‘Orang Paling Keras Kepala di Tiongkok’ Telah Berusaha Masuk Universitas Bergengsi Selama 16 Tahun

EtIndonesia. Seorang pria berusia 36 tahun dikenal sebagai “pria paling keras kepala di Tiongkok” setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional selama 16 tahun berturut-turut dalam upayanya untuk diterima di Universitas Tsinghua yang bergengsi.

Tang Shangjun mengikuti gaokao, ujian masuk perguruan tinggi yang terkenal sulit di Tiongkok, pada tahun 2009. Dia mendapat nilai biasa-biasa saja, yaitu 372 poin dari 750, terlalu rendah untuk masuk ke sekolah impiannya, Universitas Tsinghua. Dia tidak mau berkompromi, jadi dia menghabiskan beberapa tahun berikutnya untuk belajar lebih giat dan mengambil gaokao lagi.

Pada tahun 2016, nilainya meningkat menjadi 625 poin, lebih dari cukup untuk mengamankan penerimaan ke beberapa universitas di provinsi asalnya, Guanxi, namun masih belum cukup baik untuk jurusan pilihannya di Tsinghua. Jadi dia terus melakukannya, tahun demi tahun, mengabaikan semua universitas lain, namun tidak pernah mencapai tingkat yang dibutuhkan untuk masuk ke fakultas yang diinginkannya di Universitas Tsinghua.

Pada tahun 2019, Tang mencapai puncak gaokao-nya yaitu 649 poin dari 750, cukup untuk masuk ke banyak universitas bergengsi di Tiongkok, bahkan Tsinghua, tetapi tidak di dua jurusan yang dia tuju, fisika dan kimia. Kebanyakan orang akan memilih banyak pilihan lain yang tersedia, tapi bukan “orang paling keras kepala di Tiongkok” ini. Pandangannya tertuju pada Universitas Tsinghua dan dia akan menerima apa pun yang kurang dari itu.

Sayangnya, pada tahun-tahun berikutnya, hasil gaokao Tang Shangjun semakin memburuk. Beberapa orang berspekulasi bahwa ini karena usianya, ingatannya tidak sama, sementara yang lain mengatakan bahwa skor 649 poin adalah puncaknya dan dia tidak memiliki kapasitas untuk mencetak skor lebih tinggi.

Tahun lalu, Tang akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke jurusan fisika dan kimia di Central China Normal University, namun dia mendapat nilai 594 dari total 750, dan jurusan tersebut diisi oleh pelamar yang mendapat nilai setidaknya 608. Dia berada di peringkat sekitar 6.000 dari beberapa 460.000 pengambil gaokao di wilayah otonom Guangxi Zhuang, tapi dia tidak cukup baik untuk ambisinya sendiri.

Tang Shangjun mengatakan kepada China Daily bahwa gaokao tahun lalu akan menjadi yang terakhir, namun dia rupanya bisa mengatasi kekecewaannya karena tahun ini dia mengikuti ujian masuk universitas untuk ke-16 kalinya. Dia sekali lagi mencetak lebih dari 600 poin tetapi gagal mewujudkan mimpinya belajar fisika atau kimia di universitas paling bergengsi di Tiongkok itu.

Kini di usianya yang ke-36, dia perlahan-lahan mulai menyadari bahwa meskipun dia akhirnya diterima, peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus setelah lulus sangatlah kecil, karena dia akan bersaing dengan pemuda-pemudi berusia awal 20-an.

“Dia berpikir bahwa masuk ke universitas bergengsi terkemuka di negara ini adalah sebuah kesuksesan besar, membantu membuka kehidupan yang baik, namun hidup memiliki banyak cara untuk menjadi sukses,” direktur Institut Penelitian Pendidikan Abad 21 di Tiongkok mengomentari situasi Tang. “Mengejar tujuan dengan keras kepala di luar kemampuan terkadang berujung pada kegagalan.”

Selama 16 tahun terakhir, Tang Shanjun bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan orangtuanya yang sudah lanjut usia, namun dia menyadari bahwa mungkin ini saatnya untuk lebih fokus mencari pekerjaan yang stabil dan memuaskan daripada memfokuskan sebagian besar energinya untuk masuk ke universitas impiannya. Tidak jelas apakah dia akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi lagi tahun depan.

Kisah Tang Shangjun anehnya mirip dengan kisah rekan senegaranya yang dikenal sebagai ‘Raja Gaokao’. Liang Shi, 58 tahun, telah berusaha untuk diterima di institusi pembelajaran impiannya, Universitas Sichuan, selama 26 tahun sebelum akhirnya berhenti. (yn)

Sumber: odditycentral

Beijing Memilih Bantuan Dana Lebih Rp 200 Miliar Buat Kepulauan Solomon Daripada Meringankan Penderitaan Rakyatnya Akibat Banjir

oleh He Yating

Pada saat sejumlah instansi dan pemerintah daerah mengalami krisis keuangan, dan banyak daerah menderita kerugian besar akibat bencana, otoritas komunis Tiongkok malahan memutuskan untuk menyediakan dana sebesar USD.20 juta (setara RMB.145 juta) atau sekitar Rp 323 miliar dalam bentuk bantuan keuangan kepada Kepulauan Solomon. Selain itu Beijing juga berjanji akan mendanai biaya perluasan bandara internasional di negara tersebut. Beredarnya berita tersebut menyebabkan ledakan komentar dan kritikan masyarakat Tiongkok.

Perdana Menteri baru Kepulauan Solomon Jeremiah Manele baru-baru ini berkunjung ke Tiongkok untuk bertemu dengan Sekjen Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing. Setelah itu kedua belah pihak mengeluarkan pernyataan bersama.

Pada Selasa (16 Juli), Manele mengumumkan bahwa negaranya telah menerima dana bantuan dari Tiongkok sebesar USD.20 juta yang akan digunakan untuk mendukung anggaran pemerintah Kepulauan Solomon. Selain itu, Tiongkok juga setuju mendanai perluasan bandara internasional di Honiara, Kepulauan Solomon.

Dalam pernyataannya Jeremiah Manele menyebutkan, bahwa hubungan kedua negara telah berkembang pesat sejak pembentukan kemitraan bilateral dengan Tiongkok lima tahun lalu, dan bahwa Tiongkok telah memberikan bantuan berupa “proyek-proyek transformatif” (kepada Kepulauan Solomon).

Kepulauan Solomon dulunya merupakan sekutu diplomatik Republik Tiongkok (Taiwan), namun memutuskan hubungan diplomatik dengan otoritas Taiwan pada tahun 2019 dan beralih untuk menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintah komunis Tiongkok. 

Manele terpilih sebagai perdana menteri pada  Mei tahun ini dengan dukungan mantan Perdana Menteri Manasseh Sogavare, yang selama masa jabatannya menandatangani perjanjian keamanan rahasia dan perjanjian kerja sama kepolisian dengan otoritas Beijing, dan menerima sejumlah besar bantuan dan investasi dari Tiongkok. Termasuk membangun stadion besar serta fasilitas medis, menara telepon seluler dan infrastruktur lainnya.

Selama pemilu awal tahun ini, pihak oposisi di Kepulauan Solomon mengecam pemerintah negara tersebut karena menandatangani perjanjian keamanan dengan Beijing, dan mengkritik Sogavare karena mengkhianati Kepulauan Solomon untuk menyenangkan Beijing. Selain itu juga muncul komentar yang menunjukkan bahwa sebagian besar dana bantuan yang diberikan Beijing itu masuk ke kantong para elite penguasa dan tidak bermanfaat bagi masyarakat umum.

Saat ini, ketika banyak instansi dan pemerintah daerah di semua tingkatan di Tiongkok terlilit utang sehingga mengalami kesulitan keuangan, dan banyak tempat menderita kerugian besar akibat banjir, otoritas Beijing malahan mengabaikan rakyatnya yang terkena dampak bencana dan terus menggunakan uang pembayar pajak untuk “ditaburkan” di negara miskin lainnya. Perilaku ini membuat banyak netizen Tiongkok geram.

Beberapa netizen menyampaikan komentar mereka, antara lain : Jumlah dana yang dibelanjakan oleh otoritas Beijing untuk mendukung mahasiswa asing yang belajar di Tiongkok pada tahun 2018 jauh lebih tinggi daripada dana yang dikumpulkan oleh “Proyek Harapan” yang dibentuk oleh Partai Komunis Tiongkok untuk membantu pendanaan bagi pelajar keluarga miskin domestik dalam 30 tahun terakhir. Beberapa netizen mengungkapkan bahwa Cin Canrong, yang oleh PKT disebut “cendekiawan” pernah tak sengaja mengatakan bahwa, negara di Afrika bisa mendapatkan 30 miliar yuan dari Beijing asal saja mau mengakui “Satu Tiongkok”.

Karena sensor ketat terhadap isi berita online di Tiongkok, maka banyak netizen Tiongkok yang menghindari sensor lalu memposting atau meninggalkan pesan dalam bahasa Mandarin di platform sosial online luar negeri untuk mengomentari insiden ini.

Seorang netizen dengan nama online “Wadi Lao Liu” meninggalkan pesan yang mencemooh di platform “X” : “Iuran rutin untuk menjaga legalitas internasionalnya”.

Netizen dengan akun @double7cabatali meninggalkan komentar sinis : “Para warga sipil dalam tembok yang terendam air, segeralah mentas untuk memberikan ‘like’ kepada PKT”.

Netizen Zhuang Qiguang meninggalkan pesan yang mempertanyakan : “Masih ingin menyelamatkan muka walau tidak punya uang. Mengapa tidak mau menyelamatkan para korban bencana ?”

Seorang netizen dengan nama samaran “Jimo bianjie” menulis : “Bermurah hati terhadap sekutu tetapi tanpa peduli terhadap kesengsaraan rakyatnya”. (sin)

Gedung Perpustakaan Shenzhen, Tiongkok Menjadi “Tempat Berlindung” Bagi Para Pengangguran yang Berpura-Pura Masih Kerja

oleh Luo Tingting

Gedung Perpustakaan Shenzhen selalu penuh sesak oleh orang pada jam-jam kerja. Tempat itu menjadi “tempat berlindung” bagi para pengangguran yang berpura-pura masih kerja. 

Rekaman video yang diposting online menunjukkan bahwa dalam Gedung Perpustakaan Shenzhen di Hongshan, Distrik Longhua, penuh sesak setiap hari terutama pada jam-jam kerja. Selain anak muda, banyak juga orang paruh baya yang memenuhi ruang dalam gedung. Banyak dari mereka yang membawa serta laptop untuk mengirimkan resume, ada yang menonton video atau bermain game untuk menghabiskan waktu, bahkan ada pula yang berbaring di atas meja.

Sejumlah netizen Shenzhen mengatakan bahwa setelah kehilangan pekerjaan, para pengangguran ini pergi ke perpustakaan pada siang hari dan berpura-pura masih bekerja, hanya supaya tidak membuat keluarga khawatir.

Menurut data yang dirilis oleh Biro Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Kota Shenzhen, bahwa jumlah pengangguran baru di Shenzhen yang terdaftar pada kuartal pertama tahun ini meningkat sebesar 40,1% atau naik 1,50 kali dibandingkan dengan jumlah yang tercatat pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Padahal jumlah pengangguran baru yang terdaftar ini tidak termasuk pengangguran yang terdaftar sebelumnya.

Pada awal tahun lalu, sejumlah besar rekaman video yang sempat dipostingkan di media sosial Tiongkok menunjukkan, bahwa perpustakaan umum di Beijing, Guangzhou, Shenzhen dan kota-kota besar lain telah menjadi “tempat berlindung” bagi para pengangguran. Karena di sana tersedia AC gratis, air panas, dan stopkontak charger, yang memberikan kenyamanan bagi para pengangguran yang berpura-pura masih kerja.

Ada netizen yang mengatakan : “Saya keluar dari rumah jam 9 pagi menuju warnet untuk ‘mendekam’ di sana dan menghabiskan RMB.7,- untuk membayar penggunaan jaringan Internet mereka selama kurang lebih 3 jam. Setelah itu saya pergi ke gedung perpustakaan atau gedung bioskop untuk menonton film seharga RMB.15,- dan pulang ke rumah setelah jam 5 sore. Saya sudah melakukan hal itu selama 2 bulan”.

Netizen dengan nama “Ma dao chenggong — kai ge” pernah memposting video di Douyin yang menggambarkan bahwa “indeks perpustakaan” dapat dijadikan sebagai penunjuk arah bagi tingkat pengangguran di Tiongkok.

“Pada jam 8 pagi, pemandangan di depan pintu masuk perpustakaan di kota-kota seluruh tanah air akan memberikan kita data langsung. Berapa panjang antrian orang di depan pintu masuk perpustakaan di pagi hari ? Kira-kira setengah jam kemudian, kita masuk untuk melihat apakah masih ada tempat lowong di dalam perpustakaan. Dari sana kita dapat mengetahui sejauh mana tingkat pengangguran kaum muda, lebih buruk atau sedang membaik”.

Ada netizen yang secara blak-blakan mengatakan bahwa orang-orang paruh baya yang menganggur lebih memilih pergi ke perpustakaan daripada ke Starbucks, hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Tiongkok semakin terpuruk.

“Ketika Starbucks masih dipenuhi oleh orang-orang paruh baya yang menganggur, setidaknya itu dapat diartikan bahwa mereka masih memiliki uang simpanan yang masih dapat dibelikan secangkir kopi. Namun ketika perpustakaan umum dipenuhi oleh orang-orang paruh baya yang menganggur, itu berarti masalah semakin membesar, situasi semakin parah.” (sin)

Ibu dan Anak di Thailand Memenangkan Hadiah Lotere Lebih dari Rp 5 Miliar Setelah Penjual Memaksanya untuk Membeli Tiket Loterenya

EtIndonesia. Pada hari Selasa (16 Juli), sepasang ibu dan anak perempuan di Thailand memenangkan hadiah lotere sebesar 12 juta baht Thailand (sekitar Rp 5,3 miliar) setelah seorang penjual tiket lotere bersikeras agar mereka membelikan tiketnya.

Pasangan ini sedang berbelanja pohon di pasar loak lokal untuk panti pijat tradisional Thailand baru mereka ketika mereka didekati oleh penjual lotere paruh baya.

Menurut Amarin TV, pasangan tersebut mengatakan bahwa penjual tersebut mendekati mereka dan cukup agresif dalam pendekatannya.

Penjual paruh baya tersebut mengatakan kepada pasangan tersebut bahwa tidak banyak orang yang membeli tiket lotere akhir-akhir ini.

Merasa kasihan pada penjualnya, sang ibu menyuruh putrinya untuk membeli dua tiket. Mereka berharap bisa memenangkan hadiah kecil.

Ketika mereka memeriksa hasilnya keesokan sorenya, mereka menemukan bahwa salah satu tiket mereka mendapatkan jackpot.

Pasangan itu sangat gembira. Mereka segera melaporkan kemenangannya. (yn)

Sumber: mustsharenews

Tubuh Marie Curie Sangat Radioaktif Sehingga Dia Dimakamkan di Peti Mati Berlapis Timah

EtIndonesia. Marie Curie tidak diragukan lagi adalah salah satu nama paling terkenal di bidang sains.

Anda akan kesulitan menemukan seseorang yang belum pernah mendengar tentang dia, dan tidak mengetahui karya perintis yang dia lakukan seputar radioaktivitas.

Ilmuwan kelahiran Polandia, yang menjadi warga negara Prancis yang dinaturalisasi, mengembangkan metode untuk memisahkan radium dari residu radioaktif, kata situs web Nobel Prize.

Hal ini memungkinkan dia untuk mempelajari sifat-sifatnya dan mencari tahu bagaimana hal itu dapat digunakan dalam lingkungan terapeutik.

Dia dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1903, bersama suaminya Pierre dan ilmuwan Henri Becquerel, dan menerima Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1911.

Selama Perang Dunia I, dia mengembangkan unit sinar-X bergerak kecil yang dapat digunakan di garis depan, melakukan rontgen terhadap orang-orang yang terluka untuk menemukan patah tulang, peluru, dan pecahan peluru.

Pada tahun 1906, Pierre terbunuh dalam kecelakaan aneh setelah ditabrak kuda dan kereta.

Curie meninggal pada tahun 1934 pada usia 66 tahun akibat anemia pernisiosa aplastik, yang dia alami setelah bertahun-tahun terpapar radiasi, kata badan amal Marie Curie.

Dia dimakamkan di peti mati timah bersama suaminya – meskipun belum diverifikasi, peti mati timah tersebut mungkin disebabkan oleh kekhawatiran akan kontaminasi radium.

Pada tahun 1995, jasad Curie digali dan dimakamkan kembali di Pantheon – sebuah makam untuk beberapa tokoh terbesar Prancis, seperti Voltaire, Emile Zola dan Victor Hugo.

Ketika jenazah digali, ini merupakan kesempatan bagi para ilmuwan untuk melihat apakah radium masih ada.

Jadi, apakah tubuh Curie masih mengandung radioaktif, bertahun-tahun setelah kematiannya?

Menurut Journal British Society for the History of Radiology, mustahil untuk mengetahui dari pengukuran yang dilakukan setelah jenazahnya digali, namun “mengingat penelitian awalnya yang ekstensif dengan radium, dia pasti telah terkontaminasi oleh radium”.

Hanya ada sedikit bukti adanya radium di jenazahnya, dan hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal – mungkin karena dia melakukan tindakan perlindungan yang lebih baik di laboratoriumnya di kemudian hari, atau karena dia dialihkan ke pekerjaan lain, atau bahkan karena dia menjalani operasi, menopause – Journal British Society for the History of Radiology mengatakan osteoporosis yang berhubungan dengan menopause dapat mempercepat penghapusan radium dari tulang.

Hal ini juga dapat dijelaskan oleh lamanya waktu yang telah berlalu, sehingga memberikan peluang bagi radium untuk rusak.

Buku catatan laboratorium Curie masih mengandung banyak radioaktif, dan saat ini disimpan dalam kotak berlapis timah di Bibliothèque Nationale de France di Paris. (yn)

Sumber: uniladtech

Mengungkap Pria Berusia 20 Tahun yang Mencoba Membunuh Trump, Menjalani Kehidupan Penuh Kontradiktif

NTD

Setelah penyerangan terhadap Trump, informasi pria bersenjata yang berusaha membunuh Trump dipublikasikan.  Pada 15 Juli, sejumlah besar wartawan berkumpul di dekat rumah Thomas Matthew Crooks  di Bethel Park, Pennsylvania, dan agen FBI difilmkan mengunjungi rumah tersebut untuk diinterogasi.

Pada 13 Juli, Crooks tergeletak di atap kurang dari 150 meter dari rapat umum Trump di Buttler, Pennsylvania. Dia menggunakan senapan semi-otomatis AR-15 dan menembak ke arah Trump yang mengenai telinganya.  Seorang peserta kampanye lainnya tewas ditembak dan dua lainnya terluka. 

Wawancara media lokal menemukan bahwa pekerja dapur berusia 20 tahun di panti jompo ini memiliki kehidupan yang kontradiktif.

Tetangganya mengatakan Crooks adalah anak yang pendiam dan tertutup. Beberapa teman sekolah menengahnya mengatakan bahwa dia mengalami bulying di sekolah, sementara yang lain mengatakan bahwa Crooks memiliki kemampuan belajar yang luar biasa dan pandai dalam sejarah dan politik. 

BACA JUGA : Kronologi Detik-detik Percobaan Pembunuhan Terhadap Donald Trump

Media lokal juga mengungkapkan bahwa ketika Crooks lulus SMA, dia menerima beasiswa US$500 untuk nilai matematika dan sainsnya yang sangat baik.

Jason Kohler, teman sekelas Crooks di SMA berkata: “Dia terkadang memakai pakaian berburu (ke sekolah). Setelah COVID, dia selalu memakai masker.”

Catatan klub menembak lokal menunjukkan Crooks telah berlatih menembak selama lebih dari setahun. Senapan yang dia gunakan untuk melakukan kejahatan, dibeli oleh ayahnya setengah tahun lalu.

Teman sekelasnya mengaku ketika Crooks pertama kali masuk SMA, dia ingin bergabung dengan klub menembak, tapi ditolak karena akurasinya buruk.

Dia juga mempelajari bahan peledak dari selebriti internet. Pada 14 Juli, polisi menemukan alat peledak di mobilnya.

Selain itu, Crooks terdaftar sebagai pemilih Partai Republik, namun memberikan semua uangnya dalam hidupnya sebagai sumbangan kepada Partai Demokrat.

Setelah pembunuhan tersebut, ada yang mempertanyakan bahwa Agen Dinas Rahasia yang bertanggung jawab atas keamanan di tempat kejadian jelas-jelas kekurangan personel. Pasalanya,  atap bangunan yang menjadi tempat Crooks berada tidak dijaga.

Direktur Secret Service Kimberly Cheatle mengeluarkan pernyataan pada Senin (15 Juli) yang mengatakan bahwa personel Dinas Rahasia di lokasi kejadian bertindak cepat dan membunuh Crooks untuk melindungi keselamatan Trump. Dia berjanji untuk memperkuat keamanan bagi Trump di masa mendatang.

FBI saat ini sedang menyelidiki motif Crooks dan  Kimberly Cheatle  akan memberikan keterangan dalam sidang kongres AS pada 22 Juli. (Hui)

Perusahaan di Tiongkok Dituntut Karena Mewajibkan Pelamar Kerja Wanita Menjalani Tes Kehamilan

Etindonesia. Jaksa di Tiongkok baru-baru ini mengajukan tuntutan hukum terhadap setidaknya 16 perusahaan yang dituduh mewajibkan pencari kerja wanita untuk menjalani tes kehamilan.

Undang-undang Tiongkok secara eksplisit melarang pemberi kerja melakukan tes kehamilan sebagai bagian dari pemeriksaan pra-kerja, namun beberapa perusahaan sangat khawatir dengan biaya cuti hamil dan tunjangan sehingga mereka lebih memilih untuk memastikan wanita yang mereka pekerjakan tidak hamil.

Awal bulan ini, jaksa di distrik Tongzhou di Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, mengumumkan bahwa mereka telah menggugat 16 perusahaan karena melakukan tes kehamilan secara ilegal pada pelamar kerja wanita tanpa memberi tahu mereka secara resmi tentang hal tersebut. Investigasi mereka mengungkapkan bahwa perusahaan melanggar hak wanita atas kesempatan kerja yang setara, karena setidaknya satu kandidat ditolak setelah diketahui bahwa dia hamil.

Jaksa memulai penyelidikan mereka setelah menerima informasi anonim, dan pada akhirnya, mereka menemukan setidaknya 16 perusahaan yang secara tidak sah mewajibkan wanita untuk melakukan tes kehamilan, serta dua rumah sakit dan pusat pemeriksaan fisik di mana 168 tes kehamilan telah dilakukan atas nama para pelanggar. Dalam kebanyakan kasus, wanita tidak diberitahu secara tertulis tentang tes kehamilan dan hanya diberikan petunjuk lisan.

Dalam satu kasus, seorang wanita yang sedang mengandung bayi dalam beberapa bulan tidak dipekerjakan karena kehamilannya. Setelah penyelidikan, perusahaan pelaku mempekerjakan wanita tersebut dan menawarkan kompensasi.

“Kami dapat berspekulasi dari bukti ini bahwa tes kehamilan diwajibkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, dan hal tersebut telah melanggar hak kaum wanita atas kesempatan kerja yang setara,” simpul jaksa. (yn)

Sumber: odditycentral

Aneh ! Artikel Khusus Xinhua Terkait Berita “Reformator Xi Jinping” Tiba-Tiba Lenyap

NTD

Pada hari pembukaan Sidang Pleno Ke-3 Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Ke-20, Kantor Berita Xinhua, media resmi Partai Komunis Tiongkok menerbitkan artikel khusus yang panjang lebar menyanjung Xi Jinping dengan menjulukinya sebagai “sang reformator” bagi Partai Komunis Tiongkok. Namun kemudian artikel tersebut tiba-tiba lenyap dari seluruh jaringan Internet di Tiongkok, kecuali beberapa media Hongkong yang masih memberitakannya.

Sidang Pleno Ke-3 Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Ke-20 diadakan di Beijing pada 15 Juli. Pada hari itu juga, media corong PKT “Xinhua” menerbitkan artikel panjang berjudul “Xi Jinping, Sang Reformator”. Xi Jinping disanjung sebagai “seorang reformis terkemuka setelah Deng Xiaoping”, dan reformasi di era baru ini disebutnya sebagai “reformasi gaya Xi Jinping” dan seterusnya. Namun, sehari kemudian artikel tersebut tidak lagi dapat ditemukan secara online, alias minta diturunkan dari peredaran oleh pihak berwenang.

Pada 17 Juli, ketika seorang reporter Epoch Times mencari artikel di Baidu, tidak ada jejak yang ditemukan.

(foto dari pencarian Baidu)

Namun jika dicari di Google, selain media asing Radio Free Asia, Radio France, dan “Lianhe Zaobao”, media Hongkong Ta Kung Network dan “Wen Wei Po” artikel masih bisa terlihat, bahkan “Hongkong 01” juga punya laporan yang relevan.

(foto dari pencarian Google)

Cai Shenkun, seorang komentator dan kolumnis independen melalui akunnya di platform sosial “X” menjelaskan : “Artikel yang berbau pelecehan ini muncul saat Sidang Pleno Ke-3. Artikel khusus yang disiapkan dengan cermat oleh Xinhua, ‘Sang Reformator Xi Jinping’ tiba-tiba lenyap dari jaringan Internet tak lama setelah dirilis. Saya pikir artikel ini lebih tentang menceritakan pengakuan dari keberhasilan yang secara alami terjadi sebagai prestasi diri seseorang. Yaitu mengambil semua pencapaian dari reformasi dan keterbukaan yang digarap oleh pemerintahan Deng Xiaoping sebagai prestasi diri Xi, Apa lagi Xi Jinping tidak menyukai kebijakan reformasi dan keterbukaan Deng Xiaoping. Jadi singkatnya, mungkin artikel khusus ini membuat Xi Jinping merasa canggung di dalam partai, jadi minta dihapus sajalah”.

Sebelumnya, setelah Kantor Berita Xinhua menerbitkan artikel khusus ini, komentator berita terkini Li Linyi mengatakan kepada media “The Epoch Times” bahwa predikat sebagai sang reformator yang diberikan kepada Xi itu telah menimbulkan perdebatan, sangat kontroversial karena politik PKT sesungguhnya sedang mengalami kemunduran, mundur ke era Mao Zedong. 

Li Linyi berpendapat bahwa dengan kekuasaan penuh berada dalam genggaman tangan Xi Jinping, ia tidak butuh pemberian gelar atau predikat palsu seperti itu. Ada pun alasan mengapa artikel tersebut sampai muncul adalah karena suara ketidakpuasan terhadap Xi di dalam partai sudah cukup tinggi, dan penguasa sengaja menghilangkannya dengan maksud membungkam mulut masyarakat. Jadi pendekatan ini justru menunjukkan kepada kita bahwa Partai Komunis Tiongkok saat ini berada dalam krisis yang serius. (sin)

Rekaman yang Mengejutkan Menunjukkan Suku Terisolasi Terbesar di Dunia Muncul dari Hutan Amazon

EtIndonesia. Rekaman baru yang luar biasa menunjukkan anggota salah satu suku paling terpencil di dunia – yang dikenal suka menembakkan panah ke arah orang luar yang terlalu dekat – muncul dari hutan hujan di Peru dekat beberapa lokasi penebangan kayu yang kontroversial.

Anggota suku Mashco Piro – yang diyakini sebagai kelompok masyarakat adat terbesar yang hidup tanpa kontak dengan dunia luar – terlihat di dekat Sungai Las Piedras beberapa mil dari proyek penebangan pohon di bagian Tenggara negara tersebut, kata kelompok advokasi hak-hak masyarakat adat – Survival International, Selasa (16/7).

“Ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa banyak Mashco Piro tinggal di kawasan ini, yang bukan hanya gagal dilindungi oleh pemerintah, namun juga dijual kepada perusahaan penebangan kayu,” Alfredo Vargas Pio, presiden organisasi masyarakat adat setempat Fenamad, mengatakan dalam siaran persnya. .

Suku tersebut muncul untuk mencari makanan, di dekat desa terpencil Monte Salvado dan Puerto Nuevo, dalam beberapa minggu terakhir – dan Pio khawatir akan terjadi perkelahian antara penebang pohon dan masyarakat adat, katanya.

Para penebang juga dapat membawa penyakit baru ke wilayah tersebut, yang mengancam akan memusnahkan suku tersebut, katanya.

Para pendukung masyarakat adat menuntut pihak berwenang mencabut sertifikasi dari perusahaan penebangan kayu terdekat, Canales Tahuamanu, yang membangun jalan di dalam wilayah Mashco Piro, menurut Survival International

Perusahaan tersebut telah diberikan izin untuk menebang hutan di lahan hutan sejak tahun 2002 dan aktivitasnya kini tersebar di area seluas 193 mil persegi, The Washington Post melaporkan pada bulan Mei.

Perusahaan tersebut juga mempunyai sejarah bentrokan dengan suku-suku lokal, lapor surat kabar tersebut.

Meskipun suku Mashco Piro mengasingkan diri, mereka hanya memiliki sedikit kontak dengan orang luar – dan sebagian besar dilakukan dengan kekerasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka terlihat menembakkan panah ke perahu wisata dan bahkan menembakkan “panah peringatan” ke penjaga taman di Taman Nasional Manu. Kekerasan mencapai puncaknya ketika anggota suku membunuh anggota suku lain, Nicolas “Shaco” Flores, yang mencoba menghubungi mereka.

Namun, beberapa anggota suku tersebut muncul dari hutan untuk mencoba berdagang parang dan makanan dengan penduduk desa terdekat dan para penganut agama Kristen.

Catahua tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di masa lalu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa para pekerjanya tidak pernah melaporkan melihat orang Mashco Piro dan telah mematuhi hukum di Peru, yang menyatakan bahwa menghubungi suku tersebut adalah ilegal.

Tahun lalu, pelapor khusus PBB untuk hak-hak masyarakat adat meminta Catahua untuk menghentikan penebangan dan menanggapi tuduhan “kemungkinan kontak paksa” dengan Mashco Piro.

Pemerintah telah menolak untuk campur tangan di masa lalu. (yn)

Sumber: nypost

PBSI :  Tidak Lagi Bertanggung Jawab atas Jenazah Pebulutangkis Tiongkok Zhang Zhijie

oleh Luo Tingting

Sudah dua minggu sejak pemain bulu tangkis Tiongkok Zhang Zhijie meninggal mendadak saat bertanding di ajang Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, pada Minggu (30/6/2024), kini jenazahnya masih belum juga dikirim kembali ke Tiongkok. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya sudah tidak sabar menunggu kabar dari Persatuan Bulutangkis Tiongkok yang tidak kunjung memberikan tanggapan atas penanganan jenazah sehingga memutuskan untuk membubarkan tim yang ditugaskan membantu menangani kasus Zhang Zhijie, dan menyatakan tidak lagi bertanggung jawab atas jenazah Zhang.

Menurut laporan media Indonesia, pengurus PBSI pada 14 Juli melakukan percakapan lisan dengan pihak Tiongkok yang awalnya dijanjikan akan mendapat kabar resmi dari PB Tiongkok selambatnya 13 Juli, tetapi kemudian minta diundur hingga 14 Juli.

PBSI telah membubarkan tim yang ditugasi untuk membantu penanganan jenazah Zhang dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga Zhang Zhijie dan Persatuan Bulutangkis Tiongkok pada 14 Juli. 

Pejabat tersebut mengatakan, bahwa dalam kasus Zhang Zhijie, PBSI telah memberikan bantuan semaksimal mungkin. Jika jenazah Zhang Zhijie perlu dikirim kembali ke Tiongkok, PBSI pun bersedia memberikan bantuan dan biaya penerbangan yang terkait.

Ia juga mengatakan bahwa PBSI juga telah memberi tahu keluarga Zhang Zhijie dan Persatuan Bulu Tangkis Tiongkok mengenai keputusan yang diambil oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia tersebut, namun personel Tiongkok tidak membalasnya.

Saat ini jenazah Zhang Zhijie masih disimpan di ruang pendingin salah satu rumah sakit Indonesia. Kerabat Zhang Zhijie masih berada di Indonesia untuk menangani urusan pengiriman dan pemakamanan jenazah Zhang.

Pada 30 Juni, pebulutangkis Tiongkok berusia 17 tahun Zhang Zhijie tiba-tiba jatuh dalam lapangan dan meninggal mendadak saat kompetisi sedang berlangsung di Yogyakarta.

Pada 1 Juli, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dan rumah sakit setempat (RSUP Dr. Sardjito) menggelar konferensi pers untuk menjelaskan insiden Zhang Zhijie. PBSI menyatakan bahwa Zhang Zhijie meninggal karena serangan jantung.

Juru Bicara Persatuan Bulutangkis Indonesia Broto Happy mengatakan bahwa setelah Zhang Zhijie pingsan di lapangan, dia kemudian dilarikan ke dua rumah sakit. Ketika tiba di rumah sakit pertama, Zhang sudah tidak bernapas dan tidak terdeteksi denyut jantungnya. Setelah upaya penyelamatan yang berlangsung selama tiga jam tidak membuahkan hasil, pihak rumah sakit menyatakan bahwa Zhang telah meninggal dunia.

Namun, personel dari Persatuan Bulu Tangkis Tiongkok masih meminta untuk dipindahkan ke rumah sakit ke dua guna kemungkinan penyelamatan nyawa Zhang. Namun pada akhirnya, kedua rumah sakit tersebut tiba pada kesimpulan yang sama, yakni Zhang Zhijie “mengalami serangan jantung”.

Pada 30 Juni pukul 23:20 rumah sakit Indonesia mengumumkan bahwa Zhang Zhijie telah meninggal dunia.

Dunia luar merasa kasihan dengan kematian Zhang Zhijie yang tidak terduga. Kerabat Zhang Zhijie kemudian tiba di Indonesia untuk menangani urusan pengiriman kembali jenazah Zhang Zhijie.

Ada beberapa berita kontroversi di Internet tentang penyebab kematian Zhang Zhijie. Kematian mendadak atlet bukannya tidak pernah terjadi di kompetisi internasional, namun mengenai penyebab kematian Zhang Zhijie, beberapa orang berspekulasi bahwa hal itu mungkin terkait dengan epidemi COVID-19.

Pasca kematian Zhang Zhijie dalam lapangan pertandingan, PBSI terus memberikan bantuan kepada Tiongkok dalam menangani pengiriman kembali jenazah Zhang Zhijie ke negaranya, namun Tiongkok terus mengulur pengambilan keputusan. Yang pada akhirnya, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia terpaksa menyerah menunggu dan menarik tim yang dibentuk untuk menangani insiden kematian Zhang Zhijie.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PB Tiongkok masih belum juga memberikan kabar kapan jenazah Zhang Zhijie akan diangkut kembali ke Tiongkok. (sin)

Wajah ‘Manusia Paling Kejam dalam Sejarah’ Terungkap untuk Pertama Kalinya dalam 440 Tahun

EtIndonesia. Para ilmuwan telah menemukan nama terkenal tersebut setelah secara digital merekonstruksi wajah salah satu monster terhebat dalam sejarah – Ivan The Terrible.

“Ini adalah pengalaman yang sangat menarik karena tidak hanya melibatkan perkiraan wajah, namun juga mempelajari kisahnya,” kata desainer grafis Cicero Moraes dalam video Youtube, di mana pria asal Brasil tersebut menjelaskan bagaimana dia mengeksekusi rekreasi virtual tersebut.

Moraes menjadi terkenal di kalangan ilmiah karena faksimili digitalnya yang berisi tokoh-tokoh sejarah, termasuk orang yang diduga terkaya dalam sejarah dan mumi “wanita bersepuh emas” yang misterius.

Penguasa lalim Rusia ini meninggal 440 tahun yang lalu pada tahun 1584, menyusul teror yang menyebabkan tiran paranoid tersebut mengeksekusi siapa pun yang dianggapnya tidak setia.

Pada tahun 1581, tak lama sebelum kematiannya, tsar yang cinta teror membunuh putranya dan satu-satunya pewaris yang masih hidup, Ivan IV, karena marah.

Untuk menghidupkan kemiripannya, Moraes pertama-tama mengumpulkan data dari penggalian ilmiah makam diktator yang dilakukan oleh peneliti Soviet, Mikhail Gerasimov.

“Menurut penelitian Dr. Gerasimov, tampaknya Ivan terlibat dalam kehidupan yang tidak teratur dengan makan berlebihan dan penyalahgunaan alkohol,” jelas ahli digital tersebut. “Ini pasti memperburuk kondisinya di tahun-tahun terakhirnya.”

Dia menambahkan: “Fakta menariknya adalah mereka menemukan sejumlah besar merkuri di tubuhnya, yang membuat beberapa orang mencurigainya keracunan. Namun mengingat kebiasaan pada saat itu, hal ini mungkin telah digunakan sebagai pengobatan untuk beberapa masalah kesehatan.”

Wajah ini sangat berbeda dengan pemimpin muda, yang digambarkan sebagai “tinggi, dengan rambut indah, bahu lebar, otot kuat, dan wajah menyenangkan.”

Berbekal informasi ini, ahli forensik wajah melukis potret digital menggunakan data dari donor hidup untuk memperkirakan kulit tsar di berbagai tempat di tengkoraknya.

Dia kemudian secara digital mengubah wajah kontributor tersebut hingga sesuai dengan dimensi Ivan.

“Kegagalan terakhir adalah kombinasi dari semua data ini,” kata Moraes.

Rekonstruksi yang dihasilkan – yang digambarkan Moraes sebagai “kuat” dan “tegas” – menggambarkan seorang pria botak dengan janggut dan rambut yang mulai memutih.

Wajah ini sangat berbeda dengan pemimpin muda, yang digambarkan sebagai “tinggi, dengan rambut indah, bahu lebar, otot kuat, dan wajah menawan,” menurut Moraes.

Menariknya, saat meneliti patung tersebut, sang desainer grafis menemukan bahwa apa yang disebut sebagai “manusia paling kejam dalam sejarah” mungkin tidak seburuk namanya.

“Saya menemukan sumber yang menegaskan julukan ‘mengerikan’ dan sumber lain dengan bukti berbeda, yang menunjukkan bahwa ketenaran mungkin dilebih-lebihkan, misalnya oleh musuh dan musuh,” kata Moraes.
(yn)

Sumber: nypost

Pintu Air Bendungan Tiga Ngarai Dibuka, Ribuan Orang di Chongqing Terdampak Banjir Hingga Beijing Sempat Gelap Sekejap

Wang Yanqiao – NTD

Bendungan Tiga Ngarai di Tiongkok mulai meluap, menyebabkan banjir di banyak tempat di Chongqing. Pintu airnya juga dibuka. Sudah ada 6 orang yang tewas dan ribuan orang terdampak. Pada Jumat  12  Juli sore, Beijing sempat mengalami gelap dalam sekejap dan pemerintah mengeluarkan 5 peringatan cuaca.

Baru-baru ini, sejumlah sungai di banyak tempat di Chongqing meluap dan rumah-rumah terendam banjir. Menurut laporan resmi, setidaknya hampir 7.000 orang  dari sepuluh kota dan desa terkena dampaknya. Enam orang tewas dalam hujan lebat dan banjir di Kabupaten Dianjiang. Dikarenakan pemerintah  terus-menerus menyembunyikan fakta yang sebenarnya, situasi riil mungkin lebih buruk.

Fang, seorang warga Chongqing: “Jalanan dibanjiri air setinggi 3 meter. Saya menutup pintu,  pintunya pun hanyut.”

Seorang warga Kota Puzi, Kabupaten Pengshui, Chongqing: “Lihat, pagar jalan tersapu.”

Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok secara resmi mengumumkan pada 11 Juli pukul 18:00 : “Banjir Sungai Yangtze No. 2 tahun 2024” terbentuk di hulu Sungai Yangtze. Pada hari itu, Bendungan Tiga Ngarai membuka tiga pintu air untuk meningkatkan debit banjir. Hingga  12 Juli, empat pintu air telah dibuka. 

Menurut data dari Stasiun Pemantauan Hidrologi Chongqing, dari pukul 08.00 pada tanggal 11 hingga pukul 08.00 pada tanggal 12, 29 sungai di Chongqing mengalami banjir melebihi permukaan air peringatan (over-alarm), dan 16 di antaranya bahkan mengalami banjir melebihi permukaan air peringatan. ketinggian air yang terjamin (over-garansi).

Warga Chongqing: “Kami tidak bisa turun lebih jauh lagi, jembatannya akan runtuh.”

Warga Chongqing: “Air di sini telah membanjiri bekas landasan pacu dan jalur pejalan kaki. Apakah Anda melihatnya? Kini kedalaman air perlahan naik.”

Pada  11 Juli, sebuah jembatan di Kota Jiangkou, Kabupaten Yunyang, Kota Chongqing hancur akibat banjir dan tersapu air.

Seorang pejabat pemerintah dari Kota Jiangkou, Kabupaten Yunyang, Kota Chongqing: “Harus dikatakan bahwa itu sedang dibangun. Banjir di hulu sekarang sangat deras, seperti hujan badai yang lebat.”

Seorang pedagang di sepanjang Sungai Daning di Kabupaten Wuxi, Chongqing: “Saya menerima pemberitahuan sekitar pukul 21.00,  harus segera mengungsi. Saat saya pindah, jalan utama terendam banjir sekitar 20 sentimeter. Saat saya pindah, air permukaannya terus meningkat. Ketika kami selesai bergerak, lantai pertama gedung-gedung semuanya terendam banjir.”

Seorang pedagang di sepanjang Sungai Daning di Kabupaten Wuxi, Chongqing: “Toko kami saat ini menjadi seperti ini, semuanya telah hancur. Sekarang saya hanya memiliki sedikit uang sewa yang tersisa, saya sudah tidak memiliki  apa-apa.”

Pada saat yang sama, pada 12 Juli sore, Beijing menjadi gelap sesaat,  tiba-tiba terjadi hujan lebat. Daerah setempat mengeluarkan lima peringatan akan hujan lebat, guntur dan kilat, serta angin kencang.

Warga Beijing: “Pohon tumbang!”

Warga Beijing: “Gelap total, sudah lewat jam 1 siang.” (hui)

Gedung sekolah Runtuh Saat Siswa Mengikuti Ujian di Nigeria, Menewaskan 21 Orang

NTD

Di Nigeria bagian tengah, sebuah gedung sekolah dua lantai tiba-tiba runtuh Jumat (12 Juli) saat para siswa sedang menjalani ujian, menyebabkan setidaknya 21 orang tewas. Di lokasi kejadian, masih ada siswa yang terjebak di bawah puing-puing dan menangis meminta bantuan, sementara para orang tua yang cemas berusaha mencari anak-anak mereka.

Insiden tersebut terjadi di Saint Academy, sebuah sekolah dua lantai di daerah utara Jos, Plateau State.

Kantor Berita CNA mengutip AFP yang mengatakan bahwa Wulliya Ibrahim, seorang siswa berusia 15 tahun yang terluka terbaring di ranjang rumah sakit, mengatakan: “Kurang dari lima menit setelah saya memasuki ruang kelas, saya mendengar suara, dan kemudian saya di sini… Ada banyak orang di kelas. Teman-teman, kami sedang mengikuti ujian.”

Belum diketahui penyebab ambruknya gedung sekolah, namun warga menyebut sempat terjadi hujan deras selama tiga hari.

Petugas penyelamat mencoba menggunakan alat berat untuk menyelamatkan para korban yang terjebak di reruntuhan. Video dari lokasi kejadian menunjukkan orang-orang berkumpul di samping bangunan beton yang ambruk.

“Dua puluh satu orang tewas dan 69 lainnya terluka, semuanya dibawa ke rumah sakit berbeda,” kata juru bicara Palang Merah Nuruddeen Hussain Magaji kepada AFP.

Wartawan AFP sebelumnya melihat 16 jenazah di kamar mayat dua rumah sakit di kota Hoth, semuanya mengenakan seragam sekolah.

Nigeria adalah negara berpenduduk sekitar 220 juta jiwa, adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di Afrika. Kecelakaan konstruksi sering terjadi akibat penerapan standar konstruksi yang buruk, kecerobohan dan kualitas material yang buruk. (Hui)

Resolusi PBB Disahkan, Menuntut Penarikan Pasukan Rusia dari Pembangkit Nuklir Terbesar di Ukraina

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi pada  Kamis (11 Juli) yang menuntut Rusia  mengembalikan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia ke Ukraina dan menarik pasukannya. Pada Jumat (12 Juli), di reruntuhan rumah sakit anak-anak di Ukraina yang sebelumnya dihantam serangan udara Rusia, para musisi datang mengenang mereka yang terbunuh

Zhao Fenghua dan Tian Yuan – NTD

Pada  12 Juli, di luar rumah sakit anak-anak terbesar di Kiev, ibu kota Ukraina, sebuah orkestra simfoni yang terdiri dari para musisi tampil dalam rangka memperingati para korban serangan rudal Rusia.

Herman Makarenko, konduktor Opera Nasional Ukraina:  “Kami mengenang mereka yang menjadi korban, sekaligus berterima kasih kepada para pekerja rumah sakit—pahlawan yang merawat anak-anak tidak hanya di masa perang tetapi juga di masa damai.”

Pada Senin, Rusia melancarkan serangan rudal ke Ukraina, menewaskan 44 orang di Ukraina, termasuk dua orang dewasa di Rumah Sakit Okmat.

Pada 12 Juli, Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi yang mengutuk serangan rudal Rusia terhadap Rumah Sakit Okmat, yang mengganggu perawatan pasien yang sakit kritis.

Dipimpin oleh Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Jerman, 20 negara mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia dan Tiongkok memberikan suara menentangnya.

Sehari sebelumnya, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi lainnya yang mengharuskan Rusia menarik pasukannya dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan mengembalikan sepenuhnya pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut ke Ukraina. Resolusi tersebut juga meminta Rusia agar segera menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi penting Ukraina.

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengeluarkan deklarasi bersama pada pertemuan puncak Kamis yang menyatakan bahwa Rusia adalah ancaman langsung terhadap sekutu NATO.

Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapi pada Jumat bahwa Rusia tidak bermaksud menyerang NATO dan mengklaim bahwa bantuan NATO ke Ukraina telah memperburuk ketegangan dalam perang Rusia-Ukraina.

Selain itu, parlemen Finlandia pada 12  Juli mengesahkan undang-undang yang memblokir pencari suaka dari Rusia. Sebelumnya, lebih dari 1.300 orang tiba di Finlandia dari perbatasan Rusia dan kemudian Finlandia menutup perbatasannya. (hui)

Pengantin Wanita Dipenjara Selama 11 Tahun Setelah Ditangkap pada Hari Pernikahannya

EtIndonesia. Seorang pengantin wanita mendapatkan beberapa foto yang tidak biasa untuk mengenang hari besarnya saat dia ditangkap pihak berwajib bahkan sebelum dia memotong kuenya.

Banyak lelucon tentang ‘kehilangan kebebasan’ yang sering dilontarkan pada pasangan di pesta pernikahan, dan meskipun cukup kuno, sering kali lelucon tersebut diterima dengan baik karena mereka tahu itu hanya lelucon.

Setidaknya, itulah yang sering terjadi – tetapi tidak untuk pengantin wanita dari Meksiko ini, Nancy Lizeth Rodríguez Guadarrama.

Dia benar-benar kehilangan kebebasannya ketika petugas menahannya ketika dia tiba di gereja di Meksiko di mana dia berencana menikah dengan tunangannya, Clemente Mendiola Martínez.

Penangkapannya terjadi sehubungan dengan perampokan dengan kekerasan yang terjadi pada Maret 2022, ketika seorang korban di Tenango del Valle menjadi sasaran empat orang.

Para perampok mengambil uang dari korban, namun korban berhasil mendapatkan informasi yang cukup tentang pelaku sehingga melaporkannya ke Kejaksaan. Rodríguez diidentifikasi sebagai salah satu orang yang melakukan perampokan, bersama dengan seorang wanita lain dan dua kaki tangan pria.

Jaksa melancarkan penyelidikan terhadap Rodríguez, yang mengarahkan mereka untuk mengetahui bahwa dia adalah anggota organisasi kriminal Familia Michoacana.

Petugas melacaknya ke gereja pada hari pernikahannya pada 3 Desember 2023, dan berhasil menahannya sebelum perayaan pernikahannya benar-benar dimulai.

Foto menunjukkan Rodríguez berdiri dengan borgol setelah penangkapannya, masih mengenakan gaun pengantinnya, setelah bersiap untuk hari besarnya beberapa jam sebelumnya.

Pada hari Jumat (12 Juli) lalu, Rodríguez dijatuhi hukuman 11 tahun enam bulan penjara karena perampokan dengan kekerasan tersebut, setelah jaksa berhasil memperdebatkan kasus mereka.

Sementara itu tunangannya, yang diduga pembunuh bayaran di sel Familia Michoacana, menghindari petugas saat dia berhasil melarikan diri dari gereja tempat Rodríguez ditangkap.

Pihak berwenang di Meksiko telah memburu Martínez setidaknya sejak tahun 2021, ketika mereka pertama kali menawarkan hadiah sebesar 17.000 dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Martínez sedang diselidiki oleh polisi karena memeras pedagang ayam lokal di Lembah Toluca, serta kejahatan yang lebih kejam termasuk beberapa penculikan dan pembunuhan di daerah tersebut.

Namun, penyelidikan keberadaan Martínez tiba-tiba berakhir ketika dia ditemukan tewas di mobilnya di Villa Guerrero, Meksiko.

Ada lebih dari 200 selongsong peluru ditemukan di lokasi kejadian, meski tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematiannya. (yn)

Sumber: unilad