Banjir Bandang Melanda Kepulauan Sitaro, 16 Orang Meninggal Dunia

EtIndonesia- Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, pada Senin (5/1) dini hari. Selain korban meninggal dunia, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Data sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui.

Banjir bandang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari dan menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba pada pukul 02.30 WITA. Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan, meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak di dua kelurahan dan enam desa.

Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan pendataan kerusakan. 

Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“BNPB terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Utara,” jelas Muhari. 

Berilah Kesabaran Sebuah Tujuan

EtIndonesia. Kesabaran yang dijalani secara membabi buta adalah kelemahan. Namun kesabaran yang memiliki tujuan justru mampu menciptakan keajaiban. 

Berikut adalah tiga kisah yang pernah saya dengar.

Kisah Pertama

Tokoh dalam kisah pertama adalah seorang anak.

Suatu hari, seorang anak terpisah dari ayahnya di sebuah pusat perbelanjaan besar. Sang ayah mencari ke seluruh penjuru supermarket, lalu menyusuri beberapa jalan di sekitarnya, tetapi tetap tidak menemukan anaknya. Dia cemas setengah mati, jantungnya seperti hendak meloncat keluar. Tak ada pilihan lain, dia kembali lagi ke supermarket itu.

Di depan pintu masuk supermarket, sang anak tiba-tiba berlari menghampirnya dengan wajah penuh kegembiraan.

Setelah terpisah dari ayahnya, sang anak sebenarnya juga telah mencari ke beberapa jalan di sekitar. Namun akhirnya dia berpikir, cara terbaik adalah menunggu di tempat semula.

Ayahnya bertanya :  “Cuacanya sangat panas. Mengapa kamu tidak masuk ke dalam supermarket saja? Di sana ada pendingin udara.”

Anak itu menjawab: “Kalau berdiri di pintu, aku bisa melihat orang-orang datang dari segala arah. Setiap orang yang berjalan ke arahku bisa saja adalah tujuanku.”

Ayahnya merasa sangat terharu dan bertanya lagi :  “Bagaimana kamu bisa bertahan selama beberapa jam ini? Takut, gelisah, sedih, berdiri di bawah terik matahari—padahal biasanya daya tahanmu hanya beberapa menit saja.”

Anak itu menjawab dengan polos : “Aku tidak memikirkan hal lain. Aku hanya memikirkan secepatnya bisa bertemu Ayah. Tanpa terasa, waktu pun berlalu.”

Kisah Kedua

Tokoh kisah kedua adalah seorang petinju terkenal.

Dalam salah satu pertandingan di awal kariernya, dia dipukul lawan hingga sempoyongan. Semua penonton yakin dia akan tumbang di tengah pertandingan. Namun yang mengejutkan, dia justru mampu menahan hujan pukulan dan bertahan hingga pertandingan berakhir.

Setelah pertandingan, wartawan bertanya kepadanya :  “Ini sungguh luar biasa. Bagaimana Anda bisa bertahan dari ronde kedua sampai akhir?”

Petinju itu menjawab : “Aku sebenarnya tidak sedang ‘bersabar’. Aku hanya memikirkan ‘bertahan’ dan ‘menyerang’. Dalam pikiranku sama sekali tidak pernah muncul kata ‘menahan diri’.”

Tidak memikirkan kesabaran—justru itulah satu-satunya cara untuk benar-benar bisa bersabar.

Kisah Ketiga

Tokoh dalam kisah ketiga adalah seorang tokoh besar dunia.

Saat berkunjung ke Afrika Selatan, hampir semua orang akan menyempatkan diri mengunjungi sel penjara tempat Nelson Mandela pernah ditahan. Sel itu sangat kecil, kira-kira hanya sebesar kamar mandi biasa.

Sulit dibayangkan bagaimana seseorang bisa dipenjara selama puluhan tahun di ruangan seluas beberapa meter persegi tanpa mengalami kehancuran mental. Namun, seorang tokoh besar memanglah tokoh besar.

Pandangan mata Mandela memang terhalang oleh empat dinding sel, tetapi pandangan jiwanya telah menembus jauh ke masa depan demokrasi negaranya. Jika tidak demikian, menghadapi ruang sempit yang sama hari demi hari selama puluhan tahun, jangankan tetap waras—mungkin dia sudah kehilangan akal sehat.

Hikmah cerita:

Berilah kesabaran sebuah tujuan, maka hidup akan berbalik dari pahit menjadi manis.
Namun untuk melakukannya, diperlukan kebijaksanaan besar, keberanian besar, dan keyakinan yang teguh—tanpa itu semua, hal tersebut mustahil terwujud.(jhn/yn)

Video: Polisi Iran Dikejar dengan Mobil, Ditembak Mati di Tengah Protes Anti-Khamenei

EtIndonesia. Saat protes atas kesulitan ekonomi melumpuhkan situasi hukum dan ketertiban di Iran, sebuah video muncul yang menunjukkan seorang polisi dibunuh oleh penyerang tak dikenal dalam penembakan dari mobil yang melaju di Provinsi Sistan dan Baluchestan bagian tenggara. Kerusuhan meletus di Iran bulan lalu setelah para pedagang di Teheran melakukan protes terhadap kenaikan harga dan jatuhnya nilai rial, memicu gelombang aksi serupa di kota-kota lain.

Demonstrasi telah menyebar ke setidaknya 25 dari 31 provinsi di Iran, menyebabkan puluhan orang tewas, termasuk personel dari pasukan keamanan.

Pada hari Kamis (8/1), sebuah klip menjadi viral yang menunjukkan seorang penyerang tak dikenal melepaskan tembakan ke arah mobil polisi hingga mobil tersebut keluar jalur dan menabrak. Video tersebut diambil dari kendaraan penyerang, yang terlihat mencondongkan tubuh keluar jendela dengan hanya ujung senapan yang terlihat dan terus menembak ke arah mobil polisi.

Menurut laporan media Iran, polisi yang tewas diidentifikasi sebagai Mahmoud Haghighat, anggota pasukan keamanan di Iranshahr.

Pada dini hari Rabu, orang-orang tak dikenal melepaskan tembakan ke arah salah satu personel Pasukan Penegak Hukum (Polisi) Kabupaten Iranshahr, yang menyebabkan kematiannya.

Kelompok militan Jaish al-Adl, yang menyebut dirinya sebagai kelompok yang memperjuangkan hak-hak yang lebih besar bagi minoritas etnis Baluch, dilaporkan telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menurut kantor berita WANA. Kelompok militan Sunni ini baru-baru ini bergabung dengan beberapa kelompok paramiliter Baluch yang lebih kecil untuk membentuk koalisi baru yang menargetkan lembaga keagamaan Iran.

Polisi Lain Tewas di Iran

Seorang petugas polisi Iran lainnya tewas dalam penusukan selama kerusuhan di dekat ibu kota, Teheran, ketika protes atas biaya hidup di negara itu memasuki hari ke-12.

Shahin Dehghan, seorang anggota kepolisian di Kabupaten Malard, sebelah barat Teheran, “gugur beberapa jam lalu setelah ditikam saat upaya mengendalikan kerusuhan,” lapor kantor berita Fars, menambahkan bahwa upaya untuk mengidentifikasi pelaku sedang berlangsung.

Protes Anti-Khamenei di Iran

Kerusuhan dimulai bulan lalu di Grand Bazaar Teheran yang berusia berabad-abad, di mana para pemilik toko menutup bisnis mereka untuk memprotes penurunan tajam mata uang rial Iran. Sejak itu, demonstrasi telah menyebar ke seluruh negeri, dipicu oleh kemarahan publik atas memburuknya kondisi ekonomi, sanksi Barat, dugaan salah urus oleh pihak berwenang, dan pembatasan kebebasan politik dan sosial.

Beberapa video muncul dari Iran, di mana para pengunjuk rasa terlihat berbaris menentang rezim Islam Iran yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan meneriakkan slogan-slogan seperti “Sampai mullah diselubungi kain kafan, tanah air ini tidak akan bebas” dan “Mullah harus meninggalkan Iran”.

Lebih dari 30 orang tewas sejak protes dimulai, dan ribuan orang dilaporkan telah ditangkap. Otoritas Iran belum merilis angka resmi kematian selama demonstrasi, tetapi mengatakan bahwa setidaknya dua anggota pasukan keamanan telah tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka.

Pada hari Kamis, otoritas peradilan tertinggi Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, memperingatkan bahwa tidak akan ada “kelonggaran” bagi siapa pun yang dituduh membantu apa yang dia sebut sebagai “musuh Republik Islam”, seiring dengan meningkatnya protes nasional di seluruh negeri.

DIa menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya untuk memicu kekacauan dan kerusuhan di Iran. Peringatan itu muncul beberapa hari setelah Presiden AS, Donald Trump mengatakan Washington akan campur tangan jika Teheran “membunuh demonstran damai secara brutal”.

Gerakan saat ini adalah gerakan protes paling serius di Republik Islam sejak demonstrasi nasional 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan, yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat untuk wanita.

Demonstrasi tersebut belum mencapai skala gerakan 2022-2023, apalagi demonstrasi jalanan massal tahun 2009 yang terjadi setelah pemilihan yang dipersengketakan.

