Hewan Peliharaan Tahu Persis Kapan Mereka Akan Mati, Tindakan Terakhir Mereka untuk Pemiliknya Sangat Memilukan

EtIndonesia. Seorang ahli ternama berpendapat bahwa hewan peliharaan sangat psikis sehingga mereka dapat mencium waktu pasti kapan mereka akan mati.

Dr. Rupert Sheldrake juga yakin bahwa pengetahuan tersebut membuat mereka memberikan perpisahan emosional kepada pemiliknya sebelum mereka mati.

Dia telah menghabiskan hampir 25 tahun mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan memberikan “usaha terakhir” untuk menghibur manusia menjelang kematiannya.

Istilah ini dikenal sebagai “perbaikan sebelum kematian”.

Dr. Sheldrake mengatakan: “Rekan Jerman saya, Michael Nahm, otoritas terkemuka dunia tentang ‘kejernihan terminal’ pada manusia, telah membantu saya mengenali pentingnya pengalaman akhir hidup yang serupa pada hewan peliharaan.

“Kejernihan terminal sangat terdokumentasi di panti jompo dan rumah sakit, tetapi jarang dipelajari: ini adalah ledakan energi mental dan fisik, sering disertai dengan kejernihan yang tidak biasa, sesaat sebelum kematian.

“Dan ini tampaknya sama umumnya pada hewan.”

Dia mengatakan dia memiliki banyak cerita tentang bagaimana hewan peliharaan akan melakukan gerakan penuh kasih tiba-tiba kepada pemiliknya sebelum menyelinap ke sudut untuk mati sendirian agar pemiliknya tidak merasakan sakit menyaksikan kematian mereka.

Dr. Sheldrake mengatakan: “Kesedihan kehilangan hewan peliharaan yang dicintai bisa sama intensnya dengan kehilangan teman dekat mana pun – dan pengalaman menyaksikan kematian hewan bisa sangat menyakitkan.

“Teori sementara saya adalah bahwa usaha terakhir ini memiliki manfaat evolusioner.

“Di alam liar, seekor hewan yang secara naluriah tahu bahwa dirinya akan mati dapat melepaskan diri dari kelompoknya dan pergi ke suatu tempat agar bangkainya tidak menyebarkan penyakit.”

Ahli tersebut menambahkan bahwa dia percaya ‘usaha terakhir’ ini mirip dengan fenomena yang terjadi pada penderita Alzheimer manusia.

Dokter dan ilmuwan telah mengamati mereka mengalami ledakan kejernihan yang mengejutkan sebelum kematian ketika mereka mengingat orang-orang terkasih yang telah mereka lupakan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka di ranjang kematiannya.

Salah satu contoh pertama yang tercatat tentang hewan peliharaan yang mengucapkan selamat tinggal kepada pemiliknya dicatat oleh penulis Vincent dan Margaret Gaddis pada tahun 1970.

Kucing jantan Pussy diajari oleh pasangan yang memeliharanya untuk mengulurkan cakar untuk berjabat tangan.

Ketika Pussy harus disuntik mati dan dokter hewan datang, kucing itu menyeret dirinya keluar dari keranjang, berjalan menuju pemiliknya yang bersedih, dan mengulurkan cakarnya kepada mereka berdua sebelum kembali ke “rumahnya” untuk mati.

Contoh lain dalam “database” cerita kematian hewan peliharaan Dr. Sheldrake yang suram termasuk salah satunya anjing Staffordshire bulldog bernama Petie.

Satu jam sebelum dia mati, dia mendatangi setiap anggota keluarganya dan menghabiskan waktu dengan mereka satu per satu.

Seekor anjing bernama Snowy juga diamati terbangun dari koma untuk “tersenyum” kepada pemiliknya.

Fenomena ini bahkan tercatat di antara tikus laboratorium, yang terlihat berkumpul untuk “berkabung” ketika salah satu dari mereka akan mati. (yn)

Sumber: dailystar.co.uk

Foto yang Diambil dalam Mimpi, Tapi Muncul di Ponsel

Ada seorang bernama Adam Ellis, seorang komikus asal New York, Amerika Serikat yang menceritakan pengalamannya ketika “dikunjungi” oleh sesosok makhluk dari dunia lain.

Ellis mengunggah tweet pada Agustus 2017 silam. Dia mengatakan dirinya selalu diganggu oleh peristiwa dari dunia lain. Ellis menceritakan tentang awal perjumpaannya dengan makhluk supernatural bernama David dan berbagai mimpi misterius yang selalu dialaminya.

Mengapa Rusia Tidak Melibatkan Jet Tempur Su-57 dalam Perang Ukraina

oleh Xia Yu

Pakar intelijen dan penerbangan Barat mengungkapkan bahwa Rusia tidak ingin melibatkan jet tempur Su-57 yang jumlahnya terbatas dalam perang Ukraina, karena khawatir jika jet tempur yang dibanggakan ini sampai mengalami kerusakan, maka dapat mengganggu reputasinya yang sudah dibangun selama ini.

Namun pada akhir pekan lalu, Ukraina dalam serangan jarak sejauh ratusan mil terhadap sasaran di dalam negeri Rusia, telah mengenai sebuh jet tempur Su-57.

Dalam serangan terhadap lapangan terbang Akhtubinsk Rusia pada Sabtu (8 Juni), Badan Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) menulis sebuah pesan di aplikasi Telegram bahwa, sebuah Su-57 terkena serangan militer Ukraina terhadap sasaran di lapangan terbang Akhtubinsk, Rusia yang berjarak sejauh lebih dari 365 mil dari garis depan perang Rusia – Ukraina.

HUR dalam postingan yang juga disertai dengan gambar menyebutkan bahwa jet tempur Su-57 masih terlihat utuh pada 7 Juni, namun pada 8 Juni, lubang bekas ledakan dan bekas kebakaran mengakibatkan badan jet mengalami kerusakan.

Sejauh mana kerusakan yang dialami belum diketahui karena “Epoch Times” tidak dapat segera memverifikasi kebenarannya.

Pernyataan yang diposting oleh Badan Intelijen Militer Ukraina di kabel media sosial tidak merinci bagaimana jet tempur Su-57 tertembak atau unit tentara Ukraina mana yang melakukan serangan.

Menurut citra satelit yang dibagikan oleh Kementerian Pertahanan Inggris, beberapa Su-57 dapat dilihat di Bandara Akhtubinsk pada awal b Desember 2022.

Apakah jet tempur Su-57 terkena serangan tentara Ukraina ?

Reuters mengutip pernyataan seorang blogger populer Rusia yang mendukung perang Rusia di Ukraina melaporkan, bahwa memang benar Su-57 terkena serangan yang diluncurkan dari drone. Blogger yang menamakan dirinya “Fighter Bomber” ini cukup mahir berbicara tentang topik yang berhubungan dengan penerbangan.

“Business Insider” melaporkan bahwa seorang analis dari wadah pemikir Study of War menulis dalam penilaiannya pada 10 Juni : “Blogger militer Rusia mengincar serangan 8 Juni. Mengkritik komando militer Rusia karena tidak membangun hanggar untuk menyembunyikan pesawat Rusia dari serangan Ukraina”.

Analis tersebut menyebutkan, blogger militer “mengklaim bahwa militer Rusia dapat membangun hanggar di setiap bandara militer di Rusia hanya dengan biaya setara satu pesawat Su-57”, dengan perkiraan biayanya USD.35 juta.

Su-57 adalah jet tempur siluman dan multifungsi milik Angkatan Udara Rusia dengan mesin ganda dan kursi tunggal. Juga merupakan jet tempur pertama dari generasi kelima yang diluncurkan Rusia. Nama kode NATO dari jet tempur Su-57 adalah “ Felon” (narapidana). Namun para analis sering mempertanyakan apakah pesawat dibenarkan untuk mengklaim status tersebut, karena tampaknya pesawat tersebut tidak memiliki beberapa kemampuan yang dibutuhkan.

Su-57 mengalami sejumlah masalah teknis, termasuk kemampuan fungsi mesin siluman dan panel di kokpit yang cukup padat sehingga sinyal radar tidak dapat dikurangi secara maksimal. Proses pengembangan Su-57 juga tidak lancar, sampai beberapa kali mengalami penundaan. Pada tahun 2019, sebuah jet tempur Su-57 jatuh.

Pesawat ini pertama kali bertempur di Suriah pada tahun 2018 dan diserahkan kepada pihak militer Rusia pada tahun 2020. Pejabat Kremlin mengklaim bahwa Su-57 telah terlibat dalam pertempuran di Ukraina, namun bukti yang mendukung klaim ini sangat terbatas.

Pakar penerbangan : Rusia tidak mau menggunakan Su-57 dalam pertempuran

Pakar intelijen dan penerbangan Barat mengatakan keengganan Rusia untuk menggunakan Su-57 dalam pertempuran menunjukkan bahwa Rusia mungkin ingin menghindari risiko kerusakan reputasi, hilangnya teknologi sensitif, dan berkurangnya ekspor jika pesawat tersebut sampai tertembak jatuh oleh Ukraina. Selain itu, Rusia mungkin kurang yakin terhadap fungsi siluman yang dimiliki jet tempur tersebut.

HUR mengatakan bahwa Su-57 adalah “jet tempur paling modern” yang dimiliki Rusia, ia mampu meluncurkan rudal Kh-59/69, dan hanya ada “segelintir” pesawat tempur yang saat ini beroperasi. Komando Selatan Ukraina dengan jelas menyatakan bahwa mereka menembak jatuh salah satu dari enam pesawat tempur tersebut pada 8 Juni tahun ini.

Media corong pemerintah Rusia menyebutkan bahwa, militer Rusia berencana akan menempatkan puluhan unit jet tempur Su-57 pada akhir dekade ini, namun tidak jelas apakah rencana ini akan terealisasi.

“Business Insider” melaporkan bahwa Justin Bronk, pakar kekuatan udara dan teknologi di “Royal United Services Institute”, sebuah lembaga pemikir Inggris, mengatakan bahwa serangan 8 Juni oleh militer Ukraina adalah respons terhadap masalah jet tempur SU-57 yang selama ini perkembangannya tersendat-sendat, sekaligus “membuktikan” bahwa jet tempur tersebut nyaris tidak berpengaruh langsung terhadap perang.

Justin Bronk dalam tulisannya pada 10 Juni menyebutkan : “Karena skup armadanya kecil, jadi takut reputasi politik terganggu jika ada yang jatuh tertembak. Ditambah lagi dengan lambatnya pengembangan sistem pesawat, sehingga sejauh ini Su-57 belum mampu memainkan perannya dalam konflik”.

Dia mengatakan bahwa serangan oleh Ukraina itu menunjukkan, bahwa Ukraina memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang relatif matang dan berbiaya rendah. Kemampuan yang juga dapat digunakan untuk menyerang pangkalan militer di dalam negeri Rusia. (sin)

Studi : Sistem Kerja Hybrid Lebih Bermanfaat Daripada Bekerja Penuh Waktu di Kantor

oleh Li Xin

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sistem kerja hybrid lebih bermanfaat daripada bekerja penuh waktu di kantor, karena model kerja ini dapat membuat suasana hati karyawan lebih senang sehingga lebih kecil kemungkinan untuk mengundurkan diri, selain itu juga tidak berdampak terhadap produktivitas karyawan bersangkutan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nick Bloom, seorang profesor ekonomi di Universitas Stanford, bersama rekan-rekannya yang dipublikasikan minggu lalu di jurnal ilmiah Inggris “Nature”, menunjukkan bahwa kesimpulan di atas itu mereka peoleh melalui survei terhadap 1.612 orang karyawan situs web agen perjalanan global “Trip.com” yang berbasis di Kota Shanghai.

Ada pun latar belakang dilakukan survei ini adalah, setelah sebagian besar perusahaan AS menutup kantor fisik mereka karena pandemi COVID-19 empat tahun silam, di mana bekerja dari jarak jauh telah menjadi hal yang biasa bagi jutaan pekerja kantoran. Namun pengusaha mulai meminta karyawannya kembali bekerja di kantor fisik karena mereka khawatir dengan melakukan kerjaan dari jarak jauh atau sistem hybrid dapat menurunkan produktivitas.

Namun hasil survei menunjukkan bahwa model kerja hybrid di “Trip.com” telah meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi tingkat pengunduran diri karyawan sebesar 33%.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat turnover karyawan, terutama pada karyawan non-manajerial, karyawati, dan karyawan atau karyawati yang biasanya menghabiskan banyak waktu dalam perjalanan pergi dan pulang kantor ternyata menurun secara drastis.

Responden survei ini adalah karyawan di bagian penjualan tiket maskapai penerbangan dan bagian TI “Trip.com”, yang masing-masing bekerja di bidang teknik, pemasaran, dan keuangan.

Survei tersebut berlangsung antara 2021 dan 2022, dan studi tersebut menemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tinjauan kinerja atau promosi bagi karyawan baik yang bekerja di kantor maupun dalam sistem kerja hybrid selama dua tahun penerapan.

“Ini adalah temuan penting yang menyangkal bahwa kerja jarak jauh dapat merugikan perkembangan dan promosi karyawan”, kata studi tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam model kerja hybrid, karyawan sama-sama produktif baik bagi mereka yang bekerja di kantor atau dari rumah.

Karyawan “Trip.com” yang berpartisipasi dalam penelitian ini disurvei dua kali untuk mengukur pandangan mereka tentang pengaruh bekerja dari rumah terhadap produktivitas.

Nick Bloom dan rekan-rekannya menemukan bahwa, secara rata-rata, memang terjadi “sedikit peningkatan” dalam hal  pandangan mengenai masalah ini bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja hybrid.

“Hal ini mungkin terjadi karena work from home (WFH) menghemat waktu perjalanan karyawan, mengurangi kelelahan fisik, dan memiliki jeda intermiten antara waktu berkelompok dan waktu tenang individu, yang berdampak terhadap meningkatnya kinerja kerja”, demikian bunyi laporan penelitian tersebut. (sin)

Artikel ini merujuk pada laporan “Capitol Hill”

Jumlah Populasi di 20 Provinsi Tiongkok Anjlok, Angka Kelahiran Turun Selama 7 Tahun Berturut-Turut 

oleh Wang Yanqiao

Populasi Tiongkok terus mengalami pertumbuhan negatif. Data terbaru dari otoritas Tiongkok menunjukkan bahwa 20 dari 31 provinsi dan daerah otonom telah terjadi penurunan populasi sebanyak lebih dari 3,7 juta jiwa, dan jumlah kelahiran juga menurun selama 7 tahun berturut-turut.

Saat ini, 31 provinsi di Tiongkok telah merilis data kependudukan 2023. Di antara 31 provinsi tersebut ada 20 provinsi menunjukkan pertumbuhan negatif dengan total penurunan sebanyak 3,705.100 juta jiwa. Diantaranya, populasi penduduk di “Empat Provinsi yang diawali dengan Shan dan He” (Shandong, Shanxi, Hebei, dan Henan) menurun sebesar 1,391.800 juta jiwa, melampaui 602.500 orang di tiga provinsi timur laut.

Karena kebiasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) memalsukan data, situasi sebenarnya bisa jadi lebih parah.

“Sebenarnya penurunan pertumbuhan penduduk tidak pernah berhenti sejak tahun 2019 mewabahnya virus komunis Tiongkok (COVID-19). Sejak dibebaskannya lockdown ketat hingga saat ini, epidemi belum juga mereda, bahkan jumlah kematiannya pun masih terus terjadi. Hanya saja otoritas PKT menggunakan pendekatan koersif dan tidak mengizinkan dokter melakukan tes asam nukleat, juga tidak mengizinkan dokter menuliskan penyebab kematian sebagai kematian akibat infeksi virus corona baru untuk mengklaim kesuksesan pemerintahan Xi Jinping dalam membasmi wabah. Itu sebabnya saat ini tidak ada cara untuk membuat data yang akurat,” ujar komentator politik Tang Jingyuan.

Dari sisi data jumlah kelahiran, 29 dari 31 provinsi di Tiongkok telah merilis data jumlah kelahiran 2023. Jadi menurut data tersebut, jumlah kelahiran pada tahun 2023 adalah 9,02 juta, turun dari 9,56 juta pada 2022, menandai penurunan yang sudah berlanjut selama 7 tahun berturut-turut.

