Winklevoss Bersaudara Gunakan Ganti Rugi dari Facebook untuk Menjadi Miliarder Bitcoin

0

ErabaruNews – Saudara kembar identik, Winklevoss bersaudara, yang pernah menuntut Mark Zuckerberg menjadi miliarder bitcoin pertama. Si Kembar Identik dulu pernah menuntut dan menuduh bahwa Zuckerberg mencuri ide Facebook dari mereka.

Cameron dan Tyler Winklevoss mungkin harus mengucapkan terimakasih pada Zuckerberg untuk pencapaian mereka.

Dua pria berusia 36 tahun itu menginvestasikan $US 10 juta pada mata uang kripto yang kontroversial. Uang itu diambil dari sebagian ganti rugi atau kesepakatan damai senilai $US 65 juta, yang mereka terima dari Facebook pada tahun 2009.

Dengan menggunakan uang itu, si Kembar mengaku membeli satu persen dari semua bitcoin yang beredar pada tahun 2013.

Hampir lima tahun kemudian, mata uang digital itu telah meningkat nilainya hingga mendekati 10.000 persen. Sehingga, kondisi ini mengubah mereka menjadi milyarder. Hal ini dianggap sebagai kembalinya dolar pertama untuk investor kripto-currency.

“Kami melihat bitcoin berpotensi menjadi jaringan sosial terbesar,” kata Tyler dalam sebuah wawancara dengan Financial Times tahun lalu. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ekonomi digital telah membutuhkan mata uang yang dibuat khusus untuk perdagangan online.

Winklevoss bersaudara pertama kali mendengar tentang bitcoin pada tahun 2012 saat berlibur di Spanyol. Dalam waktu tiga tahun mereka telah melakukan pertukaran bitcoin, operasi berlisensi pertama dari jenisnya untuk membeli dan menjual mata uang digital di AS.

“Kami ingin membangun bursa yang mirip dengan Nasdaq atau NYSE untuk mata uang digital,” kata Tyler. “Kami menginginkan sesuatu yang diinginkan oleh Wall Street dan Main Street.”

Sejak dibuat pada tahun 2008, bitcoin mengalami pasang surut. Namun nilainya melonjak tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Walau demikian, kondisi ini belum membungkam kritikusnya seperti CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon yang mengatakan bahwa dia akan memecat seorang karyawan trading bitcoin karena dia dianggap bodoh, Bloomberg melaporkan.

“Mata uang kripto yang tidak didukung oleh bank sentral atau pengawasan pemerintah adalah pilihan yang sempurna untuk pembunuhan dan pengedar narkoba,” ujar Dimon.

Dimon membandingkan bitcoin dengan tulip mania pada abad ke-17. Dia meramalkan mata uang crypto itu akan segera hancur lebur. Sikap yang mungkin tidak diragukan lagi bagi Winklevoss bersaudara.

“Saya ingat ketika orang mengatakan Facebook adalah sesuatu yang iseng,” kata Tyler dalam wawancara dengan Financial Times.
“Kami melihat film ini sudah diputar bersama Facebook. Kami merasa seperti kita berada di film yang sama lagi, hanya dengan pemeran karakter yang berbeda.”

Tyler mungkin bermaksud merujuk pada film The Social Network. Tyler dan saudaranya diperankan oleh aktor Armie Hammer. Film itu mengisahkan tentang pertempuran mereka dengan Zuckerberg di Facebook itu pun menjadi pemenang Academy Award 2010. (waa)

Tidak Ada Rencana Memulai Pembicaraan Perdagangan Bebas Seiring Trudeau Melanjutkan Perjalanan Tiongkok

0

Perundingan perdagangan bebas formal antara Kanada dan Tiongkok telah ditunda, setidaknya untuk saat ini. Perdana Menteri Justin Trudeau dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang muncul dari pertemuan pribadi mereka di Beijing pada 4 Desember tanpa mengumumkan sebuah rencana untuk melanjutkan sebuah kesepakatan.

Menurut laporan, pertemuan antara Trudeau dan Li membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, dan sebuah konferensi pers bersama yang dijadwalkan setelah pertemuan mereka dibatalkan atas perintah pihak Tiongkok.

The Canadian Press melaporkan bahwa penjaga keamanan Tiongkok memblokir fotografer dari The Canadian Press dan bahkan Jawatan Perdana Menteri untuk mengambil foto Trudeau dan Li saat mereka berjalan di atas karpet merah setelah pertemuan mereka. Ada juga pertengkaran sengit antara pejabat kementerian luar negeri Tiongkok yang mencaci seorang diplomat Kanada karena tidak membawa paspor wartawan yang bepergian dengan Trudeau, yang kemudian dikeluarkan oleh diplomat tersebut.

Setelah perundingan tersebut, baik Trudeau maupun Li mengatakan kedua negara akan melanjutkan diskusi eksplorasi menuju kesepakatan perdagangan bebas.

“Kanada berkomitmen untuk terus maju dalam kesepakatan perdagangan progresif yang melibatkan hal-hal seperti tentang gender, lingkungan, perburuhan,” kata Trudeau.

“Tiongkok sangat sadar bahwa ini adalah preseden saat mereka bergerak maju dengan kesepakatan perdagangan pertama dengan negara G7, dan ada keinginan untuk memastikan bahwa kita melakukannya dengan benar.”

Menurut Steven Chase dari Globe and Mail, yang melapor dari Beijing, seorang sumber industri mengatakan bahwa di antara titik-titik perselisihan antara kedua belah pihak adalah desakan Ottawa mengenai memasukkan standar kerja dan lingkungan dalam kesepakatan apapun.

Tiongkok sangat ingin masuk ke dalam sebuah perjanjian perdagangan bebas dengan Kanada, sambil menekankan bahwa isu hak asasi manusia dan melakukan tinjauan keamanan nasional sebelum mengizinkan BUMN Tiongkok untuk mengambil alih perusahaan-perusahaan utama Kanada harus tetap berada di luar perundingan.

Editorial media berbahasa Mandarin milik negara Tiongkok, termasuk China Daily dan Global Times, tampaknya mendorong gagasan bahwa melakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok adalah kepentingan Kanada sejak Kanada menghadapi tantangan dalam negosiasi ulang NAFTA dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Liberal, yang telah memuji kesepakatan perdagangan bebas potensial dengan Tiongkok sejak berkuasa, tidak menyebutkan adanya pembicaraan tersebut dalam pengumuman perjalanan perdana menteri ke Tiongkok.

Hasil konsultasi pemerintah mengenai kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan bahwa bisnis Kanada merasa skeptis bahwa sebuah kesepakatan akan mengatasi masalah mendasar dalam berbisnis dengan Tiongkok, termasuk dampak buruk pada pekerjaan di Kanada, kurangnya peraturan hukum Tiongkok, persaingan tidak sehat dari perusahaan BUMN Tiongkok, dan peraturan ketenagakerjaan dan lingkungan yang lemah di Tiongkok yang tidak menciptakan sebuah tataran lapangan bermain untuk semua pihak, adalah di antara masalah lainnya.

Halaman depan National Post pada 2 Desember menampilkan judul “Dealing with the red devil”  bersamaan sebuah kolom oleh Terry Glavin yang mengeluarkan sebuah peringatan mengenai upaya pemerintah untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan Tiongkok.

“[Sebagai] ‘mitra dagang,’ Beijing, dengan banyak ketergantungan perusahaannya yang ramah di Kanada, sejak awal berperilaku lebih seperti pelaku penggelapan,” tulis Glavin.

“Australia dan Selandia Baru berusaha keras untuk mengeluarkan demokrasi mereka dari uang dan pengaruh Beijing,” katanya di kolom tersebut. (ran)

Persyaratan Kim Jong-un Buat Penyelesaian Damai Isu Nuklir Gagal Total

0

ErabaruNews – Usai melakukan uji coba peluncuran rudal antar benua ‘Hwasong-15’ pada 29 November 2017, Korea Utara menyampaikan tutntutannya kepada dunia luar. Hanya jika memperoleh pengakuan dari negara pemilik nuklir dunia, Korea Utara baru bersedia untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Tuntutan Korea Utara tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian isu nuklir Korea Utara dengan cara damai sepertinya sulit untuk berlanjut.

Dalam sebuah forum pertahanan yang diadakan baru-baru ini, petinggi Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSC) mengatakan bahwa Kim Jong-un sedang memperbesar kemungkinan konflik senjata. Sikap keras kedua negara itu telah menunjukkan tanda-tanda terjadinya perubahan jalur penyelesaian isu nuklir Korea Utara.

Asisten Kepala NSC, Herbert Raymond McMaster mengatakan hal itu ketika menghadiri Forum Pertahanan Nasional Reagen (Reagan National Defence Forum) di Simi Valley, California. Ketika ditanya soal apakah uji coba peluncuran rudal antar benua Korea Utara akhir-akhir ini akan memperbesar kemungkinan terjadinya konflik senjata, dia mengatakan kemungkinan itu semakin menguat akhir-akhir ini.

“Kemungkinan untuk perang melawan Korea Utara semakin hari semakin besar,” tegas McMaster.

Awalnya isu nuklir DPRK dapat diselesaikan dengan tanpa konflik senjata, tetapi apa yang dilakukan Kim Jong-un saat ini adalah semakin menarik dekat kemungkinan konflik senjata.

Jika Korea Utara terus mempercepat pengembangan nuklirnya, akhirnya tidak ada pilihan lain kecuali melalui perang.

“Sudah tidak banyak waktu yang tersisa,” katanya. “Kita harus mengajak negara sekutu dan mitra kerja untuk membuat Kim Jong-un sadar bahwa ia sedang mengejar kemampuan yang hanya akan membuat rezimnya jatuh”.

McMaster juga mengatakan Embargo minyak mentah perlu ditingkatkan hingga 100 persen. Diharapkan dengan kekurangan bahan bakar minyak, DPRK tidak lagi dapat mengembangkan program nuklir mereka.

Di hari kedua setelah Korea Utara meluncurkan Hwasong-15 (30 November), Dewan Tertinggi Korea Utara, Kim Yong-nam telah melakukan pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Rusia. Ketika itu pihak Korea Utara menyatakan bahwa tujuan untuk menjadi negara pemilik senjata nuklir telah tercapai melalui keberhasilan peluncuran Hwasong-15.

“Sekarang sudah saatnya untuk bernegosiasi dengan AS. Namun, hanya dengan diakuinya sebagai negara pemilik nuklir, Korea Utara baru bersedia melangkah ke meja perundingan,” ujarnya.

Beberapa media berpendapat bahwa Korea Utara mengharapkan tuntutannya itu akan disampaikan kepada pemerintah AS oleh Rusia. Namun, ditinjau dari sikap yang ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi AS dalam beberapa hari ini, dapat dinilai bahwa tuntutan itu tentu akan ditolak baik oleh Amerika Serikat maupun sekutu-sekutunya.

Selain itu, tuntutan itu tentu saja tidak akan dapat diterima oleh Tiongkok dan Rusia. Cara yang ditempuh Kim Jong-un itu hanya akan memancing Amerika dan Korea Selatan menanggapinya dengan tindak kekerasan.

Latihan militer gabungan terbesar antara tentara AS dengan Korea Selatan ‘Vigilant Ace’ telah dimulai pada 4 Desember 2017. Pihak militer Korea Selatan mengatakan, latihan kali ini melibatkan total 230 buah pesawat tempur termasuk pesawat siluman paling canggih saat ini, F-35.

Ini adalah latihan militer terbesar pertama dalam sejarah latihan bersama yang dilakukan oleh angkatan udara AS dan Korea Selatan.

Menurut laporan dari media Korea Selatan, latihan militer kali ini meliputi, mengidentifikasi lokasi dan menangkap tanda-tanda peluncuran rudal. Menguasai tahapan untuk menghancurkan dengan cepat kendaraan peluncur rudal. Menguasai tahapan dalam melakukan konfirmasi agar dengan cepat dapat menghancurkan kelompok artileri dan peluncur roket yang berbasis di dekat garis demarkasi militer, dan strategi perang lainnya.

Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa latihan militer kali ini lebih mengarah pada tujuan memamerkan kemampuan untuk melakukan serangan mendahului sebagai tanggapan atas ancaman nuklir Korea Utara.

Sehari sebelum latihan militer gabungan ini, Media corong pemerintah Korea Utara ‘Harian Buruh’ menyebutkan bahwa latihan militer tersebut jelas adalah sebuah tanggapan yang sifatnya menantang Korea Utara. Korut pun mengancam dengan mengatakan, “Itu adalah detonator yang dalam waktu sekejap dapat menyulutkan api perang nuklir.” (NTDTV/Tang Di/Sinatra/waa)

Anjing Hutan Masuk Pemukiman Warga Serang Gadis Tiga Tahun di Washington

0

ErabaruNews – Seorang ayah di Snoqualmie, Washington, mengatakan bahwa putrinya yang berusia 3 tahun diserang oleh seekor anjing hutan. Seperti dikutip The Epoch Times dari NTD.TV, Selasa (5/12/2017).

Serangan itu terjadi pada hari Kamis (30/11/2017), ketika Sophia sedang berada di luar rumah bersama ayahnya, Douglas Lucas. Mereka tengah bersantai di teras depan rumah mereka di dekat taman Swenson.

Lucas mengatakan kepada Q13FOX bahwa dia berada di tangga untuk menggantung lampu Natal. Tiba-tiba, anjing liar itu mendekati rumah mereka.

Sang ayah mengatakan bahwa dia melihat anjing jenis Coyote itu berjalan menyusuri jalan. Dia lalu naik ke teras mereka, dan kemudian menerkam Sophia.

“Anjing hutan datang dari belakang, menerkam Sophia. Douglas mencoba mengusirnya, melepas jaket dan mengibasnya,” tutur sang nenek, Susan Chavez.

Keluarga tersebut menunjukkan goresan masih terlihat di lengan sang anak dalam wawancara di televisi. Menurut keluarganya, mantel musim dingin ungu yang terkoyak oleh coyote mungkin telah menyelamatkan gadis kecil itu dari cedera yang lebih serius.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=558586597563018&set=a.106696279418721.19431.100002350495411&type=3

“Itu peristiwa yang traumatis, situasi yang menakutkan,” sambung Chavez.

Sophia mengingat serangan itu sebagai sesuatu yang menakutkan. “ayah menyelamatkan hidupku,” ujar si kecil.

Departemen Kepolisian Snoqualmie mengatakan laporan tentang insiden yang melibatkan anjing hutan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam sebuah posting Facebook, departemen tersebut meminta warga untuk menghubungi 911 untuk melaporkan penampakan coyote. Perwira tersebut bekerja sama dengan Departemen Ikan & Satwa Liar Washington untuk menjaga keamanan publik.

Departemen tersebut meminta untuk mengurus sampah mereka dan memastikan bahwa semua sumber makanan tidak dapat diakses. Mereka menyarankan warga untuk menyimpan kaleng makanan sisa dengan tutup yang rapat di gudang, garasi, atau area berpagar.

Mereka juga mengatakan warga harus menyemprot sampah dan tempat sampah mereka secara teratur untuk menghilangkan bau.

Facebook Luncurkan Aplikasi Messenger untuk Anak di Bawah 13 Tahun

0

ErabaruNews – Facebook meluncurkan Messenger Kids, Senin (4/12/2017) waktu Amerika Serikat. Messenger Kids adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan perusahaan media sosial terbesar di dunia berkembang menyasar pasar anak-anak di bawah 13 tahun yang belum tergarap.

Aplikasi khusus anak ini juga diharapkan membantu para orang tua mengawasi dan mendapatkan kontrol penuh atas apa yang anak-anak mereka lihat di Internet. Seperti dikutip dari TheEpochTimes.com, Selasa (5/12/2017).

Facebook sebelumnya mengharuskan pengguna untuk berusia minimal 13 tahun. Dengan Aplikasi baru ini, akan memberi kesempatan untuk memenangkan loyalitas merek dari anak-anak yang lebih muda pada saat menghadapi persaingan. Bagaimana pun juga, Facebook kalah saing untuk pasar remaja dengan platform media sosial lainnya seperti Snapchat.

Sebelumnya, sudah ada beberapa aplikasi lain yang dapat digunakan oleh anak-anak dengan izin orang tua. Selain itu anak-anak juga dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan SMS pada telepon seluler.

Facebook mengatakan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak muda telah menggunakan teknologi secara reguler. Namun pada aplikasi yang dibangun untuk remaja dan orang dewasa, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua bahwa anak-anak mereka mungkin berkomunikasi dengan orang asing.

Pada saat yang bersamaan, orang tua rela membiarkan anak-anak mereka yang berusia 6-12 memanfaatkan media sosial asalkan ada kontrol ketat dari orang tua.

Kini, dengan Messenger Kids, Facebook mengharuskan orang tua untuk membuat akun. Sehingga, mereka bisa memilih untuk menyetujui atau tidak, daftar kontak bagi anak-anak mereka.

“Benar-benar ada celah di pasar aplikasi perpesanan untuk anak-anak yang juga memberi kontrol pada orang tua,” kata juru bicara Facebook, Lauren Svensson. “Kita akan melihat bagaimana anak-anak menggunakannya, dan itu akan memungkinkan kita menambahkan update di versi masa depan seperlunya.”

Aplikasi yang berdiri sendiri di perangkat anak-anak dapat dikendalikan oleh akun Facebook orang tua yang memungkinkan anak-anak menggunakan obrolan video dan mengirim foto. Pesan video atau pesan teks bisa dikirim ke teman yang telah disetujui oleh orang tua mereka.

Sayangnya, peluncuran ini hanya versi pra-tayang. Sebab, sejauh ini Messenger Kids hanya tersedia di Amerika Serikat dan khusus untuk iOS, atau sistem operasi Apple. Aplikasi membutuhkan waktu 18 bulan pengembangan.

Facebook mengatakan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan 1.200 orang tua plus pakar keamanan online dan pengembangan anak, termasuk Asosiasi Orang Tua-Guru Nasional. Mereka juga berkonsultasi dengan Pusat Kecerdasan Emosional, Pusat Pelatihan Media dan Kesehatan Anak, serta Workshop Sesame sebelum meluncurkan aplikasi Messenger Kids. (waa)

Ahli Rudal Khawatir Serangan Hwasong-15 Korea Utara Sulit Dihentikan

0

ErabaruNews – Sejumlah ahli rudal menyampaikan keraguan serius atas kemampuan Sistem Pertahanan Berbasis Darat (GMD) milik Amerika Serikat. Mereka tidak yakin GMD mampu mencegat rudal balistik antarbenua Korea Utara, Hwasong-15 yang baru.

Beberapa ahli mengatakan bahwa tidak siap untuk mengatasi serangan rudal baru Korea Utara. Seperti dikutip dari NTDTV, Selasa (5/12/2017).

“Sistemnya adalah sampah,” hardik Jeffrey Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di James Martin Centre for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies, Monterey.

“Ini dimaksudkan untuk menghadapi ancaman seperti ini, tapi catatan uji itu berbau busuk dan payload cukup lapang sehingga kita perlu memikirkan kekhawatiran tentang tindakan penanggulangan (alternatif),” kata Lewis.

Lewis dan pembicara lainnya pada acara National Interest berbicara dengan melihat hasil ujicoba Korea Utara yang meluncurkan Hwasong-15 pada 29 November. Rudal tersebut berhasil mencapai ketinggian 2.800 mil dan jatuh diperairan ZEE Jepang, tepatnya pada 130 mil dari pantai sekutu Amerika tersebut.

Berdasarkan Foto Hwasong-15 yang dirilis Korea Utara, para ahli mengatakan bahwa rudal itu mampu mengirim senjata nuklir ke titik manapun di AS. Rudal baru tersebut dinilai hanya membutuhkan beberapa ujicoba lanjutan, sebelum dapat digunakan dalam skenario perang yang sesungguhnya.

Kingston Reif, direktur kebijakan pelucutan senjata dan pengurangan ancaman di Arms Control Association, mengatakan rudal baru itu lebih dari cukup besar untuk mampu membawa umpan guna mengelabui atau mengambil sasaran tembak dari GMD.

Reif menjelaskan bahwa Departemen Pertahanan mengatakan sistem GMD memiliki ‘kemampuan yang ditunjukkan’ untuk mempertahankan terhadap sejumlah kecil ancaman ICBM sederhana yang juga menggunakan ‘tindakan penanggulangan sederhana’.

“Tidak jelas bagaimana Departemen Pertahanan mendefinisikan ‘tindakan penanggulangan sederhana’,” katanya.

“Kami tahu bahwa sistem tersebut tidak pernah diuji terhadap ‘penanggulangan kompleks’, yang didefinisikan oleh Dephan sebagai ‘Penggunaan dinamika target dan alat bantu penetrasi,'” kata Reif.

“Apakah tindakan balasan semacam itu melampaui kemampuan Korea Utara untuk berkembang? Saya sangat meragukannya.”

Reif mengatakan hasil ujicoba belum cukup menjanjikan.

“Secara keseluruhan, uji coba sistem pencegat tidak menunjukkan bahwa GMD mampu dan handal untuk mempertahankan tanah air AS, bahkan untuk ancaman terbatas sekalipun,” kata Reif.

https://twitter.com/JacobAWohl/status/937495223202021381

Pakar rudal Vipin Narang, seorang profesor ilmu politik di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan bahwa pembuat kebijakan tidak dapat bergantung pada GMD untuk melindungi kota-kota Amerika dari serangan rudal Korea Utara.

“Saya tidak yakin GMD sanggup bekerja untuk New York,” kata Narang.

Pakar kontrol senjata dan presiden Dana Ploughman Joseph Cirincione mengatakan bahwa Hwasong-15 sangat suka membebani usaha AS untuk menghentikannya dalam sebuah serangan.

“Rudal ini berpotensi memiliki cukup banyak bobot untuk membawa banyak hulu ledak ditambah umpan, sekam, jammers dan tindakan pengalihan perhatian lainnya. Sehingga dia bisa mengalahkan sistem pertahanan rudal yang ada,” kata Cirincione.

“Dia bisa membanjiri, membodohi dan membutakan radar, sensor dan membunuh kendaraan. Anda tidak bisa menghentikan hal ini.” (waa)

Kremlin Tegaskan Kebijakan Putin Tidak Dipengaruhi oleh Skandal Flynn

ErabaruNews – Kremlin menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengambil keputusan untuk menunda tanggapan dan balasan terhadap sanksi Amerika Serikat, Senin (4/12/2017) waktu setempat. Sanksi yang dimaksud adalah yang dijatuhkan oleh AS tahun lalu. Namun, penundaan tanggapan itu adalah kebijakan independen dan tidak terpengaruh oleh penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn.

Flynn mengaku bersalah telah berbohong kepada FBI pada hari Jumat lalu tentang kontaknya dengan Rusia. Dia menjelaskan juga berbohong bahwa dirinya setuju untuk bekerja sama dengan jaksa penuntut untuk menyelidiki tindakan lingkaran orang dekat Presiden Donald Trump sebelum dia menjabat.

Jaksa Penuntut Umum AS mengatakan Flynn dan Sergei Kislyak, kemudian duta besar Rusia untuk AS, Desember tahun lalu membahas sanksi ekonomi yang telah diberlakukan pemerintah Obama terhadap Moskow. Sanksi dijatuhkan karena Kremlin diduga mencampuri pemilihan presiden AS, sesuatu yang sudah dibantah oleh Moskow.

Obama pada saat itu mengusir 35 diplomat Rusia. Pihak berwenang AS juga menyita dua properti diplomatik Rusia di Amerika Serikat.

Namun, Putin mengatakan akan menunggu untuk melihat bagaimana hubungan Rusia apakah bisa berkembang dengan pemerintahan Trump, sebelum merespons sanksi Amerika. Rusia hanya maju dan mengambil tindakan balasan pada musim panas ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin telah mengambil keputusan untuk menunda pembalasan secara independen dan tidak mengetahui permintaan dugaan Flynn ke Rusia untuk menahan diri dari tanggapan segera.

“Flynn tidak dalam posisi untuk meminta Kislyak, Duta Besar Rusia untuk AS, untuk melakukan apapun. Gagasan itu tidak masuk akal. Tentu Putin mengambil keputusan, dan itu adalah murni keputusannya,” kata Peskov dalam sebuah konferensi pers kepada wartawan.

“Itu (keputusan) tidak mungkin terkait dengan permintaan atau rekomendasi apa pun. Presiden mengambil keputusan secara independen.” (waa)

Pejabat Tinggi Militer Tiongkok Kunjungi AS, Bahas Rencana Menghabisi Kim Jong-un ?

oleh Li Yun

Korea Utara mengabaikan tentangan masyarakat internasional, meneruskan uji coba rudal antar benua menyebabkan makin panasnya situasi di Semenanjung Korea.

Sebagai tanggapan, Angkatan Udara AS dan Korea Selatan memulai latihan udara berskala tahunan yang akan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 4 Desember.

Sementara itu, pihak militer AS dan Tiongkok pada 11 Desember akan bertemu di Universitas Pertahanan Nasional, Washington DC untuk membahas kerjasama dalam memecahkan masalah Korea Utara.

Yonhap mengutip laporan pihak militer Korea Selatan pada 4 Desember memberitakan bahwa Komandan Tempur Angkatan Udara AS bersama Komandan Tempur AU Korea Selatan telah meresmikan latihan udara skala besar tahunan ‘Vigilant Ace’ yang akan berlangsung hingga 8 Desember.

Latihan tempur kali ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perang antar militer sekutu.

Pesawat tempur B-18 Lancer Bomber milik AS dilaporkan telah meninggalkan pangkalannya di Guam untuk mengikuti latihan bersama.

Militer Korea Selatan menyebutkan bahwa latihan militer berskala besar ‘Vigilant Ace’ ini bertujuan untuk menanggapi ancaman nuklir Korea Utara.

Presiden AS pada hari yang sama mengirim sebuah berita singkat di Twitter yang bunyinya sebagai berikut : Utusan khusus Tiongkok yang baru kembali dari Korea Utara tampaknya tidak berperan dalam mempengaruhi ‘little rocket man’ (julukan Kim Jong-un).

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Herbert McMaster mengatakan,”Kemungkinan meletusnya perang dengan Korea Utara yang miskin tapi bersenjata nuklir terus meningkat dari waktu ke waktu walaupun masih ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini dengan tanpa konflik senjata. Namun, kita sedang berlomba dengan waktu karena Kim Jong-un juga terus mendesak, jadi waktu yang tersisa tidak banyak lagi.”

Associated Press pada 2 Desember memberitakan, militer AS dan Tiongkok pada 29 November melakukan pertemuan dalam rangka kerjasama militer, pertemu berlangsung di Universitas Pertahanan Nasional, Washington DC.

Pentagon mengatakan bahwa kepala perencanaan untuk Kepala Staf Gabungan, Richard Clarke dari AS dan wakil kepala Staf Militer Gabungan Komisi Militer Nasional Tiongkok Shao Yuanming menghadiri pertemuan tersebut.

Pentagon lebih lanjut mengatakan bahwa pertemuan ini memberikan kesempatan kepada AS dan Tiongkok untuk membahas masalah kerjasama, mengambil tindakan menghadapi krisis, dan bagaimana menghindari kesalahan penilaian dan mengurangi resiko yang timbul akibat salah paham.

Pada hari yang sama, media corong PKT ‘Global Times’ menerbitkan editorial yang menyebutkan bahwa dengan diluncurkannya rudal antar benua oleh rezim Korea Utara pada akhir bulan November lalu, maka tekanan sanksi ekstrem yang diberikan oleh AS kepada Korea Utara akan jatuh ke pihak Tiongkok. Dengan demikian risiko perang juga terus meningkat.

Beijing menghadapi kesulitan untuk menentukan pilihan, karena itu yang bisa dilakukan adalah membuat persiapan untuk menghadapi variabel terburuk sambil berusaha untuk meredakan situasi.

Disebutkan ‘Global Times’ bahwa Beijing akan memegang teguh garis bawahnya sendiri dan melindungi kepentingan sendiri dengan tidak peduli terhadap bagaimana pihak lain akan menilainya, dan tidak akan menerima tuntutan yang berlebihan dari pihak mana pun.

Dan jika situasi berubah drastis, maka Beijing terpaksa bersikap : ya sudah, dihadapi saja.

Isi artikel tersebut sudah pasti ditujukan kepada AS dan Korea Utara. Jelasnya, Beijing sambil mengancam Korea Utara, menolak permintaan AS untuk meningkatkan tekanan sanksi kepada rezim Kim Jong-un.

Terkait masalah ini, pihak AS terus mendesak Tiongkok untuk memutus pasokan minyak ke Korea Utara, sedangkan pihak Tiongkok menghendaki tuntutan minimal untuk tidak menutup pasokan minyak yang disalurkan lewat pipa.

Para analis percaya bahwa langkah ini diambil demi menjaga ‘stabilitas’ kekuasaan rezim Korea Utara.

Tetapi kritikus lain berpendapat bahwa bisa saja Tiongkok takut akan terjadi tindak pembalasan dendam dari rezim Kim Jong-un yang semakin terdesak dan kalap. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Presiden Jokowi Ajukan KSAU Marsekal Hadi Sebagai Calon Panglima TNI

Epochtimes.id- Presiden Joko Widodo mengajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal sebagai Panglima TNI. Pengajuan KSAU untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pension.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan DPR RI sudah menerima surat yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (4/12/2017).

“Surat saya terima dan diserahkan langsung kepada Plt. Sekjen DPR Ibu Damayanti untuk kita proses,” kata Fadli kepada wartawan di ruang kerjanya.

Fadli menambahkan, selanjutnya pimpinan DPR akan mengggela rapat dan dibahas dalam Bamus DPR RI untuk membahas beberapa agenda termasuk untuk prolegnas dan beberapa agenda lain.

Menurut Fadli, setiap surat dari Presiden akan dibacakan dalam paripurna DPR RI. Kemudian, penugasan itu akan diserahkan kepada Komisi I DPR RI yang selanjutnya akan mengadakan fit and proper test calon Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1963. Ia alumni Akademi Angkatan Udara tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.

Marsekal Hadi Tjahjanto belum sampai setahun menjabat sebagai KSAU, sebelumnya dia mengemban tugas sebagai Irjen Kementerian Pertahanan 2016-2017 dan Sekretaris Militer Presiden 2015-2016.

Berasal dari unit Korps Penerbang (Angkut) TNI AU, sebelumnya Hadi sebagai Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013) , Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015) dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (2015)

Jika resmi dilantikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI, maka Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merupakan orang yang keduakalinya dalam sejarah TNI sebagai Panglima TNI dari matra Angkatan Udara.

Panglima TNI dari TNI AU pertama kali dijabat oleh Marsekal Djoko Suyanto pada 2006-2007 di era pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. (asr)

 

Bagaimana Rudal Balistik Antar Benua Bekerja ?

0

Bagaimana rudal balistik antar benua, termasuk yang dilakukan Korea Utara pada hari Selasa (28 November) yang terbang lebih dari 10 kali lebih tinggi daripada Stasiun Luar Angkasa Internasional,  bekerja?

Jawabannya tergantung pada jenis intercontinental ballistic missile (ICBM), rudal balistik antar benua, tersebut,  namun sebagian besar roket ini diluncurkan dari sebuah alat di darat, melakukan perjalanan ke angkasa luar dan akhirnya masuk kembali ke atmosfer bumi, jatuh dengan cepat sampai mereka mencapai target yang dituju.

“Sampai sekarang, tidak ada negara yang menembakkan ICBM sebagai tindakan perang melawan negara lain, walaupun beberapa negara telah menguji rudal ini dalam latihan praktek,” kata Philip Coyle, penasihat sains senior The Center for Arms Control and Non-Proliferation, sebuah organisasi non profit yang berkantor pusat di Washington, DC.  Tetapi meskipun tes Korea Utara juga dilakukan, sifat provokatif dari tes-tes ini memiliki banyak pemimpin dunia yang berada di sekelilingnya, menurut laporan berita.

Sebuah ICBM, sesuai namanya, dapat melakukan perjalanan dari satu benua ke benua lain. Begitu diluncurkan, ICBM melakukan perjalanan di dalam bentuk parabola, seperti bola bisbol yang terbang di udara. Sama seperti bola bisbol, sebuah ICBM bisa dilepaskan pada sudut manapun. Tapi dalam kasus Korea Utara, ICBM diluncurkan “hampir lurus ke atas,” kata Coyle kepada Live Science. “Mereka terbang lurus melawan gaya gravitasi dan turun dari jarak jauh dari Korea Utara … Jika mereka berada dalam jarak jauh, [orang Korea Utara] biasanya menjatuhkannya di sisi lain dari Jepang, yang tentu saja membuat Jepang sangat gelisah.”

Penting untuk dicatat bahwa Korea Utara tidak akan mengarahkan ICBM-nya langsung ke atas jika ingin meluncurkan serangan yang sebenarnya. “Mereka akan meluncurkan menuju target mereka, yang mungkin ribuan mil jauhnya,” kata Coyle. Itu berarti bahwa meskipun Hwasong-15, ICBM terbaru, menempuh jarak sekitar 620 mil (1.000 kilometer) dari lokasi peluncurannya, ia bisa melaju lebih jauh, mungkin lebih dari 8.100 mil (13.000 km) dari lokasi peluncurannya jika lintasan standar, menurut sebuah blog  pada 28 November yang ditulis oleh ahli rudal David Wright.

Namun, ini menantang untuk mengetahui sejauh mana ICBM Korea yang siap perang yang akan terbang, karena “praktiknya” ICBM-nya mungkin memiliki muatan ringan atau tidak sama sekali. Mirip sebuah muatan, seperti hulu ledak nuklir, akan menarik ke bawah ICBM tersebut 0078dan membatasi jarak yang bisa ditempuh, kata Coyle.

Tiga fase

Saat lepas landas, ICBM memasuki fase dorongan. Selama fase ini, roket tersebut mengirim ICBM ke udara, mendorongnya ke atas selama sekitar 2 sampai 5 menit, sampai mencapai ruang angkasa, kata Coyle. ICBM dapat memiliki hingga tiga tahapan roket. Masing-masing dibuang (atau dikeluarkan) setelah habis terbakar. Dengan kata lain, setelah tahap pertama berhenti terbakar, roket No. 2 mengambil alih, dan seterusnya.

Apalagi roket ini bisa memiliki propelan (bahan pembakar) cair atau padat. Propelan cair “umumnya membakar lebih lama dalam fase penguat daripada roket propelan padat,” kata Coyle. Sebaliknya, propelan padat “menyediakan energinya dalam waktu yang lebih singkat dan membakar lebih cepat.”

Propelan cair dan padat bisa mengirim roket sama jauh, “tapi kebanyakan negara memulai dengan teknologi propelan cair karena sudah dipahami dengan baik,” kata Coyle. “Saat mereka lulus, mereka beralih ke propelan padat untuk mendapatkan waktu bakar lebih cepat. Hal ini juga menghindari bahaya berurusan dengan cairan berbahaya yang mudah terbakar dan beracun.”

Pada fase kedua, ICBM memasuki ruang angkasa karena terus berlanjut pada lintasan balistiknya. “Ini terbang melintasi ruang angkasa dengan sangat cepat, mungkin 15.000 mph atau 17.000 mph [24.140 atau 27.360 km/jam],” kata Coyle. “Ini memanfaatkan kenyataan bahwa tidak ada hambatan udara di luar sana.”

Beberapa ICBM memiliki teknologi yang memungkinkan mereka melakukan pemotretan bintang, yaitu, mereka dapat menggunakan lokasi bintang untuk membantu mereka lebih berorientasi pada sasaran mereka, kata Coyle.

Pada fase ketiga, ICBM kembali memasuki atmosfer dan mencapai targetnya dalam hitungan menit. Jika ICBM memiliki pendorong roket, mungkin akan menggunakannya untuk lebih mengarahkan dirinya ke sasarannya, kata Coyle. Namun, karena panas yang hebat saat masuk kembali ke atmosfer, ICBM dapat terbakar dan berantakan kecuali jika mereka memiliki perisai panas yang tepat, Coyle menambahkan.

Untuk Hwasong-15, keseluruhan lintasan berlangsung selama 54 menit, jauh lebih lama dari tes 37 menit Korea Utara pada tanggal 4 Juli 2017, dan uji 47 menit pada tanggal 28 Juli 2017, Wright menulis di blognya.

Namun, meski beberapa negara memiliki ICBM – termasuk Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok dan India – tidak ada yang menembakkan mereka dalam serangan yang disengaja terhadap negara lain, kata Coyle. “Kita semua telah menguji ICBM untuk menunjukkan bahwa kita dapat melakukan, [apa sebenarnya yang dilakukan Korea Utara sekarang] [Tapi] kita tidak pernah benar-benar menggunakannya dalam perang, dan alasannya adalah perang nuklir dengan seluruh tenaga kita semua akan mati,” ungkapnya. (Livescience/ran)

Badai Siklon Ockhi di India, Korban Tewas Menjadi 30 Jiwa dan 600 Nelayan Berhasil Diselamatkan

Epochtimes.id- Laporan tidak resmi menyebutkan korban tewas akibat badai siklon Ockhi di India yang melanda negara bagian Kerala mencapai 30 jiwa dan lebih 600 nelayan yang terdampar di laut lepas pantai negara bagian berhasil diselamatkan.

Melansir dari NewIndianexpress, hingga Senin (4/12/2017) setidaknya 92 nelayan dari negara bagian dilaporkan hilang.

Di Kerala, sejauh ini, 690 nelayan telah diselamatkan dari laut. Pemerintah setempat telah menetapkan uang santunan yang akan diberikan kepada korban.

Sedangkan di negara bagian Tamil Nadu, sekitar 70 nelayan belum bisa diselamatkan dan jumlah korban tewas 1 jiwa.

Badai Ockhi juga telah beranjak dari pulau-pulau di Lakshadweep yang menyisakan kehancuran.

Nelayan setempat telah diminta oleh Departemen Perhubungan untuk tidak memasuki wilayah laut dalam di utara Tamil Nadu dan pantai Andhra Selatan sampai 25 Desember.

Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Topan Ockhi telah bergerak dari pulau-pulau Lakshadweep dan sekarang sekitar 1.000 km barat daya Surat Gujarat serta perlahan melemah.

Di tengah badai Okchi melanda India, hoax tentang siklon Ockhi dapat memicu terbentuknya tsunami di wilayah Teluk Benggala yang berbatasan dengan distrik Kanyakumari dan Nagapattinam di Tamil Nadu dan berbatasan dengan Kerala juga menyebar di India.

Departemen Meteorologi India (IMD) kepada media setempat mengatakan tak mungkin terjadi tsunami.

Lembaga Meteorologi India ini membantah semua pesan palsu yang beredar dan beberapa media juga mengeluarkan peringatan tsunami palsu. (asr)

Sumber : newindianexpress

Selama November, PBB Melaporkan 117 Jiwa Tewas dan 264 Terluka di Irak

Epochtimes.id- United Nations Assistance Mission for Iraq (UNAMI) atau Misi Bantuan PBB untuk Irak melaporkan sebanyak 117 warga sipil Irak terbunuh dan 264 terluka dalam aksi terorisme, kekerasan dan konflik bersenjata di Irak pada November.

Iraqinews.com, Minggu (3/12/2017) menyebutkan jumlah warga sipil yang terbunuh pada November (tak termasuk polisi) berjumlah 114 dan terluka (tidak termasuk polisi) mencapai 264 jiwa.

UNAMI dalam rilis bulanannya menyebutkan jumlah tersebut, Baghdad adalah provinsi yang terkena dampak paling parah, dengan 201 korban sipil (51 tewas, 150 terluka).

Provinsi Salahaddin berjumlah 24 jiwa tewas dan 60 lainnya cedera, dan Kirkuk berjumlah 12 korban tewas dan 28 lainnya cedera.

UNAMI menyampaikan belum bisa mendapatkan jumlah korban jiwa dari Departemen Kesehatan Anbar pada November.

Pada Oktober lalu, UNAMI mengumumkan dalam rilis bulanannya bahwa sekitar 114 warga sipil Irak terbunuh, sementara 244 lainnya terluka akibat terorisme, kekerasan dan konflik bersenjata.

Kekerasan di negara tersebut telah melonjak lebih jauh dengan munculnya militan ekstrimis Daesh atau Islamic State yang memproklamirkan berdirinya “Khilafah Islam” di Irak dan Suriah pada 2014.

Meningkatnya kekerasan antara kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah menyebabkan lebih dari 3 juta jiwa pengungsi di Irak dan menyebabkan lebih dari 11 juta jiwa membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Pemerintah Irak menyatakan runtuhnya pengaruh teritorial IS di Irak pada awal November ketika tentara berhasil merebut kembali Rawa.

Kota Rawa merupakan wilayah di perbatasan barat Anbar dengan Suriah dan merupakan benteng terakhir kelompok tersebut di Irak. (asr)

Sumber : Iraqinews.com

Investor Lirik Amerika Karena Tiongkok Pajaki Sumbangan Dana Kesejahteraan Sosial

0

EpochTimesId – Mantan Ketua Dewan Beijing Huayuan Property Co., Ltd. Ren Zhiqiang baru-baru ini diundang untuk menghadiri Pertemuan Puncak Keuangan Phoenix tahun 2017. Kali ini ia berpidato tidak memilih topik dunia properti yang menjadi keahliannya, melainkan berdiri di pihak kepentingan pengusaha untuk menyuarakan isi hati mereka.

Phoenix Financial pada 3 Desember memberitakan, Para konglomerat Amerika Serikat dari Ford, Buffett sampai Bill Gates dan investor lainnya selalu bersedia untuk mengeluarkan sebagian dari keuntungan usaha mereka untuk disumbangkan kepada yayasan yang mengelola kesejahteraan sosial. Mengapa orang-orang berduit di Tiongkok Daratan justru tidak antusias untuk melakukan kegiatan amal?

Menurut Ren Zhiqiang, alasan dasarnya adalah karena mereka tidak memiliki Undang-Undang Kewajiban Sosial Perusahaan yang mengatur masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial.

Sebagai contoh seperti yang dialami Cao Dewang, dia mengeluarkan dana sebesar 3,6 miliar (renminbi) untuk disumbangkan kepada yayasan publik. Namun, akhirnya ia dikejar kantor pajak, dan diwajibkan untuk membayar pajak sebesar 600-700 juta (renminbi).

“Bagaimana kita bisa memiliki pengusaha yang bersedia melakukan kegiatan amal?” ujar Ren Zhiqiang, seperti dikutip dari EpochTimes.com, Senin (4/12/2017).

Cao Dewang adalah Ketua Dewan Fuyao Glass Industry Group Co., Ltd. (pabrik kaca) dalam sebuah ceramah pernah mengatakan bahwa ia telah menyumbangkan dana lebih dari 8 miliar untuk kesejahteraan sosial di Daratan. Hitung-hitung berikut pajak penghasilan sejak perusahaan didirikan sampai sekarang, dana yang dibayarkan sudah mencapai total lebih dari 12,7 milyar (renminbi).

Dalam pertemuan puncak keuangan itu Ren Zhiqiang mengatakan, sebagai seorang pengusaha, hal paling jelas yang ia rasakan adalah bagaimana membangkitkan kebaikan, belas kasih yang ada dalam hati setiap individu. Jika setiap orang mau bergerak dari sudut pandang kebajikan, masyarakat akan menjadi lebih baik.

“Tetapi jika bergerak dari sudut pandang kekuasaan, maka kondisi masyarakat sudah dapat dipastikan akan terus memburuk. REITs (Real Estate Investment Trust) yang juga kita miliki kita ambil sebagai contoh, REITs atau dana investasi lahan yasan di Keuangan Amerika itu dibebaskan dari pajak penghasilan. Mengapa Anda tidak? Pemerintah AS sekarang sudah memotong tarif pajak, Apakah Tiongkok akan tetap diam tidak ingin mengambil langkah apapun? Jika tidak ada rangsangan, orang tentunya akan hengkang,” keluhnya.

Fuyao Glass Industry Group Co., Ltd. telah menanamkan dana sebesar $US 600 juta untuk mendirikan pabrik kaca mobil di Ohio, Amerika Serikat. Pabrik tersebut mulai berproduksi pada akhir tahun 2016.

Cao Dewang menggambarkan alasan utama memindahkan pabrik dari Tiongkok antara lain adalah karena tarif PPN Tiongkok cukup tinggi. Keuntungan biaya tenaga kerja di Tiongkok yang murah sekarang sudah hilang, dengan adanya kebijakan pemerintah AS yang mendukung investor untuk membangun pabrik di AS. (ET/Sinatra/waa)

Trump Sarankan Investor Gugat Jaringan Media ABC

0

ErabaruNews – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyarankan agar investor yang kehilangan uang saat Dow Jones turun 350 poin menggugat jaringan media ABC. Para investor kehilangan uang karena adanya berita ABC News yang kemudian dikoreksi.

“Orang-orang yang kehilangan uang saat Pasar Saham turun 350 poin berdasarkan laporan salah dan tidak jujur oleh Brian Ross dari @ABC News (dia telah diskors), harus mempertimbangkan untuk menyewa seorang pengacara dan menuntut ABC atas kerugian yang dilaporkan oleh laporan buruk ini. – jutaan dolar!” tulis Trump dalam akun twitter nya.

Ross, 69 tahun, sudah diskors pada Sabtu (2/12/2017) oleh ABC selama empat minggu atas laporan salahnya tentang Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional. Dia mengatakan bahwa Trump telah mengarahkan Flynn untuk melakukan kontak dengan pemerintah Rusia saat dia menjadi kandidat.

“Kami sangat menyesal dan meminta maaf atas kesalahan serius yang kami lakukan kemarin,” kata jaringan media tersebut dalam sebuah pernyataan. “Laporan yang disampaikan oleh Brian Ross selama laporan khusus tersebut belum sepenuhnya diperiksa melalui proses standar editorial kami. Sebagai hasil dari pelaporan lanjutan kami selama beberapa jam berikutnya akhirnya kami menentukan informasinya salah dan kami mengoreksi kesalahan di udara dan online.”

“Sangat penting kita mendapatkan berita dengan benar dan mempertahankan kepercayaan yang telah kita bangun dengan pendengar kita – inilah prinsip inti kita. Kami jatuh jauh dari itu kemarin. Efektif segera, Brian Ross akan diskors selama empat minggu tanpa bayaran.”

Trump segera menanggapi pengumuman ABC.

“Selamat kepada @ABC News untuk merumahkan Brian Ross atas laporannya yang tidak akurat dan tidak jujur mengenai Rusia, Rusia, Rusia, pemburu penyihir. Lebih banyak Jaringan media dan ‘koran’ harus melakukan hal yang sama dengan berita palsu mereka!” tweet Trump.

Ross telah dituduh mempolitisasi berita di masa lalu. Pada tahun 2012, ABC meminta maaf saat dia melaporkan penembakan di Aurora, Colorado, dengan mengatakan bahwa tersangka James Holmes terhubung dengan Tea Party. Ternyata yang dimaksud adalah orang yang berbeda, dengan nama mirip yaitu Jim Holmes.

Pada hari Jumat, saat laporan tersebut dirilis, pasar saham turun 350 poin pada satu titik. Namun ditutup turun 40 poin pada akhir perdagangan.

Sementara itu, Flynn mengaku bersalah dan berbohong kepada FBI pada hari Jumat (1/12/2017). (waa)

Bayi Pertama Lahir dari Wanita Penerima Transplantasi Rahim di Amerika

0

ErabaruNews – Pertamakalinya di Amerika Serikat, seorang wanita yang menerima transplantasi rahim melahirkan bayi dengan selamat di Texas. Sang Ibu dulunya dikabarkan terlahir tanpa memiliki rahim, seperti dikutip dari NTDTV, Senin (4/12/2017).

Wanita itu melahirkan bayi laki-laki bulan lalu di Baylor University Medical Center di Dallas, Texas. Dia sebelumnya menerima transplantasi dari RS yang sama, menurut sebuah video yang diposting oleh rumah sakit tersebut.

Craig Civale, juru bicara rumah sakit mengkonfirmasi pada hari Jumat, 1 Desember 2017 bahwa kelahirannya berhasil, namun dia tidak memberikan rincian lainnya. Identitas keluarga tidak terungkap karena alasan privasi.

Bagi Amerika Serikat, ini adalah kasus perdana. Namun, beberapa tahun yang lalu kasus yang sama juga terjadi di Swedia, seperti dikutip dari CBS News.

https://www.facebook.com/BSWHealth/videos/10155225931516173/

“Kelahiran hidup pertama dari penerima transplantasi rahim di Amerika Serikat merupakan tonggak sejarah dalam pekerjaan kita untuk memecahkan infertilitas faktor uterus yang mutlak; Tapi yang lebih penting, saat yang indah untuk cinta dan harapan seorang ibu yang diberi tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki anaknya sendiri,” kata Dr. Giuliano Testa, peneliti utama percobaan klinis tersebut.

Di Swedia, delapan bayi lainnya telah berhasil terlahir pada wanita yang menjalani transplantasi rahim di Rumah Sakit Universitas Sahlgrenska di Gothenburg.

New York Times melaporkan bahwa sekitar 50.000 wanita dilahirkan tanpa rahim atau yang harus menyingkirkannya karena kanker atau komplikasi lainnya.

Transplantasi biasanya hanya bersifat sementara, guna memberi cukup waktu bagi wanita untuk memiliki satu atau dua anak sebelum diangkat kembali. Waktunya terbatas karena penerima transplantasi rahim harus minum obat penekan kekebalan tubuh untuk mencegah penolakan organ.

Penn Medicine di Philadelphia mengumumkan bulan lalu bahwa mereka juga akan mulai menawarkan transplantasi rahim, CBS News melaporkan.

Rumah sakit Baylor memiliki sebuah studi yang berjalan selama bertahun-tahun untuk mendaftarkan hingga sepuluh wanita untuk transplantasi rahim. Pada tahun 2015 rumah sakit tersebut mengatakan bahwa empat wanita telah menerima transplantasi, namun tiga rahim harus diangkat karena aliran darahnya buruk.

American Society for Reproductive Medicine mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Jumat yang menyebut kelahiran Dallas sebagai tonggak penting lainnya dalam sejarah pengobatan reproduksi.

“Bagi wanita yang lahir tanpa rahim yang berfungsi, transplantasi mewakili satu-satunya cara mereka bisa melakukan kehamilan,” kata pernyataan komunitas tersebut.

Komunitas ini mengumpulkan para ahli untuk mengembangkan panduan untuk program yang ingin menawarkan layanan ini. (waa)