Ledakan Dahsyat di Iran, Taliban Umumkan Perang, Kapal Induk AS Bergerak – Timur Tengah Menuju Konflik Total?

EtIndonesia. Situasi keamanan global dalam beberapa hari terakhir menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Rangkaian ledakan, serangan udara, pengerahan militer besar-besaran, serta gagalnya kemajuan diplomasi kembali menempatkan Timur Tengah dan Asia Selatan dalam sorotan dunia.

Berikut rangkuman perkembangan utama yang terjadi pada 26–27 Februari 2026.

Ledakan Besar di Kilang Minyak Abadan, Iran

Abadan, Iran – 26 Februari 2026

Sebuah ledakan besar mengguncang Kilang Minyak Abadan di Iran selatan pada 26 Februari 2026. Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan kobaran api raksasa menjulang tinggi ke langit malam, sementara petugas pemadam kebakaran berusaha keras mengendalikan situasi.

Kilang Minyak Abadan merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar dan tertua di Iran. Terletak dekat Teluk Persia, kilang ini memiliki kapasitas produksi sekitar 500.000 barel minyak mentah per hari dan menjadi tulang punggung sektor energi nasional Iran.

Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti ledakan belum diumumkan secara resmi. Otoritas Iran belum memberikan keterangan rinci apakah insiden tersebut murni kecelakaan industri atau terkait sabotase. Namun, dalam sepekan terakhir, beberapa fasilitas strategis di Iran juga dilaporkan mengalami ledakan misterius, memicu spekulasi mengenai kemungkinan operasi intelijen asing.

Meski belum ada bukti konkret yang mengarah pada pihak tertentu, dinamika geopolitik yang tengah memanas membuat insiden ini sulit dilepaskan dari konteks ketegangan regional.

Israel Intensifkan Serangan ke Hizbullah

Lebanon Selatan & Lembah Bekaa – 26–27 Februari 2026

Pada 26 hingga 27 Februari 2026, Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target milisi Hizbullah di Lebanon selatan dan wilayah Lembah Bekaa.

Rekaman dari lokasi menunjukkan ledakan beruntun yang kuat, dengan kilatan api dan dentuman terus-menerus selama hampir satu menit. Pola ledakan tersebut mengindikasikan bahwa sasaran kemungkinan merupakan gudang amunisi atau fasilitas penyimpanan senjata milik Hizbullah, yang kemudian meledak secara berantai.

Warga setempat melaporkan sedikitnya tiga hingga lima titik berbeda terkena serangan pada siang hari 27 Februari. Asap tebal terlihat membumbung tinggi, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus mencekam.

Analis keamanan menilai peningkatan intensitas serangan Israel ini merupakan langkah preventif untuk melemahkan kemampuan tempur Hizbullah, yang dikenal sebagai sekutu utama Iran di kawasan. Dalam skenario konflik langsung Israel–Iran, Hizbullah hampir pasti akan menjadi aktor utama yang membuka front utara melawan Israel dari wilayah Lebanon.

Taliban Nyatakan Perang terhadap Pakistan

Perbatasan Afghanistan–Pakistan – 26 Februari 2026

Ketegangan baru juga meletus di Asia Selatan. Pada malam 26 Februari 2026, Taliban Afghanistan secara mengejutkan mengumumkan operasi militer terhadap Pakistan.

Rekaman yang beredar memperlihatkan peluncur roket ditempatkan di sepanjang perbatasan, disertai konvoi kendaraan lapis baja yang bergerak menuju garis depan. Sejumlah peralatan militer yang digunakan tampak merupakan sisa perlengkapan Amerika Serikat setelah penarikan pasukan dari Afghanistan pada 2021.

Taliban menyatakan operasi tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran wilayah dan tindakan agresif berulang oleh pasukan Pakistan. Juru bicara Taliban mengklaim telah merebut sejumlah pos militer garis depan Pakistan dan menyebut konflik meluas ke enam provinsi perbatasan.

Wilayah yang disengketakan berada di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 kilometer yang selama ini menjadi sumber ketegangan historis antara kedua negara.

Sebagai respons, pada malam 27 Februari 2026, militer Pakistan melancarkan serangan udara ke Kabul. Video drone yang dirilis militer Pakistan memperlihatkan dua lokasi dihantam rudal secara hampir bersamaan. Kepulan asap tebal terlihat membubung dari titik serangan, meski target spesifik belum diungkap secara resmi.

Perkembangan ini memunculkan kekhawatiran akan konflik berkepanjangan antara kedua negara.

AS Perkuat Kehadiran Militer di Timur Tengah

26 Februari 2026

Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat secara signifikan memperkuat kehadiran militernya di kawasan.

Pengerahan Jet Tempur Siluman

Citra satelit tertanggal 26 Februari 2026 menunjukkan 11 jet tempur siluman F-22 Raptor telah tiba di Pangkalan Udara Ovda, Israel. Sebelumnya, 12 unit F-22 ditempatkan di Inggris, dan 11 di antaranya terpantau lepas landas menuju Israel.

Pada hari yang sama, AS kembali mengirim 12 F-22 tambahan ke Inggris. Jika seluruhnya dipindahkan, jumlah F-22 yang dapat dikonsentrasikan di kawasan berpotensi mencapai 24 unit.

Selain itu:

  • 12 jet F-35 dari Hill Air Force Base (Utah)
  • 6 jet F-15E dari Mountain Home (Idaho) dan Seymour Johnson (North Carolina)

dilaporkan bergerak menuju Eropa dan berpeluang diteruskan ke Timur Tengah.

Pergerakan Kapal Induk

Pada 26 Februari 2026, kapal induk USS Gerald R. Ford meninggalkan Teluk Souda di Yunani dan bergerak ke arah perairan dekat Israel. Gugus tempurnya dilengkapi kapal perusak kelas Arleigh Burke, yang memiliki kemampuan pertahanan rudal.

Sementara itu, USS Abraham Lincoln terpantau berada di tenggara Oman, sekitar 700 kilometer dari perbatasan Iran—posisi strategis yang relatif aman dari sebagian besar sistem rudal anti-kapal Iran.

Di Diego Garcia, Samudra Hindia, citra satelit menunjukkan keberadaan:

  • Jet F-16
  • Tiga pesawat tanker KC-135
  • Dua pesawat patroli maritim P-8 Poseidon
  • Satu pesawat angkut berat C-5

Pola pengerahan ini menunjukkan kesiapan operasional lintas matra yang serius.

Perundingan AS–Iran Nyaris Buntu

Jenewa, Swiss – 26 Februari 2026

Pada 26 Februari 2026, Amerika Serikat dan Iran kembali menggelar perundingan di Swiss. Namun, pembicaraan berlangsung dalam suasana tegang.

Washington mengajukan tuntutan keras, termasuk:

  • Penghancuran fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan
  • Penyerahan seluruh uranium yang telah diperkaya
  • Penghentian permanen pengayaan uranium
  • Skema keringanan sanksi yang sangat terbatas dan bertahap

Iran menolak tuntutan tersebut pada hari yang sama. Meski pembicaraan dijadwalkan berlanjut pekan depan, situasi diplomatik dinilai berada di titik kritis.

Dunia di Persimpangan Berbahaya

Dalam rentang waktu hanya 48 jam (26–27 Februari 2026), dunia menyaksikan:

  • Ledakan besar di fasilitas energi strategis Iran
  • Serangan udara intensif Israel terhadap Hizbullah
  • Taliban menyatakan perang terhadap Pakistan
  • Pakistan membalas dengan serangan ke Kabul
  • Pengerahan besar-besaran militer AS ke Timur Tengah
  • Perundingan nuklir AS–Iran yang nyaris tanpa kemajuan

Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan risiko eskalasi regional yang berpotensi meluas. Para pengamat menilai pekan depan akan menjadi periode krusial dalam menentukan arah konflik—apakah diplomasi masih memiliki ruang, atau opsi militer akan benar-benar diaktifkan.

Untuk saat ini, dunia hanya bisa menunggu dengan kewaspadaan tinggi.

Laporan Axios : Pembicaraan Berakhir? Trump Diberi Opsi Militer Terhadap Iran

EtIndonesia. Pada Kamis, 26 Februari, komandan tertinggi AS di Timur Tengah, Brad Cooper, memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump tentang kemungkinan opsi aksi militer terhadap Iran, menurut Axios.

Menurut media tersebut, ini adalah pertama kalinya Laksamana Brad Cooper, komandan Komando Pusat AS di Timur Tengah, memberi pengarahan kepada Trump sejak krisis Iran dimulai pada Desember 2025.

Seorang pejabat AS mengatakan pengarahan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine.

Pertemuan tersebut berlangsung saat putaran ketiga pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa berakhir. Banyak orang di dalam pemerintahan Trump memandang momen tersebut sebagai kesempatan terakhir untuk diplomasi sebelum Trump memutuskan apakah akan bergerak menuju aksi militer.

Seorang pejabat senior AS menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai “positif” tetapi tidak memberikan rincian. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negosiasi tersebut menghasilkan pemahaman pada beberapa isu sementara masih ada kesenjangan pada isu lainnya.

Menurut Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, langkah selanjutnya termasuk konsultasi di Washington dan Teheran, diikuti oleh diskusi nuklir tingkat ahli di Wina minggu depan. Araghchi juga mengisyaratkan putaran keempat pembicaraan.

Apa lagi yang diketahui tentang negosiasi dan perencanaan perang?

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan detail putaran ketiga pembicaraan, mengatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, menuntut Iran membongkar tiga fasilitas nuklir utamanya dan mentransfer sisa uranium yang diperkaya ke Amerika Serikat.

Mereka juga mengatakan bahwa setiap perjanjian nuklir di masa depan harus bersifat permanen, tidak seperti kesepakatan yang dicapai di bawah Barack Obama.

Iran menolak mentransfer persediaan uranium ke luar negeri, menghentikan pengayaan, membongkar fasilitas, atau menerima pembatasan permanen pada program nuklirnya.

Di tengah kesulitan mencapai kesepakatan, Trump belum mengesampingkan opsi militer. Reuters melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan skenario mulai dari serangan terbatas hingga strategi perubahan rezim yang lebih luas.

Selama bulan lalu, Amerika Serikat telah mengerahkan pesawat tambahan, aset angkatan laut, dan peralatan militer lainnya ke wilayah tersebut. (yn)

Segala Sesuatu Sudah Diatur

EtIndonesia. Di sebuah gereja di Eropa Utara, terdapat patung Yesus yang disalib dengan ukuran hampir sebesar manusia asli.

Konon, doa di tempat itu selalu dikabulkan. Karena itulah, orang-orang datang silih berganti untuk berdoa dan memohon. Ramainya hampir seperti pasar.

Penjaga gereja yang setiap hari melihat patung Yesus itu merasa iba. Dia membayangkan betapa beratnya “beban” Yesus yang harus mendengarkan begitu banyak permohonan manusia.

Suatu hari, ketika dia berdoa, dia berkata dalam hati bahwa dia ingin membantu memikul beban itu.

Tak disangka, dia mendengar suara berkata:  “Baiklah. Aku turun untuk menggantikanmu menjaga pintu. Kamu naik ke atas salib. Tetapi ingat—apa pun yang kamu lihat dan dengar, kamu tidak boleh mengatakan sepatah kata pun.”

Penjaga itu merasa syarat tersebut mudah dipenuhi.

Maka Yesus turun, dan penjaga naik ke salib, merentangkan kedua tangannya seperti patung semula. Karena bentuknya memang hampir sama dengan manusia asli, para jemaat tidak menyadari apa pun. Ia pun menepati janjinya untuk diam dan hanya mendengarkan doa-doa.

Orang datang silih berganti. Ada doa yang masuk akal, ada pula yang aneh dan tidak masuk akal. Namun dia tetap menahan diri dan tidak berbicara.

Suatu hari, seorang saudagar kaya datang berdoa. Setelah selesai, dia pergi begitu saja, lupa membawa kantong uangnya.

Penjaga di atas salib melihatnya dan hampir saja memanggilnya kembali. Tetapi dia teringat janji—dia tidak boleh berbicara.

Tak lama kemudian, datang seorang pria miskin yang kesulitan makan. Dia berdoa memohon pertolongan agar bisa bertahan hidup. Ketika hendak pergi, dia melihat kantong uang yang tertinggal. Dia membukanya—penuh dengan uang.

Dia bersukacita dan berkata: “Yesus sungguh baik!” 

Lalu dia pergi dengan penuh syukur.

Penjaga di atas salib ingin berkata: “Itu bukan milikmu!”

 Namun dia tetap diam.

Berikutnya datang seorang pemuda yang hendak berlayar jauh. Dia memohon berkat agar perjalanan lautnya selamat.

Saat pemuda itu hendak pergi, saudagar kaya tadi masuk dengan tergesa-gesa. Dia melihat pemuda itu dan menuduhnya mencuri uangnya. Mereka pun bertengkar.

Akhirnya, penjaga di atas salib tak tahan lagi. Dia berbicara dan menjelaskan bahwa uang itu diambil oleh pria miskin sebelumnya.

Saudagar itu pun pergi mencari si miskin, sementara pemuda bergegas pergi agar tidak tertinggal kapal.

Saat itu, Yesus muncul dan berkata kepada penjaga: “Turunlah. Tempat itu bukan untukmu lagi.”

Penjaga itu protes: “Aku hanya mengatakan kebenaran. Aku menegakkan keadilan. Bukankah itu benar?”

Yesus menjawab: “Apa yang kamu pahami? Saudagar itu tidak kekurangan uang. Kantong itu hanya akan dia gunakan untuk hal yang tidak baik. Namun bagi si miskin, uang itu bisa menyelamatkan keluarganya.”

“Dan yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar terus menuduhnya, dia akan tertinggal kapal—dan justru selamat. Sekarang, kapal yang dia tumpangi akan tenggelam.”

Cerita ini terdengar seperti dongeng sederhana, namun menyimpan pesan mendalam:

Dalam hidup, kita sering merasa tahu apa yang terbaik. Ketika kenyataan tidak sesuai harapan, kita menjadi kecewa dan tidak terima.

Namun mungkin, apa yang kita miliki saat ini—baik dalam keadaan senang maupun susah—adalah pengaturan terbaik bagi hidup kita.

Jika kita mampu memercayai hal itu, maka dalam keadaan baik kita akan bersyukur, dan dalam keadaan sulit pun kita tetap bisa menjaga sukacita.

Hidup tidak pernah sempurna.

Tetapi kita bisa memilih untuk hidup sepenuhnya di saat ini.

Hikmah Cerita

Cerita ini mengingatkan bahwa apa yang tampak baik belum tentu benar-benar membawa kebaikan.

Seperti memenangkan lotre—impian banyak orang. Namun ada yang justru celaka karena harta mendadak itu. Yang terlihat seperti keberuntungan, bisa saja berujung petaka.

Namun dari sudut pandang lain, muncul pertanyaan besar: Apakah hidup benar-benar diatur oleh Tuhan? Atau oleh kekuatan yang lebih tinggi dan tak kita pahami?

Sebab ketika penjaga itu hanya diam, peristiwa seolah berjalan sesuai “takdir”. Begitu dia campur tangan, roda nasib berubah arah.

Jika memang ada kekuatan yang mengatur segalanya, maka tindakan penjaga itu pun mungkin bagian dari pengaturan tersebut.

Pada akhirnya, mungkin kita tidak sepenuhnya memahami bagaimana hidup bekerja.

Yang bisa kita lakukan hanyalah percaya, belajar menerima, dan menjalani setiap peristiwa dengan hati yang tenang.

Karena tidak semua kebenaran yang tampak di mata manusia, adalah kebenaran yang utuh.(jhn/yn)

Taliban Siapkan ‘Pasukan Bunuh Diri’ Setelah Bom Pakistan Menargetkan Kota-kota Afghanistan

EtIndonesia. Pasukan Pakistan membom target pemerintah Taliban di kota-kota besar Afghanistan, dengan Islamabad menyebut konflik tersebut sebagai “perang terbuka.” Mengutip sumber, penyiar negara Pakistan mengatakan serangan tersebut melibatkan serangan udara dan darat terhadap pos-pos Taliban, markas besar, dan gudang amunisi di beberapa sektor di sepanjang perbatasan.

Sebuah laporan TV Pakistan mengklaim Taliban Afghanistan telah “mengibarkan bendera putih” di atas pos-pos mereka setelah respons tegas dari angkatan bersenjata.

Pasukan Bunuh Diri Taliban

Namun, setelah serangan Pakistan, sebuah media pemerintah dari Nangarhar, Afghanistan, Bakhtar News Agency, membagikan gambar yang menurut mereka adalah batalion penyerang bunuh diri dan mengutip sumber keamanan Afghanistan yang mengatakan para pengebom tersebut dilengkapi dengan rompi peledak dan bom mobil dan siap menyerang target-target utama.

Kantor berita tersebut mengatakan Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara Taliban, telah mengumumkan bahwa operasi ofensif dan pembalasan intensif sedang berlangsung di berbagai bagian Garis Durand—perbatasan dengan Pakistan—di Provinsi Paktia, Paktika, dan Khost.

Ancaman Perang Pakistan

Kedua pihak telah melaporkan kerugian besar dalam bentrokan tersebut tetapi mengeluarkan angka yang sangat berbeda yang tidak dapat diverifikasi secara independen. Pakistan mengatakan 133 pejuang Taliban Afghanistan tewas dan lebih dari 200 terluka, dengan 27 pos hancur dan sembilan direbut. Namun, Taliban mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dan 19 pos direbut, sementara delapan pejuang Afghanistan tewas, 11 terluka, dan 13 warga sipil terluka di Nangarhar.

Menurut PTV News Pakistan, jet Angkatan Udara Pakistan (PAF) berpatroli di langit di atas Kandahar, Afghanistan setelah melakukan serangan udara terhadap target Taliban Afghanistan.

“Angkatan Bersenjata Pakistan sepenuhnya siap menghadapi agresi apa pun dan memiliki kemampuan untuk memberikan respons yang setimpal,” kata sumber keamanan seperti dikutip oleh stasiun televisi tersebut.

Islamabad juga telah menyatakan “perang terbuka” terhadap pemerintah Taliban Afghanistan menyusul bentrokan yang kembali terjadi. 

“Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda (Afghanistan),” kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif pada hari Jumat.

Serangan tersebut mengancam konflik berkepanjangan di sepanjang perbatasan sepanjang 2.600 km (1.615 mil) setelah perselisihan yang berlangsung lama mengenai tuduhan Islamabad bahwa Kabul melindungi militan yang melakukan serangan di dalam Pakistan. Taliban membantah tuduhan tersebut dan mengatakan keamanan Pakistan adalah masalah internal.

Skala Serangan Pakistan

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan pasukan Pakistan melakukan serangan udara di beberapa bagian Kabul, Kandahar, dan Paktia.

Video yang dibagikan oleh pejabat keamanan Pakistan menunjukkan kilatan cahaya di malam hari dari tembakan di sepanjang perbatasan dan suara artileri berat. Sebuah video serangan di Kabul juga menunjukkan kepulan asap hitam tebal yang naik dari dua lokasi dan kobaran api besar di sebagian ibu kota, Kabul.

Video lain menunjukkan sebuah bangunan terbakar, yang menurut Pakistan, adalah markas Taliban di provinsi Paktia.

“Serangan balasan Pakistan terhadap target di Afghanistan terus berlanjut,” kata juru bicara pemerintah Pakistan, Mosharraf Zaidi, dalam sebuah unggahan di X, menggambarkan tindakan tersebut sebagai tanggapan terhadap “serangan Afghanistan yang tidak beralasan”.

Pakistan telah berada dalam siaga keamanan tinggi sejak melancarkan serangan udara awal pekan ini yang menurut Islamabad menargetkan kamp-kamp Tehreek-e-Taliban (TTP), atau Taliban Pakistan, dan militan ISIS di Afghanistan timur. Pejabat di Islamabad mengatakan dalam beberapa hari terakhir mereka khawatir akan peningkatan serangan militan di pusat-pusat kota.

Bentrokan meletus di sepanjang perbatasan pada Kamis malam setelah Taliban melancarkan serangan yang mereka sebut sebagai serangan balasan terhadap instalasi militer Pakistan. Kedua pihak mengklaim telah menghancurkan pos-pos perbatasan dalam pertempuran tersebut. (yn)

Wasiat Orang Miskin

EtIndonesia. Saya sudah menjadi pengacara hampir tiga puluh tahun. Tentu saja, saya sering menangani urusan warisan. Biasanya, orang yang membutuhkan jasa pengacara untuk membuat wasiat adalah mereka yang memiliki harta cukup banyak.

Namun dua puluh tahun lalu, saya menangani sebuah kasus yang berbeda. Orang yang menulis wasiat itu adalah seorang pastor tua yang hampir tidak memiliki apa-apa.

Saat itu, seorang pastor muda dari sebuah desa di Kabupaten Nantou menulis surat kepada saya. Dia mengatakan bahwa pastor senior di sana sedang sakit parah dan membutuhkan seorang pengacara untuk menjadi saksi wasiatnya. Karena saya seorang Katolik, mereka berharap saya bersedia membantu—dan tentu saja secara cuma-cuma.

Sebagai sesama umat Katolik, saya merasa terpanggil untuk datang.

Pastor tua itu sudah sangat lemah. Dia menolak dirawat di rumah sakit dan memilih tinggal di gereja. Ketika saya tiba, dia masih sadar, tetapi tidak lagi mampu berbicara. Wasiat itu tampaknya telah dia diktekan sebelumnya, lalu dituliskan oleh orang lain.

Isi utama wasiat itu ditujukan kepada pastor muda yang baru datang menggantikannya.

Dalam wasiat tersebut, pastor tua berpesan banyak hal:

  • Ada seorang umat yang baru saja kehilangan pekerjaan dan emosinya tidak stabil; dia berharap pastor muda membantu mencarikannya pekerjaan.
  • Ada seseorang yang kecanduan alkohol; dia meminta pastor muda membimbingnya untuk berhenti minum.
  • Ada seorang siswa SMP yang malas sekolah dan sering bergaul sembarangan; dia berharap pastor muda membinanya.
  • Ada seorang pemuda yang bekerja di Taichung dan berpotensi terlibat geng; dia berpesan agar pemuda itu dijaga agar tidak tersesat.

Saya ingat ada sekitar tujuh kasus. Pastor tua itu berulang kali menekankan agar pastor muda sungguh-sungguh memperhatikan mereka.

Kalimat terakhir dalam wasiat itu berbunyi: “Seluruh harta milikku diwariskan kepada Pastor Zhang.”

Pastor Zhang adalah pastor muda tersebut.

Saya membacakan wasiat itu dan bertanya apakah memang itu kehendaknya. Pastor tua mengangguk. Karena dia sudah tak mampu menandatangani, kami membantu dia membubuhkan cap sidik jari. Prosedur pun selesai.

Beberapa hari kemudian, Pastor Zhang memberi kabar bahwa pastor tua telah meninggal. Saya memberitahunya bahwa wasiat tersebut telah resmi berlaku.

Dengan rasa ingin tahu, saya bertanya: sebenarnya berapa banyak harta yang diwariskan?

Pastor Zhang menjawab bahwa mereka hanya menemukan uang tunai sebesar 200 dolar Taiwan, beberapa pakaian lama, dan buku-buku. Bahkan dua puluh tahun lalu pun, 200 dolar bukanlah jumlah yang berarti.

Pastor tua itu benar-benar seorang miskin. Secara materi, Pastor Zhang seolah tidak mewarisi apa pun.

Setiap tahun, Pastor Zhang mengirimkan laporan kepada saya tentang perkembangan tujuh kasus tersebut. Tampaknya dia menanganinya dengan baik, dan semuanya berakhir dengan hasil yang positif.

Empat tahun kemudian, saya mengatakan bahwa dia telah menjalankan isi wasiat dengan baik dan tak perlu lagi mengirim laporan. Kasus pun ditutup.

Dua puluh tahun berlalu.

Suatu hari, sekretaris saya menemukan kembali berkas lama itu saat merapikan arsip. Hal itu membangkitkan keinginan saya untuk kembali ke desa di Nantou.

Saya menghubungi Pastor Zhang. Dia masih melayani di sana. Ketika saya mengatakan ingin berkunjung, dia menyambut dengan hangat.

Dua puluh tahun lalu, saya sudah merasa desa itu nyaman—udaranya segar, pemandangannya indah, jauh dari kemacetan kota. Kini perasaan itu semakin kuat.

Pastor yang dulu masih muda kini telah memasuki usia paruh baya. Sambil menyambut saya, dia terus melayani banyak orang. Saya merasa seluruh desa adalah tanggung jawabnya. Dalam beberapa menit saja, selalu ada yang datang mencarinya.

Setelah berbincang cukup lama, saya mengajukan pertanyaan yang selama ini mengganjal di hati saya:

“Pastor tua itu tahu betul bahwa dia hanya memiliki 200 dolar Taiwan. Mengapa dia tetap menuliskan dalam wasiat bahwa seluruh hartanya diwariskan kepadamu?”

Pastor Zhang tersenyum.

Awalnya dia juga tidak mengerti. Dia sempat mengira pastor tua itu sudah pikun.

Beberapa tahun kemudian, barulah dia memahami.

Saat itu, dia baru kembali dari Amerika setelah menyelesaikan gelar magister di bidang biokimia dari universitas ternama. Dia mengira akan ditempatkan di universitas untuk membimbing mahasiswa.

Namun ternyata dia justru ditugaskan ke desa pegunungan ini.

Dia merasa sedikit kecewa. Warga desa tidak tertarik pada ilmunya. Dia sempat merasa tidak cocok.

Namun dia tetap setia menjalankan pesan dalam wasiat itu. Ketika mulai melayani warga satu per satu, dia terlibat sepenuh hati. Dia menyadari begitu banyak orang membutuhkan pertolongan.

Suatu hari, dia menyadari sesuatu yang berharga: Dia memiliki kedamaian batin.

Dan dia tahu, tanpa mengasihi orang lain, dia tidak akan pernah memiliki kedamaian itu.

Dia akhirnya memahami: Harta warisan dari pastor tua bukanlah uang.  Warisan itu adalah kedamaian batin.

Kedamaian batin bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Dia hanya dimiliki oleh orang yang sungguh-sungguh mengasihi.

Makna wasiat itu seolah berkata: “Jika engkau benar-benar mengasihi, engkau akan memperoleh kedamaian.”

Pastor Zhang mengatakan bahwa dia masih berhubungan dengan teman-temannya. Banyak yang datang menjenguknya. Dibandingkan mereka, dia tampak tidak memiliki apa-apa. Namun kedamaian yang dia rasakan tidak mereka miliki.

Saat saya menyetir kembali ke Taipei, saya memutuskan untuk menyimpan wasiat itu dengan sangat baik.

Karena wasiat tersebut menyangkut warisan yang sangat besar—meskipun orang yang menulisnya meninggal dalam keadaan tidak memiliki apa-apa.

Hikmah Cerita

Dalam hidup, manusia memiliki tiga jenis kekayaan:

  1. Harta dan materi
  2. Pengetahuan dan kebijaksanaan
  3. Kepedulian antar sesama

Warisan yang ditinggalkan pastor tua bukanlah uang, melainkan manusia—sekumpulan warga desa yang mempercayainya dan membutuhkan kasihnya.

Bagi mereka yang hanya mengejar materi, warisan itu tampak seperti beban tanggung jawab. Namun bagi orang yang mengerti nilai kebajikan, itu adalah bentuk kepercayaan yang luhur.

Uang dapat membuat hidup nyaman secara materi. Namun uang tidak bisa mengisi kekosongan hati.

Hati manusia hanya bisa dipenuhi oleh kasih dan kepedulian.

Dan kepedulian itu tersimpan sedikit demi sedikit—setiap kali kita memberi tanpa mengharapkan balasan.

15 Menit yang Mengguncang Dunia: Negosiasi Nuklir AS–Iran ke-3 Nyaris Bubar, Ancaman Perang Menguat

EtIndonesia. Amerika Serikat dan Iran pada Kamis pagi, 26 Februari 2026, menggelar putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa, Swiss. Pertemuan ini menjadi momen krusial dalam upaya menghidupkan kembali kesepakatan pembatasan program nuklir Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Namun, sumber diplomatik menyebutkan bahwa sesi awal perundingan hanya berlangsung sekitar 15 menit sebelum dihentikan untuk konsultasi internal masing-masing delegasi. Situasi tersebut langsung memicu spekulasi bahwa jurang perbedaan antara Washington dan Teheran masih sangat lebar.

Lima Tuntutan Utama Washington

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Amerika Serikat dilaporkan mengajukan lima tuntutan utama kepada Iran, yang oleh sejumlah pengamat dinilai lebih menyerupai ultimatum dibanding proposal kompromi.

Kelima tuntutan tersebut meliputi:

  1. Penghancuran total tiga fasilitas nuklir utama Iran — Fordow, Natanz, dan Isfahan — yang selama ini menjadi pusat pengayaan uranium dan penelitian nuklir.
  2. Penyerahan seluruh stok uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat, disertai penghentian permanen aktivitas pengayaan.
  3. Penghapusan “sunset clause”, yakni tidak adanya batas waktu kedaluwarsa dalam perjanjian. Artinya, pembatasan terhadap program nuklir Iran akan bersifat permanen.
  4. Penghentian pengayaan uranium, meskipun Iran masih diperbolehkan mempertahankan Reaktor Riset Teheran untuk tujuan sipil.
  5. Keringanan sanksi bertahap dan terbatas pada fase awal. Pencabutan sanksi secara luas hanya akan diberikan jika Iran terbukti mematuhi seluruh ketentuan secara permanen.

Seorang analis kebijakan luar negeri di Washington menilai struktur proposal tersebut menunjukkan pendekatan “maksimalis” dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Penolakan Tegas Teheran

Teheran dengan cepat menolak tuntutan tersebut. Pemerintah Iran menyatakan tidak akan memindahkan cadangan uranium ke luar negeri, tidak akan membongkar fasilitas nuklir strategisnya, serta menolak pembatasan tanpa batas waktu atas program nuklir nasionalnya.

Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, seusai pertemuan menyampaikan nada yang lebih moderat. Dalam pernyataannya kepada media pada 26 Februari 2026 siang waktu Jenewa, Araghchi mengatakan bahwa terdapat “kemajuan dalam pembahasan isu energi nuklir dan pencabutan sanksi.”

Dia mengakui masih ada perbedaan mendasar, namun menyebut kedua pihak telah mencapai sejumlah kesepahaman teknis. Putaran konsultasi keempat dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya, setelah masing-masing delegasi melakukan pembahasan internal.

Menteri Luar Negeri Oman, yang bertindak sebagai mediator, juga menyampaikan bahwa negosiasi menunjukkan perkembangan penting dan akan segera dilanjutkan.

Bayang-bayang Opsi Militer

Di tengah proses diplomasi yang rapuh, sinyal keras datang dari Washington.

Pada 25 Februari 2026, sehari sebelum perundingan, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyatakan bahwa ancaman nuklir Iran merupakan bahaya langsung bagi keamanan Amerika Serikat dan sekutunya. Dia menuduh Teheran terus berupaya memulihkan kapasitas nuklirnya secara sistematis.

Intelijen Amerika memperkirakan Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar di Timur Tengah, dengan jangkauan yang berpotensi mencapai sebagian besar wilayah Eropa.

Wakil Presiden JD Vance juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, menyebut momentum ini sebagai “kesempatan terakhir” yang diberikan Presiden Trump kepada Teheran.

Kesiapan Militer dan Keterbatasan Amunisi

Pentagon dalam beberapa hari terakhir mengumumkan kesiapan tambahan di kawasan Timur Tengah.

Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi pengembangan drone berbiaya rendah bernama LUCAS, hasil rekayasa balik dari drone Shahed buatan Iran. Drone tersebut diperkirakan bernilai sekitar 35.000 dolar AS per unit. Model serupa sebelumnya digunakan Rusia dalam ribuan serangan terhadap Ukraina.

Namun di sisi lain, Pentagon juga mengakui bahwa persediaan amunisi presisi tinggi Amerika hanya cukup untuk sekitar 7 hingga 10 hari operasi intensif. Produksi ulang amunisi jenis ini membutuhkan biaya besar serta waktu yang tidak singkat.

Unit drone kamikaze pertama AS yang dijuluki “Scorpion Task Force” dilaporkan telah ditempatkan di Timur Tengah dan siap bergerak jika Presiden Trump mengeluarkan perintah serangan.

Saat ini, dua kapal induk Amerika Serikat berada di kawasan, didukung kapal perusak serta ratusan pesawat tempur dalam status siaga tinggi.

Kalkulasi Politik dan Risiko Regional

Sumber di Washington menyebutkan Presiden Trump dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pejabat keamanan nasional sebelum pukul 15.00 waktu setempat — sekitar satu jam sebelum penutupan perdagangan Wall Street — untuk mengevaluasi perkembangan diplomasi dan opsi kebijakan selanjutnya.

Seorang pejabat Israel secara anonim menyatakan bahwa jika perbedaan mendasar tidak segera diselesaikan, serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran “mungkin tak terhindarkan.”

Beberapa sumber menyebut lingkaran inti Presiden Trump cenderung membuka peluang bagi Israel untuk bertindak lebih dahulu, sehingga respons Iran dapat memperkuat legitimasi intervensi militer di mata publik Amerika.

Namun terdapat kekhawatiran serius bahwa konflik berkepanjangan akan menguras stok amunisi AS dan secara strategis membuka ruang bagi Tiongkok untuk mengambil langkah terhadap Taiwan.

Sumber lain menyebut opsi yang dinilai paling realistis adalah operasi militer gabungan AS–Israel. Di dalam negeri, Partai Republik secara umum mendukung pendekatan keras terhadap Iran, termasuk kemungkinan perubahan rezim. Namun, terdapat kehati-hatian terhadap risiko korban militer Amerika dalam konflik langsung.

Titik Kritis Diplomasi

Putaran ketiga perundingan pada 26 Februari 2026 menjadi titik penentu apakah jalur diplomasi masih dapat dipertahankan atau justru membuka babak baru konfrontasi militer di Timur Tengah.

Dengan tuntutan maksimal dari Washington dan penolakan tegas dari Teheran, masa depan negosiasi tampak berada di ujung tanduk. Dunia kini menanti apakah putaran keempat pekan depan mampu menjembatani jurang perbedaan, atau justru menjadi langkah terakhir sebelum eskalasi yang lebih luas terjadi.

Dalam Peristiwa Bersejarah Pertama, AS Mengerahkan Pesawat Tempur Siluman di Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran

EtIndonesia. AS telah mengumpulkan armada pesawat dan kapal perang di Timur Tengah seiring dengan ancaman perang terhadap Iran. Namun, untuk pertama kalinya, AS telah mengerahkan pesawat tempur ke Israel untuk misi perang potensial, menurut laporan The Wall Street Journal. Pesawat F-22 Raptor yang dikerahkan ke pangkalan udara Israel akan membantu AS dalam mempertahankan wilayah Israel dan pasukan Amerika dari pembalasan Iran.

“Mengoperasikan pesawat dari pangkalan Israel adalah yang pertama,” kata Dennis Ross, mantan pejabat senior AS, kepada The Wall Street Journal.

Mengapa AS Mengerahkan Jet-Jet Tersebut di Israel?

Pengerahan pesawat tempur ini terjadi di tengah penolakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mengizinkan pasukan mana pun menggunakan wilayah udara mereka. Hal ini membatasi pilihan AS untuk menempatkan pesawat yang dibutuhkan untuk operasi besar.

Elliott Abrams, mantan utusan khusus untuk Iran selama pemerintahan Trump pertama, mengatakan kepada publikasi tersebut bahwa pengerahan tersebut “adalah hasil dari dua perkembangan: meningkatnya kerja sama antara Amerika Serikat dan Israel, dan penolakan banyak negara untuk mengizinkan AS menggunakan pangkalan mereka.”

Dia menambahkan: “Saya bertanya-tanya apakah, seiring waktu, orang Amerika akan bertanya-tanya mengapa kita memiliki pangkalan di negara-negara yang tidak bekerja sama ketika kita meminta.”

Pesawat tempur siluman tersebut terlihat lepas landas dari pangkalan udara Lakenheath di Inggris pada pagi hari tanggal 24 Februari sebelum terbang ke Israel, kata harian Israel tersebut, mengutip data pelacakan penerbangan sumber terbuka dan pengamat pesawat.

Para pejabat Israel dikatakan percaya bahwa serangan AS tidak dapat dihindari, dan para petinggi militer dari kedua negara dilaporkan telah saling berhubungan. Seorang pejabat yang dikutip oleh berita Channel 12 pada hari Selasa mengatakan bahwa resolusi diplomatik untuk konflik tersebut akan menjadi “kejutan tahun ini,” menurut laporan The Times of Israel.

Selama beberapa dekade, Washington sengaja membatasi kehadiran militernya di Israel, karena khawatir penempatan pesawat tempur secara permanen dapat memicu ketegangan regional. Oleh karena itu, Israel ditempatkan di bawah Komando Eropa AS untuk mengelola sensitivitas diplomatik di Timur Tengah.

Perhitungan itu berubah setelah Perjanjian Abraham. Pada tahun 2021, Israel dialihkan ke Komando Pusat AS, sebuah perubahan yang secara diam-diam menghilangkan hambatan operasional yang telah lama ada dan membuka pintu bagi integrasi militer AS-Israel yang jauh lebih erat.

Pembicaraan AS-Iran Mengenai Program Nuklir Teheran

Di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran, Presiden AS, Trump, dalam pidatonya di sidang gabungan Kongres AS pada Selasa malam mengatakan bahwa Iran sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mencapai wilayah AS.

“Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat,” kata Trump dalam pidato kenegaraan pertamanya di masa jabatan keduanya.

“Saya lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi—tetapi satu hal yang pasti: saya tidak akan pernah membiarkan negara sponsor teror nomor satu di dunia memiliki senjata nuklir,” katanya kepada Kongres.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa delegasi dari negara tersebut dan Amerika Serikat telah bertukar proposal yang “sangat konstruktif” sejauh ini dalam putaran ketiga pembicaraan nuklir mereka di Jenewa.(yn)

BI Jatim dan Pemprov Jatim Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Harga dan Digitalisasi Transaksi Menjelang Idulfitri 2026

Surabaya, 26 Februari 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 38 pemerintah kabupaten/kota, Satgas Pangan, serta pelaku usaha menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (26/2) ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas digitalisasi transaksi keuangan daerah guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung jalannya rapat menegaskan pentingnya kolaborasi intradaerah dan antarprovinsi. “Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional perlu memperkuat kerja sama intraprovinsi dan antarprovinsi guna mendukung pemerataan distribusi pangan,” ujarnya dalam arahan. Ia juga menyoroti antisipasi curah hujan tinggi melalui operasi modifikasi cuaca yang terbukti efektif meminimalisir bencana hidrometeorologi serta dampaknya terhadap perekonomian daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, dalam paparannya memaparkan kondisi perekonomian terkini, perkembangan inflasi, dan capaian digitalisasi di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa disparitas harga dan pasokan komoditas antarwilayah masih menjadi tantangan. “Konsolidasi level pimpinan ini merupakan wujud nyata sinergi dalam mendukung pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” tegas Ibrahim.

Rapat tingkat pimpinan tersebut membahas strategi 4K pengendalian inflasi—kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Isu strategis yang mengemuka antara lain kecukupan pasokan komoditas hortikultura, daging ayam/sapi, serta BBM/LPG menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah. Selain itu, diskon tarif angkutan udara, penyediaan mudik gratis, dan upaya pengendalian harga oleh Satgas Pangan juga menjadi agenda pembahasan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono melaporkan bahwa capaian pengendalian inflasi Jatim sepanjang 2025 berhasil dijaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen. Berbagai langkah aksi pengendalian inflasi akan terus diintensifkan, khususnya pada momen Ramadhan-Idulfitri 2026.

Di sisi digitalisasi, Gubernur Khofifah mendorong percepatan ekosistem digital dan orkestrasi peta jalan digitalisasi daerah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ibrahim bahwa digitalisasi pendapatan dan belanja daerah perlu diperkuat melalui inovasi kebijakan dan program. Bank Indonesia, lanjutnya, siap mendukung sinergi dan inovasi pemda serta mengawal Jatim dalam digital championship TP2DD.

Sebagai wujud nyata pengendalian inflasi, dalam kesempatan tersebut diluncurkan program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026. Program ini merupakan platform distribusi pemasaran keliling yang memotong rantai pasok dengan menghubungkan produsen langsung ke masyarakat. Pada tahap awal, EPIK Mobile bersinergi dengan 15 kabupaten/kota di Jatim dan Bulog untuk menjual komoditas seperti beras SPHP, beras Jatim Cettar (hasil korporasi petani binaan Pemprov), minyak goreng, dan gula pasir dengan harga terjangkau.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemprov Jatim, TPID, TP2DD, dan pelaku usaha akan terus memperkuat sinergi guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya tahan, sekaligus mendukung Asta Cita dan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Pikirkan Solusinya

EtIndonesia. Sahabatku, bisakah kamu menemukan sebuah solusi?

Bertahun-tahun lalu, di sebuah desa kecil di India, ada seorang petani yang malang. Dia terlilit utang besar kepada seorang rentenir perempuan di desa itu.

Perempuan rentenir ini sudah tua, bertubuh gemuk, dan berwajah tidak menarik. Namun dia menaruh hati pada putra petani yang tampan, bernama Cliff.

Lalu dia mengajukan sebuah kesepakatan: Jika dia boleh menikah dengan Cliff, maka dia akan menghapus seluruh utang sang petani.

Tentu saja, petani dan putranya sangat terkejut dan ketakutan mendengar usulan itu.

Rentenir itu licik. Dia berkata, biarlah “Tuhan” yang menentukan.

Dia menjelaskan: dia akan memasukkan dua kerikil ke dalam kantong—satu kerikil hitam dan satu kerikil putih. Cliff harus mengambil satu kerikil dari dalam kantong itu.

  • Jika Cliff mengambil kerikil hitam, dia harus menikahi rentenir tersebut, dan utang ayahnya akan dihapus.
  • Jika Cliff mengambil kerikil putih, dia tidak perlu menikah, dan utang ayahnya tetap dihapus.
  • Namun jika Cliff menolak mengambil kerikil, ayahnya akan dipenjara.

Mereka berdiri di jalan setapak ladang yang penuh kerikil. Saat mereka masih berbicara, sang rentenir membungkuk seolah-olah memilih kerikil.

Cliff yang bermata tajam melihat jelas: perempuan itu memasukkan dua kerikil hitam ke dalam kantong!

Setelah itu, perempuan itu meminta Cliff segera mengambil salah satu kerikil dari kantong.

Sekarang, bayangkan kamu ada di posisi Cliff. Apa yang akan kamu lakukan? Jika kamu harus memberi saran pada Cliff, apa yang akan kamu katakan?

Jika dipikir secara biasa, seolah hanya ada tiga kemungkinan:

  1. Cliff menolak mengambil kerikil.
  2. Cliff mengungkap bahwa di dalam kantong semuanya kerikil hitam, membongkar kebohongan rentenir itu.
  3. Cliff mengambil kerikil hitam dan mengorbankan diri—menikah demi menyelamatkan ayahnya.

Cerita ini mengajak kita merenungkan perbedaan antara berpikir “lurus” (logika biasa) dan berpikir “menyamping” (kreatif).

Dalam situasi Cliff, masalah itu tidak mungkin terselesaikan dengan logika biasa saja. Jika dia memilih salah satu dari tiga jawaban itu, coba bayangkan konsekuensinya.

Jadi, menurutmu, apa yang sebaiknya Cliff lakukan?

Baiklah… begini cara Cliff menyelesaikannya.

Cliff memasukkan tangannya ke kantong, lalu mengambil satu kerikil. Namun sebelum sempat dia perlihatkan warnanya, dia “tidak sengaja” menjatuhkannya ke jalan berbatu. Kerikil itu langsung menggelinding dan hilang di antara tumpukan kerikil lainnya—tak mungkin dicari lagi.

“Ah, betapa bodohnya aku,” kata Cliff. “Tapi tidak apa-apa. Cukup lihat saja kerikil yang tersisa di dalam kantong, maka kita akan tahu kerikil apa yang tadi aku ambil.”

Karena di dalam kantong tersisa kerikil berwarna hitam, semua orang terpaksa menganggap kerikil yang Cliff ambil tadi adalah kerikil putih.

Dan karena rentenir itu tidak berani mengakui kebusukannya sendiri, Cliff berhasil mengubah situasi yang tampak mustahil menjadi kondisi yang sangat menguntungkan.

Pesan Cerita

Masalah yang paling rumit pun selalu punya jalan keluar. Hanya saja, sering kali kita belum sungguh-sungguh mencoba memikirkannya.

Satu cara pandang bisa menjadi sebuah kreativitas.

Hikmah Cerita

Penulis renungan memberi contoh: jika dia berada di posisi Cliff dan sudah melihat si rentenir curang, dia akan berlutut seolah-olah berdoa dengan sangat khusyuk:

“Ya Tuhan yang Mahabesar, jika pernikahan ini Engkau izinkan, maka jadikan kerikil dalam kantong ini semuanya putih. Jika pernikahan ini tidak Engkau izinkan, maka jadikan semuanya hitam. Apa pun hasilnya, aku akan mengikuti kehendak-Mu.”

Lalu dia akan berkata pada rentenir itu: “Jika kerikilnya putih, aku akan menikahimu dan utang ayahku dihapus. Jika kerikilnya hitam, berarti kehendak Tuhan aku tidak menikahimu—namun utang ayahku tetap harus dihapus.”

Saat kantong dibuka dan dua kerikil hitam muncul, orang-orang bisa menganggap itu sebagai “tanda” bahwa pernikahan itu tidak direstui.

Renungan lain: jika ia menjadi sang ayah, ia akan berkata pada anaknya: “Kalau sampai kamu benar-benar mengambil kerikil hitam, malam itu juga pergilah jauh. Jangan hancurkan masa depanmu demi ayah yang sudah tua.”

Intinya, satu masalah bisa punya banyak cara penyelesaian. Cara kita bertindak dipengaruhi lingkungan, kebiasaan, cara pandang, dan posisi masing-masing.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan, cobalah pikirkan beberapa pilihan, tuliskan satu per satu, bayangkan konsekuensinya, lalu pilih dan jalankan yang paling bijak.

Sering kali, dengan cara itu, banyak hal bisa berakhir indah.

Langit dan Laut Dipenuhi Mesin Tempur—Apakah Ini Ultimatum Terakhir untuk Teheran?

EtIndonesia. Ketika putaran ketiga perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, di Jenewa, Swiss, suhu ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat secara signifikan. Di tengah proses diplomasi yang disebut-sebut sebagai momentum krusial, Washington justru memperlihatkan konsentrasi kekuatan militer dalam skala besar di sekitar Iran.

Laporan Financial Times edisi 24 Februari 2026 mengungkap bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan 16 kapal perang, dua kapal pendukung logistik, sekitar 40.000 personel militer, serta ratusan pesawat tempur ke kawasan Timur Tengah. Formasi tersebut membentuk jaringan tempur terpadu yang mencakup laut, darat, dan udara—sebuah konfigurasi yang dinilai banyak analis sebagai kesiapan operasional nyata, bukan sekadar manuver simbolis.

Formasi Tempur Multi-Domain: Laut, Udara, dan Darat

Pengerahan militer ini mencakup penempatan lima skuadron tempur di berbagai pangkalan strategis di kawasan Teluk dan sekitarnya, yakni:

  • Yordania
  • Kuwait
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab

Setiap skuadron diperkirakan terdiri dari sekitar 70 pesawat tempur, termasuk jet generasi kelima dan pesawat dukungan tempur.

Di laut, Amerika Serikat mengoperasikan dua gugus tempur kapal induk:

  • USS Abraham Lincoln
  • USS Gerald R. Ford

Masing-masing kapal induk membawa satu skuadron tambahan dan didukung kapal perusak, kapal penjelajah, serta sistem pertahanan rudal terintegrasi. Kehadiran dua carrier strike group secara bersamaan dinilai semakin mempersempit ruang gerak strategis Iran di Teluk Persia dan Laut Arab.

Pangkalan Yordania dan Israel Jadi Titik Sorot

Citra satelit terbaru yang dipublikasikan pada 23–24 Februari 2026 menunjukkan konsentrasi besar pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Al-Salti, Yordania. Sedikitnya 66 pesawat tempur canggih teridentifikasi di lokasi tersebut, termasuk:

  • 18 unit F-35 Lightning II (jet siluman generasi kelima)
  • 17 unit F-15
  • 8 unit A-10 Thunderbolt II (pesawat serang darat)
  • Pesawat perang elektronik dan transportasi militer

Selain itu, jumlah pesawat tempur AS di Arab Saudi juga dilaporkan terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Perhatian internasional juga tertuju pada pemindahan 12 jet tempur F-22 Raptor dari pangkalan depan di Inggris menuju Pangkalan Udara Ovda, Israel selatan, yang dilaporkan telah mendarat pada awal pekan ini (sekitar 22–23 Februari 2026). F-22 dikenal sebagai jet superioritas udara paling canggih milik AS dan jarang ditempatkan secara terbuka di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah besar pesawat pengisi bahan bakar udara (air refueling tankers) turut dikerahkan, membuka kemungkinan operasi jarak jauh berkelanjutan tanpa perlu kembali ke pangkalan asal.

Di wilayah Amerika Serikat sendiri, pesawat komando strategis E-4B “Nightwatch”, yang kerap dijuluki “pesawat kiamat” karena fungsinya sebagai pusat komando udara dalam situasi darurat nasional, dilaporkan berada dalam status siaga di Pangkalan Udara Andrews.

Diplomasi di Bawah Bayang-Bayang Militer

Langkah militer ini terjadi hanya beberapa hari sebelum putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa pada 26 Februari 2026. Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi opsi utama, tetapi opsi militer tetap terbuka apabila kesepakatan tidak tercapai.

Pendekatan yang sering dia sebut sebagai “peace through strength” atau “perdamaian melalui kekuatan” kini secara nyata diterapkan: tekanan militer digunakan sebagai alat tawar dalam negosiasi.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan berada dalam kerangka hak penggunaan energi nuklir untuk tujuan sipil. Teheran membantah tuduhan pengembangan senjata nuklir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya di media sosial pada 24 Februari 2026, menyampaikan bahwa selama jalur diplomasi masih menjadi prioritas, peluang kesepakatan tetap terbuka. Namun dia juga memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kedaulatan Iran akan mendapat respons tegas.

Tekanan Eksternal dan Tantangan Internal Iran

Situasi ini bukan hanya soal negosiasi teknis mengenai tingkat pengayaan uranium atau masa moratorium. Sejumlah analis keamanan internasional menilai Iran menghadapi tekanan berlapis.

Secara eksternal, eskalasi dengan Israel dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan risiko salah kalkulasi. Secara internal, Iran menghadapi:

  • Tingginya inflasi
  • Tekanan fiskal
  • Sanksi ekonomi berkepanjangan
  • Meningkatnya ketidakpuasan publik

Kombinasi faktor tersebut mempersempit ruang manuver strategis Teheran dalam mengambil keputusan besar.

Momen Penentuan

Menjelang 26 Februari 2026, dunia menanti apakah perundingan di Jenewa akan menghasilkan terobosan atau justru memperdalam jurang konfrontasi.

Bagi Amerika Serikat, pengerahan militer besar-besaran ini berfungsi ganda: sebagai alat pencegah sekaligus instrumen tekanan dalam diplomasi.

Bagi Iran, pilihan yang tersedia semakin terbatas—menyesuaikan diri dengan tuntutan internasional atau menghadapi risiko eskalasi yang konsekuensinya sulit diprediksi.

Sejarah menunjukkan bahwa bahaya terbesar dalam konflik bukan sekadar kesalahan perhitungan, tetapi kegagalan untuk mengoreksi arah ketika tanda-tanda risiko sudah terlihat jelas.

Kini, semua mata tertuju pada Jenewa. Waktu terus berjalan, dan keputusan yang diambil dalam hitungan hari ke depan berpotensi membentuk lanskap keamanan Timur Tengah untuk tahun-tahun mendatang.

Ajarilah Dia Bersyukur Jika Memang Mencintainya

EtIndonesia. Suami saya dibesarkan di keluarga petani yang sederhana. Dari kecil dia sudah terbiasa hidup hemat dan rajin bekerja. Nilai itu bukan hanya dia terapkan pada dirinya sendiri, tetapi juga dalam mendidik anak-anak. Setiap permintaan anak selalu dia pertimbangkan dengan sangat hati-hati.

Dia sering berkata kepada saya:  “Mencintai anak bukan berarti memenuhi semua keinginannya. Cinta yang sejati adalah mengajarkan anak untuk belajar mendengarkan orangtua, bukan menjejali mereka dengan berbagai barang untuk memuaskan hasrat.”

Suatu waktu, sedang tren mainan mobil balap dengan lintasan. Anak kami sangat ingin memilikinya. Dia berkali-kali meminta kepada ayahnya, namun selalu ditolak.

Kemudian dia melihat hampir semua teman sekelasnya memiliki mobil tersebut. Sepupu-sepupunya bahkan punya dua atau lebih. 

Dengan mata berkaca-kaca dia mengadu :  “Semua orang punya mobil lintasan, cuma aku yang tidak punya.”

Suami saya memeluknya dengan lembut dan berkata : “Kalau semua orang salah, kenapa kamu harus ikut-ikutan? Ayah justru bangga padamu.”

Anak kami tahu ayahnya teguh dalam prinsip, dan dia tidak lagi memaksa. Menariknya, setelah mainan itu tidak lagi populer, teman-temannya dan sepupunya malah memberikan mobil-mobil itu kepadanya.

Dia pun bertanya heran : “Kenapa dulu semua orang ingin main, sekarang tidak ada yang mau lagi?”

Pengalaman itu membuatnya belajar. Ketika tren berikutnya datang—yo-yo dan gasing tempur—dia tidak lagi bersikeras harus memiliki.

Dalam hal pakaian pun demikian. Suami saya selalu menekankan bahwa tujuan berpakaian adalah untuk rapi dan sopan.

Kadang jika anak-anak memakai pakaian yang lebih bagus bahannya, saya tak tahan untuk berkata: “Wah, ganteng sekali!”

Namun suami saya dengan sabar mengingatkan: “Kalau kita memuji anak hanya karena pakaiannya bagus, bagaimana kita bisa mendidik mereka agar tidak terlalu mementingkan penampilan?”

Sedikit demi sedikit, anak-anak pun terbiasa memakai apa adanya.

Suatu kali saat kami membeli sepatu kain, pemilik toko berkata kagum:  “Sekarang jarang sekali ada anak yang mengganti sepatu setelah benar-benar rusak seperti ini!”

Beberapa waktu lalu, karena anak-anak berhasil menghafal ajaran Laozi dan Zhongyong, saya berjanji akan membelikan mereka masing-masing satu mainan dengan harga di bawah lima puluh yuan.

Di toko, setiap kali anak saya melihat mainan, dia selalu bertanya terlebih dahulu : “Boleh lihat ini?”, “Boleh beli ini?”

Anak pertama, kedua, bahkan si bungsu yang baru tiga tahun pun bersikap sama.

Pemilik toko itu sampai bertanya dengan takjub :  “Ibu, bagaimana cara mendidiknya? Saya sudah lama membuka toko ini. Biasanya orangtua menyerah karena anak menangis lalu membelikan mainan. Atau anak marah karena tidak dibelikan. Jarang sekali saya melihat anak yang begitu sopan, setiap kali mengambil mainan selalu bertanya boleh atau tidak.”

Dulu, saya sering merasa suami terlalu keras pada anak-anak. Terlebih di zaman yang serba materi seperti sekarang, saya khawatir mereka akan tertinggal dari yang lain.

Namun seiring waktu, saya mengerti: Sebanyak apa pun materi tidak akan pernah bisa memuaskan keinginan anak.

Mengajarkan mereka untuk merasa cukup—itulah cinta yang sesungguhnya.

Hikmah Cerita

Jika di dunia ini ada “lubang tanpa dasar”, maka itulah hati manusia yang tidak pernah merasa cukup.

Sebenarnya kebutuhan manusia itu sederhana. Namun karena gengsi dan keinginan yang tak terkendali, kita terus mengejar sesuatu yang jauh melampaui kebutuhan.

Ketika satu keinginan tercapai, hati yang tidak pernah puas akan kembali mencari yang lebih besar. Hidup pun berlalu dalam siklus tanpa akhir—mengejar, mendapatkan, lalu merasa kurang lagi.

Sementara itu, banyak hal berharga di sekitar kita terlewat begitu saja.

Mencintai anak bukan berarti memenuhi semua yang dia minta. Cinta sejati adalah membantu anak memahami apa yang benar-benar ia butuhkan.

Ketika anak belajar merasa cukup, dia tidak akan menghabiskan hidupnya mengejar ilusi. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh, tenang, dan mampu menikmati hidup dengan penuh makna.(jhn/yn)

Rekaman Video yang Menampilkan Putri Kim Jong-un di Parade Militer Dirilis, Menunjukkan Ia Mungkin akan Ditunjuk Sebagai Pewaris Kepemimpinan 

Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Rabu (25 Februari) tampil dalam parade penutupan Kongres ke-9 Partai Buruh Korea yang berkuasa. Cuplikan dari media resmi ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan suksesi kepemimpinan.

EtIndonesia. Pada Kamis (26 Februari), Reuters mengutip laporan media resmi Korean Central News Agency (KCNA) yang menyebutkan bahwa putri Kim Jong Un menghadiri upacara parade pada malam 25 Februari.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan perempuan tersebut berdiri di samping Kim Jong Un, bertepuk tangan bersama sejumlah jenderal militer senior saat parade berlangsung. Keduanya tampak mengenakan jaket kulit hitam.

Foto lainnya memperlihatkan perempuan itu bersama Kim Jong Un dan pimpinan militer menyaksikan pesawat tempur terbang rendah melintas di atas lokasi parade.

Sebelumnya, surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo mengutip sumber pejabat pemerintah yang mengetahui masalah ini, menyatakan bahwa badan intelijen Korea Selatan telah memperoleh informasi bahwa putri Kim Jong Un menjabat sebagai penanggung jawab tertinggi program misil Korea Utara. Disebutkan pula bahwa namanya bukan lagi Ju-ae seperti yang selama ini dikenal publik, melainkan Ju-hae, yang menandakan ia kemungkinan telah ditetapkan sebagai penerus.

Media resmi kali ini tidak menjelaskan peran spesifik perempuan tersebut dalam parade. Namun, dalam sistem kekuasaan turun-temurun yang berpusat pada keluarga Kim, kemunculannya hampir pasti akan memicu spekulasi lebih lanjut mengenai isu suksesi di Korea Utara.

Putri Kim Jong Un pertama kali tampil dihadapan publik pada akhir 2022, ketika ia mendampingi Kim Jong Un menghadiri kegiatan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Saat itu, media pemerintah menyebutnya sebagai “putri kesayangan” Kim Jong Un. 

Hingga kini, usia pastinya tidak pernah dikonfirmasi, namun secara umum diyakini ia lahir pada awal dekade 2010-an. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Video: Kamera Penargetan Merekam Serangan Udara Pakistan di Afghanistan

EtIndonesia. Sebuah layar hitam putih dengan retikel penargetan menunjukkan apa yang tampak seperti area perkotaan. Dalam hitungan detik, dua ledakan – ditandai dengan kilatan hitam di layar – terjadi berturut-turut.

Video ini, yang dibagikan oleh Kementerian Pertahanan Pakistan, merupakan bagian dari beberapa visual yang diklaim sebagai bukti serangan udara mereka di beberapa kota di Afghanistan termasuk ibu kota Kabul, setelah menyatakan “perang terbuka” terhadap negara yang dalam sejarah baru-baru ini telah berperang panjang melawan dua kekuatan militer terbesar di dunia.

Video lain menunjukkan langit malam di atas sebuah kota yang diterangi oleh peluru anti-pesawat, kemungkinan ditembakkan oleh pasukan Afghanistan ke jet tempur Pakistan.

Lebih banyak video menunjukkan kebakaran yang terjadi di pinggir kota setelah apa yang tampak sebagai akibat dari serangan udara. Kepulan asap yang panjang dapat terlihat.

Video lain lagi menunjukkan kamera pencari rudal serangan darat yang mencari target. Barisan kendaraan pasukan Afghanistan dapat terlihat di depan.

Pakistan menyatakan serangan udaranya merupakan respons terhadap serangan pasukan Afghanistan terhadap pasukan perbatasan Pakistan pada Kamis malam, yang oleh pemerintah Taliban disebut sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan sebelumnya.

Pakistan menuduh Afghanistan tidak melakukan apa pun terhadap kelompok militan yang melakukan serangan di Pakistan, yang dibantah oleh pemerintah Taliban.

Kedua pihak mengklaim telah menewaskan puluhan tentara dalam kekerasan perbatasan terbaru ini.(yn)

AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran, Trump: Rezim Teroris Iran Sama Sekali Tak Boleh Memiliki Nuklir

Menjelang dimulainya putaran ketiga perundingan AS–Iran, Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap Iran. Di tengah penambahan pasukan ke Timur Tengah, Washington juga menjatuhkan sanksi besar baru terhadap Teheran. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump berulang kali menyebut Iran dalam pidato kenegaraannya dan menegaskan kembali bahwa AS tidak akan pernah mengizinkan rezim teroris Iran memiliki senjata nuklir.

EtIndonesia.  Pada Selasa (24 Februari), Trump menyatakan dalam pidato kenegaraan bahwa setelah operasi militer AS “Midnight Hammer” menghancurkan fasilitas nuklir utama Iran, Teheran tetap bangkit kembali, mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri, serta mempercepat pengembangan rudal jarak jauh yang berpotensi mencapai daratan Amerika Serikat.

Trump berkata:  “Kami sedang berunding dengan mereka. Mereka ingin mencapai kesepakatan, tetapi kami belum mendengar janji kunci itu: ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.’”

Ia menambahkan:  “Pilihan utama saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Namun satu hal pasti: saya tidak akan mengizinkan negara pendukung terorisme nomor satu di dunia ini memiliki senjata nuklir. Itu sama sekali tidak boleh terjadi.”

Trump juga menuduh rezim terorisme Iran telah membunuh ribuan tentara AS dan merenggut nyawa jutaan warga sipil.

“Sejak merebut kendali negara besar ini 47 tahun lalu, rezim Iran dan kaki tangan pembunuhnya hanya menyebarkan terorisme, kematian, dan kebencian,” ujar Trump.

Ia juga menuding bahwa dalam beberapa bulan terakhir, rezim tersebut menewaskan sekitar 32.000 demonstran, warga negaranya sendiri, yang ditembak atau digantung.

Pada Rabu (25 Februari), kapal induk USS Gerald R. Ford masih berlabuh di pangkalan Angkatan Laut AS di Pulau Kreta, Yunani. Kapal induk terbesar di dunia ini diperkirakan akan menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sebelumnya telah tiba di Laut Arab.

Pada hari yang sama, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas terkait, dan kapal yang terlibat dalam armada bayangan Iran serta jaringan pemasok program rudal balistik dan senjata konvensional, dengan tuduhan membantu penjualan minyak ilegal Iran serta produksi rudal balistik dan senjata canggih.

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan menyebut jaringan-jaringan tersebut membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran serta Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran memperoleh bahan pendahulu dan peralatan mesin yang diperlukan untuk memproduksi rudal balistik dan persenjataan lainnya.

Selain itu, sebagai bagian dari strategi “tekanan maksimum” terhadap rezim Iran, Central Intelligence Agency (CIA) baru-baru ini memposting panduan di berbagai platform media sosial untuk calon informan di dalam Iran, guna membantu mereka menghubungi AS melalui saluran aman.

Dalam unggahan berbahasa Persia tersebut tertulis:  “Halo. Badan Intelijen Pusat telah mendengar suara Anda dan berharap dapat memberikan bantuan.”

Hingga kini, video tersebut telah ditonton puluhan juta kali di berbagai platform.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Jerman Wadephul menyatakan bahwa Prancis, Inggris, dan Jerman sejalan dengan AS terkait tuntutan atas perjanjian nuklir Teheran—yakni Iran harus meninggalkan program nuklirnya, menghentikan program rudal, dan memutus dukungan terhadap organisasi teroris—seraya mendesak Iran mencapai kesepakatan dengan AS.

 “Jika Teheran menganalisis situasi secara rasional, mereka seharusnya menyadari bahwa mereka harus menyetujui tuntutan Amerika Serikat dalam tiga aspek tersebut. Ini juga harapan Eropa, karena kami menghadapi ancaman yang sama. Iran harus menghentikan dukungannya terhadap Hamas, Hizbullah, dan Houthi,” ujarnya. 

Di bawah tekanan AS dan Eropa, Presiden Iran Pezeshkian pada Rabu menyatakan bahwa delegasi Iran telah berangkat ke Jenewa, dan ia berharap putaran ketiga perundingan AS–Iran dapat membuahkan hasil.

Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi pada Senin (23 Februari) bahwa utusan AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner, akan bertemu dengan perwakilan Iran di Jenewa pada Kamis (26 Februari) untuk menggelar perundingan terbaru mengenai perjanjian nuklir Teheran.

Reporter New Tang Dynasty Television: Zhao Fenghua, laporan kompilasi.