Kesepakatan Rahasia AS-Iran Bocor ke Publik, Tapi Pertempuran Justru Meledak 48 Jam Kemudian

EtIndonesia. Situasi di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat sensitif setelah muncul laporan mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Namun, harapan tersebut segera dibayangi oleh perbedaan sikap di kedua negara, sementara bentrokan militer baru justru kembali terjadi di kawasan Selat Hormuz.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, risiko pecahnya konflik yang lebih luas tetap sangat tinggi.

Kesepakatan Awal AS-Iran Muncul ke Publik

Pada 28 Mei 2026, media Amerika Axios melaporkan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun sebuah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dapat menjadi dasar perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Menurut laporan tersebut, rancangan kesepakatan berisi sejumlah poin penting yang bertujuan meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan menuju negosiasi yang lebih luas mengenai program nuklir Iran.

Beberapa poin utama yang disebutkan dalam rancangan kesepakatan itu meliputi:

  • Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
  • Fokus pembahasan selama 60 hari akan diarahkan pada penanganan uranium yang telah diperkaya pada tingkat tinggi.
  • Selat Hormuz akan dibuka kembali untuk pelayaran internasional tanpa hambatan.
  • Iran diwajibkan membersihkan seluruh ranjau laut yang dipasang di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
  • Amerika Serikat akan mempertimbangkan pelonggaran sebagian sanksi ekonomi.
  • Sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri berpotensi dicairkan kembali.

Kesepakatan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya diplomatik paling serius sejak krisis terbaru antara kedua negara meletus beberapa bulan terakhir.

Namun hingga akhir 28 Mei, kesepakatan itu masih belum memperoleh persetujuan resmi dari kedua pihak.

Trump Belum Berikan Lampu Hijau

Dua pejabat senior Amerika yang mengetahui proses negosiasi mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir terhadap rancangan kesepakatan tersebut.

Menurut sumber tersebut, Trump meminta waktu tambahan beberapa hari untuk mempelajari seluruh konsekuensi politik, militer, dan ekonomi sebelum mengambil keputusan final.

Pemerintah Amerika disebut masih melakukan evaluasi menyeluruh mengenai efektivitas kesepakatan tersebut dalam membatasi program nuklir Iran serta menjamin keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Dalam wawancara dengan Fox News pada hari yang sama, Trump menunjukkan sikap yang masih sangat hati-hati terhadap Iran.

Ia mengatakan:

“Mereka pandai bernegosiasi dan sangat licik. Namun semua kartu ada di tangan kami karena kami sudah mengalahkan mereka secara militer.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Washington masih memandang Iran dari posisi tekanan strategis dan belum sepenuhnya yakin untuk memberikan konsesi besar.

Teheran Juga Belum Menyetujui Kesepakatan

Hambatan tidak hanya datang dari pihak Amerika.

Tak lama setelah laporan Axios beredar, media IM24 melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, juga belum memberikan persetujuan terhadap usulan kesepahaman yang diajukan Washington.

Tim negosiator Iran bahkan membantah laporan sejumlah media Barat yang menyebut bahwa kesepakatan telah berhasil dicapai.

Menurut sumber-sumber Iran, pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final mengenai berbagai isu utama, terutama yang berkaitan dengan program pengayaan uranium dan masa depan sanksi ekonomi Amerika.

Sikap ini menunjukkan bahwa kedua pihak masih berada pada tahap negosiasi yang sangat rapuh.

Presiden Iran Minta Rakyat Bersiap Menghadapi Tekanan

Masih pada 28 Mei 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato yang memperlihatkan bahwa pemerintah Iran belum melihat tanda-tanda berakhirnya konfrontasi dengan Amerika Serikat.

Ia meminta rakyat Iran untuk bersiap menghadapi tekanan ekonomi maupun politik yang kemungkinan masih akan berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Menurut Pezeshkian, tekanan tersebut merupakan bagian dari perjuangan Iran dalam menghadapi Amerika Serikat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, ia juga menyatakan bahwa pemerintah Iran tidak akan menerima pendekatan diplomatik yang dianggap merugikan kehormatan nasional negara tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Teheran masih berusaha mempertahankan posisi tawar dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Wakil Presiden AS Ungkap Perbedaan Masih Besar

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance juga mengakui masih adanya perbedaan mendasar antara Washington dan Teheran.

Menurut Vance, Trump belum siap mendukung kesepakatan apa pun sebelum persoalan-persoalan inti terselesaikan.

Perbedaan terbesar saat ini mencakup:

  • Batas pengayaan uranium Iran.
  • Nasib cadangan uranium yang telah diperkaya.
  • Mekanisme pengawasan internasional.
  • Jaminan keamanan bagi jalur pelayaran internasional.

Dengan kata lain, peluang tercapainya kesepakatan final masih menghadapi hambatan serius meskipun kedua pihak terus melakukan komunikasi diplomatik.


Ketegangan Kembali Meledak di Selat Hormuz

Di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung, situasi keamanan justru kembali memburuk.

Pada 27 Mei 2026, Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

Insiden tersebut memicu respons cepat dari militer Amerika Serikat.

Washington segera mengerahkan sejumlah pesawat tempur ke kawasan Teluk Persia dan melaksanakan operasi militer yang melibatkan kekuatan udara serta laut.

Jenis pesawat yang diterjunkan antara lain:

  • F/A-18 Super Hornet
  • F-16 Fighting Falcon
  • F-35 Lightning II

Amerika mengklaim berhasil menembak jatuh lima drone Iran yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz.

Setelah itu, pesawat tempur Super Hornet melancarkan serangan presisi terhadap sebuah pusat kendali darat Iran di kawasan Bandar Abbas, salah satu lokasi militer strategis Iran di pesisir Teluk Persia.

Menurut sumber Amerika, fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer yang berpotensi mengancam lalu lintas pelayaran internasional.

Gudang Rudal Diduga Hancur

Di tengah operasi tersebut, muncul laporan yang menyebut bahwa selama masa gencatan senjata, Iran menerima sejumlah rudal anti-kapal baru.

Beberapa laporan yang beredar mengklaim bahwa rudal-rudal jenis CM-302 dikirim secara diam-diam dan memiliki kemampuan terbang dengan kecepatan hingga tiga kali kecepatan suara serta bergerak sangat rendah di atas permukaan laut untuk menghindari radar.

Laporan yang sama menyebut bahwa sebuah gudang penyimpanan rudal tersebut menjadi salah satu target serangan Amerika.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Komandan Garda Revolusi Dikabarkan Tewas

Laporan lain yang juga belum dapat diverifikasi secara independen menyebut bahwa Brigadir Jenderal Ali Azmaei, komandan baru Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, kemungkinan tewas dalam serangan Amerika.

Ali Azmaei dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur militer Iran dan memiliki peran besar dalam operasi keamanan maritim di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Apabila laporan tersebut terbukti benar, maka hal itu akan menjadi salah satu kehilangan terbesar bagi Angkatan Laut Garda Revolusi dalam konflik terbaru ini.


Iran Balas Serang Pangkalan Amerika di Kuwait

Situasi semakin memanas pada 28 Mei 2026 ketika Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika di Kuwait.

Serangan tersebut menjadi bentrokan kedua dalam kurun waktu kurang dari 48 jam dan dianggap sebagai insiden paling serius sejak diberlakukannya gencatan senjata sebelumnya.

Selain menyerang pangkalan Amerika, Iran juga mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai Amerika di dekat wilayah Bushehr, Iran selatan.

Pemerintah Iran menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap aktivitas militer Amerika yang dianggap mengancam keamanan nasional mereka.

Insiden Kapal di Selat Hormuz

Menurut laporan Iran International TV, pasukan Iran juga melepaskan tembakan ke empat kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz tanpa melakukan koordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi.

Iran mengklaim menggunakan rudal anti-kapal dalam operasi tersebut.

Selain itu, Garda Revolusi dilaporkan menembaki sebuah kapal pesiar Amerika yang disebut telah mematikan sistem radar saat berada di kawasan tersebut.

Menurut versi Iran, tindakan itu dilakukan untuk memaksa kapal tersebut keluar dari wilayah operasi militer.

CENTCOM Kecam Iran

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) langsung mengecam tindakan Iran dan menuduh Teheran melakukan pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.

CENTCOM menyatakan bahwa aktivitas militer Iran di Selat Hormuz berpotensi mengancam kebebasan navigasi internasional dan meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Militer Amerika juga mengungkapkan bahwa lebih dari 20 kapal perang Amerika saat ini berada di kawasan sekitar Iran dan menjalankan operasi pengamanan maritim, termasuk kapal serbu amfibi serta armada pengawal lainnya.

Arab Saudi dan Mesir Keluarkan Kecaman Keras

Serangan Iran terhadap pangkalan Amerika di Kuwait juga memicu reaksi keras dari negara-negara Arab.

Pada 28 Mei 2026, pemerintah Arab Saudi dan Mesir mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan rudal dan drone Iran.

Kedua negara menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Kuwait dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Riyadh dan Kairo juga menyerukan agar seluruh pihak menahan diri serta menghindari langkah-langkah yang dapat memicu perang regional yang lebih besar.

Prospek Perdamaian Masih Sangat Rapuh

Meskipun pembicaraan diplomatik antara Washington dan Teheran masih berlangsung, perkembangan selama 27–28 Mei 2026 menunjukkan bahwa situasi di lapangan bergerak jauh lebih cepat dibanding proses negosiasi.

Di satu sisi, kedua negara masih membahas kemungkinan kesepakatan yang dapat memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun di sisi lain, bentrokan militer, serangan balasan, dan tuduhan pelanggaran gencatan senjata terus terjadi.

Kondisi ini membuat masa depan hubungan Amerika Serikat dan Iran tetap berada di persimpangan yang berbahaya. Keputusan akhir Presiden Donald Trump serta sikap Pemimpin Tertinggi Iran dalam beberapa hari mendatang diperkirakan akan menjadi faktor penentu apakah kawasan Timur Tengah bergerak menuju perdamaian sementara atau justru kembali memasuki fase konflik yang lebih luas. (***)

Jalan Ambles di Lenteng Agung, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pengalihan Arus 

EtIndonesia.com. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani kerusakan jalan amblas di ruas Jalan Lenteng Agung Raya, tepatnya di dekat Gang Empang, depan Bengkel Alpino Knalpot, Jakarta Selatan. Kerusakan yang memakan dua lajur jalan tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas menuju arah Depok dan sekitarnya.

Sebagai langkah penanganan darurat sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait melakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini.

“Kami memahami aktivitas masyarakat terganggu akibat kondisi jalan amblas ini. Karena itu, pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya di Jakarta, pada Jumat (29/5) dikutip dari siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta. 

Ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)

Ujang mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses penanganan berlangsung.

Adapun rekayasa lalu lintas yang diterapkan sebagai berikut:

  • Kendaraan roda dua masih dapat melintas melalui lajur paling kanan di Jalan Lenteng Agung Raya.
  • Pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan roda dua dilakukan secara situasional melalui Jalan Gardu – Jalan H. Shibi IV – Jalan H. Shibi II – Jalan H. Shibi – keluar menuju Jalan Akses UI.
  • Kendaraan roda empat dengan tujuan UI/Depok dialihkan untuk putar balik di Perlintasan KA Universitas Pancasila (JPL 23), kemudian melintas melalui Jalan Lenteng Agung Barat – Jalan Kahfi II – Jalan Tanah Baru – Depok Sawangan.
  • Kendaraan roda empat bertonase besar dialihkan dari Simpang Jalan TB Simatupang ke arah barat melalui Jalan Tol Desari maupun ke arah timur melalui Jalan Raya Bogor atau Jalan Tol Jagorawi.

“Kami mengajak masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan sebisa mungkin menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” tutur Ujang.

Ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)

Kerusakan jalan diketahui terjadi secara bertahap sejak Rabu (27/5). Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah melakukan penanganan awal menggunakan material coldmix guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Bina Marga juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan untuk menelusuri penyebab kerusakan. Dugaan awal, amblesnya jalan dipicu gangguan pada saluran air di bawah badan jalan.

Ujang menegaskan Pemprov DKI Jakarta terus memantau situasi di lapangan dan mempercepat proses penanganan agar kondisi lalu lintas dapat kembali normal.

inDrive Berkomitmen Perkuat Pada Kegiatan Kepedulian Sosial

Jakarta, 25 Mei 2026 — Pendidikan yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui fasilitas fisik, tetapi juga melalui sistem pengelolaan sekolah yang kuat, transparan, dan berkelanjutan. inDrive, sebagai global mobility dan delivery platform, tidak hanya berfokus pada layanan ride-hailing, tetapi juga memiliki komitmen sosial dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian inisiatif sosial melalui, inDrive memulai berbagai kegiatan yang berfokus pada kepedulian terhadap komunitas. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan volunteer bersama Food Cycle Indonesia, di mana beberapa perwakilan karyawan inDrive Indonesia turut membantu proses pengemasan makanan yang kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Ishlah di Jakarta Pusat. Bantuan tersebut diterima oleh anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk semangat berbagi dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, inDrive ingin menghadirkan dampak sosial yang dimulai dari aksi sederhana namun bermakna, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan empati yang menjadi bagian dari nilai. Komitmen tersebut kemudian dilanjutkan melalui program jangka panjang di bidang pendidikan, yaitu School Management Training bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia bagi kepala sekolah dan bendahara sekolah di 12 sekolah binaan di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Program ini menjadi bagian dari komitmen inDrive dalam membuka akses terhadap pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah underserved atau daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Melalui pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan pendampingan terkait manajemen sekolah berbasis kebutuhan komunitas, perencanaan keuangan, transparansi pengelolaan dana, hingga penguatan komunikasi dengan para pemangku kepentingan sekolah.
Di banyak daerah, sekolah-sekolah yang telah dibangun kembali masih menghadapi tantangan dalam membangun sistem manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi tersebut seringkali berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa. Karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan satu arah, tetapi juga menghadirkan monitoring pasca-pelatihan untuk memastikan implementasi yang nyata dan berdampak jangka panjang.
Melalui School Management Training, inDrive percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang memperkuat fondasi pendidikan di tingkat sekolah. Ketika sekolah memiliki tata kelola yang baik, maka guru dapat mengajar dengan lebih optimal, orang tua dapat terlibat lebih aktif, dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.

Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen inDrive dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “inDrive ingin terus menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, baik melalui dukungan terhadap pendidikan maupun aksi berbagi kepada komunitas yang membutuhkan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dijalankan dapat membantu memperkuat komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih baik, serta mendorong kolaborasi positif antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.”
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai manajemen berbasis sekolah, memperkuat sistem pengelolaan sekolah, serta mendorong keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, inDrive berharap dapat menjadi langkah nyata dalam menghadirkan perubahan positif dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Pemprov DKI Jakarta Gerak Cepat Tangani Jalan Amblas di Lenteng Agung, Perbaikan Permanen Dilakukan Malam Hari

EtIndonesia.com— Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). 

Pengamanan awal dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara, sementara perbaikan permanen saluran air di bawah badan jalan dijadwalkan mulai Jumat malam (29/5) untuk meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.

Jalan amblas dengan lebar sekitar tiga meter tersebut diduga terjadi akibat kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan. Kondisi saluran diperkirakan menurun seiring usia infrastruktur dan tingginya intensitas hujan.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengatakan penanganan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga.

“Pengamanan awal sudah dilakukan dengan pemasangan pelat baja sementara. Perbaikan permanen kami jadwalkan malam hari agar pekerjaan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas,” ujarnya di Jakarta, pada Jumat (29/5) dikutip dari siaran pers Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.  

Perbaikan permanen akan dilakukan dengan mengganti konstruksi saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran 2×2 meter sepanjang 16 meter. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga hari, menyesuaikan kondisi lapangan.

Santo mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mengikuti arahan petugas, serta mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

“Kami terus memantau penanganan di lapangan agar perbaikan dapat selesai secepat mungkin, dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan dan kualitas konstruksi saluran,” jelasnya.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)
Ruas Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah amblas pada Kamis malam (28/5/2026). (Pemprov DKI Jakarta)

Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Tiongkok, Tim Penyelamat Diperingatkan Agar Tidak Melakukan Operasi Penyelamatan Tanpa Izin 

Belakangan ini, hujan deras melanda banyak wilayah di Tiongkok selatan dan memicu banjir besar dengan korban jiwa yang cukup banyak. Di tengah situasi tersebut, organisasi Blue Sky Rescue di Provinsi Henan mengumumkan bahwa tiga tim di bawah naungannya pergi ke Hunan untuk melakukan penyelamatan tanpa melapor dan tanpa memperoleh persetujuan resmi. Mereka juga dituduh secara pribadi mengunggah video ke internet sehingga memicu opini publik dan menimbulkan apa yang disebut sebagai “dampak buruk.” Akibatnya, mereka diperintahkan mundur dan diberi peringatan. Karena menyangkut keselamatan jiwa manusia, pengumuman ini memicu perdebatan luas di dunia maya.

Etindonesia. Tiga tim Blue Sky Rescue dari Yichuan, Yiyang, dan Songxian di Henan pada 22 Mei diperintahkan segera menarik seluruh personel mereka karena melakukan operasi penyelamatan lintas wilayah akibat banjir. Seluruh tim juga menerima satu kali peringatan tertulis.

Tak lama kemudian, pada 24 Mei, Biro Keamanan Siber Kementerian Keamanan Publik Tiongkok menerbitkan “Surat Imbauan Peradaban Internet untuk Pencegahan Banjir dan Penanggulangan Bencana,” yang melarang publikasi informasi mengenai bencana dan melarang apa yang disebut “menciptakan sensasi opini publik.” Seorang warga mengatakan bahwa langkah itu sebenarnya untuk mencegah video-video kondisi nyata tersebar keluar.

Seorang mantan pekerja media di Tiongkok bermarga Long (nama samaran) mengatakan kepada NTD bahwa Partai Komunis Tiongkok menunjukkan kesombongan kekuasaan, di mana semua hal harus mendapat persetujuan pemerintah terlebih dahulu.

Ia berkata:“Ketika Anda pergi melakukan penyelamatan, Anda melihat sendiri kondisi nyata di lapangan dan penderitaan rakyat. Penderitaan rakyat menunjukkan bahwa Partai Komunis tidak melakukan tugasnya dengan baik. Mereka sendiri tidak melakukan penyelamatan, tetapi juga tidak mengizinkan orang lain menyelamatkan. Mereka tidak berbuat baik, tetapi juga tidak membiarkan Anda berbuat baik.”

Menurut Long, dalam menghadapi kecelakaan dan bencana, praktik PKT selama ini adalah menutupi kebenaran, mengendalikan opini publik, dan menunda penyelamatan, sehingga banyak bencana pada akhirnya menjadi lebih bersifat “bencana buatan manusia.”

Ia menambahkan: “Partai Komunis Tiongkok tidak tahu bagaimana mengelola negara atau menenangkan rakyat. Mereka hanya membuat kekacauan, terus bertarung dan saling menjatuhkan, hidup jauh dari kenyataan rakyat. Mereka hanya mengeruk keuntungan, sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Bahkan untuk membantu pun harus mendapat persetujuan mereka. Memang selalu seperti itu.”

Kepala Overseas Lawyers Alliance, Wu Shaoping, mengatakan bahwa ketika rakyat mengalami kesulitan, pemerintah PKT bukan hanya tidak aktif membantu, tetapi juga menghalangi upaya penyelamatan spontan dari masyarakat.

Wu mengatakan: “Rezim ini begitu jahat hingga sama sekali tidak peduli pada hidup mati dan penderitaan rakyat. Mereka menutup mata, bahkan sampai pada tingkat membiarkan begitu saja.”

Saat ini, adanya apa yang disebut “pengawasan internal” yang mengganggu operasi tim penyelamat membuat Wu berpendapat bahwa Blue Sky Rescue kemungkinan mendapat tekanan dari pemerintah PKT. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan tujuan awal pendirian organisasi tersebut, dan tujuan pemerintah adalah agar kebenaran situasi tidak tersebar keluar.

Wu mengatakan: “PKT tidak ingin orang lain membongkar bahwa mereka hanyalah pemerintah rakyat yang palsu. Kedua, mereka tidak ingin seluruh masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dari bencana itu. Karena itulah mereka menghalangi Blue Sky Rescue.”

Sumber : NTDTV.com

Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Kirim Surat Mendesak kepada Trump untuk Meminta Bantuan

EtIndonesia.com. Baru-baru ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirim surat darurat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meminta bantuan, dengan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina, terutama rudal anti-balistik, mengalami kekurangan serius.

Menurut laporan The Kyiv Independent, dalam surat tersebut Zelensky mengakui bahwa saat ini Ukraina sangat bergantung pada sekutu Barat dalam pertahanan rudal, terutama untuk mencegat rudal balistik yang “hampir sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.”

Belakangan ini, Rusia tidak hanya sering melancarkan serangan rudal dan drone, tetapi juga mengancam akan melakukan gelombang baru serangan jarak jauh terhadap Kyiv, bahkan secara khusus menyebut “pusat pengambilan keputusan” Ukraina sebagai target.

Pejabat Ukraina khawatir jumlah rudal pencegat Patriot PAC-3 yang terbatas kini semakin sulit menghadapi serangan Rusia yang makin intensif. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan: “Dalam hal pertahanan anti-balistik, situasinya memang sangat sulit.”

Menurut laporan, Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olga Stefanishyna, telah mendistribusikan surat tersebut kepada Gedung Putih, Ketua DPR AS Mike Johnson, dan anggota Kongres lainnya.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa kecepatan pengiriman senjata melalui program “Priority Ukraine Requirements List” (PURL) sudah tidak mampu mengikuti perkembangan situasi medan perang saat ini. Zelensky meminta Amerika membantu Ukraina mempertahankan wilayah udaranya dari serangan rudal Rusia.

Pada malam 24 Mei, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa Rusia menembakkan 90 rudal dan 600 drone dalam satu serangan.

Sebenarnya, sejak April tahun ini Zelensky sudah memerintahkan komandan angkatan udara untuk segera menghubungi negara-negara sekutu guna menambah stok rudal Patriot. Saat itu ia telah memperingatkan bahwa cadangan rudal pencegat Ukraina mendekati titik kritis.

Sementara itu, ancaman dari Rusia terus meningkat. Pada 25 Mei, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Moskow siap menyerang “pusat pengambilan keputusan” Ukraina dan mendesak Washington untuk mengevakuasi staf kedutaan AS di Kyiv.

Menghadapi perang yang terus meningkat, Zelensky menegaskan dalam suratnya bahwa wilayah udara Ukraina sebenarnya masih dapat dipertahankan.

Ia mengatakan:“Sebagian besar rudal Rusia sebenarnya bisa dicegat.”

sumber : NTDTV.com

Kanada Longgarkan Aturan Masuk bagi Sebagian Pelancong dari Malaysia dan Indonesia

William Hetherington

Kanada melonggarkan aturan masuk bagi sebagian penumpang pesawat dari Malaysia dan Indonesia yang datang ke negara tersebut untuk bepergian atau transit.

Mulai 26 Mei, pelancong dari Malaysia dan Indonesia dapat mengajukan otorisasi perjalanan elektronik (electronic travel authorization/eTA) sebagai pengganti visa kunjungan apabila mereka pernah memegang visa penduduk sementara Kanada dalam 10 tahun terakhir. Mereka yang memiliki visa non-imigran Amerika Serikat yang masih berlaku juga memenuhi syarat.

Menurut departemen imigrasi, eTA biasanya melibatkan proses pengajuan daring yang lebih sederhana dengan biaya sebesar 7 dolar Kanada dan dapat diproses hanya dalam hitungan menit. Sementara itu, visa kunjungan bagi warga Indonesia dan Malaysia dapat menelan biaya lebih dari 100 dolar Kanada dan memerlukan waktu pemrosesan yang jauh lebih lama.

Pemerintah Kanada mengatakan pelonggaran tersebut merupakan bagian dari upaya Kanada untuk memperdalam dan memperluas hubungan di seluruh Asia, memperkuat investasi di kawasan, meningkatkan perdagangan internasional, dan membantu memperluas peluang bagi bisnis Kanada.

“Mengubah persyaratan visa bagi pelancong yang memenuhi syarat dari Indonesia dan Malaysia merupakan bagian dari upaya pemerintah secara menyeluruh untuk memperdalam keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik, mendukung perdagangan dan investasi, serta mempermudah masyarakat untuk terhubung, berbisnis, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang Kanada,” kata Menteri Imigrasi Lena Metlege Diab dalam siaran pers pada 25 Mei.

Perdana Menteri Mark Carney telah melakukan serangkaian perjalanan ke kawasan tersebut dalam enam bulan terakhir seiring upayanya mendiversifikasi perdagangan agar tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat.

Ia bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sebuah KTT ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat memperdalam investasi di sektor gas alam cair, minyak, nuklir, dan energi terbarukan. Kantor Perdana Menteri Kanada mengatakan kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan bilateral dengan fokus kerja sama di bidang “energi bersih dan konvensional”, mineral kritis, pertahanan, dan kecerdasan buatan.

Saat ini Kanada mengalami defisit perdagangan yang cukup besar dengan Malaysia. Nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 6,1 miliar dolar Kanada pada 2025, terdiri dari 1,7 miliar dolar Kanada ekspor Kanada dan 4,4 miliar dolar Kanada impor.

Carney juga bertemu Presiden Prabowo Subianto di Ottawa pada September 2025. Pertemuan itu merupakan kunjungan bilateral pertama antara pemimpin Kanada dan Indonesia dalam 25 tahun terakhir. Keduanya menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada–Indonesia, sebuah usulan pakta perdagangan yang bertujuan menurunkan hambatan perdagangan dan meningkatkan kerja sama di sektor energi, pertanian, manufaktur, dan perdagangan digital.

Kanada juga mengalami defisit perdagangan moderat dengan Indonesia, dengan impor berupa barang manufaktur dan komoditas seperti minyak sawit serta mesin listrik, sementara ekspornya mencakup gandum, pupuk, pulp, dan kertas.

Sumber : Theepochtimes.com

Psikologi Uang: 7 Cara Mengatasi Blind Spot Finansial

Mengelola investasi dapat menambah stres dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan beberapa langkah sederhana, kita bisa merasa lebih tenang secara emosional dan lebih percaya diri

Mike Donghia 

Saat ini ada ratusan ribu penasihat keuangan di Amerika Serikat, tetapi McKinsey memprediksi akan terjadi kekurangan 100.000 penasihat pada tahun 2034.

Permintaan terhadap orang yang dapat memberikan nasihat keuangan di negara-negara maju hampir tidak ada habisnya. Alasannya bukan semata-mata karena uang adalah topik yang rumit, meskipun terkadang memang demikian. Penyebab utamanya adalah karena keputusan finansial sangat memicu tekanan emosional, dan kita sering memiliki blind spot besar dalam cara berpikir.

Memiliki pihak ketiga yang memberi nasihat, bahkan untuk persoalan keuangan sederhana, dapat membantu mencegah kita membuat keputusan buruk akibat ketidaktahuan atau rasa takut. Perspektif dari luar sering kali sangat membantu dan dapat mengurangi stres yang banyak orang rasakan saat menghadapi keputusan penting terkait uang.

Penulis tidak menawarkan layanan keuangan apa pun dan tidak menjual apa pun kepada Anda. Penulis  hanya berbagi nasihat gratis berdasarkan pengalaman pribadi. Meski banyak orang bisa memperoleh manfaat dari penasihat keuangan, tujuan utama penulis adalah membantu Anda mengenali titik buta diri sendiri agar bisa menguranginya semaksimal mungkin.

7 Blind Spot Finansial

Berikut tujuh titik buta finansial yang paling sering saya temui dalam berbagai percakapan, beserta “solusi cepat” untuk mengatasinya.

1. Takut Rugi Lebih Besar daripada Potensi Untung

Secara alami, kebanyakan orang merasakan sakit emosional yang lebih besar ketika kehilangan sesuatu dibanding kebahagiaan saat memperoleh jumlah yang setara. Dalam investasi rutin, rasa takut kehilangan uang sering membuat kita menunda berinvestasi sejak dini dan secara konsisten.

Solusi cepat:

Otomatiskan investasi Anda sehingga sejumlah kecil uang tetap diinvestasikan setiap bulan, apa pun kondisi pasar.

2. Gaya Hidup Meningkat Tanpa Disadari

Sebagian besar orang melihat pendapatannya meningkat sepanjang karier, tetapi uang tambahan itu sering habis terserap oleh berbagai pengeluaran baru yang kemudian dianggap sebagai kebutuhan normal.

Solusi cepat:

Catat pengeluaran Anda agar pada akhir tahun Anda bisa melihat berapa banyak uang yang dihabiskan dibandingkan dengan pendapatan.

