Jet Tempur Menumpuk di Yordania, Patriot Bergerak di Qatar — Apakah Jam Perang Iran Sudah Berdetak?

EtIndonesia. Amerika Serikat mempercepat konsentrasi kekuatan serangan strategisnya di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir, seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait program nuklir dan stabilitas kawasan. Berdasarkan rangkaian citra satelit yang dianalisis hingga awal Februari 2026, terlihat adanya pengerahan signifikan aset udara dan penyesuaian sistem pertahanan di sejumlah pangkalan utama Amerika Serikat di kawasan.

Pengerahan Besar di Yordania: Muwaffaq Salti Jadi Titik Fokus

Citra satelit terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas militer di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Hingga 7–10 Februari 2026, pangkalan ini tercatat menampung sedikitnya:

  • 8 unit A-10 Thunderbolt II
  • 17 unit F-15E Strike Eagle
  • 4 unit EA-18G Growler
  • Sejumlah pesawat angkut C-130 untuk dukungan logistik

Komposisi ini menunjukkan bukan hanya penguatan daya gempur, tetapi juga kesiapan operasional jangka menengah hingga panjang.

A-10, yang dijuluki “pembunuh tank”, dirancang untuk dukungan udara jarak dekat (close air support), efektif menghancurkan kendaraan lapis baja, posisi artileri, dan sistem pertahanan udara dari ketinggian rendah. F-15E Strike Eagle mampu membawa amunisi presisi jarak jauh, termasuk bom penghancur bunker untuk menarget fasilitas bawah tanah dan pangkalan rudal yang diperkeras.

Sementara itu, EA-18G Growler memainkan peran krusial dalam peperangan elektronik—menekan radar dan sistem pertahanan udara musuh sebelum gelombang serangan utama dilancarkan.

Kombinasi ketiga platform ini mengindikasikan pembangunan arsitektur “penetrasi udara terpadu”: gangguan elektronik, pembukaan koridor serangan, lalu penghancuran target strategis.

Qatar: Patriot Beralih ke Konfigurasi Mobile

Secara paralel, hingga 8 Februari 2026, citra satelit menunjukkan perubahan konfigurasi sistem pertahanan udara Patriot di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar.

Sistem yang sebelumnya ditempatkan dalam posisi relatif tetap kini dipasang pada truk taktis berat, memungkinkan pola operasi “tembak dan berpindah” (shoot and scoot). Strategi ini bertujuan:

  1. Mengurangi risiko sistem terkunci dan dihantam rudal balistik.
  2. Meningkatkan daya tahan terhadap serangan drone dan rudal jelajah.
  3. Memperbesar fleksibilitas respons dalam skenario serangan simultan.

Langkah ini dinilai sebagai antisipasi terhadap ancaman balasan Iran, terutama dari jaringan rudal balistik dan drone jarak jauh.

Iran Angkat Suara, Aktivitas Laut Meningkat

Ketegangan meningkat setelah pejabat Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap wilayah Iran akan dibalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan.

Citra satelit juga mendeteksi aktivitas kapal induk drone Angkatan Laut Iran, Shahid Bagheri, di Teluk Persia pada awal Februari 2026. Kehadiran kapal ini dipandang sebagai pesan simbolik bahwa Teheran siap meningkatkan tekanan asimetris melalui operasi drone maritim.

Elemen Laut dan Opsi Kapal Induk Kedua

Di domain maritim, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah berada di kawasan sejak akhir Januari 2026 sebagai elemen utama deterensi laut.

Presiden Donald Trump pada awal Februari 2026 menyatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kelompok tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah. Jika direalisasikan, langkah ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan dan serangan presisi jarak jauh.

F-35A di Eropa: Lapisan Persiapan Tambahan

Pada akhir Januari 2026, enam unit F-35A Lightning II milik Garda Nasional Udara Vermont diterbangkan menuju Pangkalan Udara Lajes, Kepulauan Azores, Portugal.

Penempatan ini dipandang sebagai cadangan strategis. F-35A dikenal sebagai platform utama untuk misi penyerangan dan penghancuran sistem pertahanan udara musuh (SEAD/DEAD), sangat relevan dalam menghadapi jaringan pertahanan udara berlapis Iran.

Analis menilai pengerahan ini memberi Washington fleksibilitas untuk meningkatkan eskalasi dengan cepat bila diperlukan.

Deterensi atau Persiapan Operasi Besar?

Sejumlah pakar militer menilai konfigurasi saat ini masih bersifat deterensi dan defensif. Jumlah F-15E dan A-10 lebih diarahkan untuk melindungi Israel dan instalasi AS dari ancaman rudal serta drone.

Namun, untuk operasi udara skala penuh dan berkepanjangan terhadap target strategis Iran, diperlukan tambahan pembom strategis, tanker udara, serta sistem komando dan kontrol yang lebih luas.

Dengan kata lain, struktur saat ini cukup untuk respons cepat dan terbatas—tetapi belum sepenuhnya mencerminkan mobilisasi perang total.

Tekanan Ekonomi: Sanksi dan Dampaknya

Di luar ranah militer, Washington memperketat tekanan finansial terhadap Teheran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataan publik awal Februari 2026 mengakui bahwa sanksi dirancang untuk menciptakan kelangkaan dolar di Iran.

Dampaknya terasa sejak akhir 2025 hingga awal 2026:

  • Nilai rial Iran terdepresiasi tajam.
  • Inflasi melonjak.
  • Sistem perbankan mengalami tekanan berat.
  • Gelombang protes muncul di berbagai kota besar.

Pemerintah AS menyebut pendekatan ini sebagai strategi “tekanan maksimal tanpa perang langsung.” Sementara Teheran menuduh kebijakan tersebut memperparah krisis domestik dan mengganggu stabilitas nasional.

Kesimpulan: Kawasan Mendekati Titik Kritis

Pergerakan militer sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026 menunjukkan peningkatan kesiapan tempur yang sistematis: dari udara, laut, hingga sistem pertahanan rudal.

Meski belum memasuki fase konfrontasi terbuka, kombinasi pengerahan militer dan tekanan ekonomi menempatkan Timur Tengah pada fase sensitif.

Jika diplomasi gagal dan salah satu pihak mengambil langkah ofensif, konfigurasi yang kini terlihat di Yordania, Qatar, dan perairan Teluk dapat dengan cepat berubah dari sinyal deterensi menjadi operasi militer nyata.

Eropa Bersiap Perang? Polandia Bangun 500 Ribu Pasukan, UE Gelontorkan 90 Miliar Euro untuk Ukraina!

EtIndonesia. Pada tahun 2025, pemerintah Polandia secara resmi mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat kemampuan mobilisasi nasionalnya. Target yang dicanangkan adalah membangun kekuatan siaga hingga 500.000 personel, yang terdiri dari tentara aktif dan pasukan cadangan dalam status kesiapsiagaan tinggi.

Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap memburuknya situasi keamanan di Eropa Timur, khususnya sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Selain memperbesar kekuatan militer reguler, Polandia juga menargetkan hingga 400.000 warga sipil akan menerima pelatihan dasar pertahanan sebelum akhir 2026. Program ini mencakup:

  • Prosedur evakuasi darurat
  • Pertolongan pertama dalam situasi konflik
  • Keterampilan bertahan hidup dalam kondisi perang
  • Dukungan logistik dan pertahanan sipil

Kebijakan ini menandai transformasi pertahanan Polandia dari model profesional terbatas menjadi konsep “pertahanan total” yang melibatkan elemen masyarakat luas.


Keluar dari Konvensi Ottawa, Polandia dan Finlandia Ubah Doktrin Ranjau Darat

Pada 2025, Polandia secara resmi menandatangani dokumen untuk menarik diri dari Konvensi Ottawa, perjanjian internasional yang melarang penggunaan, produksi, dan penyimpanan ranjau darat anti-personel.

Pemberitahuan resmi telah disampaikan kepada PBB. Sesuai ketentuan internasional, penarikan diri tersebut akan berlaku efektif pada 2026. Artinya, mulai saat itu Polandia kembali memiliki hak hukum untuk memproduksi dan menyimpan ranjau darat anti-personel.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak, karena Konvensi Ottawa selama dua dekade dianggap sebagai salah satu pilar hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Finlandia juga menyatakan niat serupa untuk mempertimbangkan keluar dari perjanjian tersebut, seiring dengan rencana peningkatan belanja pertahanan hingga sekitar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bagi Finlandia—yang berbatasan langsung dengan Rusia—kebijakan ini mencerminkan kekhawatiran serius terhadap potensi ancaman konvensional di perbatasan timur.


Sabuk Pertahanan Baltik Menghadap Rusia

Negara-negara Baltik—Estonia, Latvia, dan Lithuania—mempercepat pembangunan infrastruktur pertahanan perbatasan.

