Menaklukkan Kebiasaan

EtIndonesia. Penulis novel detektif Inggris, Arthur Conan Doyle pernah menderita insomnia berat akibat terlalu sering memforsir otaknya. Dokter menyarankan agar dia meminum segelas gin sebelum tidur supaya bisa nyenyak. Dia pun mencobanya, dan ternyata memang manjur.

Sejak saat itu, selama belasan tahun berikutnya, minum segelas gin sebelum tidur menjadi kebiasaan yang tak pernah dia lewatkan—entah dia sedang sulit tidur ataupun tidak.

Suatu musim dingin, Conan Doyle pergi ke sebuah kota kecil yang tenang di pinggiran London untuk menulis. Hari itu salju turun dengan sangat lebat. Kereta kuda yang dia tumpangi berguncang selama berjam-jam sebelum akhirnya tiba di penginapan.

Setibanya di kamar, dia langsung menulis dengan lancar bab yang telah dia susun sejak siang hari. Baru sekitar pukul satu dini hari dia menyelesaikan tulisannya. Ketika bersiap untuk tidur, seperti biasa, dia teringat ingin minum gin.

Dia mengambil botol dari kopernya—lalu tertegun. Ternyata penutup botol tidak tertutup rapat, dan seluruh isinya sudah bocor habis.

Di luar, semua bar dan restoran telah lama tutup. Satu-satunya cara untuk mendapatkan gin hanyalah pergi ke toko di stasiun kereta api, yang jaraknya setidaknya tiga mil.

Di luar jendela, badai salju masih mengamuk. Jalanan lengang, dan jelas mustahil menyewa kereta kuda pada jam seperti itu. Kebiasaan yang telah mengakar lama memang demikian: semakin sulit didapat, semakin kuat keinginan untuk memilikinya. Rasa ingin minum gin terus mengusik pikirannya.

Dia pun mengenakan mantel, melilitkan syal, dan ketika hendak meraih topinya, tiba-tiba dia berhenti.

Menatap kabut salju di luar jendela, dia mendadak tersadar: betapa tidak masuk akalnya—bahkan betapa konyolnya—perilakunya ini.

Seorang yang dianggap cerdas, dipuji karena kejernihan pikiran dan kemampuannya menganalisis serta mendidik orang lain, justru berniat meninggalkan penginapan yang hangat di tengah malam, menantang angin dan salju, berjalan beberapa mil hanya demi segelas minuman keras?

Conan Doyle pun mulai merenung dengan sungguh-sungguh. Dia menyadari bahwa dirinya telah terjerat dalam sebuah kebiasaan yang sulit dilepaskan, bahkan rela mengorbankan kenyamanan untuk memuaskannya. Padahal kebiasaan itu sama sekali tidak membawa manfaat, malah berpotensi mencelakakan dirinya.

Kesadaran itu membuat pikirannya jernih. Tak butuh waktu lama baginya untuk mengambil keputusan.

Dia melemparkan botol kosong itu ke tempat sampah, lalu menanggalkan pakaian dan naik ke tempat tidur. Dengan perasaan lega—bahkan seperti meraih sebuah kemenangan—dia mematikan lampu, memejamkan mata, dan mendengarkan suara angin serta salju yang menghantam pintu dan jendela.

Tak sampai beberapa menit, dia pun tertidur lelap, nyenyak, dan memuaskan.

Sejak malam itu, dia tidak pernah lagi meminum setetes alkohol pun, dan keinginan untuk minum pun benar-benar lenyap.

Conan Doyle tinggal di penginapan itu lebih dari sebulan dan berhasil menyelesaikan salah satu karya penting dalam seri Sherlock Holmes, yaitu The Final Problem (Masalah Terakhir). Dalam kisah tersebut, dia menambahkan unsur cerita tentang Sherlock Holmes yang pernah gagal karena minuman, lalu tersadar dan dengan tegas meninggalkan kebiasaan minum yang telah berlangsung lama.

Dia juga menuliskan sebuah renungan mendalam:

“Seseorang yang dalam jangka panjang selalu mampu memuaskan keinginannya, lambat laun akan membentuk kebiasaan. Kebiasaan itu bukan hanya merokok dan minum alkohol, tetapi juga mencakup pengejaran uang, materi, dan kenikmatan jasmani. Untuk menaklukkan kebiasaan-kebiasaan ini, tidak cukup hanya mengandalkan kemauan dan tekad, tetapi juga dibutuhkan kewaspadaan diri dan kesadaran akan bahaya yang ditimbulkannya. Jika tidak, manusia justru akan ditaklukkan oleh kebiasaannya sendiri dan menjadi tawanan darinya.”(jhn/yn)

Moorlife Indonesia dan Komunitas Katolik Surabaya Sebarkan “Terang” di Panti Werdha Lewat Perayaan Natal & Epifani

Surabaya, – Semangat berbagi dan kasih sesama di penghujung masa Natal diwujudkan dalam aksi nyata. Moorlife Indonesia, brand produk rumah tangga asli Indonesia, berkolaborasi dengan tiga komunitas muda Katolik dari Gereja Katolik Sakramen Maha Kudus Surabaya—yakni BIAK (Bina Iman Anak Katolik), REKAT (Remaja Katolik), dan OMK (Orang Muda Katolik)—menggelar acara Natal Bersama dan Pesta Epifani di Panti Werdha Bhakti Luhur, Surabaya, Minggu (11/1).

Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi refleksi iman dan aksi sosial yang menyentuh langsung. Acara diisi dengan doa bersama, kebersamaan hangat, serta penyerahan bantuan berupa produk-produk kebutuhan harian berkualitas dari Moorlife Indonesia untuk menunjang kenyamanan para lansia.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen Moorlife dalam mengedepankan nilai kepedulian sosial dan keberlanjutan. “Kami percaya, bisnis yang baik adalah yang mampu memberi dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan,” disampaikan perwakilan Moorlife.

Sementara bagi BIAK, REKAT, dan OMK, keterlibatan anak-anak, remaja, dan kaum muda dalam aksi ini menjadi media pendidikan karakter yang sangat berharga. “Kami ingin menanamkan nilai empati, solidaritas, dan semangat melayani sejak dini. Berinteraksi langsung dengan para lansia di Panti Werdha Bhakti Luhur adalah pembelajaran hidup yang tak ternilai,” ujar perwakilan OMK.

Panti Werdha Bhakti Luhur dipilih karena dedikasinya yang tinggi dalam merawat dan mendampingi lansia. Melalui momen Natal dan Epifani—yang melambangkan terang dan pengharapan—para penghuni panti diharapkan merasakan sukacita, perhatian, dan semangat baru.

“Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik perusahaan maupun individu, untuk tergerak berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambah pernyataan bersama dari para pelaksana kegiatan.

Sebagai informasi, Moorlife adalah brand produk rumah tangga berbahan plastik premium, BPA Free, dan 100% Food Grade, yang mengusung semangat inovasi lokal dengan standar global. Melalui kampanye #MoorlifePilihanku, Moorlife mengajak masyarakat untuk memulai perubahan positif melalui pilihan produk sehari-hari yang berkualitas dan ramah lingkungan.

IASC Kembalikan Rp161 Miliar ke 1.070 Korban Penipuan Digital: Bukti Nyata Perlindungan Negara Hadapi Kejahatan Finansial

Jakarta – Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan dana sebesar Rp161 miliar kepada 1.070 masyarakat yang menjadi korban penipuan digital (scam). Dana tersebut berhasil diblokir dari 14 bank yang digunakan oleh pelaku kejahatan. Capaian ini merupakan akumulasi sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026.

Penyerahan secara simbolis dilaksanakan hari ini di Jakarta, dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi, perwakilan bank anggota IASC, Kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah korban yang mendapatkan pengembalian dana.

“Bukti Nyata Kehadiran Negara”
Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pengembalian dana ini merupakan bukti konkret komitmen negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan yang semakin kompleks dan inovatif.
“Ini menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan saat ini yang semakin unthinkable modusnya,” ujar Friderica.

Sinergi Kunci Keberhasilan
Mahendra Siregar menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari sinergi kuat antar pemangku kepentingan. “Kolaborasi menjadi kunci dalam memerangi segala modus scam. Kejahatan dengan ruang lingkup luas ini harus selalu diantisipasi bersama,” tuturnya. Ia juga mengapresiasi keberanian korban yang bersedia berbagi pengalaman, sebagai pembelajaran untuk meningkatkan perlindungan keuangan nasional.

“Ini Bukan Kejahatan Biasa”
Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, mengingatkan bahwa penipuan di sektor jasa keuangan merupakan “white collar crime” dengan tingkat kecanggihan modus dan teknik yang tinggi.
“Saya yakin langkah OJK melalui IASC memberikan angin segar dan harapan baru bagi masyarakat,” kata Misbakhun, menilai langkah ini telah membawa dampak nyata dan optimisme.

Data dan Tantangan yang Dihadapi
Hingga 14 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 pengaduan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, IASC berhasil melokir dana sebesar Rp436,88 miliar, dengan Rp161 miliar di antaranya telah dikembalikan kepada korban.
Tantangan dalam penanganan scam meliputi lonjakan pengaduan, pelaporan yang lambat, kompleksitas pelarian dana, serta kebutuhan optimalisasi dan percepatan proses pemblokiran.

Imbauan untuk Masyarakat
OJK dan Satgas PASTI mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke IASC jika menjadi korban penipuan keuangan melalui website resmi: iasc.ojk.go.id. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang dana dapat dikembalikan.
Masyarakat juga diminta waspada terhadap oknum atau website yang mengatasnamakan IASC untuk meminta data atau biaya tertentu, karena IASC tidak memungut biaya dalam proses pengaduan.

Menerima Diri Sendiri dan Belajar Menghargai Diri

EtIndonesia. Di dunia ini tidak ada dua manusia yang benar-benar sama. Setiap orang adalah individu yang unik. Dalam diri kita masing-masing terdapat banyak hal yang berbeda, bahkan mungkin lebih unggul dibandingkan orang lain—dan itulah hal-hal yang pantas kita banggakan. Kita tidak seharusnya terus-menerus mengagumi orang lain sambil mengabaikan kelebihan diri sendiri; tidak pula terus membandingkan diri dengan orang lain hingga akhirnya kehilangan jati diri.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan: “Bukan hidup ini yang kekurangan keindahan, melainkan mata kitalah yang kurang mampu melihatnya.”

Ketika kita menerima diri sendiri dan belajar menghargai diri sendiri, kita akan menemukan sosok diri yang sama sekali baru.

Suatu kali, di kelas Harvard University, Profesor Tal Ben-Shahar ditanya oleh seorang mahasiswa:  “Profesor, apakah Anda benar-benar mengenal diri Anda sendiri?”

Pertanyaan itu membuatnya terdiam. Dalam hati dia berpikir: “Ya juga, apakah aku benar-benar mengenal diriku?”

Dia pun menjawab :  “Baiklah, sepulang nanti aku akan benar-benar mengamati, memikirkan, dan memahami kepribadian serta batinku sendiri.”

Sesampainya di rumah, Profesor Ben-Shahar mengambil sebuah cermin dan mulai mengamati wajah serta ekspresinya dengan saksama, lalu menganalisis dirinya sendiri.

Pertama, dia melihat kepalanya yang botak mengilap dan berpikir : “Hmm, tidak buruk. William Shakespeare juga memiliki kepala botak yang mengilap.”

Kemudian dia memperhatikan hidungnya yang mancung dan berkata dalam hati : “Detektif hebat Sherlock Holmes juga punya hidung seperti ini—dan dia adalah simbol kecerdasan kelas dunia.”

Melihat wajahnya yang panjang, dia berpikir : “Presiden Amerika yang agung, Abraham Lincoln, juga memiliki wajah panjang.”

Saat melihat tubuhnya yang tidak tinggi, dia tertawa kecil :  “Ha-ha! Napoleon Bonaparte juga bertubuh pendek. Aku sama dengannya.”

Lalu dia menatap kedua kakinya yang sedikit mengarah ke luar dan berkata :  “Wah, Charlie Chaplin juga berjalan dengan kaki seperti ini!”

Keesokan harinya, dia berkata kepada para mahasiswanya: “Aku menghimpun ciri-ciri para tokoh besar, jenius, dan orang-orang luar biasa dari masa lalu hingga kini. Aku bukan orang biasa—masa depanku tak terbatas.”

Profesor Ben-Shahar pandai menghargai dirinya sendiri, dan hal itu membuatnya dipenuhi rasa percaya diri. Meski di mata orang lain penampilannya tampak biasa saja, melalui sugesti psikologis yang positif, dia mampu mengaitkan setiap bagian tubuhnya dengan tokoh-tokoh besar. Dengan begitu, dia yakin dirinya adalah seseorang yang memiliki masa depan cerah.

Friedrich Nietzsche pernah berkata:“Orang cerdas, selama ia mampu mengenal dirinya sendiri, tidak akan kehilangan apa pun.”

Hanya dengan belajar menghargai diri sendiri, seseorang bisa menumbuhkan kepercayaan diri, memperoleh kebahagiaan darinya, dan menjaga hidup agar tidak kehilangan arah.

Ada sebuah kalimat yang sangat bermakna: “Dalam hidup, mungkin ada banyak orang yang patut kamu kagumi, tetapi yang paling pantas kamu kagumi adalah dirimu sendiri.”

Niels Bohr, fisikawan asal Denmark, telah mengajukan teori kuantum sejak usia muda. Namun, dalam sebuah diskusi ilmiah, teori tersebut ditolak oleh para pakar otoritatif. Penolakan itu tidak membuat Bohr kehilangan kepercayaan diri. Justru sebaliknya, dia semakin giat meneliti dan melakukan banyak eksperimen untuk membuktikan teorinya.

Pada akhirnya, pandangan Bohr terbukti benar, dan dia pun dianugerahi Nobel Prize. 

Seperti pepatah mengatakan: “Setiap manusia diciptakan dengan kegunaannya masing-masing.”

Belajar menghargai diri sendiri dapat melahirkan kekuatan besar yang mendorong seseorang menuju keberhasilan. Menghargai diri sendiri adalah rahasia pertama menuju sukses.

Seiji Ozawa adalah konduktor orkestra kelas dunia. Sebelum terkenal, dia pernah mengikuti kompetisi internasional konduktor. Pada babak final, dia memimpin orkestra berdasarkan partitur yang diberikan juri. Dalam prosesnya, dia dengan tajam menyadari adanya nada yang tidak harmonis.

Awalnya dia mengira kesalahan ada pada pemain musik, lalu menghentikan dan mengulang. Namun ketidakharmonisan itu tetap terdengar. 

Dia pun langsung berkata :  “Saya rasa partitur ini bermasalah.”

Para komposer dan juri yang hadir dengan tegas membantah: “Partitur ini sama sekali tidak bermasalah.”

Meski wajahnya memerah karena tekanan, Ozawa tetap berkata dengan lantang dan tegas: “Tidak! Pasti partiturnya yang salah!”

Begitu kalimat itu diucapkan, seluruh juri berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah. Ozawa dinyatakan sebagai pemenang.

Ternyata, partitur itu memang sengaja dirancang sebagai “jebakan”, dan keberanian Ozawa untuk percaya pada dirinya sendiri membawanya pada kemenangan.

Setiap orang memiliki nilai yang unik. Tidak ada siapa pun yang bisa menggantikan kita, dan tidak ada yang bisa merendahkan kita—kecuali jika kita sendiri terlebih dahulu meremehkan diri kita. Banyak orang mengeluh karena merasa pekerjaan, penampilan, atau kemampuan mereka tidak sebaik orang lain.

Padahal, dalam hidup, kita tidak perlu terlalu terikat pada penilaian orang lain. Belajar menghargai diri sendiri justru bisa membantu kita menemukan kembali kepercayaan diri. “Emas tidak ada yang murni, manusia tidak ada yang sempurna.” Setiap orang pasti memiliki kekurangan atau luka. Namun, seperti tidak ada dua daun yang benar-benar sama, kita pun adalah pribadi yang paling unik.

Lepaskan pemujaan berlebihan terhadap orang lain dan kebencian terhadap diri sendiri. Tenangkan pikiran, renungkan dengan jujur, dan kamu akan menemukan bahwa dirimu memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Kamu pun bisa sama hebatnya dengan siapa pun.

Renungan :

Ada sebuah kalimat klasik: “Kamu berdiri di atas jembatan memandang pemandangan, sementara orang yang memandang pemandangan justru sedang memandangmu dari gedung.”

Saat kita sibuk mengagumi orang lain, bisa jadi orang lain justru sedang mengagumi kita. Dalam hidup, perbandingan memang tak terelakkan. Namun kita perlu sadar bahwa selain memiliki kekurangan, kita juga memiliki banyak kelebihan.

Harvard mengajarkan kepada kita: menghargai diri sendiri adalah sebuah kebijaksanaan—dia membuat seseorang memancarkan pesona percaya diri; menghargai diri sendiri adalah sugesti psikologis—apa yang kita bayangkan tentang diri kita, itulah yang perlahan akan kita wujudkan.

Terimalah dirimu, belajarlah menghargai diri sendiri, hiduplah sesuai nilai dirimu, pandanglah kejauhan dengan jernih, dan temukan posisi hidupmu dengan tepat. Di sanalah letak pesona sejati kehidupan. (jhn/yn)

Dari Davos ke Medan Perang: Trump Aktifkan 25 B-2, Iran Tinggal Menunggu Jam

EtIndonesia. Pada 22 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran saat berbicara di hadapan Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dalam pidatonya, Trump membuka satu pintu diplomasi—namun sekaligus menegaskan garis merah terakhir yang tak bisa ditawar.

Trump menyatakan, Amerika Serikat siap membuka dialog bila Teheran mencabut dukungan persenjataan kepada Hizbullah, Hamas, kelompok Houthi, serta berbagai milisi anti-Amerika di Timur Tengah, sebagai syarat untuk meredakan konflik kawasan. Namun dia menegaskan, Iran sama sekali tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Garis Merah” Nuklir dan Ancaman Serangan Cepat

Di Davos, Trump mengungkapkan bahwa sebelumnya militer AS telah mengerahkan pembom siluman B-2 dan seluruh rudal yang ditembakkan mengenai target secara presisi, menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Kini, menurut Trump, 25 unit B-2 kembali diaktifkan. Pesannya tegas: jika Iran tetap berniat mengembangkan senjata nuklir, serangan mematikan akan dilancarkan.

Sejumlah indikasi intelijen menyebut opsi militer bisa dijalankan paling cepat akhir pekan ini, menempatkan kawasan pada fase paling genting.

AS dan Israel: Opsi Militer di Meja

Penilaian Israel menyebutkan bahwa bila Teheran menolak kembali ke meja perundingan nuklir sesuai syarat Amerika, serangan AS berpotensi terjadi dalam hitungan minggu. Target utamanya: sisa fasilitas nuklir, program rudal, dan sistem pertahanan udara Iran.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, intelijen Barat mendeteksi retakan internal pada aparat keamanan Iran. Ratusan perwira dilaporkan membelot dari Garda Revolusi dan milisi Basij—kebanyakan perwira menengah dan rendah—namun tetap dinilai sebagai sinyal baru yang signifikan.

Israel Naikkan Kesiagaan Nasional

Mengutip Channel 12 Israel, Pasukan Pertahanan Israel telah menyelesaikan seluruh persiapan menghadapi kemungkinan serangan AS ke Iran. Pertahanan domestik berada pada status siaga penuh.