Namun, demonstrasi tersebut telah menghadirkan tantangan baru bagi kepemimpinan Iran di tengah krisis ekonomi yang parah dan setelah perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.(yn)

Empat “Teman Lama” Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Telah Jatuh dari Kekuasaan Satu Demi Satu

EtIndonesia. Nicolás Maduro selama ini disebut oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebagai “teman lama”. Namun ironisnya, tak lama setelah ia bertemu dengan utusan khusus PKT, Maduro justru ditangkap hidup-hidup oleh militer Amerika Serikat. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kisah “teman lama” PKT yang tumbang terus berulang: diktator Nepal Oli, diktator perempuan Bangladesh Sheikh Hasina, hingga “algojo Suriah” Assad—semuanya pernah didukung kuat oleh PKT, namun akhirnya runtuh diterjang gelombang kemarahan rakyat dan berubah menjadi badut sejarah. Apa yang disebut “persahabatan” PKT pun berubah menjadi lelucon politik yang kelam.

Maduro adalah apa yang disebut PKT sebagai “teman lama”.

Venezuela secara resmi bergabung dengan prakarsa “Satu Sabuk, Satu Jalan” (Belt and Road Initiative) yang dipimpin PKT pada tahun 2018. Pada 2023, Tiongkok dan Venezuela meningkatkan hubungan bilateral menjadi “kemitraan strategis menyeluruh sepanjang waktu”. 

Ketika pemimpin PKT Xi Jinping bertemu Maduro di Moskow pada Mei 2025, ia bahkan menggambarkan hubungan kedua negara sebagai “persahabatan baja (ironclad)” yang dibangun dari “ketinggian strategis dan perspektif jangka panjang”.

Namun ironisnya, utusan khusus Xi Jinping, Qiu Xiaoqi, baru saja mengunjungi Venezuela pada tanggal 2 bulan ini dan bertemu Maduro, menegaskan apa yang disebut sebagai persaudaraan. Hanya beberapa jam kemudian, Maduro ditangkap dalam operasi serangan mendadak militer AS.

Bukan hanya itu. Pada tahun 2025 yang baru saja berlalu, Perdana Menteri Nepal yang pro-PKT, Oli, juga digulingkan oleh rakyat.

Pada akhir Agustus tahun lalu, Oli mengunjungi Tiongkok dan menghadiri parade militer di Beijing. Saat itu, Xi Jinping menyatakan bahwa kedua pihak memiliki hubungan “persahabatan turun-temurun” dan “saling memahami serta dekat satu sama lain”. Namun, hanya satu minggu setelah Oli kembali ke Nepal, pemerintahannya runtuh setelah Partai Komunis Nepal mengumumkan “pembatasan media sosial” yang memicu protes besar-besaran dari Generasi Z. Oli pun terpaksa lengser dengan suram.

Selain itu, Bangladesh—yang merupakan mitra kerja sama PKT dalam prakarsa “Satu Sabuk, Satu Jalan”(Belt and Road Initiative)—juga mengalami gejolak. Perdana Menteri saat itu, Sheikh Hasina, mengunjungi Tiongkok pada Juli 2024 dan bertemu Xi Jinping, dengan kedua pihak saling menegaskan “persahabatan”.

Namun setelah Hasina kembali ke negaranya, Bangladesh dilanda gerakan mahasiswa. Penindasan berdarah oleh pemerintah memicu kemarahan publik yang lebih besar. Pada akhirnya, Hasina yang telah berkuasa selama 15 tahun terpaksa mengundurkan diri dan melarikan diri ke India. Selanjutnya, Pengadilan Kejahatan Perang Internasional Bangladesh menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Pada 8 Desember 2024, langit malam ibu kota Suriah, Damaskus, diterangi oleh tembakan artileri. Di jalan-jalan, para demonstran meneriakkan slogan kemenangan dan menggulingkan rezim Bashar al-Assad yang telah berkuasa selama 24 tahun. Assad, yang oleh dunia Barat disebut sebagai “algojo”, justru disebut oleh PKT sebagai “teman baik yang sepaham dan sejalan”.

Pada Asian Games September 2023, PKT bahkan menyewa pesawat khusus untuk membawa Assad beserta keluarganya yang beranggotakan lima orang ke Hangzhou. Selama kunjungan itu, Assad bertemu Xi Jinping, dan media resmi PKT menyatakan bahwa kedua pemimpin sepakat Tiongkok dan Suriah adalah “mitra yang menjunjung kepercayaan dan kesetiaan, serta sahabat di masa sulit”.

Tak disangka, hanya setahun kemudian, Assad terpaksa melarikan diri ke Rusia di tengah raungan kemarahan rakyat Suriah. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Fu Yu.

Tuliskan Mimpimu

EtIndonesia. Pada 27 November 1940, fia lahir di San Francisco, Amerika Serikat. Nama Inggrisnya adalah Bruce Lee (Li Xiaolong). Karena ayahnya seorang aktor, sejak kecil dia sudah sering tampil sebagai figuran. Dari situlah tumbuh mimpinya untuk menjadi seorang aktor.

Namun, karena kondisi fisiknya yang lemah, sang ayah menyuruhnya belajar bela diri untuk memperkuat tubuh. Pada tahun 1961, dia diterima di University of Washington dengan jurusan filsafat. Seperti kebanyakan orang pada umumnya, dia kemudian menikah dan memiliki anak. Tetapi jauh di lubuk hatinya, dia tidak pernah sekalipun melepaskan mimpi untuk menjadi seorang aktor.

Suatu hari, ketika berbincang dengan seorang teman tentang mimpi, dia dengan santai menuliskan tujuan hidupnya di selembar kertas kecil: “Aku, Bruce Lee, akan menjadi superstar dengan bayaran tertinggi di seluruh Amerika. Sebagai imbalannya, aku akan mempersembahkan pertunjukan yang paling menggugah dan paling mengguncang. Mulai tahun 1970, aku akan meraih ketenaran dunia. Pada tahun 1980, aku akan memiliki kekayaan sebesar 10 juta dolar AS. Saat itu, aku dan keluargaku akan menjalani kehidupan yang bahagia, harmonis, dan penuh kebahagiaan.”

Saat menuliskan catatan kecil itu, hidupnya sedang berada di titik kemiskinan dan kesulitan. Tidak sulit membayangkan, seandainya kertas itu dibaca orang lain, betapa besar ejekan yang akan dia terima.

Namun dia menyimpan kata-kata itu dalam-dalam di hatinya. Demi mewujudkan mimpinya, dia menaklukkan kesulitan demi kesulitan yang nyaris tak terbayangkan oleh orang biasa.Pernah suatu kali dia mengalami cedera serius pada saraf tulang belakang dan harus terbaring di tempat tidur selama empat bulan. Tetapi kemudian, dia bangkit kembali—seolah sebuah keajaiban.

Pada 1971, takdir akhirnya tersenyum kepadanya. Film-film yang fia bintangi—The Big Boss, Fist of Fury, dan The Way of the Dragon—semuanya memecahkan rekor box office Hong Kong.

Pada 1972, ia membintangi film kolaborasi antara Hong Kong Golden Harvest dan Warner Bros. Amerika, Enter the Dragon. Film ini melambungkan namanya ke panggung dunia sebagai bintang internasional, dan fia dijuluki “Raja Kung Fu.”

Pada 1998, majalah Time di Amerika Serikat menobatkannya sebagai salah satu “Ikon Pahlawan Abad ke-20”—dan fia adalah satu-satunya tokoh keturunan Tionghoa yang terpilih.

Dia adalah Bruce Lee—“orang Asia yang paling dikenal oleh orang Eropa,” dan hingga kini, salah satu bintang Tionghoa dengan reputasi tertinggi di dunia.

Pada Juli 1973, saat kariernya baru saja mencapai puncak, Bruce Lee meninggal dunia karena sakit. Dalam sebuah lelang peninggalan Bruce Lee yang diadakan di California, Amerika Serikat, secarik kertas berisi catatan mimpinya itu dibeli oleh seorang kolektor dengan harga 2,9 juta dolar AS. Bersamaan dengan itu, 2.000 salinan resmi yang dilegalkan pun ludes terjual dalam sekejap.

Di akhir lelang, sang pembawa acara berseru keras:  “Inilah alasan mengapa apa pun yang kamu pikirkan—sebaiknya segera kamu tuliskan!”

Hikmah cerita:

Tuliskan mimpimu sekarang juga, meski hanya di selembar kertas kecil yang tampak sepele. Siapa tahu, seratus tahun kemudian, kertas itu bisa bernilai puluhan juta dolar.(jhn/yn)

Tahun 2025 Falun Gong Menyebar ke Seluruh Dunia,  Hanya Partai Komunis Tiongkok yang Justru Memperberat Penganiayaan

Situs Minghui Falun Dafa pada 5 Januari merilis statistik kasus praktisi Falun Gong yang diketahui dijatuhi hukuman penjara secara ilegal sepanjang tahun 2025. Bersamaan dengan itu, Minghui juga menerbitkan rangkuman kegiatan penyebaran Falun Gong di luar negeri pada tahun 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Falun Gong diterima dan diakui secara luas di seluruh dunia, sementara hanya Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang terus memperberat penganiayaannya.

