Anjing Berjuang Memberi Peringatan, Selamatkan Seorang Gadis Kecil—Momen Menegangkan Terekam Kamera 

0

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah video dari daratan Tiongkok yang memperlihatkan seorang gadis kecil selamat dari kecelakaan berkat peringatan anjing di rumahnya menjadi viral dan memicu perbincangan hangat.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan bahwa pada 2 Maret sekitar pukul 09.00 pagi, seorang gadis kecil sedang duduk bermain di kursi di halaman rumah. Seekor anjing kecil yang semula berada di tempat lain tiba-tiba berlari mendekat, berdiri di depan pintu rumah seolah hendak memberi tahu orang di dalam, lalu berputar-putar di sekitar sang gadis.

Saat itu, gadis kecil memanggil anjing tersebut. Anjing itu tidak membiarkan gadis itu memeluknya, malah bergerak ke arah dalam rumah. Gadis kecil kemudian berdiri dan menggendong anjing itu. Hanya beberapa detik setelah ia meninggalkan kursinya, terdengar suara keras—sebatang kayu panjang jatuh dari atas dan menghantam tepat di tempat gadis itu baru saja duduk. Ia pun terkejut setengah mati.

Ibu gadis tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa anak bungsunya sedang duduk di taman sambil melihat ponsel. Anjing itu kemungkinan menyadari adanya bahaya, lalu berlari dari sisi lain taman.

 “Anak saya memanggilnya, tetapi biasanya kalau dipanggil dia langsung mendekat. Kali ini tidak. Anak saya meletakkan ponselnya dan menggendong anjing itu. Anjing terus berusaha masuk ke dalam rumah, seolah ingin menjauhkan anak saya dari tempat itu. Tak lama kemudian, kayu tersebut jatuh,” jelas sang ibu.

Ibu tersebut juga menambahkan bahwa pada sore harinya, sang gadis menggunakan uang sakunya untuk membelikan camilan bagi anjing itu sebagai ucapan terima kasih. Ia menyebut sang anjing sebagai “kakak anjing” yang telah menyelamatkan nyawa putrinya, dan membagikan foto gadis itu memberi makan anjing di meja makan.

Setelah video itu beredar, warganet Tiongkok ramai berkomentar:
“Seram sekali, benar-benar soal nasib.”
“Wah, ini benar-benar anjing penyelamat nyawa.”
“Anjingnya wajib duduk di meja makan—dia penyelamat hidup anakmu.”

Ada pula yang menulis, “Anjing itu tampak sangat gelisah saat berlari mendekat dan memberi isyarat agar anak itu masuk ke dalam. Yang memelihara anjing pasti langsung paham. Anakmu benar-benar beruntung—anjingnya sangat peka dan berjasa besar.”

Editor penanggung jawab: Li Enzhen

Konflik Timur Tengah Meningkat : Harga Minyak dan Gas Melonjak, Pasar Saham Global Tertekan

Seiring berlanjutnya perang di Iran, otoritas Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz. Banyak kapal tanker terpaksa berhenti sementara di Teluk Persia. Akibatnya, tarif pengiriman kapal tanker raksasa di Timur Tengah mencapai rekor tertinggi pada Selasa. Ditambah dengan penghentian produksi di sejumlah fasilitas minyak dan gas, harga minyak mentah serta gas alam Eropa terus melonjak. Pasar khawatir kenaikan harga energi akan mendorong inflasi, sehingga bursa saham global berada di bawah tekanan dan saham maskapai penerbangan ikut merosot.

EtIndonesia. Selat Hormuz—yang terletak di antara Iran dan Oman—setiap hari mengangkut sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Karena serangan Iran terhadap kapal-kapal di selat tersebut, ratusan tanker tertahan di sekitar pelabuhan utama dan tidak dapat mengirimkan energi ke Asia, Eropa, dan wilayah lain.

Sejak pekan lalu, tarif pengiriman supertanker dari Timur Tengah ke Asia hampir melonjak empat kali lipat, dan pada Selasa menembus rekor sekitar US$424.000 per hari.

Irak memperingatkan bahwa dalam beberapa hari ke depan mereka mungkin terpaksa memangkas produksi lebih dari 3 juta barel per hari. Arab Saudi telah menghentikan operasi kilang terbesarnya, sementara Israel juga menutup sebagian fasilitas minyak dan gas.

Harga berjangka minyak mentah Brent Crude pada Selasa sempat naik hampir 8% dan menembus US$83 per barel, level tertinggi sejak Juli 2024. Sejak Jumat pekan lalu, akumulasi kenaikannya telah melampaui 15%.

Qatar pada Senin menangguhkan produksi LNG—yang menyumbang sekitar 20% pasokan global. Harga gas alam Eropa sempat melonjak hingga 40%. Harga gula, pupuk, dan kedelai juga naik bersamaan.

Pasar keuangan pun bergejolak. Saat pembukaan perdagangan Selasa, tiga indeks utama Wall Street turun lebih dari 2%, dengan S&P 500 jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Di Eropa, indeks acuan STOXX 600 turun 3,3% pada Selasa sore; seluruh sektor melemah, dipimpin saham keuangan. Bursa saham Korea Selatan—yang sangat bergantung pada impor energi—anjlok lebih dari 7%.

Terdampak lonjakan harga minyak, saham maskapai dan pariwisata turun untuk hari kedua berturut-turut. Saham Delta Air Lines turun sekitar 3%, Royal Caribbean turun sekitar 4%. Saham Japan Airlines merosot 6,4%, sementara Korean Air jatuh 10,3%—penurunan terbesar sejak Maret 2020. Maskapai besar Tiongkok ditutup melemah sekitar 2%–4%.

Berdasarkan data AAA, harga bensin rata-rata nasional di AS naik sekitar 11 sen dalam satu hari menjadi US$3,11 per galon, dan diperkirakan masih akan bertambah 10–25 sen dalam waktu dekat.

Investor khawatir kenaikan harga minyak akan memicu inflasi. Pasar obligasi pemerintah di zona euro, AS, dan Inggris mengalami aksi jual besar pada Selasa. Pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve menurunkan suku bunga pada Juli sekitar 55%.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,1%, tertinggi dalam lebih dari sepekan. Dolar AS terus menguat—indeks dolar naik 0,77%; yen melemah 0,24%; emas turun 2,7%; dan bitcoin turun 2,2%.

Laporan dari Amerika Serikat oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia

Pelajaran yang Tak Terlupakan

EtIndonesia. Suatu hari, seorang mahasiswa muda berjalan-jalan bersama profesornya. Sang profesor adalah pribadi yang baik hati, dan mahasiswa itu bukan hanya muridnya, tetapi juga sahabatnya.

Saat berjalan, mereka melihat sepasang sepatu tua tergeletak di pinggir jalan.

Ternyata sepatu itu milik seorang pekerja miskin yang setiap hari meninggalkannya di sana. Setelah selesai bekerja, ia akan kembali untuk mengambil barang-barangnya. Waktu pulang kerja sudah hampir tiba.

Mahasiswa itu tiba-tiba mendapat ide dan berkata kepada profesornya,
“Bagaimana kalau kita sembunyikan sepatu ini? Kita lihat bagaimana reaksinya saat ia tak menemukannya.”

Profesor itu tersenyum dan menjawab,
“Kita jangan menjadikan orang miskin sebagai bahan lelucon. Mengapa tidak kita lakukan sesuatu yang lebih baik? Masukkan beberapa koin ke dalam masing-masing sepatu, lalu kita lihat bagaimana reaksinya.”

Mahasiswa itu setuju. Ia memasukkan beberapa koin ke dalam kedua sepatu itu, lalu mereka berdua bersembunyi di balik pepohonan untuk mengamati.

Tak lama kemudian, pekerja miskin itu datang. Ia mengambil pakaiannya, lalu memasukkan kaki ke dalam sepatu pertama.

Tiba-tiba ia merasakan sesuatu. Ia membungkuk dan menemukan sebuah koin perak di dalam sepatu. Wajahnya langsung berubah penuh keterkejutan. Ia memegang koin itu, membolak-baliknya, memandang sekeliling—mungkin mengira ini lelucon.

Namun karena tak ada siapa pun di sekitar, ia pun menyimpan koin itu ke dalam sakunya.

