Cara Ampuh Sembuhkan Kanker

0

EpochTimesId – Benarkah kanker tidak perlu diobati? NTD.TV mengutip dari buku ‘Kanker Bukan Penyakit’ bahwa ‘Sama sekali tidak perlu mengobati kanker’. Dengan tidak diobati maka rasio keberhasilan untuk bertahan hidup lebih tinggi daripada menjalani pengobatan kanker.

Praktek medis modern Barat, termasuk pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi dan sebagainya, malah menghasilkan dampak yang sangat besar. Proses pengobatan justru merupakan penyebab utama kematian bagi pasien!

Tentu saja, kanker harus diobati, namun, bukan pengobatan secara pembedahan. Tapi, harus dilakukan adalah mengubah suasana hati, mengurangi stres. Konsumsi makanan higienis!

Pengobatan barat modern terlalu keras, banyak yang tidak bisa pulih dari operasi. Orang normal juga tidak akan suka ada yang membiarkan kita bedah perut, sebab terlalu riskan!

Lagipula momok seusai proses radiologi, pengobatan kimiawi lebih mengerikan, membunuh semua sel, ini adalah pengobatan yang tidak terarah! Sama sekali tidak tahu yang benar-benar dapat menyebabkan kematian adalah racun dan lingkungan patologis yang menyebabkan pertumbuhan tumor, bukan sel kanker !

Jika misalnya hari ini tumor diangkat, dan sejumlah masalah pada tubuh semula masih ada, maka kanker itu tetap akan kambuh kembali. Oleh karena itu, masalah yang mendasar bukan terletak pada operasi atau tidak, melainkan apa masalah yang terjadi pada kehidupan orang ini, apakah merasakan penyakitnya?

Jika memang harus operasi, maka harus ditanyakan, apakah orang ini akan merasa nyaman dari berbagai masalah tubuh pada dirinya, perlu dicatat, bahwa sebagian besar orang akan lebih menderita setelah operasi.

Tingkat keberhasilan kesembuhan pada pengobatan secara operasi dan sebagainya itu pasti ada, bukan? Berapa prosentasenya?

Sebuah data statistik, jika ditilik dari tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun itu adalah tujuh persen, Anda merasa tinggi atau rendah?

Jika tidak mengobatinya juga belum tentu akan mati, juga tidak akan mengurangi kualitas hidup. Kecuali tumor terlalu besar, menghambat kenormalan tubuh.

Meskipun sudah operasi, pasien juga harus segera mengubah kebiasaan hidup sehari-hari : tidur lebih awal, konsumsi makanan yang higienis, meditasi rutin, rileks, harus sabar, sering-sering berhubungan dengan alam, lakukan hal-hal yang menggembirakan, ini baru cara merawat kesehatan yang baik.

Apa ada contoh penyakit yang bisa membaik tanpa diobati?

Di Inggris pernah ada pasien yang dianjurkan dokter untuk pulang saja ke rumah, tunggu ajal menjemput beberapa hari lagi. Kebetulan pasangannya itu mengidap penyakit kronis akut, akhirnya keduanya memutuskan setelah membereskan harta gono gini, kemudian berkeliling dunia dengan suasana gembira.

Hasilnya, setelah setahun kemudian mereka masih hidup, kemudian mereka memeriksa kembali di rumah sakit. Diluar dugaan, tumor yang diidapnya sudah lenyap.

Sebab suasana hatinya sangat ceria ketika wisata! Jadi, tidak perlu ambil pusing dengan ancaman (vonis penyakit mematikan) dokter yang merawat Anda, celakalah Anda jika termakan dengan vonisnya.

Sejumlah penelitian mendapati, bahwa jika beberapa metabolisme tubuh berubah menjadi lebih baik, maka kanker juga akan lebih baik.

Dengan demikian, “fungsi metabolisme tubuh, fungsi kekebalan tubuh, fungsi detoksifikasi tubuh,” inilah yang seharusnya diperkuat, dan ini dapat menghindari penyumbatan terhadap tubuh Anda, dan menghindari timbunan racun di tubuh.

Dalam beberapa kasus, ada yang sama sekali tidak tahu bahwa dirinya mengidap penyakit kanker, namun, bisa terus hidup normal dan bahagia sampai meninggal secara wajar, tidak pernah melakukan pemeriksaan di ruma sakit, sehingga terhindar dari ancaman dokter, (yang menakut-nakuti).

Sel kanker bukan faktor kesalahan terkait, hanya sistem di berbagai tubuh dan organ, akumulasi fisik dari sejumlah besar faktor penyebab penyakit kanker adalah faktor utamanya.

Masalah stres, depresi dan dampak emosional lainnya yang terjadi, inilah yang seharusnya segera diselesaikan. Karena itu, pandangan yang menganggap sel kanker sebagai “elemen jahat” itu sangat tidak bijaksana.

Masalah yang sesungguhnya adalah apa yang terjadi dengan diri Anda, yang menyebabkan tubuh Anda mentolerir perkembangbiakan dan penyebaran kanker.

Salah satu diantaranya adalah makanan Anda semuanya berupa daging, ikan, susu, telur, dan efek sintetis dari berbagai faktor lainnya, yang menyebabkan karsinogenis tubuh secara keseluruh.

Dahulu kala, Jepang memiliki sepasang saudari kembar, mereka bernama Kinsan Ginsan Twins, mereka hidup bahagia hingga usia puncak manusia (di atas 100 tahun), mereka tidak menjalani medical chek up, sebab mereka langsung menolaknya.

Karena itu, anak-anak mereka yang berbakti, tidak akan meminta kedua nenek itu untuk ke ruang operasi hanya karena bujukan staf medis, jadi, bagaimana menurut Anda ?

Bagaimana cara mencegah kanker ? Menjaga mulut secara ketat (Tidak makan menurut nafsu keinginan).

Menyingkirkan kebiasaan buruk yang rentan terhadap kanker—- misalnya merokok, minuman keras, istirahat tidak teratur, tinggal di lingkungan polusi yang buruk dan sebagainya.

Cobalah mulai perhatikan tubuh Anda, perhatikan juga suasana hati Anda, ini sudah termasuk perawatan fisik dan mental, adalah kecerdasan di dunia sehat!

Jalinlah persahabatan baik dan ceria! Dengarkan musik-musik yang lembut ! Berlatih tersenyum di depan cermin. Tersenyumlah dimana-pun anda berada, beri salam kepada tetangga atu orang-orang sekitar ! Jalan-jalan ke taman, dengarkan dan amati sejenak kearifan alam, nikmati hidup ini dengan ceria hingga tiba waktunya. (jhn/yant)

Ternak Domba Antara Usaha Dan Wisata

0

EpochTimesId – Jika anda merasa bosan dengan aktivitas sehari-hari di perkotaan anda mungkin perlu mencoba usaha sambilan beternak domba. Sebab, dengan beternak domba anda bisa sekaligus merasakan suasana perkampungan.

Peluang usaha itu sepertinya menjadi inspirasi bagi seorang pengusaha Yovan Putera, dengan membeli lahan peternakan dan perkebunan di Jonggol, Jawa Barat. Di kawasan ini, dia tidak hanya memelihara ternaknya sendiri, tapi juga memelihara hewan ternak mitra bisnisnya.

Baru-baru ini, sejumlah mahasiswa dan alumni Universitas Terbuka bekerjasama menjalankan usaha ternak domba. Usaha ternak bersama ini untuk sementara difokuskan pada usaha penggemukan domba di kawasan Jonggol, Jawa Barat. Nah, usaha ini juga dimotori oleh Yovan Putra, salah seorang mahasiswa Statistik di UT.

“Beberapa orang kawan-kawan mahasiswa dan alumni UT sudah ikut serta. Pembagian hasil usaha juga sudah disepakati bersama,” ujar Yovan Putra, melalui Sosial Mesenger, baru-baru ini.

Dalam usaha bersama ini, mereka yang berminat untuk bergabung dalam usaha bersama ini akan dibantu membeli anakan domba sesuai harga pasar. Peserta usaha disepakati untuk menyiapkan anggaran Rp. 1.360.000,- dimana nilai investasi tersebut untuk pembelian anakan domba dan pengadaan pakan ternak.

Tim peternakan kemudian akan bertanggungjawab dalam memelihara dan merawat anakan domba selama sekitar empat hingga delapan bulan, hingga domba besar siap untuk dijual. Keuntungan dari penjualan domba kemudian dibagi dua antara pemilik modal investasi dan tim peternakan.

Perawatan hewan ternak melibatkan tenaga ahli seperti dokter hewan dan juga melibatkan petani ternak setempat. Disamping itu, kawasan peternakan sekaligus memberikan sumbangsih positif untuk proses pengobatan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Lokasi peternakan ini sebenarnya area untuk pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu juga untuk lokasi therapi kepada anak-anak kota yang kecanduan gadget. Jadi di sini ada saling isi dan saling melengkapi, lahan yang ada bisa dimaksimalkan, selain itu peternakan yang ada juga sedikit banyak berpengaruh positif untuk anak-anak yang sedang menjalani therapi,” sambung Yovan.

Salah seorang peserta usaha bersama, Yahya, menuturkan sudah melihat-lihat lokasi peternakan. Menurutnya, beternak domba masih dilaksanakan dengan teknik pemberian pakan dengan mengarit. Sehingga nutrisi alami bagi hewan ternak bisa terpenuhi. Mahasiswa Ilmu Manajemen UT ini juga mengaku salut dengan pengelolaan peternakan yang sekaligus untuk sarana pendidikan dan therapi psikologis anak-anak.

“Sebetulnya peternakan ini bukan semata dibuat untuk keperluan bisnis ternak, tapi untuk menunjang fasilitas penanganan anak berkebutuhan khusus, seperti penyandang autisme dengan menggunakan metode terapi yang dibantu hewan, atau dikenal dengan Animal Assisted Therapy. Anak-anak itu diperkenalkan interaksi yang intense dengan hewan dan alam,” tuturnya.

Di tempat ini pun dibangun pemondokan-pemondokan yang diperuntukkan untuk para anak yang ikut terapi dan juga program pengenalan alam. Fasilitas pemondokan ini juga bisa dinikmati oleh mitra usaha bersama penggemukan domba. (waa)

Traveling Air Terjun Bali Badung Utara

0

EpochTimesId – Siapa bilang objek wisata alam di Pulau Bali hanya Pantai? Memang, Bali sejak lama sudah dikenal sebagai daya tarik wisata yang memiliki ratusan pantai yang eksotis. Namun, bagi pecinta traveling Bali juga menyediakan wisata alam lainnya, sebut saja air terjun di kawasan pegunungan.

Bahkan, lokasi wisata air terjun tidak terlalu jauh dari kawasan pantai Kuta di Kabupaten Badung!

Pantai Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Peti Tenget, Jimbaran, dan banyak pantai berpasir putih bersih. Belum lagi, Pantai Uluwatu, Dreamland, dan sejumlah pantai yang dihiasi indahnya tebing karang. Semua itu bisa ditemui di Badung kawasan selatan.

Jika Badung selatan dianugerahi lusinan destinasi pantai nan indah, Badung utara memiliki destinasi wisata pegunungan nan asri. Tentunya dilengkapi hutan, sungai, persawahan, dan air terjun.

Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Air Terjun Nungnung. Ini adalah air terjun yang bersaudara, karena letaknya berdekatan, namun tidak bisa dikatakan kembar karena tidak bersebelahan.

Air terjun Nungnung terletak di desa Pelaga, Kecamatan Petang. Guna mencapai kawasan air terjun dari Badung selatan, turis bisa menggunakan kendaraan sewa dengan jarak tempuh 1,5-2 jam. Namun tidak perlu khawatir, karena dalam jalur ini banyak objek wisata lainnya yang bisa disinggahi. Seperti Taman Ayun Mengwi, hutan kera Sangeh, dan beberapa objek wisata alam lainnya.

Untuk menuju lokasi air terjun, wisatawan harus masuk sejauh 100 meter dari jalan raya utama guna menuju tempat parkir. Tentu saja, akses masuk jalan dapat dilalui dengan kendaraan mobil maupun sepeda motor. Di tempat parkir juga terdapat warung penduduk lokal yang menjual minuman kemasan dan makanan ringan.

Nah, guna menuju lembah air terjun, wisatawan harus menuruni anak tangga sejauh satu kilometer dengan jarak tempuh sekitar 10-15 menit. Para turis tidak perlu khawatir, karena hampir semua anak tangga sudah dibeton.

Pemandangan sepanjang anak tangga juga dijamin menyenangkan, sebab ada pemandangan hijau dan menyegarkan nan asri yang menemani. Selain itu, jika kelelahan ketika turun maupun naik tangga, wisatawan bisa beristirahat di sejumlah pondok pada pertengahan jalur tangga.

Tentunya, wisatawan juga bisa mandi di kolam bawah air terjun. Para turis hanya perlu berhati-hati dengan derasnya arus air menuju sungai. Jika hendak mandi, sebaiknya mempersiapkan pakaian dari kawasan parkir, karena di bawah tidak ada fasilitas toilet atau kamar ganti.

Objek wisata ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan nusantara pada bulan-bulan tertentu. Sementara pada hari sabtu, minggu, dan liburan sekolah, bisa dipastikan wisatawan lokal akan memadati air terjun ini. (waa)

Jangan Panik Setiap Orang Punya Sel Kanker

0

EpochTimesId – Jika dokter memberitahu bahwa seseorang mengidap penyakit kanker, janganlah panik. Kepanikan justru akan memperparah kondisi fisik. Sebab, kanker bukanlah sumber penyakit yang sesungguhnya.

Faktanya, setiap orang dewasa setiap harinya pasti akan menghasilkan 30 miliar sel yang mati. Diantara sel-sel mati itu, sekitar 1 hingga 10 persen adalah sel kanker, seperti dikutip oleh NTD.TV dari buku ‘Kanker Bukan Penyakit’. Artinya, setiap orang adalah wadah bagi sel kanker.

Buku ‘Kanker Bukan Penyakit’ menjelaskan bahwa sel kanker dihasilkan oleh tubuh manusia secara otomatis (mutasi). Setiap orang dewasa bahkan menghasilkan jutaan sel kanker setiap harinya.

Karena itu janganlah panik dalam menyikapi sel kanker. Karena panik adalah sikap yang sangat tidak bijaksana. Kepanikan akan meningkatkan tekanan psikologis.

Kepanikan juga mempengaruhi metabolisme dan vitalitas, mengacaukan endokrin, sehingga menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya malah membuat semakin banyak sel normal mengalami mutasi, salah-salah sel kanker semakin bertumpuk.

Buku ‘Kanker Bukan Penyakit’ juga menjelaskan bahwa pertumbuhan dan kematian sel-sel kanker, sama seperti dengan pertumbuhan dan kematian sel manusia pada umumnya. Mereka memiliki kondisi kerja alami di dalam tubuh.

Sama halnya dengan kanker, Tumor mengapa bisa tumbuh semakin besar dalam tubuh manusia? Dalam berbagai penyebab penyakit kanker, dan di bawah faktor mutasi, sel-sel kanker akan bertumbuh setiap saat. Tapi, sel kanker juga akan menua dan mati setiap saat ketika tubuh bermetabolisme. Tentunya, sel-sel kanker akan mati jika tubuh, endokrin, dan sistem kekebalan tubuh kita bekerja secara normal.

Sebaliknya, sel kanker akan menumpuk jika sistem kekebalan tubuh, metabolisme tubuh dan endokrin tidak bekerja secara normal. Dampaknya, dalam jangka panjang mereka akan semakin menumpuk, bersatu, dan membesar sehingga menjadi tumor.

Jadi, tumor itu adalah hasil akumulasi jangka panjang (3-5 tahun) dalam keadaan tidak wajar di sekujur tubuh. Selain gaya hidup yang tidak sehat, penyebabnya juga disumbang akumulasi mental, psikologi, waktu istirahat, kebiasaan dan lingkungan hidup penderita yang buruk dalam jangka panjang.

Sel-sel kanker akan mati demikian juga dengan sel normal. Sel kanker akan dibasmi oleh sel pembunuh T. atau pada akhirnya akan mengurai dan mati.

Apa jadinya jika kanker tidak diobati?

Menurut anatomi tubuh dalam dunia medis, sebanyak 33% pria memiliki kanker prostat, tetapi hanya 1% yang meninggal karenanya. Pada kanker tiroid, kanker pankreas yang ditemukan juga sebanyak 30 hingga 40 kali lipat dari kasus yang diperiksa di rumah sakit.

Maka kesimpulannya adalah, jika sel-sel tubuh layaknya manusia, mereka setiap hari akan keluar masuk ke toilet. mereka setiap hari buang air besar dan kecil, serta buang angin, membuang kotoran dalam tubuh.

Namun walau sistematika ini sangat membantu bagi kesehatan, tidak banyak orang yang peduli dan memperhatikan fungsi besarnya. Jadi, mari anggap sel kanker itu sebagai aktivitas buang air, sebagai suatu sistem yang wajar. Kita hanya perlu merawat sistemnya, jangan malah menghancurkannya. (jhn/yant)

 

Belasan Informan CIA Dibunuh komunis Tiongkok

0

EpochTimesId – Sedikitnya 18 informan Agensi Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat dilaporkan dibunuh oleh pihak rezim komunis Tiongkok. Mereka dibantai oleh komunis antara 2010 dan 2012 dalam operasi sabotase terhadap program operasi mata-mata Amerika Serikat.

Seperti dikutip oleh Secretchina dari New York Times, Sabtu (20/5/2017) jati diri mereka terungkap diduga karena dua alasan yang masih diperdebatkan. Dua penyebab identitas mereka terungkap kemungkinan karena rezim komunis meretas sistem intelijen CIA atau ada agen CIA yang membelot dan membocorkan data informan.

Para perwira penyidik hingga kini masih berbeda pendapat mengenai kasus mata-mata CIA tersebut. Padahal, pembunuhan itu merusak jaringan yang telah dibangun CIA selama bertahun-tahun.

Pejabat AS yang minta namanya tidak dikorankan mengatakan kepada ‘New York Times’, bahwa satu informan ditembak mati di depan sebuah gedung pemerintahan Partai komunis Tiongkok. Pembunuhan itu dinilai sebagai pesan untuk memberikan ganjaran bagi mereka yang bekerja sama dengan Washington.

Pejabat tersebut menambahkan kegiatan PKT mulai memberangus mata-mata CIA itu terjadi sejak 2010 silam. Ketika itu, agen mata-mata AS memperoleh informasi berkualitas tinggi tentang pemerintah Tiongkok dari sumber-sumber dalam birokrasi, termasuk otoritas PKT yang merasa tidak aman karena korupsi.

Sayangnya, CIA menolak berkomentar saat ditanya tentang laporan New York Times tersebut, Sabtu (20/5/2017).

Laporan terkait mengatakan, bahwa informasi tersebut mulai berhenti pada akhir tahun 2010 disusul dengan hilangnya informan pada awal 2011.

Seiring dengan semakin banyaknya sumber yang terbunuh, Biro Investigasi Federal (FBI) dan CIA mulai melakukan penyelidikan bersama mengenai penerobosan dan kebocoran tersebut. Mereka memeriksa semua operasi yang dijalankan di Beijing dan setiap pegawai Kedutaan Besar AS di negeri Tirai Bambu tersebut.

Investigasi tersebut pada akhirnya dipusatkan pada seorang mantan agen CIA yang bekerja di sebuah divisi yang mengawasi Tiongkok. Namun, tidak ada cukup bukti untuk menangkapnya. Sementara sejumlah penyidik percaya bahwa PKT telah meretas sistem komunikasi rahasia CIA.

Sementara penyidik lainnya berpendapat bahwa penerobosan data intelijen tersebut merupakan hasil dari kecerobohan mata-mata AS, termasuk melakukan perjalanan dengan rute yang sama ke titik pertemuan yang sama atau bertemu sumber di restoran yang ditanami perangkat penyadap.

Laporan tersebut menyebutkan, pada 2013, intelijen AS menyimpulkan operasi komunis untuk mengidentifikasi agen intelijen AS telah berkurang. Kini CIA telah berusaha membangun kembali jaringan mata-matanya di sana. (Jhony/rp)

Rio Haryanto Jajal Balap Mobil Listrik

0

EpochTimes.Id – Usai beristirahat setelah gagal menyelesaikan satu musim balapan Formula1, Rio Haryanto akan segera memiliki tunggangan baru. Pembalap yang sempat malang melintang di Formula2 itu akan menjajal balapan mobil listrik.

Pemuda 24 tahun itu dijadwalkan menjajal mobil Formula E di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Selasa (3/10/2017) mendatang. Tes resmi Formula E dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu Senin (2/10/2017) hingga Rabu (4/10/2017). Balapan digelar guna menyambut musim keempat Formula E.

“Saya sangat menantikan tes Formula E ini. Saya sudah menonton beberapa balapannya yang sangat menarik di TV. Formula E selalu menyuguhkan kompetisi yang ketat. Tampaknya kejuaraan ini akan terus tumbuh di seluruh dunia, dan akan sangat luar biasa jika Formula E suatu saat nanti menggelar balapan di jalanan Jakarta,” kata Rio dalam keterangan tertulis.

Musim perdana balap mobil listrik Formula E Championship digelar pada 2014. Balapan perdana musim keempat sendiri akan diadakan di Hong Kong, pada 2 Desember 2017.

Founder dan CEO Formula E, Alejandro Agag, mengaku sangat menantikan kiprah Rio menunggangi mobil Formula E. Menurutnya, pebalap asal Solo itu memiliki nama dan wajah yang familiar pada ajang balap “single-seater”.

“Rio memiliki potensi untuk menambahkan namanya ke dalam daftar para pebalap yang fantastis ini di masa depan. Terlebih Indonesia memiliki penggemar dan komunitas motorsport yang tumbuh pesat,” beber Alejandro.

Penggemar olahraga otomotif sepertinya memang sudah menantikan kiprah Rio. Apalagi dia sudah cukup lama absen, setelah menjalani 12 seri balapan bersama Manor Racing Team, pada paruh pertama musim 2016 F1.

Anak dari Indah Pennywati mengisi waktu gantung setirnya dengan bekerja di perusahaan keluarga. Dia bekerja pada perusahaan yang bergerak di bidang Pulp and Paper di Solo, Jawa Tengah. (waa)

Menantang Einstein dengan Hipotesa Bumi Terdapat Ruang Dimensi ke-5

0

Epochtimes.id– Menurut teori relativitas Einstein, bahwa ruang 3 dimensi plus poros waktu tempat kehidupan manusia terbentuk menjadi ruang yang disebut 4 dimensi.

Namun fisikawati dari Universitas Harvard, AS, yang pernah dimuat oleh majalah Times yakni Lisa Randahl dengan berani membuat hipotesa, bahwa di bumi, kemungkinan memiliki ruang dimensi ke-5.”

Dunia fisika Internasional dibuat terkejut begitu teori yang revolusioner ini dikemukakan.

Beberapa waktu lalu, profesor Lisa bertolak ke Jepang memenuhi undangan Universitas Tokyo dan memberikan kuliah dalam pertemuan itu, dengan berani ia mengemukakan sebuah hipotesa yang bersifat revolusioner, di bumi kemungkinan eksis ruang dimensi ke-5.

Karena hipotesa ini saling bertentangan dengan teori tentang ruang 4 dimensi dalam teori relativitas umum Einstein, sehingga dunia fisika Internasional dibuat terperangah.

Lisa menuturkan : “menurut saya di bumi terdapat ruang dimensi ke-5 dan dimensi lainnya. Jika hipotesa ini benar, maka ruang dimensi lainnya (dimensi 5) sebenarnya tidak jauh dari kita, bahkan dapat dikatakan sangat dekat, hanya saja mereka tersembunyi dengan baik, hanya saja kita tidak dapat melihatnya.”

Jika Lisa bernasib mujur, maka paling cepat tahun depan, ia dapat mengubah hipotesa ruang dimensi ke-5 nya menjadi teori yang baru sepenuhnya. Ini dikarenakan, pusat riset atom Eropa saat ini tengah membangun sebuah mesin tabrak partikel yang terbesar di dunia di kedalaman 100 meter lebih di bawah tanah di perbatasan antara Perancis dan Swiss.

Jika dioperasikan secara resmi, maka dalam beberapa pekan ke depan, mesin unik ini dapat menjawab sejumlah soal yang paling muskil dalam fisika, misalnya struktur dan asal muasal alam semesta, serta ruang dimensi lain dan sebagainya.

Menurut informasi, bahwa proyek percobaan dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya itu telah mengumpulkan ilmuwan dari 34 negara di dunia, dengan menelan biaya mencapai 4 miliar dollar AS.

Di Universitas Tokyo, profesor Lisa meninggalkan pesan yakin dengan intuisi dan nikmati ilmu pengetahuan.

Lisa berharap dapat mendorong semangat ilmuwan muda lainnya dengan kata-katanya ini, dan bisa seperti dirinya, menemukan kemungkinan yang tak terbatas dari suatu ketidakdugaan, menerobos dunia laki-laki”.

Selama ini, teori fisika yang dalam dan sulit dimengerti dianggap sebagai “dunia-nya laki-laki” oleh akademisi Internasional, namun terhadap purbasangka yang umum ini, Lisa Randahl dengan berani menantangnya.

Sebagai seorang profesional dalam bidang fisika Universitas Harvard, bertahun-tahun Lisa melakukan penelitian cermat.

Dalam sebuah karya representatifnya : Menyingkap misteri dimensi alam semesta yang tersembunyi, karena menceritakan secara mendetail tentang alam semesta, sehingga masuk dalam salah satu dari 100 buku best seller dunia pilihan , dan diakui sebagai fisikawati dimensi ekstrayang paling berpengaruh di dunia saat ini. (Erabaru.net/asr)

(Sumber: Secret China)

Akhir Komunisme Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

0

Oleh Tianlun Jian

Beijing selalu mengambil tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) yang tinggi sebagai bukti keberhasilannya.

Tentu saja, tingkat pertumbuhan GDP merupakan salah satu indeks untuk mengukur pembangunan ekonomi sebuah negara, dan memang kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi dan tingkat pertumbuhan sebuah negara.

Tapi apakah peranan yang telah diperankan oleh rezim Tiongkok dalam pembangunan ekonomi Tiongkok?

Mari kita lihat perkembangan ekonomi Tiongkok selama 60 tahun terakhir, dimana selama waktu itu rezim telah memerintah di daratan Tiongkok.

Dalam sekitar 30 tahun pertama dari pemerintahannya (1949-1978), pembangunan ekonomi Tiongkok sangatlah lambat. Kira-kira pada 30 tahun terakhir kedua (1979-2008), reformasi ekonomi yang mempercepat pertumbuhan pasar sangat kontras dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sejak berkuasa, rezim  Tiongkok telah mengambil apa yang disebut sebagai jalan sosialis – sebuah sistem kepemilikan yang secara total dikendalikan oleh negara, yang pada dasarnya tidak ada kepemilikan pribadi.

Selama 30 tahun pertama, lebih dari 95 persen ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara, yang diberi label sebagai “kepemilikan publik.”

Sejak reformasi ekonomi tahun 1979, paradigma kepemilikan telah bergeser. Pada tahun 2008, perusahaan yang dimiliki oleh swasta menyumbang lebih dari dua pertiga dalam perekonomian.

Sekarang ada jenis kepemilikan lain, seperti kepemilikan kolektif, joint venture, dan kepemilikan campuran – perusahaan secara bersama-sama dimiliki oleh swasta dan kesatuan pemilikan kolektif. Jadi bobot kemurnian dari kepemilikan publik sekarang sudah agak kecil.

Perbedaan besar dalam tingkat pertumbuhan GDP antara tahun pertama dan 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan kepemilikan pribadi dan penurunan kepemilikan publik. Pertumbuhan ini terkait dengan proses pelepasan ideologi komunis dan perencanaan ekonomi. Oleh karena itu, Ia berkaitan dengan gerakan  yang menjauhi sosialisme dan komunisme.

Menurut perkataan pihak berwenang Tiongkok, selama 30 tahun terakhir, Tiongkok telah bergerak dari “perencanaan ekonomi sosialis,” ke sebuah “perencanaan ekonomi pasar sosialis,” dan kemudian ke “ekonomi pasar sosialis.” Sekarang mungkin kita harus memanggilnya sebagai sebuah “ekonomi pasar semi-sosialis.” Namun, orang tidak boleh salah mengira bahwa Tiongkok sedang mempraktekkan kapitalisme seperti di Amerika Serikat, Jepang, atau ekonomi Barat lainnya.

Perekonomian Tiongkok paling tepat digambarkan sebagai “ekonomi semi pasar dengan karakteristik Tiongkok.” Namun menjelaskan karakteristik demikian dan evolusinya adalah di luar jangkauan dari artikel ini. Singkatnya, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tinggi selama 30 tahun belakangan telah didorong oleh akhir dari komunisme di Tiongkok.

Faktanya, selama 30 tahun pertama negara komunis, ada terlalu banyak intervensi pemerintah. Perekonomian sepenuhnya diborgol, dan tidak ada jalan bagi orang-orang Tiongkok untuk mengajukan produktivitas dan kreativitas mereka.

Secara kontras, reformasi selama 30 tahun terakhir telah melonggarkan beberapa kontrol ini sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi. Secara khusus, dengan didorong oleh mekanisme pasar, perusahaan-perusahaan swasta telah tumbuh, sementara investasi asing telah mengalir masuk.

Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan memiliki hubungan dekat dan latar belakang budaya yang sama. Namun, ketiga negara adalah negara-negara maju, dengan GDP per kapita jauh di atas US $ 10.000, Tiongkok masih tetap menjadi negara yang agak miskin. GDP per kapita di daratan Tiongkok adalah sekitar  US $ 3.259 pada tahun 2008, yang setara dengan nilai Korea Selatan pada tahun 1987, nilai Taiwan pada tahun 1984, dan bahkan nilai di tahun yang lebih awal di Jepang. GDP per kapita Taiwan telah mencapai US $ 3.233 pada awal tahun 1984.

Saat ini, GDP per kapita Korea, Jepang, dan Taiwan telah mencapai sekitar US $ 10.000. Sebenarnya Jepang telah mencapai level US $ 10.000 pada lebih dari 30 tahun yang lalu. Namun, kembali pada tahun 1949, Taiwan dan Korea Selatan juga tidak jauh lebih kaya daripada Tiongkok. Secara khusus, pada waktu itu standar hidup Taiwan adalah sangat mirip dengan di daratan. Apa yang telah berkontribusi dalam kontribusi itu?

Dari tahun 1949 sampai 1978, perekonomian Tiongkok tumbuh agak lambat. Akibatnya, mereka ketinggalan jauh di belakang Taiwan dan Korea Selatan, belum lagi dibandingkan dengan Jepang.

Ekonomi dunia berkembang sangat cepat setelah Perang Dunia II. Rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan tertinggi terjadi pada negara-negara seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, yang terjadi pada tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an.

Namun, pada waktu itu daratan Tiongkok mengadopsi sebuah sistem sosialis, dan menutup pintu bagi dunia. Sektor swasta pada dasarnya dihapuskan; para petani bahkan tidak diizinkan untuk menanam sayuran pada lahan-lahan pribadi mereka. Konsep komunis atas kesetaraan mutlak telah memimpin rakyat Tiongkok menjadi sama-sama miskin.

Di bawah ideologi dan sistem sosialis seperti ini, pembangunan ekonomi Tiongkok ditekan secara hebat. Bagaimana kalau reformasi ekonomi terjadi lebih awal 30 tahun, apakah daratan Tiongkok akan tetap menjadi pendapatan ekonoi menengah ke bawah? Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah tertunda selama 30 tahun, telah kehilangan peluang-peluang pertumbuhan yang tinggi dalam perkembangan dunia.

Beberapa berpendapat bahwa ketika Chiang Kaishek meninggalkan daratan Tiongkok untuk pulau Taiwan pada tahun 1949, dia membawa cukup banyak harta dan cadangan bank untuk membuat Taiwan kaya. Jika itu benar, uang itu hanya dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada tahun pertama atau kedua saja.

Ekonomi Taiwan memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi di tahun 1960-an dan 1970-an dan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan 9 % selama hampir empat dasawarsa antara tahun 1950-an dan 1980-an. Jadi uang apapun yang dibawa dari daratan akan sangat sedikit proporsinya dalam total perekonomian Taiwan dan terlalu kecil untuk membuat dampak jangka panjang.

Taiwan dan daratan Tiongkok mempunyai budaya dan bahasa yang sama. Satu-satunya perbedaan di antara mereka adalah dalam pemerintahannya; Satu menganut kapitalisme dan lainnya, sosialisme. Taiwan berkembang sangat cepat, jauh lebih cepat daripada daratan Tiongkok. Bahkan setelah laporan atas periode pertumbuhan cepat dari 30 tahun terakhir, perekonomian daratan masih jauh di belakang Taiwan.

Saat ini GDP per kapita di daratan Tiongkok adalah setara dengan seperdelapan dari yang di Taiwan. Kesenjangan pendapatan terutama disebabkan oleh perbedaan sistem sosial yang diadopsi oleh kedua pemerintah, dan telah menyempit sejak Tiongkok mulai bergerak menjauh dari sosialisme ke kapitalisme. (EpochTimes/khl)

Tianlun Jian, pemegang gelar doktor untuk ilmu ekonomi, menulis secara teratur mengenai perekonomian Tiongkok.

Jackie Chan, Gao Zhisheng, dan Arti Sejati dari Keberanian

0

Oleh: D.J. McGuire

Kebanyakan orang tidak akan menanamkan rasa “pengecut” dan Jackie Chan juga begitu. Keberanian secara fisik Chan-dia melakukan sendiri adegan ketankasan untuk film-filmnya, yang mana tak seorangpun yang yakin bisa melakukannya-ini adalah yang sudah di kenal.

Namun demikian, ada sebuah keberanian yang lebih dari hanya sekedar berani menanggung risiko cedera dalam pembuatan film. Ketika akan berhadapan dengan hal yang paling penting untuk dilakukan, Jackie Chan berani meninggalkannya, berbeda dengan keberanian Gao Zhisheng.

Di Pulau Hainan, Chan di tanyakan tentang sensor Beijing yang melarang film terbarunya. Di mana sebagai Perdana Menteri Wen Jiabao duduk sebagai penonton, Chan membelot menjadi anti-kebebasan berkata: “saya tidak yakin apakah baik memiliki kebebasan atau tidak,” dia mengatakan. “Sekarang saya sangat bingung. Kalau anda terlalu bebas, anda akan seperti Hong Kong sekarang. Adalah sangat kacau. Taiwan juga kacau.”

Dia menambahkan: “Saya bertahap mulai merasakan kita orang Tiongkok perlu dikontrol. Kalau tidak dikontrol kita akan melakukan apa yang ingin kita lakukan.”

Teori Chan yang sejalan dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT): untuk memoles PKT agar film berikutnya tidak bermasalah, pandangan kaum elit pada orang Tiongkok yang miskin dan lain-lain. Apapun dampaknya itu sangat jelas Chan mengetehui di sebelah mana rotinya dioles. Dia meletakkan kepentingan finansial di atas kebenaran, kebebasan dan rekan sesama orang Tiongkok. Sangat menyakitkan untuk dilihat.

Keberanian Gao

Sementara itu beberapa mil jauhnya, di sebuah penjara yang tidak di ketahui orang-orang, Gao Zhisheng terus dan terus menderita di tangan polisi.

Seperti Chan, di mata PKT Gao berada di puncak kejayaannya-dalan kasus Gao, profesinya legal. Seperti Chan, Gao mengahadapi pilihan: berlanjut menuruti garis PKT atau menerima kebenaran tentang rejim dan menentang demi keadilan. Tidak seperti Chan, Gao memilih jalan kedua.

Gao mulai ingin tahu mengapa rejim ini begitu kejam terhadap praktisi Falun Gong dan pemeluk Kristen yang menolak untuk meletakkan Partai diantara Tuhan mereka. Sangat buruk (bagi rejim), dia ingin tahu secara terbuka mengapa ini terjadi. Waktu itu dia menjadi orang terdepan untuk membela (secara legal, politik dan dengan vokal) para korban dari penindasan Komunis.

Sebagai pengharapan orang-orang tidak lama lagi dia akan mengikuti mereka.

Keluarga Gao berhasil untuk kabur awal tahun ini; ketika PKT mengetahui ini,  Gao menghilang. Sampai hari ini tidak seorangpun tahu dimana dia berada, sebetapa buruk dia telah dianiaya, bahkan apa dia masih hidup atau tidak.

Kita tahu ini, bagaimanapun : Gao Zhisheng adalah pahlawan. Dia mempertaruhkan keahliannya, reputasinya, karirnya, kehidupannya bahkan jiwanya untuk membantu yang tertindas dan berbicara kebenaran untuk kekuatan.

Pandangan para elit

Jackie Chan, secara kontras bermain di keramaian, bersenang-senang diantara tepuk tangan, dan tidak beresiko apapun. Seperti John Pomfret mencatat dengan fakta,  Chan selalu membeo digaris PKT yang kaum “elit” yang telah digumakan beberapa waktu: “Reaksi saya, dalam hal ini: Chan hanya mengatakan apa yang dirasakan oleh kebanyakan orang-orang Tiongkok yang kaya. Sejak 20 tahun peristiwa Tiananmen, masyarakat Tiongkok telah berubah banyak.

“Salah satu yang paling mencolok adalah kembalinya mayarakat kelas dan meremehkan cara pandang orang Tiongkok kaya terhadap orang Tiongkok miskin. Ketika Chan mengatakan bahwa orang Tiongkok perlu ‘dikontrol’ sangat jelas dia berbicara tentang orang miskin. Dia tidak seharusnya mengatakan itu.

“Tetapi itulah yang penonton di Boao dengar dan itu sebabnya mereka menyanjungnya. Siapa saja yang secara mendalam membicarakan tentang kaum elit Tiongkok telah mendengar argumentasi ini sebelumnya. ‘Kualitas dari rata-rata orang Tiongkok sangat rendah,’ yang mana kwalitas dasarnya telah hilang. (Zhongguoren de suzhi tai di le.) ‘Tentu saja kita tidak akan pernah memiliki kebebasan penuh.’

“Tentu saja para elit menjadi semakin bebas. Tetapi mereka juga semakin banyak yang tergantung alat negara untuk melanggengkan kebebasannya dan mempertahankan keuntungan lebih dari Hoi polloi Tiongkok (Tiongkok kebanyakan).”

Gao Zhisheng juga termasuk pada kaum elit yang sama. Tetapi dia memandang secara berbeda. Itu yang membuatnya sangat berbahaya bagi rejim, dan sangat gagah berani bagi kita semua. Gao Zhisheng menolak untuk di beli oleh PKT.

Karena hal ini generasi yang akan datang akan mengingat lama Gao Zhisheng setelah Jackie Chan pensiun, perusahaan filmnya memudar, dan filmya tersimpan berdebu di lemari Blokbuster.

Jackie Chan berakting gagah berani di layar lebar; Gao Zhisheng membubuhkan keberanian aslinya dalam kehidupan yang nyata. Sekali lagi minggu ini Gao Zhisheng menunjukkan dia adalah pahlawan sejati; Chan hanya mementaskannya sekali dalam televisi.

D.J. McGuire adalah peserta pendiri dari Tiongkok e-lobby dan pengarang dari Naga dalam kegelapan: Bagaimana dan mengapa Tiongkok membantu musuh kita dalam perang melawan teroris.

Fakta Xinjiang Sejak Beberapa Tahun Silam

0

Oleh Robert Burns

Selama bertahun-tahun, penderitaan etnis minoritas Turkistan Timur (Xinjiang), kelompok terbesar suku Uyghurs, sudah hampir seluruhnya terkubur oleh Tibet dan warganya. Hal itu tampaknya hanya dikarenakan kekerasan baru-baru ini dan propaganda rezim Tiongkok tentang ancaman terorisme yang  mereka atur untuk mengelabui perhatian media dan publik.

Akibatnya, jika kita bertanya kepada orang-orang tentang Xinjiang beberapa tahun yang lalu, sebagian besar pasti sangat sedikit atau sama sekali tidak mengetahui apapun tentang hal itu (Xinjiang), kecuali jika mereka memiliki minat khusus.

Bahkan sekarang, dalam percakapan saya sendiri dengan berbagai orang, banyak orang yang menunjukkan tanda-tanda tidak tahu sama sekali tentang Xinjiang, sampai waktu belakangan baru-baru ini, mereka tidak tahu sama sekali tentang Xinjiang atau bahwa kelompok-kelompok etnis Xinjiang bahkan eksis-banyak orang Australia mungkin masih berpikir bahwa hanya ada satu.

Mereka menganggap masalah ini meluas setelah media baru-baru ini memberi perhatian.

Mungkin masih layak ditegaskan kembali secara singkat bahwa, setelah perjuangan untuk kemerdekaan dan dua kali upaya pembentukan Negara republik kecil yang tidak berumur panjang di dalam wilayah Xinjiang pada paruh pertama abad lalu, Xinjiang berada di bawah kontrol PKT saat PLA (TPR) memasuki Xinjiang pada tahun 1949.

Sebuah peristiwa yang banyak orang menganggap hal itu sebagai invasi dan sesuatu yang damai tanpa pertumpahan darah. Eksploitasi sumber kekayaan alam di daerah Xinjiang, meliputi cadangan minyak dan gas alam yang signifikan, dimulai segera setelah aneksasi di wilayah ini.

Hal itu bermula pada tahun 1955 dimana Xinjiang menjadi apa yang disebut  sebagai Daerah Otonomi.

Akan tetapi, sama seperti semua daerah di Tiongkok – termasuk Mongolia Dalam, yang didirikan setelah merampas tanah orang-orang lokal pada pertengahan abad 19. Meskipun syarat otonomi dituangkan ke dalam hukum, daerah-daerah ini menerima haknya sangat kurang dari apa yang seharusnya layak mereka terima secara hukum, dengan konsekuensi serius.

Sekarang orang di dunia lebih mengenal orang-orang Xinjiang. Mereka telah menderita banyak kesengsaraan yang serupa dengan warga Tibet sebagai akibat langsung dari penghinaan yang ditunjukkan oleh kebijakan dan pandangan negatif rezim Komunis Tiongkok yang diabadikan terus-menerus, pada akhirnya semuanya hanya berfungsi memperburuk ketegangan.

Selain itu, jika Anda pergi ke wilayah timur Tiongkok, Anda akan menemukan migran dari Xinjiang.

Mereka mencoba bertahan hidup dalam kondisi sulit, mendapatkan reputasi sebagai sebagai orang yang tidak dapat dipercaya, penjahat kelas teri.

Mereka menderita diskriminasi tak berperasaan oleh banyak dari mayoritas orang Han yang menunjukkan sedikit minat dalam memahami stereotip menjadi orang yang dipekerjakan dan penyebab dari kesulitan orang-orang Xinjiang.

Sayangnya bagi orang Xinjiang, Tibet memiliki beberapa keuntungan yang mendukungnya. Sejauh ini agama menjadi perhatian, bagi masyarakat Internasional. Buddhisme Tibet memiliki banyak hal yang atraktif, penuh warna dan elemen eksotis yang sangat menarik perhatian orang.

Seperti kisah tentang pencarian terhadap Dalai Lama dan keyakinan mengenai statusnya. Kisah ini menyediakan narasi yang menarik, bahkan dengan tanpa berbagi kepercayaan Buddha. Sedangkan  Uyghur memiliki perbedaan menjadi Islam, dengan semua syarat yang dibawanya secara historis dan saat ini.

Meskipun Rebiya Kadeer telah menyatakan tertarik untuk menjadi sesuatu seperti Dalai Lama, karena Budaya dan Agama yang signifikan berbeda antara dua daerah otonom, hal itu akan menjadi perjuangan yang berat baginya untuk mengangkat isu-isu Xinjiang untuk mendapat simpati dan pengakuan Internasional yang sama seperti orang Tibet.

Selanjutnya, mengingat catatan sejarah tiongkok, kita tidak boleh menipu diri sendiri tentang apa yang dapat dicapai oleh Tiongkok dalam kampanye politik dan mencoba meningkatkan kesadaran isu internasional.

Pihak berwenang Tiongkok baru saja membuktikan bahwa sejak tahun 1949 mereka akan melakukan apa yang mereka inginkan tanpa memperhatikan pendapat dari komunitas internasional yang lebih luas. Memang, cara PKT memperlakukan lawan politiknya tak ubahnya seperti seorang tawanan yang mengenakan jaket pengikat (yang biasanya digunakan untuk mengikat orang gila yang sering berontak).

Jika mereka tidak suka memakainya dan berusaha melawan, hal itu hanya akan menariknya lebih erat/ketat.

Apabila Rebiya Kadeer akhirnya tidak mengikuti jalur Dalai Lama, mungkin sekarang ini kita mempunyai sedikit informasi tentang Xinjiang yang mungkin hanya berupa sebuah rangkaian tur promosi internasional dan siklus perhatian media  selama rentang dekade ini.

Sangat sedikit atau bahkan tidak ada kemajuan nyata yang dibuat dalam negeri Tiongkok, kecuali, tentu saja, apakah mungkin terjadi perubahan substantif di Beijing.(lsn)

Robert Burns adalah seorang pengamat masalah sosial Internasional yang bermukim di Australia.