6 Pemimpin Dunia Diteror dalam Kampanye Ancaman Partai Komunis Tiongkok terhadap Shen Yun

 Ancaman pembunuhan terhadap perdana menteri Australia menjadi yang terbaru dalam rangkaian email berbahasa mandarin yang mengancam para pemimpin Taiwan, Kanada, Italia, Denmark, dan Korea Selatan.

Oleh Eva Fu

Evakuasi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dari kediamannya sebagai respons terhadap ancaman bom awal pekan ini bukanlah insiden terpisah. Ia merupakan satu dari enam pemimpin dunia yang menjadi target dalam kampanye intimidasi yang dikaitkan dengan Tiongkok, sebagaimana dipelajari oleh The Epoch Times.

Sejak Januari, ancaman bom dan pembunuhan melalui email telah menyasar pemimpin Kanada Mark Carney, Presiden Taiwan Lai Ching-te, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Presiden Italia Sergio Mattarella, serta Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Nama Albanese menjadi yang terbaru dalam daftar tersebut.

Email-email itu memiliki nada dan ancaman grafis yang serupa. Semuanya ditulis dalam bahasa Tiongkok. Pesannya sama: batalkan pertunjukan terjadwal Shen Yun Performing Arts atau hadapi konsekuensinya.

“Jika Anda bersikeras melanjutkan pertunjukan Shen Yun, sesuatu akan terjadi pada perdana menteri Kanada,” bunyi email tertanggal 10 Februari yang diperoleh The Epoch Times. “Jika Anda tidak peduli dengan keselamatan pribadi Mark Carney dan semua pejabat tinggi Kanada, silakan lanjutkan pertunjukan.”

“Tidak menutup kemungkinan menembak Lai Ching-te!” bunyi email lain tertanggal 8 Januari. “Atau bahkan menabrakkan SUV bermuatan bahan peledak ke Gedung Kantor Kepresidenan. Lanjutkan saja jika Anda tidak percaya.”

“Jika Anda tidak peduli dengan keselamatan pribadi Mette Frederiksen dan semua pejabat tinggi Denmark, silakan lanjutkan pertunjukan,” bunyi email lain tertanggal 10 Februari. “Saya tidak peduli, selama Anda sanggup menanggung akibatnya.”

Email yang dikirim ke layanan penjualan tiket Shen Yun yang menargetkan Presiden Taiwan Lai Ching-te pada 8 Januari 2026 dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pada 10 Februari 2026; serta email yang dikirim kepada pihak penyelenggara Shen Yun yang menargetkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Presiden Italia Sergio Mattarella, dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada 10 Februari 2026. Tangkapan layar melalui The Epoch Times.

Kampanye yang Meningkat

Meski tak satu pun ancaman tersebut terbukti nyata, hal ini mencerminkan eskalasi dari kampanye puluhan tahun yang menargetkan perusahaan seni pertunjukan berbasis di New York tersebut.

Mengusung slogan “Tiongkok Sebelum Komunisme,” Shen Yun menampilkan budaya tradisional Tiongkok melalui tarian klasik dan musik Tiongkok. Setiap tahun, pertunjukan ini disaksikan sekitar satu juta penonton langsung di seluruh dunia. The Epoch Times merupakan sponsor media Shen Yun.

Para penari Shen Yun menampilkan tarian klasik Tiongkok di atas panggung. Courtesy of Shen Yun Performing Arts

Perusahaan seni ini didirikan oleh para praktisi Falun Gong, sebuah kelompok spiritual yang mengalami penganiayaan berat yang diluncurkan partai komunis Tiongkok. Sejak berdiri pada 2006, Shen Yun menghadapi kampanye sabotase dari rezim tersebut, termasuk tekanan diplomatik dan ekonomi untuk menghentikan pertunjukannya.

Email ancaman ini menandai bentuk sabotase baru. Tahun lalu, ancaman serupa menyebabkan evakuasi di John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, yang kini dikenal sebagai Trump Kennedy Center.

Setelah pertama kali muncul sekitar dua tahun lalu, jumlah ancaman kini telah melampaui 130 kasus, menurut Falun Dafa Information Center. Pelaku awalnya menargetkan para penari Shen Yun dan keluarga mereka, serta fasilitas pelatihan perusahaan.

Ancaman juga diarahkan kepada anggota parlemen AS, Gedung Putih, serta teater dan institusi di berbagai negara, sering kali dengan menyebut kemungkinan pemboman atau penembakan massal jika pertunjukan tetap berlangsung.

Otoritas Taiwan, dalam penyelidikan lintas lembaga, mengaitkan sebagian email dengan Kota Xi’an di Tiongkok tengah, dengan sebuah fasilitas riset milik raksasa teknologi Huawei—yang telah masuk daftar hitam di Amerika Serikat atas kekhawatiran keamanan nasional—sebagai tersangka utama.

BACA JUGA : Perdana Menteri dan Shen Yun Terima Ancaman Bom, PM Australia Albanese Dievakuasi dari Kediaman Resminya

BACA JUGA : Anggota Parlemen Australia Bereaksi atas Evakuasi PM Albanese Akibat Ancaman Bom, Soroti Teror Terhadap Shen Yun


Kekhawatiran Keamanan Nasional

Penyelidikan federal Australia kini menyoroti gelombang intimidasi terbaru ini.

Aparat penegak hukum memindahkan Albanese ke lokasi lain selama beberapa jam saat mereka menggeledah The Lodge di Canberra, dan akhirnya tidak menemukan ancaman terhadap keselamatan publik.

Polisi Federal Australia sedang menyelidiki email kedua tertanggal 22 Februari, di mana pengirim mengklaim telah menempatkan bahan peledak yang akan menghancurkan The Lodge.

Para penari Shen Yun tampil di atas panggung dalam sebuah pertunjukan. Courtesy of Shen Yun

Sementara itu, Kepolisian Queensland menyelidiki ancaman bom lain terhadap lokasi pertunjukan di Gold Coast yang memaksa staf melakukan evakuasi.

BACA JUGA : Polisi Selidiki Ancaman Bom Kedua Saat Tur Shen Yun di Australia

Lucy Zhao, presiden Asosiasi Falun Dafa Australia, menyatakan situasi ini menunjukkan arah berbahaya yang “memerlukan perhatian mendesak di tingkat tertinggi pemerintahan.”

“Ketika ancaman meluas hingga menyasar pemimpin terpilih suatu negara, ini bukan lagi semata-mata soal kebebasan beragama atau ekspresi artistik—ini menjadi tantangan langsung terhadap kedaulatan nasional, tata kelola demokratis, dan keselamatan publik,” ujarnya.

“Demokrasi tidak boleh membiarkan rezim otoriter asing mengekspor paksaan, intimidasi, dan ketakutan ke wilayahnya.”

Sesi penghormatan terakhir Shen Yun Performing Arts di HOTA Home of the Arts, di Gold Coast, Queensland, Australia. NTD

Kaitan Tiongkok dalam insiden ini menarik perhatian media internasional setelah pertama kali diungkap oleh The Epoch Times.

BACA JUGA: Fakta-fakta Sebelum Petunjukan Shen Yun di Australia, Saat Ancaman Bom dari Partai Komunis Tiongkok Menyebabkan Evakuasi Darurat PM Albanese

Ketika ditanya mengenai ancaman terhadap perdana menteri Australia dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menghindari pertanyaan tersebut dan menyatakan tidak mengetahui situasi sebenarnya, lalu menggunakan istilah merendahkan untuk menyerang Shen Yun dan Falun Gong.

Menariknya, pernyataan tersebut kemudian dihapus dari transkrip resmi di situs kementerian. Namun, Kedutaan Besar Tiongkok di Australia tetap memublikasikan keseluruhan pernyataan tersebut di halaman Facebook mereka.

Shen Yun menyatakan tidak akan gentar.

“Fakta bahwa mereka mengancam nyawa para pemimpin dunia untuk membatalkan Shen Yun menunjukkan tingkat premanisme dan keputusasaan yang telah ditempuh PKT,” kata Wakil Presiden Shen Yun, Ying Chen, kepada The Epoch Times.

“Ini juga dengan jelas menunjukkan betapa takutnya Beijing terhadap pengungkapan tirani PKT di panggung-panggung dunia.”


Tekanan dan Perlawanan

Anggota parlemen Australia Barnaby Joyce mengatakan ancaman tersebut bertentangan dengan nilai-nilai negaranya.

“Benar-benar tidak dapat diterima di Australia untuk mengintimidasi seseorang yang menjalankan keyakinan agamanya, dalam bentuk yang tidak mengancam budaya Australia dan tidak melanggar hak orang lain,” katanya.

Ketika Kedutaan Besar Tiongkok di Denmark baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang meminta masyarakat tidak menonton Shen Yun, para anggota parlemen setempat juga memberikan perlawanan.

Anggota parlemen Partai Rakyat Denmark, Mikkel Bjorn, mengatakan ia akan malu jika mendengarkan apa yang dikatakan dan dipikirkan diktator komunis di Tiongkok dalam memutuskan partisipasi dalam berbagai acara.

Anggota parlemen Partai Liberal Denmark, Kim Valentin, mengatakan tindakan rezim Tiongkok justru menegaskan keinginannya untuk mengendalikan.

“Di Denmark, negara tidak mencampuri apa yang boleh atau tidak boleh Anda ikuti,” ujarnya. “Saya hanya diingatkan bahwa kebebasan seperti itu tidak Anda miliki di Tiongkok.

“Saya sungguh berharap ini justru membuat semakin banyak orang ingin menyaksikan pertunjukan Shen Yun.”

Carl Andersen dari Partai Liberal Alliance, yang juga duduk di Komite Urusan Gerejawi Parlemen Denmark, mengecam Kedutaan Besar Tiongkok karena melakukan “campur tangan asing.”

Ia mengatakan telah melaporkan ancaman terhadap pemimpin Denmark tersebut kepada badan intelijen dan kepolisian negaranya untuk diselidiki.

Rakyat Denmark perlu “berdiri melawan tekanan semacam ini dari rezim otoriter,” ujarnya.

Artikel ini sebelumnya dipublikaskan di The Epochtimes edisi Bahasa Inggris

Sejauh Ini yang Perlu Diketahui dari Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Sejumlah Pejabat Tinggi 

Pasukan Pertahanan Israel mengonfirmasi kematian tujuh pemimpin militer dan pengembangan nuklir Iran.

EtIndonesia. Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah tokoh militer berpangkat tinggi lainnya tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran. Hal demikian disampaikan otoritas AS dan Israel pada 28 Februari. Media pemerintah Iran kemudian turut mengonfirmasi kematian tersebut.

Operasi Epic Fury dimulai pada pukul 01.15 dini hari waktu Timur (ET), dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pengeboman “sangat presisi” akan berlanjut sepanjang pekan ini atau lebih lama.

Kematian tersebut membuat para pemimpin angkatan bersenjata Iran yang tersisa mencari kekebalan, kata Trump di Truth Social pada Sabtu malam.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu bahwa Amerika Serikat memiliki “indikator” bahwa Iran berencana menggunakan rudalnya secara “pre-emptive” (mendahului), atau secara bersamaan dengan tindakan AS, untuk menargetkan pasukan Amerika di kawasan tersebut.

“Kami memiliki analisis yang pada dasarnya memberi tahu kami bahwa jika kami duduk diam dan menunggu untuk diserang lebih dulu, jumlah korban dan kerusakan akan jauh lebih besar,” kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa intelijen menunjukkan Iran sedang membangun kembali apa yang dihancurkan oleh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu.

Amerika Serikat telah mengadakan beberapa putaran perundingan dengan Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir dan menilai bahwa upaya tersebut tidak efektif. Pejabat itu mengatakan Iran menolak membahas rudal balistik dalam negosiasi.

“Salah satu hal yang kami tawarkan adalah kami akan memberi Anda bahan bakar nuklir gratis selamanya,” kata pejabat senior lainnya. “Dan pada dasarnya mereka mengatakan itu tidak berhasil bagi mereka. Mereka perlu memperkaya uranium.”


IDF Mengonfirmasi 7 Pemimpin Iran Tewas

Israel Defense Forces (IDF) menyatakan dalam pengarahan media pada Sabtu dan melalui media sosial bahwa serangan yang menargetkan pimpinan pertahanan senior Iran menewaskan tujuh target.

Ali Shamkhani adalah penasihat dekat Khamenei, yang menunjuknya sebagai sekretaris Dewan Pertahanan Iran setelah perang tahun lalu dengan Israel menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Ia juga pernah menjadi target serangan Israel pada Juni lalu. Bulan lalu, ia menulis di media sosial bahwa setiap aksi militer AS terhadap Iran akan memicu pembalasan yang “segera, total, dan belum pernah terjadi sebelumnya, yang menargetkan jantung Tel Aviv” dan para pendukung AS lainnya.

Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh adalah veteran perang Irak–Iran dan pernah menjabat sebagai komandan angkatan udara Iran. Menjelang perundingan perjanjian nuklir dengan Amerika Serikat tahun lalu, ia mengatakan bahwa jika terjadi konflik, “kerugian musuh pasti akan lebih besar daripada kerugian kami.”

“Dalam hal itu, Amerika harus meninggalkan kawasan karena semua pangkalannya berada dalam jangkauan kami, kami memiliki akses ke sana, dan tanpa ragu kami akan menargetkan semuanya di negara tuan rumah,” katanya.

Mohammad Pakpour adalah komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pasukan bersenjata yang terpisah dari militer Iran dan berada langsung di bawah kendali Khamenei.

Pejabat intelijen Saleh Asadi adalah kepala Direktorat Intelijen Komando Darurat Khatam al-Anbiya, serta perwira intelijen senior di Komando Tertinggi Pasukan Iran.

Mohammad Shirazi telah memimpin Biro Militer Khamenei selama hampir 40 tahun, berfungsi sebagai penghubung penting antara pemimpin dan pasukan militer, serta menjadi figur kunci dalam rezim.

Hossein Jabal Amelian adalah ketua SPND (Organisasi Inovasi dan Riset Pertahanan); Reza Mozaffari-Nia adalah mantan ketuanya. Menurut IDF, keduanya memajukan rencana proliferasi nuklir Iran.


Kematian Khamenei Dikonfirmasi

Khamenei, 86 tahun, adalah Ayatollah Pemimpin Tertinggi dalam sistem teokrasi Islam yang berkuasa di Iran setelah Revolusi 1979. Jabatan tersebut dipilih oleh dewan delapan tokoh senior yang disebut Majelis Ahli dan memiliki kendali atas IRGC. Iran juga memilih presiden dan parlemen untuk masa jabatan empat tahun, dengan kewenangan yang ditentukan oleh pemimpin tertinggi.

Kompleks berkeamanan tinggi milik Khamenei di Teheran dihantam dan dihancurkan, dan Trump menegaskan pengumuman IDF bahwa Khamenei telah tewas.

“Ia tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Kami yang Sangat Canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia lakukan, atau para pemimpin lain yang tewas bersamanya,” tulis Trump di Truth Social.

Media pemerintah Iran kemudian juga mengonfirmasi bahwa Khamenei telah tewas.


Trump Serukan Pembangunan Kembali Secara Damai

Trump mengatakan di Truth Social bahwa anggota IRGC, militer, keamanan, dan kepolisian kini “tidak lagi ingin bertempur, dan sedang mencari Kekebalan dari kami.”

Ia mengatakan berharap mereka dapat “secara damai bergabung dengan para Patriot Iran, dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan Negara itu ke Keagungan yang layak.”

“Proses itu seharusnya segera dimulai karena bukan hanya kematian Khamenei, tetapi Negara itu dalam satu hari telah sangat hancur dan bahkan luluh lantak,” tambahnya.

Dalam wawancara telepon dengan NBC News, Trump mengatakan sebagian besar pimpinan rezim telah tewas dan ia menolak menyebut siapa yang menurutnya harus memimpin Iran.

“Saya tidak tahu, tetapi pada suatu saat mereka akan menelepon saya untuk menanyakan siapa yang saya inginkan,” kata Trump kepada NBC. “Saya hanya sedikit bersikap sarkastik ketika mengatakan itu.”

Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyatakan dalam unggahan media sosial bahwa dengan kematian Khamenei, “Republik Islam pada dasarnya telah mencapai akhirnya dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah.”

Pahlavi mengatakan upaya untuk mempertahankan rezim “akan gagal” dan setiap penerus yang ditunjuk “tidak akan memiliki legitimasi maupun umur panjang.” Ia juga menyerukan kepada militer, aparat keamanan, dan penegak hukum untuk “membantu memastikan transisi Iran yang stabil menuju masa depan yang bebas dan makmur, serta turut membangun masa depan tersebut.”

Emel Akan dan Reuters turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

Iran Konfirmasi Tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

oleh Troy Myers

EtIndonesia. Media pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) dini hari mengonfirmasi tewasnya sejumlah pejabat senior orang dalam rezim mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Bahkan, beberapa anggota keluarga pemimpin Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan udara AS–Israel, menurut media pemerintah Iran. Di antara kerabat yang tewas adalah putri Khamenei, cucunya, menantu perempuan, dan menantu laki-laki, lapor Reuters.”

Seorang penasihat keamanan utama Khamenei dan kepala Korps Garda Revolusi Islam Iran tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat–Israel pada Sabtu, demikian laporan media pemerintah.

Komandan Garda Revolusi, Mohammad Pakpour, mengambil alih jabatan tersebut setelah Israel membunuh pemimpin sebelumnya dalam Perang Dua Belas Hari pada Juni 2025.

Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Iran dan penasihat Khamenei, adalah pejabat lain yang dikonfirmasi tewas oleh media pemerintah Iran.

Israel Defense Forces (IDF) sebelumnya telah mengonfirmasi kematian mereka pada Sabtu, bersama beberapa tokoh kunci lainnya.

“Dunia menjadi tempat yang lebih baik tanpa mereka,” kata IDF.


Warga Iran Merayakan Kematian Khamenei

Sejumlah video yang keluar dari Iran menunjukkan warga sipil membunyikan klakson, bersorak, dan merayakan di jalan-jalan atas kabar bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas.

The Epoch Times mengonfirmasi satu video dari Iran, di mana seorang pria menyebut mantan pemimpin negaranya sebagai “Moosh Ali.”

Moosh adalah kata dalam bahasa Persia yang berarti “tikus.” Para demonstran menggunakan istilah tersebut sebagai julukan merendahkan, diduga karena selama dan setelah Perang Dua Belas Hari melawan Israel dan pasukan AS pada Juni 2025, para pengkritiknya mengatakan ia dipindahkan ke kompleks rahasia demi keselamatan, bersembunyi di bawah tanah seperti tikus.

Video lainnya diunggah dari kota berbeda di Iran, memperlihatkan kerumunan besar bernyanyi, menari, bertepuk tangan, berteriak, dan mendengarkan musik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan mengenai kematian Khamenei akibat serangan udara gabungan AS–Israel pada Sabtu pagi.

Iran tidak mengonfirmasi kematian pemimpin tersebut hingga beberapa jam kemudian.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Sabtu malam waktu Timur menyatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk meluncurkan “dalam hitungan” operasi ofensif terbesar dalam sejarah terhadap pangkalan Israel dan Amerika. (asr)

Putu Sastrani Titaranti Dewantara – Tale of Spring : Sebuah Energi Positif yang Rindu Dilepaskan

Di sebuah ruang kedap suara yang tenang, lengkingan soprano menyayat udara dengan presisi yang ganjil. Ia tidak menderu layaknya musik pop yang membanjiri ruang publik ibu kota dan media sosial, melainkan mengalun tenang, membawa wibawa klasik yang seakan memindahkan pendengarnya ke panggung-panggung opera di Eropa

ELKA HUNTER 

Putu Sastrani Titaranti Dewantara—atau yang lebih dikenal sebagai Sastrani—sedang tidak sekadar berlatih vokal. Ia sedang merapal sebuah manifesto transformasi jiwa yang kini ia kristalisasikan dalam mini album terbarunya, “Tale of Spring.” Bagi Sastrani, mini album ini adalah muara dari sebuah perjalanan spiritual yang panjang dan berliku. Berisi lima lagu utama—A Tale of Spring, Be Saved, Sacred Path of Truth, Children of The Cre ator, dan Path of Divine—karya ini meru pakan pelepasan energi positif yang menurutnya sudah lama terpendam dan rindu untuk dibagikan kepada dunia. 

Panggilan Alam Sang Spinto Soprano Lahir di Jakarta pada 15 November 1988, Sastrani adalah anomali di generasinya. Ketika remaja sebayanya menggandrungi band-band alternatif, Sastrani kecil justru asyik dengan keroncong lawas dan opera.

 “Bukan milih sih, Pak. Dari kecil itu saya sudah nyanyi begini,” kenangnya saat menceritakan rekaman suaranya di usia empat tahun yang sudah terdengar layaknya penyanyi seriosa. Baginya, musik klasik bukanlah pilihan karir yang dipaksakan, melainkan sebuah “pilihan alam.” 

Loyalitasnya pada genre klasik begitu kuat. Ia bahkan sempat berujar bahwa sejauh-jauhnya ia mencoba bernyanyi pop, batas terjauhnya hanyalah panggung Broadway. Namun, bakat alami saja tidak cukup. Di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) periode 2006-2010, Sastrani mendalami teknik Bel Canto. 

Perjalanan akademisnya tidak mulus begitu saja; ia sempat merasa minder karena kemampuan membaca partiturnya tertinggal dibanding rekan-rekannya. 

Frustrasi itu justru menjadi bahan bakar. Di bawah asuhan Catherine Leimena di Gita Swara, Sastrani berlatih gila-gilaan—hingga delapan jam sehari—demi mengejar ketertinggalan teknis. Hasilnya adalah suara Operatic Spinto Soprano yang mampu melintasi berbagai spektrum emosi, sebuah modal yang membawanya ke panggung-panggung bergengsi seperti Java Jazz hingga berkolaborasi dengan maestro Addie MS di Twilight Orchestra.

Titik Nadir dan Sakelar Cahaya

Sebelum menemukan kedamaian yang ia rasakan sekarang, Sastrani mengaku pernah menjadi sosok yang sangat ambisius. Ia terjebak dalam pengejaran panggung dan pengakuan materi. “Mengejar banget untuk tampil di sini, tampil di situ … Kalau tidak tercapai, stres,” akunya. Tekanan persaingan di industri musik sempat membuatnya merasa “salah lahir” di Indonesia, sebuah negeri yang panggung operanya tak semegah di Barat. 

Puncaknya terjadi saat pandemi CO VID-19 melanda. Proyek ambisius ber sama Eros Djarot untuk menghadirkan kembali soundtrack legendaris “Badai Pasti Berlalu” yang direncanakan berlangsung hingga 2021 harus kandas. 

Sastrani terhempas ke titik nadir. Di tengah ketidakpastian itu, ia mulai mempertanyakan esensi keberadaannya sebagai manusia. Ia rindu akan sebuah jalan yang bisa membebaskannya dari keterikatan hati namun tetap mengizinkannya bermusik. Pertemuannya dengan seorang praktisi Falun Dafa menjadi titik balik. 

Sebuah brosur kuning bertuliskan tiga prinsip utama—Sejati, Baik, Sabar (Zhen, Shan, Ren)—seolah menjadi sakelar yang menyalakan cahaya di rumah jiwanya yang sedang gelap. “Pas saya baca tulisan itu, langsung ada kayak tombol klik… byarrr. Akhirnya jadi terang rumahnya,” ungkapnya dengan suara yang bergetar penuh haru. 

Kidung Musim Semi: Bedah Mini Album 

Mini album “Tale of Spring” lahir dari rahim transformasi tersebut. Sastrani tidak lagi memandang bakat vokalnya sebagai alat mencari uang semata, melainkan sebagai titipan Tuhan untuk menyuarakan kebaikan. 

1. A Tale of Spring: Dirilis eksklusif di platform Gan Jing World pada 25 Januari 2025. Lagu ini menjadi metafora kebangkitan jiwa dari “musim dingin” frustrasi menuju “musim semi” pencerahan. 

2. Be Saved: Muncul perdana dalam format video musik pada 30 September 2024. Lagu ini membawa pesan spiritual yang kuat tentang harapan dan keselamatan di tengah masa-masa sulit. 

3. Sacred Path of Truth: Sebuah persembahan yang dirilis bertepatan dengan World Falun Dafa Day pada 17 Mei 2024. Lagu ini mencerminkan komitmen Sastrani untuk berjalan di atas prinsip kebenaran. 

4. Children of The Creator: Kolaborasi internasional bersama penyanyi Thu Hiền yang dirilis pada Mei 2025. Lagu ini menekankan asal-usul manusia yang murni di bawah naungan Sang Pencipta.

 5. Path of Divine: Lagu yang telah populer dengan puluhan ribu tayangan sejak dirilis pada April 2023. Melodi sopranonya yang jernih menggambarkan pencarian manusia akan jalan ketuhanan. Sastrani kini aktif mempelajari partitur-partitur klasik dari NTD Classic dan Shen Yun untuk memperdalam pemahamannya tentang seni tradisional yang lurus. Ia percaya pada prinsip “melepas baru memperoleh” (seperti yang tertulis dalam buku Zhuan Falun), sebuah filosofi yang membuatnya lebih tenang dan fokus dalam berkarya

Ekosistem Gan Jing World: Teknologi Bagi Kemanusiaan

Dalam merilis karya-karyanya, Sastrani memilih platform Gan Jing World (GJW) sebagai wadah utama. Pilihan ini bukan tanpa alasan. GJW memiliki visi “Teknologi bagi Kemanusiaan” dan dirancang sebagai platform digital yang menyediakan hiburan ramah keluarga, bebas dari konten berbahaya. 

Sastrani merasa GJW sejalan dengan misinya untuk menyebarkan energi positif. Ia bahkan sempat memenangkan kontes konten “Kindness is Cool” (Kebaikan itu Keren) di platform tersebut lewat lagunya yang berjudul serupa bersama April Gunawan. Baginya, platform ini adalah jawaban atas keresahan orang tua modern yang khawatir akan dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental anak. GJW menawarkan lingkungan yang membina rasa percaya dan saling menghormati di antara pengguna. 

Menjadi Lilin yang Menyala Kini, Sastrani tidak lagi terbebani oleh ambisi untuk menjadi diva pop yang haus pujian. Kebahagiaannya sangat sederhana: bisa melepaskan segala keterikatan batin dan menyuarakan hal-hal indah melalui suara emasnya. Mini album “Tale of Spring” adalah bukti bahwa seni sejati tidak selalu harus mengikuti tren pasar. Seperti ungkapan Tiongkok kuno yang sering ia kutip, “Di balik gelapnya rerimbunan pohon willow ada kecerahan sebuah desa”—Sastrani telah melewati masa gelapnya dan kini siap melepaskan energi positif itu melalui setiap nada soprannoya. Melalui Tale of Spring, ia mengajak kita semua untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mendengarkan kembali kejernihan jiwa yang selama ini rindu untuk melepaskan. 

Makna filosofi musim semi dalam mini album “Tale of Spring” karya Sastra merupakan metafora dari kebang kitan jiwa, harapan, dan pencerahan spiritual setelah melewati masa-masa sulit atau “musim dingin” kehidupan. Filosofi musim semi menggambarkan momen ketika ia menemukan “Jalan Sejati” (pencerahan) yang mengakhiri kegelapan emosional tersebut.

Sastrani mengibaratkan penemuan prinsip spiritualnya (Sejati, Baik, Sabar) seperti menyalakan “tombol sakral” di dalam rumah yang sedang mati lampu, sehingga seketika menjadi terang benderang. Musim semi dalam album ini mewakili energi positif yang muncul saat seseorang berhasil melepaskan keterikatan hati dan menemukan kedamaian batin. Manifestasi melalui Karya Musik Lima lagu dalam album ini merupakan pelepasan energi positif tersebut ke dunia. A Tale of Spring yang merupakan Lagu utama yang melambangkan narasi kebangkitan. Sacred Path of Truth dan Children of The Creator menunjukkan dedikasinya pada nilai-nilai kebenaran dan asal-usul manusia yang murni. Path of Divine dan Be Saved: Menggambarkan pencarian jalan ketuhanan dan pesan keselamatan bagi umat manusia. 

Secara keseluruhan, “Tale of Spring” bukan sekadar kumpulan lagu klasik, melainkan sebuah perayaan spiritual yang mengajak pendengarnya untuk bangkit menuju kemurnian dan kebaikan universal.

Artikel ini sebelumnya terbit di Koran Cetak The Epoch Times edisi 923 Bahasa Indonesia 

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas, Trump Mengonfirmasi

Militer Amerika Serikat melaporkan sejauh ini tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika dan kerusakan yang terjadi tergolong minimal.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

“Ia tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Kami yang Sangat Canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia lakukan, atau para pemimpin lain yang tewas bersamanya,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

Trump mengatakan bahwa ini adalah “kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.”

Trump juga menambahkan bahwa ia mendengar laporan bahwa militer, aparat keamanan, dan kepolisian Iran “tidak lagi ingin bertempur, dan sedang mencari Kekebalan dari kami.”

“Seperti yang saya katakan tadi malam, ‘Sekarang mereka bisa mendapatkan Kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan Kematian!,’” tulisnya. 

“Semoga [Korps Garda Revolusi Islam] dan Polisi dapat secara damai bergabung dengan para Patriot Iran, dan bekerja bersama sebagai satu kesatuan untuk mengembalikan Negara itu ke Keagungan yang layak mereka dapatkan.”

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan “pengeboman berat dan sangat presisi … tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan,” untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah dan dunia.

Pada 19 Februari 2026, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menghadiri sebuah pertemuan keagamaan di Teheran. (Handout / Khamenei.IR/AFP)

Beberapa jam sebelumnya, pejabat keamanan senior Israel mengatakan kepada Epoch Magazine di Israel bahwa Khamenei telah tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari “menghancurkan kompleks” milik Khamenei.

“Ada banyak tanda bahwa tiran ini sudah tiada,” kata Netanyahu dalam pidato pada Sabtu.

Netanyahu mendesak rakyat Iran untuk “menyelesaikan pekerjaan” yang telah dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Ini adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu,” ujar Netanyahu.

“Jangan duduk berpangku tangan, karena momen ini akan datang dan Anda akan diminta turun ke jalan dalam jumlah besar, karena Anda harus menyelesaikan pekerjaan ini, dan Anda harus menjatuhkan serta melenyapkan rezim ini.”

Dalam wawancara telepon dengan NBC News, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa “sejumlah besar pimpinan” juga telah tewas.

Trump tidak menyebutkan siapa yang ia inginkan untuk menggantikan Khamenei.

“Saya tidak tahu, tetapi pada suatu saat mereka akan menelepon saya untuk menanyakan siapa yang saya inginkan,” kata Trump dalam percakapan telepon tersebut.

“Saya hanya sedikit bersikap sarkastik ketika mengatakan itu.”

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, menteri pertahanan Iran, dan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tewas pada Sabtu, menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Setidaknya 200 warga Iran tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka, menurut media Iran yang mengutip Bulan Sabit Merah.

Gubernur Provinsi Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA bahwa sebuah sekolah khusus perempuan—yang berlokasi di Minab, Provinsi Hormozgan—terkena serangan tersebut. The Epoch Times belum dapat mengonfirmasi klaim itu secara independen.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tidak ada laporan korban jiwa atau cedera terkait pertempuran dari pihak Amerika dalam Operasi Epic Fury.

Lebih dari 500 target dihantam di Iran dalam misi 28 Februari tersebut. Target-target itu termasuk sistem pertahanan udara dan peluncur rudal di sejumlah lokasi di seluruh negeri, lapor IDF.

Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian mengonfirmasi bahwa Iran meluncurkan ratusan serangan rudal dan drone sebagai balasan atas gelombang serangan awal.

Garda Revolusi paramiliter Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menargetkan pangkalan Amerika di kawasan tersebut, termasuk Komando Armada ke-5 AS di Bahrain, pangkalan AS di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA), serta lokasi militer di Israel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya mempertahankan “hak untuk membela diri” dan memperingatkan negara-negara tetangga bahwa Iran akan menggunakan seluruh kemampuan militernya untuk mempertahankan kedaulatan negara.

Arab Saudi mengonfirmasi bahwa mereka telah “berhasil mencegat” serangan Iran terhadap ibu kotanya, Riyadh.

“Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun dan dengan cara apa pun, dan dilakukan meskipun otoritas Iran mengetahui bahwa Kerajaan telah menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorinya digunakan untuk menargetkan Iran,” tambah kementerian tersebut.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan darurat pada Sabtu untuk membahas konflik tersebut, yang menyebabkan pembatalan penerbangan di seluruh Timur Tengah.

Pertemuan itu dijadwalkan setelah Rusia, Tiongkok, Prancis, Bahrain, dan Kolombia meminta sidang darurat menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengecam eskalasi militer Amerika dan Israel.

“Saya menyerukan penghentian segera permusuhan dan de-eskalasi,” tulis Guterres dalam unggahan di platform X.

“Kegagalan untuk melakukannya berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan. Saya sangat mendorong semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan.”

Amerika Serikat “memiliki indikasi” bahwa rezim Iran akan menggunakan rudalnya secara “pre-emptive” atau, jika tidak, secara bersamaan dengan tindakan Amerika terhadap Iran, menurut seorang pejabat senior pemerintahan Trump.

“Dan Presiden memutuskan bahwa ia tidak akan tinggal diam dan membiarkan pasukan Amerika di kawasan tersebut menyerap serangan dari rudal konvensional,” kata pejabat itu kepada wartawan dalam pengarahan latar belakang.

“Kami memiliki analisis yang pada dasarnya memberi tahu kami bahwa jika kami tinggal diam dan menunggu untuk diserang terlebih dahulu, jumlah korban dan kerusakan akan jauh lebih besar,” ujarnya.

The Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Iran Lancarkan Serangan Balasan, Israel Masuk Status Darurat Khusus

Laporan gabungan wartawan Epoch Times, Zhang Ting

EtIndonesia. Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar terhadap Iran. Tak lama kemudian, Iran membalas dengan menyerang berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel. Israel pun mengumumkan status darurat khusus secara nasional dan memerintahkan seluruh rumah sakit untuk beroperasi dalam mode darurat.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu mengancam akan memberikan respons secara “tegas dan nyata” atas serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, serta menyatakan akan menyerang “semua” pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Militer Iran juga mengklaim telah meluncurkan gelombang pertama yang terdiri dari “puluhan drone tempur” ke arah Israel.

Setelah serangan rudal balistik terbaru Iran, sirene peringatan berbunyi di Tel Aviv dan wilayah Israel bagian tengah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Sabtu pagi mengumumkan status “darurat khusus yang berlaku segera” di seluruh negeri.

Kementerian Pertahanan Israel melalui WhatsApp mengirimkan foto perintah darurat yang ditandatangani Katz kepada media, disertai penjelasan bahwa status darurat diberlakukan menyusul serangan pendahuluan yang dilancarkan Israel terhadap Iran.

Militer Israel mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja (kecuali sektor vital), serta melarang penggunaan ruang udara publik. Israel juga menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil, dan Otoritas Bandara menyerukan agar masyarakat tidak menuju bandara mana pun di Israel.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan sedang mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencegat rudal-rudal Iran. Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, pusat-pusat medis di seluruh Israel telah beralih ke mode darurat, serta memindahkan pasien kritis dan prosedur operasi ke fasilitas bawah tanah atau melakukan tindakan di zona aman.

Kedutaan Besar AS di berbagai negara Timur Tengah menyerukan warga negara Amerika di kawasan tersebut untuk berlindung di tempat masing-masing, termasuk warga AS di Israel, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Dubai melaporkan terjadinya ledakan, dan seluruh penerbangan keluar-masuk di bandara Dubai telah dihentikan sementara.

Penanggung jawab redaksi: Lin Yan

Situasi Memanas: Iran Serang Sejumlah Negara Timur Tengah, Arab Saudi dan Negara Lain Mengecam

Laporan gabungan wartawan Epoch Times, Zhang Ting

EtIndonesia. Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran guna memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir serta membuka peluang bagi rakyat Iran untuk mengambil alih rezim yang berkuasa.

 Iran segera membalas dengan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel dan sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, memicu kecaman keras dari Arab Saudi dan negara-negara lainnya.

Dalam serangan balasan Iran, ledakan mengguncang negara-negara Teluk Arab penghasil minyak di sekitarnya. Negara-negara tersebut menyatakan telah mencegat rudal Iran. Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar melaporkan terjadinya ledakan, sementara seluruh penerbangan di bandara Dubai dihentikan sementara.

Israel, yang menjadi target utama pembalasan Iran, telah memberlakukan status darurat khusus. Yordania, negara yang berbatasan dengan Israel, menyatakan angkatan bersenjatanya menembak jatuh dua rudal balistik yang diarahkan ke wilayahnya.

Menteri Komunikasi sekaligus juru bicara resmi Yordania, Mohammad Momani, dalam pernyataan kepada kantor berita resmi Petra, mengatakan serpihan rudal jatuh di beberapa lokasi di wilayah Yordania. Ia menegaskan bahwa otoritas terkait telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Yordania terus memantau perkembangan situasi kawasan dan menegaskan bahwa menjaga keamanan nasional dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama.

Kantor berita nasional Kuwait melaporkan bahwa angkatan udara pertahanan Kuwait berhasil menggagalkan “serangan tercela Iran” yang terjadi sebelumnya pada hari itu. Mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri, Kuwait menegaskan haknya untuk membela diri. Pada saat yang sama, maskapai nasional Kuwait mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan keluar-masuk negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa setelah Iran melancarkan serangan ke wilayahnya, Qatar berhak sepenuhnya untuk melakukan pembelaan diri. Kementerian Pertahanan Qatar menyebut bahwa setelah beberapa kali peringatan, pihaknya “berhasil menggagalkan sejumlah serangan yang menargetkan wilayah Qatar.”

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan bahwa negara itu akan merespons sesuai hukum internasional dan secara proporsional terhadap sifat serangan guna mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya. Serangan Iran terhadap wilayah Qatar dinilai melanggar “prinsip bertetangga yang baik” dan “tidak dapat diterima dengan alasan atau dalih apa pun.”

Qatar juga menyatakan telah menghadapi gelombang ketiga serangan rudal Iran dan mengklaim seluruhnya berhasil dicegat. Otoritas setempat melaporkan sejauh ini tidak ada korban jiwa maupun kerusakan properti di kawasan permukiman.

Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar merupakan pusat operasi udara terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah sekaligus markas komando garis depan Komando Pusat AS.

Arab Saudi menyatakan bahwa Iran menyerang ibu kotanya, Riyadh, serta wilayah timurnya. Dalam pernyataan di platform media sosial X, Arab Saudi mengecam keras serangan Iran terhadap sejumlah negara Arab.

“Kerajaan Arab Saudi mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan agresi Iran yang penuh pengkhianatan serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

 “Kerajaan Arab Saudi menegaskan solidaritas dan dukungan penuhnya kepada negara-negara saudara tersebut, serta siap mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu langkah-langkah yang mereka ambil. Saudi juga memperingatkan bahwa pelanggaran kedaulatan negara dan prinsip-prinsip hukum internasional yang terus berlanjut akan membawa konsekuensi serius.”

Penanggung jawab redaksi: Lin Yan

AS- Israel Gempur  Iran, Menargetkan Langsung Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Presiden Iran

Laporan gabungan jurnalis  Epochtimes.com, Zhang Ting 

EtIndonesia. Israel pada Sabtu pagi (28/2/2026) melancarkan serangan udara terhadap Iran. Sejumlah media mengungkap bahwa operasi militer ini secara langsung menargetkan jajaran tertinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian. Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato yang mendesak rakyat Iran untuk memanfaatkan momentum ini guna membangun Iran yang baru dan bebas.

Media seperti The Times of Israel dan CNN, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, melaporkan bahwa target utama serangan udara Israel adalah Pemimpin Tertinggi dan presiden Iran, bersama para pejabat tinggi lainnya.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada The Times of Israel bahwa hasil serangan masih belum dapat dipastikan. Namun, Channel 12 Israel mengutip sumber dalam negeri yang menyebutkan bahwa asesmen awal Israel menunjukkan serangan terhadap Iran sejauh ini mencapai “tingkat keberhasilan yang sangat tinggi” dalam melumpuhkan kepemimpinan Iran.

Laporan Israel menyebutkan bahwa penilaian tersebut mencakup para komandan senior Iran serta Presiden Pezeshkian. Hingga kini belum jelas apakah Pemimpin Tertinggi Khamenei mengalami “insiden besar” dalam serangan Israel.

Dua sumber Israel yang mengetahui operasi itu juga mengatakan kepada CNN bahwa selain Khamenei dan presiden Iran, target lain termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Sayyid Abdolrahim Mousavi.

Sumber Israel menyebutkan target tambahan meliputi Sekretaris Dewan Pertahanan Iran yang baru dibentuk, Ali Shamkhani, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani.

Sampai saat ini belum ada kepastian apakah pejabat tinggi Iran mengalami luka dalam serangan tersebut.

Associated Press melaporkan bahwa serangan Israel pada Sabtu pagi menghantam area di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Khamenei. Tidak diketahui apakah Khamenei berada di dalam kantor saat serangan terjadi.

Sumber yang dekat dengan otoritas Iran mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa komandan senior Garda Revolusi Iran dan pejabat politik tewas dalam serangan udara tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu menyatakan bahwa operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran “akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk menentukan nasib mereka sendiri.”

Amerika Serikat menamai operasi ini sebagai “Operation Epic Fury”, sementara Israel menyebutnya “Operation Roaring Lion”.

Netanyahu menegaskan bahwa tujuan operasi ini adalah mengeleminasi ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Pemimpin Tertinggi Iran.

“Bersama Amerika Serikat, kami akan menghantam keras rezim teroris ini. Kami akan menciptakan kondisi agar rakyat Iran yang berani dapat membebaskan diri dari beban rezim pembunuh ini.”

Ia menyerukan kepada rakyat Iran: “Inilah kesempatan Anda untuk membangun Iran yang baru dan bebas. Ambillah kendali atas nasib Anda sendiri.”

AS-Israel  Melancarkan Serangan terhadap Iran, Berikut Pernyataan Lengkap Donald Trump

EtIndonesia. Militer Amerika Serikat dan Israel bersama-sama melancarkan “major combat operations” atau operasi serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

Presiden Trump kemudian menyampaikan pernyataan yang merinci berbagai tindakan brutal rezim Iran. Presiden menegaskan bahwa operasi ini menyampaikan satu pesan yang sangat sederhana, yaitu bahwa Iran tidak boleh dan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. 

Trump juga mengatakan kepada rakyat Iran agar, setelah tindakan Amerika ini, memanfaatkan satu-satunya kesempatan dalam beberapa generasi untuk mengambil alih pemerintahan Iran.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan segera membuat rezim Iran menyadari bahwa “tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan daya hancur Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.”

Presiden juga menyerukan kepada angkatan bersenjata dan kepolisian Iran agar meletakkan senjata mereka, jika tidak maka mereka akan menghadapi kematian.

Kepada rakyat Iran, Trump mengatakan bahwa saat kebebasan mereka akan segera tiba. Setelah misi Amerika selesai, rakyat Iran akan mengambil alih pemerintahan Iran, “ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi.” Presiden mendesak rakyat Iran untuk mengendalikan nasib mereka sendiri, segera bertindak, dan jangan sampai melewatkan kesempatan langka ini.

Berikut pernyataan Lengkap Donald Trump : 

Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang bersifat segera dari rezim Iran—sebuah kelompok yang kejam dan brutal. Aktivitas mengancam mereka secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan-pangkalan kami di luar negeri, serta sekutu-sekutu kami di seluruh dunia.

Selama 47 tahun, rezim Iran meneriakkan “Matilah Amerika” dan melancarkan kampanye pertumpahan darah serta pembunuhan massal tanpa henti, yang menyasar Amerika Serikat, pasukan kami, dan warga tak berdosa di banyak negara. Salah satu tindakan awal rezim tersebut adalah mendukung pengambilalihan secara paksa Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera puluhan warga Amerika selama 444 hari. Pada 1983, proksi Iran melakukan pengeboman barak Marinir di Beirut yang menewaskan 241 personel militer Amerika.

Pada tahun 2000, mereka mengetahui dan kemungkinan terlibat dalam serangan terhadap kapal perusak USS Cole. Banyak korban tewas. Pasukan Iran membunuh dan melukai ratusan prajurit Amerika di Irak. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok proksi rezim terus melancarkan serangan tak terhitung jumlahnya terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah, serta terhadap kapal Angkatan Laut AS, kapal dagang, dan jalur pelayaran internasional. Ini adalah teror berskala besar, dan kami tidak akan lagi mentoleransinya.

Dari Lebanon hingga Yaman, serta dari Suriah hingga Irak, rezim tersebut mempersenjatai, melatih, dan mendanai milisi teroris yang menumpahkan darah di berbagai wilayah. Proksi Iran, Hamas, melancarkan serangan brutal pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, menewaskan lebih dari 1.000 warga tak berdosa, termasuk 46 warga Amerika, serta menyandera 12 warga negara kami. Itu adalah kebrutalan yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya.

Iran adalah sponsor terorisme nomor satu di dunia, dan belum lama ini membunuh puluhan ribu warganya sendiri di jalanan saat mereka melakukan protes. Kebijakan Amerika Serikat—khususnya pemerintahan saya—selalu jelas: rezim teroris ini tidak boleh dan tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Saya tegaskan kembali, mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya pada Operasi Midnight Hammer Juni lalu, kami menghancurkan program nuklir rezim tersebut di Fordo, Natanz, dan Isfahan. 

Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka agar tidak pernah lagi melanjutkan ambisi jahat untuk memperoleh senjata nuklir, dan kami berulang kali berupaya mencapai kesepakatan. Kami mencoba. Mereka sempat ingin, lalu tidak ingin, kemudian ingin lagi, lalu tidak ingin lagi. Mereka bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya ingin terus berbuat jahat. Namun Iran menolak, sebagaimana telah mereka lakukan selama puluhan tahun.

Mereka menolak setiap kesempatan untuk meninggalkan ambisi nuklirnya, dan kami tidak bisa lagi mentoleransinya. Sebaliknya, mereka berupaya membangun kembali program nuklir dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini dapat mengancam sahabat dan sekutu kami di Eropa, pasukan kami yang ditempatkan di luar negeri, dan bahkan segera dapat menjangkau daratan Amerika. Bayangkan betapa beraninya rezim ini jika benar-benar memiliki dan dipersenjatai dengan senjata nuklir untuk menyampaikan pesan mereka.

Dengan alasan-alasan ini, militer Amerika Serikat tengah menjalankan operasi besar dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional utama kami. Kami akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah. Industri itu akan kembali dimusnahkan sepenuhnya. 

Kami akan melumpuhkan angkatan laut mereka. Kami akan memastikan bahwa proksi-proksi teroris di kawasan itu tidak lagi dapat mengacaukan stabilitas kawasan maupun dunia, tidak lagi menyerang pasukan kami, dan tidak lagi menggunakan alat peledak rakitan (IED) atau bom pinggir jalan untuk melukai parah dan membunuh ribuan orang, termasuk banyak warga Amerika. 

Dan kami akan memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Pesannya sangat sederhana: mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Rezim ini akan segera memahami bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan keperkasaan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Saya membangun dan membangun kembali militer kami pada masa pemerintahan pertama saya, dan tidak ada militer di dunia yang mendekati kekuatan, daya, maupun kecanggihannya. 

Pemerintahan saya mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di kawasan tersebut. Meski demikian—dan saya tidak menyatakan ini dengan ringan—rezim Iran memang berniat membunuh. Nyawa para pahlawan Amerika yang pemberani bisa saja hilang, dan kita mungkin mengalami korban. Itu sering terjadi dalam perang. 

Namun kami melakukan ini bukan demi hari ini, melainkan demi masa depan. Ini adalah misi yang mulia. Kami mendoakan setiap prajurit yang dengan tanpa pamrih mempertaruhkan nyawa mereka agar rakyat Amerika dan anak cucu kami tidak pernah terancam oleh Iran yang bersenjata nuklir. Kami memohon kepada Tuhan agar melindungi semua pahlawan kami yang berada dalam bahaya. Dan kami percaya, dengan pertolongan-Nya, para pria dan wanita Angkatan Bersenjata akan menang. Kami memiliki yang terbaik di dunia, dan mereka akan menang.

Kepada anggota Garda Revolusi Islam, angkatan bersenjata, dan seluruh aparat kepolisian, saya katakan malam ini: Anda harus meletakkan senjata dan akan diberikan kekebalan penuh. Jika tidak, Anda akan menghadapi kematian yang pasti. Jadi letakkan senjata Anda. Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan penuh, atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti.

Terakhir, kepada rakyat Iran yang besar dan bangga, saya katakan malam ini: saat kebebasan Anda telah tiba. Tetaplah berlindung. Jangan keluar rumah. Situasi di luar sangat berbahaya. Bom akan berjatuhan di berbagai tempat. Ketika kami selesai, ambillah alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda selama beberapa generasi.

Selama bertahun-tahun Anda meminta bantuan Amerika, tetapi tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang bersedia saya lakukan malam ini. Kini Anda memiliki seorang presiden yang memberikan apa yang Anda inginkan. 

Mari kita lihat bagaimana Anda merespons. Amerika mendukung Anda dengan kekuatan yang luar biasa dan daya hancur yang dahsyat. Inilah saatnya untuk mengendalikan takdir Anda sendiri dan mewujudkan masa depan yang makmur dan gemilang yang sudah begitu dekat dalam jangkauan Anda. Inilah saatnya untuk bertindak. Jangan sia-siakan kesempatan ini.

Semoga Tuhan memberkati para pria dan wanita pemberani Angkatan Bersenjata Amerika. Semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat. Semoga Tuhan memberkati Anda semua. Terima kasih. (***)

Kafe di Tebing Ini Mungkin Merupakan Kafe Paling Berbahaya di Dunia

EtIndonesia. Gushi Cliff Coffee, sebuah kafe di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara, memungkinkan pengunjung untuk menikmati secangkir kopi di sisi tebing, 60 meter di atas deburan ombak.

Menikmati secangkir kopi sambil menyaksikan pemandangan yang menakjubkan seharusnya menjadi pengalaman yang menenangkan, tetapi Anda akan kesulitan untuk bersantai di Cliff Coffee, sebuah kafe unik di Fujian, Tiongkok. Terletak di tebing curam, sekitar 60 meter di atas permukaan laut, kafe ini dengan bangga menyebut dirinya sebagai ‘kafe paling ekstrem di dunia’.

Gushi Cliff Coffee pada dasarnya terdiri dari platform persegi panjang yang dipasang di tebing, yang berfungsi sebagai tempat duduk bagi pengunjung. Untuk mencapai kafe, wisatawan harus terlebih dahulu melewati jalur ‘via ferata’ selama sekitar 30 menit sebelum diturunkan ke platform di bawah pengawasan instruktur.

Dibuka sejak tahun 2004, kafe di tepi tebing ini baru-baru ini menjadi viral setelah beberapa klip yang diambil di lokasi yang menakjubkan tersebut mulai beredar di media sosial. Menghadapi minat besar dari para wisatawan, pendiri Cliff Coffee menekankan bahwa reservasi terlebih dahulu diperlukan, dan orang-orang tidak dapat begitu saja melakukan rappelling ke platform tanpa pengawasan staf.

Secangkir kopi di Gushi Cliff Coffee berharga 398 yuan (sekitar Rp 975 ribu), yang terdengar agak mahal, bahkan untuk kopi premium, tetapi pemilik tempat unik ini menjelaskan bahwa harga tersebut sudah termasuk asuransi wajib, penyewaan peralatan profesional, dan instruktur rappelling. Selain itu, tidak ada batasan waktu untuk kunjungan Anda. Begitu Anda sampai di platform, Anda dapat tinggal selama yang Anda inginkan.

Digambarkan sebagai mimpi buruk bagi pecinta kopi yang takut ketinggian, Gushi Cliff Coffee telah menarik para pencari adrenalin dari seluruh Tiongkok.(yn)

Bocah 10 Tahun Menggugat Ayahnya karena Menghabiskan Tabungannya Tanpa Persetujuannya

EtIndonesia. Seorang ayah di Tiongkok digugat oleh putranya yang berusia 10 tahun karena menghabiskan tabungan bocah itu tanpa persetujuannya dan menolak untuk mengembalikannya.

Media sosial Tiongkok baru-baru ini heboh dengan kasus Xiaohui, seorang bocah berusia 10 tahun dari Zhengzhou di Provinsi Henan, Tiongkok utara, yang tidak punya pilihan selain menggugat ayahnya sendiri untuk mendapatkan kembali uang tabungannya. 

Sang ayah telah membuka rekening bank untuk Xiaohui dan telah menyetorkan apa yang disebut ‘uang amplop merah’ milik bocah itu selama bertahun-tahun, tetapi suatu hari dia menarik semuanya dan menghabiskannya untuk pernikahannya, tanpa persetujuan Xiaohui.

Setelah orangtuanya bercerai dua tahun lalu, Xiaohui terus tinggal bersama ayahnya, yang secara rutin menyetorkan hadiah Tahun Baru Imleknya, yang biasa dikenal sebagai ‘angpao’, dan tabungan lainnya ke rekening banknya. Namun, suatu saat, sang ayah bertemu dengan wanita lain dan memutuskan untuk menikah lagi, sehingga Xiaohui dikirim untuk tinggal bersama ibunya.

Setelah ayah Xiaohui menikah lagi, ibu kandung anak berusia 10 tahun itu entah bagaimana mengetahui bahwa mantan suaminya telah menarik semua tabungan putra mereka dan menggunakannya untuk menutupi biaya pernikahan. Pada saat itu, Xiaohui telah menabung lebih dari 80.000 yuan (sekitar Rp 196 juta), jumlah yang cukup signifikan untuk anak seusianya.

Ketika Xiaohui menemui ayahnya dan meminta tabungannya, dia diberitahu bahwa uang itu sebagian besar berasal dari keluarga dan teman-temannya dan bahwa ayahnya bermaksud mengembalikannya hanya ketika Xiaohui mencapai usia dewasa. Setelah beberapa kali mencoba membujuk ayahnya, Xiaohui membawa ayahnya ke pengadilan.

Meskipun sang ayah berusaha meyakinkan para hakim bahwa dia berhak mengelola tabungan Xiaohui sesuai keinginannya dan bahwa seluruh gugatan tersebut diprakarsai oleh ibu anak laki-laki itu, Pengadilan memutuskan bahwa uang hadiah tersebut secara hukum merupakan hak milik Xiaohui sebagai harta pribadinya, dan bahwa ayahnya telah melanggar hak tersebut, meskipun dia adalah wali sah anak laki-laki itu.

Dalam putusannya, Pengadilan memerintahkan ayah Xiaohui untuk mengembalikan seluruh tabungan anak laki-laki itu, termasuk bunganya, yang berjumlah 82.750 yuan (sekitar Rp 202 juta).(yn)

Taplak Meja

EtIndonesia. Sepasang suami istri muda yang melayani sebagai pendeta ditugaskan ke daerah Brooklyn, New York, untuk membuka kembali sebuah gereja tua yang sudah lama terbengkalai.

Bangunan gereja itu benar-benar rusak dan perlu renovasi besar. Mereka menyusun jadwal kerja: setiap hari memperbaiki sedikit demi sedikit, dengan target membuka kembali gereja pada malam Natal.

Seminggu sebelum Natal, hampir semua pekerjaan selesai sesuai rencana.

Namun tiba-tiba badai besar datang selama dua hari berturut-turut. Tiga hari sebelum malam Natal, sang pendeta datang ke gereja dan melihat atap retak. Cat dinding di belakang altar mengelupas cukup besar—sekitar enam meter panjang dan dua setengah meter lebar.

Hatinya terasa jatuh. Dia menyapu serpihan cat yang berserakan dan berpikir: “Haruskah ibadah malam Natal dibatalkan? Haruskah pembukaan ditunda?”

Dalam perjalanan pulang, dia melewati bazar amal seperti pasar loak yang diadakan oleh beberapa usaha lokal. Dia masuk sekadar melihat-lihat.

Di sana dia melihat sebuah taplak meja yang sangat indah—berwarna gading, dengan bordiran salib besar di tengahnya. Ukurannya tampak pas untuk menutup bagian dinding yang rusak.

Dia membelinya dan kembali ke gereja.

Salju mulai turun.

Seorang wanita tua berlari dari seberang jalan hendak mengejar bus, tetapi dia terlambat. Bus berikutnya baru datang 45 menit lagi. Pendeta itu mengajaknya masuk ke gereja untuk berteduh dari dingin.

Sementara itu, pendeta mengambil tangga dan menggantung taplak meja di dinding, tepat menutupi bagian yang mengelupas.

“Terpujilah Tuhan! Sempurna sekali!” katanya puas.

Tiba-tiba dia melihat wanita tua itu berdiri pucat menatap taplak tersebut.

“Pendeta… dari mana Anda mendapatkan taplak ini?” tanyanya dengan suara gemetar.

Pendeta menjelaskan semuanya.

“Bolehkah saya melihat sudut kanan bawahnya? Apakah ada inisial EBG di sana?” tanyanya lagi.

Pendeta memeriksa. Benar, ada huruf EBG—singkatan nama wanita itu.

Taplak itu adalah hasil sulamannya sendiri, dibuat tiga puluh lima tahun lalu di Austria.

Wanita itu berkata: “Tiga puluh lima tahun lalu, saya dan suami tinggal di Austria. Kami hidup berkecukupan. Ketika Nazi datang, kami terpaksa melarikan diri. Saya pergi lebih dulu, suami menyusul seminggu kemudian.”

“Namun saya ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Sejak saat itu saya tak pernah melihat suami saya lagi… dan tak pernah kembali ke rumah.”

Pendeta terharu dan ingin mengembalikan taplak itu, tetapi wanita itu berkata:  “Simpanlah untuk gereja.”

Pendeta pun mengantarnya pulang ke Staten Island, tempat dia tinggal dan bekerja sebagai petugas kebersihan di Brooklyn setiap minggu.

Beberapa hari kemudian, gereja dibuka kembali pada malam Natal. Bangunan itu hampir penuh. Musik dan suasana terasa hangat. Banyak orang berkata akan kembali minggu berikutnya.

Setelah ibadah selesai, seorang pria tua masih duduk tak beranjak.

“Pendeta, dari mana Anda mendapatkan taplak itu?” tanyanya.

“Sebelum perang, ketika saya tinggal di Austria, istri saya membuat taplak yang persis seperti itu. Mustahil ada dua taplak yang begitu mirip.”


Pria tua itu menjelaskan bahwa tiga puluh lima tahun lalu, dia dan istrinya terpisah karena invasi Nazi. Dia menyuruh istrinya pergi lebih dulu. Dia menyusul kemudian, tetapi ditangkap dan dipenjara. Sejak itu mereka tak pernah bertemu lagi.

Pendeta terdiam.

“Bolehkah saya mengantar Anda berjalan-jalan?” tanya pendeta.

Dia membawa pria tua itu ke Staten Island, ke apartemen yang sama tempat dia mengantar wanita tua beberapa hari sebelumnya.

Dia membantu pria itu menaiki tiga lantai tangga dan membunyikan bel.

Di sanalah, sang pendeta menyaksikan sebuah perjumpaan Natal yang sangat mengharukan—sepasang suami istri yang terpisah tiga puluh lima tahun akhirnya bertemu kembali.

Dalam lautan manusia yang begitu luas, siapa yang bisa mempertemukan dua jiwa yang tercerai begitu lama?

Ada hal-hal yang melampaui logika manusia.

Manusia boleh merencanakan, tetapi hasil akhirnya sering berada di tangan yang lebih tinggi.

“Manusia merancang jalannya, tetapi Tuhan yang menentukan langkahnya.”

Renungan

Saat sesuatu yang buruk berubah menjadi baik, manusia sering memuji langit.

Namun ketika yang baik berubah menjadi pahit, manusia mudah menyalahkan langit.

Apakah langit membantu atau mencelakakan?

Setiap orang punya tafsirnya masing-masing.

Karena itu, jangan terlalu cepat bersukacita ketika menerima hal baik—mungkin itu hanyalah lapisan manis yang menyembunyikan ujian.

Dan jangan terlalu cepat putus asa ketika mengalami kesedihan—mungkin itulah obat pahit yang membawa kita menuju kebahagiaan yang lebih besar.

Obat memang pahit di awal, tetapi sering menyembuhkan.

Kadang yang kita anggap kehilangan justru menjadi jembatan pertemuan. Kadang yang tampak kebetulan ternyata adalah rancangan yang indah.

Dan dalam perjalanan hidup, kita mungkin tidak mengerti semuanya… tetapi waktu sering membuktikan bahwa setiap potongan cerita memiliki tempatnya sendiri.(jhn/yn)

Jangan Menyalahkan Lingkungan

EtIndonesia. Seekor burung gagak terbang dari satu tempat ke tempat lain.  Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seekor burung murai.

Murai bertanya:  “Gagak, kenapa kamu terbang ke tempat lain?”

Gagak menjawab : “Orang-orang di tempat itu sangat membenciku. Mereka selalu mengkritik dan memfitnahku, mengeluh karena suaraku tidak enak didengar. Aku tidak mau tinggal di sana lagi. Aku ingin pindah ke tempat lain.”

Murai pun berkata: “Gagak, kamu tidak perlu terbang ke tempat lain. Lebih baik kamu kembali saja ke tempat asalmu. Jika suaramu tidak berubah, sekalipun kamu terbang sampai ke ujung dunia, orang-orang tetap tidak akan menyukaimu.”

Karena itu, kita tidak perlu membenci orang lain hanya karena mereka memperlakukan kita dengan kurang baik. Kita juga tidak perlu terus-menerus menyalahkan lingkungan yang terasa buruk.

Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu mengelola diri dalam lingkungan tersebut, bahkan mengubah keadaan, bukan malah kehilangan jati diri di dalamnya.

Renungan

Dari satu sisi, cerita ini mengajarkan bahwa jika pola pikir dan kebiasaan buruk seseorang tidak berubah, maka di mana pun dia berada, hasilnya akan tetap sama.

Namun jika dilihat dari sudut pandang lain, dunia ini begitu luas—pasti ada tempat di mana kita bisa diterima.

Contohnya, dalam budaya Tionghoa, burung gagak sering dianggap sebagai simbol kesialan. Tetapi di Inggris, gagak justru dipandang sebagai lambang keberuntungan. Bisa jadi gagak yang dibenci itu hanya lahir di tempat yang salah.

Setiap orang memiliki kekurangan. Ada kekurangan yang bisa diperbaiki, tetapi ada pula yang mungkin tidak bisa diubah seumur hidup.

Misalnya penampilan fisik, suara, atau warna kulit—semua itu adalah bawaan sejak lahir. Jika seseorang dianggap tidak menarik oleh orang lain, itu bukan sesuatu yang bisa dia ubah dengan mudah. (Kecuali tentu saja memilih operasi plastik.)

Begitu pula dengan suara gagak. Itu adalah sifat alaminya. Dia tidak bisa mengubah suaranya menjadi merdu.

Pada kenyataannya, banyak orang tidak menyukai seseorang bukan karena orang itu sulit bergaul. Kadang hanya karena perbedaan posisi, sudut pandang, atau benturan kepentingan pribadi saja.

Intinya, sebelum menyalahkan lingkungan, mari kita bertanya pada diri sendiri:  Apakah yang perlu kita ubah adalah tempatnya… atau cara kita bersikap? (jhn/yn)

Adik-Kakak Menari “Tari Tangkap Kantong”, Mereka Berhasil Mencetak Rekor Dunia Guinness 

EtIndonesia. Baru-baru ini, sepasang saudari dari Changde, Hunan, Tiongkok, berhasil mencetak Rekor Dunia Guinness lewat tarian kreatif yang dikenal sebagai “tari tangkap kantong”. Dalam waktu 30 detik, keduanya menyelesaikan 88 kali lempar-tangkap menggunakan lima kantong plastik, dan resmi menjadi pemegang rekor dunia.

Video yang beredar di internet memperlihatkan kedua saudari berdiri berdampingan, bekerja sama dengan sangat kompak sambil saling menyilang tangan untuk “menangkap kantong” di udara. Mereka mencatatkan jumlah lempar-tangkap terbanyak dalam 30 detik (lima kantong plastik), yakni 88 kali, sehingga memecahkan rekor dunia.

Sang kakak, Guo Lan, berprofesi sebagai dokter, sementara sang adik, Guo Shuang, adalah pekerja lepas. Keduanya pertama kali melihat video pendek “tari tangkap kantong” di internet dan merasa tarian tersebut menarik, lalu mulai belajar dan berlatih secara otodidak.

Pada 19 Oktober 2025, video “tari tangkap kantong” yang mereka tampilkan mendadak viral di dunia maya. Hingga kini, jumlah tanda suka telah melampaui 12 juta.

Pihak Guinness World Records kemudian memperhatikan kreativitas kedua saudari tersebut dan secara proaktif mengundang mereka untuk proses verifikasi. Setelah proses sertifikasi, Guinness World Records memastikan bahwa mereka telah memecahkan rekor dunia pada kategori terkait. Guinness juga menyatakan akan terus memperhatikan inovasi-inovasi yang lahir dari kehidupan sehari-hari dan mendorong lebih banyak orang untuk menembus cara berpikir konvensional.

Komentar warganet antara lain :  “Luar biasa! Dari awal sudah mengikuti, sekarang malah masuk Rekor Dunia Guinness.”

 “Sejak kecil saya selalu mengira Rekor Dunia Guinness itu sesuatu yang sangat serius.”

(Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor penanggung jawab: Wen Hui)

Satelit Mendeteksi Aktivitas di Lokasi Nuklir Iran yang Dibom

EtIndonesia. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi mengatakan Iran melakukan aktivitas yang tidak jelas di fasilitas nuklir yang rusak, menurut Bloomberg.

Aktivitas di Lokasi yang Rusak

IAEA mengatakan pekerjaan telah terdeteksi di fasilitas pengayaan uranium yang sebelumnya terkena serangan AS dan Israel, dengan citra satelit mengkonfirmasi aktivitas di lapangan.

Dalam laporan yang dipresentasikan Jumat, inspektur mengatakan mereka tidak dapat menentukan sifat pekerjaan tersebut karena akses ke lokasi tersebut telah diblokir sejak konflik 12 hari.

Badan tersebut juga tidak dapat memverifikasi volume dan lokasi persediaan uranium yang mendekati tingkat senjata nuklir selama lebih dari delapan bulan.

Negosiasi dan Posisi

Kontak antara Washington dan Teheran diperkirakan akan dilanjutkan minggu depan.

“Hilangnya kontinuitas pengetahuan badan tersebut atas semua material nuklir yang sebelumnya dinyatakan di fasilitas yang terkena dampak di Iran perlu ditangani dengan sangat mendesak,” tulis Grossi dalam laporan terbatas 12 halaman yang dilihat oleh Bloomberg.

Para diplomat akan bertemu di Wina, di mana konsultasi teknis direncanakan di sela-sela pertemuan.

Konteks dan risiko diplomatik

Minggu lalu, kepala IAEA mengadakan pembicaraan di Jenewa dengan menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi, tentang akses ke fasilitas tersebut, sementara Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan putaran ketiga konsultasi.

Dialog ini berlangsung di tengah pernyataan Presiden Donald Trump tentang kemungkinan skenario militer dan peningkatan kehadiran AS di Timur Tengah.

Teheran terus mengizinkan inspektur mengakses fasilitas yang tidak rusak, termasuk reaktor di Bushehr dan Teheran.

Laporan tersebut mencatat aktivitas kendaraan reguler di dekat lokasi penyimpanan uranium yang diperkaya dan pekerjaan tambahan di Natanz dan Fordo.

“Tanpa akses ke fasilitas ini, badan tersebut tidak dapat mengkonfirmasi sifat dan tujuan kegiatan tersebut,” tulis Grossi. “Badan tersebut tidak dapat memberikan informasi apa pun tentang ukuran, komposisi, atau keberadaan persediaan uranium yang diperkaya saat ini.”

Amerika Serikat telah mengindikasikan kesiapan untuk putaran pembicaraan selanjutnya di Jenewa Jumat depan jika Iran memberikan proposal terperinci dalam waktu 48 jam.

Laporan sebelumnya juga menyebutkan bahwa Iran dan Rusia menandatangani perjanjian rahasia senilai sekitar €500 juta yang mencakup pasokan sistem pertahanan udara portabel modern Verba. (yn)