Ia lalu mengenakan sepatu satunya lagi. Di dalamnya, ia kembali menemukan koin perak.

Kali ini wajahnya benar-benar berseri. Dengan penuh haru, ia berlutut dan berdoa.

Ia mengucap syukur karena istrinya sedang sakit dan di rumah hampir tak ada makanan. Ia berterima kasih kepada Tuhan yang mengetahui kesulitannya, dan melalui tangan seseorang yang tak dikenal, memberinya pertolongan di saat terdesak.

Setelah pria itu pergi, mahasiswa itu berdiri di samping profesornya. Matanya berkaca-kaca, hatinya tersentuh.

Profesor itu bertanya,
“Menurutmu, mana yang lebih bermakna—rencanamu yang tadi, atau apa yang baru saja kamu lakukan?”

Mahasiswa itu menjawab,
“Yang ini jauh lebih bermakna. Hari ini saya belajar pelajaran yang tak akan pernah saya lupakan. Saya memahami satu kebenaran yang dulu tak saya mengerti—memberi jauh lebih berbahagia daripada menerima.”


Hikmah Cerita

Hati manusia itu unik.

Ada orang yang merasa senang dengan mengerjai orang lain, tertawa atas penderitaan orang lain. Namun kebahagiaan seperti itu semu dan tidak bertahan lama. Bahkan seperti candu—semakin sering dilakukan, semakin membutuhkan sensasi yang lebih ekstrem untuk merasakan kesenangan yang sama.

Sebaliknya, membantu orang lain dan melihat senyum tulus di wajahnya menghadirkan kebahagiaan yang lebih dalam dan tahan lama. Kekosongan hati bisa terisi hanya dengan melihat kebahagiaan sederhana dari orang yang kita tolong.

Orang yang benar-benar humoris adalah mereka yang mampu menertawakan dirinya sendiri untuk menghibur orang lain.
Yang paling rendah adalah mereka yang menjadikan orang lain sebagai bahan tertawaan.
Dan yang paling menyentuh adalah melihat senyum seseorang yang baru saja kita bantu.

Mencari kesenangan tidak harus dengan menyakiti orang lain. Kebaikan yang dilakukan diam-diam sering kali justru membawa rasa puas yang lebih tulus dan mendalam.


Hikmah cerita

Meski kisah ini indah, kita juga hidup di dunia nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, mengambil uang yang ditemukan bisa masuk dalam pelanggaran hukum jika bukan milik kita.

Jika menemukan uang atau barang berharga, sebaiknya serahkan kepada pihak berwenang agar tidak menimbulkan masalah hukum.

Dan jika ingin membantu seseorang dengan cara serupa, lebih baik sertakan pesan atau surat kecil agar orang yang menerima tahu bahwa ada seseorang yang tulus ingin menolongnya.

Karena pada akhirnya, yang paling indah bukan hanya pemberian itu sendiri—
melainkan niat baik yang menyertainya. (Jhon)

Bangsa Swiss yang Gemar Berkata Baik

EtIndonesia. Kalau ada “Piala Dunia Berkata Baik” untuk melihat negara mana yang paling sering mengucapkan kata-kata baik dalam kehidupan sehari-hari, mungkin orang Swiss layak menjadi juaranya.

Saat pertama kali tiba di Swiss, saya pernah mengalami kejadian yang tak terlupakan. Suatu hari saya naik bus dalam keadaan flu berat—bersin terus-menerus dan tak henti mengusap hidung. Setiap kali saya bersin, penumpang di bus secara bergantian menoleh dan berkata, “Semoga sehat!”

Awalnya saya merasa canggung dengan perhatian seperti itu. Belum sampai tujuan, saya malah turun lebih dulu karena malu. Namun saat hendak turun, beberapa orang—termasuk sopir bus—bersamaan mengucapkan harapan agar saya cepat sembuh!

Di supermarket pun begitu. Kasir selalu menyapa pelanggan, dan sapaan itu berubah sesuai waktu. Setelah membayar, Anda mungkin akan mendengar, “Semoga harimu menyenangkan!” atau “Semoga malam yang indah!” atau “Selamat menikmati akhir pekan!”

Orang Swiss tak hanya berterima kasih, mereka juga tak pelit membalas dengan doa dan harapan baik. Saling mengucapkan hal baik seperti ini membuat aktivitas sederhana seperti belanja berubah menjadi sumber kebahagiaan kecil dalam keseharian.

Saat saya mendorong kereta bayi keluar rumah, hampir setiap kali ada orang yang mendekat dan memuji bayi saya—mengatakan matanya indah, kulitnya sehat, dan sebagainya. Sebagai seorang ibu, saya selalu merasa melayang, seakan bayi saya yang paling lucu di dunia.

Belakangan saya sadar, hampir semua bayi mendapat pujian serupa, dan setiap ibu pun merasakan kebahagiaan yang sama seperti saya.

Perlahan-lahan, saya tak lagi hanya memandang bayi saya sendiri. Ketika memperhatikan bayi orang lain, memang benar—mereka juga lucu! Tanpa terasa, saya mulai ikut memuji. Dari situlah saya mengenal banyak ibu muda lain, bertukar pengalaman mengasuh anak, dan mendapatkan banyak teman baru.

Namun yang paling menghangatkan hati selama bertahun-tahun ini justru adalah kebiasaan saling mengucapkan kata-kata baik dalam keluarga.

Suami saya orang Swiss. Setiap selesai makan, ia selalu berterima kasih dan mengatakan masakannya lezat, ia merasa puas. Sebelum berangkat kerja, ia mendoakan agar hari saya menyenangkan. Sebelum tidur, ia mengucapkan selamat beristirahat.

Lama-kelamaan, yang awalnya ucapan satu arah menjadi saling membalas doa. Dan hari-hari kami pun benar-benar terasa seperti kata-kata yang kami ucapkan setiap hari—penuh kegembiraan dan rasa cukup.

Saya juga memperhatikan keluarga besar suami. Mereka semua ahli dalam berkata baik, kapan pun dan di mana pun. Mungkin inilah salah satu kunci keharmonisan keluarga mereka.

Jika suatu hari Anda berkunjung ke Swiss dan membeli sandwich atau es krim untuk dimakan sambil berjalan, besar kemungkinan ada orang yang berkata, “Selamat menikmati!” atau “Semoga selera makanmu baik!”

Tak perlu terkejut atau merasa canggung. Cukup tersenyum dan berterima kasih. Jika orang itu juga sedang makan, balaslah dengan ucapan yang sama.

Ini seperti prinsip senyum:
Anda tersenyum, orang lain pun tersenyum.

Karena emosi itu menular—baik yang positif maupun yang negatif.


Hikmah Cerita

Berkata baik, berpikir baik, berbuat baik, dan berjalan di jalan yang baik—itulah nasihat yang sejak dahulu diajarkan para bijak kepada generasi muda.

Jika seseorang mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, hubungan sosialnya pasti baik. Dan orang yang memiliki relasi baik cenderung memiliki lebih banyak penolong dalam hidupnya. Dengan begitu, peluang untuk berhasil pun semakin besar.

Memang, budaya Asia—terutama masyarakat Tionghoa—cenderung lebih tertutup dan tidak terbiasa memuji atau menyapa orang asing dengan hangat seperti orang Barat. Jika terlalu ramah, mungkin justru dianggap aneh.

Namun perubahan karakter tidak harus terjadi dalam satu hari. Ia bisa dimulai sedikit demi sedikit—dari membiasakan senyum, menyapa, atau memberi perhatian kecil kepada orang sekitar.

Mungkin suatu hari, masyarakat kita pun bisa menjadi lebih hangat, lebih saling mendoakan, dan lebih mudah menyebarkan energi positif.

Karena satu kalimat baik yang sederhana, kadang mampu mengubah suasana hati seseorang sepanjang hari. (Jhon)

Terungkap Detail Operasi “Pemenggalan Kepala” Presisi AS–Israel: Kamera CCTV Buatan Tiongkok Diduga Menjadi Faktor Kematian Khamenei

Operasi “pemenggalan kepala” presisi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kini terungkap detail di balik layar. Sistem kamera CCTV yang dipasang dengan bantuan Partai Komunis Tiongkok—yang semula ditujukan untuk memantau warga—disebut justru menjadi salah satu mata rantai kunci dalam operasi tersebut. Seorang pejabat intelijen Israel mengatakan, sistem itu membuat pemahaman mereka tentang Iran nyaris setara dengan pengetahuan mereka tentang negaranya sendiri.

EtIndonesia. Pada 28 Februari 2026, sebuah Sabtu pagi yang tampak biasa, para pengawal terlatih dan sopir di sekitar pejabat tinggi Iran menjalankan tugas di dekat Jalan Pasteur, Teheran. Namun, setiap gerak-gerik mereka sebenarnya telah berada dalam pantauan dinas intelijen Israel. Tak lama kemudian, Israel melancarkan serangan udara ke kawasan tersebut, yang menewaskan Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi Iran.

Harian Financial Times mengutip dua sumber yang mengetahui langsung, menyebutkan bahwa Israel selama bertahun-tahun telah memperoleh akses ke hampir seluruh kamera lalu lintas di Teheran. Rekaman dari kamera-kamera tersebut dienkripsi dan dikirim ke server di Israel. 

Salah satu kamera memiliki sudut pandang yang sangat krusial—mampu merekam dengan jelas lokasi parkir rutin para pengawal dan sopir—sehingga analis intelijen dapat memetakan aktivitas harian di dalam kompleks kediaman.

Setelah data visual terkumpul, Israel menggunakan metode matematika yang disebut “analisis jejaring sosial” untuk memproses puluhan miliar data, lalu membangun profil “pola hidup” personel keamanan. Profil itu mencakup alamat, jadwal tugas, rute perjalanan, serta sosok yang biasa mereka lindungi.

Seorang pejabat intelijen Israel yang masih menjabat menyatakan bahwa tingkat penguasaan mereka terhadap Teheran setara dengan pengetahuan mereka tentang Yerusalem—setiap anomali dapat segera terdeteksi.

Pada hari pelaksanaan operasi, Israel juga mengganggu sebagian fungsi lebih dari selusin menara pemancar seluler di sekitar kediaman Khamenei, membuat panggilan masuk tampil sebagai “sibuk”. Akibatnya, tim keamanan Khamenei tidak menerima peringatan dini.

Akhirnya, melalui pencocokan silang antara rekaman kamera dan sinyal jaringan ponsel, intelijen memastikan waktu dan lokasi rapat Khamenei pada hari itu, lalu mengeluarkan perintah serangan.

Sejumlah komentar menyindir bahwa Iran selama ini mengandalkan sistem pengawasan raksasa untuk mengendalikan masyarakat; kamera-kamera jalanan yang awalnya dipakai memantau warga justru berubah menjadi sumber intelijen penting bagi pihak luar dalam peristiwa ini.

Detail tersebut memicu perbincangan hangat di dunia maya berbahasa Mandarin. 

Ada warganet yang berkelakar, “Kamera pengawas akhirnya mengkhianati sang pemimpin.” 

Yang lain berspekulasi: apakah Xi Jinping akan memerintahkan pembongkaran kamera pengawas nasional? Mengingat proyek “Skynet” milik Partai Komunis Tiongkok mencakup ratusan juta kamera di seluruh negeri.

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Chen Yue

AS dan Israel Serang Iran, Warga New York Rayakan Berhari-hari

EtIndonesia. Pemimpin tertinggi Iran, Khamenei, bersama sejumlah pejabat tinggi Teheran, dilaporkan telah tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari lalu. Hingga kini, warga di berbagai belahan dunia masih menggelar aksi berkumpul dan pawai untuk merayakannya. Warga New York pun demikian—selama dua hari berturut-turut mereka merayakan peristiwa ini di Times Square, New York.

Warga di lokasi mengatakan: “Terima kasih, Amerika Serikat!”

Pada Senin malam (2 Maret), masih terlihat warga berkumpul di Times Square, New York, untuk menyatakan dukungan terhadap serangan udara Amerika Serikat ke Iran.

Warga di lokasi menyatakan:
“Rezim saat ini harus turun. Rakyat Iran menuntut perubahan rezim secara menyeluruh. Tidak ada negosiasi apa pun. Mereka seharusnya memiliki keamanan, martabat, dan kebebasan di negara mereka sendiri, serta kesempatan untuk membentuk kepemimpinan transisi guna menyelenggarakan pemilu demokratis.”

Sejak Sabtu lalu, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke Iran, berbagai aksi pawai dan unjuk rasa terus berlangsung di New York City.

Pada Minggu (1 Maret), lebih dari seribu warga Iran di New York berkumpul di Midtown Manhattan dan Times Square. Mereka mengibarkan bendera Iran bergambar singa dan matahari serta bendera Amerika Serikat, sambil bersorak mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam aksi tersebut, sebagian peserta memegang poster bertuliskan “Make Iran Great Again”.

Departemen Kepolisian New York (New York City Police Department) menyatakan bahwa meskipun tidak ada ancaman kredibel, demi kehati-hatian tingkat tinggi, mereka telah memperketat langkah-langkah keamanan di lima wilayah administratif kota dan menambah jumlah personel kepolisian.

Pada hari yang sama, ribuan warga Iran juga berkumpul di depan Gedung Federal di Los Angeles, bernyanyi, menari, dan meneriakkan slogan-slogan perayaan. Mereka mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat dan Israel yang telah mengulurkan tangan untuk membantu rakyat Iran merebut kembali kebebasan mereka.

Sementara itu pada hari Senin, tim nasional sepak bola putri Iran, menjelang pertandingan pertama Piala Asia yang digelar di Australia, menolak menyanyikan lagu kebangsaan. Ketika media menanyakan tentang perang dan meninggalnya Khamenei, para pemain juga menolak memberikan komentar.

Laporan gabungan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television, Guo Yuexi.

Macron Perintahkan Penambahan Hulu Ledak Nuklir, Izinkan Pesawat Pembawa Nuklir Ditempatkan di Negara Sekutu sebagai Daya Tangkal

EtIndonesia. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (3 Maret) mengumumkan bahwa, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, ia telah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, satuan pesawat berbasis kapal induk, serta gugus kapal pengawal untuk berlayar menuju Laut Mediterania.

Sehari sebelumnya, Macron merilis pengumuman strategi nuklir versi terbaru, yang menyatakan Prancis akan memperluas jumlah hulu ledak nuklir dan mengundang negara-negara sekutu Eropa untuk bersama-sama berpartisipasi dalam latihan “penangkal nuklir”. Belgia telah menyatakan dukungannya. Langkah ini akan menjadi perluasan persenjataan nuklir Prancis yang pertama sejak tahun 1992.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan:  “Saya telah memerintahkan peningkatan jumlah hulu ledak nuklir dalam persenjataan nuklir angkatan bersenjata kami.”

Prancis merupakan satu-satunya negara di Eropa selain Inggris yang memiliki senjata nuklir, dengan sekitar 290 hulu ledak saat ini. Dalam pidatonya pada 2 Maret di sebuah pangkalan kapal selam di Prancis, Macron mengumumkan bahwa Prancis akan menambah jumlah hulu ledak, namun tidak lagi mempublikasikan angka rinci persenjataan nuklirnya.

Macron menyatakan:  “Untuk mengakhiri segala spekulasi, kami tidak lagi akan mengungkapkan angka pasti persenjataan nuklir, berbeda dari praktik sebelumnya. Karena untuk memperoleh kebebasan, kita harus menimbulkan rasa gentar; dan untuk menimbulkan rasa gentar, kita harus memiliki kekuatan yang besar.”

Prancis juga akan mengizinkan pesawat militer yang membawa senjata nuklir untuk ditempatkan sementara di negara-negara sekutu guna mengikuti latihan penangkal. Ia mengatakan bahwa delapan negara—termasuk Inggris, Jerman, Polandia, dan Denmark—telah menyatakan minat untuk berpartisipasi. Perdana Menteri Belgia segera menyatakan dukungan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tahap penting bagi Eropa menuju kebijakan pertahanan yang lebih kuat.

Dalam pidatonya juga disebutkan bahwa sekutu Prancis, Amerika Serikat, sejak 1945 telah memainkan peran kunci dalam pertahanan Eropa, termasuk melalui payung nuklir NATO untuk melindungi kawasan tersebut. 

