Ledakan Aurora Terangi Tiongkok Utara, Xinjiang Saksikan Aurora Merah-Hijau Langka

Dalam beberapa hari terakhir, fenomena aurora muncul di banyak wilayah utara Tiongkok, termasuk Danau Sayram di Xinjiang, Mohe di Heilongjiang, serta Hulunbuir di Mongolia Dalam. Cahaya aurora yang memukau membelah langit malam dan menarik banyak wisatawan untuk memotret. Di antaranya, Danau Sayram di Xinjiang bahkan menampilkan aurora merah-hijau yang langka.

EtIndonesia. Pada 19 Januari sekitar pukul 02.09 dini hari wilayah aktivitas Matahari melepaskan semburan suar Matahari berkekuatan X1.9. Ini merupakan suar Matahari kelas X pertama yang terjadi pada tahun 2026. Dampaknya, mulai 20 Januari Bumi mengalami badai geomagnetik super besar, sehingga aurora tampak di langit malam di berbagai wilayah.

Pada 21 Januari pagi, seorang mahasiswa bernama Xiao Zhu yang sedang berwisata di Desa Kutub Utara Mohe, Heilongjiang, mengatakan kepada Jimu News bahwa aurora muncul dua kali di Mohe, yakni pada pagi hari dan saat senja 20 Januari.

Foto-foto yang diambil Xiao Zhu menunjukkan langit malam yang gelap diterangi cahaya aurora hijau, dengan tepian disertai kilau merah muda keunguan.

 “Dengan mata telanjang terlihat relatif samar, tetapi hasil jepretan ponsel sangat jelas. Dari sekitar pukul enam sore hingga delapan setengah malam pada 20 Januari adalah yang paling jelas,” ujar Xiao Zhu.

Pada 20 Januari 2026 malam, aurora langka juga muncul di langit Danau Sayram, Xinjiang. Banyak wisatawan yang mengamati atau memotret aurora di tepi danau maupun area terbuka di sekitarnya, dan mengatakan bahwa dengan mata telanjang pun dapat melihat pita cahaya merah atau hijau.

Seorang wisatawan bermarga Liu yang berada di Danau Sayram mengatakan, “Saya melihat orang-orang membagikan pengalaman berburu aurora, jadi saya sengaja berangkat larut malam untuk menunggu. Tidak disangka akhirnya berhasil memotret.” 

Ia mengatakan bahwa sekitar setelah tengah malam, aurora perlahan mulai muncul dengan warna merah. Dengan mata telanjang mungkin tidak terlalu jelas, tetapi dengan mode eksposur panjang pada ponsel, aurora dapat tertangkap dengan baik.

Pada 21 Januari, seorang fotografer perjalanan bernama Adong Dol yang sedang melakukan pemotretan di Danau Sayram mengatakan kepada Cover News bahwa pada 20 Januari malam ia pertama kali mencoba memotret di sekitar Gerbang Timur kawasan wisata, dan hasil gambarnya menunjukkan warna kemerahan. 

Setelah itu, ia berpindah ke area di dalam kawasan dengan polusi cahaya yang lebih rendah, memasang tripod dan melakukan pemotretan eksposur panjang, hingga akhirnya berhasil mengabadikan aurora bak mimpi yang menari di udara dingin malam hari.

Seorang saksi mata lainnya mengatakan, “Ini kami ambil di Kele Yongzhu, sekitar pukul 23.45. Saat itu, dengan mata telanjang sudah bisa melihat warna kemerahan.”

Selain itu, warganet dari wilayah Altay Hemu di Xinjiang serta Hailar, Hulunbuir, Mongolia Dalam, juga membagikan foto dan video fenomena aurora yang mereka saksikan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump Mengklaim Keberhasilan TikTok Mencapai Kesepakatan untuk Terus Beroperasi di AS

EtIndonesia. TikTok mengumumkan pada hari Kamis (22/1) bahwa mereka telah membentuk perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki Amerika untuk mengoperasikan bisnisnya di AS, sehingga perusahaan tersebut dapat menghindari larangan karena kepemilikannya oleh perusahaan Tiongkok.

TikTok USDS Joint Venture LLC akan melayani lebih dari 200 juta pengguna dan 7,5 juta bisnis sambil menerapkan pengamanan ketat untuk perlindungan data, keamanan algoritma, dan moderasi konten, kata perusahaan tersebut.

Struktur baru ini menanggapi undang-undang yang disahkan di bawah pendahulu Presiden Donald Trump, Joe Biden, yang memaksa ByteDance yang dimiliki Tiongkok untuk menjual operasi TikTok di AS atau menghadapi larangan di pasar terbesarnya.

Trump menyambut baik dan mengklaim keberhasilan kesepakatan tersebut, tetapi juga berterima kasih kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping karena telah menyetujuinya.

“Saya sangat senang telah membantu menyelamatkan TikTok!” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis malam. “Sekarang akan dimiliki oleh sekelompok Patriot dan Investor Amerika yang Hebat, yang Terbesar di Dunia, dan akan menjadi Suara yang penting.”

“Saya juga ingin berterima kasih kepada Presiden Xi, dari Tiongkok, atas kerja samanya dengan kami dan, pada akhirnya, persetujuannya terhadap Kesepakatan ini,” tambahnya.

Tiga investor—Silver Lake, Oracle, dan dana investasi AI yang berbasis di Abu Dhabi, MGX—masing-masing memegang 15 persen saham. Ketua eksekutif Oracle, Larry Ellison, adalah sekutu lama Trump.

Investor lainnya termasuk Dell Family Office, afiliasi Susquehanna International Group dan General Atlantic, serta beberapa perusahaan investasi lainnya.

Usaha patungan ini akan mempertahankan wewenang pengambilan keputusan atas kebijakan kepercayaan dan keamanan serta moderasi konten untuk pengguna AS, sementara entitas global TikTok akan mengelola integrasi produk internasional dan aktivitas komersial termasuk e-commerce dan periklanan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, data pengguna AS akan disimpan di lingkungan cloud aman Oracle, dengan keamanan siber yang diaudit oleh pakar pihak ketiga dan mematuhi standar federal, kata TikTok.

Usaha patungan ini akan diatur oleh dewan beranggotakan tujuh orang, mayoritas Amerika, termasuk CEO TikTok Shou Chew dan para eksekutif dari perusahaan investasi besar.

Eksekutif TikTok, Adam Presser, diangkat sebagai CEO entitas baru tersebut, dengan Will Farrell menjabat sebagai kepala keamanan.

Undang-undang tahun 2024 ini muncul ketika para pembuat kebijakan AS, termasuk Trump pada masa kepresidenan pertamanya, memperingatkan bahwa Tiongkok dapat menggunakan TikTok untuk menambang data warga Amerika atau memberikan pengaruh melalui algoritmanya.

Namun Trump, yang menganggap aplikasi tersebut sebagai daya tariknya bagi pemilih muda, menunda penegakan hukum melalui serangkaian perintah eksekutif, yang terbaru memperpanjang tenggat waktu hingga 22 Januari.

Kesepakatan tersebut sebagian besar mengkonfirmasi garis besar yang diumumkan kepada staf oleh Chew bulan lalu.

Trump mengatakan pada bulan September bahwa usaha baru telah disepakati dengan Tiongkok dan akan memenuhi persyaratan undang-undang tersebut.

Trump secara khusus menyebut Ellison, salah satu orang terkaya di dunia, sebagai pemain utama dalam kesepakatan tersebut.

Ellison kembali menjadi sorotan melalui hubungannya dengan Trump, yang telah membawa teman lamanya itu ke dalam kemitraan AI besar dengan OpenAI.

Ellison juga telah membiayai pengambilalihan Paramount oleh putranya, David, baru-baru ini dan perang penawaran dengan Netflix untuk Warner Bros. (yn)

Jangan Iri pada Kehidupan Orang Lain

Ada sebuah perumpamaan yang menarik:  

Babi berkata: “Kalau aku bisa hidup sekali lagi, aku ingin menjadi sapi. Meski kerjanya lebih berat, namanya baik dan disayangi manusia.”