Dari Finlandia di utara, melintasi Estonia, Latvia, hingga Polandia di selatan, kini terbentuk jalur pertahanan militer yang semakin terintegrasi. Fokus utama meliputi:

  • Penguatan sistem pertahanan udara
  • Penempatan sistem anti-tank dan artileri jarak jauh
  • Peningkatan latihan gabungan NATO
  • Modernisasi sistem pengawasan perbatasan

Di kawasan Arktik, Inggris memperluas kehadiran militernya di Norwegia. Inggris berpartisipasi dalam misi NATO bertajuk NATO Arctic Sentinel, yang berfokus pada:

  • Keamanan jalur laut Arktik
  • Pemantauan aktivitas militer Rusia
  • Perlindungan kepentingan energi dan pelayaran

Arktik kini dipandang sebagai front strategis baru dalam rivalitas NATO–Rusia.


Uni Eropa Setujui Paket 90 Miliar Euro untuk Ukraina

Pada 11 Februari 2026, Uni Eropa secara resmi menyetujui paket bantuan sebesar 90 miliar euro untuk Ukraina.

Rinciannya adalah:

  • 60 miliar euro untuk kebutuhan pertahanan
  • 30 miliar euro untuk dukungan fiskal makro

Secara formal, bantuan ini berbentuk pinjaman. Namun terdapat klausul penting: pelunasan hanya akan diwajibkan jika Ukraina menerima reparasi perang dari Rusia. Dalam praktiknya, skema ini mendekati bantuan tanpa syarat.

Keputusan tersebut memperlihatkan komitmen jangka panjang Eropa untuk menjaga stabilitas Ukraina, baik dari sisi militer maupun keberlangsungan sistem ekonominya.


Rencana Pemilu dan Referendum Perdamaian Ukraina

Pada hari yang sama, laporan Financial Times mengungkap bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, berencana mengumumkan:

  • Pemilihan presiden
  • Referendum perdamaian

Pengumuman tersebut dijadwalkan pada 24 Februari 2026, bertepatan dengan empat tahun invasi Rusia.

Targetnya, proses pemilu dan referendum selesai sebelum 15 Mei 2026, sejalan dengan dorongan dari Amerika Serikat agar kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai sebelum Juni 2026.

Jika terlaksana, langkah ini dapat menjadi titik balik politik domestik Ukraina sekaligus instrumen legitimasi publik terhadap kemungkinan kesepakatan damai.


Eskalasi Serangan Ukraina ke Infrastruktur Energi Rusia

Di medan perang, intensitas serangan Ukraina terhadap infrastruktur Rusia meningkat tajam.

Pada malam 11 Februari 2026, serangan drone besar diluncurkan ke wilayah Volgograd, menargetkan fasilitas kilang minyak. Ledakan dan kebakaran besar dilaporkan terjadi.

Pihak Ukraina menyatakan bahwa serangan jarak jauh terhadap fasilitas energi Rusia telah menurunkan kapasitas pengolahan minyak Rusia hingga sekitar 19%. Strategi ini bertujuan melemahkan pendapatan energi yang menjadi tulang punggung pembiayaan perang Moskow.

Selain itu:

  • Sistem pertahanan udara Rusia jenis Tor dan Osa dilaporkan dihancurkan di wilayah Donetsk dan Kherson.
  • Pesawat tempur MiG-29MU1 Ukraina menggunakan bom berpemandu ASM Hammer buatan Prancis untuk menghantam basis militer Rusia di Zaporizhzhia.

Serangan presisi ini menunjukkan peningkatan integrasi senjata Barat dalam strategi militer Ukraina.


Gangguan Komunikasi Rusia dan Isu Starlink

Di sisi Rusia, ribuan terminal Starlink yang digunakan secara tidak resmi dilaporkan diblokir. Gangguan ini menyebabkan terputusnya sebagian jaringan komunikasi di garis depan.

Selain itu, aplikasi Telegram dilaporkan mengalami pembatasan akses, memicu kepanikan di sejumlah unit tempur yang mengandalkan platform tersebut untuk koordinasi.

Gangguan komunikasi di medan perang modern dapat berdampak signifikan terhadap komando dan kontrol pasukan.


Amerika Serikat Masuk ke Kaukasus Selatan

Sementara itu, Amerika Serikat meningkatkan aktivitas diplomatiknya di Kaukasus Selatan.

Wakil Presiden AS melakukan kunjungan resmi ke Armenia dan membahas potensi kerja sama energi, termasuk kemungkinan kerja sama nuklir sipil berdasarkan “Perjanjian 123” — kerangka hukum kerja sama nuklir sipil AS dengan negara mitra.

Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi:

  • Mengurangi ketergantungan Armenia pada Rusia
  • Menggeser keseimbangan geopolitik di Kaukasus
  • Memperluas pengaruh energi dan teknologi Barat di kawasan

Eropa Memasuki Fase Baru Keamanan Kolektif

Rangkaian langkah dari Polandia, Finlandia, negara-negara Baltik, Inggris, Uni Eropa, hingga Amerika Serikat menunjukkan bahwa Eropa kini memasuki fase konsolidasi pertahanan jangka panjang.

Sabuk pertahanan dari Arktik hingga Eropa Timur semakin terintegrasi. Bantuan finansial untuk Ukraina diperluas. Infrastruktur energi Rusia menjadi target sistematis. Dan di saat bersamaan, diplomasi energi AS merambah Kaukasus.

Perang Rusia–Ukraina bukan lagi sekadar konflik regional. Ia telah menjadi katalis pembentukan ulang arsitektur keamanan Eropa abad ke-21. (***)

Siklus Sebab dan Akibat

EtIndonesia. Ada seorang petani miskin asal Skotlandia bernama Fleming. Dia tinggal di sebuah gubuk sederhana di daerah terpencil.

Suatu hari, ketika sedang membajak sawah, dia mendengar teriakan minta tolong dari arah kejauhan. Dia segera berlari ke sumber suara itu dan melihat seorang anak laki-laki yang ketakutan terperosok ke dalam rawa. Lumpur telah menenggelamkan tubuh anak itu hingga ke dada. Dia berjuang mati-matian sambil berteriak meminta pertolongan.

Fleming berhasil menyelamatkan anak tersebut dari kematian yang lambat dan mengerikan.

Keesokan harinya, sebuah kereta kuda yang mewah berhenti di depan rumah Fleming. Dari dalamnya turun seorang pria bangsawan yang berpenampilan anggun.

Dia memperkenalkan diri sebagai ayah dari anak laki-laki yang diselamatkan kemarin, dan berkata bahwa dia datang untuk membalas budi.

“Tidak, tidak,” jawab Fleming. “Aku tidak membutuhkan balasan apa pun.”

Pada saat itu, seorang anak laki-laki keluar dari dalam rumah.

“Apakah itu putramu?” tanya sang bangsawan.

 “Ya,” jawab Fleming dengan bangga.

“Baiklah, aku akan memberinya pendidikan yang sama baiknya seperti yang akan diterima oleh putraku sendiri. Jika dia mewarisi kebajikan ayahnya, dia akan tumbuh menjadi seseorang yang membuat kita berdua bangga,” kata bangsawan.

Putra Fleming kemudian disekolahkan di sekolah-sekolah terbaik. Dia akhirnya lulus dari St. Mary’s Medical School di London.

Anak itu kelak dikenal dunia sebagai Alexander Fleming, penemu penisilin, antibiotik yang menyelamatkan jutaan nyawa manusia.

Beberapa tahun kemudian, putra bangsawan tersebut terserang pneumonia yang sangat parah. Dan siapa yang kembali menyelamatkan nyawanya?

Jawabannya: penisilin.

Putra bangsawan itu bernama  Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris.

Sekarang, kamu tentu mengerti apa yang disebut sebagai siklus sebab dan akibat, bukan?

Renungan

Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa di dunia ini, dua orang mana pun dapat saling terhubung hanya melalui lima lapisan jaringan manusia.

Karena itu, kejahatan yang ditabur akan kembali sebagai kejahatan, dan kebaikan yang diberikan pada akhirnya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Niat baik untuk menolong sesama tidak pernah benar-benar hilang. Dia hanya berputar, menunggu saat yang tepat untuk kembali kepada pemberinya— mungkin dengan cara yang sama sekali tak terduga.(jhn/yn)

Dewi dan Tanaman Keberuntungan

EtIndonesia. Pada masa Buddha masih hidup, terdapat seorang dermawan yang sangat mendukung penyebaran ajaran Buddha. Dia kerap menyumbangkan harta bendanya untuk menolong para fakir miskin dan mereka yang hidup dalam kesendirian. Karena kedermawanannya itu, masyarakat menjulukinya “Dermawan Penolong Kaum Papa.”

Pada masa itu, masyarakat hidup dalam sistem kelas yang sangat ketat. Kaum budak berada pada lapisan paling bawah dan disebut sebagai golongan hina.

Meski sang dermawan sangat kaya dan memiliki kedudukan sosial tinggi, dia dikenal berhati lembut, penuh kasih, dan memperlakukan semua orang tanpa membeda-bedakan kelas. Dia bahkan memiliki seorang sahabat karib yang berasal dari golongan budak—kelas sosial paling rendah saat itu.

Budak tersebut berakhlak baik dan dapat dipercaya. Sang dermawan begitu mempercayainya hingga menyerahkan pengelolaan hartanya kepada orang itu.

Namun para kerabat dan sahabat sang dermawan yang berasal dari kalangan atas merasa sangat tidak setuju. Mereka berulang kali menasihatinya agar menjauh dari budak yang dianggap hina itu.