Prancis menyampaikan terima kasih kepada Amerika Serikat atas hal ini. Namun, strategi keamanan dan pertahanan nasional terbaru AS menunjukkan adanya perubahan prioritas, yang mendorong Eropa untuk memikul tanggung jawab lebih besar atas keamanannya sendiri.

Laporan gabungan New Tang Dynasty Asia-Pacific oleh Chen Huimo dan Chen Lingzhi.

Grand Mercure Malang Gandeng 13 Vendor Gelar Pameran Pernikahan Premium

Malang, 2 Maret 2026 – Grand Mercure Malang Mirama berkolaborasi dengan 13 penyedia jasa pernikahan di Malang Raya menyelenggarakan Ultimate Wedding Open House pada 5–8 Maret 2026. Acara yang berlokasi di Coffee Cafe hotel tersebut bertujuan menjadi wadah referensi bagi calon pengantin yang merencanakan pernikahan dengan konsep internasional hingga modern elegan.

Rangkaian pameran ini melibatkan sejumlah vendor kelas menengah atas, antara lain Premier Plus Organizer, D Event Styling Decoration, Floriograph Table Decor, Noisette Patissier, Redamavi Photo & Video, Ina Lie Makeup Studio, Melia Wijaya Brides, serta Wong Hang Bespoke Tailor. Turut berpartisipasi pula Jingga Orchestra, Pepa Invitation And Souvenir, Lab.178 Portraits Photobooth, Jollie Hampers, dan Pentamoo Guest Management System.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, menyatakan bahwa kegiatan rutin ini diadakan untuk memudahkan pasangan dalam memvisualisasikan hari pernikahan mereka. “Kami ingin memberikan kemudahan bagi pasangan untuk memvisualisasikan hari bahagia mereka sembari menikmati layanan personal dari tim spesialis pernikahan kami,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Founder Premier Plus Organizer, Dhany, menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini berbeda dari edisi sebelumnya karena diawali dengan konferensi pers yang melibatkan perwakilan vendor. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan informasi lengkap terkait penawaran khusus serta memperkenalkan keunggulan venue premium Grand Mercure Malang Mirama kepada calon pengantin.

Para pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan tim ahli dari masing-masing vendor untuk merencanakan berbagai aspek pernikahan, mulai dari dekorasi, tata rias, katering, hingga dokumentasi. Acara ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk.

Informasi lebih lanjut mengenai Ultimate Wedding Open House dapat diakses melalui situs web all.accor.com/9824 atau akun Instagram @grandmercuremalangmirama dan @grandballroom_malangmirama.

Moorlife Salurkan Bantuan untuk 5.000 Anak Yatim dalam Program CSR Ramadan

Surabaya, 4 Maret 2026 – Perusahaan perlengkapan rumah tangga berbahan plastik, Moorlife, menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan 5.000 anak yatim piatu di berbagai wilayah Indonesia. Program bertajuk “Moorlife Berbagi Berkah: 5.000 Senyum di Bulan Suci” ini menjadi bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan selama bulan Ramadan.

Kegiatan puncak diselenggarakan di Oval Atrium, Ground Floor Ciputra World Mall Surabaya, pada Rabu (4/3). Rangkaian acara mencakup permainan interaktif, pembacaan sholawat, tausiyah, serta pembagian santunan dan paket produk Moorlife kepada anak-anak yatim.

Menurut keterangan tertulis perusahaan, program ini menjangkau hampir 50 titik lokasi yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Jambi, Medan, Aceh, Balikpapan, Maumere, Bogor, dan Sumedang. Surabaya dipilih sebagai kota penutup sekaligus lokasi puncak acara.

Marketing Director Moorlife, Nurlaila Hidayaty, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari nilai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial. “Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi dan memperkuat rasa kepedulian. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna bagi anak-anak yatim piatu,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah panti asuhan, di antaranya Panti Asuhan Nurul Hasanah, Bilyatimi Peduli Yatim, serta Panti Asuhan Jam’iyatuth Tholibiin Muslimat NU. Dukungan juga datang dari beberapa mitra korporasi seperti Minyak Kayu Putih Cap Gajah, Dharmatrans, Honeygo, Nogu, Cleo, dan Morin yang turut menyumbangkan produk untuk buah tangan bagi anak-anak.

Moorlife memposisikan diri sebagai brand plastik premium asal Indonesia yang mengedepankan aspek keamanan produk. Perusahaan menyatakan bahwa seluruh produknya telah mengantongi sertifikat halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), memenuhi standar food grade, serta bebas Bisphenol A (BPA) sehingga aman digunakan untuk seluruh anggota keluarga.

Melalui program ini, Moorlife berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat nilai empati dan gotong royong di tengah masyarakat. Perusahaan juga menegaskan bahwa inisiatif sosial akan terus dijalankan seiring dengan pengembangan inovasi produk rumah tangga berkualitas.

Kalau Emosi Baik, Semua Hal Akan Baik

EtIndonesia. Tokoh legenda Thailand—“Raja Naga Putih” (Bai Long Wang) Kimnam Chiraratanaphichet—untuk pertama kalinya diwawancarai: “Kalau temperamenmu baik, semuanya akan baik.”

Tokoh legenda Thailand yang dikenal sebagai Bai Long Wang (Raja Naga Putih) mengatakan bahwa selama seseorang memiliki temperamen yang baik, maka banyak urusan hidup akan berjalan baik.

“Kalau mau tahu masa depan baik atau tidak, segala urusan lancar atau tidak, yang paling penting adalah punya temperamen yang baik.”

Bai Long Wang yang selama ini penuh misteri, untuk pertama kalinya dalam 30 tahun menerima wawancara jurnalis di Kuil Bai Long Wang, Thailand. Saat itu usianya 72 tahun. Ia mengenakan baju merah dan jaket krem. Rambutnya memutih, kulitnya gelap, sorot matanya tajam, sambil mengisap cerutu.

Bai Long Wang dikenal di Thailand sebagai “orang aneh yang istimewa”—tokoh yang diyakini mampu membantu orang menepis kesialan dan menyelesaikan perkara sulit. Namanya tersohor hingga luar negeri. Banyak bintang film dan artis Hong Kong pernah datang meminta petunjuk dan “keberuntungan” darinya.


Bertemu Maksimal 5 Menit

Gaya hidup dan caranya melayani orang juga unik.

Umumnya, setiap orang yang datang—baik orang biasa maupun selebritas besar—akan bertemu dengannya tidak lebih dari 5 menit. Ia memperlakukan semua orang sama. Bahkan “raja” hiburan seperti Andy Lau dan Tony Leung pun tidak mendapat perlakuan khusus.

Ia mengatakan bahwa setelah mengetahui dirinya adalah “reinkarnasi Bai Long Wang”, ia pada dasarnya hanya menerima masyarakat umum dan para pengikut. Dalam pertemuan pun, ia tetap membatasi waktu sekitar lima menit—tanpa membedakan status.

Waktu menerima pengikut biasanya setiap Jumat hingga Minggu (disebutkan 15–17 Januari). Setiap kali ia menerima sekitar 100 orang, dan jika sedang ramai bisa sampai 150 orang.

Karena pengikutnya banyak dan datang dari berbagai negara/wilayah, tak sedikit yang membentuk rombongan khusus demi bisa bertemu Bai Long Wang dan meminta arahan.

Walaupun kuil baru buka pukul 08.00, pembagian nomor antrean sudah dimulai sejak pukul 05.00.

Disebutkan pula, sekitar pukul 06.00, ketika kuil mulai bisa dimasuki, para murid terlebih dahulu masuk untuk menyalakan dupa dan bersembahyang. Setelah itu, sesi konsultasi baru benar-benar berjalan mulai pukul 08.00, hingga sekitar pukul 13.00 barulah istirahat.

Bahkan, banyak murid sudah antre ambil nomor sejak pukul 03.00. Pada hari-hari besar, ada yang mulai antre sejak pukul 00.00—hanya untuk mendapatkan “satu kalimat” petunjuk darinya.

Bai Long Wang mengatakan istri, anak, dan cucunya tinggal di dekat kuil. Ia sendiri tinggal di dalam kuil, dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk meditasi.

Setelah wawancara, ia memberi sang jurnalis selembar uang 5 yuan yang sudah ditandatangani langsung olehnya, sambil mengatakan bahwa orang yang pernah bertemu dirinya pasti mengenali uang itu.