EtIndonesia. Menurut statistik terbaru Minghui, pada tahun 2025 diketahui sedikitnya 751 praktisi Falun Gong di Tiongkok daratan dijatuhi hukuman penjara secara ilegal oleh PKT. Di antaranya, 514 orang dihukum secara ilegal pada tahun 2025, sedangkan 237 orang lainnya dijatuhi hukuman pada tahun-tahun sebelumnya.

Kasus-kasus hukuman tersebut tersebar di 26 provinsi, daerah otonom, dan kota setingkat provinsi di Tiongkok daratan. Daerah yang paling parah terdampak adalah Provinsi Liaoning, Jilin, dan Shandong. Dari 751 praktisi tersebut, lebih dari setengahnya dijatuhi hukuman berat antara tiga hingga sepuluh tahun penjara. Selain itu, dari praktisi yang usia mereka diketahui, lebih dari 70 persen berusia antara 60 hingga 80 tahun.

“Dilihat dari usia para praktisi Falun Gong yang dijatuhi hukuman serta beratnya vonis yang dijatuhkan, banyak di antara mereka sudah lanjut usia namun tetap dijatuhi hukuman berat. Padahal, menurut hukum PKT sendiri, seharusnya mereka mendapatkan keringanan hukuman. Namun kenyataannya, hal itu sama sekali tidak diterapkan. Dari sini terlihat bahwa penindasan PKT terhadap Falun Gong semakin parah,” ujar Ketua Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Luar Negeri, Wu Shaoping. 

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 sedikitnya 68 pengacara membela praktisi Falun Gong di pengadilan dengan pledoi tidak bersalah. Mereka secara umum menegaskan bahwa: berlatih Falun Gong tidak melanggar hukum, menyampaikan kebenaran tentang penganiayaan Falun Gong tidak bersalah, dan bahwa PKT harus menghentikan hukuman ilegal terhadap para praktisi serta membebaskan mereka tanpa syarat.

“Lebih dari 60 pengacara masih berani berdiri dan bersuara membela praktisi Falun Gong, hal ini sangat mengharukan bagi saya. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat jelas memahami bahwa praktisi Falun Gong sama sekali tidak melanggar hukum. Tidak peduli bagaimana PKT memfitnah atau menekan para pengacara yang menjunjung keadilan, mereka tetap tidak mampu membungkam suara keadilan di tengah rakyat Tiongkok,” ujar Komentator isu terkini yang bermukim di Amerika Serikat, Xing Tianxing. 

Pada saat yang sama, Minghui juga merilis rangkuman kegiatan penyebaran Falun Gong di luar negeri sepanjang tahun 2025.

Praktisi Falun Gong ikut ambil bagian dalam parade Tahun Baru Imlek di kawasan Flushing, Queens, New York, pada 1 Februari 2025, sebagai anggota Tianguo Marching Band. (Larry Dye/The Epoch Times)

Saat Tahun Baru Imlek 2025, dalam parade Tahun Baru Lunar terbesar di kawasan Pantai Timur Amerika Serikat, praktisi Falun Gong tampil sebagai kelompok terbesar dan menjadi penutup acara. 

Saat itu, Marching Band Tian Guo tampil megah dan penuh semangat, disertai barisan bendera warna-warni yang rapi, deretan spanduk yang panjang dan megah, tarian teratai yang anggun, serta tim genderang pinggang yang membangkitkan semangat, membuat para penonton terpukau.

Komentar penonton parade: “Sangat indah, lihat itu!” (bertepuk tangan)

“Sangat menggetarkan! Ini hanya bisa dilihat di sini, karena saya berasal dari Tiongkok daratan.”

“Skalanya luar biasa besar! Lebih besar dari kelompok mana pun. ‘Sejati, Baik, Sabar’ adalah nilai moral dasar, dan Falun Gong mengajarkan nilai-nilai dasar.”

“Luar biasa! Saya benar-benar kagum setinggi-tingginya! Sungguh menakjubkan.”

Menjelang dan pada 13 Mei, praktisi Falun Gong di berbagai negara mengadakan aksi damai dan pawai untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia. 

Chris Coons, seorang Senator AS dari Partai Demokrat dari Delaware, menghadiahkan kepada Li Hongzhi sebuah bendera Amerika yang dikibarkan di Gedung Kongres AS pada tanggal 13 Mei, dan mengeluarkan sebuah sertifikat.
Sarah McBride, anggota Kongres dari Delaware, menghadiahkan kepada Li Hongzhi sebuah bendera Amerika yang dikibarkan di Gedung Kongres AS pada tanggal 13 Mei, dan memberikan sebuah sertifikat.

Untuk keempat kalinya, bendera Amerika Serikat dikibarkan di Gedung Kongres AS sebagai penghormatan kepada pendiri Falun Gong, Li Hongzhi, sekaligus merayakan Hari Falun Dafa Sedunia. Ratusan pejabat dan tokoh dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jerman, Inggris, Swedia, Irlandia, dan negara-negara lainnya mengirimkan surat ucapan selamat dan penghargaan kepada praktisi Falun Gong.

Pada  Oktober, lebih dari 5.000 praktisi Falun Gong berkumpul di Monumen Chiang Kai-shek, Taipei, membentuk simbol Falun raksasa berukuran 90 meter × 87 meter, menampilkan keindahan dan kemuliaan Falun Gong, sekaligus mengungkapkan kebenaran tentang penganiayaan PKT terhadap Falun Gong kepada wisatawan dari berbagai negara.

Pada 18 Oktober 2025, lebih dari 5.000 praktisi Falun Gong dari Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea, Hong Kong, dan daerah lainnya membentuk gambar raksasa “Simbol Falun” serta tulisan ‘Falun Changzhuan’ (Roda Fa Berputar Selamanya) di Liberty Square, Balai Peringatan Chiang Kai-shek, Taipei. Pemandangannya begitu khidmat dan megah, menyampaikan keindahan Falun Dafa kepada masyarakat Taiwan. (Sung Pi-lung/The Epoch Times)

Seorang wisatawan asal Inggris mengatakan: “Di Inggris, kami sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia, oleh karena itu kami mendukung segala hal yang memungkinkan orang bertindak sesuai hati nurani dan kehendak mereka.”

Meski PKT terus melakukan penganiayaan, Falun Dafa kini telah menyebar ke lebih dari 110 negara dan wilayah di dunia. Sepanjang tahun 2025, praktisi Falun Gong di berbagai negara secara damai dan rasional menyampaikan kebenaran melalui pawai dan kegiatan publik, serta memperoleh pengakuan dari masyarakat arus utama.

Wu Shaoping menambahkan: “Dari sini jelas terlihat bahwa penindasan tersebut bersifat ilegal. Jika lebih dari 100 negara di dunia membolehkan dan menerima Falun Gong, mengapa di Tiongkok tidak boleh? Tidak mungkin mengatakan bahwa 110 negara salah, sementara PKT yang benar.”

Seorang praktisi Falun Gong di Kanada, karena kegigihannya dalam menyampaikan kebenaran, dianugerahi Medali Penobatan Raja. Selain itu, praktisi Falun Gong juga diundang untuk berbicara pada Sidang ke-58 Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengungkap kebenaran tentang penganiayaan bersifat pemusnahan yang dilakukan PKT.

Xing Tianxing menyimpulkan: “Ini merupakan kontras yang sangat tajam dengan situasi di Tiongkok daratan. Falun Gong, sebagai kelompok masyarakat sipil yang tidak bersenjata, selama bertahun-tahun menghadapi mesin kekerasan PKT dan terus ditekan, namun tetap mampu berkembang dan membesar. Inilah yang membuat banyak orang mengaguminya, karena menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa—sebagai sebuah kebenaran, ia semakin diterima oleh semakin banyak orang.”

Falun Gong juga mendapat dukungan luas dari masyarakat daratan Tiongkok. Menjelang Tahun Baru 2026, banyak warga  daratan mengirimkan kartu ucapan dan salam Tahun Baru melalui Minghui kepada pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, sebagai ungkapan terima kasih atas anugerah penyelamatan hidup yang mereka rasakan dari Falun Dafa. (Hui)

Shang Yan/Chang Chun/Wu Ming

Maduro Bukan Akhir, Tapi Awal: Jalur Rahasia Trump yang Mengarah ke Beijing

EtIndonesia. Di tengah sorotan global terhadap isu Greenland, arah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menunjukkan pergeseran yang mengejutkan. Alih-alih memanaskan ketegangan, isu Greenland kini tampak “dididinginkan”. 

Sebaliknya, sebuah jalur lain yang jauh lebih sensitif, berbahaya, dan berpotensi mengguncang politik domestik Amerika Serikat justru mulai memanas—sebuah “jalur bayangan” yang berkaitan langsung dengan pemilu, keamanan nasional, dan persaingan strategis dengan Tiongkok.

Isu Greenland Diredam, Opsi Diplomatik Ditekankan

Menurut laporan The Wall Street Journal, yang mengutip sumber internal pemerintahan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sebuah pengarahan tertutup kepada anggota parlemen pada 5 Januari 2026 menegaskan bahwa tujuan pemerintahan Trump terkait Greenland adalah membeli wilayah tersebut dari Denmark atau menjalin perjanjian asosiasi bebas, bukan melakukan invasi militer.

Pemerintah Denmark serta otoritas Greenland sendiri dilaporkan telah meminta pertemuan langsung dengan Rubio. Untuk saat ini, kekhawatiran akan benturan langsung antara Amerika Serikat dan NATO dinilai mereda, dan situasi dapat diamati dengan lebih tenang.

Penangkapan Maduro Jadi Pemicu Reaksi Berantai

Namun, fokus utama Washington kini beralih pada dampak lanjutan dari penangkapan hidup-hidup Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS. Peristiwa ini dinilai sebagai titik pemicu rangkaian reaksi politik yang jauh lebih luas, baik di dalam negeri Amerika maupun di panggung global.

Bagi Trump, pemilu paruh waktu Amerika Serikat tahun 2026 merupakan pertarungan penentuan. Hasil pemilu ini akan menentukan apakah Partai Republik tetap menguasai Kongres. Jika Kongres jatuh ke tangan oposisi, maka agenda legislatif, pengesahan anggaran, hingga pengangkatan pejabat tinggi pemerintahan berpotensi lumpuh total.

Para analis dari lembaga pemikir ternama seperti Brookings Institution menilai bahwa kekalahan Partai Republik di Kongres akan membuat agenda MAGA (Make America Great Again) Trump praktis dibekukan.

Tekanan Terbuka kepada Partai Republik

Menyadari besarnya taruhannya, pada Selasa, 7 Januari 2026, Trump mengumpulkan anggota Partai Republik di DPR dalam sebuah pertemuan di Kennedy Center, Washington. Dalam forum tertutup tersebut, Trump secara terang-terangan menegaskan: “Kalian harus memenangkan pemilu paruh waktu.”

Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga kembali mengunggah sejumlah video di media sosial yang menuduh adanya kecurangan pada pemilu presiden 2020, dengan sorotan tajam pada sistem pemungutan suara Dominion Voting Systems. Langkah ini dipandang bukan sekadar membuka luka lama, melainkan upaya mencegah skenario serupa terulang pada pemilu mendatang.

Maduro dan Dugaan Kecurangan Pemilu AS

Dalam konteks ini, Nicolás Maduro dipandang sebagai kartu strategis di tangan Trump.

Pada Desember 2025, muncul klaim dari seorang pembocor rahasia militer Venezuela yang menyebut bahwa CIA telah lama menguasai bukti manipulasi pemilu yang melibatkan jaringan internasional, termasuk Smartmatic dan Dominion.

Akun Axios SWIFT mengungkap bahwa meskipun Dominion tampil sebagai perusahaan Amerika, pusat teknologi utamanya disebut berada di Serbia, dengan dukungan teknis yang dikaitkan dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para insinyur dari Venezuela, Tiongkok, dan Serbia diklaim menguasai manajemen sistem, menggunakan hingga 15 metode kecurangan, serta memungkinkan akses “pintu belakang” dari mana saja di dunia.

Dominion juga diketahui memiliki kantor di Beograd, ibu kota Serbia. Di lokasi tersebut, data pemilih dari negara-negara bagian “swing state” Amerika disebut-sebut disimpan di server milik Huawei, yang terhubung langsung ke Huawei Hong Kong di bawah kendali PKT.

Tuduhan Terbuka dari Tokoh Militer AS

Tuduhan ini tidak hanya berasal dari akun anonim. Mantan penasihat keamanan nasional AS, Jenderal Michael Flynn, secara terbuka menuding PKT dan menyatakan bahwa sebagian elite intelijen Amerika kala itu mengetahui adanya campur tangan Tiongkok dan pelanggaran Dominion, namun memilih menutupinya.

Sebelumnya, pejabat kepolisian di Delaware County, Pennsylvania, juga telah menyerahkan bukti yang menuduh Dominion bekerja sama dengan jaringan terkait PKT di Serbia untuk memodifikasi firmware mesin pemungutan suara, serta mendesak penyelidikan kriminal.

Jika Maduro bersedia bekerja sama, ia bukan sekadar saksi biasa. Ia disebut memegang bukti teknis kunci tentang bagaimana jaringan PKT, melalui Serbia dan Huawei Hong Kong, menyusupkan pintu belakang ke sistem pemilu Amerika Serikat.

Isu ini kini dipandang bukan lagi sekadar sengketa pemilu, melainkan ancaman serius terhadap keamanan nasional, bahkan oleh sebagian analis dikategorikan sebagai bentuk tindakan perang non-militer untuk menggulingkan pemerintahan Amerika Serikat.

Tekanan Psikologis terhadap Beijing

Di sisi lain, tekanan terhadap Beijing juga meningkat. Seorang pebisnis dengan nama sandi Foxman No.4 mengungkap bahwa aktivitas di sejumlah pangkalan militer sekitar Beijing meningkat tajam, dan sistem bunker bawah tanah diduga telah diaktifkan.

Media independen melaporkan bahwa Xi Jinping secara mendadak memanggil Chen Wenqing, Sekretaris Komisi Politik dan Hukum, serta Cai Qi, Kepala Kantor Umum Partai yang mengendalikan Biro Pengawal Pusat—unit yang berfungsi layaknya pasukan pengawal presiden bagi Xi.

Meski laporan ini belum dapat diverifikasi sepenuhnya, spekulasi publik pun merebak. Banyak pihak menilai bahwa kekhawatiran utama Xi Jinping kini bukan lagi soal loyalitas politik, melainkan soal hidup dan mati, karena ketakutan akan pengkhianatan dari lingkaran dalam demi menyelamatkan diri masing-masing.

Strategi “Memotong Pinggiran” Trump

Pengamat politik Wu Zuolai menilai bahwa strategi awal Trump untuk memecah aliansi Tiongkok–Rusia tidak membuahkan hasil. Karena itu, Trump beralih ke strategi baru yang ia sebut sebagai “memotong pinggiran”:

  • Venezuela: Menangkap Maduro secara langsung.
  • Iran: Mendorong kebangkitan rakyat, dengan AS hanya turun tangan jika diperlukan.
  • Kuba: Rezim berada di ambang kehancuran, dihadapkan pada pilihan menyerah atau runtuh.

Wu memperkirakan Rusia akan kehabisan kekuatan nasional dan kehilangan kemampuan ekspansi ke Barat, sementara PKT menghadapi risiko runtuh dari dalam, termasuk kemungkinan lengsernya Xi Jinping.

Pertanyaan Kunci ke Depan

Kini, Nicolás Maduro telah berada di balik jeruji penjara Amerika Serikat. Pertanyaan besar pun mengemuka:

  • Apakah Maduro akan menukar pengurangan hukuman dengan bukti keterlibatan PKT dalam pemilu AS?
  • Jika bukti itu muncul, bagaimana Trump akan menggunakannya?
  • Apakah hanya untuk memenangkan pemilu paruh waktu 2026, atau sebagai pukulan strategis fatal terhadap Beijing?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini berpotensi menentukan arah politik Amerika Serikat—dan keseimbangan kekuatan global—dalam waktu dekat. (***)

Teheran Membara! Kota Jatuh ke Tangan Rakyat, Delta Force AS Terancam Bergerak

EtIndonesia. Situasi di Iran terus memburuk dan memasuki fase paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir. Sejak awal Januari 2026, gelombang demonstrasi besar-besaran anti-pemerintah telah meluas ke lebih dari 100 kota di seluruh Iran, menandai eskalasi perlawanan rakyat terhadap rezim Republik Islam Iran. 

Rakyat Rebut Kendali Wilayah Strategis

Pada 6 Januari 2026, bentrokan antara massa demonstran dan aparat keamanan meningkat tajam. Di Teheran, rakyat berhasil merebut kembali kendali Grand Bazaar Teheran beserta wilayah sekitarnya—sebuah simbol ekonomi dan politik penting yang sejak lama menjadi barometer stabilitas kekuasaan Iran.

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa aparat keamanan menggunakan gas air mata, tongkat pemukul, bahkan senjata api untuk membubarkan massa di sejumlah kota di wilayah barat Iran, termasuk:

  • Azna (Provinsi Lorestan)
  • Malekshahi (Provinsi Ilam)
  • Asadabad dan Nahavand

Menurut Kantor Berita Fars pada 6 Januari, seorang anggota kepolisian dilaporkan tewas ditembak di wilayah barat Iran. Hingga hari yang sama, aksi protes telah meluas ke 27 provinsi, dengan sedikitnya 35 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang ditangkap.

Kota Abdanan Jatuh ke Tangan Rakyat

Pada 6 Januari malam, seorang pengguna platform X melaporkan bahwa kelompok demonstran anti-pemerintah telah menguasai sepenuhnya Kota Abdanan, yang terletak di wilayah barat daya Iran dekat perbatasan Irak. Ini disebut sebagai pertama kalinya rakyat Iran berhasil merebut kendali penuh atas sebuah kota dari tangan rezim Islam.

Seiring konflik membesar, laporan pembelotan semakin sering muncul. Sejumlah personel militer dan kepolisian dilaporkan meninggalkan pos dan berpihak kepada rakyat, termasuk seorang pejabat intelijen senior Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat laut yang membelot secara sukarela.

Senjata di Tangan Warga dan Dugaan Dukungan Eksternal

Di sejumlah wilayah, warga terlihat membawa senapan serbu AK-47 dan senjata otomatis dengan magazen 30 peluru. Para analis menilai senjata tersebut berasal dari tiga sumber utama:

  1. Rampasan dari aparat keamanan,
  2. Penyelundupan lintas perbatasan,
  3. Dugaan dukungan dari pihak luar.

AS dan Israel Tingkatkan Kesiapan Militer

Di tengah memburuknya situasi internal Iran, Amerika Serikat dan sekutunya mulai melakukan manuver militer besar-besaran di kawasan Timur Tengah.

Saat ini, sekitar 45.000 tentara AS ditempatkan di Irak, Suriah, dan Qatar. Sejumlah akun X, termasuk “Iran Daily News”, mengonfirmasi bahwa pasukan khusus Delta Force AS telah ditempatkan di Irak, memperkuat spekulasi bahwa Washington bersiap menghadapi eskalasi konflik dengan Iran.

Pengguna X bernama Bichner melaporkan bahwa puluhan pesawat pengisian bahan bakar udara, serta pesawat angkut militer berat C-5 Galaxy dan C-17 Globemaster, telah lepas landas dari daratan Amerika Serikat dan Inggris menuju Timur Tengah dalam beberapa jam terakhir.

Sementara itu, akun “Pengamat Iran” menyebutkan bahwa warga Iran melaporkan keberadaan pesawat patroli maritim AS P-8A Poseidon yang melakukan patroli intensif di Selat Hormuz, wilayah strategis yang dikuasai Iran.

Dugaan Serangan Udara dan Ancaman Balasan Iran

Media Iran dan Arab melaporkan kemungkinan serangan udara gabungan AS–Israel untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran. Di sisi lain, Iran disebut tengah menyiapkan serangan pendahuluan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah serta target di Israel guna mencegah kehancuran sistem pertahanannya.

Ketegangan regional semakin meningkat setelah Rusia dilaporkan melakukan evakuasi darurat staf Kedutaan Besarnya di Israel beserta keluarga mereka. Ini merupakan penerbangan evakuasi ketiga Rusia dalam 24 jam terakhir.

Demonstrasi Besar di Teheran dan Seruan Penggulingan Khamenei

Pada 6 Januari, demonstrasi besar melanda Teheran. Massa melakukan aksi duduk dan meneriakkan slogan menuntut penggulingan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Aparat keamanan kembali menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Pada 7 Januari, Grand Bazaar Teheran kembali dipenuhi massa, yang melakukan aksi duduk di lorong-lorong pasar. Aparat militer dan polisi berupaya menutup kawasan tersebut, namun ditolak oleh para pedagang dan warga.

Jika sebelumnya demonstrasi didominasi pria muda, kini pria dan wanita dari berbagai usia ikut turun ke jalan. Wilayah sekitar Teheran juga dilaporkan telah dikuasai rakyat.

Seruan Terbuka Putra Mahkota Iran

Pada 7 Januari 2026, Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, menyampaikan seruan terbuka kepada militer Iran.

Ia menyatakan bahwa runtuhnya rezim Islam sudah di depan mata, dan inilah kesempatan terakhir bagi militer untuk berpihak kepada rakyat. Pahlavi menegaskan bahwa ia siap kembali ke Iran untuk mengikuti pertempuran terakhir.

Dalam sebuah video, ia menyerukan agar senjata digunakan untuk melindungi rakyat, bukan menembaki mereka, serta mengungkapkan bahwa sebuah platform nasional aman telah dibangun untuk menampung pernyataan kesetiaan personel militer—yang menurutnya telah diikuti ribuan orang.

Bayang-Bayang Operasi AS di Venezuela

Di tengah krisis Iran, perhatian juga tertuju pada preseden terbaru kebijakan Washington. Menurut laporan NBC pada 6 Januari, pejabat AS dalam pengarahan rahasia kepada Kongres pada 5 Januari mengungkapkan bahwa sebelum operasi penangkapan Nicolás Maduro, pemerintah AS telah berbulan-bulan berdiskusi dengan Wakil Presiden Venezuela saat itu, Rodríguez.

Pada  3 Januari 2026 dini hari, militer AS melancarkan operasi di Venezuela dan menangkap Maduro beserta istrinya. Rodríguez kemudian dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari.

Sumber menyebutkan bahwa seorang agen Central Intelligence Agency yang berada di lingkaran kekuasaan Venezuela memberikan informasi lokasi Maduro secara berkelanjutan kepada pihak AS.

Ultimatum Washington dan Pesan Global

Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, mengungkapkan bahwa selama operasi penangkapan terjadi baku tembak sengit antara militer AS dan pengawal asal Kuba. Pemerintah Kuba mengklaim 32 warganya tewas.

Pada 6 Januari malam, Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah sementara Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak yang sebelumnya dikenai sanksi kepada AS untuk dijual dengan harga pasar.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa penangkapan Maduro bertujuan mencegah Venezuela jatuh ke tangan Iran, Rusia, Tiongkok, Kuba, dan sekutunya, serta mengeluarkan ultimatum agar seluruh penasihat dan personel intelijen dari negara-negara tersebut segera diusir. (***)

Ketika Sebuah Batu Memiliki Harapan

EtIndonesia. Seorang tukang pos desa bernama Ferdinand Cheval setiap hari berjalan kaki menyusuri desa-desa. Suatu hari, di jalan pegunungan yang terjal dan berbatu, dia tersandung oleh sebuah batu.

Dia bangkit, menepuk debu dari tubuhnya, dan bersiap melanjutkan perjalanan. Namun tiba-tiba dia menyadari bahwa batu yang membuatnya terjatuh itu memiliki bentuk yang sangat unik. Dia memungut batu tersebut, memandanginya dari kiri dan kanan, lalu merasa semakin menyukainya.

Akhirnya, batu itu dimasukkan ke dalam tas posnya. Warga desa melihat bahwa selain surat-surat, tas posnya kini juga berisi sebuah batu yang berat. 

Mereka merasa heran dan dengan niat baik menasihatinya :  “Buang saja batu itu. Setiap hari kamu harus berjalan jauh, itu hanya akan menjadi beban.”

Malam harinya, setelah pulang ke rumah, dia terbaring lelah di tempat tidur. 

Tiba-tiba sebuah gagasan muncul di benaknya: Bagaimana kalau batu-batu seindah ini digunakan untuk membangun sebuah kastel? Betapa menawannya itu!

Sejak saat itu, setiap kali mengantar surat, dia selalu mencari batu. Setiap hari, dia membawa pulang satu batu. Tak lama kemudian, dia mengumpulkan banyak batu dengan bentuk-bentuk aneh. Namun jumlah itu masih jauh dari cukup untuk membangun sebuah kastel.

Dia pun mulai mendorong gerobak roda satu saat mengantar surat. Setiap menemukan batu yang disukainya, dia akan memasukkannya ke dalam gerobak.

Sejak hari itu, hidupnya tidak pernah lagi benar-benar ringan. Siang hari dia adalah seorang tukang pos sekaligus kuli pengangkut batu. Malam hari, dia berubah menjadi seorang arsitek. Dia menumpuk dan menyusun batu-batu itu mengikuti imajinasinya yang liar dan bebas, membangun kastel impiannya sedikit demi sedikit.

Semua orang menganggap perbuatannya aneh. Mereka yakin pikirannya sudah tidak normal.

Selama lebih dari 20 tahun, dia tak pernah berhenti mencari, mengangkut, dan menumpuk batu. Di tempat tinggalnya yang terpencil, perlahan muncul bangunan-bangunan kastel yang bertingkat dan berundak. Penduduk setempat tahu, ada seorang tukang pos pendiam dan keras kepala yang sibuk melakukan sesuatu yang tampak seperti permainan anak-anak membangun istana pasir.

Pada tahun 1905, seorang wartawan dari surat kabar Prancis secara kebetulan menemukan kumpulan kastel kecil itu. Pemandangan serta struktur bangunannya membuatnya terpukau. Dia pun menulis sebuah artikel tentang Cheval.

Setelah artikel itu terbit, Cheval segera menjadi tokoh pemberitaan. Banyak orang datang berbondong-bondong untuk mengunjungi kastel tersebut. Bahkan seniman ternama Pablo Picasso pun datang secara khusus untuk melihat karya Cheval.

Kini, kastel itu telah menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Prancis. Namanya adalah “Bangunan Tukang Pos Cheval”.

Hikmah cerita:

Pada batu-batu kastel itu, hingga hari ini masih terlihat jelas banyak ukiran yang dibuat Cheval di masa lalu.

Salah satu kalimat terukir di sebuah batu di pintu masuk berbunyi: “Aku ingin tahu, sejauh mana sebuah batu yang memiliki harapan bisa melangkah.”

Konon, itulah batu yang dahulu pernah membuat Cheval tersandung.(jhn/yn)

Pandangan yang Mampu Menemukan Kekayaan

EtIndonesia. Feller lahir dan tumbuh di kawasan kumuh. Seperti banyak anak lain yang besar di lingkungan itu, dia berjiwa kompetitif dan gemar membolos sekolah. Namun yang membedakannya dari anak-anak lain adalah: sejak kecil Feller memiliki mata yang tajam untuk menemukan peluang dan kekayaan.

Suatu hari, dia memperbaiki sebuah mobil mainan rusak yang dia temukan di jalan. Setelah itu, dia meminjamkannya kepada teman-temannya untuk dimainkan, dengan menarik biaya 0,5 sen per orang. Dalam waktu satu minggu saja, dia berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membeli sebuah mobil mainan baru.

Guru Feller merasa sangat menyayangkan bakatnya dan berkata: “Kalau saja kamu lahir di keluarga kaya, kamu pasti bisa menjadi pengusaha hebat. Tapi itu sudah mustahil bagimu. Kalau bisa jadi pedagang kaki lima saja, itu sudah bagus.”

Setelah lulus SMP, seperti ramalan gurunya, Feller benar-benar menjadi pedagang kecil. Dia menjual baterai, perkakas kecil, hingga limun—dan semuanya dia kelola dengan sangat piawai. Dibandingkan dengan teman-temannya sesama anak kawasan kumuh, dia sudah bisa dibilang jauh lebih berhasil.

Namun ramalan sang guru tidak sepenuhnya benar. Feller memulai langkah besarnya berkat satu muatan sutra. Dari seorang pedagang kecil, dia melonjak menjadi pengusaha.

Muatan sutra itu berasal dari Jepang, jumlahnya mencapai satu ton. Saat pengangkutan dengan kapal, sutra tersebut terkena badai dan terendam air, sehingga warnanya rusak. Sutra-sutra itu menjadi masalah besar bagi para pedagang Jepang: ingin dijual, tak ada yang mau membeli; ingin dibuang ke darat, takut didenda oleh dinas lingkungan hidup. Akhirnya, mereka berniat membuangnya ke laut saat kapal kembali berlayar.

Di pelabuhan, ada sebuah bar bawah tanah yang sering dikunjungi Feller untuk minum. Suatu malam, dia mabuk. Saat berjalan sempoyongan melewati beberapa pelaut Jepang, dia mendengar mereka mengeluhkan sutra-sutra bermasalah itu.

Ucapan itu mungkin tanpa sengaja, tetapi bagi Feller, itulah peluang emas.

Keesokan harinya, Feller mendatangi kapal tersebut. Dia menunjuk sebuah truk yang terparkir di pelabuhan dan berkata kepada kapten kapal :  “Aku bisa membantu kalian mengurus sutra-sutra tak berguna itu.”

Hasilnya, tanpa mengeluarkan sepeser pun, Feller mendapatkan seluruh sutra yang telah rusak warnanya itu. Dia lalu mengolahnya menjadi pakaian loreng, dasi loreng, dan topi loreng. Hampir dalam semalam, dia mengantongi 100.000 dolar AS.

Suatu hari, Feller mengincar sebidang tanah di pinggiran kota. Dia menemui pemiliknya dan menawarkan 100.000 dolar AS. 

Setelah menerima uang itu, sang pemilik tanah diam-diam menertawakan Feller :  “Lokasi terpencil seperti ini, hanya orang bodoh yang mau membayar semahal itu!”

Tak disangka, setahun kemudian, pemerintah kota mengumumkan pembangunan jalan lingkar di wilayah pinggiran tersebut. Tak lama berselang, nilai tanah Feller melonjak 150 kali lipat.

Seorang konglomerat kota datang menemuinya dan menawarkan 20 juta dolar AS untuk membeli tanah itu, dengan rencana membangun kompleks vila mewah. Namun Feller menolak.

Dia tersenyum dan berkata: “Aku ingin menunggu sedikit lagi. Menurutku, tanah ini masih bernilai lebih tinggi.”

Benar saja. Tiga tahun kemudian, tanah itu terjual dengan harga 25 juta dolar AS.

Para rekan bisnisnya sangat penasaran. Mereka ingin tahu dari mana Feller mendapatkan semua informasi itu. Bahkan ada yang mencurigainya memiliki koneksi dengan pejabat pemerintah. Namun kenyataannya mengecewakan mereka—Feller tidak memiliki satu pun teman yang bekerja di pemerintahan.

Feller meninggal pada usia 77 tahun. Menjelang wafat, dia meminta sekretarisnya memasang sebuah pengumuman di surat kabar: bahwa dia akan pergi ke surga dan bersedia menyampaikan pesan kepada orang-orang yang telah kehilangan anggota keluarga. Biaya jasa tersebut: 100 dolar AS per orang.

Pengumuman yang terdengar konyol itu justru memicu rasa ingin tahu banyak orang. Hasilnya, dia kembali meraup 100.000 dolar AS. Jika dia bisa bertahan hidup beberapa hari lebih lama, jumlahnya mungkin akan lebih besar lagi.

Wasiatnya pun tak kalah unik. Dia meminta sekretarisnya memasang iklan bahwa dia adalah seorang pria terhormat yang ingin dimakamkan satu liang dengan seorang wanita berpendidikan. Akhirnya, seorang wanita bangsawan bersedia membayar 50.000 dolar AS untuk beristirahat bersama Feller selamanya.

Hikmah Cerita:

Bagi banyak orang, perjalanan hidup dan kekayaan Feller selalu terasa seperti misteri. Namun jawaban terbaik justru datang darinya sendiri.

Tulisan pada batu nisannya—yang penuh kecerdikan—merangkum hidupnya yang sepanjang masa mampu menemukan keajaiban di tengah hal-hal biasa, sekaligus mungkin membuka rahasia kesuksesannya:

“Di sekitar kita sebenarnya tidak pernah kekurangan kekayaan. Yang kurang adalah mimpi dan mata yang mampu melihatnya.”(jhn/yn)

Ultimatum Trump ke Venezuela: Putus dengan Tiongkok–Rusia atau Minyakmu Tak Jalan

EtIndonesia. Amerika Serikat kembali memperketat cengkeramannya terhadap Venezuela. Menurut laporan ABC News pada 7 Januari 2026, yang mengutip tiga sumber internal yang memahami strategi pemerintahan Presiden Donald Trump, Gedung Putih telah menyampaikan ultimatum tegas kepada Presiden sementara Venezuela, Rodríguez.

Isi pesannya jelas: Venezuela hanya akan diizinkan meningkatkan produksi minyak apabila terlebih dahulu memutus seluruh hubungan strategis dengan Tiongkok dan Rusia.

Dua Syarat Utama Gedung Putih

Sumber-sumber yang mengetahui langsung negosiasi tersebut mengungkapkan bahwa Washington mengajukan dua syarat utama:

  1. Pemutusan Total Aliansi Lama
    Venezuela diwajibkan mengusir seluruh personel dan pengaruh politik, ekonomi, serta keamanan dari Tiongkok, Rusia, Iran, dan Kuba, termasuk menghentikan semua kerja sama ekonomi dan strategis dengan negara-negara tersebut.
  2. Sinkronisasi Kebijakan Energi dengan AS
    Caracas harus menyelaraskan kebijakan produksi minyaknya dengan Amerika Serikat serta memprioritaskan penjualan minyak mentah kepada AS, khususnya minyak hasil pemrosesan ulang dari ladang-ladang yang sebelumnya berada di bawah sanksi.

Langkah ini menandai perubahan drastis arah geopolitik Venezuela dalam waktu yang sangat singkat.

Pernyataan PKT Dipatahkan dalam Hitungan Hari

Situasi ini kontras tajam dengan pernyataan Kementerian Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok (PKT) hanya dua hari sebelumnya. Pada 5 Januari 2026, juru bicara Kemenlu PKT, Lin Jian, dengan percaya diri menyatakan bahwa kerja sama Tiongkok–Venezuela “dilindungi oleh hukum internasional” dan kepentingan sah Beijing di Venezuela akan tetap terjaga.

Namun, dalam waktu kurang dari 48 jam, klaim tersebut runtuh di hadapan tekanan langsung Washington—sebuah ironi yang menjadi bahan olok-olok luas di media internasional.

Rubio: Venezuela Hanya Punya Waktu Beberapa Minggu

Tekanan AS tidak berhenti di situ. Seorang pejabat yang mengetahui langsung proses ini mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pengarahan tertutup kepada anggota Kongres pada Senin, 6 Januari 2026, menyampaikan keyakinannya bahwa Venezuela berada di posisi yang sangat lemah.

Menurut Rubio, seluruh kapal tanker Venezuela saat ini telah penuh, sementara jalur penjualan lama terblokir.

“Jika cadangan ini tidak bisa dijual, Venezuela hanya akan mampu bertahan beberapa minggu sebelum mengalami kebangkrutan total,” ujar Rubio dalam pengarahan tersebut.

Axios: Trump Desak Pengusiran Intelijen Asing

Pada saat yang hampir bersamaan, media Axios melaporkan bahwa seorang pejabat senior AS mengonfirmasi Presiden Trump secara langsung menekan pemerintah sementara Venezuela agar:

  • Mengusir seluruh tersangka mata-mata dan personel intelijen dari Tiongkok, Rusia, Iran, dan Kuba
  • Membersihkan infrastruktur keamanan Venezuela dari pengaruh negara-negara tersebut

Pengumuman Truth Social: 50 Juta Barel Minyak Berpindah Tangan

Langkah Washington bahkan lebih cepat dari reaksi Beijing. Sehari setelah konferensi pers Kemenlu PKT, tepatnya 6 Januari 2026, Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Venezuela akan menyerahkan 30 hingga 50 juta barel minyak mentah yang sebelumnya terkena sanksi kepada Amerika Serikat.

