Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib Tewas; Rezim Diterpa Guncangan Besar

EtIndonesia. Mari kita simak perkembangan terbaru di Timur Tengah. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-19. Kepemimpinan Iran kini menghadapi gelombang serangan “eliminasi terarah”.

Sehari setelah pejabat tinggi keamanan nasional Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas, Israel dan Iran secara terpisah mengonfirmasi bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, juga telah tewas.

Pada saat yang sama, militer AS meningkatkan serangan dengan menjatuhkan sejumlah bom penembus bunker seberat 5.000 pon, yang mana berhasil menghancurkan basis rudal Iran yang diperkuat berlapis.

Kepala Intelijen Iran Tewas

Kementerian Pertahanan Israel kembali mengumumkan bahwa mereka telah menewaskan Esmail Khatib.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada Rabu (18 Maret) pagi mengkonfirmasi bahwa Khatib tewas dalam serangan udara presisi pada malam sebelumnya. Ia menyatakan bahwa tahap berikutnya adalah operasi pembersihan menyeluruh terhadap pimpinan tingkat atas Iran.

Ia juga menyebut bahwa militer telah diberi kewenangan untuk bertindak segera begitu intelijen dan waktu operasi dinilai tepat.

“Diperkirakan hari ini akan terjadi perkembangan besar di semua front, yang akan semakin meningkatkan perang kita terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon,” kata Katz. 

Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengonfirmasi kematian Khatib. Setelah itu, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah padat penduduk di Tel Aviv, yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas.

Dampak Besar bagi Stabilitas Iran

Menurut analisis media Iran International, kematian Khatib memberikan dampak khusus terhadap rezim Iran. Ia tidak hanya memimpin intelijen, tetapi juga berperan dalam mendefinisikan gejolak sosial sebagai “infiltrasi asing”.

Selama masa jabatannya, protes domestik, media luar negeri, dan aktivitas advokasi dikategorikan sebagai bagian dari “perang hibrida” oleh musuh. Dalam empat tahun masa jabatannya, jumlah eksekusi mati di Iran meningkat tajam, dengan sedikitnya 1.900 eksekusi dilakukan pada tahun 2025 saja.

Menurut laporan Associated Press, meskipun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa sistem Iran tidak bergantung pada satu individu, namun dengan kematian para pemimpin intelijen dan keamanan secara berturut-turut, serta bertepatan dengan periode sensitif festival “Chaharshanbe Suri” (festival api), muncul tanda-tanda turunnya moral dan kekacauan komando di tingkat pasukan keamanan.

Serangan AS dan Dampak Lainnya

Komando Pusat AS pada Selasa menyatakan bahwa militer AS menggunakan bom penembus bunker 5.000 pon untuk menyerang basis rudal Iran di sepanjang pesisir dekat Selat Hormuz.

Bom jenis ini mampu menembus target yang diperkuat sebelum meledak. Pihak militer menyebut bahwa rudal jelajah anti-kapal yang ditempatkan di lokasi tersebut menjadi ancaman bagi pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Namun, menurut laporan ABC News, sejauh ini lebih dari selusin drone tempur MQ-9 Reaper milik AS telah dihancurkan dalam operasi tersebut. Drone MQ-9, yang bernilai sekitar 16 juta dolar AS, dapat digunakan untuk pengintaian sekaligus membawa rudal Hellfire.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa pada Rabu, sebuah rudal Iran menghantam area dekat Pangkalan Udara Al Minhad milik Australia di Uni Emirat Arab. Beruntung, seluruh personel militer Australia selamat.

Ia menambahkan bahwa rudal tersebut menghantam jalan menuju pangkalan dan menyebabkan kebakaran kecil, serta menimbulkan kerusakan ringan pada sebuah gedung akomodasi dan fasilitas medis.

Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.

Wanita Tiongkok Bertemu Kembali dengan Orang Tua Kandungnya Setelah Ditinggalkan di Toilet oleh Kakeknya 28 Tahun Lalu

EtIndonesia. Seorang wanita di Tiongkok yang ditinggalkan di toilet saat masih bayi oleh kakeknya telah bertemu kembali dengan orangtua kandungnya 28 tahun setelah diadopsi oleh pasangan Belanda.

Hong Yangli, 28 tahun, lahir di keluarga pedesaan di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok tengah, sebagai anak ketiga, seperti yang dilaporkan oleh media daratan Tiongkok, Daxiang News.

Ibunya, Yang Xiaoying, mengatakan bahwa sehari setelah melahirkan, ayah mertuanya menawarkan untuk membawa bayi itu pulang dan merawatnya.

Masih lemah setelah melahirkan dan suaminya sedang pergi, dia setuju.

Itu adalah terakhir kalinya dia melihat putrinya.

Kakek yang lebih menyukai anak laki-laki daripada perempuan itu meninggalkan bayi tersebut di toilet di desa lain.

Yang mengatakan dia mulai membenci kakeknya setelah dia menolak untuk mengatakan di mana putrinya berada, dan dia tidak pernah berbicara dengannya lagi, bahkan sebelum kematiannya.

Ayah Hong, Xu Lihong, mengatakan dia telah memikul rasa bersalah selama bertahun-tahun. Karena terikat oleh rasa bakti kepada orangtua, dia tidak menantang ayahnya maupun melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Saya terus mencari putri bungsu kami, tetapi tidak pernah ada kabar,” kata Xu.

Saat baru berusia dua hari, Hong ditemukan menangis di toilet oleh seorang pejalan kaki dan dibawa ke panti asuhan setempat.

Dia ditinggalkan dengan uang 120 yuan, sekantong susu bubuk, dan secarik kertas berisi tanggal lahirnya.

Panti asuhan memberinya nama Hong Yangli dan kemudian menempatkannya di keluarga asuh.

Setahun kemudian, pasangan Belanda mengadopsinya dan membawanya ke Belanda, tempat dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan kemudian menyelesaikan gelar PhD.

Meskipun sangat berterima kasih kepada orangtua angkatnya, Hong telah lama berharap untuk melacak keluarga kandungnya.

Pada Desember 2024, dia menyerahkan sampel darah ke basis data DNA untuk anak hilang dengan bantuan sukarelawan Tiongkok. Kemudian, polisi mengidentifikasi orangtua kandungnya melalui pencocokan DNA.

Pada 14 Maret, Hong kembali ke Nanchang untuk reuni yang mengharukan.

Orangtua kandungnya menyambutnya dengan pesta dan petasan.

Sambil menangis, ibunya berseru: “Putriku telah kembali.”

Ayahnya juga memberinya gelang emas dan liontin giok.

Meskipun Hong tidak berbicara bahasa Mandarin, dia juga terharu hingga menangis. Para sukarelawan membantunya menerjemahkan sepanjang perjalanan pulangnya.

Orangtua kandungnya mengatakan mereka berencana mengunjungi orangtua angkatnya di Belanda musim panas ini.

“Kami berterima kasih kepada mereka karena telah membesarkan putri yang luar biasa,” kata Xu.

Dia menambahkan bahwa dia akan menghormati keputusan Hong di masa depan mengenai menetap di Tiongkok.

Orangtua angkatnya di Belanda belum memberikan komentar publik mengenai kasus ini.

Kisah ini memecah pendapat di media sosial daratan Tiongkok.

Seorang pengguna daring mengatakan: “Hong ditinggalkan oleh kakek yang kejam, tetapi beruntung dibesarkan oleh orangtua angkat yang seperti malaikat.”

Sementara yang lain menulis: “Xu tidak pernah melapor ke polisi, secara efektif membenarkan kejahatan ayahnya. Dia hanya bersembunyi di balik rasa bakti kepada orangtua dan menunjukkan sedikit kasih sayang yang nyata kepada putrinya.”

“Hong sangat mirip dengan ibunya. Tidak ada yang merasakan kesedihan kehilangan seorang anak perempuan sedalam seorang ibu. Semoga keluarga tersebut dapat bersatu kembali dengan bahagia,” kata orang ketiga.(yn)

Perang Iran Picu Krisis Energi di Beijing? Xi Jinping Gelar Pertemuan Darurat dengan Pemimpin Turkmenistan

EtIndonesia. Pada Rabu (18 Maret), pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT)  Xi Jinping mengadakan pertemuan darurat di Beijing dengan presiden Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedow, dalam upaya memperluas kerjasama gas alam guna menutup kekurangan energi.

Pada saat yang sama, otoritas Beijing juga mengkonfirmasi telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis, yang menunjukkan bahwa perang Iran telah berdampak nyata terhadap keamanan energi Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Tiongkok menekankan pentingnya “memperluas skala kerja sama di bidang gas alam”.

Turkmenistan memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia dan selama ini merupakan pemasok utama gas pipa ke Tiongkok. Langkah Xi memperkuat hubungan dengan negara energi di Asia Tengah ini dinilai sebagai upaya untuk menutup kekurangan pasokan akibat memburuknya situasi di Iran.

Baru-baru ini, lalu lintas di Selat Hormuz sempat turun hingga nol, menyebabkan pasokan sekitar 1,5 hingga 2 juta barel minyak per hari ke Tiongkok dari Iran dan kawasan sekitarnya terhenti.

Sejak pecahnya perang, harga minyak global telah meningkat sekitar 45%. Bagi Tiongkok yang mengimpor lebih dari 500 juta ton minyak mentah per tahun, hal ini berarti tambahan beban devisa hingga miliaran dolar setiap bulan.

Menghadapi tekanan ganda berupa pasokan yang menyusut dan harga yang melonjak, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta otoritas energi Tiongkok mengonfirmasi bahwa negara telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan harga dan menjaga operasional kilang.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika perang Iran terus berlanjut, Beijing akan dipaksa mempercepat peralihan ke pasokan dari Rusia dan Asia Tengah. Namun, jalur pipa darat membutuhkan waktu pembangunan yang lama dan kapasitasnya terbatas, sehingga sulit menggantikan sepenuhnya pengiriman melalui laut dalam jangka pendek.

Lebih berisiko lagi, jika harga minyak bertahan di atas 120 dolar AS per barel, daya saing ekspor Tiongkok dapat melemah secara signifikan, yang berpotensi memicu inflasi dan perlambatan ekonomi. (hui)

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York, Amerika Serikat.

Kosta Rika Putus Hubungan dengan Kuba, Perintahkan Penutupan Kedutaan di Havana

EtIndonesia. Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves pada  Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa rezim komunis Kuba telah memperlakukan rakyatnya secara tidak manusiawi, melakukan penindasan, dan menciptakan kondisi hidup yang buruk. Ia menegaskan tidak mengakui legitimasi pemerintah Kuba, serta telah memerintahkan penutupan kedutaan besar Kosta Rika di Havana, dan meminta diplomat Kuba untuk meninggalkan ibu kota San José.

Chaves menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri peresmian fasilitas pemindai narkoba yang disumbangkan oleh Amerika Serikat, dengan kehadiran duta besar AS. Ia juga mengatakan: “Kita harus membersihkan pengaruh komunisme di Belahan Barat.”

Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Arnoldo André, menyatakan bahwa Kuba hanya akan diizinkan mempertahankan layanan konsuler di Kosta Rika.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuba menyatakan bahwa pada 17 Maret mereka diberitahu mengenai permintaan Kosta Rika agar diplomat Kuba meninggalkan negara tersebut. Mulai 1 April, hanya staf konsuler yang akan tetap berada. Pihak Kosta Rika disebut tidak memberikan alasan resmi atas keputusan tersebut.

Pemerintah Kuba juga menilai langkah ini sebagai bagian dari gelombang baru tekanan yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk mengisolasi Kuba.

Pemerintah Kuba saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar. Washington, D.C. dilaporkan sedang menerapkan blokade minyak terhadap negara tersebut, serta secara terbuka menyatakan keinginan untuk mengakhiri konfrontasi hampir 70 tahun dengan negara komunis satu partai itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 Maret juga mengatakan bahwa ia akan “mengambil alih” Kuba, dan menambahkan bahwa “kami akan segera mengambil tindakan terhadap Kuba.” (Hui)

Iran Pertama Kali Serang Tepi Barat, Rudal Hantam Salon Rambut, 4 Wanita Palestina Tewas dan 13 Luka

EtIndonesia. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Iran pada Rabu (18 Maret) malam untuk pertama kalinya melancarkan serangan mematikan ke wilayah Tepi Barat, menewaskan beberapa perempuan Palestina dan melukai 13 orang, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.

Dalam beberapa hari terakhir, jalan-jalan di Tepi Barat dipenuhi warga. Banyak keluarga Palestina keluar untuk berbelanja makanan manis dan hadiah dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri.

Kantor berita resmi Otoritas Palestina, WAFA, melaporkan bahwa sebuah rudal menghantam sebuah salon rambut di kota Beit Awwa, yang terletak di barat daya Hebron.

Menurut laporan terbaru, akibat serpihan roket yang jatuh, jumlah korban mencapai 4 orang tewas dan 13 orang terluka.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka memahami serangan ini melibatkan penggunaan amunisi klaster. Jenis hulu ledak ini dapat terpecah menjadi banyak bom kecil yang menyebar ke berbagai area.

Layanan darurat Israel pada 19 Maret pagi juga melaporkan bahwa wilayah Adanim di Israel tengah turut terkena serangan rudal Iran, yang menyebabkan seorang pekerja migran asing tewas.

Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu konflik regional, Iran terus menembakkan rudal ke Israel setiap hari. Sebelumnya, belum ada laporan bahwa Iran secara sengaja menargetkan wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Warga Palestina di Tepi Barat hampir tidak memiliki fasilitas perlindungan seperti bunker, berbeda dengan warga Israel. Untuk menghindari serangan amunisi klaster dan serpihan roket, banyak warga Palestina hanya mengandalkan sirine peringatan udara dari pemukiman Yahudi atau kota-kota Israel terdekat untuk mengetahui adanya serangan. 

Sumber : NTDTV.com

Sebatang Pohon yang Terluka

EtIndonesia. Seorang petani, demi memudahkan mengikat sapinya, memasang sebuah cincin besi pada batang pohon elm di kebunnya.

Seiring waktu, pohon itu terus tumbuh besar.Cincin besi tersebut perlahan-lahan tertanam ke dalam batangnya, meninggalkan bekas luka yang sangat dalam di permukaan kulit pohon.

Peristiwa Tak Terduga

Suatu tahun, terjadi wabah jamur tanaman yang aneh di daerah tersebut. Semua pohon elm dalam radius puluhan kilometer mati satu per satu.

Namun anehnya…

Hanya satu pohon yang tetap hidup— yaitu pohon elm yang pernah “terluka” oleh cincin besi itu.

Mengapa Bisa Bertahan?

Fenomena ini membuat para ahli botani tertarik.

Mereka melakukan penelitian dan akhirnya menemukan jawabannya: Justru karena luka dari cincin besi itulah pohon tersebut bisa bertahan.

Dari cincin besi yang berkarat, pohon itu menyerap banyak zat besi, yang kemudian membuatnya memiliki daya tahan khusus terhadap jamur.

Kisah Nyata

Ini bukan sekadar cerita.

Peristiwa ini benar-benar terjadi pada tahun 1950-an di sebuah peternakan di Amerika Serikat.

Hingga hari ini, pohon tersebut masih tumbuh dengan subur di dekat County Beulah, Michigan, tetap hidup, penuh vitalitas, dan menjadi saksi kekuatan dari sebuah “luka”.

Renungan Hidup

Bukan hanya pohon yang seperti itu— manusia pun sama.

Dalam hidup, kita mungkin pernah mengalami berbagai luka:

  • kekecewaan,
  • kegagalan,
  • pengkhianatan,
  • atau penderitaan.

Namun tanpa kita sadari, luka-luka itu justru menjadi “nutrisi” bagi kehidupan kita.

Luka itu:

  • membuat kita lebih kuat,
  • lebih tangguh,
  • dan lebih penuh harapan.

Bahkan, luka juga menjadi peringatan agar kita tersadar dan keluar dari kebingungan hidup.

Tentang Orang-orang dalam Hidup Kita

Tidak ada seorang pun yang hadir dalam hidup kita tanpa alasan.

Setiap orang membawa makna:

  • Orang yang mencintaimu → memberimu kehangatan dan rasa tersentuh
  • Orang yang kamu cintai → mengajarkanmu arti memberi
  • Orang yang tidak kamu sukai → mengajarkanmu toleransi dan penerimaan
  • Orang yang tidak menyukaimu → mendorongmu untuk introspeksi dan bertumbuh

Jadi, jika kamu pernah terluka…cobalah berterima kasih kepada mereka yang pernah menyakitimu.

Makna Kehidupan

Dalam perjalanan hidup ini, belajarlah menerima semua yang datang:

  • baik itu kemudahan,
  • maupun kesulitan.

Semua itu adalah pelajaran yang memang harus kita jalani.

Hiduplah dengan:

  • menerima apa yang datang,
  • menghargai setiap pertemuan,
  • dan melepaskan apa yang harus dilepaskan.

Karena pada akhirnya… setiap pengalaman adalah proses untuk menempa hati kita, agar kita bisa hidup dengan lebih tenang dan bijaksana. (jhn/yn)

Perang Energi Teluk Memanas, Pusat LNG Terbesar Dunia di Qatar Diserang

EtIndonesia. Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas utama gas alam Iran, Iran dengan cepat mengarahkan aksi balasannya ke infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia.

Perusahaan energi Qatar mengonfirmasi bahwa Kota Industri Ras Laffan (Ras Laffan Industrial City / RLIC) diserang rudal pada malam hari dan mengalami kerusakan besar. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa setelah serangan terjadi, tim darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api, dan seluruh personel di lokasi telah berhasil dihitung keberadaannya.

Kota Industri Ras Laffan terletak sekitar 80 km timur laut ibu kota Qatar, Doha. Kawasan ini merupakan basis produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, dengan pasokan sekitar 20% dari total pasar LNG global, sehingga memiliki peran penting bagi pasokan energi di Asia dan Eropa.

Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah kini mulai secara langsung mengancam jalur utama energi global.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel baru saja menyerang ladang gas alam South Pars (Pars Selatan) milik Iran beserta fasilitas terkait. South Pars merupakan ladang gas terbesar di dunia yang dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.

Iran kemudian mengeluarkan pernyataan keras, menyebut bahwa “persamaan perang telah memasuki tahap baru”, dan bahwa fokus konflik telah berubah dari bentrokan terbatas menjadi “perang ekonomi menyeluruh”. Iran juga secara terbuka menyebut fasilitas energi di beberapa negara Teluk sebagai target, serta memperingatkan akan melakukan pembalasan besar-besaran.

Analisis dari Wall Street Journal menyebut bahwa meningkatnya serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk Persia menunjukkan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran telah memasuki tahap yang lebih berbahaya, serta berpotensi meningkatkan risiko global di sektor energi.

Dipicu oleh situasi ini, pada Rabu malam (18 Maret), harga minyak internasional sempat melonjak menembus 110 dolar AS per barel. (HuI)

Sumber : NTDTV.com

Mengapa Tuhan Tidak Memberi Hadiah kepada Orang Baik?

EtIndonesia. Pada tahun 1963, seorang gadis bernama Mary Benny menulis surat kepada Chicago Tribune. Dia benar-benar tidak mengerti satu hal:

Mengapa ketika dia membantu ibunya menyajikan kue ke meja makan, yang dia dapatkan hanya pujian “anak baik”? Sementara adiknya, David, yang tidak melakukan apa-apa selain membuat masalah, justru mendapat sepotong kue.

Dia pun ingin bertanya kepada Siler Kuster, seorang kolumnis anak-anak di Chicago Tribune yang dianggap “serba tahu”:

Apakah Tuhan benar-benar adil? Mengapa di rumah dan di sekolah, dia sering melihat anak-anak baik seperti dirinya justru seperti dilupakan oleh Tuhan?

Pertanyaan yang Sulit Dijawab

Selama lebih dari sepuluh tahun, Siler Kuster menerima ribuan surat dari anak-anak dengan pertanyaan serupa:

  • Mengapa Tuhan tidak memberi hadiah kepada orang baik?
  • Mengapa orang jahat tidak langsung dihukum?

Setiap kali membaca surat seperti itu, hatinya terasa berat. Dia sendiri tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

Jawaban yang Datang Tak Terduga

Suatu hari, saat dia kebingungan menjawab surat Mary, seorang temannya mengundangnya menghadiri sebuah pernikahan.

Tanpa disangka, justru di sanalah dia menemukan jawabannya.

Dia mengenang kejadian itu:

Setelah upacara selesai, pengantin pria dan wanita saling bertukar cincin. Mungkin karena terlalu bahagia atau terlalu gugup, mereka justru memasangkan cincin ke tangan kanan masing-masing—bukan tangan kiri seperti seharusnya.

Melihat hal itu, sang pendeta tersenyum dan berkata dengan humor :“Tangan kanan kalian sudah cukup sempurna. Mungkin sebaiknya cincin itu dipakai untuk menghias tangan kiri saja.”

Sebuah Pencerahan

Kalimat sederhana itu tiba-tiba membuka pikiran Siler Kuster.

Dia menyadari: Tangan kanan sudah menjadi tangan kanan—itu sendiri sudah sempurna. Tidak perlu lagi dihiasi dengan sesuatu tambahan.

Bukankah hal yang sama juga berlaku untuk orang baik?

Mereka sering terlihat “tidak diberi hadiah”, justru karena mereka sudah memiliki nilai dan keindahan dalam diri mereka sendiri.

Kesimpulan yang Mengubah Segalanya

Akhirnya, Siler Kuster menemukan jawabannya:

Tuhan menjadikan tangan kanan sebagai tangan kanan—itulah penghargaan tertinggi.
Begitu juga, Tuhan menjadikan seseorang sebagai orang baik—itulah hadiah terbesar.

Dengan penuh semangat, dia membalas surat Mary dengan judul: “Tuhan Menjadikanmu Anak Baik, Itulah Hadiah Terbesarmu.”

Setelah dimuat di Chicago Tribune, surat itu dengan cepat menyebar luas, bahkan diterbitkan ulang oleh lebih dari 1.000 media di Amerika dan Eropa, dan terus dipublikasikan ulang setiap Hari Anak.

Sudut Pandang yang Lebih Dalam

Beberapa waktu lalu, seorang pembaca dari Tiongkok menemukan surat tersebut dan meninggalkan komentar yang menarik:

Dalam pepatah Tiongkok ada ungkapan: “Kebaikan akan mendapat balasan baik, kejahatan akan mendapat balasan buruk. Bukan tidak dibalas, hanya waktunya belum tiba.”

Selama ini, kita sering bingung kenapa orang jahat tidak segera mendapat balasan.

Namun kini ia memahami: Menjadi orang jahat itu sendiri sudah merupakan hukuman dari Tuhan.

Pesan Moral

  • Jika seseorang berbuat baik, meskipun keberuntungan belum datang, bencana sebenarnya sudah menjauh.
  • Jika seseorang berbuat jahat, meskipun bencana belum tiba, keberuntungan sebenarnya sudah menjauh.

Kadang kita merasa hidup tidak adil, karena orang baik tidak selalu langsung “dihadiahi”.

Tapi mungkin kita lupa satu hal: Menjadi orang baik itu sendiri sudah merupakan hadiah terbesar.

Dan justru itu yang sering tidak terlihat.(jhn/yn)

Rekaman Bocor: Mossad Menelepon Peringatan, Perwira Tinggi Iran Terkulai Memohon Ampun

 ETIndonesia. Israel dilaporkan sedang melakukan serangan sistematis terhadap pejabat rezim Iran dengan tujuan melumpuhkan sistem komando dan kendali. Sebuah rekaman menunjukkan agen Mossad langsung menelepon seorang komandan polisi senior Iran, yang kemudian terdengar panik dan memohon belas kasihan.

Menurut laporan The Wall Street Journal pada 18 Maret, rekaman percakapan antara agen Mossad dan komandan polisi Iran itu memperlihatkan agen tersebut berbicara dalam bahasa Persia dan secara langsung memperingatkan:  “Kami tahu segalanya tentang Anda. Anda ada dalam daftar kami. Jika Anda tidak berdiri di pihak rakyat, nasib Anda akan sama seperti para pemimpin Anda.”

Menghadapi agen yang mengetahui identitasnya, komandan tersebut terdengar runtuh secara emosional dan memohon:  “Saudaraku, aku bersumpah demi Tuhan, aku bukan musuhmu… aku sudah seperti orang mati, tolong bantu kami!”

Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi perburuan Israel berlangsung sangat efisien. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, pada Jumat lalu masih tampil percaya diri di depan publik dan aktif di media sosial, namun hanya empat hari kemudian ia dilaporkan tewas dalam serangan rudal presisi di tempat persembunyiannya di pinggiran Teheran.

Selanjutnya, komandan milisi relawan Garda Revolusi “Basij”, Gholamreza Soleimani, yang dikenal menekan rakyat, juga dilaporkan tewas di sebuah tenda di kawasan hutan—dengan informasi lokasi yang disebut berasal dari laporan warga sipil Iran sendiri.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pembagian peran antara Amerika Serikat dan Israel saat ini cukup jelas: AS berfokus menghancurkan kekuatan militer dan industri Iran, sementara Israel berupaya melumpuhkan struktur kontrol internalnya. Selain menargetkan pejabat tinggi, Israel juga dilaporkan menggunakan drone untuk menyerang aparat tingkat bawah di jalanan.

Kini, muncul pemandangan tidak biasa di Teheran. Untuk menghindari serangan drone bunuh diri yang bisa datang sewaktu-waktu, banyak polisi dan milisi memindahkan pos pemeriksaan ke bawah jembatan atau berlindung di sekolah serta bangunan sipil. Dengan ribuan anggota rezim dari tingkat atas hingga bawah dilaporkan tewas, suasana “ketidakstabilan” semakin menyebar di dalam negeri Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa aparat kepolisian kini lebih sibuk menyelamatkan diri daripada menjalankan fungsi pemerintahan, sehingga operasional pemerintah mulai lumpuh. Meskipun pasukan keamanan masih meluncurkan rudal ke luar negeri dan mengancam penembakan terhadap demonstran di dalam negeri, tanda-tanda kemunduran mulai terlihat.

Seorang analis dari lembaga riset di Washington menyatakan bahwa operasi perburuan yang dipimpin Mossad ini bukan hanya untuk mengeliminasi target, tetapi juga untuk menunjukkan kepada rakyat Iran bahwa para penguasa yang dulu tampak tak tersentuh kini sedang disingkirkan satu per satu.

Sumber : NTDTV.com

Beredar Kabar: Pejabat PKT Menghilang Secara Kolektif Setelah Keluar Negeri, Beijing Segera Perketat Larangan Keluar

Baru-baru ini, sejumlah pejabat pensiunan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dilaporkan “menghilang” secara kolektif setelah meninggalkan negara, memicu kewaspadaan di kalangan pimpinan tinggi. Beberapa sumber internal menyebutkan bahwa otoritas terkait telah secara signifikan memperketat proses persetujuan perjalanan ke luar negeri untuk kepentingan pribadi, serta menerapkan pemantauan rutin terhadap aset dan pergerakan lintas batas bagi pejabat aktif maupun pensiunan, guna mencegah pelarian dana dan kebocoran informasi sensitif.

Terlebih setelah mantan pejabat tinggi Front Persatuan, Ma Ruilin, berbicara secara terbuka, pengawasan terhadap perjalanan pejabat dinaikkan ke tingkat “keamanan politik”. Para sumber menyebutkan bahwa saat ini suasana di kalangan birokrasi sangat tegang.

EtIndonesia. Menurut sumber internal bernama samaran Shen Qingtian, sejak Januari tahun lalu, sejumlah pejabat pensiunan menghilang setelah pergi ke luar negeri. Ia mengatakan: “Saya dengar dari teman, setidaknya ada enam orang, tapi jumlah pastinya belum jelas. Mereka umumnya pejabat setingkat kepala biro atau kepala bagian. Keluarga mereka sudah lama tinggal di AS, Australia, atau Eropa. Setelah keluar negeri, mereka memutus kontak dengan dalam negeri. Sebelum pergi, mereka sudah menjual properti dan menarik sebagian besar simpanan, bahkan rela meninggalkan pensiun mereka.”

Shen menganalisis bahwa pelarian ini sebagian besar telah direncanakan sebelumnya. Meskipun mereka tidak termasuk dalam daftar investigasi saat ini, melihat rekan-rekan mereka satu per satu jatuh dalam kasus, mereka memilih “menyelamatkan diri” dengan membawa aset ke luar negeri.

Ketidakpuasan Internal Picu Pembatasan Keluar Negeri

Baru-baru ini, mantan Wakil Sekretaris Departemen Front Persatuan Provinsi Gansu, Ma Ruilin, melarikan diri ke Amerika Serikat bersama keluarganya dan menerima wawancara dari CNN, yang menjadi pemicu utama. Dalam wawancara tersebut, ia mengkonfirmasi keberadaan kamp penahanan di Xinjiang dan menyatakan bahwa banyak pejabat hanya “memuji secara lahiriah” terhadap Xi Jinping, tetapi sebenarnya sangat tidak menyukainya.

Shen menyatakan bahwa pernyataan terbuka Ma membuat pihak atas “sangat malu”, dan menjadi alasan utama pengetatan keluar negeri bagi pejabat pensiunan. Pihak berwenang khawatir lebih banyak orang dalam yang mengetahui informasi sensitif akan berbicara di luar negeri.

Sebagai pejabat etnis Hui yang telah lama menangani urusan etnis dan agama selama 20 tahun, kepergian Ma dianggap sebagai kebocoran besar dalam sistem Front Persatuan.

Sumber lain bernama samaran Xu Jian menambahkan bahwa keberhasilan Ma keluar negeri sudah merupakan kasus khusus, dan kemungkinan besar akan menyebabkan pejabat yang menyetujui keberangkatannya dimintai pertanggungjawaban serius.

Paspor Pejabat Terjebak dalam Kebuntuan “Tak Ada yang Berani Menjamin”

Xu Jian mengungkapkan bahwa lembaga pusat PKT dan unit di bawah Dewan Negara baru-baru ini mengeluarkan pemberitahuan internal untuk memperketat pemeriksaan pengajuan dan pembaruan paspor pejabat, serta memperkuat mekanisme pemeriksaan di perbatasan.

Ia menjelaskan: “Sekarang semua unit sedang memeriksa kondisi keluarga pensiunan, termasuk hubungan luar negeri, aktivitas anak-anak, jumlah properti, dan simpanan. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara aset dan pendapatan, maka akan dibatasi keluar negeri.”

Ia menambahkan bahwa bagi pejabat dari departemen inti seperti Front Persatuan, kepolisian, dan keamanan negara, pemeriksaan setelah pensiun memang sudah ketat, namun kini menjadi situasi “tak ada yang berani menyetujui atau menjamin”.

Sumber lain, Ding Yuqi (nama samaran), menggambarkan: “Pejabat aktif hampir tidak bisa keluar negeri. Persetujuan perjalanan luar negeri adalah sistem tanggung jawab berantai—siapa yang menyetujui harus bertanggung jawab. Jika pejabat pensiunan tidak kembali ke negara, pejabat yang menyetujui akan dicopot.”

Sistem tanggung jawab kolektif ini membuat unit SDM tingkat bawah memilih untuk “menunda, menghalangi, atau menolak” semua permohonan keluar negeri demi melindungi diri, sehingga secara de facto membekukan hak perjalanan banyak pejabat.

Gelombang Penjualan Aset, Birokrasi Dilanda Kepanikan

Di bawah tekanan kebijakan anti-korupsi yang menelusuri hingga 20 tahun ke belakang, para pejabat pensiunan dari tingkat rendah hingga menengah kini mempercepat penjualan aset mereka.

Ding Yuqi mengamati bahwa banyak orang terburu-buru menjual properti dan berusaha menetap di luar negeri untuk menghindari risiko. Ia mengatakan bahwa otoritas telah memperhatikan fenomena ini dan sedang melakukan investigasi khusus.

Seorang akademisi di Beijing bermarga Li menyatakan bahwa rasa takut ini telah menyebar ke pejabat tingkat menengah dan bawah: “Gelombang baru penyelidikan anti-korupsi membuat mereka yang merasa sudah ‘aman’ kembali panik.”

Seorang pensiunan pejabat di Taiyuan, Shanxi (nama samaran Lao Huang) menggambarkan suasana saat ini sebagai “seperti menghadapi musuh di segala arah”. Para pejabat hidup dalam kecemasan terus-menerus, khawatir kapan saja tentang masa lalu mereka akan diselidiki kembali. Bahkan ada yang menjadi sangat tegang hanya karena tidak dipromosikan, merasa dirinya mungkin sedang diam-diam diperiksa.

Pembelotan terbuka Ma Ruilin serta hilangnya para pejabat pensiunan secara berturut-turut semakin memperparah ketegangan dalam sistem PKT, dan memperlihatkan kepada dunia luar bahwa struktur kekuasaan internal sedang berada dalam kondisi sangat tidak stabil.

Disadur ulang dari The Epoch Times / Editor: Yue Yuan

Kisah Inspiratif: Lebih Baik Diam dan Bertindak daripada Mengeluh

EtIndonesia. Banyak orang suka membaca kisah-kisah inspiratif tentang kehidupan yang penuh makna. Lalu, kisah seperti apa yang benar-benar bisa memberi pelajaran hidup? Yuk, kita simak bersama.

Kisah: Mengeluh Tidak Ada Gunanya, Lebih Baik Bertindak

“Apa gunanya terus mengeluh? Lebih baik diam dan mulai bertindak.”

Kalimat ini bukan kutipan tokoh terkenal, melainkan nasihat sederhana dari seorang ayah kepada anaknya. Namun justru karena nasihat itulah, sang ayah berhasil membentuk anaknya menjadi sosok yang luar biasa. Anak itu bernama Zhang Mingzheng.

Zhang Mingzheng lahir dari keluarga miskin. Saat sekolah, prestasinya tidak menonjol, bahkan sering dimarahi guru. Setelah lulus SMA, nilainya tidak cukup untuk masuk universitas biasa.

Ketika hasil ujian keluar, bukannya introspeksi diri, Zhang Mingzheng justru terus mengeluh. Dia menyalahkan kondisi keluarganya yang kurang mampu, dan menyalahkan orangtuanya karena tidak memberinya lingkungan belajar yang baik.

Selama ini, setiap kali anaknya mengeluh, sang ayah merasa bersalah. Dia menganggap dirinya memang tidak mampu memberikan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, dia selalu dengan sabar menasihati anaknya agar berusaha sendiri dan tidak mengulangi kegagalannya.

Namun kali ini, sang ayah tidak lagi diam.

Dengan penuh emosi, dia berkata: “Zhang Mingzheng! Kegagalan hidupku adalah karena aku tidak mampu! Tapi kegagalanmu adalah tanggung jawabmu sendiri! Terus mengeluh tanpa henti tidak akan mengubah apa-apa. Lebih baik diam dan mulai bertindak!”

Ledakan emosi dari ayahnya yang biasanya lembut itu membuat Zhang Mingzheng terdiam… sekaligus tersadar.

Sejak saat itu, dia berhenti mengeluh.

Dia belajar dengan sungguh-sungguh selama satu tahun, dan akhirnya berhasil diterima di Universitas Fu Jen, Taiwan, jurusan Matematika Terapan.

Perubahan Besar dalam Hidupnya

Sejak itu, Zhang Mingzheng tidak lagi:

  • Mengeluh tentang kemiskinan,
  • Menyalahkan keadaan,
  • Atau merasa hidup tidak adil.

Dia memilih untuk menghadapi kesulitan dengan berani.

Dia menyadari bahwa meskipun dia tertinggal di garis start kehidupan, satu-satunya cara untuk mengubah hasil akhir adalah berlari sekuat tenaga, bukan terus mengeluh karena memulai lebih lambat.

Setelah lulus kuliah, dia bekerja keras dan akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri.

Dari pengalaman hidupnya, dia menjadikan prinsip: “Lebih baik diam dan bertindak daripada mengeluh”, sebagai budaya perusahaan, dan menanamkannya kepada seluruh karyawan.

Hasilnya?

Perusahaannya berkembang pesat.

Dalam waktu lebih dari 10 tahun, dia memulai bisnis hanya dengan 5.000 dolar di Los Angeles, melewati berbagai kegagalan dan tantangan, hingga akhirnya membangun perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, yaitu Trend Micro.

Perusahaan tersebut memiliki nilai pasar mencapai 7 miliar dolar, dan masuk dalam daftar 100 perusahaan publik paling populer di dunia versi majalah ternama.

Zhang Mingzheng sendiri bahkan dua tahun berturut-turut terpilih sebagai “Bintang Asia” oleh majalah BusinessWeek.

Pesan Moral

Kalimat “lebih baik diam dan bertindak daripada mengeluh” memang terdengar sederhana, tapi sangat sulit untuk benar-benar dijalani seumur hidup.

Kenapa?

Karena hidup selalu penuh dengan tantangan dan kegagalan.

Sebagian besar orang, saat menghadapi kesulitan, cenderung mengeluh.

Namun hanya sedikit orang yang mampu:

  • Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan,
  • Mengubah energi mengeluh menjadi aksi nyata.

Dan justru mereka inilah yang akhirnya berhasil.

Intinya:

Kalau kamu ingin sukses, berhentilah mengeluh.

Ubah energi negatif dari keluhan menjadi energi positif untuk bertindak.

Kalau kamu bisa melakukan itu, pelan-pelan kamu pasti akan:

  • Mengatasi kesulitan,
  • Dan menemukan jalan suksesmu sendiri.

Analisis: Kenaikan Harga Minyak Membuat Trump Lebih Kuat dalam Negosiasi AS–Tiongkok

EtIndonesia. Baru-baru ini, perang di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak global, sehingga banyak negara menghadapi tekanan kenaikan biaya energi. Namun, para analis menilai bahwa kenaikan harga minyak justru dapat menempatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada posisi yang lebih menguntungkan dalam pertemuannya dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT)  Xi Jinping.

Pakar kebijakan energi Brenda Shaffer menyatakan bahwa harga minyak yang terus meningkat dapat menjadi aset strategis bagi Trump dalam kunjungannya ke Tiongkok.

Sebelumnya, ketika harga minyak rendah, Tiongkok mendapat keuntungan dari impor minyak diskon dari Rusia. Namun kini, dengan melonjaknya harga minyak, posisi Tiongkok menjadi kurang menguntungkan. Meskipun memiliki cadangan minyak dan gas yang besar, jika harga tinggi terus berlanjut, ekonomi Tiongkok tetap akan menghadapi tekanan.

Shaffer juga menekankan bahwa kenaikan harga minyak memperkuat strategi “dominasi energi” Trump. Ia menilai pejabat AS kemungkinan akan memanfaatkan pertemuan antara Trump dan Xi untuk mendorong Tiongkok membeli lebih banyak minyak mentah dari Amerika Serikat.

Namun demikian, karena faktor keuangan, politik, dan logistik, upaya untuk membuat Tiongkok mengurangi perdagangan energi dengan Rusia masih menghadapi kesulitan.

Baru-baru ini, Trump menyatakan bahwa ia mungkin akan menunda kunjungannya ke Tiongkok sekitar sebulan untuk fokus menangani perang dengan Iran.

Akibat Iran menutup jalur Selat Hormuz secara efektif, pelayaran global dan harga energi terkena dampak. Trump juga berupaya meminta negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut untuk memberikan dukungan angkatan laut. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia mengatakan ingin mengetahui apakah Tiongkok akan memberikan bantuan, serta mengisyaratkan kemungkinan penundaan kunjungan.

Setelah itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan bahwa penundaan tersebut “tidak terkait dengan komitmen Tiongkok terhadap Selat Hormuz”. Pihak Tiongkok juga menyatakan bahwa kunjungan tersebut tidak berkaitan dengan Selat Hormuz, dan terlihat relatif tenang menghadapi ketidakpastian jadwal kunjungan Trump.

Sejumlah analis menilai bahwa pihak Tiongkok tidak terburu-buru mendorong pertemuan puncak, sebagian karena kekhawatiran bahwa Amerika Serikat sedang terlalu fokus pada perang sehingga kurang siap untuk negosiasi.

Namun, analisis dari Reuters menyebutkan bahwa penundaan kunjungan dapat membayangi prospek gencatan sementara perang dagang AS–Tiongkok. Pasar khawatir kedua pihak mungkin tidak akan mencapai kesepakatan yang stabil. Artikel tersebut menekankan bahwa pertemuan puncak awalnya dianggap sebagai sinyal kesiapan kompromi, namun penundaan justru memicu kekhawatiran akan gagalnya negosiasi.

Pada akhir pekan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu dengan Wakil Perdana Menteri PKT He Lifeng di Paris.

Sumber menyebutkan bahwa pihak PKT menunjukkan sikap terbuka untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS, termasuk unggas, daging sapi, dan tanaman selain kedelai. Kedua pihak juga membahas aliran mineral tanah jarang serta mekanisme baru untuk mengelola perdagangan dan investasi antara kedua negara. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

[Dinamika Washington] NATO Menolak Melindungi Selat Hormuz, Trump : Kesalahan Bodoh

EtIndonesia. Perang di Iran masih berkecamuk sengit. Pada Selasa (17 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa berdasarkan berbagai informasi, dua pejabat tinggi Iran kembali tewas, termasuk salah satu tokoh yang bertanggung jawab atas penindasan terhadap demonstran dan pembunuhan puluhan ribu warga.

Selain itu, Trump menyatakan kekecewaannya terhadap negara-negara NATO yang tidak turut melindungi keamanan selat, bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk keluar dari NATO. Di saat yang sama, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS Joe Kent mengumumkan pengunduran diri, memicu kontroversi.

Trump Puji Koalisi Perlindungan Selat, Kritik NATO

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia pada Selasa pagi, Trump mengatakan bahwa militer AS masih terus menyerang fasilitas rudal dan drone Iran, dengan hasil yang signifikan.

 “Pada dasarnya, kami masih menyerang fasilitas nuklir. Bahkan saat kita berbicara sekarang, militer AS baru saja menghancurkan satu lagi. Banyak yang mengatakan pemimpin Iran tewas kemarin, dan satu lagi yang bertanggung jawab membunuh rakyat juga telah tewas—orang yang dalam dua minggu terakhir membunuh 32.000 orang, yang menindas para demonstran,” kata Trump. 

Trump menegaskan bahwa target serangan di dalam Iran kini sudah semakin sedikit.

Ia mengatakan:  “Satu-satunya yang belum kami hancurkan adalah sistem minyak mereka. Jika kami menyerang itu—saya menyebutnya jaringan pipa—situasinya akan menjadi sangat rumit. Perbaikannya akan memakan waktu lama. Iran nantinya akan menjadi negara yang makmur dan baik.”

Terkait koalisi perlindungan Selat Hormuz, Trump memuji dukungan negara-negara Timur Tengah.

Trump mengatakan:  “Qatar luar biasa, Uni Emirat Arab juga hebat, Arab Saudi sangat luar biasa, Bahrain juga sangat baik. Negara-negara Timur Tengah memberi kami dukungan yang sangat kuat. Tentu saja, Israel selalu menjadi mitra kami.”

Namun ia juga menyoroti bahwa hampir tidak ada negara NATO yang bergabung.

Trump mengatakan:  “NATO melakukan kesalahan bodoh. Saya selalu meragukan apakah NATO benar-benar akan mendukung kami. Ini adalah ujian yang bagus, karena kami tidak membutuhkan mereka, tetapi mereka seharusnya mendukung kami.”

Trump: Kunjungan ke Tiongkok dalam 5–6 Minggu

Terkait kemungkinan penundaan kunjungan ke Tiongkok, Trump memberikan jawaban tegas.

Ia mengatakan bahwa Tiongkok kini lebih bersahabat dalam kebijakan ekonomi dibanding sebelumnya, dan hubungan kerja antara kedua negara sangat baik. Ia menyebutkan bahwa kunjungannya ke Tiongkok kemungkinan akan berlangsung dalam 5 hingga 6 minggu ke depan.

Tolak Perang Iran, Kepala Kontra Terorisme AS Mundur

Pada hari yang sama, Direktur Pusat Kontra Terorisme Nasional AS, Joe Kent, mengumumkan pengunduran dirinya karena perbedaan pandangan dengan Trump terkait perang Iran.

Dalam surat pengunduran dirinya, ia menulis bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman yang mendesak terhadap Amerika Serikat.

Trump pun menanggapi:  “Saya tidak terlalu mengenalnya, tapi saya pikir dia orang baik. Namun setelah membaca pernyataannya, saya menyadari bahwa mundurnya dia adalah hal yang baik, karena dia mengatakan Iran bukan ancaman. Iran adalah ancaman.”

Trump juga menyatakan bahwa perang tidak akan segera berakhir, dan militer AS belum siap untuk mundur, meskipun akhir konflik disebut tidak terlalu jauh lagi.

Reporter NTD Television Zhang Liang dan Li Jiayin melaporkan dari Washington, D.C., Amerika Serikat.

Iran Kembali Menyerang Pelabuhan UEA, Harga Minyak Dunia Melonjak, Pasar Saham Tetap Naik

ETIndonesia. Konflik di Timur Tengah terus mengguncang pasokan energi global. Iran kembali menyerang pelabuhan di Uni Emirat Arab, mendorong kenaikan harga minyak internasional, meskipun pasar saham tetap menguat.

Penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz serta terganggunya rute alternatif akibat serangan Iran semakin memperburuk situasi.

Pada Selasa (17/3/2026), Iran kembali melancarkan serangan ke UEA, yang menyebabkan operasi bongkar muat minyak di pelabuhan utama Pelabuhan Fujairah terganggu sebagian. Ini merupakan serangan ketiga dalam empat hari terakhir.

Pengiriman gas alam cair (LNG) juga terdampak. Qatar sebagai eksportir LNG terbesar kedua di dunia menghentikan pengiriman, sehingga harga LNG di Asia melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun. Negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Jepang mulai meningkatkan penggunaan batu bara untuk mengatasi tekanan pasokan energi.

Harga minyak kembali naik pada hari ini, dengan kenaikan lebih dari 2%.

Harga minyak Brent berada di kisaran 101–102 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 94–95 dolar AS. Sejak pecahnya perang, harga minyak telah meningkat lebih dari 40%.

Di Amerika Serikat, harga rata-rata solar kembali menembus 5 dolar AS per galon untuk kedua kalinya pada Senin, yang diperkirakan akan meningkatkan biaya manufaktur dan transportasi.

Meski harga minyak melonjak, pasar saham global pada Selasa tetap mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

Indeks S&P 500 naik 0,6%, Nasdaq Composite naik hampir 0,7%, dan Dow Jones Industrial Average naik 250 poin atau sekitar 0,5%.

Pasar juga tengah menunggu keputusan bank sentral dari berbagai negara pekan ini. Sementara itu, dolar AS melemah selama dua hari berturut-turut, dan para investor menjadi lebih berhati-hati.

Reporter NTD Television Zheng Shengxun melaporkan dari Amerika Serikat.

Serangan Militer Israel Tewaskan Pejabat Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani

EtIndonesia. Kepemimpinan Iran kembali mengalami pukulan besar. Pada Selasa (17 Maret), pihak Israel mengkonfirmasi telah menewaskan pejabat keamanan nasional Iran, Ali Larijani.

Larijani dianggap sebagai “pemimpin de facto” rezim Iran. Ia  disebut-sebut secara langsung memimpin penindasan berdarah terhadap para demonstran. Selain itu, komandan milisi Basij juga dilaporkan ikut tewas dalam operasi tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataannya menegaskan bahwa Israel akan terus menghancurkan rezim yang dianggap teroris, dan mengembalikan negara kepada rakyat Iran.

 “Kepalanya dihargai 10 juta dolar. Kami mendapatkannya secara gratis,” ujar Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar. 

Israel menyatakan bahwa selain Larijani, komandan milisi Basij, Gholamreza Soleimani, juga telah tewas.

 “Larijani adalah pemimpin Garda Revolusi—sekelompok preman yang mengendalikan kekuasaan nyata di Iran. Bersama mereka, komandan milisi Basij—para kaki tangan preman ini—menebar teror di jalanan Teheran dan kota-kota lain, mengintimidasi warga sipil,” kata Netanyahu. 

Mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, juga menyatakan bahwa Larijani dan lainnya “telah menerima akibat yang pantas”, serta menyerukan sisa kekuatan rezim untuk berbalik arah.

Selama bertahun-tahun, Larijani dianggap sebagai salah satu tokoh paling senior dan berpengaruh dalam rezim Iran, serta merupakan orang kepercayaan dekat mantan pemimpin Ali Khamenei.

Dalam gelombang protes terhadap rezim Iran baru-baru ini, Larijani disebut memimpin langsung tindakan keras berdarah terhadap para demonstran.

Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad diserang rudal pada Selasa dini hari. Ledakan menyebabkan api dan asap tebal membumbung dari gedung tersebut.

Rekaman saksi menunjukkan beberapa drone terbang di udara sebelum gedung kedutaan terkena bahan peledak. Sumber keamanan Irak kepada Reuters menyebutkan bahwa ini merupakan serangan dengan intensitas tertinggi, dengan setidaknya lima drone digunakan.

Hingga berita ini ditulis, serangan masih berlanjut. Setidaknya tiga drone bermuatan bahan peledak juga menyerang fasilitas diplomatik AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, memicu sistem pertahanan udara. Namun, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan yang dapat dikonfirmasi.

Di bawah tekanan serangan gabungan AS dan Israel, rezim Iran terus mengalami kemunduran. Namun, menurut laporan Reuters, seorang pejabat tinggi Iran menyatakan pada Selasa bahwa pemimpin baru, Mojtaba Khamenei, telah menolak usulan de-eskalasi yang disampaikan melalui pihak ketiga.

Tidak diketahui apakah Mojtaba menghadiri pertemuan tersebut secara langsung atau melalui sambungan jarak jauh.

Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.