Ingin Libur Jalan-jalan? Di Tiongkok, Beli Surat Keterangan Dokter Palsu

0

Selama bertahun-tahun, Tiongkok telah dikenal memproduksi semua jenis produk tiruan, mulai sepatu, pakaian, hingga gadget elektronik. Baru-baru ini, berita terungkap tentang tersedianya surat keterangan dokter palsu.

Li, pemilik sebuah pabrik pakaian di Distrik Shunyi di Beijing, menyadari bahwa banyak karyawannya yang cuti sakit namun sama sekali tidak sakit, lapor portal berita Tiongkok Sina. Li pertama kali masuk ke pola tersebut saat dia mencoba mengunjungi rumah karyawannya saat pekerja tersebut izin cuti sakit, hanya untuk mengetahui bahwa pekerja tersebut diam-diam bekerja di tempat kedua sebagai satpam.

Polisi melakukan penyelidikan menyeluruh dan menemukan bahwa lebih dari 20 karyawan telah menggunakan surat keterangan dokter palsu, yang mencantumkan penyakit mulai dari penyakit jantung, patah tulang, hingga tekanan darah tinggi, untuk mengantongi 350.000 yuan ($52,885) senilai gaji dan  asuransi kesehatan.

Insiden ini bukan merupakan kasus satu-satunya. Investigasi yang menyamar oleh surat kabar Tiongkok China Daily yang dikelola negara pada 4 Desember mengungkapkan bahwa sertifikat dokter palsu banyak dijual di WeChat, jaringan sosial terbesar Tiongkok dan aplikasi instant mengirim pesan, dan Taobao, setara dengan eBay di Tiongkok.

Sebuah perusahaan dengan nama “Xin Xin” menawarkan sertifikat dokter palsu untuk 120 yuan (sekitar $18). Seorang klien hanya perlu memberikan nama, usia, jenis kelamin, nama penyakit, hari cuti, dan nama rumah sakit yang diinginkan, menurut artikel China Youth Daily. Sertifikat palsu bisa dibuat dalam 15 menit dan dikirim ke ponsel klien untuk digunakan kemudian.

Perusahaan lain menawarkan berbagai sertifikat palsu untuk kisaran harga antara 50-300 yuan ($7.56 – $45.3). Produk premiumnya datang dengan stempel rumah sakit yang sebenarnya. Perusahaan hanya menawarkan rumah sakit bernama tersebut untuk rujukan rumah sakit tertentu. Paket lengkap, yang terjual 340 yuan (sekitar $51,3), dilengkapi dengan sertifikat palsu yang tampak meyakinkan, formulir pendaftaran rumah sakit, hasil pemeriksaan medis, catatan medis, dan tanda terima. Menurut China Youth Daily, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka memiliki koneksi dengan sumber di rumah sakit yang dapat membantu menawarkan dokumen palsu berkualitas lebih baik.

Salah satu penjual sertifikat palsu mengatakan 70 persen pelanggannya adalah pelajar dan pekerja kerah putih.

Bahkan meskipun seorang pejabat rumah sakit dengan cepat dapat mengidentifikasi sertifikat mana yang palsu, biasanya font huruf yang tidak benar dan memberikan penambahan nomor seri palsu, perusahaan dan sekolah jarang berkonsultasi ke rumah sakit untuk memverifikasi keaslian sertifikat tersebut, sehingga memudahkan surat keterangan dokter palsu menjadi menyebar seperti api, menurut China Youth Daily.

Banyak karyawan menggunakan sertifikat palsu karena biasanya sangat sulit untuk mengambil cuti dari pekerjaan mereka, dengan tekanan perusahaan memaksa mereka untuk sering bekerja lembur, menurut portal berita Tiongkok NetEase. Para pekerja tersebut berisiko kehilangan pekerjaan, karena sertifikat palsu tersebut melanggar undang-undang kontrak kerja di Tiongkok.

Pada bulan Agustus 2016, seorang siswa sekolah menengah atas dengan julukan Xiao Gao mengatakan bahwa banyak teman sekelasnya membeli surat keterangan dokter palsu sehingga mereka dapat menghindari kelas pelatihan militer mereka, menurut surat kabar yang dikelola pemerintah Beijing Morning Post. Dia mengatakan salah satu sertifikat palsu teman sekelasnya memiliki “catatan dokter” ini: “menyarankan lima hari cuti untuk gastroenteritis.”

Mungkin tidak mengherankan bahwa tidak ada kehormatan di antara pencuri. Seorang pria lain bermarga Li (tidak ada hubungannya dengan Mr. Li di atas), yang bekerja di industri TI di Kota Guangzhou di Tiongkok selatan, telah ditipu ketika dia mencoba untuk membeli surat keterangan dokter palsu di Taobao pada bulan April, menurut Nanfang Daily yang dikelola pemerintah. Dia telah merencanakan untuk menggunakan sertifikat tersebut untuk meminta cuti dari hari kerja, namun penjual menutup akun Taobao setelah Li mentransfer pembayarannya sebesar 220 yuan (sekitar $33). (ran)

Warga Tiongkok Utara Kedinginan Akibat Pengalihan Penggunaan Batubara ke Gas Alam

oleh Li Bowen

Epochtimes.id- Tiongkok bagian utara sudah memasuki musim dingin. Namun, akibat pemerintah terus mendorong program anti batubara dan memaksa warga memakai gas atau listrik sebagai penggantinya dengan tanpa peduli kondisi di lapangan.

Akibatnya, jutaan penduduk di provinsi di Tiongkok bagian utara kedinginan tidak kebagian pemanas karena gas yang disuplai tidak mencukupi.

Penggunaan gas alam sebagai pengganti pembakaran batubaru dipaksakan pada musim dingin ini jelas kurang tepat, apalagi cadangan gas alam tidak mencukupi.

Di berbagai tempat sering terjadi suplaian gas terhenti di tengah malam, sehingga warga terpaksa kedinginan.

Larangan menggunakan batubara sudah dikeluarkan, untuk itu pemerintah menghendaki warga menggunakan gas alam atau listrik sebagai pengganti bahan bakar.

Tetapi  konstruksi pembangunan pipa saluran gas tertinggal sehingga baik pasokan gas alam maupun listrik mengalami kekuaranga pasokan yang serius.

Hanya di daerah Langfang, Hebei dan kota Baoding saja, sudah ada 1 juta lebih rumah warga yang mengalami kekurangan bahkan sama sekali tidak memperoleh pasokan gas.

Di 28 kota propinsi bagian utara, sedikitnya puluhan juta penduduk kedinginan pada suhu minus 4 ~ 5 derajat celcius.

Selain itu, pengalihan batubara ke gas ini juga menyebabkan harga gas alam cair melonjak.

Pihak berwenang menganggap dengan pengalihan penggunaan batubara ke gas alam atau listrik dapat membuat kualitas udara menjadi lebih baik.

Lebih mudah untuk mengatasi masalah kabut polusi. Namun masyarakat umum belum melihat peningkatan kualitas udara yang signifikan meskipun ada larangan penggunaan batubara secara luas. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv.com

Pengawal-Pengawal di Sekitar Xi Jinping

oleh Wen Xin

Epochtimes.id- Terlepas apakah itu kegiatan penelitian di dalam negeri atau pun kegiatan kunjungan ke luar negeri, Presiden RRT Xi Jinping selalu dikawal oleh orang-orang berperawakan tegap dan tinggi.

Baru-baru ini, media mengenali seorang pengawal kawakan yang terus mengikuti Xi Jinping dalam pertemuan partai politik global yang diadakan di Beijing.

Media mengenali kalau pengawal tinggi besar itu adalah pengawal legendaris Zhongnanhai dan dari pangkatnya terlihat bahwa ia adalah seorang mayor.

Biasanya para pengawal Xi Jinping akan memakai seragam militer dalam acara-acara resmi.

Menurut informasi publik, agen yang bertanggung jawab atas keamanan pemimpin tertinggi Tiongkok adalah Biro Keamanan Pusat PKT (disebut Biro Keamanan Pusat).