Pada 2015, Partai Komunis Tiongkok mengumumkan kebijakan “dua anak”, namun jumlah kelahiran tetap tidak terangkat. Pada 2021, kebijakan “tiga anak” telah diberlakukan untuk menggenjot angka kelahiran.

Analisis menunjukkan bahwa penurunan jumlah kelahiran secara langsung telah mencerminkan sebuah realita bahwa kelangsungan hidup masyarakat Tiongkok semakin sulit dan kejam. 

“Faktanya, perekonomian Tiongkok mengalami penurunan yang sangat drastis bahkan seperti terjun bebas setelah 3 tahun epidemi. Pemuda sulit mendapatkan lapangan kerja. Selain itu, otoritas komunis Tiongkok memiliki banyak masalah di berbagai bidang. ekonomi dan politik, termasuk penindasan terhadap hak asasi manusia, penindasan terhadap kebebasan berpendapat, dll., hal mana telah menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang cepat di daratan Tiongkok. Banyak warga muda Tiongkok memilih ‘Tang ping’. Kemudian sebagai akibat dari ‘Tang ping’ banyak orang tidak mau berkeluarga, tidak mau memiliki anak, yang secara langsung menyebabkan penurunan tajam dalam populasi kelahiran,” kata Tang Jingyuan. (sin)

Satelit Google Tunjukkan Pangkalan Alien di Xinjiang? Megalit, Bukti Petroglif 10.000 Tahun Silam

Aurel Stein ingin sekali segera menemukan targetnya. Pria kelahiran Hongaria pada tahun 1862 ini adalah seorang ahli geografi dan seorang arkeolog.

Stein menempuh risiko pergi ke gurun Taklamakan ini bukannya tanpa tujuan, karena dia tahu di bawah tanah gurun ini ada pusaka atau harta karun.

Dari mana Stein tahu ada harta karun di sini, nanti akan kita ulas.

Misteri Jatuhnya Pesawat Air France di Pegunungan yang Menewaskan 113 Penumpang

EtIndonesia. Sebuah tragedi di Karibia menewaskan 113 orang setelah sebuah jet Boeing Air France jatuh di sisi gunung masih menjadi misteri setelah 6 dekade berlalu.

Kengerian itu terjadi di pulau indah Guadeloupe 62 tahun lalu setelah pesawat itu jatuh saat mendekati bandara.

Boeing 707-328 milik Air France sedang melakukan penerbangan jarak jauh yang dijadwalkan dari Paris melalui Lisbon, Azores, Guadeloupe, dan Peru menuju Santiago, Chile.

Itu terjadi ketika pesawat mencoba turun ke kota kedua di negara pulau tersebut, Pointe-à-Pitre.

Mengapa pesawat itu jatuh ke sisi gunung tetap menjadi misteri, meskipun cuaca buruk dan kurangnya informasi tentang cuaca dikatakan berkontribusi pada kecelakaan tersebut.

Semua 103 penumpang dan 10 awak di dalamnya tewas setelah pesawat itu meledak di sebuah bukit hutan pada 22 Juni 1962.

Pesawat itu baru berusia empat bulan.

Bagaimana Air France Jatuh

Hingga saat ini, kecelakaan tragis tersebut adalah kecelakaan terburuk ke-11 yang melibatkan Boeing 707, tetapi rincian penyebabnya masih terbatas.

Pada saat itu, kotak hitam yang merekam semua data penerbangan baru akan dipasang di pesawat komersial.

Di AS, perekam suara kokpit menjadi persyaratan pada pesawat dengan empat atau lebih mesin pada tahun 1967.

Namun kondisi pada hari itu tidak ideal, dan bandara tersebut dikelilingi oleh pegunungan dan membutuhkan penurunan yang curam.

Cuaca pada hari itu dilaporkan terjadi badai petir hebat dan awan rendah.

Lebih buruk lagi, beacon navigasi VOR tidak berfungsi.

Badai petir membuat pesawat melenceng sejauh 9,3 mil ke barat dari jalur setelah alat penunjuk arah otomatis mengalami kesalahan.

Kecelakaan terjadi di bukit yang disebut Dos D’Ane yang berarti Punggung Keledai pada ketinggian sekitar 1.400 kaki.

Setelah Kecelakaan

Kecelakaan itu terjadi kurang dari tiga minggu setelah Boeing 707 lain milik Air France jatuh pada 3 Juni 1962.

Investigasi terhadap keadaan tidak dapat menemukan alasan pasti, tetapi mengatakan kurangnya informasi cuaca kepada kru, kegagalan peralatan darat, dan dampak atmosfer pada indikator ADF menciptakan kombinasi mematikan.

Para pilot Air France mengkritik bandara-bandara yang kurang berkembang seperti Guadeloupe yang tidak dilengkapi dengan baik untuk menangani jet.

Tex Johnston, kepala pilot uji di Boeing Aircraft, mengklaim dalam otobiografinya tahun 2014 bahwa kru Air France ‘biasanya terlambat’ untuk pelatihan kru yang diselenggarakan oleh produsen dan ‘kadang-kadang pesawat tidak diservis.’ (yn)

Sumber: metro

Penerbangan Komersial Terpendek di Dunia Berakhir dalam Waktu Kurang dari 2 Menit

EtIndonesia. Penerbangan pesawat antara Pulau Westray di Skotlandia dan Papa Westray memegang rekor dunia untuk penerbangan komersial terpendek, karena pesawat biasanya mengudara kurang dari 2 menit.

Kebanyakan dari kita bisa langsung naik mobil, bus, atau kereta api untuk perjalanan singkat, namun segalanya berbeda di pulau-pulau di Skotlandia utara. Beberapa orang yang menyebut Kepulauan Orkney sebagai rumah mereka hanya memiliki dua pilihan, naik feri melintasi perairan yang deras, atau penerbangan yang sangat singkat dengan pesawat kecil.

Opsi kedua adalah yang paling populer – karena kapal feri sering kali mengalami gangguan karena gelombang laut yang deras – dan yang paling terkenal karena durasi penerbangan yang pendek. Faktanya, penerbangan antara Pulau Westray dan Papa Westray secara resmi diakui sebagai penerbangan komersial terpendek di dunia. Biasanya berlangsung sekitar 90 detik, tetapi jika angin mendukung, hal ini dapat berakhir dalam waktu kurang dari satu menit.

Penerbangan komersial terpendek di dunia pertama kali didirikan pada tahun 1967 dan dioperasikan oleh Loganair sejak saat itu. Jarak tempuhnya hanya 1,7 mil, yang lebih pendek dibandingkan landasan pacu di sebagian besar bandara besar dan lebih mirip dengan naik bus daripada penerbangan pesawat sebenarnya.

Penumpang diterbangkan dengan Britten-Norman Islander, sebuah pesawat kecil yang hanya membutuhkan satu pilot dan hanya memiliki delapan kursi. Seperti yang dapat Anda bayangkan, tidak ada layanan dalam penerbangan yang tersedia.

Dalam kondisi normal, penerbangan komersial terpendek di dunia berlangsung antara 90 dan 120 detik, namun seperti yang ditunjukkan oleh seorang pilot, dalam kondisi cuaca yang menguntungkan, penerbangan tersebut dapat diselesaikan hanya dalam 53 detik. Namun dalam keadaan kurang baik, pesawat akan berada di udara selama hampir 3 menit.

Penerbangan antara Westray dan Papa Westray dikritik sebagai tindakan yang sangat buruk bagi lingkungan karena pendeknya jarak yang ditempuh, namun bagi penduduk Westray (600) dan Papa Westray (90), penerbangan ini merupakan penghubung penting ke pulau-pulau lain yang lebih padat penduduknya.

Bagi penduduk Kepulauan Orkney, penerbangan disubsidi oleh Pemerintah Skotlandia, sementara wisatawan akan membayar antara £17 hingga £45.

Meskipun populasi kedua pulau tersebut kecil, penerbangan terpendek di dunia bisa menjadi sangat sibuk selama bulan-bulan musim panas, karena ada banyak wisatawan yang ingin merasakannya sendiri. (yn)

Sumber: odditycentral

Permukaan Jalan Konstruksi Jalur Kereta Bawah Tanah di Chengdu, Tiongkok Runtuh, Warga Dievakuasi Tengah Malam

Pada Jumat (21 Juni), terjadi keruntuhan di lokasi pembangunan Stasiun 1 Jalur 13 kereta bawah tanah di Chengdu, dengan terbentuknya lubang besar di jalanan. Di kedua sisi jalan terdapat bangunan tinggi tempat tinggal penduduk. Seorang netizen berkomentar, ‘Kalau saya tinggal di sampingnya, pasti takut setengah mati.’

NTD

Pada 21 Juni sekitar pukul 03.00 pagi, sebuah stasiun yang sedang dibangun di dekat Jalan Jinli Barat, Jalan Wangjiaguai, Distrik Qingyang, Metro Chengdu Jalur 13, Sichuan, Tiongkok runtuh. 

Video dan gambar yang diposting di media sosial menunjukkan lubang besar di jalan, tanpa apa pun di bawahnya. Insiden itu terjadi hanya sekitar satu meter dari bangunan perumahan di dekatnya yang tampak menakutkan.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, seorang warga di dekat Jalan Jinli Barat mengatakan bahwa dia dan keluarganya dibangunkan  ketukan di pintu perusahaan pengelola properti sekitar pukul 04.00 pagi, meminta warga agar segera mengungsi ke dalam hotel.

Sebagai tanggapan, staf dari Pemerintah Kota Chengdu mengatakan bahwa pagar telah dipasang di sekitar area tersebut. Pada awalnya dinilai tidak akan menimbulkan bahaya keselamatan bagi bangunan di sekitarnya.

Chengdu Rail Transit mengumumkan bahwa pada pukul 3:50 hari ini, dua pipa air di luar lubang konstruksi Stasiun Jalan Xiaonan, Jalur 13, Chengdu Rail Transit yang dibangun oleh China Railway No. 2 Engineering Group, tiba-tiba pecah, menyebabkan jalan sepanjang sekitar 12 meter di dekat No. 119 Jalan Jinli Barat ambruk. Tidak ada korban luka di tempat kejadian.

Menanggapi pernyataan resmi tersebut, banyak netizen daratan yang meragukannya, mengatakan, “Pecah alami, terlalu konyol.” “Bagaimana dua pipa air bisa pecah secara alami pada waktu dan tempat yang sama di lokasi konstruksi? Probabilitasnya luar biasa.” “Pipa air bisa pecah tanpa pengaruh eksternal? Ini luar biasa.”

“Jalan ini seperti tissue tipis…” “Begitu tipis, tidak perlu mencari alasan apapun.” “Pecah pipa bisa menciptakan lubang sebesar ini?” “Seperti kertas tipis, sekali tusuk langsung pecah.” “Jalanan ini seperti terbuat dari kertas, bagaimana Chengdu bisa bertahan dari beberapa gempa bumi lagi?”

Ada yang mengatakan, “Melihat gambarnya agak menakutkan, sangat mengerikan.” “Siapa yang membangun ini, bagian bawahnya digali habis, hanya tersisa kulit jalan, benar-benar hebat!” “Lebih tipis dari kerupuk, apakah bawah tanah Chengdu sudah bolong? Kabarnya, sudah ada peringatan akurat tentang posisi keruntuhan yang berisiko, tapi tetap dipaksa melanjutkan konstruksi.”

Netizen daratan Tiongkok ada yang berkomentar : 

“Chengdu membangun metro  gila-gilaan, bawah tanah hampir digali habis. Dekat dengan zona gempa Longmenshan, tidak tahu mengapa menumpuk begitu banyak orang di sana.”

“Tidak bisa percaya seberapa tipis jalan di Chengdu ini! Jadi kenapa membangun metro harus membuat warga di kompleks perumahan keluar, tidak boleh tinggal di sana? Apakah takut kompleks perumahan juga ikut runtuh? Jika Chengdu terus membangun seperti ini, cepat atau lambat akan berlubang.”

(Gambar web)

“Sudah runtuh seperti ini, apakah ini disebabkan oleh masalah geologi?”

“Itu juga menunjukkan bahwa karena masalah korupsi bahan  dan material selama pembangunan jalan…”

“Sudah waktunya untuk melihat kualitas proyek-proyek ini! .”

“Warga di sebelahnya seharusnya yang paling takut dengan lubang sebesar itu. Menakutkan sekali. Kita harus menyelidiki penyebabnya dengan cermat.”

(Gambar web)

Netizen lainnya meninggal komentar : 

“Perusahaan kereta bawah tanah, tanpa memperdulikan penentangan dari dua pertiga penduduk, memaksa Jalur 27 untuk melewati bagian dalam suatu kompleks perumahan lama. Sekarang telah menyebabkan penurunan tanah di kompleks tersebut, namun tidak ada yang dapat dilakukan.”

“Ketika konstruksi kereta bawah tanah Chengde dimulai, ada suatu kompleks perumahan yang mati-matian menolak mengizinkan konstruksi di sebelahnya, sehingga menghentikan proyek untuk sementara. Sekarang terlihat bahwa kompleks tersebut pasti memiliki penghuni yang berpengaruh di dalamnya.” (Hui)

Setelah Seorang Pria Mengalami Kelumpuhan, Istrinya Meninggalkannya, Dia Menangis Saat Hendak Menyerahkan Putrinya kepada Orang Lain

EtIndonesia. “Ayah, Aku Tidak Mau.” Ini adalah kata-kata seorang gadis kecil berusia tujuh tahun kepada ayahnya.

Ayah kandungnya, meskipun penuh dengan air mata, bersiap untuk menyerahkan hak asuh dan menyerahkan gadis kecil ini kepada orang lain. Empat kata tersebut tidak hanya mencerminkan ketidakrelaan sang gadis, tetapi juga kehidupan penuh lika-liku dari ayah dan anak yang malang ini.

Ada pepatah yang mengatakan,: “Dalam sakit yang berkepanjangan, tidak ada anak yang berbakti.” Bahkan keluarga dekat sekalipun, dalam menghadapi sakit yang berkepanjangan, sebagian dari mereka mungkin meninggalkan atau bahkan mengabaikan orangtua mereka. Namun, ini adalah kasus yang jarang terjadi, lebih banyak anak yang tetap setia menjaga orangtua mereka. Bagaimanapun juga, mereka juga dibesarkan dengan perawatan yang sama, sehingga mereka merasa wajib untuk menemani orangtua mereka di masa tua.

Namun, situasi ini biasanya terjadi pada anak yang sudah dewasa karena mereka sudah cukup mengerti dan memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Namun, tokoh utama dalam cerita ini adalah seorang gadis yang baru berusia tujuh tahun, namun dengan berani berdiri untuk mengambil tanggung jawab merawat ayahnya yang lumpuh. Bahkan ketika ayahnya ingin menyerahkan kepada orang lain agar dia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, namun dia menangis dan dengan tegas menolak untuk meninggalkan ayahnya.

Kenapa anak yang baru berusia tujuh tahun ini harus merawat ayahnya yang lumpuh? Di mana ibu dan kakek-neneknya? Mengapa tanggung jawab merawat orang sakit jatuh kepada seorang anak kecil? Bagaimana kondisi kesehatan ayahnya saat ini?

Ma Haibing, nama ayah anak itu, bekerja sebagai kasir di sebuah restoran kecil. Suatu hari di tahun 2013, saat Ma Haibing keluar rumah dengan kondisi normal, dia tiba-tiba merasakan kelemahan di kedua kakinya saat bekerja. Kedua kakinya seperti dibebani dengan besi, dan dia langsung jatuh ke tanah.

Melihat Ma Haibing tiba-tiba jatuh, rekan kerjanya terkejut dan segera memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Meskipun kesadaran Ma Haibing sangat jelas, kelemahan di kakinya membuatnya sangat putus asa. Saat meninggalkan rumah di pagi hari, dia masih berjanji kepada putrinya untuk menjemputnya pulang dari sekolah, tapi sekarang, dia bahkan tidak bisa berdiri.

Setelah pemeriksaan di rumah sakit, Ma Haibing segera mengetahui bahwa dirinya akan lumpuh. Radang sendi ankylosing yang dideritanya tiba-tiba mengalami komplikasi, ditambah serangkaian komplikasi lainnya yang menyerangnya. Kondisi Ma Haibing yang awalnya kurus menjadi semakin memburuk. Terutama masalah kegagalan organ akibat komplikasi, membuatnya berkali-kali berada di ambang kematian.

Selain rasa sakit fisik, ada juga biaya medis yang besar, ditambah dengan ketidakberdayaan dan penderitaan mental, membuat Ma Haibing merasa putus asa. Menurut Ma Haibing, jika bukan karena memikirkan orangtuanya, istri, dan anaknya, dia mungkin sudah mencabut alat bantu hidupnya sendiri untuk mengakhiri penderitaannya.

Bayangkan seorang pria di usia produktif harus menghadapi kelumpuhan, rasa sakit saja sudah cukup untuk menghancurkannya, belum lagi tekanan mental. Namun, demi keluarganya, Ma Haibing tetap bertahan. Meskipun lumpuh, dia tetap bertahan karena masih ada kemungkinan untuk sembuh. Dia masih memiliki harapan untuk memberikan kehidupan yang baik kepada orang-orang yang dicintainya.

Ma Haibing terus menghibur dirinya sendiri, namun kenyataan kembali memberikan pukulan keras. Meskipun sudah dipindahkan ke rumah sakit di kota, kondisi Ma Haibing terus memburuk. Dari luar, dia terlihat semakin kurus, dan di dalam tubuhnya, kondisinya sudah seperti kayu lapuk yang tidak tahan terhadap sedikit pun gangguan.

Dalam beberapa tahun, Ma Haibing mengalami kelumpuhan total dari yang awalnya hanya kelumpuhan sebagian. Tulang-tulang dalam tubuhnya sebagian besar sudah rusak. Pada saat ini, Ma Haibing benar-benar kehilangan kemampuan untuk merawat dirinya sendiri, bahkan tidak bisa mencabut alat bantu hidupnya sendiri.

Untuk mengobati penyakitnya, keluarga yang awalnya tidak begitu kaya menjadi semakin terpuruk. Seluruh tabungan Ma Haibing habis untuk pengobatan, dan dia sudah meminjam uang ke semua teman dan kerabat yang bisa dipinjami. Pada saat inilah istrinya akhirnya tidak bisa bertahan lagi dan meminta cerai.

Ma Haibing sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk ini, tetapi ketika semuanya benar-benar terjadi di depan matanya, dia tetap tidak bisa menahan air mata. Dia tidak menyalahkan istrinya, istrinya juga sudah berjuang keras. Dari awal kesehatannya sudah buruk, penghasilannya juga tidak banyak, tetapi istrinya selalu mendampingi tanpa keluhan, bahkan memberinya seorang putri yang manis.

Selama bertahun-tahun, pengorbanan istrinya selalu dia lihat. Jika tidak benar-benar putus asa, istrinya tidak akan meminta cerai. Justru permintaan cerai dari istrinya membuat Ma Haibing kembali mengevaluasi keadaannya. Sebelum dia sempat memikirkan bagaimana menghadapi situasi ini, reaksi putrinya sudah membuatnya cemas.

Setelah bercerai dengan istrinya, Ma Haibing hanya memiliki putrinya yang masih kecil dan sepupunya yang merawatnya. Pada saat ini, Ma Haibing tidak bisa merawat dirinya sendiri, selain kebutuhan untuk makan dan berpakaian, dia juga membutuhkan bantuan untuk buang air dan membersihkan tubuhnya. Semua tugas ini jatuh ke tangan sepupunya, tetapi sepupunya juga harus bekerja dan memiliki kehidupannya sendiri, sehingga tidak bisa selalu merawatnya.

Dalam keadaan seperti ini, putrinya yang baru berusia tujuh tahun meminta izin dari sekolah untuk merawat ayahnya di rumah sakit. Mendengar niat putrinya, Ma Haibing merasa cemas dan marah. Anak sekecil itu tidak seharusnya berhenti sekolah untuk merawatnya, dia hanyalah seorang ayah yang tidak berguna, tidak ada yang perlu dirawat. Namun, melihat wajah polos putrinya, Ma Haibing merasa seperti pukulannya menabrak kapas, semua kemarahan hilang.

Dia mengerti, niat putrinya muncul karena melihat kondisinya. Pada saat itu, dia sangat ingin duduk dan memeluk putrinya. Namun, dia sudah lumpuh, bahkan tidak bisa memeluk, apalagi melindungi dan merawat seorang anak.

Oleh karena itu, Ma Haibing ingin menyerahkan putrinya kepada sepupunya agar dia bisa hidup lebih baik dan tidak perlu khawatir tentang dirinya. Namun, saat putrinya mengetahui hal ini, dia menangis keras dan selama ini jarang sekali marah kepada Ma Haibing, kali ini dia berteriak bahwa dia tidak mau diberikan kepada orang lain.

Meskipun masih kecil, putrinya memahami kesulitan ayahnya. Dia tahu kondisi di rumah pamannya lebih baik, pamannya bisa membelikannya mainan dan gaun yang dia suka, dan dia juga tahu bahwa tindakan ayahnya ini agar dia bisa hidup lebih baik. Tetapi ayah hanya satu, meskipun dia terbaring di tempat tidur dan tidak bisa bergerak, dia tetap ayah yang mencintainya sepenuh hati.

Menghadapi putrinya seperti ini, Ma Haibing hanya bisa menangis diam-diam, membenci kondisi tubuhnya, dan bertanya pada Tuhan, mengapa mereka harus diperlakukan seperti ini? Tidak hanya Ma Haibing, ayahnya juga sudah lama lumpuh di tempat tidur.

Penyakit Keluarga, Penyakit yang Datang Tiba-tiba

Ma Haibing saat ini menderita spondilitis ankilosa. Meskipun spondilitis ankilosa bukanlah penyakit mematikan, namun penyakit ini bisa membuat seseorang tersiksa seumur hidup. Gejala awal penyakit ini seringkali sulit terdeteksi, penderita seringkali mengira dirinya hanya menderita radang sendi biasa atau herniasi diskus lumbar.

Di masyarakat saat ini, herniasi diskus lumbar adalah hal yang sangat umum terjadi, sehingga sebagian penderita spondilitis ankilosa mengabaikan gejala mereka sendiri, dan akhirnya melewatkan waktu terbaik untuk pengobatan. Namun, meskipun pengobatan dilakukan tepat waktu, penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan obat-obatan biasa. Perlu diketahui, hasil akhir dari spondilitis ankilosa adalah kelumpuhan total.

Meskipun pengobatan dilakukan tepat waktu, hanya bisa menunda perkembangan penyakit. Selain itu, seiring semakin parahnya spondilitis ankilosa, kekebalan tubuh penderita akan terus menurun, sehingga timbul berbagai komplikasi. Singkatnya, spondilitis ankilosa bukanlah racun yang mematikan, tetapi merupakan racun kronis yang sangat menyakitkan. Rasa sakit dan tekanannya sulit ditahan oleh orang biasa. Namun, penyakit inilah yang merupakan penyakit keturunan keluarga Ma Haibing.

Ma Haibing sejak kecil sudah tahu bahwa keluarganya memiliki gen keturunan ini, ayahnya dan banyak kerabat langsung, terutama pria, kebanyakan menderita penyakit ini dalam berbagai tingkat, dan hasil akhirnya tanpa kecuali adalah kelumpuhan total.

Setelah menyaksikan banyak contoh, Ma Haibing sejak kecil sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi penyakit ini. Dibandingkan dengan teman sebayanya, Ma Haibing lebih ingin segera menghasilkan uang. Karena ayahnya lumpuh, pengeluaran rumah tangga hanya bergantung pada penghasilan kecil ibunya, yang bagi keluarga mereka bagaikan setetes air di tengah padang pasir.

Oleh karena itu, Ma Haibing sejak dini sudah terjun ke masyarakat, bekerja untuk menghasilkan uang. Selain untuk membantu keuangan keluarga agar ibunya tidak terlalu bekerja keras, juga untuk dirinya sendiri. Ma Haibing tahu bahwa dirinya sangat mungkin menderita spondilitis ankilosa. Selain mulai bekerja lebih awal, Ma Haibing juga rajin berolahraga. Dia tahu bahwa hanya dengan meningkatkan kondisi fisiknya, penyakit ini mungkin akan datang lebih lambat atau bahkan takut untuk datang.

Sebenarnya, sikap Ma Haibing cukup baik, mungkin karena sudah sering melihat dan sudah mempersiapkan diri secara mental, sehingga Ma Haibing tetap dalam kondisi yang sangat positif saat masih sehat. Dia tahu bahwa yang akan datang adalah pertempuran sengit, tetapi dia tidak pernah takut. Namun yang tidak disangka adalah, pertempuran fisik ini datang lebih awal dan tak terduga.

Saat itu Ma Haibing baru berusia 20 tahun, seorang pemuda yang baru saja memulai kehidupannya, namun sudah terkapar oleh spondilitis ankilosa. Padahal ayahnya baru mengalami gejala ini saat usia tiga puluhan atau empat puluhan, tapi mengapa pada dirinya gejala ini muncul begitu dini?

Ma Haibing saat itu sangat tidak mengerti, keberanian yang telah dia kumpulkan untuk melawan penyakit ini, semuanya lenyap seketika saat dia didiagnosis lebih awal. Dan saat itu, karena belum bekerja lama, tabungannya tidak banyak. Beban keluarga sekali lagi jatuh pada ibunya.

Meskipun saat ini Ma Haibing masih berada pada tahap awal penyakit, namun gejala spondilitis ankilosa sudah muncul, selain itu ginjal Ma Haibing juga mulai mengalami perubahan ringan, menyebabkan kondisi kelumpuhan sebagian.

Baik yang tua maupun yang muda terbaring di tempat tidur, tagihan biaya pengobatan datang bertubi-tubi seperti salju. Melihat rambut putih di pelipis ibunya, Ma Haibing sangat sedih. Untungnya, Ma Haibing masih muda dan tubuhnya kuat, setelah beberapa waktu menjalani perawatan, kesehatannya sedikit membaik. Meskipun masih sulit berjalan, setidaknya tidak lagi hanya terbaring di tempat tidur.

Setelah keluar dari rumah sakit, Ma Haibing segera mencari pekerjaan meskipun ditentang keluarganya. Setelah pengalaman rawat inap ini, dia menyadari betapa besar biaya yang diperlukan untuk pengobatan. Selain itu, saat ini yang harus mereka pikirkan adalah bagaimana cara bertahan hidup. Meskipun Ma Haibing tidak bisa berjalan dengan baik, tetapi karena dia masih muda dan pandai berkomunikasi, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan sebagai kasir di restoran kecil dekat rumahnya, yang akhirnya memberikan sedikit penghasilan.

Cerita sampai di sini sebenarnya sudah cukup memuaskan, namun beruntungnya Tuhan masih berbelas kasih, Ma Haibing kemudian menemukan jodohnya.

Penyakit yang Sulit Disembuhkan, Pahitnya Hidup Orang Biasa

Ma Haibing bertemu istrinya saat bekerja. Meskipun dia tidak bisa berjalan dengan baik, tetapi ketekunan dan antusiasmenya menarik perhatian istrinya. Dalam pertemuan selanjutnya, mereka perlahan-lahan jatuh cinta. Istrinya sangat menyadari kondisi kesehatan Ma Haibing, tetapi dia tidak mundur. Dia bersedia menjalani sisa hidupnya bersama Ma Haibing, meskipun kesehatan Ma Haibing tidak baik, dia tetap bersedia merawatnya. Saat itu istrinya yakin, semua ini bukan masalah. Asalkan mereka berusaha bersama, mereka pasti bisa mengatasi segalanya.

Begitulah, Ma Haibing dan istrinya akhirnya menikah dan tidak lama kemudian memiliki seorang putri yang cantik. Namun kenyataannya pahit, ada hal-hal yang tidak bisa diatasi hanya dengan keyakinan yang cukup, apalagi keyakinan manusia tidak selalu tetap kuat.

Beberapa tahun kemudian, ketika penyakit Ma Haibing tiba-tiba kambuh, istrinya masih setia di sisinya. Namun seiring semakin parahnya kondisi Ma Haibing, hingga dia lumpuh total di tempat tidur, istrinya akhirnya sadar dari ilusi, menyadari bahwa suaminya hampir tidak mungkin berdiri lagi. Ayah mertuanya lumpuh di tempat tidur, suaminya juga lumpuh di tempat tidur, ibunya hanya bisa bertani, dan mereka masih harus menghidupi seorang putri. Tidak ada tabungan, seluruh keluarga telah kehabisan biaya pengobatan, hari-hari mereka berjalan tanpa masa depan.

Dulu begitu yakin, sekarang begitu menderita. Meskipun secara moral merasa bersalah, namun istrinya akhirnya mengajukan cerai. Ma Haibing mengerti perasaan istrinya, akhirnya melepaskan. Namun karena kepergian istrinya, meskipun Ma Haibing mencoba untuk bertahan, emosinya tetap terpengaruh, yang kemudian memicu serangkaian komplikasi fisik. Hingga tahun 2019, kondisi tubuh Ma Haibing runtuh total, satu-satunya organ yang berfungsi normal hanyalah sepasang telinga.

Sebenarnya, pada saat ini dokter sudah menyarankan untuk perawatan konservatif. Namun Ma Haibing masih bertahan, karena dia masih memiliki seorang putri, seorang putri yang menolak kehidupan yang lebih baik dan memilih untuk tetap di sisinya, seorang putri yang rela mengambil cuti dari sekolah untuk merawatnya.

Setiap kali sepupunya bekerja, tugas merawat Ma Haibing jatuh pada putrinya yang kecil ini. Di rumah sakit ini, orang-orang sering melihat seorang gadis kecil bolak-balik di rumah sakit, entah mengambil air, membuang sampah, atau mengambilkan makanan untuk ayahnya. Karena beberapa komplikasi yang menyebabkan masalah pada mata, Ma Haibing membutuhkan seseorang untuk selalu memeriksa waktu dan memberinya obat tetes mata.

Saat sepupunya tidak ada, tugas ini jatuh pada putrinya. Setiap kali, putrinya akan memperhatikan waktu dengan cermat, khawatir akan terlambat. Meskipun biasanya terlihat ceria, seolah-olah tidak ada yang bisa mengalahkannya, namun hanya dalam saat-saat seperti inilah orang bisa melihat ketegangan dan kecemasan di dalam hati gadis kecil ini.

Meskipun masih kecil, dia selalu peduli dan khawatir dengan kondisi ayahnya, hanya saja dia tidak ingin ayahnya khawatir. Cerita Ma Haibing dan putrinya menyebar di seluruh rumah sakit, baik staf rumah sakit maupun pasien lain, semua memberikan bantuan kepada ayah dan anak ini.

Namun kondisi Ma Haibing sekali lagi memburuk, kali ini ginjalnya mengalami gagal ginjal kronis. Pihak rumah sakit segera menyusun rencana pengobatan, berdasarkan kondisi Ma Haibing saat ini, dia harus segera menjalani operasi transplantasi ginjal. Namun biaya operasi ini saja mencapai 400 ribu yuan, yang bagi keluarganya adalah jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu, Ma Haibing terpaksa mulai meminta bantuan publik, karena dia benar-benar tidak ingin meninggalkan putrinya.

Kesimpulan

Dengan bantuan banyak orang, Ma Haibing telah mengumpulkan sebagian dari dana sumbangan. Meskipun jumlah yang terkumpul saat ini belum mencapai target biaya pengobatan, namun saya yakin dengan bantuan masyarakat, Ma Haibing pasti akan mendapatkan kesempatan untuk menjalani pengobatan, memulihkan fungsi tubuhnya, dan hidup bersama putrinya dalam waktu yang lama.

Hidup penuh ketidakpastian, apapun situasinya, kita harus selalu menjaga kesehatan. Tidak ada yang tahu, luka kecil saat ini bisa berkembang menjadi penyakit besar di masa depan. Namun menjaga kesehatan hanyalah satu sisi, dari segi mental, kita juga harus selalu yakin. Yakin pada diri sendiri, yakin pada ilmu kedokteran, yakin pada keluarga, yakin bahwa tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi dalam hidup, selama kita hidup masih ada harapan! Selama masih ada napas, hidup masih memiliki kemungkinan! (yn)

Sumber: uos.news

Ada Perbedaan Pendapat Antara Militer dan Pemerintah Israel Hingga Pasukan AS Menyerang Fasilitas Houthi

Zhao Fenghua dan Yu Wei – NTD

Saat perang Israel-Hamas memasuki sembilan bulan, militer dan pemerintah Israel memiliki perbedaan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pada Kamis (20 Juni) bahwa pasukan Israel tidak akan mundur dari Gaza hingga Hamas mengembalikan seluruh sandera.

Perdana Menteri Israel Netanyahu: “Kami tidak akan meninggalkan Jalur Gaza sampai semua sandera kami dikembalikan – hidup dan mati. Kami menjalankan misi ini, dan banyak misi lainnya, yang sebaiknya dirahasiakan untuk saat ini.”

Hamas diyakini telah menolak permintaan Palang Merah untuk mengunjungi sekitar 120 sandera yang masih ditahan. Pada saat yang sama, Israel mengumumkan bahwa 43 sandera telah tewas.

Namun demikian, sehari sebelumnya, dalam sebuah wawancara, juru bicara militer Israel menyatakan ketidaksetujuannya atas tujuan pemerintah Israel untuk “menghilangkan” Hamas.

Juru bicara militer Israel Mayor Jenderal Daniel Hagari: “Hamas adalah sebuah ideologi. Siapa pun yang berpikir kita dapat melenyapkan Hamas adalah salah. Saya tidak berbicara tentang alternatif. Para pemimpin politik tertinggi harus membuat keputusan. Pasukan Pertahanan Israel juga akan menegakkannya.”

Selanjutnya, militer Israel segera memberikan klarifikasi dan menyatakan berkomitmen untuk mencapai tujuan perang yang ditetapkan kabinet.

Selain melawan Hamas, konflik antara Israel dan Hizbullah Lebanon terus meningkat. Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada Rabu (19 Juni) mengklaim bahwa Hizbullah akan menyerang wilayah negara mana pun yang membantu Israel dalam perjuangannya, termasuk Siprus, anggota terdekat Uni Eropa. 

Sebagai tanggapan, Presiden Siprus Nikos Christodoulides menjawab bahwa negaranya tidak akan pernah berpartisipasi dalam operasi militer apa pun di wilayah tersebut, namun akan membantu mengirimkan bantuan ke wilayah Palestina.

Komisi Eropa menegaskan kembali dukungannya terhadap Siprus pada  Kamis.

Juru bicara Komisi Eropa Peter Stano mengatakan, “Ini berarti ancaman apapun terhadap salah satu negara anggota kami merupakan ancaman terhadap UE.”

Selain itu, militer Amerika Serikat pada hari Rabu mengumumkan bahwa setelah serangkaian serangan oleh kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal, dalam 24 jam terakhir, militer AS telah menghancurkan dua kapal permukaan tak berawak yang didukung oleh Iran dan dikendalikan oleh kelompok Houthi, serta menghancurkan satu stasiun kontrol darat dan pusat komando. (Hui)

Bencana Banjir Terbesar dalam 30 Tahun Terakhir Melanda Guilin, Tiongkok, Stasiun Kereta dan Rumah Sakit Terendam

Tang Rui, Xiong Bin dan Mingyu – NTD

Pada akhir-akhir ini, banjir melanda banyak provinsi di selatan Tiongkok, menyebabkan banyak desa terputus dan jutaan orang terkena dampaknya. Guilin, Guangxi, mengalami banjir terbesar dalam hampir 30 tahun terakhir.

Suara dalam video: “Lihatlah, jalan ini sudah menjadi sungai, semua bangunan di kedua sisinya sudah terendam air, sebagian besar bagian depannya juga sudah terendam air.”

“Kota-kota kebanjiran, tempat-tempat wisata ditutup, dan stasiun kereta api kebanjiran.” Pada  20 Juni, bencana banjir di Guangxi, Tiongkok, menjadi topik pencarian hangat di internet.

Sebuah Video  menunjukkan, pada tanggal 19 Juni, air Sungai Li di Guilin, Guangxi, terus naik, menyebabkan banjir kembali ke kota Guilin. Banjir membanjiri kota, jalan raya menjadi sungai, dengan air setinggi dada orang dewasa, penduduk dievakuasi melalui air secara darurat, bahkan rumah sakit pun terendam dan stasiun kereta menjadi lautan.

Si perekam bercerita : “Saya yakin banyak orang belum pernah melihat Stasiun Guilin seperti ini? Ini juga pertama kalinya saya melihatnya.”

Sejak 12 Juni, Guilin, Liuzhou, Hechi dan tempat-tempat lain di Guangxi dilanda hujan lebat.  Laporan 38 stasiun pengamatan meteorolog menyebutkan curah hujan telah memecahkan rekor sejarah selama 24 jam sejak stasiun tersebut didirikan.

Hingga  20 Juni, ketinggian air di Stasiun Guilin telah meningkat menjadi 148,55 meter, melebihi tingkat peringatan 146 meter dan melebihi ketinggian air banjir Sungai Lijiang pada tahun 1998 sebesar 148,4 meter, menjadikannya banjir terbesar di dunia. Guilin dalam 30 tahun terakhir.

Saat ini, seorang wanita berusia 20 tahun diketahui tewas di sebuah apotek di Distrik Xiufeng, Guilin akibat banjir yang masuk ke dalam toko. Jumlah korban tewas sebenarnya dan tingkat kerusakan yang menimpa penduduk tidak diketahui.

Seorang penduduk Tiongkok berkata: ” Banjir tahun 1988 tidak sebesar ini. Habislah sudah,  Toko-toko yang tinggi sekali sudah kebanjiran.”

Orang-orang memposting di Internet, “Masalahnya sekarang adalah hampir seluruh kota mengalami pemadaman listrik dan gardu induk pada dasarnya kebanjiran; hampir tidak ada cara untuk naik dan turun dari gedung-gedung tinggi, dan Anda tidak dapat membayar dengan ponsel Anda. Anda bahkan tidak bisa membayar mie instan di toko serba ada. Jika banjir tidak surut, banyak orang akan kelaparan besok.”

Saking parahnya bencana tersebut, masyarakat mempertanyakannya pembukaan pintu air yang dilakukan pihak berwenang.

Mr Qin, penduduk Kotapraja Guilin: “Pada dasarnya seluruh wilayah perkotaan  terendam banjir. Ada beberapa waduk di kota ini, termasuk dua waduk besar. Setelah bocor beberapa hari lalu, lalu kembali bocor.  Hujan tahun ini  sangat berat. Keadaannya tidak seserius ini dalam beberapa tahun terakhir.”

Komentator urusan terkini Li Linyi: “Sebenarnya, betapapun derasnya hujan, kemungkinan orang tenggelam secara langsung sebenarnya sangat kecil. Pembukaan pintu air secara langsung menyebabkan banjir serius, yang menyebabkan banyak orang tenggelam. Orang-orang meninggal, hanyut , atau hilang. Termasuk saat ini (di Meizhou, Guangdong), banyak pemberitahuan pembukaan pintu air  dikeluarkan setengah jam yang lalu, sehingga tidak memungkinkan bagi orang untuk menyelamatkan diri.”

Baru-baru ini, selain Guangxi, banyak provinsi seperti Guangdong dan Fujian juga dilanda banjir. Para pejabat mengatakan sedikitnya belasan orang tewas, puluhan orang hilang dan  masyarakat menderita kerugian besar. Karena PKT selalu menyembunyikan bencana tersebut, situasi sebenarnya masih harus diungkap.

Menurut perkiraan Biro Meteorologi, masih akan terjadi hujan sedang di Guangxi utara pada  21 Juni, dan akan terjadi hujan deras hingga lebat di beberapa tempat. (Hui)

Pembukaan Pintu Air Bendungan di Tiongkok Memperparah Bencana, Jutaan Orang Terdampak

Tang Rui dan Yu Wei – NTD

Banjir baru-baru ini melanda wilayah selatan Tiongkok, mempengaruhi jutaan orang. Pemerintah Tiongkok mengklaim setidaknya 13 orang tewas dan 23 orang hilang. Namun, pihak luar sulit untuk mendapatkan data yang akurat. Beberapa warga di Guangdong meragukan bahwa pembukaan pintu air debit banjir bendungan oleh pemerintah justru memperparah bencana ini.

Orang-orang di Meizhou, Guangdong: “Saya belum pernah melihat air sebesar ini seumur hidup saya. Saya tinggal di lantai tiga, dan air membanjiri lantai dua.”

