Militer Taiwan Memulai Latihan Kesiapsiagaan Tempur untuk Mengantisipasi Kemungkinan Serangan PKT

Kementerian Pertahanan Republik Tiongkok (Taiwan) baru-baru ini memulai latihan militer selama lima hari empat malam yang bertujuan memperkuat kemampuan pasukan dalam beralih secara cepat dari kondisi damai ke kondisi perang. Latihan ini menitikberatkan pada penempatan dini dan kesiapan awal untuk menghadapi kemungkinan serangan dari Partai Komunis Tiongkok (PKT).

EtIndonesia.com Sejak 21 Juni, militer PKT melaksanakan latihan pelayaran dan penerbangan jarak jauh di laut lepas dengan mengerahkan 19 pesawat militer yang memasuki wilayah udara barat daya Taiwan sebelum menuju Samudra Pasifik bagian barat.

Sambil terus memantau secara ketat aktivitas militer PKT di sekitar Selat Taiwan, militer Taiwan pada Senin (22 Juni) meluncurkan latihan “Kesiapsiagaan Tempur Segera” (Immediate Combat Readiness Exercise) yang berlangsung selama lima hari.

Latihan tersebut bertujuan melatih satuan di berbagai tingkatan agar terbiasa dengan prosedur tempur dan kondisi medan perang pada tahap awal kesiapan militer, meningkatkan kemampuan transisi cepat dari masa damai ke masa perang, serta menguji rantai komando dan kemampuan operasional dalam situasi nyata.

Berbeda dengan Latihan Han Kuang (Han Kuang Exercise) yang mensimulasikan seluruh rangkaian operasi militer, latihan “Kesiapsiagaan Tempur Segera” lebih berfokus pada langkah-langkah persiapan awal yang dilakukan ketika Tiongkok mulai menunjukkan aktivitas militer, tetapi sebelum konflik benar-benar pecah.

Sebagai bagian dari latihan tersebut, Brigade ke-269 Angkatan Darat Taiwan yang bermarkas di Yangmei, Taoyuan, mengerahkan berbagai kendaraan militer, termasuk kendaraan peluncur rudal antitank TOW, kendaraan lapis baja Yunpao (Clouded Leopard), kendaraan mortir CM22, dan tank CM11 Brave Tiger. Kendaraan-kendaraan tersebut melakukan patroli kesiapsiagaan di Jalan Provinsi 31, wilayah utara Taoyuan, sebelum ditempatkan di kawasan Qingpu, yang merupakan salah satu pusat transportasi dan lokasi strategis di Taiwan utara.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa latihan ini juga mencakup pengamanan infrastruktur penting, termasuk fasilitas pemerintahan, bandara, jalur transportasi utama, serta upaya mencegah musuh menguasai lokasi-lokasi yang memiliki nilai strategis.

Menghadapi tekanan dan aktivitas militer PKT yang terus berlangsung di sekitar Taiwan, pemerintah Taiwan secara rutin menggelar latihan kesiapsiagaan guna memperkuat kemampuan pertahanannya.

Pada Juli mendatang, Taiwan dijadwalkan mengadakan “Latihan Pertahanan Gabungan”, yang sering dijuluki sebagai “Han Kuang Kecil”, kemudian dilanjutkan dengan latihan skala besar Han Kuang ke-42 pada  Agustus. Menurut laporan tersebut, militer Amerika Serikat diperkirakan juga akan memberikan pendampingan dan arahan secara tidak mencolok.

“Amerika Serikat memberikan banyak pelatihan strategis dan taktis kepada Taiwan, sekaligus membantu dalam aspek perlengkapan militer. Tujuannya agar Taiwan dapat segera terhubung dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu di kawasan apabila diperlukan. Karena Taiwan sendiri akan sulit menghadapi PKT tanpa dukungan, sehingga diperlukan pertahanan kolektif,” kata Mantan pejabat senior Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Hu Zhentung. 

Laporan disusun oleh reporter NTD, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia.Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

Berawal dari Ruang Kelas, Guru Anak Berkebutuhan Khusus Ini Sabet Penghargaan Internasional

oleh: Fadjar PratiktoPEKALONGAN – Ketulusan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus membawa Angga Pratama Armadi Putra melangkah dari ruang kelas di Kota Pekalongan menuju panggung internasional....

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine