Pria di Hunan, Tiongkok  Menyembelih Bebek Saat Imlek, Menemukan Banyak Butiran Emas di Dalam Perutnya

EtIndonesia. Seorang pria di Hunan, Tiongkok menemukan sejumlah butiran berwarna emas di dalam perut seekor bebek saat menyembelih bebek peliharaannya sendiri pada perayaan Tahun Baru. Setelah pemeriksaan awal, butiran tersebut dipastikan merupakan emas asli.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, seorang pria bermarga Liu dari Shaoyang menyembelih bebek yang dipeliharanya secara dilepas (bebas berkeliaran) saat Tahun Baru Imlek. Ketika dibelah, ia menemukan cukup banyak butiran berwarna emas di dalam perut bebek tersebut. Setelah diuji dengan cara dibakar dan tidak mengalami perubahan warna, butiran itu dinilai sebagai emas asli, dengan berat total kurang dari 0,5 gram.

Tuan Liu mengatakan bahwa emas tersebut beratnya sekitar dua qian (satuan tradisional Tiongkok). Ia menjelaskan bahwa di sungai sekitar tempat tinggalnya pernah dilakukan penambangan emas. Karena bebek-bebek tersebut dibiarkan mencari makan sendiri di sungai, kemungkinan emas itu tertelan saat bebek sedang mencari makanan.

“Saya juga sudah bertanya kepada orang-orang tua di rumah. Mereka bilang kejadian seperti ini sebenarnya tidak aneh. Menemukan emas di perut bebek bukan pertama kalinya terjadi, orang lain juga pernah mengalami hal serupa, hanya saja jumlah yang saya temukan kali ini lebih banyak,” ujar Liu.

Warganet di Tiongkok pun ramai berkomentar, antara lain:
“Ini namanya ya jin (emas bebek / ‘menekan emas’).”
“Ini bebek pembalas budi!”
“Bebek ini ternyata tidak dipelihara sia-sia.”
“Bebek pembawa rezeki malah disembelih.”
“Ya ampun, beruntung sekali. Penasaran siapa sebenarnya pemilik sah butiran emas ini.”

Editor penanggung jawab: Li Siya

Tragedi Imlek di Tiongkok! Sekitar 20 Anggota Keluarga Berziarah di Jalan Raya, Mobil Menabrak Kerumunan, Banyak Korban Tewas dan Terluka

EtIndonesia. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengerikan terjadi di Gansu pada hari ketiga Tahun Baru Imlek. Sekitar 20 anggota sekeluarga sedang membakar kertas persembahan di jalan raya pada malam hari untuk berziarah kepada leluhur, ketika sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menerobos ke tengah kerumunan, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Seorang siswi SMA hingga kini masih menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Menurut laporan media daratan Tiongkok, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 pada 19 Februari, hari ketiga Tahun Baru Imlek. Keluarga Tuan Liu, berjumlah hampir 20 orang, sedang melakukan ritual membakar kertas persembahan di sebuah ruas jalan di Lanzhou, tepatnya di Yuzhong County, Gaoya Town. Tradisi ini telah dilakukan oleh keluarga mereka selama puluhan tahun.

Tuan Liu mengatakan, saat kejadian ada anggota keluarga yang berlutut membakar kertas persembahan, sementara yang lain berdiri di samping. 

Beberapa orang bahkan menyalakan senter berlampu sangat terang untuk memberi isyarat kepada kendaraan yang melintas agar memperlambat laju dan menghindar. Namun, sebuah sedan tiba-tiba menerobos masuk ke kerumunan, menyebabkan korban yang sangat serius.

Seorang anggota keluarga mengenang bahwa kecelakaan itu terjadi begitu tiba-tiba, hanya dalam hitungan satu detik, sehingga orang-orang yang sedang berziarah sama sekali tidak memiliki waktu untuk menghindar.

Dalam insiden ini, dua orang meninggal dunia, masing-masing seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun dan seorang laki-laki berusia 24 tahun. Keduanya memiliki hubungan bibi dan keponakan, serta sama-sama anggota keluarga yang sedang mengikuti ritual. Tiga orang mengalami luka berat dan dilarikan ke tiga rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan darurat. Di antaranya terdapat seorang gadis berusia 19 tahun yang sedang duduk di kelas tiga SMA dan hingga kini masih dirawat di ICU. Selain itu, beberapa korban luka ringan juga menjalani perawatan lanjutan di berbagai rumah sakit.

Gambar yang beredar di internet menunjukkan bahwa kendaraan yang terlibat adalah sebuah sedan berwarna perak dengan plat nomor dari Kota Dingxi, Provinsi Gansu.

Petugas polisi lalu lintas yang menangani penyelidikan di lokasi menyampaikan kepada keluarga korban bahwa mobil yang terlibat tidak memiliki asuransi, sehingga kompensasi pasca kecelakaan berpotensi menjadi masalah besar. 

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, semua jenis jalan tidak memperbolehkan aktivitas yang menutup atau menguasai badan jalan. Kegiatan ritual seperti berziarah yang mengganggu keselamatan lalu lintas dianggap sebagai pelanggaran hukum.

Peristiwa ini memicu perdebatan publik. Banyak warganet Tiongkok menilai bahwa berziarah di jalan raya sangat berbahaya. Ada yang berkomentar, “Menghormati leluhur itu benar, tapi leluhur juga tidak ingin keturunannya berziarah di tempat berbahaya.”

Komentar lain menyebut, “Kalau ada sedikit saja kesadaran keselamatan, tragedi ini tidak akan terjadi,” serta, “Tempatnya begitu luas, tapi justru memilih jalan raya, lagi pula malam hari—cepat atau lambat pasti akan terjadi kecelakaan.”

Editor penanggung jawab: Wen Bin

Israel Melancarkan Serangan Pendahuluan Terhadap Iran, Keadaan Darurat Nasional Diberlakukan

EtIndonesia. Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman keamanan. Keadaan darurat nasional telah diumumkan karena risiko serangan balasan, dan warga diimbau untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, menurut The Times of Israel, yang mengutip Menteri Pertahanan Israel Israel Katz.

Rincian serangan dan langkah-langkah keamanan

Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan pemberlakuan “keadaan darurat segera di seluruh negeri”. Menurutnya, serangan pendahuluan terhadap Iran diperlukan untuk menetralisir ancaman yang ada terhadap negara Israel.

Sirene saat ini berbunyi di seluruh negeri. Komando Pertahanan Dalam Negeri IDF telah mendesak warga sipil untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan bom dan menghindari perjalanan yang tidak perlu karena situasi keamanan yang tegang.

Panduan untuk warga sipil

Angkatan Pertahanan Israel menekankan bahwa “peringatan proaktif” bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan serangan rudal di wilayah Israel.

Tentara mengatakan bahwa saat ini, tidak perlu memasuki tempat perlindungan. Tetapi warga harus mengetahui lokasi tempat perlindungan terdekat.

Eskalasi di Timur Tengah

Di tengah situasi yang meningkat pesat di Timur Tengah, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mempertimbangkan skenario yang dapat mengubah jalannya peristiwa dalam beberapa minggu mendatang.

Di Gedung Putih, ada keyakinan bahwa akan menguntungkan secara politik bagi Amerika Serikat jika Israel mengambil langkah militer pertama. Penasihat presiden berpendapat bahwa langkah tersebut akan memberi Washington posisi yang lebih kuat jika terjadi operasi skala besar.

Pada saat yang sama, perkembangan diplomatik menunjukkan manuver yang tidak terduga. Selama pembicaraan Februari di Oman, Teheran dilaporkan menawarkan untuk mentransfer persediaan uranium yang sangat diperkaya ke Rusia — cukup untuk dua belas hulu ledak nuklir. Pejabat Iran juga mengisyaratkan kemungkinan pembekuan pengayaan uranium selama tiga tahun.

Terlepas dari sinyal-sinyal menuju dialog ini, situasi tersebut berada di ambang konflik global. Sementara Washington secara resmi mempertimbangkan opsi untuk melawan program rudal Iran, sumber-sumber di kalangan Amerika semakin mencatat bahwa pengaruh diplomatik hampir habis.(yn)

Titik Beku di Dalam Hati

EtIndonesia. Di sebuah perusahaan kereta api, ada seorang petugas penyusun gerbong bernama Nick. Dia dikenal rajin, teliti, dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaannya.

Namun Nick memiliki satu kelemahan besar— dia sangat pesimis. Dia terbiasa melihat dunia dari sisi negatif dan selalu membayangkan kemungkinan terburuk dalam hidupnya.

Suatu hari, seluruh karyawan perusahaan terburu-buru pulang lebih awal untuk menghadiri pesta ulang tahun bos mereka. Dalam kekacauan itu, Nick tanpa sengaja terkunci di dalam sebuah gerbong pendingin yang sedang diperbaiki.

Awalnya dia mengetuk dan berteriak sekuat tenaga. Tangannya memerah dan membengkak karena terus memukul pintu, suaranya serak karena berteriak minta tolong. Tetapi kantor sudah kosong. Tidak ada satu pun yang mendengar.

Akhirnya dia terduduk lemas di lantai.

Ketakutan mulai menguasai pikirannya.

“Ini gerbong pendingin… pasti suhunya sangat rendah… kalau aku tidak keluar, aku akan mati membeku…”

Semakin dia berpikir, semakin besar rasa takutnya. Dalam kondisi gemetar, dia mengambil kertas dan pena, lalu menulis surat wasiat.

Keesokan paginya, para karyawan datang bekerja. Saat membuka gerbong, mereka terkejut melihat Nick tergeletak tak bernyawa.

Yang membuat semua orang semakin bingung adalah— sakelar pendingin tidak pernah dinyalakan. Udara di dalam cukup. Suhu di dalam gerbong tetap berada di angka 61 derajat Fahrenheit (sekitar 16°C).

Nick bukan mati karena suhu dingin. Dia mati karena “titik beku” di dalam hatinya.

Ketika seseorang sudah menghukum dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa dia akan mati, maka peluang untuk bertahan pun ikut hilang.

Renungan

Keyakinan adalah kondisi batin. Orang yang memiliki keyakinan tidak mudah runtuh dalam sekejap. Sebaliknya, orang yang kehilangan harapan bisa hancur bahkan dalam keadaan yang sebenarnya aman.

Coba kita tanyakan pada diri sendiri:

Berapa kali kita sudah menyerah sebelum mencoba?

  • “Aku pasti gagal.”
  • “Ini terlalu sulit.”
  • “Tidak mungkin berhasil.”

Sering kali yang mengalahkan kita bukanlah keadaan,  melainkan pikiran kita sendiri.

Lingkungan bukan musuh utama. Ketika hati sudah menyerah, bantuan sebesar apa pun terasa sia-sia.

Sudut Pandang Lain

Ada juga yang menganggap cerita ini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seseorang membeku dalam gerbong yang tidak dinyalakan?

Beberapa kemungkinan bisa dipikirkan:

Pertama, mungkin pendingin sempat aktif sebelum dimatikan, dan Nick meninggal sebelum suhu kembali normal.
Kita tahu, lemari pendingin tidak langsung hangat ketika listrik dimatikan.

Kedua, kemungkinan terjadi kondisi kehilangan panas tubuh (hipotermia) akibat kepanikan ekstrem. Ketakutan berat dapat mengganggu sistem tubuh hingga menyebabkan kematian.

Ketiga, efek sugesti psikologis. 

Ada eksperimen yang menunjukkan bahwa keyakinan kuat bisa memengaruhi kondisi fisik. Ketika seseorang benar-benar percaya dirinya sedang sekarat, tubuhnya bisa mengalami kegagalan fungsi.

Apa pun kebenarannya, pesan cerita ini tetap sama:

Tekad dan pikiran manusia sangat memengaruhi hidupnya.

Pesan untuk Kita

Ada sebuah kalimat bijak:

Manusia bisa kehilangan apa saja dan memulai kembali. Tetapi jika kehilangan semangat juang, maka ia kehilangan segalanya.

Dunia mungkin terasa dingin. Tetapi yang paling berbahaya adalah ketika hati ikut membeku.

Saat kamu menghadapi kesulitan, tanyakan pada dirimu:

Apakah ini benar-benar jalan buntu? Ataukah aku hanya dikuasai ketakutan?

Selama hati masih hangat dan percaya, bahkan dalam situasi paling sulit pun, selalu ada kemungkinan untuk bertahan.

Karena sering kali, yang mengurung kita bukanlah tembok, melainkan pikiran kita sendiri.(jhn/yn)

Pejabat Partai Komunis Tiongkok Gunakan ChatGPT, Aksi Intimidasi Global Terungkap Secara Tak Terduga

EtIndonesia. Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa dalam insiden bentrokan antara personel kapal cepat AS dan petugas perbatasan Kuba yang terjadi di perairan lepas pantai Kuba pada Rabu (25 Februari), dari empat orang yang tewas, setidaknya satu adalah warga negara Amerika Serikat, dan satu korban luka juga merupakan warga AS.

Di sisi lain, OpenAI pada Rabu (25/2) merilis laporan terbaru yang mengungkap bahwa pasukan siber Partai Komunis Tiongkok (PKT) berupaya memanfaatkan ChatGPT untuk merencanakan dan mendokumentasikan operasi represi lintas negara, termasuk menyamar sebagai pejabat AS, memalsukan dokumen hukum, serta menyebarkan informasi palsu. 

Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi ini menunjukkan ciri berskala besar dan “terindustrialisasi”, yang dinilai sebagai eskalasi baru dalam praktik represi lintas batas PKT.

Menurut laporan OpenAI, seorang aparat penegak hukum PKT menggunakan ChatGPT sebagai buku harian, untuk mencatat secara rinci dan merencanakan berbagai operasi represi lintas negara—memicu kekhawatiran luas akan penyalahgunaan kecerdasan buatan.

Laporan itu mengungkap, dalam salah satu kasus, aparat tersebut menyamar sebagai pejabat imigrasi AS.  Bahkan, memperingatkan seorang pembangkang Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, dengan mengklaim bahwa pernyataan publiknya berpotensi melanggar hukum.

Dalam kasus lain, pengguna tersebut meminta ChatGPT memalsukan dokumen pengadilan AS guna menipu sebuah perusahaan media sosial Amerika agar menutup akun seorang pembangkang Tiongkok. Ia juga memalsukan kabar kematian pembangkang tersebut, dengan tujuan menciptakan kekacauan dan tekanan psikologis.

OpenAI menyatakan, operasi ini mungkin melibatkan ratusan operator PKT, serta ribuan akun palsu yang beroperasi di berbagai platform media sosial.

Kepala peneliti OpenAI, Nimo, mengatakan bahwa ini merupakan bentuk terbaru represi lintas negara yang dilakukan PKT saat ini.

Analisis menilai, di tengah meningkatnya persaingan kecerdasan buatan antara AS dan Tiongkok, PKT memanfaatkan AI untuk memperkuat operasi informasi, yang secara serius merugikan kepentingan negara lain.

 “Ketika mereka menggunakan media daring untuk menyerang seseorang, itu menjadi sesuatu yang sulit dicegah,” kata pengamat isu terkini Xing Tianxing. 

Mantan pengacara Tiongkok sekaligus akademisi independen Lai Jianping mengatakan : “Ini jelas merupakan tindakan yang melanggar prinsip dasar hukum internasional dan norma hubungan internasional. Bukan hanya campur tangan terhadap urusan dalam negeri negara lain, tetapi juga pelanggaran berat terhadap hukum HAM internasional.”

Wakil Ketua Federasi Demokrasi Tiongkok Kanada, Sheng Xue, menilai:  “Menyamar sebagai pejabat imigrasi AS untuk mengintimidasi pembangkang yang tinggal di Amerika—ini bukan sekadar perang opini publik. Ini setara dengan memalsukan identitas pejabat negara lain untuk melakukan ancaman penegakan hukum.”

Pengamat juga membandingkan operasi semacam ini dengan ‘kantor polisi rahasia luar negeri’ PKT yang sebelumnya terungkap, dan menilai bahwa operasi intimidasi dan pengaruh berbasis daring ini lebih berbahaya, serta lebih sulit diawasi dan dicegah.

Sheng Xue menambahkan:  “Ini lebih berbahaya daripada kantor polisi luar negeri, karena lebih tersembunyi, lebih menyesatkan, dan lebih merusak. Ini adalah lembaga penegakan hukum virtual di ruang digital yang tanpa batas. Intimidasi dilakukan secara daring, penetrasi platform juga tanpa batas—baik sasarannya pembungkaman pembangkang, kelompok Mongol, Uighur, Tibet, atau Falun Gong—semuanya dapat dilakukan dengan menghindari prosedur hukum setempat.”

Selain itu, laporan Reuters menyebutkan bahwa sebuah yayasan Amerika Serikat merilis laporan terbaru yang menyatakan PKT menggunakan AI untuk memperluas operasi pengaruh di luar negeri, dengan target mencakup politik Asia dan Amerika Serikat, termasuk pemilu Jepang serta isu politik AS yang terkait dengan Donald Trump.

Menanggapi hal ini, Komite Khusus Kongres AS untuk Menghadapi Partai Komunis Tiongkok menyatakan di platform X bahwa mereka telah mencermati temuan terbaru OpenAI dan akan terus memantau serta mengungkap ancaman-ancaman terkait.

Laporan oleh wartawan NTD Chen Yue dan Chang Chun

Serangan Fasilitas Nuklir Dapat Dihindari? Iran Menyetujui Persyaratan Program Nuklir

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengatakan Iran telah setuju untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya dan mengizinkan inspektur IAEA mengakses fasilitas nuklir untuk memverifikasi kepatuhan, menurut CBS.

Pengurangan uranium dan pengawasan internasional

Albusaidi mengatakan Teheran berkomitmen untuk “tidak akan pernah memiliki … material nuklir yang dapat digunakan untuk membuat bom,” menggambarkan langkah tersebut sebagai pencapaian besar.

Dia menyatakan persediaan yang ada akan diproses hingga tingkat terendah dan diubah menjadi bahan bakar, sehingga prosesnya tidak dapat dibalik.

Menteri tersebut menekankan bahwa Iran siap memberikan akses penuh kepada inspektur ke fasilitas nuklir.

“Tidak akan ada akumulasi, tidak ada penimbunan, dan verifikasi penuh,” katanya.

Posisi AS dan langkah selanjutnya

Pernyataan tersebut muncul ketika Presiden AS, Donald Trump terus mempertimbangkan opsi militer potensial.

Sebelum berangkat ke Texas, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa belum ada keputusan tentang penggunaan kekuatan yang dibuat dan menyatakan frustrasi dengan lambatnya dialog dengan Teheran.

Ketika ditanya tentang risiko serangan, Albusaidi mengatakan dia berharap serangan dapat dihindari dan bahwa kedua pihak membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan detailnya.

Konsultasi teknis dijadwalkan pada hari Senin di Wina, dan menteri luar negeri Oman berharap dapat segera bertemu dengan perwakilan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Sebelumnya, pada 26 Februari, komandan Timur Tengah AS, Brad Cooper menyampaikan kepada Trump kemungkinan skenario militer yang melibatkan Iran.

Inggris dan Amerika Serikat juga telah mulai mengevakuasi beberapa staf diplomatik dan anggota keluarga dari Iran dan Israel di tengah memburuknya kondisi keamanan di kawasan tersebut.(yn)

Xiaomi SU7 Tabrakan Lalu Terbakar, Pengemudinya Tewas

EtIndonesia. Laporan Pendapat Ahli Forensik Yudisial terkait insiden ledakan-kebakaran Xiaomi SU7 Ultra di Tianfu Avenue, Chengdu, baru-baru ini terungkap ke media dan merekonstruksi sejumlah detik krusial terakhir sebelum tragedi. 

Menyusul itu, keluarga korban menunjuk firma hukum untuk menerbitkan “Pernyataan Pengacara” yang mengungkap lebih rinci soal penetapan tanggung jawab, penyebab kematian pemilik kendaraan, serta kegagalan pintu terbuka—kembali memicu sorotan publik atas keselamatan mobil listrik Xiaomi.

Kronologi singkat

Pada 13 Oktober 2025, sebuah Xiaomi SU7 Ultra mengalami kecelakaan lalu lintas di Tianfu Avenue. Kendaraan menabrak pembatas jalan, kemudian cepat terbakar dan meledak. 

Pintu mobil terkunci dan tidak bisa dibuka, sehingga pengemudi tewas terpanggang. Peristiwa ini memicu perdebatan soal desain pintu, risiko keselamatan baterai, dan tanggung jawab pabrikan.

Pernyataan pengacara

Atas kuasa keluarga almarhum Deng (31), Sichuan Yafeng Law Firm pada 25 Februari merilis pernyataan yang merinci tiga fokus utama publik dalam insiden “10·13 kebakaran mandiri Xiaomi SU7 Chengdu”:

  1. Sebelum kecelakaan: Kecepatan kendaraan jauh melebihi batas. Pengemudi sempat tiga kali mengerem sebelum tabrakan, namun dua pengereman awal nyaris tidak efektif.
  2. Sesudah tabrakan: Hanya 9 detik kemudian, sistem listrik tegangan rendah terputus, fungsi pelepas elektrik pada gagang pintu gagal, sehingga pintu terkunci dan tidak dapat dibuka dari luar.
  3. Penyebab kematian: Korban meninggal akibat terbakar setelah kendaraan terbakar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Surat Penetapan Kecelakaan Lalu Lintas hanya membedakan tanggung jawab utama/sekunder pengemudi dalam kecelakaan, tanpa hubungan sebab-akibat langsung dengan hasil kematian—sehingga bukan penetapan final penyebab kematian maupun tanggung jawab akhir. Masih ada fakta kunci yang belum terungkap, termasuk mengapa kendaraan cepat terbakar pasca-benturan.

Keluarga korban kini mengajukan permohonan resmi ke lembaga negara terkait untuk:

  • Menguji kemungkinan anomali pengereman atau hilangnya kendali (oversteer/berputar) sebelum tabrakan;
  • Melakukan penyelidikan menyeluruh atas kebakaran pasca-benturan.

Keterangan kepolisian & saksi

Sebelumnya, Chengdu Public Security Bureau menyampaikan bahwa pada dini hari 13 Oktober 2025 terjadi kecelakaan di segmen selatan Tianfu Avenue. Mobil yang dikemudikan Deng menabrak kendaraan di depannya, lalu melintasi median hijau dan terbakar; Deng dinyatakan meninggal.

Sejumlah video di internet menunjukkan warga yang melintas berusaha menolong. Pintu tidak bisa dibuka, ada yang mencoba memecahkan kaca namun gagal. Api cepat membesar. Petugas pemadam akhirnya memotong pintu dengan gergaji listrik, tetapi pengemudi sudah meninggal dunia. 

Tuntutan keluarga

Keluarga menilai desain tombol pelepas elektrik tanpa tuas mekanis eksternal menyebabkan pintu tak bisa dibuka ketika listrik terputus pasca-benturan, menjadi faktor penting gagalnya evakuasi. Mereka menuntut pabrikan ikut bertanggung jawab. 

Hingga kini, belum tercapai kesepakatan ganti rugi dengan pihak Xiaomi Auto.

(Reporter: He Yating | Editor penanggung jawab: Lin Qing)

Delapan Butir Telur Mengalahkan Cinta

EtIndonesia. Sebelum menikah, kebanyakan pria suka bersikap manis di hadapan wanita. Saat mengajak makan, mereka akan bertanya: “Kamu suka makan apa?” Lalu memesan sesuai selera si gadis. Bahkan sibuk menyuapi dan berkata: “Makan yang banyak ya.”

Ketika si gadis bertanya manis: “Kenapa kamu tidak makan?” Jawabannya pun romantis:“Melihatmu saja sudah cukup.”

Namun setelah menikah, keadaan sering berbalik.

Wanita berusaha keras memikirkan makanan kesukaan suaminya, memasaknya dengan penuh perhatian. 

Lalu bagaimana dengan sang pria? Dia mencicipi sedikit, lalu berkata: “Keasinan.” Atau : “Kurang rasa.” Dan menyingkirkannya.

Jika ada ikan, daging, udang, atau kepiting di rumah, biasanya wanita akan mendahulukan anak, lalu suami. Jika masih tersisa sedikit, barulah dia mencicipinya. Jika tidak ada, dia pun rela tidak makan.

Itulah kebajikan tradisional wanita Tiongkok.

Ayah dan ibu saya adalah pasangan teladan. Jika makan sesuatu yang enak, mereka selalu saling mempersilakan.

Jika ada udang atau kepiting, ayah tidak pernah menyentuhnya. Dia selalu berkata tidak suka, meski kami tahu dia sebenarnya hanya tidak tega memakannya.

Ketika makan telur asin, bagian kuningnya sering berpindah dari satu mangkuk ke mangkuk lain—saling menyodorkan.

Saya selalu mengagumi ayah seperti itu.

Zi Yue adalah pacar saya. Kami serasi dan seolah ditakdirkan bersama. Saya pernah yakin dialah pria yang paling cocok untuk saya.

Dia hanya punya satu kekurangan: egois.

Dan keegoisannya paling tampak saat makan.

Jika dia menyukai suatu makanan, dia tidak memedulikan siapa pun—termasuk saya.

Mungkin karena kebiasaan keluarga? Semua pria di keluarganya seperti itu—dimanjakan oleh para wanita.

Saya sangat tidak menyukai kebiasaannya. Seorang pria dewasa yang begitu rakus saat melihat makanan, menunduk tanpa peduli, menyuap terus tanpa henti—sulit saya pahami.

Misalnya, ketika kami makan makanan kaleng (biasanya saya yang membelinya), dia memegang toples dan makan dengan lahap. Kadang menyuapi saya satu potong kecil, tapi dengan tatapan seolah saya merebutnya darinya. Dia makan cepat dan bersih—hingga kuah pun tak tersisa. Lalu pergi, meninggalkan saya dalam kecanggungan.

Saat kami memasak ayam, bagian terbaik selalu dia ambil lebih dulu. Dia tidak pernah sungkan. Bahkan jika tidak diambilnya, saya pun tidak tega memakannya sendiri.

Dia sangat suka ampela ayam. Sebenarnya saya juga suka. Suatu hari saya mengambil satu potong untuk diri saya sendiri. Dia langsung melihat dan berkata: “Kenapa kamu makan ampelaku?”

Saya terdiam. Bahkan merasa bersalah—seolah mencuri sesuatu.

Di musim dingin, semangka mahal. Dia suka sekali.

Karena kami hanya pekerja biasa dengan gaji pas-pasan, saya selalu berkata tidak suka agar dia bisa memakannya.

Dia membelah semangka dan memakannya dengan sendok. Suara sendoknya terdengar jelas. Saya menelan ludah diam-diam, tidak pernah meminta.

Suatu hari, dia tidak sanggup menghabiskan semuanya dan meninggalkan sedikit. Saat membersihkan meja, saya melihat masih ada sedikit daging merah. Sayang jika dibuang, jadi saya habiskan.

Ketika dia kembali dan mencari semangka, saya berkata: “Tadi tinggal sedikit. Kupikir kamu tidak mau, jadi aku habiskan.”

Dia hampir marah besar: “Tinggal sedikit? Setengahnya masih ada!”

Saya kembali merasa hina.

Pernah suatu kali dia membeli empat tusuk sate hati kambing dan menunggu saya di mobil. Karena saya terlambat, dia memakan semuanya.

Ketika saya masuk mobil dan mencium aroma sate, saya bertanya. Dia berkata santai: “Siapa suruh kamu lama!”

Hati saya terasa perih.

Suatu hari saya berkata padanya: “Aku ingin bercerita.”

Di masa Revolusi Kebudayaan, ada sepasang mahasiswa yang saling mencintai. Sang gadis adalah putri pejabat, sedangkan pemuda itu anak petani.

Ayah gadis itu memisahkan mereka dengan memindahkan si pemuda ke daerah terpencil. Gadis itu memutuskan ikut, meski harus memutus hubungan dengan keluarganya.

Mereka hidup miskin tapi bahagia bersama.

Suatu hari, saat Festival Pertengahan Musim Gugur, mereka hanya mendapat satu kue bulan.

Pemuda itu membagi dua dan memakan bagian miliknya lebih dulu. Lalu dia berpikir: “Jika gadis itu pulang, dia pasti tidak tega memakan seluruh bagiannya. Dia akan membaginya lagi untukku.” Maka dia memakan setengah dari bagian gadis itu.

Akhirnya, tanpa sadar, dia menghabiskan seluruh kue.

Ketika gadis itu pulang dan bertanya tentang kue bulan, pemuda itu mengaku telah memakannya semua.

Gadis itu sangat kecewa. Dan hubungan mereka pun berakhir karena sepotong kue bulan.

Saya menutup cerita itu dengan berkata: “Banyak cinta yang tak bisa dihancurkan oleh dunia, tapi runtuh karena hal kecil seperti sepotong kue bulan.”

Dia menatap saya tanpa mengerti. Dan hati saya mulai goyah.

Suatu hari di bulan Mei, saya pergi ke rumahnya. Orangtuanya tidak ada. Dia berkata ingin makan telur orak-arik.

Saya memecahkan delapan butir telur. Saya tambahkan daun bawang, garam, air, dan dua sosis. Saya tumis hingga harum memenuhi ruangan. Satu mangkuk besar penuh.

Saya berkata: “Aku rebus mie instan ya, nanti kita makan bersama.”

Saya berlari keluar dengan harapan dia akan menyuapi saya sesendok besar telur.

Namun saya terpaku. Mangkuk itu kosong bersih. Tak ada sisa sedikit pun. Dia duduk santai membaca majalah. Saat itu saya mengerti. Bukan karena dia rakus. Tapi karena di hatinya, hanya ada dirinya sendiri. Jika di hatinya tidak ada saya, untuk apa saya bertahan?

Saya menyajikan mie instan di hadapannya dan berkata : “Silakan makan pelan-pelan. Mulai sekarang, tak perlu takut ada yang merebut makananmu. Karena aku memutuskan untuk meninggalkanmu.”

Mungkin dia tidak pernah mengerti kesalahannya. Namun itu bukan lagi urusan saya. Saya pulang, memecahkan delapan butir telur, mencampurnya dengan air mata, dan memakannya sendirian.

Hikmah Cerita

Kadang cinta tidak runtuh karena pengkhianatan besar. Dia bisa runtuh karena hal kecil—yang diulang-ulang. Bukan soal makanan. Bukan soal telur. Tapi soal perhatian.

Cinta bukan hanya tentang perasaan besar dan kata-kata manis. Dia hidup dari hal-hal sederhana: mau berbagi, mau peduli, mau memikirkan orang lain.

Karena yang menguatkan cinta belum tentu tindakan spektakuler. Dan yang menghancurkannya pun belum tentu luka besar.Kadang, hanya delapan butir telur sudah cukup.(jhn/yn)

Nenek di Guizhou, Tiongkok Menangis : Cucunya Berusia 13 Tahun Ditipu ke Kamp Penipuan

Seorang perempuan lansia di Guizhou mengunggah video di Douyin, sambil menangis mengadukan bahwa cucunya yang berusia 13 tahun telah ditipu dan dibawa ke Asia Tenggara. Namun, pihak platform justru membatasi penyebaran dan memblokir video tersebut dengan alasan “melindungi privasi pelaku perdagangan manusia”. Warganet pun menyindir, “Sekarang tahu kan siapa backing di balik kamp penipuan itu?”

EtIndonesia. Pada 25 Februari, video seorang nenek dari Liupanshui diunggah ke Douyin. Dalam video itu, ia menceritakan bahwa putranya telah meninggal dunia dan menantunya pergi, sehingga ia hidup berdua dengan cucunya.

Pada tahun 2023, saat cucunya masih duduk di kelas dua SMP, anak tersebut ditipu oleh seorang penipu dan dibawa ke kawasan penipuan di Asia Tenggara. Karena mencoba melarikan diri, ia mengalami penyiksaan. Sejak saat itu, tidak ada kabar apa pun—hingga kini sudah lebih dari dua tahun.

Tangkapan layar yang dibagikan warganet menunjukkan bahwa hanya karena sang nenek menampilkan foto dan nama pelaku penipuan, Douyin menilai video tersebut “melanggar aturan karena membocorkan privasi orang lain” dan menjatuhkan sanksi pembatasan jangkauan.

Pengunggah video mengajukan banding dengan alasan bahwa pelaku tersebut sudah masuk daftar buronan internasional dan melarikan diri ke kamp penipuan di Asia Tenggara—lalu privasi apa lagi yang perlu dilindungi? Namun banding itu ditolak dan sanksi tetap berlaku.

Warganet pun mengecam keras, dengan komentar seperti:
“Siapa sebenarnya bos di balik kamp penipuan itu?”
“Para pelaku penjualan organ dan ‘pemerintah’ ternyata satu kubu.”

Sebelumnya, seorang pria dari Jiangsu nyaris tewas saat melarikan diri dari kamp penipuan di Myanmar. 

Setelah kembali ke Tiongkok dan mengunggah video yang membongkar pelaku yang menipunya, videonya justru dihapus oleh Douyin setelah menerima laporan dari pihak pelaku.

Baru-baru ini juga, seorang gadis berusia 17 tahun dari Yancheng ditipu dan dibawa ke Kamboja. Keluarganya menerima telepon pemerasan dari kamp penipuan yang menuntut tebusan 50.000 dolar AS, dengan ancaman anak tersebut akan dijual ke tempat hiburan jika uang tidak dibayar.

(Editor penanggung jawab: Chen Zhenjin)

Seorang Perempuan Berusia 24 Tahun di Tiongkok Melahirkan Bayi Kembar Lima

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang perempuan berusia 24 tahun di daratan Tiongkok berhasil melahirkan bayi kembar lima dengan selamat. Menurut statistik medis, peluang manusia untuk mengandung kembar lima secara alami hanya sekitar satu dari 60 juta kasus.

Menurut laporan Hubei Daily, pada 26 Februari dini hari, perempuan asal Xinjiang bernama Dili melahirkan lima bayi (satu laki-laki dan empat perempuan) di Zhongnan Hospital of Wuhan University. Bayi terberat memiliki berat 1.030 gram, sedangkan yang teringan hanya 870 gram. Kelimanya tergolong bayi dengan berat lahir sangat rendah.

Sekitar pukul 23.30 pada 25 Februari, Dili menunjukkan tanda-tanda ketuban pecah dini. Rumah sakit segera mengaktifkan prosedur operasi caesar darurat. Sekitar pukul 02.00 dini hari tanggal 26 Februari, operasi dimulai, dan tim medis berhasil membantu kelahiran kelima bayi secara berurutan.

Berat masing-masing bayi adalah:

  • Anak pertama (laki-laki): 990 gram
  • Anak kedua (perempuan): 1.020 gram
  • Anak ketiga (perempuan): 970 gram
  • Anak keempat (perempuan): 1.030 gram
  • Anak kelima (perempuan): 870 gram

Nilai APGAR seluruh bayi berada di atas 6 poin, dengan tanda-tanda vital relatif stabil. Kondisi Dili pascaoperasi juga baik dan kini telah dipindahkan ke ruang perawatan umum.

Dili diketahui menderita sindrom ovarium polikistik, yang membuatnya sulit hamil dan berisiko tinggi mengalami keguguran. 

Pada Agustus tahun lalu, ia berhasil hamil secara alami, yang membawa kebahagiaan besar bagi keluarganya. Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa ia mengandung bayi kembar banyak, yang tergolong kehamilan berisiko tinggi dengan kemungkinan komplikasi serius bagi ibu dan bayi.

Dili mengungkapkan, setelah pulang ke rumah ia mencari informasi tentang kehamilan kembar banyak secara daring dan mengetahui bahwa kondisinya berisiko menyebabkan perdarahan hebat serta komplikasi lain, sehingga ia merasa semakin cemas. Ia pun berupaya mencari dokter dan rumah sakit yang berpengalaman.

Melalui konsultasi daring, dokter dari Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan sempat menyarankan pengurangan jumlah janin. Namun, pasangan tersebut menolak karena menganggap setiap kehidupan sangat berharga dan khawatir pengurangan janin justru membahayakan janin lainnya.

Pada 27 Februari, ayah dari bayi kembar lima tersebut mengatakan kepada media Jimu News bahwa nama kelima anak telah ditentukan: Yunus, Miheriya, Miherima, Zamire, dan Zafare. Ia mengatakan nama-nama itu dipilih karena mudah diucapkan dan diingat. Ia juga menyampaikan pesan kepada istrinya: “Kamu sudah sangat berjuang. Saat pulang nanti, aku akan memberimu emas dan memasakkan pilaf serta baozi panggang kesukaanmu.”

Dokter menyatakan bahwa bayi prematur dengan usia kehamilan kecil dan berat badan rendah harus melewati berbagai tantangan, termasuk pernapasan, infeksi, dan pemenuhan nutrisi. Tim medis akan memantau secara ketat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Dokter juga mengingatkan bahwa kehamilan dan persalinan kembar banyak tidak dianjurkan, karena termasuk kehamilan berisiko tinggi dengan potensi komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Ibu hamil disarankan melakukan pemeriksaan prenatal dan pemantauan kehamilan secara rutin demi keselamatan bersama.

Data medis menunjukkan bahwa peluang kelahiran kembar lima dari kehamilan alami di dunia hanya sekitar satu dari 60 juta, sehingga tergolong sangat langka.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kelahiran kembar lima juga terjadi di berbagai negara:

  • 5 Juli 2024, sepasang suami istri muda di Laurel, Amerika Serikat, berhasil melahirkan kembar lima secara alami (dua bayi laki-laki dan tiga perempuan).
  • 20 September 2024, seorang ibu berusia 30-an di Korea Selatan melahirkan kembar lima (tiga laki-laki dan dua perempuan), menjadi kasus pertama kembar lima hasil kehamilan alami di negara tersebut.
  • Pertengahan Desember 2025, seorang perempuan bernama Jessica di New York, Amerika Serikat, melahirkan kembar lima setelah dilarikan ke rumah sakit akibat ketuban pecah dini.

Editor penanggung jawab: Li Enzhen

Putaran Ketiga Perundingan AS–Iran Capai Terobosan Besar, Diduga Berhasil Menghindari Pengiriman Pasukan AS

Pada Kamis (26 Februari), Amerika Serikat dan Iran menggelar putaran ketiga perundingan. Dunia internasional menaruh perhatian besar pada kemungkinan tercapainya kesepakatan kerangka antara kedua negara. Meski hasil pembicaraan belum diumumkan secara resmi, Oman selaku negara mediator menyatakan bahwa perundingan ini mencapai kemajuan signifikan, yang mana berhasil menghindari kemungkinan pengiriman pasukan militer AS.

EtIndonesia. Pada Kamis (26/2/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar dua pertemuan tidak langsung dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan mediasi Oman.

Usai perundingan, Araghchi menulis di media sosial bahwa ini adalah “perundingan paling serius dan terpanjang sejauh ini”. Ia menyebut telah tercapai kemajuan positif dalam isu nuklir dan pencabutan sanksi, serta ada kesepakatan pada sejumlah poin, meski perbedaan pendapat masih ada pada isu lain. Ia juga mengatakan bahwa pembahasan teknis akan dilanjutkan pada Senin depan (2 Maret).

Mediator perundingan, Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi, juga menyatakan bahwa perundingan ini menghasilkan terobosan besar.

Ia mengatakan bahwa setelah masing-masing pihak melakukan konsultasi di ibu kota negaranya, pembicaraan akan segera dilanjutkan, dengan diskusi teknis dijadwalkan berlangsung pekan depan di Vienna.

Sejumlah analis menilai kemungkinan perundingan berlanjut hingga Jumat (27 Februari) merupakan sinyal positif, yang menunjukkan kedua pihak memiliki tingkat kesepahaman yang cukup untuk melanjutkan konsultasi, bahkan berpotensi mengumumkan tercapainya kesepakatan.

“Jika Iran bersedia terus menangguhkan aktivitas pengayaan uranium yang telah diverifikasi, lalu hanya menjalankan program pengayaan skala kecil yang dinilai oleh International Atomic Energy Agency tidak mengarah pada proliferasi atau persenjataan nuklir, maka itu dapat menjadi dasar tercapainya kesepakatan,” kata Direktur Program Iran di International Crisis Group, Ali Vaez. 

Perundingan ini berfokus pada sengketa nuklir Iran yang telah berlangsung puluhan tahun, serta ketegangan di Timur Tengah. Pihak AS berharap Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium. Isu lain yang dibahas mencakup program rudal balistik Iran serta dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.

Wakil Presiden AS JD Vance (25 Februari 2026) mengatakan: “Prinsipnya sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami telah melihat bukti bahwa mereka memang berupaya ke arah itu.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu (25 Februari) menyatakan bahwa penolakan Iran untuk membahas program rudal balistik merupakan masalah besar yang pada akhirnya harus diselesaikan, karena rudal-rudal tersebut “dirancang sepenuhnya untuk menyerang Amerika Serikat” dan mengancam stabilitas kawasan.

Sebelumnya, seorang pejabat tinggi Iran mengatakan kepada Reuters bahwa jika Washington bersedia memisahkan isu nuklir dan non-nuklir, maka kesepakatan kerangka antara AS dan Iran masih mungkin dicapai.

Beredar pula kabar bahwa Presiden Donald Trump akan bertemu dengan seluruh tim perunding pada Jumat, dan berencana mengumumkan keputusannya pada pukul 15.00 waktu AS.

JD Vance (25 Februari 2026) menambahkan: “Presiden telah berulang kali menyatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik. Namun tentu saja, presiden memiliki pilihan lain.”

Selama perundingan berlangsung, militer AS mengerahkan dua kapal induk—USS Abraham Lincoln dan kapal induk tercanggih USS Gerald R. Ford—di wilayah sekitar Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat juga telah mengirim sekitar 12 jet tempur F-22 ke Israel sebagai antisipasi kemungkinan operasi militer. Namun, Pentagon menolak memberikan komentar.

Sementara itu, sejumlah negara telah mulai menarik staf diplomatik dan keluarga personel non-esensial dari beberapa wilayah di Timur Tengah, atau mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran.

Laporan oleh reporter NTD Wang Ziyi, dari Amerika Serikat.

Tukang Sepatu dan Presiden

EtIndonesia. Ketika Abraham Lincoln terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, banyak anggota Senat merasa canggung. Pasalnya, ayah Lincoln hanyalah seorang tukang sepatu.

Pada masa itu, sebagian besar senator berasal dari keluarga terpandang dan bangsawan. Mereka merasa diri sebagai kalangan elit dan terhormat. Tak pernah terbayang oleh mereka bahwa presiden yang harus mereka hadapi adalah anak seorang tukang sepatu.

Maka sebelum Lincoln menyampaikan pidato di Senat, beberapa senator telah berencana untuk mempermalukannya.

Saat Lincoln berdiri di mimbar, seorang senator yang sombong bangkit dan berkata dengan nada meremehkan: “Tuan Lincoln, sebelum Anda mulai berbicara, saya harap Anda ingat bahwa Anda adalah anak seorang tukang sepatu.”

Seluruh anggota Senat tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak bisa mengalahkan Lincoln dalam pemilihan, tetapi setidaknya mereka merasa puas karena berhasil menghinanya.

Lincoln menunggu hingga tawa itu mereda. 

Dengan tenang dia berkata: “Saya sangat berterima kasih kepada Anda karena telah mengingatkan saya tentang ayah saya. Beliau sudah meninggal dunia, tetapi saya akan selalu mengingat nasihat Anda. Saya memang anak seorang tukang sepatu. Dan saya tahu, sebagai presiden pun, saya tidak akan pernah bisa melakukan pekerjaan saya sebaik ayah saya membuat sepatu.”

Ruangan Senat tiba-tiba menjadi hening.

Lincoln lalu menoleh kepada senator yang sombong itu dan berkata: “Sejauh yang saya tahu, ayah saya pernah membuat sepatu untuk keluarga Anda. Jika sepatu Anda terasa tidak nyaman, saya bisa memperbaikinya. Walaupun saya bukan tukang sepatu yang hebat, sejak kecil saya telah belajar seni membuat sepatu dari ayah saya.”

Kemudian dia berkata kepada seluruh senator: “Hal yang sama berlaku bagi siapa pun di ruangan ini. Jika ada sepatu buatan ayah saya yang perlu diperbaiki, saya akan berusaha membantu semampu saya. Namun satu hal yang pasti—saya tidak akan pernah bisa menandingi kebesaran beliau. Keahliannya tak tertandingi.”

Saat mengucapkan kata-kata itu, Lincoln menitikkan air mata.

Tawa ejekan yang sebelumnya terdengar kini berubah menjadi tepuk tangan penuh hormat.

Lincoln mungkin tidak menjadi tukang sepatu yang hebat, tetapi dia menjadi presiden yang agung.

Dan kualitas terbesarnya adalah ini: Dia tidak pernah melupakan bahwa dia adalah anak seorang tukang sepatu—dan dia bangga akan hal itu.

Hikmah Cerita

Jika ingin orang lain menerima kita, kita harus terlebih dahulu menerima diri sendiri.

Lincoln tidak pernah menyangkal asal-usulnya. Dia tidak merasa malu menjadi anak tukang sepatu. Justru dia bangga terhadap ayahnya. Itulah yang membuat orang lain menghormatinya.

Dalam hal jabatan dan status sosial, mungkin ada perbedaan tinggi dan rendah. Namun dalam hal martabat sebagai manusia, semua orang setara.

Tidak ada seorang pun yang berhak merendahkan orang lain.

Jika seseorang merasa rendah diri karena dihina, itu berarti hatinya belum cukup kuat. Sebaliknya, jika seseorang menilai orang lain berdasarkan status dan merendahkannya, itu hanya menunjukkan sempitnya pikirannya.

Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh pakaian bermerek atau jabatan yang disandangnya.

Kemuliaan sejati terletak pada hati yang mau memberi dan menghormati sesama.(jhn/yn)

15 Tewas Saat Pesawat Militer Bolivia yang Membawa Uang Jatuh di Jalan Raya

EtIndonesia. Sebuah pesawat kargo yang membawa uang jatuh pada hari Jumat (27/2)  di dekat ibu kota Bolivia, merusak sekitar selusin kendaraan di jalan raya, menyebarkan uang kertas di tanah dan menyebabkan setidaknya 15 orang tewas dan lainnya terluka, kata seorang pejabat.

Menteri Pertahanan Marcelo Salinas mengatakan pesawat Hercules C-130 tersebut mengangkut mata uang Bolivia yang baru dicetak ketika “mendarat dan keluar dari landasan pacu” di bandara di El Alto, sebuah kota yang berdekatan dengan ibu kota La Paz, sebelum akhirnya jatuh di ladang terdekat. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang membakar pesawat tersebut.

Kepala pemadam kebakaran Pavel Tovar mengatakan setidaknya 15 orang tewas tetapi dia tidak menjelaskan apakah yang tewas berada di dalam pesawat atau di dalam mobil di jalan raya.

Salinas tidak menyebutkan berapa banyak orang yang tewas dalam kecelakaan itu dan mengatakan penyebabnya sedang diselidiki.

Jenderal Angkatan Udara Bolivia Sergio Lora mengatakan dua dari enam awak pesawat belum ditemukan hingga Jumat malam, menambahkan bahwa pesawat tersebut tiba dari Kota Santa Cruz di timur tempat pesawat itu mengambil kargonya.

Gambar-gambar di media sosial menunjukkan puing-puing pesawat, mobil-mobil yang hancur, dan mayat-mayat berserakan di jalan. Menurut Tovar, setidaknya 15 kendaraan rusak.

Pesawat tersebut, milik angkatan udara Bolivia, mengangkut uang kertas dari Bank Sentral dan gambar-gambar di media sosial menunjukkan orang-orang bergegas mengumpulkan uang kertas yang berserakan di lokasi kecelakaan, sementara polisi dengan perlengkapan anti huru hara mencoba membubarkan mereka.

Namun Presiden Bank Sentral David Espinoza kemudian mengatakan uang kertas tersebut belum memiliki status alat pembayaran yang sah karena akan segera beredar dan masih belum memiliki nomor seri. Dia mengatakan uang kertas tersebut sedang diangkut ke La Paz dan tidak menyebutkan berapa banyak uang kertas yang diangkut.

Pihak berwenang untuk sementara menangguhkan semua penerbangan ke dan dari terminal tersebut.(yn)

Hari Perlawanan Pendudukan Krimea : Militer Rusia Luncurkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina

EtIndonesia. Tanggal 26 Februari 2026 diperingati sebagai Hari Perlawanan Pendudukan Krimea. Pada hari yang sama, militer Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa diamnya komunitas internasional 12 tahun lalu telah mendorong ambisi Rusia untuk melakukan invasi skala penuh. 

Di hari yang sama, perwakilan Amerika Serikat dan Ukraina mengakhiri perundingan di Geneva, dan diperkirakan awal Maret akan digelar perundingan damai trilateral AS–Ukraina–Rusia di Abu Dhabi.

Hari Perlawanan Pendudukan Krimea

Rusia Gempur Ukraina dengan Serangan Udara Skala Besar

Pada Februari 2014, di hari-hari terakhir aksi unjuk rasa Lapangan Maidan di Ukraina, Rusia menduduki Krimea. Beberapa tahun kemudian, perang Rusia–Ukraina pecah secara menyeluruh. Sejak itu, 26 Februari diperingati sebagai Hari Perlawanan Pendudukan Krimea. Bagi rakyat Ukraina, hari ini adalah luka sejarah sekaligus pelajaran pahit.

Presiden Zelenskyy pada hari itu menegaskan bahwa dunia saat itu mengabaikan perlawanan rakyat Ukraina dan justru menasihati Ukraina untuk tetap diam. Karena itulah, menurutnya, Vladimir Putin merasa dapat melancarkan perang yang lebih besar dan bersikap semakin agresif terhadap Barat.

Di hari yang sama, Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina. 420 drone dan 39 rudal dari berbagai jenis menghantam delapan wilayah di seluruh Ukraina, merusak infrastruktur penting dan gedung apartemen, serta menyebabkan puluhan orang terluka.

Wartawan: “Bagaimana kondisi apartemen Anda?”
Warga Ukraina: “Tidak ada yang tersisa. Semua hancur, semuanya rusak. Api terus menyebar.”

Menurut laporan Reuters, sejumlah pakar menilai—berdasarkan rekaman terbaru yang dirilis militer Ukraina—bahwa Rusia kemungkinan menggunakan rudal jelajah darat 9M729 yang dapat membawa hulu ledak nuklir dalam serangan terbaru.

Rudal ini sangat sensitif secara politik, karena menjadi penyebab utama runtuhnya INF Treaty antara AS dan Rusia pada 2019. Para ahli militer menyatakan jangkauannya mampu menutup ibu kota banyak negara Eropa, sehingga memicu kekhawatiran Barat akan eskalasi perang.

Rencana Perundingan Tiga Pihak

Rubio: Perang Tak Bisa Diakhiri dengan Cara Militer

Di tengah berlanjutnya pertempuran, upaya perdamaian tetap berjalan. Pada Kamis (26 Februari), perwakilan Amerika Serikat dan Ukraina menggelar pembicaraan di Jenewa, dengan fokus pada isu ekonomi dan dukungan jangka panjang bagi Ukraina. 

Seusai pertemuan, Zelenskyy berbicara lewat telepon dengan pihak AS dan menyatakan bahwa putaran baru pertemuan trilateral AS–Ukraina–Rusia kemungkinan digelar awal Maret di Abu Dhabi.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan :  “Kami tahu bahwa perang di Ukraina pada akhirnya tidak dapat diselesaikan dengan cara militer. Perang ini pasti berakhir lewat perundingan. Saat ini, kami adalah satu-satunya negara yang mampu memfasilitasi perundingan tersebut. Jika kami menyerah dari peran ini, negara lain tidak akan mampu melakukannya. Meski begitu, apakah kesabaran Presiden (Donald Trump**) tak terbatas? Saya rasa tidak.”

Menurut laporan situs berita AS Axios, Presiden Trump pada Rabu (25 Februari) melakukan panggilan telepon dengan Zelenskyy dan menyatakan bahwa perang ini telah berlangsung terlalu lama, serta berharap konflik dapat diakhiri dalam waktu satu bulan.

Namun, sikap Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia, sangat berbeda. Ia menyatakan bahwa tidak ada tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan. (Hui)

Laporan komprehensif oleh reporter NTD Yi Jing.

Australia di Australia Tetap Digelar Sesuai Jadwal, Pakar : Ancaman “Bom” Partai Komunis Tiongkok Justru Berbalik Arah

EtIndonesia. Kelompok seni Shen Yun Performing Arts, yang dijuluki “pertunjukan nomor satu dunia”, tetap tampil sesuai jadwal di Australia pada 25 Februari, dan menuai pujian luas dari penonton. Menjelang pertunjukan, gelombang baru ancaman bom dan intimidasi yang diduga berasal dari tangan hitam Partai Komunis Tiongkok (PKT) memicu perhatian serta kecaman luas dari media arus utama dan para anggota parlemen Australia. Sejumlah pakar menilai PKT telah berada di ujung jalan, dan ancaman teror yang dilancarkannya justru berdampak sebaliknya.

 “Sekarang masih masa Tahun Baru Imlek, hari kesembilan. Saya bisa menonton Shen Yun—luar biasa indah. Benar-benar sebuah jamuan seni yang menakjubkan,” kata anggota Komisi Urusan Perantauan Taiwan, Chen Qiuyan. 

Pada 25 Februari malam, Shen Yun tampil sesuai rencana di Gold Coast Arts Centre, Negara Bagian Queensland, Australia, menandai pembukaan tur Oseania. Media arus utama setempat memuji pertunjukan ini sebagai jamuan seni yang sempurna.

Pengacara Scarlet David berkata:  “Pertunjukan Shen Yun benar-benar tak tertandingi. Kostum dan koreografi tarinya luar biasa, musiknya pun sangat menyentuh. Saya sungguh merekomendasikan semua orang untuk menontonnya—sangat indah!”

Namun sebelum pertunjukan, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan sejumlah pejabat tinggi lainnya menerima surat ancaman bom yang memuat aksara Mandarin sederhana. Albanese sempat dievakuasi dari kediaman resminya di Canberra, tetapi setelah pemeriksaan, polisi tidak menemukan hal mencurigakan.

“Fakta dasarnya adalah, ancaman teror kali ini identik dengan pola selama 20 tahun terakhir—propaganda internal dan eksternal yang disponsori rezim PKT terhadap praktisi Falun Gong, berupa serangan fitnah dan ancaman kekerasan teror,” ujar akademisi hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing. 

Pada 25 Februari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menjawab pertanyaan terkait dalam konferensi pers rutin. Namun, dalam transkrip resmi yang dipublikasikan di situs kementerian tersebut, bagian terkait justru dihapus.

Yuan Hongbing menambahkan:  “Propaganda resmi PKT—baik eksternal maupun internal—mengerahkan segala cara untuk memfitnah dan menyerang praktisi Falun Gong, termasuk media yang mereka dirikan serta kelompok seni yang mempromosikan budaya tradisional Tiongkok. Fitnah dan serangan ini sarat dengan ancaman kekerasan teroris.”

Peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan:
“Di seluruh dunia, pemerintah yang mengancam agar Shen Yun tidak boleh tampil, tampaknya hanya PKT. Tidak menutup kemungkinan mereka menggerakkan pihak tertentu—baik melalui perantara, bawahan, atau dengan menyuap orang—untuk melancarkan ancaman semacam ini.”

Didirikan pada 2006, Shen Yun mengemban misi menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok. Melalui tari klasik Tiongkok, orkestra perpaduan Timur–Barat, dan latar digital berteknologi tinggi, Shen Yun menampilkan esensi budaya Tiongkok yang berakar pada nilai spiritual. Saat ini, delapan rombongan Shen Yun melakukan tur ke seluruh dunia.

Pengacara Scarlet David menambahkan:  “Budaya tradisional yang ditampilkan sangat indah dan menghangatkan hati, menumbuhkan rasa hormat terhadap kehidupan dan tradisi yang mereka perlihatkan. Inilah Tiongkok kuno yang autentik.”

Selama 20 tahun, Shen Yun menjadi target represi lintas negara oleh PKT. Terutama tahun lalu, jumlah ancaman bom palsu terhadap teater pertunjukan Shen Yun serta ancaman penembakan massal melonjak tajam. Berbagai bukti menunjukkan ancaman-ancaman tersebut berkaitan dengan PKT.

Shen Ming-shih menilai:  “Semakin PKT menekan pertunjukan seperti ini, semakin tampak sifat totaliter dan diktatornya, sekaligus menunjukkan betapa mereka takut pada dampak Shen Yun. Bahkan mengancam akan mengebom kediaman perdana menteri adalah tindakan yang tidak masuk akal. Bukan menimbulkan efek gentar, justru memicu kemarahan publik. Ketika warga Australia bertanya mengapa PKT begitu takut pada pertunjukan ini, minat untuk menontonnya malah meningkat—hasilnya berbalik arah.”

Tur Shen Yun 2026 di Australia akan berlanjut setelah Gold Coast ke Sydney, Melbourne, dan Adelaide hingga 29 Maret mendatang.

Laporan oleh reporter NTD Tang Rui dan reporter khusus Luo Ya.