Semarak HUT ke-81 RI: Karnaval Busana Daerah dan Fashion Show Warnai Perayaan di Mercure Surabaya Grand Mirama

Surabaya, 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah di Mercure Surabaya Grand Mirama. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, seluruh heartist (sebutan karyawan) hotel menggelar serangkaian perayaan yang penuh warna, mulai dari upacara bendera, karnaval busana daerah, hingga fashion show.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara bendera pada pukul 06.30 WIB yang berlangsung khidmat. Suasana semakin istimewa ketika tim paduan suara dan seluruh heartist menyanyikan Mars Mercure Surabaya Grand Mirama, dilanjutkan dengan lagu-lagu nasional dan lagu daerah dari berbagai penjuru Nusantara.

Yang menarik, para heartist mengenakan busana adat dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Barat, Jawa Timur, hingga Papua. Perpaduan antara musik, busana tradisional, dan semangat kebersamaan menjadi simbol bahwa keberagaman budaya Indonesia adalah kekuatan yang menyatukan.

Usai upacara, suasana berubah menjadi lebih semarak dengan digelarnya karnaval dan pawai busana daerah. Sebuah jeep memimpin barisan karnaval, diiringi alunan musik tradisional dari para musisi lokal. Rombongan berjalan menyusuri Jalan Ronggolawe hingga Jalan Raya Darmo, menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video.

Perayaan kemudian berlanjut di Grand Ballroom dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Kemeriahan semakin terasa melalui fashion show busana daerah yang menampilkan kreativitas para heartist.

Acara ini sekaligus menjadi puncak rangkaian lomba 17-an yang telah digelar sebelumnya, mulai dari blind volley, makan kerupuk, balok race, hingga kompetisi e-sport di Coffee Cafe. Seluruh rangkaian lomba ditutup dengan pengumuman pemenang dan pemberian apresiasi bagi para peserta.

Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama dan Mercure Surabaya Grand Mirama, menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang memperingati hari bersejarah, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menghargai keberagaman.

“Melalui upacara, karnaval busana daerah, hingga berbagai kegiatan bersama, kami ingin menghadirkan semangat kemerdekaan yang dapat dirasakan oleh seluruh heartist. Kiranya semangat ini terus membawa energi positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu,” ujarnya.

Sepanjang bulan Agustus, Mercure Surabaya Grand Mirama juga menghadirkan berbagai promo dan penawaran spesial dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan, mulai dari kuliner hingga pengalaman menginap.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi +62 811-3456-155, mengunjungi situs resmi all.accor.com/6155, atau mengikuti Instagram @mercuresurabayagrandmirama.

Upacara Bendera Berbalut Batik hingga Kebaya, Dafam Pacific Caesar Surabaya Rayakan HUT ke-81 RI dengan Pesona Nusantara

SURABAYA, 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan cara yang berbeda dan penuh makna oleh seluruh manajemen dan staf Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya. Menggelar upacara bendera yang khidmat, mereka kompak mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya bangsa.

Upacara yang berlangsung di area pelataran hotel pada Senin pagi (17/8) itu dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Suasana khidmat berpadu dengan semarak warna-warni pakaian tradisional. Mulai dari kebaya Jawa, busana adat Madura, pakaian adat Batak Toba, hingga busana khas Melayu Pontianak, semua tampak anggun dan gagah. Para petugas upacara hingga peserta baris-berbaris turut memeriahkan momen sakral ini dengan balutan busana yang mencerminkan kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke.

General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Muhamad Muamar Khadafi, mengatakan bahwa peringatan tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dalam keberagaman. “Semangat kemerdekaan ke-81 ini menjadi pengingat bagi kami bahwa keberagaman adalah kekuatan utama bangsa. Melalui balutan busana adat ini, seluruh jajaran Dafam Pacific Caesar Surabaya ingin merayakan kebhinekaan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik berlandaskan keramahan khas Indonesia,” ujarnya.

Salah satu petugas upacara, Agatha Valentina Damayanti dari bagian Human Resources, mengaku bangga bisa bertugas dengan mengenakan pakaian tradisional. Baginya, ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bentuk nyata kecintaan terhadap warisan budaya. “Menjalankan tugas upacara dengan mengenakan pakaian tradisional memberikan rasa bangga yang luar biasa. Ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan wujud rasa cinta kami terhadap warisan budaya Nusantara yang kekal dan harus terus kita lestarikan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Maria Ristiany dari Marketing Communication. Ia menyebut momen 17 Agustus selalu dinantikan dan terasa lebih istimewa ketika dirayakan dengan busana adat. “Momen 17 Agustus selalu kami nantikan. Bertugas dengan pakaian adat daerah sendiri membuat suasana upacara terasa lebih dekat di hati dan membakar semangat kami untuk terus berkarya demi kemajuan Indonesia,” katanya.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama seluruh karyawan, serta pembagian hadiah untuk kostum adat terbaik sebagai apresiasi atas kreativitas dan semangat kebangsaan.

Melalui momentum peringatan HUT ke-81 RI ini, Dafam Pacific Caesar Surabaya berkomitmen untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi industri pariwisata Kota Surabaya, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan persatuan bangsa.

Ascott Waterplace Surabaya Jadi Primadona Ekspatriat, Tawarkan Program “Merdeka Long Stay Deals” Spesial

SURABAYA – Bagi ekspatriat dan wisatawan mancanegara yang membutuhkan tempat tinggal nyaman untuk jangka pendek maupun panjang di Surabaya, Ascott Waterplace Surabaya menjadi salah satu pilihan utama. Berlokasi strategis di Surabaya Barat, dekat dengan Pakuwon Mall dan kawasan komersial, hunian ini menawarkan kemudahan akses untuk berbelanja, kuliner, hingga pusat bisnis.

Sebagai serviced residence terkemuka, Ascott Waterplace Surabaya menyediakan berbagai tipe hunian lengkap dengan furnitur (fully furnished). Pilihan kamar mulai dari One Bedroom Deluxe (46 m²), One Bedroom Executive, Two Bedroom Deluxe, Two Bedroom Executive, hingga Three Bedroom Executive (113 m²). Bagi yang menginginkan ruang lebih luas dan privat, tersedia pula One Bedroom Penthouse.

Fasilitas Lengkap Seperti Rumah Sendiri

Setiap unit dilengkapi dengan area makan, dapur dengan peralatan memasak, dispenser, kompor, kulkas dua pintu, microwave, pemanggang roti, serta mesin cuci. Khusus tipe Three Bedroom Executive juga dilengkapi oven. Fasilitas ini menjadi nilai tambah bagi ekspatriat yang ingin merasakan suasana “rumah sendiri” selama tinggal di Surabaya.

Tak hanya hunian, Ascott Waterplace Surabaya juga menawarkan fasilitas rekreasi dan kebugaran yang lengkap. Salah satu unggulannya adalah Waterplace Thematic Pool, yang memiliki beberapa area kolam renang: Beach Pool dengan kedalaman landai cocok untuk anak-anak, lazy pool untuk semua usia, jacuzzi, hingga lap pool kedalaman dua meter untuk olahraga air. Kolam ini juga dilengkapi air mancur pada pagi dan sore hari.

Fasilitas lainnya meliputi taman bermain dalam dan luar ruangan, ruang santai eksklusif (Residents Lounge), restoran, area semi-terbuka, kolam renang privat, serta pusat kebugaran (gymnasium).

Ramah Lingkungan dan Dukung UMKM Lokal

General Manager Ascott Waterplace Surabaya, Handrian Wijaya, menegaskan komitmen pihaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan keluarga.

“Dari dulu hingga sekarang kami berkomitmen untuk menjadikan akomodasi kami ramah lingkungan dan juga family friendly. Mulai dari thematic pool hingga sertifikasi GSTC adalah bagian dari proses yang terus kami jalankan, karena ramah lingkungan bukan hanya tren, tetapi juga keharusan,” ujar Handrian.

Saat ini, Ascott Waterplace Surabaya tengah menjalani proses sertifikasi ramah lingkungan dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Berbagai inisiatif telah diterapkan, seperti penggunaan perlengkapan mandi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, Ascott Waterplace Surabaya juga berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal melalui program Ascott CARES (Community, Alliance, Respect, Environment, and Supply Chain). Produk UMKM lokal disajikan sebagai amenities dan camilan selamat datang di kamar, bahkan tersedia sebagai cinderamata di lobby.

Assistant Residence Manager, Christina Mia, menjelaskan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan produk UMKM dikembalikan sepenuhnya kepada pengrajin.

“Setiap keuntungan yang diperoleh akan kembali ke UMKM 100% untuk mengembangkan usaha mereka,” tutur Christina.

Promo Spesial Merdeka Long Stay Deals

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Ascott Waterplace Surabaya meluncurkan program “Merdeka Long Stay Deals” bagi tamu yang membutuhkan hunian jangka panjang. Program ini ditawarkan dengan harga mulai dari IDR 25.000.000++ dengan fasilitas:

  • Hunian fully furnished
  • Listrik dan air (utilities)
  • Layanan housekeeping tiga kali seminggu
  • Diskon 15% untuk layanan cuci
  • Komplementer satu kali APU/APD dan poin ASR

Periode menginap program ini berlangsung 1 Agustus – 1 September 2026, sementara pemesanan tersedia hingga 30 Desember 2026.

Sentuhan Seni dalam Setiap Pengalaman

Mengusung tagline “Savour The Art of Living”, Ascott Waterplace Surabaya menghadirkan unsur seni melalui ukiran dan instalasi bernuansa heritage di lobby. Layanan Ascott Artisan dari staf terlatih serta rangkaian acara Ascott Soiree yang memadukan seni pertunjukan, seni visual, kuliner, dan busana, semakin memperkaya pengalaman menginap.

Dengan kombinasi hunian nyaman, lokasi strategis, fasilitas lengkap, serta komitmen terhadap lingkungan dan UMKM, Ascott Waterplace Surabaya terus menjadi pilihan utama bagi ekspatriat, wisatawan mancanegara, maupun keluarga yang membutuhkan hunian sementara di Surabaya.

Hujan Lebat Melanda Sejumlah Provinsi dan Kota di Tiongkok, Kunming dan Chengdu Dilanda Banjir Parah

Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras telah menyebabkan bencana di berbagai provinsi dan kota di Tiongkok. Pada 18 Agustus, Kunming di Provinsi Yunnan dan Chengdu di Provinsi Sichuan dilanda hujan sangat lebat, mengakibatkan banjir perkotaan yang parah. Banyak toko dan kendaraan terendam air sehingga mengalami kerugian besar. Pada hari yang sama, banjir bandang tiba-tiba melanda sebuah sungai kecil di Chifeng, Mongolia Dalam, dan sebuah truk besar terjebak di tengah arus.

EtIndonesia.com Pada dini hari 18 Agustus, Kota Kunming, Yunnan, dilanda hujan sangat lebat. Sejumlah ruas jalan di Distrik Guandu, Distrik Panlong, dan wilayah lainnya mengalami genangan parah yang berlangsung hingga sepanjang hari. Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas terputus dan banyak toko serta kendaraan terendam.

Li, seorang karyawan toko di Distrik Guandu, Kunming:  “Air di Jalan Jinzhi belum surut sama sekali, jadi kami tidak bisa keluar. Sampai malam, mobil-mobil bahkan mulai hanyut. Setelah jam kerja, kami tidak bisa pulang dan akhirnya tidur di toko. Kendaraan penyelamat juga ikut terendam. Mereka datang untuk menarik mobil, tetapi mesinnya mati dan mulai mengeluarkan asap, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Beberapa hari sebelumnya, Jalan Xingyao juga kebanjiran. Kami benar-benar tidak bisa pergi bekerja.”

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa pada dini hari 18 Agustus, banjir bandang terjadi di Desa Qinglong, Distrik Panlong, Kunming. Arus deras menghanyutkan kendaraan di jalan dan membanjiri toko-toko. Setelah air surut, kondisi jalan terlihat porak-poranda. Sejumlah kendaraan bertumpuk satu sama lain. Diperkirakan setidaknya 20 kendaraan mengalami kerusakan di sepanjang jalan tersebut.

Tang, pemilik toko di Desa Qinglong, Distrik Panlong, Kunming:  “Pintu rolling door toko sampai roboh diterjang air dan banyak barang terendam. Mobil-mobil ini sebelumnya diparkir dengan rapi, dua baris, tetapi kemudian terseret arus dan bertumpuk menjadi satu. Jumlahnya sekitar 10 sampai 20 mobil. Mobil teman saya bahkan ikut hanyut. Kerugiannya sangat besar.”

Dari 16 hingga 18 Agustus, Chengdu, Provinsi Sichuan, juga mengalami hujan deras hingga hujan sangat lebat secara lokal. Curah hujan tertinggi tercatat di Huanglongxi, Shuangliu. Pada dini hari 18 Agustus, Dujiangyan, yang berada di hulu Chengdu, mengalami debit puncak terbesar tahun ini. Ketinggian air Sungai Jinjiang, yang dikenal sebagai sungai induk Chengdu, meningkat tajam sehingga sejumlah jalan di kawasan perkotaan Chengdu berubah menjadi lautan air.

Zhang, warga Distrik Shuangliu, Chengdu:  “Hujan tidak berhenti sama sekali. Sungai Jinjiang memiliki satu anak sungai kecil yang berasal dari Dujiangyan, mengalir melalui Chengdu, kemudian menuju Meishan dan Leshan, hingga bertemu dengan tiga sungai di Huanglongxi. Ketika wilayah perkotaan Chengdu kebanjiran, air dialirkan ke sungai ini. Rumah kami berada di dekat sungai, jadi ketika melihat dari depan pintu, rasanya seperti melihat lautan.”

Pada sore 18 Agustus, di Kota Yihehe, Wengniute Banner, Chifeng, Mongolia Dalam, sebuah truk besar yang membawa 30 ton kentang terjebak di sebuah sungai kecil dan menunggu pertolongan. Pemilik muatan dan sopir dilaporkan sangat cemas.

Menurut seorang saksi mata, lokasi tersebut sebenarnya merupakan dasar sungai yang biasanya kering dan berada di antara dua gunung. Ketika hujan turun, banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba. Sungai tersebut disebut pernah menyebabkan banyak korban jiwa.

Wang, seorang saksi mata (nama samaran):  “Awalnya airnya sangat dangkal, sekitar 20 sentimeter. Ketika truk sampai di bagian itu, kendaraan mengalami sedikit kerusakan. Mereka menunggu buldoser datang untuk menariknya. Tiba-tiba banjir bandang datang. Sungai ini memang seperti itu. Minggu lalu ada tujuh orang yang meninggal ketika sebuah mobil pribadi melintas. Tahun lalu lebih dari 10 orang meninggal, dan beberapa tahun lalu ada 13 orang yang meninggal. Banjirnya datang dari hujan di bagian atas.”

Reporter New Tang Dynasty Television: Xiong Bin, Bai Ni

【Berita Terlarang】 Terungkap Lebih Banyak Detail Kasus Mata-Mata Partai Komunis Tiongkok : Rayuan Seksual dan Pendanaan 

Kelompok kerja transparansi pemerintahan Gedung Putih pada 17 Agustus merilis hampir 150 halaman dokumen FBI, yang mengungkap lebih jauh hubungan antara perempuan Tiongkok Fang Fang dan mantan anggota Kongres AS Eric Swalwell, termasuk dugaan penggunaan rayuan seksual, sumbangan kampanye ilegal, serta penempatan peserta magang untuk memengaruhi politik Amerika Serikat.

EtIndonesia.com  Dokumen investigasi FBI yang baru dideklasifikasikan menunjukkan bahwa perempuan Tiongkok yang dikenal sebagai Fang Fang aktif di dunia politik California pada 2010–2015 dan diduga menggunakan daya tarik seksual untuk mendekati Swalwell, yang saat itu menjabat sebagai anggota legislatif California.

Swalwell, yang terlibat dalam kontroversi seksual, pada April lalu mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan gubernur California sekaligus melepaskan kursinya sebagai anggota DPR AS.

Menurut dokumen FBI yang telah diklasifikasi, Swalwell mengakui bahwa dirinya pernah melakukan hubungan seksual dengan Fang Fang sebelum terpilih menjadi anggota Kongres. Ia mengatakan bahwa hubungan tersebut bukan hubungan romantis dan dirinya tidak pernah memberikan informasi rahasia kepadanya.

Sebelumnya, Swalwell tidak pernah secara terbuka mengakui hubungan tersebut.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pada 2014, Fang Fang diduga menyalurkan dana kepada tim kampanye Swalwell melalui warga Amerika yang berperan sebagai donatur atas nama orang lain. Ia juga mengatur agar peserta magang ditempatkan di tim kampanye dan kantor politik Swalwell, serta beberapa kali mendorong Swalwell untuk berkunjung ke Tiongkok.

Fang Fang masuk ke California State University, East Bay, pada 2011 dan pernah menjabat sebagai ketua perkumpulan mahasiswa Tiongkok di universitas tersebut. Ia memanfaatkan penggalangan dana kampanye dan “pesona pribadinya” untuk secara aktif mendekati tokoh-tokoh politik di tingkat lokal maupun federal. Para pejabat AS menduga aktivitas tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen yang dipimpin oleh aparat keamanan nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Peneliti Institute for National Defense and Security Research Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan bahwa jenis spionase nontradisional seperti ini terutama dilakukan dengan menggunakan aktivitas yang tampak legal sebagai kedok untuk melakukan infiltrasi.

 “Spionase tradisional biasanya melibatkan perekrutan atau pembelian pengaruh terhadap politisi yang sudah menduduki posisi tinggi atau tokoh penting. Namun, kasus Fang Fang merupakan bentuk infiltrasi terhadap calon-calon politik yang memiliki potensi, khususnya mereka yang baru memulai karier, belum memiliki pemeriksaan keamanan yang ketat, dan belum mempunyai staf yang memadai,” katanya. 

Setelah tokoh-tokoh tersebut masuk Kongres atau kabinet, PKT dapat memiliki jalur langsung menuju pusat kekuasaan. Selain itu, melalui hubungan kepercayaan yang dibangun dalam jangka panjang, bantuan finansial, atau hubungan emosional pribadi, pada saat-saat penting mereka dapat menyampaikan pandangan tertentu dan pada akhirnya mempengaruhi arah kebijakan negara demokratis.”

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada media pada 16 Agustus bahwa dokumen investigasi kontra intelijen FBI tersebut merupakan “dokumen paling mencerahkan sejauh ini” dan “memberikan studi kasus yang memungkinkan kami memahami bagaimana pihak Tiongkok berusaha menyusup ke dalam sistem politik Amerika Serikat.”

Shen Ming-shih mengatakan: “Ini sebenarnya merupakan operasi untuk mempengaruhi secara perlahan dan tidak kentara. Ini bukan sekadar masalah pengumpulan intelijen. Mereka memanfaatkan mekanisme demokrasi dan mengubah mekanisme demokrasi itu menjadi saluran infiltrasi. Karena informasi yang dikumpulkan Fang Fang sebagian besar merupakan informasi dari sumber terbuka dan tidak bersifat rahasia, aktivitas tersebut pada umumnya berada di wilayah abu-abu hukum. Bahkan jika badan keamanan atau kontra intelijen menemukan aktivitas tersebut, akan sulit untuk menangkapnya dengan menggunakan tuduhan spionase.”

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Fang Fang memiliki hubungan dengan lembaga intelijen PKT dan bahwa orang tuanya merupakan pejabat tinggi PKT. Dalam riwayat hidupnya, ia mengklaim pernah bertugas di pesawat khusus yang digunakan oleh pemimpin PKT. Ia juga mengatakan bahwa jaringan hubungannya di Tiongkok sebanding dengan anggota “keluarga merah”, termasuk keluarga mantan pemimpin PKT Mao Zedong.

Dokumen yang telah dideklasifikasi juga mengungkap bahwa pada 2013, FBI berusaha merekrut Fang Fang sebagai agen ganda yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanfaatkan, dalam sebuah operasi dengan nama sandi “Rusty Thumbs”. Namun, setelah penyelidikan selama satu tahun, FBI menyimpulkan bahwa rencana tersebut tidak dapat dilaksanakan.

Feng Chongyi, profesor madya di University of Technology Sydney, mengatakan bahwa Fang Fang memiliki kemiripan dengan agen perempuan Soviet yang dikenal sebagai “Swallow” (burung layang-layang) dan digunakan selama era Perang Dingin. Karena Fang Fang melarikan diri kembali ke Tiongkok sebelum dapat didakwa, kasus tersebut tidak pernah sampai ke proses hukum. Hal ini juga menunjukkan betapa sulitnya mencegah infiltrasi semacam itu.

 “Hal ini hanya dapat ditangani oleh badan intelijen. Jika mereka menemukan hubungan yang sangat dekat atau tanda-tanda tertentu, mereka dapat melakukan pencegahan terhadap politisi yang memiliki hubungan tidak pantas dengan ‘Swallow’ dari Tiongkok. Pencegahan ini sebenarnya bergantung pada integritas diri dan transparansi. Politisi tidak boleh berhubungan dengan orang-orang yang mencurigakan, terutama hubungan seksual apa pun, karena itu sendiri merupakan bentuk korupsi,” ujar Feng Chongyi. 

Menjelang pertemuan Trump–Xi, lebih banyak detail mengenai kasus Fang Fang dipublikasikan. Shen Ming-shih menilai bahwa AS sedang menunjukkan bahwa mereka telah memahami selama lebih dari satu dekade metode infiltrasi bawah tanah yang digunakan PKT, sekaligus meningkatkan posisi tawar Amerika Serikat dalam negosiasi.

【Serial Sejarah】 Jiang Zemin yang Sebenarnya (Bagian 3)

[Catatan editor] Empat belas tahun lalu, Jiang Zemin yang Sebenarnya pertama kali diperkenalkan kepada pembaca. Empat belas tahun kemudian, Jiang Zemin telah meninggal dunia, tetapi dampak buruk politik yang ditinggalkannya belum menghilang. Banyak kekacauan dan krisis yang terjadi di Tiongkok saat ini dapat ditelusuri kembali ke masa ketika Jiang berkuasa.

Pemerintahan melalui korupsi, pengabaian terhadap supremasi hukum, penghancuran moral, penganiayaan terhadap Falun Gong, serta berkembangnya mesin otoriter dan kekerasan PKT telah meninggalkan banyak masalah bagi Tiongkok. Untuk memahami PKT saat ini dan mengapa Tiongkok sampai pada kondisi sekarang, perlu memahami Jiang Zemin yang Sebenarnya. Oleh karena itu, artikel ini diterbitkan kembali.

Serial dokumenter Kebenaran Sejarah: Jiang Zemin yang Sebenarnya, episode 3: GDP Jiang Zemin (Bagian 1)

Ketika menengok kembali “keajaiban ekonomi” Tiongkok selama 30 tahun, orang mungkin tidak dapat mengingat merek-merek Tiongkok apa yang berhasil menjadi merek kelas dunia. Namun, orang pasti tidak akan melupakan sebuah istilah populer yang selalu menyertai “keajaiban” tersebut, yaitu GDP (PDB).

Berdasarkan data resmi Tiongkok, GDP Tiongkok meningkat dari sekitar US$300 miliar pada 1980 menjadi lebih dari US$8 triliun pada 2012, atau meningkat lebih dari 20 kali lipat, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 10%. Setelah GDP Tiongkok melampaui Italia pada 2005, Inggris pada 2006, Jerman pada 2007, dan Jepang pada 2010, Tiongkok mengakhiri posisi Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua dunia selama lebih dari 40 tahun dan menjadi perekonomian terbesar kedua di dunia.

Bagaimanapun juga, “pemujaan terhadap GDP” menjadi tema utama dan suara paling kuat pada era Jiang Zemin, dan pengaruhnya terus berlanjut hingga sekarang. Para pejabat PKT, anak-anak pejabat, serta kelompok kepentingan yang terbentuk melalui hubungan nepotisme merupakan pihak yang paling diuntungkan secara ekonomi dari pengejaran GDP.

Dalam sekejap, pemerintah Tiongkok menjadi salah satu pemerintahan yang paling “kapitalistis” di dunia. Dari tingkat pemerintahan tertinggi hingga terendah, semboyannya seolah menjadi: “Lihat uang ketika menengadah, lihat uang ketika menunduk; hanya dengan melihat uang kita bisa bergerak maju.”

Penguasaan dan Pembebasan Lahan

Penguasaan lahan merupakan bagian dari sistem “keuangan berbasis tanah” pemerintah daerah Tiongkok. Bagi pemerintah daerah, praktik ini memberikan banyak keuntungan: seluruh hasil penjualan tanah masuk ke pemerintah daerah dan dapat mereka gunakan.

Biaya pembebasan lahan pada dasarnya dapat ditutup dari hasil penjualan tanah. Setelah biaya pembongkaran dan relokasi diperhitungkan, pemerintah pada praktiknya dianggap memperoleh tanah dengan biaya yang sangat rendah, sehingga seolah-olah “tinggal duduk dan menerima uang.”

Sebuah laporan dari Development Research Center of the State Council menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan dari penjualan tanah dan pajak terkait real estat menyumbang sekitar 40% anggaran pemerintah daerah. Pendapatan bersih dari penjualan tanah bahkan mencapai lebih dari 60% pendapatan di luar anggaran pada sejumlah daerah.

Pada 2009, Hangzhou menempati peringkat pertama dalam penjualan tanah antarkota, dengan pendapatan penjualan tanah mencapai 120 miliar yuan. Pada tahun yang sama, pendapatan fiskal Hangzhou hanya sekitar 55 miliar yuan, sehingga pendapatan dari penjualan tanah mencapai 218% dari pendapatan fiskalnya.

Secara teori, tanah di Tiongkok dinyatakan oleh PKT sebagai milik negara atau milik kolektif. Karena itu, pemerintah dapat melakukan penguasaan lahan dengan biaya yang dianggap rendah. Pejabat PKT dapat menentukan batas lahan di peta sesuai keinginan.

Dalam harga rumah baru di Tiongkok, nilai tanah sudah termasuk di dalamnya. Namun, harga rumah lama tidak memasukkan nilai tanah dengan cara yang sama. Artinya, ketika masyarakat membeli rumah baru, mereka membayar biaya tanah kepada pemerintah melalui harga rumah. Tetapi ketika rumah lama mereka diambil pemerintah untuk pembongkaran, pemerintah tidak membayar nilai tanah secara penuh kepada pemiliknya.

Dengan demikian, pemerintah memperoleh keuntungan dari nilai tanah tersebut. Artikel ini menyebut bahwa nilai tanah dapat mencapai 30%–50% dari keseluruhan harga rumah.

Sebagai contoh, ketika sebuah rumah lama bergaya shikumen seluas 10 meter persegi di Distrik Xuhui, Shanghai, dibongkar, pemilik sebelumnya menerima kompensasi sebesar 65.604 yuan. Distrik Xuhui merupakan salah satu kawasan properti mahal di Shanghai. Pada 2010, harga rata-rata rumah di sana mencapai 38.700 yuan per meter persegi.

Kompensasi yang diterima pemilik rumah bahkan tidak cukup untuk membeli kembali dua meter persegi rumah di lokasi yang sama. Selisihnya terutama disebut masuk ke pemerintah daerah. Dengan demikian, artikel ini berpendapat bahwa pemerintah memperoleh kekayaan dalam jumlah besar dari masyarakat melalui praktik penguasaan dan penjualan tanah.

Mantan orang terkaya di Shanghai, Zhou Zhengyi, yang pada 2002 berada di posisi ke-11 dalam daftar orang kaya Hurun, sebelumnya bergerak di bidang restoran. Ia memperoleh hak pengembangan atas “Dongbakuai”, yang disebut sebagai bidang tanah emas terakhir di Shanghai, dengan harga tanah nol yuan. Hal tersebut disebut tidak terlepas dari bantuan Chen Liangjun, adik mantan Sekretaris Partai Komunis Shanghai Chen Liangyu.

Chen Liangjun sendiri disebut memanfaatkan hubungan tersebut untuk memperoleh keuntungan besar dari tanah. Pada 2002–2003, ia ingin memperoleh sebidang tanah di Distrik Baoshan, Shanghai, dan beberapa kali meminta bantuan pejabat distrik. Pejabat tersebut kemudian meminta persetujuan Chen Liangyu.

Dengan bantuan Chen Liangyu, Chen Liangjun memperoleh hak penggunaan atas 600 mu tanah. Selanjutnya, ia menjual kembali hak penggunaan tanah tersebut kepada pengembang dengan harga 118 juta yuan. Melalui transaksi tersebut, Chen Liangjun disebut menjadi miliarder dalam waktu singkat. Biaya 118 juta yuan tersebut pada akhirnya akan dibebankan pengembang kepada para pembeli rumah.

Harga Rumah yang Tak Terjangkau

Chinese Academy of Social Sciences dan Beijing University of Technology menerbitkan 2010 Beijing Social Construction Analysis Report. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada 2008, pendapatan siap pakai per kapita penduduk perkotaan Beijing mencapai 24.725 yuan, sedangkan pendapatan siap pakai rata-rata per rumah tangga sekitar 64.285 yuan.

Jika sebuah keluarga perkotaan Beijing memiliki rumah seluas 90 meter persegi, dan harga rata-rata rumah pada 2009 adalah 17.810 yuan per meter persegi, maka harga rumah tersebut mencapai sekitar 1,6 juta yuan.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 25 tahun pendapatan siap pakai keluarga rata-rata. Dengan kata lain, keluarga biasa di Beijing membutuhkan pendapatan selama 25 tahun untuk membeli sebuah rumah.

Pada 2011, harga rata-rata rumah di Beijing dan Shanghai bahkan mencapai lebih dari 20.000 yuan per meter persegi. Harga rumah di dalam lingkar dalam Shanghai sejak 2010 telah mencapai sekitar 50.000 yuan per meter persegi.

Harga rata-rata rumah kelas atas di Beijing pada kuartal pertama 2012 juga mendekati 50.000 yuan per meter persegi. Dengan pendapatan tahunan pekerja kantoran di Beijing dan Shanghai sekitar 50.000 yuan, harga rumah tersebut praktis menjadi sesuatu yang “hanya bisa dilihat tetapi tidak mungkin dimiliki”.

Seorang pengguna internet kemudian menulis sindiran mengenai betapa sulitnya membeli rumah seharga 3 juta yuan:

  1. Petani — jika keuntungan bersih dari menggarap tiga mu tanah hanya 400 yuan per mu, dibutuhkan waktu sejak zaman Dinasti Tang hingga sekarang untuk mengumpulkannya, dan itu pun dengan syarat tidak pernah mengalami gagal panen.
  2. Pekerja — dengan gaji 1.500 yuan per bulan, harus bekerja sejak Perang Candu hingga sekarang, tanpa libur akhir pekan.
  3. Pekerja kantoran — dengan gaji tahunan 60.000 yuan, harus menerima gaji sebesar itu sejak 1960 hingga sekarang, tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa hari libur resmi.
  4. Perampok — harus melakukan aksi perampokan sebanyak 2.500 kali berturut-turut, dengan korban yang semuanya merupakan pekerja kantoran, selama sekitar 30 tahun.

Pembongkaran Paksa

Kantor pembongkaran dan relokasi muncul dalam proses pembangunan dan perluasan kota. Ketika pemilik rumah lama tidak bersedia pindah, dilakukan pembongkaran secara paksa. Hal tersebut memunculkan berbagai tindakan seperti pembongkaran brutal, pembongkaran paksa, penggunaan kelompok kriminal, serta pengerahan polisi dan polisi bersenjata untuk melakukan penggusuran secara ilegal.

Setelah pembongkaran besar-besaran di perkotaan, wilayah pedesaan juga mengalami gelombang pembongkaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fenomena “urbanisasi” semakin parah.

Sistem keuangan daerah yang didorong oleh penguasaan tanah dan pembongkaran paksa diibaratkan seperti “monster rakus” yang terus memperluas wilayahnya melalui pengambilalihan dan pemungutan secara sewenang-wenang. Banyak desa dihapus dari peta, sementara lanskap geografis dan budaya pedesaan Tiongkok berubah.

Dampak “urbanisasi” terhadap petani disebut tidak dapat dipulihkan. Tim pengacara pembebasan lahan dan pembongkaran di Shanghai menyatakan bahwa kemiskinan kembali akibat pembebasan tanah dan pembongkaran telah menjadi fenomena umum yang mengkhawatirkan di pedesaan Tiongkok modern.

Menurut mereka, warga desa yang menjadi korban pembebasan tanah ilegal biasanya menghadapi dua kemungkinan: pertama, menjadi korban bencana dan kehilangan kemampuan untuk bangkit; kedua, menjadi “petisi warga” yang terus terjebak dalam siklus pengaduan kepada pemerintah.

Kasus Tang Fuzhen merupakan salah satu contoh. Tang Fuzhen menentang pembongkaran paksa bangunannya oleh aparat penertiban kota dan kepolisian Distrik Jinniu, Chengdu. Ia dua kali menyiramkan bensin ke tubuhnya dan akhirnya melakukan aksi bakar diri. Pada 29 November 2009, ia meninggal di rumah sakit akibat luka parah.

Pada akhir 2011, peristiwa Wukan juga terjadi setelah para pemimpin desa, dengan dukungan pemerintah, diduga menjual tanah desa secara sepihak. Hal tersebut memicu konfrontasi antara sekitar 3.000–4.000 warga desa dan polisi.

“Kota Hantu”

Salah satu dampak langsung dari pembangunan sektor real estat secara berlebihan adalah munculnya fenomena “kota hantu” (Ghost Town), yaitu kawasan real estat yang dibangun dalam jumlah besar tetapi minim pembeli dan penghuni sehingga sebagian besar bangunan kosong.

Dalam laporan BBC pada Maret 2012, Kota Ordos, Mongolia Dalam, disebut sebagai salah satu “kota hantu” terbesar di Tiongkok.

Sekitar 20 tahun sebelumnya, Mongolia Dalam mengalami demam pertambangan batu bara. Ordos merupakan pusat pertambangan yang relatif makmur dengan populasi sekitar 1,5 juta jiwa.

Banyak pencari “emas hitam” berdatangan ke Ordos, menyebabkan industri batu bara berkembang pesat. Petani setempat menjadi kaya setelah menjual tanah, sementara pendapatan fiskal pemerintah meningkat tajam.

Pemerintah kemudian mengambil keputusan besar: membangun kawasan kota baru di Distrik Kangbashi, Ordos, yang dirancang untuk menampung 1 juta penduduk.

Kawasan tersebut mencakup gedung perkantoran, pusat administrasi, museum, teater, stadion, apartemen bertingkat tinggi, apartemen bergaya kelas menengah, hingga vila.

Kota baru tersebut selesai dibangun hanya dalam waktu lima tahun, tetapi tidak memiliki cukup pembeli maupun penghuni. Pada saat laporan tersebut dibuat, kawasan itu hanya dihuni sekitar 18.600 orang dan tetap menjadi kota yang hampir kosong.

BBC bahkan menyindir: “Jika Anda ingin menemukan tempat di Tiongkok di mana gelembung real estat telah pecah, datanglah ke Ordos.”

Bangsawan Merah

Perkembangan ekonomi Tiongkok selama 30 tahun, menurut artikel ini, pada dasarnya merupakan proses komersialisasi kekuasaan menjadi modal.

Time Weekly di Guangdong pada 25 Juni 2009 melaporkan bahwa sebuah laporan dari lembaga berwenang Tiongkok menunjukkan bahwa 0,4% penduduk menguasai 70% kekayaan, dengan tingkat konsentrasi kekayaan yang bahkan lebih tinggi daripada Amerika Serikat.

Laporan tersebut kemudian mengutip hasil survei bersama dari Kantor Riset Dewan Negara, Kantor Riset Sekolah Partai Pusat, Kantor Riset Departemen Propaganda Pusat, Chinese Academy of Social Sciences, dan sejumlah lembaga lainnya.

Disebutkan bahwa hingga akhir Maret 2006, dari 3.200 orang kaya di Tiongkok yang memiliki kekayaan lebih dari 100 juta yuan, sebanyak 2.932 orang merupakan anak pejabat tinggi, atau sekitar 91% dari kelompok tersebut, dengan total aset mencapai 2,045 triliun yuan.

Pada 26 Desember 2012, Bloomberg menerbitkan laporan panjang berjudul mengenai bagaimana keturunan para sekutu Mao Zedong berubah menjadi “bangsawan baru kapitalisme”.

Laporan tersebut mengungkap secara rinci dugaan akumulasi kekayaan oleh 103 anggota keluarga dari delapan tokoh senior PKT, yaitu Deng Xiaoping, Chen Yun, Yang Shangkun, Wang Zhen, Bo Yibo, Li Xiannian, Peng Zhen, dan Song Renqiong.

Bloomberg menggambarkan melalui teks dan grafik bagaimana delapan keluarga tersebut membentuk jaringan kepentingan yang saling terhubung dan berkembang menjadi kelompok kepentingan besar yang dikenal sebagai “bangsawan merah”.

Namun, menurut artikel ini, dibandingkan dengan putra-putra Jiang Zemin, keturunan delapan tokoh senior tersebut masih jauh lebih kecil skalanya.

Sebab, selama Jiang Zemin berkuasa, pertukaran kekuasaan dan uang didorong hingga mencapai puncaknya. Keluarga Jiang Zemin dan para pengikutnya secara alami menjadi pihak yang memperoleh keuntungan terbesar.

Bersambung.

“Mau Menyerah atau Tidak?” Influencer Perempuan Tiongkok dengan Lebih dari 1 Juta Pengikut Bikin Keributan di Bandara Malaysia

Baru-baru ini, seorang influencer perempuan asal Tiongkok dengan lebih dari satu juta pengikut membuat keributan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bertelanjang kaki dan berteriak-teriak keras di aula bandara, bahkan meneriakkan kalimat seperti “Mau menyerah atau tidak?” serta melontarkan sejumlah pernyataan ekstrem. Setelah video terkait beredar, kejadian tersebut memicu perbincangan luas di internet.

EtIndonesia.com  Pada 18 Agustus, seorang pengguna media sosial mengunggah video yang memperlihatkan seorang perempuan Tiongkok tiba-tiba kehilangan kendali emosinya di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA T1). Ia berlari tanpa alas kaki, bernyanyi dan menari, kemudian berdiri di tengah aula bandara sambil berteriak-teriak keras. Banyak penumpang yang berada di lokasi berhenti untuk melihat dan membicarakannya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 pada 18 Agustus. Menurut saksi mata, awalnya perempuan tersebut sedang memegang telepon dan melakukan siaran langsung melalui Douyin (TikTok). Kemudian, seorang pria yang diduga mengenalnya menghampiri, mengambil teleponnya, dan berusaha membawanya meninggalkan lokasi.

Setelah teleponnya diambil, perempuan tersebut semakin kehilangan kendali. Ia terus berteriak-teriak tanpa alas kaki di aula bandara. Satu tangannya diangkat ke atas sementara tangan lainnya bertolak pinggang. Ia berulang kali meneriakkan:

“Singapura mau menyerah atau tidak? Jepang mau menyerah atau tidak? Malaysia mau menyerah atau tidak?……”

Perempuan tersebut juga menunjuk para penumpang di sekitarnya sambil berteriak: “Kalian semua tidak punya telepon, kan? Kalian semua tidak melakukan siaran langsung, kan? Kalian semua bukan orang Tiongkok, kan?”

Kemudian ia melontarkan pernyataan ekstrem: “Kalau saya mati di Malaysia, kita semua mati bersama!”

Setelah itu, ia menunjuk para penumpang dan terus mendesak mereka dengan pertanyaan, “Mau menyerah atau tidak?”

Menurut seorang saksi mata yang mengunggah informasi tersebut, petugas bandara membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membawa perempuan itu meninggalkan lokasi.

Ada warganet yang menduga perempuan tersebut adalah influencer Douyin bernama “Shi Ni De Ge Ge” (是你的格格), yang memiliki lebih dari 1,2 juta pengikut. Nama aslinya disebut Zeng X Qing, lahir pada 1999 dan berasal dari Provinsi Hunan. Perilakunya yang tidak biasa tersebut memicu perdebatan dan kritik di internet.

Menurut laporan Sin Chew Daily, Asisten Komisaris Ravie, kepala kepolisian distrik Bandara Internasional Kuala Lumpur, mengatakan pada 19 Agustus bahwa polisi menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 13.19 tanggal 18 Agustus.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa perempuan tersebut memiliki penyakit tertentu dan perlu mengonsumsi obat secara teratur. Ia datang ke Malaysia bersama teman-temannya pada 6 Agustus dan semula dijadwalkan kembali ke Tiongkok pada 18 Agustus. Namun, pada hari kejadian, ia diduga lupa mengkonsumsi obatnya sehingga kemudian menunjukkan perilaku tidak terkendali.

Ia mengatakan bahwa penyelidikan polisi memastikan perempuan tersebut bukan pengguna narkoba. Saat ini, ia telah dibawa ke Rumah Sakit Kajang dan ditempatkan di bangsal psikiatri untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan lebih lanjut. Kondisinya dilaporkan stabil.

Polisi juga telah memberitahukan kejadian tersebut kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Malaysia dan menghimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kepanikan di bandara maupun tempat umum lainnya.

Sejumlah Kasus Keributan Wisatawan Tiongkok di Bandara

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus wisatawan asal Tiongkok yang membuat keributan di bandara atau pesawat dilaporkan beberapa kali terjadi.

Pada 16 Mei tahun ini, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, seorang perempuan Tiongkok memasuki area terlarang di zona keberangkatan tanpa memiliki tiket. Ia dihentikan petugas keamanan bandara, tetapi tidak kooperatif saat diperiksa. Ia sempat berteriak dan bahkan berbaring di lantai sambil membuat ulah. Pada akhirnya, empat polisi Malaysia harus mengangkat dan membawanya pergi.

Sebelumnya, terjadi pula insiden seorang pria Tiongkok membuat keributan di bandara Bangkok. Menurut surat kabar Thailand The Nation, pada sore 13 Mei, seorang pria Tiongkok di Bandara Suvarnabhumi Bangkok diduga merusak mesin pemeriksaan paspor otomatis dan menghina petugas imigrasi Thailand.

Pria tersebut kemudian ditangkap. Otoritas Thailand mendakwanya dengan tuduhan perusakan properti secara pidana, menuntut ganti rugi sebesar 450.000 baht (sekitar 100.000 yuan) atas mesin yang dirusaknya, serta memasukkannya ke dalam daftar hitam sehingga dilarang memasuki Thailand seumur hidup.

Pada dini hari 22 April, dalam penerbangan AirAsia dari Chongqing menuju Kuala Lumpur, seorang penumpang perempuan asal Tiongkok menjadi emosional karena rekannya belum naik ke pesawat. Ia terus berbicara dengan suara keras di dalam kabin sehingga mengganggu penumpang lain.