Ia menolak difoto, karena tidak ingin promosi.

Ia juga menegaskan biaya operasional kuil berasal dari sumbangan para murid.
“Orang yang datang bertanya, saya tidak mematok bayaran. Mau memberi uang minyak lampu/dupa berapa, itu terserah dia.”

Ia mengatakan selama ini ia tidak pernah mau diwawancarai karena tidak ingin terkenal. Ia hanya ingin membantu orang—siapa pun yang punya masalah boleh datang.


9 Petuah/Prinsip Bai Long Wang

Jurnalis merangkum sembilan prinsip yang sering ia ucapkan untuk dijadikan bahan renungan:

  1. “Banyak orang datang bertanya: usaha saya bagaimana, keluarga saya bagaimana, anak saya bagaimana, jodoh saya bagaimana. Saya hanya tanya satu hal: temperamenmu bagaimana? Dari situ semua jawaban akan terlihat.”
  2. “Menyembah dewa minta keselamatan, tapi pulang ke rumah malah membantah orang tua—bagaimana mungkin dapat keselamatan?”
  3. “Orang tua adalah ‘dewa’ yang sesungguhnya.
  4. “Hati yang baik, hari-harinya akan baik.” (Ini semboyannya.)
  5. “Sekolah tinggi itu bagus. Tapi kalau ‘ego’/emosi yang tinggi, itu sangat tidak bagus.”
  6. “Dewa tidak menipu manusia—yang menipu itu manusia terhadap dewa. Orang mati tidak memaki—yang memaki itu manusia terhadap orang mati.”
  7. “Siapa pun—orang baik, orang jahat, kaya, miskin—kalau datang ke sini, tetap harus antre.”
  8. “Menyembah dewa jangan sampai menjadi takhayul.”
  9. “Pohon yang baik menghasilkan api yang baik. Jika suami-istri harmonis, anak-anak pun belajar untuk menghargai dan mengalah demi orang lain.”

Hikmah Cerita

Tulisan ini lebih mirip laporan berita daripada artikel, tetapi isinya kuat dan layak direnungkan.

Banyak kalimatnya menampar sekaligus menyadarkan, terutama yang ini:

“Orang bertanya usaha, keluarga, anak, jodoh… Saya hanya tanya: temperamenmu bagaimana?”

Kalimatnya memang tentang temperamen, tetapi kalau dipikir lebih dalam, ini tentang karakter. Hidup seseorang—baik atau buruk—selain dipengaruhi latar belakang, sangat besar ditentukan oleh kepribadian.

Orang yang karakternya positif akan mencari cara menyelesaikan masalah.
Orang yang lemah dan pasif akan memilih mengeluh dan lari.

Sering kali ketika menghadapi masalah, manusia sibuk mencari jawaban ke luar: orang pintar, “guru”, ramalan, pertolongan ini-itu. Padahal, jawaban paling penting justru ada di dalam: cara kita berpikir, cara kita bereaksi, cara kita mengendalikan diri.

Kalau kita tidak mau berubah, bantuan dari luar biasanya hanya “mengobati gejala”, bukan menyembuhkan akar masalah. Pada akhirnya, masalah yang sama akan muncul lagi.

Perubahan hidup yang paling nyata, biasanya dimulai dari satu hal sederhana: memperbaiki diri sendiri lebih dulu. (Jhon)

Fenomena “Naga Menyedot Air” Muncul Saat Upacara Mulai Kerja Perusahaan di Guangdong, Tiongkok, Daya Hisapnya Mengejutkan 

Menurut laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret, setelah sebuah perusahaan di Distrik Shunde, Kota Foshan, Guangdong, Tiongkok mengadakan upacara mulai kerja, secara mendadak muncul fenomena langka yang dikenal sebagai “龍吸水” (naga menyedot air). Pemandangan tersebut sangat menggetarkan dan memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.

EtIndonesia. Pada 28 Februari 2026, sejumlah netizen mengunggah video yang memperlihatkan fenomena “naga menyedot air” di Distrik Shunde. Dalam video terlihat sebuah perusahaan menyalakan banyak petasan di halaman. Angin berputar membentuk pusaran seperti angin tornado kecil, menyedot sisa kertas petasan ke udara dengan kekuatan yang mengejutkan. Tak lama kemudian, tampak kolom air seperti “naga air” yang menjulang lurus ke langit.

Pada 1 Maret, perekam video bermarga Tu mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa hari itu adalah hari pertama perusahaan mulai beroperasi. 

Setelah petasan dinyalakan dan selesai, hujan mulai turun, angin perlahan bertiup, lalu semakin lama semakin kencang hingga akhirnya membentuk fenomena “naga menyedot air”.

Tn. Tu mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia melihat fenomena semacam itu. Ia dan rekan-rekannya merasa sangat terkejut. 

“Kami sudah bekerja di sini satu hingga dua tahun, dan belum pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya,” ujarnya. Seluruh proses berlangsung sekitar setengah jam.

Pada 2 Maret, staf Biro Meteorologi Distrik Shunde menanggapi bahwa berdasarkan penilaian awal, fenomena pusaran angin yang muncul sekitar pukul 11.00 pada 28 Februari di wilayah Beijiao kemungkinan adalah pusaran debu (dust devil). Namun, penyebab pasti dari fenomena cuaca tersebut masih belum dapat dipastikan.

Fenomena ini juga memicu komentar warganet yang terbelah antara pandangan positif dan negatif.

Sebagian orang berkomentar, “Ini disebut angin membawa rezeki, pertanda baik.” “Semoga sukses besar dan semuanya berjalan lancar.” “Bosnya bakal kaya raya.”

Namun ada pula yang berpendapat sebaliknya, “Rezekinya malah tersedot habis.” “Ini bukan pertanda baik.” “Jangan dianggap sepele! Kemunculan naga menyedot air di Foshan Shunde ini videonya terlalu mengerikan.” “Lebih baik pindah, keberuntungan sudah tersedot.” “Di tempat kami, angin seperti ini dianggap pertanda buruk.”

Editor penanggung jawab: Hong Yu

Operasi Masif AS di Iran: 2.000 Target Dibombardir, Armada Laut Porak-poranda Hingga B-52 Resmi Turun Tempur

Menurut laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret, operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari keempat pada 3 Maret. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa persenjataan utama Iran tengah terkuras dan pasukan Iran sedang dihancurkan. Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat terus mempublikasikan perkembangan terbaru melalui unggahan di media sosial X, lengkap dengan video dan gambar.

EtIndonesia. Pada 3 Maret, Trump dalam wawancara telepon dengan media AS Politico mengatakan bahwa meskipun militer Iran diperkirakan masih akan terus meluncurkan rudal, kemampuan Teheran untuk melakukan pembalasan militer telah sangat melemah.

Trump menyebut persenjataan kunci Iran sedang habis. “Walaupun mereka mungkin masih ‘terus menembakkan rudal untuk sementara waktu, persediaan mereka hampir habis, bahkan peluncurnya pun hampir tidak ada lagi karena sedang dihancurkan. Peluncur mereka hampir habis’,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan bahwa persediaan senjata dan amunisi AS sangat mencukupi. “Kami memiliki persediaan rudal jarak menengah dan menengah-jauh serta perlengkapan terkait yang nyaris tak terbatas,” katanya, seraya menambahkan bahwa perusahaan pertahanan dapat dengan cepat memproduksi senjata yang dibutuhkan “di bawah perintah darurat”.

Trump mengatakan perang ini bisa berlangsung empat hingga lima minggu, atau bahkan berakhir hanya dalam beberapa hari. Ia menjelaskan alasan dilancarkannya operasi militer tersebut adalah karena Iran hampir memiliki senjata nuklir dan akan memiliki kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat.

Ketika ditanya apakah sudah terlambat untuk mempertimbangkan kerja sama dengan pihak-pihak tertentu dalam pemerintahan baru Iran, Trump menjawab bahwa jika Iran membentuk pemerintahan yang direstrukturisasi, ia bersedia menjalin kontak. “Tidak, belum terlambat. 

Sebanyak 49 pemimpin tinggi Iran telah tewas—ini berdampak besar—dan kini orang-orang baru bermunculan. Banyak yang menginginkan posisi itu. Sebagian dari mereka akan sangat hebat,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, Komando Pusat Amerika Serikat secara beruntun memublikasikan pembaruan mengenai operasi bernama “Epic Pury” (Kemarahan Epik), disertai video dan gambar kondisi medan perang.

Pada 4 Maret, Panglima Komando Pusat Amerika Serikat, Laksamana Angkatan Laut Brad Cooper, mengumumkan melalui X bahwa saat ini terdapat 50.000 personel militer AS, 200 pesawat tempur, dua kapal induk, serta pesawat pembom yang terlibat dalam operasi militer terhadap Iran, dengan tambahan kekuatan dan kemampuan tempur yang masih terus dikerahkan.

Ia menyatakan bahwa kekuatan Iran telah melemah secara signifikan. Hingga kini, sekitar 2.000 amunisi telah ditembakkan ke hampir 2.000 target, dengan fokus utama pada kemampuan rudal balistik dan drone Iran. Pesawat pembom B-2, B-1, dan B-52 melakukan serangan presisi tanpa hambatan terhadap fasilitas rudal yang berada jauh di dalam wilayah Iran. Sebanyak 17 kapal Iran telah dihancurkan, termasuk satu kapal selam. “Kami sedang menenggelamkan angkatan laut Iran—seluruh angkatan laut tidak akan lolos,” tegasnya.

Ia juga mengonfirmasi penggunaan jenis baru “rudal serangan presisi” (Precision Strike Missiles) dalam operasi tersebut, yang memungkinkan serangan tanpa henti selama 24 jam terhadap Teheran.

Menurutnya, kemenangan besar sudah di depan mata. “Kami melihat kemampuan Iran untuk menyerang kami dan mitra kami terus menurun, sementara di sisi lain, kekuatan tempur kami justru meningkat,” katanya.

“Penilaian operasional saya secara keseluruhan adalah bahwa kemajuan kami lebih cepat dari rencana. Dalam proses ini, setiap matra militer kami meraih keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Pada 4 Maret, Komando Pusat Amerika Serikat juga menyatakan bahwa drone pembunuh milik rezim Iran selama bertahun-tahun telah menjadi ancaman besar di Timur Tengah dan tidak lagi dapat ditoleransi. Video yang dirilis menunjukkan drone-drone tersebut dihancurkan secara presisi oleh senjata AS.

Pada 3 Maret, Komando Pusat AS menyebut bahwa rezim Iran menggunakan peluncur bergerak untuk menembakkan rudal secara sembarangan, dengan tujuan menimbulkan kerusakan maksimal di seluruh kawasan.

 “Militer AS sedang memburu ancaman-ancaman ini, dan kami tidak akan ragu untuk menghancurkannya,” tulis pernyataan tersebut.

Masih pada 3 Maret, Komando Pusat AS menyatakan bahwa dalam operasi militer yang berkelanjutan, pasukan AS telah menghancurkan fasilitas komando dan kendali Garda Revolusi Islam Iran, kemampuan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta pangkalan udara militer. 

“Kami akan terus mengambil tindakan tegas untuk menghadapi ancaman mendesak yang ditimbulkan oleh rezim Iran,” demikian pernyataannya.

Editor : Tang Zixuan

Operasi Penghancuran Iran: 1250 Target Dihantam, Ilmuwan Nuklir Tewas di Bunker Rahasia

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi militer Amerika Serikat dan Israel terus meningkat tajam sejak dimulainya operasi militer besar pada 28 Februari 2026. Dalam beberapa hari terakhir, rangkaian serangan udara dan operasi militer gabungan telah menargetkan fasilitas strategis Iran, mulai dari instalasi nuklir hingga kekuatan angkatan lautnya.

Pada 3 Maret 2026, Pentagon mengonfirmasi bahwa serangan besar-besaran yang dilancarkan militer Amerika Serikat berhasil menghancurkan sejumlah target utama Iran. Operasi ini merupakan bagian dari strategi yang sejak awal ditekankan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yakni melakukan serangan cepat dan presisi tanpa terlibat dalam perang darat berkepanjangan.

Strategi Militer Amerika Serikat

Sejak konflik dimulai, Pentagon menegaskan tiga prinsip utama dalam operasi militer terhadap Iran:

  1. Menghindari perang darat jangka panjang seperti yang pernah terjadi di Irak dan Afghanistan.
  2. Menghancurkan kemampuan nuklir Iran agar tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.
  3. Melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran yang selama ini menguasai jalur strategis Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Menurut laporan resmi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 3 Maret 2026, militer AS telah menyerang sedikitnya 1.250 target militer di seluruh Iran sejak operasi dimulai. Target tersebut mencakup pangkalan rudal, pusat komando militer, fasilitas pengembangan senjata, serta jaringan logistik milik Garda Revolusi Iran.

Angkatan Laut Iran Dilumpuhkan

Salah satu perkembangan paling signifikan terjadi di perairan Teluk Oman. Pentagon mengonfirmasi bahwa seluruh 11 kapal perang utama milik Angkatan Laut Iran yang beroperasi di wilayah tersebut telah dihancurkan.

Menurut pernyataan resmi CENTCOM, operasi laut dan udara gabungan yang dilakukan oleh kapal perang serta pesawat tempur Amerika berhasil menenggelamkan seluruh armada tersebut.

“Tidak ada satu pun kapal perang Iran yang tersisa di sektor operasi Teluk Oman,” demikian pernyataan militer AS.

Penghancuran armada ini dinilai sebagai pukulan besar bagi kemampuan Iran dalam mengontrol jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut.

Fasilitas Nuklir dan Infrastruktur Militer Dibom

Serangan udara juga difokuskan pada fasilitas nuklir dan instalasi militer bawah tanah Iran.

Beberapa operasi militer terbaru yang dikonfirmasi antara lain:

  • Isfahan – Fasilitas pengayaan uranium bawah tanah kembali dibom dalam serangan presisi.
  • Bunker ilmuwan nuklir – Sedikitnya 24 ilmuwan nuklir Iran dilaporkan tewas dalam serangan terhadap bunker bawah tanah.
  • Jannat Abad – Gudang drone bawah tanah milik Garda Revolusi dihancurkan menggunakan bom penembus bunker.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan ledakan kedua yang sangat besar setelah bom menembus fasilitas bawah tanah tersebut, menandakan kehancuran struktur yang berada jauh di bawah permukaan tanah.

Sementara Amerika Serikat fokus pada target bawah tanah dan fasilitas strategis, militer Israel melanjutkan operasi serangan terhadap target di permukaan.

Pada 3 Maret 2026, serangan udara Israel dilaporkan menghantam distrik Aftiar di Teheran, menyebabkan runtuhnya sebuah gedung pemerintah.

Koalisi Menguasai Langit Iran

Sumber militer Barat menyebutkan bahwa hingga awal Maret 2026, koalisi AS–Israel telah menguasai sebagian besar wilayah udara Iran.

Israel bahkan merilis rekaman dari kokpit pesawat tempur F-35 yang terbang di atas wilayah Teheran. Rekaman tersebut menunjukkan pesawat tempur Israel beroperasi dengan relatif bebas tanpa menghadapi perlawanan serius dari sistem pertahanan udara Iran.

Keunggulan udara ini dinilai menjadi faktor kunci dalam keberhasilan operasi militer koalisi.

Koordinasi Militer AS–Israel

Konflik ini juga memperlihatkan tingkat koordinasi militer yang sangat tinggi antara Amerika Serikat dan Israel.

Dalam operasi gabungan yang kompleks tersebut, kedua negara membagi peran secara jelas:

  • Amerika Serikat berfokus pada target strategis dan fasilitas bawah tanah.
  • Israel menyerang pusat pemerintahan, instalasi militer permukaan, serta sistem pertahanan udara.

Salah satu rekaman operasi yang dirilis menunjukkan pesawat tanker Amerika KC-135 mengisi bahan bakar pesawat tempur Israel di udara sebelum menjalankan misi serangan ke Iran.

Pengisian bahan bakar di udara ini memungkinkan pesawat Israel terbang jauh lebih lama dan mencapai target jauh di dalam wilayah Iran.

Negara-Negara Teluk Mulai Terlibat

Perkembangan paling mengkhawatirkan dalam konflik ini adalah mulai terlibatnya negara-negara Teluk.

Setelah Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, beberapa negara Islam akhirnya mengambil tindakan militer untuk mempertahankan wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan bahwa angkatan udaranya berhasil:

  • Menembak jatuh 2 pesawat tempur Iran jenis Su-24
  • Mencegat 7 rudal balistik
  • Menghancurkan 5 drone serang

Insiden ini dianggap sangat signifikan karena Qatar selama ini dikenal sebagai mediator diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat.

Namun serangan Iran yang menyasar wilayah negara tersebut memaksa Doha mengambil langkah militer langsung.

Sistem Pertahanan Udara Teluk Menghadapi Gelombang Serangan

Menurut data militer terbaru hingga 3 Maret 2026, lima negara Teluk berhasil mencegat lebih dari 1.500 rudal dan drone Iran.

Negara-negara tersebut meliputi:

  • Uni Emirat Arab
  • Bahrain
  • Kuwait
  • Qatar
  • Yordania

Dari jumlah tersebut, sekitar 400 di antaranya merupakan rudal balistik.

Uni Emirat Arab sendiri dilaporkan berhasil mencegat 161 rudal balistik dengan tingkat keberhasilan sekitar 93 persen.

Sementara tingkat keberhasilan mencegat rudal jelajah dan drone juga dilaporkan lebih dari 90 persen.

Sebagian besar sistem pertahanan udara yang digunakan negara-negara Teluk merupakan teknologi Amerika Serikat, seperti:

  • Patriot
  • THAAD (Terminal High Altitude Area Defense)

Keberhasilan sistem tersebut menunjukkan efektivitas jaringan pertahanan udara regional yang terintegrasi dengan militer Amerika Serikat.

Ancaman Pemberontakan di Dalam Iran

Selain tekanan militer dari luar, pemerintah Iran kini juga menghadapi ancaman ketidakstabilan dari dalam negeri.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Israel mulai membombardir pos-pos militer di sepanjang perbatasan Iran–Irak.

Tujuan serangan ini diduga untuk melemahkan kontrol pemerintah Iran atas wilayah perbatasan.

Analis militer memperkirakan langkah tersebut dapat membuka jalur bagi kelompok oposisi Iran yang berbasis di Irak, khususnya milisi Kurdi, untuk memasuki wilayah Iran.

Jika skenario ini terjadi, Iran bisa menghadapi tekanan dari tiga arah sekaligus:

  • Serangan udara intensif dari koalisi AS–Israel
  • Pemberontakan sipil di kota-kota besar
  • Serangan kelompok oposisi bersenjata dari wilayah perbatasan

Kombinasi tekanan ini berpotensi menempatkan pemerintah Iran dalam posisi yang sangat sulit.

Situasi di Mashhad Mulai Lepas Kendali

Indikasi melemahnya kontrol pemerintah Iran juga terlihat di kota Mashhad, kota terbesar kedua di negara tersebut.

Menurut informasi yang beredar pada 3 Maret 2026, situasi keamanan di Mashhad dilaporkan mulai tidak terkendali.

Pasukan keamanan Iran, termasuk anggota Garda Revolusi dan milisi pemerintah, disebut terpaksa mundur dan berlindung di beberapa gedung pemerintah.

Sementara itu, warga sipil dilaporkan mulai menguasai sejumlah wilayah kota.

Mashhad memiliki arti penting bagi rezim Iran.

Jika Teheran merupakan pusat administrasi negara, maka Mashhad adalah pusat spiritual yang sangat penting bagi legitimasi kekuasaan ulama Iran.

Karena itu, ketidakstabilan di kota tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa struktur kekuasaan Iran di berbagai wilayah mulai mengalami tekanan serius.

Konflik Berpotensi Meluas

Dengan meningkatnya intensitas serangan militer, keterlibatan negara-negara Teluk, serta munculnya ketegangan internal di Iran, sejumlah analis memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang jauh lebih besar.

Jika situasi terus memburuk, perang ini tidak hanya akan menentukan masa depan pemerintahan Iran, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan kekuatan di seluruh Timur Tengah. (***)

Operasi Rahasia Bertahun-tahun Terungkap: Mossad dan CIA di Balik Tewasnya Khamenei

EtIndonesia. Sejak koalisi militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari 2026, perhatian dunia internasional tertuju pada setiap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bertindak sebagai panglima tertinggi operasi tersebut.

Pada 3 Maret 2026, Trump kembali menyampaikan pidato nasional ketiga mengenai perkembangan perang terhadap Iran. Dalam pidato tersebut, ia memberikan penjelasan paling tegas sejauh ini mengenai tujuan utama operasi militer yang disebut sebagai “Operasi  Epic Fury.”

Jika pada dua hari sebelumnya dunia masih memperdebatkan arah dan skala konflik yang sedang berlangsung, kali ini Trump menegaskan bahwa tujuan operasi tersebut hanya satu: mengakhiri sepenuhnya kekuasaan rezim teokrasi yang telah memerintah Iran selama hampir setengah abad dan menjadikannya bagian dari sejarah.

Trump menggambarkan operasi ini sebagai salah satu serangan militer terbesar, paling kompleks, dan paling menghancurkan dalam sejarah modern.

Ia menyatakan bahwa hanya dalam waktu 36 jam pertama sejak dimulai pada 28 Februari 2026, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah menghantam ratusan target strategis di seluruh wilayah Iran, termasuk:

  • pangkalan rudal balistik
  • fasilitas komando militer
  • pusat komunikasi Garda Revolusi
  • sistem pertahanan udara
  • fasilitas logistik militer

Namun menurut banyak pengamat, target paling krusial dalam operasi tersebut adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sejumlah analis menilai bahwa kematian Khamenei—yang dilaporkan terjadi dalam salah satu serangan awal—memiliki dampak strategis sangat besar bagi struktur kekuasaan Iran.

Seorang analis militer menggambarkannya dengan analogi sederhana:

“Ibarat sebuah pohon besar: akar utamanya sudah dicabut. Walaupun batangnya masih tampak kokoh dan cabangnya masih rimbun, sebenarnya pohon itu sudah mati.”


Operasi Eliminasi Khamenei: Rencana Intelijen yang Disusun Bertahun-tahun

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak detail mengenai operasi yang menewaskan Khamenei mulai terungkap.

Sekilas, serangan tersebut tampak seperti operasi “decapitation strike” atau serangan pemenggalan kepala yang dilakukan secara mendadak. Namun laporan sejumlah media dan analis keamanan menyebutkan bahwa operasi itu sebenarnya merupakan hasil perencanaan intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan telah lama melakukan infiltrasi digital terhadap sistem pengawasan kota Teheran.

Menurut sumber intelijen, Mossad berhasil meretas sistem kamera lalu lintas dan jaringan pengawasan kota beberapa tahun sebelumnya. Melalui jaringan video terenkripsi tersebut, mereka dapat memantau pergerakan harian Khamenei dan lingkaran kekuasaan inti di sekitarnya selama 24 jam.

Informasi yang dikumpulkan bahkan sangat rinci, termasuk hal-hal yang tampak sepele seperti:

  • jadwal pergantian sopir konvoi Khamenei
  • lokasi para pengawal biasanya beristirahat atau merokok
  • posisi kendaraan dalam konvoi keamanan
  • pola parkir kendaraan di kompleks kediaman

Semua data tersebut kemudian disusun dalam basis data pola kehidupan yang sangat kompleks, menyerupai puzzle tiga dimensi raksasa yang terus diperbarui dari waktu ke waktu.

Namun pengamat menilai bahwa peran penentu pada tahap akhir operasi justru dimainkan oleh badan intelijen Amerika Serikat, CIA.


Peran CIA dalam Tahap Akhir Operasi

Meskipun militer Amerika Serikat memiliki sistem pengawasan satelit paling canggih di dunia, menentukan lokasi pasti bunker bawah tanah tempat Khamenei berlindung tetap membutuhkan informasi dari dalam Iran.

Dalam dua tahun terakhir, CIA dilaporkan berhasil merekrut sejumlah sumber intelijen penting di dalam struktur kekuasaan Iran, termasuk :

  • pejabat aparat penegak hukum
  • anggota elite Garda Revolusi Iran (IRGC)
  • individu yang memiliki akses ke jaringan komunikasi militer

Beberapa jam sebelum operasi dimulai, unit perang siber CIA dilaporkan telah menguasai sebagian besar jaringan komunikasi militer Iran.

Melalui infiltrasi malware ke dalam sistem komunikasi terenkripsi Iran, CIA diduga berhasil mengirim perintah palsu yang tampak seolah-olah berasal dari otoritas tertinggi Iran.

Perintah tersebut membuat konvoi keamanan Khamenei bergerak menuju wilayah yang sebenarnya telah berada dalam zona pengawasan militer Amerika Serikat.

Saat operasi militer dimulai, CIA juga mengaktifkan serangan gangguan elektronik berskala besar.

Akibatnya:

  • bunker tempat Khamenei berada terputus dari jaringan komunikasi eksternal
  • sistem peringatan rudal Iran mengalami keterlambatan serius
  • koordinasi pertahanan udara Iran menjadi kacau

Dalam situasi tersebut, 30 bom presisi tinggi kemudian dijatuhkan dari udara oleh pesawat tempur koalisi.

Ledakan tersebut menciptakan kawah raksasa di lokasi bunker, dan menurut laporan yang beredar, Khamenei bersama sejumlah anggota keluarga serta pejabat tinggi Iran tewas seketika dalam serangan itu.

Rekaman video dari lokasi ledakan yang mulai beredar pada 2–3 Maret 2026 menunjukkan kehancuran besar di area tersebut, bahkan lebih besar daripada yang terlihat sebelumnya dalam citra satelit.


Detail Psikologis dalam Operasi Militer

Selain aspek militer dan intelijen, sejumlah laporan juga mengungkap detail psikologis yang menarik dalam operasi tersebut.

Di antara pilot yang menjalankan misi pengeboman bunker Khamenei, disebutkan terdapat seorang pilot perempuan dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

Pesawat yang diterbangkannya membawa bom penembus bunker tipe GBU, yang dirancang untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah.

Beberapa laporan juga menyebut bahwa pilot perempuan dari Angkatan Udara Israel turut terlibat dalam operasi tersebut.

Bagi sebagian kalangan ulama garis keras di Iran, detail ini memiliki makna simbolis yang sensitif.

Dalam interpretasi ekstrem sebagian kelompok radikal, terdapat keyakinan bahwa seseorang yang tewas di tangan perempuan tidak akan memperoleh ganjaran “72 bidadari” di surga.

Sulit dipastikan apakah keterlibatan pilot perempuan merupakan kebetulan atau bagian dari strategi psikologis yang dirancang sejak awal.

Namun sejumlah analis menilai bahwa perang modern tidak hanya menargetkan penghancuran fisik musuh, tetapi juga kehancuran moral dan psikologis lawan.


Serangan Balasan Iran terhadap Kapal Induk AS

Di tengah gempuran militer koalisi, Iran juga mencoba melakukan serangan balasan.

Pada 1 Maret 2026, Iran menembakkan 52 rudal ke arah kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln yang berada di Teluk Oman.

Media Iran dan beberapa media Tiongkok sempat melaporkan bahwa empat rudal berhasil menghantam kapal induk tersebut, bahkan disertai video yang kemudian diketahui sebagai rekaman buatan AI.

Militer Amerika Serikat segera membantah laporan tersebut.

Menurut keterangan resmi pihak AS:

  • pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye mendeteksi peluncuran rudal sejak tahap awal
  • dalam waktu sekitar 40 detik, sistem sudah menganalisis jalur ancaman
  • data kemudian dikirim melalui jaringan militer Link-16

Kapal perusak kelas Arleigh Burke yang dilengkapi sistem pertahanan Aegis kemudian mengunci semua target.

Hasilnya, dalam waktu sekitar 8 menit, seluruh 52 rudal Iran berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.

Seorang pejabat militer AS menggambarkan proses tersebut sebagai operasi yang berjalan sangat cepat dan terkoordinasi, bahkan ada yang menyamakannya dengan “permainan video game berteknologi tinggi.”


Gangguan Elektronik Misterius di Selat Hormuz

Sementara itu, muncul laporan menarik dari kawasan Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.

Sebuah video yang diunggah oleh seorang pelaut asal Tiongkok menunjukkan fenomena aneh yang dialami kapal yang berada di sekitar perairan tersebut.

Dalam video itu ia mengatakan bahwa:

  • kapal tiba-tiba kehilangan sinyal GPS
  • sistem navigasi digital tidak berfungsi
  • bahkan jam elektronik kapal berputar sangat cepat

Fenomena ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan penggunaan teknologi perang elektronik canggih di wilayah tersebut.

Banyak pengamat kemudian mengingat kembali pernyataan Trump sebelumnya saat Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, ketika ia mengklaim bahwa militer AS memiliki senjata perang elektronik yang mampu melumpuhkan seluruh sistem komunikasi lawan.

Jika spekulasi tersebut benar, maka konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah bukan hanya perang konvensional, tetapi juga perang teknologi tingkat tinggi yang melibatkan kemampuan siber, satelit, dan dominasi elektronik. (***)

Donald Trump: Iran Runtuh dari Dalam, Banyak Tokoh Tak Terduga Menyerah

EtIndonesia. Laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret 2026 menyebutkan, Presiden Amerika Serikat Trump mengatakan bahwa militer AS telah melancarkan gelombang serangan kedua terhadap kepemimpinan Iran. Dampaknya, kondisi internal Iran mulai kolaps, dan banyak pihak yang tak disangka-sangka kini ingin menyerah.

Pada hari itu, Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih dan membahas isu Iran, perdagangan, serta perang Rusia–Ukraina. Kepada media, Trump mengatakan bahwa sebelumnya ia memandang sejumlah pejabat Iran sebagai calon pemimpin baru negara tersebut, namun sebagian besar dari mereka kini telah tewas.

“Seperti yang Anda ketahui, dalam gelombang serangan pertama, 49 orang telah dieliminasi. Dan hari ini, tampaknya kami kembali melakukan serangan terhadap kepemimpinan baru mereka, dengan hasil yang sangat signifikan,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa menurut laporan, kepemimpinan baru Iran kemungkinan juga telah tewas. “Jadi gelombang ketiga akan segera datang. Dalam waktu dekat, mungkin kita bahkan tidak akan mengenali siapa pun lagi.”

Pada 3 Maret, Angkatan Udara Israel menyerang sebuah gedung di Kota Qom, Iran, saat Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts) yang terdiri dari para ulama sedang menggelar rapat untuk memilih pemimpin tertinggi baru. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa gedung tersebut hampir sepenuhnya hancur.

Pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa Majelis Ahli memiliki 88 anggota, namun hingga kini belum diketahui berapa banyak yang berada di lokasi saat serangan terjadi.

Trump menegaskan bahwa para petinggi Iran yang tewas adalah “orang-orang jahat” yang dalam tiga minggu terakhir telah membantai sekitar 35.000 demonstran Iran. Kini, menurutnya, para pemimpin utama mereka telah disingkirkan.

“Iran mulai runtuh dari dalam. Banyak orang—bahkan yang tak pernah Anda bayangkan—ingin menyerah. Mereka mencari segala macam jalur, berharap mendapatkan pengampunan,” kata Trump. “Mungkin pada suatu titik mereka akan menghentikan perlawanan dan meletakkan senjata. Kita tunggu saja.”

Ia juga menekankan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. Trump menyebut kekuatan militer AS saat ini berada jauh di atas negara mana pun di dunia. Menurutnya, Iran telah kehilangan segalanya: persediaan rudal menurun drastis, sistem pertahanan udara lumpuh, dan seluruh fasilitas deteksi telah dihancurkan.

Disebutkan pula bahwa pada 28 Februari, pasukan gabungan AS–Israel melancarkan serangan udara ke Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pada 1 Maret, Trump merilis pernyataan video yang mengungkapkan bahwa ribuan perwira militer Iran telah menelepon Amerika Serikat untuk menyerah.

Trump mendesak Garda Revolusi Iran, militer Iran, dan kepolisian agar meletakkan senjata dan menerima pengampunan penuh. Jika tidak, mereka akan menghadapi “kematian yang tak terelakkan.”

“Ini akan menjadi kematian yang sudah ditakdirkan, dan pemandangannya tidak akan indah,” tegasnya.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui