Serangan Balasan atas Pemboman Masjid, Pakistan Menyerang 7 Lokasi Persembunyian Kelompok Bersenjata

EtIndonesia. Otoritas Pakistan pada Sabtu (22 Februari) menyatakan telah menargetkan kelompok bersenjata dengan serangan udara ke tujuh lokasi di wilayah perbatasan Pakistan–Afghanistan. Militer Pakistan menuduh kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi baru-baru ini.

Laporan Agence France-Presse, Ministry of Information and Broadcasting menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons atas pemboman bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu, serta serangkaian serangan bunuh diri lain yang terjadi belakangan di wilayah barat laut Pakistan.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa Pakistan melakukan serangan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp teroris dan tempat persembunyian di kawasan perbatasan yang disebut milik Pakistani Taliban beserta organisasi afiliasinya.

Sementara itu, rezim Taliban Afghanistan mengklaim bahwa serangan pada 21 Februari menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka, termasuk warga sipil, dan menyatakan militer akan memberikan respons pada waktu yang dianggap tepat. Reuters menyebut klaim Taliban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pakistan selama ini menuduh Afghanistan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan ke Pakistan. Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan mematikan di kawasan perbatasan kian sering terjadi dan menyebabkan hubungan kedua negara memburuk tajam.

Kelompok Islamic State mengaku bertanggung jawab atas pemboman masjid di Islamabad pada 7 Februari, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai lebih dari 160 orang. Insiden ini disebut sebagai serangan paling mematikan di Islamabad sejak pemboman Marriott Hotel pada tahun 2008. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Keinginan Itu Seperti Rantai

EtIndonesia. Ada seorang pertapa yang menjalani hidup asketis dan menjauhi kenikmatan dunia. Dia memutuskan meninggalkan desa tempat tinggalnya untuk pergi bertapa di pegunungan yang sepi.

Dia hanya membawa sehelai kain sebagai pakaian, lalu tinggal sendirian di sebuah gubuk sederhana di gunung.

Suatu hari dia berpikir, ketika harus mencuci pakaiannya, dia membutuhkan satu kain lagi untuk berganti. Maka dia turun ke desa dan meminta sehelai kain kepada penduduk.

Karena semua orang tahu dia adalah pertapa yang saleh, mereka dengan senang hati memberinya kain untuk pakaian ganti.

Setelah kembali ke gunung, dia mendapati ada seekor tikus di gubuknya. Tikus itu sering menggigit kain cadangannya ketika dia sedang bermeditasi.

Dia telah bersumpah seumur hidup untuk tidak membunuh makhluk hidup. Karena itu, dia tidak mau menyakiti tikus tersebut.

Namun dia juga tidak mampu mengusirnya. Akhirnya ia turun lagi ke desa dan meminta seekor kucing untuk dipelihara.

Setelah mendapatkan kucing, dia berpikir lagi :  “Kucing ini akan makan apa? Aku tidak ingin dia memakan tikus, tapi tentu dia tidak bisa hanya makan buah dan sayuran liar seperti aku.”

Maka dia meminta seekor sapi perah, agar kucing itu bisa hidup dari susu.

Beberapa waktu kemudian, dia menyadari bahwa merawat sapi memakan banyak waktu setiap hari. Dia pun kembali ke desa dan membawa seorang pengemis tunawisma ke gunung untuk membantu merawat sapi.

Setelah tinggal beberapa waktu, pengemis itu mengeluh : “Aku tidak sepertimu. Aku butuh seorang istri. Aku ingin kehidupan keluarga yang normal.”

Pertapa itu berpikir, itu masuk akal. Dia tidak bisa memaksa orang lain menjalani hidup asketis seperti dirinya.

Dan kisah ini terus berkembang… Mungkin enam bulan kemudian, seluruh desa telah pindah ke gunung.

Kisah ini sebenarnya adalah gambaran kehidupan kita sehari-hari.

Keinginan itu seperti rantai—satu menarik yang lain, tanpa pernah benar-benar puas.

Yang lebih menyedihkan adalah: Manusia tidak pernah kehabisan alasan untuk membenarkan keinginannya sendiri.

Hikmah Cerita

Cerita ini mengingatkan pada satu pemikiran: Saat kita mendapatkan sesuatu, kita sering kali kehilangan sesuatu yang lain—bahkan mungkin lebih banyak.

Contohnya, ketika seseorang memiliki rumah besar. Untuk membiayai dan merawat rumah itu, dia harus bekerja lebih keras dan lebih lama. Saat libur pun, dia sibuk membersihkan dan mengurus rumah.

Dari satu sisi, dia memiliki rumah besar. Namun dari sisi lain, dia kehilangan waktu dan ketenangan.

Manusia adalah makhluk yang unik—memiliki kecerdasan sekaligus kebodohan dalam dirinya.

Sepanjang hidup, kita terus mengejar kehidupan yang lebih baik. Teknologi semakin canggih, hidup semakin praktis, tetapi entah mengapa terasa semakin melelahkan.

Mobil diciptakan agar kita bisa tiba lebih cepat di tujuan. Namun tempat kerja justru semakin jauh dari rumah. Waktu tempuh tetap panjang, meskipun kita sudah memiliki kendaraan.

Ilmu kedokteran semakin maju, tetapi virus juga semakin ganas. Usia memang bertambah panjang, tetapi tidak jarang waktu tambahan itu dihabiskan di atas ranjang rumah sakit—menanggung penderitaan sendiri dan beban bagi keluarga.

Saat mengejar keinginan, kita sering tidak sadar bahwa satu keinginan memicu masalah lain. Untuk menyelesaikan masalah itu, kita menciptakan solusi yang melahirkan masalah baru.

Lingkaran ini telah berlangsung sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dan manusia masih saja terjebak di dalamnya.

Mendapatkan dan kehilangan selalu datang bersamaan. Semakin banyak yang kita peroleh, semakin besar pula kemungkinan yang akan kita lepaskan di kemudian hari.

Kadang yang perlu kita tanyakan bukanlah: “Apa lagi yang ingin aku miliki?”

Melainkan: “Apakah aku benar-benar membutuhkannya?” (jhn/yn)

Nuklir Taktis Beijing & Kartel Meksiko Mengamuk: Dunia Menuju Dua Titik Ledak Sekaligus?

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik global kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Dua perkembangan besar—pergeseran strategi nuklir Tiongkok dan ledakan kekerasan kartel narkoba di Meksiko—memunculkan kekhawatiran baru mengenai stabilitas keamanan internasional.

Laporan intelijen Amerika Serikat mengindikasikan adanya perubahan signifikan dalam doktrin nuklir Beijing. Di saat yang sama, krisis keamanan di Meksiko pada 22–23 Februari memaksa Washington mengaktifkan respons lintas lembaga. Banyak pengamat menilai kedua peristiwa ini, meski terjadi di kawasan berbeda, sama-sama berpotensi memengaruhi kalkulasi strategis Amerika Serikat.

Pergeseran Strategi Nuklir Beijing

Menurut sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, komunitas intelijen Washington menilai bahwa strategi nuklir Tiongkok tengah mengalami transformasi penting. Jika selama beberapa dekade Beijing menekankan doktrin “kehancuran bersama” (mutual assured destruction) dengan mengandalkan hulu ledak berdaya hancur besar sebagai alat penangkal, kini fokus disebut bergeser pada pengembangan senjata nuklir taktis berdaya ledak rendah.

Pada 22 Juni 2020, sensor seismik internasional mendeteksi getaran anomali berkekuatan 2,75 magnitudo di sekitar kawasan Lop Nur, Xinjiang—wilayah yang sejak lama dikenal sebagai lokasi uji coba nuklir Tiongkok. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS secara terbuka menyebut getaran tersebut diduga terkait eksperimen miniaturisasi hulu ledak nuklir.

Menurut penilaian Washington, Beijing kini mengembangkan hulu ledak berkekuatan hanya beberapa kiloton, dengan tingkat presisi lebih tinggi dan ambang penggunaan yang lebih rendah. Istilah “lebih dapat digunakan” merujuk pada konsep bahwa senjata tersebut tidak lagi semata-mata berfungsi sebagai penangkal strategis, melainkan berpotensi dipertimbangkan sebagai instrumen taktis di medan konflik.

Implikasi terhadap Selat Taiwan

Sejumlah pengamat luar menilai perubahan ini berkaitan erat dengan dinamika keamanan di sekitar Taiwan. Dalam skenario eskalasi militer di Selat Taiwan, Tiongkok diduga dapat mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir berdaya rendah untuk memaksa mundur intervensi militer Amerika Serikat.

Target potensial yang disebut dalam analisis keamanan mencakup pangkalan militer AS di Jepang atau simpul pertahanan udara utama di Taiwan. Logika strategisnya dinilai sangat agresif: menyerang target militer terbatas untuk menghindari serangan terhadap kota-kota besar, sehingga menciptakan dilema bagi Washington—apakah akan membalas dengan eskalasi nuklir penuh demi mempertahankan satu pangkalan atau instalasi tertentu.

Isu ini disebut menjadi salah satu topik sensitif menjelang rencana kunjungan Presiden AS, Donald Trump, ke Beijing pada April mendatang. Sejumlah analis menilai pengungkapan informasi intelijen ini merupakan bentuk tekanan diplomatik awal sebelum pertemuan tingkat tinggi tersebut berlangsung.

Insiden Militer di Guangdong dan Shandong

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, muncul kabar tambahan pada periode libur Tahun Baru Imlek. Seorang mayor purnawirawan India bernama Samar melalui platform X menyebut bahwa dalam rentang 24 jam terjadi dua insiden di fasilitas militer Tiongkok—pertama di Shantou, Provinsi Guangdong, dan kemudian di Zibo, Provinsi Shandong.

Informasi tersebut belum terverifikasi secara independen. Namun dia mengaitkannya dengan rumor keterlibatan kelompok militan asal Pakistan yang disebut melakukan aksi pembalasan atas dugaan kebocoran koordinat pimpinan mereka.

Kelompok tersebut, menurut klaim yang beredar, pernah terlibat dalam aksi-aksi besar pada 2001, 2006, dan 2008 yang memicu ketegangan serius di Asia Selatan. Jika benar, insiden ini berpotensi menyoroti risiko kebijakan penggunaan aktor proksi di luar negeri—yang sewaktu-waktu dapat berbalik menjadi ancaman domestik.

Krisis Kartel di Meksiko: CJNG Mengamuk

Sementara itu, pada 22 Februari, situasi keamanan di Meksiko memburuk secara drastis. Pemimpin kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG), yang dikenal dengan julukan “El Mencho”, dilaporkan tewas dalam operasi aparat keamanan. Malam yang sama, putranya ditangkap dan dibawa ke lokasi rahasia untuk diinterogasi.

CJNG segera melancarkan aksi balasan terkoordinasi di sedikitnya delapan negara bagian.

Negara bagian Jalisco menetapkan status siaga merah. Kota Guadalajara dan destinasi wisata Puerto Vallarta mendadak berubah menjadi zona krisis. Jalan-jalan diblokade dengan kendaraan terbakar, layanan publik dihentikan, dan kepanikan meluas.

Pada 23 Februari, Kedutaan Besar India di Meksiko mengimbau warganya untuk tetap berada di dalam ruangan. Otoritas konsuler AS mengeluarkan peringatan serupa. Konsulat Jenderal AS di Guadalajara menghentikan layanan publik, sementara maskapai seperti Air Canada dan United Airlines membatalkan sejumlah penerbangan.

Kartel bahkan mengeluarkan ancaman terbuka bahwa siapa pun yang berada di jalan akan dianggap sebagai target. Laporan tak resmi menyebut adanya penembakan terhadap pesawat yang mendarat darurat di bandara Guadalajara.

Dimensi Geopolitik yang Lebih Luas

Sejumlah laporan sebelumnya menuding kartel Meksiko sebagai bagian dari jaringan perang non-konvensional terhadap Amerika Serikat. Tuduhan tersebut mencakup dugaan pasokan bahan baku narkotika sintetis dari Tiongkok serta penggunaan jaringan keuangan bawah tanah untuk pencucian uang.

Jika eskalasi terjadi secara bersamaan—ketegangan nuklir di Selat Taiwan dan instabilitas domestik di Amerika akibat kekerasan kartel—Washington dapat dipaksa membagi fokus strategisnya.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa gugus tugas lintas lembaga AS telah dikerahkan untuk menangani krisis Meksiko. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dalam negeri kini dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi penahanan global.

Dunia di Persimpangan

Rangkaian peristiwa sejak 22 hingga 23 Februari memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan global saat ini. Pergeseran doktrin nuklir di Asia Timur dan ledakan kekerasan di Amerika Utara mungkin terjadi di kawasan berbeda, tetapi keduanya memiliki dampak strategis yang saling berkaitan.

Di tengah persiapan kunjungan diplomatik tingkat tinggi dan dinamika keamanan yang cepat berubah, dunia tampak memasuki fase ketidakpastian baru—di mana keputusan politik, kalkulasi militer, dan stabilitas domestik saling berkelindan dalam satu lanskap risiko global yang semakin kompleks.

Badai Pasir Menyapu Banyak Wilayah Tiongkok Utara, Udara Shanghai Alami Polusi Berat

Badai pasir melanda banyak wilayah di Tiongkok Utara dan kini telah mencapai Shanghai serta Zhejiang. Pada 22 Februari, Indeks Kualitas Udara (AQI) Shanghai melonjak hingga 250, dengan PM10 sebagai polutan utama, yang tergolong polusi berat

EtIndonesia. Informasi dari “Shanghai Environment”, pada 22 Februari pukul 17.00, AQI real-time Shanghai tercatat 250 (polusi berat) dengan PM10 sebagai polutan utama. Pada pukul 18.00, AQI turun menjadi 193 (polusi sedang), namun polutan utama tetap PM10.

Situs resmi Shanghai Municipal Bureau of Ecology and Environment menyebutkan bahwa dari malam tanggal 22 hingga dini hari tanggal 23 Februari, akibat transmisi badai pasir dari wilayah utara, Shanghai diperkirakan mengalami episode polusi ringan PM10.

Warganet Shanghai berkomentar, “Hari ini (22 Februari) kabut asap di Kunshan parah sekali, keluar sebentar rasanya seperti menelan debu.” Ada pula yang mengatakan, “Begitu tiba di Kunshan rasanya seperti sudah sampai Shanghai, bau tanah di mana-mana.”

Pada 21 Februari, proses badai pasir dengan cakupan terluas dan intensitas terkuat sejak awal tahun ini menyerang banyak wilayah di utara. Beijing, Hebei, dan Shanxi mengalami kualitas udara dari polusi berat hingga sangat berat. 

Sejumlah objek wisata ditutup dan penerbangan mengalami penundaan. Otoritas meteorologi memperkirakan wilayah terdampak akan terus meluas, dengan sebagian wilayah selatan mengalami polusi impor.

Hingga 21 Februari pukul 16.00, AQI real-time Beijing mencapai 258 (polusi berat), dengan PM10 sebagai polutan utama. Wilayah barat laut Beijing seperti Yanqing, Huairou, Changping, dan Mentougou telah mencapai tingkat polusi sangat berat.

Sekitar pukul 15.00 pada 22 Februari, analis meteorologi China Weather Channel, Xin Xin, menulis di Weibo bahwa bagian depan badai pasir telah bergerak hingga sepanjang Sungai Yangtze. Di Anqing, Wuhu, Ma’anshan, dan Shanghai, konsentrasi PM10 melampaui 200 µg/m³. Di Nanjing, Zhenjiang, dan Changzhou melampaui 300 µg/m³; sementara Wuxi dan Nantong melampaui 400 µg/m³. Saat ini, wilayah utara Anhui seperti Suzhou (Anhui), Huaibei, Bozhou, serta Shangqiu masih berada pada level “melampaui batas”.

Pada 22 Februari sore, bagian timur sabuk badai pasir terus bergerak ke selatan. PM10 di wilayah selatan Jiangsu, Shanghai, dan utara Zhejiang kembali melampaui ambang batas. Pukul 17.00, konsentrasi PM10 di Nanjing mencapai 393 µg/m³, dan di Shanghai 375 µg/m³, keduanya berada pada tingkat polusi berat. (Hui)

Penyunting tanggung jawab: Li Enzhen

Sumber : NTDTV.com

Menjelang 4 Tahun Perang Rusia–Ukraina, Rusia Luncurkan Serangan Malam Besar-besaran ke Kyiv

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina akan memasuki tahun keempat pada 24 Februari. Pada  22 Februari dini hari, ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv. Rusia meluncurkan sejumlah besar rudal dan drone ke arah kota tersebut, menyebabkan korban jiwa dan melukai beberapa lainnya.

Layanan darurat Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia. Delapan orang lainnya—termasuk seorang anak—berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Seorang pensiunan, Valentina Babchenko, mengatakan ia sangat ketakutan.

Valentina Babchenko berkata :  “Hingga sekarang rasanya seperti mimpi. Suami saya histeris, sementara saya justru sebaliknya—agak mati rasa dan belum sepenuhnya pulih.”

Angkatan Udara Ukraina pada Minggu menyatakan bahwa dalam serangan besar tersebut, Rusia mengerahkan 297 drone dan 50 rudal dari berbagai jenis. Sebanyak 274 drone dan 33 rudal berhasil ditembak jatuh atau dihancurkan. Sisanya menghantam 14 lokasi, sementara tiga rudal lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Valentina Babchenko menambahkan :  “Ini benar-benar genosida. Lihat apa yang sedang terjadi—tidak ada akhirnya. Apa yang sedang diperhatikan dunia?”

Warga lainnya, Denis Kozlov, mengatakan sebuah pelat batu menimpa dirinya saat rumahnya terbakar.

Denis Kozlov, warga Kyiv, mengatakan:  “Ibu saya juga ikut lari keluar. Kami berlari tanpa pakaian, bertelanjang kaki.”

Serangan ini merusak lima distrik di wilayah pinggiran Kyiv dan memicu kebakaran. Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing.

Dalam setahun terakhir, upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat menunjukkan sejumlah kemajuan, namun warga sipil Ukraina tetap menghadapi serangan udara yang berkelanjutan.

Belakangan ini, Rusia meningkatkan serangan terhadap jaringan listrik Ukraina, menyebabkan banyak warga sipil kehilangan listrik dan pemanas di tengah musim dingin yang sangat dingin. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, Yan Feng dan Zhang Ruiqi

Patung Dewa dan Kentongan Kayu 

EtIndonesia. Seorang maestro pemahat sedang berjalan-jalan di hutan. Di sana dia menemukan sebatang kayu berkualitas sangat baik.

Kayu itu dibawanya pulang. Dia memutuskan untuk mengukirnya menjadi sebuah patung dewa.

Dia menghabiskan banyak waktu dan mencurahkan seluruh tenaga serta perasaannya. Akhirnya, lahirlah sebuah patung dewa yang benar-benar memuaskan hatinya.

Setelah selesai, dia melihat sisa kayu di sampingnya. Dia mengambil sepotong kayu yang cukup besar dan secara sederhana membentuknya menjadi sebuah kentongan kayu.

Patung dewa itu kemudian ditempatkan di kuil. Setiap hari dia menerima penghormatan dari para umat, disembah, diberi dupa dan persembahan. Kedudukannya sangat terhormat.

Sementara kentongan kayu diletakkan di depan altar. Setiap pagi dan sore, mengikuti irama doa para biksu, dia terus-menerus dipukul tanpa henti…

Suatu malam, kentongan kayu bertanya kepada patung dewa : “Kita berasal dari kayu yang sama. Mengapa engkau menikmati penghormatan dan persembahan, sedangkan aku setiap hari harus dipukul? Mengapa nasib kita begitu berbeda?”

Patung dewa menjawab: “Dulu kamu tidak bersedia menerima pahatan kapak dan pisau. Sedangkan aku harus menanggung rasa sakit ukiran yang tak terlukiskan. Karena itu, perlakuan yang kita terima hari ini tentu berbeda jauh.”

Ada pepatah mengatakan : “Giok yang tidak diasah tidak akan menjadi perhiasan.”

Semua ujian dan tempaan yang kita alami hari ini, sesungguhnya adalah bagian dari proses untuk meningkatkan pencapaian kita di masa depan.

Apakah kita ingin menjadi patung yang dihormati atau kentongan yang dipukul—pilihannya ada pada diri kita sendiri.

Hikmah Cerita

Saya sangat setuju dengan kalimat: “Semua tempaan yang kita alami hari ini adalah bagian dari rencana untuk meningkatkan pencapaian di masa depan.”

Kesuksesan bukanlah kebetulan. Dan kesuksesan yang hanya terjadi karena kebetulan pun biasanya tidak bertahan lama. Hanya mereka yang ditempa oleh berbagai ujianlah yang memiliki mental dan karakter kuat untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

Namun, jika direnungkan lebih dalam, kisah patung dan kentongan ini juga menyisakan ruang untuk berpikir.

Keduanya berasal dari kayu yang sama.  Kualitas kayunya sama.

Patung memang mengalami pahatan yang menyakitkan. Tetapi bukankah kentongan juga melalui proses pemahatan? Kayu tidak mungkin langsung menjadi kentongan tanpa dibentuk. Bahkan di banyak kuil, kita melihat patung yang sangat indah ukirannya, dan juga kentongan dengan pahatan yang sangat halus. Ada pula patung dan kentongan yang sederhana.

Artinya, dalam kehidupan nyata, banyaknya ujian yang kita alami tidak selalu menjamin kesuksesan.

Kadang, ujian bisa membuat seseorang menjadi lebih kuat. Namun bisa juga mempercepat kehancurannya.

Tempaan bukan jaminan sukses.  Tetapi tanpa tempaan, peluang untuk sukses jauh lebih kecil.

Seperti pendidikan. Memiliki pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang pasti berhasil. Tetapi itu adalah salah satu faktor yang meningkatkan peluang keberhasilan.

Semakin banyak bekal dan syarat keberhasilan yang kita miliki, semakin besar pula kemungkinan kita untuk menonjol.

Intinya, hidup bukan soal mengeluh atas proses pahit yang kita alami. Melainkan bagaimana kita memaknai tempaan itu dan mengubahnya menjadi kekuatan.(jhn/yn)

Gempa Berkekuatan 5,1 Magnitudo Terjadi di Xinjiang, Getaran Terasa Kuat di Banyak Wilayah

EtIndonesia. Gempa bumi berkekuatan 5,1 magnitudo terjadi di Kabupaten Yuli, Prefektur Bayingolin, Xinjiang, pada  23 Februari siang. Getaran gempa dirasakan kuat di banyak daerah.

Menurut pengukuran resmi China Earthquake Networks Center, gempa terjadi pada pukul 12.12 (waktu setempat), dengan episentrum di koordinat 40,88° LU dan 84,17° BT, serta kedalaman 15 kilometer.

Episentrum berada sekitar 182 kilometer dari pusat Kabupaten Yuli dan 32 kilometer dari desa terdekat. Getaran dirasakan sangat kuat di sejumlah kota kecil dan kecamatan di sekitar pusat gempa.

Berdasarkan komentar warganet, getaran terasa jelas di Korla, Shaya, Aksu, Aral, Ürümqi, dan Yining.

Warganet di daratan Tiongkok menuliskan kesaksian seperti:
“Getaran sangat kuat di Tiemenguan.”
“Getaran kuat terasa di Kota Pir.”
“Di Aksu hanya satu-dua detik, tapi terasa sangat kuat.”
“Saya di Tazhong merasakan beberapa kali guncangan.”

Ada pula yang mengatakan:
“Korla juga gempa, tadi pukul 12.13, saya sangat ketakutan.”
“Barusan semua orang lari ke luar!”
“Saya melihat lampu bergoyang.”
“Saya melihat ruangan ikut berguncang.” 

Penyunting tanggung jawab: Li Enzhen

Israel Klaim Hancurkan Terowongan 1 Km di Rafah, Operasi Pembersihan Gaza Selatan Berlanjut

EtIndonesia. Perkembangan terbaru dari Timur Tengah kembali menyorot situasi keamanan di Jalur Gaza. Pada 23 Februari 2026, stasiun televisi Israel i24News melaporkan bahwa militer Israel merilis pembaruan resmi terkait operasi darat yang berlangsung di Gaza selatan.

Dalam pernyataan tersebut, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa Brigade Lapis Baja ke-7 berhasil menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah milik Hamas sepanjang kurang lebih satu kilometer di wilayah Rafah, dekat perbatasan Mesir.

Operasi Tiga Bulan di Rafah

Menurut laporan militer Israel yang dipublikasikan pada 23 Februari 2026, operasi ini merupakan hasil dari tiga bulan pengerahan intensif pasukan darat, termasuk unit zeni tempur dan intelijen medan.

Selama operasi tersebut:

  • Puluhan militan Hamas dilaporkan tewas dalam kontak senjata dan serangan presisi.
  • Ratusan target dihancurkan, mencakup:
    • Titik peluncuran roket
    • Pos pengamatan dan persembunyian
    • Gudang senjata
    • Infrastruktur bawah tanah dan fasilitas permukaan

Pasukan zeni tempur Israel disebut telah melakukan peledakan terkontrol untuk meruntuhkan seluruh jalur terowongan, sekaligus memastikan tidak ada cabang tambahan yang tersisa aktif di kawasan tersebut.

IDF menyatakan bahwa jaringan yang dihancurkan merupakan bagian dari sistem terowongan strategis yang digunakan Hamas untuk mobilitas militer, penyimpanan logistik, dan perlindungan dari serangan udara.

Rafah: Titik Strategis di Gaza Selatan

Kota Rafah memiliki posisi strategis karena berada di selatan Jalur Gaza dan berbatasan langsung dengan Mesir. Sejak pecahnya konflik besar Israel–Hamas pada Oktober 2023, wilayah ini menjadi salah satu titik paling sensitif secara militer dan kemanusiaan.

Jaringan terowongan bawah tanah—yang oleh Israel sering disebut sebagai “metro bawah tanah Hamas”—selama bertahun-tahun menjadi elemen kunci strategi pertahanan dan serangan kelompok tersebut. Terowongan-terowongan ini digunakan untuk:

  • Pergerakan pasukan tanpa terdeteksi
  • Penyimpanan senjata dan bahan peledak
  • Perlindungan komando dari serangan udara

Pasca Gencatan Senjata 2025: Operasi Pembersihan Berlanjut

Setelah tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada tahun 2025, ketegangan bersenjata memang menurun, namun Israel tetap mempertahankan operasi keamanan terbatas, terutama di wilayah timur Gaza.

IDF menyebut kawasan tersebut sebagai bagian dari zona keamanan di sekitar garis demarkasi yang dikenal sebagai “Garis Kuning”—sebuah istilah militer internal yang merujuk pada zona pemisah taktis untuk mencegah infiltrasi dan pembangunan kembali infrastruktur militan.

Menurut pernyataan resmi IDF pada 23 Februari 2026:

Operasi penghancuran terowongan di Rafah merupakan tonggak penting dalam kampanye sistematis untuk melumpuhkan ancaman bawah tanah utama di Gaza selatan.

Militer Israel juga menegaskan bahwa penghancuran jaringan ini secara signifikan mengurangi kapasitas Hamas untuk membangun kembali kekuatan militernya di sektor tersebut.

Dampak Strategis dan Tantangan ke Depan

Para analis keamanan menilai bahwa fokus Israel terhadap infrastruktur bawah tanah menunjukkan perubahan pendekatan strategis pasca-gencatan senjata 2025. Alih-alih operasi skala besar yang melibatkan pengepungan luas, kini operasi lebih terarah pada:

  • Pengumpulan intelijen presisi
  • Serangan terbatas dengan tujuan spesifik
  • Penghancuran infrastruktur militer tersembunyi

Namun demikian, situasi di Gaza tetap rapuh. Organisasi kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa operasi militer, bahkan yang berskala terbatas, tetap membawa risiko terhadap populasi sipil di wilayah padat penduduk seperti Rafah.

Hingga 23 Februari 2026, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hamas terkait klaim penghancuran terowongan tersebut.

Kesimpulan

Operasi yang diumumkan pada 23 Februari 2026 ini menandai fase lanjutan dari strategi Israel dalam menetralisir ancaman bawah tanah di Gaza selatan. Dengan dihancurkannya terowongan sepanjang satu kilometer di Rafah, IDF mengklaim telah melumpuhkan salah satu jalur logistik penting Hamas.

Meski demikian, dinamika keamanan di Gaza masih sangat fluktuatif. Pasca-gencatan senjata 2025, setiap operasi militer tetap berpotensi memicu eskalasi baru, terutama di kawasan sensitif seperti Rafah yang menjadi simpul strategis antara Gaza dan Mesir.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons kedua belah pihak serta dinamika diplomasi regional yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Uang Bukan Masalah, “Perbandingan” yang Menjadi Masalah

EtIndonesia. Ada sebuah kisah perumpamaan.

Suatu hari, Tuhan berkata kepada seorang manusia: “Aku menyukaimu. Aku ingin memberimu hadiah. Kamu boleh mengajukan satu permohonan. Apa pun yang kamu minta akan Aku kabulkan.”

“Benarkah?” tanya orang itu dengan gembira.

“Benar. Tapi apa pun yang kamu minta, tetanggamu akan mendapat dua kali lipat.”

Artinya, jika orang itu meminta satu gunung emas, tetangganya akan mendapat dua gunung. Jika dia meminta satu lusin wanita cantik, tetangganya akan mendapat dua lusin.

Orang itu berpikir sangat lama. Akhirnya dia berkata : “Kalau begitu, aku ingin kehilangan satu testis.”

Ini bukan lelucon.  Ini gambaran nyata sifat manusia.

Manusia suka membandning – bandingkan. Sebanyak apa pun yang kita peroleh, jika orang lain mendapat lebih banyak, kita tidak akan merasa bahagia. Bahkan bisa merasa sakit hati dan melakukan hal-hal yang tidak rasional.

Misalnya, kamu bekerja dengan baik dan mendapat kenaikan gaji 5 juta rupiah. Awalnya kamu sangat senang.

Namun ketika tahu rekan kerjamu naik 5,25 juta rupiah, kebahagiaanmu langsung seperti balon yang tertusuk jarum—kempis seketika. Yang tersisa hanya perasaan kecewa.

Padahal sebelumnya kamu menerima gaji 50 juta dan sudah merasa puas.

Tetapi begitu mengetahui ada rekan yang masuk lebih belakangan namun digaji lebih tinggi, meskipun hanya selisih satu rupiah, kamu mulai merasa tidak adil. Mengapa perusahaan menilai dia “lebih baik” darimu?

Apakah “perbandingan” itu diciptakan oleh uang?

Tidak. 

Perbandingan diciptakan oleh manusia.

Uang hanya membuat orang lebih mudah untuk membandingkan.

Contohnya dalam seni lukis abstrak. 

Mana yang lebih bagus, karya Zhao Wuji atau Zhu Dequn?

Sulit dibandingkan, bukan?

Namun ketika harga lelang Zhao Wuji mencapai 2 miliar dan Zhu Dequn hanya 20 juta, tiba-tiba perbandingan terasa mudah. Tidak perlu mengerti seni, cukup tahu berhitung.

Dari “perbandingan” lahirlah “kecemburuan”. Dan kecemburuan membawa penderitaan, bahkan kegilaan.

Mengapa krisis finansial selalu berulang setiap beberapa tahun? Mengapa manusia tidak pernah jera?

Salah satu akar masalahnya adalah perbandingan.

Uangmu sebenarnya sudah cukup. Namun ketika melihat orang lain “mengelola keuangan” dan menghasilkan keuntungan dengan mudah, kamu mulai bertanya: apakah aku lebih bodoh?

Setiap hari kamu mendengar slogan, “Jika kamu tidak mengatur uang, uang tidak akan mengaturmu.”  Akhirnya kamu ikut terjun.

Kamu tahu balon yang terus ditiup pasti akan meledak. Tetapi kamu berpikir: “Kereta kencana baru berubah jadi labu tepat pukul 12. Aku akan pergi pukul 11.50, pasti aman.”

Semua orang berpikir begitu. Namun balon justru meledak pukul 11.40. Dan semua orang jatuh ke dalam lubang yang sama.

Karena itu, bukan hanya jangan membandingkan diri dengan orang lain—bahkan jangan membandingkan diri dengan diri sendiri secara berlebihan.

Krisis finansial mungkin membuat hartamu menyusut, uangmu berkurang.

Tapi apakah itu membunuhmu?

Tidak. Itu bukan kanker atau wabah penyakit mematikan. Itu tidak bisa membunuhmu.

Mungkin setelah kehilangan uang, hidupmu sebenarnya tidak banyak berubah. Kalaupun harus mengurangi pengeluaran, kamu tetap bisa hidup sehat.

Sepuluh atau dua puluh tahun lalu, bukankah kamu lebih miskin daripada sekarang?

Saat itu pun kamu baik-baik saja. Tidak merasa terlalu menderita.

Krisis finansial tidak merampas segalanya darimu. Karena kamu masih ada.

Yang hilang hanyalah sesuatu yang dulu sebenarnya belum kamu miliki. Kamulah yang paling berharga.

Jangan salah paham. Ini bukan ajakan untuk meninggalkan uang sepenuhnya.

Uang tidak salah. Yang bermasalah adalah cara manusia memandangnya.

Uang hanyalah alat—alat yang indah.

Seperti sebuah piano yang indah. Di tangan orang yang bisa memainkannya, dia menghasilkan musik yang merdu. Di tangan orang yang tidak bisa, ia hanya menghasilkan kebisingan yang menyakitkan telinga.

Hikmah Cerita

Tulisan ini mengingatkan kita pada pepatah: “Membandingkan diri dengan orang lain bisa membuat hati sengsara.”

Ketika seseorang gemar membandingkan, ia akan mudah menjadi perhitungan dan iri hati. Dan dari situ lahir banyak emosi negatif yang membuat hidup tidak lagi bahagia.

Kisah perumpamaan ini juga mirip dengan konsep “kemiskinan batin”—ketika seseorang sebenarnya tidak kekurangan apa pun, tetapi tetap merasa kurang karena selalu melihat ke atas.

Coba renungkan kembali: Apakah yang membuat kita tidak bahagia benar-benar karena kekurangan… atau karena kita terlalu sibuk membandingkan? (jhn/yn)

Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 7,1 Melanda Lepas Pantai Malaysia

EtIndonesia. Pada 23 Februari dini hari waktu setempat, gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo terjadi di perairan dekat Sabah, Malaysia bagian utara di Pulau Borneo. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

United States Geological Survey (USGS) melaporkan bahwa gempa berkekuatan 7,1 magnitudo terjadi di perairan sekitar 55 kilometer barat laut Kota Belud, Sabah, dengan kedalaman 619,8 kilometer.

Berdasarkan penilaian USGS, kemungkinan gempa ini menimbulkan korban jiwa atau kerusakan harta benda relatif rendah.

Pacific Tsunami Warning Center menyatakan bahwa gempa tersebut tidak akan memicu tsunami.

Sementara itu, German Research Centre for Geosciences (GFZ) melaporkan bahwa lokasi gempa berada di pesisir utara Pulau Borneo, dengan kedalaman 633 kilometer. Kekuatan gempa kemudian direvisi turun dari 7,1 menjadi 6,8 magnitudo.

Malaysia Meteorological Department menyampaikan bahwa pada 23 Februari pukul 00.57 dini hari, gempa 6,8 magnitudo di perairan dekat Sabah dirasakan di beberapa wilayah Sabah. Episentrum berada sekitar 49 kilometer barat Kota Kudat, dengan kedalaman 678 kilometer.

Selain itu, menurut laporan GFZ, pada 22 Februari gempa bumi 6,2 magnitudo juga terjadi di bagian selatan negara kepulauan Pasifik Selatan, Fiji, dengan kedalaman 632 kilometer (393 mil).

Sumber : NTDTV.com

Iran Masuk Babak Baru: Kekuasaan Berpindah, Fasilitas Bawah Tanah Meledak, Timur Tengah Bergejolak

EtIndonesia. Dalam kurun waktu 24 jam, Iran menghadapi rangkaian peristiwa dramatis yang dinilai sebagai momen paling berbahaya sejak Revolusi Islam 1979. Peristiwa yang terjadi pada 21–22 Februari 2026 itu mencakup pergeseran kekuasaan di tingkat tertinggi negara, ledakan di sejumlah fasilitas strategis, gelombang demonstrasi mahasiswa, hingga dinamika regional yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Situasi berkembang sangat cepat dan terjadi hampir bersamaan, memunculkan spekulasi luas tentang arah masa depan Republik Islam tersebut.

22 Februari 2026: Pergeseran Kekuasaan di Puncak Kepemimpinan

Pada Sabtu, 22 Februari 2026, beredar laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (86), secara substantif telah menyerahkan wewenang operasional kepada Ali Larijani, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh senior keamanan nasional dan mantan komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Sumber internal menyebutkan bahwa Larijani kini secara de facto mengendalikan sektor keamanan, militer, dan diplomasi strategis Iran. Pergeseran ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan ancaman konflik regional.

Langkah tersebut tidak dipandang sebagai rotasi jabatan biasa, melainkan sebagai konsolidasi kekuasaan dalam konteks kesiapsiagaan perang. Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang selama ini dikenal sebagai figur moderat, disebut semakin terpinggirkan dalam pengambilan keputusan strategis.

Sistem Suksesi Empat Lapis

Bersamaan dengan pergeseran kekuasaan, Khamenei dilaporkan mengeluarkan instruksi agar setiap jabatan kunci militer dan pemerintahan memiliki empat lapis urutan suksesi. Artinya, apabila pejabat utama gugur, pengganti telah ditentukan hingga tiga tingkat berikutnya.

Langkah ini dinilai sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan presisi yang menargetkan pucuk pimpinan negara. Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan tingkat kewaspadaan dan kekhawatiran tinggi di dalam struktur kekuasaan Teheran.

22 Februari 2026: Ledakan di Parand dan Khorramabad

Beberapa jam setelah laporan pergeseran kekuasaan mencuat, wilayah Parand di Provinsi Teheran diguncang ledakan beruntun pada Sabtu malam, 22 Februari 2026.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung tinggi. Listrik di sebagian wilayah Parand dilaporkan padam total. Kawasan tersebut selama ini kerap dikaitkan dengan fasilitas bawah tanah milik IRGC, termasuk instalasi rudal dan pusat komando.

Saksi mata mengaku mendengar suara pesawat jet tak dikenal sebelum ledakan terjadi. Pada hari yang sama, ledakan juga dilaporkan terjadi di pangkalan militer pegunungan dekat Khorramabad, Iran barat.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab ledakan maupun pihak yang bertanggung jawab.

21 Februari 2026: Gelombang Protes Mahasiswa Menguat

Sehari sebelumnya, Jumat 21 Februari 2026, sejumlah universitas terkemuka di Iran kembali dilanda demonstrasi besar.

Di Sharif University of Technology, mahasiswa meneriakkan slogan-slogan keras, termasuk seruan yang secara langsung menentang kepemimpinan negara. Di Amirkabir University of Technology, demonstran mengkritik keras elite keagamaan dan struktur kekuasaan.

Sejumlah mahasiswa terlihat mengangkat kertas putih sebagai simbol protes—taktik yang pernah muncul dalam gerakan perlawanan tanpa slogan tertulis.

Aparat keamanan kembali diterjunkan untuk mengendalikan situasi. Laporan di lapangan menyebut terjadi bentrokan sporadis, meski belum ada data resmi mengenai jumlah korban atau penangkapan.

Dinamika Perbatasan dan Ancaman Internal

Di wilayah perbatasan barat Iran, beberapa faksi politik Kurdi dilaporkan membentuk aliansi baru dan menyatukan kekuatan bersenjata mereka. Pernyataan bersama yang beredar menyebut kesiapan untuk mendukung gerakan protes nasional apabila situasi memburuk.

Pengamat menilai skenario “tekanan dari dalam dan luar” merupakan tantangan paling kompleks bagi stabilitas rezim.

21 Februari 2026: Serangan Israel ke Baalbek

Pada malam 21 Februari 2026, militer Israel melancarkan serangan presisi ke struktur komando pasukan rudal Hizbullah di Baalbek, Lebanon.

Laporan awal menyebut delapan perwira kunci tewas dalam serangan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya melemahkan proksi utama Iran di perbatasan Israel serta mengurangi potensi ancaman rudal balasan.

22 Februari 2026: Insiden Keamanan di Mar-a-Lago

Di Amerika Serikat, Sabtu 22 Februari 2026, terjadi insiden keamanan di kediaman Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida. Seorang pria bersenjata berusia 21 tahun berhasil menembus perimeter keamanan sebelum akhirnya ditembak mati aparat. Trump tidak berada di lokasi saat kejadian.

Insiden ini memicu kembali perdebatan politik domestik menjelang pemilu sela 2026, di tengah meningkatnya polarisasi nasional.

Dunia Menuju Fase Ketidakpastian

Rangkaian peristiwa 21–22 Februari 2026 menunjukkan meningkatnya ketegangan regional dan global secara simultan. Di Iran, konsolidasi kekuasaan militer, ledakan di fasilitas strategis, serta demonstrasi mahasiswa menciptakan kombinasi tekanan yang kompleks.

Di kawasan Timur Tengah, eskalasi antara Israel dan kelompok proksi Iran menambah risiko konflik terbuka. Sementara di Amerika Serikat, dinamika politik domestik turut memperumit lanskap global.

Situasi ini menempatkan Iran pada persimpangan sejarah yang sangat menentukan. Apakah langkah konsolidasi kekuasaan dan sistem suksesi berlapis mampu menjaga stabilitas, atau justru menandai fase baru dalam gejolak kawasan—pertanyaan tersebut kini menjadi sorotan utama komunitas internasional.

Perkembangan selanjutnya dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikator penting arah stabilitas Timur Tengah dan dampaknya terhadap tatanan global.

72 Ekor Harimau Benggala di Thailand Mendadak Mati Secara Massal 

Baru-baru ini, wabah penyakit hewan yang serius merebak di wilayah utara Thailand. Dalam waktu singkat, hanya 12 hari, sebanyak 72 ekor harimau Benggala mati secara beruntun. Karena jumlah kematian yang sangat besar, fasilitas kremasi tidak mampu menangani seluruh bangkai harimau tepat waktu, sehingga sebagian  terpaksa dikubur secara darurat di dua lubang berbeda.

EtIndonesia. Pada 21 Februari, Departemen Peternakan di bawah Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand mengeluarkan pengumuman bahwa selama periode 8–18 Februari, total 72 ekor harimau Benggala telah mati, terdiri dari 21 ekor di Taman Harimau Mae Rim, Chiang Mai, dan 51 ekor di Taman Harimau Mae Taeng, Chiang Mai.

Menurut pengumuman tersebut, Departemen Peternakan bersama otoritas peternakan Provinsi Chiang Mai telah turun ke lokasi sejak 13 Februari untuk melakukan pengambilan sampel patologi dan pengujian laboratorium.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan gen virus influenza A, sehingga kemungkinan flu burung telah dikesampingkan. Kematian massal harimau ini terutama disebabkan oleh infeksi gabungan virus distemper anjing (canine distemper) dan bakteri mycoplasma.

Pihak berwenang menjelaskan bahwa distemper anjing merupakan penyakit virus yang sangat menular, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh maupun melalui udara, dan dapat menyebabkan kerusakan parah pada sistem pernapasan, pencernaan, serta saraf hewan. Sementara itu, bakteri mycoplasma dapat ditularkan melalui caplak, kutu, dan lalat kandang, serta dapat memicu anemia hemolitik dan merusak sel darah merah.

Dalam lingkungan penangkaran, hewan cenderung berada di bawah tekanan jangka panjang. Ditambah dengan faktor stres seperti perubahan cuaca yang mendadak, infeksi virus dan bakteri dapat saling memperparah, menyebabkan kondisi cepat memburuk dan meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

Departemen Peternakan menegaskan bahwa penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit zoonosis, sehingga tidak menular dari hewan ke manusia. Seluruh staf taman telah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan hasil normal, namun pemantauan lanjutan tetap akan dilakukan secara ketat.

Menurut laporan media Thailand Matichon, Kepala Kantor ke-16 Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tumbuhan Thailand menyatakan bahwa karena jumlah kematian terlalu banyak, fasilitas kremasi tidak mampu memproses seluruh bangkai harimau. Akibatnya, sebagian jenazah dikubur di dua lubang terpisah dan telah diberi penanda.

Ia juga mengungkapkan bahwa laporan terbaru menunjukkan 23 ekor harimau masih menampakkan gejala penyakit. Para dokter hewan saat ini memantau kondisi mereka secara ketat, dan belum ada laporan kematian tambahan sejauh ini.

Taman Harimau Mae Taeng dan Taman Harimau Mae Rim yang terdampak sama-sama dimiliki oleh perusahaan Tiger Kingdom. Perusahaan ini merupakan jaringan penangkaran harimau swasta yang terkenal di Thailand dan pertama kali didirikan pada tahun 2000 di Provinsi Ubon Ratchathani.

Saat ini, Taman Harimau Mae Rim memiliki 44 ekor harimau Benggala, sementara Taman Harimau Mae Taeng memiliki 130 ekor.

Laporan menyebutkan bahwa kematian tidak normal ini mulai terjadi sekitar 8 Februari. Awalnya, puluhan harimau di Taman Harimau Mae Taeng menunjukkan gejala seperti lesu, nafsu makan menurun, dan demam, kemudian penyakit dengan cepat menyebar. Dalam periode 8–19 Februari, kematian harimau mencapai puncaknya, dengan total 72 ekor mati dalam sekitar 12 hari.

Direktur Jenderal Departemen Peternakan Thailand menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan taman-taman terkait untuk menerapkan langkah pencegahan dan pengendalian yang ketat, termasuk pembersihan dan disinfeksi menyeluruh pada kandang, isolasi individu yang sakit dari kelompok sehat, serta penyusunan program vaksinasi bagi harimau yang masih hidup guna menekan risiko penularan lebih lanjut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kondisi Terbaru Zhang Youxia Terungkap, Dikabarkan Mengalami Pengawasan Ganda di Beijing

Setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia tumbang dan ditangkap, berbagai versi mengenai detail penangkapannya beredar luas. Bocoran terbaru menyebutkan bahwa Zhang Youxia terus ditahan di suatu lokasi di Beijing dan berada di bawah pengawasan ganda dari Komando Garnisun Beijing serta Biro Pengawal Pusat.

EtIndonesia. Terkait penangkapan Zhang Youxia, sedikitnya telah beredar enam versi: Zhang ditangkap di Gedung 1 Agustus; ditangkap di Wisma Jingxi; ditangkap di Sekolah Partai Pusat; ditangkap dalam perjalanan menuju rapat di Sekolah Partai Pusat; ditangkap di kediamannya di wilayah Xishan; atau ditangkap saat menghadiri jamuan yang disebut sebagai “Jamuan Hongmen” yang digelar oleh Xi Jinping di Aula Besar Rakyat.

Pengamat politik independen Cai Shenkun mengatakan dalam program media mandirinya pada 23 Februari bahwa selama periode Tahun Baru Imlek, berbagai kabar simpang siur mengenai kondisi Zhang Youxia beredar. 

Ada yang menyebut Zhang telah “dilenyapkan”, termasuk Liu Zhenli; ada pula yang mengatakan Zhang tidak bermasalah dan hanya disetujui pensiun dini lalu pergi ke Shenzhen untuk merayakan Imlek, bahkan disebutkan Huang Kunming secara pribadi menyambutnya di stasiun kereta cepat. Versi lain menyebut Zhang dan Liu ditahan di sebuah basis rahasia Biro Pengawal Pusat di Gu’an, Provinsi Hebei, dengan Cai Qi sebagai ketua pemeriksa.

Cai Shenkun mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terbaru yang ia peroleh, Zhang Youxia tidak meninggalkan Beijing dan sejak ditangkap一 ditahan di Beijing. Mengenai lokasi penahanannya, sumber tersebut enggan mengungkapkan detail, hanya menyatakan bahwa Zhang berada di bawah pengawasan ganda Komando Garnisun Beijing dan Biro Pengawal Pusat. Keamanannya disebut terjamin sepenuhnya, kondisi kesehatannya baik, dan keluarganya tidak terdampak.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa kakak perempuan Xi Jinping, Qi Qiaoqiao, sejak November tahun lalu pindah dari Beijing ke Wisma Tamu Shenzhen dan berada di bawah pengawasan ketat serta dilarang keluar.

Menanggapi hal tersebut, Cai Shenkun menyatakan bahwa karena ibu Xi Jinping, Qi Xin, merayakan Imlek di Shenzhen, Wisma Tamu Shenzhen pada dasarnya menjadi basis utama keluarga Qi sekaligus keluarga Xi. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa Huang Kunming mengunjungi Qi Xin di Wisma Tamu Shenzhen pada hari kedua Tahun Baru Imlek.

Sumber itu menambahkan bahwa setelah mengunjungi keluarga Qi, Huang Kunming juga menyempatkan diri menjenguk para pejabat senior yang kini tinggal di Wisma Tamu Shenzhen, termasuk Li Hao, Li Youwei, dan Wang Zhongfu.

Cai Shenkun menegaskan bahwa kabar Qi Qiaoqiao pindah dari Beijing ke Shenzhen adalah akurat, namun hal itu tidak berarti mereka berada di bawah kendali kekuatan anti-Xi.

Namun demikian, seluruh informasi di atas belum dapat diverifikasi kebenarannya.

Pada 24 Januari, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan Liu Zhenli tiba-tiba dilaporkan tumbang. Setelah itu, media militer menerbitkan tajuk rencana yang menggunakan lima istilah “serius” untuk menilai kasus Zhang dan Liu, termasuk tuduhan “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat”.

Penilaian keras ini dipandang sebagai peristiwa simbolis dari pembersihan pejabat tingkat tinggi militer dalam beberapa tahun terakhir. Setelah pengumuman resmi dirilis, ketidakpuasan di internal militer kembali mencuat.

Mantan pejabat Mongolia Dalam yang kini tinggal di luar negeri, Du Wen, mengatakan dalam program medianya pada 23 Februari bahwa ia memperoleh informasi terbaru: Komisi Militer Pusat PKT baru-baru ini mengeluarkan perintah penghargaan untuk memuji sejumlah unit pasukan keamanan siber atas keberhasilan besar dalam operasi peperangan siber luar negeri terkait penanganan kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Disebutkan pula bahwa perintah penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Xi Jinping, dengan sejumlah unit dan individu dianugerahi jasa kelas satu dan kelas dua.

Du Wen menambahkan bahwa kasus Zhang–Liu sangat tidak biasa: seluruh proses penyelidikan dan pengungkapan informasi sepenuhnya dipimpin oleh militer, sementara aparat partai dan pemerintahan sipil di semua tingkat memilih bungkam.

Ia juga menyebut bahwa perebutan kendali opini di ranah siber terkait kasus ini sangat dalam dan kompleks, serta dikabarkan merupakan operasi yang dikerahkan dan diperintahkan langsung oleh Xi Jinping. Pasukan ruang siber disebut melakukan koordinasi dalam dan luar negeri, persiapan dini, dan serangan proaktif. Menjelang meredanya gejolak, Xi disebut secara pribadi mengatur pembagian penghargaan atas jasa tersebut.

Mantan pejabat Komisi Disiplin Pusat PKT, Wang Youqun, menulis di Epoch Times bahwa berbagai versi mengenai kejatuhan Zhang Youxia digambarkan dengan sangat rinci, seolah-olah para pembocor menyaksikan langsung kejadian tersebut. Namun, semua klaim itu tidak dapat diverifikasi, karena penangkapan Zhang sepenuhnya merupakan hasil “operasi kotak hitam” otoritas Xi, dengan kebenaran yang saat ini masih tertutup.

Penulis tersebut juga mengkritik bahwa sehari setelah Zhang dan Liu diumumkan “dalam pemeriksaan dan penyelidikan”, otoritas Xi menggunakan tajuk rencana media militer untuk melakukan “vonis opini publik”, secara efektif “menghantam mati” keduanya sebelum proses hukum berjalan. Praktik mengabaikan ketentuan hukum dan memvonis sebelum pengadilan dinilai sangat mengkhawatirkan.

Penulis menyimpulkan bahwa pola penangkapan Zhang Youxia mencerminkan pendekatan “palsu, jahat, dan perjuangan”, yang menurutnya berakar pada Marxisme-Leninisme. Menilik sejarah satu abad konflik internal PKT, hampir semua pertarungan hidup-mati di internal partai mengikuti pola tersebut. (Hui)

Penyunting tanggung jawab: Tang Zixuan

Sumber : NTDTV.com

Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT

Jakarta, 19 Februari 2026 — Samsung Electronics Indonesia secara resmi mengumumkan dua tim terbaik dari program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 dalam ajang Culmination Event yang digelar pada 16 Februari 2026. Kedua tim tersebut masing-masing berasal dari kategori siswa dan mahasiswa, setelah melalui serangkaian proses pembelajaran, pendampingan, serta seleksi nasional yang ketat.

Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha, Pekanbaru, Riau, keluar sebagai tim terbaik pertama untuk kategori siswa. Sementara itu, Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, meraih posisi serupa di kategori mahasiswa. Keduanya dinilai unggul dalam memadukan pemahaman teknis, relevansi solusi, serta potensi dampak jangka panjang dari prototipe yang dikembangkan.

Solusi Berbasis Kebutuhan Nyata

Tim Lumyx mengembangkan produk bernama Alex, sebuah asisten pribadi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang sebagai pendamping belajar sekaligus asisten personal. Alex mampu merespons perintah secara lisan, merangkum informasi secara real-time, serta menyimpan memori personal pengguna untuk membangun interaksi yang lebih kontekstual. Teknologi ini mengombinasikan pemrosesan audio-visual dan machine learning baik di perangkat (edge) maupun server.

Sementara Tim Outliers menghadirkan PhysioTrack, sistem rehabilitasi pasca stroke berbasis AI dan IoT yang memungkinkan pasien menjalani terapi mandiri di rumah. Sensor yang terintegrasi mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis, yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menilai tingkat risiko serta memberikan rekomendasi terapi berbasis data. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan akses pasien terhadap layanan rehabilitasi tanpa mengurangi kualitas pemantauan klinis oleh tenaga medis.

Proses penjurian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari perwakilan Kementerian Agama RI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Samsung R&D Institute Indonesia, serta mitra industri lainnya. Penilaian didasarkan pada presentasi ide, kesesuaian masalah dan solusi, demonstrasi prototipe, integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis, serta potensi inovasi ke depan.

Kebutuhan Talenta Digital yang Mendesak

Program ini hadir di tengah kebutuhan nasional akan tenaga digital yang terus meningkat. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital setiap tahun untuk mendukung percepatan transformasi digital. Penguatan kompetensi di bidang AI dan IoT menjadi salah satu prioritas strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Ir. Moch. Abduh, MS. Ed., Ph.D., Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Teknologi Pendidikan, menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran dalam SIC sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat literasi digital. “Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek: mindful, meaningful, dan joyful. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Penetapan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan juga mendukung upaya menyiapkan talenta muda yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Drs. Soeparto, M.Pd., Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Pengembangan talenta digital tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi dengan industri, seperti Samsung melalui SIC, sangat penting untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Saya berharap para pemenang terus mengembangkan prototipe mereka karena potensinya sangat besar untuk membawa dampak nyata,” katanya.

Pembelajaran Berbasis Proyek yang Transformasional

Bagi para peserta, pengalaman mengikuti SIC tidak hanya memperdalam pemahaman teknis, tetapi juga mengubah cara pandang mereka terhadap peran teknologi dalam masyarakat.

Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers, mengungkapkan bahwa ide PhysioTrack lahir dari keprihatinan terhadap pasien stroke yang kesulitan menjalani terapi rutin. “Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan terapis melalui data yang terukur,” jelasnya.

Davin Loana dari Tim Lumyx menambahkan, “Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami.”

Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membuka peluang bagi generasi muda. “Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan sepanjang program,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Batch 7, Samsung Innovation Campus kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia. Pendekatan berbasis proyek yang diterapkan dalam program ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kokoon Hotel Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan, Hadirkan Kehangatan Ramadan

Surabaya, 20 Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Kokoon Hotel Surabaya kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar acara Buka Bersama (Bukber) bersama anak-anak dari Panti Asuhan Muhammadiyah KH. Mansyur. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, di salah satu ruang meeting hotel ini menjadi momen berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan komunitas sekitar.

Acara yang dihadiri oleh seluruh staf hotel ini dimulai pukul 16.00 WIB dengan sambutan hangat dari Wiwied A. Widyastuti, Hotel Manager Kokoon Hotel Surabaya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan dalam menyambut Ramadan.

Suasana penuh kekeluargaan semakin terasa ketika anak-anak panti asuhan menampilkan bakat mereka melalui tilawah Quran dan ceramah singkat yang dipandu oleh Ustadz Agil. Tak hanya itu, sesi tanya jawab dan pameran prestasi turut memeriahkan acara, di mana beberapa anak menunjukkan keunggulan mereka tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga olahraga dan sains.

Puncak acara adalah momen berbuka puasa bersama, di mana tim kuliner Kokoon Hotel Surabaya menyajikan hidangan istimewa untuk anak-anak. Sebelum berbuka, seluruh peserta melantunkan doa bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Maghrib dan Tarawih berjamaah.

Tegar Kanugran, Assistant Marketing Communication Manager Kokoon Hotel Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran sektor perhotelan dalam mendukung nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan Buka Bersama ini, kami berharap dapat terus menghadirkan program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ini adalah komitmen kami dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan komunitas,” ujar Tegar.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berjalan sendiri, melainkan didukung oleh mitra bisnis seperti Grand Nirwana SPA dan Pink Laundry. Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi positif antara Kokoon Hotel Surabaya dan para mitra usaha dalam menciptakan kebermanfaatan bersama.

Ke depan, Kokoon Hotel Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan nilai perusahaan dalam memperkuat kepedulian terhadap sesama, khususnya di momen-momen penuh makna seperti Ramadan.