Video Suasana Mencekam Menyelimuti Beijing; Langkah-langkah Keamanan Diperketat di Zhongnanhai dan Lapangan Tiananmen
Setelah penangkapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT Jenderal Zhang Youxia dan anggota Komisi Militer Pusat sekaligus Kepala Staf Gabungan Liu Zhenli sejumlah analis menilai hal ini berpotensi memicu perebutan kekuasaan yang brutal di internal Partai Komunis Tiongkok. Beredar kabar bahwa pengamanan di sekitar Tiananmen dan Zhongnanhai di Beijing telah diperketat, dengan jumlah personel militer dan polisi meningkat secara signifikan.
EtIndonesia. Pada 26 Januari 2026, informasi yang beredar menyebutkan bahwa kekuatan keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen diperkuat secara mencolok. Sepanjang Jalan Chang’an terlihat banyak kendaraan Polisi Bersenjata dan pasukan khusus. Di trotoar serta pintu masuk stasiun metro ditambahkan lapisan pemeriksaan berlapis.
Di Gerbang Xinhua Zhongnanhai serta jalan-jalan sekitarnya seperti Fuyou Street, juga dikerahkan sejumlah besar aparat militer dan polisi.
Selain itu, beberapa jalan yang mengarah ke kawasan inti Beijing diberlakukan penutupan sementara atau sistem “akses berdasarkan izin”, sehingga membatasi masuknya kendaraan dan orang yang tidak berkepentingan.
👁️☠️在共匪国,张又侠等被抓捕后,北京中南坑新华门黑衣人密布!
— 淘喵先生 (@Baoliaogeming64) January 26, 2026
1月26日,北京中南坑戒备森严,新华门前比平日多了许多黑衣人。这些黑衣人肯定身份不一般🔥
它们是在保护习死皇,还是在围困习死皇呢?🤣🤣 https://t.co/zYFhwHy9Qj pic.twitter.com/xGCDPmNEs6
Video rekaman jalanan menunjukkan bahwa siang maupun malam, sejumlah besar aparat militer dan polisi ditempatkan di depan Gerbang Xinhua. Bahkan di pembatas jalan di tengah jalan raya, penjagaan dilakukan dengan sangat rapat—digambarkan sebagai “setiap beberapa langkah ada pos, setiap jarak pendek ada penjaga”. Di jalan juga terlihat orang-orang berpakaian hitam dengan penutup kepala berdiri berjaga.
Video lain memperlihatkan bahwa beberapa ruas jalan di sekitar Tiananmen diduga diberlakukan pengendalian sementara, dengan aparat militer dan polisi menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan. Terlihat pula sekelompok tentara berlari melewati lokasi.
习近平逮捕张又侠后,天安门广场黑衣人密布!1月26日凌晨,北京天气寒冷,来天安门广场看升旗的游客不太多,但身着长大衣的黑衣人遍布广场的各个角落。 pic.twitter.com/h4vZ3HDe0S
— 希望之聲 – 中國時局 (@SoundOfHope_SOH) January 26, 2026
Ada juga video yang menunjukkan bahwa pada upacara pengibaran bendera merah bintang lima PKT di Tiananmen pada pagi 26 Januari, area di bawah tiang bendera dipenuhi aparat militer dan polisi berpakaian hitam, sementara para wisatawan hanya diperbolehkan menonton dari jarak jauh.
Selain Beijing yang menjadi lokasi sensitif, video lain menunjukkan tank-tank muncul di jalanan Mongolia Dalam, namun kebenaran dan latar belakang kejadian tersebut masih belum jelas. (Hui)
Zhongnanhai : Kantor Pusat dan Komplek Partai Komunis Tiongkok di Beijing
👁️💥💥💥我C,共匪国这什么情况?在内蒙古坦克群已经上街了!这是反习的势力,还是习死皇的保皇军呢❓❗️
— 淘喵先生 (@Baoliaogeming64) January 26, 2026
这是墙内IP地址为内蒙古的网友,20分钟前发出的抖音视频🔥🔥 pic.twitter.com/RbFAufk84p
Trump : AS Mengerahkan Kekuatan Angkatan Laut Besar-besaran di Dekat Iran
EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Iran berupaya mencapai kesepakatan baru. Pernyataan itu muncul di tengah kedatangan kelompok serang kapal induk AS di wilayah tersebut dan diskusi Gedung Putih tentang kemungkinan serangan militer, lapor Axios.
