AS Menembak Jatuh Drone Shahed Iran yang Mendekati Kapal Induk

EtIndonesia. Pada hari Selasa, militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran dan mencegah penangkapan kapal dagang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Insiden tersebut terjadi di perairan Laut Arab dan Selat Hormuz, hal ini dinyatakan dalam komentar kepada Fox News oleh Kapten Tim Hawkins, perwakilan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Penembakan Shahed-139 di Dekat Kapal Induk

Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) berada di Laut Arab sekitar 500 mil lepas pantai selatan Iran ketika sebuah UAV Shahed-139 Iran mulai bermanuver agresif menuju kapal tersebut.

Menurut CENTCOM, drone tersebut terus mendekat dengan niat yang tidak jelas, meskipun pasukan AS telah mengambil langkah-langkah de-eskalasi.

“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata Hawkins.

Tidak ada personel militer AS yang terluka, dan tidak ada peralatan yang rusak akibat insiden tersebut.

Upaya penyitaan kapal tanker di Selat Hormuz

Beberapa jam setelah insiden pertama, pasukan IRGC mulai mengejar kapal tanker berbendera AS dengan awak Amerika. Kapal tanker M/V Stena Imperative secara sah melintasi jalur laut internasional di Selat Hormuz.

“Dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam untuk naik dan menyita kapal tanker tersebut,” kata seorang perwakilan CENTCOM.

Kapal perusak USS McFaul (DDG 74) segera datang membantu kapal tanker tersebut, didukung oleh perlindungan udara Angkatan Udara AS. Intervensi militer tersebut meredakan situasi, dan kapal tersebut terus berlayar dengan aman.

Eskalasi Ketegangan antara AS dan Iran

Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal, Presiden AS, Donald Trump diduga telah memerintahkan pengembangan opsi untuk serangan cepat terhadap Iran.

Menurut para jurnalis, pemerintahan AS sedang mempertimbangkan skenario serangan udara terhadap target pemerintah Iran dan IRGC untuk memaksa rezim tersebut membuat konsesi terkait program nuklirnya dan membebaskan para pembangkang.

Tujuan Washington adalah untuk menimbulkan kerusakan signifikan tanpa menyeret AS ke dalam perang yang berkepanjangan.

Sebuah kelompok angkatan laut yang kuat saat ini berada di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam menyusul penindakan keras terhadap protes anti-pemerintah di Teheran awal bulan ini. (yn)

Uang Perlahan Mengalir kepada Mereka yang Mau Menabung

EtIndonesia. Menurut catatan pada lempengan tanah liat yang digali dari peradaban Babilonia kuno, orang terkaya di Babilonia bernama Arkad. Banyak orang iri dan kagum pada kekayaannya, sehingga mereka datang kepadanya untuk menanyakan rahasia menjadi kaya.

Pada awalnya, Arkad hanyalah seorang pengrajin yang bekerja mengukir tulisan pada batu bata tanah liat. Suatu hari, seorang pria kaya bernama Algamish memesan kepadanya sebuah lempengan tanah liat berisi hukum-hukum tertulis. Arkad berkata bahwa dia bersedia bekerja semalaman dan menyelesaikannya sebelum fajar, dengan satu syarat: Algamish harus mengajarinya rahasia untuk menjadi kaya.

Algamish menyetujui syarat tersebut. Saat fajar menyingsing, Arkad menyelesaikan pekerjaannya, dan Algamish pun menepati janjinya. 

Dia berkata: “Rahasia menjadi kaya adalah: dari uang yang kamu peroleh, sisihkan sebagian untuk ditabung.”

Dia melanjutkan:  “Kekayaan itu seperti pohon. Dia tumbuh dari biji yang sangat kecil. Uang pertama yang kamu tabung adalah benih dari pohon kekayaanmu. Tidak peduli seberapa sedikit penghasilanmu, kamu harus selalu menabung sepersepuluhnya.”

Setahun kemudian, Algamish kembali dan bertanya kepada Arkad apakah dia benar-benar mengikuti nasihat tersebut—menyisihkan sepersepuluh dari penghasilannya.

Dengan bangga, Arkad menjawab bahwa dia telah melakukannya. 

Algamish lalu bertanya:  “Lalu, bagaimana kamu menggunakan uang tabungan itu?”

Arkad menjawab: “Aku memberikannya kepada seorang tukang batu bernama Aluma. Dia akan pergi ke negeri jauh untuk membeli permata langka dari orang Filistin. Ketika dia kembali, kami akan menjual permata itu dengan harga tinggi dan membagi keuntungannya.”

Mendengar itu, Algamish menegur dengan keras: “Hanya orang bodoh yang melakukan hal seperti itu! Mengapa membeli permata tetapi mempercayai tukang batu? Tabunganmu sudah lenyap! Anak muda, kamu telah mencabut pohon kekayaanmu sampai ke akar-akarnya. Jika ingin membeli permata, bertanyalah kepada pedagang permata. Jika ingin membeli wol, bertanyalah kepada pedagang wol. Jangan berbisnis dengan orang yang bukan ahlinya!”

Seperti yang dikatakan Algamish, tukang batu itu tertipu oleh orang Filistin. Yang dibawanya pulang hanyalah kaca murahan yang tampak seperti permata.

Arkad kembali bertekad untuk menabung sepersepuluh dari penghasilannya. 

Pada tahun berikutnya, ketika Algamish datang lagi dan menanyakan hasil tabungannya, Arkad menjawab: “Aku meminjamkannya kepada seorang pandai besi untuk membeli bahan perunggu. Dia membayarku bunga setiap empat bulan.”

Algamish berkata : “Bagus. Lalu, bagaimana kamu menggunakan bunga yang kamu terima?”

Arkad menjawab: “Aku menggunakan uang bunga itu untuk menikmati jamuan makan yang lezat dan membeli pakaian yang bagus. Aku juga berencana membeli seekor keledai untuk ditunggangi.”

Algamish tersenyum dan berkata: “Kamu telah menghabiskan anak-anak dari uangmu. Bagaimana kamu berharap mereka dan keturunannya bisa terus bekerja untukmu dan menghasilkan lebih banyak uang? Nikmatilah kekayaan hanya setelah dia cukup besar, agar kamu bisa menikmatinya tanpa kekhawatiran.”

Dua tahun kemudian, Algamish kembali bertanya:  “Apakah kamu sudah mencapai kekayaan yang kamu impikan?”

Arkad menjawab: “Belum. Namun aku telah menabung sejumlah uang, dan uang itu kini menghasilkan uang, lalu uang itu kembali menghasilkan uang.”

Algamish bertanya lagi:  “Apakah kamu masih meminta nasihat kepada tukang batu?”

Arkad menjawab: “Untuk urusan membuat batu bata, nasihat mereka sangat berguna.”

Algamish tersenyum puas dan berkata : “Kamu telah mempelajari rahasia kekayaan. Pertama, kamu belajar menyisihkan uang dari penghasilanmu. Kedua, kamu belajar meminta nasihat dari orang yang ahli. Ketiga, kamu belajar membuat uang bekerja untukmu, sehingga uang bisa menghasilkan uang. Kamu telah belajar bagaimana memperoleh kekayaan, menjaga kekayaan, dan menggunakan kekayaan.”

Sejak delapan ribu tahun yang lalu, bangsa Babilonia telah menyadari bahwa orang sukses adalah mereka yang pandai mengelola, menjaga, dan menggunakan kekayaan untuk menciptakan lebih banyak kekayaan.

Jalan menuju kekayaan terletak pada mendengarkan nasihat profesional dan memegang prinsip tersebut sepanjang hidup.

Dalam kebijaksanaan kuno ini tersimpan lima hukum emas tentang uang:

Hukum Pertama Uang

Uang perlahan mengalir kepada mereka yang mau menabung. Menyisihkan minimal sepersepuluh penghasilan setiap bulan, lama-kelamaan akan membentuk kekayaan yang besar.

Hukum Kedua Uang

Uang mau bekerja untuk orang yang tahu cara menggunakannya. Mereka yang bersedia mendengarkan nasihat ahli dan menempatkan uangnya pada investasi yang aman dan produktif akan membuat uang berkembang dan menciptakan kekayaan tanpa henti.

