99 Anak Disabilitas dan Dhuafa Tersenyum Bahagia dalam Kilau Khitan Gembira di Grand Mercure Malang

MALANG – Kebahagiaan terpancar dari wajah 99 anak disabilitas dan dhuafa yang mengikuti kegiatan Kilau Khitan Gembira yang digelar Grand Mercure Malang Mirama bekerja sama dengan Omah Gembira dan Kementerian Sosial. Acara rutin tahunan ini berlangsung di hotel berbintang tersebut pada 17 Mei 2026, menjadi bukti nyata kepedulian industri perhotelan terhadap kesehatan dan hak anak-anak dari kelompok rentan.

Kegiatan khitan massal ini diikuti oleh 99 peserta dari berbagai wilayah di Malang Raya. Sebanyak 59 peserta menerima dukungan program dari Kementerian Sosial, sementara 40 peserta lainnya berasal dari kategori non-desil (keluarga kurang mampu). Raut wajah bahagia para peserta menjadi kesan terbaik sekaligus rasa syukur bagi manajemen hotel.

Ketua Yayasan Omah Gembira, Riza Agung Pribadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian nyata terhadap hak kesehatan anak, khususnya bagi kelompok rentan dan keluarga tidak mampu.

“Terdapat 99 peserta yang mengikuti kegiatan Kilau Khitan Gembira hari ini. Dari jumlah itu, sebanyak 59 peserta mendapat dukungan program dari Kementerian Sosial dan sekitar 40 peserta lainnya berasal dari kategori non-desil,” ujar Riza.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, menegaskan komitmen hotel untuk terus melaksanakan program sosial ini setiap tahun.

“Program ini sudah rutin diselenggarakan. Kami ingin menunjukkan bahwa Grand Mercure Malang Mirama peduli dan berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kita. Kami berharap acara ini membawa kebahagiaan dan keberkahan,” ungkap Sugito.

Ia menambahkan, jumlah peserta tahun ini meningkat hingga 99 anak. Dengan kolaborasi bersama Omah Gembira dan dukungan Kementerian Sosial, kegiatan ini diharapkan menjadi cerminan semangat kebersamaan dan dedikasi dalam menciptakan perubahan positif bagi generasi penerus bangsa.

Kantong Mata Korea di Tanah Madura! MYZE Hotel Sumenep & OMG Sukses Bikin Peserta Makin Cetar dengan Beauty Class Korean Makeup Look

Sumenep – Tren kecantikan ala Korea (K-Beauty) kini tak hanya hits di kota-kota besar. MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL berkolaborasi dengan brand kosmetik ternama OMG (Oh My Glam) sukses menggelar Beauty Class: Korean Makeup Look yang berlangsung meriah di hotel berbintang empat tersebut.

Acara yang digelar pada Mei 2026 ini dihadiri oleh para pecinta kecantikan dari berbagai kalangan, khususnya perempuan yang ingin menguasai teknik riasan wajah natural ala Korea—glowing, fresh, dan tetap elegan. Tak hanya sekadar teori, peserta mendapat pengalaman hands-on langsung mempraktikkan riasan di bawah bimbingan profesional.

Belajar Makeup, Dapat Produk, Plus Snack Spesial

Peserta mendapatkan fasilitas yang lengkap:

  • Produk kosmetik gratis dari OMG
  • Sesi kelas makeup intensif
  • Snack & drink spesial dari MYZE Hotel

Suasana semakin meriah karena para peserta tampil kompak dengan busana bertema Black & Red. Sebagai bentuk apresiasi, MYZE Hotel Sumenep juga memberikan special goodie bag bagi peserta dengan hasil riasan terbaik di akhir acara.

GM MYZE Hotel: “Kami Ingin Jadi Pusat Gaya Hidup di Madura”

General Manager MYZE Hotel Sumenep, Anndy Bramasto S.E., M.Par. , mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat Sumenep.

“Kami sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa. Kolaborasi dengan OMG ini bukan sekadar tentang belajar berdandan, melainkan upaya kami memberikan wadah kreatif, khususnya kaum perempuan, untuk tampil lebih percaya diri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ke depan MYZE Hotel berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan gaya hidup (lifestyle) yang inovatif dan inspiratif.

“Sehingga hotel kami tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi pusat gaya hidup dan kreativitas di Madura,” tegas Anndy.

MYZE Hotel Sumenep: Lebih dari Sekadar Tempat Istirahat

Acara Beauty Class ini menjadi bukti bahwa MYZE Hotel Sumenep terus berinovasi melampaui fungsi akomodasi. Dengan fasilitas premium seperti 118 kamar modern, restoran Sae Rassa, kolam renang, Jokotole Gym, hingga Potre Koneng Spa, hotel ini kini juga menjelma menjadi destinasi gaya hidup bagi warga Sumenep dan sekitarnya.

WHO Prihatin Tentang Penyebaran Virus Ebola yang Meluas, Risiko bagi Tiongkok Dinilai Tinggi

Gelombang baru wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, Afrika, dengan skala dan kecepatan penyebarannya, telah membuat organisasi kesehatan internasional berada dalam kewaspadaan tinggi. Perkembangan wabah ini, ditambah tingginya mobilitas antara Tiongkok dan Afrika Tengah, menimbulkan perhatian mengenai seberapa besar risiko yang dihadapi Tiongkok.

EtIndonesia. Wabah Ebola di Kongo saat ini dikatakan “menyebar dengan cepat”, dan pada tingkat nasional telah dikategorikan sebagai risiko “sangat tinggi”. Pada 22 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat penilaian risiko di Kongo dari “tinggi” menjadi “sangat tinggi”, sementara risiko penyebaran di tingkat regional tetap berada pada kategori “tinggi”.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, secara terbuka mengatakan bahwa jumlah kasus yang terkonfirmasi saat ini hanyalah “puncak gunung es”, dan “skala wabah sebenarnya jauh lebih besar.”

Pengamat media senior Tang Hao mengatakan:  “Meskipun WHO saat ini menilai risiko penyebaran Ebola secara internasional masih relatif rendah, wabah ini sebenarnya sudah mulai meledak dua bulan lalu. Penyebaran tersembunyi seperti ini bukan hanya sulit diperkirakan dan dilacak, tetapi juga sudah meluas ke negara tetangga seperti Uganda.” 

“Yang paling mengkhawatirkan adalah masa inkubasi Ebola bisa mencapai 21 hari, sehingga kemungkinan sudah banyak pembawa virus yang meninggalkan Kongo dan menyebar ke berbagai negara di dunia,” lanjutnya. 

Lembaga kesehatan internasional khawatir bahwa mobilitas para penambang, pedagang lintas negara, dan penerbangan transit dapat menyebabkan penyebaran lintas negara.

Saat ini Tiongkok telah menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Afrika untuk belajar. Banyak universitas di Tiongkok menarik mahasiswa muda dari Kongo untuk melanjutkan pendidikan. 

Seiring besarnya investasi pertambangan Partai Komunis Tiongkok di Afrika, selain banyak warga Kongo datang ke Tiongkok untuk berdagang, semakin banyak pula perusahaan dan pekerja Tiongkok yang pergi ke Kongo untuk bekerja. Karena tingginya arus mobilitas tersebut, publik memperhatikan seberapa besar risiko yang dihadapi Tiongkok.

Tang Hao menilai dua minggu ke depan akan menjadi masa penting untuk menentukan apakah wabah ini akan berkembang menjadi pandemi global.

 “Pemerintah Tiongkok tidak mengumumkan jumlah warga Tiongkok yang tinggal di Kongo, tetapi perkiraan masyarakat menyebut sekitar 15 ribu hingga 50 ribu orang tinggal di sana dalam jangka panjang, dan banyak di antaranya bekerja di industri pertambangan. Namun kondisi sanitasi di industri tambang biasanya buruk, dan pola hidupnya cenderung berkelompok seperti militer, sehingga memudahkan penyebaran virus dalam skala besar,” ujarnya. 

Mantan peneliti virus dari lembaga riset Angkatan Darat AS, Lin Xiaoxu, mengatakan:
“Kongo, Uganda, dan negara-negara tersebut memiliki hubungan jangka panjang dengan Tiongkok dalam bidang pertambangan, proyek teknik, perdagangan, pembangunan, dan mahasiswa asing. Jika ada warga Tiongkok yang kembali ke Tiongkok selama masa inkubasi, maka ada kemungkinan kasus impor masuk ke Tiongkok, dan kemungkinan ini mungkin jauh lebih tinggi dibanding banyak negara lain.”

Sampai saat ini, wabah Ebola telah menyebar ke tiga negara, menular lintas komunitas dan lintas area karantina, bahkan mulai muncul kasus tenaga medis yang mengenakan perlengkapan pelindung ikut terinfeksi.

“Pertama, orang yang kembali dari Afrika mungkin menunjukkan gejala awal seperti demam biasa, diare, atau kelelahan, sehingga bisa salah didiagnosis sebagai flu biasa atau sakit perut,” kata Lin Xiaoxu.

“Kedua, tenaga medis yang tidak segera mengetahui riwayat perjalanan pasien bisa terpapar virus dalam proses pengobatan biasa.” 

“Ketiga, perawatan keluarga, pendampingan pasien, dan penanganan jenazah merupakan situasi berisiko tinggi penularan Ebola. Karena itulah WHO memberikan perhatian internasional yang tinggi terhadap wabah ini.” 

WHO menyatakan bahwa jenis virus yang mewabah kali ini memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Yang lebih menyulitkan, vaksin Ebola yang ada saat ini dinilai memiliki efektivitas terbatas terhadap jenis virus langka ini, sehingga meningkatkan kesulitan pengendalian wabah dan pengobatan klinis.

Lin Xiaoxu memperkirakan bahwa dengan perkembangan yang begitu cepat, wabah kali ini kemungkinan akan melampaui skala wabah tahun 2014–2015 dan dapat menimbulkan krisis kesehatan masyarakat regional yang serius.

 “Alasan utamanya adalah karena Ebola terutama menular melalui kontak dengan darah pasien atau jenazah, muntahan, cairan diare, cairan tubuh, dan benda-benda yang terkontaminasi. Virus ini tidak seperti COVID-19 yang menyebar cepat melalui penularan udara tanpa gejala selama masa inkubasi,” ujarnya. 

Tang Hao juga mengatakan bahwa penutupan informasi terkait pandemi COVID-19 pada tahun 2020 oleh pemerintah PKT telah memberi pelajaran besar bagi dunia, dan dunia tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Informasi palsu dan penutupan fakta sering kali lebih merusak daripada virus itu sendiri.

“Mobilitas masyarakat antara Tiongkok dan Kongo sangat tinggi, sementara di Tiongkok sendiri belum pernah terjadi wabah besar Ebola sebelumnya. Jadi tidak tertutup kemungkinan sudah ada pembawa virus yang membawa Ebola masuk ke Tiongkok, dan itu merupakan risiko potensial yang sangat tinggi,” ujarnya. 

“Untuk perlindungan pribadi, jangan sepenuhnya bergantung pada informasi resmi pemerintah Tiongkok, karena unsur manipulasi informasinya terlalu besar dan cenderung hanya menyampaikan kabar baik,” lanjutnya. 

Pemerintah Hong Kong pada 17 Mei mengumumkan pengaktifan “Rencana Kesiapsiagaan dan Respons Ebola” pada tingkat siaga. Sementara itu, mulai 18 Mei, Amerika Serikat memberlakukan larangan perjalanan selama 30 hari bagi pemegang paspor non-AS yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, dan Uganda.

Sumber : NTDTV.com

Interaksi dengan Para Pemain Pacific Caesar Basketball Surabaya Meriahkan Bazar Rakyat 2026 Dafam Pacific Caesar

SURABAYA – Keramaian menyelimuti pekan keempat Mei 2026. Dafam Pacific Caesar Surabaya menggandeng Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menggelar Gebyar Bazar Rakyat pada 23-24 Mei 2026. Kolaborasi lintas industri ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari edukasi kuliner, senam massal, interaksi atlet, hingga hiburan malam.

“Kolaborasi dengan AWS adalah langkah strategis kami untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kami ingin Dafam Pacific Caesar tidak hanya dikenal sebagai tempat menginap yang nyaman, tetapi juga pusat kegiatan komunitas yang dinamis dan sehat di Surabaya,” ujar Muhamad Muamar Khadafi, General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Acara dibuka dengan baking demo bersama Chef Daniel dari Parrot Chocolate Cooking. Peserta, terutama pelaku UMKM dan pecinta kuliner, mendapat peluang mendalami teknik membuat kue premium. Tak ketinggalan, sosialisasi NIB (Nomor Induk Berusaha) dan Digital Literacy for Journalist disampaikan oleh narasumber Fatchurohman.

Bagi pencinta olahraga, sesi meet & greet bersama para pemain basket Pacific Caesar Surabaya menjadi daya tarik tersendiri. Penggemar bisa berinteraksi dan berfoto langsung dengan atlet kebanggaan kota Surabaya.

“Melalui meet & greet ini, kami ingin membagikan energi positif dan semangat olahraga kepada warga Surabaya, khususnya generasi muda. Dukungan dari Dafam Pacific Caesar Surabaya dan AWS menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berprestasi,” ujar Darren Celosse, salah satu pemain Pacific Caesar Basketball Surabaya.

Aspek kebugaran juga mendapat porsi utama. Rangkaian senam energik bersama Silversquad Zumba dan pelaksanaan Senam Dahlan Iskan – yang diikuti langsung oleh Dahlan Iskan beserta anggotanya – memenuhi hari kedua acara. Senam khas ini berfokus pada menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.

Sebagai penutup, para tamu diajak melepas penat dalam Night Karaoke, menciptakan suasana santai dan penuh keakraban.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Dafam Pacific Caesar Surabaya. Melalui rangkaian acara yang variatif, mulai dari olahraga hingga hiburan, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif, menyebarkan semangat hidup sehat, sekaligus memperkuat silaturahmi antara insan pers, manajemen hotel, dan masyarakat luas,” ujar Kiki Kurniawan, Ketua AWS.

Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya Rayakan HUT Pertama: Luncurkan Weekend Breakfast dengan Mie Lamian & Rawon Signature “PRAWON”

Surabaya, 22 Mei 2026 – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti RHYTHM Lounge and Bar Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, Kamis malam (21/5). Dalam rangka memperingati satu tahun perjalanan hotel, manajemen menggelar acara “Makan Malam Syukuran Bersama Media” sekaligus memperkenalkan dua program kuliner unggulan: Weekend Breakfast dan menu signature PRAWON (Praxis Rawon).

Acara ini menjadi bentuk apresiasi hotel kepada rekan-rekan media yang selama setahun terakhir telah mendukung dan menjadi mitra dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

Weekend Breakfast: Sarapan Spesial dengan Live Station Mie Lamian

Mulai Mei hingga Agustus 2026, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan program Weekend Breakfast setiap Sabtu dan Minggu pukul 06.00 – 10.30 WIB di Palazzo Restaurant. Dengan harga promo Rp108.000 net/orang (dari harga normal Rp128.000 net/orang), para tamu dapat menikmati pengalaman sarapan yang lebih lengkap.

Salah satu daya tarik utama adalah Live Station Mie Lamian – mie tarik khas Tionghoa yang dibuat langsung oleh tim kuliner hotel, disajikan hangat untuk memanjakan lidah para pencinta kuliner.

PRAWON: Rawon Modern dengan Sentuhan Premium

Tak hanya itu, malam syukuran juga menjadi momen perkenalan signature menu hotel: PRAWON (Praxis Rawon). Executive Chef Dicky Zulkarnain tampil langsung mempresentasikan rawon khas Jawa Timur yang dikemas dengan sentuhan modern dan pilihan lauk premium, mulai dari Iga, Paruh, hingga Daging. Menu ini diharapkan menjadi identitas kuliner unggulan Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya ke depannya.

“Together Do Better”, Komitmen Terus Berinovasi

General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya, Ari Perdana, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan media.

“Melalui acara ini kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan, kolaborasi, dan kepercayaan yang telah diberikan. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin dan berkembang, sehingga bersama-sama kami dapat memberikan informasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Ari.

Dengan semangat #TogetherDoBetter, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan, pengalaman menginap yang nyaman, serta ragam pilihan kuliner terbaik bagi masyarakat Surabaya dan para tamu yang berkunjung.

Tangki Bahan Kimia Beracun di California Terancam Bocor atau Meledak, 50 Ribu Warga Diperintahkan Mengungsi

Selama libur panjang, Orange County di California Selatan, Amerika Serikat, tengah menghadapi krisis bahan kimia yang menegangkan. Pihak berwenang telah memerintahkan sekitar 50 ribu warga di wilayah dekat Garden Grove untuk segera mengungsi dari rumah mereka. Berikut laporannya.

EtIndonesia. Sejak Kamis pekan lalu (21 Mei), sebuah tangki penyimpanan di pabrik dirgantara di Kota Garden Grove, California, terus mengalami kebocoran uap akibat fasilitas yang sudah tua dan mengalami panas berlebih.

 “Saat ini hanya ada dua kemungkinan yang tersisa. Pertama, tangki penyimpanan mengalami kerusakan sehingga sekitar 6.000 hingga 7.000 galon bahan kimia sangat beracun bocor ke area parkir di sekitar lokasi. Kedua, tangki mengalami ledakan akibat reaksi panas tak terkendali, yang kemudian dapat memengaruhi tangki lain di sekitarnya yang berisi bahan bakar atau bahan kimia,” ujar wakil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Orange County, Craig Covey. 

Jika terjadi kebocoran atau ledakan, bukan hanya akan menimbulkan pencemaran serius, tetapi juga dapat membahayakan saluran pernapasan, kulit, dan mata warga sekitar.

Pada pagi 24 Mei, petugas pemadam kebakaran terus menyemprotkan air ke tangki untuk menurunkan suhu. Dinas Pemadam Kebakaran Orange County menyatakan bahwa meskipun langkah pendinginan telagki telah naik hingga 90 derajat Fahrenheit, lebih tinggi dibandingkan 77 derajat Fahrenheit pada pagi hari sebelumnya, dan terus meningkat sekitar satu derajat setiap jam.h dilakukan, situasi masih sangat kritis.

Suhu di dalam tanah

Craig Covey mengatakan:  “Langkah terakhir yang akan kami lakukan adalah mempersiapkan kemungkinan kebocoran tangki agar cairan tidak menyebar ke mana-mana. Kami akan mencoba membangun tanggul untuk mengarahkan cairan ke area yang dapat dijadikan tempat penampungan sementara.”

Saat ini, wilayah evakuasi telah diperluas mencakup Cypress, Stanton, Anaheim, Buena Park, dan Westminster, dengan total sekitar 50 ribu penduduk terdampak.

Seorang warga California yang dievakuasi, Rivera, mengatakan:
“Saya sangat berterima kasih semua orang membantu, tetapi saya juga sangat takut karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Saya juga tidak tahu apakah zat yang mungkin sudah ada di udara akan berdampak pada kami.”

Pemerintah daerah pada 24 Mei menyatakan bahwa hasil pemantauan kualitas udara oleh lembaga lingkungan menunjukkan kadar polutan di sekitar area evakuasi masih berada dalam batas normal dan belum ditemukan tanda-tanda pencemaran.

Laporan gabungan reporter NTDTV, Yu Liang.

AS dan Iran Mungkin Segera Menandatangani Perjanjian Damai, Masalah Nuklir dan Selat Hormuz Diklaim Akan Terselesaikan

Situasi antara Amerika Serikat dan Iran mempengaruhi ekonomi global. Berbagai tanda menunjukkan bahwa perundingan damai antara kedua pihak berjalan sangat lancar. Meskipun Presiden Trump mengatakan tidak terburu-buru mencapai kesepakatan, sejumlah pejabat internal AS mengungkapkan bahwa Iran telah setuju untuk menghentikan pengayaan uranium, dan Selat Hormuz diperkirakan akan segera dibuka kembali. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga secara terbuka mengatakan bahwa kabar baik akan segera datang.

EtIndonesia. Perjanjian gencatan senjata AS-Iran kini memasuki tahap penting. Pada 24 Mei, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji bahwa Iran tidak akan lagi mengembangkan senjata nuklir, yang merupakan tuntutan utama Presiden Trump terhadap Iran.

 “Sekarang kami juga siap menjamin kepada dunia bahwa kami tidak mencari senjata nuklir dan tidak menginginkan ketidakstabilan kawasan,” ujar Presiden Iran Masoud Pezeshkian. 

Trump menulis di media sosial bahwa perundingan berlangsung secara tertib dan konstruktif. Ia mengatakan telah memberi tahu perwakilan AS agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak Amerika. Sebelum kesepakatan dicapai, diverifikasi, dan ditandatangani secara resmi, pembatasan terhadap jalur laut Iran masih akan diberlakukan.

Selain kemajuan dalam isu nuklir, Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga memberi sinyal bahwa akan ada kabar baik terkait Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan:  “Dalam 48 jam terakhir, kami bersama mitra-mitra di kawasan Teluk telah membuat kemajuan dalam kerangka solusi. Jika kerangka ini akhirnya berhasil ditandatangani, bukan hanya akan memastikan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka — maksud saya benar-benar terbuka tanpa biaya transit — tetapi juga menyelesaikan masalah utama ambisi nuklir Iran.”

Sebuah video time-lapse yang direkam pada hari Minggu menunjukkan kapal-kapal mulai kembali melintasi Selat Hormuz.

Menurut laporan, dalam 24 jam terakhir setidaknya 33 kapal telah mendapat izin dari otoritas Iran untuk melewati selat tersebut. Namun angka ini masih jauh di bawah tingkat lalu lintas sebelum konflik.

Seorang penasihat militer Iran bersikeras bahwa pengendalian Selat Hormuz adalah “hak sah” Iran.

Rubio menanggapi:  “Itu adalah jalur perairan internasional. Apa yang mereka (Iran) lakukan sekarang sebenarnya adalah mengancam dan merusak kapal dagang yang menggunakan jalur internasional tersebut. Dalam kerangka hukum internasional apa pun yang berlaku bagi kami, tindakan itu ilegal.”

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS dan Iran pada dasarnya telah mencapai sebuah nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengonfirmasi hal itu pada tanggal 24 Mei. Ia turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump karena dinilai dengan teguh memenuhi komitmennya terhadap Israel.

Mengenai isi kesepakatan, pejabat AS mengungkapkan bahwa kedua pihak akan menandatangani nota kesepahaman selama 60 hari. Selama periode itu, selain melanjutkan gencatan senjata, Selat Hormuz akan tetap terbuka tanpa pungutan biaya. Iran juga akan membersihkan seluruh ranjau laut yang telah dipasang guna menjamin keamanan pelayaran.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan memberikan pengecualian sebagian sanksi sehingga Iran dapat kembali menjual minyaknya.

Pejabat lain mengatakan bahwa Iran berharap dana mereka segera dicairkan dan sanksi dicabut secara permanen. Namun pihak AS menegaskan bahwa permintaan tersebut hanya akan dipertimbangkan setelah Iran benar-benar menunjukkan langkah konkret.

Artinya, dalam 60 hari setelah nota kesepahaman berlaku, apabila Iran memenuhi komitmennya, kedua pihak akan melanjutkan negosiasi mengenai pencairan dana dan pencabutan sanksi.

Namun demikian, belum dapat dipastikan apakah kesepakatan final benar-benar akan ditandatangani. Garda Revolusi Iran pada hari Minggu mengeluarkan pernyataan bahwa AS harus segera mencairkan sebagian dana Iran, jika tidak maka kesepakatan bisa dibatalkan.

Pada saat yang sama, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel, Eyal Zamir, menyatakan dengan tegas bahwa militer Israel telah siap untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.

Laporan reporter NTDTV, Li Jiayin, dari Amerika Serikat.

AS Mulai Mundur! Kesepakatan Nuklir Iran Terancam Gagal Total Setelah Muncul Fakta Mengejutkan

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam pada Minggu, 24 Mei 2026, setelah muncul laporan bahwa proses negosiasi nuklir kedua negara kini berada di ambang kegagalan total. Perundingan yang sebelumnya disebut-sebut hampir mencapai kesepakatan dasar kini justru memasuki fase paling kritis, dipicu oleh perselisihan baru terkait dana Iran yang dibekukan serta munculnya dugaan operasi rahasia pengadaan teknologi militer Iran melalui jaringan internasional.

Menurut laporan media Iran, Tasnim News Agency mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat kini menambahkan syarat baru dalam pembahasan kesepakatan nuklir. Washington dilaporkan meminta agar pencairan dana Iran yang dibekukan senilai sekitar 100 miliar dolar AS dikaitkan dengan berbagai tuntutan tambahan, termasuk pembatasan tertentu terhadap aktivitas regional dan teknologi militer Iran.

Namun pihak Teheran langsung menolak keras persyaratan tersebut.

Penolakan itu membuat situasi diplomatik berubah drastis hanya dalam hitungan jam. Gedung Putih yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa “kerangka dasar kesepakatan hampir selesai” kini mulai menarik kembali optimisme tersebut. Sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat bahkan mengakui bahwa peluang kegagalan total perundingan kini kembali terbuka lebar.

Situasi ini langsung memicu kekhawatiran dunia internasional karena jika negosiasi benar-benar runtuh, maka konflik militer baru di Timur Tengah bisa kembali meledak kapan saja.


Marco Rubio: Kesepakatan Nuklir Tak Mungkin Rampung dalam 72 Jam

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sempat menyampaikan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran sebenarnya telah memperoleh dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Namun Rubio juga menegaskan bahwa kompleksitas perundingan membuat kesepakatan nuklir mustahil diselesaikan hanya dalam waktu singkat.

Dalam pernyataannya beberapa hari sebelumnya, Rubio mengatakan bahwa: “Perjanjian nuklir tidak mungkin dapat diselesaikan hanya dalam 72 jam.”

Pernyataan itu kini dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah AS sebenarnya telah memperkirakan proses negosiasi akan jauh lebih rumit dibanding perkiraan awal.

Beberapa analis politik internasional menilai bahwa Amerika Serikat saat ini sedang mencoba menggunakan pencairan aset Iran sebagai alat tekanan tambahan agar Teheran bersedia memberikan konsesi lebih besar, terutama terkait program misil balistik dan aktivitas militer regionalnya.

Namun di sisi lain, Iran justru melihat tuntutan baru tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip dasar negosiasi.


Trump Unggah Animasi Rudal Hancurkan Kapal Iran

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pagi hari 25 Mei 2026 mengunggah sebuah postingan di media sosial yang memperlihatkan animasi rudal menghancurkan kapal Iran.

Unggahan tersebut langsung menjadi perhatian dunia internasional.

Walaupun tidak disertai pernyataan resmi mengenai operasi militer baru, banyak pengamat menilai postingan itu sebagai pesan politik yang sangat kuat kepada Teheran.

Sejumlah analis keamanan menilai animasi tersebut kemungkinan merupakan sinyal bahwa Washington telah kembali menyiapkan opsi militer apabila jalur diplomatik benar-benar gagal.

Di media sosial internasional, postingan Trump juga memicu berbagai spekulasi bahwa Gedung Putih tengah meningkatkan tekanan psikologis terhadap Iran menjelang fase akhir negosiasi.

Sebagian pengamat bahkan menyebut unggahan itu sebagai bentuk “diplomasi ancaman visual” yang sengaja digunakan untuk memperlihatkan kesiapan militer Amerika Serikat.


Presiden Iran: Kami Siap Menjamin Tidak Membuat Senjata Nuklir

Di tengah meningkatnya tekanan internasional, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mencoba meredakan situasi melalui sebuah wawancara yang dipublikasikan media Iran pada hari yang sama.

Dalam wawancara tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran bersedia memberikan jaminan kepada dunia internasional bahwa negaranya tidak sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Ia menyatakan: “Kami siap memberikan jaminan kepada dunia bahwa Iran tidak berusaha memiliki senjata nuklir.”

Pernyataan itu dianggap sebagai upaya Teheran untuk mempertahankan jalur diplomatik sekaligus mengurangi tekanan dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Namun di saat yang sama, muncul laporan investigasi baru yang justru memperumit posisi Iran di mata dunia internasional.


Financial Times Bongkar Dugaan Operasi Rahasia Teknologi Militer Iran

Menurut laporan investigasi terbaru dari Financial Times, Iran diduga diam-diam memperoleh perangkat komunikasi satelit canggih dari Tiongkok untuk mendukung pengembangan drone dan sistem rudalnya.

Laporan tersebut didasarkan pada dokumen perdagangan internasional serta data pengiriman logistik yang bocor.

Investigasi mengungkap bahwa Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps diduga menggunakan jaringan perusahaan perantara di Uni Emirat Arab guna menghindari sanksi internasional.

Dokumen menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2025, sebuah perusahaan bernama Taiqing yang berbasis di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab, membantu memperoleh antena satelit kelas militer dari perusahaan teknologi Tiongkok bernama StarWing.

Peralatan tersebut dilaporkan dikirim dari Shanghai menuju Pelabuhan Jebel Ali di Dubai sebelum akhirnya dibawa ke Iran melalui jalur laut menuju Bandar Abbas.

Menurut investigasi tersebut, perangkat komunikasi satelit itu kemudian digunakan untuk mendukung operasi drone dan rudal Iran, termasuk dalam serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.


Uni Emirat Arab Jadi Jalur Distribusi Sekaligus Target Serangan

Salah satu fakta paling ironis dalam laporan tersebut adalah bahwa Uni Emirat Arab justru disebut menjadi jalur utama distribusi teknologi sensitif menuju Iran.

Padahal dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Uni Emirat Arab juga disebut menjadi salah satu sasaran serangan balasan Iran dalam konflik regional.

Hal ini menunjukkan bagaimana jaringan perdagangan global dan kepentingan geopolitik kini saling bertabrakan di Timur Tengah.

Meskipun Iran selama bertahun-tahun menghadapi sanksi ekonomi dan teknologi dari Barat, laporan tersebut memperlihatkan bahwa Teheran masih mampu memperoleh teknologi strategis melalui jaringan pihak ketiga.

Para analis keamanan internasional menilai kemampuan Iran menghindari pembatasan inilah yang membuat Teheran tetap percaya diri menghadapi tekanan Amerika Serikat.


Kerja Sama Militer Tiongkok-Iran Jadi Sorotan Dunia

Kasus ini juga memunculkan kembali kekhawatiran Barat mengenai meningkatnya hubungan strategis antara Iran dan Tiongkok.

Banyak analis menilai bahwa yang terjadi bukan lagi sekadar transaksi dagang biasa, melainkan bagian dari pola kerja sama teknologi dan militer yang semakin erat di tengah tekanan sanksi internasional.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penyebaran teknologi militer modern kini berlangsung jauh lebih cepat, lebih kompleks, dan jauh lebih tersembunyi dibanding beberapa tahun lalu.

Negara-negara Teluk pun kini berada dalam posisi yang sangat sulit.

Di satu sisi, mereka memiliki ketergantungan ekonomi besar terhadap Tiongkok sebagai mitra perdagangan utama. Namun di sisi lain, mereka juga menghadapi ancaman keamanan dari teknologi dan sistem persenjataan yang diduga berasal dari jaringan industri militer Tiongkok.

Akibatnya, kawasan Timur Tengah kini bukan hanya menjadi arena konflik militer tradisional, tetapi juga medan persaingan teknologi, intelijen, dan pengaruh geopolitik global.

Dengan negosiasi nuklir yang kembali berada di ujung tanduk, dunia internasional kini menunggu satu pertanyaan besar:

Apakah Washington dan Teheran masih mampu menyelamatkan jalur diplomasi, atau Timur Tengah akan kembali memasuki babak konflik bersenjata yang jauh lebih besar?  (***)

Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo Tewaskan Lebih dari 200 Orang, 10 Negara Baru Masuk Daftar Berisiko

EtIndonesia. Pejabat Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada Sabtu malam (23 Mei) memperbarui jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola menjadi 204 orang. Sementara itu, Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) menyebut 10 negara berada dalam kategori “berisiko”.

Beberapa jam sebelumnya, International Red Cross and Red Crescent Movement menyatakan bahwa tiga relawannya di RD Kongo meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan RD Kongo dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa tiga provinsi telah melaporkan total 204 kematian, sementara jumlah kasus suspek mencapai 867 orang.

Statistik terbaru yang diumumkan World Health Organization (WHO) pada 22 Mei menunjukkan jumlah korban tewas sebelumnya sebanyak 177 orang dengan 750 kasus suspek.

Selain itu, Uganda mengkonfirmasi tiga kasus baru Ebola. Ketiga pasien tersebut adalah seorang sopir warga Uganda, seorang tenaga medis asal Uganda, dan seorang perempuan dari RD Kongo. Ketiganya saat ini masih hidup.

Menurut laporan AFP, WHO telah menyatakan bahwa wabah penyakit demam berdarah yang sangat menular ini merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Lembaga kesehatan di bawah African Union pada 23 Mei memperingatkan bahwa selain RD Kongo dan Uganda, lebih banyak negara di benua Afrika kini menghadapi risiko terdampak virus Ebola.

“Kami memiliki 10 negara yang berada dalam risiko,” ujar Kepala Africa CDC, Jean Kaseya. 

Ia kemudian menyebut negara-negara tersebut, yaitu Angola, Burundi, Central African Republic, Republic of the Congo, Ethiopia, Kenya, Rwanda, South Sudan, Tanzania, dan Zambia.

Jean Kaseya menambahkan bahwa “tingginya mobilitas penduduk dan situasi keamanan yang tidak stabil” di kawasan tersebut turut mempercepat penyebaran penyakit.

Sumber : NTDTV.com

Alarm Perang Dunia? Rusia Hujani Kyiv dengan 90 Rudal dan 600 Drone dalam Semalam

EtIndonesia. Pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026, ibu kota Ukraina, Kyiv, mengalami salah satu serangan udara terbesar sejak perang Rusia-Ukraina dimulai. Gelombang serangan besar-besaran yang dilancarkan Rusia menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal hipersonik, dan ratusan drone tempur menyebabkan ledakan dahsyat di berbagai wilayah kota dan memicu kepanikan massal di tengah malam.

Pemerintah Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan melibatkan penggunaan rudal hipersonik generasi baru Rusia, yaitu Oreshnik, senjata yang selama ini disebut-sebut sebagai salah satu rudal paling sulit dicegat di dunia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil analisis awal militer dan intelijen Ukraina, Rusia diduga menggunakan rudal Oreshnik untuk menyerang Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Ukraina sebelumnya melancarkan serangan drone terhadap sejumlah target strategis Rusia, termasuk kapal perang, fasilitas minyak, serta pangkalan drone militer.

Ledakan Mengguncang Kyiv Tengah Malam

Menurut laporan otoritas setempat, serangan dimulai sesaat setelah pukul 01.00 dini hari waktu Kyiv. Warga di berbagai distrik ibu kota melaporkan mendengar suara alarm serangan udara disusul rentetan ledakan keras yang mengguncang kota.

Beberapa saksi mata mengatakan langit malam Kyiv dipenuhi cahaya ledakan dan jejak rudal pencegat dari sistem pertahanan udara Ukraina.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui akun Telegram resminya menyatakan bahwa sebagian rudal Rusia berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam kawasan permukiman.

Akibat serangan tersebut, sejumlah gedung apartemen mengalami kerusakan berat. Pecahan kaca dan puing bangunan dilaporkan berserakan di beberapa distrik pusat kota.

Selain itu, sebuah bangunan sekolah di pusat Kyiv dilaporkan terbakar hebat setelah terkena dampak ledakan. Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga dan memadamkan api.

Zelenskyy Sudah Memberi Peringatan Sehari Sebelumnya

Sehari sebelum serangan terjadi, tepatnya pada 23 Mei 2026, Presiden Zelenskyy telah mengeluarkan peringatan publik melalui platform X.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa berdasarkan informasi intelijen Ukraina dan data dari negara-negara mitra Barat, Rusia sedang mempersiapkan serangan besar menggunakan berbagai jenis senjata terhadap Kyiv dan sejumlah wilayah lain di Ukraina.

Zelenskyy menyebut bahwa negara-negara Eropa telah mengamati adanya peningkatan aktivitas militer Rusia yang mengarah pada persiapan peluncuran rudal strategis.

Ia kemudian mengimbau masyarakat Ukraina untuk selalu memperhatikan alarm serangan udara dan segera menuju bunker atau tempat perlindungan pertahanan sipil ketika sirene berbunyi.

Menurut Zelenskyy, penggunaan rudal hipersonik seperti Oreshnik serta upaya Rusia memperpanjang perang dapat menciptakan preseden berbahaya bagi konflik global di masa depan.

Ia menegaskan bahwa komunitas internasional harus memberikan respons nyata dan meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar perang tidak semakin meluas.

Rusia Luncurkan 90 Rudal dan 600 Drone

Dalam laporan resmi yang disampaikan pemerintah Ukraina setelah serangan berlangsung, Rusia disebut meluncurkan sekitar 90 rudal dari berbagai jenis, termasuk 36 rudal balistik.

Selain itu, sekitar 600 drone tempur dan drone kamikaze juga dikerahkan dalam operasi tersebut.

Gelombang serangan masif ini disebut menjadi salah satu operasi udara terbesar Rusia sepanjang tahun 2026.

Militer Ukraina mengklaim sebagian rudal dan drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, namun jumlah proyektil yang sangat besar membuat beberapa target tetap terkena hantaman langsung.

Rudal Oreshnik Jadi Sorotan Dunia

Sorotan terbesar dalam serangan kali ini tertuju pada dugaan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik.

Rudal ini disebut mampu melaju dengan kecepatan lebih dari Mach 10 atau lebih dari sepuluh kali kecepatan suara.

Oreshnik juga dilaporkan menggunakan teknologi multi-warhead re-entry, yaitu kemampuan membawa beberapa hulu ledak yang dapat memisah dan menyerang target berbeda dalam satu peluncuran.

Selain itu, rudal tersebut dirancang untuk menghancurkan target bawah tanah dan bunker pertahanan dalam.

Karena kecepatannya yang sangat tinggi serta lintasan manuvernya yang kompleks, sistem pertahanan udara modern saat ini disebut sangat sulit mencegat rudal jenis tersebut.

Jika benar digunakan, maka ini merupakan ketiga kalinya Rusia mengoperasikan rudal Oreshnik dalam perang melawan Ukraina.

Sebelumnya, Rusia pertama kali menggunakan rudal tersebut pada 21 November 2024 untuk menyerang kota Dnipro di tenggara Ukraina.

Penggunaan kedua dilaporkan terjadi pada 9 Januari 2026 ketika Rusia menyerang infrastruktur strategis di wilayah Lviv dekat perbatasan Polandia.

Gudang Senjata Ukraina Dilaporkan Hancur

Sejumlah laporan militer menyebutkan bahwa serangan Rusia kali ini menghancurkan beberapa gudang persenjataan Ukraina serta fasilitas logistik dan infrastruktur militer lainnya.

Namun hingga kini, rincian kerusakan secara lengkap masih belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah Ukraina.

Di tengah kekacauan pasca-serangan, muncul pula rumor yang belum dapat diverifikasi mengenai kemungkinan tewasnya Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Ukraina maupun sumber independen mengenai kabar tersebut.

Ukraina Juga Dituduh Menyerang Sekolah di Rusia

Di sisi lain, Rusia sebelumnya menuduh Ukraina melakukan serangan terhadap sebuah asrama sekolah di wilayah Rusia pada malam hari ketika para siswa sedang tidur.

Menurut pihak Rusia, serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 16 siswa tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka atau hilang.

Hingga kini, informasi tersebut masih sulit diverifikasi secara independen karena situasi perang yang terus berlangsung dan pembatasan akses media di wilayah konflik.

Kedutaan Besar AS Sempat Keluarkan Peringatan Darurat

Menjelang serangan besar itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara Amerika di Ukraina.

Dalam pemberitahuan resmi tersebut, Kedutaan menyatakan telah menerima informasi mengenai kemungkinan terjadinya serangan udara besar dalam waktu 24 jam ke depan.

Warga Amerika diminta untuk segera mencari tempat perlindungan apabila alarm serangan udara berbunyi.

Peringatan itu kemudian dianggap sebagai salah satu indikasi bahwa intelijen Barat memang telah mendeteksi persiapan operasi militer besar oleh Rusia sebelum serangan terjadi.

Ketegangan Perang Kian Memanas

Serangan besar pada 24 Mei 2026 menunjukkan bahwa perang Rusia-Ukraina kini kembali memasuki fase yang jauh lebih berbahaya.

Penggunaan rudal hipersonik, serangan drone skala besar, serta meningkatnya intensitas balasan dari kedua pihak memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya semakin brutal, tetapi juga semakin sulit diprediksi.

Banyak analis militer menilai bahwa jika penggunaan senjata strategis seperti Oreshnik terus meningkat, maka risiko eskalasi konflik yang lebih luas akan semakin besar, termasuk kemungkinan meningkatnya keterlibatan negara-negara Barat dalam dukungan pertahanan Ukraina.  (***)

Terdengar Ledakan Besar di Kyiv, Pejabat Mendesak Warga Segera Cari Perlindungan

EtIndonesia. Ibukota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (23 Mei) mengalami “serangan rudal balistik skala besar”. Tim wartawan AFP di lokasi mendengar ledakan keras, sementara para pejabat mendesak warga untuk segera mencari perlindungan. Sebelumnya, Moskow mengancam akan membalas serangan terhadap wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia.

“Ibu kota sedang mengalami serangan rudal balistik besar-besaran. Masih ada kemungkinan gelombang serangan berikutnya, warga diminta tetap berada di tempat perlindungan! ”

Ia menambahkan bahwa sejauh ini sedikitnya empat lokasi terdampak serangan. Laporan awal menyebutkan terjadi kebakaran dan kerusakan pada bangunan tempat tinggal.

Wartawan AFP di lokasi mendengar ledakan besar dan melihat sebuah gedung apartemen dekat kawasan pemerintahan berguncang hebat akibat ledakan. Puluhan warga berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota Kyiv.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan bahwa Rusia mungkin akan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina dalam beberapa jam ke depan. Senjata yang digunakan kemungkinan termasuk rudal balistik hipersonik jarak menengah terbaru buatan Rusia bernama “Oreshnik”, yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.

Serangan ke Asrama Mahasiswa dan Rombongan Pemakaman

Pejabat Rusia sebelumnya pada tanggal 23 Mei mengklaim bahwa drone Ukraina menyerang asrama siswa sebuah sekolah di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia di Ukraina timur. Jumlah korban tewas disebut meningkat dari enam menjadi sepuluh orang, dengan 48 orang terluka dan 11 lainnya masih hilang. Operasi penyelamatan masih berlangsung.

Militer Ukraina membantah tuduhan Rusia tersebut dan mengatakan bahwa target serangan mereka adalah unit komando drone di Luhansk. Pemerintah Kyiv menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum humaniter internasional.

Selain itu, pada hari yang sama, drone Rusia menyerang rombongan pemakaman di pinggiran kota Sumy di timur laut Ukraina, menyebabkan satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka.

Media lokal melaporkan bahwa sebuah drone serang menghantam jalan dekat sebuah bus.

Kota Sumy berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Rusia dan dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi sasaran serangan rudal serta drone Rusia selama perang Rusia-Ukraina.

Sumber : NTDTV.com

Dunia Tegang! Plot Pembunuhan Ivanka Trump Diduga Picu Persiapan Serangan Besar ke Iran

EtIndonesia. Pada Sabtu, 23 Mei 2026, Amerika Serikat kembali diguncang sebuah perkembangan yang langsung memicu kemarahan publik dan meningkatkan ketegangan geopolitik dunia. Sebuah dokumen terbaru yang dideklasifikasi oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat dan lembaga penegak hukum federal mengungkap dugaan rencana pembunuhan terhadap putri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump.

Kasus ini langsung menjadi perhatian internasional karena dinilai telah melampaui batas konflik politik dan militer biasa antarnegara. Banyak analis menyebut peristiwa ini sebagai salah satu eskalasi paling berbahaya dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran sejak kematian Jenderal Qassem Soleimani beberapa tahun lalu.

Operasi Rahasia di Florida Bongkar Dugaan Plot Pembunuhan

Menurut dokumen penyelidikan federal, badan intelijen Amerika baru-baru ini melaksanakan operasi penangkapan rahasia di negara bagian Florida. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil menangkap seorang pria warga negara Irak bernama Mohammed Al-Saadi.

Namun yang membuat para agen federal terkejut bukan hanya identitas tersangka, melainkan barang-barang yang ditemukan di lokasi penangkapan.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas milik Al-Saadi, aparat menemukan cetak biru rinci dan denah interior sebuah rumah pribadi di Florida. Setelah diperiksa lebih lanjut, rumah tersebut ternyata merupakan kediaman milik Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Penemuan itu langsung mengubah operasi intelijen biasa menjadi krisis keamanan nasional tingkat tinggi.

Diduga Agen Terlatih Garda Revolusi Iran

Dalam surat dakwaan yang dirilis Departemen Kehakiman AS, Mohammed Al-Saadi disebut bukan sekadar simpatisan biasa. Meskipun berkewarganegaraan Irak, ia diduga merupakan anggota yang telah menerima pelatihan intensif jangka panjang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Penyidik menyebut pria tersebut pernah terlibat dalam berbagai operasi kekerasan dan diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah serangan terhadap warga Amerika dan Yahudi di luar negeri.

Menurut dokumen investigasi, Al-Saadi kali ini diduga “diaktifkan” langsung oleh IRGC untuk menjalankan operasi di wilayah Amerika Serikat. Target utamanya disebut hanya satu: Ivanka Trump.

Beberapa pejabat keamanan AS menyebut rencana ini sebagai bentuk “balas dendam strategis” atas operasi militer Amerika yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani di dekat Bandara Baghdad pada Januari 2020.

Pada masa jabatan pertamanya, Presiden Donald Trump memang memerintahkan operasi drone yang menewaskan Soleimani, sosok yang dianggap sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Iran dan komandan Pasukan Quds Garda Revolusi.

Sejak saat itu, Iran disebut terus menyimpan dendam mendalam terhadap Washington.

Pernyataan Mengejutkan Tersangka

Yang membuat situasi semakin panas, tersangka disebut secara terbuka mengucapkan ancaman kepada penyidik setelah ditangkap.

Menurut laporan investigasi federal, Al-Saadi mengatakan:

“Kami ingin membunuh Ivanka dan membakar rumah Trump.”

Pernyataan tersebut langsung memperbesar kemarahan publik Amerika. Banyak media konservatif menyebut kasus ini sebagai bukti bahwa konflik dengan Iran telah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dan personal.

Saat ini, Mohammed Al-Saadi menghadapi berbagai dakwaan berat terkait terorisme internasional, konspirasi pembunuhan, serta ancaman terhadap keluarga presiden Amerika Serikat.

Trump Bungkam, Tetapi Unggah Peta yang Mengguncang Timur Tengah

Di tengah ledakan kemarahan publik Amerika, Presiden Donald Trump justru memilih diam. Ia tidak menulis komentar panjang di media sosial maupun memberikan konferensi pers resmi.

Namun beberapa jam kemudian, Trump mengunggah sebuah gambar yang langsung menghebohkan dunia diplomatik.

Gambar tersebut memperlihatkan peta Timur Tengah dengan bendera Amerika Serikat membentang di atas wilayah Iran. Di bagian atas tertulis kalimat:

“United States of the Middle East?”

Unggahan itu segera memicu spekulasi global. Banyak analis menilai Trump sedang mengirim pesan bahwa Washington tidak lagi sekadar ingin “menghukum” Iran, melainkan sedang mempertimbangkan restrukturisasi geopolitik besar-besaran di Timur Tengah.

Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain disebut mulai meningkatkan koordinasi keamanan setelah unggahan tersebut viral.

Negara-Negara Arab Khawatir Kawasan Meledak

Menurut sejumlah sumber diplomatik Timur Tengah, negara-negara Teluk sebenarnya telah berulang kali meminta Amerika Serikat untuk menahan diri dan menghindari operasi militer besar terhadap Iran.

Mereka khawatir Teheran akan membalas dengan menyerang fasilitas minyak, pelabuhan energi, hingga jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia juga kembali menjadi perhatian utama.

Banyak pengamat menilai satu kesalahan kecil saja dapat memicu perang regional berskala penuh yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, Israel, dan negara-negara Arab.

Dan Scavino Picu Spekulasi Serangan Baru

Ketegangan semakin meningkat ketika Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Dan Scavino, tiba-tiba mengunggah video pendek berdurasi 17 detik tanpa keterangan apa pun.

Meski tampak sederhana, unggahan tersebut langsung dianalisis secara serius oleh komunitas intelijen dan pengamat militer.

Penyebabnya adalah kejadian serupa pada Februari 2026. Saat itu Scavino juga pernah mengunggah video pesawat pengebom siluman B-2 tanpa penjelasan apa pun.

Tepat 24 jam setelah video tersebut muncul, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar terhadap target Iran.

Karena itu, unggahan terbaru Scavino langsung dianggap sebagai sinyal kemungkinan operasi militer baru.

Militer AS Disebut Masuk Status Siaga Tinggi

Sejumlah sumber pertahanan menyebut Pentagon telah membatalkan seluruh cuti akhir pekan bagi unit-unit utama militer Amerika.

Pilot tempur dilaporkan berada dalam status siaga penuh di berbagai pangkalan udara regional. Rudal jelajah jarak jauh juga disebut telah mengunci sejumlah target strategis di Iran.

Situasi di kalangan elite Teheran bahkan digambarkan sejumlah media sebagai “ruang pasien kritis”, penuh kepanikan dan ketidakpastian.

Marco Rubio: “Masalah Ini Akan Diselesaikan”

Di tengah meningkatnya ancaman perang, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang sedang melakukan kunjungan diplomatik ke India juga memberikan pernyataan yang memancing perhatian internasional.

Rubio mengatakan bahwa pembicaraan terkait Iran memang menunjukkan perkembangan.

Ia menyatakan:

“Mungkin nanti malam akan ada kabar. Mungkin juga tidak. Saya berharap ada perkembangan, tetapi saya belum bisa memastikannya.”

Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap lebih memilih solusi diplomatik dibanding perang terbuka. Namun ia juga memperingatkan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Masalah ini akan diselesaikan, dengan satu cara atau cara lainnya.”

Pernyataan tersebut dianggap sebagai pesan keras bahwa Washington siap menggunakan kekuatan militer jika jalur negosiasi gagal.

CENTCOM Umumkan Operasi Blokade Laut Iran

Sementara itu, pada 23 Mei 2026, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa militer AS telah melaksanakan operasi blokade laut terhadap Iran di kawasan Teluk Persia.

Sedikitnya 100 kapal dagang yang diduga membantu Iran menghindari sanksi ekonomi disebut berhasil dicegat.

CENTCOM juga merilis foto helikopter Korps Marinir AS yang lepas landas dari kapal serbu amfibi USS Tripoli untuk menjalankan operasi intersepsi laut.

Operasi tersebut dinilai sebagai salah satu tekanan ekonomi dan militer terbesar terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Tuduhan Pengiriman Drone Tiongkok ke Iran

Di tengah situasi yang semakin panas, muncul pula laporan media yang menyebut Partai Komunis Tiongkok diam-diam menggunakan jalur kereta darat “Jalur Sutra” untuk mengirim ribuan drone tempur ke Iran selama masa gencatan senjata.

Drone-drone itu diduga dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan operasi pendaratan militer Amerika.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Beijing, laporan tersebut langsung meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Iran-AS dapat berkembang menjadi persaingan global yang lebih luas.

Gedung Putih dan Israel Gelar Rapat Darurat

Pada Sabtu sore, 23 Mei 2026, Gedung Putih menggelar rapat keamanan darurat.

Seluruh tim keamanan nasional kabinet Trump dipanggil kembali ke Washington DC. Wakil Presiden JD Vance yang sedang berada di luar negara bagian juga diperintahkan kembali secepat mungkin.

Pada saat hampir bersamaan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengadakan rapat kabinet keamanan darurat di Tel Aviv.

Situasi tersebut membuat banyak pihak yakin bahwa keputusan besar sedang dipersiapkan.

Trump Tiba-Tiba Umumkan “Kesepakatan Hampir Selesai”

Namun pada pukul 4:30 sore waktu setempat, Trump kembali mengejutkan dunia.

Saat banyak pihak memperkirakan perang besar akan segera dimulai, Presiden AS justru mengunggah pernyataan yang bernada jauh lebih diplomatis.

Trump mengatakan bahwa dirinya baru saja melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam pernyataannya, Trump menulis:

“Sebuah kesepakatan pada dasarnya telah selesai dinegosiasikan.”

Ia juga menyebut bahwa detail akhir perjanjian sedang diselesaikan dan pengumuman resmi akan segera dilakukan.

Selain itu, Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka.

Pernyataan tersebut membuat situasi Timur Tengah kembali penuh ketidakpastian. Dunia kini bertanya-tanya apakah kawasan itu benar-benar menuju perdamaian atau justru sedang memasuki fase tenang sebelum badai besar berikutnya. (***)

AS dan Iran Masuki 48 Jam Paling Berbahaya, Serangan Bisa Pecah Kapan Saja

EtIndonesia. 23 Mei 2026, situasi di Timur Tengah kembali memasuki fase yang sangat sensitif. Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang selama beberapa pekan terakhir dipenuhi negosiasi intensif kini mulai dibayangi ancaman operasi militer baru. Berbagai sinyal dari Washington menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump kemungkinan sedang mempertimbangkan langkah militer besar terhadap Iran dalam waktu dekat.

Perhatian dunia semakin tertuju ke Gedung Putih setelah muncul sejumlah perkembangan penting yang terjadi hampir bersamaan. Mulai dari rapat darurat keamanan nasional, perubahan mendadak jadwal Presiden Trump, kunjungan mediator Pakistan dan Qatar ke Teheran, hingga mundurnya Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard — semuanya dianggap sebagai bagian dari dinamika yang menunjukkan bahwa situasi telah memasuki titik paling genting sejak awal krisis.

Trump Batalkan Hadiri Pernikahan Putranya

Pada sore hari waktu Amerika Serikat tanggal 22 Mei 2026, Presiden Donald Trump mengunggah pernyataan di media sosial yang langsung mengundang perhatian luas.

Trump menyatakan bahwa dirinya tidak akan menghadiri pesta pernikahan putranya, Donald Trump Jr., yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan tersebut. Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa situasi pemerintahan dan kepentingan nasional Amerika Serikat terlalu penting sehingga ia tidak bisa meninggalkan Gedung Putih pada momen krusial saat ini.

Pernyataan itu segera memicu spekulasi besar di Washington. Banyak pihak mempertanyakan, situasi seperti apa yang membuat seorang presiden rela melewatkan acara keluarga paling penting demi tetap berada di pusat komando pemerintahan.

Beberapa analis politik Amerika menilai keputusan tersebut bukan sekadar persoalan jadwal biasa, melainkan indikasi bahwa Gedung Putih sedang menghadapi perkembangan keamanan yang sangat serius terkait Iran.

Gedung Putih Gelar Rapat Keamanan Tingkat Tinggi

Menurut laporan media Amerika, termasuk Axios, Presiden Trump pada, 23 Mei 2026, menggelar rapat tingkat tinggi Dewan Keamanan Nasional untuk membahas perkembangan terbaru situasi Iran.

Sumber internal pemerintahan menyebutkan bahwa salah satu topik utama dalam rapat tersebut adalah kemungkinan dilancarkannya kembali operasi militer terhadap Iran apabila negosiasi gagal menghasilkan terobosan pada menit-menit terakhir.

Beberapa pejabat penting yang hadir dalam rapat tersebut antara lain:

  • Wakil Presiden JD Vance
  • Menteri Pertahanan Pete Hegseth
  • Direktur CIA John Ratcliffe
  • Kepala Staf Gedung Putih Susan Wiles

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio tidak hadir karena sedang menghadiri pertemuan NATO di Eropa. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Kane juga absen karena mengikuti acara wisuda Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat.

Tak lama setelah rapat selesai, Gedung Putih secara mendadak mengubah jadwal akhir pekan Presiden Trump. Setelah menghadiri agenda di New York, Trump langsung kembali ke Washington pada malam hari, sebuah langkah yang dinilai tidak biasa dan semakin memperkuat dugaan bahwa situasi keamanan sedang berkembang cepat.

Trump Disebut Mulai Kehilangan Kesabaran

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump sebenarnya terus menegaskan bahwa dirinya lebih memilih jalur diplomasi dibanding perang terbuka dengan Iran. Bahkan pada Selasa sebelumnya, saat bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump masih menyatakan ingin memberikan kesempatan terakhir bagi Iran melalui negosiasi damai.

Namun menurut sejumlah sumber di Washington, sikap Trump mulai berubah drastis pada Kamis malam.

Presiden AS itu dilaporkan semakin frustrasi karena negosiasi selama satu bulan terakhir hampir tidak menghasilkan kemajuan signifikan. Iran tetap menolak tuntutan utama Washington, terutama terkait penghentian program pengayaan uranium tingkat tinggi serta pemindahan sebagian fasilitas nuklir keluar wilayah Iran.

Selain isu nuklir, Iran juga masih mempertahankan sikap keras terkait Selat Hormuz. Teheran disebut tetap ingin memiliki hak pengelolaan atas jalur strategis tersebut, termasuk kemungkinan mengenakan biaya bagi kapal-kapal internasional yang melintas. Bagi Washington, tuntutan seperti itu dianggap tidak dapat diterima.

Pakistan dan Qatar Bergerak Cegah Perang

Di tengah meningkatnya ketegangan, berbagai negara mulai melakukan upaya diplomasi darurat.

Pada tanggal 23 Mei 2026, Panglima Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir tiba di Teheran untuk melakukan mediasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Delegasi Qatar juga dilaporkan ikut tiba di ibu kota Iran guna mendukung proses perundingan.

Menurut sejumlah laporan, Munir dijadwalkan bertemu dengan Panglima Garda Revolusi Iran, Jenderal Vahidi, pada Sabtu, 24 Mei 2026.

Pertemuan ini dianggap sangat penting karena Vahidi dikenal sebagai salah satu tokoh garis keras paling berpengaruh di Iran. Selama ini, ia disebut menjadi salah satu figur yang paling keras menolak kompromi dengan Amerika Serikat.

Banyak pengamat menilai kunjungan Pakistan dan Qatar kemungkinan merupakan upaya diplomatik terakhir sebelum situasi berubah menjadi konflik terbuka.

Jika Vahidi bersedia menerima kompromi tertentu, peluang tercapainya kerangka perdamaian masih terbuka. Namun jika kelompok garis keras Iran tetap menolak negosiasi, maka operasi militer Amerika Serikat dinilai hanya tinggal menunggu keputusan final dari Gedung Putih.

Direktur Intelijen Nasional AS Mendadak Mundur

Perkembangan lain yang mengejutkan terjadi pada hari yang sama ketika Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard, mengumumkan pengunduran dirinya.

Secara resmi, Gabbard mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena suaminya baru didiagnosis menderita kanker tulang langka dan ia ingin fokus merawat keluarga.

Namun media Amerika menyebut isu pengunduran diri Gabbard sebenarnya sudah beredar selama beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebab utamanya diduga karena perbedaan pandangan yang sangat tajam antara dirinya dan Presiden Trump terkait Iran.

Gabbard diketahui termasuk salah satu pejabat kabinet yang secara terbuka tidak mendukung opsi serangan militer terhadap Iran. Karena itu, pengunduran dirinya pada saat krisis sedang memanas langsung memicu spekulasi politik baru di Washington.

Mengapa Akhir Pekan Ini Dianggap Sangat Krusial?

Akhir pekan Memorial Day tahun ini dianggap memiliki arti strategis bagi Gedung Putih.

Pasar saham Amerika Serikat akan tutup selama tiga hari, sehingga menciptakan “jendela waktu” yang relatif aman bagi pemerintah jika ingin mengambil tindakan militer tanpa langsung mengguncang pasar keuangan secara ekstrem.

Selain itu, Trump juga menghadapi tekanan waktu politik yang cukup besar.

Pada Juni 2026, Amerika Serikat akan memasuki periode pembukaan Piala Dunia. Setelah itu, negara tersebut akan bersiap merayakan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli 2026.

Banyak analis percaya Trump tidak ingin memulai perang besar ketika Amerika sedang memasuki periode perayaan nasional dan sorotan internasional besar. Jika operasi militer tidak dilakukan sebelum Juni, maka peluang untuk melancarkannya diperkirakan akan semakin kecil karena Amerika akan segera mendekati musim politik pemilu sela.

Seperti Apa Bentuk Operasi Militer AS?

Jika Amerika Serikat benar-benar menyerang Iran, sejumlah sumber memperkirakan operasi tersebut tidak akan melibatkan invasi darat besar-besaran.

Strategi yang paling mungkin dilakukan adalah serangan udara intensif selama beberapa hari dengan target-target tertentu.

Tiga target utama yang disebut kemungkinan menjadi sasaran adalah:

  1. Tokoh-tokoh garis keras Iran
    Termasuk komandan Garda Revolusi dan elite militer yang dianggap menghambat negosiasi damai.
  2. Fasilitas nuklir Iran
    Amerika diperkirakan akan berusaha menghancurkan atau melumpuhkan sisa infrastruktur nuklir strategis Iran.
  3. Infrastruktur ekonomi penting
    Kilang minyak, fasilitas energi, dan pusat ekonomi strategis Iran kemungkinan menjadi target untuk menekan kemampuan finansial Teheran.

Meski demikian, laporan tersebut menyebut Washington saat ini belum memiliki rencana menggulingkan pemerintahan Iran secara langsung. Tujuan utama operasi kemungkinan lebih diarahkan untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan posisi yang lebih lemah.

Dunia Kini Menunggu Keputusan Trump

Hingga akhir pekan 24 Mei 2026, situasi masih berada dalam tahap yang sangat tidak menentu.

Di satu sisi, Trump terus menunjukkan bahwa dirinya sebenarnya ingin menghindari perang besar baru di Timur Tengah. Namun di sisi lain, kebuntuan negosiasi dan sikap keras Iran membuat tekanan terhadap Gedung Putih terus meningkat.

Kelompok garis keras Iran tampaknya yakin bahwa Trump tidak benar-benar ingin berperang sehingga terus menolak memberikan konsesi besar kepada Washington.

Namun apabila tuntutan Iran dianggap sudah melewati batas yang dapat diterima Amerika Serikat, maka Presiden Trump bisa berada dalam posisi tanpa jalan mundur secara politik maupun strategis.

Karena itulah, banyak pengamat kini menilai dunia sedang menyaksikan salah satu permainan diplomasi dan militer paling berbahaya tahun 2026.

Dan jika operasi militer benar-benar terjadi, maka kemungkinan terbesar waktunya memang berada pada akhir pekan ini. (***)

Dokumen Rahasia Baru Diungkap: Jet Tempur AS Menembak Jatuh UFO, Video Mengejutkan Dipublikasikan

EtIndonesia. Dalam dokumen terbaru mengenai UFO yang dirilis Departemen Perang AS pada Jumat (22 Mei), muncul sebuah video mengejutkan yang merekam momen jet tempur Amerika Serikat menembak jatuh sebuah objek misterius di atas Danau Huron, Michigan.

Dalam rekaman inframerah yang diambil pada Februari 2023 tersebut, sebuah benda terbang tak dikenal muncul di atas Danau Huron, lalu sebuah jet tempur F-16 mengunci dan melacak target itu. Bentuk objek tersebut tampak menyerupai berlian, sebelum akhirnya dihantam oleh apa yang disebut Departemen Pertahanan sebagai “sistem persenjataan” dan meledak, sambil memuntahkan pecahan yang diduga reruntuhan.

Namun, dokumen yang telah dideklasifikasi menunjukkan bahwa beberapa detik setelah objek mirip balon cuaca itu ditembak jatuh, sebuah bola putih terang tiba-tiba muncul di kanan atas tanda bidik kamera pesawat tempur. Bola tersebut tampak melayang-layang di sekitar tanda bidik sebelum akhirnya menghilang.

Rekaman yang baru dipublikasikan ini merupakan salah satu dari 222 dokumen rahasia yang dirilis pada Jumat di situs Departemen Pertahanan AS. Dalam kumpulan arsip terbaru tersebut terdapat lebih dari 50 video yang sebelumnya diklasifikasikan rahasia, berisi berbagai pertemuan antara pesawat militer dan UFO.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Jumat bahwa dokumen, foto, dan video yang secara resmi disebut sebagai “Fenomena Anomali Tak Dikenal” (UAP) itu telah lama memicu berbagai spekulasi.

“Sudah waktunya rakyat Amerika melihatnya dengan mata kepala sendiri,” ujarnya.

Serangkaian video yang dirilis pada Jumat itu mencakup penampakan objek berbentuk bola, oval, dan cerutu yang melintas di langit di atas daratan, danau, maupun lautan. Rekaman-rekaman kabur tersebut memperlihatkan benda-benda yang melaju cepat di langit berbagai wilayah dunia.

Dalam sebuah video dari November 2020, sebuah objek bulat terlihat bergerak di antara awan di atas wilayah tengah Amerika Serikat. Sekitar lima bulan kemudian, video lain menunjukkan objek bulat melesat cepat di langit Amerika.

Ada pula rekaman dari sensor inframerah United States Coast Guard yang menunjukkan sebuah benda misterius terbang dekat sebuah pesawat di wilayah tenggara AS pada April 2024.

Objek-objek misterius serupa juga tercatat di Kabul, Syria, Kazakhstan, dan Eropa. Dalam salah satu rekaman yang diambil dekat Karaganda International Airport, langit malam tiba-tiba diterangi cahaya putih berbentuk telur yang meledak. Sementara di Eropa, sebuah objek tampak bisa berhenti dan bergerak kembali seolah dikendalikan oleh joystick video game yang tak terlihat.

Benda-benda tak dikenal juga terlihat di atas permukaan laut, melayang dekat kapal selam yang muncul ke permukaan. Objek lain tampak memancarkan cahaya berdenyut menyerupai ledakan matahari.

Salah satu video bahkan menunjukkan bahwa pada Agustus 2022, empat fenomena udara tak dikenal terbang dalam formasi di atas perairan dekat Iran.

Diterjemahkan dari Epoch Times / Ye Ping

Studi Menemukan 71 Persen Produk Makanan Bayi Adalah Ultra-Processed Food

Sebuah studi baru menemukan banyak makanan bayi  adalah  makanan ultra-proses yang mengandung zat tambahan yang dikaitkan dengan gangguan usus, attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), dan obesitas

George Citroner

Para orangtua yang mencari pilihan sehat di rak makanan bayi kemungkinan besar justru membeli produk ultra-proses—terlepas dari apa yang tersirat pada kemasannya.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa 71 persen makanan, minuman, dan camilan untuk bayi dan balita yang dijual di Amerika Serikat tergolong makanan ultra-proses. Menurut sistem klasifikasi NOVA, Ultra-Processed Food atau makanan ultra-proses adalah formulasi industri yang biasanya dibuat dengan lima bahan atau lebih yang tidak umum ditemukan di dapur rumah tangga.

Makanan ultra-proses sering mengandung zat tambahan, gula tambahan, dan bahan yang sangat dimurnikan yang semakin dikaitkan dengan berbagai potensi risiko kesehatan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients tersebut meneliti data dari foto 651 produk yang diambil dari delapan jaringan supermarket terbesar di Amerika Serikat antara Maret hingga Mei 2023.

Tinggi Zat Tambahan dan Gula

Peneliti dari The George Institute for Global Health menemukan bahwa zat tambahan merupakan jenis bahan yang paling umum digunakan dalam makanan bayi, terdapat pada 71 persen produk. Banyak produk memiliki daftar bahan yang sangat panjang, hingga mencapai 56 bahan, terutama pada produk camilan.

Secara keseluruhan, lebih dari 105 jenis bahan tambahan berhasil diidentifikasi. Yang paling umum adalah penguat rasa, ditemukan pada 36 persen makanan; pengental pada 29 persen; pengemulsi pada 19 persen; dan pewarna pada 19 persen produk.

“Pengemulsi berfungsi untuk memperbaiki tekstur dan memperpanjang masa simpan produk makanan,” kata Erica Corwin, ahli diet terdaftar senior di Divisi Gastroenterologi, Hepatologi, dan Nutrisi Pediatrik di Cohen Children’s Medical Center, yang tidak terlibat dalam studi tersebut, kepada The Epoch Times.

“Zat pewarna umum digunakan dalam makanan olahan untuk meningkatkan daya tarik visual atau menggantikan warna yang mungkin hilang selama proses produksi atau pengolahan.”

Contoh makanan bayi ultra-proses meliputi yogurt manis, makanan instan untuk balita, camilan buah, batangan sereal, susu berperisa atau formula balita, serta sereal sarapan bergula.

Makanan bayi ultra-proses juga mengandung gula dan garam dua kali lebih banyak dibandingkan alternatif yang lebih sedikit diproses.

Selain itu, produk ultra-proses cenderung lebih padat kalori akibat tambahan gula dan bahan olahan yang kekurangan serat serta nutrisi lainnya.

Format kemasan juga menunjukkan hal yang sama. Hampir semua produk berukuran camilan tergolong ultra-proses. Produk dalam kemasan pouch, yang penjualannya melonjak hampir 900 persen sejak 2010 karena dianggap praktis, termasuk yang paling banyak diproses.

Mengapa Ini Penting bagi Bayi

Zat tambahan seperti pengemulsi dan pewarna buatan bukan sekadar untuk penampilan.

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa bahan kimia sintetis yang digunakan sebagai zat tambahan makanan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Penelitian mengaitkan beberapa zat tambahan dengan kondisi seperti ADHD, kanker, dan obesitas. 

Selain itu, temuan baru menunjukkan bahwa zat tambahan tertentu seperti pengemulsi, pemanis buatan, pewarna, dan pengawet dapat mengganggu mikrobioma usus serta kesehatan saluran pencernaan.

Masa bayi merupakan periode penting dalam membentuk kebiasaan makan seumur hidup.

“Paparan pola makan sejak dini dapat membentuk preferensi jangka panjang, sehingga konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dapat menyebabkan masalah pola makan dan kesehatan di masa depan,” kata Elizabeth Dunford, peneliti di The George Institute for Global Health sekaligus asisten profesor tambahan di Departemen Nutrisi University of North Carolina, kepada The Epoch Times.

Memberi makan bayi bukan hanya soal kalori, kata Lindsay Malone, ahli diet klinis di Case Western Reserve University, yang juga tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Menurutnya, hal itu juga berkaitan dengan pengenalan rasa dan tekstur.

“Bayi yang diperkenalkan pada berbagai tekstur sejak dini mungkin akan lebih mudah menerima berbagai makanan saat menjadi balita,” ujar Malone. “Terkadang apa yang terlihat sebagai perilaku pilih-pilih makanan sebenarnya hanyalah kurangnya paparan terhadap berbagai rasa dan tekstur selama masa bayi.”

Peraturan U.S. Food and Drug Administration mengklasifikasikan bahan dalam makanan bayi ke dalam dua kategori hukum utama: zat tambahan makanan yang disetujui dan zat yang “secara umum diakui aman.” Meskipun badan tersebut mengawasi penggunaannya, pembuktian keamanan sering kali dibebankan kepada produsen, bukan lembaga pengawas itu sendiri.

Apa yang Dapat Dilakukan Orang Tua

Menurut Malone, orang tua sebenarnya memiliki lebih banyak kendali daripada yang terlihat di rak makanan bayi. Membuat makanan bayi sendiri jauh lebih mudah dan lebih murah daripada yang dibayangkan banyak orang, katanya.

“Caranya sederhana, murah, dan memungkinkan orang tua mengontrol bahan-bahannya,” ujarnya.

Misalnya, cukup dengan mengukus sayuran beku lalu menghaluskannya dengan sedikit air. Rasa dapat diperkaya secara alami menggunakan rempah segar seperti basil. Setelah dihaluskan, campuran dapat dituangkan ke dalam cetakan es batu, dibekukan, lalu disimpan dalam wadah khusus freezer.

“Orang tua tidak harus sempurna,” katanya. “Perubahan kecil menuju makanan utuh dan minim proses dapat secara berarti membentuk selera makan anak dan kesehatan jangka panjangnya.”

Dunford menekankan pentingnya membuat pilihan yang berdasarkan informasi.

“Di Eropa, beberapa produk diwajibkan mencantumkan label peringatan jika mengandung zat tambahan tertentu yang dikaitkan dengan dampak kesehatan merugikan,” katanya. “Secara pribadi, saya ingin di masa depan perusahaan juga mencantumkan fungsi zat tambahan dalam daftar bahan agar konsumen lebih memahami apa yang mereka berikan kepada anak-anak mereka.”