Wabah Flu Mengganas di Kanada, Lonjakan Pasien Inap Mengguncang Sistem Kesehatan

EtIndonesia. Belakangan ini, wabah influenza di Kanada terus memburuk. Tingkat rawat inap akibat flu hampir meningkat dua kali lipat, sementara jumlah kasus infeksi naik hampir 30 persen. Berikut laporannya.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Kanada menunjukkan bahwa situasi flu secara nasional terus memburuk, dengan jumlah kasus memperlihatkan tren kenaikan yang jelas.

Dalam sepekan hingga 13 Desember, jumlah kasus flu baru di seluruh Kanada meningkat sekitar 70 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Varian yang paling dominan adalah influenza tipe A (H3N2). Provinsi British Columbia, Alberta, Saskatchewan, Ontario, dan Quebec mencatat total 11 wilayah yang telah memasuki tahap penyebaran luas.

Pada saat yang sama, tingkat rawat inap mingguan akibat flu hampir dua kali lipat, dengan jumlah pasien rawat inap mencapai 2.134 orang. Kelompok usia 65 tahun ke atas serta anak-anak dan remaja di bawah 19 tahun merupakan kelompok dengan risiko tertinggi terhadap infeksi dan rawat inap.

Selain itu, tekanan terhadap sistem layanan kesehatan juga terus meningkat. Dalam pekan yang sama hingga 13 Desember, tercatat 47 pasien flu harus dirawat di ruang ICU. Sejak 24 Agustus, jumlah kematian akibat flu yang dilaporkan secara nasional telah mencapai 74 orang.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, menjaga kebiasaan pencegahan yang baik seperti sering mencuci tangan dan mengenakan masker bila diperlukan. Jika muncul gejala, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Shu Can, Kanada.

Seorang Jenderal Senior Rusia Tewas Dibom, Ukraina Puji Keberhasilan Pembicaraan di Florida

EtIndonesia. Pada Senin (22 Desember), sebuah aksi pembunuhan terarah dengan bom mobil terjadi di sebuah kompleks permukiman di selatan Moskow. Kepala Direktorat Pelatihan Operasi Angkatan Darat Staf Umum Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, tewas di tempat kejadian. 

Pihak Rusia telah membuka penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan keterlibatan badan intelijen Ukraina. Sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina, aksi pembunuhan terhadap perwira tinggi militer Rusia telah terjadi berulang kali. Sementara itu, pertemuan Amerika Serikat–Rusia–Ukraina yang berlangsung akhir pekan lalu di Florida tidak menghasilkan terobosan besar, dan perdamaian masih terasa jauh.

Jenderal Tinggi Rusia Tewas dalam Serangan Bom Mobil, Penyelidikan Mengarah ke Ukraina

Kendaraan lain di kompleks tersebut tampak utuh, hanya sebuah SUV putih yang hancur lebur akibat ledakan.

Pada Senin, terjadi serangan bom mobil yang ditargetkan di selatan Moskow. Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasi Angkatan Darat Staf Umum Rusia, tewas seketika saat bersiap meninggalkan lokasi dengan mobilnya.

Popov, warga setempat:  “Ini sangat mengerikan. Awalnya saya kira itu drone ‘Shahed’ atau drone Ukraina lainnya yang ditembak jatuh!”

Sarvarov tidak hanya terlibat dalam perang Ukraina, tetapi sebelumnya juga berpartisipasi dalam operasi militer Rusia di Chechnya dan Suriah. Saat ini, Komite Investigasi Federasi Rusia telah membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan ini.

Juru bicara Komite Investigasi Federasi Rusia, Petrenko:  “Saat ini kami sedang menyelidiki berbagai kemungkinan versi pembunuhan. Salah satu kemungkinan tersebut melibatkan dugaan peran badan intelijen Ukraina dalam perencanaan kejahatan ini.”

Sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina, telah terjadi sejumlah aksi pembunuhan yang menargetkan pejabat militer tinggi Rusia.

  • Pada April tahun ini, Wakil Kepala Direktorat Operasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia berusia 59 tahun, Moskalyk, tewas dalam sebuah serangan.
  • Pada Desember tahun lalu, Komandan Pasukan Pertahanan Radiologi, Kimia, dan Biologi Rusia, Kirillov, bersama asistennya, juga dibunuh. Kyiv menuduh Kirillov menggunakan senjata kimia di medan perang Ukraina dan melakukan kejahatan perang.

Pertemuan AS–Ukraina–Rusia di Florida Berakhir, Intelijen Sebut Putin Tak Tinggalkan Tujuan Perang

Setelah tiga hari konsultasi, utusan khusus AS Steve Witkoff pada  21 Desember  menyatakan bahwa serangkaian pertemuan antara Amerika Serikat, Ukraina, dan Eropa berlangsung efektif dan konstruktif. AS dan Ukraina juga mengadakan pertemuan bilateral yang konstruktif terkait penyempurnaan “Rencana Perdamaian 20 Poin”, koordinasi kerangka jaminan keamanan multilateral dan AS, serta rencana kemakmuran ekonomi Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin mengonfirmasi bahwa 90% isi rencana perdamaian yang paling krusial bagi Ukraina telah disepakati, dan menyebut draf tersebut terlihat “cukup bagus”.

 “Yang penting, ini adalah hasil kerja bersama kami (Ukraina) dan Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa kita sangat dekat untuk mencapai hasil yang substansial. Menurut saya, kerangka dasar semua dokumen pada prinsipnya sudah siap,” katanya. 

Sehari sebelumnya, perwakilan Amerika Serikat dan Rusia juga menyelesaikan perundingan perdamaian di Miami. Witkoff mengatakan bahwa dua hari dialog tersebut juga berlangsung efektif dan konstruktif.

Namun, Reuters mengutip enam sumber yang menyebutkan bahwa badan intelijen AS memperingatkan Presiden Vladimir Putin belum mengubah tujuan perangnya. Ia disebut masih mengincar seluruh Ukraina, serta wilayah bekas Uni Soviet lainnya, termasuk negara-negara anggota NATO.

Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, mengatakan tuduhan tersebut adalah kebohongan dan propaganda, seraya menegaskan bahwa Rusia bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menaklukkan Ukraina, apalagi menginvasi dan menduduki Eropa.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Ryabkov pada Senin menyatakan bahwa Rusia siap menegaskan secara hukum dalam perjanjian bahwa Moskow tidak berniat menyerang Uni Eropa maupun aliansi militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat.

Meski demikian, “perang hibrida” Rusia terus menjadi perhatian negara-negara Barat. Sejumlah lembaga intelijen Barat memperingatkan bahwa Rusia mungkin sedang mengembangkan senjata anti-satelit baru yang disebut “zone-effect”. 

Senjata ini diduga bekerja dengan menyebarkan ratusan ribu partikel mikro berdensitas tinggi di orbit, membentuk awan puing yang merusak untuk melumpuhkan satelit Starlink milik Elon Musk, sehingga melemahkan keunggulan Barat di bidang antariksa. Layanan Starlink sendiri merupakan pilar utama komunikasi medan perang Ukraina.

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, Yi Jing.

Pertemuan Khusus ASEAN Mendesak Gencatan Senjata Antara Thailand dan Kamboja, Thailand Akan Mengadakan Pembicaraan dengan Kamboja 

EtIndonesia. Pertemuan khusus para menteri luar negeri ASEAN digelar di Kuala Lumpur pada Senin (22 Desember). Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mendesak negara-negara anggota ASEAN untuk bekerja sama membantu mengakhiri konflik antara Kamboja dan Thailand. Ini juga menjadi kontak tatap muka pertama antara kedua pihak sejak pecahnya konflik terbaru. Pada hari yang sama, pertempuran di lapangan masih terus berlanjut. Kamboja mengklaim seorang warga negara Tiongkok terluka, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan.

Pada pertemuan khusus ASEAN tersebut, Menlu Malaysia Mohamad Hasan mendesak kedua pihak yang bertikai untuk kembali melaksanakan perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya dicapai dengan mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 “Sebagai ketua, kami mendesak kedua pihak untuk melaksanakan secara penuh dan efektif perjanjian-perjanjian serta kesepakatan damai tersebut,” kata Hassan. 

Pada hari yang sama, menteri luar negeri Thailand dan Kamboja juga menghadiri pertemuan itu, menandai pertemuan langsung pertama mereka sejak konflik terbaru pecah.

Menurut data resmi terbaru, sejak bentrokan kembali terjadi pada 7 Desember, konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 43 orang, terdiri dari 23 orang di Thailand dan 20 orang di Kamboja. Selain itu, lebih dari 900.000 warga di wilayah perbatasan kedua negara terpaksa mengungsi.

Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa Thailand akan mengadakan pembicaraan dengan Kamboja pada Rabu (24 Desember).

Ia mengungkapkan bahwa melalui berbagai saluran, Thailand mendengar klaim dari pihak Kamboja bahwa mereka bersedia melakukan gencatan senjata tanpa syarat, namun klaim tersebut tidak pernah disampaikan langsung kepada Thailand.

 “Mereka mendatangi Tiongkok, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan banyak negara lainnya, menanyakan mengapa Thailand tidak menerima. Padahal kami tidak pernah menerima usulan apa pun, dan tidak pernah menerima proposal yang disampaikan langsung kepada kami,” ujar Sihasak Phuangketkeow.

Thailand telah berulang kali mengajukan protes, menuduh Kamboja menanam ranjau darat baru yang menyebabkan prajurit Thailand terluka saat melakukan patroli perbatasan.

Pada 20 Desember, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan yang menegaskan:  “Amerika Serikat terus menyerukan kepada Kamboja dan Thailand untuk menghentikan permusuhan, menarik senjata berat, menghentikan penanaman ranjau darat, serta sepenuhnya melaksanakan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur, termasuk mempercepat pembersihan ranjau kemanusiaan dan mekanisme penyelesaian masalah perbatasan.” (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty, An Qi dan Wang Yanqiao.

Pagi yang Mengguncang Henan, Tiongkok : 11 Pasien, Satu Dokter, Semua Divonis Kanker Stadium Lanjut

Baru-baru ini, di sebuah rumah sakit kanker di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok, seorang dokter menemukan fakta mengejutkan saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap pasien. Dalam satu pagi, 11 pasien yang ia periksa semuanya didiagnosis menderita kanker esofagus (kerongkongan) stadium lanjut, sehingga menarik perhatian luas.

EtIndonesia. Berdasarkan laporan berbagai media daratan Tiongkok, seorang wakil kepala dokter di Rumah Sakit Kanker Provinsi Henan mengatakan bahwa 11 orang yang ia periksa tersebut semuanya dipastikan mengidap kanker esofagus stadium akhir, yang berarti 7 hingga 8 orang di antaranya kemungkinan tidak dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun. Ia mengaku sangat terpukul dan sedih atas kondisi tersebut.

Dokter tersebut menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kanker jenis ini adalah kebiasaan sehari-hari mengkonsumsi makanan yang terlalu panas, yang menyebabkan kerusakan jangka panjang pada esofagus. 

“Tangan kita akan refleks menghindar jika menyentuh makanan yang terlalu panas, tetapi esofagus tidak bisa menghindar,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dinding bagian dalam esofagus normalnya hanya mampu menahan suhu sekitar 40 hingga 60 derajat Celsius. Jika terkena rangsangan panas bersuhu terlalu tinggi, esofagus mudah mengalami cedera, bahkan bisa terbakar. Paparan panas berulang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pembengkakan mukosa esofagus, perubahan atipikal, dan pada akhirnya berpotensi memicu kanker.

Sejumlah warganet di Tiongkok berpendapat bahwa meskipun kebiasaan makan memang sangat penting bagi kesehatan, hal tersebut bukanlah penyebab utama kanker. Mereka menilai bahwa beragam bahan tambahan makanan, serta semakin banyaknya makanan beracun di Tiongkok, membuat masyarakat sulit menghindarinya, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya angka kejadian kanker. (Hui)

Grand Whiz Hotel Praxis Rayakan Natal 2025 dengan Nuansa Hangat “Season of Togetherness”

SURABAYA – Menyambut Hari Raya Natal 2025, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya menghadirkan perayaan Natal bernuansa hangat dan penuh kebersamaan melalui tema Season of Togetherness. Tema tersebut diusung untuk menegaskan makna Natal sebagai momen berbagi kasih dan kebahagiaan bersama keluarga serta orang-orang terdekat.

Suasana Natal terasa sejak tamu memasuki area hotel. Beragam dekorasi khas Natal, mulai dari pohon Natal berukuran besar hingga sentuhan ornamen elegan di sejumlah sudut hotel, dihadirkan untuk menciptakan atmosfer yang nyaman dan berkesan.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Grand Whiz Hotel Praxis menawarkan promo kamar spesial Natal dengan harga mulai Rp900.000 nett per malam. Paket tersebut sudah termasuk makan malam Natal (Christmas Dinner) untuk dua orang serta sarapan pagi untuk dua orang, sehingga menjadi pilihan praktis bagi tamu yang ingin merayakan Natal tanpa repot.

Selain itu, hotel juga menghadirkan pengalaman makan malam Natal di Palazzo Restaurant dengan harga mulai Rp150.000 nett per orang. Khusus anak-anak di bawah usia lima tahun tidak dikenakan biaya, sementara anak usia enam hingga 11 tahun mendapatkan potongan harga 50 persen. Para tamu juga berkesempatan bertemu langsung dengan Santa Claus pada malam Natal, 24 Desember 2025.

“Konsep ini kami hadirkan agar para tamu dapat merasakan kehangatan Natal dalam suasana yang intim dan penuh kebersamaan,” ujar Ghoffar, Food & Beverage Manager Grand Whiz Hotel Praxis.

Kesan positif turut disampaikan oleh para tamu yang menginap. Alexander, salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa dekorasi dan suasana hotel membuat momen Natal terasa lebih hangat. “Dekorasinya sederhana namun elegan, dan kami benar-benar menikmati kebersamaan bersama keluarga,” ujarnya.

General Manager Grand Whiz Hotel Praxis, Ari Perdana, berharap perayaan Natal ini dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu. “Kami ingin Grand Whiz Hotel Praxis menjadi tempat bagi para tamu untuk menciptakan momen Natal yang hangat, penuh kebahagiaan, dan tak terlupakan, sejalan dengan semangat Season of Togetherness,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, masyarakat dapat mengunjungi akun Instagram @grandwhizpraxis.surabaya atau menghubungi WhatsApp di nomor 0812 3450 6250.

Kamu Cukup Berusaha, Sisanya Serahkan pada Waktu

EtIndonesia. Suatu kali, materi kelas kebugaran adalah tinju. Setelah berlatih setengah sesi, aku duduk di pinggir lapangan untuk beristirahat sambil minum air.

Aku bertanya kepada pelatih : “Pelatih, menurutmu, apa aku bisa jadi pelatih suatu hari nanti?”

Sebenarnya aku tidak benar-benar ingin menjadi pelatih. Aku hanya mencari bahan obrolan agar bisa beristirahat sedikit lebih lama—maklum, pelatih ini terkenal sebagai pelatih bertangan besi di gym.

“Kamu tidak bisa,” jawabnya singkat, tanpa menoleh sedikit pun, sambil tetap minum air.

“Kenapa?” Aku terkejut. Meski perut dan pinggangku belum rata, ambisiku boleh dong tinggi sedikit!

“Aku sendiri dulu tidak pernah berpikir akan menjadi pelatih,” katanya sambil duduk di sampingku, lalu mulai bercerita.  “Aku mulai belajar tinju pertama kali saat usia 11 tahun. Aku memang suka, jadi berlatih bertahun-tahun. Setelah itu pelatih bilang aku sudah bisa ikut pertandingan, ya aku ikut. Aku menang beberapa kejuaraan, tubuhku juga makin kuat, lalu perlahan mulai mengenal fitness dan latihan sendiri.”

“Latihan satu-dua tahun, tubuhku makin matang dan perkembangannya cepat. Aku ikut beberapa kompetisi binaraga. Lalu pelatih memintaku membantu sebagai asisten. Setelah beberapa waktu, aku disuruh mengambil sertifikat pelatih kebugaran. Dari usia 11 sampai benar-benar menjadi pelatih, hampir 10 tahun. Sekarang sudah hampir 30 tahun aku menekuni jalan ini.”

“Aku memulainya dari tempat latihan kecil di kampung halaman, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya bekerja di gym di Beijing. Begitu saja jalannya.”

Pelatih ini memang keras tapi tidak pandai berkata-kata. Namun aku paham maksudnya: Jika kamu benar-benar mencintai sesuatu, kamu akan fokus berusaha, bukan sibuk memikirkan hasilnya sejak awal.

Jika tujuan awalnya hanya ingin menjadi pelatih, besar kemungkinan aku tidak akan menjadi pelatih yang baik—paling banter hanya orang yang berlatih satu-dua tahun, punya tubuh lumayan, lalu merasa berhak menggurui orang lain.

Saat itu aku langsung teringat, sebelumnya cukup sering ada orang yang bertanya kepadaku di internet. Mereka ingin menulis untuk cari penghasilan tambahan, lalu bertanya bagaimana cara menulis agar mudah dimuat, atau bagaimana jalur menerbitkan tulisan dan buku. Jujur saja, aku tidak bisa menjawab.

Karena aku sendiri hanya menulis dan terus menulis, tanpa pernah memikirkan hasil akhirnya. Penulis biasa juga sebenarnya tidak menghasilkan banyak uang. Tulisan dimuat, seribu kata dibayar seratus sudah termasuk tinggi. Banyak juga yang dimuat ulang tanpa izin dan tanpa bayaran. Tanpa cinta yang sungguh-sungguh, mustahil bertahan.

Menyadari hal itu, aku paham maksud pelatih—dan juga paham bahwa aku sendiri masih punya sisi ingin cepat berhasil, tergoda oleh hasil yang terlihat gemerlap.

Di Douban ada artikel fitness yang cukup terkenal berjudul “Membentuk Tubuh 300 Hari: Bagaimana Waktu Menggores Kulitku”. Hanya dari judulnya saja sudah terasa dalam.

Aku masih ingat hari pertama tes fisik dengan pelatih. Semua data hampir di titik terendah. Sekilas terlihat pinggang besar, kaki tebal, bokong tidak berbentuk. Memang bisa ditutupi dengan pakaian mahal, tapi dalam hati tetap ada rasa minder.

Sekarang sudah hampir dua setengah bulan berlalu. Tubuhku memang belum langsung bergaya Eropa-Amerika, tapi pinggang sudah lebih ramping, kaki dan lengan jauh lebih kuat, bokong juga jelas lebih terangkat. Bahkan keringat deras tiga sampai empat kali seminggu membuat kondisi kulitku membaik sampai tak perlu lagi scrub atau sabun khusus.

Aku tahu persis bagaimana semua itu tercapai.
Dari pagi-pagi yang tidur jam dua tapi tetap harus bangun jam tujuh.
Dari mata setengah terpejam membeli minuman energi di halte bus.
Dari squat tanpa beban sampai akhirnya mengangkat 30 kilogram.
Dari tantangan gerakan dan beban yang dulu terasa mustahil.

Sudah bertahun-tahun aku tidak berkeringat deras, tidak membeli pakaian olahraga, tidak memakai sepatu olahraga, bahkan hampir lupa bau keringat itu seperti apa. Kemarin, setelah kelas tinju, saat pelatih membuka perban di tanganku, dia berkata : “Bahkan perbannya sudah basah semua.”

Dalam hal membentuk tubuh, waktu adalah jawaban terbaik.

Aku punya seorang teman di Douban. Saat pengikutnya masih hanya beberapa orang, dia menulis surat padaku, mengatakan ingin menulis dengan serius. Aku mengikutinya. Dua tahun terakhir, hampir setiap dua atau tiga hari ia menulis satu artikel, dengan sangat sungguh-sungguh.

Beberapa kali aku bahkan berkomentar:  “Kamu tidak kerja? Menulis sesering ini, padahal sudah menikah, punya anak, dan masih bekerja.”

Dia menjawab: “Kalau terpikir, ya ditulis saja. Tidak merasa capek.”

Sekarang, pengikutnya sudah puluhan ribu, tapi dia tetap menulis dengan ritme yang sama.

Aku juga punya teman Douban lain, Fugen’er—pemilik pengikut terbanyak di Douban. Baru beberapa hari lalu aku membuka halamannya. Aku tidak melihat tulisan yang terlalu puitis, tapi aku melihat albumnya: 1.600 album tema.

1.600 itu apa artinya? Aku bahkan tidak punya 1.600 foto, apalagi 1.600 album. Berapa banyak waktu, energi, dan kecintaan yang dibutuhkan untuk membangun angka seperti itu? Gelar nomor satu itu ditempa jam demi jam, hari demi hari—yang bisa kita lakukan hanya bertepuk tangan kagum.

Aku pernah melihat kalimat ini di New Oriental: “Jika sejak awal kamu memilih pekerjaan yang bisa mewujudkan diri sendiri, dan mencurahkan seluruh jiwa pada pekerjaan yang kamu cintai, selama sistem perusahaan sehat dan mekanisme berjalan baik, maka kenaikan gaji dan promosi hanyalah produk sampingan yang akan datang dengan sendirinya.”

Orang-orang seperti itu selalu membuatku hormat. Mereka punya daya tahan luar biasa—menundukkan kepala untuk bekerja keras, dan menyerahkan sisanya kepada waktu.

Transaksi Pelabuhan Panama Terjebak Kebuntuan, Mampukah PKT Memperoleh Kendali?

Transaksi penjualan 43 bisnis pelabuhan luar negeri milik Grup CK Hutchison Holdings (Changhe), yang berada di bawah konglomerat Hong Kong Li Ka-shing, terus terjebak dalam kebuntuan. Beredar kabar bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) menuntut agar raksasa pelayaran milik negara, COSCO Group, ikut serta dalam akuisisi dan memperoleh hak kendali. Namun pihak Amerika Serikat secara tegas menyatakan tidak dapat menerima Beijing terus memperluas pengaruhnya atas Terusan Panama.

EtIndonesia. Pada 17 Desember, The Wall Street Journal mengutip sumber yang mengetahui masalah ini melaporkan bahwa Beijing awalnya mendorong COSCO untuk bergabung sebagai mitra setara dalam konsorsium yang mengakuisisi pelabuhan luar negeri milik CK Hutchison. 

Kini, Beijing justru menuntut agar COSCO memperoleh saham mayoritas dan menguasai kewenangan kunci dalam pengelolaan pelabuhan. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, Beijing akan menghalangi kelanjutan transaksi tersebut.

Awal tahun ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Terusan Panama telah berada di bawah kendali PKT dan bersumpah akan “mengambil kembali” kepentingan Amerika. 

Tak lama kemudian, CK Hutchison mengumumkan akan menjual 43 bisnis pelabuhan luar negerinya dengan nilai 22,8 miliar dolar AS kepada konsorsium internasional yang terdiri dari raksasa manajemen aset AS BlackRock serta perusahaan pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) milik keluarga miliarder Italia Aponte.

Dalam paket penjualan tersebut termasuk pelabuhan Balboa dan Cristóbal yang terletak di kedua ujung Terusan Panama dan memiliki arti strategis yang sangat penting.

BlackRock dan MSC sebelumnya menyatakan bersedia memberikan porsi saham yang setara kepada COSCO, namun tidak dapat menerima jika pihak PKT memperoleh kendali mayoritas atau hak veto dalam operasional pelabuhan.

Doktor ilmu politik dari Universitas New South Wales, Australia, Lin Song, mengamati bahwa waktu ketika PKT menaikkan tuntutan dari “kepemilikan saham setara” menjadi “kepemilikan saham mayoritas” bertepatan dengan saat pengadilan memutuskan pendiri Apple Daily, Jimmy Lai, bersalah.

Pada 15 Desember, pengadilan Hong Kong memutuskan bahwa Jimmy Lai bersalah atas tiga tuduhan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional, termasuk berkonspirasi dengan kekuatan asing dan menerbitkan materi hasutan. Ia terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Uni Eropa, serta berbagai organisasi hak asasi manusia internasional ramai-ramai mengecam putusan tersebut sebagai bermotif politik dan menyerukan pembebasan segera Jimmy Lai.

 “Secara umum, sangat sulit bagi PKT mengajukan tuntutan seperti ini—meminta kepemilikan saham mayoritas—itu hampir mustahil. Namun kemungkinan hal ini berkaitan dengan kasus Jimmy Lai, karena Trump ingin membebaskannya. PKT lalu menjadikan Jimmy Lai sebagai sandera diplomatik, sebagai alat tawar untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Artinya, jika AS menuntut pembebasan Jimmy Lai, maka PKT ingin mendapatkan saham mayoritas dan mengendalikan Terusan Panama,” ujar Lin Song. 

Terusan Panama merupakan salah satu jalur strategis terpenting dalam perdagangan global. Sejak kedaulatan terusan diserahkan dari Amerika Serikat kepada Panama pada 1999, hubungan AS–Panama dan netralitas terusan selalu dipandang sebagai pilar penting keamanan pelayaran dunia.

Data Otoritas Terusan Panama menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen angkutan peti kemas Amerika Serikat harus melewati jalur air tersebut untuk mengangkut barang dari Asia ke benua Amerika.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington telah secara tegas menolak tuntutan Beijing. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump menilai bahwa jika PKT memperoleh kendali atas pelabuhan-pelabuhan di terusan, hal itu akan melanggar Perjanjian Amerika Serikat–Panama dan membahayakan keamanan nasional serta ekonomi AS.

Kepala Divisi Strategi dan Sumber Daya di Institut Penelitian Keamanan Nasional Taiwan, Su Tzu-yun, mengatakan bahwa setelah PKT menjalin hubungan diplomatik dengan Panama, Beijing melalui rantai modal merah berinvestasi dan mengoperasikan pelabuhan, logistik, pergudangan, dan layanan pelayaran di kedua ujung terusan, sehingga secara bertahap mengumpulkan pengaruh.

 “Bagi Amerika Serikat sendiri, tanpa Terusan Panama, kapal-kapal dari pantai Atlantik ke Pasifik harus memutar hingga ke Argentina, jaraknya sangat jauh. Karena itu, pentingnya Terusan Panama bagi AS sebenarnya lebih besar daripada bagi pelayaran dunia secara umum. Sementara PKT ingin menancapkan pengaruh di Amerika Selatan, dengan mengendalikan jalur perairan ini sebagai cara menambah daya tawar strategis terhadap Amerika Serikat,” Su Tzu-yun menjelaskan. 

Laporan tersebut mengutip sumber yang terlibat dalam negosiasi yang mengungkapkan bahwa perjanjian akuisisi kini telah mengalami kebuntuan. Seorang pejabat tinggi PKT bahkan secara terang-terangan menyatakan bahwa Beijing berencana menjadikan kendali atas pelabuhan sebagai alat tawar dalam negosiasi perdagangan dan tarif antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

 “Amerika Serikat sama sekali tidak mungkin melepaskan kendali, karena dalam konteks ‘Doktrin Monroe versi baru’, kedua pihak kemungkinan akan terus berebut kepemilikan saham. Perkembangan di masa depan mungkin membuka jalan kompromi, yakni PKT hanya memegang sebagian saham, sementara hak pengelolaan perusahaan terusan harus tetap berada di tangan negara-negara Barat sebagai garis merah,” tambah Su Tzu-yun. 

Saat ini, Grup CK Hutchison masih terus mengoperasikan pelabuhan-pelabuhan terkait dan menyatakan bahwa transaksi kompleks semacam ini sulit diselesaikan dalam waktu singkat.

Selain itu, sumber yang mengetahui situasi mengungkapkan bahwa PKT telah memerintahkan seluruh badan usaha milik negara untuk membekukan semua transaksi apa pun dengan CK Hutchison serta perusahaan lain yang terkait dengan keluarga Li Ka-shing. (Hui)

Kanwil IV KPPU Perkuat Pengawasan Harga dan Pasokan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru

Surabaya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Kanwil IV KPPU) mengintensifkan pemantauan ketersediaan pasokan dan pergerakan harga bahan pangan di Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta mencegah potensi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat.

Pemantauan yang dilakukan pada Selasa, 23 Desember 2025, berlangsung di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya, dan dilaksanakan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Satgas Pangan Polda Jawa Timur. Plt Kepala Kanwil IV KPPU Romi Pradhana Aryo dan Kepala Bagian Administrasi Kanwil IV KPPU Dyah Paramita turut mendampingi kegiatan tersebut, bersama jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Dinas Perdagangan dan Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta Bulog Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian dan tim melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai komoditas strategis, antara lain beras, cabai, bawang, daging, telur, dan minyak goreng. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras SPHP tercatat Rp60.000 per kemasan 5 kg atau Rp12.000 per kg. Bawang merah dijual Rp40.000 per kg, bawang putih Rp35.000 per kg, dan gula Rp17.000 per kg. Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.000 per kg, daging sapi Rp120.000–Rp125.000 per kg, dan daging ayam ras Rp39.000 per kg.

Dalam pemantauan tersebut, Menteri Pertanian menemukan minyak goreng kemasan bantal merek Minyakita dijual pedagang dengan harga Rp16.000 per kemasan, atau Rp300 di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan penyerahan barang bukti berupa tiga kemasan Minyakita kepada Direktur Reskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing.

“Harga komoditas di Pasar Wonokromo relatif stabil, namun penyimpangan kecil seperti ini tetap harus ditindak agar tidak membebani masyarakat, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Menteri Pertanian.

Dari sisi pengawasan KPPU, Kanwil IV terus memantau pergerakan harga secara berkelanjutan sebagai bagian dari early warning system. Dibandingkan pemantauan pada 16 Desember 2025, sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan harga, antara lain cabai merah keriting dari Rp55.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg, cabai merah besar dari Rp40.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg, serta bawang merah dari Rp50.000 per kg menjadi Rp40.000 per kg. Adapun daging ayam ras mengalami kenaikan tipis dari Rp38.000 per kg menjadi Rp39.000 per kg.

Usai dari Pasar Wonokromo, tim Kanwil IV KPPU bersama Satgas Pangan Polda Jatim melanjutkan pemantauan ke toko modern Indogrosir untuk memastikan konsistensi harga dan ketersediaan stok di seluruh rantai distribusi.

Romi menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pasar, tetapi juga mencakup rantai pasok dari hulu ke hilir. “Kanwil IV KPPU berkomitmen mencegah potensi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat menghambat pasokan atau memicu gejolak harga tidak wajar, sehingga merugikan petani maupun konsumen,” ujarnya.

Secara umum, kondisi pasokan bahan pangan di wilayah Surabaya terpantau relatif aman, baik di pasar tradisional maupun toko modern. “Stok tersedia dengan cukup dan harga masih berada dalam koridor kewajaran, dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran serta faktor iklim dan cuaca,” pungkas Romi.

Video Sejumlah Besar Ikan Sarden Mati Terdampar di Pantai Hokkaido, Pemandian Air Panas Terbuka Ditutup untuk Umum

EtIndonesia. Baru-baru ini, sebuah pemandian air panas terbuka yang terkenal di wilayah selatan Hokkaido, Jepang, terpaksa melarang pengunjung untuk berendam karena masuknya bangkai ikan sarden dalam jumlah besar.

Menurut laporan FNN Prime Online, pemandian air panas terbuka Mizunashi Seaside Onsen yang terletak di pinggiran Kota Hakodate, Hokkaido selatan, dipenuhi bangkai ikan sarden. Pemandangan langka ini mengejutkan warga sekitar. Kolam pemandian dipenuhi ikan mati yang terus mengeluarkan bau menyengat, sehingga saat ini area tersebut dilarang untuk dimasuki.

Warga setempat pada 15 Desember menemukan sejumlah besar ikan sarden mati di sepanjang garis pantai terdekat. Bangkai ikan kemudian mengalir masuk ke kolam pemandian. Meski petugas terus melakukan pembersihan, saat air laut pasang, ikan mati dan minyak ikan tetap terseret masuk ke kolam. Akibatnya, sejak  17 Desember, pemandian tersebut ditutup untuk umum.

FNN melaporkan bahwa pada Desember tahun ini, masuknya ikan sarden dalam jumlah besar ke pelabuhan perikanan di wilayah selatan Hokkaido menyebabkan hasil budi daya ikan trout, salmon, dan ikan Atka mackerel di beberapa pelabuhan hampir gagal total.

Pada pagi hari 18 Desember, sebuah pemandangan aneh terjadi di Pelabuhan Iura. Sejumlah besar ikan sarden terjerat jaring kolam budi daya, yang akhirnya menyebabkan sekitar 2.000 ekor ikan Atka mackerel yang dibudidayakan mati seluruhnya. Ikan-ikan Atka mackerel ini sebenarnya dipelihara untuk penangkapan musim dingin dan direncanakan dipasarkan sekitar musim semi 2026.

 “Ikan sarden kemungkinan besar sedang dikejar oleh makhluk besar tertentu, sehingga panik dan berenang keluar,” ujar Wakil profesor Mitsuhiro Nakaya dari Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Hokkaido. 

Seorang warga setempat mengatakan:  “Mungkin mereka dikejar oleh lumba-lumba. Di daerah itu memang banyak lumba-lumba.”

Ikan yang ketakutan akan mengkonsumsi oksigen lebih banyak dari biasanya. Oleh karena itu, diduga bahwa masuknya ikan secara tiba-tiba ke pelabuhan menyebabkan kadar oksigen di perairan sekitar menurun dengan cepat, sehingga mengakibatkan kematian massal ikan-ikan budidaya.

Selain itu, seorang warganet Jepang pada 7 Desember mengunggah tulisan di platform X, menyebutkan bahwa di pantai dekat kampung halamannya di Hokkaido, sejumlah besar ikan sarden terdampar di pantai.

Ia mengatakan sekitar 2.000 ekor ikan sarden terdampar. Meski sebagian besar sudah mati, ikan-ikan tersebut terlihat sangat gemuk dan kaya minyak. Keluarganya hanya memungut secukupnya untuk memenuhi satu ember, lalu mengolahnya menjadi ikan kering atau masakan rebus.

Namun, di kolom komentar unggahan tersebut, beberapa warganet berspekulasi apakah fenomena ini merupakan tanda awal gempa bumi, karena pada 8 Desember kemudian terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 di wilayah Aomori, Jepang. Meski demikian, pemilik unggahan menyatakan bahwa daerah tempat tinggalnya tidak terdampak gempa dan ia tidak mengetahui apakah terdamparnya ikan sarden berkaitan dengan gempa tersebut. (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter Jin Jing / Lin Qing

Tiongkok Geger: Banyak Pria Muda Dilaporkan Hilang, Diduga Dijadikan Target Pencocokan untuk Pengambilan Organ Hidup

Kasus hilangnya anak-anak dan pria dewasa muda dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Tiongkok, memicu perhatian besar masyarakat. Seorang blogger dari Tiongkok daratan sejak akhir Juli tahun ini telah mengunggah hampir 300 video pencarian orang hilang. Sebagian besar korban berusia belasan hingga awal 30-an, dan mayoritas adalah laki-laki. Hal ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan keterkaitan dengan praktik “pengambilan organ hidup”.

EtIndonesia. Blogger Bilibili bernama “Lìzhì Niú Mówáng” (励志牛魔王) sejak 31 Juli telah mengunggah 299 video pencarian orang hilang. Para korban sebagian besar adalah remaja belasan tahun serta pemuda usia 20–30-an, mayoritas laki-laki. Hanya sebagian kecil yang merupakan anak-anak atau lansia.

Dari video-video tersebut terlihat bahwa para korban berasal dari hampir seluruh provinsi di Tiongkok, termasuk Sichuan, Hebei, Guizhou, Shandong, Shaanxi, Anhui, Fujian, Hubei, Yunnan, Henan, Shanxi, Jiangxi, Jilin, Chongqing, Mongolia Dalam, Gansu, Qinghai, Jiangsu, Zhejiang, Hunan, Tianjin, Hainan, serta wilayah otonom Guangxi dan Ningxia.

Berdasarkan informasi korban, sebagian memang diduga tertipu dan dibawa ke luar negeri atau ke kawasan penipuan di Asia Tenggara. Namun, banyak di antaranya hilang tanpa tanda-tanda apa pun. Banyak orang dilaporkan menghilang secara misterius saat berangkat atau pulang kerja, berangkat atau pulang sekolah, atau setelah keluar rumah.

Berikut beberapa contoh kasus orang hilang:

  • Video 5 November menunjukkan bahwa Zhong Yuanda, pria 30 tahun asal Luchuan, Yulin, Guangxi, kehilangan kontak pada 27 Agustus saat melakukan perjalanan mengemudi sendiri di Qinghai. Pada 1 November, mobil yang ia kendarai ditemukan di Parit Tolahai, Kota Golmud, namun dirinya tidak diketahui keberadaannya. Kamera dasbor mobil tersebut ditemukan tertutup lakban. (Video terkait)
  • Video 19 Desember menunjukkan bahwa Yu Yankang, mahasiswa pascasarjana pengobatan tradisional Tiongkok berusia 28 tahun asal Ningde, Fujian, telah hilang selama dua tahun sejak berangkat kerja ke rumah sakit pada suatu pagi. Ibunya masih terus mencari sang anak dan berharap ia dapat segera pulang.
  • Video 18 Desember menunjukkan bahwa Liu Enqi, siswa SMA kelas dua berusia 17 tahun, telah hilang lebih dari 150 hari. Ibunya mengatakan bahwa anak tersebut berangkat dari Tanggu menuju Stasiun Tianjin, lalu naik mobil daring ke arah “Hutan Kecil”. Jejak terakhirnya terdeteksi di Plaza Selatan Stasiun Tianjin dan hingga kini belum ditemukan.
  • Video 24 November menunjukkan bahwa Cao Xuan, pemuda 18 tahun asal Chongqing, hilang di dekat Pantai Jinwan, Kota Dongxing, Fangchenggang, Guangxi. Menurut ibunya, anak tersebut hanya membawa ponsel dan charger saat pergi. Hingga kini telah lebih dari 70 hari tanpa kabar.
  • Video 16 September menunjukkan bahwa Chen Zhiyu, remaja 15 tahun asal Zunyi, Guizhou, telah hilang lebih dari lima bulan. Ibunya berharap anaknya dapat segera kembali.

Banyak warganet meninggalkan komentar di bawah video-video tersebut, antara lain:
“Kenapa belakangan ini begitu banyak orang hilang?”
“Orang hilang makin banyak.”
“Sudah jadi ‘suku cadang’.”
“Organ dibutuhkan.”
“Ginjal sehat paling bagus.”
“Organ sudah diambil.”

Komentar lain menyebut:
“Kalau ada orang ingin hidup lebih lama, harus ada objek eksperimen?”
“Pasti sudah ‘mengabdi’ pada ilmu hayati.”
“Kalau sudah cocok, kenapa kamera pengawas tidak bisa menemukan?”
“Jangan tanya, alasannya selalu kamera rusak.”
“CCTV hanya untuk melacak tubuh hidup dan donor.”
“CCTV di mana-mana, tapi kalau ada kejadian selalu rusak.”

Beberapa netizen luar negeri juga berkomentar:
“Transplantasi organ adalah cara utama pejabat tinggi PKT memperpanjang umur.”
“Begitu situs pencarian keluarga yang bersifat swadaya ditutup, kita sudah tahu apa yang terjadi.”
“Dulu banyak kasus mutilasi di Tiongkok daratan yang sebenarnya untuk menutupi pengambilan organ, demi mengganti organ pejabat senior. Banyak yang dilakukan oleh militer, dan kebenarannya tak pernah terungkap.”

Dalam beberapa tahun terakhir, meskipun jumlah kamera pengawas PKT terus meningkat, masih terjadi banyak kasus anak-anak dan pria muda yang hilang secara misterius, diduga tewas akibat pengambilan organ hidup.

Menurut Buku Putih Orang Hilang Tiongkok (2020), jumlah orang hilang di Tiongkok pada 2020 mencapai 1 juta orang. Sementara laporan Radio Tiongkok tahun 2013 menyebutkan bahwa setiap tahun sekitar 200.000 anak hilang, dan yang berhasil ditemukan kembali hanya 0,1%.

Pada Juli tahun ini, seorang keturunan pejabat PKT dari sebuah kota tingkat kabupaten di Provinsi Jiangsu, bernama Eric MY, yang pernah bekerja dalam sistem PKT, mengungkap kepada Epoch Times:  

Ia berkata : “Jumlah kamera keamanan di Tiongkok sangat banyak, puluhan juta. Kalau mau mencari, pasti bisa. Selama ada foto atau nama, salah satunya saja cukup. Sistem ‘Mata Langit’ bisa secara otomatis memeriksa lokasi seseorang. Semua kamera di seluruh negeri memantau. Dalam waktu kurang dari 5 detik, orang itu bisa ditemukan.”

Ia menambahkan:  “Lalu mengapa tidak ditemukan? Saya beritahu—karena organ mereka sudah diambil. Ini benar-benar nyata. Remaja yang hilang di Tiongkok, pada dasarnya organ mereka sudah diambil. Karena organ remaja paling sehat dan paling bernilai. Pelaku utama pengambilan organ adalah pemerintah.”

Seorang blogger perjalanan dari Tiongkok daratan, Wang Ankang, pernah mengunggah video peringatan tentang cara mencegah menjadi korban pengambilan organ hidup saat berada di luar kota. Ia mengatakan bahwa masyarakat harus memahami pola pengambilan organ hidup untuk menghindarinya.

 “Jika Anda berada di luar kota, lalu tiba-tiba ditabrak sepeda listrik atau kendaraan asing, dan orang tersebut membantu menelepon ambulans, Anda harus waspada. Jangan pernah naik ambulans yang dipanggil orang asing. Begitu Anda naik, beberapa orang akan menahan Anda dan Anda tidak bisa pergi. Lebih baik mencari ambulans sendiri, atau bersikeras tidak naik ambulans yang dipanggil orang asing—terutama bagi kaum muda usia 17 hingga 22 tahun.” (Hui)

 Tang Zixuan / Zhu Xinrui

Thailand Bersatu dengan 60 Negara Perangi Scam Online, Kamboja  Absen

Di tengah eskalasi konflik antara Thailand dan Kamboja, Thailand menggelar konferensi internasional global untuk memberantas penipuan daring di Bangkok. Lebih dari 300 perwakilan dari 60 negara bersama-sama mengesahkan “Pernyataan Bersama Bangkok 2025”, yang menyepakati bahwa pemberantasan scam online akan dinaikkan menjadi prioritas kebijakan utama. Para peserta berkomitmen memperkuat legislasi domestik dan memperdalam kerja sama lintas negara guna menghadapi pesatnya perluasan kejahatan penipuan daring. Kamboja, yang dikenal memiliki banyak kawasan pusat penipuan, tidak ikut berpartisipasi.

EtIndonesia. Laporan Bangkok Post pada 19 Desember, Konferensi Internasional Kemitraan Global untuk Pemberantasan Penipuan Daring (IC-GPOS) yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Desember, diadakan di Bangkok. Lebih dari 300 perwakilan dari organisasi internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil dari 60 negara menghadiri konferensi tersebut dan mengesahkan Pernyataan Bersama Bangkok 2025.

Konferensi ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri Thailand dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Menurut informasi di situs Kementerian Luar Negeri Thailand, pernyataan bersama ini diprakarsai bersama oleh Peru, Bangladesh, Uni Emirat Arab, Nepal, dan negara-negara lainnya.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa dalam pernyataan bersama, negara-negara peserta berkomitmen untuk memperkuat kerja sama internasional dalam penegakan hukum, penyelidikan, dan penuntutan. Hal ini mencakup pertukaran intelijen dan bukti secara tepat waktu, peningkatan kemampuan forensik digital, serta perbaikan mekanisme pelacakan, penyitaan, dan pemulihan hasil kejahatan.

Pernyataan tersebut juga mendorong penyusunan prosedur operasi standar dalam pemberantasan penipuan daring, serta mempertimbangkan pembentukan kelompok kerja bilateral, regional, atau lintas kawasan guna meningkatkan efektivitas penindakan terhadap kejahatan penipuan.

Selain itu, dokumen tersebut menekankan pentingnya memperkuat legislasi untuk memberantas kejahatan keuangan yang terkait dengan penipuan daring, termasuk pencucian uang dan penyalahgunaan aset virtual. Pernyataan ini mendesak pemerintah negara-negara untuk memastikan bahwa sistem hukum mereka mampu mendukung perampasan aset, transparansi keuangan, dan pengawasan layanan keuangan digital.

Pernyataan bersama tersebut juga menyerukan penguatan perlindungan hukum bagi para korban, serta pembedaan yang jelas antara korban perdagangan manusia dan pelaku kejahatan, khususnya dalam kasus kejahatan paksa yang terjadi di pusat-pusat penipuan.

Wakil Menteri Luar Negeri Thailand Vijavat Isarabhakdi menyampaikan dalam pidato penutupan bahwa kerugian akibat penipuan daring jauh melampaui kerugian ekonomi, dan juga menimbulkan ancaman serius terhadap hak asasi manusia, kepercayaan publik, serta stabilitas sosial-ekonomi. Kelompok kriminal semakin menyalahgunakan platform digital, sistem keuangan, dan teknologi baru untuk melakukan kejahatan lintas negara, sehingga diperlukan respons hukum dan penegakan hukum yang terkoordinasi.

Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Delphine Schantz, menyatakan bahwa selama masih ada akses digital, setiap negara rentan terhadap penipuan daring. Ia juga menegaskan bahwa penipuan daring telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama kejahatan terorganisir. Diperkirakan, kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara mengalami kerugian hampir 40 miliar dolar AS per tahun akibat kejahatan ini.

 “Teknologi menghubungkan masyarakat dan komunitas dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun teknologi juga menciptakan lahan subur bagi para penjahat yang ingin mengambil keuntungan dari ruang baru. Penipuan daring menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar setiap tahun, dan kecerdasan buatan memungkinkan para penjahat menipu korban dalam skala besar,” ujar Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, dalam pidato video yang disampaikan pada 17 Desember. 

Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan dalam pidato pembukaan konferensi bahwa dalam tiga tahun terakhir, Thailand telah menderita kerugian sekitar 3,16 miliar dolar AS akibat penipuan daring. Pada tahun ini saja, Thailand telah membantu memulangkan lebih dari 10.000 orang dari lebih dari 40 negara yang diselamatkan dari pusat-pusat penipuan di negara tetangga.

Ia menambahkan bahwa Kamboja tidak berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa konferensi ini tidak ditujukan kepada negara tertentu, melainkan membutuhkan kerja sama dari semua negara yang terdampak kejahatan siber.

Dalam dua minggu terakhir, bentrokan militer terjadi di perbatasan Thailand–Kamboja, menyebabkan sekitar 900.000 orang mengungsi. Dilaporkan bahwa militer Thailand membombardir kawasan pusat penipuan di wilayah perbatasan Kamboja, yang disambut dengan dukungan luas dari warganet Tiongkok yang lama menderita akibat penipuan daring. Karena banyak pusat penipuan tersebut diduga memiliki dukungan di belakang layar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT), konflik Thailand–Kamboja ini juga menempatkan PKT dalam posisi yang canggung. (Hui)

Laporan terjemahan oleh Jin Hong / Lin Qing

Teko Susu dan Penghematan Puluhan Juta Dolar

EtIndonesia. Sekitar tahun 2008, perekonomian global mengalami penurunan tajam. Demi menghemat pengeluaran, banyak orang mulai mengubah kebiasaan konsumsi mereka—tidak lagi rutin pergi ke kafe untuk minum kopi. Perubahan ini memberikan pukulan telak bagi jaringan kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks, yang mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.

Untuk membawa Starbucks keluar dari krisis, sang pendiri, Howard Schultz, kembali ke perusahaan setelah delapan tahun meninggalkannya dan kembali menjabat sebagai CEO, bertekad menyelamatkan perusahaan dari keterpurukan.

Saat Schultz kembali, Starbucks berada pada titik terendah. Laba dan pendapatan merosot tajam, harga saham anjlok drastis, dan perusahaan berada di ambang ancaman akuisisi. Namun, alih-alih langsung melakukan perombakan besar-besaran atau menyusun kebijakan keuangan baru, Schultz memilih memulai dari hal-hal kecil—mengencangkan ikat pinggang dan mencari sumber penghematan dari detail operasional.

Setelah melakukan pengamatan menyeluruh, Schultz menemukan bahwa banyak pemborosan terjadi justru pada hal-hal sepele. Demi menghasilkan secangkir kopi dengan cita rasa sempurna, para barista sering kali harus mencoba berulang kali perbandingan susu dan gula. Masalahnya, takaran susu sulit dikontrol—sedikit saja lengah, susu bisa tertuang berlebihan. Untuk menjaga kualitas rasa, kopi yang sudah terlanjur tidak sesuai standar sering kali dibuang dan dibuat ulang. Jika dihitung secara keseluruhan, pemborosan bahan baku ini mencapai puluhan juta dolar setiap tahun.

Schultz pun mendorong seluruh karyawan untuk berpikir bersama, mencari solusi atas kebocoran kecil yang berdampak besar ini.

Seorang karyawan kemudian mengusulkan ide sederhana namun brilian: memasang cincin bergerigi di bagian dalam teko susu agar barista lebih mudah mengontrol jumlah susu yang dituangkan. Kantor pusat Starbucks menguji ide tersebut dan menemukan bahwa cara ini memang efektif mengurangi pemborosan. Karyawan tersebut pun diberi penghargaan besar, dan seluruh teko susu di gerai Starbucks kemudian dimodifikasi dengan desain serupa.

Hanya dari satu perubahan kecil ini saja, perusahaan berhasil menghemat jutaan dolar. Keberhasilan tersebut memicu semangat inovasi di kalangan karyawan. Ide-ide perbaikan lain pun bermunculan, semuanya berfokus pada penyempurnaan detail.

Di bawah dorongan Schultz, Starbucks terus melakukan berbagai penyesuaian kecil—mulai dari desain meja bar, alur kerja di gerai, hingga peralatan penyeduh kopi lainnya. Serangkaian perbaikan detail ini secara perlahan membantu Starbucks keluar dari krisis. Perusahaan bukan hanya berhasil menghindari akuisisi, tetapi justru tumbuh semakin kuat setelah badai berlalu.

Tak berlebihan jika dikatakan bahwa Schultz telah menyelamatkan Starbucks untuk kedua kalinya.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah Fortune, Schultz pernah berkata: “Apa istimewanya sebuah teko susu? Namun di Starbucks, benda itu sangat penting. Karena sering kali, hanya dengan menyelesaikan masalah-masalah kecil, barulah kita bisa menemukan sumber keuntungan. Detail, selalu lebih mampu mengubah nasib sebuah perusahaan dibandingkan hal-hal besar lainnya.” (jhn/yn)

Keluhan Publik di Berbagai Daerah Tiongkok Kian Meningkat, Kasus Perlawanan di Pedesaan Naik 70%

Guncangan ekonomi di Tiongkok telah memicu ketidakstabilan sosial. Tahun ini, jumlah aksi perlawanan di wilayah pedesaan meningkat 70% dibandingkan total sepanjang tahun lalu. Partai Komunis Tiongkok (PKT) bahkan secara tidak biasa menekankan perlunya mencegah kembalinya buruh migran ke kampung halaman dalam skala besar, yang menunjukkan betapa seriusnya situasi saat ini.

EtIndonesia. Pada pertengahan November lalu, pemerintah daerah Kabupaten Lingao di Provinsi Hainan dan Kabupaten Fuchuan di Guangxi masing-masing melakukan pembongkaran paksa terhadap kuil rakyat dan balai leluhur klan, yang memicu bentrokan fisik antara warga desa dan aparat pemerintah. Tak lama kemudian, di Kabupaten Xifeng, Provinsi Guizhou, kebijakan yang mewajibkan seluruh jenazah penduduk untuk dikremasi setelah meninggal dunia memicu dua aksi demonstrasi petani secara berturut-turut.

Harian The Guardian Inggris pada 19 Desember melaporkan bahwa melemahnya ekonomi Tiongkok telah meningkatkan ketegangan sosial, dan protes di wilayah pedesaan akibat perampasan tanah serta tekanan keuangan pemerintah daerah mengalami peningkatan yang signifikan.

Mengutip data dari China Dissent Monitor, The Guardian menyebutkan bahwa hingga 11 bulan pertama tahun ini telah tercatat 661 kasus perlawanan di pedesaan, meningkat sekitar 70% dibandingkan total sepanjang tahun lalu.

 “Kembalinya Xi Jinping pada fundamentalisme Mao Zedong dan serangkaian kebijakan yang mundur telah mendorong seluruh masyarakat ke tingkat keputusasaan. Bukan hanya buruh migran yang menganggur, lulusan universitas yang menganggur begitu lulus, atau veteran yang setelah demobilisasi sama saja dengan menganggur, tetapi juga kaum intelektual independen dan pengusaha swasta—semuanya berada dalam kondisi tanpa harapan dan keputusasaan yang mendalam,” kata pakar hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing.

Yuan Hongbing menegaskan bahwa kebijakan politik dan ekonomi PKT telah menyebabkan kemerosotan besar ekonomi Tiongkok yang bersifat tidak dapat dipulihkan, sehingga kemarahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat sipil terus meningkat. Dari kota hingga desa, berbagai bentuk perlawanan rakyat bermunculan, yang menjadi salah satu ciri utama dari kecenderungan “akhir rezim” tirani PKT.

Penulis Tionghoa-Kanada Sheng Xue menyatakan bahwa selama lebih dari 30 tahun terakhir, perlawanan rakyat di Tiongkok sebenarnya tidak pernah berhenti.

 “Dulu sudah ada puluhan ribu, bahkan ratusan ribu insiden aksi massa. Namun kini sifatnya telah berubah. Dari gelombang PHK pada 1990-an, objek perlawanan kini bergeser—dari pejabat atau pemerintah daerah tertentu, menjadi langsung menentang sistem PKT itu sendiri, bahkan secara langsung mengarah ke puncak kekuasaan,” ujar Sheng Xue.

Menurut Sheng Xue, seiring PKT memperlakukan warga biasa sebagai musuh untuk diawasi dan dikendalikan, para peserta perlawanan tidak lagi terfokus pada tuntutan konkret, melainkan semakin terbuka menyangkal legitimasi kekuasaan PKT.

Aksi perlawanan di pedesaan kerap berkaitan dengan persoalan tanah. Misalnya pada September lalu, Desa Tongxing di Provinsi Hunan melakukan penolakan terhadap pengambilalihan lahan pertanian. 

Seorang pengguna Douyin berkomentar:  “Di tengah kondisi ekonomi yang memburuk, mereka justru merampas lahan pertanian, tanpa menyisakan ruang hidup bagi warga desa.”

The Guardian juga menyebutkan bahwa total utang pemerintah daerah Tiongkok telah mencapai 44 triliun yuan. Meski pasar properti sedang lesu, tanah masih memiliki nilai sebagai jaminan pinjaman, sehingga sering dijadikan sumber pendanaan oleh pemerintah daerah yang mengalami tekanan fiskal. Namun, kompensasi yang layak bagi warga desa sering kali tidak diberikan.

Yuan Hongbing mengatakan:  “Kemerosotan besar ekonomi Tiongkok paling keras menghantam dua kelompok: sekitar 250 juta buruh migran, serta para lulusan universitas yang langsung menganggur setelah lulus.”

Ia menjelaskan bahwa selama dua dekade terakhir, buruh migran hampir semuanya bekerja di kota. Ketika mereka kembali ke desa, tanah yang dulu mereka miliki sering kali sudah tidak ada lagi. Mereka kehilangan penopang terakhir untuk bertahan hidup di pedesaan, dan menjadi kelompok paling tidak stabil dalam masyarakat.

Sebenarnya, PKT sangat khawatir akan terjadinya gelombang besar buruh migran yang pulang kampung. Dalam rapat Kementerian Pertanian PKT pada 16 November, secara khusus ditekankan perlunya mencegah terbentuknya “kembalinya buruh migran dalam skala besar dan tertahannya mereka di desa”.

 “Upaya PKT yang ketat mencegah buruh migran pulang kampung sendiri merupakan sinyal yang sangat berbahaya. Ini berarti bahwa jika sejumlah besar pengangguran kembali ke desa, krisis ekonomi perkotaan akan terekspos secara terkonsentrasi. Tekanan sosial di pedesaan juga akan melonjak drastis,” ujar Sheng Xue.

“Pedesaan justru merupakan wilayah dengan pengawasan yang relatif lemah, serta ikatan kekerabatan dan geografis yang kuat. Dalam sejarah Tiongkok, banyak pemberontakan rakyat berawal dari hilangnya mata pencaharian oleh sejumlah besar penduduk muda yang tidak memiliki jalan kembali,” katanya. 

Yuan Hongbing menambahkan bahwa sistem pemerintahan ala intelijen yang diterapkan PKT terutama berfokus pada kota-kota besar dan menengah, sementara kemampuan kontrol PKT di wilayah pedesaan sangat lemah. 

Ditambah lagi, lembaga partai dan pemerintahan di tingkat kabupaten dan di bawahnya kini secara luas menunggak pembayaran gaji pegawai negeri. Akibatnya, banyak aparat bersikap pasif dan lalai dalam menjalankan tugas, yang pada tingkat tertentu menciptakan “zona kosong” dalam kekuasaan PKT. Inilah salah satu alasan mendasar mengapa PKT sangat takut buruh migran kembali dan menetap di pedesaan. (Hui)

Jajak Pendapat : Hanya 25 Persen Warga Rusia yang Mendukung Kelanjutan Perang Melawan Ukraina,

EtIndonesia. Proporsi warga Rusia yang menginginkan perang di Ukraina berlanjut telah turun menjadi 25 persen, level terendah sejak dimulainya invasi skala penuh. Pada saat yang sama, dua pertiga responden mendukung transisi ke negosiasi perdamaian, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Levada Rusia.

Studi ini mencakup 1.618 responden di 50 wilayah Rusia. Survei dilakukan dari tanggal 11 hingga 19 Desember.

Menurut para sosiolog, proporsi mereka yang percaya bahwa sekarang perlu untuk beralih ke negosiasi perdamaian telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan mencapai dua pertiga responden (66%).

“Pada saat yang sama, proporsi mereka yang berpikir bahwa aksi militer harus dilanjutkan menurun — menjadi seperempat responden (25%) — ini adalah nilai minimum untuk seluruh periode pengamatan,” kata pernyataan itu.

Seperti yang dicatat oleh Pusat Levada, pendukung kelanjutan perang lebih banyak jumlahnya, khususnya di antara mereka yang mempercayai televisi Rusia dan menyetujui tindakan Presiden Rusia, Vladimir Putin (yang memulai perang).

“Proporsi pendukung negosiasi perdamaian lebih tinggi di kalangan perempuan (71%), responden di bawah 40 tahun (74%), responden dengan pendidikan menengah ke bawah (72%), penduduk pedesaan (72%), mereka yang percaya bahwa keadaan di negara ini bergerak ke arah yang salah (80%), mereka yang tidak menyetujui kinerja Putin sebagai presiden (80%), dan mereka yang mempercayai jejaring sosial sebagai sumber informasi (75%),” tulis para sosiolog.

Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina, Andriy Kovalenko, mencatat bahwa inti sempit individu yang berpikiran radikal telah terbentuk di sekitar pemimpin Kremlin, yang bersikeras untuk melanjutkan perang.

“Faktanya, inti Nazi tetap ada di sekitar Putin yang ingin terus berperang, beberapa di antaranya menghasilkan uang sendiri atau memiliki rekan dekat yang menjadi kaya dari perang,” tulisnya.

Jajak pendapat lainnya

Ingatlah bahwa jajak pendapat Levada Center yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa dukungan terhadap perang melawan Ukraina di kalangan warga Rusia tetap berada pada tingkat maksimum, sementara dua pertiga responden mendukung negosiasi, tetapi dengan syarat mereka sendiri.

Pada saat yang sama, pada Mei 2025, studi lain menunjukkan bahwa sebagian besar warga Rusia tidak mendukung gencatan senjata dan percaya bahwa perlu untuk mengupayakan penyerahan diri Ukraina.

Hasil jajak pendapat di Ukraina menunjukkan sentimen yang berlawanan: 59,5% warga Ukraina yakin bahwa, terlepas dari syarat-syarat di mana perang saat ini berakhir, Rusia akan menyerang Ukraina lagi di masa depan. (yn)

Menangkal Tiongkok dan Rusia: Jepang Tingkatkan Hubungan dengan Lima Negara Asia Tengah dan Meningkatkan Investasi

Jepang dan lima negara Asia Tengah pada 20 Desember menggelar KTT pertama mereka di Tokyo dan mengumumkan serangkaian inisiatif kerja sama. Para pengamat menilai langkah Jepang ini bertujuan untuk memperdalam pengaruhnya di kawasan Asia Tengah, mengurangi ketergantungan pada Tiongkok dalam hal mineral strategis, sekaligus membangun jalur logistik strategis yang menghindari Rusia.

EtIndonesia. Pada 19–20 Desember, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memimpin KTT Perdana Jepang–Lima Negara Asia Tengah di Tokyo bersama para pemimpin Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Dalam pertemuan tersebut, mereka bersama-sama mengumumkan rencana kerja sama ekonomi lima tahun.

Kantor Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa rencana tersebut mencakup tiga bidang prioritas kerja sama, yakni pembangunan hijau dan ketahanan, konektivitas, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama di bidang hijau dan ketahanan meliputi transisi energi, pengurangan risiko bencana, penanggulangan perubahan iklim, serta penguatan rantai pasokan mineral strategis. Sementara itu, kerja sama konektivitas mencakup pengembangan lebih lanjut Rute Transportasi Internasional Trans-Kaspia, serta peluncuran Kemitraan Kecerdasan Buatan Jepang–Asia Tengah.

 “Langkah ini dapat dipandang sebagai respons aktif terhadap persaingan geopolitik AS–Tiongkok, bukan sekadar investasi ekonomi biasa. Salah satu tujuannya adalah memecahkan ketergantungan pada mineral strategis Tiongkok, secara langsung menanggapi pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh Tiongkok,” kata Wakil Peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Hsieh Pei-hsueh.

Ia menjelaskan bahwa Partai Komunis Tiongkok kerap menggunakan logam tanah jarang sebagai alat tekanan terhadap negara-negara Barat, dan Jepang termasuk yang terdampak. Sementara itu, lima negara Asia Tengah kaya akan sumber daya alam dan memiliki posisi geopolitik yang strategis: Kazakhstan merupakan produsen uranium terbesar di dunia, Uzbekistan memiliki cadangan emas yang besar, Turkmenistan kaya akan gas alam, sedangkan Kirgizstan dan Tajikistan memiliki banyak cadangan mineral, termasuk logam langka.

Ia juga menambahkan bahwa perang Rusia–Ukraina membuat Jepang tidak lagi dapat bergantung pada jalur logistik tradisional di utara. Oleh karena itu, jalur yang melewati Asia Tengah langsung menuju Eropa menjadi kebutuhan yang mendesak.

Hsieh Pei-hsueh mengatakan:  “Ini juga bertujuan membangun koridor transportasi strategis yang menghindari Rusia, seperti Rute Transportasi Internasional Trans-Kaspia, yang merupakan simpul geografis dengan nilai strategis sangat besar.”

Menurut pernyataan resmi, selama KTT ini lebih dari 150 dokumen telah ditandatangani atau diajukan, mencakup kerja sama di berbagai bidang. Jepang dan lima negara Asia Tengah sepakat untuk melaksanakan proyek bisnis senilai 3 triliun yen (sekitar 19 miliar dolar AS) dalam lima tahun ke depan.

Hsieh Pei-hsueh menambahkan:  “Tentu saja, inisiatif Jepang ini berbeda dari ‘Belt and Road’ PKT yang menekankan pembiayaan pinjaman infrastruktur berskala besar. Model Jepang lebih menekankan kerja sama antarkorporasi, alih teknologi, serta kemitraan yang setara dan saling percaya. Ini jelas berbeda dari model Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang didukung strategi negara, pembangunan infrastruktur besar-besaran, dan pinjaman dalam jumlah besar.”

Selama bertahun-tahun, PKT telah mengucurkan dana besar ke luar negeri melalui proyek yang disebut “Belt and Road” untuk melakukan ekspansi. Namun pada akhirnya, banyak masalah muncul, meninggalkan proyek-proyek bermutu rendah, proyek mangkrak, dan jebakan utang di berbagai negara. Kini, dengan ekonomi Beijing yang melemah dan kesulitan internal yang meningkat, skala investasi luar negerinya pun terus menyusut.

 “Jepang memanfaatkan momentum ini dan kekuatan ekonominya untuk membangun pengaruh di negara-negara Asia Tengah. Pada saat Tiongkok sedang melemah, Jepang dapat merebut kepemimpinan dan kepentingan strategis geopolitik di Asia Tengah. Oleh karena itu, investasi dan keterlibatan Jepang ini jelas merupakan hasil perhitungan yang matang,” ujar peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Ming-shih. 

KTT ini menandai peningkatan besar sejak Jepang membangun mekanisme dialog dengan lima negara Asia Tengah pada 2004, dari tingkat menteri luar negeri menjadi kerja sama tingkat kepala negara. Peningkatan ini diyakini akan memperkuat pengaruh Jepang di Asia Tengah, sekaligus membantu negara-negara tersebut mengurangi ketergantungan pada Tiongkok dan Rusia.

Shen Ming-shih menambahkan:  “Setidaknya dalam keseimbangan geopolitik, negara-negara Asia Tengah tidak lagi harus bergantung hanya pada Rusia atau hanya pada Tiongkok, tetapi juga dapat mengandalkan negara-negara aliansi demokratis untuk membantu pembangunan infrastruktur dan bahkan pengembangan ekonomi.”

Dalam pertemuan tersebut, Sanae Takaichi secara khusus menekankan pentingnya Asia Tengah, dengan menyatakan bahwa “seiring perubahan situasi regional dan internasional di Asia Tengah dan sekitarnya, pengaruh Asia Tengah di panggung internasional terus meningkat.” (Hui)