Tekanan Militer dan Sinyal Diplomatik
Situasi dengan Iran tetap bergejolak. Dalam sebuah wawancara dengan Axios, Trump mengkonfirmasi bahwa dia telah mengirimkan “armada besar” ke wilayah tersebut, yang kekuatannya melebihi pasukan yang sebelumnya dikerahkan ke Venezuela.
Secara khusus, kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.
Terlepas dari persiapan militer, Trump percaya bahwa Teheran dengan tulus menginginkan penyelesaian diplomatik.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara,” kata presiden AS.
Syarat dan Opsi Washington
Meskipun protes di Iran sebagian besar telah ditekan, Gedung Putih masih mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan. Minggu ini, Trump akan mengadakan konsultasi tambahan tentang opsi militer. Pada saat yang sama, para pejabat AS menguraikan persyaratan utama untuk kesepakatan di masa depan:
- Penghapusan total uranium yang diperkaya dari Iran;
- Pembatasan ketat pada persenjataan rudal jarak jauh;
- Penghentian dukungan untuk kelompok bersenjata di kawasan tersebut;
- Larangan pengayaan uranium independen.
Para pejabat Iran mengatakan mereka siap untuk bernegosiasi tetapi tidak menyatakan kesediaan untuk menerima kondisi-kondisi ini.
Konteks Perang 12 Hari
Trump mengingat kembali peristiwa Perang 12 Hari Iran-Israel pada bulan Juni, menyatakan bahwa dukungannya terhadap serangan pencegahan Israel mencegah bencana.
Menurutnya, Iran sedang mempersiapkan serangan dahsyat pada saat itu tetapi kehilangan para pemimpinnya dan sebagian besar potensi rudalnya.
“Mereka akan menyerang… tetapi hari pertama (perang – red.) itu brutal bagi mereka. Mereka kehilangan para pemimpin mereka dan banyak rudal mereka,” kata Trump.
Intelijen AS saat ini menilai bahwa fasilitas nuklir Iran telah rusak parah, tetapi status persediaan uraniumnya masih belum jelas.
Penguatan Kehadiran Militer
Militer AS sedang bersiap untuk menghadapi perintah apa pun. Selain kapal induk, berikut ini telah dikerahkan ke wilayah tersebut:
- Jet tempur F-15 dan F-35 tambahan;
- Pesawat pengisian bahan bakar;
- Sistem pertahanan udara.
Selain itu, komandan Komando Pusat Laksamana Brad Cooper mengunjungi Israel untuk mengoordinasikan rencana jika terjadi serangan balasan dari Iran.
Perlu diingat bahwa protes anti-pemerintah skala besar di Iran dimulai pada akhir tahun 2025. Gelombang protes melanda Teheran setelah penurunan tajam mata uang nasional dan memburuknya situasi ekonomi, yang memaksa pengusaha lokal untuk turun ke jalan.
Dalam beberapa minggu terakhir, penindasan kekerasan terhadap kerusuhan telah menyebabkan kematian ribuan orang.
Sebagai tanggapan atas tindakan Teheran, Presiden AS, Donald Trump secara resmi memperingatkan rezim ayatollah tentang kesiapan untuk mengambil tindakan yang sangat keras jika penindasan terhadap para demonstran terus berlanjut.
Pemimpin Amerika itu menyerukan pembubaran rezim saat ini dan menekankan perlunya perubahan kepemimpinan di negara tersebut. Untuk memperkuat pernyataannya, Trump memerintahkan pengiriman armada angkatan laut yang signifikan ke wilayah tersebut. (yn)
Video: Pemilik Meninggal di Salju Himachal, Anjing Pitbull Peliharaannya Menjaga Selama 4 Hari
EtIndonesia. Sebuah kisah yang memilukan muncul dari Bharmaur di distrik Chamba, Himachal Pradesh, India, yang menunjukkan kesetiaan seekor anjing yang tak tergoyahkan. Dalam kondisi yang begitu keras sehingga bahkan keluar rumah pun menjadi sulit bagi manusia, seekor pitbull yang setia menolak untuk meninggalkan sisi pemiliknya yang telah meninggal selama empat hari, meskipun salju turun lebat dan cuaca sangat dingin.
Perlu dicatat, dua pemuda yang diidentifikasi sebagai Viksit Rana dan Piyush hilang di dekat kuil Bharmani di Bharmaur. Mereka kemudian ditemukan telah meninggal setelah terjebak di salju di tengah kondisi cuaca yang buruk.
Ketika tim penyelamat dan penduduk desa setempat akhirnya mencapai tempat tersebut empat hari kemudian, pemandangan yang mereka saksikan membuat semua orang terharu. Tubuh Piyush terkubur di bawah lapisan salju, tetapi tepat di sampingnya duduk anjing peliharaannya.
Selama empat hari, sahabat yang tak bersuara itu tidak makan makanan maupun bergerak dari tempat itu. Berjuang melawan angin dingin dan badai salju, anjing itu berjaga, melindungi tubuh pemiliknya bukan hanya dari cuaca buruk tetapi juga dari hewan liar yang berkeliaran di wilayah tersebut.
Ketika tim penyelamat mencoba mengambil jenazah, anjing itu awalnya menjadi agresif. Dia tampak percaya bahwa orang asing itu ada di sana untuk menyakiti pemiliknya. Setelah upaya yang cukup besar, bujukan lembut, dan jaminan, anjing itu akhirnya menyadari bahwa mereka datang untuk membantu. Baru kemudian dia menyingkir, membiarkan tim tersebut menjalankan tugas mereka.
Kisah yang mengharukan ini telah membuat banyak orang meneteskan air mata, menjadi pengingat yang kuat bahwa hewan dapat menunjukkan kesetiaan dan kasih sayang yang melampaui kematian sekalipun. (yn)
Trump : Venezuela Mempercepat Pembebasan Tahanan Politik
EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan Venezuela sedang membebaskan tahanan politiknya dengan kecepatan yang dipercepat dan proses tersebut akan semakin dipercepat dalam waktu dekat, menurut unggahan Trump di platform Truth Social.
“Saya senang melaporkan bahwa Venezuela membebaskan tahanan politiknya dengan cepat, dan kecepatan ini akan meningkat dalam waktu dekat. Saya ingin berterima kasih kepada kepemimpinan Venezuela karena telah menyetujui tindakan kemanusiaan yang luar biasa ini!” tulis Trump.
Sebelumnya, media, mengutip organisasi hak asasi manusia Venezuela, Foro Penal, melaporkan bahwa lebih dari 100 tahanan politik telah dibebaskan dalam beberapa minggu terakhir di tengah tekanan dari Amerika Serikat.
Hingga Minggu, 19 Januari, setidaknya 104 orang telah dibebaskan dari tahanan. Mereka dilaporkan ditangkap karena ikut serta dalam protes.
Pembebasan tiga warga negara Ukraina yang ditahan secara ilegal di Venezuela telah dilaporkan sebelumnya.
Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, hal ini dimungkinkan berkat upaya terkoordinasi dari para diplomat Ukraina dan dukungan dari Amerika Serikat dan mitra-mitra Eropa.
Hubungan AS–Venezuela
Sementara itu, penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan negara itu lelah dengan campur tangan AS selama persiapan reformasi di sektor minyak dan pembebasan tahanan politik.
Berbicara kepada para pekerja industri minyak di negara bagian Anzoátegui, Rodríguez menekankan bahwa “politisi Venezuela harus memutuskan sendiri masalah kita.”
Pada tanggal 3 Januari, Amerika Serikat melakukan operasi khusus skala besar di Venezuela, melancarkan serangan udara di ibu kota, Caracas. Operasi tersebut bertujuan untuk menahan diktator Venezuela Nicolás Maduro, yang dilaporkan dibawa oleh pasukan AS ke Amerika Serikat bersama istrinya, Cilia Flores. (yn)
Pasukan Rusia Mundur dari Bandara Qamishli di Tengah Serangan Pemerintah Suriah ke Wilayah yang Kikuasai Kurdi
EtIndonesia. Rusia telah mulai menarik pasukan dari bandara Qamishli di Suriah di tengah serangan pemerintah terhadap wilayah yang dikuasai Kurdi, lapor Reuters.
Menurut sumber-sumber Suriah, beberapa pasukan dipindahkan ke pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat, sementara yang lain kembali ke Rusia.
Proses penarikan telah berlangsung sejak pekan lalu. Selama dua hari terakhir, peralatan militer dan senjata berat telah diangkut dari Qamishli ke Hmeimim.
Koresponden Reuters mencatat bahwa bendera Rusia masih berkibar di Bandara Qamishli, dan pesawat-pesawat dengan tanda Rusia masih berada di landasan pacu.
Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar tentang situasi tersebut.
Sebelumnya, sumber-sumber Suriah mengatakan pemerintah mungkin akan meminta Rusia untuk meninggalkan bandara sepenuhnya setelah pasukan Kurdi mundur, dengan mengatakan bahwa “tidak ada yang bisa mereka (pasukan Rusia – red.) lakukan di sana.”
Hubungan Rusia-Suriah
Rusia, sekutu mantan Presiden Bashar al-Assad, terus mendukung pemerintahan Al-Sharaa, yang berkuasa sekitar 14 bulan lalu. Tahun lalu, Al-Sharaa mengatakan kepada pemimpin Rusia, Vladimir Putin bahwa dia akan mengikuti semua perjanjian sebelumnya antara Damaskus dan Moskow, memastikan keamanan dua pangkalan militer utama Rusia di Suriah.
Pada bulan Januari, pasukan pemerintah di bawah Presiden Ahmed Al-Sharaa merebut wilayah penting di Suriah utara dan timur yang sebelumnya dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Setelah bentrokan ini, gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak diperpanjang selama 15 hari lagi.
Pada Desember 2025, para ahli ISW memperkirakan masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah. Menurut analisis mereka, Rusia telah lama memutuskan untuk menarik pasukan dari pangkalan utama terakhirnya di Suriah utara, Qamishli, karena Turki dan berbagai kelompok yang beroperasi di Suriah, termasuk Hayat Tahrir al-Sham dan Tentara Nasional Suriah, tampaknya tidak bersedia membiarkan Rusia tetap berada di sana.
Selain itu, pada tanggal 17 Desember, media Suriah melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mundur dari pangkalan udara Tiyas (sebelah barat Palmyra di Provinsi Homs) menuju pangkalan udara Hmeimim.
Sebelumnya, intelijen Ukraina melaporkan bahwa pasukan Rusia di pelabuhan Tartus, pangkalan udara Hmeimim, dan kapal-kapal di sekitarnya menghadapi masalah pasokan, termasuk kekurangan air minum dan makanan. (yn)
Aneh! Muncul Lubang Besar di Kolam Ikan di Hunan, Tiongkok, Ratusan Kilogram Ikan “Menghilang” Seketika
EtIndonesia. Belakangan ini, dasar kolam ikan milik seorang pembudidaya di Shaoyang, Hunan, secara mengejutkan muncul sebuah lubang besar. Akibatnya, ratusan kilogram ikan di kolam tersebut hanyut bersama air yang mengalir keluar, menyebabkan pemilik kolam mengalami kerugian besar.
Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa air yang tersisa di kolam telah terkuras habis, dan di dasar kolam tampak jelas sebuah lubang besar. Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa pada 22 Januari, dasar kolam ikan milik seorang warga di sebuah desa di Kecamatan Gaoqiao, Kabupaten Xinning, Kota Shaoyang, mengalami ambles dan membentuk lubang runtuhan, sehingga ikan-ikan di kolam tersebut hanyut bersama aliran air.
Pada 23 Januari, pihak yang bersangkutan, Tuan He, mengatakan bahwa kolam tersebut awalnya merupakan lahan pertanian yang kemudian diubah menjadi kolam ikan. Bagian dasarnya hanya dilapisi sedikit semen dan telah digunakan untuk memelihara ikan selama tiga hingga empat tahun.
Ia baru menyadari adanya lubang di dasar kolam setelah air benar-benar habis bocor. Lubang tersebut ternyata terhubung langsung dengan sebuah sungai di bawahnya, sehingga ikan-ikan mengalir keluar melalui lubang itu.
Menurut laporan, lubang tersebut kemudian digali hingga lebarnya sekitar satu meter untuk menangkap kembali ikan.
Dari total sekitar 500–600 kilogram ikan, hanya sekitar 300–400 kilogram yang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 100–200 kilogram ikan terlanjur hanyut.
Insiden ini disebabkan oleh aliran air tanah yang dalam jangka panjang menggerus dasar kolam hingga runtuh dan membentuk kebocoran.
Untuk penimbunan dan perbaikan kolam serta kerugian ikan, total kerugian ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari puluhan ribu yuan.
Warganet di daratan Tiongkok berkomentar:
“Kasihan sekali pemilik kolamnya.”
“Ini seperti lokasi pelarian massal.”
“Kolam yang diubah dari lahan sawah, lapisan semen dasarnya terlalu tipis.”
“Masih berani turun menangkap ikan, tidak takut runtuh lagi?”
(Hui)
Trump: AS Akan Menguasai Kedaulatan atas Sebagian Wilayah Greenland
Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperoleh kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, khususnya kawasan tempat pangkalan militer AS berada. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu (24 Januari) juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Trump untuk membahas penguatan keamanan di kawasan Arktik serta pentingnya terus mendukung Ukraina dalam mendorong tercapainya gencatan senjata.
EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, terutama area di pulau tersebut yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Menurut laporan, pada Jumat Trump menerima wawancara eksklusif dengan New York Post di Gedung Putih dan menyatakan bahwa Amerika Serikat “akan mendapatkan semua yang diinginkannya”, serta mengungkapkan bahwa negosiasi terkait hal tersebut sedang berlangsung.
Salah satu usulan yang saat ini sedang dibahas, meskipun belum mencapai target Amerika Serikat untuk sepenuhnya memiliki Greenland, akan memungkinkan AS memiliki “kedaulatan” atas pangkalan-pangkalan militernya di pulau tersebut, seperti Pangkalan Antariksa Pituffik.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi kepada New York Post bahwa pengaturan tersebut akan meniru model “wilayah pangkalan berdaulat” di Siprus, di mana pangkalan militer Inggris di sana dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris.
Trump juga beberapa kali secara terbuka menyinggung isu Greenland selama kunjungannya ke Davos, Swiss, pekan ini. Setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump lebih lanjut menyatakan bahwa kedua pihak telah membangun sebuah “kerangka perjanjian” terkait isu tersebut.
Selain itu, dilaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu juga berbicara melalui telepon dengan Trump. Kedua pemimpin membahas pentingnya memperkuat keamanan di kawasan Arktik.
Mereka juga sepakat bahwa komunitas internasional harus terus mendukung Ukraina untuk mendorong proses gencatan senjata yang berkelanjutan, serta membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.
Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yi Xin dan Zhang Ruiqi
Dikabarkan Sebulan Lalu Zhang Youxia Sempat Bertengkar Sengit dengan Xi Jinping Sebelum Ditangkap
EtIndonesia. Kasus penangkapan Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat PKT Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan KMP Liu Zhenli terus memanas. Beragam kabar bocoran beredar luas dan sulit dibedakan kebenarannya.
Pengamat independen Cai Shenkun mengungkapkan bahwa sebelum ditangkap, Zhang Youxia pernah secara langsung menegur Xi Jinping, menudingnya bertanggung jawab atas pembersihan berkelanjutan di tubuh militer dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan moral pasukan runtuh.
Pada 26 Januari, Cai Shenkun dikutip NTDTV.com mengatakan dalam program media mandirinya bahwa ia memperoleh kabar terbaru dari seorang teman di Beijing. Sekitar sebulan lebih yang lalu, dalam sebuah pertemuan berskala kecil, Zhang Youxia tiba-tiba berhadap-hadapan secara langsung dengan Xi Jinping.
Saat itu, Zhang mempertanyakan Xi dengan berkata kira-kira: “Kami sekarang tidak tahu Anda hendak membawa negara ini ke arah mana. Sudah bertahun-tahun terus diguncang, militer pun terluka parah, moral pasukan tercerai-berai. Apakah situasi seperti ini tidak ada akhirnya?”
Menurut bocoran tersebut, keduanya terlibat pertengkaran sengit. Di akhir perdebatan, Zhang Youxia dikabarkan berkata : “Kalau hari ini saya tidak membiarkan Anda meninggalkan tempat ini, apakah itu bisa disebut kudeta?”
Cai Shenkun mengatakan bahwa skenario seperti ini sangat dramatis dan tentu sulit dipercaya. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Namun, jika benar, hal itu menunjukkan bahwa hubungan keduanya telah benar-benar pecah. Siapa yang akhirnya mampu menguasai kendali menjadi kunci, dan dengan demikian tidak sulit memahami mengapa Xi Jinping terburu-buru menyingkirkan Zhang Youxia beserta orang-orang di sekitarnya.
Seiring kasus Zhang Youxia terus berkembang, berbagai bocoran informasi pun terus bermunculan.
Sebelumnya, Cai Shenkun juga mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli bukan keputusan mendadak, melainkan hasil perencanaan matang. Pada 19 Januari, penangkapan dilakukan di Sekolah Partai Pusat oleh Biro Pengawal Pusat. Komisi Disiplin Pusat berada di bawah komando Liu Jinguo. Informasi penangkapan tersebut diberitahukan pada malam yang sama kepada para pejabat setingkat wakil nasional, dan keesokan harinya disampaikan kepada pejabat setingkat menteri penuh.
“Alasan mengapa pengumuman resmi dan penetapan kasus dilakukan begitu cepat dan begitu keras adalah karena ada ketakutan bahwa penundaan akan memicu perubahan di tubuh militer. Editorial yang terbit bersamaan dengan pengumuman resmi dimaksudkan untuk memperingatkan partai, pemerintah, dan militer agar tidak bertindak gegabah,” ujar Cai Shenkun.
Pada 26 Januari, pembawa acara YouTube ‘Zhen Guandian’, Zhen Fei, mengutip informasi dari seorang mantan perwira Tentara Grup ke-31 PLA yang menyebutkan bahwa diduga terjadi baku tembak di lokasi penangkapan Zhang Youxia.
Pasukan kepolisian di bawah pimpinan Wang Xiaohong disebut menekan pasukan pengawal elit Snow Leopard Commando milik Zhang Youxia. Saat ini, para komandan tentara grup dikabarkan menolak menyatakan dukungan kepada Xi Jinping, dan militer berada dalam kondisi “perlawanan pasif.”
Mantan perwira tersebut mengungkapkan bahwa saat ini militer PKT berada dalam kekacauan, dan Xi Jinping tidak lagi mampu memimpin pasukan secara efektif; moral tentara runtuh.
Disebutkan juga, para perwira setingkat batalyon hingga resimen ramai-ramai mengajukan pengunduran diri atau alih status, sementara para komandan setingkat tentara enggan menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Ia memperkirakan bahwa dalam 10 hari hingga setengah bulan ke depan, kemungkinan besar akan terjadi peristiwa besar di tubuh militer PKT.
Akademisi yang bermukim di Amerika Serikat, Wu Zuolai, dalam program Man Shan Man Tan, mengatakan bahwa perpecahan antara Zhang Youxia dan Xi Jinping memang nyata, dan Xi Jinping kemungkinan memilih untuk lebih dulu bertindak. (Hui)
Identitas Digital sebagai Pengganti Anonimitas: Rusia Berupaya Mengontrol Setiap Gerak di Dunia Maya
EtIndonesia. Di Rusia, telah diajukan usulan untuk memperkenalkan identifikasi paspor wajib bagi pengguna jejaring sosial dan aplikasi pesan, menurut Pusat Pemberantasan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.
Inisiatif ini secara efektif akan mewajibkan setiap tindakan daring untuk “ditandatangani” oleh individu yang dapat diidentifikasi, sehingga memudahkan negara untuk melacak pengguna. Pusat tersebut memperingatkan bahwa langkah ini dapat mengantarkan fase baru kontrol digital dengan slogan “internet yang legal dan aman,” sekaligus memaksa platform untuk menyimpan sejumlah besar data paspor yang pada akhirnya dapat bocor.
Menurut Pusat tersebut, pembatasan anonimitas akan mengurangi akses ke platform asing dan sumber informasi alternatif serta memberi pihak berwenang dasar baru untuk melakukan penindasan, yang secara efektif membangun versi digital dari negara polisi.
Pemblokiran Messenger di Rusia
Laporan tersebut mengingatkan bahwa pada Desember 2025, badan pengawas media Rusia memblokir WhatsApp, Roblox, FaceTime, dan Snapchat, dengan alasan “ancaman keamanan,” sekaligus membatasi protokol VPN yang memungkinkan akses ke informasi tanpa sensor.
Para analis mengatakan bahwa dengan dalih memerangi terorisme, Rusia semakin mengisolasi ruang informasinya. Para pengamat mencatat bahwa kontrol daring telah meningkat sejak tahun 2022, ketika pihak berwenang mulai melakukan pembatasan massal pada media sosial, secara teratur mengutip kekhawatiran keamanan nasional. (yn)
Tersiar Kabar Partai Komunis Tiongkok Tutup Gerak Seluruh Zona Militer, Pembersihan Besar-Besaran Picu Guncangan
EtIndonesia. Pada akhir pekan lalu, Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara mendadak mengumumkan secara resmi bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) sekaligus anggota Politbiro Zhang Youxia telah dikenai penyelidikan dan pemeriksaan, dengan penetapan yang menggunakan istilah sangat keras dan jarang terjadi.
Sebelum pengumuman resmi tersebut, pengamat politik Sheng Xue telah lebih dulu memperoleh informasi bocoran. Ia kemudian menulis artikel panjang yang menganalisis situasi terkini.
Berikut wawancara khusus NTD.
“Faktanya, di lokasi kejadian, yakni Hotel Jingxi di Beijing Barat, bahkan sempat terjadi baku tembak. Disebutkan bahwa pihak Xi Jinping tampaknya mengalami sekitar sembilan korban, sementara pihak lainnya mengalami lebih dari dua puluh korban,” kata Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue.
“Setelah saya mempublikasikan informasi ini, (teman yang membocorkan) mengatakan bahwa banyak sekali orang dari pihak berwenang yang menyerang dan menghina saya. Menurutnya, justru itu menunjukkan bahwa inilah kebenaran yang mereka takuti,” katanya.

Sheng Xue menganalisis bahwa kejatuhan Zhang Youxia dari jajaran tertinggi militer PKT bukanlah sekadar “antikorupsi” di tubuh militer, melainkan sebuah pembersihan politik yang langsung menyasar keamanan kekuasaan tertinggi.
“Pertama, istilah yang digunakan PKT dalam penetapan kasus ini bukan soal korupsi, pelanggaran hukum, atau penyimpangan disiplin biasa. Mereka sepenuhnya menyoroti soal kesetiaan kepada pucuk pimpinan tertinggi—loyalitas politik, posisi politik, dan sikap politik. Ini dituduhkan sebagai anti-partai, anti-negara, anti-panglima tertinggi—ini adalah tuduhan paling berat. (Zhang Youxia) pasti melakukan tindakan tertentu sehingga dikenai tuduhan seperti ini, yaitu konspirasi, pemberontakan, kudeta. Hanya saja, sayangnya, upaya itu tidak berhasil,” kata Sheng Xue.
Ia juga mengungkapkan: “Sekarang, di berbagai wilayah militer utama PKT, pada dasarnya personel dilarang bergerak. Para pejabat tingkat tinggi yang semula berencana bepergian atau berlibur, semuanya dibatalkan. Setidaknya ini menunjukkan bahwa situasinya kali ini sangat, sangat serius dan genting.”
Sheng Xue menilai bahwa pembersihan berkelanjutan terhadap jajaran tinggi militer, dengan prinsip “kesetiaan absolut lebih tinggi daripada kemampuan”, telah berulang kali merusak sistem komando, menyebabkan hilangnya para jenderal berpengalaman, dan menurunkan moral serta semangat tempur secara nyata. Menurutnya, PKT sudah tidak memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan.
Ia mengatakan: “Ketika (Xi, pemimpin PKT) pertama kali naik ke tampuk kekuasaan, langkah demi langkah ia membersihkan orang-orang dari kekuatan lama. Kemudian, secara bertahap, ia malah sepenuhnya membersihkan orang-orang yang justru ia sendiri angkat. Pasukan Roket yang dibangunnya dengan tangannya sendiri, pada akhirnya hampir disapu bersih dalam satu sapuan.”
Sheng Xue menambahkan: “Pada intinya, tidak ada satu pun orang yang benar-benar ia anggap seratus persen dapat dipercaya. Ada data yang menyebutkan bahwa ia sendiri telah menyingkirkan 79 perwira berpangkat jenderal ke atas. Akibatnya, ia justru telah menghancurkan militer PKT itu sendiri. Karena itu, saya tidak percaya bahwa militer PKT saat ini masih memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan.”
Ia juga menegaskan bahwa PKT adalah rezim diktator otoriter; pembersihan yang terus-menerus akan menumpuk kebencian dan memperparah perebutan kekuasaan, sehingga mempercepat keruntuhan sistem.
Sheng Xue mengatakan: “Gejolak politik yang ekstrem di seluruh masyarakat Tiongkok, ditambah dengan kemerosotan ekonomi yang cepat, membuat struktur ini runtuh. PKT yang paling jahat dan paling brutal—menurut saya—perubahan besar akan datang dengan relatif cepat.”
Laporan wawancara dari Biro Kanada, Televisi New Tang Dynasty