Seorang penumpang Malaysia yang duduk di sebelahnya meminta agar ia menurunkan volume suaranya. Namun, perempuan tersebut membalas dengan keras sehingga keduanya terlibat pertengkaran.

Karena perselisihan terus berlanjut dan sulit diredakan, awak pesawat akhirnya memanggil polisi. Setelah polisi naik ke pesawat, perempuan tersebut dibawa keluar. Insiden itu menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan.

Trump Bertemu Para Raksasa Fintech: AS Ingin Memimpin Dunia dalam AI dan Mata Uang Kripto

EtIndonesia.com  Presiden Amerika Serikat  Donald Trump pada Rabu (19 Agustus) bertemu dengan para pemimpin industri keuangan dan teknologi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa AS harus tetap menjadi pemimpin global dalam bidang mata uang kripto, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai teknologi lainnya.

Trump berjanji akan membangun kerangka regulasi yang lebih jelas untuk mendorong perkembangan industri. Pada saat yang sama, Presiden Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga, karena menilai tingginya suku bunga sedang membebani perekonomian AS.

Pada hari yang sama, Trump juga secara langsung mengajak rombongan wartawan mengunjungi helipad baru di Gedung Putih yang hampir selesai dibangun.

Berikut laporan wartawan New Tang Dynasty di Gedung Putih, Tao Ming dan Ren Hao.

Tao Ming, wartawan New Tang Dynasty di Gedung Putih:  “Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengundang para pemimpin teknologi dari sektor keuangan serta kepala badan regulator ke Gedung Putih. Ia berjanji akan menetapkan aturan yang lebih jelas bagi industri tersebut agar perusahaan-perusahaan dapat berkembang pesat di Amerika Serikat.

“Yang sangat penting adalah memastikan Amerika Serikat menjadi pemimpin dunia dalam bidang kecerdasan buatan dan mata uang digital.”

Presiden Donald Trump:  “Kami memastikan Amerika Serikat terus mempertahankan posisi terdepan yang tidak terbantahkan, bukan hanya dalam Bitcoin dan mata uang kripto, tetapi juga dalam pasar prediksi, kecerdasan buatan, dan berbagai bidang teknologi lainnya.”

Trump mengatakan bahwa untuk mempertahankan posisi terdepan AS, pemerintah perlu menciptakan kerangka regulasi yang jelas bagi industri sehingga perusahaan dapat menjalankan bisnisnya di Amerika Serikat dengan penuh keyakinan.

Menurut Trump, saat ini AS berada jauh di depan negara-negara lain dalam berbagai bidang.

Trump:  “Kami jauh lebih unggul dibandingkan negara yang berada di posisi kedua. Negara di posisi kedua adalah Tiongkok. Saya tidak akan pernah meremehkan Tiongkok, tetapi untuk saat ini, kami jauh berada di depan.”

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Ketua New York Stock Exchange, serta para pimpinan perusahaan besar di industri mata uang digital turut berbicara.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Trump atas berbagai kebijakan yang telah diberlakukan selama satu setengah tahun terakhir, termasuk “GENIUS Act”, yang menurut mereka telah memberikan aturan yang lebih jelas bagi industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar sekuritas AS.

Pemerintah saat ini juga sedang mendorong “Transparency Act”, yang akan menyediakan jalur pembiayaan dan penerbitan yang lebih jelas bagi mata uang digital.

Trump Kembali Menyerukan Penurunan Suku Bunga

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga.

Trump:  “Kita (Amerika Serikat) seharusnya membayar suku bunga paling rendah. Tahukah Anda, setiap satu poin suku bunga dapat berdampak hingga 600 miliar dolar terhadap GDP.”

Trump mengatakan bahwa semakin kuat perekonomian suatu negara, seharusnya semakin rendah pula suku bunga acuannya.

Menurutnya, tingginya suku bunga selama satu setengah tahun terakhir telah menyebabkan pertumbuhan GDP AS berkurang secara signifikan.

Trump Tunjukkan Helipad Baru di Gedung Putih

Pada Rabu, Trump juga meluangkan waktu untuk memimpin rombongan wartawan Gedung Putih mengunjungi helipad baru yang hampir selesai dibangun.

Trump:  “Ini adalah helipad kelas atas. Helipad ini dapat digunakan oleh helikopter apa pun di dunia untuk mendarat, tidak peduli seberapa besar, kuat, atau bertenaganya helikopter tersebut.”

Ia mengatakan bahwa ketika helikopter lepas landas atau mendarat, hembusan baling-baling dapat merusak rumput di sekitar lokasi.

Menurut Trump, selama lebih dari 50 tahun, para presiden AS sebelumnya tidak berhasil menemukan solusi untuk membangun helipad di Gedung Putih. Kini, keinginan tersebut akhirnya dapat terwujud.

Tarif 50% terhadap Kanada Ditunda

Mengenai tarif 50% terhadap Kanada yang semula dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, penerapannya ditunda selama tiga hari.

Trump menjelaskan bahwa AS dan Kanada mencapai kesepakatan pada saat-saat terakhir dan hanya tinggal menyelesaikan beberapa dokumen.

Menurut Trump, perjanjian baru tersebut akan memberikan manfaat bagi petani dan sektor manufaktur Amerika Serikat.

Trump:  “Pada dasarnya, produk yang kami ekspor ke Kanada tidak lagi perlu membayar tarif apa pun.”

Setelah Hujan Deras di Jinan, Tiongkok, Induk Anjing Menangis Sambil Mencari Anak-anaknya, Videonya Viral 

Baru-baru ini, hujan deras melanda sejumlah wilayah di Provinsi Shandong, Tiongkok.  Setelah hujan deras mengguyur Jinan, sebuah video yang memperlihatkan seekor induk anjing liar merintih seperti manusia sambil mencari anak-anaknya menjadi viral di internet. Banyak warganet kemudian teringat pada induk anjing bernama “Wangwang” yang sebelumnya menjadi korban penyiksaan hingga tewas.

EtIndonesia.com Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa setelah hujan deras, air banjir naik dengan cepat dan menenggelamkan pintu masuk sebuah lubang yang menjadi sarang anjing liar. Induk anjing tersebut terendam air dingin sambil terus merintih. Ia berulang kali mengais puing-puing dan batu dengan cakarnya, berusaha menyelamatkan anak-anaknya yang terjebak di dalam.

Tak lama kemudian, induk anjing itu menyelinap masuk melalui celah kecil di bawah pagar.

Suara rintihan induk anjing tersebut terdengar seperti seorang ibu yang sedang panik mencari anaknya. Hal itu membuat banyak warganet tersentuh:

“Kasih sayang seorang ibu memang tidak mengenal spesies! Suara tangisnya benar-benar membuat hati sakit.”

“Begitu mendengar suara tangisan induk anjing itu, saya langsung menangis.”

“Saya menangis lagi setelah melihatnya. Hati seorang ibu ternyata sama saja.”

Menurut keterangan orang yang merekam video tersebut kepada media Tiongkok, induk anjing itu melahirkan empat anak anjing di dalam sebuah bangunan berdinding papan. Celah di bawah bangunan tersebut kemudian terendam banjir sehingga sang induk tidak dapat masuk.

Setelah sebagian air dikeluarkan dan lubang masuk kembali terlihat, induk anjing itu mulai mengeluarkan anak-anaknya satu per satu dengan menggigit dan membawanya menggunakan mulut.

Untungnya, anak-anak anjing tersebut lahir di bagian yang lebih tinggi, di ruang sempit di antara lantai dan bangunan papan, sehingga tidak tersapu banjir. Kabar tersebut membuat banyak warganet akhirnya merasa lega.

Rekaman selanjutnya memperlihatkan induk anjing tersebut masuk ke ruang yang sempit dan berlumpur, mempertaruhkan keselamatannya untuk membawa anak-anaknya keluar satu per satu dan memindahkannya ke tempat yang kering.

Banyak warganet yang setelah melihat video tersebut teringat kembali pada induk anjing “Wangwang” dan anak-anaknya yang sebelumnya menjadi korban penyiksaan hingga tewas.

Komentar warganet antara lain:

“Saya kembali teringat Wangwang 😢😢😢.”

“Awalnya saya ingin mengatakan bahwa suara tangisnya mirip sekali. Dia juga tidak pergi karena ingin melindungi anaknya. Tetapi anak-anaknya tidak berhasil diselamatkan, dan dirinya sendiri juga akhirnya…”

“Dia juga seorang ibu.”

“Wangwang juga seperti ini, melindungi anak-anaknya.”

“Kolom komentar siaran langsung acara malam Qixi benar-benar dipenuhi komentar. Semua orang masih mengingat Wangwang!”

Sumber : NTDTV.com

Bukan Lagi Timur Tengah! Iran Disebut Siap Membawa Perang ke Eropa, Rumor Nuklir AS Makin Panas

EtIndonesia.com — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase berbahaya. Di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap fasilitas strategis Iran, muncul laporan baru bahwa Teheran telah mempertimbangkan serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Eropa apabila Washington kembali meningkatkan operasi militernya.

Namun, sejumlah klaim mengenai persenjataan nuklir Amerika yang beredar perlu diluruskan. Salah satunya menyebut keberadaan bom nuklir taktis bernama “B-63”, yang diklaim telah diuji pada Maret 2026 dan dipersiapkan untuk dibawa pesawat tempur F-35.

Berdasarkan informasi terbuka mengenai persenjataan nuklir Amerika Serikat, tidak terdapat bukti kredibel mengenai keberadaan senjata bernama B-63 tersebut.

Menurut kajian terbaru mengenai kekuatan nuklir Amerika Serikat pada 2026, senjata nuklir nonstrategis utama Washington saat ini adalah B61-12, bom gravitasi nuklir dengan daya ledak maksimum sekitar 50 kiloton. Sekitar 200 unit diperkirakan berada dalam persediaan untuk penggunaan pesawat nonstrategis. Sekitar 100 di antaranya ditempatkan di enam pangkalan di lima negara Eropa, yakni Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki.

B61-12 dirancang menggantikan varian lama B61-3 dan B61-4. Senjata tersebut juga telah diintegrasikan dengan berbagai pesawat yang menjalankan misi nuklir NATO, termasuk F-35A.

Amerika memang memiliki varian lebih baru, yaitu B61-13. Namun, fakta mengenai senjata ini justru semakin memperlemah klaim mengenai “B-63”. Departemen Energi Amerika Serikat mengumumkan bahwa unit produksi pertama B61-13 telah diselesaikan pada 19 Mei 2025, hampir setahun lebih cepat dari jadwal semula. 

Senjata ini memiliki kemampuan lebih besar untuk menghadapi sasaran militer yang keras dan luas. Yang terpenting, pemerintah Amerika menyatakan B61-13 hanya akan disertifikasi untuk dibawa pesawat pengebom strategis dan ditempatkan dari pangkalan di daratan Amerika Serikat, bukan F-35.

Karena itu, klaim bahwa sejumlah bom nuklir tertentu telah dipindahkan ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, bahkan sudah dipasang pada pesawat dan siap digunakan terhadap Iran, sejauh ini belum memperoleh konfirmasi independen yang memadai.

Penggunaan Nuklir Bisa Mengubah Dunia

Terlepas dari benar atau tidaknya rumor tersebut, kemungkinan penggunaan senjata nuklir dalam konflik Iran membawa konsekuensi yang jauh melampaui Timur Tengah.

Terakhir kali senjata nuklir digunakan dalam peperangan adalah ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Dengan demikian, penggunaan senjata nuklir terhadap Iran akan mematahkan tabu nuklir yang telah bertahan lebih dari delapan dekade.

Dampaknya hampir pasti tidak terbatas pada hubungan Washington dan Teheran. Negara-negara berkekuatan nuklir lain, termasuk Rusia dan Tiongkok, kemungkinan akan mengevaluasi kembali doktrin pertahanan, perlindungan fasilitas strategis, hingga kemampuan serangan balasan mereka.

Bagi Tiongkok, perkembangan teknologi penghancur sasaran bawah tanah akan menjadi perhatian khusus karena Beijing memiliki berbagai fasilitas komando dan militer yang dibangun dengan memanfaatkan perlindungan pegunungan dan struktur bawah tanah.

Apabila teknologi persenjataan mampu membuat fasilitas yang selama ini dianggap sangat terlindungi menjadi semakin rentan, kalkulasi strategis Tiongkok juga dapat berubah, termasuk dalam skenario konflik besar di sekitar Selat Taiwan.

Namun, tidak terdapat dasar faktual untuk menyatakan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping secara pribadi sedang merasa takut akibat rumor tersebut. Hubungan antara perkembangan di Iran dan kalkulasi Beijing lebih tepat dipahami sebagai analisis strategis, bukan fakta mengenai pemikiran pribadi pemimpin Tiongkok.

Iran Pertimbangkan Serangan ke Target AS di Eropa

Sementara spekulasi mengenai langkah Washington berkembang, Iran juga dilaporkan mempersiapkan pilihan eskalasi yang dapat memperluas medan konflik.

Pada 19 Agustus 2026, Financial Times, mengutip sumber yang disebut dekat dengan pemerintahan Iran, melaporkan bahwa Teheran mempertimbangkan serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Eropa jika Presiden Donald Trump kembali meningkatkan serangan terhadap Iran. Kawasan Eropa selatan dan tenggara disebut menjadi perhatian, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan Amerika di Bulgaria dan Siprus. Iran juga dilaporkan mempelajari kemungkinan serangan terhadap infrastruktur bawah laut strategis.

Perhatian terhadap Bulgaria bukan tanpa alasan.

Pada 22 Juli 2026, parlemen Bulgaria secara resmi menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat tanker KC-135 Amerika Serikat beserta awak, maksimal 250 personel militer, dan perlengkapan pendukung di Pangkalan Udara Bezmer.

Penempatan itu diizinkan mulai 24 Juli hingga 1 Oktober 2026 untuk mendukung operasi Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pemerintah Bulgaria berusaha menegaskan bahwa negaranya tidak menjadi pihak yang terlibat langsung dalam perang. Sofia menyatakan tidak ada operasi serangan langsung yang akan diluncurkan dari wilayah Bulgaria.

Namun, jaminan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran Teheran.

Pada 30 Juli 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghubungi pejabat Bulgaria dan Siprus untuk menyampaikan keberatan atas penggunaan fasilitas di wilayah Eropa guna mendukung operasi Amerika. Araghchi meminta agar wilayah mereka tidak digunakan dalam operasi militer melawan Iran.

Kini, setelah ketegangan kembali meningkat, persoalan tersebut menjadi semakin serius. Jika ancaman terhadap fasilitas Amerika di Eropa benar-benar diwujudkan, konflik yang sebelumnya terkonsentrasi di Timur Tengah berpotensi meluas menjadi krisis keamanan Eropa.

Ekonomi Iran Juga Berada di Bawah Tekanan Berat

Ancaman eskalasi militer muncul ketika Iran sendiri menghadapi persoalan ekonomi yang semakin berat.

Laporan Financial Times pada pertengahan Agustus 2026 menyebut inflasi berada di atas 80 persen, sementara melemahnya rial, perang, sanksi ekonomi, gangguan perdagangan, dan blokade telah memperburuk biaya hidup masyarakat. Banyak warga bahkan mulai mengandalkan skema pembayaran cicilan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Data yang dikutip Reuters pada 17 Agustus 2026 menunjukkan gambaran yang juga mengkhawatirkan. Inflasi Iran tercatat sekitar 66 persen pada Juli, sementara harga pangan melonjak sekitar 128 persen. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa ukuran dan periode inflasi yang digunakan berbagai laporan tidak selalu sama, tetapi arah keseluruhannya jelas: tekanan harga terhadap masyarakat Iran berada pada tingkat sangat tinggi.

Bagi warga biasa, krisis tersebut bukan lagi sekadar persoalan angka ekonomi. Harga makanan meningkat, nilai tabungan tergerus, kesempatan kerja menyusut, sementara pendapatan dalam rial semakin kehilangan daya beli.

Situasi ini menempatkan Iran dalam posisi yang sangat rumit. Di satu sisi, Teheran berusaha menunjukkan bahwa negara itu masih memiliki kemampuan membalas dan bahkan memperluas konflik hingga menyentuh kepentingan Amerika Serikat di Eropa. Di sisi lain, tekanan perang dan ekonomi terus membebani masyarakatnya sendiri.

Karena itu, perkembangan pada 19–20 Agustus 2026 menunjukkan bahwa risiko terbesar bukan hanya apakah Amerika Serikat benar-benar mempertimbangkan opsi nuklir atau apakah Iran akan menyerang sasaran Amerika di Eropa.

Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana setiap langkah eskalasi dapat mendorong konflik melewati batas yang sebelumnya dianggap tidak mungkin dilanggar. Jika batas tersebut benar-benar runtuh, konsekuensinya tidak lagi hanya menjadi persoalan Amerika Serikat dan Iran, tetapi dapat mengubah perhitungan keamanan Eropa, Rusia, Tiongkok, dan bahkan tatanan strategis dunia secara keseluruhan.  (***)

COVID-19 Kembali Menggila di Tiongkok! Kasus Melonjak 6 Kali Lipat dalam Sebulan

EtIndonesia.com Di tengah meningkatnya berbagai tekanan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik global, Tiongkok kini kembali menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian luas. Jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan secara resmi melonjak tajam sepanjang Juli 2026, meskipun otoritas kesehatan menegaskan bahwa gelombang terbaru tersebut belum menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit ataupun menyebabkan tekanan besar terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Data terbaru yang disampaikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok atau China CDC pada Kamis, 13 Agustus 2026, menunjukkan bahwa selama periode 1 hingga 31 Juli 2026, Tiongkok mencatat sekitar 522.000 kasus COVID-19 terkonfirmasi. Angka tersebut meningkat sangat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Juni 2026, jumlah kasus terkonfirmasi yang dilaporkan secara nasional hanya sekitar 79.000 kasus. Dengan demikian, hanya dalam waktu satu bulan, jumlah kasus yang tercatat meningkat sekitar 6,6 kali lipat. Data resmi China CDC untuk Juni juga mencatat 130 kasus berat dan satu kematian terkait COVID-19 pada bulan tersebut.

Kenaikan dari 79.000 menjadi 522.000 kasus tentu terlihat sangat besar apabila hanya dilihat dari angka mentah. Namun, otoritas kesehatan Tiongkok meminta masyarakat tidak langsung menyamakan lonjakan jumlah kasus tersebut dengan kembalinya situasi darurat kesehatan seperti yang pernah terjadi pada fase awal pandemi.

Dari sekitar 522.000 kasus yang dilaporkan sepanjang Juli, sebanyak 487 pasien dikategorikan sebagai kasus berat, sedangkan satu kematian terkait COVID-19 dilaporkan selama periode tersebut. Dengan kata lain, peningkatan jumlah infeksi tidak diikuti kenaikan kasus berat dan kematian dalam proporsi yang sama besarnya.

NB.1.8.1 Menjadi Varian Dominan

Hasil pemantauan genom virus memberikan gambaran mengenai apa yang berada di balik gelombang terbaru tersebut.

Menurut China CDC, seluruh sampel COVID-19 yang diuji dan dianalisis dalam pemantauan terbaru masih termasuk dalam keluarga besar Omicron. Di antara berbagai garis keturunannya, NB.1.8.1 beserta subgaris keturunannya menjadi varian yang dominan beredar di Tiongkok.

NB.1.8.1 sebenarnya bukan kemunculan yang sepenuhnya tiba-tiba. Pada Juli 2026, pejabat kesehatan Tiongkok sudah mengidentifikasi varian tersebut sebagai strain dominan. Data pemantauan rumah sakit juga sempat menunjukkan peningkatan tingkat positif COVID-19 ketika aktivitas virus kembali naik.

Meski demikian, hingga pertengahan Agustus 2026, pengawasan genomik belum menemukan varian baru yang dinilai menimbulkan risiko kesehatan masyarakat secara signifikan lebih besar.

China CDC juga menegaskan bahwa tingkat keparahan penyakit belum menunjukkan perubahan berarti. Sebagian besar orang yang terinfeksi dilaporkan mengalami gejala ringan, sementara kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tetap menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami penyakit berat.

Gelombang Disebut Telah Memasuki Fase Puncak

Hal penting lainnya adalah arah perkembangan gelombang tersebut.

Dalam penjelasan yang disampaikan pada 13 Agustus 2026, China CDC mengatakan gelombang COVID-19 terbaru telah mencapai fase puncak atau plateau. Artinya, aktivitas penularan memang masih berada pada tingkat relatif tinggi, tetapi kecepatan kenaikannya telah melambat secara nyata dan mulai menunjukkan pola fluktuasi.

Otoritas kesehatan Tiongkok memperkirakan COVID-19 kini telah berkembang menjadi salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang beredar secara berkala di masyarakat. China CDC memperkirakan Tiongkok dapat mengalami sekitar satu hingga dua gelombang COVID-19 setiap tahun, sehingga kenaikan dan penurunan kasus secara periodik kemungkinan akan terus terjadi.

Menurut penilaian resmi tersebut, intensitas gelombang yang terjadi pada pertengahan 2026 masih berada dalam kisaran yang dapat dibandingkan dengan fluktuasi epidemi selama dua tahun sebelumnya.

Yang juga menjadi perhatian adalah apakah lonjakan lebih dari enam kali lipat tersebut telah menyebabkan rumah sakit menghadapi tekanan besar.

Sejauh ini, China CDC menyatakan belum ditemukan gangguan signifikan terhadap sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Pernyataan tersebut penting karena peningkatan jumlah infeksi yang sangat cepat dapat memunculkan kekhawatiran mengenai kapasitas rumah sakit, khususnya apabila peningkatan kasus terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah.

Klaim Dramatis Tetap Perlu Diverifikasi

Di tengah kenaikan kasus, berbagai informasi yang tidak terverifikasi juga dapat dengan cepat beredar melalui media sosial. Klaim mengenai rumah sakit yang disebut kewalahan, antrean panjang di fasilitas kesehatan, rumah duka yang mengalami lonjakan aktivitas, hingga dugaan peningkatan kematian secara besar-besaran harus diperlakukan dengan hati-hati apabila hanya berasal dari sumber anonim.

Data resmi memang tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya sumber untuk menilai seluruh kondisi di lapangan. Namun, klaim luar biasa juga memerlukan bukti independen yang kuat sebelum dapat disajikan sebagai fakta.

Karena itu, sampai terdapat laporan rumah sakit, data mortalitas, dokumentasi lapangan, penelitian epidemiologi, atau sumber independen lain yang dapat diverifikasi, klaim mengenai terjadinya krisis kesehatan berskala besar tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan unggahan anonim.

Situasi COVID-19 di Tiongkok pada Juli hingga pertengahan Agustus 2026 dengan demikian memperlihatkan dua perkembangan yang harus dibaca secara bersamaan.

Di satu sisi, peningkatan kasus memang nyata dan sangat tajam: dari sekitar 79.000 kasus pada Juni menjadi 522.000 kasus pada Juli, atau meningkat lebih dari enam kali lipat. Varian NB.1.8.1 dan subgaris keturunannya menjadi kelompok dominan dalam gelombang tersebut.

Namun di sisi lain, data yang tersedia hingga 13–14 Agustus 2026 belum menunjukkan bahwa lonjakan infeksi tersebut berkembang menjadi krisis kesehatan dengan tingkat keparahan seperti fase-fase awal pandemi.

Dengan 487 kasus berat dan satu kematian yang dilaporkan sepanjang Juli, serta tidak adanya laporan resmi mengenai gangguan besar terhadap sistem kesehatan nasional, otoritas Tiongkok menilai gelombang terbaru masih merupakan fluktuasi periodik COVID-19 yang perlu dipantau, tetapi belum menjadi alasan untuk menyimpulkan terjadinya keadaan darurat kesehatan baru.

Perkembangan beberapa pekan berikutnya tetap akan menjadi indikator penting. Jika jumlah kasus terus menurun setelah mencapai plateau, gelombang Juli kemungkinan akan tercatat sebagai salah satu siklus periodik COVID-19. Sebaliknya, apabila muncul perubahan varian, peningkatan kasus berat, atau tekanan nyata terhadap rumah sakit, penilaian terhadap situasi tersebut tentu harus diperbarui. (**)

Perang Bisa Melebar ke Eropa! Iran Terjepit, AS Ambil Keunggulan di Selat Hormuz

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase berbahaya setelah jalur diplomasi kedua negara praktis terhenti. Pada 19 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington dan Teheran saat ini tidak menjalankan dialog dan tidak memiliki perundingan baru yang dijadwalkan. Pernyataan tersebut semakin memperjelas kebuntuan diplomatik setelah upaya meredakan konflik selama beberapa pekan terakhir gagal menghasilkan terobosan.

Di saat bersamaan, Amerika Serikat belum menghentikan tekanan militernya di kawasan Teluk. Washington terus berusaha menjaga arus pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur sempit yang selama puluhan tahun menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi dunia.

Namun, pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menguasai Selat Hormuz masih jauh dari sederhana.

Dalam beberapa bulan terakhir, Washington dan Teheran sama-sama mengklaim memiliki kendali atas jalur tersebut. Data pelayaran terbaru menunjukkan bahwa posisi Iran memang mulai tertekan, tetapi Amerika Serikat juga belum dapat dikatakan menguasai seluruh kawasan perairan itu secara mutlak.

Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada pola pergerakan kapal. Data pelacakan kapal yang dikutip media internasional pada 19 Agustus 2026 menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen kapal yang melintasi kawasan tersebut memilih menggunakan jalur di sisi Oman, menjauh dari perairan Iran. Perubahan itu terjadi ketika Amerika Serikat meningkatkan pengamanan terhadap kapal-kapal yang bergerak melalui kawasan tersebut.

Amerika Serikat bahkan dilaporkan menjalankan operasi untuk membantu kapal tanker kosong memasuki Teluk, mengambil muatan minyak, kemudian keluar kembali melalui jalur yang dianggap lebih aman. Sekitar 15 hingga 20 kapal tanker dilaporkan dapat melewati selat pada malam hari melalui koridor selatan.

Perkembangan tersebut penting karena sebelum perang, sekitar 20 juta barel minyak dan produk petroleum per hari biasa melewati Selat Hormuz. Negara-negara Teluk juga memiliki jalur alternatif. Arab Saudi, misalnya, dapat mengalihkan sebagian minyaknya melalui jaringan pipa timur-barat menuju Yanbu di Laut Merah.

Karena itu, angka 70.000 barel per hari yang disebut dalam naskah awal tidak tepat apabila dimaksudkan sebagai kapasitas jaringan pipa Saudi tersebut. Kapasitas jalur alternatif Saudi berada pada skala jutaan barel per hari, bukan puluhan ribu.

Perubahan pola pelayaran ini membuat ancaman Iran untuk menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan ekonomi kehilangan sebagian efektivitasnya. Meski demikian, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa arti strategis Hormuz telah hilang. Selat tersebut tetap menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia, dan gangguan berkepanjangan masih dapat memengaruhi harga minyak, ongkos pengiriman, serta premi asuransi.

Tekanan terhadap Iran justru semakin besar setelah Uni Emirat Arab pada 19 Agustus 2026 mengumumkan penghentian seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan itu diambil setelah UEA menyatakan dua rudal balistik yang berasal dari Iran diarahkan ke lalu lintas maritim dan jatuh ke laut. Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar. Karena itu, tuduhan mengenai serangan tersebut perlu tetap disampaikan sebagai klaim pemerintah UEA, bukan sebagai fakta yang telah diterima kedua pihak.

Embargo UEA berpotensi menjadi pukulan ekonomi serius bagi Teheran. Selama bertahun-tahun, khususnya melalui Dubai, UEA menjadi salah satu jalur perdagangan, keuangan, dan ekspor ulang terpenting bagi Iran. Sebelum perang, UEA bahkan merupakan sumber impor terbesar Iran sekaligus salah satu pusat penting bagi transaksi internasional Iran di tengah sanksi Barat.

Tekanan tersebut kini bertepatan dengan munculnya kekhawatiran bahwa konflik dapat merembet jauh melampaui Timur Tengah.

Pada 19 Agustus 2026, Financial Times melaporkan, berdasarkan sumber yang dekat dengan pemerintah Iran, bahwa Teheran telah mengevaluasi kemungkinan menyerang aset militer Amerika Serikat di Eropa apabila Washington kembali meningkatkan operasi militernya terhadap Iran.

Salah satu lokasi yang disebut adalah Pangkalan Udara Bezmer di Bulgaria, tempat pemerintah Bulgaria mengizinkan penempatan sementara hingga delapan pesawat tanker KC-135 Amerika Serikat dan sekitar 250 personel militer AS dari 24 Juli hingga 1 Oktober 2026. Pemerintah Bulgaria menegaskan bahwa pengerahan tersebut bersifat logistik dan bukan berarti wilayah Bulgaria digunakan untuk melancarkan operasi tempur langsung terhadap Iran.

Siprus juga disebut dalam laporan mengenai kemungkinan sasaran. Selain itu, sumber Financial Times mengatakan Iran mempertimbangkan serangan terhadap infrastruktur penting, termasuk kabel serat optik bawah laut di sekitar Selat Hormuz, apabila konflik meningkat lebih jauh.

NATO kemudian memberikan tanggapan yang cukup tegas. Seorang pejabat aliansi mengatakan NATO siap menghadapi ancaman apa pun dan akan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan seluruh negara anggotanya.

Ketegangan regional juga merambat ke Suriah. Pada 18 Agustus 2026, Israel menyerang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Suriah utara. Israel mengaitkan serangan tersebut dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan kehadiran militer Turki di pangkalan itu. Turki pada 19 Agustus menolak alasan Israel dan menuduh Tel Aviv menggunakan klaim tersebut untuk membenarkan serangan yang dianggap Ankara melanggar hukum.

Pada saat hampir bersamaan, muncul perkembangan lain terkait program nuklir lama Suriah. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, mengatakan pada 18 Agustus 2026 bahwa beberapa ton material nuklir ditemukan di sebuah lokasi yang sebelumnya tidak diumumkan kepada badan tersebut. Pemerintah Suriah menyatakan material itu akan ditempatkan di bawah pengawasan internasional dan digunakan hanya untuk tujuan damai.

Namun perhatian terbesar tetap tertuju kepada Iran.

Muncul laporan dan spekulasi bahwa Washington sedang mempertimbangkan pilihan ekstrem untuk menghadapi fasilitas nuklir Iran yang terkubur sangat dalam, termasuk kompleks bawah tanah di kawasan Pickaxe Mountain dekat Natanz. Fasilitas tersebut diperkirakan berada hampir 100 meter di dalam pegunungan sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan senjata konvensional untuk menghancurkannya.

Di tengah situasi tersebut beredar klaim bahwa penggunaan satu atau dua senjata nuklir taktis Amerika Serikat sedang dibahas. Namun hingga 20 Agustus 2026, klaim itu belum didukung konfirmasi resmi Gedung Putih atau Pentagon dan berasal dari laporan yang mengacu pada sumber yang tidak terverifikasi. Karena itu, isu penggunaan senjata nuklir tidak dapat diperlakukan sebagai keputusan atau rencana operasi yang telah ditetapkan.

Dengan diplomasi yang membeku, tekanan ekonomi terhadap Iran semakin berat, hubungan Teheran dengan UEA memburuk, dan kemungkinan konflik mulai menyentuh wilayah NATO, krisis Iran kini memasuki fase baru yang jauh lebih kompleks.

Washington tampaknya berusaha menggabungkan pengamanan Selat Hormuz, isolasi ekonomi, serta tekanan militer tanpa langsung melancarkan eskalasi terbesar. Namun apabila Iran benar-benar memperluas serangannya menuju aset Amerika Serikat di Eropa, konflik yang awalnya berpusat di Teluk Persia dapat berubah menjadi krisis keamanan yang melibatkan NATO secara jauh lebih langsung.

Dan pada titik itulah, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang menguasai Selat Hormuz, melainkan seberapa jauh perang ini dapat meluas sebelum salah satu pihak akhirnya memilih mundur. (***)

Update Korban Jiwa Akibat Gempa M 7,7 di NTT : 83 Orang Meninggal Dunia, 328 Orang Luka Berat dan 639 Luka Ringan

EtIndonesia.com Data dari dampak korban jiwa akibat gempa melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) lalu terus diperbaharui. 

Laporan sementara menunjukkan korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan meningkat. 

Dikutip dari Data yang dihimpun Posko Nasional Basarnas, pendataan sementara unsur SAR sampai dengan Jumat, (21/8/2026) pukul 11.00 WITA, diperoleh data antara lain:

  • Korban Meninggal Dunia (MD): 83 orang
  • Korban Luka Berat: 328 orang
  • Korban Luka Ringan: 639 orang

Total korban teridentifikasi akibat dampak gempa berjumlah : 1.050 orang

Dokumentasi penyisiran di kampung waso desa satar kampas kec. lamba leda utara kab. Manggarai timur, penyisiran oleh Tim BSG Basarnas dan beberapa personil dari Kantor SAR Maumere (Basarnas)

Berikut rincian sebaran korban di 7 Kabupaten terdampak : 

1. Kabupaten Manggarai Timur — 670 orang

  • Meninggal Dunia: 27 orang
  • Luka Berat: 239 orang
  • Luka Ringan: 404 orang

2. Kabupaten Sikka — 61 orang

  • Meninggal Dunia: 6 orang
  • Luka Berat: 23 orang
  • Luka Ringan: 32 orang

3. Kabupaten Manggarai Barat — 8 orang

  • Meninggal Dunia: 2 orang
  • Luka Berat: 2 orang
  • Luka Ringan: 4 orang

4. Kabupaten Manggarai – Reo/Reok — 164 orang

  • Meninggal Dunia: 31 orang
  • Luka Berat: 29 orang
  • Luka Ringan: 104 orang

5. Kabupaten Nagekeo — 35 orang

  • Meninggal Dunia: 13 orang
  • Luka Berat: 13 orang
  • Luka Ringan: 9 orang

6. Kabupaten Ngada — 38 orang

  • Meninggal Dunia: 2 orang
  • Luka Berat: 17 orang
  • Luka Ringan: 19 orang

7. Kabupaten Ende — 74 orang

  • Meninggal Dunia: 2 orang
  • Luka Berat: 5 orang
  • Luka Ringan: 67 orang
Dokumentasi penyisiran di kampung waso desa satar kampas kec. lamba leda utara kab. Manggarai timur, penyisiran oleh Tim BSG Basarnas dan beberapa personil dari Kantor SAR Maumere (Basarnas)

Rekapitulasi

  • Meninggal Dunia: 83 orang
  • Luka Berat: 328 orang
  • Luka Ringan: 639 orang
  • TOTAL: 1.050 orang

Hingga saat ini Posko Nasional Basarnas terus melaksanakan pemantauan, konsolidasi data dan koordinasi dengan unsur SAR Gabungan guna memastikan respons pencarian dan pertolongan dilaksanakan berdasarkan kondisi serta kebutuhan aktual di lapangan. (***)

Akses Trans Flores Kembali Terbuka, Pemulihan Pascagempa M 7,7 Dipacu 

EtIndonesia.com ENDE – Bencana gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memicu tanah longsor di sejumlah titik strategis. 

Salah satu titik terdampak paling parah berada di Jalur Trans Flores Ende–Bajawa KM 4+350, di mana material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan. Longsoran ini sempat melumpuhkan total akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merilis bahwa dalam rangka merespons kondisi darurat pada urat nadi perekonomian, pariwisata, dan mobilitas warga tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR langsung bergerak cepat melakukan pembersihan jalur.

Sejumlah alat berat jenis eskavator Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dikerahkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsor yang menutup jalur Trans Flores kilometer 4+350 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8) – Dok BNPB
Sejumlah alat berat jenis eskavator Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dikerahkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsor yang menutup jalur Trans Flores kilometer 4+350 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8) – Dok BNPB
Foto udara sejumlah alat berat jenis eskavator Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dikerahkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsor yang menutup jalur Trans Flores kilometer 4+350 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8). Dok BNPB

Tiga unit alat berat jenis ekskavator diterjunkan ke lokasi. Hasilnya, sebagian jalur berhasil dibuka pada hari pertama penanganan, meski baru bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua. 

Dua hari berselang, pembersihan bertahap mulai membuahkan hasil hingga kendaraan roda empat atau lebih dapat melintas dengan sistem buka-tutup dan kecepatan terbatas.

Berdasarkan pantauan langsung Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB pada Kamis (20/8), seluruh badan jalan kini telah terbuka dan transportasi mulai kembali normal. Kendati demikian, penanganan belum sepenuhnya usai karena sebagian material sisa longsoran masih menumpuk di lereng atas tebing.

Sejumlah pengendara sepeda motor melintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende, Kamis (20/9). Dok BNPB
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende, Kamis (20/9). Dok BNPB

Ancaman Gempa Susulan dan Keselamatan Tim

Proses pembersihan sisa material di tebing terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pasalnya, gempa bumi susulan yang masih sering terjadi sewaktu-waktu dapat memicu runtuhan material susulan ke badan jalan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas teknis yang bekerja di lapangan.

Sesuai prosedur keselamatan, operasional alat berat wajib dihentikan sementara setiap kali guncangan terjadi. Seperti yang dialami tim pada Kamis siang, ketika gempa susulan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama kurang lebih 10 detik. Seluruh aktivitas pengerjaan seketika dihentikan total demi menjamin keselamatan para personel.

Petugas mengatur buka tutup akses lalu lintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende, Kamis (20/9).
Petugas mengatur buka tutup akses lalu lintas jalur Trans Flores yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa M 7,7 Flores di Kabupaten Ende, Kamis (20/9).

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi

Timbunan longsor sebelumnya juga sempat menimpa jalur kabel serat optik yang mengakibatkan gangguan jaringan komunikasi di koridor Ende–Nagekeo. Namun, berkat koordinasi lintas sektor di lapangan, kendala jaringan telekomunikasi tersebut saat ini telah berhasil dipulihkan secara bertahap.

Usai pembersihan material jalan dan pemulihan jalur komunikasi, fokus pekerjaan kini bergeser ke tahap antisipatif. Tim teknis akan melakukan penguatan struktur tebing guna mencegah longsor susulan, sekaligus memetakan langkah revitalisasi infrastruktur agar ketahanan jalur vital ini semakin tangguh di masa depan.

Terbukanya kembali Jalur Trans Flores bukan sekadar memulihkan konektivitas darat, melainkan juga menyalakan kembali urat nadi kehidupan ekonomi dan sosial warga. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan peran aktif masyarakat setempat menjadi fondasi utama dalam merajut kembali aktivitas warga, menghidupkan kembali denyut roda perekonomian, serta membangkitkan asa bagi Flores untuk bangkit lebih kuat pascabencana.

Tak Berhenti Berdatangan, Donasi Seberat 646 Ton Bantuan Mengalir untuk Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Akibat Gempa di NTT

EtIndonesia.com — Pos Pendukung Logistik Nasional yang berlokasi di Halim Perdanakusuma terus menerima bantuan untuk penanganan bencana gempa bumi M7,7 Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (19/8), donasi seberat 646 ton mengalir untuk didistribusikan ke wilayah terdampak. 

Pada Rabu (19/8), tercatat sebanyak 4 ton bantuan masuk ke gudang. Bantuan tersebut berasal dari lima donatur dan menjadi bagian dari persediaan logistik untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa total bantuan yang siap disalurkan secara bertahap mencapai 394 ton. Bantuan tersebut berupa pangan dan non-pangan, seperti paket sembako, makanan siap saji, mi instan, obat-oabtan, matras, selimut, tenda, velbed, hygiene kit hingga alat penjernih air. 

Pada Rabu (19/8) Pos Pendukung Logistik Nasional kembali mendistribusikan bantuan melalui pesawat angkut milik TNI AU. Lima sorti penerbangan dengan pesawat TNI AU mengangkut total bantuan seberat 63 ton. 

Lima sorti pengiriman bantuan meliputi rute Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dengan pesawat Airbus A-4001 yang membawa bantuan seberat 20 ton. Pada rute yang sama pesawat lain mengangkut bantuan seberat 11 ton. 

Sedangkan pendistribusian bantuan melalui angkutan udara dari Halim Perdanakusuma menuju Maumere dengan tiga pesawat berbeda. Bantuan yang dibawa masing-masing seberat 10 ton, 10 ton dan 12 ton. 

Bantuan yang diangkut melalui armada TNI AU tersebut meliputi sembako, mi instan, makanan siap saji, minyak sawit, alat penjernih air dan perlengkapan lainnya.

Selain dari berbagai pihak, bantuan bersumber dari dana siap pakai (DSP) didistribusikan menuju Flores dengan total 9 sorti. Tonase bantuan pangan dan non-pangan yang diangkut seberat 135 ton. Distribusi tersebut diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 7 sorti dan Halim Perdanakusuma sebanyak 2 sortie, dengan tujuan Labuan Bajo dan Maumere.

Jenis bantuan dari DSP ini berupa non-pangan, di antaranya tenda, velbed, matras, kasur lipat, selimut, pakaian, toilet portable, genset dan hygiene kit. Sedangkan bantuan pangan, BNPB menyalurkan makanan siap saji, paket sembako dan obat-obatan.

Dengan demikian, total bantuan yang didistribusikan pada Rabu (19/8) melalui penerbangan TNI AU dan bantuan bersumber DSP BNPB mencapai 198 ton melalui 14 sorti penerbangan.

Secara kumulatif, sejak 15 hingga 19 Agustus 2026, total bantuan yang terdistribusi menggunakan pesawat TNI AU mencapai 251.317 kilogram atau sekitar 251 ton melalui 19 sorti penerbangan,  dengan tujuan Labuan Bajo sebanyak 10 sorti dan Maumere sebanyak 9 sorti.

Sementara itu, bantuan yang bersumber dari DSP BNPB dan didistribusikan menggunakan pesawat kargo komersial sejak 17 hingga 19 Agustus 2026 telah mencapai 345.000 kilogram atau 345 ton melalui 23 sorti. Distribusi tersebut terdiri atas 17 sorti menuju Labuan Bajo dan 6 sorti menuju Maumere.

Untuk memastikan kesinambungan dukungan logistik, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma juga telah menyiapkan rencana distribusi pada Kamis (20/8). Tiga pesawat TNI AU direncanakan untuk mengangkut bantuan, terdiri atas 1 unit Airbus A-4001 tujuan Labuan Bajo dengan kapasitas 22 ton, serta 2 unit Boeing tujuan Maumere dengan kapasitas masing-masing 10 ton.

Secara keseluruhan, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma terus memastikan proses penerimaan, pengelolaan, pengangkutan, hingga distribusi bantuan berjalan cepat dan terkoordinasi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan penanganan darurat gempa bumi di Provinsi NTT.