Hukum Ketiga Uang

Uang akan bertahan bersama mereka yang tahu cara melindunginya. Orang yang menghargai nilai waktu, bersabar, berhati-hati, dan tidak tergoda keuntungan cepat akan melihat kekayaannya terus bertumbuh.

Hukum Keempat Uang

Uang akan menjauh dari orang yang tidak pandai mengelolanya. Bagi mereka, peluang investasi tampak ada di mana-mana, tetapi sesungguhnya jebakan juga tersembunyi di mana-mana. Kesalahan penilaian sering kali berujung pada kerugian.

Hukum Kelima Uang

Uang akan menjauh dari orang yang menginginkan keuntungan instan. Investasi memiliki tingkat pengembalian yang wajar. Mereka yang serakah mengejar keuntungan besar sering tertipu dan kehilangan uang. Kurangnya pengalaman dan pengetahuan adalah penyebab utama kegagalan investasi.

Hikmah Cerita

Kisah ini diambil dari cerita pengelolaan keuangan tentang Arkad, orang terkaya di Babilonia. Kekayaannya begitu besar hingga bahkan raja Babilonia pun meminta nasihat kepadanya—sebuah bukti betapa luar biasanya pencapaiannya.

Semoga melalui cerita hari ini, kita semua bisa belajar dan menerapkan jalan menuju kesejahteraan yang bijak dan berkelanjutan, bukan hanya dalam mencari uang, tetapi juga dalam menjaga dan menggunakannya dengan benar. (jhn/yn)

Kapal Tanker AS Didekati Kapal Perang Iran di Selat Hormuz

EtIndonesia. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, mengatakan pada hari Selasa bahwa sebuah kapal tanker berbendera AS didekati dan dihadang oleh kapal perang Iran di Selat Hormuz sebelum melanjutkan perjalanannya.

Kapal Stena Imperative didekati oleh tiga pasang kapal kecil bersenjata milik Garda Revolusi saat melintasi selat tersebut sekitar 30 kilometer di utara Oman, kata perusahaan itu.

Kapal-kapal perang tersebut menghubungi kapal melalui radio, memerintahkan kapten “untuk mematikan mesin dan bersiap untuk dinaiki”, tetapi kapal tersebut malah menambah kecepatan dan mempertahankan haluannya, tambah perusahaan itu, menekankan bahwa kapal tersebut tidak memasuki perairan teritorial Iran.

“Kapal tersebut sekarang dikawal oleh kapal perang AS,” kata Vanguard Tech.

Sebelumnya, badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, melaporkan insiden tersebut tanpa menyebutkan kewarganegaraan kapal atau kapal-kapal yang mendekatinya.

Kantor berita Iran, Fars, mengatakan sebuah kapal, yang kewarganegaraannya tidak disebutkan, telah memasuki perairan teritorial negara itu di Selat Hormuz secara ilegal, dan pada saat itu unit-unit Iran “meminta” kapal tersebut untuk menunjukkan izin yang diperlukan.

“Kapal tersebut tidak memiliki izin resmi untuk berada di perairan ini,” kata Fars. “Oleh karena itu, kapal tersebut diperingatkan dan segera meninggalkan perairan Iran.”

Selat tersebut, jalur penting untuk transportasi minyak dan gas alam cair global, telah menjadi lokasi beberapa insiden di masa lalu.

Seorang pejabat senior Iran dari angkatan laut Garda Revolusi, tentara ideologis Republik Islam, pekan lalu mengancam akan memblokir jalur tersebut jika terjadi serangan AS. (yn)

Melepaskan Keterikatan Hati di Setiap Momen

EtIndonesia. Pada zaman dahulu, hiduplah seorang biksu. Suatu hari dia mendengar bahwa desa tempat dia tinggal diserbu dan dijarah oleh para perampok. Mengingat selama ini penduduk desa telah banyak membantunya, sang biksu pun tergerak untuk menyelamatkan mereka. Dia memutuskan pergi seorang diri ke markas para perampok. Namun, setibanya di sana, dia justru ditangkap.

Ketika para perampok hendak memenggal kepalanya, sang biksu berkata dengan tenang: “Kalian boleh membunuhku, tetapi setidaknya biarkan aku makan sampai kenyang dulu. Jika seorang biksu mati tanpa ada yang mendoakan, dia akan menjadi arwah kesepian.”

Para perampok berpikir, toh dia tidak akan selamat juga. Maka mereka membawa banyak makanan—ayam, bebek, ikan, dan daging—kepada sang biksu. Tanpa ragu dan tanpa memilih-milih, sang biksu memakan semuanya hingga habis.

Para perampok justru merasa senang dan tertawa puas. Dalam hati mereka berpikir : “Kami ini perampok, orang jahat. Tak disangka biksu ini juga biksu yang ‘jahat’!”

Setelah selesai makan, sang biksu kembali meminta : “Sekarang aku memang tidak akan mati kelaparan, tetapi setelah mati tetap tidak ada yang akan berdoa untukku. Tolong siapkan kertas, tinta, dan alat tulis. Aku akan menulis doa pemakamanku sendiri dan membacanya.”

Para perampok merasa ini akan menjadi tontonan menarik, maka mereka menuruti permintaannya.

Setelah selesai membaca doa pemakamannya, sang biksu berkata : “Sekarang kalian boleh membunuhku.”

Namun para perampok justru berkata:  “Kamu ini lucu sekali. Kami tidak ingin membunuhmu.”

Melihat kesempatan itu, sang biksu berkata : “Jika kalian tidak membunuhku, ada satu syarat—kalian harus menjadi muridku.”

Tak disangka, semua perampok dengan gembira bersedia menjadi muridnya. Sejak saat itu, bencana di desa pun mereda.

Biksu ini berhasil karena dia menggunakan sebuah kebijaksanaan besar: tidak melekat.

Seandainya dia kaku memegang aturan dan prinsip tanpa kelenturan, dia tak akan mampu menyelamatkan siapa pun.

Sesungguhnya, kita sering kali terlalu melekat pada banyak hal—apa pun selalu ingin kita genggam erat.

Ketenaran, harta, keinginan… bahkan rasa sakit pun tidak kita lepaskan, hingga akhirnya rasa “sakit” itu berubah menjadi “penderitaan”.

Pada zaman kuno pula, ada seorang jenderal yang sangat piawai berperang dan tak terkalahkan. Dia sangat menyukai barang-barang antik.

Suatu hari, dia sedang memainkan cangkir porselen kesayangannya di rumah. Tiba-tiba, karena kurang hati-hati, cangkir itu terlepas dari tangannya. Untungnya, sang jenderal sangat gesit dan berhasil menangkapnya tepat waktu.

Namun peristiwa itu membuatnya berkeringat dingin.

Dia berpikir : “Aku memimpin jutaan pasukan, keluar-masuk medan perang, hidup dan mati sudah kulalui, tak pernah merasa takut. Mengapa hari ini hanya karena sebuah cangkir kecil aku bisa ketakutan seperti ini?”

Dalam sekejap, dia pun tersadar.

Ternyata, dia telah “dikendalikan oleh cangkir itu”.

Kelekatan terhadap benda itulah yang merusak ketenangan dan kebebasan batinnya.

Penulis Melanie Beattie dalam bukunya Codependent No More mengingatkan :  “Apa pun yang ingin kita kendalikan, justru akan mengendalikan hidup kita.”

Ketika kita belajar melepaskan kelekatan—tidak lagi menggenggam terlalu erat, juga tidak mati-matian melawan—hidup akan mulai mengalir dengan lebih ringan.

Lepaskan kelekatan di setiap momen,  maka pintu hati akan terbuka dengan sendirinya.

Hikmah Cerita

Kelekatan ibarat pedang bermata dua. Ia bisa membawa seseorang menuju kesuksesan, tetapi juga bisa menyeretnya ke jurang kegagalan.

Belajar, menambah pengetahuan, dan menumbuhkan kebijaksanaan sejatinya adalah proses untuk memahami satu hal penting: kapan harus bertahan dengan kelekatan, dan kapan harus berani melepaskan.

Karena tidak semua hal perlu digenggam sampai akhir— ada kalanya, melepaskan justru adalah bentuk kebijaksanaan tertinggi. (jhn/yn)

Program PEGAS Gresik: Cetak Biru Intervensi Gizi Terpadu yang Torehkan Penurunan Stunting 26,79% dalam 3 Bulan

GRESIK – Kabupaten Gresik menorehkan prestasi signifikan dalam upaya nasional memerangi stunting. Melalui implementasi terstruktur Program Pemantauan Gizi Anak Stunting (PEGAS), daerah yang dikenal sebagai kawasan industri ini berhasil mencatat penurunan angka stunting sebesar 26,79 persen hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Angka ini bukan hanya statistik di atas kertas, melainkan sebuah bukti nyata (proof of concept) bahwa intervensi gizi yang tepat, terukur, dan kolaboratif dapat menghasilkan perubahan cepat dan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi penerus.

Program PEGAS di Gresik dilaksanakan secara bertahap di 18 Puskesmas sepanjang periode Agustus hingga Desember 2025. Program ini menyasar balita usia 0–57 bulan yang telah melalui skrining ketat dan teridentifikasi mengalami stunting, tanpa disertai kelainan bawaan atau infeksi kronis seperti tuberkulosis. Dari 60 balita yang terdaftar pada fase awal, 56 balita (93,3%) berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian intervensi hingga akhir, menunjukkan tingkat retensi dan kepatuhan yang tinggi dari para orang tua.

Anatomi Keberhasilan: Tiga Pilar Intervensi Terintegrasi
Keberhasilan dramatis ini bertumpu pada tiga pilar intervensi yang dijalankan secara simultan dan saling memperkuat:

  1. Pemberian Pangan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK): Intervensi ini menjadi fondasi. PKMK yang diberikan bukan produk nutrisi biasa. Ia telah memenuhi standar ketat Badan POM (PerBPOM No.24/2020) dengan spesifikasi unggul: densitas energi 1,01 kkal/ml dan Protein Energy Ratio (PER) 10,4%. Lebih dari sekadar sertifikasi, produk ini memiliki landasan ilmiah yang kuat, telah teruji secara klinis pada populasi anak Indonesia dan dipublikasikan secara internasional, dengan bukti kemampuan meningkatkan berat dan tinggi badan anak malnutrisi setelah tiga bulan penggunaan.
  2. Pemantauan Rutin dan Ketat: Setiap perkembangan anak dipantau dengan cermat setiap dua minggu sekali. Pengukuran antropometri yang konsisten ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini dan alat umpan balik yang vital. Data yang terkumpul secara real-time memungkinkan tim penanganan mengevaluasi efektivitas intervensi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan dengan cepat, memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
  3. Pendampingan Klinis via Telemedicine oleh Dokter Spesialis Anak (DSA): Ini adalah elemen pemutus mata rantai yang seringkali hilang di layanan dasar. Melalui pendampingan klinis jarak jauh (telemedicine), tim DSA dapat memberikan supervisi, konsultasi, dan arahan langsung kepada tenaga kesehatan Puskesmas di garis depan. Forum diskusi daring ini memungkinkan tata laksana kasus yang lebih presisi, pengambilan keputusan klinis yang lebih baik, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas dalam menangani stunting.

Dampak Nyata dan Analisis Hasil: Di Balik Angka 26,79%
Analisis mendalam terhadap 56 balita yang menyelesaikan program mengungkap gambaran dampak yang lebih rinci dan menggembirakan:

  • 64,28% balita menunjukkan perbaikan status gizi yang jelas, meski belum sepenuhnya keluar dari kategori stunting. Kelompok ini menunjukkan tren pemulihan yang konsisten dan positif.
  • 8,93% balita masih memerlukan pendampingan intensif lanjutan dari DSA untuk mencapai status gizi optimal, mengindikasikan kasus yang lebih kompleks atau mungkin disertai faktor medis/lingkungan tambahan.
  • Secara keseluruhan, 91,07% balita peserta dengan masalah gizi kurang dan stunting menunjukkan perbaikan status gizi. Angka ini merefleksikan keberhasilan model intervensi secara keseluruhan.

dr. Wiweka Merbawani, Sp.A, salah satu DSA yang terlibat, menekankan bahwa keberhasilan ini harus dilihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar. “Penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) oleh kader dan tenaga Puskesmas kepada ibu hamil dan orang tua adalah fondasi yang tidak tergantikan. PEGAS efektif menangani, tetapi pencegahan melalui KIE yang masif sejak dini akan lebih sustainable,” ujarnya. Ia juga mendorong agar program semacam PEGAS tidak berhenti sebagai pilot project, tetapi dilanjutkan dan diperluas cakupannya.

Belajar dari Gresik: Kolaborasi dan Replikabilitas
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Anik Luthfiyah, M.Ked., menggarisbawahi beberapa faktor kunci keberhasilan. Pertama, kolaborasi vertikal dan horizontal yang solid antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit (melalui DSA), dan dukungan teknis dari sektor swasta dalam hal penyediaan PKMK. Kedua, pemanfaatan teknologi telemedicine yang berhasil menjembatani kesenjangan akses ke spesialis dan memastikan kualitas konsultasi. Ketiga, fokus pada pemantauan data-driven yang memungkinkan evaluasi objektif dan akuntabilitas.

“Konsultasi langsung dengan DSA via telemedicine memastikan intervensi gizi benar-benar personal dan sesuai kebutuhan medis masing-masing anak. Ini adalah nilai tambah yang luar biasa,” kata dr. Anik. Ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran dari PEGAS akan langsung diimplementasikan dalam strategi 2026, dengan penekanan lebih besar pada skrining dini dan pencegahan, serta perencanaan yang lebih matang untuk ketersediaan suplemen pendukung seperti sirup zat besi.

Momentum Menuju Zero Stunting: Refleksi Hari Gizi Nasional
Pencapaian Gresik ini menjadi relevan khususnya dalam menyambut peringatan Hari Gizi Nasional setiap 25 Januari. Ia menjadi pengingat bahwa peringatan tersebut harus bermakna aksi, bukan seremonial belaka. “Keberhasilan ini membuktikan bahwa penurunan stunting memerlukan program nyata, terukur, dan berkelanjutan di tingkat layanan paling dasar,” tegas dr. Anik.

Program PEGAS di Gresik telah memberikan sebuah cetak biru (blueprint) yang terbukti efektif: kombinasi nutrisi medis spesifik, pemantauan ketat berbasis data, dukungan spesialis melalui teknologi, dan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan. Model ini menawarkan harapan dan jalan yang jelas bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dalam perjuangan kolektif menuju target zero stunting, inovasi berbasis bukti seperti PEGAS bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Kisah sukses Gresik menyampaikan pesan optimis: dengan pendekatan yang tepat, komitmen kuat, dan kerja sama semua pihak, percepatan penurunan stunting bukanlah mimpi, tetapi tujuan yang dapat diwujudkan.

Gereja Italia Selidiki Lukisan Malaikat yang Direkonstruksi Mirip Meloni

EtIndonesia. Seorang malaikat kecil di sebuah gereja di Roma memiliki kemiripan yang mencolok dengan Perdana Menteri Italia, Giorgio Meloni, yang memicu skandal. Surat kabar Italia menerbitkan foto-foto malaikat kecil yang mirip Meloni tersebut, yang menuai reaksi keras dari publik.

Keuskupan Roma dan Kementerian Kebudayaan Italia telah meluncurkan penyelidikan terhadap renovasi di Basilika San Lorenzo in Lucina.

Sejak kehebohan tersebut, gereja, yang sudah terkenal sebagai salah satu gereja tertua di Roma, dipenuhi oleh para pengunjung yang mencoba mengambil gambar malaikat yang mirip Meloni tersebut, bahkan terkadang mengganggu Misa.

Meloni menanggapi foto tersebut di media sosial, dengan mengatakan: “Tidak, saya jelas tidak terlihat seperti malaikat,” dengan emoji tertawa/menangis di samping foto karya tersebut.

Pada tahun 2000, salah satu kapel depan direnovasi untuk memasukkan patung dada raja terakhir Italia, Umberto II. Dalam dekorasi tersebut terdapat patung malaikat kecil yang memegang peta Italia, tampak berlutut di hadapan raja.

Patung itu kini menjadi sorotan karena wajah malaikat kecil tersebut, setelah restorasi baru-baru ini, tampak dimodelkan berdasarkan wajah Meloni. Hal ini bermasalah karena malaikat kecil tersebut tampak dalam posisi hormat kepada raja. Rakyat Italia menolak monarki setelah Perang Dunia II karena dukungannya terhadap diktator Fasis Benito Mussolini; partai sayap kanan Meloni berakar pada partai neo-fasis yang menggantikan Mussolini.

Investigasi akan dilakukan untuk menentukan seperti apa rupa malaikat kecil tersebut pada tahun 2000.

Pastor paroki, Pendeta Daniele Micheletti, mengakui kemiripan dengan Meloni tetapi menepis signifikansinya, dengan mencatat bahwa banyak seniman menggambarkan orang-orang nyata dalam karya mereka.

Gereja tersebut telah dijuluki “Kapel Meloni” oleh masyarakat.

Namun, telah ada tradisi panjang para pelukis yang menggambarkan orang-orang nyata dalam karya seni religius mereka. Caravaggio konon menjadikan seorang pelacur sebagai model untuk menggambarkan Perawan Maria dalam salah satu karyanya; Michelangelo melukis dirinya sendiri sebagai Santo Bartolomeus dalam lukisan “Penghakiman Terakhir” di Kapel Sistina.(yn)

Bagaimana Saif Gaddafi, Putra Mantan Diktator Libya, Tewas di Dalam Rumahnya

EtIndonesia. Saif al-Islam Gaddafi, putra paling terkemuka dari mendiang pemimpin Libya, Moammar Gaddafi, telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh empat penyerang, menurut publikasi milik Saudi, Al Arabiya. Pria berusia 53 tahun itu tewas di Kota Zintan, 136 kilometer (85 mil) barat daya ibu kota, Tripoli.

Para penyerang menembak Saif al-Islam di taman kediamannya sebelum melarikan diri dari tempat kejadian pada Selasa malam, kata sebuah sumber yang dekat dengan keluarga Gaddafi kepada publikasi tersebut. Laporan mengklaim para penembak menonaktifkan kamera keamanan di rumah Gaddafi dan menembaknya setelah konfrontasi. Dia tewas sekitar pukul 02:30 (waktu setempat).

Rincian tentang keadaan insiden yang merenggut nyawanya belum sepenuhnya diungkapkan, tetapi salah satu rekan dekat Saif al-Gaddafi menggambarkannya sebagai “pembunuhan.”

Abdullah Othman, yang merupakan anggota tim politik (2020-2021) dan salah satu penasihat politik Saif Gaddafi, mengkonfirmasi kematiannya dalam sebuah unggahan Facebook.

“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali. Mujahid Saif al-Islam Gaddafi berada dalam perlindungan Allah,” tulisnya.

Saif al-Islam tetap menjadi tokoh politik terkemuka sejak runtuhnya pemerintahan ayahnya dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011.

Kehidupan dan Masa-masa Saif al-Islam Gaddafi

Saif al-Islam Gaddafi beralih dari pewaris takhta ayahnya yang terkenal menjadi tahanan dan penyendiri selama satu dekade di kota pegunungan terpencil sebelum meluncurkan pencalonan presiden di Libya yang membantu menggagalkan upaya pemilihan. Meskipun tidak memegang jabatan resmi, dia pernah dianggap sebagai tokoh paling berpengaruh di negara Afrika Utara yang kaya minyak itu setelah ayahnya yang otokrat, Moammar Gaddafi, yang memerintah selama lebih dari empat dekade.

Saif al-Islam membentuk kebijakan dan memediasi misi diplomatik tingkat tinggi dan sensitif. Dia memimpin pembicaraan tentang Libya yang meninggalkan senjata pemusnah massalnya dan menegosiasikan kompensasi bagi keluarga korban yang tewas dalam pemboman Pan Am Flight 103 di atas Lockerbie, Skotlandia, pada tahun 1988.

Bertekad untuk membebaskan Libya dari status paria, Saif al-Islam menjalin hubungan dengan Barat dan memposisikan dirinya sebagai seorang reformis, menyerukan konstitusi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dididik di London School of Economics dan fasih berbahasa Inggris, dia pernah dipandang oleh banyak pemerintah sebagai wajah Libya yang dapat diterima dan ramah terhadap Barat.

Namun ketika pemberontakan meletus melawan pemerintahan Gaddafi yang panjang pada tahun 2011, Saif al-Islam segera memilih loyalitas keluarga dan klan daripada banyak persahabatannya untuk menjadi arsitek penindakan brutal terhadap para pemberontak, yang dia sebut tikus.

Berbicara kepada kantor berita Reuters pada saat pemberontakan, dia berkata: “Kami berjuang di sini di Libya, kami mati di sini di Libya.”

Setelah pemberontak menguasai ibu kota, Tripoli, Saif al-Islam mencoba melarikan diri ke negara tetangga Niger dengan menyamar sebagai anggota suku Badui. Milisi Brigade Abu Bakr Sadik menangkapnya di jalan gurun dan menerbangkannya ke Kota Zintan di bagian barat sekitar satu bulan setelah ayahnya diburu dan ditembak mati oleh pemberontak.

Dia menghabiskan enam tahun berikutnya dalam tahanan di Zintan, jauh berbeda dari kehidupan mewah yang dia jalani di bawah Gaddafi ketika dia memelihara harimau, berburu dengan elang, dan bergaul dengan kalangan atas Inggris dalam perjalanan ke London.

Human Rights Watch bertemu dengannya di Zintan. Saat itu, Saif al-Islam kehilangan satu gigi dan mengatakan bahwa dia telah terisolasi dari dunia dan tidak menerima kunjungan.

Pada tahun 2015, Saif al-Islam dijatuhi hukuman mati dengan regu tembak oleh pengadilan di Tripoli atas kejahatan perang.

Dia menghabiskan bertahun-tahun bersembunyi di Zintan untuk menghindari pembunuhan setelah dibebaskan oleh milisi pada tahun 2017 berdasarkan undang-undang amnesti. Pada tahun 2021, mengenakan jubah dan sorban tradisional Libya, dia muncul di Kota Sabha di selatan untuk mengajukan pencalonannya dalam pemilihan presiden.

Dia diharapkan dapat memanfaatkan nostalgia akan stabilitas relatif sebelum pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 yang menggulingkan ayahnya dan membawa kekacauan serta kekerasan selama bertahun-tahun. Namun, pencalonannya kontroversial dan ditentang oleh banyak orang yang menderita di bawah pemerintahan ayahnya. Kelompok-kelompok bersenjata kuat yang muncul dari faksi pemberontak yang bangkit pada tahun 2011 menolaknya mentah-mentah.

Saat proses pemilihan berlangsung hingga akhir tahun 2021 tanpa kesepakatan nyata tentang aturan, pencalonan Saif al-Islam menjadi salah satu poin utama perselisihan. Dia didiskualifikasi karena vonisnya pada tahun 2015, tetapi ketika dia mencoba mengajukan banding atas putusan tersebut, para pejuang memblokir pengadilan. Perdebatan yang terjadi kemudian berkontribusi pada runtuhnya proses pemilihan dan kembalinya Libya ke kebuntuan politik. (yn)

Siklon Dahsyat Mengamuk di Wilayah Timur AS, 150 Juta Warga Terpukul Badai Musim Dingin Ekstrem

Akhir pekan lalu, sebuah badai musim dingin kuat yang dikenal sebagai “siklon bom” menyapu wilayah tenggara Amerika Serikat, menerjang dari pesisir Teluk Meksiko hingga kawasan New England.  Sekitar 150 juta penduduk AS terpapar suhu ekstrem yang sangat dingin. 

Negara bagian North Carolina mengalami hujan salju lebat, memaksa ratusan penerbangan dibatalkan; bahkan di Florida turun salju ringan. Suhu rendah ekstrem juga menyebabkan iguana hijau Amerika membeku kaku. Hingga saat ini, ribuan rumah tangga di wilayah selatan masih mengalami pemadaman listrik akibat gelombang dingin parah tersebut dan hidup dalam kondisi sulit.

EtIndonesia. Sejak akhir Januari, badai musim dingin datang bertubi-tubi melanda Amerika Serikat. Jumlah kematian terkait cuaca buruk secara nasional telah melampaui 110 orang. Para ahli meteorologi menyebutkan bahwa pada Minggu, sekitar 150 juta orang di wilayah timur AS berada dalam status peringatan cuaca dingin atau peringatan suhu ekstrem.

Di beberapa negara bagian selatan, suhu turun hingga di bawah 10 derajat Fahrenheit (sekitar minus 12 derajat Celsius). Bahkan Florida Selatan yang biasanya hangat mengalami gelombang udara dingin terparah sejak Desember 1989.

North Carolina menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Badai musim dingin langka ini menyebabkan salju turun di seluruh 100 county di negara bagian tersebut. Di kota terbesar, Charlotte, ketebalan salju hampir mencapai 12 inci (sekitar 30 sentimeter), menjadikannya salah satu dari lima catatan salju tertebal sepanjang sejarah kota.

Warga Goldsboro, North Carolina, Stan Davis, mengatakan: “Ini adalah salju terbanyak yang pernah saya lihat dalam 65 tahun hidup saya di Wayne County, North Carolina. Saya memang pernah melihat salju yang lebih tebal di luar negeri, tapi untuk Wayne County, ini benar-benar badai salju besar.”

Menurut data perusahaan pelacak penerbangan FlightAware, pada hari Sabtu lebih dari 2.800 penerbangan di AS dibatalkan, disusul lebih dari 1.800 pembatalan pada hari Minggu. Di antaranya, lebih dari 800 penerbangan berasal dari atau menuju Bandara Internasional Charlotte Douglas (CLT).

Gubernur North Carolina, Josh Stein, menyatakan: Akhir pekan ini, kami mencatat lebih dari 1.000 kecelakaan lalu lintas, termasuk dua korban meninggal dunia, yang terjadi dalam kecelakaan beruntun besar di Jalan Tol Interstate 85 yang melibatkan lebih dari 100 kendaraan.”

Florida juga mengalami suhu dingin yang jarang terjadi. Di wilayah Tampa, tercatat adanya hujan salju ringan. Akibat suhu dingin, sejumlah warga melihat iguana hijau Amerika yang ‘membeku kaku’ jatuh dari pohon, tergeletak tak bergerak di tanah.

Sementara itu, di wilayah selatan AS, kerusakan infrastruktur masih membuat puluhan ribu warga hidup dalam kesulitan. Di Tennessee dan Mississippi, lebih dari 81.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik, dan sebagian warga telah hidup tanpa listrik selama beberapa hari.

Di tengah musim dingin yang terus berlanjut, “peramal cuaca” paling terkenal di Pennsylvania, seekor marmut bernama Punxsutawney Phil, muncul pada 2 Februari, Hari Marmut, untuk melakukan ramalan tahunan. Hasilnya menunjukkan bahwa musim dingin masih akan berlangsung selama enam minggu lagi.

Menurut tradisi, jika marmut melihat bayangannya sendiri pada 2 Februari, itu berarti musim dingin akan berlanjut enam minggu lagi; jika tidak melihat bayangannya, maka musim semi akan datang lebih awal.

Reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, melaporkan dari Amerika Serikat.

Serangan Rusia Tewaskan 12 Penumpang Bus Ukraina, Putaran Baru Dialog Damai Dikonfirmasi

EtIndonesia Militer Rusia pada 1 Februari menyerang sebuah bus yang mengangkut para pekerja sektor energi, menewaskan 12 orang. Namun demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (2 Februari) menyatakan bahwa Rusia pada dasarnya telah mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang melindungi infrastruktur energi Ukraina. 

Sementara itu, baik Ukraina maupun Rusia mengkonfirmasi bahwa putaran baru perundingan tiga pihak akan digelar pada 4 dan 5 Februari di Uni Emirat Arab. Selain itu, perjanjian pengendalian senjata nuklir AS–Rusia akan berakhir dalam tiga hari. Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan perpanjangan perjanjian selama satu tahun, dan bagaimana Presiden Trump akan mengambil keputusan menjadi sorotan utama opini publik.

Serangan Udara Rusia ke Bus Ukraina Tewaskan 12 Orang, Perundingan Baru Segera Dimulai

Sebuah bus yang hancur dan jasad korban yang berserakan—sebuah video yang beredar pada Senin memperlihatkan secara jelas kengerian di lokasi pasca serangan udara. Di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina tenggara, sebuah bus yang mengangkut para penambang diserang drone Rusia pada 1 Februari, menyebabkan setidaknya 12 orang tewas dan 16 orang luka-luka.

Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, menyatakan bahwa para korban merupakan karyawan yang sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja. Ini merupakan jumlah korban tewas terbanyak dalam satu hari di antara karyawan perusahaan tersebut sejak perang meletus.

Pada hari yang sama, sebuah rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia juga dibom oleh pasukan Rusia, mengakibatkan enam orang terluka. Saat serangan terjadi, dua perempuan sedang menjalani proses persalinan.

Seorang perawat, Zvurska, mengatakan: “Saya masih merasa sangat terguncang. Ini sungguh menyakitkan.”

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan-serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal ini menunjukkan Putin mengabaikan upaya perdamaian dan terus melancarkan perang terhadap warga sipil.

Sementara itu, Ukraina bekerja sama dengan Starlink untuk melawan drone Rusia dan telah mencapai hasil yang cepat dan signifikan. Elon Musk mengkonfirmasi melalui unggahannya bahwa langkah-langkah yang diambil SpaceX untuk mencegah Rusia menggunakan jaringan Starlink secara tidak sah telah berhasil.

Diplomasi: Perundingan tiga pihak akan digelar di Abu Dhabi

Dalam bidang diplomasi, Presiden Ukraina Zelensky pada Senin kembali menegaskan bahwa putaran baru perundingan tiga pihak akan dilanjutkan pada 4 dan 5 Februari di Abu Dhabi, dan Ukraina siap untuk melakukan perundingan substantif.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berkata: “Delegasi kami sudah berangkat. Pembicaraan akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis ( 4 dan 5 Februari). Tidak hanya perundingan tiga pihak, tetapi juga pertemuan bilateral dengan Amerika Serikat.”

Kremlin pada Senin juga mengkonfirmasi kabar tersebut, seraya menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah memperkecil perbedaan pendapat dalam beberapa isu, namun pada sejumlah persoalan yang dinilai lebih kompleks, belum tercapai kemajuan serupa.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, Dmitry Medvedev, dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa usulan negara-negara besar Eropa untuk menempatkan pasukan negara anggota NATO di Ukraina sebagai bagian dari jaminan keamanan dan perjanjian damai tidak dapat diterima oleh Rusia.

Medvedev mengatakan: “Saya tidak ingin situasi semakin meningkat, tetapi kondisi saat ini sangat berbahaya.”

Medvedev telah berulang kali mengecam Kyiv dan negara-negara Barat, serta mengancam bahwa konflik tersebut dapat meningkat hingga ke perang nuklir.

Putin usulkan perpanjangan perjanjian nuklir AS–Rusia, Trump hadapi keputusan besar

Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menyatakan bahwa jika Presiden Trump setuju untuk memperpanjang perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara AS dan Rusia selama satu tahun, ia juga siap melakukannya.

Perjanjian New START (New Strategic Arms Reduction Treaty) membatasi jumlah hulu ledak nuklir Amerika Serikat dan Rusia masing-masing hingga 1.550 unit, dan perjanjian ini akan berakhir dalam tiga hari pada 5 Februari.

Para pengamat menilai bahwa apakah perjanjian ini akan diperpanjang atau dibiarkan berakhir akan menjadi keputusan besar pertama terkait senjata strategis sejak Trump kembali ke Gedung Putih. 

Pendukung berakhirnya perjanjian berpendapat bahwa tanpa batasan perjanjian, Amerika Serikat dapat mengembangkan kemampuan nuklirnya untuk menghadapi arsenal nuklir Tiongkok yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan daya tangkal terhadap Rusia. Namun para penentang memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko memicu perlombaan senjata nuklir.

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing.

Tukang Cukur dan Tuhan

EtIndonesia. Suatu hari, seorang pria pergi ke sebuah tempat cukur untuk memotong rambut dan merapikan janggutnya.

Selama proses itu, dia dan sang tukang cukur terlibat dalam percakapan yang menyenangkan. Mereka membahas banyak hal dan berbagai topik.

Ketika pembicaraan akhirnya menyentuh soal Tuhan, sang tukang cukur berkata: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”

“Mengapa Anda berkata begitu?” tanya sang pelanggan.

Tukang cukur menjawab: “Cukup keluar ke jalan dan lihatlah sendiri, Anda akan sadar bahwa Tuhan tidak ada. Katakan pada saya, jika Tuhan benar-benar ada, mengapa begitu banyak orang yang sakit? Mengapa ada begitu banyak anak yang ditelantarkan? Jika Tuhan ada, seharusnya tidak ada penderitaan dan rasa sakit. Saya tidak bisa membayangkan Tuhan yang penuh kasih membiarkan semua ini terjadi.”

Pelanggan itu terdiam sejenak. Dia tidak menjawab apa pun, karena dia tidak ingin memulai perdebatan.

Setelah selesai mencukur, pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun baru saja dia melangkah keluar, dia melihat seorang pria dengan rambut panjang kusut dan janggut lebat, wajahnya kotor dan penampilannya sangat tidak terawat, berdiri di pinggir jalan.

Pelanggan itu berbalik arah, kembali masuk ke tempat cukur, dan berkata kepada sang tukang cukur : “Tahukah Anda? Tukang cukur itu sebenarnya tidak ada.”

Tukang cukur terkejut dan berkata :  “Bagaimana Anda bisa mengatakan begitu? Saya ada di sini! Saya tukang cukur, dan saya baru saja melayani Anda!”

“Tidak!” jawab pelanggan itu. “Tukang cukur tidak ada. Jika tukang cukur benar-benar ada, tidak mungkin ada orang yang membiarkan rambut dan janggutnya panjang, kotor, dan tidak terurus seperti pria yang berdiri di luar itu.”

Sang tukang cukur menghela napas dan berkata : “Ah, tukang cukur tentu saja ada. Masalahnya, orang-orang itu tidak datang kepada saya. Karena itulah keadaannya menjadi seperti itu.”

“Tepat sekali!” kata pelanggan itu dengan mantap. “Itulah intinya. Tuhan juga ada. Namun karena manusia tidak mencari-Nya, tidak mendekat kepada-Nya, dan tidak bersandar kepada-Nya, maka begitu banyak penderitaan dan bencana terjadi di dunia ini.”

“Sahabatku, apakah kamu sudah menemukan Tuhan?”

Semoga Tuhan memberkatimu.

Hikmah Cerita

Cerita hari ini mengingatkan kita pada satu kebenaran sederhana: pertolongan hanya bermakna jika kita mau mendatangi sumber pertolongan itu sendiri.

Tuhan, dewa, atau keyakinan apa pun sering kali menjadi sandaran batin yang memberi manusia kekuatan untuk bangkit dari kesulitan. Namun jika seseorang hanya berdoa setiap hari tanpa pernah mau bergerak dan berusaha, maka keberhasilan akan tetap terasa jauh.

Surga dan neraka sejatinya hanya dipisahkan oleh satu keputusan. Menolong diri sendiri adalah awal dari pertolongan orang lain, dan setelah itu barulah pertolongan Tuhan datang.

Jika bahkan usaha untuk menolong diri sendiri pun tidak mau dilakukan, lalu dari mana pertolongan manusia dan pertolongan Tuhan bisa datang? (jhn/yn)

Trump Menyelesaikan Kesepakatan Besar AS-India, Modi Berjanji untuk Menghentikan Pembelian Minyak dari Rusia

Pada Senin  (2 Februari), Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Amerika Serikat dan India telah mencapai kesepakatan perdagangan besar. Kedua negara akan saling menurunkan tarif, dan India juga setuju menghentikan pembelian minyak Rusia, serta beralih membeli produk dari Amerika Serikat.

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pada pagi hari ia telah berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, membahas perdagangan, energi, serta cara mendorong berakhirnya perang Rusia–Ukraina.  Modi menyetujui bahwa ke depannya India akan membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat dan Venezuela, dan tidak lagi mengimpor dari Rusia. Trump menambahkan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga dapat mempercepat berakhirnya perang Rusia–Ukraina.

Kesepakatan perdagangan ini langsung berlaku. Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat akan menurunkan tarif terhadap India dari 25% menjadi 18%. Sementara itu, India berkomitmen untuk menghapus seluruh tarif dan hambatan non-tarif terhadap produk Amerika Serikat.

Kesepakatan yang lebih besar lagi adalah komitmen India untuk membeli produk Amerika Serikat senilai total 500 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan, mencakup sektor energi, produk pertanian, teknologi, batu bara, dan lainnya, serta akan semakin memperluas kebijakan “membeli produk Amerika”.

Trump memuji Modi sebagai “pemimpin yang kuat dan dihormati”, serta menyebutnya sebagai “salah satu sahabat terbaiknya”. Ia mengatakan:

“Saya dan Modi adalah orang-orang yang bisa menyelesaikan sesuatu. Kebanyakan orang tidak bisa.”

Modi juga menanggapi melalui platform X, mengatakan bahwa ia senang berbicara dengan “sahabat terkasih, Trump”, dan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas penurunan tarif menjadi 18%. Ia menyebut hal ini sebagai kabar baik bagi 1,4 miliar rakyat India, serta menekankan bahwa kepemimpinan Trump sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas global.

Modi juga menyatakan harapannya untuk mengangkat hubungan kedua negara ke tingkat baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perlu diketahui, pada Agustus tahun lalu, Trump sempat memberlakukan tambahan tarif hukuman sebesar 25% terhadap India karena negara itu membeli minyak Rusia, sehingga total tarif mencapai 50%. Kini, tambahan tarif tersebut telah disetujui untuk dicabut oleh Amerika Serikat.

Menurut laporan Bloomberg, seorang pejabat India mengkonfirmasi komitmen pembelian tersebut, yang mencakup pesawat terbang, teknologi, logam mulia, energi, dan berbagai sektor lainnya. Kerja sama kedua negara dinilai berlangsung secara menyeluruh.

Liu Mingxiang

Puting Beliung Langka Melanda Chengdu, Rekaman Mengerikan Telah Dirilis (Beberapa Video)

EtIndonesia. Pada 1 Februari, ketika banyak warga Chengdu, Tiongkok sedang berjemur di bawah sinar matahari di area rumput sebuah taman pameran, tiba-tiba angin puting beliung muncul di lokasi tersebut. Sejumlah warga yang berada di tempat kejadian merekam momen menegangkan itu dengan ponsel mereka.

Kejadian berlangsung di Taman Pameran Warisan Budaya Takbenda Internasional Chengdu. Sejumlah video yang diunggah warganet memperlihatkan banyak pengunjung mendirikan tenda, berkemah, menggelar alas duduk untuk berjemur, sementara orang dewasa bermain bersama anak-anak di lapangan rumput yang luas. 

Tiba-tiba, sebuah pusaran angin kecil muncul dari tanah tidak jauh dari mereka, membalikkan perlengkapan luar ruang, mengangkat kantong plastik dan benda-benda lain ke udara, sambil berputar dan menghamburkan debu ke sekeliling. Bahkan terlihat seseorang mengejar sofa malas (lazy sofa) yang terseret angin.

Di lokasi terdengar teriakan kaget dari warga, namun banyak orang tidak segera menjauh, melainkan tetap berdiri di sekitar untuk menyaksikan. Ada yang mengatakan bahwa dua tempat tidur lipat luar ruang miliknya “terbawa angin”.

Seorang pengunggah video menuliskan keterangan: “Di Taman Pameran Warisan Budaya Takbenda, pukul 15.16 muncul tornado. Pada awalnya ada orang dewasa yang terseret dan terjatuh! Berlangsung sekitar 3 menit!”

Pada 2 Februari pagi, seorang staf taman pameran tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa fenomena itu adalah pusaran debu (dust devil), bukan tornado, dan durasi kejadiannya sangat singkat, hanya beberapa menit.

Namun, warganet setempat meninggalkan berbagai komentar, seperti:
“Sekarang semuanya bilang ini tornado.”
“Tornado sebesar ini, saya belum pernah melihatnya.”
“Kasur udara berwarna oranye yang terbang di langit itu milik kami.”
“Saya ada di lokasi, sangat menakutkan, anginnya menyapu beberapa orang.”
“Bola sepak sampai terbang ke udara.”
“Tikar rumput dan balon di tanah ikut terangkat.”

Ada pula yang mengingatkan:
“Jangan meremehkan tornado.”
“Kekuatan alam terlalu besar.”
“Kita harus menghormati alam.”
“Kalau berbahaya, sebaiknya cepat menghindar.”

Penyunting : Li Enzhen

Satu Langkah dari Perang: Provokasi Iran Meledak Tepat Jelang Perundingan 6 Februari

EtIndonesia. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam hanya beberapa hari menjelang jadwal perundingan yang semula direncanakan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Turki. Rangkaian insiden militer, manuver diplomatik mendadak, hingga laporan ledakan di ibu kota Iran mempertegas rapuhnya situasi keamanan kawasan Timur Tengah.

Perundingan Dijadwalkan, Format Mendadak Diubah

Sebelumnya, kedua negara dikabarkan siap melanjutkan pembicaraan nuklir di Istanbul, dengan melibatkan perwakilan Mesir, Arab Saudi, serta sejumlah negara Timur Tengah lain sebagai pihak pendukung. Namun, menurut laporan Reuters, Iran secara tiba-tiba meminta perubahan signifikan.

Teheran mengusulkan agar lokasi perundingan dipindahkan ke Oman, sekaligus mengubah format pembahasan menjadi murni bilateral—hanya antara Iran dan Amerika Serikat—dengan fokus terbatas pada isu nuklir. Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di laut, yang dinilai banyak pengamat sebagai sinyal tarik-ulur strategi Iran.

Insiden Selat Hormuz: Kapal Pesiar AS Dikejar

Pada awal Februari 2026, enam kapal patroli milik Garda Revolusi Iran dilaporkan bertindak agresif di Selat Hormuz, mencoba menahan sebuah kapal pesiar berbendera Amerika Serikat. Kapal Iran memerintahkan kapal tersebut untuk berhenti, namun kapal pesiar justru meningkatkan kecepatan.

Setelah pengejaran singkat, kapal-kapal Iran menghentikan aksinya. Kapal pesiar itu kemudian bertemu dengan kapal Angkatan Laut AS dan dikawal hingga tiba dengan aman di Bahrain. Insiden ini menambah daftar panjang konfrontasi berisiko tinggi di jalur pelayaran paling vital dunia tersebut.

Drone Iran Ditembak Jatuh di Laut Arab

Ketegangan meningkat lebih jauh pada 3 Februari 2026, ketika militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang bertindak agresif dan mendekati USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Saat itu, kapal induk AS tersebut berlayar sekitar 500 mil dari pantai selatan Iran.

Drone tersebut ditembak jatuh oleh jet tempur F-35 yang lepas landas dari USS Abraham Lincoln. Tak lama berselang, Iran dilaporkan mengirimkan drone kedua untuk memantau kapal induk tersebut. Menurut laporan yang belum sepenuhnya dikonfirmasi, drone kedua itu juga berhasil ditembak jatuh oleh militer AS.

Manuver Militer AS dan Rusia

Di tengah memanasnya situasi, Amerika Serikat menarik Kelompok Tempur Kapal Induk Lincoln ke Teluk Aden, sekitar 1.400 kilometer dari Iran, tepat ketika proses diplomasi AS–Iran mulai berjalan. Langkah ini dipandang sebagai sinyal tekanan militer sekaligus upaya menjaga fleksibilitas operasional.

Sementara itu, di Teheran, Iran pada hari yang sama mengumumkan penerbangan perdana jet tempur MiG-28 Rusia yang baru dibeli—sebuah demonstrasi kekuatan yang dinilai sarat pesan politik di tengah ketegangan dengan Washington.

Gedung Putih: “Semua Opsi Ada di Meja”

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengonfirmasi insiden penembakan drone dan menegaskan bahwa Presiden Donald Trump selalu memiliki berbagai opsi, termasuk penggunaan kekuatan militer. Dia menyebut Iran memahami risiko tersebut, seraya merujuk pada preseden Operasi Midnight Hammer sebagai contoh nyata.

Trump tetap bersikukuh bahwa Iran harus memenuhi empat tuntutan utama dalam perundingan 6 Februari:

  1. Menghentikan seluruh program nuklir
  2. Mengakhiri pengembangan rudal balistik
  3. Menghentikan pendanaan terhadap seluruh kelompok proksi
  4. Memperlakukan demonstran anti-pemerintah secara adil

Israel Dorong Kebebasan Bertindak Militer

Menurut laporan Channel 14, Israel terus memperingatkan Washington bahwa Iran tidak akan secara sukarela membongkar program nuklir maupun kemampuan misilnya. Penundaan perundingan dinilai sebagai upaya Teheran memindahkan senjata ofensif ke lokasi yang lebih aman.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel, Menteri Pertahanan, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Eyal Zamir, serta Kepala Mossad menggelar pertemuan tertutup selama tiga jam dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff. Dalam pertemuan itu, pihak Israel memaparkan intelijen terbaru mengenai ancaman Iran dan menyatakan keyakinan bahwa Trump tengah membuka jalan bagi kemungkinan serangan besar terhadap Teheran.

Ledakan dan Kebakaran di Teheran

Di tengah tekanan eksternal, situasi domestik Iran juga bergejolak. Pada hari ini, sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di wilayah barat Teheran, disusul kebakaran besar di Pasar Zanat. Asap hitam tebal menyelimuti sebagian kota, memicu kepanikan warga dan memperkuat spekulasi tentang kerentanan stabilitas internal Iran.

Sumber-sumber regional menyebutkan bahwa pimpinan Iran kini berada dalam kondisi tertekan, khawatir serangan AS dapat memicu kemarahan publik dan mendorong gelombang protes anti-pemerintah kembali merebak.

Analisis: Mengapa Iran Tetap Memprovokasi?

Meski menyadari kesenjangan kekuatan militer dengan Amerika Serikat, Iran tampaknya sengaja memainkan strategi provokasi terkendali. Tujuannya dinilai berlapis: meningkatkan posisi tawar menjelang perundingan, menguji batas respons AS, sekaligus menunjukkan ketegasan kepada publik domestik dan sekutu regional.

Namun, dengan meningkatnya insiden bersenjata, pengerahan militer, dan tekanan diplomatik, ruang kesalahan semakin menyempit. Satu langkah keliru berpotensi mengubah ketegangan ini menjadi konflik terbuka—sebuah risiko yang kini menghantui seluruh kawasan.

Retakan di Jantung Kekuasaan Beijing: Ketidakpatuhan Militer Menguji Otoritas Xi Jinping

EtIndonesia. Berdasarkan sejumlah sumber yang memahami dinamika internal tingkat tinggi, dalam beberapa waktu terakhir telah muncul gejala ketidakpatuhan yang semakin nyata di dalam sistem perwira militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terhadap instruksi Komisi Militer Pusat (KMP) yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping. 

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Sistem birokrasi sipil Partai Komunis Tiongkok (PKT) juga menunjukkan sikap pasif, memilih menunda atau diam, sehingga sejumlah perintah strategis dari pusat gagal dieksekusi secara efektif.

Guncangan Pasca Penanganan Zhang Youxia dan Liu Zhenli

Seorang narasumber yang memahami situasi internal PKT, yang menggunakan nama samaran Tuan Feng, mengungkapkan bahwa penanganan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli sejak pertengahan Januari 2026 telah menimbulkan guncangan besar di tubuh militer. Dampaknya tidak terbatas pada struktur komando PLA, tetapi juga merembet ke mekanisme kerja tingkat tertinggi Partai.

Menurut Tuan Feng, sikap pasif dari perwira militer dan birokrasi sipil menunjukkan bahwa model “satu orang memegang Komisi Militer”—yang selama ini menjadi pilar kekuasaan Xi—kini menghadapi kesulitan operasional serius yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan ini berlangsung diam-diam, namun bersifat substantif.

Seruan Loyalitas yang Tak Sepenuhnya Dijawab

Dalam beberapa hari terakhir Januari 2026, pihak yang berkaitan dengan Zhang menuntut agar lima zona komando militer dan seluruh matra angkatan bersenjata menyatakan sikap tegas mendukung komando terpadu Komisi Militer Pusat. Namun, menurut sumber internal, implementasi di lapangan sangat terbatas.

Para analis menilai kondisi ini mencerminkan dua persoalan besar:

  1. Melemahnya daya eksekusi loyalitas politik di tubuh militer, dan
  2. Akumulasi masalah sistemik akibat ketergantungan jangka panjang pada kontrol politik, bukan profesionalisme militer, yang kini meledak secara bersamaan.

Militer dalam Mode “Menunggu dan Menghindar”

Sejumlah analis Beijing menegaskan bahwa suasana internal PLA saat ini bukan sekadar kegelisahan biasa, melainkan kecemasan kolektif disertai sikap menunggu. Walaupun arah politik Xi Jinping jelas, realitas di lapangan menunjukkan bahwa otoritas pusat tidak lagi otomatis memicu respons dari bawah.

Seorang akademisi hukum tata negara di Beijing menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi logis dari kontrol politik jangka panjang atas militer. Menurutnya, perbedaan daya tarik dan kapasitas eksekusi antara perwira profesional berpengalaman tempur dan Ketua Komisi Militer Pusat yang ditunjuk secara politis kini semakin mencolok.

Ia menambahkan, setelah Zhang Youxia disingkirkan, operasional militer semakin bergantung pada propaganda dan slogan politik, alih-alih sistem komando profesional yang solid.

Perubahan Tuduhan yang Terlalu Cepat

Akademisi tersebut juga menyoroti perubahan cepat narasi resmi PKT terkait Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Dalam waktu kurang dari satu minggu—sekitar akhir Januari hingga awal Februari 2026—tuduhan resmi bergeser:

  • dari merusak sistem tanggung jawab Ketua CMC,
  • menjadi ancaman terhadap garis politik absolut Partai atas militer,
  • lalu berubah lagi menjadi kasus korupsi.

Perubahan secepat ini sangat jarang terjadi di tingkat elit PKT dan dinilai mencerminkan hambatan serius dalam konsolidasi kekuasaan tingkat atas.

Sinyal Tak Lazim dari Media Militer

Pada 2 Februari 2026, media resmi militer PKT, PLA Daily, menerbitkan artikel yang menekankan agar seluruh perwira dan prajurit “teguh mendukung keputusan Komite Sentral Partai”.

Menurut para pengamat, penekanan semacam ini tidak lazim dalam teks politik militer yang biasanya bersifat normatif. Pengulangan dan penegasan berlebihan justru mengindikasikan bahwa konsensus dukungan internal belum terbentuk.

Seorang staf propaganda di salah satu zona komando menyatakan bahwa ini bukan sekadar penyesuaian redaksi, melainkan sinyal langsung untuk memaksa implementasi perintah. Jika kepatuhan harus terus-menerus ditegaskan dalam dokumen otoritatif, itu berarti akar rumput militer masih memilih diam, menunda, atau menunggu perkembangan.

Resistensi Meluas ke Birokrasi Sipil

Tuan Feng menambahkan bahwa resistensi pasif kini tidak hanya terjadi di militer, tetapi juga menyebar ke sistem birokrasi sipil. Dalam situasi seperti ini, jika pucuk pimpinan mendorong keputusan berisiko tinggi, kepatuhan di permukaan dapat runtuh dengan cepat, sehingga melumpuhkan operasional tingkat atas PKT.

Pelajaran Sejarah dari Zhongnanhai

Seorang mantan staf yang pernah dekat dengan lingkaran Jiang Zemin mengungkapkan detail sejarah yang relevan. Pada April 1999, saat praktisi Falun Gong melakukan aksi damai di Zhongnanhai, Jiang Zemin mencoba mengerahkan militer ke Beijing. Namun, perintah tersebut tidak dijalankan.

Jiang kala itu secara terbuka mengkritik Wakil Ketua KMP yang memegang kekuasaan nyata karena dianggap tidak kooperatif. Meski lama disegel, peristiwa ini dikenal luas di kalangan elit militer dan menunjukkan bahwa slogan “Partai mengendalikan senjata” selalu memiliki celah laten antara tekanan politik dan pelaksanaan nyata.

Kontrol Formal yang Kian Kosong

Para analis Beijing menyimpulkan bahwa PKT saat ini masih mempertahankan kontrol formal atas militer, tetapi kontrol tersebut semakin kosong secara substansi. Militer tampak patuh di permukaan, namun semakin enggan menanggung risiko dan konsekuensi atas keputusan kepemimpinan tertinggi.

Dalam kondisi normal, sistem masih berjalan. Namun, jika melibatkan aksi besar atau keputusan ekstrem, kepatuhan semu ini berpotensi runtuh dengan cepat, menyebabkan kebijakan macet di tahap eksekusi.

Retakan yang Bisa Melebar

Seorang akademisi senior menilai bahwa langkah Xi Jinping terhadap Zhang Youxia justru membuka retakan mendalam yang telah lama tersembunyi antara militer profesional dan elit kekuasaan politik. Penunjukan politis yang tidak sejalan dengan kultur perwira profesional membuat sistem komando semakin kehilangan efektivitas.

Ia memperingatkan bahwa slogan “Partai mengendalikan senjata” berisiko merosot dari mekanisme nyata menjadi sekadar jargon politik. Dalam beberapa minggu ke depan, setiap gejolak kecil di Beijing dapat menjadi jendela penting untuk mengamati pelebaran retakan kekuasaan ini. (***)

Plagiarisme & Pengulangan

EtIndonesia. Di Amerika Serikat, untuk menjadi pendeta seseorang harus lulus ujian kependetaannya. Salah satu tahap penting dalam ujian tersebut adalah pidato terbuka di depan umum.

Pemuda ini datang ke kota tempat ujian setengah bulan lebih awal. Dia menyewa sebuah kamar hotel dan menetap di sana khusus untuk menyiapkan naskah pidatonya.

Setelah pidato selesai ditulis, setiap hari dia membacanya dengan suara keras di dalam kamar, berulang-ulang, hingga dia bisa menghafalnya di luar kepala.

Hari ujian pun tiba. Dengan penuh percaya diri, dia datang ke lokasi ujian. Setelah mengambil nomor undian, dia duduk di bawah panggung untuk mendengarkan pidato para peserta yang tampil sebelum dirinya.

Tinggal satu orang lagi sebelum gilirannya tiba, ketika tiba-tiba dia terkejut luar biasa: Isi pidato peserta yang sedang berbicara di atas panggung persis sama dengan pidatonya sendiri!

Dia memperhatikan lebih saksama dan baru menyadari bahwa peserta tersebut adalah orang yang menginap di kamar sebelahnya.

Tak perlu diragukan lagi—orang itu telah mendengar dia berlatih membaca pidato di kamar, lalu menjiplak seluruh isi pidatonya.

Sebentar lagi gilirannya tiba.

Dia menahan amarah dan kepanikan yang membuncah di dalam hati, berusaha keras mencari jalan keluar.

Tiba-tiba, sebuah ide cemerlang muncul di benaknya…

Kini tiba gilirannya berbicara.

Pemuda itu melangkah ke atas panggung dan dengan tenang berkata:

“……”

Pidatonya justru disambut dengan tepuk tangan meriah, dan pada akhirnya dia berhasil lulus ujian.

Lalu, apa yang sebenarnya dia lakukan?

Ingin tahu caranya?

Begini kisah aslinya:

Pemuda itu berdiri di atas panggung dan berkata dengan santai: “Untuk menjadi seorang pendeta, seseorang harus memiliki kesabaran, kemampuan mendengarkan, dan daya ingat yang baik. Sekarang, saya akan memperagakannya—saya akan mengulangi pidato peserta sebelumnya.”

Setelah itu, dia mulai membacakan pidato yang telah dia persiapkan dengan sangat matang, bahkan menyampaikannya dengan lebih baik dan lebih hidup dibanding peserta sebelumnya.

Tepuk tangan pun kembali menggema di seluruh ruangan.

Hikmah Cerita

Ini adalah kisah yang ringan namun penuh kecerdikan dan inspirasi. 

Hal pertama yang terlintas di benak kami setelah membaca cerita ini adalah pepatah:  “Dinding pun bisa punya telinga—kerahasiaan itu penting.”

Yang lebih patut dikagumi adalah kebijaksanaan dan kecerdasan emosional sang pemuda. Naskah pidatonya dicuri, tetapi dia mampu menahan amarah, menenangkan diri, dan menemukan solusi yang elegan.

Di sisi lain, meskipun caranya keliru, daya ingat peserta yang menjiplak pidato itu pun luar biasa—dia mampu menghafal isi pidato hanya dari mendengarkan latihan orang lain.

Cerita ini mengajarkan kita bahwa dalam hidup, kecerdikan, ketenangan, dan sikap dewasa sering kali jauh lebih menentukan hasil daripada kemarahan dan kepanikan. (jhn/yn)