Mantan Pejabat Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Tiongkok Mengungkap 3 Isu yang Paling Ditakuti Petinggi PKT

NTD

Berbagai tanda menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang terjerumus ke dalam krisis pemerintahan yang sangat serius. Wang Youqun, seorang mantan pejabat Komisi Pusat Inspeksi dan Pengawasan Disiplin Partai Komunis Tiongkok menjelaskan, bahwa saat ini, ada 3 isu yang menimbulkan ketakutan ekstrem para petinggi PKT, yakni takut terhadap pemberontakan dan kudeta militer, takut dengan ketidaksetiaan anggota partai, dan takut terhadap kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Pemerintah Tiongkok tidak berdaya menangani perekonomian dan keuangannya yang terus memburuk. Walaupun ada sejumlah tindakan yang diambil, tetapi keberhasilannya menimbulkan keraguan dunia luar. 

Pada 14 Juni tahun ini, otoritas Partai Komunis Tiongkok menerbitkan obligasi negara khusus yang berjangka waktu ultra panjang, yakin setengah abad. Dan, baru-baru ini, Direktorat Jenderal Pajak Tiongkok menginformasikan bahwa pihaknya sedang melakukan pengusutan kembali pembayaran pajak individu mau pun perusahaan Tiongkok selama 30 tahun terakhir untuk dimintai pelunasannya jika memang dinilai ada kekurangan setor. Hal ini menimbulkan kepanikan masyarakat.

Artikel tulisan Wang Youqun yang diterbitkan “The Epoch Times” pada 25 Juni menyebutkan, PKT terus melakukan kesalahan dalam langkah untuk menangani masalah dalam dan luar negeri demi “melindungi, mempertahankan kekuasaan dan mencegah kejatuhan Partai Komunis Tiongkok”. Misalnya, dalam urusan dalam negeri, mereka menerbitkan obligasi untuk memperoleh dana pinjaman dari masyarakat yang baru akan dibayar 50 tahun kemudian, dan mengorek siapa yang kurang bayar pajak selama 30 tahun terakhir untuk mendapat masukan uang. Dalam hal diplomasi, mereka menolak berpartisipasi dalam KTT perdamaian Ukraina yang diadakan Barat di Swiss, tetapi ingin menyelenggarakan KTT perdamaian Ukraina yang dipimpin sendiri oleh PKT. Ini semua adalah upaya tidak populer yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok yang sedang berada dalam krisis menyeluruh yang parah, dan tidak lagi memiliki tanggapan yang bijaksana atau sehat.

Artikel tersebut menyebutkan, bahwa saat ini Partai Komunis Tiongkok sama sekali tidak peduli dengan resesi ekonomi, kesulitan penghidupan masyarakat, bencana alam dan bencana akibat ulah manusia, kecuali keseluruhan perhatiannya ditujukan terhadap perselisihan internal partai dan pihak eksternal. Di permukaan, PKT menampakkan dirinya seakan sangat kuat, tetapi di dalam hatinya PKT sudah sangat lemah.

Dari 17 hingga 19 Juni, Partai Komunis Tiongkok mengadakan Konferensi Kerja Politik Komisi Militer Pusat di Yan’an. Dalam pidatonya, Xi Jinping mengatakan : “Kepemimpinan absolut Partai atas militer harus selalu ditegakkan guna memastikan bahwa senjata selalu berada di tangan orang-orang yang setia dan dapat diandalkan.”

Wang Youqun menjelaskan bahwa ada tiga ketakutan ekstrem yang dihadapi petinggi PKT saat ini, yaitu : takut terhadap pemberontakan dan kudeta militer, takut dengan ketidaksetiaan anggota partai, dan takut terhadap kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Takut terhadap pemberontakan dan kudeta militer

Wang Youqun percaya bahwa masalah “kepemimpinan absolut” Xi di militer belum benar-benar dirasakan aman. Dan masalah “kesetiaan absolut” tentara terhadap Xi masih diragukan, dan Xi masih khawatir dengan pemberontakan militer.

Mengapa Xi khawatir dengan pemberontakan militer ? Pertama adalah, sebelum Xi berkuasa pada tahun 2012, ia tidak memiliki pengalaman dalam memimpin pasukan dalam perang, tidak memiliki koneksi yang luas di militer, tidak memiliki dasar yang kuat, dan tidak memiliki kinerja yang benar-benar dapat meyakinkan militer. Kedua, Setelah Xi berkuasa dan untuk merebut kekuasaan atas militer yang berada di tangan mantan pemimpin PKT Jiang Zemin dan kroni-kroninya, Xi menggunakan anti-korupsi untuk menyelidiki dan menindak sekelompok “harimau militer”, dan langsung memotong jalur “rezeki” dan jalan mundur banyak jenderal senior.

Sejak tahun lalu, setidaknya belasan pejabat militer telah ditangkap, termasuk jenderal dari Angkatan Roket, Departemen Pengembangan Peralatan dan dinas militer lainnya, serta pejabat senior di industri militer. Ini termasuk dua mantan komandan Angkatan Roket, Li Yuchao dan Zhou Yaning, serta Menteri Pertahanan Li Shangfu.

Artikel Wang Youqun menunjukkan bahwa penyelidikan dan penuntutan terhadap kelompok jenderal senior oleh “Pasukan keluarga Xi” ini akan memberikan dampak buruk lebih besar kepada Xi Jinping, dibandingkan dengan para jenderal senior yang dipromosikan oleh faksi Jiang yang diselidiki dan dituntut oleh Xi dalam 10 tahun terakhir, karena masalah loyalitas “Pasukan keluarga Xi”, apakah mereka tidak berontak ? Xi pun merasa ngeri memikirkannya.

Sebelumnya, Yuan Hongbing, seorang sarjana hukum yang tinggal di Australia, mengungkapkan dalam program “Forum Elit” baru-baru ini, bahwa sebuah kasus besar telah terjadi di dalam tubuh “Pasukan keluarga Xi”, dimana ada lebih dari 170 orang pejabat PKT di atas tingkat militer binaan Xi Jinping setelah Kongres Nasional ke-20 PKT, semua dinilai bermasalah oleh Xi Jinping sekarang. Kasus tidak loyal ini merupakan pukulan telak bagi Xi.

Takut akan Kesetiaan Anggota Partai

Artikel Wang Youqun menyebutkan bahwa perebutan kekuasaan dan keuntungan serta terlibat dalam perselisihan internal adalah norma dalam politik Partai Komunis Tiongkok. Sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012, suara anti-Xi tidak pernah berhenti bergaung baik di dalam mau pun luar partai. Jadi demi menekan suara dan kekuatan para pembangkang, rezim akan menggunakan berbagai cara.

Takut terhadap Kebebasan dan Demokrasi Taiwan

Wang Youqun mengatakan bahwa PKT mengancam akan membunuh siapa saja yang dianggap sebagai “para pendukung kemerdekaan Taiwan”, hal ini selain tidak menunjukkan betapa kuatnya PKT, justru sebaliknya, ancaman tersebut adalah manifestasi dari ketakutan ekstrim PKT terhadap kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Ada banyak indikasi yang menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok sedang terjerumus ke dalam krisis pemerintahan yang serius. Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok ke-20, yang semula diadakan pada musim gugur lalu, ditunda hingga bulan Juli tahun ini karena perbedaan pendapat di antara para pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok mengenai masalah personel dan ekonomi.

Pada 24 Juni, Wang Xiaohong, Menteri Kementerian Keamanan Publik Tiongkok dalam konferensi nasional keamanan publik menekankan, perlunya “menjaga stabilitas”, dan “mempertahankan keamanan politik dengan segenap kekuatan”.

Stephen Roach, mantan ketua Morgan Stanley untuk wilayah Asia yang selama bertahun-tahun memuji perekonomian Tiongkok, sebelumnya menyatakan bahwa “Hong Kong sudah tamat”. Pada 13 Juni, ia menerbitkan sebuah artikel di blognya yang mengatakan bahwa dua kota yakni Beijing dan Hong Kong telah kehilangan antusiasme dan energi aslinya, kini telah digantikan oleh semacam kepasifan, kepasrahan. Dan, generasi mudanya lebih khawatir terhadap masa depan.

“Sebelum Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, (fenomena ini) mengkhawatirkan”. Stephen Roach mengatakan bahwa baru-baru ini saat bertemu dengan sekelompok pengusaha Tiongkok dirinya mendengar mereka mengeluh soal pemerintah Beijing yang tidak menaruh perhatian cukup terhadap sektor swasta.

Du Wen, mantan pejabat Mongolia Dalam yang belum lama ini memposting sebuah tulisan di media sosial “X” menyebutkan, suasana politik di Tiongkok saat ini sudah sangat janggal. Perekonomian terus menurun, berbagai bentuk penyelamatan sudah dilakukan tetapi pasar perumahan, pasar saham, pasar obligasi, utang daerah, tingkat pengangguran, industri manufaktur, pendapatan penduduk, dan pendapatan pekerja migran … semuanya terguncang, bahkan runtuh dengan kecepatan tinggi.

Artikel tersebut percaya bahwa babak terbaru dari reformasi fungsional Dewan Negara yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok telah menghasilkan penciutan fungsi Dewan Negara dan pembesaran kekuasaan Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Hal ini tidak diragukan lagi telah menimbulkan guncangan politik. Belum lagi pembersihan dalam tubuh militer Tiongkok yang membuat militer semakin kacau. Kemerosotan ekonomi, tingginya tingkat pengangguran, ketidakadilan peradilan, dan ketidaktahuan politik telah membawa tekanan sosial dan psikologis bagi sebagian besar masyarakat Tiongkok.

Du Wen mengatakan bahwa penyelenggaraan Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral PKT sudah semakin dekat, namun semuanya berada dalam krisis. Gejolak politik, ekonomi dan militer di Tiongkok secara langsung mencerminkan bahwa efektivitas kepemimpinan dan kontrol pemerintahan Partai Komunis Tiongkok sedang menurun dengan kecepatan tinggi. Partai Komunis Tiongkok sedang menghadapi situasi keruntuhan yang terbesar sejak tahun 1949.

Pada 21 Juni, komentator politik Chen Pokong mengatakan kepada The Epoch Times bahwa situasi politik Partai Komunis Tiongkok menjadi semakin tidak stabil setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20. Partai tersebut sudah tidak lagi mampu mempersatukan keinginan, anggota tidak lagi memiliki kesatuan pemikiran dan mereka sedang terpecah belah.