Sapi menjawab: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi babi. Makan lalu tidur, tidur lalu makan, tak perlu bekerja keras, hidup serasa dewa.”

 Elang berkata: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi ayam. Saat haus ada air, saat lapar ada pakan, ada tempat tinggal dan dilindungi manusia.”

 Ayam pun berkata: “Kalau aku bisa hidup lagi, aku ingin menjadi elang. Bisa terbang tinggi, menjelajah langit dan bumi, bebas ke mana saja.”

Fenomena ini cukup menarik—seolah-olah keindahan selalu berada di tempat lain.

Kita sering kali tanpa sadar mengagumi apa yang dimiliki orang lain: pekerjaan mereka, rumah baru teman, mobil orang lain, dan sebagainya. Namun kita sering lupa satu hal penting—diri kita sendiri juga merupakan objek yang diam-diam dikagumi oleh orang lain.

Sesungguhnya, manusia memang hidup dalam lingkaran saling mengagumi. Ada orang yang sering berkhayal, suatu hari bangun tidur dan tiba-tiba menjadi orang lain. Barangkali karena kita terlalu sadar akan kekurangan hidup sendiri, maka kita menjadikan kehidupan yang tampak lebih “sempurna” sebagai tolok ukur dan pembanding.

Padahal, di dunia ini tidak ada kehidupan yang benar-benar sempurna. Orang-orang yang kita iri-kan itu pun sedang menanggung beban dan kesulitan mereka sendiri. Setiap keluarga memiliki masalahnya masing-masing. Sifat manusia yang penuh gengsi membuat kita hanya menampilkan sisi gemilang kepada orang lain—siapa yang benar-benar tahu apa yang tersembunyi di balik kemilau itu?

Sering kali, apa yang kita dapatkan selalu sebanding dengan apa yang harus kita tanggung. Setiap hal seperti koin bermuka dua: ada sisi terang, pasti ada sisi gelap.

Manusia—terutama perempuan—sering suka membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, “membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuat hati tersiksa.” 

Padahal, tak ada salahnya membandingkan diri dengan diri sendiri:
– Apakah aku hari ini lebih baik dari kemarin?
– Apakah aku semakin mendekati tujuan yang kuharapkan?

Berilah diri sendiri dorongan dan semangat. Katakan, “Aku bisa menjadi lebih baik.” Bisa jadi, saat kamu sedang iri pada orang lain, orang lain justru sedang iri padamu.

Tentu saja, ada orang-orang yang memang layak kita kagumi. Namun bukan semata-mata karena mereka memiliki lebih banyak, melainkan karena mereka pandai mengelola kehidupan.

Kita iri pada orang lain karena kita mendambakan kesempurnaan dan ingin hidup lebih baik. Namun sering kali kita mengabaikan satu fakta: kondisi setiap orang berbeda, dan kehidupan orang lain tidak mungkin sepenuhnya kita tiru. Yang bisa kita lakukan adalah belajar dari kelebihan mereka untuk memperbaiki kekurangan kita sendiri.

Daripada hanya memandang kebahagiaan orang lain, lebih baik memperhatikan bagaimana mereka mengelola kebahagiaan. Daripada iri pada keberuntungan orang lain, lebih baik meneladani proses kerja keras yang mereka jalani.

Berhentilah iri pada kehidupan orang lain. Hitunglah dengan jujur segala anugerah yang telah diberikan kepadamu—kamu akan menyadari bahwa apa yang kamu miliki jauh lebih banyak daripada apa yang tidak kamu miliki.

Adapun bagian yang kurang itu, meski tak selalu menyenangkan, tetaplah bagian dari hidupmu. Terimalah dan perlakukan dengan baik. Dengan begitu, hidupmu akan terasa jauh lebih ringan dan lapang.

Karena itu, sungguh tak perlu iri pada orang lain. Jagalah apa yang sudah kamu miliki, pahami apa yang benar-benar kamu inginkan— hanya dengan begitu, kita bisa meraih kebahagiaan yang sejati. (jhn/yn)

Longsor di Area Perkemahan Gunung Berapi Selandia Baru, Sejumlah Orang Termasuk Anak-anak Dilaporkan Hilang

EtIndonesia. Sebuah lokasi perkemahan di kawasan gunung berapi di bagian utara Selandia Baru dilanda longsor pada Kamis (22/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada 21 Januari malam. Insiden ini menyebabkan sejumlah orang dilaporkan hilang. Karena masih ada risiko pergerakan tanah dan bebatuan di lokasi kejadian, upaya penyelamatan menghadapi hambatan.

Menurut laporan AFP, lokasi kejadian berada di kaki Gunung Maunganui, sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktif di Pulau Utara Selandia Baru. Longsor menghantam area perkemahan, termasuk fasilitas kamar mandi dan beberapa kendaraan karavan. Wilayah tersebut sebelumnya diguyur hujan lebat.

Longsor terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat dan menghantam karavan, mobil, tenda, toilet, kamar mandi, serta kolam air panas di area taman.

Rekaman media setempat menunjukkan bahwa area fasilitas sanitasi di perkemahan kaki Gunung Maunganui hancur dan tertimbun material longsor.

Pejabat penyelamat darurat menyatakan bahwa mereka sempat mendengar suara dari bawah tumpukan puing-puing.

Wakil Komisaris Polisi, Tim Anderson, mengatakan kepada media di lokasi kejadian: “Mereka sedang melakukan penyelamatan, sementara tanah dan bebatuan masih terus bergerak.” Ia menambahkan, “Saya tidak dapat menyebutkan jumlah pasti, namun jumlahnya kurang dari 10 orang.”

Menteri Penanggulangan Keadaan Darurat, Mark Mitchell, mengkonfirmasi bahwa di antara orang-orang yang hilang terdapat seorang anak perempuan. Menurut Radio Selandia Baru, kemungkinan masih ada anak-anak lain yang belum diketahui keberadaannya.

Tim penyelamat telah mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban yang terjebak dalam longsor.

Mitchell mengatakan bahwa para ahli geologi akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap gunung tersebut, dan area itu hanya akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman.

Wali Kota Tauranga, Mahé Drysdale, menyatakan bahwa situasi terus berubah. “Kami sedang mencocokkan daftar semua orang yang terdaftar… kami belum mengetahui angka pastinya,” ujarnya.

“Idealnya, area kamar mandi adalah yang paling mengkhawatirkan, namun di dekatnya juga terdapat sebuah karavan dan beberapa tenda,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian orang meninggalkan lokasi perkemahan tanpa melapor kepada pihak berwenang, dan orang-orang yang tidak terdaftar keluar tersebut termasuk di antara mereka yang kini dinyatakan hilang.

Sumber : NTDTV.com

Mantan PM Korsel Han Deock-soo Terjerat Tuduhan Pemberontakan, Divonis 23 Tahun dan Langsung Dipenjara

EtIndonesia. Pengadilan Distrik Pusat Seoul Kamis (22 Januari) menjatuhkan hukuman 23 tahun penjara kepada mantan Perdana Menteri Korea Selatan, Han Deok-soo, atas tuduhan membantu dan menghasut pemberlakuan darurat militer. Han Deok-soo ditangkap di ruang sidang dan langsung dipenjara. Vonis ini delapan tahun lebih berat dibanding tuntutan jaksa.

Menurut laporan AFP, hakim Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Lee Jin-gwan, menyatakan bahwa terdakwa “hingga akhir tidak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perdana menteri.” Ia menegaskan, “Pengadilan ini menjatuhkan hukuman penjara selama 23 tahun kepada terdakwa.”

“Terdakwa setidaknya secara formal memastikan legitimasi proses, sehingga memainkan peran penting dalam tindakan pemberontakan yang dilakukan oleh Yoon Suk-yeol dan pihak-pihak lainnya,” demikian dalam pembacaan putusan yang disiarkan langsung di televisi, hakim Lee. 

Hakim menambahkan bahwa meskipun Han Deok-soo pernah menyampaikan kekhawatirannya kepada Yoon Suk-yeol, ia tidak pernah “secara tegas menentang” ataupun mendorong anggota kabinet lain untuk mencegah Yoon.

Selama persidangan, Han Deok-soo membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun dan bersikeras bahwa dirinya tidak pernah mendukung atau membantu pemberlakuan darurat militer.

Pengadilan menyatakan bahwa tindakan darurat militer yang dilakukan oleh Yoon Suk-yeol merupakan “pemberontakan dari atas ke bawah” dan dapat dipandang sebagai “kudeta.” Hakim menyebutkan bahwa meskipun langkah tersebut inkonstitusional, Han Deok-soo tidak memilih untuk menentangnya, melainkan justru memutuskan untuk turut serta.

“Terdakwa, sebagai perdana menteri, memiliki kewajiban untuk mematuhi konstitusi dan hukum serta sepenuhnya menjaga tatanan konstitusional,” kata hakim. “Namun, karena meyakini bahwa pemberontakan pada 3 Desember berpotensi berhasil, ia pada akhirnya mengkhianati tugas dan tanggung jawab tersebut dan memilih untuk terlibat.” Han Deok-soo juga dinyatakan bersalah atas tuduhan sumpah palsu.

Putusan hari ini merupakan perkembangan terbaru dalam kasus pemberontakan yang dipicu oleh mantan Presiden Yoon Suk-yeol. Sebelumnya, Yoon telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan menghalangi proses peradilan dan kejahatan lain yang terkait dengan darurat militer. Ia juga masih menghadapi putusan terpisah terkait perannya sebagai dalang utama dalam kasus darurat militer tersebut, dengan jaksa menuntut hukuman mati. Pengadilan Distrik Pusat Seoul akan menjatuhkan putusan atas perkara ini pada 19 Februari, oleh hakim yang berbeda.

Hakim Lee menyatakan bahwa perintah darurat militer yang dikeluarkan oleh Yoon Suk-yeol pada Desember 2024 bertujuan untuk “menggulingkan tatanan konstitusional” dan telah memenuhi unsur pemberontakan.

Setelah insiden tersebut dan setelah Yoon Suk-yeol dimakzulkan pada April, Han Deok-soo menjabat sebagai presiden sementara. Dua bulan kemudian, pemilihan umum digelar. Han sempat dipandang sebagai kandidat kuat dari kalangan konservatif dalam pemilu dini. Namun pada Mei, ia mengundurkan diri dari jabatan presiden sementara untuk maju sebagai calon presiden. Sayangnya, partai yang berafiliasi dengan Yoon Suk-yeol menolak mencalonkannya, sehingga pencalonannya pun berakhir.

Putusan hari ini kembali menjadi keputusan penting dalam rangkaian kasus ini, menyusul vonis lima tahun penjara terhadap Yoon Suk-yeol atas tuduhan menghalangi proses peradilan dan pelanggaran terkait darurat militer.

Yoon Suk-yeol juga masih menghadapi putusan terpisah terkait perannya sebagai dalang utama darurat militer, dengan jaksa menuntut hukuman mati. Pengadilan Distrik Pusat Seoul dijadwalkan akan mengeluarkan putusan pada 19 Februari mendatang. (Hui)

Zelenskyy : Pertemuan Trilateral Pertama Rusia-AS-Ukraina Akan Diadakan di UEA Mulai Hari Jumat 

EtIndonesia. Pertemuan trilateral tingkat teknis antara Ukraina, AS, dan Rusia dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 23 dan 24 Januari di Uni Emirat Arab. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan hal ini selama diskusi panel setelah pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Kamis.

Dia mencatat bahwa ini akan menjadi pertemuan trilateral pertama antara Ukraina, Rusia, dan AS dan berharap bahwa ini akan mengarah pada berakhirnya perang.

“Besok dan lusa kita akan mengadakan pertemuan trilateral, itu lebih baik daripada tidak ada dialog sama sekali,” kata Zelenskyy.

Komentarnya muncul setelah pertemuan selama satu jam dengan Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa mereka telah melakukan diskusi yang “baik”.

Zelenskyy mengatakan bahwa tim Ukraina telah bertemu dengan Trump pada hari Kamis, setelah itu tim AS akan melakukan perjalanan ke Rusia.

“Orang-orang kita bertemu dengan Amerika hari ini, lalu Amerika akan bertemu dengan Rusia besok, malam ini – kapan, saya tidak tahu, mungkin Putin sedang tidur, Anda bilang tidak ada yang tahu apa yang ada di kepalanya,” kata Zelenskyy.

Komedian yang beralih menjadi politisi itu berpendapat bahwa “Rusia harus siap untuk kompromi”. Dia berkata: “Anda tahu, semua orang harus siap, bukan hanya Ukraina, dan ini penting bagi kita. Jadi kita akan lihat apa hasilnya.”

Namun, pemimpin Ukraina itu tidak berbicara tentang format pembicaraan atau apakah para pejabat akan bernegosiasi secara langsung.

Zelenskyy Mengatakan Eropa Terlalu Bergantung pada AS

Zelenskyy juga mengatakan bahwa Eropa terlalu bergantung pada AS untuk keamanannya dan mengatakan bahwa benua itu membutuhkan angkatan bersenjatanya sendiri yang dapat membela diri.

“Eropa membutuhkan angkatan bersenjata yang bersatu, pasukan yang benar-benar dapat membela Eropa saat ini. Eropa hanya bergantung pada keyakinan bahwa jika bahaya datang, NATO akan bertindak, tetapi tidak ada yang benar-benar melihat aliansi itu beraksi,” katanya.

Dia mempertanyakan skenario di mana AS tidak akan membantu.

“Saat ini NATO ada berkat keyakinan bahwa Amerika Serikat akan bertindak, bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan membantu,” kata Zelenskyy.

“Tetapi bagaimana jika tidak? Percayalah, pertanyaan ini ada di mana-mana dalam benak setiap pemimpin Eropa.”

“Jika Ukraina Bergabung dengan NATO”

Presiden Ukraina menyatakan bahwa Ukraina dapat membantu NATO menenggelamkan kapal-kapal Rusia di dekat Greenland. 

“Kita tahu apa yang harus dilakukan. Jika kapal perang Rusia berlayar bebas di dekat Greenland, Ukraina dapat membantu. Kita memiliki keahlian dan senjata untuk memastikan tidak satu pun dari kapal-kapal itu tersisa. Mereka dapat tenggelam di dekat Greenland seperti halnya di dekat Krimea,” kata Zelenskyy.

“Kita tahu bagaimana berperang di sana jika kita diminta dan jika Ukraina berada di NATO. Tetapi kita tidak. Kita akan menyelesaikan masalah dengan kapal-kapal Rusia,” kata Zelenskyy.(yn)

Fenomena Langka! Badai Matahari Dahsyat Terangi Langit Malam Eropa dengan Aurora Borealis

Badai angin matahari yang kuat baru-baru ini memengaruhi Bumi, menyebabkan aurora borealis yang biasanya hanya terlihat di wilayah kutub utara, secara langka meluas ke arah selatan dan menciptakan pemandangan alam yang jarang disaksikan.

EtIndonesia. Pada 19 Januari 2026 malam, aurora yang memukau secara langka muncul di langit malam berbagai wilayah Eropa. Warga di Inggris, Jerman, Polandia, dan Hungaria dapat menyaksikan pita cahaya berwarna hijau dan merah muda.

Di wilayah lintang tinggi seperti Greenland, aurora tampak lebih jelas. Rekaman selang waktu (time-lapse) memperlihatkan efek pita cahaya yang mengalir di langit.

Para ahli menunjukkan bahwa aurora kali ini dapat diamati di wilayah lintang rendah karena berkaitan dengan badai matahari kuat yang terjadi baru-baru ini.

“Di Bumi, kita memiliki medan magnet yang mengarahkan partikel bermuatan yang datang dari berbagai arah ke wilayah kutub. Oleh karena itu, di Kutub Selatan kita menyebutnya aurora australis, dan di Kutub Utara disebut aurora borealis,” kata profesor fisika atmosfer, Jos Lelieveld. 

Karena kekuatan badai matahari kali ini cukup tinggi, aurora tidak hanya menjadi lebih terang, tetapi juga muncul di lapisan atmosfer yang lebih tinggi, sehingga jarak pengamatannya meluas secara signifikan. Akibatnya, wilayah yang sebelumnya berada di luar sabuk aurora pun dapat melihatnya dengan jelas.

Para ahli juga mengingatkan bahwa aktivitas matahari yang kuat dapat berdampak pada sistem teknologi modern, termasuk mengganggu komunikasi, layanan navigasi, dan sistem kelistrikan.

Jos Lelieveld menambahkan: “Partikel bermuatan ini dapat berinteraksi dengan infrastruktur, terutama di wilayah luar Bumi, karena intensitasnya paling tinggi di sana. Oleh sebab itu, komunikasi satelit dan sistem satelit adalah yang paling rentan terdampak.”

Para ahli menegaskan bahwa aurora merupakan fenomena alam dan tidak berkaitan dengan perubahan iklim.

Saat ini, Matahari sedang berada pada puncak siklus sekitar sebelas tahunan, yang dikenal sebagai periode maksimum matahari, di mana aktivitas matahari menjadi lebih sering dan peluang munculnya aurora pun meningkat.

Jika aktivitas matahari tetap tinggi, dalam beberapa waktu kedepan wilayah lintang tinggi bahkan sebagian wilayah lintang menengah masih berpeluang kembali menyaksikan keajaiban aurora borealis.

Laporan gabungan oleh reporter magang New Tang Dynasty Television, Ning Xiu

Di Antara Dua Titik, Jalan Berliku Justru yang Terpendek

EtIndonesia. Di Jerman pernah hidup seorang pedagang bernama Heinrich Schliemann. Sejak kecil, dia terpesona oleh Homeric Epic, dan diam-diam bertekad: begitu kelak memiliki penghasilan yang cukup, dia akan mencurahkan hidupnya pada penelitian arkeologi.

Schliemann sangat paham bahwa penelitian dan penggalian arkeologi membutuhkan dana besar. Sementara itu, latar belakang keluarganya amat sederhana. Di antara kenyataan dan cita-cita, tidak ada jalan lurus yang bisa ditempuh. Maka dia memilih jalan berliku.

Sejak usia 12 tahun, Schliemann sudah mencari nafkah sendiri. DIa pernah bekerja sebagai murid magang, penjaga toko, pelaut magang, kurir bank, hingga akhirnya membuka sebuah kantor dagang di Rusia.

Namun, Dia tak pernah melupakan mimpinya. Di sela-sela kesibukan, Dia belajar sendiri bahasa Yunani Kuno. Melalui keterlibatannya dalam kegiatan perdagangan lintas negara, dia menguasai banyak bahasa asing. Semua itu kelak menjadi fondasi yang sangat penting.

Bertahun-tahun kemudian, Schliemann berhasil mengumpulkan kekayaan besar dari bisnis minyak di Rusia. Ketika banyak orang mengira dia akan menikmati hidup dengan kemewahan, dia justru meninggalkan bisnis yang sangat menguntungkan dan mengerahkan seluruh waktu serta hartanya untuk mengejar impian masa kecilnya.

Schliemann yakin bahwa melalui penggalian arkeologi, dia pasti dapat menemukan kota-kota, medan perang kuno, dan makam para pahlawan yang diceritakan dalam Iliad dan Odyssey.

Pada tahun 1870, dia mulai melakukan penggalian di Troy. Hanya dalam beberapa tahun, dia berhasil menemukan sembilan lapisan kota. Dia juga menggali dua kota kuno di kawasan Laut Aegea: Mycenae dan Tiryns.

Dengan demikian, Schliemann—yang semula hanyalah seorang pedagang—menjadi orang pertama yang menemukan peradaban Aegea yang telah berkembang tinggi. Temuannya memiliki arti penting dalam sejarah peradaban dunia.

Pada saat itulah orang-orang benar-benar memahami mengapa Schliemann, yang terobsesi pada arkeologi, rela menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencari uang. Seperti banyak bidang lainnya, penelitian arkeologi—terutama penggalian—membutuhkan dana besar, sekaligus kondisi batin yang bebas dari kekhawatiran soal sandang dan pangan.

Sesungguhnya, di dunia ini tidak ada hambatan yang benar-benar mutlak. Yang ada hanyalah perbedaan cara pandang dan perbedaan jalan yang ditempuh. Terkadang manusia harus belajar bergerak seperti air:

  • jika di depan ada gunung, maka mengalirlah mengitarinya;
  • jika di depan ada dataran luas, maka mengalirlah perlahan melintasinya;
  • jika di depan ada jaring, maka meresaplah menembus celahnya;
  • jika di depan ada palang, maka berhentilah sejenak dan tunggulah waktu yang tepat.

Dalam ilmu geometri, pada sebuah bidang datar, garis lurus adalah jarak terpendek antara dua titik. Namun dalam kehidupan nyata, lebih sering justru jalan berliku yang menjadi rute paling singkat menuju tujuan.(jhn/yn)

Trump Masuk Markas Globalisme: Dua Hari di Davos yang Mengubah Arktik dan Mengancam Tatanan Dunia

EtIndonesia. Dalam dua hari terakhir, dunia menyaksikan sebuah drama geopolitik berskala besar di Davos, Swiss—panggung berkumpulnya sekitar 3.000 elite politik dan ekonomi global, termasuk lebih dari 60 kepala negara/pemerintahan serta hampir 850 CEO dan ketua dewan perusahaan raksasa dunia. Namun, di tengah kerumunan elite tersebut, sorotan utama hanya tertuju pada satu figur: Donald Trump.

Kehadiran Trump di Forum Ekonomi Dunia tahun ini bukan sekadar formalitas. Dia datang untuk “mengguncang panggung”, menantang narasi lama globalisme, dan memaksakan ulang agenda America First di jantung markas globalisme.

Insiden Langka di Udara: Air Force One Berbalik Arah

Drama dimulai bahkan sebelum Trump menginjakkan kaki di Davos. Air Force One, pesawat kepresidenan Amerika Serikat dengan standar keamanan paling ketat di dunia, tiba-tiba berbalik arah tak lama setelah lepas landas menuju Swiss.

Alasan resmi menyebut gangguan listrik ringan. Namun kesaksian jurnalis yang berada di dalam pesawat menyebutkan, ketika pesawat sudah stabil di ketinggian jelajah, lampu kabin media berkedip lalu padam total selama beberapa detik, memicu suasana tegang.

Setelah mendarat kembali di Pangkalan AU Andrews, tingkat pengamanan langsung dinaikkan ke level tertinggi. Trump segera dipindahkan ke pesawat cadangan C-32—yang biasanya digunakan Wakil Presiden AS—dan diterbangkan ulang agar jadwal Davos tetap terpenuhi. Insiden ini dinilai banyak pengamat sebagai adu strategi senyap yang sudah dimulai bahkan sebelum Trump bertatap muka dengan elite Davos.

Tiba di Markas Globalisme

Trump akhirnya tiba tepat waktu di Davos, lokasi World Economic Forum. Dia mendarat menggunakan helikopter Marine One, disambut karpet merah panjang. Ironisnya, tokoh-tokoh yang selama ini lantang mengkritiknya, justru mengantre untuk berjabat tangan dan berfoto—sebuah gambaran telanjang realitas kekuatan politik.

Dua Ironi Besar Davos

Di luar ruang forum, dua ironi mencolok mencuri perhatian dunia:

  1. Jet Pribadi dan Klimatologi Moral
    Dalam beberapa hari, lebih dari 1.000 jet pribadi mendarat di Davos, membawa dua hingga tiga ribu elite yang berpidato soal perubahan iklim—sambil menghasilkan ribuan ton emisi karbon. Di saat yang sama, publik global diminta menurunkan pemanas rumah, mengurangi konsumsi daging, dan meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil.
  2. “No Kings” vs Para Raja
    Sebuah papan besar bertuliskan “No Kings” dipasang sebagai protes terhadap Trump. Ironisnya, tujuh raja Eropa duduk di dalam forum. Dari delapan negara Eropa yang sebelumnya diancam tarif oleh Trump terkait isu Greenland, lima adalah monarki. Pesan protes itu pun berubah menjadi satire.

Hari Pertama (20 Januari 2026): Greenland & Arktik Berubah Arah

Pada hari kedatangannya, Trump mengumumkan kabar paling mengguncang Davos: kesepakatan kerangka masa depan Greenland dan kawasan Arktik telah dicapai bersama NATO. Konsekuensinya, tarif hukuman yang sedianya berlaku 1 Februari 2026 ditunda sementara.

Kesepakatan ini akan dibahas lebih lanjut dalam kerangka sistem pertahanan “Kubah Emas”, dengan rincian tambahan menyusul. Namun garis besarnya mencakup enam poin strategis:

  1. Akses Wilayah Strategis
    AS memperoleh kendali atas beberapa titik kecil di Greenland untuk pangkalan militer dan sistem pertahanan rudal. AS telah memiliki satu pangkalan di sana; tambahan titik di Greenland utara dinilai krusial.
  2. Tanpa Pembelian, Tanpa Batas Waktu
    Tidak ada transaksi pembelian bernilai ratusan miliar dolar. Denmark mempertahankan kedaulatan simbolis, sementara kehadiran AS bersifat permanen dan berlaku tanpa batas waktu.
  3. Akses Sumber Daya
    AS memperoleh hak partisipasi dalam pengembangan sumber daya mineral Greenland.
  4. Memutus Pengaruh Rusia–Tiongkok
    Poin krusial: menghentikan pengaruh Rusia dan Tiongkok di Greenland dan Arktik.

Sebagai imbalan, Trump hanya menunda tarif terhadap delapan negara Eropa. Banyak pengamat menyebut ini sebagai seni transaksi ala Trump: tanpa biaya pembelian, namun meraih kepentingan strategis penuh.

Trump juga menegaskan percepatan produksi senjata—Patriot, Tomahawk, F-35, dan sistem unggulan lain—seluruhnya diproduksi di AS.

Efeknya instan: pasar prediksi Polymarket mencatat peluang AS “memperoleh Greenland” pada 2026 melonjak dari 12% menjadi 55% dalam satu hari.

Pidato Tajam dan Tekanan Terbuka

Dalam pidato lebih dari satu jam, Trump menyinggung Denmark dengan mengingatkan bahwa pada Perang Dunia II negara itu menyerah dalam enam jam. Pesannya tegas: keamanan Greenland, menurut Trump, bergantung pada AS—yang kala itu melindungi dan mengembalikannya tanpa syarat.

Dia juga menyebut kegagalan sistem pertahanan buatan Rusia dan Tiongkok di Venezuela, serta menegaskan Eropa harus bangun dari ilusi bertahan tanpa Amerika. Pernyataan Presiden Finlandia yang sebelumnya menyebut Eropa tak membutuhkan AS, bahkan dikoreksi sendiri dalam 11 menit.

Sekjen NATO mengakui, tanpa Trump, target belanja pertahanan 2%—bahkan 5%—tak akan tercapai. Sementara Volodymyr Zelenskyy secara terbuka mengkritik kemunafikan Eropa: pandai bicara masa depan, enggan bertindak hari ini.

Hari Kedua (21 Januari 2026): Komisi Perdamaian

Pada hari kedua, Trump meluncurkan langkah yang dinilai lebih radikal: pembentukan Komisi Perdamaian, sebuah organisasi internasional baru yang oleh sebagian pihak disebut berpotensi menyaingi PBB.

Komisi ini mengusung prinsip bahwa perdamaian dicapai lewat kekuatan dan tindakan nyata, bukan sekadar deklarasi. Hingga 22 Januari 2026, 59 negara dilaporkan telah menandatangani keanggotaan awal.

Struktur organisasi sangat tegas:

  • Trump sebagai satu-satunya ketua,
  • Hak veto absolut,
  • Masa jabatan seumur hidup (kecuali mengundurkan diri atau tidak mampu bertugas).

Keanggotaan gratis selama tiga tahun; untuk status tetap, biaya 1 miliar dolar AS per negara—logika bisnis khas Trump.

Menariknya, Vladimir Putin turut diundang. Saat ditanya alasannya, Trump menjawab lugas: semua negara—termasuk musuh—harus dilibatkan agar bermain di aturan yang sama.

Secara nominal, komisi ini ditujukan untuk penyelesaian konflik Timur Tengah, khususnya Gaza. Namun bagi banyak analis, inilah panggung tata dunia baru yang berpusat pada Amerika—atau lebih tepatnya, pada Trump.

Pulang ke Washington

Pada 22 Januari 2026, Trump kembali ke Amerika Serikat. Dia menegaskan rencana Greenland terus berjalan dan Komisi Perdamaian akan menjadi terobosan yang belum pernah ada.

Kesimpulan:

Dalam dua hari, Trump mengubah agenda Arktik, menekan Eropa dan NATO, serta memperkenalkan arsitektur tata kelola global baru. Davos 2026 pun tercatat bukan sekadar forum ekonomi—melainkan panggung drama geopolitik yang menggeser keseimbangan dunia.

ARTOTEL TS Suites Surabaya Gelar “Pajamas Party” untuk Karyawan, Serukan Peduli Sosial dan Lepas Magang

0

Surabaya – Suasana santai dan penuh kehangatan mewarnai acara I Am Artotel Day yang digelar ARTOTEL TS Suites Surabaya, Minggu (8/1) siang. Bertema “Pajamas Party”, seluruh karyawan tampil dengan piyama mereka, mengubah Venture Meeting Room menjadi ajang kebersamaan yang cair dan penuh kegembiraan.

Acara yang dibuka oleh Rado Gusti, Executive Assistant Manager, tidak hanya menjadi momen apresiasi atas dedikasi dan kerja keras karyawan, tetapi juga wadah penguatan budaya kekeluargaan dan solidaritas tim.

“Kami ingin menciptakan ruang kebersamaan, kebahagiaan, dan rasa memiliki. Setiap individu harus merasa dihargai dan bangga menjadi bagian dari ARTOTEL,” ujar Ari Anggraini Mayadewi, Human Resources Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya.

Gabungkan Apresiasi dengan Edukasi dan Aksi Sosial
Di tengah kemeriahan, acara juga menyisipkan agenda sosial yang serius. Hadir perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan yang memberikan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, serta isu anak berhadapan dengan hukum.

ARTOTEL TS Suites Surabaya juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan donasi sebesar Rp3.000.000 untuk korban bencana alam di Sumatera Barat melalui LAZ Dana Amanah Umat (DAU).

Momen Penghargaan dan Perpisahan
Puncak acara diisi dengan pemberian penghargaan kepada karyawan terbaik sebagai bentuk pengakuan atas kinerja luar biasa. Tak kalah mengharukan, acara ini sekaligus menjadi momen pelepasan siswa magang yang telah menyelesaikan masa belajarnya di hotel tersebut.

“Ini adalah ajang apresiasi bagi seluruh karyawan yang telah memberikan kontribusi terbaik, sekaligus ucapan terima kasih dan selamat jalan untuk adik-adik magang yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami,” tambah Ari.

Penampilan Kreatif dan Kekompakan Setiap Departemen
Suasana semakin meriah dengan penampilan kreatif dari setiap departemen. Penampilan tersebut tidak hanya menunjukkan bakat tersembunyi para staf, tetapi juga mencerminkan kekompakan dan semangat kolaborasi yang kuat di dalam tim.

Acara I Am Artotel Day berhasil menegaskan bahwa di balik operasional hotel yang profesional, ada jiwa kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling menghargai yang menjadi fondasi budaya kerja ARTOTEL TS Suites Surabaya.

Hidup Dimulai dari Sebuah Senyuman

EtIndonesia. Sejak kita hadir ke dunia ini, saat pertama kali membuka mata, yang kita lihat adalah senyum bahagia keluarga menyambut kedatangan kita. Perasaan pertama yang kita rasakan adalah kasih sayang yang mengalir melalui senyum mereka. Sejak saat itu, hidup kita pun terikat erat dengan senyuman.

Senyum penuh kebanggaan membuat seseorang percaya diri; tawa lepas membuat hati terasa ringan dan lapang. Semua itu adalah getaran alami kehidupan. Namun ada satu jenis senyum yang lebih murni dan tenang, yang membuat kita merasakan kedalaman makna hidup, menikmati emosi, dan melampaui suka maupun duka—itulah senyuman yang sejati.

Hidup manusia memang terbatas. Suatu hari nanti, kita tak lagi bisa menikmati keindahan dunia atau merasakan hangatnya kasih sayang. Namun selama di dalam hati kita masih bersemi angin musim semi, bukankah setiap fase kehidupan tetap indah? Selama kita memiliki hati yang tenang, penuh rasa syukur, dan gembira, bahkan ketika berjalan di padang kehidupan yang tandus sekalipun, kita tetap bisa menangkap sekilas keajaiban yang memukau.

Karena itu, hadapilah segala sesuatu dalam hidup dengan senyuman. Dengan begitu, kita bisa menikmati hidup di dalam senyum, dan merasakan betapa kaya dan indahnya kehidupan. Hadapilah hidup dengan senyuman—karena hidup dimulai dari sebuah senyum.

Hidup adalah perpaduan rasa: manis, asam, pahit, pedas, dan asin. Kehidupan yang manis memang menjadi dambaan setiap orang, namun tak selalu sesuai dengan harapan. Dalam perjalanan hidup, kita pasti menghadapi kegagalan dan kekecewaan. Kadang hati gelisah, ingin kembali ke masa lalu, tetapi waktu tak pernah bisa diputar ulang.

Jangan takut untuk memulai kembali. Hidup selalu membawa kita kembali ke titik awal. Ingatlah kalimat ini: “Buluh yang tertekan tidak akan dipatahkan oleh langit; Pelita yang hampir padam tidak akan ditiup hingga mati.”

Beranilah—tampilkan sebuah senyuman, dan melangkahlah maju. Hidup memang seperti itu: ketika kita mengubah cara pandang, kita akan melihat pemandangan yang berbeda, merasakan tingkat kehidupan yang berbeda pula. Meski tak sempurna, hidup tetap bisa dijalani dengan tenang dan penuh makna.

Dengan senyum di dalam hati, kita menembus kabut peristiwa dunia, belajar beradaptasi, bekerja keras, menuai hasil, memperluas pemahaman, dan menguatkan batin—hingga akhirnya melangkah menuju tepi kebahagiaan. Di sana, tersenyumlah dengan bangga dan penuh syukur.

Senyuman juga merupakan jembatan komunikasi antar manusia. Senyum tulus kepada orang lain bagaikan aliran air kecil yang mengalir perlahan ke dalam hati mereka, menumbuhkan kehangatan dan cinta. Masyarakat adalah sebuah keluarga besar—di mana ada rumah, di situ ada cinta; dan di mana ada cinta, di situlah rumah.

Tersenyumlah. Senyum adalah ungkapan perasaan, agar dunia kita dipenuhi oleh cinta sejati.

Senyum adalah naluri manusia: senyum bersama membangun kedamaian, senyum kepada orang lain melahirkan pengertian, dan senyum kepada diri sendiri adalah obat penenang bagi jiwa.

Ketenangan batin melahirkan kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah tenaga pendorong yang membuat hidup terus bergerak menuju ketinggian.

Mulailah dari senyum yang paling sederhana—bangun kembali sistem kekebalan jiwa, dan bentangkan kembali dada yang lapang. 

Tersenyumlah:

  • di setiap pagi, menyambut sinar matahari pertama,
  • di setiap musim semi, menatap tunas rumput yang baru tumbuh,
  • di setiap titik awal, memandang cakrawala yang mungkin belum terlihat.

Ada sebuah kalimat yang mengatakan: “Kamu mungkin tidak bisa mengubah wajah yang dilahirkan padamu,  tetapi kamu selalu bisa menampilkan senyuman.”

Mari kita semua tersenyum. Mulailah dari satu senyuman, hadapi setiap hari dengan senyum. Dengan begitu, kesuksesan sudah dekat, dan kebahagiaan tidak jauh.

Teman-teman, mari kita selalu tersenyum, setiap saat, sepanjang hidup. (jhn/yn)

Trump Ungkap Fakta Mengejutkan di Davos: Pada Awal Pandemi, Jalanan Wuhan Dipenuhi Kantong Jenazah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (21 Januari) menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos. Saat membahas ekonomi Amerika Serikat, ia secara tak terduga menyinggung kembali pandemi COVID-19 yang meletus pada masa jabatan pertamanya. Trump mengungkapkan bahwa sejak awal pandemi, pihak AS sudah mengetahui adanya kematian massal di Wuhan, Tiongkok. Bahkan, sekali lagi menegaskan bahwa virus tersebut berasal dari Wuhan. 

Trump menekankan bahwa justru karena memiliki intelijen yang akurat, Amerika Serikat pada awal 2020 menjadi negara pertama yang memberlakukan larangan perjalanan terhadap Tiongkok. Para analis menilai, pernyataan ini kembali mengguncang narasi PKT (Partai Komunis Tiongkok) terkait asal-usul pandemi.

EtIndonesia.  Pada Rabu, 21 Januari 2026 Presiden AS Donald Trump menghadiri kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dalam sesi wawancara dengan moderator mengenai ekonomi AS, ia secara tak terduga menyinggung pandemi virus PKT (COVID-19) yang terjadi pada masa jabatan pertamanya.

“Ada seseorang yang memberitahu saya untuk memperhatikan dengan saksama, karena sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi di Tiongkok. Di Wuhan, mayat-mayat ada di mana-mana, tepat di sekitar gedung yang kami sebutkan itu,” ujarnya. 

Meskipun Trump tidak secara jelas menyebut gedung apa yang dimaksud di Wuhan, ia sebelumnya telah berkali-kali menyatakan secara terbuka bahwa virus tersebut bocor dari laboratorium. 

Situs resmi Gedung Putih juga pada 18 April 2025 menerbitkan halaman khusus yang menyatakan bahwa “kebocoran laboratorium” adalah sumber sebenarnya dari pandemi COVID, serta mengkritik lembaga federal dan sebagian pakar yang dinilai telah menyesatkan publik selama awal wabah.

“Saya selalu mengatakan virus itu berasal dari Wuhan, dan memang benar berasal dari Wuhan. Mayat-mayat itu dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Kami melihatnya melalui satelit. Mereka mengatakan ada sesuatu yang aneh terjadi di Tiongkok. Begitulah awalnya, dan akhirnya kita menghadapi pandemi COVID, seluruh dunia menderita.”

Pada 23 Januari 2020, Wuhan mengumumkan penutupan kota. Pada 31 Januari, pemerintahan Trump, meskipun menghadapi tekanan besar, memberlakukan larangan perjalanan terhadap Tiongkok—kebijakan yang saat itu menuai banyak kontroversi.

“Trump adalah pengambil keputusan Amerika Serikat pada tahap awal pandemi. Jadi ucapannya mewakili pemahaman pemerintah AS saat itu tentang situasi wabah ini. Kita tahu bahwa dalam komunikasi terkait pandemi antara Tiongkok dan AS, pihak PKT memang memberikan laporan, tetapi laporan tersebut tidak lengkap, bahkan menutupi fakta dan merekayasa data sehingga menyesatkan Amerika Serikat,” kata pakar isu Tiongkok, Wang He. 

“Namun Trump dan timnya memiliki intelijen sendiri, khususnya wakil penasihat keamanan nasionalnya, Matthew Pottinger, yang pernah menjadi jurnalis di Tiongkok selama bertahun-tahun dan memiliki jaringan hubungan pribadi, sehingga memperoleh informasi kunci mengenai tahap awal wabah di Tiongkok,” lanjutnya.

Pengamat luar menilai bahwa pernyataan Trump secara tidak langsung mengungkap kebenaran besar mengenai pandemi.

Wang He menambahkan: “Ini juga merupakan pertama kalinya Trump, sebagai pejabat resmi Amerika Serikat, mengungkap secara terbuka peristiwa kematian massal berskala besar di Wuhan pada saat itu. Jadi meskipun pernyataannya kali ini disampaikan secara spontan, nilainya sangat besar. Hal ini membuat kebohongan PKT runtuh dengan sendirinya.”

Trump juga menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga tahun pertama masa jabatan pertamanya, ekonomi AS mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebelum akhirnya pandemi tiba-tiba meletus.

“Trump mengangkat isu ini di Davos juga menunjukkan ancaman terhadap perkembangan ekonomi dunia. Dalam banyak kasus, dampak terhadap ekonomi bukan semata-mata masalah perencanaan pembangunan atau model ekonomi manusia sendiri, tetapi juga ada ‘tangan tak terlihat’ yang lebih besar,” ujar pakar virologi AS, Dr. Lin Xiaoxu. 

“Jika umat manusia kembali menghadapi bencana besar, dampaknya terhadap ekonomi akan sangat besar. Apakah manusia sudah siap? Apakah kita telah mengambil pelajaran dari COVID? Dan apakah kita sudah memikirkan, jika PKT kembali melakukan kejahatan, dampak baru apa yang akan ditimbulkannya bagi dunia?” imbuhnya. (Hui)

Laporan oleh reporter NTD Television: Yi Jing dan Qiu Yue

Analisis Kesepakatan NATO dan Amerika Serikat soal Greenland Hingga Bersiap Hadapi Ancaman Tiongkok dan Rusia

Pada  Rabu (21/1/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan di Forum Ekonomi Dunia Davos bahwa Amerika Serikat tidak akan memperoleh Greenland dengan kekuatan militer, melainkan melalui perundingan dan cara-cara lain, guna mendapatkan kendali atas wilayah strategis di kawasan Arktik tersebut. 

Meskipun mendapat penentangan dari Denmark dan sejumlah negara Eropa, para analis menilai bahwa di tengah meningkatnya ketegangan keamanan Arktik serta meluasnya ancaman dari Tiongkok dan Rusia, Greenland telah menjadi titik panas penting yang mempengaruhi NATO dan tatanan strategis global.

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada Rabu (21/1) menyampaikan sejumlah pidato penting di Forum Ekonomi Dunia Davos, yang berfokus pada strategi Arktik dan isu perdagangan internasional. Setelah forum tersebut, Amerika Serikat dan NATO dengan cepat mencapai kesepakatan terkait Greenland, serta mengumumkan bahwa delapan negara utama Eropa tidak lagi akan menghadapi rencana kenaikan tarif dari pihak AS.

Pada kesempatan itu, Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mendapatkan Greenland, namun akan menempuh perundingan dan cara lain guna memperoleh wilayah strategis di Arktik itu. Trump juga menyatakan bahwa sejak lama para presiden AS memiliki minat untuk membeli Pulau Greenland.

Analisis dari berbagai pihak menyebutkan bahwa baik dari sudut pandang sejarah, hukum, maupun realitas geopolitik, Amerika Serikat memiliki dasar untuk membeli Greenland.

“Dengan kekuatan yang dimiliki Amerika Serikat, mereka sepenuhnya mampu mengembangkan dan mengendalikan Greenland. Kita tahu bahwa pada Perang Dunia II, setelah pendaratan Amerika di Normandia, seluruh Eropa—termasuk Denmark—dibebaskan. Tanpa pemerintah Amerika Serikat, tanpa rakyat Amerika, dan tanpa pengorbanan berdarah dari militer Amerika, Denmark akan menjadi koloni Jerman dan bagian dari Jerman,” kata Ketua Partai Sosial Demokrat Tiongkok, Liu Yinquan. 

“Dari realitas saat ini, NATO pada dasarnya melindungi Eropa, dan Amerika Serikat telah mengerahkan sejumlah besar pasukan, logistik, dan dana untuk memainkan peran utama di dalam NATO,” tambahnya. 

Seiring meningkatnya eksploitasi sumber daya Arktik oleh Partai Komunis Tiongkok serta penempatan militer Rusia di kawasan tersebut, Presiden Trump berharap dapat membangun sistem pertahanan rudal “Kubah Emas” terbesar sepanjang sejarah di Greenland, guna menghadapi ancaman dari Tiongkok dan Rusia.

Selain itu, Greenland memiliki sumber daya mineral yang sangat kaya, termasuk unsur tanah jarang, yang bernilai strategis langsung bagi industri teknologi dan pertahanan Amerika Serikat.

Presiden Trump juga mengkritik Denmark karena dinilai kurang berinvestasi di Greenland, sehingga wilayah tersebut saat ini berada dalam kondisi tanpa perlindungan yang memadai. Ia menegaskan bahwa hanya Amerika Serikat yang mampu melindungi, mengembangkan, dan memperbaiki “hamparan es raksasa” tersebut, dan karena itu berharap perundingan dapat segera dimulai.

Para analis menilai bahwa isu Greenland kini bukan lagi sekadar persoalan bilateral antara Amerika Serikat dan Denmark, melainkan telah menjadi isu keamanan kolektif NATO dan bagian penting dari tatanan strategi global.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis Tiongkok beberapa kali berupaya membeli hak penggunaan bandara sipil dan pelabuhan di Greenland, namun semuanya ditolak oleh Denmark. Tiongkok sangat mengincar Greenland, dan ini juga menjadi salah satu alasan penting mengapa Presiden Trump bersikeras untuk mengendalikan Greenland,” kata Mark, pembawa acara program Mark Space-Time dan Chronicles of Current Affairs.

Liu Yinquan menambahkan: “Masalah Greenland bukanlah masalah Greenland semata, juga bukan sekadar persoalan hubungan Amerika Serikat dan Denmark. Ini adalah persoalan hubungan Amerika Serikat dengan poros kejahatan.” 

“Kita tahu, saat ini di dunia ada pusat kejahatan yang terdiri dari Rusia, Tiongkok (PKT), Iran, dan Korea Utara, yang pada akhirnya bertujuan menguasai dunia. Jika Greenland tetap seperti sekarang—kosong dan tanpa kemampuan pertahanan Denmark untuk mencegah perang nuklir—maka hanya Amerika Serikat yang memiliki kekuatan tersebut.”

“Sebagai anggota utama NATO, Amerika Serikat memiliki kemampuan, kewajiban, dan tanggung jawab untuk melindungi wilayah ini. Dalam kondisi seperti ini, seluruh negara NATO seharusnya mendukung, dan Denmark terlebih lagi harus mendukung.”

Laporan reporter New Tang Dynasty Television, Chen Yue dan Chang Chun.

Pidato Trump di Davos : Tidak Akan Mengambil Greenland dengan Kekuatan Militer

EtIndonesia. Pada Rabu (21 Januari), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato yang sangat diperhatikan di “Forum Ekonomi Dunia” Davos, Swiss. Ini merupakan penampilan Trump kembali di ajang pertemuan elite global tersebut setelah enam tahun. Dunia luar menilai bahwa Amerika Serikat telah siap untuk mendefinisikan ulang tatanan ekonomi dan keamanan global. 

Berikut laporan sambungan langsung dengan reporter Washington, Zhang Liang.

Zhang Liang : Pada Selasa malam (20 Januari), pesawat Air Force One yang membawa Presiden Trump mengalami “gangguan listrik ringan” tak lama setelah lepas landas, sehingga terpaksa kembali ke pangkalan udara.

Selanjutnya, Presiden Trump menaiki pesawat lain menuju Swiss, dan akhirnya menggunakan helikopter Marine One untuk tiba di Davos, dengan keterlambatan lebih dari dua jam dari jadwal semula.

Pada malam hari itu, Presiden Trump menyampaikan pidato pembukaan Forum Davos. Setelah sambutan singkat, ia mulai menyoroti berbagai isu, termasuk ekonomi Amerika Serikat dan Greenland, serta menekankan bahwa Amerika Serikat adalah mesin penggerak ekonomi dunia.

Presiden AS Donald Trump berkata: “Amerika Serikat adalah mesin ekonomi global. Ketika ekonomi Amerika makmur, seluruh dunia akan makmur. Sejarah selalu demikian. Ketika ekonomi Amerika melemah, keadaan juga akan memburuk. Kita semua—kalian semua—akan mengalami masa sulit bersama kami, dan juga akan bangkit bersama kami menuju kemakmuran.” 

“Saat ini kita berada pada situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya yakin kita belum pernah mengalami keadaan seperti ini. Saya tidak pernah menyangka kita bisa mencapai titik ini secepat ini.”

“Namun demikian, beberapa wilayah di Eropa sudah berubah total—benar-benar berubah. Kita bisa berdebat soal ini, tetapi fakta ada di depan mata dan tidak terbantahkan. Teman-teman saya kembali dari berbagai tempat, dan saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun, tetapi saya harus mengatakan bahwa saya hampir tidak mengenali tempat-tempat itu lagi.” 

“Dan ini sama sekali bukan hal yang baik, melainkan sangat buruk. Saya mencintai Eropa dan berharap Eropa berkembang dengan baik, tetapi arah perkembangannya saat ini tidak benar.”

Presiden Trump menilai bahwa pembelian Greenland oleh Amerika Serikat tidak akan menimbulkan ancaman bagi NATO, serta berjanji tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk memperoleh Pulau Greenland.

“Kami tidak pernah meminta apa pun, dan kami juga tidak pernah mendapatkan apa pun. Kecuali jika saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan berlebihan, maka kemungkinan kami tidak akan mendapatkan apa-apa—dan sejujurnya, jika itu terjadi, kami akan menjadi tak terbendung. Tetapi saya tidak akan melakukan itu. Sekarang semua orang berkata, ‘Oh, bagus sekali.’ Ini mungkin pernyataan paling kuat yang pernah saya buat, karena orang-orang mengira saya akan menggunakan kekuatan militer,” katanya. 

“Saya tidak perlu menggunakan kekuatan. Amerika Serikat hanya menginginkan sebuah tempat bernama Greenland. Kami sebelumnya pernah menjadi negara pengelola Greenland, tetapi tak lama setelah kami mengalahkan Jerman, Jepang, Italia, dan negara-negara lain dalam Perang Dunia II, kami mengembalikannya kepada Denmark sebagai bentuk penghormatan,” ujarnya. 

Saat menyinggung perang Rusia–Ukraina, Trump menyatakan bahwa NATO akan membantu menghentikan perang tersebut, dan ia juga mengatakan akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump juga memperingatkan Kanada bahwa negara itu telah memperoleh banyak keuntungan dari Amerika Serikat dan seharusnya bersyukur. Ia menambahkan bahwa sistem pertahanan rudal “Kubah Emas” yang ia rencanakan juga akan melindungi Kanada.

Dalam pidatonya, Trump turut menyebut Venezuela. Ia memperkirakan bahwa setelah mantan Presiden Maduro lengser, Venezuela akan “berkembang dengan sangat baik” di bawah pengawasan Amerika Serikat.

Setelah pidato tersebut, Presiden Trump juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin dunia. Gedung Putih menyatakan bahwa Trump berencana bertemu dengan para pemimpin Swiss, Polandia, dan Mesir.

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, sebelumnya pada Rabu mengatakan bahwa ia akan berdiskusi dengan Presiden Trump di Davos mengenai berbagai topik.

Usai pidato Trump, pasar saham AS menguat, dengan kontrak berjangka indeks S&P 500 melonjak signifikan.

Pembatasan Pembelian Rumah Tapak 

Selain isu internasional, Presiden Trump juga mengeluarkan langkah besar di bidang ekonomi domestik AS. Pada Selasa, Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang membatasi investor institusional besar dalam membeli rumah tapak yang seharusnya dimiliki oleh keluarga. 

Tujuan perintah eksekutif ini adalah untuk memastikan bahwa keluarga Amerika memiliki hak prioritas dalam membeli rumah di pasar perumahan, serta menjawab kekhawatiran publik mengenai keterjangkauan perumahan. Pemerintah menegaskan bahwa rumah adalah untuk ditinggali, bukan semata-mata untuk keuntungan investasi perusahaan.

Presiden Trump menyatakan bahwa sejak lama, membeli dan memiliki rumah dipandang sebagai puncak dari Impian Amerika, serta sebagai cara keluarga berinvestasi dan mengumpulkan kekayaan seumur hidup. Untuk menjamin ketersediaan rumah tapak bagi keluarga Amerika, pemerintah berupaya memperluas jalur pembelian rumah.

Perintah eksekutif tersebut menetapkan bahwa investor institusional besar tidak seharusnya membeli rumah tapak tunggal yang sebenarnya dapat dibeli oleh keluarga. Perintah ini mewajibkan Departemen Keuangan AS untuk mendefinisikan, dalam waktu 30 hari sejak penandatanganan, lembaga mana yang tergolong investor institusional besar serta apa yang dimaksud dengan rumah tapak tunggal.

Selanjutnya, Departemen Pertanian, Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, serta Departemen Urusan Veteran diwajibkan dalam waktu 60 hari mengeluarkan pedoman untuk membatasi pengalihan aset federal kepada investor institusional besar, serta menerapkan kebijakan hak beli prioritas.

Departemen Kehakiman dan Komisi Perdagangan Federal bertanggung jawab untuk melakukan peninjauan terhadap investor institusional besar. Dalam perintah tersebut secara khusus disebutkan bahwa properti yang dibangun khusus untuk disewakan dikecualikan dari ketentuan ini.

Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa mengumumkan bahwa ia menerima undangan Presiden Trump untuk secara resmi bergabung dengan komite perdamaian yang baru dibentuk. Presiden Trump berharap komite ini dapat mengawasi pelaksanaan rencana gencatan senjata Gaza, termasuk penempatan pasukan keamanan internasional, pelucutan senjata Hamas, serta mobilisasi dana internasional untuk rekonstruksi Gaza.

Menurut rancangan anggaran dasar yang telah diungkap, Presiden Trump akan menjadi ketua pertama komite tersebut, dengan kewenangan akhir untuk mengundang anggota, memecah kebuntuan pemungutan suara, mengadakan pertemuan tambahan, serta membubarkan badan-badan di bawahnya. Rancangan tersebut juga menetapkan bahwa masa jabatan negara anggota umumnya tiga tahun, dan negara yang menyumbangkan dana sebesar 1 miliar dolar AS dalam tahun pertama dapat memperoleh kursi permanen.

Saat ini, setidaknya delapan negara telah berpartisipasi, termasuk Israel, Uni Emirat Arab, Monako, Vietnam, Kazakhstan, Hungaria, Argentina, dan Belarus. Para pemimpin Kanada, Mesir, Rusia, dan Turkiye juga dilaporkan telah menerima undangan untuk bergabung dalam BoP. (Hui)