Mulai  15 Juni, Guangdong, Fujian, Guangxi, Jiangxi dan provinsi lainnya dilanda hujan lebat, yang mengakibatkan banyak kematian.

Pada  18 Juni, laporan resmi dari PKT menyatakan bahwa 8 orang telah meninggal dan 8 orang hilang di Provinsi Fujian; 5 orang telah meninggal dan 15 orang hilang di Provinsi Guangdong. Karena PKT selalu menyembunyikan situasi bencana, data sebenarnya masih belum diselidiki.

Banjir juga menyebabkan kerugian besar pada tanaman dan harta benda di berbagai tempat. Di antara mereka, 523.700 orang terkena dampak bencana di Provinsi Fujian, dengan kerugian ekonomi langsung sebesar RMB. 5,654 miliar ; 481.000 orang terkena dampak bencana di Provinsi Jiangxi.  

Namun, angka ini hanyalah data yang telah dimanipulasi oleh pemerintah Tiongkok untuk publikasi, dan pihak luar percaya bahwa situasi sebenarnya jauh lebih parah daripada yang dilaporkan secara resmi.

Pengamat politik Li Lin Yi berkata, “Dilihat dari fenomena alam hujan itu sendiri, hujannya memang sangat lebat, ditambah lagi dengan pembukaan pintu air bendungan, banjir bandang, tanah longsor, dan masih ada warga desa yang hilang. Jadi, data itu pasti tidak akurat, dan pasti dilaporkan lebih kecil dan lebih sedikit dari yang sebenarnya. Oleh karena itu, angkanya tidak dapat dipercaya dari sisi manapun.”

Sementara itu, ada warga yang mengungkapkan bahwa bencana di Meizhou, Guangdong, sangat parah dan kemungkinan besar terkait langsung dengan pembukaan bendungan oleh pemerintah.

Video yang beredar pada 16 Juni menunjukkan, pejabat desa di Kabupaten Jiaoling, Meizhou, memberitahukan kepada penduduk desa agar mengungsi di tengah malam, namun banjir melanda kurang dari setengah jam kemudian, sehingga orang-orang, terutama orang lanjut usia tidak punya waktu untuk melarikan diri. .

Pria dalam video tersebut berkata: “Semua orang bangun dan banjir mulai terjadi.”

Jian Lijian, Wakil Ketua dan CEO Partai Demokrat Tiongkok, mengatakan, “Air sudah sampai di depan, bahkan tidak sempat lari. Air datang dengan cepat sekali, sungguh membuat orang tidak bisa bertahan. Lembaga partai dan pemerintah ini tidak peduli dengan harta benda rakyat, apalagi nyawa mereka.”

Menghadapi bencana yang begitu parah, pejabat tinggi pemerintah Tiongkok tidak terlihat di daerah bencana.

Li Lin Yi berkata, “Karena pemerintah Tiongkok selalu suka melakukan propaganda, medianya suka mencuci otak. Ketika mereka melakukan sesuatu, meskipun belum melakukannya atau sedang melakukannya, medianya pasti akan mengikuti. Jadi, sampai saat ini, tidak ada laporan tentang militer yang melakukan operasi penyelamatan dan bantuan dalam jumlah besar. Ini menunjukkan bahwa militer mereka pada dasarnya tidak bergerak. Mereka hanya bicara tetapi tidak bertindak sesuai dengan yang dikatakan.”

Hingga 17 Juni pagi, beberapa desa dan kota di Meizhou, Provinsi Guangdong, komunikasi masih terputus.

Departemen meteorologi memperkirakan bahwa pada  20, 21 hingga 25 Juni, akan ada hujan deras di hulu dan sepanjang aliran Sungai Yangtze. (Hui)

Perusahaan di Jepang Membuat Filter Suara AI yang Mengubah Jeritan Marah Menjadi Ucapan Tenang

EtIndonesia. Sebuah perusahaan di Jepang telah mengembangkan filter kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi jeritan kemarahan dan menerjemahkannya menjadi ucapan yang tenang untuk mengurangi stres yang dialami oleh operator call center.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar telah lama menyadari tekanan yang dihadapi para operator call center mereka setiap hari, dengan banyak pelanggan yang melampiaskan kemarahan dan frustrasinya kepada mereka.

Beberapa dari mereka bahkan telah memperkenalkan program manajemen stres yang mencakup teknik relaksasi, meditasi, yoga, atau terapi yang ditujukan untuk mengatasi sifat lekas marah dan cemas.

Kini, sebuah perusahaan Jepang mungkin telah menemukan solusi yang jauh lebih efisien – menggunakan AI untuk sepenuhnya menghilangkan ucapan-ucapan yang berteriak-teriak dan agresif. SofBank mengklaim telah menghabiskan waktu tiga tahun untuk menciptakan filter suara yang mendeteksi teriakan dan secara otomatis menerjemahkannya menjadi ucapan yang tenang.

“Kami mengembangkan sistem penekan emosi sebagai respons terhadap masalah sosial pelecehan pelanggan terhadap karyawan call center dan untuk melindungi mereka,” kata Toshiyuki Nakatani dari Soft Bank, salah satu pengembang filter AI yang inovatif.

Filter suara SoftBank terdiri dari dua tahap, tahap pertama di mana AI mengidentifikasi suara marah dan mengekstrak poin-poin penting dari ucapan, dan tahap kedua di mana AI menggunakan alat akustik untuk mengubahnya menjadi nada yang lebih alami, bahkan sopan.

Menariknya, filter tersebut tidak mengubah kata apa pun yang diucapkan orang tersebut, namun secara signifikan memperhalus intonasinya. Operator call center akan tetap mendengar hinaan apa pun yang diucapkan, hanya dengan nada lembut, yang seharusnya membantu mengurangi stres dan kecemasan mereka.

Untuk melatih AI, para insinyur SoftBank meminta 10 aktor untuk mencatat setidaknya 100 frasa umum termasuk teriakan, tuduhan, ancaman, dan tuntutan permintaan maaf. Secara total, lebih dari 10.000 data suara digunakan untuk melatih filter AI.

Masih belum jelas kapan SoftBank berencana untuk mengimplementasikan AI yang mampu menyaring jeritan ke dalam pusat-pusat layanan teleponnya, namun akan menarik untuk melihat seberapa baik cara kerjanya dan bagaimana hal ini berdampak pada kesejahteraan emosional para operator. (yn)

Sumber: odditycentral

Gaoqi Ling: ‘Gunung Ujung Pisau’ di Tiongkok

EtIndonesia. Gaoqi Ling adalah keajaiban alam di Provinsi Hunan, Tiongkok, sebuah gunung batu yang sangat halus dengan punggung bukit yang sangat sempit yang suka dilalui orang meskipun ada bahaya.

Taman Danxia di Tiongkok terkenal dengan bentang alamnya yang unik, khususnya “Gunung Pelangi” yang beraneka warna, namun taman ini juga merupakan rumah bagi formasi alam lain yang kurang dikenal namun sama menariknya.

Gaoqi Ling adalah salah satu keajaiban alam. Awalnya merupakan daerah aliran sungai, keajaiban alam ini memiliki punggung bukit curam yang dibentuk oleh air yang membasahinya dan kemudian dihaluskan oleh hujan dan angin. Saat ini, punggung yang tajam sering disamakan dengan ujung pisau raksasa atau tulang punggung naga yang sedang tidur dengan tulang rusuknya menjulur ke luar.

Gaoqi Ling menawarkan pemandangan Taman Danxia yang menakjubkan, namun beberapa bagian punggung bukitnya dianggap berbahaya untuk dilintasi karena tidak ada pagar atau kabel yang dapat menghentikan para pemberani agar tidak tergelincir ke sisi gunung yang halus. Meski begitu, banyak yang memilih mengambil risiko karena dianggap membawa keberuntungan.

Bayangkan berjalan di jalan sempit ini, ratusan meter di atas tanah, tanpa ada yang menghalangi Anda untuk tergelincir, lalu hujan mulai turun. Bicara tentang skenario mimpi buruk di kehidupan nyata, bukan? Dapat dikatakan bahwa membawa alas kaki pendakian yang bagus akan bermanfaat. (yn)

Sumber: odditycentral