Pengerahan pasukan dan aset AS di Timur Tengah diperkirakan rampung dalam 24 jam, sehingga akhir pekan ini AS akan memiliki kekuatan serangan besar yang siap digunakan kapan saja.

Israel juga menaikkan kewaspadaan dan akan mengaktifkan saluran darurat perang elektronik senyap pada hari Sabat. Otoritas Israel tidak menutup kemungkinan Iran melakukan serangan pendahuluan demi merebut keunggulan awal.

Menuju Perang Terbesar Timur Tengah?

Menurut Haaretz dan media lain, status siaga pertahanan Israel telah dinaikkan drastis. Sejumlah sumber menyebut Trump telah memutuskan menyerang Iran, mungkin dalam beberapa hari atau paling lambat Sabtu.

Meski keputusan Trump dikenal bisa berubah di menit terakhir, kerja sama militer AS–Israel kini berada pada level sangat erat, termasuk opsi keterlibatan Angkatan Udara Israel untuk menyerang target di wilayah Iran.

Israel menilai AS tengah mempersiapkan perang terbesar dalam sejarah Timur Tengah. Jumlah pasukan AS yang dikerahkan ke kawasan disebut melampaui total pengerahan pada Perang Teluk I, Perang Teluk II, dan Perang Irak jika digabungkan. Skema serangan diperkirakan cepat dan mematikan.

Pergerakan Militer AS Makin Mendekat

Dalam 36 jam terakhir, AS mengerahkan 12 pesawat angkut C-17 Globemaster ke pangkalan sekitar Iran—masing-masing mampu membawa hingga 77 ton persenjataan dan peralatan.

Jet tempur F-15E Strike Eagle juga dikerahkan ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, dengan pengiriman personel dan logistik tambahan via C-17.

Yang paling mencolok, sejumlah pesawat militer AS menghilang dari pelacakan sipil, menandakan mode gelap telah diaktifkan. Hari ini, Komandan CENTCOM tiba di Amman, Yordania, untuk koordinasi akhir.

Radar Iran Lumpuh, Perang Elektronik Dimulai?

Pada 22 Januari 2026, radar Iran di Shiraz dilaporkan lumpuh mendadak, memicu spekulasi bahwa perang gangguan elektronik AS telah menembus jantung Iran.

Di saat yang sama, kapal induk AS memasuki Laut Arab, sementara unsur armada lain bergerak ke Mediterania Timur, membawa F-35C siluman, pesawat perang elektronik, dan sistem pertahanan rudal.

Sebagai perbandingan, dalam perang 12 hari Israel–Iran tahun lalu, Israel mengerahkan sekitar 150 pesawat. Kini, AS disebut telah menempatkan ratusan pesawat, belum termasuk kapal selam, drone, dan rudal.

Iran sendiri dilaporkan menguji rudal balistik antarbenua, dengan Eropa dan Amerika dalam jangkauan—sebuah provokasi terbuka.

Peringatan Regional dan Manuver Politik

Kelompok Houthi memperingatkan bahwa jika AS menyerang Iran, mereka akan menyerang kapal-kapal Amerika. Di waktu bersamaan, serangan udara Israel terjadi di wilayah Lebanon, sementara sistem radar Iran dilaporkan bermasalah.

Di Davos, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengecam keras dunia internasional yang dinilai mengabaikan protes rakyat Iran. Dia memperingatkan, jika rezim Iran bertahan, dunia sedang mengirim pesan berbahaya kepada para diktator: “cukup membunuh rakyat, maka kekuasaan akan tetap aman.”

Kesimpulan

Pernyataan Trump di Davos menempatkan Iran pada tenggat kritis: diplomasi bersyarat atau konsekuensi militer. Dengan pengerahan pasukan yang hampir tuntas, gangguan elektronik yang diduga telah dimulai, dan koordinasi AS–Israel pada level tertinggi, akhir pekan ini menjadi penentu arah—menuju meja perundingan, atau ke konfrontasi terbesar di Timur Tengah.

Dikepung Banjir dan Dilanda Cuaca Ekstrem, Seluruh Sekolah di Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak jauh

EtIndonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara bagi satuan pendidikan di Jakarta menyusul kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu keselamatan peserta didik. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, pada Kamis (22/1), yang ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan.

Edaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2/SE/2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai Aparatur Sipil Negara Secara Fleksibel karena Cuaca Ekstrem, serta memperhatikan informasi prediksi cuaca dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” ujar Nahdiana, di Jakarta, pada Jumat (23/1) dalam siaran persnya. 

Melalui surat edaran tersebut, satuan pendidikan diminta menerapkan pembelajaran jarak jauh selama kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung. Kepala satuan pendidikan juga diminta melakukan pendampingan dan pemantauan secara aktif terhadap pelaksanaan PJJ, serta menyiapkan alternatif pembelajaran apabila terdapat kendala teknis, dengan berkoordinasi bersama Suku Dinas Pendidikan maupun Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, kepala satuan pendidikan diharapkan menjalin komunikasi yang intensif dengan orang tua atau wali murid serta seluruh warga sekolah agar proses pembelajaran jarak jauh dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan kebutuhan peserta didik.

“Koordinasi dan komunikasi dengan orang tua menjadi kunci agar pembelajaran tetap berlangsung efektif meskipun tidak dilakukan secara tatap muka,” kata Nahdiana.

Edaran pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini berlaku hingga 28 Januari 2026 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca di wilayah DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh warga satuan pendidikan untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. (***)

Ketegangan Mencapai Titik Kritis Saat Iran Umumkan Status Perang

EtIndonesia. Situasi keamanan global memasuki fase paling genting dalam beberapa tahun terakhir. Iran secara terbuka mengonfirmasi bahwa negara itu telah memasuki status perang, sementara Amerika Serikat merespons dengan pengerahan militer besar-besaran di berbagai kawasan strategis, khususnya Timur Tengah.

Ketegangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik global yang berlangsung serempak: ledakan besar gudang amunisi Rusia, perubahan drastis medan perang Ukraina akibat serangan pasukan khusus Kyiv, serta peningkatan aktivitas militer AS di Asia-Pasifik yang diarahkan ke Tiongkok melalui Selat Taiwan.

Iran: “Kami Sudah Berada dalam Keadaan Perang”

Beberapa hari sebelum 20 Januari 2026, Ali Akbar Safavi—penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus mantan petinggi Garda Revolusi—secara terbuka menyatakan bahwa Iran telah resmi berada dalam kondisi perang, dengan fokus utama menghadapi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Israel.

Dalam pidato internal yang bocor ke publik, Safavi menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk gencatan senjata, protokol internasional, ataupun kesepakatan pembatasan konflik antara Iran, AS, dan Israel. Dia menyebut fase saat ini sebagai “perang yang sedang berlangsung”, dan menyatakan bahwa konflik berikutnya akan bersifat final dan menentukan.

Uji Coba Rudal Jarak 10.000 Km Picu Alarm Washington

Pada pertengahan Januari 2026, akun platform X Youwanban TV mengungkapkan bahwa Iran—dengan izin Rusia—telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik jarak jauh ke arah Siberia.

Rudal tersebut diklaim memiliki jangkauan hingga 10.000 kilometer, yang secara teoritis mampu menjangkau kota-kota strategis AS seperti New York dan Washington. Informasi ini langsung memicu status kewaspadaan tinggi di Pentagon, sekaligus mempercepat penguatan sistem pertahanan udara AS di kawasan Timur Tengah.

Pengerahan Militer AS: Darat, Udara, dan Laut

Menanggapi ancaman tersebut, AS sejak 16–21 Januari 2026 melaksanakan pengerahan militer berlapis:

  • Sistem pertahanan Patriot dan THAAD dipercepat penempatannya untuk menghadapi potensi serangan rudal balistik dan jelajah Iran.
  • Sistem anti-drone laser IgEos dikirim dalam jumlah besar ke Pangkalan Udara Kuwait, mengantisipasi serangan kawanan drone.
  • Pangkalan utama AS di Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Turki meningkatkan kesiapan tempur ke level siaga tinggi.

Dalam periode yang sama, Angkatan Udara AS mencatat:

  • Sedikitnya 30 penerbangan pesawat angkut C-17
  • 12 penerbangan pesawat tanker KC-135

Seluruhnya difokuskan untuk pemindahan pasukan, sistem senjata, dan logistik ke titik-titik krusial.

Armada Kapal Induk Bergerak Menuju Teluk Persia

Di laut, satu grup tempur kapal induk AS telah bergerak dari Asia Tenggara menuju Teluk Persia, dengan sistem identifikasi dimatikan demi keamanan taktis. Armada ini membawa jet tempur F-35 serta kapal perusak dan penyapu ranjau sebagai pengawal.

Sementara itu, kapal induk George H. W. Bush telah meninggalkan pangkalan Norfolk dan diperkirakan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan. Patroli intensif di Teluk Persia juga dilakukan untuk mencegah upaya Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital energi global.

Ancaman Terbuka Antar Pemimpin Negara

Ketegangan meningkat tajam ketika nama para pemimpin tertinggi mulai disebut secara langsung dalam ancaman resmi.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Shekarchi, pada pertengahan Januari menyatakan bahwa keselamatan Pemimpin Tertinggi Iran adalah garis merah mutlak. Dia memperingatkan bahwa siapa pun yang mengancam Ali Khamenei akan “dipatahkan tangannya” dan diseret ke “lautan api tanpa tempat berlindung” di Timur Tengah.

Trump: “Itu Perintah Militer, Bukan Emosi”

Pada 20 Januari 2026, Presiden AS, Donald Trump dalam wawancara dengan NewsNation memberikan pernyataan paling keras sejak krisis ini berkembang.

Trump menegaskan bahwa dia telah mengeluarkan perintah militer eksplisit: jika Iran merencanakan atau melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya atau pemimpin Amerika mana pun, militer AS akan melancarkan serangan penghancur total hingga Iran dilenyapkan.

Dia menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan reaksi emosional, melainkan instruksi strategis yang sudah disiapkan.

Tekanan Internal Iran dan Krisis Kemanusiaan

Para analis menilai eskalasi ini bertepatan dengan krisis internal terparah Iran sejak Revolusi Islam 1979. Sejak akhir 2025, runtuhnya ekonomi dan anjloknya nilai mata uang memicu gelombang protes nasional.

Organisasi HAM Iran yang berbasis di Norwegia menyebutkan bahwa akibat pemblokiran informasi ketat, angka korban tewas kemungkinan jauh melampaui data resmi, dan dalam skenario terburuk dapat mencapai 20.000 orang.

Krisis ini bahkan mendorong perubahan sikap sejumlah tokoh diaspora, termasuk Shirin Ebadi, peraih Nobel Perdamaian, yang secara terbuka menyerukan intervensi internasional dan serangan presisi terhadap pucuk pimpinan rezim Iran.

Israel Siap Hadapi Hujan Rudal

Di sisi lain, Israel menyatakan kesiapan ekstrem untuk menghadapi kemungkinan serangan hingga 700 rudal Iran demi menjatuhkan rezim Teheran. Pernyataan ini memicu kontroversi global dan menegaskan bahwa konflik kini telah memasuki titik kritis paling berbahaya, baik secara internal di Iran maupun dalam skala geopolitik internasional.

Kesimpulan:

Dengan status perang yang diumumkan Iran, pengerahan militer AS yang masif, serta saling ancam terbuka di level tertinggi, dunia kini menyaksikan konvergensi krisis global yang berpotensi meledak menjadi konflik besar. Banyak pihak menilai, satu kesalahan kecil saja dapat memicu eskalasi yang tak lagi terkendali.

Cuaca Ekstrem di Jakarta, Pemprov Imbau Perusahaan Terapkan Kerja Fleksibel dan WFH

EtIndonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau perusahaan di Jakarta untuk menerapkan sistem kerja fleksibel, termasuk penyesuaian jam kerja dan work from home (WFH), menyusul meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta yang dikeluarkan pada Kamis (22/1). Surat edaran ini merujuk pada informasi prediksi cuaca dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Disnakertransgi Provinsi DKI Jakarta, Saripudin, mengatakan kebijakan ini bertujuan menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja sekaligus memastikan keberlangsungan kegiatan usaha di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami mengimbau pimpinan perusahaan untuk menyesuaikan sistem kerja melalui jam kerja fleksibel atau WFH bagi jenis pekerjaan yang memungkinkan dilakukan secara daring. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko keselamatan pekerja akibat cuaca ekstrem,” ujar Saripudin dikutip dari rilis Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta. 

Dalam pelaksanaannya, perusahaan diminta tetap memenuhi hak dan kewajiban pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menjaga produktivitas dan kelangsungan operasional, serta memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya bagi pekerja yang harus tetap bermobilitas.

Adapun penyesuaian sistem kerja dikecualikan bagi perusahaan atau tempat kerja dengan operasional 24 jam atau yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti sektor kesehatan, transportasi umum, logistik vital, serta energi dan utilitas dasar. Untuk sektor tersebut, perusahaan dapat mengombinasikan pengaturan kerja dari rumah dengan kehadiran fisik secara proporsional sesuai kebutuhan operasional dan tingkat risiko di lapangan.

Saripudin menegaskan bahwa penerapan kebijakan ini perlu disesuaikan dengan kondisi objektif masing-masing sektor usaha melalui pengaturan internal perusahaan.

“Pemprov DKI juga meminta perusahaan melaporkan pelaksanaan penyesuaian sistem kerja ini kepada Disnakertransgi melalui tautan yang telah disediakan, sebagai bahan pemantauan dan evaluasi,” katanya.

Surat Edaran tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca atau hingga ditetapkannya kebijakan lebih lanjut. (***)

Video Gelombang Pengangguran Massal Aktor di Hengdian World Studios, Zhejiang, Tiongkok, Saksi Ungkap Skandal Penipuan Uang dan Seks Terus Bermunculan

EtIndonesia. Hengdian World Studios yang terletak di Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang —basis industri film dan televisi terbesar di Tiongkok—menjadi tempat berkumpulnya puluhan ribu aktor. Namun demikian, akibat lesunya produksi serial panjang dan film layar lebar, sekitar 85 persen kru kini hanya menggarap drama pendek. 

Dalam kondisi perebutan peran yang brutal dan aktor yang membludak, banyak aktor jatuh menganggur, kesulitan makan, dan skandal penipuan uang serta eksploitasi seksual terus bermunculan.

Sejumlah aktor Hengdian mengungkapkan bahwa drama pendek di Tiongkok meledak sejak 2020. Saat ini, setiap hari terdapat lebih dari 80 kru yang melakukan pengambilan gambar di Hengdian. Bahkan, lebih dari 60 di antaranya adalah produksi drama pendek. Termasuk figuran, jumlah aktor di Hengdian diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, sementara kasus penipuan uang dan seks kerap terdengar.

“Terlalu banyak yang tertipu. Banyak orang sudah syuting tapi tidak dibayar. Lapor polisi pun tidak memenuhi syarat untuk diproses. Ada juga berbagai modus penipuan uang, misalnya diminta membayar agar bisa dapat peran. Baik aktor pria maupun perempuan, pelecehan seksual, bahkan dibuat mabuk dengan obat, sering terjadi. Ada juga yang terang-terangan menanyakan apakah mau menerima ‘aturan tak tertulis’, apakah mau ‘bermain di wilayah abu-abu’,” kata seorang aktor bermarga Zhang disiarkan NTD bahasa Mandarin , 16 Januari 2026. 

Diketahui, setiap tahun puluhan ribu lulusan jurusan seni peran memasuki industri ini. Beberapa platform drama pendek menawarkan sistem bagi hasil dan mulai menarik selebritas ternama untuk ikut bermain. 

Namun aktor drama pendek bermarga Tang mengungkapkan bahwa persaingan sangat kejam, dan yang benar-benar berhasil amat sangat sedikit. Dalam drama pendek, hanya pemeran utama pria yang bisa meraih nama dan uang, sementara dirinya kini bahkan kesulitan mendapatkan peran pria kedua.

“Hengdian terlalu kejam. Produksi memang banyak, tapi orangnya juga terlalu banyak. Honor sangat rendah, bahkan selalu ada yang mau dibayar lebih murah untuk menggantikan saya. Saya jadi tidak kebagian peran,” kata Tang.  

“Orang-orang di industri ini banyak yang tampan dan cantik, banyak yang operasi kosmetik. Ini membuat saya mengalami kecemasan soal penampilan. Saya mulai ingin meninggalkan dunia ini. Saya lulusan seni peran, tapi jujur, empat tahun kuliah hampir tidak belajar apa-apa,” tambahnya. 

Aktris Hengdian bermarga Xia mengungkapkan bahwa persaingan bagi aktris jauh lebih berat dibanding aktor pria. Banyak yang enggan menyerah pada mimpi, tetapi tidak punya peran dan terancam bertahan hidup.

Xia mengatakan: “Terlalu banyak orang di Hengdian, tapi perannya sedikit. Tidak bisa daftar. Perempuan cantik terlalu banyak. Hari ini saja saya tidak makan seharian. Cepat atau lambat bisa mati kelaparan. Tidak punya uang buat makan, bahkan ongkos pulang ke rumah pun tidak ada.”

Menurut para aktor Hengdian, anggaran satu drama pendek sekitar 500.000 yuan, biasanya syuting selama tujuh hari, ada yang hanya empat hari. Jam kerja sangat panjang, kasus kematian mendadak bukan hal langka, sementara figuran hanya dibayar sedikit di atas 100 yuan per hari.

Seorang figuran bermarga Diao mengatakan: “Uang di Hengdian itu sangat sulit didapat. Kalau terus begini, tinggal menunggu mati. Kru tidak memperlakukan manusia sebagai manusia, tapi seperti ternak. Sehari kerja 15–16 jam. Apa kamu sanggup? Kalau kerja satu-dua tahun, umurmu mungkin berkurang sepuluh tahun.”

Seorang sutradara drama pendek Hengdian bermarga Chen (nama samaran) mengungkapkan bahwa dunia hiburan Tiongkok sangat gelap. Banyak produser dan sutradara menindas, menjebak, dan memeras artis, bahkan bisa membuat seseorang “menghilang” kapan saja. Ia menyinggung kematian misterius aktor Yu Menglong. Ia juga mengatakan bahwa mereka yang mencoba menuntut keadilan justru mendapat ancaman.

“Kasus Xiao Yu membuat banyak orang marah. Tapi bicara pun percuma, malah dapat ancaman. Perhatian publik memang besar, tapi masih banyak orang yang jauh lebih berkuasa daripada kamu—dan bahkan mereka pun tak bisa berbuat apa-apa,” kata Chen. 

Laporan investigasi oleh wartawan NTD Television Xiong Bin dan Peng Xinyu.

Presiden Peru Terjerat Skandal Usai Tak Mengungkap Pertemuan dengan Pengusaha Tiongkok

EtIndonesia—Presiden Peru Jose Jeri kini menghadapi penyelidikan awal oleh kejaksaan, sementara Kongres Peru bersiap memulai proses pemakzulan, setelah pertemuannya dengan seorang pengusaha asal Tiongkok di luar agenda resmi meledak menjadi skandal politik baru.

Jeri mulai berkuasa pada Oktober lalu setelah Presiden sebelumnya Dina Boluarte dilengserkan. Ia mengatakan pada Senin (19/1/2026) malam bahwa ia siap hadir di kantor kejaksaan dan komite pengawas Kongres Peru untuk “memberikan keterangan dan klarifikasi” terkait skandal yang melibatkan Jeri.  Hal demikian disampaikan pernyataan kantor kepresidenan.

Kontroversi bermula dari pertemuan Jeri dengan pengusaha Zhihua Yang, pemilik jaringan toko komersial dan konsesi proyek energi, yang tidak pernah dicantumkan dalam agenda resmi presiden. Kelalaian ini memicu kritik keras soal minimnya transparansi dan dugaan korupsi, mengingat di Peru, setiap pertemuan presiden secara tradisional wajib masuk agenda resmi.

Menurut media lokal, Jeri bertemu Zhihua Yang pada 26 Desember dan 6 Januari.

Para anggota parlemen oposisi menyatakan akan mengajukan mosi pemakzulan atau kecaman resmi terhadap Jeri (39 tahun). Meski demikian, tingkat popularitasnya masih relatif tinggi, meskipun turun menjadi 44 persen pada Januari, menurut lembaga survei CPI.

Pertemuan “Bersahabat” yang Dipersoalkan

Jeri menyampaikan permintaan maaf terbuka atas pertemuan pertama—sebuah jamuan makan malam di restoran Tiongkok di Lima—melalui pesan video yang dirilis Minggu. Ia mengklaim pertemuan itu bertujuan mengoordinasikan perayaan hari jadi persahabatan Peru–Tiongkok, serta membantah menerima permintaan tidak wajar dari pihak mana pun.

“Saya mengakui kesalahan saya,” ujar Jeri.

 “Saya meminta maaf secara terbuka karena menghadiri pertemuan dengan pengusaha tersebut secara sembunyi-sembunyi, dan karena itu memunculkan kecurigaan serta keraguan terhadap perilaku saya.”

Namun, hanya beberapa jam setelah permintaan maaf itu disampaikan, pertemuan kedua Jeri dengan Zhihua Yang terungkap ke publik. Diketahui, usaha milik Yang telah disuspensi oleh otoritas Lima karena menjual produk tanpa izin.

Pengacara Zhihua Yang mengatakan kepada radio RPP pada Senin malam bahwa pertemuan tersebut hanyalah “pertemuan bersahabat di mana Presiden Jeri melanggar sejumlah protokol.”

Meski pemungutan suara kecaman membutuhkan dukungan lebih sedikit dibanding pemakzulan (87 dari 130 anggota parlemen), para analis politik menilai pelengseran Jeri kecil kemungkinannya terjadi. Sekitar dua pertiga anggota parlemen tengah mengincar pemilihan ulang, dan diperkirakan akan memilih stabilitas politik menjelang pemilu nasional pada April.

Peru sendiri masih terperosok dalam krisis politik berkepanjangan, dengan tujuh presiden silih berganti sejak 2018 akibat pengunduran diri atau pemecatan.

Oleh Marco Aquino

Indonesia Gabung Board of Peace (BoP) yang Diprakarsai Trump, Prabowo : Kesempatan Bersejarah untuk Mencapai Perdamaian di Gaza

EtIndonesia. Indonesia secara resmi bergabung  Gabung Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal demikian setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss.

Dikutip dari rilis BPMI Setpres, penandatanganan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace (BoP) sebagai badan internasional baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Disebutkan juga, keikutsertaan Presiden Prabowo dalam penandatanganan piagam tersebut mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban dunia serta mendorong penyelesaian damai konflik internasional. Hal ini sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Board of Peace dibentuk Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah memperoleh dukungan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 (2025). 

Resolusi tersebut juga merujuk pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Dalam mandat utamanya, Board of Peace bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, stabilisasi keamanan, serta proses rekonstruksi Gaza. Selain itu, BoP diarahkan untuk memulihkan tata kelola sipil dan menjamin transisi menuju perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut. Keanggotaan BoP terdiri atas negara-negara yang diundang langsung oleh Chairman dengan representasi di tingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan.

Bagi Indonesia, partisipasi dalam Board of Peace memiliki makna strategis. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-State solution), dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.

Melalui forum ini, Indonesia akan secara aktif menyuarakan posisi prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina. Kehadiran Indonesia juga diharapkan dapat menjadi penyeimbang moral dan politik agar proses rekonstruksi berjalan sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo.

Penandatanganan piagam Board of Peace oleh Presiden Prabowo sekaligus menegaskan kepemimpinan Indonesia di tingkat global sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam diplomasi internasional serta sebagai salah satu suara penting dalam upaya menjaga stabilitas dan ketertiban dunia.

Gedung Putih merilis sejumlah negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian ini, negara-negara tersebut adalah :  

 Argentina

Albania

Armenia

Azerbaijan

Bahrain

Belarus

Bulgaria

Mesir

Hongaria

Indonesia

Yordania

Kazakhstan

Kosovo

Maroko

Mongolia

Pakistan

Qatar

Arab Saudi

Turkiye

Uni Emirat Arab

Uzbekistan

Vietnam

 (BPMI Setpres)

Genap Setahun Trump Kembali ke Gedung Putih, Dampaknya Sangat Besar bagi Amerika Serikat dan Dunia

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (20 Januari) menandai setahun kembalinya ia ke Gedung Putih. Selama setahun terakhir, ia telah mengesahkan lebih dari 225 Perintah Eksekutif atau keputusan Presiden mengubah arah kebijakan pemerintah federal. Ia juga secara aktif mendorong agenda “America First” (Amerika Pertama). Di panggung internasional, Trump membentuk ulang perdagangan global, memfasilitasi perjanjian perdamaian, dan pada momen-momen krusial bahkan mengerahkan militer Amerika Serikat.  Berikut kilas baliknya.

Pada hari pertama menjabat, Trump membentuk Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) untuk menyelidiki dan menghentikan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan anggaran. Data menunjukkan bahwa langkah ini telah menghemat 215 miliar dolar AS uang pembayar pajak.

Ia mencabut pedoman federal yang berkaitan dengan keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas (DEI).

Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya mengakui dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan, serta melarang pemerintah federal memberikan pendanaan kepada sekolah dan lembaga yang mengizinkan laki-laki berpartisipasi dalam olahraga perempuan.

Pada Juli 2025, Kongres AS meloloskan Undang-Undang “One Big Beautiful Bill”, yang mana akan melakukan reformasi menyeluruh terhadap kebijakan pajak dan sosial dalam 10 tahun ke depan.

Di bidang kesehatan, program “Make America Healthy Again” (MAHA) mendorong reformasi sistem pangan dan pengelolaan obat-obatan, serta secara signifikan menurunkan harga obat tertentu bagi konsumen Amerika.

Dalam isu keamanan perbatasan, pemerintahan Trump menerapkan kebijakan ketat yang menyebabkan jumlah imigran ilegal anjlok ke titik terendah dalam sejarah. Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang dirilis pada Desember lalu, selama setahun lebih dari 2,5 juta imigran ilegal meninggalkan Amerika Serikat, dengan anggota geng dan pelaku kejahatan kekerasan menjadi prioritas deportasi. Dari jumlah tersebut, 1,9 juta orang memilih untuk pulang secara sukarela.

Trump juga mengerahkan Garda Nasional di Los Angeles, Washington D.C., Portland, dan Chicago, serta memberlakukan larangan masuk terhadap warga dari sejumlah negara.

Pemerintahannya meluncurkan “Kartu Emas Trump”, yang mempercepat proses pengajuan izin tinggal permanen bagi pihak yang memenuhi syarat. Program undian Green Card dibatalkan.

Untuk membentuk ulang tatanan perdagangan global dan memindahkan manufaktur kembali ke Amerika Serikat, Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran dan memulai perundingan dagang dengan puluhan negara.

Melalui penerapan tarif dan tekanan ekonomi sebagai alat negosiasi, Trump mengklaim telah membantu menyelesaikan delapan konflik global.

Militer Amerika Serikat juga menunjukkan kekuatannya dalam sejumlah operasi. Pada Juni 2025, sepuluh hari setelah pecahnya konflik Israel–Iran, Trump memerintahkan operasi dengan sandi “Midnight Hammer”, yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Dua hari kemudian, konflik tersebut berakhir dengan gencatan senjata.

Operasi lain yang mengejutkan dunia internasional terjadi pada 3 Januari, ketika militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya dari sebuah kediaman yang dijaga ketat di ibu kota Venezuela. Keduanya dibawa ke Amerika Serikat untuk diadili, dengan dakwaan konspirasi narkoterorisme dan sejumlah tuduhan lainnya.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperdalam kerja sama keamanan dengan Panama, serta secara aktif merebut kembali pengaruh atas Terusan Panama dari tangan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pada Januari tahun ini, Trump dengan alasan keamanan nasional meningkatkan upaya untuk mengakuisisi Pulau Greenland.

Setelah dilantik, Trump juga memulai proses penarikan diri dari Perjanjian Iklim Paris, dan sekaligus mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional dan badan PBB, dengan alasan organisasi-organisasi tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan Amerika.

Reporter New Tang Dynasty Television: Guo Yuexi, laporan dari Amerika Serikat.

Produsen Baterai AS Alihkan Rantai Pasok dari Tiongkok ke Korea Selatan, Pakar Beri Penjelasan

Amerika Serikat sebelumnya memperketat pembatasan terhadap pengembangan drone dan pesawat listrik canggih di dalam negeri. Untuk mematuhi ketentuan tersebut, perusahaan baterai Amerika kini mulai memindahkan rantai pasok mereka dari Tiongkok ke Korea Selatan. Para pakar menilai, langkah ini jelas merupakan pemutusan keterkaitan (decoupling) secara paksa yang didorong oleh kebijakan, dengan dampak nyata yang sangat kuat.

EtIndonesia. Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS (National Defense Authorization Act/NDAA) menetapkan bahwa mulai Oktober 2027, Departemen Pertahanan AS akan melarang pembelian baterai buatan Tiongkok. 

Berdasarkan hal ini, media Nikkei Asia melaporkan bahwa dua produsen baterai canggih AS, SES AI dan Amprius Technologies, telah mengumumkan akan memindahkan fokus produksi mereka keluar dari Tiongkok dan memperluas kapasitas produksi baterai di Korea Selatan.

“Ini jelas merupakan pemutusan keterkaitan secara paksa yang didorong oleh kebijakan. Dampaknya sangat nyata. Demi mempertahankan Departemen Pertahanan AS sebagai klien besar, perusahaan-perusahaan Amerika ini harus sepenuhnya membersihkan unsur Tiongkok dari rantai pasok mereka sebelum larangan tersebut mulai berlaku,” ujar peneliti madya Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh. 

Presiden AS Donald Trump juga menandatangani sebuah perintah eksekutif pada Juli tahun lalu, yang mewajibkan lembaga federal mempercepat proses persetujuan bagi produsen drone AS, serta melindungi rantai pasok drone Amerika dari “pengaruh asing”.

“Karena baterai adalah jantung dari drone dan pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL), maka pemindahannya keluar dari Tiongkok menunjukkan bahwa perusahaan Amerika menilai produksi bahan baku atau komponen kunci di Tiongkok—terutama yang melibatkan teknologi militer—mengandung risiko politik dan keamanan yang tidak dapat dikendalikan,” tambah Hsieh Pei-hsueh.

Profesor bidang studi internasional Universitas St. Thomas di AS, Ye Yaoyuan, mengatakan bahwa produsen baterai terbesar di dunia adalah Tiongkok. Jika sekarang bahkan sektor baterai—di mana Tiongkok memiliki dominasi besar dan bahkan keunggulan harga global—tetap bersedia dipindahkan oleh perusahaan Amerika Serikat. Hal demikian, kata dia,  menunjukkan bahwa sebenarnya semua hal bisa dibicarakan dan semua bisa diputus. 

“Pemutusan keterkaitan ini hanyalah soal waktu. Sekitar tahun 2028 atau 2029, Anda akan melihat bahwa persaingan AS–Tiongkok saat ini adalah bentuk Perang Dingin baru, dan perang dingin ini akan terlihat sangat jelas dalam seluruh rantai pasok global,” lanjutnya. 

Para analis menilai, hal ini menunjukkan bahwa biaya rendah tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Rantai pasok di masa depan akan semakin dibangun di antara negara-negara yang memiliki nilai yang sama atau merupakan sekutu militer, yang mana akan memberikan dampak langsung terhadap industri manufaktur berteknologi tinggi milik Partai Komunis Tiongkok (PKT).

“Langkah ini akan menimbulkan efek demonstratif dalam rantai industri. Tindakan kedua perusahaan ini mengirimkan sinyal bahwa produsen lain—terutama perusahaan Amerika—akan mengalami efek gentar, sehingga pemasok yang ingin mendapatkan kontrak pertahanan AS atau Barat akan ikut bergerak, mempercepat pemindahan lini produksi mereka keluar dari Tiongkok,” kata Hsieh Pei-hsueh. 

“Selain itu, hal ini akan semakin memperdalam pemisahan antara Tiongkok dan Barat di bidang teknologi kunci. Ke depan, perusahaan Tiongkok akan semakin sulit memasuki pasar pertahanan AS dan industri kedirgantaraan kelas atas, sehingga pangsa pasar mereka akan direbut oleh pesaing lain seperti Korea Selatan,” tambahnya. 

Reporter New Tang Dynasty Television: Yi Jing dan Chang Chun, laporan wawancara