Pusat Perbelanjaan Pasang Pintu Toilet  yang Menjadi Transparan Saat Terdeteksi Asap Rokok

EtIndonesia. Saat memasuki toilet pria di Shuibei International Center di Distrik Luohu, Shenzhen, Tiongkok, Anda akan disambut oleh tanda bertuliskan “Merokok membuat kaca menjadi transparan”. 

Setelah beberapa upaya gagal untuk mencegah orang merokok di kamar mandi dalam ruangan, pusat perbelanjaan di Tiongkok ini memutuskan untuk menerapkan pintu khusus yang menjadi transparan saat terdeteksi asap.

Seorang juru bicara pusat perbelanjaan mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan sebelumnya telah mengenakan denda kepada orang-orang yang tertangkap merokok di toilet dan bahkan melarang beberapa dari mereka untuk jangka waktu tertentu, sehingga mereka memutuskan untuk mencegah kebiasaan tersebut dengan mengancam akan mengungkap pelanggar.

“Tahan keinginan untuk merokok, kecuali Anda ingin menjadi terkenal di internet!” bunyi tanda lain di kamar mandi Shuibei International Center. 

Idenya adalah untuk menakut-nakuti calon pelanggar bahwa mereka dapat difoto atau direkam pada saat mereka paling rentan, dan rekaman tersebut kemudian dibagikan secara online.

Pintu toilet baru ini memiliki jendela kaca persegi panjang yang berisi senyawa perak halida khusus dan biasanya buram untuk privasi. Namun, ketika sensor yang terhubung ke pintu mendeteksi asap rokok dan panas di dalam bilik, molekul-molekul tersebut bereaksi dan langsung berubah dari buram menjadi kaca bening. 

Kemudian, seolah itu belum cukup buruk, pesan peringatan keras disiarkan di kamar mandi: “Sesuai dengan Peraturan Pencegahan Asap Rokok Pasif, ini adalah tempat umum di mana merokok dilarang. Demi kesehatan Anda sendiri dan kesehatan orang lain, mohon jangan merokok di sini.”

Inisiatif ini telah menjadi viral di media sosial Tiongkok, memicu perdebatan sengit antara mereka yang melihatnya sebagai pencegah yang efektif terhadap merokok di kamar mandi, yang tampaknya sangat umum di negara tersebut, dan mereka yang khawatir tentang privasi mereka.

“Sepertinya kita akhirnya memiliki cara yang efektif untuk memerangi merokok,” komentar seseorang secara online.

“Merokok di kamar mandi pria di Tiongkok praktis ada di mana-mana. Tidak jarang orang tersedak begitu masuk. Saya pikir ini ide yang bagus,” tulis orang lain.

Di sisi lain, orang-orang bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika sistem tersebut mengalami kerusakan atau dimanipulasi.

“Jika saya meniup asap di bawah pintu atau ke celah dari luar, apakah pintu itu masih akan transparan?” tanya seseorang, sementara yang lain bertanya apakah sistem tersebut bereaksi dengan cara yang sama terhadap parfum atau senyawa volatil lainnya.

Untuk saat ini, pintu kamar mandi baru tersebut masih dalam masa uji coba, tetapi jika tanggapan dari publik tidak terlalu negatif, pintu tersebut akan menjadi perlengkapan permanen di pusat perbelanjaan Shenzen.(yn)

Siapa yang Akan Mengelola Gaza? “Usulan Turkiye” Membuat Netanyahu Melotot di Tempat

EtIndonesia. Pada Senin (29/12/2025), Presiden AS Trump kembali bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida. Ini merupakan pertemuan keenam mereka sepanjang tahun ini, dengan fokus pembahasan pada perkembangan gencatan senjata di Gaza serta isu rudal balistik Iran.

Trump menyampaikan dukungan keras kepada Netanyahu. Ia mengatakan bahwa tanpa Netanyahu, Israel “mungkin sudah tidak ada sekarang”. Israel dijadwalkan menggelar pemilu pada Oktober mendatang, sementara Netanyahu tengah menghadapi tekanan politik domestik yang besar.

Ketika seorang jurnalis bertanya apakah Trump akan menyerukan kepada otoritas Israel untuk mencabut tuduhan korupsi terhadap Netanyahu, Trump menjawab bahwa Netanyahu adalah seorang “perdana menteri masa perang” dan telah “melakukan pekerjaan dengan sangat baik.”

Terkait Gaza, Trump menyatakan akan segera mendorong tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza yang ia ajukan, dan kembali menegaskan bahwa Hamas harus dilucuti dari persenjataan.

Saat ditanya kapan rekonstruksi Gaza akan dimulai, Trump menjawab bahwa hal itu “akan segera dimulai.”

Sesuai rencana, tahap kedua akan membentuk pemerintahan transisi yang terdiri dari teknokrat Palestina untuk mengambil alih urusan Gaza sebelum pasukan keamanan internasional dikerahkan. Namun, perkembangan di lapangan tidak berjalan mulus. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar kesepakatan. Pada hari yang sama, Hamas kembali menolak untuk melucuti senjata, sementara militer Israel masih menguasai sekitar setengah wilayah Gaza.

Israel mengajukan syarat yang jelas: hanya jika Hamas mengembalikan jenazah sandera Israel terakhir yang tewas, barulah tahap berikutnya akan dimulai dan perlintasan Rafah dibuka.

Dalam pertemuan tersebut juga terjadi insiden kecil. Seorang jurnalis bertanya apakah pasukan Turkiye dipertimbangkan untuk ditempatkan di Gaza. Trump mengatakan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, dan tidak menutup kemungkinan untuk membahas opsi tersebut.

Netanyahu sebelumnya telah berulang kali menolak rencana ini. Ketika mendengar jawaban Trump secara langsung di lokasi, Netanyahu melotot ke arah presiden.

Mengenai Iran, Trump memperingatkan bahwa jika Iran mencoba membangun kembali program rudal balistiknya, ia akan mendukung serangan kembali terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa mencapai kesepakatan akan menjadi pilihan yang lebih cerdas bagi Iran.

Pada awal tahun ini, militer AS pernah membom tiga fasilitas nuklir Iran. Trump kemudian menyebut operasi tersebut sebagai keberhasilan militer besar. Netanyahu juga baru-baru ini memperingatkan bahwa Iran kembali memperluas program rudalnya.

Pada hari yang sama, sebelum bertemu Trump, Netanyahu juga sempat bertemu di Florida dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Hegseth, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. (Hui)

Kota Terdingin di Dunia Minus 45 Derajat, Warga Tetap Menjalani Kehidupan di Tengah Cuaca Ekstrem

EtIndonesia. Inilah kota terdingin di dunia — Yakutsk, Rusia. Di sana, penduduk setempat tetap menjalani kehidupan sehari-hari meskipun suhu mencapai minus 45 derajat Celsius. Sejumlah warga juga membagikan kiat bertahan menghadapi cuaca dingin ekstrem. 

Yakutsk memiliki sekitar 300 ribu penduduk. Kota ini merupakan ibu kota Republik Sakha (Yakutia) dan diakui secara global sebagai kota besar terdingin di dunia.

Beberapa hari lalu, suhu udara di wilayah tersebut anjlok hingga minus 45 derajat Celsius.

Pedagang pasar, Motryona Starostina:  “Cuacanya sangat bagus! Musim dingin akhirnya tiba. Ini benar-benar dingin yang sesungguhnya.”

Motryona Starostina

Warga Yakutsk, Anastasia Bravina:  “Saya sama sekali tidak kesulitan menghadapi (dingin ekstrem). Bahkan, saya sangat menyukai iklim keras seperti ini!”

Anastasia Bravina

Di bawah langit kelabu, pasar Yakutsk memamerkan beragam ikan Siberia beku yang tersusun rapi. Para pedagang dan pembeli mengenakan pakaian tebal, bahkan berfoto sambil bersenang-senang meski diterpa hawa beku.

Motryona Starostina menambahkan:  “Anda harus berpakaian sangat hangat. Dan saat berada di luar ruangan, sering-seringlah minum teh panas. Kami selalu membawa termos berisi teh panas ke mana pun pergi.”

Warga setempat, Elena Kuzmina, berkata:  “Ada pepatah yang mengatakan, ‘Tidak ada cuaca buruk, yang ada hanyalah pakaian yang tidak tepat.’ Selama berpakaian hangat, semuanya akan baik-baik saja. Selamat musim liburan!

 (Jurnalis bertanya: ‘Bagaimana Anda menghadapi cuaca seperti ini?’)  Sama sekali tidak masalah. Tidak ada angin, jadi rasanya cukup nyaman. Jangan hanya tinggal di dalam rumah! Keluarlah dan nikmati udara luar!”

Untuk menghadapi suhu ekstrim tersebut, sekolah-sekolah telah dialihkan ke pembelajaran daring.

Bagi warga Yakutsk yang telah terbiasa dengan cuaca sangat dingin, dingin ekstrem adalah bagian dari gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari. Penduduk kota ini tetap mampu menjalani hidup dengan tenang di tengah es dan salju, serta merayakan Natal dengan penuh sukacita. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter magang New Tang Dynasty Television, Ning Xiu

Video Mengapa Partai Komunis Tiongkok Begitu Khawatir Sehingga Menghentikan Sepenuhnya Kegiatan Hitung Mundur Malam Tahun Baru?

Menjelang akhir tahun, banyak kota di Tiongkok secara beruntun membatalkan seluruh kegiatan perayaan malam Tahun Baru. Dari Xi’an, Tianjin, hingga Bund Shanghai, pertunjukan lampu, acara hitung mundur, dan pesta kembang api semuanya dihentikan. Alasan resmi yang diberikan adalah “pencegahan risiko”. Namun, di tengah pelemahan ekonomi, meningkatnya pengangguran, meluasnya tunggakan upah, serta tekanan stabilitas sosial yang makin berat, opini publik menilai bahwa kekhawatiran sebenarnya pemerintah adalah potensi lepas kendali emosi massa dan risiko protes akibat kerumunan besar.

EtIndonesia. Belakangan ini, Xi’an, Anhui, Jiangsu, Henan, Guangzhou, dan banyak kota lainnya mengeluarkan pemberitahuan bahwa tidak akan menggelar perayaan malam Tahun Baru 2026 di kawasan bisnis populer maupun objek wisata terkenal. Sejumlah acara yang semula telah dijadwalkan juga dibatalkan mendadak.

Di Shanghai, bukan hanya tidak ada pertunjukan cahaya dan hitung mundur di Bund, pemerintah kota bahkan akan menerapkan pengendalian lalu lintas dan arus manusia yang sangat ketat.

Selain itu, Kota Tianjin mengumumkan larangan kembang api di seluruh kota, serta menghentikan pertunjukan kembang api malam Tahun Baru di tempat-tempat seperti Taman Bertema Kapal Induk TEDA.

Pada 27 Desember, Taihua City, Qingzhou, Provinsi Shandong, menyatakan bahwa atas permintaan departemen terkait, kegiatan hitung mundur luar ruangan pada tanggal 31 Desember dibatalkan, dengan alasan “menghindari risiko yang mungkin timbul dari kerumunan besar”.

“Ini adalah hari pergantian tahun yang dirayakan bersama oleh seluruh dunia. Mengapa PKT bahkan terhadap hal ini pun begitu sensitif dan begitu takut? Sebenarnya alasannya sangat sederhana. Mereka bukan benar-benar takut pada perayaan tahun baru, melainkan sangat memahami betapa serius krisis yang mereka hadapi. Mereka juga sangat sadar bahwa kesabaran rakyat Tiongkok telah mendekati batas, dan kemarahan serta psikologi perlawanan publik sudah mendekati titik kritis,” kata Host program Jingyuan Talks, Tang Jingyuan. 

Menanggapi langkah pemerintah PKT, banyak warganet di Tiongkok daratan menyatakan kekecewaan. Ada yang berkomentar bahwa banyak kebijakan PKT tidak mendapat dukungan rakyat. Dengan kondisi ekonomi yang terus memburuk, pengangguran melonjak, dan keluhan publik memuncak, pemerintah sadar betul akan situasi ini, sehingga takut pada kerumunan massa, khawatir perayaan malam Tahun Baru berubah menjadi aksi protes kolektif anti-pemerintah yang mengancam stabilitas rezim.

Warga Tiongkok daratan berkata: “Lihat saja, orang yang mencari pekerjaan terlalu banyak. Tidak pernah terpikirkan pengangguran bisa setinggi ini.”

Warga lainnya berkata: “Sudah tidak sanggup lagi, benar-benar tidak sanggup. Saudara-saudara sekampung, menjelang tahun baru semua orang pulang ke rumah!”

Warga lain mengatakan: “Saya benar-benar menyadari bahwa kita telah memasuki era kerja serabutan sepenuhnya. Tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa membuatmu bekerja sampai pensiun.”

Menjelang akhir tahun, akibat pelemahan ekonomi Tiongkok yang berkelanjutan, keuangan pemerintah daerah semakin terjepit. Dari BUMN hingga perusahaan swasta, dari pabrik hingga pusat perbelanjaan, suasana lesu terlihat di mana-mana.

Selain itu, akibat penunggakan gaji pekerja dalam jangka panjang, gelombang aksi menuntut upah terus bermunculan di berbagai daerah. Pemerintah mengerahkan polisi dan petugas keamanan untuk melakukan penindakan demi menjaga stabilitas, yang memicu keluhan luas dari masyarakat.

Warga Tiongkok daratan berkata: “Gaji ditunggak. Di Shaanxi, sejak Oktober sampai sekarang belum dibayar satu kali pun.”

Warga Guangxi berkata: “Ini kantor Harian Guangxi, mereka berutang gaji kepada kami tapi tidak membayar. Semua pintu dijaga satpam, kami tidak diizinkan masuk untuk menyelesaikan masalah.”

Pada 22 Desember, sebuah video yang beredar daring menunjukkan bahwa di jalur Metro Shanghai Line 7, seorang perempuan yang merasa tidak mendapat keadilan berjalan di dalam gerbong sambil berteriak: “Gulingkan Partai Komunis!”

Warga daratan Tiongkok berteriak: “Hancurkan peradilan! Gulingkan Partai Komunis!”

Opini publik menilai bahwa pemerintahan PKT telah memasuki “waktu sampah” (fase akhir). Baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata, suara perlawanan diperkirakan akan semakin sulit dibendung. (Hui)

Laporan gabungan oleh Tang Rui, reporter New Tang Dynasty Television.

Trump–Netanyahu Bertemu, Iran Diperingatkan Jangan Berani Hidupkan Kembali Nuklir

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (29/12/2025) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida. Kedua pemimpin membahas secara luas isu nuklir Iran, proses gencatan senjata di Gaza, serta situasi keamanan Timur Tengah. Menjelang pertemuan tersebut, Trump juga melontarkan peringatan keras kepada Iran, menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Teheran menghidupkan kembali program nuklirnya. 

Berikut laporan reporter NTD Zhang Liang.

Reporter: “Kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat kali ini merupakan pertemuan keenamnya dengan Presiden Trump sepanjang tahun ini. Trump menyatakan bahwa intelijen AS menunjukkan Iran mungkin tengah berupaya membangun kembali kemampuan militer dan nuklirnya.” 

“Jika hal itu terbukti benar, Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengambil tindakan militer. Trump juga menyebutkan bahwa dirinya telah berhasil melakukan intervensi dalam sejumlah konflik internasional, termasuk antara India dan Pakistan, dan telah mencapai kemajuan nyata.”

Presiden AS Donald Trump mengatakan: “Kami memiliki beberapa masalah yang sangat rumit, seperti yang bisa Anda bayangkan. Perdana Menteri Netanyahu mungkin lebih memahami apa arti masalah rumit dibandingkan siapapun di dunia, tetapi segala sesuatunya sedang bergerak ke arah yang baik.”

Trump menilai bahwa langkah ekonomi dan diplomasi yang keras cukup untuk memaksa pihak-pihak yang bertikai melakukan konsesi.

Trump berkata: “Saya menaikkan tarif hingga 200 persen. Keesokan harinya mereka langsung menelepon. Kami melihat konflik yang telah berlangsung 35 tahun (antara India dan Pakistan), dan begitu saja konflik itu berhenti.”

Pihak Netanyahu sendiri menyatakan kekhawatiran apakah Iran sedang memulihkan kemampuan rudal jarak jauh yang dapat mengancam Israel.

Selain isu Iran, proses gencatan senjata di Gaza juga menjadi sorotan utama. Kesepakatan gencatan senjata Israel–Hamas yang dimediasi Amerika Serikat saat ini secara umum masih bertahan, namun perundingan tahap kedua berjalan lambat. Kedua pihak saling menuduh pelanggaran, dan juga muncul perbedaan pandangan antara Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Arab.

Trump menegaskan: “Hamas harus dilucuti senjatanya, ini adalah salah satu fokus utama dalam pembicaraan kami.”

Reporter menambahkan: “Sebelum bertemu Presiden Trump, Netanyahu juga lebih dahulu melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk terus mendorong ‘Rencana Perdamaian Gaza 20 Poin’ yang diusulkan oleh Trump.”

Laporan oleh Zhang Liang dan Yi Xin, reporter New Tang Dynasty Television, dari Amerika Serikat.

Lonjakan HIV di Kalangan Lansia Tiongkok: Prostitusi dan Hubungan Sesama Jenis Jadi Pemicu Utama

EtIndonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, epidemi HIV/AIDS di Tiongkok menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di kalangan lansia. Data terbaru dari berbagai daerah menunjukkan bahwa proporsi penderita berusia 50 tahun ke atas mencapai 30 hingga lebih dari 70 persen. Para pakar di daratan Tiongkok menyatakan bahwa sebagian besar infeksi disebabkan oleh prostitusi dan hubungan homoseksual.

Menurut data yang dirilis oleh berbagai wilayah di Tiongkok, sejak awal tahun ini provinsi Guangdong, Jiangxi, Fujian, Hebei, dan Zhejiang mencatat peningkatan nyata kasus HIV di kalangan lansia.

Di antaranya, Zhejiang melaporkan bahwa 39,2 persen dari kasus HIV baru terjadi pada kelompok usia 50 tahun ke atas. Sementara itu, data dari Chongqing menunjukkan bahwa proporsi penderita berusia 50 tahun ke atas mencapai 77,2 persen.

Situasi di Beijing juga menjadi perhatian. Rumah Sakit You’an Beijing mengungkapkan bahwa saat ini mereka menangani lebih dari 13.000 pasien HIV.

Lebih dari 20 tahun lalu, Gao Yaojie, yang dikenal sebagai “tokoh pelopor pencegahan AIDS di kalangan masyarakat Tiongkok”, pernah mengungkap bahwa jumlah pembawa HIV di Tiongkok melebihi puluhan juta, dengan jalur penularan utama saat itu berasal dari praktik jual beli darah dan transfusi darah. Kini, pola penularan telah berubah.

“Yang utama adalah hubungan seksual di luar pernikahan dengan lawan jenis, yang pada umumnya disebabkan oleh prostitusi. Selain itu, meningkatnya hubungan seksual antar pria homoseksual juga menjadi jalur penularan yang penting,” ujar seorang profesor dari Akademi Pengobatan Tradisional Tiongkok Kanada, bermarga Liu. 

Mantan Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok, Liang Xiaofeng, menyatakan bahwa pada masa lalu skrining HIV terutama difokuskan pada kelompok homoseksual, namun saat ini cukup banyak infeksi baru bersumber dari aktivitas seksual komersial.

Dokter Jiang Guanyu dari Rumah Sakit Umum Kota Taipei menuturkan: “Penularan HIV mencakup berbagai jenis hubungan intim. Di Tiongkok, edukasi mengenai perilaku berisiko HIV lebih banyak difokuskan pada kelompok usia muda, sementara lansia sering diabaikan. Padahal, penyuluhan tentang perilaku berisiko tidak seharusnya dibedakan berdasarkan usia.”

Selain itu, kampus-kampus universitas di Tiongkok juga telah menjadi daerah dengan angka HIV yang tinggi, dengan ribuan kasus baru muncul setiap tahun.

Profesor Liu menambahkan: “Di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok, ketika masyarakat tidak memiliki landasan moral dan keyakinan yang sehat, atau tidak mendapat dukungan budaya yang benar, orang akhirnya kehilangan kendali moral dan tersesat. Pada dasarnya, setelah kehilangan budaya tradisional yang lurus, kekosongan batin manusia hanya dapat diisi dengan rangsangan sesaat untuk memperoleh kesenangan sementara. Ini juga merupakan faktor penting yang mendorong meningkatnya kasus HIV.”

Laporan wawancara oleh Li Yun dan Qiu Yue, reporter New Tang Dynasty Television.

Turkiye Menyerbu Benteng ISIS di Wilayah Barat Laut Hingga Menewaskan 6 Orang

EtIndonesia. Pada Senin (29/12/2025), kepolisian Turkiye menggerebek sebuah basis teroris ISIS di wilayah barat laut Turkiye, dan menewaskan enam teroris. Menteri Dalam Negeri Turkiye menyatakan bahwa operasi ini merupakan salah satu dari rangkaian operasi kontra-terorisme serentak di 15 provinsi di seluruh negeri.

Menteri Dalam Negeri Turkiye Ali Yerlikaya mengatakan bahwa polisi terlibat baku tembak sengit dengan para teroris. Dalam insiden tersebut, enam teroris tewas, tiga polisi gugur, sementara delapan polisi dan satu petugas keamanan lainnya mengalami luka-luka.

Ali Yerlikaya menyatakan: “Karena di lokasi persembunyian teroris terdapat perempuan dan anak-anak, seluruh operasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Di tempat kejadian, lima perempuan dan enam anak berhasil dievakuasi dengan selamat. Setelah itu, dalam baku tembak, enam teroris berhasil dilumpuhkan.”

Dalam konferensi pers, Yerlikaya menjelaskan bahwa operasi penggerebekan dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat dan berlangsung lebih dari tujuh jam. Para teroris yang tewas seluruhnya merupakan warga negara Turkiye.

Baku tembak tersebut terjadi di Provinsi Yalova, yang terletak di selatan Istanbul. Polisi terlibat tembak-menembak saat menggerebek rumah tempat para teroris bersembunyi. Satuan pasukan khusus juga dikerahkan untuk memperkuat operasi di lokasi.

Yerlikaya menegaskan bahwa operasi ini merupakan salah satu dari lebih dari 100 penggerebekan kontra-terorisme yang dilaksanakan secara serentak di 15 provinsi, dengan target utama tersangka anggota ISIS.

Pekan lalu, pemerintah Turkiye mengumumkan bahwa polisi telah menggerebek 124 lokasi yang terkait ISIS, menangkap 115 tersangka teroris, dan masih memburu 22 tersangka lainnya.

Kantor Kejaksaan Agung Istanbul menyatakan bahwa para tersangka tersebut merencanakan serangan teror terhadap warga non-Muslim selama periode Natal dan Tahun Baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok teroris ISIS telah melancarkan sejumlah serangan mematikan di Turkiye. Antara 2013 hingga 2017, serangan-serangan tersebut menyebabkan hampir 300 orang tewas.

oleh Zhao Fenghua, reporter New Tang Dynasty Television.

Gelombang Bangkrut Melanda Industri Toko Roti Viral : Hampir 90.000 Toko Tutup, Bertahan Hidup Jadi Satu-satunya Target

Pasar industri roti dan kue di Tiongkok tengah dilanda gelombang penutupan toko yang meluas ke seluruh negeri. Menjelang akhir tahun 2025, hampir 90.000 ribu toko roti telah tutup, dengan usia rata-rata bertahan gerai roti kurang dari tiga tahun. Bagi toko roti yang sempat populer di media sosial, “bertahan hidup” kini menjadi tujuan utama.

EtIndonesia. Mengutip laporan media daratan Tiongkok seperti Blue Whale Finance, pada 27 Desember 2025, merek roti ternama 85°C mengumumkan penutupan gerai Wolong Road di Jinan, yang merupakan toko terakhir 85°C di kota tersebut. Sebelumnya, toko terakhir 85°C di Beijing juga resmi berhenti beroperasi pada 31 Oktober.

Data menunjukkan bahwa merek yang kerap disebut sebagai “pelopor toko roti viral di Tiongkok” ini sepanjang tahun telah menutup gerai di berbagai kota besar, termasuk Hangzhou, Shanghai, Nanjing, dan Jinan. Beberapa waktu lalu, perusahaan induknya, Gourmet Master-KY, secara terbuka menyatakan bahwa jumlah toko yang ditutup di Tiongkok daratan tahun ini akan melebihi 40 gerai.

Faktanya, di industri roti Tiongkok, gelombang penutupan menyebar dengan kecepatan di luar dugaan. Banyak merek yang dahulu akrab di mata konsumen kini menghilang satu per satu. Tous Les Jours, BreadTalk, Royal Meifu, bread618, dan merek lain yang sempat sangat populer, semuanya menghadapi tekanan penutupan dan penyusutan usaha.

Pada 27 Desember, toko Guanglianshen di CapitaMall Jinniu, Chengdu, menjalani hari operasional terakhirnya dan resmi tutup keesokan harinya. Ini juga merupakan toko Guanglianshen terakhir yang masih beroperasi di Chengdu. Sementara itu, toko roti viral Youhe menutup dua gerai di Shanghai pada Oktober, salah satunya baru dibuka sekitar 10 bulan di Global Harbor Shanghai.

Bahkan Huan Niu Cake House, merek jaringan asal Hangzhou yang pernah memperoleh pendanaan hingga puluhan juta dolar AS, pada Juni tahun ini merilis “Pengumuman Perpisahan kepada Konsumen” dan menyatakan keluar dari pasar. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa lonjakan biaya, persaingan pasar yang ketat, serta ketidakseimbangan manajemen internal menjadi penyebab utama.

Saat ini, Taikoo Group juga tengah berupaya melepas seluruh sahamnya di merek jaringan roti Xinqinyuan. Merek unggulan ini memiliki lebih dari 400 gerai di seluruh negeri dan sebelumnya diakuisisi Taikoo Group dengan nilai hampir 1,4 miliar dolar Hong Kong, namun kini akan berpindah kepemilikan.

Data dari Men Canyan menunjukkan bahwa sejak awal tahun hingga 15 Desember, jumlah toko roti “viral” di Tiongkok berkurang sebanyak 87.658 gerai. Media daratan menyebutkan bahwa meski tampak glamor di permukaan, pada 2025 bertahan hidup menjadi prioritas nomor satu bagi toko-toko roti populer tersebut.

Sementara itu, data riset yang dirilis Meituan menunjukkan bahwa di pasar roti domestik, usia rata-rata bertahan sebuah toko hanya 32 bulan, dan lebih dari 57% toko tutup dalam dua tahun sejak dibuka.

Mengapa hal ini terjadi?

Pertama, biaya yang terus meningkat menjadi tantangan besar bagi merek roti viral. Untuk menarik pelanggan, toko roti biasanya harus membuka gerai di pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, atau kawasan pemukiman padat. Di sisi lain, harga bahan baku berkualitas seperti mentega dan tepung terus naik, sementara biaya pemasaran dan promosi juga melonjak, sehingga ruang keuntungan semakin tertekan.

Sebuah laporan riset industri yang dirilis Hu’an Securities mengambil contoh toko roti seluas sekitar 100 meter persegi di perkotaan. Dengan omzet bulanan 270 ribu yuan, biaya bahan baku diperkirakan 35% dari pendapatan (sekitar 95 ribu yuan), sewa serta utilitas sekitar 60 ribu yuan, dan biaya tenaga kerja sekitar 91 ribu yuan. Sebagian besar laba kotor habis dimakan kenaikan biaya, sehingga laba bersih bulanan hanya sekitar 24 ribu yuan.

Selain itu, supermarket gudang berbasis keanggotaan dan merek ritel baru seperti Sam’s Club dan Hema dalam beberapa tahun terakhir besar-besaran mengembangkan bisnis roti segar, yang semakin memperketat persaingan di industri ini.

Para pemain lintas sektor ini, dengan rantai pasok yang besar dan matang, mampu memperoleh bahan baku dengan biaya lebih rendah. Di tengah melemahnya ekonomi Tiongkok dan menurunnya daya beli masyarakat, arus pengunjung pusat perbelanjaan berkurang, sehingga keunggulan toko roti viral semakin terkikis.

oleh He Yating / Lin Qing

Gedung Hunian Terpanjang di Dunia Hampir 3 Km, Menampung Lebih dari 10.000 Orang

EtIndonesia. Kota Lutsk di Ukraina adalah rumah bagi peninggalan Soviet yang memegang gelar ‘gedung hunian terpanjang di dunia’, sebuah bangunan beton raksasa yang berukuran 2,75 kilometer.

Umumnya dikenal sebagai “Tembok Besar China”, gedung hunian terpanjang di dunia ini terletak di persimpangan Jalan Sobornosti dan Jalan Molodezhy. Pembangunan dimulai pada tahun 1969, pada masa Uni Soviet, dan selesai 11 tahun kemudian. Itu adalah waktu yang luar biasa lama untuk sebuah gedung apartemen, tetapi ini adalah proyek yang luar biasa.

Gagasan dari dua arsitek, R. G. Metelnitsky dan V. K. Malovitsa, Tembok Besar China menjadi gedung hunian terpanjang di Uni Soviet pada saat penyelesaiannya, dan lebih dari 40 tahun kemudian, masih belum ada saingannya di dunia.

Dari permukaan tanah, mustahil untuk benar-benar mengukur ukuran struktur hunian raksasa ini, tetapi dari atas, desain sarang lebahnya yang mengesankan terungkap. Meskipun sumbu utama bangunan hanya berukuran 1,75 kilometer, jika memperhitungkan semua perluasan di sekitarnya, satu kilometer lagi ditambahkan ke panjang total. Konon, berjalan dari satu ujung bangunan ke ujung lainnya dengan kecepatan normal membutuhkan waktu sekitar satu jam bagi orang rata-rata.

Dengan ratusan pintu masuk, lebih dari 3.000 apartemen, puluhan ribu jendela, dan sekitar 10.000 penghuni, bangunan hunian terbesar di dunia ini lebih besar daripada banyak kota kecil di seluruh dunia. Karena ukurannya yang sangat besar, penghuni awal mengingat kesulitan menemukan apartemen mereka selama berminggu-minggu setelah pindah, yang membutuhkan penerapan sistem alamat unik untuk setiap bagian.

Dianggap sebagai keunikan modern yang menarik bahkan di kalangan arsitek, Tembok Besar China mungkin tidak akan tetap dalam bentuknya saat ini untuk waktu yang lama. Meskipun terletak di bagian barat Ukraina, jauh dari garis depan perang dengan Rusia, ancaman pemboman terus-menerus terjadi di seluruh negeri. Menurut media berita lokal, bangunan tersebut sangat membutuhkan perbaikan, tetapi penggalangan dana sulit dilakukan di masa perang.

Sebuah agen perjalanan lokal telah membuat rencana untuk mengamankan dana untuk perbaikan gedung hunian terbesar di dunia dengan menyelenggarakan tur dan acara di atap raksasa beton yang unik ini.

Untuk bangunan hunian besar serupa, lihatlah “Human Anthill” yang terkenal di Rusia, dan bangunan menarik di Tiongkok yang konon menampung sekitar 20.000 orang.

Kisah Inspiratif: Surat dari Burung Walet

EtIndonesia. Di Kota Wenchang, Provinsi Hainan, tinggal seorang gadis kecil bernama Xiao Ju. Di bawah atap rumahnya bersarang dua ekor burung walet yang lucu. Setiap hari, keduanya terbang masuk dan keluar, dan Xiao Ju sangat menyukainya. Namun, walet-walet itu hanya datang setiap bulan November dan akan terbang pergi lagi pada bulan Maret tahun berikutnya. Artinya, lebih dari setengah tahun, Xiao Ju tak bisa melihat mereka.

Setelah menunggu berbulan-bulan dengan penuh kerinduan, suatu hari Xiao Ju tiba-tiba mendengar kicauan yang sangat familiar. Hatinya langsung berbunga-bunga. Dia berlari kecil ke bawah atap rumah dan mendongak—dua ekor walet itu berdiri berdampingan di tepi sarangnya, memiringkan kepala, seolah sedang menatapnya.

Dengan gembira, Xiao Ju mengambil makanan untuk memberi mereka makan. Saat itulah dia mendapati sesuatu yang aneh: di kaki salah satu walet, ada sepotong kecil kertas yang ditempel dengan selotip bening.

Dia mengambil kertas itu dan membacanya.

 Tertulis: “Halo, namaku Wu Yong, usiaku 16 tahun, aku tinggal di Kota Baishan, Provinsi Jilin. Dua ekor walet di rumahku ini setiap tahun datang pada bulan April dan terbang pergi saat angin musim gugur tiba di bulan Oktober. Setelah meninggalkan rumahku, apakah mereka tinggal di rumahmu? Aku sangat menyukai dua ekor walet ini dan berharap bisa berteman denganmu.”

Di bawah tulisan itu, tertera sebuah alamat.

Xiao Ju segera membuka peta.  Astaga—ternyata Baishan di Jilin dan Wenchang di Hainan berjarak lebih dari 4.000 kilometer!

Setiap tahun, dua ekor walet itu terbang dari sini ke Jilin untuk menetap, lalu kembali lagi saat musim gugur—perjalanan pulang-pergi hampir 10.000 kilometer. Betapa luar biasa perjalanan hidup mereka!

Xiao Ju segera membalas surat Wu Yong dan di akhir surat, dia menuliskan nomor telepon rumahnya.

Seminggu kemudian, Xiao Ju menerima sebuah panggilan telepon. Dari seberang terdengar suara yang agak malu-malu : “Halo, apakah ini Xiao Ju? Aku Wu Yong.”

Begitu mendengar namanya, Xiao Ju sangat gembira. Dua anak itu mengobrol dengan akrab di telepon dan sepakat: liburan musim dingin nanti, Wu Yong akan datang ke rumah Xiao Ju untuk melihat burung walet.

Sejak janji itu dibuat, Xiao Ju mulai sibuk. Setiap hari dia membersihkan rumah, membeli banyak camilan dan makanan ringan, menunggu kedatangan Kakak Wu Yong. Namun ayahnya mulai merasa khawatir. Dia menegur Xiao Ju karena terlalu mudah berteman dengan orang asing, apalagi sampai mengundangnya ke rumah.

Xiao Ju tidak terlalu memedulikannya. Dia bersumpah dengan yakin bahwa Wu Yong pasti bukan orang jahat.

Tak lama kemudian, liburan musim dingin tiba—tetapi Wu Yong tak kunjung muncul.

Ayahnya berkata :  “Gadis kecil bodoh, lihat kan? Ayah sudah bilang, orang asing itu tak bisa dipercaya. Dia bicara asal, kamu malah menganggapnya sungguh-sungguh.”

Xiao Ju tak senang mendengarnya. Dia ingin mencari kejelasan. Dia segera menelepon kembali nomor yang pernah dipakai Wu Yong—namun ternyata itu telepon umum.

Ayahnya pun berkata dengan nada serius: “Xiao Ju, ini membuktikan bahwa kamu tak seharusnya sembarangan memberikan alamat rumah kepada orang asing. Identitasnya tak jelas. Untung saja dia tidak datang. Kalau datang, siapa tahu apa niatnya?”

Xiao Ju sangat sedih. Dia ingin membantah, tetapi hatinya sendiri pun mulai ragu.

Hari demi hari berlalu. Wu Yong tak kunjung datang. Di tengah suara petasan, Tahun Baru Imlek tiba. Setelah perayaan berlalu, liburan musim dingin pun hampir berakhir. Xiao Ju menghela napas panjang—tampaknya Kakak Wu Yong hanya menghiburnya dengan janji kosong.

Transportasi sekarang begitu mudah. Kalau Wu Yong benar-benar ingin datang ke Hainan melihat burung walet, entah naik pesawat atau kereta, seharusnya dia sudah lama tiba. Tak mungkin sampai sekarang masih tak terlihat bayangannya.

Suatu hari, Xiao Ju sedang termenung memandangi dua ekor walet, tiba-tiba seseorang berkata: “Halo, apakah kamu Xiao Ju?”

Dia menoleh dan melihat seorang anak laki-laki bertubuh kurus, berusia sekitar 16–17 tahun, memanggul ransel besar.

“Aku Xiao Ju. Maaf, kamu siapa?” tanyanya.

Anak itu tersenyum :  “Aku Wu Yong. Xiao Ju, apa kamu lupa janji kita? Aku bilang akan datang melihat burung walet.”

Xiao Ju tertegun cukup lama, lalu berkata gugup :  “Kak… Kak Wu Yong, selamat… selamat datang!”

Ayah Xiao Ju keluar dari rumah, mengamati Wu Yong. Melihat bahwa dia hanya seorang pelajar biasa, ayah pun merasa lega dan mempersilakannya masuk.

Saat makan, Xiao Ju tak bisa menahan diri untuk bertanya mengapa Wu Yong baru datang sekarang.

Wu Yong tertawa: “Sebenarnya aku berangkat begitu liburan dimulai.”

Xiao Ju dan ayahnya sama-sama heran. Jika berangkat sejak awal liburan, bagaimana mungkin butuh hampir sebulan untuk sampai ke Hainan?

Wu Yong tersenyum lagi:  “Karena cara perjalananku… agak khusus.”

Dia mengeluarkan sebuah papan kecil dari ranselnya. Di atas papan itu tertulis:

“Para sopir yang baik hati, saya berasal dari Kota Baishan, Provinsi Jilin, dan ingin pergi ke Kota Wenchang, Pulau Hainan. Dua ekor burung walet di rumah saya pergi ke sana untuk melewati musim dingin. Saya ingin menjenguk mereka. Jika berkenan, mohon tumpangkan saya. Setiap satu kilometer yang Anda antar, saya semakin dekat satu kilometer kepada mereka.”

Ternyata, Wu Yong—yang sebentar lagi akan dewasa—ingin menghadiahkan sebuah upacara kedewasaan yang istimewa untuk dirinya sendiri. Karena kondisi keluarga yang sederhana, dia jarang memiliki kesempatan bepergian jauh. Maka dia merancang perjalanan yang tak biasa: berangkat dari Jilin, menuju selatan, menembus dinginnya wilayah utara, melintasi Sungai Yangtze dan Sungai Kuning, menyeberangi Selat Qiongzhou, merayakan Tahun Baru di perjalanan, dan setelah hampir sebulan, akhirnya tiba di Pulau Hainan yang hangat.

Wu Yong berkata: “Sepanjang perjalanan, aku mendapat banyak bantuan dari orang-orang baik. Mereka menunjukkan jalan, memberiku bekal dan buah-buahan. Pernah suatu kali aku jatuh dan kakiku terluka, seorang kakek mendorongku dengan gerobak kayu sejauh 10 kilometer.”

“Aku tidak membawa kamera, jadi tak bisa memotret mereka. Tapi aku menggambar wajah mereka. Lihatlah.”

Dia mengeluarkan sebuah buku gambar. Di dalamnya ada setumpuk potret—gambar-gambar itu tak sempurna, beberapa bahkan kotor dan robek. Namun jelas terlihat, setiap gambar dibuat dengan sepenuh hati, dan setiap gambar menyimpan sebuah cerita.

Ayah Xiao Ju terdiam lama. Dia menepuk bahu Wu Yong dan berkata dengan sungguh-sungguh:
“Selamat. Ini benar-benar upacara kedewasaan yang luar biasa. Dunia anak muda seharusnya tidak hanya sebatas sekolah. Di luar sana ada banyak hal yang tak bisa dipelajari dari buku.”

Dia lalu menoleh ke Xiao Ju :  “Kamu berasal dari suku Li. Menurut adat leluhur kita, tahun ini kamu berusia 13 tahun dan juga seharusnya menjalani upacara kedewasaan. Apakah kamu sudah punya rencana?”

Dari luar jendela terdengar kicauan burung walet. 

Xiao Ju tersenyum pada Wu Yong dan berkata : “Musim semi akan segera tiba. Burung walet akan terbang kembali ke Jilin. Ayah, kalau aku bilang ingin pergi melihat rumah burung walet di Jilin, apakah Ayah akan melarangku?”

Ayah bertanya: “Pergi sejauh itu? Perjalanannya pasti sangat melelahkan.”

Xiao Ju menunjuk dua ekor walet di luar jendela dan berkata mantap : “Ke mana burung walet kecil bisa terbang, aku juga pasti bisa sampai.”

Ayahnya tertawa:  “Ayah akan menemanimu! Kita lihat, apakah kisah di sepanjang jalan nanti bisa seindah kisah Wu Yong.”

Xiao Ju sangat gembira. Dia dan Wu Yong mengaitkan jari kelingking di bawah sarang burung walet, berjanji akan bertemu lagi di Jilin.

Ayah Xiao Ju memandang mata kedua anak itu yang penuh harapan, lalu berujar dalam hati: “Betapa indahnya masa muda.” (jhn/yn)

Kisah Inspiratif: Jendela Hati

EtIndonesia. Dalam perjalanan hidup, manusia tak terhindarkan dari kegagalan dan cobaan. Ada kalanya kita terperosok ke dalam kesialan yang seolah tak berujung; hati jatuh ke dalam dingin dan gelap, jiwa meluncur ke tepi kehancuran. Perasaan putus asa dan kelelahan akan mencengkeram begitu kuat, membuat kita tak berdaya dan sesak napas.

Pada saat-saat genting seperti itu, kita membutuhkan seseorang yang mampu mendorong terbukanya sebuah jendela hati—agar sinar matahari yang hangat, angin sepoi yang lembut, dan udara segar dapat masuk, menenangkan luka-luka batin.

Orang yang membuka jendela hati itu bisa siapa saja: keluarga atau sahabat, orang asing yang kebetulan lewat, tokoh terhormat, atau bahkan sosok kecil yang tak dikenal siapa pun.

Di kampung halamanku, ada dua orang sederhana yang pandai membuka jendela hati orang lain.

Yang pertama adalah Tao Si Gemuk, tukang cukur di kota kecil. Dia penuh cerita dan humor, pandai berbincang, dan selalu tahu kata-kata yang tepat untuk setiap masalah. Dia seolah menjadi psikolog sekaligus konselor jiwa bagi warga kota.

Suatu hari, seorang pejabat distrik melakukan kesalahan, dicopot dari jabatannya, lalu mengasingkan diri di kota kecil itu. Dia terpuruk, muram setiap hari, hidup dalam sikap pasrah dan putus asa—seperti bejana pecah yang tak lagi peduli.

Saat Tao Si Gemuk mencukur rambutnya, dia menceritakan banyak kisah tokoh besar masa lampau yang mengalami jatuh bangun hidup namun tetap bangkit dan berjuang. Perlahan, jendela hati sang pejabat pun terbuka.

Dia memperbaiki diri, bangkit kembali, dan mengajukan diri untuk bekerja di daerah paling terpencil dan miskin. Dia bekerja sungguh-sungguh demi rakyat. Kelak, dia bangkit kembali dan diangkat menjadi wakil bupati.

Orang kedua adalah Kakek Zhang, seorang penyeberang perahu di sungai kecil.

Suatu senja, seorang perempuan muda yang cantik mencoba mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke sungai. Kakek Zhang segera menyelamatkannya.

Dia bertanya dengan lembut :  “Kamu masih muda, masa depanmu panjang. Mengapa memilih jalan ini?”

Perempuan itu menangis tersedu-sedu :  “Baru setahun menikah, suamiku sudah punya wanita lain dan meninggalkanku. Apa arti hidup ini lagi?”

Kakek Zhang bertanya lagi :  “Bagaimana hidupmu sebelum menikah?”

Perempuan itu terdiam sejenak, lalu matanya berbinar : “Dulu aku bebas, tenang, penuh harapan dan impian…”

Kakek Zhang melanjutkan : “Saat itu, apakah kamu punya suami?”

Perempuan itu menjawab pelan :  “Tentu saja tidak.”

Kakek Zhang tersenyum dan berkata:  “Kalau begitu, hidupmu sekarang hanyalah dikembalikan oleh perahu takdir ke satu tahun yang lalu. Kamu tidak kehilangan apa pun. Kini kamu kembali bebas dan tanpa beban. Lalu, apa yang patut membuatmu begitu putus asa?”

Perempuan itu tertegun lama. Jendela hatinya terbuka lebar—dan cahaya pun masuk dengan terang.

Suara Hati

Setiap orang memiliki kisahnya sendiri, dan juga simpul hati yang mengikatnya.

Kemarin aku berbincang dengan seorang sahabat. Dia berkata tak mampu keluar dari masa lalunya. Dia tahu jalan yang ditempuhnya keliru, namun tetap enggan menoleh kembali—jendela hatinya tertutup rapat.

Saat seseorang berada di ambang sesak batin dan krisis jiwa, yang paling dia butuhkan adalah sepasang tangan—seolah tangan Tuhan—yang membantu membuka satu jendela hati, jendela yang penuh kegembiraan dan harapan.

Sesungguhnya, itu hanyalah perkara kecil, sesuatu yang bisa dilakukan siapa saja.
Namun sering kali kita mengabaikannya, melupakannya, bahkan memandangnya remeh.

Padahal, membuka satu jendela hati bisa menyelamatkan satu kehidupan.(jhn/yn)

Semua Tentang Chip 2nm Tercanggih di Dunia Kini Diproduksi Massal di Taiwan

EtIndonesia. Produsen mikrochip terkemuka dunia Taiwan, TSMC, mengatakan telah memulai produksi massal chip “2-nanometer” generasi berikutnya.

AFP mengulas apa artinya, dan mengapa hal itu penting:

Apa yang dapat mereka lakukan?

Daya komputasi chip telah meningkat secara dramatis selama beberapa dekade karena para pembuatnya memasukkan lebih banyak komponen elektronik mikroskopis ke dalamnya.

Hal itu telah membawa lompatan teknologi besar pada segala hal, mulai dari ponsel pintar hingga mobil, serta munculnya alat kecerdasan buatan seperti ChatGPT.

Chip 2-nanometer (2nm) canggih berkinerja lebih baik dan lebih hemat energi daripada jenis sebelumnya, dan memiliki struktur yang berbeda untuk menampung lebih banyak komponen kunci yang dikenal sebagai transistor.

Teknologi chip baru ini akan membantu mempercepat laptop, mengurangi jejak karbon pusat data, dan memungkinkan mobil otonom untuk mendeteksi objek lebih cepat, menurut raksasa komputasi AS, IBM.

Untuk kecerdasan buatan, “ini menguntungkan perangkat konsumen — memungkinkan AI di perangkat yang lebih cepat dan lebih mumpuni — dan chip AI pusat data, yang dapat menjalankan model besar dengan lebih efisien,” kata Jan Frederik Slijkerman, ahli strategi sektor senior di bank Belanda ING.

Siapa yang membuatnya?

Memproduksi chip 2nm, yang paling mutakhir di industri ini, “sangat sulit dan mahal,” membutuhkan “mesin litografi canggih, pengetahuan mendalam tentang proses produksi, dan investasi besar,” kata Slijkerman kepada AFP.

Hanya beberapa perusahaan yang mampu melakukannya: TSMC, yang mendominasi industri manufaktur chip, serta Samsung dari Korea Selatan dan perusahaan AS Intel.

TSMC memimpin, sementara dua perusahaan lainnya “masih dalam tahap peningkatan hasil produksi” dan kekurangan pelanggan skala besar, kata analis TrendForce, Joanne Chiao.

Produsen chip Jepang, Rapidus, juga sedang membangun pabrik di Jepang utara untuk memproduksi chip 2nm, dengan produksi massal dijadwalkan pada tahun 2027.

Apa dampak politiknya?

Perjalanan TSMC menuju produksi massal 2nm tidak selalu mulus.

Jaksa Taiwan mendakwa tiga orang pada bulan Agustus karena mencuri rahasia dagang terkait chip 2nm untuk membantu Tokyo Electron, sebuah perusahaan Jepang yang membuat peralatan untuk TSMC.

“Kasus ini melibatkan teknologi inti nasional yang sangat penting bagi jalur industri Taiwan,” kata kantor kejaksaan tinggi saat itu.

Faktor geopolitik dan perang dagang juga berperan.

Nikkei Asia melaporkan musim panas ini bahwa TSMC, yang memiliki Nvidia dan Apple sebagai kliennya, tidak akan menggunakan peralatan pembuatan chip Tiongkok dalam jalur produksi 2nm-nya untuk menghindari gangguan dari potensi pembatasan AS.

TSMC mengatakan mereka berencana untuk mempercepat produksi chip 2nm di Amerika Serikat, yang saat ini ditargetkan untuk “akhir dekade ini”.

Seberapa kecil dua nanometer itu?

Sangat kecil — sebagai referensi, sebuah atom berukuran sekitar 0,1 nanometer.

Namun sebenarnya 2nm tidak merujuk pada ukuran sebenarnya dari chip itu sendiri, atau komponen chip apa pun, dan hanyalah istilah pemasaran.

Sebaliknya, “semakin kecil angkanya, semakin tinggi kepadatan” komponen-komponen ini, kata Chiao kepada AFP.

IBM mengatakan desain 2nm dapat memuat hingga 50 miliar transistor, komponen kecil yang lebih kecil dari virus, pada chip seukuran kuku jari.

Untuk membuat transistor, irisan silikon diukir, diproses, dan dikombinasikan dengan lapisan tipis bahan lain.

Kepadatan transistor yang lebih tinggi menghasilkan chip yang lebih kecil atau chip dengan ukuran yang sama tetapi dengan daya pemrosesan yang lebih cepat.

Bisakah chip menjadi lebih baik lagi?

Ya, dan TSMC sudah mengembangkan teknologi “1,4 nanometer”, yang dilaporkan akan mulai diproduksi massal sekitar tahun 2028, dengan Samsung dan Intel tidak jauh tertinggal.

TSMC memulai produksi 3nm dalam jumlah besar pada tahun 2023, dan media Taiwan mengatakan perusahaan tersebut sudah membangun pabrik chip 1,4nm di kota Taichung.

Sedangkan untuk chip 2nm, Rapidus Jepang mengatakan bahwa chip tersebut “ideal untuk server AI” dan akan “menjadi landasan infrastruktur digital generasi berikutnya”, meskipun terdapat tantangan teknis dan biaya yang sangat besar.(yn)

Video: AS Mengatakan 2 Tewas dalam Serangan Terhadap Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Pasifik

EtIndonesia. Militer AS mengatakan telah menewaskan dua orang dalam serangan terhadap sebuah kapal yang diduga membawa narkoba di perairan internasional di Samudra Pasifik bagian timur pada hari Senin.

“Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditunjuk di perairan internasional,” kata Komando Selatan AS dalam sebuah unggahan di X.

Tidak ada personel AS yang terluka selama operasi tersebut, kata militer.(yn)

Tuapse, Rusia, Dihantam Drone: Kilang Minyak dan Dermaga Terbakar

EtIndonesia. Di Tuapse, Krasnodar Krai, sebuah kilang minyak dan dermaga pelabuhan terbakar, menurut laporan media Rusia.

Sekitar pukul 23 : 00 pada tanggal 30 Desember, warga memposting di halaman komunitas bahwa kota tersebut diduga diserang oleh drone yang tidak diketahui asalnya.

Kemudian, muncul rekaman yang menunjukkan kebakaran tersebut, yang dilaporkan terjadi di kilang minyak setempat.

Selanjutnya, markas operasional Krasnodar Krai mengkonfirmasi bahwa serangan drone memang telah menghantam dermaga pelabuhan dan kilang minyak setempat.

Menurut laporan, kebakaran di kilang tersebut meliputi area seluas 300 meter persegi. 64 personel dan 16 unit peralatan terlibat dalam pemadamannya.

Sementara itu, saluran Telegram pro-Ukraina Exilenova+ melaporkan bahwa, menurut data awal, unit AVT-12 – komponen kunci dari pengolahan minyak primer yang bertanggung jawab untuk distilasi vakum atmosfer – terbakar di kilang setempat.

Seperti yang dilaporkan RBC-Ukraine, mengutip Bloomberg, serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia mencapai rekor tertinggi pada bulan Desember.

Setidaknya 24 serangan tercatat sepanjang bulan tersebut terhadap kilang minyak Rusia, kapal tanker minyak, dan aset maritim lainnya, serta elemen-elemen kunci dari sistem pipa.

Serangan terhadap fasilitas di Tuapse

Mengenai Tuapse, laporan menunjukkan bahwa pada tanggal 10 November, drone angkatan laut menyerang pelabuhan setempat, merusak salah satu dermaga.

Pada malam hari, warga melaporkan ledakan di kota tersebut, dan peringatan ancaman drone berlangsung selama hampir 8 jam.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa Dinas Keamanan Ukraina, bersama dengan pasukan keamanan dan pertahanan lainnya, melakukan serangan terhadap terminal minyak di pelabuhan Tuapse di Krasnodar Krai, Rusia.

Kemudian diketahui bahwa pada saat serangan, setidaknya tiga kapal sedang dimuat di terminal tersebut. Kapal-kapal tersebut memiliki status semi-bayangan, yang memungkinkan penyelidik untuk menentukan kepemilikannya.(yn)

 Kisah Inspiratif: Utang Kehidupan

EtIndonesia. Memasuki usia paruh baya, hidupnya justru dihantam pukulan yang nyaris menghancurkan segalanya. Akibat keputusan investasi yang keliru, dia bangkrut seketika. Setelah menjual rumah keluarga, dia masih menanggung utang lebih dari 10 juta yuan. Di saat yang sama, kondisi fisiknya ikut memburuk—berat badannya melonjak hingga lebih dari 150 kilogram, otot pernapasannya rusak, dan setiap malam dia hanya bisa tidur dengan bantuan mesin oksigen.

Banyak orang yakin, dia akan benar-benar “tumbang”.

Namun dia berkata pada dirinya sendiri, dia tidak boleh jatuh. Jika dia menyerah, utang itu akan beralih ke pundak anak-anaknya. Selain itu, masih begitu banyak utang kehidupan yang belum dia bayar—dia harus berusaha melunasinya.

Dengan tubuh yang sakit, dia mulai berkeliling mencari peluang, memutar otak demi mencari nafkah. Seberat apa pun perjuangan itu, hasilnya tetap sangat minim. Sepuluh tahun dia bertahan dalam kesulitan—dan tetap tidak menyerah. Sebab, tumpukan utang itu selalu mengingatkannya untuk terus melangkah.

Hingga suatu hari, dia menangkap sebuah peluang kecil. Sebuah kios sempit berukuran 8 meter persegi di gang kecil mengingatkannya pada rasa sosis goreng buatan ibunya di masa lalu. Dengan bantuan teman, dia menyewa kios itu. Dia mencoba membuat sosis goreng berulang kali, tetapi rasanya tak pernah sama seperti yang dia ingat.

Dia pulang ke kampung halaman, bertanya kepada para orangtuanya, lalu mencoba lagi dan lagi, bereksperimen tanpa henti—sampai akhirnya semua orang berkata, “Ini enak.”

Toko sosisnya pun resmi dibuka. Tak disangka, penjualannya meledak. Di bulan-bulan ramai, keuntungannya bisa mencapai lebih dari 50.000 yuan per bulan. Setiap kali teringat bahwa sebagian utangnya bisa dilunasi, dia bekerja semakin giat—siang dan malam. Tak lama kemudian, dia membuka gerai waralaba.

Dalam tiga tahun, dari satu kios sosis ke sosis berikutnya, dia berhasil melunasi utang lebih dari 10 juta yuan.

Namanya Fu Guanzheng—pendiri merek “Fei Chang Bi Ke”—dan oleh warganet dia dijuluki “manusia keajaiban.”

Kebetulan yang luar biasa, ada satu kisah lain yang juga menciptakan keajaiban serupa.

Namanya Yuan Zhushi—seorang petani biasa. Di usia 13 tahun, dia terserang penyakit berat dan menjalani 17 kali operasi. Akibatnya, kedua kakinya masing-masing lebih pendek 14 sentimeter. Karena kegagalan usaha dan berbagai faktor lain, Yuan Zhushi juga terjerat utang hingga puluhan juta yuan.

Utang sebesar gunung itu menekannya tanpa henti. Namun, bukankah namanya Zhushi—yang berarti tiang penyangga?  Meski gunung runtuh menimpa, tiang penyangga harus tetap berdiri. Dia bersumpah akan melunasi semua utangnya.

Fu Guanzheng dan Yuan Zhushi, dibandingkan orang kebanyakan, memiliki tubuh yang lemah dan penuh keterbatasan. Namun mereka menciptakan keajaiban yang sulit dibayangkan.

Utang memang bukan sesuatu yang menyenangkan. Tetapi bagi orang yang menjunjung kejujuran dan berani memikul tanggung jawab, utang justru bisa menjadi sumber dorongan—bahkan penopang hidup.

Sesungguhnya, siapa di antara kita yang tak memiliki utang kehidupan?
Kita berutang pada orangtua atas kasih dan pengorbanan mereka.
Berutang pada pasangan atas kebersamaan dalam susah dan senang.
Berutang pada anak-anak atas kepercayaan dan harapan mereka.
Berutang pada sahabat atas kepercayaan yang diberikan.
Bahkan, kita berutang pada diri sendiri—atas mimpi yang belum terwujud.

Jika kita selalu mengingat berbagai “utang” itu, bukankah langkah kita dalam mengejar hidup akan menjadi lebih teguh dan lebih kuat?(jhn/yn)