Sambung Program Ibu Negara Puluhan Istri PNS Periksa Kanker Serviks

0

EpochTimesId – Sedikitnya 70 istri Pegawai Negeri SIpil (PNS) di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengikuti pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan dilakukan berkat kerjasama Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Ketua Dharma Wanita Kemenko Perekonomian, Salsia Darmin Nasution, mengatakan kegiatan ini dilakukan karena dantara semua jenis kanker, saat ini kanker serviks atau kanker leher rahim menduduki urutan ke dua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia. Sementara di Indonesia sendiri, kanker serviks berada di peringkat kedua dengan penderita terbanyak setelah kanker payudara.

“Pemeriksaan pap’s smear ini penting untuk kaum wanita. Karena kanker serviks itu pembunuh nomor dua setelah kanker payudara,” ujar istri Menko Darmin, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/10/2017).

Salsia melanjutkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kasus kanker di Indonesia terjadi sebanyak lebih kurang 330.000 orang dengan kasus terbesar adalah kanker serviks. Sementara itu, data dari WHO Information Centre on HPV and Cervical Cancer menyatakan bahwa 2 dari 10.000 wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks.

“Kegiatan deteksi dini penyakit kanker serviks merupakan program nasional yang diprakarsai langsung oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Hal ini sejalan dengan niatan pemerintah yang secara konsisten mendorong program deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan dan pengendalian bersama-sama,” tutup Salsia. (waa)

Pelaku Ekonomi Nasional Didorong Agar Memanfaatkan Teknologi Terkini dan Platform Digital

Epochtimes.id– Kementerian Perindustrian telah memetakan kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam upaya memacu produktivitas industri nasional di masa depan, yang berdasarkan laporan dari perusahaan konsultan AT Kearney. Hal ini merupakan bagian langkah untuk memasuki era ekonomi digital dan Industry 4.0.

“Ada delapan faktor yang memengaruhi kesiapan negara dalam future of production, yaitu teknologi dan inovasi, human capital, perdagangan dan investasi global, faktor pemerintah, sumberdaya alam berkelanjutan, daya beli, complexity, serta ekonomi skala,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers Kemenprin, Jumat (6/10/2017).

Menperin menjelaskan, pada teknologi dan inovasi, Indonesia memiliki kekuatan dari penetrasi internet dan ponsel. Jumlah pengguna internet aktif di dalam negeri diperkirakan mencapai 132,7 juta orang atau 51,5 persen dari populasi penduduk. Sedangkan, jumlah smartphone yang beredar lebih dari 130 juta unit dan tingkat penjualannya minimal 60 juta unit per tahun.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mendorong industri nasional agar memanfaatkan teknologi terkini dan platform digital. “Potensi yang akan dikembangkan, antara lain universitas yang berafiliasi sebagai inkubator, industrimanufaktur menggunakan teknologi tinggi dan menengah, serta peningkatan intensitas riset dan jumlah peneliti,” tuturnya.

Terkait sumber daya manusia (SDM), Indonesia memiliki kekuatan dari banyaknya jumlah perguruan tinggi. Hal ini membuat pemerintah fokus memacu kompetensi tenaga kerja lokal agar bisa memenuhi kebutuhan industri. Guna mengejar sasaran ini, Kemenperin tengah meluncurkan program pendidikan vokasi industri di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam upaya tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama dengan Institute of Technical Education (ITE) di Singapura dan Universitas Tsinghua di Tiongkok untuk pelatihan tenaga pendidik dan pengembangan inkubator sebagai pusat inovasi.

Pada faktor perdagangan dan investasi global, kekuatan Indonesia di antaranya berada di nilai tarif pajak yang diterapkan, investasi melalui merger atau akuisisi (greenfield investments), dan pemasukan dari penanaman modal asing.

Dari faktor pemerintah, Indonesia memiliki anggaran belanja yang cukup besar dan kepastian sistem hukum yang dapat mendorong peningkatan kinerja industri domestik. Misalnya, implementasi pada proyek strategis nasional seperti pembangunan infrastruktur dan terbitnya sejumlah paket kebijakan ekonomi.

Mengenai sumber daya alam berkelanjutan, Menperin menyampaikan, Indonesia memiliki beragam energi alternatif yang berpotensi untuk dikembangkan. Dalam hal ini, Kemenperin telah mencanangkan program industri hijau berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

Dalam regulasi tersebut,industri perlu mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya secara berkelanjutan dalam proses produksinya. Misalnya, penggunaan teknologi rendah karbon menjadi salah satu prinsip industri hijau, dengan didukung penerapan 4R (reduce, reuse, recycle, dan return) serta SDM yang kompeten sehingga akan menghasilkan efisiensi bahan baku, energi, dan air.

Untuk daya beli, pemerintah meyakini masyarakat Indonesia masih memiliki daya beli yang kuat. Meskipun disebutkan ada pergeseran transaksi dari offline ke online, data menunjukkan kenaikan penggunaan jasa kurir hingga 130 persen di akhir September ini.

Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) naik mencapai 12,14 persen. Artinya, ada aktivitas ekonomi. Bahkan, pertumbuhan penerimaan pajak dari industri juga naik sebesar 16,63 persen dibanding tahun lalu.

“Salah satu program prioritas Kemenperin adalah pengembangan IKM dengan platform digital melalui e-Smart IKM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan pendapatan,” ungkap Airlangga. (asr)

 

Terdapat 127 Gunung Api di Indonesia, Ini Dia 3 Gunung Api yang Masih Erupsi Hingga Sekarang

Epochtimes.id– Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan sebanyak 127 Gunungapi aktif di Indonesia diantaranya 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari.