3. Identitas dan Ego Memengaruhi Perilaku Finansial

Sering kali keputusan finansial yang benar untuk mencapai tujuan sebenarnya sudah jelas, tetapi sulit dilakukan karena alasan emosional. Kita melihat teman-teman mengganti kendaraan atau berlibur mewah, lalu tidak ingin merasa tertinggal. Akibatnya, kita terombang-ambing antara keinginan menikmati kesenangan saat ini dan tujuan jangka panjang yang sebenarnya sudah kita tetapkan sendiri.

Solusi cepat:

Pertimbangkan menggunakan jasa penasihat keuangan yang dapat membantu Anda mengambil keputusan sesuai tujuan hidup, bukan sekadar dorongan emosi sesaat.

4. Menganggap Masa Depan Akan Sama dengan Masa Lalu

Orang sering terlalu berhati-hati setelah krisis keuangan dan terlalu bersemangat ketika pasar mencapai rekor tertinggi. Dengan kata lain, kita mudah terbawa pesimisme atau optimisme berlebihan sehingga keputusan yang diambil menjadi kurang optimal.

Solusi cepat:

Jangan hanya mengandalkan pengalaman pribadi saat mengambil keputusan finansial besar. Gunakan chatbot kecerdasan buatan favorit Anda untuk mencari data historis dan rata-rata jangka panjang agar keputusan lebih berdasarkan informasi.

5. Membuat Keputusan Emosional Saat Sedang Stres

Salah satu alasan orang melebih-lebihkan kemampuan finansialnya adalah karena mereka hanya menilai perilaku mereka saat keadaan baik. Ketika situasi nyaman, membuat keputusan keuangan yang benar memang relatif mudah. Namun saat muncul rasa takut dan ketidakpastian, banyak orang panik dan membuat keputusan besar yang akhirnya disesali.

Solusi cepat:

Tentukan terlebih dahulu bagaimana Anda akan bertindak dalam berbagai situasi, lalu minta orang lain—seperti pasangan atau penasihat keuangan—untuk membantu menjaga komitmen Anda.

6. Menghindari Keputusan yang Membosankan tetapi Efektif

Dunia modern melatih otak kita untuk selalu mengharapkan sensasi dan hadiah di balik setiap klik. Hal ini menciptakan ekspektasi tidak sehat terhadap keuangan dan membuat sebagian orang memperlakukan investasi seperti perjudian.

Solusi cepat:

Sisihkan sebagian kecil kekayaan Anda untuk memenuhi “hasrat mencari sensasi”, sementara semua keputusan keuangan lainnya dilakukan secara tenang, terukur, dan rasional.

7. Memuaskan Keinginan Sesaat dengan Mengorbankan Masa Depan

Masalah klasik menunda kepuasan sangat terlihat dalam keputusan finansial, karena taruhannya jauh lebih besar. Semakin mudah Anda berkata “mulai besok saja” atau membuat pengecualian “sekali ini saja”, semakin sulit menghentikan pola tersebut.

Solusi cepat :

Belilah kartu Visa prabayar setiap awal tahun khusus untuk belanja impulsif. Cara ini memungkinkan Anda tetap bersenang-senang tanpa kebablasan—sebuah bentuk kompromi dengan diri sendiri.

Banyak titik buta dapat diatasi hanya dengan menyadari keberadaannya. Namun, sebagian lainnya lebih sulit dihilangkan karena biasanya muncul pada saat kita sedang lemah secara emosional, misalnya ketika berada di bawah tekanan.

Meskipun stres adalah bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan modern, keadaan itu akan semakin buruk jika kita panik dan membuat keputusan yang keliru, yang akhirnya dapat menimbulkan masalah finansial lebih besar dan bahkan berdampak pada kesehatan fisik.

Dengan tujuh solusi cepat ini, semoga Anda dapat mulai mengambil langkah kecil untuk melindungi kondisi finansial dan perlahan mengurangi stres keuangan dalam hidup Anda.

Wabah Ebola Menyebar, AS Memperketat Pembatasan Masuk

Seiring wabah Ebola yang terus memburuk, Amerika Serikat kembali meningkatkan langkah pencegahan. Pada 27 Mei, AS memperluas program pemeriksaan terhadap virus Ebola. 

EtIndonesia. Menurut aturan terbaru dari otoritas kesehatan federal Amerika Serikat, siapa pun yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Democratic Republic of the Congo, Uganda, atau South Sudan wajib masuk ke Amerika melalui bandara yang telah ditentukan.

Selain Washington Dulles International Airport dan Hartsfield–Jackson Atlanta International Airport, Amerika kini menambahkan bandara ketiga, yaitu George Bush Intercontinental Airport. Para pelancong terkait akan menjalani pemeriksaan Ebola yang lebih ketat di ketiga bandara tersebut.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS menyatakan bahwa penumpang yang masuk harus mengisi kuesioner, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, dan menjelaskan apakah pernah melakukan kontak dengan kasus yang diduga Ebola.

Jika tidak menunjukkan gejala, penumpang akan diminta terus memantau kondisi kesehatannya. Namun jika muncul gejala seperti demam, mereka akan menjalani pemeriksaan dan isolasi lebih lanjut. Kasus yang serius akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan isolasi.

Organisasi bantuan internasional International Rescue Committee menyebut wabah Ebola di Kongo berkembang menjadi “salah satu wabah paling mematikan yang pernah tercatat.” Penyebaran penyakit ini disebut lebih cepat dibandingkan upaya pengendaliannya. Saat ini telah ditemukan lebih dari 900 kasus suspek dengan sedikitnya 223 korban meninggal.

World Health Organization kemudian mengumumkan status darurat kesehatan masyarakat.

Pada 27 Mei, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyerukan gencatan senjata. Dalam unggahannya di platform X, ia mengatakan bahwa wilayah timur Kongo kini menghadapi wabah penyakit sekaligus konflik bersenjata. Wabah Ebola di Provinsi Ituri telah melampaui kapasitas penanganan.

Ia menulis:  “Di tengah hujan tembakan, kami tidak dapat membangun kepercayaan masyarakat dan juga tidak dapat mengisolasi pasien. Kami mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata demi mengendalikan wabah.”

Pada hari yang sama, organisasi bantuan anak Save the Children menyatakan bahwa seperempat dari korban meninggal yang telah terkonfirmasi adalah anak-anak, dan menyerukan peningkatan langkah pencegahan infeksi.

Menurut laporan Reuters, meskipun Amerika Serikat dan negara-negara lain memimpin upaya mediasi, konflik di wilayah timur Kongo masih terus berlangsung dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Sebuah dokumen menunjukkan bahwa United Nations High Commissioner for Refugees menyebut pusat penampungan dan transit di wilayah West Nile, Uganda—yang berbatasan dengan Kongo—sudah menampung lebih dari dua kali kapasitas maksimalnya.

Saat ini organisasi-organisasi bantuan sedang berupaya mengirim personel dan peralatan darurat ke wilayah timur Kongo. Namun demikian, karena kurangnya kepercayaan masyarakat setempat, tenaga medis mengalami serangan dan upaya penyelamatan pun terhambat.

Sumber : NTDTV.com

Militer Israel Kembali Bertindak, Pemimpin Militer Hamas Tewas

Setelah berbulan-bulan melakukan pelacakan, militer Israel pada Selasa (26 Mei) berhasil menewaskan kepala militer baru Hamas, Mohammed Odeh, dalam sebuah serangan udara presisi. Ia baru menjabat selama 11 hari. Menteri Pertahanan Israel kemudian bersumpah akan memburu seluruh perancang pembantaian 7 Oktober 2023. 

EtIndonesia.com Pada Selasa 26 Mei malam, militer Israel bersama badan keamanan dalam negeri Shin Bet melaksanakan operasi gabungan dengan menargetkan sebuah gedung apartemen di pusat Kota Gaza melalui serangan udara.

Pasukan Pertahanan Israel kemudian mengkonfirmasi bahwa Mohammed Odeh, kepala militer baru Hamas, tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa ini terjadi hanya 11 hari setelah komandan sebelumnya, Izz al-Din al-Haddad, juga tewas.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa tokoh senior organisasi Hamas tersebut “telah dikirim ke neraka untuk bergabung dengan rekan-rekannya.”

Katz menegaskan bahwa Israel berkomitmen untuk melenyapkan seluruh perancang pembantaian 7 Oktober 2023.

Pihak Hamas kemudian juga mengkonfirmasi kematian Odeh dan menyatakan bahwa istrinya serta dua anaknya turut tewas.

Selain itu, militer Israel juga mengumumkan telah menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah sepanjang 11 kilometer di wilayah Beit Hanoun, Gaza utara. Hamas disebut menggunakan jaringan bawah tanah yang dibangun di bawah rumah warga, fasilitas umum, dan jalan raya untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil dan tentara Israel.

“Ini mengirim sinyal kepada Hizbullah, Iran, dan kelompok proksi Iran lainnya di kawasan bahwa Pasukan Pertahanan Israel pada akhirnya mampu menyerang siapa pun. Itu hanya soal waktu.” kata Peneliti senior dari Institute for National Security Studies, Michael Kobbi. 

Sumber : NTDTV.com

Kepribadian Xi Jinping Disebut Berubah Drastis Tahun Ini, Analisis AI Tunjukkan Emosi Sedih dan Antipati Meningkat Tajam

EtIndonesia. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, sejak awal tahun ini belum pernah melakukan kunjungan ke luar negeri, dan frekuensinya meninggalkan Beijing juga terlihat jauh berkurang. Para ahli menggunakan analisis AI terhadap perubahan ekspresi wajah Xi Jinping dan menemukan bahwa emosi “sedih” serta “antipati” meningkat drastis. Mereka menilai berkurangnya perjalanan Xi kemungkinan berkaitan dengan pembersihan besar-besaran di kalangan petinggi militer Tiongkok.

Menurut laporan media Jepang Yomiuri Shimbun, Xi Jinping sudah lebih dari setengah tahun tidak melakukan kunjungan luar negeri. Kunjungan inspeksi domestiknya di Tiongkok juga sebagian besar terbatas pada perjalanan jarak dekat dan jarang meninggalkan Beijing.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Tiongkok, sebelum pandemi COVID-19 pada tahun 2019, Xi Jinping melakukan tujuh kunjungan luar negeri ke 12 negara. Setelah pandemi, jumlah kunjungannya menurun drastis. Pada tahun 2024 ia hanya melakukan empat kunjungan ke sembilan negara, sedangkan pada tahun 2025 juga hanya empat kali dan mengunjungi enam negara saja.

Kunjungan luar negeri terakhir Xi adalah ke Korea Selatan pada Oktober hingga November 2025. Hingga tahun 2026 ini, Xi belum sekalipun keluar dari Tiongkok.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa menurut kebiasaan sebelumnya, Xi Jinping biasanya melakukan inspeksi domestik sekitar sebulan sekali. Namun tahun ini ia jarang meninggalkan Beijing. Kalaupun bepergian, hanya terbatas ke lokasi dekat seperti Beijing dan Provinsi Hebei yang dapat ditempuh pulang-pergi dalam sehari.

Pada akhir April, Xi sempat pergi ke Shanghai untuk menghadiri forum mengenai penguatan riset dasar, namun pihak luar menduga ia segera kembali ke Beijing setelah acara selesai.

Laporan itu mengutip analisis peneliti Academia Sinica Taiwan, Cai Wenxuan, yang menilai bahwa Xi Jinping tidak bepergian jauh kemungkinan bukan karena masalah kesehatan, melainkan berkaitan dengan perubahan situasi politik di Tiongkok.

Cai Wenxuan, yang meneliti politik Tiongkok, menggunakan AI (kecerdasan buatan) untuk menganalisis perubahan emosi Xi Jinping berdasarkan rekaman laporan televisi pemerintah Tiongkok CCTV. Hasilnya menunjukkan perubahan ekspresi Xi sangat mencolok antara parade militer tahun 2015 dan 2025.

Dalam analisis tersebut, proporsi emosi “sedih” Xi Jinping meningkat dari 17,3% menjadi 48,6%, sementara emosi “jijik” naik dari 5,8% menjadi 13,6%, keduanya mengalami peningkatan besar.

Menjelang parade militer September 2025, militer PKT diguncang peristiwa besar. Sembilan jenderal bintang empat, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong dan mantan Direktur Departemen Kerja Politik Militer Miao Hua, dicopot dari keanggotaan partai dan militer pada hari yang sama serta diserahkan ke jaksa militer untuk diperiksa dan dituntut.

Saat itu, banyak pihak percaya bahwa penyingkiran sembilan loyalis Xi di militer menjelang parade militer dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia, yang menunjukkan sengitnya perebutan kekuasaan di kalangan elite PKT. Zhang sebelumnya dianggap sebagai sekutu kuat Xi di militer. Namun dalam pembersihan militer yang dilakukan Xi, Zhang sendiri ikut terdampak dan terpaksa melakukan perlawanan.

Cai Wenxuan mengatakan bahwa selama parade militer 2025, “Xi Jinping kemungkinan merasakan adanya risiko potensial dari pihak militer.”

Namun pada 24 Januari 2026, situasi di tubuh militer PKT berubah drastis. Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat Liu Zhenli sama-sama dicopot, mengejutkan dunia internasional.

Pernyataan resmi PKT terhadap Zhang Youxia menggunakan bahasa yang sangat keras, menuduhnya “secara serius merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer Pusat.” Karena Xi Jinping menjabat sebagai ketua komisi tersebut, tuduhan ini dianggap hampir menyiratkan bahwa Zhang memiliki niat “merebut kekuasaan.”

Sejumlah pengamat menilai konflik antara Xi dan Zhang merupakan kelanjutan dari sejarah panjang perebutan kekuasaan internal PKT selama seratus tahun, di mana salah satu inti utamanya adalah perebutan kendali atas militer.

Mantan pejabat intelijen senior Amerika Serikat dan peneliti senior di Georgetown University, Dennis Wilder, pernah menganalisis: “Saya rasa Xi Jinping tidak menyukai besarnya kekuasaan yang dikumpulkan Zhang Youxia selama proses ini. Selain itu, mungkin Zhang juga tidak sepenuhnya patuh secara internal.”

Cai Wenxuan menambahkan bahwa pembersihan besar-besaran terhadap petinggi Komisi Militer Pusat seperti Zhang Youxia kemungkinan berdampak besar pada Xi Jinping.

“Untuk mempertahankan kekuasaannya, Xi Jinping selalu menunjukkan sikap bahwa bahkan petinggi militer yang ia sendiri promosikan pun bisa disingkirkan. Namun bawahan Zhang Youxia tersebar di seluruh negeri. Jika Xi khawatir ketidakpuasan di militer meningkat, bahkan takut akan pembalasan, itu bukan hal yang aneh,” katanya. 

Luo Tingting /Wen Hui

Pergeseran Strategis dalam Hubungan AS-Tiongkok?  Perwakilan Dagang AS : Tarif Tinggi terhadap Tiongkok akan Menjadi Hal yang Biasa

EtIndonesia.com.  Meskipun pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah berakhir, serta kedua pihak kembali melanjutkan kontak tingkat tinggi, sikap keras Washington terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT) tampaknya tidak melunak. Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, pada Selasa (26 Mei) secara terbuka menyatakan bahwa pihak AS tidak lagi berharap PKT akan mengalami perubahan mendasar melalui kerja sama ekonomi. Karena itu, ke depan Washington akan mendorong “perdagangan terkelola” (managed trade) dan mempertahankan tarif tinggi atas produk-produk Tiongkok dalam jangka panjang.

Para analis menilai, hal ini menunjukkan bahwa meskipun setelah “pertemuan Trump-Xi” kedua negara kembali berdialog, strategi inti Amerika terhadap Tiongkok tetap tidak berubah, bahkan semakin beralih ke arah “membatasi PKT dan mengurangi risiko.”

Walaupun dialog AS–Tiongkok kembali dilanjutkan setelah pertemuan Trump-Xi, tekanan ekonomi dan perdagangan Amerika terhadap PKT jelas tidak menunjukkan tanda-tanda pelonggaran.

Pada Selasa, Greer dalam forum di Council on Foreign Relations menyatakan bahwa Washington tidak lagi percaya bahwa PKT akan secara bertahap bergerak menuju reformasi pasar dan reformasi sistem melalui globalisasi serta integrasi ekonomi. Ia mengakui bahwa pemerintah AS kini menerima kenyataan bahwa sistem PKT sulit diubah melalui kerja sama ekonomi, sehingga ke depan kebijakan akan bergeser menuju bentuk tertentu dari “perdagangan terkelola.”

Greer bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa kemampuan Amerika Serikat untuk terus mempertahankan tarif tinggi terhadap Tiongkok adalah sesuatu yang “sangat bagus.” Ia juga memprediksi bahwa tarif terhadap produk-produk Tiongkok akan tetap lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain dalam jangka panjang.

“Dulu Amerika Serikat percaya bahwa selama PKT terintegrasi ke dalam pasar global, Tiongkok perlahan akan bergerak menuju sistem yang lebih terbuka dan berorientasi pasar. Tetapi sekarang Amerika telah menyimpulkan bahwa sistem PKT tidak akan berubah secara mendasar hanya karena kerja sama ekonomi. Karena itu, AS mulai beralih ke perdagangan yang dikelola,” kata penasihat senior Taiwan Institute of Japan Studies, Chen Wenjia. 

Greer juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS segera akan memulai proses pembentukan “Komite Perdagangan” dan dalam waktu dekat akan menerbitkan pemberitahuan resmi di Federal Register untuk membuka konsultasi publik secara formal.

Ke depan, pihak AS akan menilai produk-produk nonstrategis dan nonsensitif mana yang dapat dimasukkan ke dalam daftar pengurangan tarif timbal balik antara kedua negara.

Para analis menilai bahwa hal ini menunjukkan Amerika Serikat saat ini bukan ingin sepenuhnya “memutus hubungan” dengan PKT, melainkan ingin membangun model perdagangan jangka panjang yang “dapat dikendalikan, dapat dibatasi, dan dapat mengurangi risiko.”

“Tujuan jangka panjang Amerika memang ditujukan kepada PKT. Ketika kekuatan nasional dan ekonomi Tiongkok sedang melemah, AS tentu berharap menggunakan cara-cara ekonomi agar PKT tidak mampu menantang Amerika. Jadi selain militer dan diplomasi, ekonomi tentu menjadi alat yang penting,” kata peneliti dari Taiwan Institute for National Defense and Security Research, Shen Mingshi. 

Selain itu, terkait kebijakan tarif global 10% yang saat ini diterapkan berdasarkan Pasal 122 Trade Act of 1974 dan akan berakhir pada Juli mendatang, Greer juga mengisyaratkan bahwa pemerintah AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengaktifkan instrumen tersebut di masa depan.

Sumber : NTDTV.om

Trump : Sanksi Tidak Akan Dicabut Hanya Karena Iran Menghentikan Pengayaan Uranium

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Mei dalam sebuah wawancara menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mencabut sanksi hanya karena Iran menghentikan pengayaan uranium. Pernyataan ini menunjukkan sikap Washington yang tidak akan mudah berkompromi. Pada saat yang sama, Amerika secara resmi menyerahkan pesawat tanker pengisian bahan bakar jarak jauh udara pertama kepada Israel, yang secara signifikan meningkatkan potensi kemampuan Israel dalam melakukan serangan jarak jauh dan dianggap mengubah “aturan permainan” di medan perang masa depan.

EtIndonesia. Di tengah upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan, Presiden Trump mengatakan bahwa Iran tidak akan mendapatkan pencabutan sanksi hanya karena menyerahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Dalam wawancara dengan PBS, Trump menegaskan bahwa kesepakatan tidak berarti Iran dapat menukar penghentian pengayaan uranium tingkat tinggi dengan pencabutan sanksi dari Amerika Serikat. Ia dengan jelas menyatakan bahwa Iran harus melepaskan kartu tawar utamanya, tetapi Amerika tidak akan memberikan imbalan besar sebagai gantinya.

Sikap keras Trump muncul di tengah situasi pemilu domestik dan ketegangan global. Pernyataan tersebut juga dipandang sebagai sinyal kepada para pemilih, negara lawan, dan masyarakat internasional bahwa Amerika Serikat tidak akan berkompromi atau mengalah dalam isu sanksi.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran mengklaim telah memperoleh apa yang disebut sebagai “draf kerangka awal tidak resmi nota kesepahaman AS-Iran.” Isinya menyebut bahwa Iran dalam waktu satu bulan akan memulihkan pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang. Selain itu, Amerika Serikat disebut akan menarik pasukannya dan mengakhiri blokade angkatan laut.

Namun laporan itu segera dibantah oleh Gedung Putih melalui platform X, yang dengan keras menyangkal informasi tersebut.

Gedung Putih menyatakan:“Laporan yang dirilis media yang dikendalikan Iran ini tidak benar. Nota kesepahaman yang mereka klaim ‘dipublikasikan’ sepenuhnya dibuat-buat. Tidak seorang pun seharusnya mempercayai informasi apa pun yang dirilis media pemerintah Iran.”

Di bawah pemerintahan rezim Iran, berbicara dengan warga Israel dianggap sebagai tindak kriminal. Namun baru-baru ini, dua warga Iran mengambil risiko dengan mengirim surat kepada media Israel, The Jerusalem Post, menyatakan bahwa “rakyat Iran berada dalam kondisi psikologis yang sangat buruk dan hampir tidak memiliki harapan terhadap masa depan.”

Menurut laporan Jerusalem Post, surat itu menyebut bahwa sejak pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia dan digantikan oleh Mojtaba, situasi nyaris tidak membaik. Rakyat Iran khawatir bahwa jika AS dan Iran mencapai kesepakatan, pengorbanan mereka dalam aksi-aksi demonstrasi akan menjadi sia-sia.

Surat anonim itu juga menyebut bahwa Mojtaba kini hampir hanya menjadi simbol semata, sementara negara sebenarnya dijalankan oleh para petinggi Garda Revolusi Iran. Keinginan rakyat untuk perubahan rezim disebut semakin kuat, dan “selain perang, tidak ada lagi jalan keluar yang terlihat.” Semua orang disebut sedang menunggu “Tuan Trump menyelesaikan apa yang telah ia mulai dan menyingkirkan orang-orang ini dari dunia.”

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa setelah bertahun-tahun menunggu, Angkatan Pertahanan Israel akhirnya menerima pesawat tanker udara jarak jauh pertama dari sedikitnya enam unit yang dijanjikan Amerika Serikat.

Dibandingkan pesawat tanker generasi lama Israel “Raam” yang saat ini digunakan, pesawat KC-46 buatan Amerika memiliki kapasitas bahan bakar 15% lebih besar dalam satu penerbangan, sementara kemampuan pengisian bahan bakar di udara meningkat hingga dua kali lipat.

Militer Israel menyatakan bahwa KC-46 memberikan daya jelajah yang lebih besar bagi angkatan udara dan membantu kemungkinan operasi serangan udara terhadap Iran maupun target jarak jauh lainnya di masa depan.

Penyerahan pesawat ini dipandang sebagai langkah yang “mengubah permainan,” karena memberi Israel tingkat kemandirian operasional yang lebih tinggi.

Sementara itu, Bandara Ben Gurion Israel juga telah bersiap menghadapi kemungkinan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, di mana seluruh pesawat militer Amerika akan dipindahkan dari bandara sipil tersebut.

Pihak Israel diberitahu bahwa sejak kesepakatan disetujui, seluruh pesawat militer AS harus dipindahkan ke pangkalan-pangkalan terdekat di Eropa dalam waktu 72 jam.

Jika situasi kembali memburuk atau meningkat, pesawat-pesawat terkait akan ditempatkan dalam status siaga tinggi. Saat ini, sebagian besar pesawat telah dipindahkan dari Bandara Ben Gurion ke Pangkalan Udara ke-27 di dekatnya.

Sumber : NTDTV.com

AS Dikabarkan Akan Pangkas Besar-besaran Kekuatan Militer NATO, Pesawat Bomber Dipangkas Separuh dan Kapal Selam Nuklir Ditarik

EtIndonesia. Hubungan aliansi antara Amerika Serikat dan NATO sedang menghadapi ujian serius. Menurut laporan media Jerman, Amerika Serikat akan secara besar-besaran mengurangi sumber daya militer strategis yang disediakan bagi negara-negara anggota NATO, termasuk pesawat tempur, kapal perang, dan drone, serta tidak lagi menyediakan kapal selam bertenaga nuklir.

Media Jerman Der Spiegel baru-baru ini melaporkan bahwa utusan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yaitu Welles-Greene, membuat geger dalam sebuah pertemuan tertutup di Brussel pekan lalu. Ia memberitahu negara-negara anggota NATO bahwa Amerika Serikat akan mengurangi sumber daya militer yang dapat disediakan untuk NATO pada masa krisis.

Secara rinci, Amerika berencana mengurangi jumlah pesawat pengebom strategis hingga setengahnya, memangkas sepertiga penempatan pesawat tempur, dan juga mengurangi jumlah kapal perusak. Ia bahkan secara tegas menyatakan bahwa Amerika tidak akan lagi menyediakan kapal selam bertenaga nuklir, sementara jumlah drone kemungkinan juga akan dikurangi secara signifikan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat ingin mempertahankan sebagian kemampuan militernya untuk menghadapi kebutuhan strategis global lainnya. Selain itu, ketidakpuasan Presiden Donald Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa dianggap sebagai salah satu alasan pengurangan dukungan militer ini. 

Trump sejak lama mengkritik rendahnya anggaran pertahanan negara-negara Eropa dan terus menegaskan bahwa Eropa harus memikul tanggung jawab pertahanannya sendiri lebih besar.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengakui bahwa NATO sedang mempertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu negara anggota dan memperkuat kemampuan pertahanan mandiri.

Hingga saat ini, Washington belum secara resmi mengumumkan rincian kebijakan terkait. Amerika Serikat diperkirakan akan memberikan informasi lebih lanjut dalam pertemuan pembahasan komposisi pasukan pada awal Juni mendatang.

Sumber : NTDTV.com

Seorang Wanita Menang Tiket Piala Dunia 2026 Setelah Membeli Pasta Gigi, Ada yang Menawar Rp1 Miliar Lebih untuk Membelinya

Baru-baru ini, seorang wanita di Henan, Tiongkok, menjadi perbincangan hangat setelah secara beruntung memenangkan satu tiket Piala Dunia babak “16 besar” melalui undian saat membeli pasta gigi di supermarket. Bahkan ada netizen yang menawarkan harga hingga 500 ribu yuan untuk membeli tiket tersebut.

EtIndonesia. Seorang wanita dari Provinsi Henan, Tiongkok pada 25 Mei mengunggah video di internet dan mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya ia membeli pasta gigi di sebuah supermarket di Nanyang, Henan, lalu mengikuti undian berhadiah. Tak disangka, ia memenangkan hadiah utama berupa “satu tiket pertandingan babak 16 besar Piala Dunia pada 3 Juli” yang akan digelar di Miami, Amerika Serikat.

Wanita tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak dapat pergi langsung ke lokasi pertandingan, sehingga berharap bisa mengalihkan tiket itu kepada penggemar sepak bola yang benar-benar ingin menonton Piala Dunia.

Video yang beredar dengan cepat menjadi viral dan meraih ratusan ribu tayangan dalam waktu singkat. Kolom komentar pun ramai. Banyak netizen mendorong wanita itu agar tidak melewatkan kesempatan langka tersebut. Selain itu, sejumlah penggemar sepak bola menawarkan harga tinggi, mulai dari 100 ribu hingga 500 ribu yuan, untuk membeli tiket tersebut.

Pihak supermarket terkait membenarkan bahwa tiket itu asli. Undian tersebut merupakan bagian dari acara perayaan ulang tahun pusat perbelanjaan Kaiyuan Plaza yang berlangsung pada 23–24 Mei. Setiap pelanggan yang berbelanja minimal 128 yuan di toko mana pun di pusat perbelanjaan tersebut berhak mengikuti undian.

Staf supermarket menjelaskan bahwa “hadiah utama tiket Piala Dunia hanya ada satu, dan disediakan oleh merek pasta gigi sponsor.”

Pihak supermarket juga menegaskan bahwa pemenang harus melakukan verifikasi online sebelum menerima tiket. Jika tiket dijual kembali, hal itu merupakan tindakan pribadi pemenang. Mengenai apakah tiket menggunakan nama asli dan apakah dapat dipindahtangankan, pihak supermarket mengaku tidak mengetahui secara pasti dan mengingatkan calon pembeli agar berhati-hati.

2026 FIFA World Cup akan berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026 di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia diselenggarakan bersama oleh tiga negara.

Wanita pemenang tiket tersebut kembali menyatakan bahwa ia hanya ingin memberikan tiket itu kepada orang yang benar-benar ingin menonton sepak bola, dan berharap netizen yang sekadar ikut meramaikan bisa bersikap lebih rasional.

Reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTD