Bocah 6 Tahun di Henan, Tiongkok Demam 17 Hari, Otaknya Seperti “Digigiti” Hingga Belasan Berlubang Kecil dan Besar
Baru-baru ini, seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Henan mengalami demam selama 17 hari disertai gangguan kesadaran. Setelah pemeriksaan medis, dokter sangat terkejut menemukan bahwa otak anak tersebut telah “terkikis” hingga muncul lebih dari sepuluh lubang akibat jamur Aspergillus fumigatus. Jika terlambat beberapa hari lagi, otaknya berisiko “terkikis kosong”.
EtIndonesia. Televisi dan Radio Henan melaporkan pada 15 Januari bahwa gadis 6 tahun tersebut mengalami demam tinggi yang berlangsung selama 17 hari dan disertai gejala kesadaran tidak jelas, sehingga ia dirujuk ke sebuah rumah sakit di Zhengzhou untuk perawatan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan adanya belasan lubang kecil dan besar di otaknya. Jika datang sedikit lebih lambat, otak anak tersebut kemungkinan besar akan “terkikis habis”. Melalui pengujian, dipastikan bahwa “pelaku sebenarnya” yang menyebabkan demam berkepanjangan dan kerusakan otak tersebut adalah jamur Aspergillus fumigatus.
Dokter menjelaskan bahwa jamur Aspergillus fumigatus biasanya bersembunyi di lingkungan yang lembap. Jamur ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, lalu masuk ke sistem peredaran darah, dan selanjutnya “menjalar” ke otak. Anak tersebut diduga terpapar jamur saat bermain di lingkungan lembap dan menghirup spora jamur tersebut hingga jatuh sakit.
Kasus seorang anak 6 tahun yang menghirup Aspergillus fumigatus hingga mengalami demam dan terbentuk rongga di otaknya ini menarik perhatian luas. Seorang warganet berseru, “Belasan lubang—apakah masih bisa dipulihkan?”
Warganet lain berkomentar, “Inilah alasan mengapa rumah tua di pegunungan sering dianggap ‘angker’. Anak-anak bermain di rumah lama, lalu keracunan atau terinfeksi hingga kesadarannya terganggu, seperti kerasukan.”
Dokter mengingatkan bahwa kamar mandi dan balkon rumah mudah menjadi tempat berkembangnya jamur karena lembab. Oleh karena itu, jendela harus sering dibuka untuk ventilasi, dan area yang berjamur harus segera ditangani.
Selain itu, jika kamar tidur tidak memiliki ventilasi yang baik, kasur dan perlengkapan tidur juga mudah berjamur, sehingga perlu sering dijemur. (Hui)
Laporan gabungan oleh jurnalis Luo Tingting / Editor Wen Hui
Departemen Kesehatan AS Memulai Penelitian Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan
Baru-baru ini, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) menyatakan akan memulai sebuah program penelitian guna meneliti dampak radiasi ponsel terhadap kesehatan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. yang bertajuk “Membuat Warga Amerika Sehat Kembali.”
EtIndonesia. Dalam sebuah pernyataan, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat mengumumkan rencana tersebut dan menjelaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menghapus sebuah halaman web lama terkait radiasi ponsel. Halaman tersebut sebelumnya menyatakan bahwa “saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara energi frekuensi radio ponsel dan kesehatan.”
Pada 16 Januari, juru bicara HHS Andrew Nixon mengatakan kepada Epoch Times bahwa, “FDA telah menghapus halaman lama tentang radiasi ponsel.
Sementara itu, HHS sedang melakukan penelitian mengenai hubungan antara radiasi elektromagnetik dan masalah kesehatan, guna mencapai terobosan dalam pengetahuan dan teknologi baru serta menemukan kesimpulan yang aman dan efektif.”
Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu tujuan yang diajukan oleh Komite ‘Membuat Warga Amerika Sehat Kembali’ dalam laporan strategis tahun 2025.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa, “untuk memastikan keamanan dan efektivitas,” HHS akan bekerja sama dengan departemen lain guna meneliti hubungan antara radiasi elektromagnetik dan kesehatan.
Laporan itu juga menekankan bahwa, “apakah penggunaan ponsel berdampak pada kesehatan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.”
Adapun rincian penelitian—seperti peneliti yang terlibat dan lembaga partisipan—belum dipublikasikan.
Tahun lalu, setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Kennedy pernah mengatakan di Fox News bahwa ponsel “menghasilkan radiasi elektromagnetik, terutama bagi anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa jika anak-anak terpapar radiasi ini sepanjang hari, sistem saraf mereka dapat mengalami kerusakan, yang berujung pada kerusakan sel bahkan kanker.”
Kennedy juga menyatakan dukungan kuat terhadap kebijakan di sejumlah negara bagian yang membatasi penggunaan ponsel oleh siswa di sekolah.
Sebagai seorang pengacara, Kennedy pernah menangani kasus-kasus terkait ponsel dan radiasi, termasuk gugatan terhadap Komisi Komunikasi Federal (FCC).
Saat ini, belum ada kesimpulan final mengenai apakah radiasi ponsel berdampak pada kesehatan manusia.
Informasi di situs Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) menyatakan bahwa, “sejumlah laporan mengisyaratkan adanya kaitan antara penggunaan perangkat nirkabel dengan kanker dan penyakit lain, dengan potensi risiko yang lebih tinggi pada anak-anak. Namun hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara penggunaan perangkat nirkabel dan kanker atau penyakit lainnya.”
Sementara itu, Institut Kanker Nasional AS (National Cancer Institute)—yang juga berada di bawah HHS—menyatakan di situsnya bahwa, “hingga saat ini, bukti yang ada menunjukkan bahwa penggunaan ponsel tidak menyebabkan kanker otak atau jenis kanker lainnya pada manusia.”
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), yang juga berada di bawah HHS, menyebutkan di situsnya bahwa “ponsel memang memancarkan radiasi.” (Hui)
Video Mencurigakan! Rumah Sakit di Xiamen, Tiongkok Mengangkat “Kantong yang Bergerak” dengan Helikopter
Kasus kematian misterius seorang siswa SMP di Xincai, Henan, kembali memicu perhatian warganet terhadap dugaan praktik pengambilan organ hidup oleh partai komunis Tiongkok. Sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan di atap Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Xiamen (Fujian), sebuah helikopter mengangkat sebuah “kantong yang bergerak”.
Warganet ramai-ramai menduga apakah itu seorang anak sebagai donor. Namun, diduga pihak berwenang secara diam-diam “membantah” dengan menyatakan bahwa itu hanyalah sebuah “latihan”
EtIndonesia. Sebuah video mencurigakan beredar luas di internet daratan Tiongkok. Video tersebut diklaim direkam sekitar 15 Januari pukul 14.00 lebih pada waktu setempat, menampilkan suasana di atap Rumah Sakit PTT Xiamen.
Dalam video terlihat sebuah helikopter melayang di atas atap. Di bawahnya, beberapa tenaga medis mendorong sebuah tandu, seolah hendak memindahkan pasien. Namun, seorang petugas yang turun dengan tali dari helikopter segera menyuruh mereka menyingkir, lalu mengambil sebuah manekin dari atas tandu dan melemparkannya ke sudut.
Setelah itu, petugas tersebut berjalan ke sisi lain dan bersama orang lain mengangkat sebuah kantong putih bertanda palang merah ke bawah helikopter. Setelah menata posisi kantong tersebut, ia memberi isyarat tangan kepada helikopter, yang kemudian menurunkan sebuah kait untuk mengangkat kantong itu ke atas helikopter. Barulah setelah itu, petugas tersebut mengambil manekin, yang tampaknya akan diangkat ke helikopter.
Sebagian warganet memperbesar video dan mengaku melihat bahwa saat kantong putih diletakkan di tanah, benda di dalamnya tampak terus bergerak, sehingga mereka berseru, “Mengerikan.”
Video terkait sempat viral di platform media sosial daratan. Banyak warganet mencurigai bahwa rumah sakit itu berpura-pura melakukan “pemindahan pasien” atau “latihan pemindahan”, sementara tujuan sebenarnya adalah memindahkan seorang anak yang diikat di dalam kantong:
“Ada rasanya seperti ada kepala yang bergerak di dalam,”
“Orang itu mengangkat bagian depan kantong, kelihatannya sangat berat.”
Di masa lalu, otoritas PKT berulang kali mempromosikan penggunaan helikopter untuk mengangkut organ. Kini, di tengah masih hangatnya kasus Xincai, banyak warganet menduga ini berkaitan dengan pengambilan organ hidup:
“Sekarang sudah tidak pakai mobil lagi, ganti helikopter—begitu tidak bisa dicegat,”
“Mereka benar-benar sanggup melakukan apa saja.”

Sebagian warganet mencari Rumah Sakit PTT Xiamen di Google Maps dan menemukan lokasi atap yang diduga sebagai tempat kejadian, yang sesuai dengan semua ciri dalam video. Berdasarkan sudut pengambilan gambar, diduga video direkam dari gedung tinggi yang berseberangan secara diagonal dengan atap tersebut.

Saat ini, di platform Douyin, video asli sudah tidak dapat ditemukan dan diduga telah disensor oleh pihak berwenang. Namun, masih ada sebagian kecil video hasil unggahan ulang yang tersisa.
Hingga kini, Rumah Sakit PTT Xiamen maupun otoritas PKT tampaknya belum memberikan tanggapan resmi. Namun, beredar sebuah video “klarifikasi” yang diduga dipandu pihak berwenang, yang mengklaim bahwa pada 15–17 Januari, Rumah Sakit PTT Xiamen bersama Biro Penanggulangan Darurat Kota Xiamen mengadakan latihan penyelamatan medis darurat, dan bahwa kantong putih tersebut hanya berisi “properti/alat peraga”.
Ada pula video resolusi tinggi yang diduga dirilis pihak berwenang, yang memperlihatkan helikopter mengangkat manekin serta mengangkat kantong putih yang tampaknya berisi kotak kardus kosong.
Hingga kini masih belum jelas apakah kejadian ini benar-benar sebuah “latihan” atau pemindahan diam-diam barang mencurigakan. Selain pasukan warganet yang membela PKT, banyak warganet tetap setengah percaya terhadap “klarifikasi” tersebut. Tidak sedikit pula yang mencurigai bahwa pihak berwenang mengarang cerita dan menggunakan video “pengangkatan alat peraga” yang direkam belakangan untuk mengaburkan fakta.
Di masa lalu, apa yang disebut “latihan darurat” versi otoritas PKT sering dipandang sebagai ajang pencitraan para pejabat dan biasanya dipromosikan secara besar-besaran sebelum dan sesudah acara. Namun hingga saat ini, tidak ada laporan publik maupun pengumuman resmi mengenai latihan darurat oleh Rumah Sakit PTT Xiamen dan Biro Penanggulangan Darurat Kota Xiamen.
Video “resolusi tinggi di lokasi” juga baru dirilis setelah video viral menyebar luas, dan dalam video tersebut, bentuk serta warna benda di dalam kantong tampak berbeda dari video yang beredar sebelumnya. (***)
Chen Zhenjin – NTDTV.com
Orang itu Sudah Pergi? Mahasiswa yang Mendonorkan Organ Tubuh Akun Medsosnya Dihapus Secara Massal
Masyarakat daratan Tiongkok semakin menaruh perhatian pada kejahatan pengambilan organ hidup yang dituduhkan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sebuah video di Douyin milik media partai yang mempromosikan seorang mahasiswi yang mendaftar sebagai donor organ kembali menjadi sorotan. Bukan hanya akun tokoh utama dalam video yang telah dihapus, akun para mahasiswa yang meninggalkan komentar menyatakan ikut mendaftar donor organ di bawah video tersebut juga dilaporkan banyak yang dihapus. Warganet pun berseru, “Sangat mengerikan.”
EtIndonesia. Beberapa waktu lalu, sebuah video dari akun media partai Douyin “@青蜂俠 (Qingfengxia)” menarik perhatian publik. Akun ini berada di bawah China Youth Network, yang berafiliasi dengan Liga Pemuda Komunis Tiongkok.
Video tersebut diunggah pada 18 Juli 2019. Isinya menampilkan seorang mahasiswi kelahiran tahun 2000-an yang menjadikan pendaftaran donor organ sebagai “ritual kedewasaan”-nya, sambil meneriakkan kata “kehormatan”. Belakangan, warganet menemukan bahwa bukan hanya akun Douyin sang mahasiswi yang telah dihapus, tetapi hampir semua akun anak muda yang berkomentar mengaku “sudah mendaftar” donor organ di bawah video itu juga telah dihapus.
Rekaman layar yang beredar di internet menunjukkan bahwa kolom komentar video tersebut pernah berisi lebih dari seribu komentar. Akun-akun yang menulis komentar “saya juga sudah mendaftar” kini foto profilnya berubah menjadi abu-abu, dan nama pengguna menjadi format “pengguna + nomor akun”.
Ketika perekam layar mengklik satu per satu akun tersebut, semuanya menampilkan keterangan “akun telah dibatalkan/dihapus”. Di antaranya bahkan ada akun yang meninggalkan komentar pada Januari 2024.
Berdasarkan tanggal sebagian komentar, diperkirakan rekaman layar itu dibuat pada paruh kedua 2025. Saat itu, banyak warganet menyadari kejanggalan video tersebut dan meninggalkan komentar seperti: “Kolom komentarnya menakutkan, akun-akun yang mendaftar (donor organ) itu semuanya dihapus.”
Ada pula yang berkomentar: “Kalau orangnya sudah tidak ada (meninggal), akun yang terikat dengan kartu identitas akan otomatis dihapus.”
Saat ini, video media partai tersebut masih ada di platform Douyin, namun komentar-komentar di atas semuanya telah dihapus. Pada halaman video, tombol komentar menampilkan tulisan “rebut komentar pertama”, seolah tidak ada komentar. Namun ketika tombol itu diklik, masih muncul 10 komentar, semuanya diposting pada 16 dan 17 Januari dini hari waktu Beijing.


Sebagian warganet bertanya: “Dulu kan ada ribuan komentar, banyak avatar abu-abu, semuanya hilang?”
Ada yang menjawab: “Semuanya dihapus,” “Benar-benar mengerikan,” “(Mereka) ketakutan,” “Lihat saja bagaimana mereka mengubah sejarah.”
Hal ini tampaknya menunjukkan bahwa kolom komentar video tersebut baru-baru ini dikosongkan.
Video tersebut kemudian menyebar ke platform media sosial luar negeri. Warganet mengecam keras:
“Benar-benar jahat,”
“Media partai menipu anak muda untuk pergi mati,”
“Media sosial dengan sistem nama asli—tinggal komentar di sini, mereka bisa dengan mudah melacak satu per satu untuk diambil organnya.” (***)
20 Poin Rencana Perdamaian di Gaza Memasuki Fase Berikutnya, Tetapi Gencatan Senjata Masih Menghadapi Tantangan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dukungan penuh terhadap pembentukan “Komite Administrasi Negara Gaza”, yang menandai bahwa rencana gencatan senjata Gaza yang didorong Amerika Serikat kini memasuki tahap baru menuju pemerintahan transisi. Namun demikian, situasi di Jalur Gaza tetap serius. Dalam serangan udara terbaru Israel di berbagai wilayah Gaza, sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang petinggi Hamas.
EtIndonesia. Presiden Trump mengumumkan melalui platform media sosial Truth Social bahwa “Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin” telah memasuki tahap berikutnya. Ia menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan teknokrat Palestina yang baru dibentuk, yakni Komite Administrasi Negara Gaza. Komite ini, dengan dukungan para perwakilan tingkat tinggi, akan bertanggung jawab atas tata kelola Gaza selama masa transisi.
Dalam unggahannya pada Kamis (15 Januari), Trump menulis: “Dengan dukungan Mesir, Turki, dan Qatar, kami akan mencapai kesepakatan pelucutan senjata ‘menyeluruh’ dengan Hamas, termasuk penyerahan ‘seluruh’ senjata dan pembongkaran ‘setiap’ terowongan. Hamas harus ‘segera’ memenuhi komitmennya, mengembalikan jenazah terakhir kepada Israel, serta menyelesaikan pelucutan senjata secara penuh tanpa penundaan.”
Pada Jumat (16 Januari), komite yang terdiri dari 15 pakar Palestina ini menggelar pertemuan di Kairo, Mesir. Komite tersebut dipimpin oleh Ali Shaath, doktor teknik sipil dan mantan pejabat Otoritas Palestina. Shaath memiliki ambisi besar terhadap pemulihan Gaza dan mengajukan rencana rekayasa besar untuk membersihkan sekitar 68 juta ton puing-puing pascaperang di wilayah Gaza.
Ali Shaath mengatakan: “Jika saya menggunakan buldoser untuk mendorong puing-puing ke laut dan membangun pulau serta daratan baru di atas laut, apa yang akan saya dapatkan? Saya bisa memenangkan daratan baru bagi Gaza sekaligus membersihkan puing-puing. Berapa lama waktu yang dibutuhkan?” “350 kilometer persegi—saya jamin pembersihan dan daur ulang puing-puing tidak akan memakan waktu lebih dari tiga tahun.”
Menurut rencana Trump, pemerintahan teknokrat Palestina ini akan beroperasi di bawah pengawasan “Komite Perdamaian”. Dalam unggahan lainnya, Trump menyatakan bahwa Komite Perdamaian yang dipimpinnya secara pribadi telah dibentuk, dan daftar anggotanya akan segera diumumkan.
Meski terdapat kemajuan di tingkat diplomatik, situasi di Jalur Gaza tetap genting. Pada Kamis, Israel melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Gaza, menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk seorang petinggi Hamas, seorang polisi Hamas, serta seorang anggota senior kelompok Jihad Islam.
Dalam mendorong tahap kedua rencana tersebut, Amerika Serikat dan para mitra mediatornya akan menghadapi tantangan yang lebih besar, termasuk bagaimana melucuti senjata kelompok bersenjata Hamas yang masih menolak menyerahkan senjata, serta bagaimana mengerahkan pasukan penjaga perdamaian internasional.
Laporan oleh jurnalis New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.
Norovirus Merebak di SMA Foshan, Guangdong, Tiongkok, Jumlah Terinfeksi Meningkat Pesat
Sebuah sekolah menengah di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, mengalami wabah infeksi massal virus norovirus. Media resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa hingga 17 Januari pukul 08.00 pagi, jumlah orang yang terinfeksi mencapai 103 orang. Namun, sejumlah pihak yang mengetahui situasi sebenarnya mengungkapkan bahwa angka riil jauh lebih tinggi daripada data resmi.
EtIndonesia. Media resmi Partai Komunis Tiongkok seperti Xinhua News Agency dan CCTV News pada 17 Januari melaporkan bahwa SMA Huada Xinghui Foshan mengumumkan kepada publik bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.
Setelah dilakukan pengambilan sampel dan investigasi oleh otoritas pengendalian penyakit, kasus tersebut sementara diidentifikasi sebagai infeksi virus norovirus.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa hingga 17 Januari pukul 08.00 pagi, jumlah kasus infeksi norovirus di sekolah tersebut mencapai 103 orang. Sebelumnya, media resmi melaporkan jumlah infeksi sebanyak 74 orang. Namun, data resmi ini diragukan dan dicurigai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

“Sejak 14 Januari sore, sampai malam hari, lebih dari setengah sekolah sudah ‘tumbang’. Saat itu sekolah tidak mengambil langkah pencegahan apa pun. Baru pada 15 Januari pagi dilakukan disinfeksi, tapi tidak banyak membantu. Baru pada tanggal 16 pukul 4 sore sekolah mengumumkan libur. Namun saat itu, rata-rata siswa kelas X dan XI yang masih masuk sekolah hanya sekitar 20 orang per angkatan,” ujar seorang warganet yang mengetahui situasi di lapangan mengungkapkan melalui platform Douyin (TikTok versi Tiongkok).
Warganet lain mengatakan, “Jumlahnya tidak sesedikit itu. Kemarin 16 Januari sebelum libur, siswa yang baru pulang dari sekolah mengatakan bahwa rata-rata per angkatan kelas X dan XI masih ada sekitar 20 orang. Padahal total satu angkatan sekitar 300 siswa.” Namun, pengunggah tersebut tidak menjelaskan berapa jumlah total kelas pada tingkat X dan XI di sekolah itu.

Media Shanghai Observer pada 15 Januari mengutip pernyataan orang tua siswa SMA Huada Xinghui yang mengatakan bahwa banyak siswa mengalami gejala muntah dan diare, sehingga secara bersamaan pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.
Menurut informasi, SMA Huada Xinghui Foshan didirikan pada tahun 2019 melalui kerja sama antara Universitas Normal Tiongkok Tengah dan Foshan Xinghui Education Management Co., Ltd. Total investasi sekolah ini melebihi 600 juta yuan, dengan luas lahan sekitar 105 mu (sekitar 7 hektare).
Sejumlah warganet mencurigai bahwa wabah norovirus di sekolah tersebut berkaitan dengan kantin sekolah. Ada yang berkomentar, “Ini jelas kasus keracunan makanan, kantin sekolah 100% bermasalah,” dan “Masalah sebenarnya ada di kantin, mereka benar-benar menganggap rakyat bodoh.”
Virus norovirus, sebelumnya dikenal sebagai virus Norwalk, termasuk dalam keluarga Caliciviridae. Virus ini merupakan salah satu penyebab paling umum gastroenteritis akut, dengan gejala utama berupa muntah dan diare. Virus ini dapat terjadi sepanjang tahun, dengan puncak kasus pada musim gugur dan musim dingin. Hingga saat ini, belum ada obat khusus maupun vaksin untuk virus norovirus.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok pada November tahun lalu telah mengingatkan bahwa infeksi norovirus telah memasuki periode puncak.
Seorang warganet juga membagikan pengalamannya, “Saya juga mengalami kondisi seperti ini dua hari lalu. Diare sepanjang malam, keesokan harinya ke rumah sakit dan menghabiskan lebih dari 500 yuan. Di Rumah Sakit Rakyat, biaya EKG dan tes darah lebih dari 400 yuan, infus dan obat-obatan lebih dari 100 yuan. Tidak bisa diklaim ke asuransi kesehatan. Hidup orang biasa memang sulit.”
Wen Bin – NTDTV
Trump: Pembunuhan di Iran Telah Berhenti — Menkeu AS: Elite Iran Selundupkan Dana ke Luar Negeri
EtIndonesia. Situasi di Iran masih belum mereda. Pada Rabu (14 Januari) malam, otoritas Iran secara tiba-tiba menutup wilayah udaranya selama lima jam, namun saat ini telah dibuka kembali. Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan Iran telah mentransfer sejumlah besar dana ke luar negeri.
Berikut laporan langsung dari koresponden kami di Washington, Zhang Liang.
Zhang Liang: “Presiden Trump pada Rabu sore menulis di media sosial bahwa ia telah diberitahu bahwa tindakan penindasan dan pembunuhan terhadap para demonstran di Iran sedang berkurang, meskipun ketegangan antara Teheran dan Washington masih sangat tinggi.
Menteri Luar Negeri Iran, Araqchi, pada 14 Januari dalam wawancara dengan media Amerika mengatakan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki rencana untuk menggantung para demonstran. Ia juga menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat protes bukan 12.000 orang, melainkan hanya ratusan.
Namun, seorang pria yang melarikan diri dari Iran ke Turki memberikan kesaksian langsung, menegaskan bahwa masyarakat di luar Iran sangat sulit mengetahui berapa banyak demonstran yang sebenarnya telah dibunuh oleh rezim Iran.
Presiden Trump menyatakan bahwa ia memilih untuk mengambil sikap menunggu dan melihat. Mari kita simak pernyataannya.”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump: “Kami telah diberitahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti. Benar-benar berhenti. Dan tidak ada rencana eksekusi, juga tidak ada eksekusi yang dilakukan. Ini adalah informasi yang saya peroleh dari sumber yang dapat dipercaya. Kami akan memastikan kebenarannya. Saya percaya, jika hal itu benar-benar terjadi, kita semua akan sangat sedih—termasuk Anda semua. Namun informasi yang saya terima dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa pembunuhan telah berhenti, dan sudah berhenti selama beberapa hari. Kami akan terus melaporkan perkembangan terbaru.”
Zhang Liang: “Ada pula kabar bahwa sebuah kapal induk milik militer AS sedang berlayar menuju kawasan Timur Tengah dan diperkirakan akan tiba dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara itu, sejumlah pejabat Israel mengungkapkan bahwa Trump telah memutuskan untuk ikut campur dalam situasi Iran, meskipun waktu dan skala tindakan tersebut masih belum jelas.
Para petinggi Iran tampaknya juga diam-diam tengah menyiapkan rencana darurat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Rabu menyatakan bahwa mereka telah menemukan otoritas Teheran memindahkan dana dalam jumlah besar ke luar Iran. Mari kita simak pernyataan Bessent.”
Menteri Keuangan AS Scott Bessent: “Kami melihat tikus-tikus sedang melarikan diri dari kapal ini, karena kami dapat melihat jutaan hingga puluhan juta dolar sedang diam-diam dipindahkan ke luar negeri oleh kepemimpinan Iran. Mereka sedang meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri, dan kami akan melacak aset-aset tersebut. Mereka tidak akan bisa mempertahankan uang itu.”
Zhang Liang: “Iran secara mendadak menutup wilayah udaranya pada Rabu malam selama hampir lima jam, dan kini telah dibuka kembali. Penutupan wilayah udara seperti ini juga pernah terjadi ketika Israel dan Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran tahun lalu.” (Hui)
Insiden Penyanderaan dengan Pisau Terjadi di Pusat Perbelanjaan Hong Kong, Pelaku Ditembak Mati
EtIndonesia. Pada 15 Januari 2026 malam, sebuah insiden penyerangan dan penyanderaan dengan senjata tajam terjadi di Tuen Mun Town Plaza, Hong Kong. Polisi melepaskan dua tembakan yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia.
Rekaman CCTV yang beredar di internet menunjukkan seorang pria berbaju putih dengan terang-terangan mengayunkan pisau tajam di luar pusat perbelanjaan sambil berteriak keras, membuat para pejalan kaki berlarian menyelamatkan diri.
Ketika polisi menghadapi pria tersebut dengan senjata api dan tameng, ia tiba-tiba memaksa menyandera seorang perempuan pejalan kaki dan berusaha menikam leher korban dengan pisaunya. Polisi segera melepaskan dua tembakan ke arah pelaku. Pelaku langsung roboh setelah tertembak dan meninggal dunia akibat luka tembak.
Perempuan yang disandera berhasil memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan diri dan melarikan diri dengan selamat. Saat ini, polisi telah menutup lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut laporan media lokal Hong Kong, sekitar pukul 19.00 malam itu, seorang pria berusia sekitar 30–40 tahun masuk ke dapur sebuah supermarket di Tuen Mun Town Plaza dan merampas sebilah pisau daging sapi. Ia kemudian mondar-mandir di dalam dan di luar pusat perbelanjaan sambil mengancam orang-orang di sekitarnya.
Setelah menerima laporan, polisi menemukan pria tersebut di depan restoran Maxim’s Palace di Tuen Mun Town Plaza. Pelaku tiba-tiba menerobos masuk ke pusat perbelanjaan dan menyandera seorang perempuan.
Polisi telah memberikan peringatan dan menyemprotkan semprotan merica, namun tidak berhasil menghentikan pelaku. Polisi kemudian melepaskan dua tembakan yang mengenai dada dan bahu pelaku. Sandera berhasil diselamatkan dengan aman. Pelaku dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui bahwa pelaku adalah warga Hong Kong keturunan Vietnam, berusia 34 tahun, dengan catatan kriminal terkait penyalahgunaan narkoba, perdagangan narkoba, dan pencurian. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum secara resmi mengumumkan latar belakang etnis, riwayat gangguan kejiwaan, maupun rincian catatan kriminal pelaku. (Hui)
Laporan gabungan oleh reporter Li Li / Editor Lin Qing
Prancis Mengerahkan Pasukan ke Greenland, NATO Memperingatkan akan Adanya Peningkatan Eskalasi Keamanan Arktik Secara Menyeluruh
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkonfirmasi bahwa gelombang pertama pasukan Prancis telah tiba di Greenland untuk berpartisipasi dalam latihan militer Arktik yang dipimpin oleh Denmark. Kementerian Pertahanan Denmark menegaskan bahwa keamanan Arktik menyangkut keamanan seluruh negara NATO. Sementara itu, Amerika Serikat tetap bersikukuh pada posisinya untuk mengakuisisi Greenland, yang memicu penolakan dari pemerintah Denmark dan otoritas Greenland. Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik pun terus meningkat.
EtIndonesia. Pada Kamis (15 Januari), sebuah unit kecil militer Prancis tiba di Greenland untuk mengikuti misi pengintaian militer gabungan. Misi ini merupakan bagian dari latihan “Arctic Endurance” yang diselenggarakan oleh Denmark.
“Gelombang pertama tentara Prancis telah tiba (di Greenland), dan dalam beberapa hari ke depan akan mendapat bala bantuan melalui jalur darat, udara, dan laut,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sehari sebelumnya, Denmark telah mengirim tambahan kekuatan militer ke Greenland. Kementerian Pertahanan Denmark menyebutkan bahwa mereka sedang berupaya membangun kemampuan pertahanan yang “lebih permanen dan berskala lebih besar” di wilayah tersebut.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, mengatakan: “Ini sangat penting. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan Arktik bukan hanya menyangkut Kerajaan Denmark, tetapi juga seluruh NATO.”
Ketika ditanya apakah Amerika Serikat mungkin menggunakan kekuatan militer terhadap Greenland, Menteri Pertahanan Denmark Poulsen menyebut pertanyaan tersebut sebagai sangat hipotetis (very hypothetical), dan menilai kemungkinan negara-negara NATO saling menyerang sangat kecil.
Pada saat yang sama, negara-negara seperti Jerman, Norwegia, dan Swedia juga mulai secara bertahap mengirim sejumlah kecil pasukan ke Greenland untuk mengikuti latihan militer, sebagai bentuk dukungan terhadap Denmark dalam menjaga keamanan kawasan tersebut.
Pengerahan militer ini dilakukan setelah pertemuan berisiko tinggi antara pejabat Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland pada Rabu (14 Januari). Meski pertemuan tersebut gagal menyelesaikan “perbedaan mendasar”, ketiga pihak sepakat membentuk kelompok kerja tingkat tinggi untuk melakukan konsultasi teknis secara berkala terkait rencana akuisisi Greenland.
Juru bicara Gedung Putih, Karolina Leavitt, kembali menegaskan pada Kamis bahwa prioritas utama Presiden Donald Trump adalah memperoleh Greenland, dan sikap ini tidak akan berubah karena dianggap paling sesuai dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Juru bicara Gedung Putih Leavitt mengatakan: “Saya pikir keberadaan pasukan AS di Eropa tidak akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan presiden, dan juga tidak akan mengubah tujuannya (Trump) untuk memperoleh Greenland.”
Presiden Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap tingkat pertahanan Denmark. Ia berulang kali menekankan arti strategis Greenland dan memperingatkan bahwa Tiongkok dan Rusia sedang menimbulkan ancaman keamanan di kawasan Arktik.
Sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis oleh lembaga pemikir Berlin, Mercator Institute for China Studies (MERICS), menunjukkan bahwa persaingan geopolitik antara Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Barat dengan cepat meluas ke empat medan strategis baru, yakni wilayah kutub, luar angkasa, ruang siber, dan laut dalam. Laporan tersebut memperingatkan bahwa jika Eropa gagal merespons penataan kekuatan Tiongkok dan Rusia di Arktik, Eropa berisiko mengalami marginalisasi strategis.
Trump meyakini bahwa efektivitas militer NATO sangat bergantung pada kekuatan Amerika Serikat. Jika Greenland berada di bawah kendali AS, NATO akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif. (Hui)
Dilaporkan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing
Trump Peringatkan Iran Hentikan Pembantaian, Gedung Putih: Ratusan Eksekusi Dihentikan
EtIndonesia. Gedung Putih pada Kamis (15 Januari) menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memantau dengan saksama situasi di Iran dan telah menyampaikan peringatan keras kepada otoritas Teheran. Jika pembunuhan dan aksi eksekusi terus berlanjut, Iran akan menghadapi “konsekuensi serius”. Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa rencana Iran untuk melaksanakan ratusan eksekusi telah ditangguhkan.
Berikut laporan dari koresponden New Tang Dynasty di Washington, Zhang Liang.
Reporter Zhang Liang: “Juru bicara Gedung Putih, Leavitt, mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Trump dan tim penasihatnya telah dengan tegas menyampaikan sikap kepada rezim Iran: jika penindasan terus berlanjut, Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.”
Juru bicara Gedung Putih, Karolina Leavitt: “Mengenai Iran, yang ingin saya sampaikan adalah Presiden dan timnya telah menyampaikan kepada rezim Iran bahwa jika pembunuhan terus berlanjut, akan ada konsekuensi yang serius. Presiden saat ini mengetahui bahwa sekitar 800 eksekusi yang telah dijadwalkan dan seharusnya dilaksanakan kemarin, kini telah dihentikan.”
Leavitt menambahkan bahwa Gedung Putih terus memantau situasi di lapangan di Iran, dan terkait langkah selanjutnya, presiden tetap membuka semua opsi.
“Hanya Presiden Trump sendiri yang tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Hanya ada satu tim penasihat yang sangat, sangat kecil yang mengetahuinya. Presiden akan terus memantau perkembangan situasi dengan saksama, dan tetap mempertahankan semua opsi yang memungkinkan,” ujarnya.
Selain situasi Timur Tengah, keputusan personalia Trump juga menarik perhatian. Terkait kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) yang menjadi sorotan publik, Gedung Putih menyatakan bahwa presiden masih berada dalam tahap evaluasi akhir.
“Faktanya, seperti semua keputusan lainnya, ini adalah keputusan yang harus dibuat langsung oleh presiden. Ia yakin akan mengambil keputusan akhir dalam beberapa minggu ke depan. Jadi, mari kita tunggu dan lihat,” ujarnya.
Reporter Zhang Liang: “Dalam hal diplomasi, Leavitt juga menyebutkan bahwa Presiden Trump pada Kamis bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado. Leavitt mengakui bahwa meskipun Trump menghargai keberanian dan suara Machado, sikap skeptis presiden terhadap kemampuannya untuk memimpin negara tersebut tidak berubah.” (Hui)
Dilaporkan oleh Zhang Liang dan Yixin, New Tang Dynasty Television, Washington DC, Amerika Serikat.