Laporan PVMBG, Jumat (6/10/2017)  sebanyak 2 gunung api status AWAS/Level 4 sejak 2 Juni 2015 yakno G. Sinabung di Sumatera Utara dan G. Agung di Bali.

Sebanyak 17 gunung api Status Waspada/Level 2 yakni Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono, dan Banda Api.

“Sisanya 50 gunung api: Status Normal/Level 1,” demikian laporan PVMBG yang dipublikasikan secara resmi.

Sebanyak tiga Gunung Api dilaporkan masih mengalami erupsi hingga saat ini. Gunung-gunung itu adalah Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Dukono dan Gunung Gunungapi Ibu di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Gunung Sinabung

Laporan PVMBG menyebutkan, tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih pada Level IV (AWAS). Sinabung yang berketinggian 2460 m dpl dari Kamis sampai Jumat pagi ini visual gunungapi teramati jelas hingga kabut. Asap kawah putih tipis teramati dengan tinggi 50-300 m di atas puncak.

Melalui rekaman seismograf dan visual tercatat 3 kali erupsi/letusan. Tinggi kolom abu tebal 1000-1500 m dari puncak. Erupsi tidak disertai awan panas guguran. Terekam 42 kali guguran lava dan secara visual teramati meluncur sejauh 500-1500 m ke arah tenggara dan timur.

Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

Gunung Dukono

Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan.

Dari Kamis sampai Jumat (6/10/2017) ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Melalui rekaman seismograf tercatat 46 kali erupsi/letusan dengan amplitudo dominan tremor menerus berkisar 0,5-22 mm (dominan 4 mm) dan teramati kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal tekanan sedang dengan ketinggian 400-600 m di atas puncak, condong ditiup angin ke arah Baratlaut dan Barat.

Terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunung Ibu

Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini.

Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan.

Dari Kamis sampai sampai Jumat (6/10/2017) gunungapi tampak tertutup kabut. Tinggi asap putih kelabu tidak teramati.

Melalui rekaman seismograf pada 3 Oktober 2017 tercatat : 95 kali erupsi/letusan, 83 kali hembusan,Tremor Harmonik 24 kali dan 1 kali guguran lava dan secara visual jarak luncuran tidak teramati karena tertutup kabut.

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu. (asr)

Jerman Sapu Bersih Inggris Menyusul Lolos Dari Laga Kualifikasi Piala Dunia

EpochTimesId – Babak penyisihan Piala Dunia 2018 zona Eropa kembali digelar pada Kamis (5/10/2017) waktu setempat. Sejumlah raksasa sepakbola Eropa tampil meyakinkan dan mengantongi tiket putaran final.

Juara bertahan Jerman berhasil mencatat rekor lolos dengan Poin Sempurna, setelah pada laga terakhir menang 3-1 atas Irlandia Utara di Stadion Windsor Park, Belfast, Kamis (5/10/2017).

Pada laga terakhir Grup C ini Sandro Wagner memborong dua gol pada menit ke-dua dan menit 21. Sedangkan satu gol lainnya diceploskan oleh Joshua Kimmich pada menit 86. Tuan rumah hanya berhasil mencatatkan satu gol hiburan, melalui Josh Magennis ketika laga akan berakhir.

Sementara itu, Tim Nasional Inggris menyusul Jerman menuju putaran final Piala Dunia setelah meraih kemenangan atas Slovenia. Inggris unggul tipis 1-0 dalam laga yang digelar di Wembley Stadium, Jumat (6/10/2017) dinihari WIB.

Dalam laga tersebut, Harry Kane menjadi petentu kemenangan dengan gol tunggalnya. Dia menjebol jala kiper Oblak ketika laga akan berakhir di masa tambahan waktu babak ke-dua, tepatnya pada menit ke-94.

Pada laga Grup F itu, Inggris mendominasi permainan dengan menguasai 65 persen penguasaan bola. Dengan kemenangan ini, Inggris juga memastikan diri sebagai juara grup dengan koleksi 23 poin.

Tiga negara lainnya, Slovenia, Slovakia, dan Skotlandia selanjutnya akan berebut jatah satu tikrt lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 melalui jalur Play-Off.

Berikut daftar hasil pertandingan selengkapnya, pada Kamis malam hingga Jumat dinihari WIB ;
Armenia vs Polandia (1-6),
Azerbaijan vs Rep Ceko 1-2,
San Marino vs Norwegia 0-8,
Irlandia Utara vs Jerman 1-3,
Montenegro vs Denmark 0-1,
Romania vs Kazakhstan 3-1,
Malta vs Lithuania 1-1,
Inggris vs Slovenia 1-0,
Skotlandia vs Slovakia 1-0. (waa)

Ditinggal Mati Aktivis Pawang Gantikan Peran Induk Bayi Gajah Yatim Piatu

0

EpochTimesId – Populasi Gajah Afrika semakin terancam karena maraknya perburuan yang menyasar gading. Terlebih, anak-anak gajah kehilangan induk karena tertangkap pemburu ditinggalkan tidak berdaya. NTD.TV melaporkan, sekitar 100 gajah terbunuh karena perburuan liar guna mendapatkan gading mereka setiap harinya. Seperti dilansir dari laporan World Elephant Day.

Bahkan ketika pemburu tidak berhasil menemukan gajah dewasa, mereka seringkali membunuh gajah remaja dan mengambil gadingnya. Kondisi ini membuat sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM/NGO) merasa kecewa dan iba.

Sebuah organisasi penyelamat yang geram akan aksi para pemburu berusaha untuk membuat anak gajah yang tak memiliki orangtua ini betah di bawah pengawasan mereka. Mereka mengambil Peran sebagai induk bagi bayi-bayi gajah yatim piatu.

Mereka seolah tidak ingin populasi gajah terus turun, walau gajah dewasa yang kehilangan nyawa seringkali meninggalkan bayi mereka yang tidak berdaya. Organisasi nirlaba bernama David Sheldrick Wildlife Trust yang berpusat di Kenya melakukan semua yang mereka bisa untuk membantu anak gajah yang masih kecil.

Mereka menyelamatkan bayi gajah dari aksi perburuan liar, dan kemudian bekerja untuk mensimulasikan lingkungan alami yang akan membuat mereka merasa nyaman. Bayi-bayi gajah akan mengalami suasana seperti yang akan mereka alami jika dipelihara oleh ibu mereka.

Penanganan seperti ini dilakukan untuk menjaga anak gajah sampai mereka siap dan bisa menjaga diri saat dikembalikan ke alam liar.

Sejak awal, orang-orang yang terlibat dalam ‘Proyek Perlindungan Gajah Yatim Piatu’ ini telah berhasil mengumpulkan dan menyelamatkan lebih dari 150 gajah bayi. Penanganan hewan ini meniru hubungan antara ibu dan bayi gajah sedekat mungkin dan sengaja dimiripkan dengan aslinya. Mereka bahkan tinggal bersama gajah 24 jam sehari.

Gajah bayi dihiasi dengan selimut, yang mensimulasikan undercarriage seorang ibu saat menyusui susu. Bahkan aktivis tidak akan memberi makan tanpa selimut karena memberi rasa aman dan nyaman. Para pawang, orang yang mengurusi anak gajah, memberi makan gajah itu dengan susu melalui botol.

Pawang gajah ini pun rela berada dekat dengan binatang ini setiap saat. Ini karena, dalam keadaan normal, gajah bayi juga tidak pernah lepas dan jauh dari ibu mereka.

Mereka selalu melakukan interaksi normal dan berhubungan dengan anak gajah. Pertemuan menyenangkan ini memfasilitasi mereka untuk bisa kuat dan beradaptasi dengan baik ketika mereka dikembalikan ke alam liar dengan kawanan gajah dewasa.

Dengan begitu banyak waktu yang dihabiskan bersama, ikatan antara pawang dan gajah bisa menjadi sangat dekat. Banyak pawang memiliki anak sendiri dan mereka melihat kesamaan dalam cara mengasuh anak-anak mereka dan anak gajah ini.

Mereka bahkan harus bangun di tengah malam untuk memenuhi kebutuhan bayi gajah. Salah seorang pawang, Keeper Mishak, menegaskan, “Gajah adalah alarm kami Setiap tiga jam, mereka harus diberi makan dan minum!”

Pekerjaan pawang gajah nampaknya berat, tapi bagi mereka ini cukup memuaskan pada saat bersamaan. Kita bisa membayangkan betapa sulitnya bagi para pawang gajah untuk melepaskan hewan yang mereka angkat dan besarkan dengan begitu banyak gairah, dikembalikan ke alam liar. (intan/asr)

Saat Berhari-hari Fenomena Gempa Swarm Mengguncang Halmahera Barat, Terjadi Hingga 1.582 Kali Guncangan

Epochtimes.id- Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, mengatakan berdasarkan hasil monitoring kegempaan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak Rabu 27 September 2017 hingga Minggu 1 Oktober 2017 di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara terjadi gempa bumi seribu kali lebih.

“Menunjukkan bahwa sudah terjadi gempabumi sebanyak 1.582 kali,” kata Riyadi dalam keterangan persnya.

Menurut dia, gempabumi yang dapat dianalisis parameternya sebanyak 412 kejadian, dan gempabumi dirasakan dengan kekuatan kurang dari M=5,0 sebanyak 74 kejadian.

Dia menambahkan, fenomena kegempaan semacam ini pernah terjadi di Jailolo selama periode November-Desember 2015. Saat itu juga terjadi frekuensi kejadian gempabumi sangat tinggi mencapai 1.001 kali dengan kekuatan kurang dari M=5,0.

Riyadi menjelaskan berdasarkan karakteristik kegempaan, munculnya serangkaian aktivitas gempabumi yang magnitudonya kecil dan frekuensi kejadian sangat tinggi yang berlangsung dalam waktu relatif lama di suatu kawasan, tanpa ada gempabumi kuat sebagai gempa utama, maka aktivitas gempabumi semacam ini disebut sebagai aktivitas gempa swarm.

BMKG mencatat berdasarkan data gempabumi 3 jam-an, sejak 27 September – 1 Oktober 2017 tampak telah terjadi penurunan aktivitas swarm yang signifikan BMKG akan terus melakukan monitoring aktivitas swarm Jailolo dan sekitarnya.

BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab.

Atas kejadian ini, BMKG menjelaskan bahwa Gempa Swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama di suatu kawasan, dan tanpa ada gempa utama (mainshock).

Dikarenakan aktivitasnya yang terus menerus, aktivitas gempa swarm hanya meresahkan dan jarang yang meninmbulkan kerusakan, jika kejadiannya di pesisir pantai gempa swarm tidak akan memicu tsunami. (asr)

Reformasi TNI Dinilai Masih Pincang Koalisi Minta Pengadilan Militer Dirombak

0

EpochTimesId – Tentara Nasional Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72, Kamis (5/10/2017). Reformasi di tubuh TNI pun dinilai masih pincang. Pendapat tersebut disuarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan (Koalisi).

Koalisi menilai terdapat tiga garis besar reformasi TNI yang diharapkan masyarakat. Namun, hingga saat ini hanya satu garis besar reformasi militer yang berhasil secara maksimal. Dua lainnya dinilai masih stagnan.

“Selama 18 tahun reformasi bergulir, sayangnya reformasi militer masih stagnan. Hanya dwi fumgi ABRI yang berhasil dicabut. Sementara dua tuntutan reformasi lainnya, yaitu restrukturisasi Komando Teritorial dan Koter dan reformasi peradilan militer. ,” ujar Wakil Direktur Imparsial, Gufron Mabruri, dalam keterangan tertulis Koalisi.

Gufron melanjutkan, masih terdapat sejumlah agenda penting reformasi militer yang perlu dilakukan, karena hal tersebut merupakan amanat dari reformasi 1998. Di masa rezim Orde Baru, TNI (ABRI) digunakan sebagai tulangpunggung penopang kekuasaan yang bergelimang dengan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia, untuk itu reformasi TNI menjadi sebuah keniscayaan.

“Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai, beberapa agenda penting reformasi TNI yang perlu dituntaskan adalah: pertama, reformasi peradilan militer. Reformasi peradilan militer melalui revisi UU No 31/1997 tentang peradilan militer perlu segera dilakukan mengingat hal tersebut sesungguhnya merupakan mandat TAP MPR No. VII/2000. Pasal 3 ayat 4 TAP MPR No. VII/2000 menyebutkan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tunduk kepada kekuasaan peradilan militer dalam hal pelanggaran hukum militer dan tunduk kepada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum,” beber Gufron.

Penegasan pentingnya perubahan sistem peradilan militer juga ditegaskan dalam UU TNI No. 34 tahun 2004. Pasal 65 Ayat (2) UU TNI menyebutkan bahwa, “prajurit tunduk kepada kekuasaan peradilan militer dalam hal pelanggaran hukum pidana militer dan tunduk pada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum yang diatur dengan undang-undang”.

Upaya mewujudkan reformasi peradilan militer merupakan sebuah kewajiban konstitusional yang harus dijalankan pemerintah dan parlemen sebagai implementasi dari penerapan prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law) sebagaimana termaktub dalam Pasal 27 Ayat (1) dan Pasal 28 Huruf d Ayat (1) UUD 1945. Selama ini anggota militer yang melakukan tindak pidana umum masih diadili di peradilan militer. Dalam praktiknya, peradilan militer tak jarang menjadi sarana impunitas bagi anggota militer yang melakukan tindak pidana.

Kemudian, terkait restrukturisasi komando teritorial. Pada masa awal Reformasi, tuntutan restrukturisasi komando teritorial merupakan satu paket dengan tuntutan penghapusan peran sosial politik TNI—yang dikenal sebagai Dwifungsi ABRI. Sayangnya, meski peran politik TNI dapat dihapus, struktur komanto teritorial tak kunjung direstrukturisasi hingga kini.

“Pada masa Orde Baru, keberadaan koter memang sangat terkait dengan Dwifungsi ABRI. Jangkauan struktur koter dapat mendistribusikan peran politik ABRI hingga ke daerah, juga menjalankan kontrol terhadap masyarakat. Koter kerap kali digunakan sebagai instrumen merepresi masyarakat yang menentang rezim Orde Baru mengingat hierarki koter yang menyerupai struktur pemerintahan sipil di daerah (Kodam, Korem, Kodim, Koramil),” imbuhnya.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI sebenarnya mensyaratkan kepada otoritas politik untuk melakukan restrukturisasi koter. Penjelasan Pasal 11 Ayat (2) UU TNI menyatakan bahwa dalam pelaksanaan penggelaran kekuatan TNI, harus dihindari bentuk-bentuk organisasi yang dapat menjadi peluang bagi kepentingan politik praktis. Penggelarannya tidak selalu mengikuti struktur administrasi pemerintahan sipil.

Selain itu, Koalisi juga menyoroti landasan hukum operasi militer selain perang (OMSP). Belakangan ini MoU TNI dengan Kementerian dan instansi lainnya semakin marak. Setidaknya terdapat 31 MoU TNI dengan berbagai instansi/ lembaga. Dengan dalih melakukan operasi militer selain perang (OMSP), TNI kini mulai masuk dan terlibat dalam ranah sipil dan menjalankan fungsi keamanan dengan pijakan MoU tersebut. Sayangnya, otoritas sipil baik itu pemerintah dan parlemen tidak melakukan koreksi dan evaluasi terhadap semua MoU yang ada.

“Kami menilai pelibatan militer dalam operasi militer selain perang yang di dasarkan pada MoU TNI bertentangan dengan UU TNI no 34/2004. Pasal 7 ayat 3 UU TNI secara tegas menyebutkan bahwa pelaksanaan tugas operasi militer selain perang harus di dasarkan pada kebijakan dan keputusan politik negara dan bukan melalui MoU,” tutupnya.

Keputusan politik negara yang dimaksud adalah kebijakan politik pemerintah bersama-sama dewan perwakilan rakyat (DPR) yang dirumuskan melalui mekanisme hubungan kerja antara pemerintah dengan DPR, seperti rapat konsultasi dan rapat kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Penjelasan Pasal 5 UU TNI). Dengan demikian, beberapa MoU yang sudah dibuat jelas-jelas bertentangan dengan UU TNI no 34/2004.

Dalam kaitannya dengan tugas perbantuan militer dalam operasi militer selain perang seharunya pemerintah dan DPR perlu segera membuat undang-undang tentang tugas perbantuan militer. (waa)

Lapangan Eksekusi Korea Utara Dari Pasar Hingga Sekolah

0

EpochTimesId – Rezim komunis Korea Utara memberlakukan hukum yang kejam dan otoriter bagi warga negaranya. Tidak jarang, kesalahan kecil semisal menghina partai dan pemimpin yang berkuasa berujung eksekusi mati layaknya pembantaian.

Nah, lokasi eksekusinya juga nyeleneh. Rakyat yang dianggap pembangkang biasanya dibantai di Tepi Sungai, Arena Olahraga, Pasar, Hingga Lapangan Olahraga Sekolah.

Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) Korea Selatan, Rabu (19/7/2017) silam mempublikasikan laporan investigasi. Laporan tersebut untuk pertama kalinya mengungkap lokasi dikuburnya para korban yang dibantai secara terbuka dalam skala besar di berbagai tempat oleh rezim keluarga Kim Korea Utara.

Diberitakan oleh ‘News Week’ dan dikutip Epoch Times, NGO Korsel yakni Transitional Justice Working Group (TJWG menyatakan, hasil penyelidikan tersebut berdasarkan informasi yang diberikan oleh 375 orang korban yang berhasil meloloskan diri dari rezim Korut.

Para responden menyatakan, rezim keluarga Kim tidak membatasi diri dalam hal mengeksekusi rakyat secara terbuka. Tempat apa pun bisa menjadi lokasi eksekusi, termasuk tepi sungai, dasar sungai, jembatan, arena olahraga, berbagai pasar, lapangan olahraga sekolah, atau di tebing gunung.

Tuduhan yang dijatuhkan pada terpidana mati bukanlah kejahatan berat. Dakwaan yang dijatuhkan diantaranya mencuri dan menjual peralatan atau kawat tembaga dari pabrik, mencuri ternak atau produk pertanian (seperti jagung dan beras), dan menyebarkan acara Korea Selatan. Tersangka bahkan terkadang dianiaya sampai tewas karena para algojo tidak mau menghamburkan peluru.

Laporan TJWG mengatakan, di Korut, kejahatan yang sama belum tentu akan mendapat hukuman yang sama.

Mengutip laporan PBB dikatakan, pejabat dan prajurit Korut yang melakukan pelecehan seksual sering kali tidak dihukum, karena penerapan hukum berbeda, tebang pilih, atau tergantung orang yang didakwa.

Sementara, jika ada pejabat pemerintah Korut yang dihukum mati, mereka biasanya dituduh korupsi atau mata-mata. Saat dieksekusi, pejabat lain diperintahkan untuk melihat, agar menimbulkan efek jera. Tentu saja dakwaan tersebut belum tentu akurat, karena sistem hukum yang diktator.

Menurut responden, jika orang yang berlatar belakang kurang mampu melakukan kejahatan, maka besar kemungkinannya akan dihukum mati.

Selain itu, jika rezim keluarga Kim berniat memperkuat tekanan terhadap warga, maka jumlah terpidana mati yang dieksekusi secara terbuka akan ditambah. Dengan harapan agar bisa mencapai tujuan menekan dan menciptakan atmosfir ketakutan demi untuk mengendalikan rakyat.

Laporan menyebutkan, Korut juga mengeksekusi secara terbuka tahanan di kamp kerja paksa yang berusaha melarikan diri. Tujuannya jelas untuk menakuti dan mengancam tahanan lain, agar mereka menyaksikan akibatnya jika tertangkap saat melarikan diri.

Reuters memberitakan, pada 2014 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempublikasikan sebuah laporan yang memaparkan kejahatan Korut menyiksa rakyatnya, seperti pemenjaraan dalam skala besar, siksaan kejam, dibiarkan kelaparan, dan eksekusi mati dan lain-lain.

Semua negara menghimbau Dewan Keamanan PBB agar menyeret Korut dan Kim Jong-Un ke pengadilan internasional (ICC) dengan tuduhan kejahatan anti-kemanusiaan.

TJWG mengatakan, laporan ini pertama kalinya mencatat lokasi dikuburnya para korban pembantaian secara terbuka dalam skala besar oleh Korut. Tujuannya adalah mendukung laporan PBB, untuk menyeret Korut yang telah melanggar kejahatan genosida.

Organisasi tersebut mengatakan, “Peta dan pengakuan para korban yang lolos, telah mengungkap tingkat kebrutalan pembantaian skala besar yang terjadi selama puluhan tahun di Korut.”

TJWG menyatakan, tujuan lain dilakukannya investigasi adalah, berharap pada masa transisi rezim Korut (jika terjadi) keadilan hukum dapat ditegakkan kembali.

Laporan menyebutkan: “Walaupun tidak bisa memperkirakan bila Korut akan mengalami perubahan dan orientasi perubahannya, menegakkan prosedur hukum yang adil dan transparan selama masa transisi, adalah kunci untuk mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.”

TJWG dibentuk oleh aktivis HAM dan para peneliti, penanggung jawabnya bernama Lee Younghwan, yang pernah menjadi pembela HAM di Korea Utara. (wu ying/sud/whs/rp)

Jokowi Panggil Kabareskrim Polri Ingin Pengedar Narkoba dan Obat Ilegal Digebuk Ramai-ramai, Kabareskrim Bilang Seperti Ini

Epochtimes.id-Presiden Joko Widodo hadir pada saat Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Rabu, (3/10/2017) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Saat sedang pidato Jokowi lalu memanggil Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono untuk maju ke panggung. Pada saat itulah terjadi dialog antara Presiden dan Kabareksrim Mabes Polri disaksikan oleh seluruh undangan pada saat itu.

“Ini tadi saya lihat Pak Kabareskrim hadir. Coba ke depan Pak Ari Dono. Biar masyarakat juga tahu Pak Ari Dono ini Pak Kabareskrim Polri kita,” kata Jokowi  masih berada di panggung acara.

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono lalu maju ke depan panggung dengan disaksikan seluruh tamu undangan.

“Urusan masalah narkoba, urusan masalah obat ilegal ini kita harus kejam. Jangan dianggap enteng-entengan. Kalau kita anggap angin lalu, kita anggap enteng, generasi muda kita, masa depan kita ini bisa berada pada posisi yang sangat berbahaya,” kata Jokowi.

“Apa sih, Pak Kabareskrim, yang sudah dilakukan, kerja sama dengan BPOM dengan Polri? Kejamnya kayak apa Kabareskrim mengurus ini,” tanya Jokowi.

Setelah ditanya Jokowi kemudian Kabareskrim Mabes Polri menjawab seperti ini.

“Terima kasih, Bapak Presiden. Kegiatan kerja sama kami, mulai dari kegiatan pre-emtif, yaitu kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah tentang bahaya narkotika dan psikotropika sampai dengan daftar G,” jelas Kabareskrim.

“Itu saya kira, penyuluhan di sekolah diperlukan, penting. Tapi itu rutinitas yang saya kira sudah bertahun-tahun kita lakukan. Yang sekarang, yang mau kita kejami apanya?,” kata Jokowi masih di panggung kegiatan.

Lalu Kabareskrim menjawab: “Yang sekarang kegiatan penegakan hukum terhadap para penjual dan pedagang obat daftar G yang tersebar di apotek-apotek, baik itu apotek resmi ataupun toko obat, kita melaksanakan razia sampai dengan ke sekolah-sekolah.”

Selanjutnya Presiden Jokowi bertanya, “Ketegasan Bareskrim seperti apa untuk masalah ini?”

Lalu Kabareskrim menjawab: “Kita proses, tegakkan, yang bersalah tercukupi unsur pidana kita penjarakan.”

Jokowi kemudian bertanya, “Yang paling besar yang ditangkap di mana saja? Jangan-jangan hanya satu, dua, padahal obatnya di mana-mana ada.”

 Kabareskrim menjawab “Yang terbesar untuk tahun ini, yang pertama, penyebaran obat daftar G di Kalimantan Selatan, jenis Zenit untuk nama pasarnya carnaphen, itu kita tindak di Tangerang pabriknya, ada sampai jutaan butir. Kemudian yang baru saja, PCC, yang memakan korban cukup banyak di Kendari, itu kita lakukan penindakan, ada di daerah Purwokerto pabriknya, sampai berton-ton, baik itu bahan baku impor termasuk juga obat yang sudah jadi.”

Tak berhenti di sana Jokowi lalu bertanya lagi, “Terus pedagangnya, pemiliknya diapain? Penindakan itu artinya diapain?”

 Masih dengan normatif Kabareskrim menjawab: “Semua dipenjara. Untuk yang punya pabrik, dipenjara.”

Mendengar jawaban Kabareskrim Polri, Jokowi lalu kembali bertanya, “Cukup hanya di penjara saja? Enggak perlu digebukin rame-rame? Kadang-kadang jengkel saya dengan yang gini-gini, entah narkoba, entah obat ilegal. Karena anak-anak kita yang terkena. Masa depan kita yang terancam. Gimana, Pak? Kita gebukin rame-rame gitu gimana?”

Mendengar pertanyaan Jokowi diantaranya kata Gebuk, lalu Kabareskrim menjawab: “Tidak boleh, Pak Presiden. Mungkin ini peran serta sekolah yang betul-betul bisa lebih dekat kepada anak-anak. Karena untuk obat daftar G ini penggunaannya pada usia produktif, anak-anak sekolah, dan anak-anak putus sekolah.”

“Kalau kita lihat dari pola hidup sekarang ini, orang tua hampir semua tidak ada dirumah. Berangkat pagi, pulang malam, karena semua bekerja. Sehingga anak-anak kurang terawasi,” lanjut Kabareskrim.

“Maka besar harapan kami tentunya dari aspek penegakan hukum ini, anak sebagai generasi muda tentunya perlu kita jaga. Yang paling dekat dengan mereka adalah hanya sekolah ataupun guru-guru sekolah, agar mereka bisa mengawasi, memberikan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mungkin pembinaan karakter, mereka tidak arogan dan lain sebagainya,” terang Kabareskrim.

“Terima kasih Pak Kabareskrim,” jawaban Jokowi setelah mendengar tanggapan Kabareskrim.

“Saya tadi sebenarnya menunggu Pak Kabareskrim, saya injaknya, Pak!” begitu lho. “Besok saya injak langsung, Pak, ini semua yang berkaitan dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba.” Pak Kabareskrim memang orangnya tenang, tapi seram juga. Hati-hati,” jelas Jokowi. (asr)

Lowongan Kerja Menipis Australia Batasi Pekerja Asing

0

EpochTimesId – Pemerintah Australia mulai membatasi pekerja asing yang hendak mencari rejeki di negaranya. Mereka menghapuskan visa berkode visa457. Visa jenis itu adalah visa bagi pekerja orang asing.

Sekarang orang asing harus lebih berpendidikan jika mereka ingin bekerja di Australia. Pemerintah berharap ini akan membuat lebih banyak pekerjaan yang tersedia untuk warga Australia.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sudah menjelaskan alasan pemerintahnya mengubah kebijakan visa457. Diantara alasan yang disebutkan adalah menyusutnya lapangan kerja dan kepentingan ekonomi Australia.

https://youtu.be/4kpJ1Ze7_ko

“Faktanya adalah bahwa program migrasi hanya harus beroperasi dalam kepentingan nasional kita. Ini tentang pertumbuhan ekonomi Australia sehingga keluarga Australia dapat mewujudkan mimpi mereka. Fokus dari pengetatan ini untuk memastikan bahwa pekerja asing bisa masuk hanya pada pekerjaan yang tidak bisa diisi orang Australia,” ujar Turnbull.

Hingga saat ini, Visa457 digunakan oleh sekitar 95.000 pekerja asing. Walau ada pembatasan, pemegang visa saat ini tidak akan terpengaruh. (gelgel/rp)

 

Hore!! Catat dan Susun Jadwal Liburan Mulai Sekarang! Inilah Hari-hari Libur Tahun 2018

Epochtimes.id-  Rapat koordinasi antar lembaga pemerintah memutuskan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018. Jadi, mulai sekarang ayo susun jadwal jika anda hendak menyusun agenda liburan.

Lembaga-lembaga terkait adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Pemerintah menerbitkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor  707 Tahun 2017, Nomor  256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018.

Keputusan Bersama itu ditandatangani oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.

Pada keputusan disepakati jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari.

Hari libur dan cuti nasional pada 2018 mendatang terdiri Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari, dan cuti bersama sebanyak 5 hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal.

Rincian Hari Libur Nasional 2018 :

  1. Senin, 1 Januari, Tahun Baru 2018 Masehi;
  2. Jum’at, 16 Februari, Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili;
  3. Sabtu, 17 Maret, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940;
  4. Jum’at, 30 Maret, Wafat Isa Al Masih;
  5. Sabtu, 14 April, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW;
  6. Selasa, 1 Mei, Hari Buruh Internasional;
  7. Kamis, 10 Mei, Kenaikan Isa Al Masih;
  8. Selasa, 29 Mei, Hari Raya Waisak 2562;
  9. Jum’at, 1 Juni, Hari Lahir Pancasila;
  10. Jum’at – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah;
  11. Jum’at, 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia;
  12. Rabu, 22 Agustus, Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah;
  13. Selasa, 11 September, Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah;
  14. Selasa, 20 November, Maulid Nabi Muhammad SAW;
  15. Selasa, 25 Desember, Hari Raya Natal;

Rincian Cuti Bersama 2018 :

  1. Rabu, Kamis, Senin dan Selasa, 13,14,18 dan 19 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah;
  2. Senin, 24 Desember, Hari Raya Natal.

(asr)

Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat Dideklariskan

Epochtimes.id. Banyaknya kasus penyalahgunaan obat akhir-akhir ini mendorong Badan POM mencanangkan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat (03/10/2017).

Bertempat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, pencanangan Aksi Nasional ini dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, perwakilan Komisi IX DPR RI, Kepolisian, Kejaksaan Agung dan Badan Narkotika Nasional.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyatakan bahwa Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat ini digagas dengan tujuan utama memberantas obat ilegal dan penyalahgunaan obat dari bumi Indonesia sampai ke akarnya.

“Kasus penyalahgunaan obat yang masih terjadi akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Terlebih hingga menyebabkan jatuh korban jiwa dari generasi muda. Hal ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama baik Pemerintah, Pelaku Usaha, maupun Masyarakat, untuk memberantasnya sampai tuntas”, tegas Penny K. Lukito lebih lanjut.

Sebelum pencanangan Aksi Nasional ini, Badan POM serta Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia telah melakukan operasi terpadu khusus pengawasan obat yang sering disalahgunakan, terutama obat-obat tertentu (OOT).

Selain itu, juga dilakukan audit terpadu ke sarana-sarana produksi dan distribusi resmi guna memverifikasi penarikan dan pemusnahan produk obat mengandung zat aktif Carisoprodol yang telah ditarik dari peredaran sejak tahun 2013.

Beberapa strategi pengawasan yang dilakukan Badan POM untuk mencegah terjadinya peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat yaitu 1) strategi pencegahan, 2) strategi pengawasan, dan 3) strategi penindakan.

Menurut Kepala BPOM, strategi pencegahan dilakukan melalui perkuatan regulasi, pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.

Dia menambahkan, strategi pengawasan mencakup perkuatan kerjasama lintas sektor, perkuatan manajemen dan utilisasi database, intensifikasi pengawasan berbasis risiko, dan perkuatan implementasi regulasi.

Sementara strategi penindakan difokuskan pada tahap importasi, produksi dan distribusi obat melalui tiga pendekatan yakni pemetaan kasus dan potensi rawan kasus, kerjasama lintas sektor terkait dan penyusunan pedoman kerja.

Di hari yang sama, Badan POM melakukan pemusnahan terhadap barang bukti hasil pengawasan Badan POM selama tahun 2014-2016 serta barang bukti perkara penyidikan di bidang Obat dan Makanan, dengan total nilai keekonomian mencapai 61,55 miliar rupiah.

Penny K. Lukito memimpin secara langsung pemusnahan barang bukti yang dilakukan secara simbolis di lokasi pencanangan Aksi Nasional menggunakan mobile incinerator. Pemusnahan turut disaksikan oleh para tamu undangan.

Melalui Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, Badan POM RI mengajak seluruh lapisan masyarakat agar memberikan dukungan dan komitmennya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan obat di Indonesia.

Indikator keberhasilan dari Aksi Nasional ini adalah tidak ada lagi peredaran secara ilegal dan penyalahgunaan obat-obat tertentu di Indonesia. Hal ini tentu tidak akan bisa dicapai tanpa dukungan dari semua pihak. (asr)

Anthony Juarai Turnamen Internasional Untuk Pertamakalinya

0

EpochTimesId – Pebulutangkis muda Anthony Sinisuka Ginting akhirnya berhasil meraih gelar juara turnamen internasional. Anthony naik podium pada Korea Open Super Series 2017. Ini adalah kali pertama Anthony meraih gelar di turnamen internasional, dengan sekaligus meraihnya pada level turnamen super series.

Anthony menginjak podium utama usai meladeni ‘perang saudara’ dari Jonatan Christie. Pemain besutan SGS PLN Bandung tersebut pun harus bersusah payah untuk merebut kemenangan. Anthony harus meladeni kompatriatnya bertarung tiga game, sebelum mengakhiri laga dengan 21-13, 19-21 dan 22-20.

“Rasanya senang akhirnya bisa menjadi juara. Selama ini saya juga sempat mengalahkan pemain unggulan, artinya capaian saya kali ini bukanlah sebuah hal yang karena keberuntungan saja. Ini merupakan hasil kerja keras saya bersama pelatih dan teman-teman di tunggal putra,” kata Anthony seperti dikuti dari situs resmi PBSI, Badmintonindonesia.org.

Indonesia juga berhasil membawa pulang satu gelar lainnya dari Seoul, Korea Selatan. Sebelumnya, pasangan ganda campuran Praveen Jorda/Debby Susanto juga berhasil menginjak podium tertinggi.

Pada babak final yang berlangsung di SK Handball Stadium, Seoul ini, Jordan/Debby mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping, dalam dua game langsung 21-17 dan 21-18. Kemenangan ini membalas kekalahan dari pertemuan pertama mereka di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang.

Ini adalah gelar super series perdana mereka di tahun 2017. Jordan/Debby terakhir naik podium di tahun 2016 yaitu pada gelaran All England di Birmingham, Inggris.

Sayangnya, pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon gagal menambah pundi-pundi medali emas. Kevin/Marcus ditumbangkan unggulan satu asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Kevin/Marcus harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Kevin/Marcus kalah 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. Sehingga rekor pertemuan mereka, Kevin/Marcus masih tertinggal 1-3 dari Boe/Mogensen.

Kevin mengakui bahwa mereka beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. “Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan jarang mematikan kami. Mungkin karena panik dan kurang tenang. Sementara mereka mainnya safe dan nggak gampang mati,” kata Kevin.

Usai gagal juara di Korea Open Super Series 2017, Kevin/Marcus akan melanjutkan perjalanannya ke Japan Open Super Series. Mereka akan berusaha meningkatkan performa dan tampil lebih baik sehingga berhasil menjadi Juara.(Adi/waa)

Yuk Nabung Dulu Mobil Listrik Pintar Siap Ngaspal 2020

0

EpochTimesId – Mengemudi mobil listrik mungkin sudah lumrah. Demikian juga dengan mengemudi mobil otonom dengan kemudi otomatis juga akan segera bisa dinikmati pecinta otomotif.

Lalu bagaimana jika keduanya dikombinasikan? Sebuah mobil listrik dengan kemudi otonom?
Nampaknya, anda akan bisa memiliki pada tahun 2020.

Dikutip EraBaruNet dari futurism.com EVE berhasil mengkombinasikan kedua impian OtoLover. EVE adalah mobil bertenaga listrik yang bisa mengemudi sendiri secara otomatis, mobil ini sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan yang diberi nama ‘NOMI’.

Mobil ini bisa mempelajari apa yang disukai oleh penumpangnya, sekaligus juga berkomunikasi dengan mobil pintar lainnya.

Kaca depannya akan menampilkan segala informasi yang dibutuhkan tentang lingkungan sekitar. Dan bagian interiornya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan penumpangnya.

Mobil ini dibuat oleh perusaahaan startup NIO asal Tiongkok yang fokus untuk mengembangkan mobil listrik. NIO berencana untuk menjual EVE di tahun 2020. (Julius)

Robot Humanoid Tokyo Game Show Hebohkan Netizen

0

EpochTimesId – Robot jenis humanoid atau menyerupai manusia dipamerkan di Tokyo Game Show yang digelar di Jepang baru-baru ini. Seperti dikutip Erabaru.net dari coco01, robot humanoid ini mengagetkan netizen Jepang.

Betapa tidak, robot yang dipajang dalam pameran permainan terbaru dari PS4, Detroit: Become Human itu sangat menyerupai manusia. Robot itu pun menjadi populer karena dalam cerita dari permainannya sangRobot menjadi sangat nyata.

Salah satu robot yang super mirip dengan manusia sesungguhnya, yaitu robot wanita dengan wajah berparas Asia. Sosok humanoid ini pun segera menjadi viral di kalangan Twitter Jepang.

“Robot ini benar-benar bikin shock, soalnya dari ekspresi dan kulit juga matanya terlihat seperti manusia beneran,” komentar sejumlah Netizen.

Dari video yang direkam netizen, ternyata robotnya tidak hanya bisa mengikuti gerakan manusia. Tapi mata miss humanoid juga bisa berkedip, dia pun sanggup tersenyum dan melambaikan tangan.

Gerakan robot ini juga sangat lincah seperti manusia sesungguhnya. Tapi ada juga yang berkomentar bahwa itu sebenarnya adalah staf yang berakting seperti robot, jadi bukan robot asli.

Video pendek “robot cewek cantik” itu pun seketika menarik perhatian dan beragam komentar di Twitter.

“Imut banget! Jadi ingin menikahinya. Itu adalah tipe cewek kesukaanku,” komentar netizen lainnya. (jhony/rp)