Biro tersebut membawahi Resimen 61889 yang terdiri dari tujuh brigade dengan personil-personil yang handal karena harus melalui seleksi sangat ketat.

Setelah Xi menjabat kepala negara melalui Kongres Nasional ke 18, ia segera merombak mekanisme pengawalan, mengganti seluruh personil pengawal terdahulunya dengan personil dari Komisi Militer Pusat yang tergabung dalam pasukan khusus.

Personil-personil pilihan tersebut berikut tugas pengawalan presiden kemudian diserahkan kepada Komisi Militer Pusat. Jadi bukan lagi beban Biro Keamanan Pusat. Mereka sekarang langsung di bawah perintah Direktur Kantor Kepresidenan, Li Zhanshu.

Menurut media Hongkong, sejak Xi Jinping berkuasa dan menggerakan anti korupsi, melumpuhkan sebagian besar kekuatan kelompok Jiang Zemin.

Xi terpaksa mengganti seluruh personil yang mengawal dirinya untuk mencegah pembunuhan oleh lawan politik. Termasuk ‘mengambil’ perwira dari militer lapangan dan diserahi tugas pengawalan di Zhongnanhai.

Selama berlangsungnya Kongres Nasional ke 19, pejabat PKT menuding Zhou Yongkang, Bo Xilai, Lin Jihua dan lainnya membuat rencana untuk merebut kekuasaan partai dan negara.

Menurut media Prancis, usai kongres, pihak berwenang Tiongkok mengeluarkan edaran internal yang isinya mengharuskan seluruh personil di Zhongnanhai dari pengawal dan petugas keamanan untuk menjaga, dari sopir sampai asisten dan sekretaris, termasuk para staf di rumah sakit Zhongnanhai bagian utara dan selatan, semua wajib menerima pemeriksaan ulang integritas guna penilaian kembali. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Pejabat Tinggi PBB Kembali Kunjungi Korea Utara Setelah 17 Tahun

0

EpochTimesId – Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik, Jeffrey Feltman mengunjungi Korea Utara pada hari Selasa (5/12/2017). Dia berencana mengadakan pembicaraan dengan pejabat senior DPRK, seperti dikutip dari EpochTimes.com, Rabu (6/12/2017).

Ini adalah kunjungan pejabat tinggi PBB yang pertama sejak 17 tahun terakhir. Pendahulu Feltman, B. Lynn Pascoe pernah mengunjungi negara terisolir ini pada tahun 2010.

Jeffrey Feltman, yang baru pertama kalinya mengunjungi Korea Utara sejak 5 tahun menjabat, akan mengadakan pembicaraan tingkat tinggi selama tiga hari dengan pejabat Korea Utara di Pyongyang. PBB mengatakan bahwa dialog akan meliputi bidang politik yang cukup luas.

Jurubicara PBB, Stephane Dujarric pada hari Senin mengatakan bahwa Feltman akan menemui Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho dan Wakilnya untuk membahas ‘masalah kepentingan dan mendapatkan perhatian bersama’. Feltman akan mengakhiri kunjungan pada hari Jumat pekan ini.

Hari Rabu pekan lalu, Korea Utara meluncurkan sebuah rudal antar benua ‘Hwasong-15’ dan mengklaim bahwa jangkauan rudal baru ini akan mencakup seluruh wilayah Amerika Serikat. Meskipun pernyataan Korea Utara tersebut disangsikan oleh beberapa ahli.

Fox News mengutip ucapan pejabat AS melaporkan bahwa para ahli yang memantau peluncuran roket menemukan hulu ledak Hwasong-15 hancur meledak saat memasuki kembali atmosfer bumi. Sejumlah petugas dari Amerika Serikat dan sekutunya kemudian dikerahkan ke perairan Laut Jepang untuk mencari reruntuhan, agar bisa dianalisa.

Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat darurat pada 29 November 2017, Dutabesar AS untuk PBB Nikki Haley meminta pemerintah Tiongkok untuk menghentikan pasokan minyak mentah ke DPRK. Dia juga memperingatkan bahwa rezim Korea Utara akan dihancurkan secara total jika mereka melakukan tindakan gila.

Feltman juga akan bertemu dengan kepala program kemanusiaan PBB di Korea Utara, termasuk UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia dan Dana Kependudukan PBB. Namun, Stephane Dujarric menolak mengungkapkan apakah Feltman akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat berkunjung ke DPRK.

Menurut ‘Wall Street Journal’ bahwa Feltman juga akan bertemu dengan diplomat dan personil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Pyongyang. Stephane Dujarric mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan tanggapan atas undangan Pyongyang untuk melakukan dialog politik dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sehari sebelum kunjungan Feltman, Komando Tempur Udara Korea Selatan dan Komandan AU di Armada Ketujuh Amerika Serikat untuk Korea Selatan meluncurkan latihan udara berskala besar tahunan di Semenanjung Korea.

Dalam latihan ini, angkatan bersenjata AS dan Korea Selatan mengerahkan total lebih dari 230 buah pesawat tempur dan melibatkan pasukan tidak kurang dari 12.000 orang, termasuk pesawat siluman terbaru F-22 Raptor dan F-35 juga ikut berpartisipasi dalam latihan tersebut.

Kantor berita Korea Selatan ‘Yonhap’ mengutip sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya memberitakan bahwa bagian dari latihan militer kali ini adalah simulasi untuk menyerang beberapa lokasi yang memiliki instalasi militer, termasuk peluncur rudal dan unit artileri Korea Utara. (ET/Sinatra/waa)

Bagaimana Rezim Tiongkok Mengontrol Orang Tionghoa di Luar Negeri

0

Sudah diketahui bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) memerintah dengan tangan besi, dengan organisasi partai di semua lapisan masyarakat. Baru-baru ini, dorongan untuk membentuk alat-alat partai telah diperluas ke perusahaan asing dan universitas yang didanai asing di Tiongkok.

Tidak jelas bagaimana Partai memberikan kontrol atas warganya di luar negeri. Sebuah artikel baru-baru ini oleh Global Times, terbitan nasionalistik Tiongkok yang dikelola negara, menunjukkan bagaimana orang Tionghoa perantauan terus hidup di bawah bayang-bayang Partai. Sebuah insiden baru-baru ini di University of California, Davis, di mana para ilmuwan Tiongkok daratan membentuk sebuah cabang partai namun membatalkannya setelah khawatir bahwa hal itu mungkin telah melanggar undang-undang federal AS, dan ini hanya seperti setetes air di dalam ember ketika menyangkut pengaruh PKT terhadap warga Tiongkok tinggal di luar negeri.

Menurut artikel Global Times yang diterbitkan pada 28 November, National University of Defense Technology, salah satu akademi militer teratas Tiongkok, mendirikan delapan cabang luar negeri untuk pelajar dan cendekiawan pertukaran pada tahun 2012. Mengutip PLA Daily, publikasi resmi People’s Liberation Army (PLA), Tentara Pembebasan Rakyat, artikel tersebut menyatakan bahwa cabang Partai membantu siswa Tiongkok di luar negeri “menolak pengaruh korosif dari ideologi berbahaya” di Barat.

Shanghai International Studies University (SISU) memiliki cabang Partai Mahasiswa untuk siswa pertukaran luar negeri di negara-negara Meksiko, Cile, dan Eropa, termasuk Spanyol, Portugal, Yunani, Italia, dan Belanda. Wang Xinyu, kepala cabang Spanyol yang saat ini belajar di Universitas Otonomi Madrid, mengatakan bahwa siswa Tiongkok di cabang tersebut menulis laporan tentang pemikiran mereka. Laporan menyeluruh biasanya terdiri dari pandangan dan pendapat seseorang tentang Partai Komunis Tiongkok, dan merupakan cara untuk menentukan apakah orang tersebut setia kepada Partai.

“Secara reguler, kami mempelajari teori Partai sesuai dengan persyaratan cabang Partai kami yang lebih tinggi di Tiongkok,” kata Wang kepada The Global Times.

Selain institut dan universitas asing, perusahaan Tiongkok yang melakukan bisnis di luar negeri melalui One Belt One Road Initiative, sebuah proyek infrastruktur dan jaringan perdagangan yang dipromosikan oleh pemimpin Tiongkok Xi Jinping, yang didasarkan pada Silk Road kuno yang menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara Eurasia, juga mendirikan cabang Partai lokal dimana mereka berada.

Mengutip sebuah laporan dari media pemerintah, Guangming Daily, Global Times melaporkan bahwa Zheng Xuexuan, wakil presiden perusahaan konstruksi milik negara, China State Construction Engineering Corporation, menganggap sebuah cabang Partai untuk karyawan diperlukan untuk memantau pemikiran mereka dan memastikan mereka mematuhi Partai tersebut.

“Mudah bagi pikiran mereka berfluktuasi, menimbulkan tantangan terhadap karya ideologis dan politik,” kata Zheng pada Guangming Daily.

Sementara itu, rezim Tiongkok telah mendorong perusahaan asing yang melakukan bisnis di Tiongkok untuk membentuk organisasi Partai di dalam perusahaan mereka. Menurut PKT, organisasi-organisasi tersebut dapat mengambil bagian dalam pengambilan keputusan perusahaan, untuk memastikan kegiatan bisnis sejalan dengan kebijakan Tiongkok.

Perusahaan Jerman yang beroperasi di Tiongkok baru-baru ini menyuarakan keprihatinan, melalui Delegasi Industri dan Perdagangan Jerman. Sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs web organisasi tersebut pada 24 November mengatakan, “Kami telah mengamati bahwa keputusan bisnis tanpa campur tangan luar adalah dasar kuat untuk inovasi dan pertumbuhan.”

“Jika usaha-usaha ini untuk mempengaruhi perusahaan investasi asing terus berlanjut, tidak dapat dikesampingkan bahwa perusahaan Jerman mungkin mundur dari pasar Tiongkok atau mempertimbangkan kembali strategi investasi,” bunyi pernyataan tersebut.

Bertentangan dengan lingkungan bisnis yang kurang menguntungkan di Tiongkok, perusahaan Jerman terus memiliki kepercayaan terhadap investasi mereka di Taiwan, menurut survei kepercayaan bisnis tahunan terbaru yang dipublikasikan oleh German Trade Office Taipei pada 30 November.

Survei tersebut menemukan bahwa 39 persen perusahaan berencana untuk berinvestasi di lokasi baru di Taiwan dalam dua tahun ke depan, sementara 67 persen menemukan otoritas Taiwan bersikap ramah atau sangat ramah terhadap bisnis.

Sementara Tiongkok daratan terus hidup di bawah peraturan satu partai, orang Taiwan telah menikmati pemerintahan yang demokratis sejak tahun 1990-an. Lingkungan bisnis juga lebih bebas.

“[Di Taiwan], sebuah sistem yang berbasis pada demokrasi dan kebebasan, kerja sama antara industri dan pemerintah adalah basis pengembangan masa depan,” kata Axel Limberg, direktur eksekutif Kantor Perdagangan Jerman Taipei, dalam sebuah wawancara dengan New Tang Dynasty Television Asia Pasifik (NTDTV AP), menambahkan bahwa dia belum pernah melihat pihak berwenang Taiwan mengganggu bisnis asing. (ran)

Pengacara HAM di Tiongkok Membela Ratusan Praktisi Falun Gong Tahun Ini

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, meski mendapat tekanan, terus menghadapi kasus terberat, membela praktisi Falun Gong.

Di Tiongkok pada bulan Juli 2015, ratusan pengacara hak asasi manusia disapu oleh tindakan keras yang telah terjadi sebelumnya, dan banyak pengacara tersebut masih dipenjara dan menghadapi penyiksaan. Namun, pada 2017, pengacara telah membela ratusan praktisi Falun Gong di pengadilan.

Menurut statistik terbaru dari Minghui.org, sebuah situs yang berbasis di AS yang melacak penganiayaan Falun Gong di Tiongkok, pengacara Tiongkok telah mewakili lebih dari 350 praktisi Falun Gong di pengadilan dan memperjuangkan atas ketidakbersalahan mereka, sejak awal tahun ini sampai akhir Oktober Pada bulan Oktober saja, pengacara mewakili 31 praktisi yang diadili.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual kuno dengan latihan meditasi, dan ajaran inti tentang sejati, baik, dan sabar. Sejak diperkenalkan ke publik pada tahun 1992, para praktisi berbagi dengan keluarga dan teman-teman tentang perbaikan kesehatan fisik dan peningkatan spiritual yang mereka alami, dan praktik tersebut menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Tiongkok di antara semua bagian masyarakat.

Pada bulan Juli 1999, rezim Tiongkok, yang dipimpin oleh pemimpin Partai, Jiang Zemin, menjadi takut akan popularitas Falun Gong, negara tersebut memperkirakan 70 juta di Tiongkok telah menerapkan latihan tersebut, dan praktisi melaporkan bahwa jumlahnya mencapai 100 juta, kemudian meluncurkan sebuah penganiayaan di seluruh dunia, melemparkan jutaan praktisi Falun Gong ke penjara, pusat pencucian otak, dan kamp kerja paksa, dengan tujuan memaksa mereka untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Dalam Pertahanan seorang Guru

Membela praktisi Falun Gong mungkin adalah kasus terberat yang bisa dilakukan pengacara di Tiongkok: Pengacara dipukuli, ditahan, dan dicabut izinnya.

Dengan mengambil kasus Falun Gong, pengacara memiliki kesempatan untuk memperdebatkan peraturan hukum di Tiongkok dengan meminta perlindungan hukum Tiongkok untuk kebebasan berkeyakinan dan kebebasan berbicara. Dua kasus dari tahun ini menggambarkan pendekatan mereka.

Liang Jianjun, seorang guru berusia di atas 20 tahun di Sekolah Tinggi Pendudukan Kota Lechang di Propinsi Guangdong, Tiongkok selatan, diculik di tempat kerjanya pada 25 Mei 2017 oleh petugas keamanan masyarakat setempat dan dilemparkan ke pusat penahanan setempat, menurut Minghui. org.

Kantor 610 setempat, sebuah kepolisian rahasia mirip Gestapo yang didirikan dengan tujuan melakukan penganiayaan, bekerja dalam kerahasiaan dengan kantor kejaksaan setempat untuk memberikan tuduhan pada Liang dengan kode kriminal yang menakutkan “sekte takhayul atau masyarakat terselubung,”dimana rezim Tiongkok tersebut menggunakannya untuk melegitimasi penganiayaan Falun Gong. Pada 7 November, Liang dibela oleh seorang pengacara yang bermarga Li dan seorang pengacara lain bernama Zheng dari Beijing, di sebuah pengadilan di Lechang.

Untuk membela Liang, Zheng mengutip Pasal 36 Konstitusi Tiongkok, yang menjamin kebebasan keyakinan beragama kepada warga negara.

Zheng juga menyatakan bahwa Pasal 251 Hukum Pidana menetapkan: “Setiap pejabat alat pemerintahan negara yang secara tidak sah menghilangkan kebebasan beragama atau melanggar budaya dan kebiasaan kelompok etnis, jika keadaannya serius, harus dijatuhi hukuman penjara permanen selama tidak lebih dari dua tahun karena penahanan pidana.”

Sidang berlangsung selama tiga jam. Menurut informasi terbaru tentang Minghui.org, Liang saat ini ditahan di Pusat Penahanan Sangongli di Lechang, sambil menunggu pengumuman hukuman yang diperkirakan akan datang dalam tiga bulan.

Kalimat Ilegal

Wang Yuhong, 54 tahun, mantan karyawan yang bekerja di sektor listrik Beijing, mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1996. Setelah Juli 1999, dia berulang kali dianiaya, termasuk menjadi sasaran kerja paksa dan cuci otak. Dia juga dipecat dari pekerjaannya karena keyakinannya.

Penindasan tersebut memberi tekanan dan keputusasaan pada ayahnya yang meninggal tak lama setelah mengetahui bahwa Wang ditahan oleh keamanan publik setempat pada bulan Maret 2008.

Pada tanggal 13 Mei 2017, Wang sekali lagi dipaksa dibawa ke kantor polisi setempat. Polisi kemudian menggeledah rumahnya, membawa empat komputer, satu printer, dan beberapa buku ajaran Falun Gong, menurut Minghui.org. Wang diadili pada 2 November. Dia menyewa Wang Lei (tidak ada hubungan keluarga) sebagai pengacaranya.

Pada hari persidangan di sebuah pengadilan di Distrik Chaoyang di Beijing, Wang Lei berpendapat bahwa polisi secara ilegal menahannya dengan membawa Wang pergi tanpa menunjukkan identitas mereka atau surat perintah penangkapan. Selain itu, apa yang disebut bukti memberatkan, buku, komputer, dan materi lainnya tentang Falun Gong, adalah tuduhan tak berdasar yang diberikan bagaimana kebebasan berbicara dijamin oleh konstitusi Tiongkok. Pengacara tersebut berpendapat bahwa kebebasan berbicara membuatnya sah bagi materi Falun Gong diterbitkan dan Wang memilikinya.

Wang sejak itu telah dijatuhi hukuman satu setengah tahun penjara. (ran)

Jepang Membutuhkan Rudal dengan Jangkauan yang Cukup untuk Menyerang Korea Utara

Epochtimes.id- Dua sumber kepada Reuters menyebutkan bahwa Jepang sedang bersiap untuk mendapatkan rudal yang mampu ditembakkan secara presisi. Rudal ini nantinya mampu menyerang lokasi rudal milik Korea Utara.

Jepang berencana untuk memasukkan anggaran ini ke dalam anggaran pertahanan berikutnya mulai April tahun depan untuk mempelajari apakah pesawat tempur F-15 milik Jepang mampu menembakkan rudal jarak jauh.

Jenis rudal jarak jauh tersebut termasuk rudal Joint Air-to-Surface Standby Lockheed Martin Corp (JASSM-ER), yang dapat mencapai target 1.000 km. Laporan ini dibeberkan oleh salah satu sumber yang mengetahui rencana tersebut.

“Ada kecenderungan global untuk menggunakan rudal jarak jauh dan wajar jika Jepang ingin mempertimbangkannya,” katanya.

Sumber itu meminta untuk tetap diberi nama anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara ke media.

Fuji Television melaporkan Jepang juga tertarik untuk membeli rudal Joint Strike 500 km yang dirancang oleh Norway’s Kongsberg Defense & Aerospace untuk dibawa oleh pesawat tempur siluman F-35.

Namun demikian, tak satu pun dari dua item tersebut termasuk dalam permintaan anggaran sebesar 5,26 triliun yen ($ 46,76 miliar) yang telah diajukan oleh Kementerian Pertahanan Jepang.

“Namun dana tambahan akan tersedia untuk mengevaluasi pembelian rudal tersebut,” lanjut sumber tersebut.

Dinamika tersebut menunjukkan ancaman yang berkembang ditimbulkan oleh rudal balistik Korea Utara telah memberi pendorong peningkatan kemampuan alutsista dalam perencanaan militer.

Pembatasan pada senjata penyerangan yang diberlakukan oleh konstitusi perang Jepang terhadap kekuatan rudal Jepang terdiri dari rudal anti-pesawat terbang dan anti-kapal dengan jarak tempuh kurang dari 300 km (186 mil).

Setiap keputusan untuk membeli senjata jarak jauh yang mampu menempuh  Korea Utara atau bahkan daratan Tiongkok akan menjadi kontroversial. Namun demikian para pendukung berpendapat alutsista tersebut dapat memainkan peran defensif.

“Kami saat ini tidak melihat pendanaan untuk ini,” kata Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan pada Selasa di sebuah konferensi pers.

“Kami mengandalkan Amerika Serikat untuk menyerang basis musuh dan tidak melihat-lihat perubahan apa pun mengenai bagaimana kami berbagi peran kami,” tambahnya.

Sebelum dia memulai jabatannya pada Agustus lalu, Onodera memimpin sebuah kelompok anggota parlemen Partai Demokrat Liberal yang memerintah agar merekomendasikan pemerintah Jepang memperoleh alutsita penyerang yang mampu mencegah Pyongyang meluncurkan serangan ke Jepang.

Korea Utara sejak itu telah menembakkan rudal balistik di atas wilayah Jepang. Belum lama ini Korut lagi-lagi menggelar uji coba rudal balistik antar benua yang melesat ke ketinggian lebih dari 4.000 km sebelum jatuh ke Laut Jepang. Area ini masuk dalam zona ekonomi eksklusif Jepang. (asr)

Sumber : Reuters via The Epochtimes

Presiden Duterte Tanda Tangani Proklamasi Pemberontak Partai Komunis Sebagai Teroris

Epochtimes.id- Presiden Filiphina Rodrigo Duterte pada Selasa (5/12/2017) resmi menandatangani proklamasi yang mengumumkan Partai Komunis Filipina – Tentara Rakyat Baru atau Communist Party of the PhilippinesNew People’s Army (CPP-NPA) sebagai organisasi teroris.

Deklarasi tersebut menandai sebuah perubahan besar dalam hubungan pemerintah Filiphina dengan pemimpin yang sulit diajak berdialog dan pasukan kiri bersenjata.

Juru Bicara Kepresidenan, Harry Roque Jr. mengatakan Duterte menandatangani proklamasi yang mengumumkan CPP-NPA sebagai organisasi teror dengan menggunakan Undang-Undang Penegakan Pencegahan Terorisme di negara tersebut sebagai landasan.

Jubir Kepresidenan mengatakan, setelah penandatanganan proklamasi tersebut, Kementerian Eksekutif Salvador Medialdea, dalam sebuah memorandum, memerintahkan Kementerian Kehakiman Vitaliano Aguirre mengajukan petisi ke pengadilan.

Nantinya, di Pengadilan untuk mengklasifikasikan CPP-NPA sebagai kelompok teroris, sesuai dengan ketentuan UU di negara tesebut yang menetapkan tindakan yang didefinisikan sebagai terorisme.

Juru bicara kepresidenan tersebut menambahkan bahwa petisi tersebut diajukan ke pengadilan dikarenakan “mengingat tindakan kekerasan CPP-NPA yang menabur dan menciptakan kondisi ketakutan dan kepanikan yang meluas dan luar biasa di antara masyarakat.”

Penasihat Presiden untuk Proses Perdamaian, Yesus Dureza menjelaskan bahwa setelah dikeluarkannya proklamasi eksekutif, langkah selanjutnya adalah agar Departemen of Justice (DOJ) mengajukan ke pengadilan “larangan” kepada CPP-NPA sebagai kelompok teror berdasarkan UU di negara tersebut.

Roque menjelaskan bahwa DOJ harus meminta persetujuan dari pengadilan ketika menyatakan CPP-NPA sebagai teroris karena tindakan eksekutif dinilai masih tidak cukup.

“Mereka (CPP-NPA) telah diproklamirkan oleh Presiden dan itu sudah berlaku, tentu saja, kita tak berbicara damai dengan teroris sekarang,” katanya.

“Tapi untuk keperluan UU, Pengadilan harus memutuskan bahwa berdasarkan petisi pemerintah bahwa CPP-NPA sebenarnya adalah organisasi teroris,” tambahnya.

Proses pengadilan akan memberi kesempatan kepada CPP-NPA untuk didengar pendapatnya.

Presiden Filiphina pada November lalu mengakhiri pembicaraan dengan Front Demokratik Nasional Filipina (NDFP) di tengah serangan pemberontakan yang terus berlanjut terhadap militer.

Duterte juga baru-baru ini memerintahkan konsultan NDFP yang dibebaskan secara kondisional sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam perundingan perdamaian untuk “menyerah atau menghadapi tindakan hukuman.”

Ada harapan tinggi ketika Duterte berkuasa bahwa perdamaian akhirnya bisa dicapai antara pemerintah dan komunis setelah lima dekade pemberontakan.

Tapi harapan semacam itu pupus setelah Presiden memutuskan untuk membatalkan perundingan karena pembangkangan yang terus dilakukan oleh gerilyawan komunis. (asr)

Sumber : news.abs-cbn.com

Tembakan Mati Milisi Houthi ke Mantan Presiden Yaman Setelah Beralih Sisi dalam Perang Sipil

Epochtimes.id- Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh tewas dalam penembakan pada Senin tak lama setelah beralih sisi dalam perang sipil Yaman.

Dia sebelumnya menyatakan meninggalkan mitranya milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran untuk mendukung koalisi dipimpin oleh Arab Saudi.

Sumber di milisi Houthi mengatakan pejuangnya menghentikan kendaraan lapis baja Saleh dengan tembakan roket RPG di luar ibukota Sanaa dan kemudian menembaknya hingga tewas.

Sumber di partai Saleh mengonfirmasi bahwa dia tewas dalam serangan saat konvoi.

Rekaman yang tidak diverifikasi kebenarannya memperlihatkan tubuh Saleh berdarah setelah diserang milisi Houthi.

Ali Abdullah Saleh tewas setelah menghentikan aliansinya dengan Houthi setelah hampir tiga tahun di mana mereka bersama-sama melawan koalisi pimpinan Arab Saudi. Koalisi Arab Saudi mencoba mengembalikan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Dalam pidato di televisi pada Senin, pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi mengucapkan selamat kepada orang-orang Yaman atas apa yang dia gambarkan sebagai sebuah kemenangan melawan sebuah “konspirasi pengkhianatan” yang direkayasa oleh musuh-musuh kelompok Saudi di kelompok tersebut. Namun demikian, dia tidak menyebut kematian Saleh.

Sebelumnya Saleh (75) dalam pidatonya mengatakan dirinya bersiap untuk sebuah “halaman baru” dalam hubungan dengan koalisi Arab Saudi.

Saleh juga menyebut bahwa milisi Houthi sebagai “milisi kudeta.” Tudingan tersebut membuat Houthi menuduh Saleh sebagai pengkhianat.

Peperangan antara mantan sekutu telah menghancurkan penduduk Sanaa yang sebelumnya berpenduduk terpadat. Ini terjadi karena para pejuang Houthi menguasai sebagian besar ibukota tersebut.

Houthi pada Senin meledakkan rumah Saleh sementara jet tempur koalisi Arab Saudi mengebom posisi Houthi.

Jalan buntu di Yaman telah menyebabkan malapetaka terhadap krisis kemanusiaan sebagai akibat blokade yang dipimpin oleh Saudi. Ditambah pertempuran pemberontakan di Yaman mendorong jutaan orang dilanda kelaparan dan wabah penyakit mematikan.

Pandangan sekarang akan beralih ke sekutu politik dan komandan militer Saleh. Sebelumnya pasukan ini membantu gerakan Houthi ke selatan pada tahun 2014 untuk menguasai wilayah-wilayah di Yaman barat.

“Apa yang terjadi sekarang dan apakah keluarga dan sekutu politiknya bertempur? belum jelas,” kata Adam Baron, pakar Yaman di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa.

“Rakyatnya akan marah, dan banyak pasti akan keluar untuk darah, tapi ada banyak di posisi tengah terutama di antara suku-suku yang akan berpihak dengan siapa pun yang tampak lebih kuat,” katanya.

Saleh sebelumnya pernah membandingkan 33 tahun kekuasaannya di Yaman untuk “menari di kepala ular”, sebuah periode yang mencakup penyatuan konservatif di Utara dan selatan Yaman, perang sipil, pemberontakan, militan dan permusuhan antar suku.

Tapi dia dipaksa lengser dari kekuasaan pada 2012 setelah pemberontakan Arab Spring. Saleh terluka akibat percobaan pembunuhan hingga mengarah ke politik transisi yang ditengahi Arab Saudi.

Dia melarikan diri ke sekutunya satu kali Arab Saudi untuk mengobati luka-lukanya dan pangeran di Riyadh mengizinkan dia untuk kembali ke Yaman beberapa bulan kemudian.

Namun akhirnya menjadi sesuatu yang disesali saat Saleh membuyarkan rencana transisi dan kemudian bergabung dengan Houthi.

Hal itu membuat panggung untuk peran terakhirnya – yaitu sekutu gerakan Houthi yang sebelumnya dia pertaruhkan enam kali selama masa kepresidenannya sendiri, dan kepada Iran selaku pendukung politik Houthi.

Tapi mereka bersaing untuk mendapatkan supremasi atas wilayah yang mereka kuasai, termasuk Sanaa. Kota ini dirampas oleh Houthi pada September 2014, dan perseteruan Saleh dengan Houthi pecah dalam pertempuran terbuka pada 29 November.

Manuver tersebut berakhir pada Senin, saat rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan jenazah Saleh.

Pejabat di partai Kongres Rakyat Rakyat mengatakan bahwa Saleh terbunuh di luar Sanaa akibat tembakan RPG dan serangan senjata saat konvoinya bersama dengan asisten sekretaris GPC, Yasser al-Awadi.

Kematiannya dikonfirmasi oleh keponakan Saleh dan mantan kepala pasukan keamanan Yaman, Yahya Mohammed Abdullah Saleh, yang memuji dia sebagai martir di laman facebooknya. (asr)

Sumber : Reuters/Al-Ahram

Apakah Teori Kebahagiaan Einstein Sesukses Seperti Relativitas Umum ?

0

Pada tahun 1915, Albert Einstein menerbitkan Teori Relativitas Umum-nya, dengan alasan bahwa alam semesta terdiri dari materi dasar: ruang waktu. Apalagi, katanya, materi dasar ini, yang bisa dibayangkan seperti kain, bisa melentur oleh benda masif. Membelok dan melengkung yang dihasilkan menjelaskan apa yang kita anggap sebagai gravitasi.

Lebih dari seratus tahun kemudian, relativitas umum telah terbukti menjadi kerangka kerja paling sukses untuk memahami alam semesta, membimbing ilmuwan ke lubang hitam, pelebaran waktu, dan gelombang gravitasi, serta penemuan lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Tujuh tahun setelah Einstein merumuskan relativitas umum, dia juga menyodorkan teori lain. Yang ini tidak persis terkait dengan fisika, ruang kemudi intelektualnya, juga tidak terperinci secara terperinci dalam publikasi ilmiah. Sebaliknya, renungan singkat tersebut menggambarkan resepnya untuk kebahagiaan, dan ditulis di atas sebuah alat tulis dari Imperial Hotel di Tokyo, Jepang. Kantongnya kosong, Einstein dengan nada meminta maaf kepada sang pembawa pesan sebagai pengganti tip, mengatakan bahwa itu bisa bernilai jauh lebih lama.

Dia benar. Catatan yang memuat “Teori Kebahagiaan” Einstein yang dijual di lelang minggu lalu seharga $1,56 juta. Penjual tersebut dikabarkan menjadi keponakan sang pembawa pesan tersebut.

Lelang yang sangat dipublikasikan akhirnya mengungkapkan kebijaksanaan Einstein tentang kepuasan terhadap publik setelah sembilan puluh lima tahun ditulis:

“Kehidupan yang tenang dan sederhana membawa lebih banyak kebahagiaan daripada mengejar kesuksesan yang dikombinasikan dengan kegelisahan yang konstan.”