Trump menegaskan:

  • Minyak akan dijual sesuai harga pasar internasional
  • Dana hasil penjualan akan dikendalikan langsung oleh pemerintah AS
  • Dana tersebut, menurut Trump, akan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat

Dampak Langsung ke Pasar Energi

Pengumuman ini segera mengguncang pasar. Harga minyak mentah AS tercatat turun lebih dari 1,5% dalam waktu singkat.

Trump juga menyatakan bahwa kebijakan ini:

  • Mengalihkan minyak yang sebelumnya mengalir ke Tiongkok
  • Membantu Venezuela menghindari pemangkasan produksi lebih lanjut

Kerugian PKT: Bukan Sekadar 50 Juta Barel

Pada 7 Januari 2026, sejumlah media internasional menyebut Trump telah “merebut” 50 juta barel minyak dari Beijing. Namun, dampak sebenarnya jauh lebih besar.

Media ekonomi daratan Tiongkok Sina Finance pada 6 Januari 2026 mengungkap bahwa selama lebih dari 20 tahun, PKT telah menginvestasikan lebih dari 60 miliar dolar ke Venezuela melalui skema oil-for-loans—hampir setengah dari total pinjaman Tiongkok ke Amerika Latin.

Investasi tersebut mencakup:

  • Energi dan minyak
  • Infrastruktur
  • Kelistrikan
  • Pertanian

Namun, Sina Finance juga mengakui bahwa jaringan kerja sama berbasis minyak yang dibangun selama dua dekade itu kini terancam runtuh hanya akibat satu operasi militer dan satu keputusan politik Washington.

Seorang pengguna lama platform X menyindir: “Dua puluh tahun minyak ditukar pinjaman, investasi 60 miliar dolar, kini lenyap. Monopoli energi terputus, ekspansi RMB terpukul. Untuk beli minyak lagi, harus pakai dolar.”

Chevron Ambil Alih Aliran Minyak

Menurut laporan Reuters, aliran minyak Venezuela saat ini dikendalikan oleh Chevron, mitra utama perusahaan minyak negara Venezuela yang beroperasi dengan izin khusus dari AS.

Chevron mengekspor sekitar 100.000–150.000 barel per hari ke Amerika Serikat dan menjadi satu-satunya perusahaan yang tetap mengangkut minyak Venezuela selama periode blokade internasional.

PKT Jadi Bahan Olok-olok Publik

Di tengah tekanan geopolitik tersebut, Kemenlu PKT justru mengumumkan agenda lain. Pada 7 Januari 2026, Beijing menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Wang Yi akan mengunjungi Ethiopia, Somalia, Tanzania, dan Lesotho—dengan klaim bahwa Afrika menjadi tujuan awal kunjungan luar negeri selama 36 tahun berturut-turut.

Namun, alih-alih mendapat pujian, kolom komentar media resmi Phoenix TV justru “meledak” dengan lebih dari 16.000 komentar bernada sindiran, seperti:

  • “Somalia segera bebas visa, siapa mau ikut?”
  • “Paket wisata lima hari perairan Somalia, peluru asli!”
  • “Kenapa tidak ke Venezuela? Takut ditangkap pasukan Delta?”

Sebuah komentar sarkastik bahkan menulis: “Diplomasi negara besar membuat saya akhirnya mengenal satu negara baru—Lesotho.”

Militer AS Menangkap Maduro dalam 5 Jam, Para Ahli : Senjata Tiongkok Mudah Dikalahkan

Dalam operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Venezuela, militer AS berhasil menangkap Nicolás Maduro. Militer AS mundur dengan selamat dalam waktu kurang dari lima jam. Operasi ini bukan hanya membuktikan kemampuan tempur nyata militer AS, tetapi juga secara langsung meruntuhkan ilusi senjata yang dibesar-besarkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat parade militer “9.3”.

EtIndonesia. Militer AS memberi sandi operasi ini “Operation Absolute Resolve” (Operasi Tekad Mutlak). Sejak Presiden Trump mengeluarkan perintah pada 2 Januari pukul 22.46 , pasukan AS memasuki wilayah Venezuela dan mulai bertindak. Hingga 3 Januari pukul 03.20 dini hari, Maduro dan istrinya telah dibawa pergi. Seluruh operasi berlangsung kurang dari lima jam.

Ketidakmampuan total militer Venezuela dalam menghadapi operasi ini juga mengguncang kepemimpinan di Zhongnanhai (pusat kekuasaan PKT).

Menurut laporan, selama bertahun-tahun militer Venezuela telah menghabiskan dana besar untuk membeli peralatan militer buatan Tiongkok, termasuk jaringan pertahanan udara dengan radar anti-siluman JY-27 sebagai inti, kendaraan serbu amfibi VN-16, kendaraan tempur infanteri VN-18, serta sistem roket peluncur ganda SR-5.

Pada September tahun lalu, PKT dengan gembar-gembor mengklaim dalam “parade militer besar” bahwa senjata dan sistem tempurnya yang disebut-sebut canggih berada “di garis terdepan dunia”. Namun, hasil nyata di medan perang Venezuela langsung membuat apa yang disebut “mitos persenjataan PKT” runtuh seketika.

“Sistem radar deteksi yang dijual PKT kepada Venezuela sama sekali tidak berfungsi. Maduro hampir ditangkap oleh pasukan khusus Amerika dalam keadaan tidur. Dalam parade militer 9.3 tahun lalu, kita melihat seolah-olah senjata Tiongkok begitu maju dan berteknologi tinggi. Namun ketika benar-benar diuji dalam situasi nyata, terlihat jelas bahwa kualitasnya sangat patut dipertanyakan,” ujar Wakil Profesor Ilmu Politik Universitas Nasional Taiwan, Chen Shimin. 

Para pakar juga menunjukkan bahwa di bawah sistem PKT, data penelitian dan pengembangan industri militer serta latihan militer sering dimanipulasi dan diperindah berlapis-lapis, serta minim verifikasi tempur nyata. Begitu menghadapi pola operasi militer AS yang sangat terintegrasi dan berkeputusan cepat, kelemahan fatal langsung diperbesar dalam sekejap.

“Ini membuktikan bahwa PKT selama ini hanya membual. Senjata-senjata mereka sama sekali tidak tahan uji. Hal ini seharusnya membuat rakyat Taiwan semakin percaya diri untuk mempertahankan Taiwan dan melawan agresi PKT. Jika Xi Jinping bersikeras menyerbu Taiwan, para jenderal di bawahnya tahu bahwa begitu perang pecah, mereka semua akan tamat,” ujar juru bicara berbahasa Mandarin World Uyghur Congress, Ilshat Hassan. 

Analisis menyebutkan bahwa operasi militer AS ini setara dengan memberikan “contoh nyata dari medan perang” kepada dunia: rezim mana pun yang salah menilai kekuatan militer AS dan terlalu mempercayai persenjataan PKT, bisa saja mengulangi nasib Maduro. (Hui)

Laporan wawancara oleh  reporter New Tang Dynasty Television: Li Yun dan Qiu Yue

[Berita Terlarang] Perubahan Rezim di Venezuela Mengancam akan Menghapus Investasi Tiongkok Senilai Miliaran Dolar AS

Venezuela mengalami perubahan rezim secara tiba-tiba, sementara dana ratusan miliar dolar AS yang selama ini dikucurkan Beijing ke negara tersebut terancam menjadi piutang macet. Para analis menilai bahwa investasi, perdagangan, pinjaman Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Venezuela, serta pengaruhnya di Amerika Latin, akan menerima pukulan berat dan PKT kemungkinan menjadi pihak yang paling merugi dalam peristiwa ini.

EtIndonesia. Sehari sebelumnya, Nicolás Maduro masih bertemu dengan Qiu Xiaoqi, Perwakilan Khusus PKT untuk Urusan Amerika Latin, di Istana Kepresidenan Miraflores. Namun keesokan harinya, ia justru ditangkap hidup-hidup oleh militer Amerika Serikat. 

Seiring pergantian rezim di Venezuela, hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Venezuela kini menghadapi dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya.

PKT dan Venezuela selama bertahun-tahun menjalin hubungan kerja sama strategis, yang pada tahun 2023 ditingkatkan menjadi “kemitraan strategis segala cuaca”. 

Venezuela juga menjadi salah satu basis investasi penting PKT di Amerika Latin, mengekspor minyak dan berbagai sumber daya ke Tiongkok. Sementara itu, Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar kedua Venezuela.

Data menunjukkan bahwa skala investasi perusahaan Tiongkok di Venezuela sangat besar. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Tiongkok–Venezuela mencapai 6,4 miliar dolar AS, meningkat lebih dari 52% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dari jumlah tersebut, ekspor Tiongkok ke Venezuela mencapai 4,8 miliar dolar AS, naik hampir 40%. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, total perdagangan barang bilateral meningkat menjadi 5,34 miliar dolar AS.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menyebar luas di sektor telekomunikasi, energi, infrastruktur, serta proyek-proyek terkait “Inisiatif Sabuk dan Jalan”. Di antaranya, Huawei telah beroperasi di Venezuela selama lebih dari 20 tahun, dengan bisnis mencakup infrastruktur telekomunikasi, peralatan komunikasi, dan sistem pengawasan digital, serta menjalin kerja sama mendalam dengan pemerintah setempat.

Namun, seiring pergantian rezim di Venezuela, investasi-investasi tersebut sangat mungkin akan terdampak serius.

Para pengamat menilai bahwa setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, langkah awal pemerintahannya adalah menata kembali negara-negara di sekitar Amerika Serikat yang secara langsung mengancam keamanan dan kepentingan nasional AS. Perubahan rezim di Venezuela merupakan bagian dari strategi tersebut.

“Venezuela memang secara langsung mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat. Namun ancamannya bukan berasal dari Venezuela sendiri—karena itu hanya negara kecil. Ancaman utamanya datang dari investasi Tiongkok di sana, kehadiran Rusia, serta Iran yang membeli minyak dari sana,” kata juru bicara berbahasa Mandarin Kongres Dunia Uyghur, Ilshat Hasan. 

Minyak bumi selalu menjadi pilar utama hubungan bisnis antara Tiongkok dan Venezuela. Diperkirakan PKT membeli 80% minyak mentah Venezuela melalui Malaysia. 

Data publik menunjukkan bahwa hingga tahun 2015, PKT telah menyalurkan lebih dari 60 miliar dolar AS kepada Venezuela melalui skema ‘pinjaman ditukar minyak’ lewat bank-bank milik negara. Tiongkok pun menjadi pembeli minyak terbesar, sekaligus salah satu investor infrastruktur dan kreditur terbesar Venezuela.

“Dengan ditangkapnya Maduro oleh Amerika Serikat, utang-utang Tiongkok, investasi infrastrukturnya, termasuk investasi di sektor minyak, sangat mungkin akan hangus. Perusahaan-perusahaan Amerika akan masuk, dan setelah mereka masuk, perusahaan-perusahaan Tiongkok akan tersingkir sepenuhnya,” kata Ilshat Hasan. 

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa langkah pemerintahan Trump ini bertujuan melumpuhkan strategi keseluruhan Beijing di Amerika Latin, serta menuntut Venezuela memutus hubungan dengan negara-negara yang dianggap mengancam keamanan dan kepentingan Amerika Serikat.

“Baik secara ekonomi maupun militer, Tiongkok selama ini berusaha menyusup ke ‘halaman belakang’ Amerika Serikat, mengikat negara-negara tersebut ke pihaknya, lalu mengubahnya menjadi kekuatan militer. Kali ini, Amerika Serikat pertama-tama menyerang Tiongkok secara ekonomi, lalu berusaha mengusirnya dari halaman belakangnya sendiri,” tambahnya. 

Menurut data Kementerian Luar Negeri PKT, Tiongkok dan Venezuela juga memiliki berbagai kerja sama lain, termasuk di bidang kesehatan, transportasi udara, budaya dan pariwisata, program pertukaran talenta, serta Institut Konfusius.

Profesor Xie Tian dari Darla Moore School of Business, Universitas South Carolina, AS, menilai bahwa pihak yang paling terdampak dari tindakan Amerika Serikat terhadap rezim Maduro adalah PKT.

“Dengan perubahan rezim di Venezuela kali ini, pengaruh PKT, termasuk berbagai investasinya—terutama investasi pemerintah Tiongkok—hampir pasti akan hangus. Pemerintah baru tidak akan mengakui, dan juga tidak berani mengakui, investasi tersebut,” katanya. 

“Pengaruh PKT terhadap pemerintah Venezuela akan lenyap, begitu pula upayanya untuk menancapkan ‘pisau dari belakang’ atau membangun basis di dekat Amerika Serikat. Jadi, PKT jelas merupakan pihak yang paling merugi,” tambahnya. 

Dampak lainnya adalah piutang PKT di Venezuela yang belum tertagih. Menurut beberapa sumber, setelah pasangan Maduro ditangkap, otoritas pengawas keuangan PKT telah meminta seluruh bank di Tiongkok melaporkan eksposur risiko pinjaman ke Venezuela, serta memperketat pemantauan kredit dan investasi terkait.

“Pinjaman yang ditukar dengan minyak, serta investasi di sektor telekomunikasi Venezuela—perangkat komunikasi, peralatan 5G, instalasi Huawei, dan seluruh investasi infrastruktur tersebut—kemungkinan besar akan hangus dan bahkan dibongkar. Ini berarti pinjaman bank berubah menjadi kredit macet. Sebagian kecil mungkin bisa dipulihkan, tetapi sebagian besar pasti akan mengalami kerugian total,” jelasnya. 

Selain investasi, perdagangan, dan pinjaman, para ahli menekankan bahwa pengaruh PKT di Amerika Latin kini menghadapi ujian berat. Amerika Serikat tidak akan mentolerir Tiongkok dan Rusia membangun basis anti-Amerika di Belahan Barat. Penangkapan Maduro dipandang sebagai langkah penting untuk menyingkirkan kekuatan anti-Amerika di Belahan Barat secara menyeluruh dan membentuk kembali tatanan kawasan. (Hui)

Li Yun/Zhong Yuan

Gelombang Dingin Melanda Eropa, Badai Salju Menerjang Prancis dan Belanda, Ratusan Penerbangan Terpaksa Dibatalkan

Sejak awal pekan ini, gelombang udara dingin menyapu sebagian besar wilayah Eropa. Prancis dan Belanda diguyur salju lebat, menyebabkan transportasi udara, kereta api, dan jalan raya lumpuh total. Ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan. Otoritas meteorologi menyatakan bahwa gelombang dingin ini masih akan semakin menguat. 

Dalam beberapa hari ke depan, lebih banyak penerbangan kemungkinan dibatalkan, kereta mengalami keterlambatan, dan sejumlah jalan ditutup. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.

EtIndonesia. Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, pada Selasa (6/1/2026) mengatakan bahwa maskapai penerbangan telah diperintahkan untuk membatalkan setidaknya 40% penerbangan di Bandara Charles de Gaulle Paris pada pagi hari berikutnya, sementara Bandara Orly yang lebih kecil harus membatalkan 25% penerbangan.

Transportasi dalam kota Paris juga terdampak. Puluhan rute bus dibatalkan akibat salju. Pada jam pulang kerja hari Senin, kemacetan di wilayah Paris Raya mencapai 1.020 kilometer, mencetak rekor baru, sementara pada jam sibuk normal biasanya hanya sekitar 300 kilometer.

Tabarot juga memerintahkan pembatasan kecepatan maksimum di jalan-jalan wilayah Île-de-France (sekitar Paris) menjadi 80 kilometer per jam (50 mil per jam). Sebelumnya, salju telah menyebabkan kecelakaan serius di berbagai wilayah Prancis dan menewaskan sedikitnya lima orang.

Di Bandara Schiphol Amsterdam, Belanda, lebih dari 400 penerbangan dibatalkan pada Selasa. Cuaca ekstrem telah membuat salah satu pusat transportasi utama Eropa ini lumpuh selama lima hari berturut-turut. Otoritas bandara mengimbau penumpang yang penerbangannya dibatalkan agar tidak datang ke bandara guna menghindari kepadatan.

 “Setelah penerbangan dibatalkan, baru sekitar pukul tiga atau empat pagi saya menerima pemberitahuan penjadwalan ulang. Penerbangan baru tiga hari kemudian, artinya anak saya akan absen sekolah dan kami juga akan absen kerja. Saya hanya bisa mengantri dan berharap bisa terbang ke kota lain. Inggris memiliki banyak bandara, saya berharap bisa mendapatkan penerbangan yang lebih awal untuk meminimalkan dampak,” ujar seorang penumpang, Sun Simiao. 

Pada Selasa pagi, seluruh layanan kereta api di Belanda sempat berhenti total akibat gangguan sistem TI. Di beberapa wilayah, layanan kereta baru mulai pulih secara bertahap setelah pukul 09.00.

Di Jerman bagian selatan dan timur, suhu pagi hari turun hingga dibawah minus 10 derajat Celcius, dan sebagian besar wilayah negara itu tertutup salju tebal. Inggris juga mengalami cuaca sangat dingin. Di timur laut Inggris, suhu terendah turun hingga minus 10,9 derajat Celcius, sementara di beberapa wilayah Skotlandia utara, ketebalan salju bahkan mencapai 52 sentimeter.

Badan meteorologi memperingatkan bahwa gelombang salju ini belum berakhir. Banyak wilayah di Inggris diperkirakan akan terus mengalami salju dan pembekuan jalan. 

Di Prancis, peringatan salju dan es level “oranye” di sejumlah departemen setidaknya akan berlangsung hingga Selasa pagi (6 Januari), dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang.

Otoritas Belanda mengimbau masyarakat untuk sebaiknya tetap berada di rumah pada Rabu (7 Januari), karena badai salju baru diperkirakan akan datang pada malam hari. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia.