Tanker Rusia Diduga Gunakan Cara Menipu Saat Berlayar, Akan Tiba di Kuba Dalam Beberapa Hari

EtIndonesia. Di tengah sanksi Amerika Serikat terhadap pasokan bahan bakar ke Kuba, berdasarkan data perusahaan intelijen maritim Windward, sebuah tanker yang membawa diesel Rusia diduga menggunakan metode pelayaran yang menipu dan diperkirakan akan tiba di Kuba dalam beberapa hari ke depan.

Menurut laporan AFP, Windward menyatakan secara daring: “Jika atau ketika tanker ini tiba, ini akan menjadi pengiriman bahan bakar olahan pertama yang terkonfirmasi sejak awal Januari.”

Windward menjelaskan bahwa kapal bernama Sea Horse, yang berbendera Hong Kong, pada awal Februari memuat diesel dari kapal lain di lepas pantai Siprus. Pada awal Maret, kapal ini “kemungkinan besar” akan membongkar sekitar 190.000 barel diesel Rusia di Kuba. Namun, hingga pembaruan pada 19 Maret, kapal tersebut masih belum tiba.

Perusahaan tersebut juga menyebutkan bahwa kapal ini sempat mencantumkan tujuan pelayaran ke Havana, lalu mengubahnya menjadi “menunggu instruksi di Gibraltar”, di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kargo yang menuju Kuba.

Selain itu, kapal tersebut diduga menggunakan berbagai “taktik penipuan”, termasuk mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS). Setelah menyeberangi Samudra Atlantik pada pertengahan Februari, kapal ini sempat berhenti sekitar 1.300 mil laut dari perairan Kuba, bergerak sangat lambat (kurang dari 1 knot), dan mengirim sinyal “kehilangan kendali”.

Kapal tersebut juga tidak memiliki asuransi dari negara Barat, yang dianggap sebagai indikasi lain upaya menghindari sanksi.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa berdasarkan pelacakan AIS, kapal Sea Horse kini telah kembali melanjutkan pelayaran menuju Kuba dan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari untuk membongkar sekitar 190.000 barel diesel.

Sementara itu, perusahaan intelijen energi Kpler pada Rabu (18 Maret) menyatakan bahwa tanker Rusia lain yang terkena sanksi, Anatoly Kolodkin, juga sedang menuju Kuba dengan membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah.

Negara Kuba yang berpenduduk sekitar 9,6 juta jiwa sebelumnya mengalami pemadaman listrik nasional. Krisis ini terjadi setelah pasokan minyak dari Venezuela terhenti menyusul tekanan dan tindakan Amerika Serikat, sehingga memperburuk kondisi ekonomi dan energi di Kuba. (Hui)

Tercatat 1,4 Juta Kendaraan Meninggalkan Wilayah Jabotabek Pada H-10 – H-3 Libur Lebaran 2026 

EtIndonesia. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H-3 libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 atau pada periode 11-18 Maret 2026 mencapai 1.483.703 kendaraan. 

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 30,1% jika dibandingkan dengan lalin normal (1.140.021 kendaraan).

Rivan menambahkan bahwa 1,4 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 42,0% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan lalin keluar Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 788.710 kendaraan (53,1%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 402.945 kendaraan (27,2%) menuju arah Barat (Merak), dan 292.048 kendaraan (19,7%) menuju arah Selatan (Puncak).

Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

ARAH TIMUR (TRANS JAWA & BANDUNG)
* Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 523.223 kendaraan, meningkat sebesar 132,4% dari lalin normal.
* Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 265.487 kendaraan, meningkat sebesar 6,8% dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 788.710 kendaraan, meningkat sebesar 66,5% dari lalin normal.

ARAH BARAT (MERAK)
Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 402.945 kendaraan, meningkat 4,7% dari lalin normal.

ARAH SELATAN (PUNCAK)
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 292.048 kendaraan, meningkat 3,8% dari lalin normal.

Jasa Marga mencatat pada H-3 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 (Rabu, 18 Maret 2026) volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 98,3% dibandingkan lalin normal sebanyak 136.326 kendaraan serta meningkat 4,62% dibandingkan puncak tahun lalu sebanyak 258.383 kendaraan. Hingga saat ini, angka tersebut menjadi angka tertinggi lalu lintas meninggalkan Jabotabek pada arus mudik Lebaran 2026.

Menanggapi lonjakan volume lalu lintas yang signifikan pada puncak arus mudik tersebut, Rivan menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dan juga contraflow diberlakukan atas diskresi Kepolisian guna menjaga kelancaran arus mudik.

“Hingga saat ini masih berlangsung rekayasa lalu lintas one way dan contraflow melalui diskresi Kepolisian. Pemberlakuan ini berdasarkan data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat signifikan dari arah Jakarta menuju Semarang, pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan,” ujar Rivan dalam siaran persnya. 

Untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah ruas, termasuk di rest area, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara bergantian. 

Saat ini, Jasa Marga Group mengoperasikan total 64 rest area, yang terdiri atas 59 rest area operasional dan 5 rest area fungsional. Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan di rest area dengan menyediakan 10 lokasi SPBU yang dapat menjadi rest area alternatif di luar jalan tol. Fasilitas ini tersebar di sepanjang ruas Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 72 hingga Jalan Tol Semarang-Solo KM 444.

“Rest area ini berlokasi tidak jauh dari gerbang tol sehingga tetap mudah diakses oleh pengguna jalan. Pengguna jalan dapat beristirahat di rest area alternatif dengan memanfaatkan fasilitas pendukung yang disediakan, termasuk tenant UMKM, toilet, serta motoris BBM. Setelah beristirahat, pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan, selama tidak terjadi perubahan asal dan tujuan perjalanan,” jelas Rivan.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, gunakan waktu dengan bijak dengan memanfaatkan waktu yang cukup untuk beristirahat di rest area, memastikan kecukupan BBM, dan saldo kartu uang elektronik serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. (***)

Dampak Buruk Penyemprotan Drone yang Diluncurkan Aparat Tiongkok : Lebah Mati atau Menyerang Permukiman

Di berbagai daerah, otoritas Tiongkok menggunakan drone untuk “menyemprot pestisida gratis” pada tanaman seperti bunga rapa (canola). Namun, tindakan ini justru menyebabkan hasil panen menurun bahkan tanaman mati, serta memicu kematian massal lebah atau perilaku tidak normal seperti berkumpul di kawasan pemukiman dan pabrik. Keluhan masyarakat pun meluas.

EtIndonesia. Sejak tahun lalu, warganet di berbagai daerah merekam drone yang diam-diam menyemprotkan zat tidak dikenal di kota maupun pedesaan pada malam hari. Baru-baru ini, media pemerintah CCTV kembali mempromosikan program penyemprotan pestisida “gratis” untuk petani tanaman rapa, namun justru memicu kecaman luas dari publik.

Opini publik mengkritik bahwa pihak berwenang “melawan alam” dan merusak lingkungan. Penyemprotan saat masa berbunga dapat membunuh lebah penyerbuk, yang pada akhirnya menurunkan hasil panen rapa serta mengancam keberlangsungan tanaman lain.

Setelah itu, beredar banyak video di internet yang menunjukkan dampak buruk dari penyemprotan pestisida oleh drone. Ada yang mengungkapkan bahwa bibit gandum miliknya mati beberapa hari setelah disemprot. Ada juga yang mengeluhkan sayuran “bebas polusi” yang mereka tanam menjadi rusak total akibat pestisida, dan kini sedang mengajukan kompensasi.

Sejumlah peternak lebah juga mengunggah video yang memperlihatkan kematian lebah dalam jumlah besar. Seorang peternak lebah di Changde, Provinsi Hunan, bahkan memposting video untuk menuntut ganti rugi, namun dilaporkan beberapa kali mendapat ancaman untuk menghapus videonya.

Selain itu, banyak warganet merekam kejadian lebah dalam jumlah besar yang diduga menghindari pestisida di alam bebas, lalu masuk ke pabrik, kawasan permukiman, bahkan ke dalam rumah warga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan lebah.

Beberapa warga yang peduli bahkan mencoba membuat makanan untuk lebah, dengan harapan membantu mereka bertahan hidup di tengah kondisi sulit tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Perang Iran “Menyadarkan” Beijing? Elite Industri Militer Dibersihkan, Akademisi Top Tumbang

Konflik di Timur Tengah tidak hanya secara tak terduga menghancurkan citra kekuatan industri militer Beijing, tetapi juga memicu gelombanTg besar pembersihan di sektor tersebut. Hingga saat ini, sudah ada 10 tokoh berat dari Akademi Ilmu Pengetahuan dan Akademi Teknik yang dicoret, dan sebagian di antaranya diduga terkait dengan Zhang Youxia.

Gerakan yang disebut sebagai “tidak akan berhenti sebelum selesai” ini, yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping, disebut bertujuan menutupi skandal “penggelembungan” kekuatan persenjataan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menghancurkan ambisi Partai Komunis Tiongkok untuk menyatukan Taiwan dengan kekuatan militer.

EtIndonesia. Baru-baru ini, situs resmi dua lembaga riset tertinggi Tiongkok—Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Teknik Tiongkok—sering memperbarui daftar anggotanya secara tidak biasa. Berdasarkan verifikasi terbaru, hingga pertengahan Maret tahun ini, sedikitnya 10 akademisi terkemuka telah diam-diam dihapus dari daftar.

Tokoh penting terbaru yang “jatuh” adalah Yang Wei, kepala perancang jet tempur siluman J-20, yang riwayat hidupnya telah sepenuhnya dihapus dari situs Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Menyusul kemudian adalah Liu Guozhi, yang pernah menjabat sebagai Direktur Komisi Sains dan Teknologi di Komisi Militer Pusat serta mantan komandan pangkalan uji coba nuklir.

Menurut laporan media daratan Caixin pada September 2014, Liu Guozhi yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala Departemen Perlengkapan Umum, dipromosikan menjadi Direktur Komite Sains dan Teknologi di departemen tersebut. Diketahui secara luas bahwa Departemen Perlengkapan Umum merupakan wilayah pengaruh Zhang Youxia, dan Liu adalah pejabat industri militer yang dipromosikan langsung olehnya.

Analisis menyebutkan bahwa kejatuhan Liu kali ini terkait dengan Zhang Youxia, sekaligus menandai bahwa pembersihan di sistem industri militer Tiongkok telah memasuki tahap yang lebih dalam.

Selain dua tokoh tersebut, akademisi teknik seperti Wu Manqing, Zhao Xiangeng, dan Wei Yiyin—para ahli di bidang radar, dirgantara, dan senjata nuklir—juga termasuk dalam sekitar 10 pakar yang menghilang dari daftar.

Mengapa pembersihan ini terjadi sekarang? Analisis menunjukkan bahwa perang Iran baru-baru ini menjadi “ujian nyata” bagi kualitas senjata industri militer Tiongkok. Iran selama ini sangat bergantung pada dukungan teknologi Tiongkok, termasuk radar dan komponen rudal. Namun, dalam pertempuran nyata, peralatan tersebut hampir tidak efektif menghadapi perang elektronik dan serangan presisi Barat. Kenyataan pahit ini dianggap membuka kedok kelemahan dan korupsi dalam sistem industri militer Tiongkok.

Pada sidang dengar pendapat di Kongres AS  Rabu, pejabat tinggi intelijen Amerika juga memberikan sinyal penting. Berdasarkan informasi intelijen, Beijing menyaksikan bagaimana angkatan laut dan udara Iran dengan cepat dilumpuhkan. Ditambah gangguan pasokan energi akibat perang serta masalah korupsi dalam militer, semua ini disebut memaksa Tiongkok untuk “bangun” dari ambisinya menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan.

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York.

12 Negara Timur Tengah Bersatu Peringatkan Iran, Serangan Membabi Buta Picu Ancaman Konflik Besar

Pada Kamis (19 Maret), pusat pasokan gas alam cair global di Qatar, kota energi Ras Laffan, diserang rudal Iran, memicu lonjakan harga minyak dan gas. Qatar mengecam keras tindakan Iran dan mengusir personel diplomatik militer Iran. Pada saat yang sama, 12 negara Timur Tengah termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama yang secara tegas mengutuk Iran. Aliansi negara-negara Teluk untuk menghadapi Iran mulai terbentuk.

EtIndonesia. Api besar menerangi langit malam Teluk Persia. Kota industri Ras Laffan di utara Qatar diserang beberapa rudal Iran pada Rabu (18 Maret). Wilayah ini merupakan pusat penting pasokan gas alam cair dunia, sehingga harga energi global langsung melonjak.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan:  “Fasilitas ini adalah sumber pendapatan bagi rakyat Qatar. Selain itu, serangan kemarin juga berdampak pada jutaan orang yang sedang dibantu oleh Qatar.”

Ia mengecam serangan Iran terhadap fasilitas energi tersebut sebagai eskalasi yang sangat berbahaya. Kementerian Luar Negeri Qatar juga memerintahkan atase militer dan keamanan dari Kedutaan Besar Iran untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.

Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas serangan udara Israel terhadap ladang gas raksasa “South Pars” di Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu malam mengeluarkan ultimatum kepada Teheran, menyatakan bahwa Israel tidak akan lagi menyerang ladang gas South Pars. Namun, jika Iran terus menyerang fasilitas gas Qatar, Amerika Serikat akan segera bertindak dan menghancurkan ladang gas utama Iran tersebut dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain Qatar, fasilitas energi di Israel, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga menjadi sasaran serangan Iran. Sebuah depot bahan bakar pesawat di Arab Saudi terkena serangan drone dan meledak hebat. Arab Saudi juga berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal balistik Iran yang diarahkan ke ibu kota Riyadh.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, mengatakan:  “Ini dengan jelas menunjukkan sikap Iran terhadap diplomasi. Mereka tidak percaya pada dialog dengan negara tetangga, melainkan mencoba menekan. Saya bisa mengatakan dengan tegas, itu tidak akan berhasil. Kerajaan Arab Saudi tidak akan tunduk pada tekanan.”

Arab Saudi menegaskan bahwa mereka mempertahankan hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Pada Kamis, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Kuwait, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Arab serta Islam lainnya—total 12 negara—mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut Iran segera menghentikan serangan serta menghindari tindakan yang dapat mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz maupun keamanan maritim di Selat Bab el-Mandeb.

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

Aksi Protes Besar-besaran Meletus di Guangdong, Tiongkok, Warga Lempari Polisi Anti-Huru-Hara dengan Batu, Bentrokan Terjadi di Depan Balai Kota

Dalam beberapa hari terakhir, warga di Xinyi, Maoming, Provinsi Guangdong, Tiongkok menggelar aksi protes massal terhadap rencana pemerintah membangun rumah duka (krematorium) di dekat kawasan permukiman. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar polisi anti-huru-hara untuk menekan aksi tersebut. Warga yang marah membalas dengan melempar telur, batu, dan botol air mineral di depan kantor pemerintah kota. Dilaporkan ada yang terluka dan ditangkap, sementara desa-desa serta jalan-jalan ditutup.

EtIndonesia. Pada 19 Maret 2026, warga Xinyi kembali berkumpul di depan kantor pemerintah kota untuk berunjuk rasa. Video dari lokasi menunjukkan kerumunan besar warga, sementara aparat dengan perlengkapan lengkap dan perisai berjaga di pintu masuk. 

Seorang wanita lansia berambut putih dengan berani melempar telur ke arah polisi, yang langsung disambut sorakan warga. Video lain menunjukkan warga melempar batu ke arah polisi, dan polisi dengan perisai menyerbu massa, memicu bentrokan sengit antara kedua pihak.

Beberapa warganet memuji aksi wanita lansia tersebut sebagai simbol keberanian melawan penindasan.

Para demonstran juga dilaporkan dipukuli oleh polisi yang membawa tongkat listrik. Sejumlah warga desa mengalami luka, dan situasi di lokasi menjadi kacau.

Video lain memperlihatkan polisi anti-huru-hara di atas kendaraan taktis menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan demonstran :  “Jika kalian melempar benda, kamera definisi tinggi kami akan merekam semuanya dengan jelas. Tindakan kalian akan mendapatkan sanksi hukum!”

Pada 16 Maret, pemerintah kota Xinyi mengumumkan proyek pembangunan rumah duka bernama “Taman Yifu Xinyi”. Disebutkan lokasi pembangunan berada di pinggiran kota, di Malutang, dengan radius 500 meter tanpa permukiman. Luas lahan lebih dari 50.000 meter persegi, masa pembangunan dari Maret hingga akhir Desember (sekitar 10 bulan), dengan total investasi mencapai 145 juta yuan.

Namun demikian, pengumuman ini memicu protes dari warga sekitar. Desa terdekat, Wangyong, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi proyek, sementara sekolah dasar Wangyong hanya sekitar 600 meter. Selain itu, lokasi tersebut juga dekat dengan sumber air yang digunakan warga.

Seorang warga bernama Li Jun mengungkapkan bahwa sebelumnya pengadaan lahan dilakukan dengan alasan pembangunan jalan, sehingga warga tidak mengetahui adanya rencana pembangunan rumah duka. Baru setelah pengumuman pada 16 Maret, warga mengetahui proyek tersebut, bahkan pondasinya disebut sudah dibangun.

Sejak 17 Maret, warga secara spontan melakukan protes di kantor desa dan pemerintah kota, namun belum ada penyelesaian. Saat ini, video dan informasi dari lokasi disebut telah diblokir, dan warga tidak berani bersuara. Hanya warga perantauan yang mencoba meminta perhatian publik melalui komentar di platform Douyin.

Seorang warga yang berada di luar daerah, Fang Fei, mengatakan berdasarkan informasi dari keluarganya, semua akses masuk ke desa kini ditutup. Untuk masuk harus menunjukkan identitas, dan jalan menuju kantor pemerintah juga diblokir. Ia menambahkan:  “Bahkan dua desa di sekitar mengalami pemadaman listrik, dari pukul 07.00 pagi hingga 22.00 malam.”

Pejabat desa juga diperingatkan untuk tidak ikut serta dalam aksi protes.

Li Jun juga menyebutkan bahwa informasi mengenai bentrokan telah diblokir, dan video tidak dapat lagi disebarkan.

Fang Fei menambahkan bahwa kekhawatiran warga bukan hanya soal pencemaran lingkungan, tetapi juga dampak psikologis karena pembangunan rumah duka di dekat kawasan padat penduduk.

Proyek ini sebelumnya juga ditolak di berbagai lokasi lain, dan warga tidak menyangka akhirnya dipilih di dekat tempat tinggal mereka sendiri.

Dilaporkan oleh Hong Yu/Disunting oleh Li Quanv- NTDTV.com

Gempa Dangkal Magnitudo 6,6 Guncang Antarktika

EtIndonesia. Gempa bumi berkekuatan 6,6 di wilayah Antarktika, Jumat (20/3/2026) pada pukul 00.22 waktu setempat. Gempa ini tergolong gempa dangkal.

Berdasarkan data pemantauan yang dirilis oleh United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi di kawasan Kepulauan South Shetland (61,153° LS, 56,268° BB) pada pukul 08.22 pagi. Kedalaman pusat gempa diperkirakan sekitar 4,9 kilometer.

Jubir Garda Revolusi Mengatakan Rudal “Kejutan” Akan Datang untuk Israel, Dia Tewas Tak Lama Kemudian

EtIndonesia. Seorang perwira senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas dalam serangan udara AS-Israel beberapa jam setelah dia memperingatkan “Israel” tentang “kejutan” yang akan datang sebagai tantangan yang menantang klaim angkatan laut AS di Teluk.

“Ide-ide transformatif dan model-model efektifnya dalam ‘perang lunak’ akan terus membimbing para penjaga revolusi melawan kekuatan-kekuatan arogan,” tambah Garda Revolusi.

Peringatan Terakhir Ali Mohammad Naini kepada AS-Israel

Dalam pernyataan terakhirnya sebelum tewas, brigadir jenderal tersebut secara terbuka mengejek pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa Iran tidak lagi dapat memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik. Dia mengatakan bahwa industri rudal Teheran telah mencapai ‘tingkat tertinggi’ meskipun terjadi perang dengan Israel dan Amerika Serikat.

Naini menyatakan bahwa produksi rudal Iran terus berlanjut bahkan selama masa perang, dengan persediaan yang cukup tanpa kekhawatiran.

“Industri rudal kita layak mendapat nilai sempurna… dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini, karena bahkan dalam kondisi perang pun kita terus memproduksi rudal,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

“Industri rudal telah mencapai tingkat tertingginya. Akan ada kejutan bagi musuh, dan seiring berjalannya pertempuran, pertempuran akan menjadi lebih kompleks dan intens,” tambah Naini.

Perwira militer senior itu juga menolak klaim Presiden AS, Donald Trump bahwa angkatan laut Iran telah hancur, dan menantang Washington untuk mengerahkan kapal ke Teluk Persia.

“Bukankah Trump mengatakan bahwa angkatan laut Iran telah hancur? Jika demikian, biarkan dia mengirim kapalnya ke Teluk Persia jika dia berani,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim.

Namun, beberapa saat setelah pesannya dibagikan oleh kantor berita tersebut, Garda Revolusi mengatakan bahwa dia telah tewas dalam serangan AS-Israel.

Klaim Israel

Dengan perang di Timur Tengah yang memasuki minggu ketiga, Netanyahu mengklaim Teheran tidak lagi mampu memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik.

“Setelah 20 hari, saya dapat memberi tahu Anda—Iran saat ini tidak memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal balistik,” katanya, berbicara pada konferensi pers tatap muka pertamanya sejak peluncuran kampanye AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari.

“Kami terus menghancurkan kemampuan ini. Kami akan menghancurkannya hingga menjadi debu, menjadi abu,” katanya dalam pernyataan berbahasa Ibrani untuk membuka konferensi pers dwibahasa tersebut. Iran “lebih lemah dari sebelumnya” sementara Israel adalah kekuatan regional “dan beberapa orang akan mengatakan kekuatan dunia,” tambah PM Israel itu. (yn)

Trump Mengirim Marinir AS dan Jet Tempur F-35 ke Timur Tengah

EtIndonesia. Juru bicara Pentagon mengumumkan pengerahan awal Marinir AS dan kapal amfibi ke Timur Tengah untuk memperkuat pasukan yang terlibat dalam perlawanan terhadap Iran, lapor Newsmax.

Pengerahan Pasukan yang Dipercepat

Militer AS telah mempercepat pengerahan ribuan Marinir dan kapal amfibi ke Timur Tengah.

Menurut sumber, gugus tugas amfibi yang dipimpin oleh USS Boxer dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 berangkat dari Pantai Barat AS lebih awal dari jadwal.

Komposisi Gugus Tugas Amfibi

Gugus tugas tersebut mencakup kapal dok transportasi amfibi USS Portland dan USS Comstock.

Terdapat sekitar 4.000 anggota militer di dalamnya, termasuk 2.500 Marinir.

Selain personel, kapal-kapal tersebut membawa jet tempur F-35, rudal, dan peralatan untuk mendukung pendaratan pasukan di darat.

Rute melalui kawasan Indo-Pasifik

Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, kelompok ini akan melewati kawasan Indo-Pasifik.

Setelah tiba di zona konflik, mereka akan bergabung dengan kapal serbu amfibi USS Tripoli.

Kemudian, kapal penjelajah USS New Orleans dan kapal pengangkut amfibi USS Rushmore akan bergabung dengan formasi tersebut.

Kekuatan total dan misi

Sebagai hasil dari pengerahan ini, sekitar 8.000 pasukan akan dikirim ke zona konflik, termasuk hingga 5.000 Marinir.

Tujuan utama adalah untuk memperkuat pasukan dan mendukung operasi melawan Iran, termasuk kemungkinan penggunaan penerbangan dan peralatan amfibi.

Signifikansi pengerahan

Pengerahan awal Marinir dan peralatan memungkinkan AS untuk membangun kekuatan di area yang strategis dengan cepat.

Langkah ini menunjukkan kesiapan militer untuk menanggapi ancaman dan menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Sekitar 65% warga Amerika percaya bahwa Presiden AS, Donald Trump mampu memerintahkan pengerahan pasukan ke Iran, tetapi hanya 7% dari populasi yang menyetujui langkah tersebut.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump telah memutuskan untuk mempercepat pengiriman senjata senilai miliaran dolar ke UEA, Kuwait, dan Yordania, tanpa melalui Kongres, karena ancaman dari Iran.(yn)

Iran Menggantung 3 Orang, Termasuk Remaja yang Dituduh Membunuh Polisi Selama Protes Januari

EtIndonesia. Iran mengeksekusi tiga pria pada hari Kamis (19/3) yang dituduh membunuh petugas polisi selama protes pada bulan Januari, dengan para aktivis memperingatkan risiko lonjakan baru dalam hukuman gantung karena perang berkecamuk dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ini adalah hukuman gantung pertama yang dilakukan Iran terkait dengan demonstrasi nasional yang disambut dengan penindakan brutal oleh pihak berwenang.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan ketiganya, termasuk seorang remaja yang telah berpartisipasi dalam kompetisi gulat internasional, dieksekusi tanpa pengadilan yang adil dan telah memberikan pengakuan di bawah siksaan.

Mehdi Ghasemi, Saleh Mohammadi, dan Saeed Davoudi digantung di Kota Qom di selatan Teheran setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan berat berupa melakukan perang melawan Tuhan, yang dikenal sebagai moharebeh di bawah hukum syariah Iran, kata kantor berita Mizan.

Mereka dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam pembunuhan dua petugas polisi dan melakukan “tindakan operasional” yang menguntungkan Israel dan Amerika Serikat.

Terdapat kekhawatiran khusus mengenai nasib Saleh Mohammadi, seorang juara gulat remaja yang telah berpartisipasi dalam kompetisi internasional, yang menurut Amnesty International ditolak “pembelaan yang memadai dan dipaksa untuk membuat ‘pengakuan’… dalam proses yang dipercepat yang tidak menyerupai persidangan yang berarti”.

LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan setelah eksekusi tersebut, ketiga orang itu “telah dijatuhi hukuman mati setelah persidangan yang tidak adil, berdasarkan pengakuan yang diperoleh melalui penyiksaan”.

Dikatakan bahwa Mohammadi baru berusia 19 tahun minggu lalu.

Pemantau urusan hukum Iran, Dadban, menambahkan bahwa mereka “dirampas akses efektif ke penasihat independen dan hak untuk membela diri” dan dalam keadaan seperti itu penggunaan hukuman mati menyerupai “pembunuhan di luar hukum”.

Risiko Eksekusi Massal

Pihak berwenang Iran sehari sebelumnya telah mengeksekusi Kouroush Keyvani, warga negara ganda Iran-Swedia, atas tuduhan memata-matai untuk Israel, dalam hukuman gantung yang dikecam keras oleh Stockholm dan Uni Eropa.

Itu adalah pengumuman publik pertama tentang eksekusi semacam itu sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah.

“Kami sangat prihatin tentang risiko eksekusi massal terhadap para demonstran dan tahanan politik di tengah bayang-bayang perang,” kata Iran Human Rights (IHR).

“Eksekusi ini dilakukan untuk menyebarkan ketakutan di masyarakat, karena Republik Islam tahu bahwa ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya berasal dari rakyat Iran yang menuntut perubahan mendasar,” tambahnya.

Hukuman gantung terhadap ketiga pria itu adalah eksekusi resmi pertama yang diumumkan terkait dengan protes yang meletus di Iran pada akhir Desember melawan kenaikan biaya hidup sebelum berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah nasional yang mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari.

Kelompok hak asasi manusia menuduh pasukan keamanan membunuh ribuan orang dalam penindakan mereka terhadap protes tersebut, yang oleh pihak berwenang dituduhkan kepada AS dan Israel.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mencatat lebih dari 7.000 pembunuhan, dengan sebagian besar adalah demonstran, dan memperingatkan bahwa jumlah korban bisa jauh lebih tinggi.

Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah.(yn)

Tidak Terlihat Batang Tulangan Baja? Jembatan di Shandong, Tiongkok  Runtuh Akibat Beban Truk 

ETIndonesia. Kasus proyek konstruksi berkualitas buruk di Tiongkok daratan kerap terjadi, dengan insiden runtuhnya bangunan yang berulang. Pada 18 Maret, sebuah jembatan di Provinsi Shandong ambruk saat dilintasi truk. Warganet mempertanyakan, “mengapa tidak terlihat tulangan baja?”

Informasi yang beredar di internet menyebutkan bahwa jembatan yang runtuh tersebut adalah Jembatan Dawangzhuang di Jalan Tianshi, Kota Zhutian, Kabupaten Fei, Kota Linyi, Provinsi Shandong.

Dalam video yang beredar, saat kejadian sebuah truk merah sedang melintasi jembatan. Tiba-tiba terdengar suara “boom” dari belakang, bagian belakang truk terangkat, disertai debu yang beterbangan. Truk tersebut kemudian berhasil keluar dari jembatan dan berhenti.

Rekaman berikutnya menunjukkan sebagian permukaan jembatan telah runtuh, meninggalkan lubang besar hingga terlihat air sungai di bawahnya. Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi, dan tidak terlihat ada orang yang jatuh ke sungai.

Warganet mempertanyakan: “Apakah ini akibat truk yang kelebihan muatan atau karena jembatannya memang tidak kuat?” “Kenapa tidak terlihat tulangan baja?” “Di mana-mana proyek ‘tofu-dreg’ (konstruksi berkualitas buruk).”

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah mengalami sejumlah kecelakaan serius akibat runtuhnya jembatan.

Pada 2 Februari lalu, di Xiangshui, Yancheng, Provinsi Jiangsu, Jembatan Yuegang pada jalur Lianshen yang dibangun oleh China Railway 12th Bureau runtuh saat proses konstruksi, menyebabkan 5 orang tewas.

Pada 22 Agustus 2025 dini hari, Jembatan Besar Sungai Kuning Jianzha pada jalur kereta Sichuan–Qinghai (jembatan lengkung rangka baja rel ganda dengan bentang terbesar di dunia) mengalami patahnya balok jangkar saat pekerjaan penarikan kabel baja, yang menyebabkan runtuhnya lengkungan utama sepanjang 108 meter dan menewaskan 16 pekerja yang jatuh ke Sungai Kuning.

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com

Berkedok Pembangunan Jalan, Ternyata Bangun Krematorium — Bentrokan Besar Polisi dan Warga Pecah di Guangdong, Tiongkok

Baru-baru ini, terjadi bentrokan besar antara polisi dan warga di Kota Xinyi, Provinsi Guangdong. Insiden ini dipicu oleh dugaan bahwa pemerintah setempat menipu warga: awalnya disebutkan pengadaan lahan untuk pembangunan jalan, namun ternyata digunakan untuk membangun rumah duka/krematorium yang berlokasi hanya beberapa ratus meter dari beberapa desa di sekitarnya. Warga pun melakukan protes massal, dan aparat mengerahkan banyak polisi untuk menekan aksi tersebut, sehingga terjadi bentrokan.

EtIndonesia.  Pada 18 Maret, menurut video yang beredar di platform X (luar negeri), pada 17–18 Maret sejumlah besar warga desa turun ke jalan untuk memprotes, meneriakkan slogan, dan mengepung pusat layanan “Partai dan masyarakat” setempat. Setelah itu, pemerintah setempat mengerahkan sejumlah besar polisi anti huru-hara, dan bentrokan sengit pun terjadi.

Rekaman video menunjukkan banyak polisi dan warga terlibat bentrokan langsung. Beberapa warga dipukuli oleh polisi, dan ada yang mengalami luka di bagian kepala.

Laporan lain menyebutkan bahwa insiden ini melibatkan dua desa, dan pihak berwenang mengerahkan ribuan personel polisi dari daerah sekitar untuk menjaga stabilitas. Saat ini, desa-desa yang terlibat telah ditutup/diblokade.

Di internet daratan Tiongkok, semua video terkait kejadian ini telah dihapus.

Seorang warganet lokal mengungkapkan bahwa pemerintah awalnya mengatakan akan membangun jalan, namun ternyata proyek tersebut adalah krematorium. Lokasinya berada di Malutang, berjarak kurang dari 700 meter dari Desa Wangyong, hanya sekitar 200 meter dari Desa Wusheng, dan sekitar 600 meter dari sebuah sekolah dasar di dekatnya.

Warganet mempertanyakan dengan meninggalkan pesan :

 “Dari peta terlihat lokasinya sangat dekat dengan pemukiman. Apa dasar klaim resmi bahwa ‘tidak ada penduduk dalam radius 500 meter’? Kami berharap ada penjelasan jelas dari pihak terkait.”
“Ada begitu banyak tempat lain, kenapa harus dibangun dekat pemukiman?”
“Itu juga merupakan sumber air bagi beberapa desa di sekitarnya.”

Ada juga warganet yang mengatakan:
“Katanya grup diskusi sudah diblokir.”
“Hari ini ada orang datang ke rumah saya, mengatakan tidak boleh berkomentar atau ikut serta.”
“Saya melihat beberapa video, tapi semuanya tiba-tiba hilang.”

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com

UEA Menyambut Baik Badan Maritim yang Mengecam Serangan Iran dan Penutupan Selat Hormuz

EtIndonesia. Uni Emirat Arab menyambut baik langkah besar Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk membangun koridor pelayaran yang aman di Teluk, menyebutnya sebagai langkah penting untuk melindungi perdagangan global dan pelaut yang terdampar di tengah meningkatnya ketegangan.

Dalam pernyataan setelah sesi darurat Dewan IMO di London, UEA mendukung keputusan untuk mengecam keras ancaman dan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial, serta apa yang digambarkan sebagai upaya Teheran untuk menutup Selat Hormuz.

UEA memperingatkan bahwa tindakan tersebut menimbulkan bahaya besar bagi nyawa di laut dan risiko serius bagi lingkungan laut.

Usulan IMO, yang diumumkan setelah dua hari pembicaraan mendesak, menyerukan pembentukan “koridor maritim yang aman” sebagai langkah segera dan sementara. Sekretaris Jenderal Arsenio Dominguez mengatakan jalur kemanusiaan tersebut akan memungkinkan kapal-kapal dievakuasi dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz, tempat ribuan orang masih terdampar.

Menurut badan PBB tersebut, sekitar 20.000 pelaut saat ini terjebak di atas hampir 3.200 kapal di perairan sebelah barat titik rawan tersebut, karena serangan Iran secara efektif telah mengganggu lalu lintas melalui salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

UEA menggarisbawahi taruhan global, mencatat bahwa Selat Hormuz bukan hanya jalur energi utama, yang menangani sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, tetapi juga arteri vital untuk perdagangan internasional, termasuk pupuk, mineral, petrokimia, dan barang-barang penting.

Abu Dhabi memperingatkan bahwa setiap gangguan terhadap koridor ini membawa konsekuensi yang luas bagi pasar global, stabilitas ekonomi, dan biaya hidup di seluruh dunia, terutama di wilayah yang rentan.

Mengulangi posisinya, UEA mengatakan bahwa setiap upaya untuk mempersenjatai Selat atau menggunakannya sebagai alat pemaksaan ekonomi tidak dapat diterima, memperingatkan bahwa tindakan tersebut berisiko merusak stabilitas regional dan tatanan ekonomi global yang lebih luas.(yn)

Serangan Kembali “Menumpas” Kepala Intelijen Iran, Bom Penembus Bunker 5.000 Pon Hantam Kekuatan Iran

EtIndonesia. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa serangan terhadap Iran telah memasuki tahap yang menentukan. Setelah pada Selasa dilaporkan menewaskan tokoh yang disebut sebagai pemimpin de facto Iran, Ali Larijani, pada Rabu Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib juga dilaporkan tewas dalam serangan.

Selain itu, dengan koordinasi Amerika Serikat, Israel pada hari yang sama juga melancarkan serangan udara terhadap salah satu ladang gas alam penting Iran, menandai bahwa perang memasuki tahap baru.

Israel Terus Mengejar, Menteri Intelijen Iran Tewas

Katz mengatakan: “Intensitas serangan terhadap Iran terus meningkat. Kita berada pada tahap yang menentukan.”

Setelah sebelumnya dilaporkan menewaskan Ali Larijani, Israel kembali mengumumkan bahwa Esmaeil Khatib juga telah tewas.

Katz menyebut Khatib bertanggung jawab atas penindasan internal serta operasi pembunuhan rezim Iran, dan juga mendorong ancaman eksternal terhadap Israel dan negara-negara di kawasan.

Menurut laporan Wall Street Journal, dari markas pasukan keamanan Iran hingga titik konsentrasi dan lokasi tersembunyi, militer Israel melakukan pembersihan sistematis terhadap alat-alat stabilitas rezim Teheran melalui infiltrasi intelijen dan serangan udara presisi. Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 2.200 target, termasuk Garda Revolusi dan milisi Basij, dengan menjatuhkan sekitar 10.000 munisi.

Serangan ke Jantung Energi Iran, Ladang Gas Terbesar Terbakar

Pada Rabu, ladang gas besar South Pars diserang, dengan asap hitam membumbung tinggi. Ladang ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan memasok sekitar 70% kebutuhan gas alam Iran.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan tersebut dilakukan dengan koordinasi Amerika Serikat dan telah mendapat persetujuan dari Presiden Donald Trump.

Ini merupakan pertama kalinya sejak perang pecah, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan strategis terhadap fasilitas gas alam di dalam wilayah Iran.

Bom Penembus 5.000 Pon Hancurkan Basis Rudal Iran

Di saat yang sama, militer AS terus membombardir target Iran. Komando Pusat AS mengkonfirmasi penggunaan beberapa bom penembus bunker seberat 5.000 pon yang berhasil menghancurkan posisi peluncuran rudal Iran di sepanjang pesisir dekat Selat Hormuz.

Laporan terbaru pada Rabu menunjukkan bahwa sejak dimulainya operasi militer yang disebut “Epic Fury”, militer AS telah melakukan lebih dari 8.000 sorti penerbangan tempur, menyerang lebih dari 7.800 target, dan menghancurkan lebih dari 120 kapal militer Iran. (Hui)

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

Seorang Pria di Tiongkok Selama 8 Tahun Hidup dengan Sumpit yang Tersangkut di Tenggorokannya, Menolak Operasi Karena Takut

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang hidup dengan sumpit logam sepanjang 12 cm tersangkut di tenggorokannya selama delapan tahun baru-baru ini menjalani operasi untuk mengeluarkan benda tersebut.

Pria tersebut, bernama Wang, menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Kota Dalian di Provinsi Liaoning timur laut pada awal Maret.

Pengalamannya mengejutkan pengguna internet, seperti yang dilaporkan oleh Daxiang News.

Delapan tahun lalu, Wang secara tidak sengaja menelan sumpit saat makan dan minum alkohol.

Saat itu dia merasakan sakit tetapi tidak mengalami masalah pernapasan.

Ketika Wang pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, dokter menyarankan untuk membedah  sisi lehernya untuk mengeluarkan sumpit. Tetapi dia menolak pilihan ini dan memutuskan untuk membiarkan benda itu tetap di tempatnya.

Wang, seorang pecandu alkohol, mengatakan bahwa selama delapan tahun berikutnya dia sesekali merasakan sumpit tersebut tetapi memutuskan untuk menahannya.

Dia menganggap ketidaknyamanan itu sebagai “reaksi normal” dari minum alkohol.

Namun beberapa minggu lalu, Wang merasakan sakit setiap kali bangun di pagi hari. Rasa sakitnya semakin parah saat menelan sesuatu dan mereda setelah beristirahat.

Hal ini mendorongnya untuk mengunjungi rumah sakit Dalian.

“Dia memberi tahu kami bahwa sumpit tersangkut di tenggorokannya. Saya kira itu terjadi baru-baru ini, tetapi dia mengatakan itu terjadi delapan tahun yang lalu,” kata Huang Weipeng, seorang dokter di rumah sakit tersebut.

Pemeriksaan menemukan sumpit logam di langit-langit lunak tenggorokan Wang.

Untungnya, selaput lendir di dekatnya tidak terluka dan organ terkait tidak bergeser posisinya. Pita suaranya berfungsi normal, kata dokter.

Dokter menolak operasi minimal invasif untuk mengeluarkan benda tersebut melalui mulutnya karena Wang keberatan jika lehernya dipotong.

Akhirnya, sumpit logam sepanjang 12 cm berhasil dikeluarkan. Operasi berjalan lancar, dengan sedikit pendarahan selama operasi.

Wang pulih dengan baik dan dipulangkan dari rumah sakit beberapa hari kemudian.

Kisah pria itu menjadi sensasi online.

“Panjangnya 12 cm. Ya Tuhan, panjang sekali. Bagaimana dia bisa menahannya selama itu?” kata seorang pengguna internet.

“Saya merasa sakit hanya dengan membaca cerita ini,” kata orang lain.

Yang ketiga bertanya: “Saya penasaran bagaimana dia bisa menelannya?”

Berita tentang orang yang menelan benda aneh seringkali menarik perhatian media sosial di Tiongkok.

Tahun lalu, seorang pria berusia 64 tahun di provinsi Anhui tengah menjalani operasi untuk mengeluarkan sikat gigi yang telah berada di perutnya selama 52 tahun.

Dia mengatakan dia menelannya secara tidak sengaja dan memilih untuk merahasiakannya dari orang tuanya karena takut akan kritik mereka.(yn)