Sangat menarik bahwa Einstein menulis sesuatu seperti itu, karena sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk pencarian intelektual yang sulit dan revolusioner. Mungkinkah dia merasa anak laki-laki yang terbebani saat itu? Pada bulan Oktober 1922, ketika Einstein menuliskan pemikirannya tentang kebahagiaan di hotel Tokyo itu, dia baru saja diberitahu bahwa dia telah memenangkan Hadiah Nobel dalam bidang Fisika. Tak ayal publisitas dan ketenaran mendadak secara fisik dan mental melelahkan.

Jadi, bagaimana “Teori Kebahagiaan Einstein” berdiri setelah bertahun-tahun? Kebahagiaan jauh lebih relatif daripada relativitas umum, jadi sulit bagi sains untuk menawarkan jawaban pasti. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa beralih dari pekerjaan reguler ke kehidupan hingar-bingar wirausaha dan kewiraswastaan ​​benar-benar mengarah pada peningkatan kepuasan hidup, telah membantah catatan Einstein. Studi lain menunjukkan bahwa orang-orang yang paling bahagia menjalani kehidupan yang “seimbang”, bekerja sedikit diatas tujuh jam per hari, sering berolahraga, menikmati makanan yang dimasak lima kali seminggu, dan bertemu teman mereka sekali seminggu, memperkuat catatan Einstein.

Salah satu eksplorasi ilmiah yang paling mendalam tentang kebahagiaan dan kesuksesan diterbitkan pada tahun 2005. Periset meninjau ulang 225 studi dan menyaring bahwa kebahagiaan lebih sering mengarah pada kesuksesan dan bukan sebaliknya. Singkatnya, “kebahagiaan [mengarah] terhadap perilaku yang sering menghasilkan kesuksesan lebih lanjut dalam pekerjaan, hubungan dan kesehatan, dan keberhasilan ini berawal dari pengaruh positif seseorang.”

Jadi, mungkinkah saat itu adalah momen tenang dan perenungan Einstein yang memberinya kebahagiaan untuk bekerja dengan tekun dan mencapai begitu banyak?

Sebagaimana banyak psikolog telah mengamati, manusia berjalan di atas “hedonistic treadmill”, usaha pencarian kebahagiaan yang melelahkan.

“Kita bekerja sangat keras untuk mencapai sebuah tujuan, mengantisipasi kebahagiaan yang akan dialaminya. Sayangnya, setelah perbaikan singkat, kita dengan cepat meluncur kembali ke garis dasar kita, dengan cara biasa pada umumnya mulai mengejar hal berikutnya yang kita yakin akan hampir pasti, dan akhirnya, membuat kita bahagia,” Frank T. McAndrew, seorang Profesor Psikologi di Knox College, menulis.

Itulah sebabnya orang-orang yang seharusnya mencapai puncak kebahagiaan, pemenang undian, pengusaha sukses, dan selebriti, seringkali tidak tampak jauh lebih bahagia daripada orang lain setelah terbiasa dengan situasi mereka.

Pada puncak bintang ilmiah, Einstein mungkin telah melihat ke bawah dari posisi tinggi dan merasa anak laki-laki kurang beruntung. “Teori Kebahagiaan” -nya yang sederhana bisa menjadi hasilnya. Jadi, pertimbangkan nasihat bijak Einstein, tapi jangan berharap itu menjadi sketsa untuk kepuasan seperti relativitas umum adalah untuk memahami alam semesta. (Livescience/ran)

Menhan AS Mendesak Pakistan Meningkatkan Tindakan Terhadap Kelompok Ekstremis

Epochtimes.id- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis bertemu dengan pemimpin sipil dan militer Pakistan, Senin (4/12/2017) dalam lawatan resminya.

Mattis mendesak Pakistan untuk melipatgandakan tindakan mengatasi kelompok-kelompok ekstremis yang dituduh menggunakan negara tersebut sebagai basis serangan di negara tetangga, Afghanistan.

Mattis, dalam kunjungan satu hari ke Pakistan, mengatakan bahwa negara Asia Selatan telah membuat kemajuan dalam perang melawan militansi dengan negara perbatasan namun perlu dilakukan lebih meluas.

Lebih dari 100 hari sejak Presiden A.S Donald Trump mengumumkan strategi Asia Selatan, dia menyerukan agar lebih tegas terhadap Islamabad.

Pejabat dan analis Amerika Serikat mengatakan bahwa hanya ada sedikit keberhasilan dan tidak jelas bagaimana perkembangan mengatasi ekstremis akan terus dicapai.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan telah lama merasa frustrasi dengan  yang mereka lihat dikarenakan keengganan Pakistan untuk bertindak melawan kelompok-kelompok seperti Taliban Afghanistan dan jaringan Haqqani.

Kelompok-kelompok radikal ini dipercayai memanfaatkan tempat berlindung yang aman di wilayah Pakistan untuk melancarkan serangan ke Afghanistan.

“Pakistan harus melipatgandakan upayanya untuk menghadapi gerilyawan dan teroris yang beroperasi di dalam negeri, “kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Mattis, mengunjungi Pakistan untuk pertama kalinya sebagai Menteri Pertahanan, mengatakan sebelum perjalanan bahwa tujuan pertemuannya dengan pejabat Pakistan adalah menemukan kesamaan.

Dalam diskusi dengan Mattis, Perdana Menteri Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi mengatakan bahwa kedua sekutu tersebut memiliki tujuan bersama.

“Kami berkomitmen perang melawan teror,” katanya.

“Tidak ada yang menginginkan perdamaian di Afghanistan lebih dari Pakistan,” tambahnya.

Mattis juga bertemu dengan pejabat tinggi dari militer Pakistan yang berkuasa, termasuk panglima militer Jenderal Qamar Javed Bajwa dan Letnan Jenderal Naveed Mukhtar, Kepala Badan Intelijen Inter-Services Intelligence yang menurut pejabat AS memiliki hubungan dengan Haqqani dan gerilyawan Taliban.

Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa percakapan Mattis ‘langsung “dan spesifik.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa salah satu topik pembicaraan membuat Pakistan membantu mengajak Taliban ke meja perundingan.

Pada Agustus lalu, Trump menggariskan strategi baru untuk perang di Afghanistan, mengkritik Pakistan atas dugaan dukungannya terhadap teroris Afghanistan. Tapi di luar itu, pemerintahan Trump tidak banyak mengartikulasikan strateginya.

Pejabat A.S. mengatakan bahwa mereka belum melihat adanya perubahan dalam dukungan Pakistan untuk teroris, meskipun menerima kunjungan dari pejabat senior Amerika Serikat termasuk Rex Tillerson.

“Kami sangat langsung dan jelas dengan orang-orang Pakistan, kami belum melihat perubahan tersebut diterapkan,” Jenderal John Nicholson, selaku Jenderal tertinggi A.S. di Afghanistan.

Pejabat Pakistan mengembalikan kembali tuduhan Amerika Serikat. Paksitan mengatakan pihaknya telah melakukan banyak hal untuk membantu Amerika Serikat dalam mengejar teroris.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan harapan atas hubungan dapat membaik setelah pasangan AS-Kanada yang diculik di Afghanistan dibebaskan di Pakistan pada Oktober lalu dengan ketiga anak mereka.

Sementara pemerintahan Trump menggunakan kata-kata yang lebih keras lagi dengan Pakistan. Namun Islamabad belum mengubah sikapnya. Beberapa ahli mengatakan AS kehilangan pengaruh di Pakistan jika dilihat sebagai intimidasi.

Sementara Mattis menggelar perjalanan ke wilayah tersebut awal tahun ini. Dia tak mengakhiri kunjungannya di Pakistan. Mattis juga mengunjungi saingan utama Pakistan, India.

“Tidak ada tongkat yang efektif lagi karena Pakistan tidak terlalu peduli dengan bantuan AS, namun jumlahnya terus berkurang dan mendapatkan uang yang dibutuhkan di tempat lain,” kata Madiha Afzal dari Institusi Brookings.

Kunjungan singkat Mattis ke Islamabad terjadi seminggu setelah kelompok garis keras di Pakistan membatalkan demonstrasi nasional setelah pemerintah memenuhi permintaannya bahwa seorang menteri yang dituduh menghujat telah mengundurkan diri.

Secara terpisah, seorang tokoh radikal Pakistan yang dituduh mendalangi serangan berdarah tahun 2008 di kota Mumbai, India dibebaskan dari tahanan rumah.

Gedung Putih mengatakan pembebasan tersebut dapat menimbulkan dampak bagi hubungan Amerika Serikat -Pakistan.

“Saya pikir untuk Pakistan, waktunya sangat buruk. Ada pembicaraan tentang kemajuan yang dibuat melawan ekstremis dan di sini Anda memiliki situasi di mana kelompok garis keras pada dasarnya telah menyerahkan semua yang mereka inginkan, “kata Michael Kugelman, dari Woodrow Wilson think tank di Washington. (asr)

(Idrees Ali/Reuters via NTD.TV)

Inggris Setuju dengan Aliansi Regulasi pada Kedua Sisi Perbatasan Irlandia

EpochTimesId – Inggris sepakat untuk menjadikan perbatasan Irlandia Utara dalam kesepakatan aliansi regulasi dengan Uni Eropa setelah Brexit. Sumber pemerintah Irlandia, seperti dikutip dari The EPoch Times, Selasa (5/12/2017) mengatakan kesepakatan itu meningkatkan harapan Perdana Menteri Theresa May untuk dapat membuat kesepakatan di Brussels untuk memulai perundingan perdagangan bebas.

Setelah negosiasi intensif dalam beberapa hari terakhir, Inggris membuat apa yang oleh orang Irlandia disebut sebagai komitmen yang jelas untuk mempertahankan peraturan ekonomi di kedua sisi perbatasan darat Inggris-UE yang baru, di seluruh pulau Irlandia yang cukup serupa sehingga tidak terasa adanya perbatasan.

Itu dilihat sebagai cara utama untuk menghindari kebiasaan dan infrastruktur lainnya yang bisa membahayakan perdamaian di Irlandia Utara. Seberapa jauh Inggris kemudian diizinkan untuk mengubah peraturan di daratan karena pendukung Brexit tidak segera memastikannya. May dan sekutu Irlandia Utaranya tidak menginginkan adanya peraturan baru yang dikeluarkan antara provinsi ini dan seluruh wilayah Inggris Raya lainnya.

“Kesepakatan telah dicapai dalam kesepakatan keseluruhan untuk masalah Irlandia,” kata salah satu sumber pemerintah Irlandia.

“Frase kunci adalah komitmen yang jelas untuk menjaga keselarasan peraturan terkait dengan peraturan serikat pekerja dan pasar internal yang diperlukan untuk mendukung Perjanjian Jumat Agung, ekonomi seluruh pulau dan perbatasan.”

Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney mengatakan bahwa dia berharap untuk bisa segera membuat pernyataan positif. Dia menambahkan bahwa perundingan Uni Eropa-Inggris mengenai perdagangan pasca-Brexit akan dimulai dan bahwa perbatasan Irlandia tidak akan mengubah penampilan fisiknya setelah Inggris meninggalkan UE.

Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker sudah menghubungi Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar melalui telepon. Anggota parlemen Uni Eropa Philippe Lamberts, yang bertemu Juncker sebelumnya pada hari Senin, mengatakan draf teks tentang Irlandia akan membuat Inggris ‘melakukan penyelarasan penuh’ atas peraturan.

Donald Tusk, ketua KTT Uni Eropa, men-tweet dengan bijak setelah berbicara kepada Varadkar bahwa ada kemajuan bagus dalam masalah Irlandia untuk membuka blokir perundingan perdagangan Inggris-UE.

“Katakan mengapa saya suka hari Senin!” Tulis mantan perdana menteri Polandia tersebut. “Semakin dekat dengan kemajuan yang cukup pada bulan Desember (KTT Uni Eropa),” tulisnya.

Ini adalah kode untuk Inggris yang mematuhi seperangkat kondisi yang ingin dipenuhi UE dalam persyaratan perceraian sebelum para pemimpin sepakat untuk memulai pembicaraan mengenai kesepakatan perdagangan di masa depan pada pertemuan puncak pekan depan.

May dan Juncker tidak berkomentar kepada wartawan saat mereka bertemu di markas Berlaymont eksekutif Uni Eropa untuk makan siang. Para pejabat dan pejabat diplomatik diharapkan dapat menutup sebuah terobosan yang akan membuka jalan menuju negosiasi mengenai hubungan dagang di masa depan.

Tusk membatalkan perjalanan ke Yerusalem dan Ramallah dan dengan tergesa-gesa menjadwalkan pertemuannya dengan May untuk makan siang. Pejabat mengatakan bahwa dia bersiap untuk memanggil para pemimpin Uni Eropa untuk mendapatkan kesepakatan mengenai perundingan perdagangan. Utusan nasional yang menangani Brexit juga segera dipanggil untuk mengadakan pertemuan di Brussels pada hari Senin mendatang.

London telah secara luas menyetujui banyak persyaratan perceraian dengan UE, termasuk membayar kompensasi senilai 50 miliar euro. Namun isu hak warga ekspatriat dan perbatasan Inggris-Uni Eropa di pulau Irlandia menghambat kesepakatan hinga detik-detik terakhir.

Elmar Brok, anggota Parlemen Eropa lainnya yang bertemu dengan Juncker dan negosiator Brexit, Michel Barnier, sebelum bertemu dengan May, mengatakan ‘hanya beberapa kata’ yang memisahkan sisi-sisinya.

Di London, juru bicara May mengatakan, “Kemajuan sedang dihasilkan. Masih ada yang harus disepakati.”

Dublin, yang didukung oleh anggota Uni Eropa lainnya, menginginkan kepastian yang kuat bahwa London akan berkomitmen untuk mematuhi peraturan bisnis di Irlandia Utara sama seperti di UE.

Inggris berusaha untuk tetap membuka pilihannya, setelah menolak komitmen untuk meninggalkan Irlandia Utara dalam sebuah serikat pabean penuh dengan UE atau untuk menjaga seluruh Kerajaan Inggris menjadi satu.

Juncker dan Barnier bertemu dengan tim Brexit dari Parlemen Eropa untuk memberi tahu mereka tentang kemajuan.

Badan legislatif, yang harus menyetujui setiap perjanjian perceraian jika Brexit yang mengganggu harus dihindari pada bulan Maret 2019, menuntut agar pengadilan UE memiliki keputusan akhir dalam menjamin hak bagi 3 juta warga negara Uni Eropa di Inggris. Namun, Inggris menegaskan bahwa mereka tidak lagi menerima pengawasan Pengadilan Eropa. (waa)

Salah Perkirakan Bayi Baru Lahir Meninggal Dunia, Dokter di India Dipecat dan Izin RS Terancam

Epochtimes.id- Sebuah rumah sakit di Delhi menuai kecaman setelah sebuah insiden tidak benar menyatakan bahwa seorang bayi yang baru lahir meninggal dunia. Nyatanya bayi tersebut masih hidup.

Akibatnya pihak rumah sakit memecat dua dokter atas insiden tersebut.

“Sementara penyelidikan dari kelompok ahli yang melibatkan ahli eksternal dari asosiasi dokter masih dalam proses,” kata Max Healthcare dalam sebuah pernyataan dilansir New Delhi TV.

“Kami telah memutuskan untuk menghentikan pelayanan dari dua dokter yang merawat, Dr M dan Dr V dalam kasus yang berkaitan dengan masa depan ekstrim bayi kembar,” lanjut keterangannya.

“Tindakan tegas ini telah diambil berdasarkan diskusi awal kami dengan tim ahli dan sebagai cerminan komitmen kami terhadap standar perawatan yang lebih tinggi,” tambahnya.

Menteri Kesehatan Delhi Satyendra Jain mengatakan Rumah Sakit Max, di Shalimar Bagh, Delhi Utara, bisa kehilangan izin atas insiden tersebut.

Sebelumnya, Max Healthcare mengatakan tim ahli yang dibentuk sedang menyelidiki kasus tersebut diperkirakan akan menyelesaikan penyelidikannya.

Sebuah laporan awal akan disampaikan dan rincian hasil temuan. Laporan ini mencakup dua ahli dari Asosiasi Medis India (IMA).

Sebelumnya, 30 November, seroang ibu yang hamil 22 minggu melahirkan anak kembar.

Ketika itu Rumah sakit menyerahkan jenazah si kembar kepada keluarga untuk dibawa ke pemakaman. Enam jam kemudian, orangtua menyadari bahwa salah satu bayi sedang bergerak dan masih bernafas.

Pihak Rumah sakit Max sebelumnya juga menyerahkan bayi  si kembar ke pihak keluarga dalam kantong plastik.

Menurut kakek si kembar, keluarga terkejut dan langsung membawa bayi yang baru lahir ke rumah sakit terdekat di mana mereka diberitahu bahwa bayi mereka masih hidup. (asr)

Sumber : New Delhi TV

Dokter Menghadapi Mimpi Buruk Etis Saat Menemukan Tato ‘Jangan Hidupkan’ di Tubuh Pasien

0

Dokter dihadapkan pada dilema etis saat seorang pria berusia 70 tahun didorong ke rumah sakit dengan kata-kata “do not resuscitate” (DNR) tato di dadanya.

Staf medis menemukan bahwa pria tersebut memiliki kadar alkohol dalam darah tinggi dan tidak ada identifikasi, menurut The New England Journal of Medicine.

Pasien dibawa ke Rumah Sakit Universitas Miami dimana para dokter menemukan permintaan DNR bertato di dadanya dengan kata “tidak” digarisbawahi.

Dokter juga dilaporkan telah menemukan tanda tangan pasien di bawah permintaan bertato itu, walaupun telah ditutupi di dalam foto dada pasien tersebut.

Staf medis tidak dapat menghubungi keluarga terdekat pasien tersebut. Dengan pria sedang sekarat di depan mereka, mereka pada awalnya memilih untuk mengabaikan tatonya, meski itu tidak mencerminkan keinginan asli dari pasien.

Kemudian, setelah berkonsultasi dengan konsultan etika rumah sakit, para dokter memutuskan untuk menghormati tato tersebut.

Para penulis artikel dalam kasus yang diterbitkan dalam jurnal tersebut menulis: “Awalnya kami memutuskan untuk tidak menghormati tato tersebut, dengan menerapkan prinsip tidak memilih jalan yang tidak dapat diubah saat menghadapi ketidakpastian.

“Keputusan ini membuat kami berkonflik bertanggung jawab pada upaya luar biasa pasien untuk membuat perintah pendahuluannya diketahui.”

Penulis utama studi kasus ini, Dr. Gregory Holt, mengatakan kepada Gizmodo, “Florida memiliki peraturan ketat mengenai hal ini.”

Dia mengatakan kepada situs web tersebut bahwa kekhawatiran terbesar adalah apakah keputusan tersebut dapat diterima secara hukum.

“Harus di atas kertas kuning, dokter dan pasien harus menandatanganinya … tidak mengatakan apapun tentang tato,” Dr. Holt mengatakan kepada Daily Mail.

Beberapa jam kemudian, tim menemukan sebuah sebuah pesan DNR, dokumen resmi yang menunjukkan bahwa tato tersebut mencerminkan keinginan pria tersebut.

Pasien memburuk di malam hari itu dan dokter membiarkannya pergi.

“Ini menjadi perhatian dokter dan pasien,” Dr. Holt mengatakan kepada Mail.

“Anda ingin melakukan yang benar pada seseorang dan jika Anda tidak tahu, Anda melakukan semua hal yang Anda dapat pikirkan karena kami selalu memilih pilihan yang dapat dibatalkan, bukan pilihan yang tidak dapat Anda tarik kembali saat menghadapi ketidakpastian,” katanya. (ran)

Tolong bantu jurnalisme independen kami dengan membagikan artikel ini di jejaring sosial Anda. Terima kasih.

Taburan Uang Tiongkok Ditolak Tiga Negara Jalur OBOR

0

EpochTimesId – Hanya dalam beberapa minggu, Pakistan, Nepal dan Myanmar secara berturut-turut mengkonfirmasi pembatalan kontrak pembangunan bendungan dan proyek pembangkit listrik. Seperti dikutip EpochTimes dari VOA, pembatalan 3 proyek itu bernilai total 20 miliar dolar AS.

Ini merupakan pukulan telak bagi pemerintah Tiongkok yang sedang gencar untuk menyelesaikan rencana ambisiusnya, OBOR (one belt one road).

Alasan Pakistan membatalkan pembangunan Bendungan Diamer-Basha senilai 14 miliar dolar AS adalah karena persyaratan untuk dana pembiayaan proyek yang diminta Tiongkok dinilai terlalu keras dan tidak masuk akal.

Hampir pada waktu bersamaan, Nepal membatalkan kontrak pembangunan PLTA Budhi Gandaki senilai 2.5 miliar dolar AS dengan perusahaan China Group Gezhouba Company. Pekan lalu pihak berwenang Nepal menyatakan bahwa mereka akan membangun sendiri proyek tersebut dan bermaksud menyerahkan proyek 1200 megawatt listriknya kepada Nepal Electricity Authority yang dikelola negara.

Selain itu, Myanmar telah menghentikan pembangunan bendungan senilai 3,6 miliar dolar AS pada tiga tahun lalu. Bulan lalu mereka mengkonfirmasikan bahwa pihaknya tidak lagi tertarik dengan proyek bendungan dan pembangkit listrik yang dilakukan Tiongkok.

Pembatalan proyek infrastruktur tawaran Tiongkok oleh beberapa negara tetangga membuat pelaksanaan rencana OBOR tersendat. Inisiatif ‘Satu Sabuk Satu Jalan’ ini melibatkan pembangunan infrastruktur di seluruh dunia, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Meskipun ketiga negara memiliki alasan politik dan ekonomi yang berbeda di balik keputusan untuk membatalkan proyek-proyek Tiongkok, Tetapi satu faktor yang umum adalah negara-negara miskin ini semakin menyadari bahwa proyek infrastruktur raksasa yang dibangun Tiongkok itu akan menjadi beban berat bagi mereka di masa mendatang.

Menurut media lokal, Ketua Pakistan Water and Power Development Authority, Muzammil Hussain mengatakan kepada komite audit umum parlemen bahwa perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek tersebut mencantumkan syarat pembiayaan yang sangat berat, termasuk meminta bendungan baru dan yang sudah ada sebagai jaminan pinjaman.

“Syarat pembiayaan yang diminta Tiongkok itu tidak dapat disepakati, karena akan merugikan kepentingan kita,” ujar Hussain.

“Negara-negara tetangga di jalur OBOR awalnya sangat tertarik dan merasa gembira,” kata profesor Akademi Bisnis HSBC, Universitas Peking, Christopher Balding kepada majalah ‘Quartz’ AS.

“Namun perkembangan terakhir menunjukkan adanya perubahan. Negara-negara tersebut sekarang melihat bagaimana Tiongkok memperlakukan Sri Lanka dan Meksiko. Di Sri Lanka, pelabuhan laut Hambantota sekarang disewa oleh China Merchants Port Holdings Company Limited selama 99 tahun.”

Pada tahun 2015, Sri Lanka mencoba untuk memeriksa proses hibah atas pelabuhan dan minta dihentikan pengembangan pelabuhan. Tapi karena terbentur kesulitan ekonomi dan keuangan, upaya mereka hanya bisa dikembalikan ke jalur lamanya.

Bulan November 2014, Mentri Transportasi Meksiko Gerardo Ruiz Esparza mengatakan bahwa karena adanya keluhan atas hasil tender yang dimenangkan China Railway Contruction, maka pemerintah Meksiko berencana untuk melakukan tender ulang. Untuk itu Tiongkok menuntut diberikan kompensasi. (ET/Qin Yufei/Sinatra/waa)