Trik Biskuit Ritz Ini Benar-benar Jenius

Biskuti Ritz ini sangat lezat. Gurih mentega, cokelat, dan karamel—benar-benar menggugah selera.

Oleh Celia Funderburk | TheKitchn.com

Setiap kali seseorang menyematkan angka yang terdengar berlebihan pada makanan, penulis langsung tertarik. Maksud penulis, siapa yang belum mencoba 100 Grand Bar? Sempurna. Atau million-dollar spaghetti kami? Bahkan lebih enak.

Jadi ketika penulis melihat video tentang “Billion-Dollar Ritz” berlapis cokelat (ya, benar, dengan huruf “B”), penulis langsung terpikat. Yang membuat  semakin antusias adalah fakta bahwa camilan ini hanya membutuhkan tiga bahan dan tujuh menit untuk membuatnya.


Cara Membuat Billion-Dollar Ritz

Mulailah dengan menyusun biskuit Ritz di atas loyang sambil menunggu oven dipanaskan hingga 120–125°C. Lalu, letakkan satu permen Rolo di atas setiap biskuit. Masukkan loyang ke dalam oven selama sekitar lima menit, hanya untuk menghangatkan karamel dan cokelatnya.

Keluarkan loyang dari oven dan tutup setiap Rolo dengan satu biskuit Ritz lagi. Karena cokelatnya sudah sedikit meleleh, Anda bisa menekannya hingga Rolo menyebar dan melapisi seluruh biskuit.

Lelehkan semangkuk kecil chocolate chips susu di microwave bersama minyak kelapa. Kemudian, gunakan garpu untuk menyiramkan cokelat di atas biskuit Ritz.

Setelah cokelat mendingin dan mengeras, camilan siap dinikmati.


Ulasan Jujur 

Camilan Ritz ini luar biasa lezat—gurih mentega, cokelat, dan karamel. Rasanya mirip dengan toffee bark Saltine buatan rumah yang biasa penulis buat saat kecil, tapi jauh lebih enak.

Bagian favorit penulis adalah tekstur dari Rolo. Awalnya  mengira rasanya akan seperti biskuit Ritz dengan selai kacang lembut (yang mungkin terjadi jika dimakan segera setelah keluar dari oven), tetapi Rolo ternyata padat dan kenyal. Sementara itu, biskuit Ritz tetap sangat renyah dan memberikan sentuhan asin yang sangat dibutuhkan.

Jika Anda mencari camilan manis baru untuk dijadikan hadiah atau dibagikan kepada teman di pesta, penulis sangat merekomendasikan ini. Semua orang pasti menyukainya, dan yang tak kalah penting, cara membuatnya sangat mudah tanpa stres tambahan.


Tips Membuat Billion-Dollar Ritz

  • Jangan melewatkan minyak kelapa. Penulis sempat mencoba menggantinya dengan mentega untuk mengencerkan cokelat, tetapi campurannya tidak cukup lama tetap cair untuk disiramkan.
  • Celupkan, bukan siram. Jika Anda ingin lebih banyak cokelat (siapa yang tidak?), atau tidak sabar untuk menyiram, coba celupkan langsung setiap biskuit ke dalam cokelat leleh.

Celia Funderburk adalah asisten editorial di TheKitchn.com, blog nasional ternama bagi pecinta makanan dan masak rumahan. Kirimkan komentar atau pertanyaan ke [email protected].

Kepada para pembaca: Kami ingin mendengar dari Anda. Topik apa yang ingin Anda baca? Silakan kirimkan masukan dan tips Anda ke [email protected].

Serangan Diam-diam Rusia ke Energi Ukraina, Dunia Baru Sadar Bahayanya

EtIndonesia. Ukraina saat ini tengah menghadapi gelombang serangan besar-besaran dari Rusia yang secara sistematis menargetkan infrastruktur energi nasional, memperparah krisis listrik dan pemanas di berbagai wilayah negara tersebut. Serangan terbaru ini menyebabkan pemadaman listrik luas, gangguan pasokan energi, serta meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas fasilitas vital Ukraina menjelang musim dingin.

Serangan Energi Berlanjut, Krisis Kemanusiaan Memburuk

Dalam beberapa pekan terakhir, militer Rusia dilaporkan terus melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pembangkit listrik, gardu induk, serta jaringan distribusi energi Ukraina. Pemerintah Ukraina menilai serangan ini sebagai strategi tekanan jangka panjang, yang tidak hanya bertujuan melemahkan kemampuan militer, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan bagi warga sipil.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa Rusia tidak menunjukkan indikasi nyata untuk menghormati gencatan senjata apa pun, dan justru meningkatkan persiapan serangan terhadap sektor energi, termasuk fasilitas-fasilitas strategis berskala tinggi.

“Rusia terus bersiap menyerang sistem energi kami, termasuk jaringan yang sangat sensitif. Tidak ada tanda-tanda bahwa Moskow berniat menghentikan agresinya,” ujar Zelensky dalam pernyataan resmi.

Delegasi Ukraina Tiba di Amerika Serikat

Di tengah eskalasi tersebut, pada 17 Juli, delegasi tingkat tinggi Ukraina tiba di Miami, Florida, untuk melanjutkan rangkaian pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat terkait upaya perdamaian Rusia–Ukraina serta dukungan strategis jangka panjang.

Kepala Staf Kepresidenan Ukraina menyampaikan bahwa delegasi akan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat dan perwakilan Amerika Serikat, termasuk utusan khusus yang terlibat dalam pembahasan kebijakan Ukraina, serta pejabat tinggi di lingkungan Departemen Pertahanan AS.

Pertemuan ini dipandang sebagai bagian dari diplomasi intensif Ukraina, guna memastikan bahwa posisi dan kondisi aktual di lapangan dapat dipahami secara menyeluruh oleh Washington.

Zelenskyy: Misi Delegasi adalah Menyampaikan Fakta Lapangan Secara Utuh

Presiden Zelenskyy menegaskan bahwa misi utama delegasi Ukraina adalah memberikan gambaran komprehensif dan akurat mengenai situasi militer, energi, dan kemanusiaan yang tengah dihadapi negaranya.

“Kami ingin mitra kami di Amerika Serikat memahami situasi secara lengkap—apa yang benar-benar terjadi di medan perang, pada sistem energi, dan terhadap rakyat Ukraina,” tegas Zelenskyy.

Dia menambahkan bahwa Rusia secara aktif mempersiapkan serangan lanjutan terhadap fasilitas energi, termasuk jaringan pembangkit utama, yang berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas regional.

Agenda Davos: Rekonstruksi Ukraina Senilai 800 Miliar Dolar

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa pada pekan berikutnya, dia dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, di mana dia berencana melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan rencana rekonstruksi Ukraina pascaperang, yang diperkirakan membutuhkan dana hingga 800 miliar dolar. Rencana ini mencakup pemulihan infrastruktur energi, transportasi, perumahan, serta revitalisasi ekonomi nasional Ukraina.

Pemerintah Ukraina berharap dukungan internasional, khususnya dari Amerika Serikat dan sekutu Barat, dapat menjadi pondasi utama bagi pemulihan jangka panjang negara tersebut.

Prospek Perdamaian Masih Penuh Ketidakpastian

Meski jalur diplomasi terus diupayakan, pejabat Ukraina menilai bahwa prospek gencatan senjata masih jauh dari kepastian, mengingat intensitas serangan Rusia yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Dengan infrastruktur energi terus menjadi sasaran utama, Ukraina kini menghadapi perlombaan waktu—antara mempertahankan ketahanan nasional dan mendorong solusi politik sebelum krisis semakin meluas.

Minuman Elektrolit Alami dari Alam: Mengapa Air Kelapa Sangat Menghidrasi

Air kelapa mampu menyamai minuman olahraga dalam hal rehidrasi, dengan tambahan bahan yang jauh lebih sedikit

Amy Denney

Meskipun sangat bermanfaat bagi mereka yang tinggal di daerah beriklim panas, air kelapa jangan diremehkan manfaatnya di daerah dan cuaca dingin, di mana dehidrasi sering kali datang tanpa disadari.

Kita cenderung minum lebih sedikit saat musim dingin, sehingga dehidrasi menjadi lebih sulit dikenali. Udara kering mengandung lebih sedikit kelembapan dan berkontribusi pada hilangnya cairan, karena udara di sekitar kita memengaruhi keseimbangan cairan tubuh untuk menjaga kehangatan. Setiap kali bernapas, kita kehilangan cairan. Selain itu, pakaian tebal dapat menyebabkan keringat tanpa kita sadari.

Pohon kelapa menawarkan “sumur portabel”—sumber air murni yang mandiri, kaya mineral, dan tidak terkontaminasi, yang bermanfaat untuk hidrasi sepanjang tahun dan sama ampuhnya dengan minuman olahraga apa pun.


Ilmu di Balik Hidrasi Alami

“Air kelapa adalah salah satu penghidrasi alami terbaik dari alam,” kata Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi dan hepatologi, kepada The Epoch Times.

“Penelitian menunjukkan bahwa air kelapa dapat secara efektif menghidrasi tubuh setelah olahraga dan bahkan dapat bekerja sebaik beberapa minuman olahraga komersial, tanpa tambahan bahan buatan.”

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Sports, 19 pesepeda mengonsumsi air kelapa yang diperkaya karbohidrat agar setara dengan minuman olahraga pada satu kesempatan, dan minuman elektrolit komersial pada kesempatan lain. Hasilnya menunjukkan daya tahan dan respons fisiologis yang serupa untuk kedua minuman tersebut.

Penelitian lain menunjukkan temuan yang sejalan. Sebuah studi yang membandingkan air kelapa, minuman olahraga, dan air kemasan menemukan bahwa air kelapa dan minuman olahraga lebih unggul daripada air biasa dalam mempertahankan cairan tubuh. Para peneliti mencatat bahwa air kelapa “dapat digunakan untuk rehidrasi selama mudah diakses dan rasanya disukai oleh individu.”

Kuncinya terletak pada elektrolit. Air kelapa secara alami mengandung kalium, magnesium, dan sejumlah kecil natrium—mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi otot, dan meningkatkan kesehatan jantung, tambah Sethi.

Pada orang sehat, kandungan kalium dalam air kelapa dapat membantu menyeimbangkan natrium—yang sering dikonsumsi berlebihan oleh banyak orang—serta membantu memperbaiki tekanan darah. Magnesium dalam air kelapa meningkatkan kontraksi otot dan membantu mencegah kram serta kelelahan.


Kapan Anda Membutuhkannya

Sebagian besar orang sebenarnya tidak memerlukan minuman pengganti elektrolit sesering yang disarankan iklan, kata Ashley Oswald, ahli diet dan pemilik Oswald Digestive Clinic, kepada The Epoch Times.
“Mereka bisa mendapatkan cukup nutrisi seperti kalium, magnesium, dan garam dari makanan sehari-hari.”

Waspadai tanda-tanda dehidrasi yang nyata: haus ekstrem, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, kelelahan, pusing, kebingungan, atau kulit yang tidak segera kembali rata setelah dicubit.

Keringat berlebih—terutama saat cuaca panas atau lembap, setelah banyak bergerak dengan pakaian berlapis di luar ruangan, atau setelah olahraga berkepanjangan—bisa menjadi sinyal untuk mengganti elektrolit yang hilang dengan air kelapa. Tanda lain Anda mungkin mendapat manfaat dari air kelapa adalah saat sakit, terutama jika mengalami diare, kata Oswald.

Untuk efektivitas optimal, Oswald merekomendasikan menambahkan sedikit garam ke dalam air kelapa saat digunakan untuk rehidrasi, karena natrium cepat terkuras saat dehidrasi dan air kelapa secara alami mengandung natrium relatif sedikit.

Minuman pengganti elektrolit sering kali terlalu sering digunakan sebagai pengganti air, kata Oswald. Moderasi adalah yang terbaik, kecuali jika Anda benar-benar mengalami dehidrasi.


Kekhawatiran soal Gula

Air kelapa mengandung 6 hingga 8 gram gula alami per cangkir, yang menjadi perhatian bagi sebagian orang yang peduli kesehatan. Namun, Sethi menegaskan bahwa jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan soda atau jus, dan gula tersebut bekerja bersama serat serta mineral, bukan memicu lonjakan gula darah secara drastis.

“Ini bekerja karena kita tahu bahwa ketika kita mengonsumsi karbohidrat—atau gula alami—bersama protein dan lemak, dampaknya terhadap gula darah tidak sama, dan akibatnya juga tidak sama terhadap peradangan,” kata Oswald. Mengonsumsi air kelapa bersama makanan dapat semakin meminimalkan lonjakan insulin.

Gula, tambahnya, adalah media pengangkut mineral ke dalam sel. Artinya, jika Anda memilih minuman elektrolit komersial dibandingkan air kelapa, versi bebas gula tidak akan efektif.


Siapa yang Perlu Berhati-hati

Kadar kalium yang tinggi bisa menjadi masalah bagi penderita penyakit ginjal stadium lanjut atau gagal jantung, sehingga air kelapa perlu diperhatikan—meskipun tidak sepenuhnya dilarang. Pasien dengan kondisi tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, kata Sethi, karena air kelapa dalam jumlah sedang masih bisa aman.

Air kelapa tidak seharusnya digunakan sebagai minuman detoks, tambahnya, meskipun sering dipromosikan demikian.

“Tidak ada bukti bahwa air kelapa mendetoksifikasi tubuh, tetapi ia mendukung hidrasi alami dan keseimbangan elektrolit, yang pada gilirannya membantu organ detoks tubuh seperti hati dan ginjal bekerja secara optimal,” kata Sethi.

“Bagi kebanyakan orang sehat, sangat sedikit sisi negatif dari air kelapa.”

21 Hari Pemberontakan Iran: Trump dan Khamenei Saling Tantang, Tekanan Internasional Kian Menguat

EtIndonesia. Gelombang protes nasional di Iran memasuki hari ke-21 pada Jumat, 17 Januari 2026, menandai lebih dari tiga pekan perlawanan rakyat terhadap rezim Republik Islam. Aksi demonstrasi kembali meletus di berbagai kota besar dan wilayah strategis Iran, meskipun aparat keamanan terus melakukan penindasan—kini dengan metode yang lebih tertutup dan terorganisir.

Di tengah eskalasi situasi dalam negeri Iran, ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat tajam. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei melontarkan pernyataan keras yang saling berhadapan, mempertegas bahwa krisis Iran telah memasuki fase politik dan geopolitik yang semakin berbahaya.

Trump Serukan Akhir Kekuasaan Khamenei

Dalam wawancara eksklusif dengan Politico yang diterbitkan pada 17 Januari 2026, Presiden Trump secara terbuka menyerukan agar kekuasaan Ali Khamenei diakhiri. Trump menyatakan bahwa Iran membutuhkan kepemimpinan baru dan menegaskan bahwa para penguasa saat ini mempertahankan kekuasaan melalui penindasan brutal dan kekerasan sistematis.

Menurut Trump, tindakan represif yang dilakukan rezim Iran telah menghancurkan negara dari dalam. Dia menekankan bahwa sebuah pemerintahan seharusnya berfokus pada tata kelola negara yang baik—bukan membantai puluhan ribu warganya demi mempertahankan kekuasaan politik.

Trump juga menyindir bahwa bahkan ketika roda negara hanya mampu berputar pada tingkat minimum, kepemimpinan yang bertanggung jawab tetap menjadi kunci, sebagaimana yang dia klaim telah lakukan dalam memimpin Amerika Serikat.

AS Peringatkan Ancaman Serangan Iran terhadap Pangkalan Militer

Masih pada 17 Januari, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi telah menerima informasi intelijen mengenai dugaan persiapan Iran untuk menyerang pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Melalui akun resmi berbahasa Persia di platform media sosial AXE, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa seluruh opsi terhadap Iran masih terbuka. Washington memperingatkan Teheran agar tidak “menguji” Presiden Trump, sembari menegaskan bahwa setiap serangan terhadap aset Amerika Serikat akan dibalas dengan respons militer yang sangat keras.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun serangan militer AS terhadap Iran saat ini ditunda, situasi sama sekali belum mereda.

Aksi Diaspora Iran Memanas di London

Pada malam 16 Januari 2026, sebuah video yang beredar luas di platform AXE memperlihatkan bendera Iran diturunkan dari Gedung Kedutaan Besar Iran di London. Media Inggris TalkTV melaporkan bahwa demonstran pro-demokrasi terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di luar kompleks kedutaan.

Sejumlah demonstran dilaporkan mengalami luka-luka akibat tindakan aparat. Bahkan, seorang jurnalis dari Perspective TV disebut turut menjadi korban kekerasan dalam insiden tersebut, memicu kecaman dari komunitas pers internasional.

Teheran Akui Penangkapan Massal, LSM Sebut Angka Jauh Lebih Besar

Pada Jumat, 17 Januari, Pemerintah Iran secara langka mengakui telah menangkap sekitar 3.000 orang terkait gelombang protes nasional. Namun, berbagai organisasi hak asasi manusia menilai angka tersebut jauh di bawah jumlah sebenarnya.

Menurut laporan lembaga independen, penangkapan dilakukan secara masif, termasuk terhadap mahasiswa, pekerja, aktivis perempuan, dan warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan.

Pentagon Kerahkan Kekuatan Tambahan ke Timur Tengah

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa Pentagon tengah mengerahkan kekuatan militer tambahan ke kawasan Timur Tengah. Armada kapal induk tempur Amerika Serikat dilaporkan telah bergerak menuju wilayah tersebut, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer AS di tengah potensi eskalasi konflik.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal tekanan strategis terhadap Teheran, sekaligus pesan kepada sekutu dan lawan bahwa Washington bersiap menghadapi segala skenario.

Reza Pahlavi Serukan Mogok Nasional dan Aksi Simbolik

Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, kembali menyerukan aksi mogok nasional melalui platform AXE. Dia menegaskan bahwa Iran kini menjadi benteng utama perjuangan dan perlawanan terhadap rezim Republik Islam.

Dalam pernyataannya, Reza Pahlavi menyebut bahwa rezim Khamenei telah menciptakan “kebohongan besar” untuk menipu dunia dan mengulur waktu. Dia menegaskan bahwa selama Khamenei dan rezim yang dia sebut kriminal belum disingkirkan ke “tong sampah sejarah”, maka tidak ada satu pun aspek kehidupan di Iran yang dapat dianggap normal.

Dia menyerukan kepada rakyat Iran agar bersatu pada 17–19 Januari 2026, setiap pukul 20:00 waktu setempat, dengan meneriakkan slogan-slogan nasional sebagai bentuk perlawanan simbolis dan pesan kepada dunia bahwa akhir rezim anti-Iran semakin dekat.

Tokoh AS dan Israel Perkeras Tekanan terhadap Teheran

Senator AS, Lindsey Graham mengunggah pernyataan di AXE pada 17 Januari, mengonfirmasi bahwa dia telah tiba di Israel. Graham menyatakan kedatangannya bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban rezim Iran atas tindakan brutal terhadap rakyatnya.

Dalam sebuah video, Graham menyebut bahwa waktu akan membuktikan runtuhnya rezim Iran hanya tinggal menunggu hari.

Sementara itu, pengacara Amerika-Israel Mark Zell menilai bahwa langkah-langkah Presiden Trump telah memaksa rezim Iran membuka seluruh rencana daruratnya, dan kini tidak lagi memiliki jalan keluar strategis.

Sorotan pada Keluarga Elite Iran di AS

Menurut laporan New York Post, perhatian publik kini tertuju pada putri Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Dia diketahui memegang green card Amerika Serikat yang diterbitkan pada 2021 dan bekerja sebagai dokter serta profesor onkologi di Universitas Emory, Georgia.

Sebuah petisi daring di Trump.org telah mengumpulkan lebih dari 40.000 tanda tangan, menuntut agar pemerintahan Trump mendeportasi keluarga elite rezim Iran yang tinggal di AS. Para penandatangan menilai tidak adil jika keluarga pejabat Iran menikmati kebebasan di Amerika Serikat, sementara di Iran mereka diduga memerintahkan pembantaian terhadap demonstran.

Ali Larijani sendiri baru-baru ini mengecam Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di media sosial, serta memperingatkan AS agar tidak mencampuri urusan Iran—sebuah pernyataan yang justru memicu kemarahan komunitas Iran-Amerika.

Washington Tinjau Kebijakan Imigrasi Era Biden

Menanggapi isu tersebut, Asisten Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Mike Laughlin mengatakan kepada Newsweek bahwa pemerintahan Trump tengah meninjau secara menyeluruh kebijakan imigrasi era Biden, termasuk pemberian green card kepada warga negara dari negara-negara yang menjadi perhatian keamanan nasional, seperti Iran.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa Washington bersiap mengambil pendekatan yang jauh lebih keras terhadap Teheran.

Semua Mata Tertuju pada Langkah Berikutnya

Di media sosial, dukungan terhadap sikap tegas Presiden Trump terus menguat. Banyak warganet menilai kasus keluarga elite Iran ini dapat menjadi “tembakan simbolis pertama” dalam babak baru tekanan AS terhadap rezim Teheran.

Dengan protes yang belum mereda, tekanan internasional yang kian kuat, dan kesiapsiagaan militer yang meningkat, Iran kini berada di persimpangan sejarah—dan dunia menunggu langkah berikutnya dari Washington maupun Teheran.

Aplikasi “Apakah Kamu Mati” Meledak di Tiongkok Saat Jutaan Orang Hidup Sendirian

Sebuah aplikasi keselamatan dengan nama yang sangat mencolok melonjak di tangga aplikasi Apple, mencerminkan meningkatnya kecemasan di kalangan populasi Tiongkok yang kian besar dan hidup sendirian.

EtIndonesia. Sebuah aplikasi baru asal Tiongkok bernama Sileme (死了吗) juga nama lainnya Demumu atau “Apakah Kamu Mati” menjadi viral dalam beberapa hari terakhir. Awal pekan ini, aplikasi tersebut sempat menduduki peringkat pertama dalam daftar aplikasi utilitas berbayar teratas Apple di Tiongkok, sebelum turun ke posisi kedua pada Rabu.

Fungsi aplikasi ini sangat sederhana dan lugas. Pengguna menunjuk satu kontak darurat dan diwajibkan melakukan check-in secara berkala. Jika pengguna gagal melakukan check-in selama dua hari berturut-turut, sistem secara otomatis akan mengirim email peringatan kepada kontak tersebut. Aplikasi ini secara khusus ditujukan bagi orang-orang yang tinggal sendirian.

Kesuksesan mendadak aplikasi ini telah mengubah sebuah startup kecil beranggotakan tiga orang yang sebelumnya nyaris tak dikenal menjadi fenomena viral. Para analis menilai hal ini sebagai cerminan yang mengganggu dari kehidupan modern di daratan Tiongkok.


Pasar Hidup Sendirian yang Terus Membengkak

Keberhasilan aplikasi ini menyoroti tren meningkatnya jumlah orang yang hidup sendirian di Tiongkok. Menurut laporan tahun 2023 dari Beike Research Institute yang dikutip media pemerintah Tiongkok Xinhua, populasi warga yang hidup sendiri diperkirakan akan mencapai 150 juta hingga 200 juta orang pada 2030, atau sekitar 30 persen dari populasi dewasa.

Para pencipta “Are You Dead?” mengatakan bahwa mereka merespons langsung realitas demografis tersebut.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Yuejing Technology Services Co., yang didirikan pada pertengahan 2025. Penciptanya—yang hanya mengungkapkan marganya, Guo, kepada media Tiongkok Lanjing News—mengatakan bahwa pengembangan aplikasi memakan waktu kurang dari sebulan dengan biaya sekitar 1.000 yuan (Rp 2,4 juta)

Awalnya gratis, aplikasi ini kini dijual seharga 8 yuan (sekitar Rp 19 ribu) dan untuk saat ini hanya tersedia di App Store milik Apple.

Guo menjelaskan bahwa ide aplikasi ini—termasuk nama yang sengaja dibuat sangat blak-blakan—muncul dari diskusi daring di kalangan anak muda yang khawatir darurat medis atau kecelakaan mereka tidak akan diketahui siapa pun ketika hidup sendirian.


“Kebutuhan Dasar Akan Keamanan”

Komentator politik Tiongkok Tang Xiaolan menulis di media yang dikendalikan negara, China Jilin Network, bahwa popularitas aplikasi ini mencerminkan ketakutan luas terhadap fenomena yang dikenal di Asia Timur sebagai “kematian kesepian”—meninggal dunia tanpa diketahui dan tanpa pendamping.

“Dalam masyarakat modern, mobilitas penduduk yang tinggi telah mengikis jaringan keluarga dan lingkungan tradisional,” tulis Tang.

“Darurat medis di malam hari, pindah rumah sendirian, berobat tanpa ada orang yang menandatangani formulir persetujuan—semua ini adalah risiko sehari-hari bagi mereka yang hidup sendiri. Peringatan keselamatan kini telah menjadi kebutuhan dasar.”

Meski aplikasi pelacak kesehatan atau peringatan darurat sudah lazim secara global, para analis menilai kasus di Tiongkok memiliki makna yang berbeda karena apa yang kini disimbolkan oleh aplikasi tersebut.

“Yang mengejutkan bukanlah keberadaan aplikasi seperti ini,” kata Lai Jianping, mantan pengacara Beijing dan presiden Federation for a Democratic China yang berbasis di Kanada, kepada NTD edisi bahasa Tionghoa.

 “Yang mengejutkan adalah begitu banyak anak muda merasa mereka membutuhkannya.”

Lai berpendapat bahwa Tiongkok tidak memiliki jaring pengaman sosial yang komprehensif dan terinstitusionalisasi yang dapat diandalkan masyarakat saat berada dalam kondisi rentan.

“Tak seorang pun tahu kapan sesuatu bisa terjadi,” ujarnya.

“[Di Tiongkok], ada ketakutan akan penghilangan paksa, pengambilan organ, dijebak sindikat penipuan, atau bahkan diculik dan dibawa ke luar negeri. Semua itu mungkin terjadi. Jika digabungkan, risiko-risiko ini membantu menjelaskan mengapa sebagian anak muda beralih ke alat seperti ini.”


Kecemasan Ekonomi

Budaya Tiongkok secara tradisional menghindari pembicaraan terbuka tentang kematian, sehingga penamaan aplikasi yang sangat gamblang ini terasa semakin mencolok.

Wang, seorang dosen universitas di Tiongkok yang berbicara kepada NTD dan hanya menyebutkan marganya demi alasan keamanan, mengatakan bahwa orang-orang yang lebih tua di sekitarnya merasa nama aplikasi ini mengganggu—menunjukkan bahwa basis pengguna utamanya adalah generasi muda.

“Anak muda merasa terjebak,” kata Wang.

 “Ekonomi melambat, pekerjaan sulit didapat, harga rumah tak terjangkau, dan pernikahan terasa semakin jauh. Banyak yang hanya menyewa apartemen kecil dan bertahan hidup seadanya.”

Tekanan ini diperparah oleh terbatasnya belanja kesejahteraan publik. Menurut data Bank Dunia, pengeluaran Tiongkok untuk layanan kesehatan bagi populasi umum hanya mencapai 5,37 persen dari PDB—lebih rendah dibandingkan sebagian besar negara BRICS, termasuk Brasil dan Rusia, serta di bawah banyak negara maju.

Lonjakan popularitas aplikasi “Are You Dead?” terjadi di tengah tanda-tanda pesimisme ekonomi yang lebih luas di Tiongkok. Para analis mengamati meningkatnya fenomena “tabungan defensif” di kalangan masyarakat Tiongkok akibat kekhawatiran akan darurat pribadi dan melemahnya kepercayaan konsumen—tren yang kerap dikaitkan dengan ketidakpastian masa depan.

Yang Xu turut berkontribusi dalam laporan ini.

CIA Rilis Video Baru untuk Mendorong Warga Tiongkok Mengungkap ‘Kebenaran tentang Tiongkok’

Intelijen AS  menguraikan sembilan langkah keamanan operasional dalam video berbahasa Mandarin ketiganya yang ditujukan kepada calon sumber di dalam Tiongkok.

EtIndonesia. Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) merilis sebuah video baru yang ditujukan kepada warga Tiongkok. Video itu menguraikan sembilan metode langkah demi langkah untuk membangun kontak aman dengan badan tersebut, menurut unggahan CIA di platform X pada 16 Januari.

Dalam video itu, CIA menyatakan sedang mencari individu di dalam Tiongkok yang memiliki akses ke informasi mengenai sistem politik negara tersebut dan bersedia membagikannya secara aman.

“CIA ingin mengetahui kebenaran tentang Tiongkok,” tulis badan tersebut dalam bahasa Mandarin pada unggahan itu. “Kami mencari orang-orang yang mengetahui kebenaran dan dapat membagikannya.”

Unggahan terbaru ini menandai video ketiga CIA yang secara khusus menargetkan audiens di Tiongkok. Video ini menyusul dua video berbahasa Mandarin yang dirilis pada Mei lalu, yang secara terbuka mendorong pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memberikan intelijen kepada Amerika Serikat—sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menarik perhatian luas.

Video terbaru ini berfokus pada keamanan operasional dan menawarkan sembilan langkah praktis bagi calon informan Tiongkok untuk meminimalkan risiko pengawasan digital saat menghubungi CIA.

Menurut CIA, langkah pertama adalah membeli perangkat komunikasi baru atau bekas dengan uang tunai atau kartu hadiah, tanpa memberikan identitas pribadi. Untuk perangkat bekas, CIA menyarankan agar dilakukan reset pabrik menyeluruh. Seluruh perangkat lunak bawaan, aplikasi, program antivirus, ekstensi peramban, dan program lain harus dihapus.

Langkah kedua adalah terhubung ke Wi-Fi publik di lokasi umum guna menjaga anonimitas. CIA memperingatkan agar layar perangkat tidak terlihat oleh kamera keamanan atau orang yang lewat, serta menyarankan penggunaan pelindung layar privasi.

Selanjutnya, CIA menyarankan agar pengguna mengunduh peramban web dan jaringan privat virtual (VPN) dari perusahaan Amerika atau Barat, serta menekankan bahwa alat-alat ini harus digunakan secara konsisten sepanjang proses.

Pada langkah keempat, informan diminta membuat alamat email anonim baru menggunakan layanan email dari perusahaan Barat, tanpa memasukkan informasi apa pun yang dapat ditelusuri kembali kepada mereka. Email tersebut hanya boleh digunakan untuk keperluan ini.

Setelah langkah-langkah tersebut selesai, CIA menyarankan pengguna untuk langsung memasukkan alamat resmi situs web CIA, alih-alih mencarinya melalui mesin pencari. Video tersebut juga memberikan panduan untuk menghubungi CIA melalui portal dark web menggunakan peramban Tor dengan menyediakan alamat onion serta tautan ke situs resmi CIA.

Setelah mengakses situs tersebut, informan diminta membuka halaman “contact” dan mengirimkan alamat email anonim serta pesan mereka. CIA menyatakan bahwa pesan dapat ditulis dalam bahasa apa pun, tetapi memperingatkan agar tidak menggunakan aplikasi, perangkat lunak, atau alat kecerdasan buatan untuk menulis atau menerjemahkan isi pesan. Para individu dianjurkan untuk menjelaskan secara jelas informasi yang ingin mereka bagikan.

Pada langkah-langkah terakhir, informan diinstruksikan untuk menghapus seluruh riwayat peramban dan segala jejak situs CIA setelah mengirimkan pesan. CIA menyarankan agar tidak melakukan upaya kontak berulang dan merekomendasikan perangkat tersebut disimpan di lokasi yang aman. CIA menyatakan akan meninjau semua pesan yang diterima.

Setelah melakukan kontak, CIA menyarankan agar para informan melanjutkan rutinitas harian seperti biasa selama informasi yang dikirim sedang ditinjau.

Sebagai penutup, badan tersebut menyarankan bahwa, jika situasi memungkinkan, individu sebaiknya mempertimbangkan bepergian ke luar negeri sebelum membeli perangkat dan memulai kontak. Saat mengirimkan informasi, CIA menyatakan bahwa pengguna sebaiknya menyertakan lokasi sementara mereka saat itu serta detail kontak. Jika tidak memungkinkan untuk meninggalkan negara, sebagian atau seluruh langkah tersebut dapat dilakukan oleh kerabat terpercaya atau teman dekat.

Lin Yan turut berkontribusi dalam laporan ini.

Suami di Tiongkok Menghancurkan Perabotan Rumah Setelah Istrinya Membeli Mesin Cuci Piring Tanpa Persetujuannya

EtIndonesia. Sebuah klip video yang dirilis oleh seorang wanita di Tiongkok, yang memperlihatkan suaminya menghancurkan rumah mereka karena ia membeli mesin cuci piring seharga 1.500 yuan (sekitar Rp 3,6 juta), telah menjadi viral di media sosial.

Wanita tersebut, yang tinggal di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, mengatakan dalam sebuah video yang diunggah pada 8 Januari, bahwa dia telah membeli mesin tersebut dari platform online tanpa memberi tahu suaminya.

Dia mengatakan dia membutuhkannya karena air keran di musim dingin terlalu dingin untuk mencuci piring dengan tangan, lapor Dahe News.

Suaminya tidak pernah mencuci piring, menurut wanita yang tidak disebutkan namanya itu.

Pria itu baru mengetahui tentang pembelian tersebut ketika seorang pekerja datang untuk memasang mesin cuci piring di apartemen sewaan mereka.

Suami tersebut memerintahkan istrinya untuk membatalkan pesanan dan mengembalikan mesin tersebut, tetapi istrinya menolak.

Dia mengatakan bahwa keluarga mereka tidak mampu membeli mesin cuci piring karena biaya air dan listrik yang tinggi.

“Itu tidak mahal. Kami mampu membelinya,” jawab wanita itu.

Ketika sang suami meminta pekerja untuk menghentikan pekerjaan pemasangan, istrinya keberatan, membuat sang suami marah dan menghancurkan furnitur serta barang-barang lain di ruang tamu.

Video viral sang istri menunjukkan ruangan yang berantakan.

Wanita itu berlari keluar rumah sambil menangis dan ke jalan selama satu jam sebelum pergi ke hotel tempat dia menginap semalam.

“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa dia tidak mengizinkan saya membeli mesin pencuci piring. Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata wanita itu sambil menangis.

Dia mengakui bahwa konflik mereka hanyalah salah satu dari banyak konflik yang mereka alami terkait belanja.

Sang suami bekerja di kota yang jauh dari rumah mereka dan berpenghasilan sekitar 11.000 yuan (sekitar Rp 26,7 juta) per bulan, sementara sang istri mengurus kedua anak mereka di kampung halaman.

“Saya rasa dia tidak nyaman karena saya sakit dan tidak bekerja tahun lalu,” kata wanita itu, menambahkan bahwa sang suami memiliki banyak utang.

Namun, dia tetap mengembalikan mesin pencuci piring keesokan harinya dan sang suami meneleponnya untuk meminta maaf.

“Maafkan aku. Aku sedang bad mood. Aku akan memperlakukanmu dengan baik di masa depan. Kita bisa membeli mesin pencuci piring yang lebih kecil,” katanya kepada istrinya dalam klip selanjutnya.

Perselisihan mereka menjadi sensasi online.

“Pria itu sangat kasar. Ceraikan dia secepat mungkin,” kata seorang pengamat online.

Namun orang lain berkata: “Suami adalah satu-satunya pencari nafkah. Dia berada di bawah tekanan besar, tetapi istrinya mempertahankan tingkat konsumsi yang tinggi. Saya tidak bersimpati padanya.”

“Saya juga seorang wanita dan seorang ibu. Jika saya adalah dia, saya tidak akan membeli mesin pencuci piring karena keterbatasan situasi keuangan keluarga,” kata orang ketiga.

Ke Danni, seorang pengacara urusan keluarga yang berbasis di Xian, Provinsi Shaanxi barat laut, mengatakan kepada Post bahwa kedua belah pihak memiliki masalah.

“Mereka harus lebih banyak berkomunikasi. Saya tidak mendukung wanita itu membeli barang-barang di luar kemampuan keuangan keluarga mereka tanpa berkonsultasi dengan suaminya,” kata Ke.

“Di sisi lain, segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, termasuk menghancurkan barang-barang di rumah, tidak dapat diterima. Anda tidak bisa merusak rumah hanya karena stres,” tambahnya.(yn)

Tak Ikut Pola Hidup Sehat Umum, Nenek Tiongkok 101 Tahun Ini Sehat Berkat Ngemil dan Begadang Nonton Drama

 Dunia ini penuh keajaiban. Begadang dan makan camilan larut malam biasanya dianggap sebagai kebiasaan hidup yang tidak sehat. Namun, seorang nenek berusia 101 tahun di Zhejiang, Tiongkok, justru sebaliknya. Ia menonton televisi hingga lewat pukul 02.00 dini hari setiap malam sebelum tidur, dan jika lapar di malam hari masih makan camilan. Anehnya, pola hidup “berlawanan arah” ini justru membuat kesehatannya sangat baik.

EtIndonesia. Berdasarkan laporan berbagai media di daratan Tiongkok, lansia bernama Jiang Yueqin berasal dari Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Di usia 101 tahun, ia tampak segar, bersemangat, dan giginya masih lengkap. Di balik gaya hidupnya yang terlihat “seenaknya”, ternyata ada “rahasia perawatan kesehatan” yang berbeda dari kebanyakan orang.

Putrinya, Yao Songping, mengatakan bahwa kebiasaan ibunya tidur larut baru muncul dalam dua tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sang ibu sangat rajin. Pada siang hari, ia selalu membereskan rumah hingga rapi, dan saat waktu luang ia keluar berjalan-jalan atau berjemur matahari.

Namun, setelah suatu kali terjatuh dan mengalami cedera pada tangan sehingga harus menjalani operasi, anak-anaknya merasa kasihan dan khawatir jika terlalu lelah akan mempengaruhi pemulihan. Karena itu, mereka tidak lagi membiarkannya mengerjakan pekerjaan rumah.

Setelah tidak lagi sibuk, sang ibu jadi banyak tidur di siang hari karena tidak ada kegiatan. Akibatnya, pada malam hari ia sulit tidur lebih awal. Ia pun menghabiskan waktu dengan menonton televisi, dan lama-kelamaan terbiasa tidur larut malam.

Yao Songping mengatakan, ibunya setiap malam selalu menyalakan televisi hingga lewat pukul 2 dini hari baru tidur, lalu bangun secara alami sekitar pukul 10 pagi. Karena itu, sarapan dan makan siang digabung menjadi satu, dan makan berikutnya baru dilakukan sekitar pukul 6 sore. Jika sekitar pukul 9 malam ia merasa lapar, ia akan makan sedikit camilan seperti biskuit.
“Walaupun tidurnya larut, kualitas tidurnya sama sekali tidak buruk. Begitu berbaring, dalam beberapa menit saja sudah tertidur,” ujar Yao.

Nenek Jiang seumur hidup belum pernah memasang gigi palsu dan tidak memiliki satu pun gigi tiruan. Nafsu makannya juga sangat baik. Camilan favoritnya adalah makanan khas Wenzhou bernama mati song (馬蹄鬆).

 “Dia makan mati song tanpa perlu mematahkannya, langsung dimasukkan ke mulut lalu dikunyah perlahan. Setiap hari harus makan dua potong, barulah puas,” kata Yao Songping.

Selain mati song, sachima dan ubi jalar juga merupakan makanan yang sering dikonsumsi nenek Jiang. Yao Songping tertawa sambil berkata, “Sachima lengket di gigi, dan beberapa jenis ubi teksturnya cukup keras. Kami yang masih muda saja merasa repot mengunyahnya, tapi ibu saya justru sangat suka.”

Selain kebiasaan tersebut, nenek Jiang dulu juga gemar bepergian.

Yao Songping mengatakan bahwa ketika ibunya berusia di atas 80 tahun, ia masih bepergian bersama ayahnya (yang kini telah meninggal) ke Hangzhou. Mereka bahkan menyewa tempat tinggal tidak jauh dari Danau Barat dan tinggal di sana selama lebih dari setengah tahun. Pada usia 89 tahun, ia masih mampu berjalan hingga ke Makam Sun Yat-sen di Nanjing.

Dalam dua tahun terakhir, nenek Jiang juga pernah berwisata ke Dongtou, Yongjia, Jinhua, dan Suzhou. Secara keseluruhan, ia telah mengunjungi lebih dari 20 kota.

Selain bangun pagi setelah tidur hingga puas, hal pertama yang dilakukan nenek Jiang setelah bangun dan membersihkan diri adalah minum segelas teh hijau. Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau bermanfaat bagi kesehatan otak serta dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Mengenai kesehatan dan umur panjang ibunya, Yao Songping mengatakan bahwa hal tersebut terutama berkat “makan dengan baik, tidur dengan baik, dan minum segelas teh hijau setiap hari”. 

Namun, menurutnya, hal-hal itu hanyalah bagian kecil. Yang terpenting adalah sikap mental sang ibu yang sangat baik: tidak mudah marah, tidak suka mempermasalahkan hal-hal kecil, tidak menyimpan beban di hati.

 “Bisa dikatakan, ia menjalani hidup dengan sangat lapang dan bijaksana,” ujar Yao. (Hui)

Tersenyum Menghadapi Akhir Permainan Hidup

EtIndonesia. Jika hidup dibagi berdasarkan nasib, kira-kira ada dua jenis manusia: yang satu terlahir membawa keberuntungan,  yang satu lagi seolah lahir untuk diuji oleh kesialan.

Pelukis disabilitas asal Taiwan, Xie Kunshan, jelas termasuk golongan kedua. Seakan-akan hidupnya tak pernah bersahabat dengan keberuntungan. Dia justru selalu ditemani kemalangan—jatuh berkali-kali, dan setiap jatuh terasa begitu menyakitkan, hingga nyaris pantas disebut “anak kesialan”.

Karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat miskin dan tak mampu membiayai sekolahnya, Xie Kunshan terpaksa putus sekolah sejak usia dini. Namun kemiskinan justru membuatnya tumbuh lebih cepat dewasa. Sejak kecil dia sudah memahami betapa beratnya jerih payah orangtuanya.

Maka sejak usia 12 tahun, dia mulai bekerja di proyek bangunan. Dengan bahu yang masih rapuh dan tubuh yang belum matang, dia ikut menopang kehidupan keluarganya. Namun nasib tak kunjung berpihak pada anak yang begitu berbakti ini. Bencana justru datang silih berganti.

Pada usia 16 tahun, karena tak sengaja menyentuh aliran listrik tegangan tinggi, dia kehilangan kedua lengannya dan satu kakinya. Tujuh tahun kemudian, saat berusia 23 tahun, sebuah kecelakaan kembali merenggut satu matanya. Tak lama setelah itu, kekasih yang sangat dia cintai pun diam-diam meninggalkannya…

Menghadapi pukulan demi pukulan dari takdir, Xie Kunshan tidak mengeluh, apalagi tenggelam dalam keputusasaan. Namun demi tidak menjadi beban bagi orangtuanya yang sudah sangat menderita, dan demi tidak semakin menghancurkan keluarga yang serba kekurangan itu, dia memilih satu jalan yang pahit—mengembara.

Dengan tubuh penuh keterbatasan, dia pergi seorang diri, memulai pertarungan panjang melawan takdir.

Dalam masa pengembaraannya, dia bekerja apa saja demi bertahan hidup. Di saat yang sama, dia juga aktif dalam kegiatan sosial, membantu mereka yang lebih membutuhkan. Lambat laun, dia jatuh cinta pada dunia melukis. Dia ingin memberi warna baru pada kehidupan yang selama ini terasa kelabu.

Awalnya, Xie Kunshan sama sekali tidak mengerti seni lukis. Dia hanya bisa datang ke sekolah seni sebagai pendengar, diam-diam mempelajari teknik melukis. Tak memiliki tangan, dia melukis dengan mulut—menggigit kuas dengan giginya, menggerakkannya dengan lidah, hingga sudut bibirnya sering mengalirkan darah.

Kehilangan satu kaki, cia melukis sambil berdiri dengan satu kaki saja, sering kali berjam-jam tanpa bergerak. Dia justru paling menyukai melukis di tengah angin dan hujan, menangkap suasana langit gelap dan terpaan angin dingin…

Dan tepat ketika hidupnya berada di titik paling sulit, datanglah seorang gadis cantik bernama Yezhen. Mengabaikan tentangan keras dari orangtuanya, gadis itu dengan tegas memilih masuk ke dalam hidupnya.

Dengan adanya satu titik tumpu dalam hidup, Xie Kunshan semakin giat berkarya. Dia menggelar pameran lukisan di berbagai tempat, dan karyanya terus meraih penghargaan dalam berbagai kompetisi seni.

Usaha sungguh-sungguh tak pernah mengkhianati manusia. Pada akhirnya, dia berhasil memenangkan “akhir permainan” hidupnya.

Dia bukan hanya memenangkan cinta—memiliki keluarga yang hangat dan bahagia—tetapi juga memenangkan karier, menjadi pelukis terkenal, serta meraih penghormatan dari masyarakat luas. Kisah hidupnya kini dikenal hampir di seluruh Taiwan, menjadi inspirasi dan teladan bagi banyak anak muda.

Suatu hari, seseorang bertanya kepadanya:  “Jika suatu hari kamu memiliki sepasang tangan yang sempurna, apa hal pertama yang ingin kamu lakukan?”

Dia tersenyum, lalu menjawab dengan lembut: “Aku akan menggandeng tangan istriku dengan tangan kiri, menggenggam tangan kedua putriku dengan tangan kanan, dan berjalan bersama menyusuri jalan kehidupan.”

Hikmah Cerita / Renungan

Sesungguhnya, hidup ini bagaikan sebuah papan catur, dan lawan kita adalah takdir.

Sekalipun takdir sudah menguasai hampir seluruh papan, sekalipun yang tersisa hanya sebuah posisi akhir yang nyaris kalah, jangan pernah membalik papan dan menyerah. Hadapilah dengan senyum, dan teruslah bermain sampai akhir.

Karena justru dalam ketekunan dan keteguhan itulah, hidup bisa berbalik arah. Siapa tahu, pada langkah terakhir, kita justru mampu memberi takdir sebuah “sekakmat tersembunyi”.

Catatan:  “Sekakmat meriam tertutup” (The Smothered Cannon Checkmate) adalah istilah dalam catur Tiongkok, yaitu strategi memanfaatkan bidak lawan sebagai pijakan meriam untuk mematikan langkah raja lawan, sehingga tak ada jalan menghindar dan permainan berakhir. (jhn/yn)

Video Jalanan di Depan Gerbang Kampus Guangzhou Ditutup, Helikopter Mendarat di Jalan Raya Diduga Angkut Organ Tubuh

Kasus kematian misterius seorang siswa SMP di Xincai, Henan, Tiongkok, membuat semakin banyak warganet Tiongkok menaruh perhatian pada kejahatan pengambilan organ hidup-hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Warga secara berturut-turut merekam video helikopter yang mendarat di jalan raya di depan Universitas Kedokteran Selatan, Guangzhou, yang diduga mengangkut organ. Warganet mengecam tindakan ini sebagai “terang-terangan”

EtIndonesia. Baru-baru ini, beredar luas di internet sejumlah video yang direkam oleh warga Guangzhou, Tiongkok,  yang disebut-sebut diambil di kampus Guangzhou Universitas Kedokteran Selatan. Dalam video terlihat polisi menutup jalan di kedua ujungnya agar helikopter bisa mendarat di jalan besar, lalu tenaga medis memindahkan benda-benda yang tidak diketahui ke dalam helikopter.

Dalam salah satu video, beberapa tenaga medis menarik sebuah troli datar kecil dan mengangkut beberapa kotak ke dalam helikopter. Warganet mencurigai bahwa di antaranya terdapat kotak pendingin berisi organ segar.

Di latar belakang video, terlihat papan nama gedung bertuliskan “Aimi’er Pusat Perawatan Pasca melahirkan” beserta nomor kontaknya. Peta menunjukkan bahwa tempat tersebut berada di Gedung Yunjia, Kompleks Perumahan Yunjing, Guangzhou, hanya dipisahkan oleh satu jalan, Jalan Yuanfeng, dari Gedung Logistik Rumah Sakit Nanfang.

Universitas Kedokteran Selatan sebelumnya bernama Universitas Kedokteran Militer Pertama PKT. Rumah Sakit Nanfang merupakan rumah sakit afiliasi universitas tersebut, terhubung langsung dengan kampus Guangzhou, dan gedung logistiknya bersebelahan dengan area kampus.

Ada pula video lain yang juga disebut direkam di kampus Guangzhou Universitas Kedokteran Selatan. Video tersebut memperlihatkan jalan besar ditutup di kedua ujungnya, dengan pita peringatan merah bertuliskan “Dilarang Melintas” dipasang di pinggir jalan, dan diduga bus umum pun terpaksa berhenti sementara.

Video ini tampaknya direkam oleh pejalan kaki yang terhalang di luar garis peringatan. Terlihat helikopter mendarat di tengah jalan, sementara petugas medis mendorong sebuah benda berwarna merah menyerupai kursi roda menuju pintu kabin. Di atasnya tampak ada bantal dan benda lain, tetapi tidak jelas apakah yang diangkut adalah pasien atau barang lain.

Tangkapan layar menunjukkan bahwa dua video tersebut ramai beredar di platform Douyin di Tiongkok. Kolom komentar dan teks berjalan hampir sepenuhnya mengaitkan peristiwa ini dengan dugaan pengambilan organ hidup-hidup oleh PKT. 

Ada yang berkata “semakin hari semakin terang-terangan”, ada yang mengecam “tidak punya kemanusiaan”, dan ada pula yang menyindir, “pakai helikopter, jadi sama sekali tidak ada kesempatan untuk mencegat” (menyindir kasus keluarga di Kabupaten Xincai yang mencegat ambulans dengan truk saat jenazah anak mereka hendak diam-diam dipindahkan).

Seorang warganet juga berkomentar, “Rumah Sakit Anak Jiangxi juga sedang membangun landasan helikopter di atap, saya unggah video tapi tidak bisa lolos.”

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak rumah sakit di Tiongkok mengembangkan apa yang disebut “penyelamatan dengan helikopter”. Rumah sakit yang memiliki kondisi membangun helipad di atap atau di tanah, sementara yang tidak memiliki kondisi pun tetap memaksakannya. Misalnya, Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Xiamen di Fujian pernah menggunakan helikopter untuk mengangkat benda tak dikenal dari atap dengan tali【Laporan terkait: Mencurigakan! Helikopter Rumah Sakit Xiamen Mengangkat “Kantong yang Bergerak” (Video)】. Namun, penutupan jalan untuk pendaratan helikopter seperti di Universitas Kedokteran Selatan ini disebut-sebut sebagai yang pertama kali terlihat.

Pemerintah PKT mengklaim bahwa penggunaan helikopter bertujuan untuk “memenangkan waktu demi menyelamatkan nyawa”. Namun banyak warganet mencurigai bahwa ini sebenarnya untuk mempercepat pengangkutan organ, karena organ yang diambil dari tubuh hidup hanya dapat mempertahankan aktivitasnya dalam waktu yang sangat singkat. 

Selain itu, biaya penyewaan helikopter sipil di Tiongkok sangat mahal dan umumnya tidak terjangkau oleh pasien biasa, sehingga opini publik mempertanyakan apakah layanan ini sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan elite berkuasa.

Media resmi PKT sendiri berulang kali secara terbuka menyatakan bahwa helikopter digunakan untuk mengangkut organ segar, “berlomba dengan waktu demi menyelamatkan pasien”, namun sama sekali tidak menyebutkan kondisi atau asal-usul para donor organ.

Sebelumnya, seorang siswa SMP di Kabupaten Xincai, Henan, ditemukan meninggal secara misterius di sekolah. Keluarganya menggunakan truk untuk mencegat jenazah anak tersebut yang diam-diam hendak dipindahkan, dan menemukan adanya lubang darah mencurigakan di bagian dada jenazah. 

Warganet secara luas mencurigai bahwa jenazah tersebut telah disuntik “cairan pengawet jantung”, namun tindakan cepat keluarga tersebut diduga mengacaukan proses transplantasi organ.

Meskipun otoritas PKT menekan keras kasus ini, panasnya opini publik tidak mereda. Warganet di daratan Tiongkok menghindari kata-kata sensitif dan terus mendiskusikan serta menyebarkan berbagai informasi terkait, tanpa menyebut nama secara langsung, untuk mengecam kejahatan pengambilan organ hidup-hidup oleh PKT. 

Ada yang dengan putus asa menyatakan, “tidak berani punya anak lagi”, ada pula yang marah dan berkata, “demi generasi berikutnya, harus menghancurkan mereka (merujuk pada rezim PKT)”.

Chen Zhenjin – NTDTV.com

Selalu Berjuang Menjadi yang Terbaik

EtIndonesia. Saat masih kuliah, Profesor Wan—dosen yang mengajar kami—sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tampak sepele dan seolah tanpa maksud khusus.

Suatu kali, Profesor Wan bertanya :  “Gunung tertinggi di dunia itu gunung apa?”

Pertanyaan yang terasa terlalu mudah untuk ukuran mahasiswa ini tentu saja dianggap remeh.

Dengan suara setengah malas, kami menjawab serempak :  “Gunung Everest.”

Tak disangka, profesor langsung melanjutkan : “Kalau begitu, gunung tertinggi kedua di dunia apa?”

Sekejap, seluruh kelas terdiam. Kami benar-benar kebingungan. 

Ada yang mencoba berkilah : “Sepertinya tidak pernah dibahas di buku pelajaran.”

Profesor tidak berkomentar, lalu kembali bertanya :  “Kalau begitu, siapa manusia pertama yang pergi ke luar angkasa?”

Kali ini, tidak seorang pun berani menjawab. Bukan karena kami lupa nama Yuri Gagarin, melainkan karena kami sudah bisa menebak pertanyaan berikutnya—dan yang menyakitkan adalah, kami tidak tahu siapa orang kedua yang pergi ke luar angkasa. Maka, dengan senyum tipis, profesor kembali mengajukan beberapa pertanyaan serupa.

Anehnya, jawaban untuk pertanyaan pertama hampir selalu diketahui semua orang, tetapi jawaban untuk pertanyaan kedua nyaris tak ada yang tahu.

Profesor tampak sangat puas, seolah baru saja menyelesaikan sebuah tugas besar. Kami justru semakin bingung, tidak mengerti apa maksud semua ini. Untungnya, profesor lalu berbalik menghadap papan tulis dan dengan cepat menuliskan satu kalimat besar:

“Berada di posisi kedua tidak ada bedanya dengan tidak dikenal sama sekali!”

Barulah kami paham—ternyata profesor sedang mendorong kami untuk selalu berjuang menjadi yang terbaik.

Profesor kemudian menceritakan hasil sebuah eksperimen yang pernah dia lakukan. Dua belas tahun sebelumnya, dia pernah meminta para mahasiswanya untuk masuk ke sebuah aula besar tanpa urutan tertentu, lalu memilih tempat duduk sendiri-sendiri.

Setelah dilakukan berulang kali, profesor menemukan pola yang menarik. Ada mahasiswa yang selalu memilih duduk di barisan depan, ada yang duduk secara acak di mana saja, dan ada pula yang tampaknya sangat menyukai duduk di barisan belakang. Profesor mencatat nama-nama mereka satu per satu.

Sepuluh tahun kemudian, profesor melakukan penelusuran terhadap kehidupan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan mahasiswa yang gemar duduk di barisan depan jauh lebih tinggi dibanding dua kelompok lainnya.

Profesor juga menjelaskan mengapa banyak perusahaan besar menganggapnya sebagai “pencari bakat”. Saat diminta membantu sebuah perusahaan merekrut karyawan, dia selalu membiarkan para pelamar memilih tempat duduk sendiri tanpa penjelasan apa pun. 

Ketika ditanya alasannya, profesor hanya tersenyum santai dan berkata : “Sesungguhnya, kemampuan dan pengetahuan para pelamar itu hampir sama. Mana mungkin saya tahu siapa yang benar-benar unggul? Saya hanya tahu siapa yang suka duduk di barisan depan.”

Hikmah Cerita / Renungan

Bukan berarti semua orang harus berebut duduk di barisan depan. Yang terpenting adalah sikap mental yang positif dan penuh inisiatif.

Dalam perjalanan hidup yang panjang, kita harus memiliki semangat selalu ingin menjadi yang terbaik. Hanya dengan mentalitas seperti itulah kita akan terus berkembang, melampaui batas diri sendiri, dan akhirnya mencapai puncak keberhasilan dalam hidup dan karier.(jhn/yn)

Damaskus dan Kelompok Bersenjata Kurdi Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Suriah

EtIndonesia. Otoritas Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi utama mencapai kesepakatan besar untuk menghentikan permusuhan pada 18 Januari, lapor Reuters.

Kesepakatan tersebut mengatur pengalihan struktur sipil dan militer yang sebelumnya berada di bawah kendali Kurdi ke pemerintahan Damaskus, yang secara efektif membatalkan status semi-otonom wilayah timur laut negara itu.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang telah menguasai wilayah-wilayah ini selama lebih dari satu dekade, setuju untuk menarik unit-unit mereka dari Provinsi Deir ez-Zor dan Raqqa. Ini adalah wilayah yang penting secara strategis: Deir ez-Zor adalah daerah penghasil minyak dan biji-bijian utama, sementara Raqqa memiliki pembangkit listrik tenaga air di Sungai Eufrat.

Kesepakatan 14 poin, yang ditandatangani oleh Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa dan komandan SDF Mazloum Abdi, mengatur integrasi pasukan Kurdi ke dalam struktur kementerian pertahanan dan dalam negeri Suriah sebagai unit terpisah.

Damaskus juga mengambil alih kendali perbatasan, ladang minyak dan gas, serta penjara dan kamp yang menahan militan ISIS.

Pada saat yang sama, perjanjian tersebut mencakup konsesi terbatas kepada pihak Kurdi, termasuk hak untuk mengusulkan kandidat untuk posisi tertentu di pemerintahan pusat dan pengangkatan gubernur di Provinsi Kurdi Hasakah melalui konsensus.

Dokumen tersebut juga mewajibkan SDF untuk menyingkirkan perwakilan non-Suriah dari wilayah tersebut yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan.

Utusan khusus AS, Tom Barrack menyebut perjanjian itu sebagai “titik balik,” sementara Kementerian Luar Negeri Turki menyambut baik kesepakatan tersebut, menekankan pentingnya persatuan dan integritas teritorial Suriah.

Situasi di Suriah

Laporan sebelumnya mengatakan ketegangan telah meningkat di Aleppo antara otoritas baru Suriah dan pasukan Kurdi, yang takut pada pemerintahan Presiden Ahmed al-Sharaa.

Puluhan pejuang Kurdi meninggalkan Aleppo. Pada saat yang sama, tentara Suriah mengatakan bahwa mereka terus melanjutkan operasi untuk membersihkan kota, di mana, menurut data mereka, kelompok-kelompok bersenjata masih bertahan meskipun gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.

Akibat pertempuran di Aleppo, jalan raya utama menuju Turki dan pabrik-pabrik di zona industri kota ditutup.

Ada juga laporan bahwa Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa menunda kunjungan ke Jerman di tengah pertempuran dengan Kurdi. Perjalanan tersebut dijadwalkan pada hari Senin dan Selasa, 19 dan 20 Januari, tetapi ditunda tanpa tanggal baru yang ditetapkan.

Di antara topik utama pembicaraan dengan Kanselir Federal Jerman, Friedrich Merz, sejumlah menteri, dan perwakilan kalangan bisnis Jerman adalah pemulangan pengungsi Suriah dan kemungkinan partisipasi Jerman dalam rekonstruksi pasca-perang negara itu setelah hampir 14 tahun konflik sipil.(yn)

 Jejak Ciuman Malaikat

EtIndonesia. Ada seorang pemuda yang di wajahnya terdapat sebuah tanda lahir yang besar dan tampak sangat mencolok. Tanda berwarna ungu kemerahan itu membentang lurus di wajahnya seperti bekas sayatan pisau. Wajah yang sebenarnya tampan pun berubah terlihat menyeramkan karena tanda lahir tersebut.

Namun, kekurangan pada penampilannya sama sekali tidak mampu menutupi kepribadiannya yang ramah, humoris, dan penuh semangat hidup. Siapa pun yang pernah berinteraksi dengannya, hampir pasti akan menyukainya tanpa sadar.

Dia sering tampil dalam berbagai acara pidato. Pada awalnya, ekspresi para penonton selalu dipenuhi rasa terkejut dan sedikit ketakutan. Namun setelah dia selesai berbicara, semua orang justru tersentuh dan meyakini setiap kata yang dia sampaikan. Tepuk tangan pun bergemuruh di seluruh ruangan. 

Setiap kali menyaksikan hal itu, aku diam-diam mengagumi keberaniannya. Tanda lahir itu pasti pernah membuatnya merasa sangat rendah diri. Tidak semua orang mampu menembus penghalang psikologis sebesar itu dan tetap berbicara dengan tenang di tengah tatapan penuh keheranan dari banyak orang.

Suatu hari, seseorang akhirnya memberanikan diri mengajukan pertanyaan yang selama ini terpendam di hati:  “Bagaimana caramu menghadapi tanda lahir itu?”

Yang dimaksud sebenarnya adalah: bagaimana dia mengatasi rasa canggung dan rendah diri akibat tanda lahir tersebut.

Dia tersenyum dan menjawab, “Menghadapi? Justru aku bangga memilikinya!”

Lalu dia melanjutkan, “Sejak kecil, ayahku selalu mengatakan kepadaku: ‘Nak, sebelum kamu lahir, Ayah berdoa kepada Tuhan agar diberi seorang anak yang istimewa. Maka Tuhan memberimu bakat khusus, dan Tuhan meminta malaikat untuk memberimu sebuah tanda. Tanda di wajahmu adalah bekas ciuman malaikat. Malaikat melakukannya agar Ayah bisa langsung mengenalimu di tengah kerumunan. Saat aku melihatmu tidur bersama bayi-bayi lain di ruang bayi, aku langsung tahu—kamulah anakku.’”

Dia meneruskan kisahnya :  “Sejak kecil, setiap ada kesempatan, ayah selalu menceritakan kisah ini kepadaku. Karena itu, aku benar-benar percaya bahwa aku adalah anak yang beruntung. Bahkan, aku sempat merasa kasihan pada anak-anak lain yang wajahnya tidak memiliki ‘bekas ciuman’ berwarna merah seperti milikku. Saat itu, aku mengira tatapan heran orang-orang adalah bentuk rasa iri. Maka aku pun semakin giat dan berusaha keras, takut jika sampai menyia-nyiakan bakat istimewa yang Tuhan berikan kepadaku.

Ketika aku dewasa, aku tetap merasa ayahku tidak pernah berbohong. Setiap orang pasti menerima bakat khusus dari Tuhan, dan setiap anak selalu menjadi pribadi yang istimewa di mata ayahnya. Justru karena tanda lahir inilah aku terus berjuang, hingga bisa mencapai apa yang kucapai hari ini. Bukankah tanda itu juga bisa disebut sebagai ciuman malaikat—sebuah tanda kebahagiaan?”

Hikmah Cerita / Renungan

Ayah dari pemuda ini, tanpa diragukan lagi, adalah sosok ayah yang luar biasa dan sangat berhasil. Ia pantas menjadi teladan utama dalam pendidikan berbasis apresiasi yang kini semakin ditekankan.

Semua guru dan orangtua seharusnya belajar darinya. Dia memahami satu hal penting: sikap mental yang positif akan melahirkan kehidupan yang positif pula. Terhadap kekurangan yang kita miliki, ketika kita mampu menerimanya dengan lapang dan memandangnya dari sudut yang positif, maka sesungguhnya kitalah pemenangnya.