Pasukan Rusia Mundur dari Bandara Qamishli di Tengah Serangan Pemerintah Suriah ke Wilayah yang Kikuasai Kurdi

EtIndonesia. Rusia telah mulai menarik pasukan dari bandara Qamishli di Suriah di tengah serangan pemerintah terhadap wilayah yang dikuasai Kurdi, lapor Reuters.

Menurut sumber-sumber Suriah, beberapa pasukan dipindahkan ke pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat, sementara yang lain kembali ke Rusia.

Proses penarikan telah berlangsung sejak pekan lalu. Selama dua hari terakhir, peralatan militer dan senjata berat telah diangkut dari Qamishli ke Hmeimim.

Koresponden Reuters mencatat bahwa bendera Rusia masih berkibar di Bandara Qamishli, dan pesawat-pesawat dengan tanda Rusia masih berada di landasan pacu.

Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar tentang situasi tersebut.

Sebelumnya, sumber-sumber Suriah mengatakan pemerintah mungkin akan meminta Rusia untuk meninggalkan bandara sepenuhnya setelah pasukan Kurdi mundur, dengan mengatakan bahwa “tidak ada yang bisa mereka (pasukan Rusia – red.) lakukan di sana.”

Hubungan Rusia-Suriah

Rusia, sekutu mantan Presiden Bashar al-Assad, terus mendukung pemerintahan Al-Sharaa, yang berkuasa sekitar 14 bulan lalu. Tahun lalu, Al-Sharaa mengatakan kepada pemimpin Rusia, Vladimir Putin bahwa dia akan mengikuti semua perjanjian sebelumnya antara Damaskus dan Moskow, memastikan keamanan dua pangkalan militer utama Rusia di Suriah.

Pada bulan Januari, pasukan pemerintah di bawah Presiden Ahmed Al-Sharaa merebut wilayah penting di Suriah utara dan timur yang sebelumnya dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Setelah bentrokan ini, gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak diperpanjang selama 15 hari lagi.

Pada Desember 2025, para ahli ISW memperkirakan masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah. Menurut analisis mereka, Rusia telah lama memutuskan untuk menarik pasukan dari pangkalan utama terakhirnya di Suriah utara, Qamishli, karena Turki dan berbagai kelompok yang beroperasi di Suriah, termasuk Hayat Tahrir al-Sham dan Tentara Nasional Suriah, tampaknya tidak bersedia membiarkan Rusia tetap berada di sana.

Selain itu, pada tanggal 17 Desember, media Suriah melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mundur dari pangkalan udara Tiyas (sebelah barat Palmyra di Provinsi Homs) menuju pangkalan udara Hmeimim.

Sebelumnya, intelijen Ukraina melaporkan bahwa pasukan Rusia di pelabuhan Tartus, pangkalan udara Hmeimim, dan kapal-kapal di sekitarnya menghadapi masalah pasokan, termasuk kekurangan air minum dan makanan. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine