yang dipimpin oleh tokoh pro-komunis New York, Li Huahong, melakukan pelecehan dan menyerang para praktisi Falun Gong. Salah seorang praktisi Falun Gong terluka setelah diserang dan harus dibawa ke rumah sakit. Li Huahong diborgol di tempat kejadian, dan polisi setempat telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
Menurut praktisi Falun Gong yang berada di lokasi di Washington DC, sekitar pukul 13.12, mereka diserang oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Li Huahong di Constitution Avenue dan 12th Street NW. Kelompok tersebut berusaha merampas spanduk yang berisi materi klarifikasi fakta kebenaran tentang Falun Gong.
Kemudian, sekitar pukul 15.23, praktisi Falun Gong asal New York sekaligus relawan Global Service Center for Quitting the CCP, Xin Qin, sedang merekam video di lokasi ketika dirinya dijatuhkan dan digigit oleh Li Huahong dan beberapa orang lainnya.
Praktisi Falun Gong New York, Xin Qin: “Dia (Li Huahong) tiba-tiba menarik saya hingga saya jatuh ke belakang, sehingga tangan dan bahu saya langsung terbentur ke tanah. Tangan saya juga terluka, dan salah satu sudut ponsel saya pecah. Bahu saya tidak bisa diangkat hingga 90 derajat. Kaki saya juga terluka. Kemudian dia menggigit saya. Ada tiga atau empat orang yang menerjang saya, semuanya menindih tubuh saya, memukul dan menggigit saya.”
Setelah mendengar keributan tersebut, polisi segera tiba di lokasi dan mengusir Li Huahong serta orang-orang lainnya. Namun, pada saat itu Li Huahong tiba-tiba berbaring di tanah. Setelah itu, polisi memborgolnya dan membawanya ke ambulans. Seorang saksi mata menceritakan kronologi kejadian tersebut.
【親共頭子李華紅被捕倒地裝死】
— 大紀元爆料平台 (@china_epoch) September 24, 2026
「美國人是強盜!」這是親中共團體在華盛頓特區中心透過擴音器大聲播放的現場訊息,而當時習近平正在白宮受到高規格的熱情款待。… pic.twitter.com/AEETVGFe5R
Saksi mata, Huang: “Orang-orang di sekitar mengatakan bahwa sebenarnya dia (Li Huahong) tidak mengalami apa-apa, hanya berbaring di tanah dan berpura-pura pingsan. Seorang pria yang datang dari New York mengatakan bahwa perempuan yang berbaring di tanah tersebut (Li Huahong) adalah seseorang dari Flushing, New York, yang sering membuat keributan dalam berbagai kegiatan yang menentang PKT.”
Praktisi Falun Gong Xin Qin kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara polisi telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
Selama bertahun-tahun, Li Huahong disebut telah melakukan kegiatan yang mencemarkan nama Falun Gong di kawasan Flushing, New York, dan beberapa kali melakukan serangan kekerasan terhadap praktisi Falun Gong. Ia disebut pernah beberapa kali ditangkap dan dinyatakan bersalah oleh polisi New York karena tindakan tersebut.
Huang: “Saya pikir di Amerika Serikat, siapa pun tidak seharusnya diserang hanya karena pandangan politik atau keyakinannya. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai.”
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah praktik kultivasi spiritual yang berlandaskan nilai Sejati, Baik, dan Sabar. Praktik ini pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh pendirinya, Li Hongzhi, di Changchun, kota kelahirannya, pada 1992.
Pada Juli 1999, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat itu, Jiang Zemin, melancarkan kampanye penganiayaan untuk memberantas praktik tersebut. Ia memandang popularitas Falun Gong di Tiongkok sebagai ancaman terhadap kekuasaan rezim.
Laporan dari reporter NTD Television, Ke Tingting, Washington DC.