Wang Youqun menggambarkan, bahwa di mata PKT semua orang adalah musuh, karena kehilangan rasionalitasnya maka ia bergerak ke arah yang berlawanan, sehingga semakin banyak membuat tindakan bodoh dan kesalahan, serta semakin mempercepat keruntuhan partai. (sin)

Wanita Lansia di Tiongkok Tanpa Sadar Menggunakan Granat Tangan Sebagai Palu Selama 20 Tahun

EtIndonesia. Sekitar 20 tahun yang lalu di Hubei, Tiongkok, seorang wanita berusia 90 tahun menemukan bongkahan logam saat bekerja di pertaniannya.

Karena bentuknya, dia salah mengira itu palu. Jadi dia membawanya pulang dan tanpa sadar menggunakan granat tangan sebagai palu.

Wanita tersebut, yang bermarga Qin, menggunakan “palu” secara ekstensif selama 20 tahun berikutnya.

“Saya telah menggunakannya di rumah untuk menumbuk cabai merah, memecahkan kacang, dan memalu paku,” katanya.

Menurut South China Morning Post, Qin terlalu sering menggunakan benda tersebut sehingga pegangan granat menjadi halus dan mengkilap. Kepala logam juga menunjukkan keausan yang signifikan dengan lubang akibat pukulan palu.Sekering granatnya bahkan terbuka.

Pada tanggal 23 Juni, para pekerja yang menghancurkan rumah tua wanita tersebut menemukan bahwa “palu” miliknya sebenarnya adalah sebuah granat. Mereka kemudian segera memberi tahu pihak berwenang dan unit penjinak bom dikirim untuk menangani granat yang digunakan sebagai palu tersebut.

Para petugas bahkan mengadakan sesi pendidikan keselamatan dadakan kepada penduduk desa. Penduduk desa diperingatkan untuk melaporkan benda logam yang mencurigakan kepada pihak berwenang, dan tidak menggunakannya sebagai palu.

“Konsekuensinya bisa menjadi bencana!” para petugas memperingatkan.

Granat tersebut dilaporkan merupakan tipe 67 domestik, menurut Dazhong Daily.

Spekulasi online menyatakan bahwa granat tersebut mungkin merupakan granat pelatihan dan tidak diisi dengan bubuk mesiu. Secara keseluruhan, netizen terhibur dengan penemuan dan keberuntungan wanita tua tersebut. (yn)

Sumber: mustsharenews

Ledakan Sebesar Bom Atom di Tunguska Mungkin Disebabkan oleh Lubang Hitam

EtIndonesia. Ledakan raksasa yang mengguncang sebagian wilayah Rusia lebih dari satu abad yang lalu tidak pernah dapat dijelaskan secara pasti.

Namun, beberapa ilmuwan percaya bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh pertemuan yang sangat dekat dengan bentuk lubang hitam yang misterius.

Ledakan luar biasa terjadi tepat setelah jam 7 pagi pada tanggal 30 Juni 1908, di atas Sungai Podkamennaya, Tunguska di tempat yang sekarang disebut Siberia.

Kekuatannya diperkirakan setara dengan 15 megaton TNT, menjadikannya 1.000 kali lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, seperti yang dicatat oleh EncyclopaediaBritannica.

Fenomena ini meratakan sekitar 2.000 kilometer persegi) daratan di sekitarnya, dan dampaknya terdengar hingga 1.000 kilometer jauhnya.

Pada tahun 1927, Semyon Semyonov, seorang petani lokal yang tinggal 70 km tenggara pusat ledakan, mengenang pengalamannya, dengan mengatakan: “Saya duduk di tangga rumah saya menghadap ke utara. Tiba-tiba langit di utara terbelah, dan tampaklah api yang menyebar ke seluruh cakrawala bagian utara.

“Saat itu saya merasakan panas yang luar biasa, seperti baju saya terbakar. Saya ingin sekali merobek baju saya dan membuangnya, namun saat itu sebuah ledakan dahsyat menghempaskan saya dari tangga.

“Saya pingsan, tapi istri saya lari dari rumah dan membantu saya berdiri. Setelah itu kami mendengar ketukan yang sangat keras, seperti batu-batu berjatuhan dari langit.’’

Saksi lain menggambarkan bahwa mereka melihat “matahari kedua” di langit, ketika suara gemuruh yang menggelegar dan kilatan cahaya yang menyilaukan memenuhi langit, dan pohon-pohon yang terbakar tumbang di sekitar mereka.

Warga lainnya, di Desa Nizhne-Karelinskoe, sekitar 450 km dari pusat ledakan, menceritakan bahwa mereka melihat “benda berwarna putih kebiruan yang sangat terang dan menyilaukan yang terbang di atas selama sekitar 10 menit” dan “tampak seperti tabung”.

“Ada asap hitam dalam jumlah besar dan ketukan keras, namun bukan guntur,” surat kabar lokal Sibir melaporkan hanya beberapa hari setelah bencana.

“Bangunan-bangunan bergetar dan api yang bentuknya tidak menentu menyembur keluar dari awan gelap kecil.

“Semua penduduk desa lari dari rumah mereka karena ketakutan. Para wanita menangis dan semua orang mengira Armagedon telah tiba.”

Aspek yang paling membingungkan dari keseluruhan kejadian ini adalah, meskipun sebagian besar ahli menyimpulkan bahwa kejadian tersebut pasti akibat tumbukan asteroid, tidak ada kawah yang tertinggal.

Memang benar, tidak adanya lubang menganga masih menjadi sumber perdebatan besar, meskipun beberapa ilmuwan mengklaim bahwa lubang tersebut membentuk sebuah danau di dekatnya.

Tak pelak lagi, misteri ini telah memunculkan berbagai penjelasan teoritis, termasuk hipotesis yang agak aneh bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh lubang hitam purba yang melewati langsung Bumi.

Ada tiga tipe utama lubang hitam, yang primordial adalah yang terkecil.

Jenis yang paling umum (yang berukuran sedang) dikenal sebagai lubang hitam “bintang”, dan lubang hitam ini terbentuk ketika pusat sebuah bintang masif runtuh ke dirinya sendiri.

Jenis yang terbesar, disebut “supermasif”, kemungkinan besar terbentuk dari runtuhnya bintang-bintang supermasif di alam semesta awal, dan dapat terus tumbuh dengan memakan benda-benda yang lebih kecil atau bergabung dengan lubang hitam supermasif lainnya.

Dan kelompok kerdil, yaitu kelompok primordial, pada kenyataannya, murni hipotetis: para ilmuwan belum menemukan bukti pasti bahwa kelompok ini memang ada sekarang, atau pernah ada.

Menurut NASA: “Para ilmuwan berteori bahwa lubang hitam purba terbentuk pada detik pertama setelah kelahiran alam semesta.

“Pada saat itu, kantong material panas mungkin cukup padat untuk membentuk lubang hitam, yang berpotensi memiliki massa berkisar antara 100.000 kali lebih kecil dari penjepit kertas hingga 100.000 kali lebih besar dari Matahari.

“Kemudian ketika alam semesta mengembang dan mendingin dengan cepat, kondisi pembentukan lubang hitam dengan cara ini berakhir.”

Meskipun sangat mungkin bahwa semua lubang hitam purba menguap seiring bertambahnya usia kosmos, ada kemungkinan juga bahwa beberapa lubang hitam masih ada di alam semesta.

Faktanya, beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa lubang hitam primordial mini, yang lebih kecil dari atom, dapat melewati Bumi setiap hari tanpa membahayakan.

Kemudian, dalam sebuah makalah tahun 1973 yang diterbitkan di jurnal Nature, tim fisikawan yang berbasis di Universitas Texas, menyatakan bahwa ledakan Tunguska mungkin disebabkan oleh lubang hitam primordial yang lebih besar yang menabrak planet ini.

Para peneliti berpendapat bahwa lubang hitam bermassa asteroid besar akan menjelaskan kurangnya kawah tumbukan, serta “tabung” biru halus yang disebutkan oleh para saksi.

“Sebagian besar radiasi dari shock front berada dalam ruang hampa ultraviolet dan akan diserap dan diradiasikan kembali pada panjang gelombang yang lebih panjang,” tulis penulis studi tersebut.

“Akan ada sedikit radiasi X keras dan kolom plasma yang menyertainya akan tampak berwarna biru tua.”

Para ahli kemudian berpendapat bahwa, meski tidak meninggalkan kawah, lubang hitam bisa saja meninggalkan jalan keluar di belahan dunia lain.

“[Lubang hitam] akan memasuki Bumi, dan kekakuan batuan tidak memungkinkan adanya gelombang kejut di bawah tanah,” jelas mereka.

Karena kecepatannya yang tinggi dan karena ia hanya kehilangan sebagian kecil energinya saat melewati Bumi, lubang hitam seharusnya mengikuti garis lurus melalui Bumi, masuk pada sudut 30° ke cakrawala dan keluar melalui Atlantik Utara di wilayah 40°-50° LU 30°-40° BB.

“Jalan keluar ini menguji keseluruhan hipotesis.”

Para penulis kemudian merekomendasikan agar penyelidikan dilakukan untuk mencari gelombang kejut dan gangguan laut di dalam dan sekitar lokasi “keluar” yang potensial tersebut.

Buktinya belum ditemukan, dan keberadaan lubang hitam purba masih menjadi teka-teki.

Sementara itu, jika Anda ingin mendapatkan pengakuan yang lebih luas – meski harus diakui, penjelasan yang lebih membosankan mengenai bencana Tunguska – Anda harus kembali ke asteroid.

Penjelasan yang diterima secara luas adalah bahwa sebuah asteroid, atau meteoroid, berukuran sekitar 50 hingga 80 meter, meledak dalam ledakan udara 10 hingga 14 kilometer di atas tanah, seperti yang dicatat oleh IFL Science.

Perkiraan menunjukkan bahwa rudal angkasa tersebut memiliki berat sekitar 99 juta kilogram dan memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan sekitar 54.000 kilometer per jam sebelum pecah menjadi beberapa bola api.

Pelepasan energi secara tiba-tiba dari ledakan tersebut menghasilkan gelombang kejut yang kuat yang memancar keluar, menghancurkan area sekitarnya.

Namun karena ledakan terjadi di udara, tidak terjadi kawah tumbukan.

Namun, terpencilnya wilayah tempat bencana terjadi dan terbatasnya peralatan yang tersedia pada saat itu membuat kita tidak memiliki bukti pasti mengenai penyebab peristiwa luar biasa tersebut.

Kabar baiknya adalah, menurut Royal Museums Greenwich, peristiwa seperti Tunguska diperkirakan hanya terjadi rata-rata sekali setiap satu abad.

Tapi tunggu, bukankah itu berarti kita sudah terlambat sekarang…? (yn)

Sumber: indy100

Brasil Bergabung dengan Kubu Barat dalam Perang Logam Tanah Jarang Melawan Tiongkok

oleh Luo Ya

Rantai pasokan logam tanah jarang global sedang mengalami penyesuaian ulang. Menyusul penemuan deposit tanah jarang terbesar di Eropa baru-baru ini, dan raksasa pertambangan logam tanah jarang Brasil yang memilih bergabung dengan kubu Barat untuk mematahkan monopoli produksi tanah jarang Tiongkok.

Perkiraan media menunjukkan bahwa Tiongkok menyumbang 70% tambang tanah jarang global serta 90% pemrosesannya.

Negara-negara Barat berencana untuk membangun kembali rantai pasokan independen pada 2027 setelah pasokan tanah jarang terganggu akibat epidemi virus komunis Tiongkok (COVID-19).

Menurut laporan Reuters baru-baru ini, Brasil, yang memiliki cadangan deposit logam tanah jarang terbesar ketiga di dunia, tahun ini telah mulai melakukan produksi komersial dari tambang logam tanah jarang pertamanya Serre Verde. Kepala eksekutif perusahaan tersebut memperkirakan, bahwa produksi logam tanah jarang bisa mencapai 5.000 ton pada tahun ini, dan dapat menggandakan produksinya pada tahun 2030. Ia mengatakan, perusahaan dan Brasil memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dan dapat secara jangka panjang mendukung pengembangan industri logam tanah jarang global.

Faktanya, keunggulan Brasil mencakup biaya tenaga kerja yang rendah, energi ramah lingkungan, peraturan yang mapan, dan kedekatannya dengan pasar akhir, termasuk pabrik magnet pertama di Amerika Latin.

Sun Kuoh-Siang, profesor tetap di Departemen Badan Usaha Milik Negara, Universitas Nanhua di Taiwan mengatakan : “Ketika Brasil mampu bersaing dengan Tiongkok dalam kondisi tertentu, maka Brasil akan menjadi negara pertama yang dapat menggantikan pasokan tanah jarang Tiongkok sebagai sumber utama alat geostrategis. Yang kedua tentu saja untuk memasok kebutuhan produksi di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, sehingga memiliki efek memperpendek jalur pasokan. Jadi kita dapat melihat bahwa logam tanah jarang Brasil ini berdampak pada keseluruhan geografi saat ini. Dalam hal persaingan, Brasil dapat memainkan peran sebagai pengganti Tiongkok”.

Su Tzu-Yun, Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya Pertahanan di Akademi Pertahanan Nasional Taiwan, menunjukkan bahwa sejak tahun 2010, ketika konflik Kepulauan Diaoyu pecah antara Tiongkok dengan Jepang, dan PKT mulai membatasi ekspor tanah jarang. Bidang tanah jarang global mulai terbagi menjadi 2 kubu utama.

“Salah satunya adalah Tiongkok terus berharap untuk menjadikan tanah jarang sebagai alat strategis, sementara negara-negara lain dengan cepat mencari cadangan baru sebagai alternatif pengganti. Vietnam, telah menemukan cadangan tanah jarang pada beberapa tahun silam, kemudian penambangan tanah jarang di Australia telah dikembangkan bersama Amerika Serikat. Akhir-akhir ini cadangan tanah jarang juga ditemukan di Norwegia (Eropa), Dalam hal jumlah cadangan tanah jarang yang dimiliki Tiongkok, Beijing jadi berada di posisi yang kurang penting”.

Dilaporkan bahwa perusahaan Brazilian Rare Earths, pemilik deposit tanah jarang besar sudah berada dalam tahap awal penambangan. Tahun ini, Brasil juga akan mulai mengoperasikan pabrik magnet pembuktian konsep (proof of concept).

Pada bulan Februari tahun ini, pemerintah Brasil meluncurkan dana sebesar hampir USD.200 juta untuk menyediakan pembiayaan bagi proyek mineral strategis termasuk logam tanah jarang.

Para analis, eksekutif pertambangan dan investor mengatakan, bahwa produksi tambang logam tanah jarang di Brasil akan meningkat di tengah insentif pemerintah Barat yang mendorong percepatan industri di dunia dalam pemurnian dan pemrosesan logam tanah jarang.

Su Tzu-Yun mengatakan bahwa tanah jarang adalah “vitamin” dari industri presisi modern. Begitu sumber tanah jarang diputus, masalah ekonomi terkait akan berpengaruh terhadap politik negara.

“Sebuah jet tempur F-35 membutuhkan 122 kilogram tanah jarang. Tanah jarang digunakan dalam radar, komputer, mesin, dan bahan badan pesawat. Jika terjadi ketegangan politik dengan Beijing, Beijing akan dengan sengaja melarang ekspor (tanah jarang). Hal itu tentu berdampak terhadap produksi industri, yang jelas dapat mempengaruhi perekonomian, kemudian mempengaruhi politik. Oleh karena itu, negara-negara berusaha untuk menghindari rantai pasokan merah, jadi sekarang, mereka secara bertahap sedang menuju pencapaian sasaran strategis tersebut”, kata Sun Tzu-Yun.

Sun Kuoh-Siang menunjukkan bahwa sebagian besar persaingan strategis antara Amerika Serikat dengan Tiongkok saat ini terfokus pada tingkat teknis, dan tanah jarang merupakan bahan mentah yang paling penting.

Sun Kuoh-Siang mengatakan : “Tentu saja, tanah jarang ini memerlukan pengolahan oleh beberapa negara Barat, tanah jarang yang ditambang itu tidak akan memiliki nilai tambah juga tidak efektif kalau tidak dilakukan pengolahan. Dengan asumsi bahwa Amerika Serikat tidak ikut terseret (dalam masalah persaingan dengan Tiongkok), mitranya dan sekutunya seperti Jepang atau Korea Selatan di Asia Timur Laut bisa jadi tidak ikut terseret. Strategi Indo-Pasifik yang dilakukan Amerika Serikat dapat menjadi landasan paling mendasar bagi persaingan teknologi. Jika hal ini terus berlanjut, ia juga dapat mencapai keuntungan utamanya”.

Kabar baik datang di awal Juni dimana Norwegia mengumumkan penemuan deposit unsur tanah jarang bernilai tinggi dan terbukti terbesar di Eropa, yang dapat digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik dan teknologi energi ramah lingkungan lainnya.

Menurut inventarisasi Reuters, beberapa perusahaan di Australia, Belgia, Jerman, Inggris, Norwegia, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Kanada, Amerika Serikat, dan Brasil memiliki atau sedang membangun fasilitas produksi senyawa tanah jarang, logam, dan magnet.

Dengan kata lain, rantai pasokan tanah jarang di Barat sudah sepenuhnya aktif dalam persaingan. (sin)

Selain Genghis Khan, Siapa Pria Lain yang Meninggalkan Warisan Genetik yang Sangat Besar?

EtIndonesia. Sejak penelitian tahun 2003 menemukan bukti bahwa DNA Genghis Khan terdapat pada sekitar 16 juta pria yang hidup pada saat itu, kehebatan genetik penguasa Mongolia ini merupakan pencapaian yang tak tertandingi. Namun dia bukan satu-satunya pria yang aktivitas reproduksinya masih menunjukkan dampak genetik yang signifikan berabad-abad kemudian. Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam European Journal of Human Genetics menemukan bahwa segelintir pria juga memiliki garis keturunan yang banyak.

Untuk mengidentifikasi garis keturunan tersebut, para ahli genetika menganalisis “kromosom Y lebih dari 5.000 pria dari 127 populasi yang mencakup Asia,” tulis Ewen Callaway dari Nature News pada tahun 2015. Kromosom Y adalah bagian dari genom manusia yang diwariskan hanya dari ayah ke anak laki-laki. Mereka menemukan 11 urutan kromosom Y yang masing-masing dimiliki oleh lebih dari 20 subjek yang dianalisis. Salah satunya adalah milik Genghis Khan, dan itu menyisakan sepuluh pria lain yang memulai pohon keluarga yang bertahan lama dan menyebar luas.

Ketika memerintah selama abad ke-13, Genghis Khan memimpin wilayah yang membentang dari pantai Pasifik Tiongkok hingga Laut Kaspia. Sejarawan tidak tahu persis berapa banyak anak yang dimiliki Genghis Khan, tetapi banyak yang setuju bahwa garis keturunannya luas. Pada tahun 1260, sejarawan Persia ‘Ata-Malik Juvaini menulis: “Dari keturunan ras dan garis keturunan Chingiz [Genghis] Khan, sekarang lebih dari 20.000 orang yang hidup dalam kenyamanan kekayaan dan kemakmuran “

Para penguasa Mongol seperti Genghis Khan mungkin telah menyebarkan gen mereka secara luas, karena pemerkosaan selama penaklukan dan karena para khan memiliki akses ke banyak wanita di daerah yang mereka kuasai, kata ahli genetika dari Universitas Oxford, Chris Tyler-Smith kepada Nicholas Wade dari New York Times pada tahun 2003.

Putra-putra Genghis Khan mungkin mengikuti jejak ayah mereka dan memiliki banyak harem. Tushi, putra tertua kaisar, memiliki 40 putra sendiri, menurut New York Times.

Jadi, siapa ayah super-subur lainnya? Satu urutan genetik dikaitkan dengan Giocangga, kakek dari pendiri dinasti Qing. Kromosom Y-nya dikaitkan dalam sebuah studi tahun 2005 dengan 1,5 juta pria di Tiongkok utara modern. Jumlah besar ini kemungkinan dihasilkan dari keturunannya yang memiliki banyak istri dan selir.

Sembilan pria lainnya saat ini masih menjadi misteri. Namun, dengan mengasumsikan mereka tinggal di daerah di mana genom mereka paling umum ditemukan dan dengan mempelajari mutasi dalam urutan genetik, para ilmuwan memperkirakan mereka berasal dari seluruh Asia antara 2100 SM dan 700 M, menurut Nature News.

Menurut Nature News, para pendiri yang hidup pada masa awal rentang ini, antara 2100 SM dan 300 SM, merupakan bagian dari budaya pertanian dan nomaden. Mereka hidup selama munculnya masyarakat hierarkis dan otoriter di Asia. Dan tiga garis keturunan yang terkait dengan masa yang lebih baru, termasuk yang terkait dengan Genghis Khan dan Giocangga, terkait dengan orang-orang nomaden di Mongolia dan timur laut Tiongkok.

Warisan genetik besar tidak terbatas pada bagian dunia tersebut. Menurut sebuah studi tahun 2006 dalam American Journal of Human Genetics, 1 dari 12 pria Irlandia di seluruh dunia dapat melacak garis keturunan mereka kembali ke satu individu. Pria tersebut mungkin adalah seorang panglima perang Irlandia abad ke-5 yang dijuluki Niall dari Sembilan Sandera, yang bisa memiliki sebanyak tiga juta keturunan laki-laki langsung di zaman modern.

Studi genetik yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir terus mengungkap lebih banyak informasi tentang warisan orang-orang di seluruh dunia. Dari mengungkap sejarah genetik zaman Viking hingga mengkonfirmasi asal-usul orang Swahili dan menemukan gen Neanderthal dalam populasi modern, teknik yang menganalisis DNA kuno telah membuka jendela lain untuk memahami bagaimana gen mengalir di masa lalu.

Mengenai sembilan pria yang tidak dikenal dengan garis keturunan genetik yang mengesankan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui identitas mereka. Namun satu hal yang pasti: Genghis Khan bukan satu-satunya raja terbesar dalam hal genetika. (yn)

Sumber: smithsonianmag

Anggota Parlemen Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat Meloloskan Resolusi yang Mengutuk Pengambilan Organ Secara Paksa di Tiongkok

 Lily Sun

Dewan Perwakilan Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat pada 20 Juni, dengan suara bulat mengeluarkan sebuah resolusi yang mengutuk industri pengambilan organ secara paksa yang memberi keuntungan bagi rezim Tiongkok. Resolusi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko-risiko yang terkait dengan perjalanan ke Tiongkok untuk mendapatkan organ transplantasi yang dipercepat.

Resolusi Bersamaan DPR 143 (HCR143), menyerukan kepada para anggota parlemen untuk mendorong komunitas medis Delaware untuk mendidik masyarakat mengenai pengambilan organ secara paksa yang terjadi di Tiongkok, untuk membantu mencegah penduduk Delaware mulai dari tanpa disadari terlibat dalam industri yang dikelola negara Tiongkok hingga pembunuhan para tahanan hati nurani untuk tujuan pengambilan dan penjualan organ-organnya. Korban utamanya adalah praktisi Falun Gong, serta umat Buddha Tibet, umat ​​​​Kristen Gereja Rumah, dan anggota minoritas etnis Muslim Uyghur.

Sponsor utama resolusi ini adalah Perwakilan Negara Bagian Delaware, Michael Ramone, yang juga merupakan pemimpin Minoritas DPR dan seorang calon gubernur. Sponsor tambahan datang dari Senator Gerald Hocker dan tujuh orang sponsor bersama dari Partai Demokrat dan Partai Republik, termasuk  Senator David Lawson, Senator Brian Pettyjohn, Paul Baumbach dari Partai Republik, Richard Collins dari Partai Republik, Jeff Holvey dari Partai Republik, Michael Smith dari Partai Republik, dan Lyndon Yearick dari Partai Republik.

Michael Ramone mengatakan kepada The Epoch Times bahwa hal ini membutuhkan banyak waktu dan ketekunan untuk memperkenalkan resolusi tersebut.

“Terutama karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pendidikan. Dan setelah kami melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam berbicara dengan setiap perwakilan dan pihak Partai Republik maupun Partai Demokrat, sepertinya kami mempunyai… dukungan penuh yang memberikan suara untuk resolusi tersebut, yang menurut saya membawa perhatian pada perlunya pendidikan untuk kami untuk mengajar orang-orang di negara kami ketika orang-orang itu berpikir untuk pergi ke Tiongkok demi menginginkan sebuah organ karena begitu cepat mereka dapatkan, itulah alasan bagaimana ini terjadi,” katanya.

Michael Ramone menekankan perlunya pendidikan untuk mencegah keterlibatan dalam praktik-praktik yang tidak etis, mendesak orang-orang untuk mencari cara-cara alternatif perawatan medis yang tidak menghalalkan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Michael Ramone mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap kebijakan-kebijakan Partai Komunis Tiongkok yang berdampak pada jutaan nyawa, yang menekankan pentingnya kesadaran dan pembelaan global.

“Jika kita melarang semua orang di negara kami untuk mendapatkan organ-organ untuk transplantasi, permintaan akan banyak berubah dan diharapkan akan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Michael Ramone. “Karena tidak ada yang percaya bahwa kita seharusnya melakukan apa saja untuk mencegah apa yang berpotensi dijual untuk mendapatkan uang. Itu adalah tidak benar.”

Dalam sidang legislatif, Madinah Wilson-Anton dari Partai Republik, yang sebelumnya mempelajari studi-studi Asia di Universitas Delaware dan sekarang bertugas selaku dosen tambahan mengucapkan terima kasih atas resolusi tersebut. Madinah Wilson-Anton bilang ia tidak pernah mendengar mengenai tragedi pengambilan organ secara paksa di Tiongkok.

“Saya sangat mengapresiasi kesempatan bagi kita semua untuk mempelajari hal ini dan menyebarkan kesadaran dan memastikan bahwa orang yang kita cintai dan anggota-anggota masyarakat untuk tidak bepergian demi mendapatkan jenis-jenis organ-organ untuk transplantasi ini,” kata Madinah Wilson-Anton. Ia menyoroti pentingnya menyebarkan kesadaran mengenai organ-organ untuk transplantasi yang didapat secara paksa, meskipun hal ini terjadi secara internasional.

Lyndon Yearick ikut mensponsori resolusi tersebut, mengecam praktik pengambilan organ secara paksa yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok sebagai sesuatu yang mengerikan dan saya tidak ingin terlibat.

“Di mana saya dapat memahami kebutuhan seseorang yang ingin memiliki hasil perawatan kesehatan yang lebih baik untuk orang yang dicintai, namun, bagaimana keadaan mereka untuk mendapatkan hasil perawatan kesehatan yang lebih baik itu sungguh tragis. Mengerikan, kengerian pengambilan organ-organ  itulah yang terjadi di dunia ini dan memang ada pasar untuk itu,” kata Lyndon Yearick kepada The  Epoch Times.

Lyndon Yearick mengatakan ia mendengar mengenai pengambilan organ secara paksa beberapa tahun yang lalu. Ia menginginkan kesadaran yang lebih besar mengenai situasi tragis ini.

“Praktik yang terjadi hanyalah sebuah tragedi kemanusiaan yang harus kita serukan, entah itu perdagangan manusia, perdagangan organ, perdagangan seks, dan kata ‘perdagangan’ membawa komplikasi-komplikasi dan konsekuensi-konsekuensi yang sangat serius,” kata Lyndon Yearick.

“Hal ini mengurangi nilai kehidupan. Dan hal ini mengurangi nilai seseorang, unsur kemanusiaan, yang harus kita perjuangkan, dan menyerukan menentang segala jenis perdagangan manusia, karena hal ini berdampak buruk untuk orang tersebut.”

Frank Cui, seorang insinyur dan praktisi Falun Gong, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas nama praktisi-praktisi Delaware untuk pengesahan resolusi tersebut. Ia menekankan peran resolusi dalam meningkatkan kesadaran dan mencegah keterlibatan tanpa disadari dalam penyalahgunaan-penyalahgunaan transplantasi organ.

“Resolusi ini sangat penting karena membantu menyebarkan kesadaran akan penyalahgunaan transplantasi di Tiongkok, dan melindungi warga Delaware agar tidak menjadi kaki tangan kejahatan ini tanpa disadari. Kesadaran ini sendiri merupakan satu cara untuk menghentikan penyalahgunaan ini dan mengambil sebuah langkah ke arah yang benar dalam menghindari dalam keterlibatan,” kata Frank Cui.

“Untuk memberantas Falun Gong sambil mencari keuntungan, Partai Komunis Tiongkok telah membunuh praktisi-praktisi Falun Gong yang sehat untuk diambil organ-organnya. Akibatnya, Tiongkok membanggakan memiliki waktu tunggu organ terpendek di dunia dan menarik wisatawan-wisatawan organ dari negara lain.”

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan jiwa dan raga yang dipandu oleh prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Falun Gong sudah membawa kesehatan dan kedamaian bagi jutaan praktisi Falun Gong di seluruh dunia. Tragisnya, pada tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok melancarkan kampanye tindakan yang brutal dengan melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Resolusi tersebut juga mengakui temuan laporan Freedom House tahun 2015 yang menemukan praktisi-praktisi Falun Gong merupakan sebagian besar korban pengambilan organ secara paksa yang dilakukan rezim Tiongkok, dan merujuk pada laporan investigasi tahun 2016 yang memperkirakan Tiongkok melakukan 60.000 hingga 90.000 transplantasi setiap tahunnya, yang membantah klaim Partai Komunis Tiongkok bahwa pihaknya melakukan 10.000 transplantasi setiap tahunnya.

Tiga negara bagian, Texas, Utah, dan Idaho, telah memberlakukan undang-undang yang memperjelas bahwa penduduknya tidak boleh mengambil bagian dalam pengambilan organ secara paksa. (Vv)

Pria Berusia 86 Tahun di Tiongkok Menikahi Kekasihnya yang Telah Lama Hilang Setelah Bertemu Kembali Beberapa Dekade Kemudian

EtIndonesia. Seorang pria berusia 86 tahun, Zhou Guilin, akhirnya menikahi kekasih universitas dan cinta pertamanya yang telah lama hilang pada 16 April lalu.

Menurut laporan ETToday, pasangan itu bertemu ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Peking, namun berpisah karena berbagai keadaan. Kini beberapa dekade kemudian, sebuah pertemuan kebetulan membuat pasangan itu merasa seperti mereka berusia 20-an lagi.

Ketika Zhou Guilin belajar hukum di Universitas Peking di masa mudanya, dia jatuh cinta pada Yang Xiugui (nama yang ditransliterasikan dari bahasa Mandarin). Menurut teman-teman yang mengenal mereka, mereka adalah “pasangan kelas” populer yang dikagumi karena bakat serta cinta mereka satu sama lain.

Namun karena suatu keadaan, mereka akhirnya berpisah.

Menurut Sohu, Zhou kemudian mendirikan sekolah menengah. Dia menjabat sebagai kepala sekolah pertama dan dianggap sebagai pendidik yang dihormati di industri ini.

Setelah karir yang panjang dan sekitar enam dekade kemudian, sebuah kesempatan bertemu antara keduanya membuat cinta mereka mekar kembali. Kerabat dan teman menggambarkan pasangan itu sebagai pasangan yang hidup dan penuh kegembiraan, seolah-olah mereka kembali ke masa sekolah lagi.

Pernikahan mereka berlangsung sederhana, hanya dengan tiga meja perjamuan dan pertunjukan musik live. Namun, tamu yang hadir terharu dengan pemandangan mengharukan tersebut.

Menurut 163.com, sang mempelai wanita sangat bahagia, bahkan dia bangun untuk menari, sementara suaminya memandang dengan bangga.

Seorang teman, yang hanya dikenal sebagai Chen, mengatakan betapa beruntungnya dan mengharukan melihat pasangan itu tetap saling mencintai meskipun mereka lama berpisah.

Tidak jelas apakah pasangan tersebut pernah menikah sebelumnya dengan orang lain. (yn)

Sumber: mustsharenews

Menlu Blinken Tegasnya ‘Komitmen Amerika Serikat yang Kuat’ untuk Filipina Setelah Bentrokan dengan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan

 Aaron Pan – The Epoch Times

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menggarisbawahi “komitmen yang kuat” dari Washington untuk Filipina selama pembicaraannya melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo yang membahas berbagai tindakan rezim Tiongkok baru-baru ini di Laut Tiongkok Selatan.

“Diskusi mereka mengikuti tindakan Republik Rakyat Tiongkok yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab untuk menolak Filipina melakukan operasi maritim yang sah di Laut Tiongkok Selatan pada 17 Juni,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam sebuah pernyataan pada  19 Juni. 

Selama panggilan telepon tersebut, Antony Blinken menekankan bahwa tindakan Beijing “merusak  perdamaian dan stabilitas regional dan menggarisbawahi komitmen yang kuat dari Amerika Serikat untuk Filipina berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama,” kata Matthew Miller.

Beberapa hari sebelumnya, Washington mengecam “tindakan yang semakin meningkat dan tidak bertanggung jawab” yang dilakukan rezim Tiongkok dalam mencegah Filipina mengirimkan makanan untuk tentara Filipina di sebuah pos terdepan di Laut Tiongkok Selatan dan mengingatkan Beijing akan  Perjanjian Pertahanan Bersama Amerika Serikat-Filipina.

‘Ilegal dan Agresif’

Insiden terbaru terjadi pada 17 Juni di perairan yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan, tempat penjaga pantai Tiongkok mengganggu sebuah misi pengiriman bantuan kemanusiaan Filipina ke pos terdepan Filipina di Second Thomas Shoal.

Para pejabat militer Filipina mengatakan personel penjaga pantai Tiongkok membawa pisau dan tombak, senjata api yang dijarah, dan kapal Filipina yang terlibat dalam misi tersebut “dengan sengaja ditusuk.” Mereka menggambarkan tindakan Tiongkok tersebut sebagai “serudukan berkecepatan-tinggi yang disengaja.”

Seorang juru bicara militer Filipina mengatakan seorang pelaut kehilangan satu jari tangannya dalam insiden tersebut dan sedang dalam masa pemulihan di rumah sakit. Sang pelaut menerima sebuah medali dari panglima militer pada 19 Juni atas tindakannya itu.

Rekaman yang dirilis Angkatan Bersenjata Filipina menunjukkan beberapa kapal Tiongkok mendekati dan mengepung kapal-kapal Filipina. Seorang anggota penjaga pantai Tiongkok yang mengenakan jaket pelampung berwarna oranye terlihat membawa sebuah kapak dan bertindak agresif terhadap kapal-kapal Filipina. Orang-orang Tiongkok lainnya tampaknya mengarahkan parang ke kru Filipina.

“Meskipun menghadapi banyak sekali pelecehan dari penjaga pantai Tiongkok, pasukan Filipina dengan gagah berani melawan dan mempertahankan posisinya. Angkatan Bersenjata Filipina menjaga profesionalisme dan komitmen yang teguh dalam menegakkan hukum internasional dan menjaga perdamaian di kawasan tersebut,” kata Angkatan Bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan yang diposting pada X pada tanggal 19 Juni.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengecam tindakan-tindakan militer Tiongkok sebagai “ilegal dan agresif.” Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan pihaknya mengupayakan perdamaian dan mengerahkan “upaya-upaya untuk membangun kembali lingkungan yang kondusif untuk dialog dan konsultasi dengan Tiongkok mengenai Laut Tiongkok Selatan,” menambahkan bahwa “hal ini tidak dapat dicapai jika kata-kata Tiongkok tidak cocok dengan tindakan-tindakan Tiongkok di perairan-perairan tersebut.”

Kementerian Luar Negeri Filipina mendesak Tiongkok untuk mengikuti hukum internasional dan menghormati  kedaulatan Filipina.

Beijing membantah tuduhan tersebut.

“Langkah-langkah penegakan hukum… adalah profesional dan terkendali, ditujukan untuk menghentikan penangkapan ikan ilegal oleh kapal-kapal Filipina, dan tidak ada tindakan langsung yang dilakukan terhadap personel Filipina,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian pada konferensi pers pada tanggal 19 Juni.

Kanada dan Inggris mengutuk tindakan rezim Tiongkok, sementara Prancis dan Jepang telah menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut.

‘Mereka Bertingkah Seperti Bajak Laut’

Panglima militer Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr. mengecam tindakan rezim Tiongkok dan memuji tentara Filipina saat berbicara dengan pasukan di markas besar Komando Barat pada tanggal 19 Juni.

“Hal baiknya adalah kami bertarung. Personel Penjaga Pantai Tiongkok mempunyai senjata-senjata tajam dan personel kami bertempur dengan tangan kosong. Itulah yang penting. Kami kalah jumlah, dan senjata mereka tidak terduga, tetapi personel kami bertempur dengan segala yang mereka miliki,” kata Jenderal Romeo Brawner Jr. dalam sebuah penyataan.

Ia menggambarkan tindakan penjaga pantai Tiongkok sebagai tindakan bajak laut.

“Hanya bajak laut yang melakukan ini. Hanya bajak laut yang menaiki, mencuri, dan menghancurkan kapal-kapal, peralatan, dan harta bendanya,” katanya.

Dalam pengarahan di hari yang sama, Jenderal Romeo Brawner Jr. mengecam tindakan-tindakan rezim Tiongkok.

“Mereka tidak punya hak atau wewenang hukum untuk membajak dan menghancurkan operasi kami dan kapal-Kapal Filipina,” katanya. “Mereka menaiki perahu kami secara ilegal, mereka mengambil peralatan kapal kami, mereka bertingkah seperti bajak laut.”

Partai Komunis Tiongkok telah memperingatkan Filipina karena memaksa masuk ke dalam wilayah perairannya dan mengeluarkan peraturan-peraturan baru mengenai hal itu yang mulai berlaku pada  15 Juni, menegakkan undang-undang Tiongkok tahun 2021 yang mengizinkan penjaga pantai Tiongkok untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap kapal-kapal asing yang berada di perairan-perairan yang diklaim Tiongkok sebagai miliknya.

Aturan baru ini memungkinkan penjaga pantai Tiongkok untuk menahan orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran tanpa uji coba selama 60 hari.

Filipina dan Tiongkok telah berulang kali berselisih mengenai wilayah yang disengketakan dalam zona ekonomi eksklusif Manila selama setahun terakhir.

Partai Komunis Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, yang merupakan jalur penting yang menghasilkan U$D3 triliun dalam perdagangan maritim tahunan. Klaim ini tumpang tindih dengan wilayah-wilayah yang diklaim oleh Filipina, Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Pada 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen memutuskan bahwa klaim maritim Beijing tersebut tidak memiliki dasar hukum berdasarkan hukum internasional. Namun, Partai Komunis Tiongkok mengabaikan peraturan itu dan terus-menerus menegaskan kendali di wilayah tersebut. (Vv)

Kelebihan Kapasitas Tiongkok: Propaganda Baik, Kenyataan Buruk, atau Keduanya?

Anders Corr

Pada  13 Juni, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan bahwa Tiongkok telah melakukan “rantai-rantai pasokan yang terlalu terkonsentrasi” yang mengancam lapangan kerja dan investasi di bidang energi hijau di Amerika Serikat. Hal ini menyusul komentar-komentarnya saat berada di Tiongkok yang menggarisbawahi “konsekuensi-konsekuensi ekonomi global dari kelebihan kapasitas industri Tiongkok.”

Kebijakan perdagangan yang agresif oleh rezim Tiongkok, termasuk subsidi dan dumping produk di bawah biaya produksi, “dapat mengganggu secara bermakna terhadap upaya kami membangun hubungan ekonomi yang sehat,” kata Janet Yellen.

Apakah klaim Tiongkok mengenai “kelebihan kapasitas” dalam investasi ramah lingkungan, termasuk kendaraan-kendaraan listrik, suatu bentuk propaganda perang dagang, nyata, atau gabungan dari keduanya? Dapatkah memilih Tiongkok dengan cara ini adalah akibat agresi Beijing yang tidak hanya masalah ekonomi tetapi juga militer dan diplomatik? Apakah ini adalah pentungan yang digunakan terhadap hambatan-hambatan perdagangan Tiongkok sendiri?

Dumping strategis menghancurkan persaingan internasional dengan harga-harga yang sangat rendah, sehingga nantinya harga dapat dipacu hingga ke tingkat monopoli. Kelebihan kapasitas adalah tingkat pemanfaatan pabrik di bawah 80 persen yang mengarah ke produksi yang lebih besar, bahkan di bawah biaya produksi. Hal ini biasanya disebabkan oleh subsidi-subsidi pemerintah dan menciptakan output industri lebih banyak daripada kondisi-kondisi pasar yang seharusnya–—sesuatu yang diharapkan akan diterima oleh Partai Demokrat untuk kasus teknologi ramah lingkungan. Namun, kelebihan kapasitas biasanya menurunkan harga ekspor yang berdampak pada penutupan pabrik di luar negeri, termasuk di Amerika Amerika.

Tiongkok mencapai apa yang disebut “hiper-industrialisasi” di mana tidak hanya dukungan pemerintah selama beberapa dekade yang menyebabkan deindustrialisasi di Amerika Serikat tetapi juga pengorbanan yang menyertai kesejahteraan warga negara Tiongkok. Berdasarkan Lingling Wei di The Wall Street Journal, kekurangan dana untuk layanan-layanan sosial di Tiongkok menyebabkan ketakutan konsumen untuk berbelanja.

Partai Komunis Tiongkok mempertaruhkan tabungan-tabungan yang dihasilkannya untuk industrialisasi yang berlebihan dan militerisasi yang pesat di Tiongkok. Beberapa industri yang disubsidi, seperti produksi baja, pada akhirnya dialihkan untuk pembangunan militer Tiongkok.

Hal ini sekaligus melemahkan kekuatan relatif dan kapasitas industri yang mandiri untuk Amerika Serikat dan sekutunya, membuat kita rentan jika terjadi keadaan darurat, seperti pandemi atau perang.

Para politisi Amerika Serikat dan Eropa kini memahami dan bertekad untuk menghindari hal serupa akan terjadi pada gelombang industri berikutnya, termasuk kendaraan listrik. Partai Komunis Tiongkok ingin hal yang sama–—sebanyak mungkin keuntungan dan lapangan kerja yang bernilai miliaran dolar yang dihasilkan kendaraan listrik. Untuk maju dalam persaingan, Amerika Serikat dan Tiongkok memberikan subsidi pada pengembangan kendaraan listrik mulai  2009, diikuti oleh Eropa setidaknya sejak 2021.

Meskipun negara-negara Barat mempunyai basis manufaktur mobil yang matang untuk membangun, produsen-produsen mobil Tiongkok memiliki tenaga kerja terampil yang murah dan kemauan yang kuat untuk mencuri kekayaan intelektual yang mereka perlukan. Untuk membela diri, pemerintahan Trump pada tahun 2018 mengenakan tarif umum sebesar 25 persen terhadap sebagian besar barang Tiongkok. Pemerintahan Biden mengenakan tarif sebesar 100 persen pada kendaraan listrik Tiongkok pada Mei.

Rencana tarif yang diterapkan Eropa yang diumumkan pada 12 Juni adalah relatif rendah dan berkisar dari 17 persen menjadi 38 persen. Kemungkinan besar tarif yang diterapkan Eropa harus minimal 50 persen untuk melarang kendaraan listrik Tiongkok memasuki Eropa. Dengan demikian, tarif Uni Eropa yang baru lebih berupa sebuah peringatan untuk mendorong Beijing agar mendukung lebih banyak manufaktur di Eropa bila Tiongkok menginginkan akses bebas-tarif.

Produsen-produsen mobil Eropa dapat menderita karena manufaktur Tiongkok di Eropa, meskipun produsen mobil Eropa mungkin juga menderita akibat tarif-tarif Uni Eropa yang lebih tinggi jika Partai Komunis Tiongkok melakukan tindakan balasan.

Hal ini menjelaskan mengapa produsen mobil Eropa menentang tarif-tarif tersebut.

Beijing telah membalas klaim-klaim atas kelebihan kapasitasnya dengan menuduh Eropa juga melakukan  memiliki “kelebihan kapasitas” pada daging babi, yang saat ini sedang dalam penyelidikan anti-dumping per 17 Juni. Partai Komunis Tiongkok mengatakan bahwa klaim-klaim atas kelebihan kapasitas Tiongkok adalah bersifat selektif dan bahwa negara-negara lain juga mensubsidi kendaraan listriknya. Rezim Tiongkok menyiratkan bahwa konsep “kelebihan kapasitas” tidak ada artinya dalam dunia perdagangan dunia internasional yang dilakukan semua negara–—seperti Taiwan, yang mensubsidi pembangunan semikonduktornya–—memiliki “kelebihan kapasitas” dalam sesuatu yang mereka perdagangkan di pasar-pasar global.

Namun, beruntung bagi kami, Amerika Serikat dan Eropa tidak mempercayai argumen tersebut. Tarif-tarif Amerika Serikat dan Uni Eropa hanya mengoreksi harga kendaraan listrik Tiongkok, “menyamakan kedudukan” menjadi apa yang seharusnya terjadi jika kendaraan listrik Tiongkok tidak disubsidi, menurut para pendukungnya.

Hanya sedikit orang di Barat yang mengambil langkah mundur dari perang propaganda untuk bertanya apakah kita benar-benar menginginkan persaingan yang setara dengan Tiongkok komunis atau sebaliknya, dengan mengklaim kelebihan kapasitas, kita menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat kita sendiri dengan mati-matian mencari keuntungan apa pun yang melestarikan perdagangan tersamar sambil menghindari deindustrialisasi lebih lanjut.

Sebuah pernyataan sederhana mengenai fakta bahwa rezim Tiongkok adalah totaliter, ekspansionis, dan genosida akan menjadi alasan yang lebih benar dan lebih efektif untuk mengenakan tarif tersebut, belum lagi lebih banyak kendali ekspor, penghapusan tarif status Hubungan Perdagangan Normal Permanen oleh Tiongkok, dan masih banyak lagi.

Ini adalah nasihat yang harus diperhatikan oleh pemerintah Amerika Serikat, bukannya memprioritaskan untuk memaksimalkan akses perusahaan Amerika Serikat ke pasar Tiongkok dengan mengabaikan sifat jahat Partai Komunis Tiongkok.

Ketika perang dagang dengan Tiongkok meningkat, diperkirakan akan ada lebih banyak propaganda dari semua pihak. Biasanya ada beberapa unsur propaganda dalam setiap perang, dan propaganda yang paling efektif biasanya mencakup sebagian kebenaran. (Vv)

Anders Corr meraih gelar sarjana/master di bidang ilmu politik dari Universitas Yale (2001) dan gelar doktor di bidang pemerintahan dari Universitas Harvard (2008). Dia adalah kepala sekolah di Corr Analytics Inc., penerbit Journal of Political Risk, dan telah melakukan penelitian ekstensif di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Buku terbarunya adalah “The Concentration of Power: Institutionalization, Hierarchy, and Hegemony” (2021) dan “Great Powers, Grand Strategies: the New Game in the South China Sea)” (2018).

Studi Mengisyaratkan Bahwa Kita Dapat Melihat Jejak Perjalanan Alien dari ‘Warp Drive’ di Luar Angkasa

EtIndonesia. Sebuah studi baru tampaknya telah melegitimasi keyakinan populer fiksi ilmiah bahwa “warp drive” – yang dikenal oleh para kutu buku sebagai mesin luar angkasa berkekuatan super dari “Star Trek” – mungkin benar-benar ada dan menjadi cara untuk menemukan alien.

Tim peneliti, yang diambil dari institusi bergengsi seperti Oxford dan Max Planck Institute, mempertajam legitimasi “perjalanan yang lebih cepat dari cahaya” dan kaitannya dengan “penerapan dalam pencarian kehidupan di luar bumi”.

Dengan kata lain, jejak perjalanan warp bisa menjadi indikator perjalanan non-manusia ke seluruh alam semesta.

“Meskipun berasal dari fiksi ilmiah, warp drive memiliki deskripsi konkret dalam relativitas umum,” tulis mereka dalam abstrak makalah tersebut.

“Pekerjaan kami menyoroti pentingnya menjelajahi ruang waktu baru yang aneh, untuk (dengan berani) mensimulasikan apa yang belum pernah dilihat orang sebelumnya.”

Usaha para pemikir ini didasarkan pada konsep fisikawan teoretis Miguel Alcubierre.

Pada tahun 1990-an, pakar yang berbasis di Mexico City ini mengonsep potensi pesawat ruang angkasa untuk melampaui kecepatan cahaya berkat kemampuan warp, seiring dengan keberadaan lubang cacing di luar angkasa.

“Ada kemungkinan untuk memodifikasi ruang waktu sedemikian rupa sehingga memungkinkan pesawat ruang angkasa melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi,” tulis Alcubierre pada saat itu. (yn)

Sumber: nypost

Praktisi Falun Gong Mencari Bantuan Masyarakat Internasional untuk Menyelamatkan Wanita yang Diculik di Tiongkok karena Keyakinannya

Sun Caiyan, seorang praktisi Falun Gong dan ibu dari dua anak, ditempatkan di sebuah pusat penahanan oleh polisi Tiongkok

Sophia Lam

Seorang wanita di kota Dalian, pesisir timur Tiongkok, ditahan lagi oleh polisi, untuk kedua kalinya ia dipenjara karena keyakinannya, menurut Minghui.org, sebuah situs web yang berbasis di Amerika Serikat yang didedikasikan untuk melacak penganiayaan terhadap Falun Gong.

Sun Caiyan, seorang praktisi Falun Gong dan ibu dari dua anak, ditempatkan di sebuah pusat penahanan setelah polisi dari Kantor Polisi Nanshan setempat membawanya pergi pada  12 Mei, Minghui melaporkan pada 18 Mei.

Polisi juga pergi ke rumah Sun Caiyan dan menyita barang-barang termasuk kartu identitas dan surat tanda daftar rumah tangga miliknya tanpa menunjukkan surat perintah atau meninggalkan sebuah daftar dari harta benda yang telah diambil.

The Epoch Times menghubungi kantor polisi dan departemen keamanan negara setempat, juga dikenal sebagai Kantor 610, pada 12 Juni. Keduanya menolak komentar.

Sun Caiyan sebelumnya diculik karena keyakinannya pada 2014, dan pada 2015 ia dijatuhi hukuman tiga tahun tiga bulan penjara.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan spiritualitas Tiongkok kuno yang mengajarkan prinsip-prinsip inti Sejati, Baik, dan Sabar bersama dengan latihan meditasi duduk dan empat latihan gerakan lambat dalam posisi berdiri.

Latihan ini dengan cepat mendapatkan popularitas di Tiongkok pada tahun 1990-an setelah Falun Gong diperkenalkan ke masyarakat pada  1992. Pada  1998, lebih banyak orang yang berlatih Falun Gong daripada anggota Partai Komunis Tiongkok, menurut Pusat Info Falun Dafa yang berbasis di Amerika Serikat. Lebih dari 100 juta orang Tiongkok mempelajari Falun Gong, dibandingkan dengan 60 juta anggota Partai Komunis Tiongkok saat itu.

Partai Komunis Tiongkok memulai kampanye besar-besaran yang menargetkan Falun Gong pada tahun 1999. Mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin secara pribadi merencanakan, meluncurkan, dan melaksanakan kendali selama kampanye tersebut meskipun para pemimpin senior lainnya menentang, karena “kecemburuan dan motivasi-motivasi politik,” kata Pusat Info Falun Dafa. Jiang Zemin berusaha memberantas praktik damai ini dalam waktu tiga bulan.

Penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok sedang berlangsung di Tiongkok.

Seorang teman Sun Caiyan, seorang praktisi Falun Gong dari Dalian yang sekarang tinggal di Amerika Serikat, menyerukan perhatian internasional untuk membantu penyelamatan Sun Caiyan dan praktisi lainnya yang menderita akibat penganiayaan di Tiongkok.

“Kami menuntut agar Partai Komunis Tiongkok segera menghentikan penganiayaan terhadap praktisi-praktisi Falun Gong dan membebaskan semua praktisi Falun Gong yang ditahan di pusat penahanan dan penjara,” kata Yang, seorang wanita yang juga merupakan penyintas penyiksaan dari Tiongkok.

“Kami berharap masyarakat internasional akan menegakkan keadilan dan menunjukkan keprihatinan mengenai penganiayaan di Tiongkok yang telah berlangsung selama 25 tahun.”

Keluarga Dianiaya Selama Lebih Dari Dua Dekade

Keluarga Sun Caiyan menderita penganiayaan selama lebih dari 20 tahun setelah Partai Komunis Tiongkok, yang menganggap popularitas Falun Gong sebagai ancaman, meluncurkan kampanye penganiayaan secara nasional terhadap latihan spiritual ini pada tahun 1999.

Sun Caiyan dan suaminya, Guo Qi, juga seorang pratisi Falun Gong, mengalami pelecehan terus-menerus dan beberapa kali penahanan dan penangkapan, menurut laporan Minghui pada  2021.

Pada  Agustus 1999, satu bulan setelah dimulainya penganiayaan, Sun Caiyan maupun Guo Qi ditahan oleh polisi setempat karena berlatih meditasi Falun Gong di luar ruangan bersama beberapa praktisi Falun Gong lainnya.

Guo Qi dibebaskan setelah ayahnya dipaksa menandatangani pernyataan-pernyataan untuk melepaskan Falun Gong dan berjanji tidak akan pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan untuk Falun Gong. Sun Caiyan ditahan di pusat rehabilitasi narkoba setempat selama dua bulan dan dibebaskan pada bulan Oktober.

Pada  Februari 2001, Guo Qi ditangkap di tempat kerjanya dan dibawa ke Kamp Kerja Paksa Dalian, tempat ia menjalani hukuman selama tiga tahun yang dijatuhkan oleh polisi tanpa proses hukum.

Di kamp kerja paksa, Guo Qi menjadi sasaran penyiksaan secara brutal, termasuk penyiksaan ditelanjangi dan dipukuli dengan tongkat berduri, disetrum dengan banyak pentungan listrik secara bersamaan, dicekok paksa makan, dan dianiaya secara seksual. Tubuhnya menderita kudis.

Pada awal tahun 2002, Guo Qi menderita edema dan kesulitan buang air kecil kemudian mengalami kesulitan bernapas. Para penjaga membawanya ke rumah sakit, di mana dokter menemukan bahwa Guo Qi menderita glomerulonefritis akut (radang filter-filter kecil di ginjal) dan mengatakan ia bisa mati kapan saja. Kamp kerja paksa menelepon keluarganya. Ketika keluarga Guo Qi tiba di rumah sakit, para penjaga pergi dan meninggalkan semua biaya pengobatan untuk ditanggung oleh keluarga Guo Qi.

Guo Qi dipulangkan dan kembali ke rumah setelah 19 hari perawatan. Tetapi polisi setempat dan anggota staf dari pemerintah daerah dan masyarakat terus-menerus mengunjungi rumahnya, mengetuk pintu, mengancam, dan memaksa Guo Qi untuk meninggalkan keyakinannya. Sun Caiyan dan Guo Qi itu harus meninggalkan anak-anak mereka yang masih kecil dan orang tua lanjut usia dan bersembunyi. Mereka pergi selama enam tahun, tidak dapat kembali ke rumah sampai  2008.

Pada  21 Juli 2014, Sun Caiyan diculik oleh polisi dari Kantor Polisi Lapangan Haijun dan Kantor Polisi Chunhai di Kota Dalian, yang membobolnya rumah, menggerebek kediamannya, dan membawanya ke sebuah pusat penahanan.

Kejadian tersebut semakin membuat trauma ayah mertuanya yang sudah lanjut usia, yang berada di rumah pada saat itu dan menyaksikan penangkapan dan penggerebekan dengan kekerasan. Polisi kemudian melanjutkan pelecehan terus-menerus terhadap keluarga Sun Caiyan, menambah ketakutan dan tekanan mental yang telah dialami ayah mertuanya selama lebih dari dua dekade. Ayah mertuanya menjadi terbaring di tempat tidur dan meninggal pada  2016.

Sun Caiyan dijatuhi hukuman tiga tahun tiga bulan penjara oleh Pengadilan Dalian Shahekou dan menjalani masa penahanannya di Penjara Wanita Provinsi Liaoning sampai ia dibebaskan pada  2017.

Penjara Wanita Provinsi Liaoning terkenal karena penyiksaan brutalnya terhadap praktisi-praktisi Falun Gong. Minghui menyatakan bahwa setidaknya ada 63 wanita praktisi Falun Gong telah disiksa sampai mati oleh polisi dan pihak berwenang penjara tersebut  Juli 1999.

Karena sensor Partai Komunis Tiongkok dan tindakan lain untuk menyembunyikan ruang lingkup dan parahnya penganiayaan, “kampanye sistematis mengenai penculikan, penyiksaan, dan kematian yang menyasar puluhan juta orang Tiongkok sebagian besar masih tersembunyi dari pandangan,” kata Falun Dafa Information Center yang berbasis di Amerika Serikat, sebuah organisasi didedikasikan untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok dan untuk mengorganisasikan kampanye penyelamatan.

Ketika Sun Caiyan dibebaskan pada  Oktober 2017 setelah menjalani masa hukuman penuh, ia hampir tidak dapat berjalan setelah ia dibebaskan karena penyiksaan yang dideritanya di penjara tersebut.

Ayah Sun Caiyan juga menderita trauma jangka panjang yang luar biasa akibat  penganiayaan yang dialami oleh putri dan menantunya sejak tahun 1999. Ayah Sun Caiyan meninggal pada tahun 2019.

Suami Sun Caiyan, Guo Qi, meninggal dunia pada  Juni 2021, pada usia 51 tahun, akibat sepsis dan kegagalan seluruh organ dalam tubuhnya. Tubuh dan pikiran Guo Qi mencapai batas kemampuannya setelah bertahun-tahun dianiaya, di tengah kekhawatiran terhadap istrinya, bertanggung jawab sendirian merawat anak-anak dan orang tua lanjut usia, dan mengalami pelecehan dan pemaksaan terus-menerus dari polisi dan pegawai-pegawai pemerintah.

Beberapa bulan setelah kematian Guo Qi, ibu Sun Caiyan, Wang Yuhe, juga seorang praktisi Falun Gong, ditangkap oleh polisi setempat pada  Oktober 2021. Ia berusia 80 tahun saat itu, dan dilaporkan dipenjara di Penjara Wanita Provinsi Liaoning.

‘Harapan untuk Bantuan Internasional’

Menyusul penangkapan Sun Caiyan pada  Mei, temannya yang bernama Yang mendesak masyarakat internasional untuk membantu menyelamatkan Sun Caiyan, ibu Sun Caiyan, dan praktisi Falun Gong lainnya dianiaya di Tiongkok.

“Saya sangat berharap masyarakat internasional khususnya anggota-anggota parlemen dan lembaga-lembaga yang berdedikasi pada hak asasi manusia dan kebebasan berkeyakinan, akan membela perlindungan dan penyelamatan praktisi-praktisi Falun Gong,” kata Yang.

“Di Tiongkok Daratan, praktisi-praktisi Falun Gong masih menghadapi penganiayaan tanpa henti yang mengancam hidup mereka setiap saat. Kami mengharapkan bantuan internasional dalam penderitaan mereka.”

Yang adalah orang yang selamat dari penyiksaan di pusat-pusat penahanan dan kamp-kamp kerja paksa Tiongkok. Ia ditahan tiga kali oleh polisi Liaoning dan ditahan di sebuah kamp kerja paksa selama dua tahun. Ibunya, Dong Baoxin, meninggal dalam kesedihan. Kakak perempuannya, Yang Chunling, meninggal dunia akibat penyiksaan berat.

Dengan bantuan rekan-rekan praktisi Falun Gong dan anggota-anggota parlemen Amerika Serikat, Yang meninggalkan Tiongkok pada  2011 dan kini menetap di Amerika Serikat. (Vv)

Album Foto: Hujan Lebat di Changsha, Tiongkok, Stasiun Kereta Api Menjadi Dermaga, Jalur Kereta Bawah Tanah Berhenti Beroperasi Karena Terendam 

oleh Luo Tingting/Wen Hui

Ibu kota Provinsi Hunan, Tiongkok, Kota Changsha, mengalami hujan lebat pada 24 Juni. Dampaknya menyebabkan jalanan berubah menjadi sungai, banyak kendaraan terendam air dan hanyut. Stasiun kereta api menjadi seperti dermaga, dan stasiun kereta bawah tanah terendam air sehingga beberapa jalur berhenti beroperasi.

Sejak pagi, Pusat Meteorologi Changsha terus menerbitkan beberapa peringatan hujan lebat berwarna merah. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa beberapa daerah di Changsha mengalami banjir serius, jalanan berubah menjadi sungai, banyak kendaraan terendam dan air hujan masuk ke pusat perbelanjaan bawah tanah.

Dalam sebuah video terlihat sebuah mobil kecil terendam air hingga hanya terlihat atapnya, seorang pengemudi melompat ke dalam air untuk menyelamatkan diri. Ada juga orang yang mengendarai sepeda motor listrik melintasi genangan air yang setinggi paha, dan dua kurir hampir hanyut ketika melintasi arus deras.

Pada 24 Juni 2024, terjadi hujan lebat di Changsha, dan stasiun kereta api menjadi lautan luas dan berubah menjadi dermaga. (Tangkapan layar dari weibo)
Pada 24 Juni 2024, terjadi hujan lebat di Changsha dan jalanan berubah menjadi sungai. (Tangkapan layar video)
Pada 24 Juni 2024, terjadi hujan lebat di Changsha dan jalanan berubah menjadi sungai. (Tangkapan layar video)
Pada 24 Juni 2024, terjadi hujan lebat di Changsha dan jalanan berubah menjadi sungai. (Tangkapan layar video)
Screenshot

Sebuah video menunjukkan  di luar Stasiun Kereta Changsha bak menjadi dermaga kapal dengan hamparan lautan yang luas. Stasiun kereta bawah tanah No. 2 di stasiun kereta api juga terendam banjir. Air hujan terus mengalir dan tangga berubah menjadi air terjun.

Netizen yang merekam video tersebut berkata, “Ini lorong bawah tanah. Saya kaget. Apa bedanya dengan kolam renang?”

Kereta Bawah Tanah Jalur 3 juga terendam banjir. Sekitar pukul 11:40 hari itu, seorang anggota staf di Stasiun Yanghu Xincheng mengatakan kepada Jiupai News bahwa akibat banjir, Jalur 3 hanya dapat masuk atau keluar stasiun dan harus melewati stasiun.

Pada 24 Juni 2024, stasiun kereta bawah tanah di Changsha terendam banjir. (Tangkapan layar dari weibo)
Pada 24 Juni 2024, stasiun kereta bawah tanah di Changsha terendam banjir. (Tangkapan layar dari weibo)
Pada 24 Juni 2024, stasiun kereta bawah tanah di Changsha terendam banjir. (Tangkapan layar dari weibo)
Pada 24 Juni 2024, stasiun kereta bawah tanah di Changsha terendam banjir. (Tangkapan layar dari weibo)

Selanjutnya, Metro Changsha mengeluarkan pengumuman yang menyatakan bahwa akibat hujan lebat, seluruh Jalur Metro Changsha 2 dan 3 (termasuk Jalur Lingkar Barat) akan berhenti beroperasi.

Saat ini, Changsha telah meningkatkan tanggap darurat pengendalian banjir kota tersebut ke tingkat tiga. (Hui)

Anjing di Thailand Mengejar Mobil di Tengah Hujan Mencari Pemiliknya, Bersatu Kembali Setelah Fotonya Menjadi Viral

EtIndonesia. Seekor anjing di Thailand baru-baru ini menarik hati setelah terlihat berdiri dengan sedih di tengah hujan, mencari pemiliknya.

Menurut Khaosod, para saksi melihat anjing itu melompat keluar dari truk pikap berwarna putih.

Karena tidak dapat menemukan jalan pulang, anjing berwarna coklat itu mulai mengejar mobil-mobil putih dan menolak berlindung meskipun hujan deras.

Tergerak oleh penderitaannya, pedagang di sekitar memberi makan anjing tersebut dan membiarkannya tidur di dekat toko mereka.

Setelah beberapa hari tanpa ada yang mengakui anjing tersebut, Puttal, pemilik toko suvenir, merasa kasihan pada hewan yang menyedihkan itu dan membagikan kisahnya di Facebook.

Foto-foto menunjukkan anjing coklat itu berdiri di tengah hujan, matanya dipenuhi harapan sambil mencari pemiliknya.

“Jika ada yang menelantarkan anjing ini atau terjatuh dari mobil, harap segera mengambilnya,” tulis Puttal.

“Sangat menyedihkan – dia tidak mau berlindung ketika dipanggil, mengejar setiap mobil putih, dan duduk di tengah hujan menunggu pemiliknya. Dia melihat ke kiri dan kanan dengan penuh harap.”

Puttal memberi tahu Khaosod bahwa anjing itu telah berada di sekitar tokonya selama sekitar empat hingga lima hari.

Selama ini, hujan sering turun di kawasan Khao Kho, namun anjing tersebut tetap menolak untuk berlindung.

Untungnya, pemilik anjing tersebut melihat postingan tersebut di media sosial dan menghubungi Puttal pada hari yang sama.

Begitu wanita itu tiba di toko, anjing itu berlari ke arahnya sambil mengibaskan ekornya dan melompat kegirangan.

Pemiliknya menjelaskan bahwa dia sedang pergi untuk urusan bisnis selama tujuh hari dan kembali ke rumah dan menemukan anjingnya hilang.

Tetangganya memberitahunya bahwa sebuah truk pickup berwarna putih telah membawa anjing itu pergi.

Ketika dia melihat postingan Puttal, dia berkendara sejauh 10 km untuk menjemput hewan peliharaan kesayangannya. (yn)

Sumber: mustsharenews

Wanita Mengetahui Kebenaran yang Menyedihkan Tentang ayahnya Setelah Melakukan Tes DNA untuk Bersenang-senang

EtIndonesia. Seorang wanita menggambarkan bagaimana sedikit kegembiraan yang terungkap menjadi penemuan yang menggemparkan tentang keluarganya setelah dia dan ayahnya melakukan tes DNA di rumah.

Wanita yang tidak disebutkan namanya menceritakan pengalaman yang mengubah hidupnya di forum Relationship Advice Reddit, menjelaskan bahwa dia “sangat dekat” dengan ayahnya, terutama sejak ibunya meninggal karena masalah medis ketika dia masih muda.

Dia juga mencatat bahwa dia selalu “relatif dekat” dengan pamannya dan keluarganya, yang tinggal satu jam jauhnya dari rumah yang dia tinggali bersama ayahnya.

Kemudian, katanya, sekitar lima minggu sebelum menulis postingan subreddit, ayahnya telah menerima kit DNA 23andme sebagai hadiah ulang tahun dari teman-temannya, dan dia memutuskan untuk mendapatkannya juga agar mereka dapat membandingkan hasilnya.

“Kami mendapatkan hasil kami kemarin jadi kami masuk untuk melihat persentase kami, dll.,” tulisnya. “Sangat menarik melihat rincian nenek moyang dan sifat-sifat yang kami miliki.”

Namun, keadaan berubah menjadi gelap ketika mereka berdua memeriksa “pencari relatif DNA”.

“Di sinilah segalanya mulai menurun,” katanya.

“Itu menunjukkan ayah saya sebagai paman di profil saya, dan saya sebagai keponakannya di profilnya.

“Saat kami memeriksanya lebih lanjut, daftar tersebut mencantumkan ‘paman’ saya sebagai ayah saya, bersama dengan ‘sepupu’ saya (paman/ayah memiliki dua putra berusia 18 tahun dan 20 tahun) sebagai saudara tiri saya.”

OP melanjutkan: “Ayah saya dan saya mulai mencari tahu apakah ini normal, apakah terjadi kesalahan dalam database mereka, dan kami sekarang cukup yakin bahwa kemungkinan ‘paman’ saya menjadi ayah kandung saya cukup tinggi. ”

Mengakhiri akunnya, wanita tersebut mengaku kini tidak tahu harus berbuat apa.

“Saya tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi karena saya sangat mirip dengan ayah saya,” tulisnya, sebelum mengakui bahwa ini juga berarti “Saya juga sangat mirip dengan paman saya”.

Dia kemudian mengatakan bahwa ayahnya menghubungi “paman-nya” tetapi dia tidak dapat menghubunginya.

“Saya mencobanya juga, tetapi tidak berhasil. Saya tidak yakin apakah dia sudah mendapat pesan bahwa saya adalah putrinya,” tulisnya.

Mengakhiri ceritanya, dia berkata: “Ayah saya sangat terpukul dan setelah menelepon paman saya kemarin, dia berada di kamarnya dan banyak menangis. Kami belum berbicara lagi sejak itu.”

“Saya merasa sangat kasihan padanya karena dia sangat mencintai ibu saya dan selalu bercerita tentang dia kepada saya.”

Op kemudian meminta nasihat tentang bagaimana dia harus mendekati ayah dan pamannya mengenai masalah ini, serta sepupu/saudara tirinya.

Postingan tersebut mendapat lebih dari 250 komentar, dan sesama redditor menyampaikan simpati dan dukungan mereka kepada OP yang berkonflik.

“DNA tidak menjadikan seseorang sebagai ayahmu. Waktu, cinta, dan usaha berpengaruh,” tulis seseorang.

“Katakan pada ayahmu bahwa dia adalah ayahmu, apa pun yang terjadi dan kamu tidak peduli apa yang tertulis dalam tes!” menambahkan yang lain.

“Katakan padanya bahwa kamu mencintainya dan kamu ada di sini untuknya; bahwa dia tidak harus melalui ini sendirian. Anda mungkin juga ingin mencari konselor keluarga untuk membantu memandu percakapan dengan paman, ayah, dan Anda.”

Mereka kemudian menambahkan: “Dari apa yang kamu unggah, sepertinya ibumu telah meninggal dunia dan ayahmu mungkin mengingat kembali banyak kesedihan karena citranya tentang ibumu agak hancur. Dia mungkin mendapat manfaat dari terapi individu juga.”

“Ya, dan dia juga dikhianati oleh saudaranya,” sahut yang lain. “Banyak hal yang harus diproses.”

OP menjawab: “Yang bisa saya pikirkan hanyalah bagaimana ayah saya sebenarnya bukan ayah saya, tetapi saya merasa jauh lebih yakin bahwa meskipun tes menunjukkan sebaliknya, dia tetaplah ayah saya.” (yn)

Sumber: indy100

Pengadilan Pidana Internasional Mengeluarkan Perintah Penangkapan Pejabat Tinggi Rusia, Menuduhnya atas Kejahatan Perang

Zhao Fenghua dan Tian Yuan – NTD

Pada  Selasa (25 Juni), Mahkamah Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua jenderal senior Rusia, menuduh mereka melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sementara itu, dua penasehat mantan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengajukan rencana perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina, yang mencakup persyaratan bahwa Ukraina hanya dapat menerima lebih banyak senjata AS melalui negosiasi perdamaian.

Menanggapi hal ini, penasehat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan bahwa perang ini tidak akan pernah berakhir jika tidak menuntut tanggung jawab Rusia karena agresi mereka terhadap wilayah Ukraina, yang melanggar hukum internasional.

Podolyak berkata: “Aneh untuk membingkai perang di front saat ini, karena Rusia-lah yang (menginvasi) wilayah Ukraina, Rusia-lah yang melanggar hukum internasional.”

Pada saat yang sama, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mantan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Jenderal Rusia Valery Gerasimov, menuduh mereka melakukan kejahatan perang dan  kemanusiaan selama invasi kejahatan Rusia ke Ukraina.

Pengadilan mengatakan dalam siaran persnya bahwa hakim memiliki alasan untuk meyakini bahwa kedua pria tersebut bertanggung jawab melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas listrik Ukraina setidaknya mulai 10 Oktober 2022 hingga 9 Maret 2023.

Di pihak Ukraina, saat ini sedang diperkuat pertahanan di front Timur di Chasiv Yar untuk menghentikan serangan militer Rusia. Komandan Brigade Artileri ke-43, Ruslan, mengatakan bahwa setiap inci tanah mereka sangat berharga bagi negara mereka.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan penghargaan kepada anggota Pusat Operasi Khusus keamanan Ukraina dalam peringatan 30 tahun pendiriannya, mengatakan bahwa kontribusi mereka telah memiliki dampak positif pada semua pertempuran dalam perang ini.

Zelenskyy menambahkan bahwa unit tersebut telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 30 fasilitas minyak, pelabuhan, dan pangkalan Rusia.

Departemen Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa helikopter serang Ka-52 dari Armada Utara Rusia sedang melakukan latihan militer untuk mencari kapal selam di Atlantik.

Minggu lalu, pasukan Rusia, termasuk kapal perusak dan kapal selam nuklir, baru saja menyelesaikan kunjungan militer lima hari di Kuba. (Hui)