Sang dermawan menjelaskan dengan sabar bahwa hakikat manusia adalah setara, tanpa perbedaan mulia atau hina. Namun karena pandangan kelas sosial telah mengakar kuat di benak para kerabatnya, dia pun merasa sangat tertekan. Akhirnya, dia menemui Buddha untuk memohon petunjuk.

Buddha memuji kebajikan sang dermawan yang menghormati martabat manusia, dan menjelaskan bahwa sikap setara itu bukan hanya miliknya di kehidupan ini, melainkan juga telah dia praktikkan dalam kehidupan lampau.

Kemudian Buddha menceritakan sebuah kisah tentang hubungan sang dermawan dengan budak tersebut di kehidupan sebelumnya.

Pada zaman yang sangat lampau, hidup seorang raja yang memiliki istana megah dan taman kerajaan yang sangat indah. Di taman itu tumbuh berbagai tanaman langka.

Di antara tanaman tersebut, terdapat segerombol rumput keberuntungan yang tumbuh subur dan indah. Saat tertiup angin, daunnya bergoyang lembut dan mengeluarkan aroma harum.

Selain itu, ada pula sebuah pohon aprikot raksasa dengan batang tegak lurus dan cabang rimbun. Pohon ini adalah yang paling besar dan paling megah di taman, hingga dijuluki “Raja Pohon.”

Suatu hari, para pelayan istana melaporkan kepada raja bahwa sebuah bangunan bernama Aula Pilar Tunggal sudah sangat tua dan kini hanya disangga oleh satu tiang besar. Bangunan itu terancam roboh. Raja pun memerintahkan para pengrajin untuk mengganti tiang lama dengan kayu terbaik.

Namun setelah mencari ke seluruh negeri, para pengrajin tidak menemukan kayu yang cocok. Akhirnya mereka menyadari bahwa satu-satunya kayu yang memenuhi syarat adalah pohon aprikot raksasa di taman istana.

Meski raja sangat menyukai pohon itu, Aula Pilar Tunggal merupakan bangunan yang jauh lebih penting. Setelah mempertimbangkan dengan berat hati, raja memutuskan untuk menebang pohon tersebut.

Pada masa itu, orang-orang percaya bahwa setiap pohon dan tanaman memiliki roh penjaga. Maka para pengrajin menyiapkan persembahan buah-buahan, memuja roh pohon, dan berdoa:

“Karena Aula Pilar Tunggal hampir runtuh, kami terpaksa menebangmu untuk dijadikan tiang.
Mohon ampunilah kami.”

Setelah itu, mereka pun pergi.

Roh penjaga pohon aprikot adalah seorang dewi. Ketika mendengar bahwa dirinya akan ditebang, dia menangis dengan penuh kesedihan. Para roh pohon di sekitarnya pun ikut bersedih dan mengeluh, namun tak satu pun tahu bagaimana cara menolongnya.

Selama ini, sang dewi selalu bersikap ramah kepada roh rumput keberuntungan.

Kini, roh rumput itu datang menghiburnya dan berkata: “Mengeluh saja tidak akan menyelesaikan apa-apa. Kita harus segera mencari jalan keluar dari bahaya ini.”

Namun roh-roh pohon yang merasa lebih tinggi derajatnya memandang rendah roh rumput tersebut.

Mereka mencibir dan berkata: “Kami saja tidak tahu harus berbuat apa, apalagi kamu, roh rumput kecil dan hina. Apa yang bisa kamu lakukan?”

Roh rumput menjawab dengan tenang: “Jika kita sungguh-sungguh memikirkan jalan keluarnya, pasti akan ada cara.”

Malam itu, roh rumput mengumpulkan banyak serangga dan menyuruh mereka membawa tanah serta menempelkannya di batang pohon aprikot. Tak lama kemudian, batang pohon itu dipenuhi gundukan tanah kecil, seolah-olah telah terserang hama parah.

Keesokan paginya, ketika para pengrajin datang untuk menebang pohon, mereka terkejut melihat kondisi tersebut.

“Kenapa pohon ini tiba-tiba jadi seperti ini? Sudah rusak parah karena hama. Kayunya tidak bisa dipakai.”

Akhirnya, mereka pun membatalkan rencana penebangan.

Sang dewi dengan penuh rasa syukur berkata: “Selama ini para roh pohon selalu menasihatiku agar tidak bergaul dengan roh rumput yang dianggap rendah. Namun ketika aku benar-benar berada dalam bahaya,  justru hanya roh rumputlah yang mampu menolongku.”

Setelah menyelesaikan kisah itu, Buddha berkata kepada sang dermawan: “Dewi dalam cerita itu adalah dirimu di kehidupan lampau. Roh rumput keberuntungan itu adalah budak yang kini menjadi sahabatmu. Dalam kehidupan ini memang ada perbedaan antara baik dan buruk, tetapi tidak ada perbedaan mulia dan hina di antara manusia.

Kalian telah saling menolong dari kehidupan ke kehidupan dan menjalin hubungan kebajikan yang sangat baik.  Jagalah persahabatan ini dengan sepenuh hati.”

Pada umumnya, manusia mudah menilai orang lain berdasarkan kekayaan, kekuasaan, dan tingkat pendidikan, lalu meremehkan mereka yang dianggap lebih rendah.

Padahal, ketenaran, kekayaan, dan jabatan bersifat semu dan tidak kekal. Semua itu bukanlah nilai sejati kehidupan.

Hanya dengan memperlakukan setiap orang secara setara dan menjalin hubungan dengan ketulusan dan kasih, kita dapat menjalani hidup yang benar-benar bijaksana.

Renungan

Jika dipikirkan, pohon itu pada akhirnya tetap ditebang— kalau tidak, bagaimana mungkin ada kehidupan berikutnya?

Meski aku sendiri tidak sepenuhnya percaya pada konsep reinkarnasi, aku percaya bahwa kepribadian seseorang akan menarik jenis teman yang serupa.  Orang yang tulus, suka menolong, dan ramah terhadap sesama akan dikelilingi oleh orang-orang dengan sifat yang sama. Sebaliknya, mereka yang hanya mengejar keuntungan akan menarik orang-orang yang berpikir serupa.

Hidup manusia— tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu singkat. Sebagian besar waktu diwarnai ketidakberesan dan ujian.

Karena itu, jangan sombong saat sedang berjaya, dan jangan tenggelam dalam keluh kesah saat sedang terpuruk.

Jika dalam keseharian kita tulus memperlakukan orang lain, maka ketika kesulitan datang, akan selalu ada tangan yang bersedia menolong.

Kelas sosial dan status  hanyalah ciptaan manusia yang merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain. Merendahkan sesama karena merasa lebih unggul hanya akan menumbuhkan kesombongan— dan pada akhirnya, kesombongan itu akan membawa akibatnya sendiri.(jhn/yn)

Wabah Merebak di Mongolia Dalam, Pembangunan Pemakaman, Rumah Duka, dan Rumah Sakit Digenjot Besar-besaran

EtIndonesia. Wabah penyakit dilaporkan kembali merebak di wilayah Mongolia Dalam, Tiongkok. Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa rumah sakit dipenuhi pasien, obat-obatan sulit diperoleh, jumlah pasien dalam kondisi kritis meningkat tajam, dan kasus kematian mendadak terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari remaja belasan tahun hingga warga berusia lebih dari 60 tahun. 

Di saat yang sama, pembangunan rumah sakit dan rumah duka terus digenjot, serta proyek pemakaman umum diperluas secara besar-besaran. Namun, pihak berwenang disebut-sebut menutupi situasi wabah tersebut.

Warga dari berbagai daerah di Mongolia Dalam menyampaikan bahwa selama musim dingin dengan cuaca yang sangat dingin, jumlah orang yang mengalami demam dan flu meningkat drastis. Banyak yang menduga virus COVID-19 (disebut juga virus PKT) kembali menyebar, tetapi informasi terkait wabah ini tidak diumumkan secara terbuka oleh otoritas setempat.

Seorang warga Kota Hohhot bermarga Zhang mengatakan: “Beberapa tetangga saya meninggal dunia, ada yang berusia 40-an, 50-an, bahkan 50 hingga 60 tahun. Sekarang rumah sakit besar sudah tidak mampu lagi menangani pasien, jadi orang-orang harus berobat ke klinik komunitas.” 

“Asuransi kesehatan di rumah sakit besar juga tidak lagi bisa digunakan secara terpusat. Kami diwajibkan membeli obat di apotek komunitas yang ditunjuk, tetapi sering kali tidak ada obat. Kalau pun apotek punya stok, biayanya tidak bisa ditanggung asuransi. Informasi tidak boleh disebarkan ke luar. Sekarang pengawasannya jauh lebih ketat.”

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah di Mongolia Dalam membangun rumah sakit dan rumah duka baru. Misalnya, di Hohhot—ibu kota Mongolia Dalam—telah dibangun sebuah rumah sakit besar kelas tiga tingkat A (rumah sakit rujukan tingkat tertinggi di Tiongkok) serta satu rumah duka di wilayah Tumed Left Banner. Di Kota Ordos, wilayah Etuoke Banner juga membangun rumah sakit dan rumah duka baru.

Seorang warga Ordos bermarga Qi mengungkapkan bahwa di sekitarnya terdapat cukup banyak pasien pneumonia dan kasus “paru-paru putih” (istilah yang merujuk pada kondisi paru-paru parah akibat infeksi). 

Rumah sakit setempat disebut sudah penuh. Kasus kematian mendadak terjadi pada usia belasan tahun hingga 40-an. Pemerintah daerah juga disebut secara masif membangun area pemakaman umum, dengan harga makam berkisar antara 30.000 hingga 60.000–70.000 yuan.

Qi mengatakan: “Di tempat kami, tahun ini rumah duka dibangun lagi satu, bahkan diperluas. Setelah kremasi, jenazah wajib dimakamkan di pemakaman umum. Ini jadi cara pemerintah mencari pemasukan. Dalam industri saya, penjualan minuman keras meningkat karena banyaknya acara pemakaman. Sementara untuk pesta pernikahan, hampir tidak ada. Sekarang, bisnis yang paling menguntungkan adalah penyelenggaraan upacara duka.”

Seorang warga Hulunbuir yang menggunakan nama samaran Lao Wang menyampaikan bahwa musim dingin memang menjadi periode dengan angka penyakit kardiovaskular yang tinggi. Ia menyebut dua pejabat dari instansi pemerintah setempat—keduanya anggota Partai Komunis Tiongkok—meninggal secara mendadak dalam tidur.

Lao Wang mengatakan: “Usianya sekitar 50-an, ada juga yang lebih muda. Tiba-tiba meninggal mendadak. Ada yang meninggal saat bekerja. Dua pejabat itu, satu berusia 55 tahun dan satu lagi 47 tahun. Mereka meninggal dalam tidur, baru diketahui keesokan paginya. Mereka belum pensiun dan kondisi fisiknya sebelumnya cukup baik.”

Pada Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Guru Li Hongzhi, menyatakan bahwa pandemi COVID-19 (virus PKT) terutama ditujukan kepada Partai Komunis serta mereka yang secara membabi buta mengikuti, membela, dan bekerja demi kepentingan partai tersebut. Ia menyebut bahwa sudah banyak orang meninggal dunia, termasuk banyak kalangan muda. Dalam artikel berjudul “Rasional”, Guru Li juga menjelaskan bahwa cara untuk menjaga keselamatan diri adalah dengan “tiga pengunduran diri (mundur dari Partai Komunis, Liga Pemuda, dan Pionir Muda) serta dengan tulus melafalkan kalimat kebenaran.”

Qi juga mengatakan: “Saya dalam hati sering melafalkan ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.’ Saya percaya itu pasti membawa manfaat bagi saya. Saya selalu menghormati Guru Li.”

Sumber : NTDTV.com

Menjelang Tahun Baru Imlek, Wabah Merebak di Tiongkok, Kasus Kematian Mendadak pada Kaum Muda Meningkat, Otoritas Dituding Menutup-nutupi

EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek tradisional Tiongkok, berbagai wabah penyakit masih merebak di sejumlah wilayah, khususnya penyakit saluran pernapasan yang menjadi perhatian utama.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok menyatakan bahwa influenza dan COVID-19 masih berada dalam periode penyebaran, namun situasi secara keseluruhan disebut mulai mereda. Meski demikian, banyak warga di berbagai daerah melaporkan rumah sakit penuh sesak, jumlah pasien kritis dan kasus kematian mendadak terus bertambah, serta tingkat positif COVID-19 kembali meningkat.

Masyarakat pun mempertanyakan apakah kondisi wabah yang sebenarnya telah diremehkan atau tidak disampaikan secara transparan. 

Dengan datangnya Tahun Baru dan meningkatnya mobilitas penduduk dalam skala besar, tekanan terhadap pencegahan wabah dikhawatirkan akan kembali meningkat, sehingga arah perkembangan situasi ini menjadi perhatian luas.


Data Resmi: Masih Musim Puncak Penyakit Pernapasan

Baru-baru ini, CDC Tiongkok melaporkan bahwa penyakit menular saluran pernapasan di negara tersebut masih berada pada musim dengan angka kejadian tinggi, meskipun secara umum disebut menunjukkan tren menurun.

Influenza dilaporkan berada pada tingkat penyebaran sedang. Tingkat positif virus syncytial pernapasan (RSV) menunjukkan tren penurunan, sementara rhinovirus, virus parainfluenza, dan coronavirus biasa masih menunjukkan aktivitas pada tingkat tertentu.

Pada 10 Februari, media resmi Partai Komunis Tiongkok menyebut bahwa musim dingin dan awal musim semi memang merupakan periode dengan angka tinggi penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Selama libur Tahun Baru, peningkatan kerumunan orang akan memperbesar risiko penularan. Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa patogen utama penyebab infeksi pernapasan akut adalah virus influenza dan RSV.


Warga Laporkan Rumah Sakit Penuh dan Kematian Mendadak

Namun, warga di Mongolia Dalam, Jiangsu, dan wilayah lain menyampaikan gambaran yang berbeda. Mereka mengatakan bahwa jumlah orang yang mengalami demam dan flu sangat banyak, rumah sakit penuh, dan pasien dalam kondisi kritis juga meningkat. Sebagian menduga COVID-19 kembali merebak, sementara otoritas dinilai tidak mengungkapkan kondisi sebenarnya.

Seorang warga Hohhot bermarga Mu mengatakan: “Banyak yang batuk, pilek, sakit tenggorokan. Rumah sakit penuh. Kasus pneumonia berat dan ‘paru-paru putih’ sering terjadi. Sering juga ada yang meninggal, banyak yang masih relatif muda, 50 atau 60 tahun. Masalahnya kebanyakan terkait paru-paru.”

Seorang warga Wuxi, Jiangsu, bermarga Su menyatakan: “Dalam dua tahun terakhir, kematian di sekitar saya sangat banyak. Kematian mendadak cukup sering terjadi. Di perkampungan di Wuxi, banyak orang tiba-tiba meninggal. Ini jelas tidak normal, pasti ada wabah.”


Tingkat Positif COVID-19 Naik, Kematian Cenderung Lebih Muda

Berdasarkan data pekan ke-5 yang dirilis CDC Tiongkok terkait tingkat positif tes asam nukleat, persentase infeksi COVID-19 pada pasien rawat jalan dengan gejala mirip influenza maupun pasien rawat inap dengan infeksi pernapasan akut berat meningkat dibanding pekan sebelumnya.

Warga menyatakan bahwa jumlah kematian mendadak di berbagai daerah meningkat dan cenderung terjadi pada usia yang lebih muda.

Seorang warga desa di Wuhan bermarga Sun mengatakan: “Kasus berat, di sekitar saya banyak yang masih muda, usia 30-an dan 40-an, tiba-tiba saja meninggal. Kami pulang ke kampung halaman, keadaannya dari tahun ke tahun semakin sepi. Dulu banyak orang di mana-mana, sekarang hampir tidak ada. Desa seperti hampir punah. Rasanya sangat menyedihkan.”

Sementara itu, seorang warga Ordos, Mongolia Dalam, mengungkapkan bahwa pemerintah setempat gencar membangun pemakaman umum dengan harga makam berkisar antara 30.000 hingga 60.000–70.000 yuan.

Ia mengatakan: “Di tempat kami, tahun ini rumah duka dibangun lagi dan diperluas. Setelah kremasi, semuanya harus dimakamkan di pemakaman umum. Ini menjadi cara pemerintah mencari pemasukan.”


Kematian Mendadak Tokoh Publik Picu Perhatian

Belakangan, media di Tiongkok juga memberitakan sejumlah kematian mendadak tokoh publik yang memicu perhatian.

Pada 2 Februari, Shen Xianbing, mitra pendiri perusahaan investasi kuantitatif swasta Qilin Investment, meninggal mendadak pada usia 40 tahun.

Baru-baru ini, seorang influencer kebugaran berusia 26 tahun dari Ningbo, bernama Bi Jiaqi, juga meninggal secara mendadak dalam tidurnya. Sehari sebelumnya ia masih berinteraksi normal dengan teman-temannya di platform media sosial.

Seorang dokter lulusan Universitas Okayama Jepang, Zhen Lixue, mengatakan: “Beberapa laporan menunjukkan bahwa populasi Tiongkok tampaknya menurun tajam. Pemerintah tentu tidak akan mengumumkan angka pastinya, tetapi jika populasi turun drastis dan krematorium sangat sibuk, itu mencerminkan dari sisi lain bahwa tingkat kematian memang tinggi.”


Kekhawatiran Jelang Arus Mudik Besar-besaran

Dengan semakin dekatnya Tahun Baru Imlek, mobilitas penduduk dalam skala besar dan lintas wilayah akan meningkat drastis. Ditambah dengan cuaca dingin dan lingkungan tertutup, kondisi ini dikhawatirkan semakin memperbesar risiko penyebaran virus.

Perkembangan wabah dalam beberapa pekan ke depan pun menjadi perhatian publik, terutama di tengah laporan warga mengenai meningkatnya kasus berat dan kematian mendadak. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Video Dihapus, Jalan Ambruk: Misteri Amblesan Besar di Proyek Metro Shanghai

EtIndonesia. Insiden amblesan besar terjadi di lokasi pembangunan Stasiun Qixing Road pada proyek jalur Metro Shanghai yang masih dalam tahap konstruksi. Peristiwa ini berlangsung pada pagi hari 12 Februari 2026, memicu kepanikan di lokasi proyek serta menimbulkan pertanyaan publik terkait keselamatan konstruksi bawah tanah di kota metropolitan tersebut.

Hingga berita ini disusun, rincian resmi mengenai jumlah korban maupun dampak kerusakan secara menyeluruh belum diumumkan secara terbuka oleh otoritas setempat.

Kronologi Kejadian: Jalan Tiba-tiba Turun dan Runtuh Total

Sekitar tengah hari 12 Februari, sejumlah video yang diunggah ke platform Douyin memperlihatkan detik-detik amblesan terjadi di area persimpangan sekitar proyek Stasiun Qixing Road. Namun, sebagian besar video tersebut kemudian dihapus.

Dari rekaman yang sempat beredar, tampak permukaan jalan di persimpangan proyek mengalami penurunan tidak wajar. Retakan-retakan panjang membelah badan jalan, lalu dalam waktu singkat area yang retak terus melebar. Struktur jalan di bagian tengah persimpangan akhirnya runtuh sepenuhnya, membentuk lubang besar yang semakin meluas.

Seiring lubang membesar, para pekerja proyek terlihat berlarian menjauh untuk menyelamatkan diri. Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi segera ditutup, sementara tim penanganan darurat dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Truk-truk pengangkut beton dan semen dalam jumlah besar didatangkan guna menutup area ambles.

Pipa Bawah Tanah Pecah, Lumpur Menutup Lubang

Dalam proses amblesan tersebut, sebuah pipa bawah tanah berdiameter besar dilaporkan pecah dan memancarkan air dalam jumlah signifikan. Air yang menyembur mempercepat pelunakan tanah, sehingga lubang runtuhan dengan cepat tertutup lumpur.

Sejumlah bangunan sementara di area proyek serta bahan konstruksi—termasuk tong plastik dan material pendukung lainnya—terseret masuk ke dalam lubang. Video dari lokasi memperlihatkan genangan lumpur yang terus bergerak dan menelan struktur di sekitarnya.

Berdasarkan analisis awal dengan membandingkan lebar jalur kendaraan dan objek-objek di lokasi, luas amblesan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.000 meter persegi, setara dengan satu hingga dua lapangan basket standar. Kedalaman lubang diperkirakan berkisar antara 8 hingga 12 meter.

Kesaksian Warga: “Terdengar Ledakan Keras”

Dua warga yang tinggal di sekitar lokasi menyatakan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras saat amblesan terjadi.

Dalam salah satu video yang beredar, terdengar suara panik seseorang berteriak: “Rumah itu jatuh masuk!” disusul suara lain yang mengatakan: “Rasanya gedung kami ikut bergetar.”

Seorang sopir yang mengantar material pengurukan juga mengunggah rekaman, menyebut bahwa tidak lama setelah material diturunkan, area tersebut runtuh sepenuhnya. Seorang pekerja proyek menyampaikan bahwa kejadian tersebut sebenarnya merupakan amblesan besar, meskipun secara resmi disebut sebagai fenomena “rembesan air bawah tanah”.

Pernyataan Resmi: Disebut sebagai “Rembesan Lokal”

Media resmi Tiongkok hingga kini belum memberitakan peristiwa tersebut secara luas.

Pada malam 11 Februari 2026, akun resmi operator metro Shanghai hanya merilis pemberitahuan bahwa sekitar pukul 10:30 waktu setempat pada 11 Februari, saat proses konstruksi jalur kanan segmen antara Stasiun Qixin Road dan Stasiun Xinjie Road—yang dikerjakan oleh China Railway Tunnel Bureau—terjadi fenomena “rembesan lokal”.

Dalam keterangan tersebut ditegaskan bahwa tidak ada korban jiwa.

Otoritas setempat juga mengumumkan penutupan sebagian ruas Jalan Qixin dan Lian’an bagi kendaraan bermotor, kendaraan non-motor, serta pejalan kaki sebagai langkah pengamanan.

Namun demikian, perbedaan antara istilah resmi “rembesan lokal” dengan gambaran visual amblesan besar yang beredar di media sosial memicu perdebatan di kalangan warganet.

Riwayat Insiden Metro Shanghai

Peristiwa ini bukan kali pertama sistem Metro Shanghai mengalami insiden signifikan.

Pada 22 Desember 2024, sebuah kereta Metro Jalur 11 tertimpa derek menara yang roboh. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada bagian depan kereta dan beberapa gerbong, serta menjebol dinding pelindung jalur layang sepanjang sekitar lima meter.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian ekonomi langsung dilaporkan mencapai 18,31 juta yuan. Gangguan listrik memaksa penumpang menunggu sekitar 50 menit di dalam gerbong yang dingin sebelum akhirnya dievakuasi dengan berjalan kaki sekitar 20 menit menuju stasiun terdekat.

Saat itu, operator hanya menyampaikan surat permintaan maaf tanpa memberikan kompensasi finansial kepada penumpang, menurut laporan media setempat.

Sorotan terhadap Keselamatan Proyek Bawah Tanah

Amblesan di Stasiun Qixing Road kembali menyoroti risiko teknis dalam pembangunan infrastruktur bawah tanah berskala besar di kota-kota megapolitan. Faktor seperti kondisi tanah, tekanan air bawah tanah, serta stabilitas struktur penahan menjadi variabel krusial dalam proyek metro.

Hingga kini, investigasi teknis resmi atas penyebab amblesan masih menunggu hasil akhir. Publik menanti transparansi lebih lanjut terkait kondisi korban, tingkat kerusakan struktural, serta langkah perbaikan jangka panjang untuk memastikan keselamatan konstruksi.

Perkembangan terbaru akan menentukan sejauh mana insiden ini berdampak terhadap jadwal pembangunan jalur metro tersebut serta kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sistem transportasi publik di Shanghai.

Satu Foto Isyaratkan Sinyal Bahaya bagi Xi Jinping: Bahkan Tak Berani Tinggalkan Beijing

EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek di Tiongkok, pada 10 Februari, Xi Jinping memecahkan kebiasaan tahunan dengan tidak turun langsung menemui pasukan di garis depan. Sebaliknya, ia memilih tetap berada di Gedung Bayi di Beijing dan menyampaikan “perhatian” kepada militer melalui konferensi video. Cuplikan gambar dari acara tersebut memicu perbincangan luas di kalangan publik.

Sejumlah pengamat menilai, setelah peristiwa yang menimpa Zhang Youxia dan Liu Zhenli, Xi berada dalam kondisi sangat waspada dan diliputi kekhawatiran. Ia bahkan tidak berani meninggalkan Beijing untuk tampil di hadapan publik seperti biasanya. Langkah ini dinilai mengirimkan sinyal yang sangat tidak lazim.

Menurut laporan kantor berita resmi Xinhua pada 11 Februari, sekitar pukul 16.00 tanggal 10 Februari, Xi Jinping berada di Gedung Bayi, Beijing, dan melalui video “memeriksa kesiapan tempur dan tugas jaga seluruh militer”, serta menyampaikan perhatian kepada sejumlah unit. Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Shengmin turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Xi menekankan bahwa seluruh pasukan harus “memperkuat kesiapan tempur, mempertahankan status siaga sesuai ketentuan, serta secara cepat dan efektif menangani berbagai kemungkinan situasi darurat.” Pernyataan seperti ini tidak muncul dalam kesempatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Rekaman yang ditayangkan CCTV menunjukkan di ruangan tersebut terdapat tiga meja. Di meja utama duduk Xi Jinping, sementara di dua meja di sisi kiri dan kanan duduk dua pejabat tinggi militer, salah satunya diyakini adalah Zhang Shengmin.

Cuplikan layar video itu memicu berbagai komentar warganet:

  • “Kunjungan video kali ini lebih terlihat seperti pertunjukan demi melindungi diri sendiri, bukan untuk menenangkan moral pasukan. Seluruh militer seperti tinggal satu komandan tanpa bawahan. Suasananya sangat tegang.”
  • “Moral tentara kacau, semua orang merasa tidak aman.”
  • “Atmosfernya aneh dan ganjil.”

Publik juga mencatat perbedaan mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, menjelang Tahun Baru Imlek, Xi turun langsung ke unit militer untuk bertemu prajurit. Namun tahun ini ia tidak melakukannya. Setelah kabar tentang Zhang Youxia dan Liu Zhenli mencuat, Xi juga dilaporkan belum meninggalkan Beijing.

Keputusan Xi untuk melakukan kunjungan publik melalui video pun memicu diskusi luas.

Pada 11 Februari, seorang blogger di platform X dengan nama akun “Tao Miao Xiansheng” menulis bahwa pada 10 Februari, Xi untuk pertama kalinya memilih tetap di Gedung Bayi dan menyampaikan perhatian/kepedulian  melalui video, tanpa berani turun ke lapangan seperti biasanya. Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kubu Zhang belum sepenuhnya disingkirkan, sehingga Xi khawatir terhadap kemungkinan pembunuhan di tengah jalan atau kudeta. Menurutnya, ini mengindikasikan bahwa situasi di militer belum stabil, pembersihan besar-besaran masih berlangsung, dan kekuatan anti-Xi masih cukup kuat.

Komentator politik independen Cai Shenkun pada 12 Februari juga menulis di platform X bahwa pada 10 Februari, Xi memecahkan tradisi tahunan menjelang Imlek yang biasanya turun ke unit militer. Kali ini ia tetap berada di Gedung Bayi yang dijaga ketat dan melakukan “pemeriksaan kesiapan tempur” melalui video. Setelah insiden yang menimpa Zhang Youxia dan Liu Zhenli, rasa kekhawatiran Xi dinilai tampak jelas, sehingga ia bahkan tidak berani tampil langsung di hadapan pasukan.

Cai menganalisis bahwa acara kunjungan publik  melalui video tersebut pada hakikatnya bukanlah bentuk kepedulian, melainkan upaya manajemen krisis yang gagal sekaligus ancaman terselubung. Ia menilai Xi telah mengirimkan sinyal yang sangat tidak biasa dan berbahaya:

Pertama, upaya “menenangkan” militer secara paksa. Penyingkiran Zhang Youxia dan Liu Zhenli disebut-sebut mengguncang militer secara serius, bahkan dibandingkan dengan dampak peristiwa Lin Biao pada era Mao. Moral pasukan terpukul dan citra militer rusak. Jutaan personel disebut hidup dalam suasana saling curiga dan merasa tidak aman.

Kedua, penggunaan dalih “anti-korupsi” untuk terus menekan dan mengintimidasi militer.慰問 disebut hanya sebagai balutan manis dari tekanan politik yang keras.

Ia menambahkan, ini bukan lagi komunikasi setara antara panglima tertinggi dan prajurit, melainkan pernyataan terbuka dari seorang pemegang kekuasaan tertinggi yang merasa sangat tidak aman dan tidak percaya diri, sehingga mengandalkan rasa takut untuk mempertahankan kendali.

Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) periode ke-20 yang dibentuk langsung oleh Xi pada 2022 awalnya terdiri dari tujuh orang. Kini, selain Xi sendiri, yang tersisa hanya Zhang Shengmin. Wakil Ketua KMP Zhang Youxia dan He Weidong, serta anggota KMP Li Shangfu, Miao Hua, dan Liu Zhenli disebut telah tumbang dari jabatan. Data menunjukkan bahwa sejak 2023, setidaknya lebih dari 122 perwira militer telah diselidiki.

Seorang komentator dengan nama akun “Xin Gaodi” di platform X menyatakan bahwa insiden beruntun yang menimpa tokoh-tokoh inti seperti Zhang Youxia dan Liu Zhenli menyebabkan sistem komando KMP mengalami kekosongan yang jarang terjadi. Seluruh militer hidup dalam suasana saling curiga, moral rendah, dan kepercayaan runtuh. Dalam kondisi ketidakpastian tinggi seperti itu, Xi dinilai enggan mengambil risiko meninggalkan pusat politik Beijing untuk mengunjungi lokasi mana pun yang mengandung variabel tak terduga.

Akun lain bernama “Wu Wang Wu Di (Ao Xi Special Operations Brigade)” menulis bahwa Xi terlihat sangat takut terhadap militernya sendiri. Dalam acara慰問 tersebut, ia bahkan tidak berani mendatangi barak atau bertemu langsung dengan seorang prajurit aktif. Di dalam ruangan hanya tampak tiga orang menatap layar besar. Hal itu dianggap menunjukkan tingkat kecurigaan dan ketidakstabilan internal yang tinggi.

Sementara itu, Du Wen, mantan pejabat Mongolia Dalam yang kini tinggal di luar negeri, dalam program medianya menyatakan bahwa Xi tidak berani pergi karena tiga hal utama jika ditarik garis waktunya: pertama, penangkapan Zhang Youxia; kedua, pembersihan di tubuh militer yang terus berlanjut sehingga kekuasaan militer bergejolak, dan sebagian kekuatan yang terkait Zhang mungkin sedang bersiap melakukan perlawanan; ketiga, adanya pihak di dalam militer yang menunggu saat Xi keluar dari Beijing. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, Xi tentu tidak akan berani meninggalkan ibu kota dengan mudah. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Perundingan Nuklir AS–Iran Masih Diwarnai Perbedaan Tajam, Trump Kembali Peringatkan Teheran

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Menteri Luar Negeri Iran pada Rabu (11 Februari) menegaskan bahwa perundingan antara Teheran dan Washington tidak akan mencakup program rudal balistik Iran.

Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan peringatan kepada pemerintah Iran.

Pertemuan Trump–Netanyahu di Washington

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Trump di Washington.

Setelah pertemuan tersebut, Trump menulis di platform Truth Social bahwa pembicaraannya dengan Netanyahu berlangsung sangat baik. Ia juga menyebut bahwa keduanya membahas kemajuan signifikan terkait Gaza serta proses perdamaian di seluruh kawasan Timur Tengah.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan: “Selain saya tetap bersikeras untuk melanjutkan perundingan dengan Iran guna melihat apakah kesepakatan bisa tercapai, tidak ada kesimpulan akhir yang dicapai dalam pertemuan ini. Jika kesepakatan dapat diraih, saya telah menyampaikan kepada Perdana Menteri bahwa itu adalah opsi pilihan saya. Jika tidak tercapai, maka kita hanya bisa menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya.”

Namun, Trump juga kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menulis:

“Terakhir kali Iran memilih untuk tidak menandatangani kesepakatan, hasilnya adalah serangan tengah malam—dan itu tidak baik bagi mereka. Semoga kali ini mereka lebih rasional dan bertanggung jawab.”

Israel Ingin Perluas Ruang Lingkup Negosiasi

Sejumlah pihak memperkirakan bahwa Netanyahu akan mendesak Amerika Serikat untuk memperluas cakupan perundingan nuklir dengan Iran.

Selain program nuklir, Israel ingin agar pembahasan juga mencakup pembatasan arsenal rudal Iran serta upaya mengurangi ancaman keamanan lainnya yang dinilai berasal dari Teheran.

Iran Tegaskan Rudal Tak Akan Dinegosiasikan

Di hari yang sama, dalam sebuah peringatan Revolusi Islam 1979 di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kembali menyampaikan sikap tegas terkait isu perundingan dengan Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan: “Tidak seorang pun dapat mengambil tindakan terhadap rudal kami. Program rudal tidak termasuk dalam ruang lingkup perundingan, dan ke depan pun tidak akan dimasukkan.”

Pernyataan tersebut menegaskan adanya perbedaan mendasar antara kedua pihak, terutama terkait isu rudal balistik yang menjadi salah satu perhatian utama Washington dan Tel Aviv.

Trump: Armada Besar Menuju Iran

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fox Business, Presiden Trump menyatakan bahwa Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat.

Trump mengatakan: “Kalian semua tahu, saat ini ada armada besar yang sedang menuju Iran. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. Saya pikir mereka ingin mencapai kesepakatan. Jika mereka menolak bernegosiasi, itu sangat bodoh. Terakhir kali kami menghancurkan kemampuan nuklir mereka. Apakah kali ini akan diambil langkah yang lebih keras, masih harus dilihat.”

Pengerahan Militer dan Peran Oman

Ketegangan semakin meningkat setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln, sejumlah kapal perang, serta tambahan kekuatan militer ke kawasan Timur Tengah.

Di tengah situasi tersebut, seorang pejabat tinggi keamanan Iran pada Selasa (10 Februari) melakukan kunjungan ke Oman. Oman selama ini dikenal sebagai salah satu mediator dalam perundingan terkait program nuklir Iran, dengan tujuan meredakan ketegangan dan mencegah kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Trump dan Netanyahu Kembali Bertemu, Fokus Utama Perundingan AS–Iran

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (11 Februari) tiba di Gedung Putih dan mengadakan pertemuan tertutup selama tiga jam dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ini merupakan pertemuan ketujuh antara keduanya sejak Trump kembali ke Gedung Putih.

Isu utama dalam pembahasan tersebut adalah Iran. Netanyahu secara tegas mendesak agar Amerika Serikat memasukkan pembatasan program rudal balistik Iran serta penghentian pendanaan terhadap kelompok-kelompok proksi bersenjata dalam setiap kesepakatan dengan Teheran.

Presiden Trump kemudian menyatakan bahwa ia tetap berkomitmen untuk melanjutkan perundingan dengan Iran. Namun, ia juga memperingatkan bahwa jika jalur diplomasi gagal, Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan mengambil langkah yang “sangat keras”.


Pertemuan Ketujuh, Iran Jadi Sorotan

Pada Rabu sore, setelah bertemu dengan Netanyahu, Presiden Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan sangat sukses. Ia menegaskan kembali keputusan untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, sekaligus menyampaikan komitmen untuk bekerja sama secara erat dengan Israel.

Trump mengatakan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, Amerika Serikat akan “menunggu dan melihat” perkembangan selanjutnya. Ia juga mengingatkan Iran bahwa tahun lalu, ketika Teheran menolak untuk berunding, mereka menghadapi apa yang ia sebut sebagai “serangan tengah malam”, yang menghancurkan fasilitas nuklir mereka.

Ini adalah pertemuan keenam antara Trump dan Netanyahu di wilayah Amerika Serikat pada masa jabatan kedua Trump. Tahun lalu, saat Trump berkunjung ke Israel, keduanya juga beberapa kali bertemu.

Rombongan pers Gedung Putih pada Rabu menangkap momen iring-iringan kendaraan Netanyahu masuk dan keluar dari kompleks Gedung Putih, dengan durasi kunjungan lebih dari dua jam.


Netanyahu Bertemu Pejabat Tinggi AS Sebelum Pertemuan

Sebelum menuju Gedung Putih, Netanyahu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan secara resmi menandatangani perjanjian keikutsertaan Israel dalam Komite Perdamaian yang diprakarsai oleh Trump.

Sehari sebelumnya, Selasa (10 Februari), setelah tiba di Washington, Netanyahu juga bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, untuk mendapatkan pembaruan mengenai perkembangan perundingan AS–Iran.

Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, Netanyahu menyatakan bahwa ia akan menyampaikan pandangan Israel mengenai prinsip-prinsip dasar dalam perundingan dengan Iran.

Netanyahu mengatakan:

“Dalam kunjungan ini, kami akan membahas serangkaian isu: situasi di Gaza, situasi di Timur Tengah, dan tentu saja yang paling utama adalah perundingan dengan Iran.”


Perbedaan Sikap antara Iran dan AS–Israel

Selama bertahun-tahun, Israel mendesak Iran untuk menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium yang terkait dengan potensi pengembangan senjata nuklir, membatasi program rudal balistik, serta memutus hubungan dengan kelompok bersenjata di kawasan. Namun, Iran secara konsisten menolak tuntutan tersebut.

Sejak dilantik kembali pada Januari tahun lalu, Presiden Trump membantu memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta antara Israel dan Iran, sekaligus berperan dalam upaya pembebasan seluruh sandera Israel yang ditahan Hamas, termasuk pemulangan jenazah sandera.

Dalam perundingan AS–Iran saat ini, Amerika Serikat dan Israel sama-sama menuntut agar Iran menghentikan pengembangan senjata nuklir serta berhenti mendukung Hizbullah, Hamas, dan kelompok Houthi. Sementara itu, Iran menuntut pencabutan sanksi menyeluruh dari Amerika Serikat dan tetap mempertahankan hak untuk memanfaatkan energi nuklir.

Awalnya, Netanyahu dijadwalkan berkunjung ke AS pekan depan, bertepatan dengan pertemuan resmi pertama Komite Perdamaian yang dipimpin Trump. Namun, pertemuan ini dimajukan satu minggu, yang dinilai berkaitan dengan langkah Trump pada pekan lalu dalam memperkuat penempatan militer di Timur Tengah serta dimulainya kembali perundingan dengan Iran.


Jelang Hari Valentine, Ibu Negara Kunjungi Anak-anak

Sementara itu, Sabtu (14 Februari) akan diperingati sebagai Hari Valentine. Pada Rabu, Ibu Negara Melania Trump mengunjungi Children’s Inn di National Institutes of Health (NIH), dan menghabiskan waktu bersama anak-anak untuk membuat kerajinan tangan dalam rangka menyambut hari yang identik dengan kasih sayang tersebut.

Pada Jumat (13 Februari), pasangan Trump dijadwalkan mengunjungi Fort Bragg di North Carolina untuk bertemu dengan personel militer AS beserta keluarga mereka yang terlibat dalam operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro.

Sumber : NTDTV.com

Video Kekacauan Tiket Kereta Cepat Saat Tahun Baru Imlek, 12 Platform Penjualan Tiket Dipanggil untuk Diperiksa

EtIndonesia. Menjelang arus mudik Tahun Baru Imlek di Tiongkok, sejumlah rute kereta cepat di berbagai daerah mengalami fenomena janggal: tiket dinyatakan habis terjual, tetapi di dalam kereta justru banyak kursi kosong. Situasi ini memicu kontroversi luas. Otoritas pun memanggil 12 platform penjualan tiket daring untuk dimintai klarifikasi, langkah yang justru memicu lebih banyak pertanyaan dari masyarakat.


Misteri di Balik Kursi Kosong Kereta Cepat

Belakangan ini, di banyak wilayah Tiongkok muncul keluhan bahwa tiket kereta “sulit didapat”. Banyak warganet mengeluhkan bahwa di platform resmi penjualan tiket kereta api 12306, berbagai rute populer langsung menampilkan status “terjual habis” begitu penjualan dibuka.

Namun, tiket yang sama justru tersedia di platform pihak ketiga dengan harga jauh lebih mahal. Anehnya, ketika penumpang benar-benar naik kereta, mereka mendapati gerbong tidak penuh, bahkan banyak kursi kosong—ada pula gerbong yang hampir sepenuhnya kosong.

Seorang warganet dengan nama akun “Jiao Wo Duo Duo” mengunggah video pada 10 Februari. Ia mengatakan bahwa saat naik kereta cepat untuk pulang kampung, ia terkejut melihat satu gerbong hampir kosong.

“Lihat gerbong saya ini, hanya saya dan satu orang lagi. Saya juga merasa aneh. Gerbong sebelah pun kosong semua. Bukankah ini terasa sangat janggal?”

Pada 11 Februari, warganet lain dengan nama akun “Yuan Lai Shi You Meier” juga mengunggah video. Ia mengatakan:

“Tahun ini benar-benar sedikit sekali orang yang naik kereta cepat. Saya dari Chongqing ke Henan, dan di gerbong saya hampir setengahnya kosong.”

Ia bertanya-tanya, “Apakah semua orang sekarang memilih naik kereta konvensional berwarna hijau? Atau mungkin saya pulang terlalu awal?”


12 Platform Daring Dipanggil, Netizen Tetap Skeptis

Menurut informasi dari otoritas pengawas pasar Beijing pada 12 Februari, menyusul kekacauan penjualan tiket kereta cepat, Biro Pengawasan dan Administrasi Pasar Beijing telah memanggil 12 platform yang terlibat dalam penjualan tiket kereta secara daring untuk dimintai klarifikasi dan perbaikan.

BACA JUGA : Arus Mudik Tahun Baru Imlek 2026 di Tiongkok Dimulai  : Video Kereta Cepat Sepi, Kereta Hijau Penuh Sesak dengan Penumpang

Platform yang dipanggil antara lain: Ctrip (携程), Qunar (去哪儿), Fliggy (飞猪), Tongcheng (同程), Meituan (美团), JD.com (京东), Hanglü Zongheng (航旅纵横), Gaotie Guanjia (高铁管家), Didi (滴滴), Amap/AutoNavi (高德地图), Baidu Maps (百度地图), dan Tencent Maps (腾讯地图).

Otoritas menegaskan bahwa platform-platform tersebut tidak boleh membuat konsumen salah paham seolah-olah memiliki kerja sama bisnis khusus dengan sistem resmi 12306.

Tangkapan layar
Tangkapan layar

Namun, banyak warganet di daratan Tiongkok mempertanyakan langkah tersebut.

Beberapa komentar yang muncul antara lain:

  • “Sudah bertahun-tahun begini, kenapa baru sekarang dipanggil?”
  • “Terasa seperti pemanggilan formalitas saja. Kalau memang tidak bekerja sama, kenapa mereka bisa menjual tiket, sementara di 12306 langsung habis dalam hitungan detik?”
  • “Kenapa tidak memanggil 12306 juga?”
  • “12306 benar-benar tidak bermasalah? Untuk tujuan langsung tidak ada tiket, tapi kalau tambah dua stasiun malah ada tiket. Apa maksudnya?”
  • “12306 mengunci tiket. Tidak bisa beli untuk stasiun tengah, harus beli lebih jauh atau seluruh rute.”
  • “Kenapa harus beli seluruh rute baru dapat tiket? Kalau saya tidak menempuh seluruh perjalanan, apakah tidak boleh beli tiket? Setiap hari daftar antrean (waiting list), tapi tidak pernah dapat. Selalu habis dalam sekejap.”
  • “Sekarang tanpa bayar biaya tambahan untuk ‘rebut tiket’, sudah tidak bisa dapat tiket. Dulu tiket Tahun Baru ke Shenzhen mudah dibeli, sekarang harus tambah biaya per zona. Bahkan untuk ranjang bawah di gerbong yang sama pun harus bayar ekstra. Di 12306 sama sekali tidak bisa beli, terpaksa ke platform lain.”
  • “Sebagai platform resmi, 12306 seharusnya tidak bekerja sama demi keuntungan dengan platform lain. Saat musim mudik, tiket tidak mungkin didapat. Dari mulai dijual sampai habis kurang dari satu detik. Bagaimana menjelaskannya?”
  • “Sebanyak apa pun klarifikasi, tetap tidak bisa menjelaskan kenapa saya tepat waktu menunggu penjualan tetap tidak dapat tiket, masuk waiting list pun gagal, tapi calo bisa membelikan tiket kalau diberi uang tambahan.”
  • “Boleh jujur tidak? Tiket kereta cepat seharga 237 yuan tidak ada, terpaksa beli tiket penuh 654 yuan. Tambahan 7 stasiun itu anggap saja saya menyumbang.”

Kereta Cepat Kosong, Penumpang: Tiket Terlalu Mahal

Di media sosial Tiongkok, banyak video memperlihatkan gerbong kereta cepat yang kosong, sementara kereta konvensional murah (dikenal sebagai “kereta hijau”) penuh sesak penumpang.

Beberapa penumpang secara terbuka menyatakan bahwa harga tiket kereta cepat terlalu mahal sehingga banyak orang tidak mampu membelinya.

Seorang penumpang mengatakan: “Harga tiket kereta cepat seharusnya diturunkan. Saya sedang naik kereta dari Wuxi ke Beijing. Lihat kursi di gerbong ini, hampir semuanya kosong. Harga tiket lebih dari 500 yuan, tapi yang duduk sangat sedikit. Kalau terus begini, orang tidak mampu beli tiket, dan kereta cepat juga tidak akan menghasilkan uang.”

Ia menyarankan agar harga tiket diturunkan ke kisaran 200–300 yuan agar lebih terjangkau.

Seorang blogger juga menjelaskan bahwa demi menghemat biaya, banyak orang memilih naik kereta konvensional yang lebih murah meskipun waktunya jauh lebih lama.

Sebagai contoh, rute Shenzhen ke Zhengzhou:

  • Kereta cepat kelas dua memakan waktu sekitar 7 jam dengan harga sekitar 700 yuan.
  • Kereta konvensional memakan waktu 21 jam, tetapi hanya sekitar 200 yuan.

Artinya, dengan tambahan 14 jam perjalanan, penumpang bisa menghemat 500 yuan—jumlah yang bagi sebagian keluarga bisa mencukupi kebutuhan hidup selama satu bulan.

Di kolom komentar, banyak warganet berkomentar:

  • “Tak disangka tahun ini justru kereta hijau yang jadi pilihan utama. Pesawat merasa lebih unggul, kereta cepat merasa lebih cepat, tapi hanya kereta hijau yang benar-benar memahami rakyat.”
  • “Harga tiket terlalu mahal. Sekarang cari uang tidak mudah.”

Sumber : NTDTV.com

VASA Hotel Surabaya Sajikan 150+ Menu Ramadan “Treasures of the Silk Road”, Angkat Cita Rasa Lintas Budaya

https://www.saveur.com/uploads/2019/02/08/OM2HKONR4Z6SFP3L6K6N3AQNA4.jpg?auto=webp

4

Surabaya, 11 Februari 2026 — Menyambut bulan suci Ramadan, VASA Hotel Surabaya menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “Treasures of the Silk Road”, sebuah konsep buffet dengan lebih dari 150 sajian lintas budaya mulai dari kuliner Nusantara, Asia, Barat, hingga Timur Tengah. Program ini dapat dinikmati selama Ramadan di restoran 209 Dining, lantai 2 hotel tersebut. Press Release – IND -Ramadan Ka…

Konsep ini terinspirasi dari Jalur Sutra yang dahulu menghubungkan Timur Tengah hingga Asia Timur, yang tidak hanya menjadi jalur perdagangan, tetapi juga pertemuan budaya dan tradisi. Vasa menerjemahkan sejarah tersebut ke dalam pengalaman bersantap dengan menu kaya rempah dan karakter rasa yang menggambarkan perjalanan kuliner lintas peradaban. Press Release – IND -Ramadan Ka…

Suasana berbuka turut diperkuat dekorasi oriental, cahaya lentera keemasan, dan alunan musik instrumental Timur Tengah yang mengiringi tamu sejak memasuki lobi hingga area makan. Press Release – IND -Ramadan Ka…

Sajian Timur Tengah hingga Nusantara Jadi Sorotan

Sejumlah menu unggulan di antaranya Cairo-Style Grilled Lamb, Turkish Roasted Chicken, Beef Kafta Kebabs, hingga Persian Jeweled Rice dengan nasi basmati saffron, buah kering, dan kacang-kacangan. Sebagai penutup, tersedia Baklava klasik berlapis pastry renyah dengan isian pistachio dan madu. Press Release – IND -Ramadan Ka…

Tak hanya itu, 209 Dining juga menghadirkan aneka pilihan Asia seperti sushi dan okonomiyaki dari live cooking station, serta hidangan Nusantara seperti Soto Tangkar, Batagor Bandung, dan Nasi Madura. Ragam takjil, dessert, dan sajian hangat lainnya melengkapi konsep buffet yang variatif. Press Release – IND -Ramadan Ka…

Executive Chef Vasa Hotel Surabaya, Himawan Kristanto, mengatakan pengalaman ini dirancang bukan sekadar menawarkan banyak pilihan makanan, melainkan menghadirkan momen kebersamaan.

“Kami ingin setiap sajian menjadi bagian dari cerita hangat keluarga selama Ramadan,” ujarnya.

100 Siswa TK di Sumenep Belajar Dunia Perhotelan Lewat “Outdoor Learning Festival” di MYZE Hotel

Sumenep — MYZE Hotel Sumenep menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Outdoor Learning Festival” dengan mengundang 100 siswa KB–TK Islam YPAA pada Kamis, 12 Februari 2026. Program ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual di luar kelas untuk mengenalkan anak-anak pada dunia profesi serta industri pelayanan sejak usia dini. WUJUDKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTU…

Acara yang berlangsung di Aryawiraraja Ballroom dimulai pukul 09.00 WIB dengan sesi pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan flash mob yang diikuti antusias siswa dan orang tua. Setelah itu, peserta mendapat pengenalan berbagai profesi di hotel melalui penjelasan interaktif yang dikemas sederhana dan menyenangkan. WUJUDKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTU…

Keseruan berlanjut saat para siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk mengikuti tur hotel. Mereka diajak melihat langsung fasilitas mulai dari area lobi, kamar, hingga restoran di tepi kolam renang. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah program “Hotel Tour Donut”, yang memperlihatkan sisi operasional hotel dengan cara unik dan menarik. WUJUDKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTU…

General Manager MYZE Hotel Sumenep by Artotel, Anndy Bramasto, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkaya wawasan mereka tentang industri hospitality dan memotivasi mereka untuk berani bereksplorasi di lingkungan baru,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan orang tua sebagai kenang-kenangan atas pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. WUJUDKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTU…

MYZE Hotel Sumenep sendiri merupakan hotel bintang empat di Kabupaten Sumenep, Madura, yang memiliki 118 kamar serta fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, spa, restoran, ruang pertemuan, dan ballroom. Hotel ini menargetkan menjadi standar baru perhotelan di kawasan tersebut dengan menggabungkan pelayanan modern dan sentuhan budaya lokal.

ARTOTEL Cabin Bromo Tawarkan Pengalaman Iftar “A Wishful Ramadan” dengan Panorama Gunung Bromo

Bromo — Menyambut Ramadan 2026, ARTOTEL Cabin Bromo meluncurkan program berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan”, menghadirkan pengalaman iftar spesial dengan konsep open buffet all you can eat di suasana sejuk kaki Gunung Bromo. Program ini berlangsung mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026 dan dirancang untuk menciptakan momen berbuka yang hangat bersama keluarga, kolega, maupun komunitas. Press Release – A wishful ramad…

Beragam hidangan khas Ramadan dan kuliner Nusantara disajikan setiap hari untuk melengkapi pengalaman bersantap di tengah panorama alam pegunungan. Pihak hotel juga menawarkan promo early bird Rp155.000 net per orang untuk reservasi 18–28 Februari 2026, sementara harga normal setelah periode promo sebesar Rp195.000 net per orang. Press Release – A wishful ramad…

Selain paket berbuka puasa, ARTOTEL Cabin Bromo menyediakan aktivitas ngabuburit di area Garden yang terbuka untuk tamu hotel maupun masyarakat umum. Area ini diubah menjadi ruang santai dengan permainan, jajanan, serta takjil mulai Rp10.000, sambil menikmati pemandangan matauwu matahari terbenam khas Bromo dalam suasana ramah keluarga. Press Release – A wishful ramad…

Sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat lokal, tersedia promo khusus bagi warga Probolinggo berupa penawaran beli tiga paket gratis satu dengan menunjukkan KTP daerah setempat. Press Release – A wishful ramad…

General Manager ARTOTEL Cabin Bromo, Sugiono Turwibowo, menyampaikan program ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman Ramadan yang lengkap.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan mulai dari ngabuburit hangat hingga berbuka puasa istimewa di tengah keindahan alam Bromo, agar menjadi pilihan masyarakat menikmati Ramadan dengan suasana berbeda dan berkesan,” ujarnya.

ARTOTEL Cabin Bromo sendiri berdiri di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut dengan 30 unit kabin bergaya minimalis modern serta fasilitas seperti restoran, ruang terbuka hijau, dan aktivitas tematik berbasis budaya lokal. Properti ini merupakan bagian dari Artotel Group yang mengelola lebih dari 100 hotel dan 10.000 kamar di Indonesia melalui berbagai merek akomodasi. Press Release – A wishful ramad…

Pihak hotel berharap program Ramadan ini dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin menikmati suasana berbuka puasa berbeda di kawasan wisata Bromo.