Chili Nyatakan Keadaan Darurat Setelah Kebakaran Hutan Menewaskan Setidaknya 19 Orang

EtIndonesia. Kebakaran hutan yang tak terkendali melanda komunitas di Chili selatan, meninggalkan reruntuhan hangus dan menewaskan sedikitnya 19 orang, kata pihak berwenang, mengumumkan jumlah korban terbaru pada hari Minggu (18/1).

Lebih dari 50.000 orang telah mengungsi akibat kebakaran yang telah berlangsung selama dua hari di wilayah Nuble dan Biobio, sekitar 500 kilometer selatan Santiago, yang diperparah oleh angin kencang dan cuaca panas.

“Pada pukul 02:30 pagi, api sudah tak terkendali. Ada pusaran api yang melahap rumah-rumah di kota di bawah,” kata Matias Cid, seorang mahasiswa berusia 25 tahun di Penco, kepada AFP.

“Kami harus pergi hanya dengan pakaian yang kami kenakan. Jika kami tinggal 20 menit lagi, kami akan terbakar sampai mati,” katanya.

Video pasca-kebakaran menunjukkan pemandangan kota yang suram dan kosong, dengan rumah-rumah hangus dan truk serta mobil yang terbakar.

Sebagian besar korban jiwa akibat kebakaran hutan di wilayah tersebut sejauh ini berada di Penco, kata Walikota Rodrigo Vera.

Di Lirquen, kota pelabuhan kecil berpenduduk sekitar 20.000 jiwa, pemandangannya sama mengerikannya, dengan penduduk menggambarkan bagaimana api menyebar “dalam hitungan detik.”

Banyak penduduk “selamat dari kebakaran karena mereka berlari ke pantai,” kata Alejandro Arredondo, 57 tahun, kepada AFP. “Tidak ada yang tersisa.”

Di kota Lirquen, tentara berpatroli di jalan-jalan saat malam tiba pada hari Minggu.

Meskipun ada jam malam, beberapa penduduk yang hanya membawa senter terus bekerja membersihkan puing-puing atau memadamkan api.

‘Sangat sulit’

Presiden Gabriel Boric menyatakan keadaan darurat di Nuble dan Biobio karena hampir 4.000 petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kebakaran hutan—yang berkobar di tengah suhu tinggi musim panas belahan bumi selatan.

Perintah tersebut memungkinkan pengerahan angkatan bersenjata untuk membantu.

Presiden melakukan perjalanan ke Kota Concepcion yang terdampak parah untuk mengawasi upaya pemadaman kebakaran.

Boric mengumumkan jam malam di kota-kota yang paling terdampak, memperingatkan, “kondisinya sangat sulit.”

Dia kembali ke Santiago pada malam hari, berjanji untuk bertemu dengan presiden terpilih Jose Antonio Kast pada hari Senin untuk berbagi informasi tentang kebakaran hutan.

“Di masa-masa sulit ini, Chili bersatu. Pemerintah kita dan presiden terpilih akan bekerja sama,” katanya.

Panas dan Angin Kencang

Alicia Cebrian, direktur Layanan Nasional untuk Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, mengatakan sebagian besar evakuasi terjadi di kota-kota Biobio, Penco dan Lirquen, yang memiliki populasi gabungan sekitar 60.000 jiwa.

Prakiraan cuaca pada hari Minggu buruk bagi petugas pemadam kebakaran — suhu tinggi dan angin kencang, kata Esteban Krause, kepala badan pelestarian hutan di Biobio.

Kebakaran hutan telah berdampak parah di wilayah selatan-tengah Chili dalam beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya tanda-tanda dampak perubahan iklim di negara Amerika Selatan tersebut, termasuk cuaca ekstrem, kekeringan, dan banjir.

Pada Februari 2024, beberapa kebakaran terjadi secara bersamaan di dekat kota Vina del Mar, barat laut Santiago, mengakibatkan 138 kematian, menurut kantor kejaksaan.

Sekitar 16.000 orang terkena dampak kebakaran tersebut, kata pihak berwenang.(yn)

“Akan Terlaksana”: Trump Tentang Menghilangkan “Ancaman Rusia” dari Greenland

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Denmark belum mampu melakukan apa pun untuk menghilangkan “ancaman Rusia” dari Greenland, dan mengatakan: “Sekarang saatnya, dan itu akan terlaksana!!!”

“NATO telah memberi tahu Denmark, selama 20 tahun, bahwa ‘Anda harus menghilangkan ancaman Rusia dari Greenland.’ Sayangnya, Denmark belum mampu melakukan apa pun tentang hal itu,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di situs media sosial miliknya Truth Social.

Gedung Putih, Kepresidenan Denmark di Uni Eropa, dan kementerian luar negeri Denmark tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Trump telah berulang kali menegaskan bahwa dia tidak akan puas dengan apa pun selain kepemilikan Greenland, wilayah otonom Denmark.

Para pemimpin Denmark dan Greenland telah menegaskan bahwa pulau itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Pada hari Sabtu, Trump berjanji akan menerapkan gelombang peningkatan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa hingga Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland.

Kehadiran Tiongkok dan Rusia yang semakin meluas membuat Greenland vital bagi kepentingan keamanan AS, kata Trump. Pejabat Denmark dan Eropa lainnya telah menunjukkan bahwa Greenland sudah tercakup dalam pakta keamanan kolektif NATO.(yn)

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Sepanjang Hidupnya

EtIndonesia. Sahabatku, berapa banyak kebohongan yang pernah diucapkan ibumu demi dirimu? Setiap kebohongan itu adalah wujud cinta. Hargailah… dan jagalah selagi masih ada.

—  Kebohongan pertama seorang ibu

Karena keluarganya sangat miskin, saat makan, nasi sering kali tidak cukup. Sang ibu lalu memindahkan nasi dari mangkuknya ke mangkuk anak-anaknya.

Ibu berkata:  “Anak-anak, makanlah yang banyak. Ibu tidak lapar.”

— Kebohongan kedua seorang ibu

Ketika anak laki-laki memasuki masa pertumbuhan, ibu yang rajin sering memanfaatkan hari libur Minggu untuk menangkap ikan kecil di sungai dekat sawah, demi menambah gizi anak-anaknya.

Ikan itu lezat, kuahnya pun segar. Saat anak-anak makan ikan, ibu hanya duduk di samping, mengunyah tulang ikan dan menjilati sisa daging yang menempel. Anak laki-laki itu merasa iba, lalu memindahkan ikan dari mangkuknya ke mangkuk ibunya.

Namun ibu menolak, lalu mengembalikan ikan itu ke mangkuk anaknya.

Ibu berkata :  “Anak, makanlah. Ibu tidak suka makan ikan.”

— Kebohongan ketiga seorang ibu

Saat anak itu masuk SMP, demi membayar biaya sekolah anak-anaknya, ibu yang bekerja sebagai penjahit masih mengambil pekerjaan tambahan setelah pulang kerja—membawa pulang barang setengah jadi dari pabrik untuk dikerjakan hingga larut malam.

Suatu malam di musim dingin, anak itu terbangun dan melihat ibunya masih membungkuk bekerja di bawah cahaya lampu yang redup.

Anak berkata :  “Ibu, tidurlah. Besok pagi Ibu masih harus bekerja.”

Ibu tersenyum dan berkata : “Nak, tidurlah dulu. Ibu belum mengantuk.”

 — Kebohongan keempat seorang ibu

 Pada tahun ujian masuk universitas, ibu mengambil cuti untuk menemani anaknya mengikuti ujian. Saat itu musim panas terik. Dengan keras kepala, ibu berdiri berjam-jam di bawah matahari demi memberi semangat pada anaknya.

Saat bel ujian berbunyi, ibu segera menghampiri sambil menyerahkan segelas teh ginseng panas dari termos, menyuruh anaknya segera minum. Tehnya pekat, kasih sayangnya lebih pekat lagi.

Melihat bibir ibu yang pecah-pecah dan keringat yang membasahi kepalanya, anak itu mengembalikan termos itu kepada ibunya.

Ibu berkata :  “Anak, minumlah. Ibu tidak haus.”

 — Kebohongan kelima seorang ibu

Setelah ayah meninggal dunia, ibu memikul peran sebagai ayah sekaligus ibu. Dengan penghasilan kecil dari pabrik, dia membesarkan anak-anaknya dengan penuh penderitaan, menyekolahkan mereka meski hidup sangat berat.

Paman Li, tetangga di gang sebelah, mengetahui keadaan itu. Dia sering datang membantu—mengantar bahan makanan atau sedikit uang.

Para tetangga yang melihat semua itu merasa iba dan menasihati ibu untuk menikah lagi. Mengapa harus begitu menyiksa diri?

Namun selama bertahun-tahun, ibu tetap menjaga diri dan menolak untuk menikah kembali. Nasihat apa pun tak mampu mengubah keputusannya.

Ibu berkata :  “Aku tidak cinta.”

 — Kebohongan keenam seorang ibu

Setelah anak-anaknya lulus kuliah dan mulai bekerja, ibu yang telah pensiun membuka lapak kecil berjualan buah di pasar malam untuk menyambung hidup.

Anak-anak yang bekerja di luar kota sering mengirim uang untuk membantu. Namun ibu selalu menolak dan mengembalikannya.

Ibu berkata :  “Ibu punya uang.”

 — Kebohongan ketujuh seorang ibu

Anak laki-laki itu kemudian menjadi dosen selama dua tahun, lalu diterima sebagai mahasiswa doktoral di sebuah universitas ternama di Amerika Serikat. Setelah lulus, dia bekerja di lembaga riset teknologi dengan penghasilan dan kehidupan yang sangat layak.

Ia ingin membawa ibunya ke luar negeri agar menikmati masa tua dengan tenang, tetapi sang ibu menolaknya.

Ibu berkata :  “Ibu tidak terbiasa.”

 — Kebohongan kedelapan seorang ibu

Di masa tuanya, ibu jatuh sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Anak laki-laki itu, yang sedang mengajar di luar negeri, segera pulang dengan pesawat. Namun saat ia tiba, ibu baru saja selesai operasi dan berada di ambang ajal.

Melihat ibunya yang renta dan tersiksa oleh penyakit, anak itu hancur hatinya dan menangis tersedu-sedu.

Namun ibu berkata dengan lemah: “Anak… jangan menangis. Ibu tidak sakit.”

Renungan Redaksi

Membaca kisah ini, mendengarkan musik, atau menonton sebuah video—semuanya bisa membuat jerih payah orang tua terbayang kembali di pelupuk mata. (jhn/yn)

Kegagalan adalah Hadiah Terbaik bagi Kaum Muda

EtIndonesia. Saat baru saja selesai dari dinas militer, dia hanya berbekal ijazah SMA, tanpa keahlian khusus. Tak ada pilihan lain, dia bekerja di sebuah percetakan sebagai kurir pengantar barang.

Suatu hari, dia mengantarkan satu truk berisi sekitar empat puluh hingga lima puluh ikat buku ke sebuah kantor di lantai tujuh sebuah universitas. 

Ketika dia lebih dulu memanggul dua atau tiga ikat buku ke depan lift sambil menunggu, seorang satpam berusia lebih dari lima puluh tahun mendekat dan berkata :  “Lift ini hanya untuk profesor dan dosen. Selain itu, tidak boleh naik. Kamu harus lewat tangga.”

Pemuda itu mencoba menjelaskan :  “Saya bukan mahasiswa. Saya kurir yang harus mengantar satu truk buku ke kantor lantai tujuh. Buku-buku ini pesanan kampus Anda.”

Namun satpam itu berkata dingin: “Tidak boleh tetap tidak boleh. Kamu bukan profesor atau dosen, tidak boleh naik lift.”

Mereka berdebat cukup lama di depan lift, tetapi satpam itu tetap tidak memberi izin. Pemuda itu membayangkan, satu truk buku ini harus diangkut naik-turun tujuh lantai—lebih dari dua puluh kali naik tangga. Itu benar-benar melelahkan.

Akhirnya, dia tak sanggup menahan perlakuan yang dianggapnya tidak masuk akal dan merendahkan. Dengan tekad bulat, dia menaruh seluruh ikatan buku di sudut lobi, lalu pergi begitu saja.

Kemudian, dia menjelaskan kejadian itu kepada pemilik percetakan. Dia memang mendapat pengertian, tetapi dia juga mengundurkan diri. 

Setelah itu, dia langsung pergi ke toko buku, membeli satu set lengkap buku pelajaran dan buku referensi SMA. 

Dengan mata berkaca-kaca, dia bersumpah pada dirinya sendiri:  “Aku harus bangkit dan berjuang. Aku harus masuk universitas. Aku tidak akan membiarkan orang lain meremehkanku lagi.”

Dalam enam bulan menjelang ujian masuk perguruan tinggi, dia mengurung diri dan belajar empat belas jam setiap hari. Dia tahu waktunya tidak banyak dan tak ada jalan mundur. Setiap kali dia merasa malas atau lelah, bayangan satpam yang melarangnya naik lift—rasa dipermalukan dan didiskriminasi—kembali muncul, dan itu membuatnya bangkit serta belajar lebih keras.

Akhirnya, dia berhasil diterima di fakultas kedokteran sebuah universitas. Dua puluh tahun lebih telah berlalu. Kini dia adalah seorang dokter paruh baya yang membuka klinik sendiri. Saat merenung, dia menyadari bahwa jika bukan karena perlakuan tidak adil dan diskriminatif sang satpam, bagaimana mungkin dia mampu menghapus air mata, bangkit dengan berani, dan mengubah hidupnya? Bukankah satpam yang dulu ia benci itu justru menjadi dermawan besar dalam hidupnya?

Kisah ini mengingatkanku pada masa SMA. Di kelasku ada seorang siswa laki-laki yang cukup nakal, prestasinya biasa saja. Suatu hari, guru fisika memberikan soal pekerjaan rumah yang sangat sulit. Keesokan harinya, hampir tak ada siswa yang bisa mengerjakannya—kecuali si Chen yang nakal itu.

Guru bertanya dengan nada curiga : “Chen, jujur saja, tugas ini pasti dikerjakan kakakmu, kan? Aku tahu fisika kakakmu sangat hebat. Tahun lalu aku mengajarnya…”

“Itu saya kerjakan sendiri! Pak, bagaimana Bapak bisa menuduh saya?” jawab Chen.

“Sudahlah, jangan bohong! Kalau bukan kamu yang mengerjakan, kenapa berani mengaku-ngaku? Tidak tahu malu!” Guru itu lalu mengejek dari depan kelas.
“Aduh, jangan mempermalukan diri sendiri. Kemampuanmu aku tahu betul. Tidak usah menipuku!”

Aku menoleh dan melihat Chen menunduk, bibirnya terkatup, matanya berkaca-kaca. Dia tidak membalas sepatah kata pun—hanya pura-pura membaca buku, sementara air matanya menetes satu per satu ke halaman.

Saat hasil ujian diumumkan, Chen yang gigih itu lulus masuk jurusan Fisika Universitas Nasional Taiwan. Setelah wajib militer, dia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan kini telah meraih gelar doktor fisika, lalu kembali ke tanah air.

Aku tak akan pernah lupa kalimat yang pernah dia ucapkan padaku saat SMA: “Soal itu jelas-jelas aku kerjakan sendiri. Mengapa dia (guru fisika) tidak percaya, malah mempermalukanku di depan umum?  Suatu hari nanti, fisikaku harus lebih hebat daripada dia.”

Bapak Chiang Ching-kuo pernah berkata : “Saat terpuruk, kita perlu bersabar; saat berjaya, kita perlu rendah hati.”

Benar, setiap orang pasti mengalami masa sulit dan kegagalan. Namun aku semakin yakin bahwa:“Kegagalan adalah hadiah terbaik bagi kaum muda.”

Hanya ketika seseorang mengalami pukulan, dipersulit, didiskriminasi, dan diejek, dia benar-benar bisa tersadar, terbangun oleh tamparan keras kenyataan. Bukankah itu hadiah paling berharga dalam hidup?

Karena itu, jika penderitaan hari ini dapat menghadirkan kebahagiaan di masa depan, terimalah dan bertahanlah.

“Setiap rintangan, setiap luka, dan setiap pukulan dalam hidup—semuanya memiliki makna.”

Renungan Redaksi

Niat baik bisa menjadi dorongan, niat buruk bisa menjadi pemacu. Dorongan bisa membuat orang maju, tetapi juga bisa membuat terlena dan sombong. Pemacu bisa membangkitkan semangat juang, namun juga bisa menjatuhkan seseorang hingga tak bangkit lagi.

Apa pun bentuknya, bila kita mampu mengelola sikap dan mental dengan tepat, semuanya dapat mengantarkan kita menuju jalan kesuksesan. (jhn/yn)

6 Tewas, 38 Hilang Setelah Kebakaran Melanda Kompleks Perbelanjaan di Pakistan: Laporan

EtIndoenesia. Setidaknya enam orang tewas, dan 38 lainnya hilang setelah kebakaran besar terjadi di pusat perbelanjaan Gul Plaza di Karachi, Pakistan, yang menyebabkan bagian belakang kompleks tersebut runtuh, lapor ARY News pada hari Minggu.

Disebutkan lebih lanjut bahwa meskipun 60-70 persen api telah berhasil dikendalikan, operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut karena kekhawatiran masih ada bahwa orang-orang mungkin terjebak di dalam gedung. Kebakaran terjadi di toko-toko di dalam Gul Plaza di Jalan MA Jinnah, Karachi, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00.

ARY News melaporkan bahwa seorang petugas pemadam kebakaran juga kehilangan nyawanya selama operasi penyelamatan.

Mengutip DIG Kepolisian Selatan, dilaporkan bahwa 38 orang saat ini hilang, dengan pihak berwenang mengumpulkan informasi rinci untuk melacak mereka.

Dikonfirmasi lebih lanjut bahwa enam jenazah telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga, sementara 22 orang yang terluka sedang dirawat.

Ketua Asosiasi Pedagang Gul Plaza, Tanveer Qasim, mengatakan dalam interaksi dengan media bahwa diperkirakan 80 hingga 100 orang masih berada di dalam gedung. Dia mempertanyakan tindakan pemerintah, dan menyesalkan apa yang dilakukan pemerintah karena salah satu pasar pembayar pajak utama Karachi telah hancur lebur. Dia juga mengklaim bahwa para pedagang sendiri telah menyelamatkan antara 200 hingga 250 orang.

Dia menambahkan bahwa tim pemadam kebakaran berulang kali kehabisan air dan solar, dan panggilan darurat untuk meminta bantuan terus diterima dari orang-orang yang terjebak di dalam pasar.

Menurut ARY News, pihak berwenang penyelamat mengatakan beberapa orang jatuh sakit karena menghirup asap, sementara yang lain terluka akibat kepanikan. Disebutkan bahwa petugas pemadam kebakaran memperingatkan bahwa api terus menyebar dan karena intensitasnya, api tidak dapat segera dikendalikan.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengarahkan pihak berwenang untuk memberikan bantuan segera dan memastikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

Sementara itu, Ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) Bilawal Bhutto Zardari juga menyampaikan kesedihan atas kehilangan nyawa dan kerugian finansial, mengarahkan Kepala Menteri Sindh dan Walikota Karachi untuk menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk operasi penyelamatan dan pemadaman kebakaran serta melakukan investigasi yang transparan, seperti yang dilaporkan oleh The Express Tribune. (yn)

Iran Akan Mengalami Perubahan Besar! Trump Serukan Penggulingan Rezim Khamenei

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (18/1/2026) menerima wawancara dengan media Politico, di mana ia menyerukan diakhirinya kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pernyataan ini dimaksudkan sebagai tanggapan atas pernyataan Khamenei sebelumnya, yang dalam unggahannya menuding Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jumlah korban tewas dalam aksi protes di Iran.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan, “Sekarang adalah saatnya mencari pemimpin baru bagi Iran.”

Trump menyampaikan pernyataan itu setelah membaca serangkaian unggahan bernada permusuhan Khamenei di platform X. Dalam unggahan tersebut, Khamenei menyebut Trump sebagai “penjahat”, serta menuduhnya menghasut apa yang disebut sebagai “kerusuhan” di Iran.

Trump mengatakan bahwa sebagai “pemimpin sebuah negara, kejahatan Khamenei yang sesungguhnya adalah menghancurkan negara ini sepenuhnya, serta menggunakan kekerasan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Trump menegaskan, “Agar sebuah negara dapat terus berjalan—meskipun pada tingkat yang sangat rendah—para pemimpin seharusnya fokus pada pemerintahan yang baik, bukan membunuh ribuan orang demi mempertahankan kekuasaan.”

Trump menilai rezim Khamenei dengan mengatakan bahwa “kepemimpinan sejati berkaitan dengan rasa hormat, bukan ketakutan dan kematian.” Ia juga menyebut Khamenei sebagai “orang yang sakit secara moral dan seharusnya menghentikan pembunuhan terhadap rakyatnya.”

Dalam dua pekan terakhir, rezim Iran yang dipimpin Khamenei bersama Korps Garda Revolusi Islam menyebabkan ribuan warga sipil tewas dalam aksi penindasan terhadap demonstrasi. Bahkan, beberapa data mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa bisa mencapai puluhan ribu orang.  (Hui)

Militer AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Udara di Irak

EtIndonesia. Menurut kabar terbaru, Kementerian Pertahanan Irak pada Minggu (18/1/2026) telah mengkonfirmasi bahwa angkatan bersenjata Amerika Serikat telah menarik diri dari Pangkalan Udara Al-Asad di Irak. Kini pangkalan tersebut kini sepenuhnya diambil alih oleh Angkatan Darat Irak.

Pangkalan Al-Asad selama ini menjadi tempat penempatan pasukan Amerika Serikat dan koalisi internasional, serta merupakan fasilitas penting dalam upaya memerangi ISIS dan menjaga keamanan kawasan.

Seorang kolonel Angkatan Darat Irak mengkonfirmasi kepada media bahwa pasukan AS pada dasarnya telah menarik diri, dengan hanya sejumlah kecil personel yang masih tinggal sementara karena alasan logistik.

Pada tahun 2024, Amerika Serikat dan Irak telah mencapai kesepakatan untuk menarik secara bertahap pasukan koalisi yang dipimpin AS dari Irak, dan mengalihkan hubungan kedua negara ke bentuk kerja sama keamanan bilateral.

Namun, rencana penarikan tersebut semula dijadwalkan selesai sebelum akhir 2026. Penarikan yang dilakukan lebih awal dari jadwal ini memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan kaitannya dengan meningkatnya ketegangan situasi Iran, khususnya setelah militer Iran mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS.

Sebelumnya, akibat eskalasi situasi Iran, militer AS juga telah menarik sebagian pasukannya dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. (Hui)

“Pendidikan Tanggung Jawab” Seorang Ayah dari Denmark

EtIndonesia. Lauter senior (Transliterasi-red) adalah pedagang besar di pasar ikan setempat. Dia memiliki seorang putra bertubuh tinggi—lebih dari 1,9 meter—yang dikenal patuh dan berperilaku baik. Selain bersekolah, hampir seluruh waktu luangnya dia gunakan untuk membantu orangtuanya bekerja.

Lauter biasanya selalu ramah dan murah senyum. Namun hari itu adalah pengecualian.

Aku menyaksikan sendiri Lauter menarik putranya, Lauter yunior, naik ke mobil dengan wajah muram dan tegang. Aku pun segera mendekat untuk menanyakan apa yang terjadi.

Dengan wajah gelap, Lauter menjelaskan bahwa sore itu, Lauter yunior —yang sedang bertugas di toko—telah menjual sebuah kotak pendingin kepada seorang nelayan. Kotak pendingin tersebut ternyata barang cacat: sumbat plastiknya longgar. Kotak itu sebenarnya sudah dikeluarkan oleh Lauter untuk dikembalikan ke pemasok, tetapi Lauter yunior tidak mengetahuinya.

Aku mencoba menenangkan Lauter sambil berkata : “Di Tiongkok ada pepatah: tidak tahu berarti tidak bersalah.”

Namun Lauter senior menjawab tegas:  “Memang saya tidak memberitahunya. Tetapi sebagai pegawai toko, dia seharusnya memeriksa barang dengan teliti sebelum menjualnya kepada pelanggan. Sekarang, dia harus ikut saya untuk menebus kerugian orang lain.”

Sayangnya, hari itu nelayan bernama Vandersa tidak berada di tempat.

Seperti yang diduga, keesokan harinya Lauter menemukan nelayan tersebut di pasar ikan. Satu kotak penuh ikan telah rusak, mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

Lauter pun memanggil putranya (Lauter yunior) pulang dari sekolah.

Di hadapan banyak orang, Lauter meminta Lauter yunior  menaruh ikan-ikan yang telah rusak itu di atas timbangan miliknya, lalu menimbangnya. Setelah itu, dia mengeluarkan kalkulator dan menghitung kerugian berdasarkan harga ikan hari itu—jumlahnya sekitar 1.000 euro.

Dia memperlihatkan angka di kalkulator kepada putranya dan berkata : “Lihatlah, ini adalah kerugian yang disebabkan oleh kesalahanmu. Ingatlah, kesalahan sendiri harus ditanggung sendiri. Aku sudah meminta izin cuti satu bulan dari sekolah untukmu. Selama satu bulan ini, kamu harus bekerja membantu Vandersa sampai kerugian itu terganti.”

Renungan Redaksi

Ini adalah sebuah kisah peringatan yang sangat baik. Sering kali, satu kelalaian kecil dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Cara yang ditempuh sang ayah bukan hanya memberi pelajaran berharga bagi anaknya, tetapi juga menjadi promosi positif bagi tokonya—membuat pelanggan merasa lebih aman dan percaya untuk berbelanja di sana.

Sang anak pun belajar bahwa satu kecerobohan kecil dapat memicu rangkaian masalah dan kerugian. Pelajaran ini akan membuatnya jauh lebih berhati-hati di masa depan, sekaligus meletakkan fondasi penting bagi keberhasilannya kelak.

Pembaca yang terhormat, pemikiran apa yang muncul dalam benak Anda setelah membaca kisah ini?

Pelajaran apa yang Anda peroleh darinya?

Saat Anda menjual barang kepada pelanggan, apakah Anda juga dapat menerapkan prinsip seperti yang dikatakan Lauter senior : “Sebagai penjual, kita wajib memeriksa barang dengan teliti sebelum menyerahkannya kepada pelanggan.”

Bayangkan ketika Anda berbelanja, lalu penjual dengan sungguh-sungguh menguji dan mendemonstrasikan produk di hadapan Anda untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik—tentu pengalaman berbelanja itu terasa menyenangkan dan membuat Anda yakin bahwa penjual tersebut benar-benar peduli. Di kemudian hari, Anda pun akan senang kembali ke toko itu.

Tentu saja, sebelum kita berharap orang lain melayani kita dengan cara seperti itu, kita juga perlu lebih dulu melayani orang lain dengan sikap yang sama.

Percayalah, kebiasaan baik seperti ini, bila terus dipraktikkan, akan menyebar dan membawa kebaikan bagi banyak orang. (jhn/yn)

Dua Kereta Cepat Bertabrakan dalam Kecelakaan “Sangat Aneh” di Spanyol, 21 Tewas

EtIndonesia. Spanyol pada hari Senin (19/1) diguncang oleh tabrakan antara dua kereta cepat di wilayah selatan Andalusia yang menewaskan 21 orang dan melukai lebih dari 70 orang, dengan perdana menteri menyesalkan “malam yang penuh duka cita”.

Bencana itu terjadi pada Minggu malam ketika sebuah kereta yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, melintasi jalur lain di mana dia menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga tergelincir, operator jaringan kereta api Spanyol Adif memposting di X.

Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada AFP bahwa 21 orang telah meninggal. Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di Andalusia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang telah terluka.

“Situasi ini kemungkinan akan menyebabkan jumlah korban tewas meningkat,” katanya, menambahkan bahwa “malam yang sangat rumit menanti kita”.

Menteri Transportasi Oscar Puente mengatakan kepada wartawan bahwa 30 orang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi serius, dan menambahkan bahwa semua korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.

Bencana itu terjadi di bagian jalur kereta api yang lurus, yang telah direnovasi total, kata Puente, menambahkan bahwa kereta pertama yang tergelincir “praktis baru”, sehingga kecelakaan itu “sangat aneh”.

Operator kereta api Iryo mengatakan sekitar 300 orang berada di dalam kereta layanan Malaga-Madrid.

Ratusan penumpang yang terjebak di reruntuhan menghambat upaya darurat.

“Masalahnya adalah gerbong-gerbongnya bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona, kepala pemadam kebakaran di Cordoba, kepada penyiar publik RTVE.

“Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit,” tambahnya.

Beberapa gerbong telah jatuh ke lereng setinggi empat meter, kata Sanz dalam konferensi persnya.

‘Seperti film horor’

Seorang penumpang di kereta kedua, yang menuju Kota Huelva, yang hanya menyebutkan nama depannya, Montse, mengatakan kepada televisi publik Spanyol bahwa kereta itu, “dengan sentakan, berhenti total, dan semuanya menjadi gelap”.

Dia menggambarkan dirinya terlempar-lempar di gerbong terakhir dan melihat barang bawaan berjatuhan menimpa penumpang lain.

“Petugas di belakang saya kepalanya terbentur dan berdarah. Ada anak-anak yang menangis,” tambahnya. “Untungnya, saya berada di gerbong terakhir. Saya merasa seperti diberi kesempatan kedua untuk hidup.”

Korban selamat Lucas Meriako, yang bepergian dengan kereta pertama yang tergelincir, mengatakan kepada televisi La Sexta bahwa “ini seperti film horor”.

“Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur… banyak yang terluka karena pecahan kaca,” katanya.

Layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva akan ditangguhkan setidaknya sepanjang hari Senin, demikian pengumuman Adif.

Adif mengatakan pos-pos telah disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.

Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya mengirimkan sekitar 40 anggota unit militer darurat dan sekitar 15 kendaraan ke lokasi kecelakaan.

‘Malam yang penuh duka cita’

“Hari ini adalah malam yang penuh duka cita bagi negara kita karena kecelakaan kereta api tragis di Adamuz,” tulis Perdana Menteri Pedro Sanchez di X.

“Tidak ada kata-kata yang dapat meringankan penderitaan yang begitu besar, tetapi saya ingin mereka tahu bahwa seluruh negeri berada di sisi mereka di saat-saat sulit ini,” tambahnya.

Istana kerajaan mengatakan di X bahwa Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia mengikuti berita tersebut “dengan sangat prihatin”, menyampaikan “belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk pemulihan yang cepat bagi yang terluka”.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen termasuk di antara para pemimpin dunia yang menyampaikan belasungkawa.

Spanyol memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, ​​Seville, Valencia, dan Malaga.

Pada tahun 2013, kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di luar Kota Santiago de Compostela di barat laut menewaskan 80 orang dan melukai lebih dari 140 orang — tragedi paling mematikan di Spanyol sejak tahun 1944. (yn)

Militer AS Melancarkan Serangan Udara di Suriah dan Menewaskan Pemimpin Al-Qaeda

EtIndonesia. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada Sabtu (17 Januari) menyatakan bahwa militer AS pada 16 Januari pihaknya melancarkan serangan udara di wilayah barat laut Suriah, menewaskan seorang militan yang terkait dengan serangan mematikan bulan lalu yang menewaskan tiga warga Amerika. Serangan ini merupakan aksi balasan lanjutan Amerika Serikat atas insiden tersebut.

Operasi ini disebut sebagai “respons langsung” terhadap serangan pada 13 Desember yang menargetkan pasukan AS dan Suriah di Palmyra. Dalam serangan itu, dua tentara Amerika dan seorang penerjemah sipil tewas.

CENTCOM, yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, menulis di platform X bahwa target serangan udara pada 16 Januari adalah Bilal Hasan al-Jasim. Ia disebut sebagai pemimpin senior organisasi teroris yang telah merencanakan banyak serangan, serta memiliki keterkaitan langsung dengan penembak “serigala tunggal” dari ISIS (Islamic State) yang melakukan serangan terhadap personel Amerika bulan lalu.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa penembak ISIS tersebut sebelumnya merupakan anggota pasukan keamanan, namun akan diberhentikan karena menganut paham ekstremis.

CENTCOM juga menyebutkan bahwa al-Jasim merupakan anggota Al-Qaeda.

Sejak serangan terhadap militer AS pada 13 Desember, pasukan Amerika telah melakukan serangan udara berkelanjutan di Suriah, dan telah menghantam lebih dari 100 target ISIS.

Pada 10 Januari, militer AS melancarkan operasi yang menargetkan kelompok ekstrem ISIS di Suriah dengan sandi “Operation Hawkeye Strike”, yang bertujuan memerangi terorisme serta melindungi keselamatan pasukan Amerika dan mitra-mitranya di wilayah tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Pemilu Uganda: Museveni Memenangkan Masa Jabatan ke-7, Pemimpin Oposisi Menyebut Ia Sedang Bersembunyi

EtIndonesia. Pemimpin partai oposisi Uganda sekaligus kandidat presiden, Bobi Wine, dilaporkan sempat dibawa pergi oleh militer dari kediamannya. Namun kemudian, Bobi Wine menulis di media sosial bahwa ia berhasil melarikan diri dari penggerebekan aparat militer dan polisi, kini ia sedang bersembunyi.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Uganda pada Sabtu (17 Januari) menyatakan bahwa Presiden Yoweri Museveni yang berusia 81 tahun memenangkan masa jabatan ketujuh dengan perolehan 71,65% suara.

Pada 16 Januari, Bobi Wine mengatakan dirinya ditempatkan dalam tahanan rumah. Setelah itu, partainya, National Unity Platform (NUP), mengunggah pernyataan di platform X bahwa Bobi Wine telah “dipaksa dibawa pergi” dari rumahnya menggunakan helikopter militer.

Pada 17 Januari, Bobi Wine menulis di X: “Saya ingin mengkonfirmasi satu hal: saya telah berhasil melarikan diri dari mereka. Saat ini saya tidak berada di rumah, tetapi istri dan anggota keluarga lainnya masih berada dalam tahanan rumah. Saya tahu para penjahat ini sedang mencariku ke mana-mana, dan saya sedang berupaya memastikan keselamatan diri saya.”

Ia juga mengatakan bahwa, “Tadi malam keluarga kami mengalami saat yang sangat sulit… militer dan polisi menggerebek rumah kami, memutus aliran listrik, dan merusak sebagian kamera pengawas.”

Bobi Wine tidak mengungkapkan keberadaannya saat ini. Namun, orang-orang yang dekat dengannya menyebutkan bahwa ia masih berada di wilayah Uganda.

Pihak militer membantah klaim bahwa Bobi Wine dibawa pergi dari rumahnya. Juru bicara Kepolisian Uganda, Kituuma Rusoke, sebelumnya mengatakan dalam konferensi pers bahwa Bobi Wine masih berada di rumah dan “tidak ditangkap.”

Hasil penghitungan resmi menunjukkan bahwa Museveni mengalahkan penantangnya, Bobi Wine, dan meraih kemenangan ketujuh berturut-turut, memperpanjang masa kekuasaannya yang telah berlangsung 40 tahun. Bobi Wine memperoleh 24,72% suara.

Media asing sebelumnya melaporkan bahwa selama pemilu presiden Uganda, akses internet diblokir dan 10 orang tewas.

Wartawan AFP di ibu kota Kampala melihat pengerahan besar-besaran aparat kepolisian. Pasukan keamanan memaksa warga meninggalkan jalanan untuk mencegah terulangnya aksi protes seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Kenya dan Tanzania. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Hotel “Bulan” Pertama di Dunia Kini Dibuka untuk Pemesanan, dengan Deposit Maksimal Rp 16,8 Miliar

EtIndonesia. Perusahaan rintisan Amerika GRU Space mengumumkan bahwa hotel “Bulan” pertama mereka dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2032. Uang muka menginap dapat mencapai hingga 1 juta dolar AS (Rp 16,8 miliar). Saat ini telah dibuka pendaftaran pemesanan. Ini menandai pertama kalinya dalam sejarah manusia sebuah hotel di Bulan membuka program reservasi.

Menurut laporan Oddity Central, GRU Space—sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh Skylar Chan yang baru berusia 21 tahun—berencana membuka hotel pertama di Bulan sebelum tahun 2032. Kini telah mulai menerima pemesanan dari para penggemar luar angkasa yang memiliki kemampuan finansial besar.

Biaya akhir pembangunan kamar belum ditentukan, namun Skylar Chan menyatakan bahwa biayanya akan melebihi 10 juta dolar AS. Kabar baiknya, pelanggan tidak perlu membayar seluruh biaya sekaligus. Saat ini perusahaan menerapkan sistem pembayaran uang muka. Tergantung pada pilihan paket menginap, setiap pemesan harus membayar uang muka sekitar 250 ribu hingga 1 juta dolar AS, dengan jumlah pasti bergantung pada paket yang dipilih.

Perusahaan ini merencanakan proyek tersebut dalam tiga tahap.

Pada tahun 2029, mereka akan meluncurkan muatan sekelas CubeSat seberat sekitar 10 kilogram menggunakan wahana pendarat Bulan komersial (misi CLPS), untuk menguji dua teknologi inti:

  1. Material dan sistem pengembangan modul hunian tiup.
  2. Teknologi mengubah tanah Bulan (regolit) menjadi material bangunan yang mengeras seperti semen.

Tahap ketiga adalah mulai melakukan penyebaran hotel. Pada tahun 2032, melalui wahana pendarat Bulan berbobot berat, hotel tiup yang telah dirakit akan dikirim ke permukaan Bulan.

Namun, hingga saat ini, seluruh konsep teknologi yang terlibat dalam rencana tersebut belum pernah diuji di luar angkasa, dan keseluruhan proyek masih didasarkan pada serangkaian asumsi.

Banyak warganet Tiongkok bersikap setengah percaya terhadap gagasan ini. Ada yang berkomentar,
“Bagaimana kalau saat menginap terjadi tabrakan komet?”
“Mereka bahkan belum bisa membuktikan tanah Bulan yang digunakan itu asli, tapi sudah berani bikin presentasi membangun hotel dari tanah Bulan.”
“Saya tidak percaya. Dalam 7 tahun bisa membangun hotel di Bulan? Terlalu muluk.”

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa rencana ini memang ditujukan bagi kalangan super kaya. Bagi orang biasa, liburan ke Bulan terdengar seperti angan-angan belaka. (Hui)

Trump Serukan Sekarang Saatnya Bagi Iran Mengganti Pemimpinnya Hingga Iran Berencana Putuskan Internet 

EtIndonesia. Pada 17 Januari 2026, gelombang protes di Iran memasuki hari ke-21. Aksi unjuk rasa kembali pecah di berbagai wilayah Iran. Penindasan oleh aparat tidak pernah berhenti, hanya menjadi lebih tersembunyi.

Meski Amerika Serikat menunda serangan militer terhadap Iran, hubungan AS–Iran tetap berada dalam ketegangan tinggi. Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei masing-masing melontarkan pernyataan keras yang saling ditujukan satu sama lain.

Menteri Keuangan AS Scott  Bessent dalam wawancara terbaru dengan media mengungkapkan bahwa para penguasa Iran sedang memindahkan dana dalam jumlah sangat besar ke luar negeri.

Trump: Saatnya Iran Ganti Pemimpin

Trump menerima wawancara dengan media Politico. Ia secara terbuka menyerukan diakhirinya rezim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Trump mengatakan dalam wawancara tersebut:  “Sekarang adalah saatnya bagi Iran untuk mencari pemimpin baru.”

Tak lama sebelum Trump menyampaikan pernyataan ini, akun X milik Khamenei mengunggah serangkaian pesan bermusuhan yang ditujukan kepada Trump, menyebutnya sebagai “penjahat” dan menuduhnya menghasut apa yang disebut Iran sebagai “kerusuhan”.

Setelah membaca unggahan tersebut, Trump menyatakan bahwa para penguasa Iran mempertahankan kekuasaan melalui penindasan dan kekerasan.
“Sebagai pemimpin sebuah negara, kejahatannya adalah menghancurkan negara ini sepenuhnya dan menggunakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Trump.

 “Untuk mempertahankan berfungsinya negara—meskipun pada tingkat yang sangat rendah—para pemimpin seharusnya fokus pada tata kelola yang baik, seperti saya mengelola Amerika Serikat, bukan membantai ribuan orang demi mempertahankan kekuasaan.”

Trump menilai rezim Khamenei dengan mengatakan bahwa “kepemimpinan adalah soal rasa hormat, bukan ketakutan dan kematian.”

 Ia juga menyebut Khamenei sebagai “orang yang sakit, yang seharusnya berhenti membunuh rakyatnya sendiri.”

Departemen Luar Negeri AS Peringatkan Iran: Jangan “Bermain-main”

Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (17 Januari) menyatakan telah mengetahui bahwa rezim Iran sedang menyiapkan rencana serangan terhadap pangkalan militer AS, dan kembali memperingatkan Iran “jangan bermain-main dengan Presiden Trump.”

Dalam unggahan berbahasa Persia di platform X, Departemen Luar Negeri AS menulis:
“Kami telah menerima laporan bahwa Republik Islam sedang mempersiapkan rencana serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat.”

Peringatan tersebut menegaskan:  “Seperti yang berulang kali ditekankan Presiden Trump, semua opsi tetap dipertimbangkan. Jika rezim Republik Islam menyerang aset Amerika Serikat, rezim itu akan menghadapi serangan yang sangat, sangat dahsyat. Kami sudah mengatakan ini sebelumnya, dan kami tegaskan kembali sekarang: jangan bermain-main dengan Presiden Trump.”

Bendera Iran di London Diturunkan, Bentrokan dengan Polisi

Pada malam 16 Januari, sebuah video di platform X menunjukkan bahwa bendera Kedutaan Besar Iran di London sedang diturunkan.

Menurut laporan TalkTV, para demonstran pro-demokrasi bentrok dengan polisi di luar Kedutaan Besar Iran di London. Mahyar Tousi menyatakan banyak demonstran terluka setelah mendapat “provokasi” dari polisi. Seorang jurnalis TousiTV juga dilaporkan diserang polisi.

Dilaporkan Gugus Tempur Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah

Pada Jumat (16 Januari), otoritas Iran secara langka mengakui skala penindasan terhadap demonstran, mengklaim telah menangkap 3.000 orang dan menyebut mereka sebagai anggota “organisasi teroris” serta pelaku kerusuhan. Namun, organisasi HAM melaporkan bahwa jumlah penangkapan sebenarnya jauh lebih besar dari angka resmi.

Sejumlah media melaporkan bahwa Pentagon sedang mengerahkan kekuatan militer ke Timur Tengah, dan gugus tempur kapal induk AS sedang menuju kawasan tersebut.
Situasi Iran terus bergejolak, dengan laporan kapal induk AS bergerak ke Timur Tengah.

Putra Mahkota Iran: Rumah Kita Adalah Benteng Perlawanan


Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi mengeluarkan seruan mogok kerja terbaru di platform X dan menegaskan:  “Rumah kita adalah benteng perjuangan dan perlawanan.”

Ia menulis:  “Untuk menipu dunia dan mengulur waktu, rezim kriminal Republik Islam dan para vampirnya menciptakan kebohongan besar bahwa segala sesuatu di Iran ‘normal’.”

Ia menambahkan:
“Kecuali Khamenei dan rezim kriminalnya disapu ke tempat sampah sejarah, kecuali para penjahat dihukum, maka tidak ada satu pun yang normal di Iran.”

“Jika mereka menaikkan harga turun ke jalan dengan pembantaian dan darurat militer, maka rumah kita adalah benteng perlawanan: mogok, mogok, dan meneriakkan slogan setiap malam.”

Ia menyerukan:  “Dari 17 Januari (Sabtu) hingga 19 Januari (Senin) pukul 20.00, suarakan kemarahan kalian, teriakkan slogan nasional, dan tunjukkan kepada dunia bahwa akhir dari para penjahat anti-Iran ini sudah dekat.”

Lindsey Graham Tiba di Israel, Puji Trump: Versi Peningkatan dari Reagan

Senator AS Lindsey Graham menulis di platform X bahwa ia telah tiba di Israel untuk meminta pertanggungjawaban rezim brutal Iran.

Ia menuduh rezim tersebut membantai rakyatnya sendiri, menjadi sponsor terorisme terbesar di dunia, menumpahkan darah warga Amerika, serta terus menipu demi memperoleh senjata nuklir guna mendorong ideologi religius ekstrem yang menyimpang.

Graham mengatakan akan bertemu dengan sekutu Israel untuk membahas bagaimana memperkuat momentum yang dihasilkan oleh kepemimpinan Presiden Trump yang berani dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam isu Iran.

Ia menulis:  “Di Iran, Trump memilih berdiri di pihak rakyat Iran, bukan teokrasi Iran. Rakyat Iran berhak menuntut diakhirinya rezim ini.”

Ia menilai kesempatan bersejarah ini tidak boleh disia-siakan, dan bahwa runtuhnya rezim Ayatollah akan setara dengan runtuhnya Tembok Berlin.

Ia memuji Trump dengan mengatakan:  “Menurut saya, dia adalah versi peningkatan dari Reagan.”

Trump Konfirmasi: Iran Awalnya Akan Gantung Lebih dari 800 Orang

 Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social:  “Saya sangat menghormati keputusan pimpinan Iran untuk membatalkan seluruh rencana eksekusi gantung yang dijadwalkan kemarin (lebih dari 800 orang). Terima kasih!”

Pada 16 Januari 2026, Trump memposting bahwa Iran telah membatalkan rencana eksekusi gantung massal yang dijadwalkan pada 15 Januari.

Kepala Mossad Tiba di AS, Bahas Situasi Iran

Menurut laporan Axios, sumber menyebutkan bahwa kepala intelijen Israel Mossad, David Barnea, tiba di AS pada Jumat pagi (16 Januari) untuk membahas situasi Iran.

Kunjungan ini merupakan bagian dari konsultasi AS–Israel terkait Iran serta kemungkinan tindakan militer AS. Barnea dijadwalkan bertemu dengan Utusan Khusus Timur Tengah Gedung Putih Steve Witkoff. Belum jelas apakah ia akan bertemu langsung dengan Presiden Trump.

Iran Berencana Putus Internet Hingga Maret

Dilaporkan bahwa pemerintah Iran berencana mempertahankan pemutusan internet nasional hingga menjelang Tahun Baru Iran pada Maret.

Juru bicara rezim Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan kepada media Iran bahwa koneksi internet tidak akan dipulihkan sebelum Nowruz (sekitar 20 Maret) atau tahun baru Persia.

Kelompok pemantau internet NetBlocks menyatakan bahwa pemadaman internet di Iran telah berlangsung 180 jam, melampaui durasi pemutusan internet selama pemberontakan “November Berdarah” 2019, dan hingga kini tidak ada tanda pemulihan.

Sejak 8 Januari, Iran berada dalam kondisi mati internet total untuk menghalangi dunia luar mengetahui penindasan berdarah terhadap protes nasional. Para demonstran menggunakan layanan Starlink milik Elon Musk untuk menyampaikan informasi ke luar negeri.

Putra Mahkota Iran: Dukungan Lebih Cepat dan Lebih Besar Akan Menyelamatkan Nyawa

 Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi menggelar konferensi pers dan menyerukan masyarakat dunia serta pemerintah berbagai negara untuk mendukung rakyat Iran menggulingkan pemerintahan diktator, karena dukungan yang lebih cepat dan lebih besar akan meminimalkan korban jiwa.  Ia menjawab pertanyaan jurnalis internasional dalam berbagai bahasa.

Iran Diselimuti Teror, Warga Diminta Tetap di Rumah


Warga keturunan Yahudi Iran Nioh Berg mengunggah video dari Karaj di platform X dan menulis:  “Setan berpatroli di jalanan, menembaki jendela rumah, dan memerintahkan semua orang tetap di dalam rumah seperti tahanan. Iran kini benar-benar menjadi kamp konsentrasi terbuka.”

Trump Bentuk Komite Perdamaian: Paling Hebat dan Bergengsi dalam Sejarah

 Trump menulis di Truth Social:  “Saya dengan bangga mengumumkan bahwa ‘Komite Perdamaian’ resmi dibentuk. Daftar anggota akan segera diumumkan, tetapi saya dapat memastikan ini adalah komite paling hebat dan paling bergengsi yang pernah dibentuk dalam sejarah, di mana pun dan kapan pun.”

Militer Israel Tetap pada Kesiagaan Tertinggi

 “Akun Mossad Commentary” kembali menyatakan bahwa seiring meningkatnya ketegangan regional, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berada pada tingkat kesiagaan tertinggi.

Juru bicara IDF Effie Defrin mengatakan bahwa IDF siap di seluruh lini, menekankan sikap tenang, profesional, dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

Bentrokan di Kota Barat, Banyak Tentara Pemerintah Tewas

Video yang diunggah akun Mossad Commentary di X menunjukkan bentrokan di kota timur Iran Kermanshah.

Menurut laporan lokal, Tentara Nasional Kurdistan mengumumkan memasuki fase defensif. Pertempuran pecah di Kermanshah, Ilam, Lorestan, dan Bakhtiari. Pasukan pemerintah bersama Garda Revolusi Iran, milisi Basij, dan Hizbullah bentrok dengan kelompok bersenjata Kurdi.

Sejumlah tentara pemerintah tewas, dan sedikitnya dua pejuang Kurdi juga dilaporkan tewas.

Mossad Commentary menambahkan bahwa meskipun Trump menyatakan pembunuhan telah berhenti, penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa rezim Iran masih terus membunuh para demonstran. Laporan dari Dezful dan Basij menyebut tentara menembaki warga sipil. Pasar Rasht dibakar; saksi mata mengatakan pasukan keamanan membakar lokasi, menutup jalur keluar, lalu melepaskan tembakan.

Protes kembali pecah di Lorestan, Mashhad, Rasht, Teheran, dan Karaj. Pos pemeriksaan, penggeledahan ponsel, penangkapan cepat, dan penuntutan terus dilakukan di seluruh negeri.

Mossad Commentary menyimpulkan:  “Penindasan ini tidak pernah berhenti, hanya menjadi semakin tersembunyi.”

Pukul 10.00 Waktu AS Timur, Putra Mahkota Iran Akan Menggelar Konferensi Pers


Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi melalui platform X menyampaikan pesan:
“Pagi ini saya akan menggelar konferensi pers untuk membahas situasi Iran saat ini. Konferensi pers akan disiarkan langsung dari Washington DC pada pukul 10.00 waktu Amerika Serikat bagian Timur.”

CNN: Iran Datangkan 5.000 Milisi Asing untuk Menindas Demonstran, Termasuk Brigade Hizbullah

CNN mengutip seorang sumber militer Eropa dan seorang sumber keamanan Irak yang mengetahui situasi tersebut, menyebutkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir, hampir 5.000 milisi dari kelompok milisi kuat Irak telah melintasi perbatasan ke Iran untuk membantu pemerintah Teheran menindas aksi protes.

Sumber menyatakan bahwa para milisi tersebut memasuki Iran melalui dua pos perbatasan di Irak selatan. Sekitar 800 milisi Syiah berangkat dari Provinsi Diyala, Maysan, dan Basra, menggunakan kedok “ziarah keagamaan” untuk masuk ke Iran dan membantu operasi penindasan.

Menurut laporan penilaian militer Eropa yang diperoleh CNN, para pejuang ini berasal dari kelompok bersenjata yang setia kepada Teheran, termasuk Brigade Hizbullah (Kataib Hezbollah), Gerakan Hizbullah al-Nujaba, Brigade Martir Sayyid al-Shuhada, dan Organisasi Badr. Semua milisi Irak ini beroperasi di bawah struktur payung yang disebut Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF).

Amerika Serikat Dukung Rakyat Iran di Dewan Keamanan PBB

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz pada 15 Januari menyatakan di Dewan Keamanan PBB bahwa Amerika Serikat “berdiri bersama rakyat Iran yang berani”, dan Presiden Trump “telah menegaskan dengan jelas bahwa untuk menghentikan pembantaian ini, semua opsi ada di atas meja.”

Dilaporkan bahwa penindasan terhadap demonstrasi anti-teokrasi oleh otoritas Iran telah menyebabkan ribuan orang tewas. Waltz mengatakan dalam pertemuan Dewan Keamanan yang diminta AS:
“Presiden Trump adalah orang yang bertindak, bukan sekadar berbicara tanpa akhir seperti yang sering kita lihat di PBB. Ia telah dengan jelas menyatakan bahwa demi menghentikan pembantaian ini, semua opsi ada di atas meja.”

Duta Besar Denmark untuk PBB Christina Markus Lassen menyatakan:
“Berulang kali kita mendengar dengan jelas rakyat Iran berseru untuk kehidupan yang lebih baik. Para pemimpin di Teheran telah lama mengabaikan seruan tersebut. Kini pemerintah Iran akhirnya harus mendengarkan dan menanggapi kehendak rakyat secara damai. Kami mendesak mereka untuk mulai bertindak sekarang juga.”

Sutradara dan Aktor Terkenal Tewas Ditembak dalam Protes di Teheran

Menurut laporan media hiburan AS Deadline pada 13 Januari, menanggapi situasi Iran yang terus memburuk, Asosiasi Pembuat Film Independen Iran (IIFMA) merilis pernyataan yang menyebutkan:

 “Tindakan brutal otoritas Islam sungguh mengejutkan. Ada laporan bahwa dalam hampir tiga hari setelah internet diputus, lebih dari 2.000 warga sipil tak bersalah telah dibantai.”

Pernyataan itu mengungkapkan bahwa pada 9 Januari, sutradara dan produser film ternama berusia 39 tahun Javad Ganji, serta aktor dan sutradara teater Ahmad Abbasi, ditembak mati secara langsung oleh pasukan keamanan di lokasi protes di Teheran.

Pernyataan tersebut menyerukan tindakan dari komunitas internasional:
“Ini adalah tragedi Tiananmen yang lain, dengan skala yang lebih besar. Tolong jawab seruan rakyat Iran agar pertumpahan darah lebih lanjut dapat dicegah. Sekarang adalah waktunya untuk bertindak.”

Reporter  Epoch Times Timur Tengah : Situasi Jalanan Iran Masih Sangat Tegang

Setelah pemerintah Iran memutus internet, para demonstran hanya dapat menggunakan Starlink milik Elon Musk untuk mengirimkan rekaman konfrontasi mereka dengan aparat agar dunia luar mengetahui kondisi sebenarnya.

Reporter Timur Tengah Epoch Times, Mahi Aryani, memaparkan situasi yang ia ketahui dalam laporannya.

Ted Cruz: Amerika Akan Berdiri Bersama Rakyat Iran, Para Tirani Akan Runtuh

Di tengah spekulasi mengenai langkah AS terhadap Iran, Senator Republik Ted Cruz pada 15 Januari sore mengunggah video penuh semangat di akun X miliknya, memuji keberanian rakyat Iran dan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan berdiri bersama rakyat Iran.

Ia berkata:  “Saya ingin berbicara langsung kepada rakyat Iran yang telah bangkit, menunjukkan keberanian luar biasa, melawan kediktatoran dan memperjuangkan kebebasan. Terima kasih atas keberanian kalian. Kalian harus tahu bahwa Amerika Serikat berdiri bersama kalian. Amerika mendukung perjuangan kalian, dan Presiden Trump akan berada di belakang kalian. Kami mendoakan kalian. Kami berdiri di sisi kalian, dan para tiran ini pada akhirnya akan runtuh karena keberanian luar biasa kalian. Tuhan memberkati kalian.”

Radio Militer Israel: Trump Hanya Menunda Sementara, Bukan Membatalkan

Radio militer Israel Galei Tzahal, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Israel, melaporkan pada 16 Januari 2026 bahwa sejumlah pejabat keamanan senior Israel menilai Presiden Trump hanya menunda sementara, bukan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Penilaian tersebut mencakup:

  • Penundaan ini dianggap sebagai penyesuaian taktis, bukan perubahan strategis.
  • Lebih merupakan upaya membeli waktu untuk koordinasi akhir, bukan pembalikan kebijakan secara mendasar.
  • Pandangan arus utama di Yerusalem adalah bahwa opsi militer masih jelas ada dan belum dikesampingkan.

Penilaian ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, sementara konsultasi militer AS–Israel terus berlangsung, dan Iran tetap aktif dalam kegiatan rudal balistik serta nuklir.

Era Perubahan Besar Timur Tengah, Anggota DPR AS ke Israel: Kita Akan Lebih Kuat

 Senator AS Lindsey Graham menyatakan bahwa pada momen bersejarah bagi Timur Tengah, ia akan berangkat ke Israel untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan timnya.

Dalam unggahannya di X, ia menulis:  “Tujuan kami adalah memperkuat peluang bersejarah yang diciptakan oleh kepemimpinan Presiden Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersama-sama melawan kekuatan jahat, dan mendukung mereka yang berkorban demi kebebasan.”

Ia juga menegaskan peran penting Israel, dengan mengatakan:  “Aliansi Trump–Netanyahu sejauh ini merupakan salah satu kemitraan terkuat dalam sejarah hubungan AS–Israel. Saya berharap aliansi ini akan segera membuahkan hasil besar.
Kita hidup di masa yang sangat penting, ketika Timur Tengah berada di ambang perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bersatu dan menepati komitmen kita hanya akan membuat kita lebih kuat.”

Departemen Luar Negeri AS Masukkan Penjara Iran ke Daftar Sanksi


Pada 15 Januari, Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan pers yang mengumumkan sanksi terhadap rezim Iran dan menyatakan dukungan kepada rakyat Iran yang berani.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa AS telah memasukkan Penjara Fardis yang terkenal kejam ke dalam daftar sanksi. Penjara ini diketahui melakukan perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat terhadap tahanan perempuan.

Departemen Keuangan AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Keamanan Iran


Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat keamanan Iran, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.

Selain itu, 18 individu dan entitas yang terkait dengan jaringan “perbankan bayangan” Iran juga dikenai sanksi. Jaringan tersebut diduga melakukan pencucian uang dan menggelapkan hasil penjualan minyak serta produk petrokimia Iran. Langkah ini juga merupakan bagian dari implementasi Nota Keamanan Nasional Presiden No. 2 tahun 2025.

Pernyataan tersebut menegaskan:  “Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Iran yang tengah berjuang menuntut hak-hak alamiah mereka. Rezim Iran tidak berinvestasi pada kesejahteraan rakyatnya sendiri, melainkan terus mendanai aktivitas jahat yang mengganggu stabilitas global. Kami akan terus memutus akses rezim Iran ke jaringan keuangan dan sistem perbankan global guna menghentikan penindasan terhadap rakyat Iran.”

Putri Komandan: Hidup dalam Ketakutan dan Rasa Bersalah

 ManotoNews membagikan rekaman panggilan telepon seorang perempuan yang merupakan putri seorang komandan di dalam aparat penindasan Republik Islam Iran.

Dalam acara Manoto, perempuan tersebut menceritakan kehidupannya di keluarga seperti itu, menyebutkan paspor palsu, simpanan dolar AS, kekerasan seksual, serta perintah pembunuhan, dan mengatakan bahwa ia hidup dalam ketakutan dan rasa bersalah.

Menteri Luar Negeri Kanada: Warga Kanada Tewas Dibunuh Rezim Iran

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan bahwa seorang warga negara Kanada telah dibunuh oleh pasukan keamanan Republik Islam Iran.

Dalam unggahan sebelumnya di X, Anand menulis:
“Saya baru saja mendapat kabar bahwa seorang warga negara Kanada meninggal di tangan otoritas Iran. Pejabat konsuler kami telah menghubungi keluarga korban di Kanada, dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya.”

Ia menegaskan bahwa Kanada mengecam keras kekerasan rezim Iran dan menyerukan penghentian segera.

Lindsey Graham: Runtuhnya Rezim Iran Tinggal Menunggu Waktu

 Senator AS Lindsey Graham mengatakan dalam sebuah video di X:  “Waktu akan membuktikan, semoga ini bukan optimisme berlebihan, tetapi runtuhnya rezim Iran tinggal menunggu waktu.”

Menteri Keuangan AS: Sanksi terhadap Pemimpin Utama Iran Sedang Berlangsung


Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan:  “Amerika Serikat dengan tegas mendukung tuntutan rakyat Iran akan kebebasan dan keadilan.”

Ia menambahkan bahwa atas arahan Presiden Trump, Departemen Keuangan sedang menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin utama Iran yang terlibat dalam penindasan brutal terhadap rakyat.

Analis Independen: Tanpa Bom, Minyak Anjlok—Washington Menang

Analis independen Shanaka Anslem Perera memuji keputusan Presiden Trump, dengan menyatakan bahwa melalui pendekatan “pengekangan”, harga minyak mentah turun 2,5%, dan Washington menang.

Ia menilai bahwa ekonomi Iran sudah sangat rapuh, dan penurunan harga minyak akan memangkas 10–15% pendapatan fiskal Iran, mempercepat krisis rezim yang sudah tertekan.

Ia menulis:  “Trump tidak memerlukan bom. Harga yang jatuh sudah cukup untuk menyelesaikan masalah.”

Anggota Parlemen Swedia Dukung Rakyat Iran dan Putra Mahkota

 Akun komunikasi Putra Mahkota Iran di X memposting bahwa 12 anggota parlemen Swedia secara bersama-sama menyatakan dukungan terhadap revolusi nasional Iran dan Putra Mahkota Reza Pahlavi.

Analis Militer: Tanpa Keyakinan Penuh, Trump Tidak Akan Melancarkan Serangan Udara

 Akun Mossad Commentary mengutip analis militer Amir Bohbot dari Walla yang menyatakan bahwa Presiden Trump secara pribadi menghentikan serangan udara AS ke Iran yang semula direncanakan.

Dilaporkan bahwa wilayah udara Iran telah dibuka kembali, pesawat yang lepas landas darurat dari Pangkalan Udara Al-Udeid diperintahkan kembali, dan misi dibatalkan hanya beberapa menit sebelum pelaksanaan.

Trump disebut hanya akan mengizinkan operasi yang memberikan dampak penentu terhadap rezim Iran. Karena tidak ada jaminan rezim akan runtuh dan adanya risiko pembalasan besar-besaran, keputusan akhirnya adalah tidak melancarkan serangan udara.

Penguasa Iran Memindahkan Dana Besar ke Luar Negeri

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam wawancara dengan Newsmax mengungkapkan bahwa para penguasa Iran sedang memindahkan dana besar ke luar negeri.

Ia mengatakan:  “Kami melihat tikus-tikus meninggalkan kapal yang tenggelam. Jutaan hingga puluhan juta dolar diam-diam dipindahkan ke luar negeri oleh pimpinan Iran. Dana-dana ini mengalir ke bank dan lembaga keuangan di seluruh dunia.”

Iran Buka Kembali Wilayah Udara

Menurut informasi terbaru dari akun X visegrad24, wilayah udara Iran kembali dibuka setelah ditutup sementara selama beberapa jam. Setelah NOTAM berakhir, pembatasan dicabut dan pesawat kembali memasuki wilayah udara Iran. (Hui)