Di tengah kemerosotan ekonomi Tiongkok yang terus berlanjut, ketegangan di lapisan bawah masyarakat meningkat secara nyata. Hingga akhir November tahun ini, jumlah aksi perlawanan di pedesaan Tiongkok telah meningkat sekitar 70% dibandingkan total sepanjang tahun lalu. Pada saat yang sama, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada November secara tidak biasa mengajukan peringatan agar mencegah kepulangan besar-besaran dan pengangguran massal pekerja migran di desa, yang secara luas ditafsirkan oleh kalangan luar sebagai upaya mencegah pecahnya pemberontakan rakyat.
EtIndonesia. Menurut data yang dikutip media Inggris, The Guardian pada 19 Desember, selama 11 bulan pertama tahun ini telah tercatat 661 insiden perlawanan di pedesaan Tiongkok, meningkat sekitar 70% dibandingkan keseluruhan tahun lalu. Aksi-aksi tersebut sebagian besar terkait dengan penggusuran paksa, sengketa tanah, upah yang tidak dibayar, serta pemogokan dan protes buruh.
Eskalasi cepat ketidakstabilan ini mencerminkan realitas kemerosotan ekonomi Tiongkok, terutama tekanan yang semakin berat yang dialami pekerja berpenghasilan rendah.
Selama puluhan tahun, sejumlah besar penduduk pedesaan pergi ke kota untuk bekerja. Namun, seiring perlambatan ekonomi dan menyusutnya lapangan kerja, banyak pekerja migran terpaksa kembali ke desa asal.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah kerap melakukan pengambilalihan tanah dan perampasan lahan pertanian, yang kembali menghantam mata pencaharian petani. Rasa kehilangan dan ketidakpuasan pun terus menumpuk, sehingga memicu lonjakan aksi perlawanan.
Para analis menunjukkan bahwa aksi perlawanan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bukan hanya lebih sering terjadi, tetapi juga memiliki karakteristik baru.
“Aksi perlawanan rakyat telah meluas dari kota ke desa, dari dunia maya ke kehidupan nyata, dari masalah ekonomi ke persoalan sosial. Berbagai bentuk perlawanan bermunculan bak gelombang besar. Selain itu, aksi perlawanan rakyat pada tahun 2025 menunjukkan tingkat keputusasaan yang sangat tinggi di kalangan masyarakat,” kata pakar hukum yang bermukim di Australia, Yuan Hongbing.
“Oleh karena itu, perlawanan ini mencerminkan bahwa rakyat Tiongkok tidak takut menderita, mereka hanya takut tidak memiliki harapan. Ciri ketiga adalah bahwa perlawanan rakyat saat ini menunjukkan kecenderungan politik yang semakin kuat,” tambahnya.
Pada akhir November, PKT secara terbuka dan jarang terjadi meminta berbagai daerah untuk secara ketat mencegah kepulangan massal serta pengangguran berkepanjangan pekerja migran di desa, yang secara luas ditafsirkan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi pemberontakan rakyat.
“Seiring dengan melemahnya ekonomi riil Tiongkok, tekanan fiskal pemerintah daerah pun semakin terlihat. Selama kelompok ini berada di kota, masih relatif dapat dikendalikan. Namun jika mereka menyebar ke berbagai daerah, ketika pengendalian tidak berjalan baik, maka ketidakpuasan rakyat—meski hanya percikan kecil—dapat dengan cepat menyulut kebakaran besar,” ujar Direktur Eksekutif Taiwan Inspiration Association, Lai Rongwei.
Pada saat yang sama, pengawasan dan sensor internet oleh PKT terus diperketat. Di sejumlah daerah, pemerintah setempat bahkan membangun tembok sensor tambahan di balik Tembok Api Besar (Great Firewall), yang disebut sebagai “tembok di dalam tembok”.
Kalangan luar menilai bahwa di tengah kemerosotan ekonomi dan akumulasi konflik antara pemerintah dan rakyat, kemungkinan terjadinya kudeta politik, pemberontakan militer, maupun pemberontakan rakyat di Tiongkok perlahan namun terus meningkat. (Hui)
Laporan wawancara wartawan New Tang Dynasty Television: Chen Yue dan koresponden khusus Luo Ya
EtIndonesia. Thailand dan Kamboja kembali terlibat bentrokan yang menyebabkan lebih dari 500.000 ribu warga Kamboja dan sekitar 400 ribu warga Thailand terpaksa mengungsi. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu konflik. Selain itu, militer Thailand juga membombardir kawasan Poipet, pusat kasino di perbatasan Kamboja. Poipet merupakan salah satu pos perlintasan perbatasan terpenting antara kedua negara.
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Minggu (21 Desember) menyatakan dalam sebuah pernyataan: “Saat ini lebih dari 500 ribu warga Kamboja, termasuk perempuan dan anak-anak, terpaksa mengungsi dari rumah dan sekolah mereka demi menghindari tembakan artileri, serangan roket, dan serangan udara dari jet tempur F-16 Thailand. Kondisi mereka sangat memprihatinkan.”
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa total warga Kamboja yang dievakuasi telah mencapai 518.611 orang.
Sementara itu, pihak Bangkok menyatakan bahwa akibat kembali pecahnya konflik perbatasan, sekitar 400 ribu warga Thailand kini kehilangan tempat tinggal.
Akar konflik Thailand–Kamboja terletak pada perbedaan pandangan mengenai perbatasan sepanjang 800 kilometer antara kedua negara. Keduanya sama-sama mengklaim sejumlah kuil kuno yang tersebar di wilayah perbatasan, yang batasnya ditetapkan pada masa kolonial Prancis di Kamboja.
Thailand dan Kamboja juga saling menuduh pihak lawan menyerang warga sipil dan memicu eskalasi konflik baru. Pada bulan Juli tahun ini, pertempuran yang berlangsung selama lima hari telah menewaskan puluhan orang.
Menurut data resmi, dalam bentrokan terbaru bulan ini yang melibatkan tank, drone, dan artileri, telah menewaskan sedikitnya 22 orang di Thailand dan 19 orang di Kamboja.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Kamboja pada 18 Desember menyatakan bahwa militer Thailand sekitar pukul 11.00 pagi menjatuhkan dua bom di kawasan perkotaan Poipet, Provinsi Banteay Meanchey. Poipet merupakan kota kasino yang sangat populer dan menarik banyak penjudi dari Thailand.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa serangan ini merusak sebuah gudang dan properti lainnya, serta menyebabkan dua warga sipil mengalami luka ringan.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand, Jackkrit Thammavichai, mengatakan bahwa serangan udara tersebut menghancurkan sebuah “pusat logistik” yang digunakan untuk menyimpan roket. Ia menyatakan: “Fasilitas-fasilitas ini selama ini digunakan untuk kepentingan militer.”
Sebelumnya, Perdana Menteri sementara Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa kasino di wilayah Kamboja tidak berada dalam yurisdiksi hukum Thailand. Namun ia juga menekankan bahwa
“Jika tempat-tempat tersebut digunakan sebagai kedok untuk aktivitas penipuan, maka Thailand perlu mengambil tindakan,” ujarnya.
Tiongkok, Uni Eropa, Amerika Serikat, Malaysia selaku Ketua Bergilir ASEAN, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan gencatan senjata.
Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, termasuk Thailand dan Kamboja, dijadwalkan pada 22 Desember bertemu di Kuala Lumpur untuk membahas konflik ini. (Hui)
Pada 19 Desember, setelah CEO Tesla Elon Musk kembali mendapatkan paket gaji bernilai sangat besar, total kekayaannya melampaui 700 miliar dolar AS, menjadikannya miliarder terkaya pertama dalam sejarah yang mencapai level tersebut.
EtIndonesia. Belum lama ini, Mahkamah Agung Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat, membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah dan memulihkan paket penghargaan opsi saham Tesla yang diberikan kepada Musk. Nilai pasar opsi saham tersebut saat ini diperkirakan mencapai sekitar 139 miliar dolar AS.
Menurut perkiraan Forbes, setelah banding Musk dikabulkan, total kekayaannya mencapai rekor 749 miliar dolar AS.
Setelah putusan Mahkamah Agung tersebut, Tesla kembali menjadi aset paling bernilai yang dimiliki Musk. Selain opsi saham Tesla, Musk juga memegang sekitar 12% saham biasa Tesla, dengan nilai pasar sekitar 199 miliar dolar AS. Total nilai kepemilikan Musk yang terkait dengan Tesla mencapai sekitar 338 miliar dolar AS.
Selain itu, pada November, Tesla juga memberikan kepada Musk sebuah paket kompensasi pemecah rekor. Jika Tesla dalam 10 tahun ke depan berhasil mencapai target kinerja yang disebut sebagai “misi Mars”—misalnya pertumbuhan nilai pasar lebih dari delapan kali lipat—Musk akan memperoleh tambahan saham hingga maksimal 1 triliun dolar AS.
Aset terbesar kedua Musk adalah kepemilikannya sekitar 42% saham SpaceX. Berdasarkan program pembelian saham privat yang dimulai bulan ini, valuasi perusahaan roket tersebut melonjak dua kali lipat, dari 400 miliar dolar AS pada Agustus menjadi sekitar 800 miliar dolar AS. Nilai saham SpaceX yang dimiliki Musk diperkirakan mencapai sekitar 336 miliar dolar AS.
Sebagai orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya menembus 700 miliar dolar AS, selisih kekayaan Musk dengan orang terkaya kedua di dunia, salah satu pendiri Google Larry Page, mencapai angka mencengangkan sekitar 500 miliar dolar AS. Kekayaan Page diperkirakan sekitar 253 miliar dolar AS.
Kalangan luar memperkirakan bahwa perusahaan yang paling mungkin membawa Musk menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan mencapai 1 triliun dolar AS mungkin bukan Tesla, melainkan SpaceX. SpaceX berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2026, dengan valuasi yang diperkirakan bisa mencapai 1,5 triliun dolar AS. (Hui)
Paparan perangkat digital (3C: komputer, komunikasi, dan elektronik konsumen) yang terlalu dini pada remaja dapat menghambat perkembangan dan kemampuan sosial mereka. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa proporsi besar remaja bahkan mencari konsultasi kesehatan mental kepada AI.
EtIndonesia. Tiga lembaga riset di Amerika Serikat menemukan bahwa kaum muda kini menggunakan chatbot AI untuk mencari konseling psikologis. Ketiga lembaga tersebut adalah RAND Corporation, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown, dan Universitas Harvard. Studi ini didasarkan pada 1.058 responden kuesioner.
Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari seperdelapan (13,1%) anak muda usia 12–21 tahun menyatakan menggunakan chatbot untuk mencari konsultasi kesehatan mental. Angka ini lebih tinggi pada kelompok usia 18–21 tahun, dengan tingkat penggunaan mencapai 22,2%.
Di Inggris, proporsi remaja yang menggunakan AI untuk tujuan serupa jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, yakni hampir seperlima (19%).
Profesor Ateev Mehrotra dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown menilai angka tersebut tidak lazim tinggi. Ia menyebutkan bahwa dalam satu tahun terakhir, sekitar 18% remaja usia 12–17 tahun mengalami episode depresi berat, dan 40% di antaranya tidak menerima perawatan kesehatan mental apa pun. Saat ini, Amerika Serikat tengah menghadapi apa yang disebut sebagai “krisis kesehatan mental kaum muda.”
Dalam beberapa tahun terakhir, juga telah muncul berbagai laporan yang menyebutkan bahwa AI memicu perilaku menyakiti diri sendiri, yang kemudian memicu sejumlah gugatan hukum. Gugatan-gugatan tersebut menuduh model AI berperan dalam mendorong pengguna hingga bunuh diri, termasuk anak-anak. (Hui)
Laporan gabungan wartawan New Tang Dynasty Television: Meilin
Letnan Jenderal Fanil Sarvarov tewas setelah sebuah bom meledak di Jalan Yasenevaya di bagian selatan ibu kota Rusia.
EtIndonesia. Seorang perwira tinggi Angkatan Darat Rusia tewas akibat bom yang dipasang di bawah mobilnya di Moskow pada 22 Desember 2025.
Kematian Letjen Fanil Sarvarov dikonfirmasi oleh Juru Bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, yang mengatakan kepada kantor berita negara Rusia TASS pada Senin pagi.
“Menurut penyelidikan, pada pagi hari 22 Desember, sebuah alat peledak yang ditanam di bawah sebuah mobil di Jalan Yasenevaya, Moskow, telah diaktifkan. Fanil Sarvarov, kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum, meninggal dunia akibat luka-luka dari ledakan tersebut,” katanya.
Menurut Petrenko, Direktorat Investigasi Utama Moskow telah membuka perkara pidana berdasarkan Bagian 2 Pasal 105 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Rusia, yang berkaitan dengan pembunuhan dengan cara yang membahayakan masyarakat, serta Pasal 222.1 yang menyangkut perdagangan ilegal bahan peledak.
Ia juga mengatakan bahwa para penyelidik sedang mengejar beberapa teori terkait pembunuhan ini, salah satunya adalah “bahwa kejahatan tersebut diorganisasi oleh badan keamanan Ukraina.”
Sarvarov (56) adalah kepala Direktorat Pelatihan Operasional di Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia dan sepanjang kariernya banyak bertugas di lingkungan militer Moskow. Menurut TASS, ia dianugerahi Orde Keberanian, Medali Suvorov, serta Orde Jasa untuk Tanah Air kelas satu dan dua.
Sekretaris pers Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin segera diberitahu mengenai kematian Sarvarov.
Pusat komunikasi strategis Spravdi Ukraina, yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Ukraina, juga mencatat kematian Sarvarov dalam sebuah unggahan di X.
“Para jenderal Rusia terus meledak di rumah mereka sendiri di Rusia, dengan satu lagi hari ini di Moskow,” tulis mereka.
“Mayor Jenderal Fanil Sarvarov meninggal dunia pagi ini pukul 07.00 ketika mobilnya meledak. Bertanggung jawab atas banyak kekejaman, Sarvarov berpartisipasi dalam operasi selama invasi ke Georgia, Chechnya, Suriah, dan Ukraina. Ia tidak akan lagi melakukan semua itu.”
Ini bukan pertama kalinya seorang petinggi militer Rusia tewas akibat serangan bom.
Setahun lalu, pada 17 Desember 2024, Letjen Igor Kirillov, kepala pasukan perlindungan nuklir, biologis, dan kimia militer, tewas akibat bom yang disembunyikan di sebuah skuter listrik di luar gedung apartemennya. Dalam serangan itu, asisten Kirillov juga tewas.
Dinas keamanan Ukraina mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Seorang pria asal Uzbekistan ditangkap dan didakwa telah membunuh Kirillov atas nama dinas keamanan Ukraina.
Pada April lalu, perwira militer senior Rusia lainnya, Letjen Yaroslav Moskalik, wakil kepala departemen operasional utama di Staf Umum, juga tewas akibat bom mobil di dekat gedung apartemennya di pinggiran Moskow.
Kematian Sarvarov terjadi ketika para pejabat Amerika Serikat secara terpisah bertemu dengan pejabat Rusia dan Ukraina di Miami, Florida, dalam upaya mengakhiri perang.
Para perunding AS bertemu dengan pejabat Ukraina dan Eropa pada hari Jumat, dan dengan pejabat Rusia pada hari Sabtu di “Negeri Matahari” (Florida).
Utusan khusus AS untuk misi perdamaian, Steve Witkoff, mengatakan dalam unggahan di X pada 21 Desember bahwa selama dua hari terakhir, “Utusan Khusus Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pertemuan yang produktif dan konstruktif dengan delegasi Amerika untuk memajukan rencana perdamaian Presiden Trump bagi Ukraina.”
“Rusia tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Rusia sangat menghargai upaya dan dukungan Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Ukraina dan memulihkan keamanan global,” katanya.
Dalam unggahan sebelumnya, Witkoff mengatakan bahwa “Ukraina tetap sepenuhnya berkomitmen untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” dan bahwa pembicaraan mereka berfokus pada “pembahasan jadwal waktu serta urutan langkah-langkah selanjutnya.”
Dmitriev kemudian mengunggah foto dirinya di Miami, berdiri di balkon menghadap laut sambil mengenakan kaus bertuliskan slogan “Next Time In Moscow,” disertai lambang elang berkepala dua Rusia dan tanda tangan Putin.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada 20 Desember bahwa Amerika Serikat mengusulkan format pembicaraan damai yang akan mempertemukan kembali perwakilan Ukraina dan Rusia di meja yang sama.
Berbicara kepada wartawan di Kyiv, Zelenskyy mengatakan bahwa pertemuan trilateral yang diusulkan itu akan berlangsung di tingkat Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, bersama mitra dari AS dan Rusia.
Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai usulan tersebut dan menyatakan skeptis bahwa pertemuan semacam itu akan menambah hal baru, namun menambahkan bahwa ia akan mendukung usulan AS jika pertemuan tingkat penasihat keamanan nasional tersebut mengarah pada pertukaran lebih lanjut atau membuka jalan bagi pembicaraan trilateral di tingkat para pemimpin.
Jacob Burg dan Bill Pan berkontribusi dalam laporan ini.
WHO dan para ahli memperingatkan musim flu yang parah di seluruh dunia.
EtIndonesia. Wabah influenza A H3N2 terus memburuk di seluruh Tiongkok, menurut penuturan warga kepada The Epoch Times. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan bahwa galur baru H3N2—yang dikenal sebagai Subklad K—menyebabkan wabah di banyak negara di belahan bumi utara pada musim dingin ini.
Wabah influenza H3N2 yang masih berlangsung di daratan Tiongkok dimulai sejak musim gugur. The Epoch Times melaporkan pada Oktober bahwa wabah yang meluas telah menyebabkan banyak sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar.
Menurut warga setempat, wabah ini semakin memburuk pada Desember.
Berdasarkan laporan mingguan influenza dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC Tiongkok), pada November jumlah lokasi wabah per pekan melonjak dari 49 lokasi pada pertengahan Oktober menjadi 1.541 lokasi pada akhir November. Pada pekan pertama Desember, CDC Tiongkok melaporkan wabah influenza di 1.219 lokasi di seluruh negeri.
Sejumlah warga menyampaikan kepada The Epoch Times bahwa mereka tidak mempercayai laporan resmi tersebut, dengan mengatakan bahwa angka-angka itu tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka alami sehari-hari.
Tuan Wang dari Beijing—yang hanya menyebutkan nama belakangnya demi alasan keselamatan—mengatakan kepada The Epoch Times bahwa anaknya yang bersekolah di taman kanak-kanak baru-baru ini tertular influenza.
“Sekolah sekarang mengalami wabah besar; jika satu orang dalam keluarga tertular, seluruh keluarga akhirnya ikut terinfeksi,” katanya.
Ia memperhatikan bahwa gelombang influenza di Beijing mulai menyebar luas sejak November.
“Klinik demam di berbagai rumah sakit penuh sesak. Tenaga medis mengenakan pakaian pelindung seperti saat pandemi COVID-19, khusus untuk menangani pasien influenza,” katanya. “Diperlukan setidaknya tujuh hari untuk pulih, dan bahkan setelah sembuh, batuknya masih berlanjut.”
Wang mengatakan bahwa beberapa obat untuk mengobati influenza sudah habis terjual, “terutama Tamiflu impor, yang sekarang tidak tersedia.” Menurutnya, merek obat dalam negeri tidak menunjukkan efek berarti setelah lima atau enam hari penggunaan.
Ia juga mencatat bahwa warga Beijing kini khawatir terhadap penyebaran virus dan mulai kembali mengenakan masker, terutama di tempat umum seperti kereta bawah tanah.
Ny. Xu, warga Beijing yang juga hanya menyebutkan nama belakangnya karena takut pembalasan, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa jumlah pengunjung pusat perbelanjaan dan taman hiburan menurun drastis, dan dua pertiga anak di taman kanak-kanak anaknya tertular flu dan harus tinggal di rumah.
Seorang ibu di Shanghai, yang tidak mau disebutkan namanya karena takut pembalasan, mengatakan bahwa di kelas putrinya, lima anak terinfeksi influenza A dalam satu hari, tujuh anak keesokan harinya, dan 15 anak pada hari berikutnya.
“Anak saya salah satunya. Galur influenza ini benar-benar sangat menular,” katanya.
Pelaporan CDC Tiongkok
Menurut laporan epidemi influenza mingguan terbaru dari otoritas Tiongkok untuk pekan ke-50 yang berakhir pada 14 Desember, total terdapat 651 lokasi wabah influenza, di mana 525 di antaranya dikonfirmasi sebagai H3N2. Dalam wabah-wabah ini, 99,9 persen dari 10.096 kasus positif virus influenza diidentifikasi sebagai H3N2. Laporan tersebut tidak merinci subklad H3N2 mana yang mendorong wabah tersebut.
Dalam laporan bulanan penyakit menular terbaru yang dirilis pada 5 Desember untuk bulan November, CDC Tiongkok melaporkan 4,8 miliar kasus Influenza A dengan hanya empat kematian. Laporan itu juga mencatat 13.959 kasus COVID-19 dengan satu kematian.
Sebagai perbandingan, estimasi dari CDC Amerika Serikat melaporkan sedikitnya 4,6 juta infeksi flu di AS—negara dengan jumlah penduduk hanya sekitar sepertiga dari perkiraan populasi Tiongkok—dengan 1.900 kematian sejauh musim ini, serta 49.000 rawat inap.
Orang-orang yang mengenakan masker menunggu di area rawat jalan departemen pernapasan sebuah rumah sakit di Beijing pada 8 Januari 2025. Jade Gao/AFP via Getty Images
CDC AS juga menyatakan bahwa berdasarkan test Flu pada pekan ke-50 yang berakhir 13 Desember, 89,9 persen kasus terkonfirmasi sebagai H3N2. Test sejak 28 September menunjukkan bahwa 89,8 persen sampel H3N2 termasuk dalam subklad K. Sisanya, 10,1 persen kasus, diidentifikasi sebagai influenza A H1N1 yang lebih ringan.
Rezim Partai komunis Tiongkok memiliki catatan panjang dalam mempublikasikan data yang tidak dapat diandalkan, dengan budaya yang mendorong pelaporan yang dikecilkan terhadap informasi yang dianggap merugikan rezim—termasuk pelaporan yang tidak lengkap atas infeksi COVID-19 dan kematian terkait sejak awal 2020. Kesaksian dokter dan warga setempat menjadi sumber pelengkap yang penting untuk memahami situasi sebenarnya di negara totaliter tersebut.
Subklad K H3N2
Sementara itu, lonjakan H3N2 di Tiongkok dan banyak negara lain di belahan bumi utara dalam beberapa bulan terakhir telah menarik perhatian WHO. Dalam laporan situasi globalnya, WHO menyatakan: “Aktivitas influenza musiman meningkat secara global dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya proporsi virus influenza A(H3N2) yang terdeteksi.”
Dalam pembaruan global mingguan yang dirilis pada 17 Desember, WHO menyebutkan: “Di wilayah dengan tingkat positif yang tinggi, influenza A(H3N2) mendominasi di semua zona kecuali Amerika Tengah dan Karibia.”
WHO juga melaporkan bahwa galur mutan baru virus H3N2, yakni subklad K, telah menjadi varian dominan yang menyebabkan lonjakan infeksi, serta memperingatkan akan musim flu yang parah.
Sedikitnya 27 dari 38 negara yang melaporkan data di Wilayah Eropa WHO kini melaporkan aktivitas influenza tinggi atau sangat tinggi yang disebabkan oleh subklad K, kata WHO dalam pemberitahuan pada 17 Desember, “dengan galur virus baru yang dominan ini memberikan tekanan signifikan pada sistem kesehatan di beberapa negara.”
WHO juga menegaskan bahwa subklad K menandai “evolusi yang signifikan” pada virus influenza A(H3N2).
“Subklad K H3N2 memiliki tujuh mutasi kunci pada protein HA, yang menyebabkan pergeseran antigenik yang signifikan dibandingkan subklad H3N2 J2 sebelumnya,” ujar Xiaoxu Sean Lin, profesor madya ilmu biomedis di Fei Tian College Kampus Utara New York, kepada The Epoch Times pada 19 Desember.
“Selain itu, terdapat pula mutasi kunci pada protein NA yang meningkatkan kemampuan pengikatan virus. Karena itu, virus ini menyebar jauh lebih cepat dibandingkan subklad H3N2 J2 yang sebelumnya dominan pada awal 2025. Subklad K dengan cepat menggantikannya dan menjadi galur yang sangat dominan pada musim flu kali ini.”
Apakah Berpotensi Menjadi Pandemi?
Abad ke-20 mencatat tiga pandemi influenza besar: pada tahun 1918, 1957, dan 1968. Pandemi 1968–1969, yang juga dikenal sebagai Flu Hong Kong, disebabkan oleh H3N2 dan menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia pada saat itu. Jumlah kematian akibat COVID-19 diperkirakan mencapai jutaan orang lebih banyak, menurut data WHO.
Lin mengatakan bahwa berdasarkan sejumlah makalah penelitian, belum ada indikasi bahwa mutasi subklad K menyebabkan penyakit yang lebih parah.
“Namun, tingkat rawat inap meningkat di mana-mana,” katanya.
Ruang perawatan flu di Rumah Sakit Walter Reed selama epidemi Flu Spanyol 1918–1919 di Washington, DC. Everett Collection/Shutterstock
Mengenai potensi pandemi subklad K, ia menyatakan bahwa “tidak mungkin menyebabkan sesuatu seperti pandemi flu 1918 atau 1968. Namun, ini akan menjadi musim flu yang berat dua tahun berturut-turut.”
Dr. Cheng Yuan-yu, spesialis penyakit pernapasan di Klinik Shangwen, Kaohsiung, Taiwan, menyampaikan penilaian serupa.
“Meskipun subklad K ini telah menyebar ke banyak negara, peluangnya untuk menyebabkan pandemi influenza global yang parah tergolong kecil,” katanya kepada The Epoch Times pada 21 Desember.
WHO serta otoritas kesehatan di Amerika Serikat dan negara-negara lain mendorong vaksinasi sebagai langkah pencegahan. Namun, sejumlah pakar menilai efektivitas vaksin flu saat ini terhadap galur baru ini akan terbatas.
Lin mengatakan, “Vaksin untuk musim ini dikembangkan sebelum munculnya mutan subklad K, sehingga galur benih H3N2 yang digunakan tidak cocok dengan virus yang saat ini beredar. Akibatnya, efektivitas vaksin akan sangat berkurang, setidaknya dalam hal mengurangi rawat inap.”
Seorang anak perempuan menerima suntikan vaksin flu dari seorang perawat di sebuah klinik gratis yang diadakan di perpustakaan setempat di Lakewood, California, pada 14 Oktober 2020. Mario Tama/Getty Images
Cheng menambahkan bahwa tingkat rawat inap akibat H3N2 musiman memang sudah relatif tinggi dan bahwa “perlindungan yang diberikan oleh vaksin terbatas.”
“Langkah-langkah pencegahan dasar sangat penting, termasuk sering mencuci tangan, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut di tempat umum, serta mengenakan masker,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebiasaan hidup sehat—termasuk pola makan, olahraga, tidur yang cukup, dan pengelolaan stres—memiliki dampak besar terhadap daya tahan tubuh, sehingga penting untuk menjaga kondisi fisik yang baik.
EtIndonesia. Setelah lulus kuliah, Song Qiang masuk ke sebuah perusahaan elektronik. Karena belum memiliki pengalaman kerja, dia hanya mendapatkan posisi sebagai petugas pengujian (tester). Setiap hari dia berhadapan dengan produk di jalur produksi, jam kerjanya pun mengikuti ritme pabrik. Dia sering harus lembur hingga larut malam demi mengejar target pengiriman.
Bagi seorang lulusan perguruan tinggi, pekerjaan seberat itu terasa seperti menyia-nyiakan potensi. Banyak orang menyarankannya untuk pindah kerja—asal duduk di kantor saja sudah lebih nyaman, pekerjaannya lebih ringan, dan gajinya pun bisa lebih tinggi.
Namun Song Qiang tidak terpengaruh. Dia tetap bekerja dengan tekun dan penuh tanggung jawab di posisinya. Latar belakangnya di bidang elektronika, ditambah pengalaman praktik langsung, membuat kemampuan teknisnya berkembang pesat. Dia berhasil menemukan banyak masalah dalam proses pengujian produk, sehingga perusahaan terhindar dari kerugian yang sebenarnya tidak perlu.
Setahun kemudian, perusahaan mengangkatnya menjadi kepala bengkel produksi.
Posisi ini sama sekali tidak lebih ringan. Dia harus memastikan kualitas produk, mengelola karyawan, serta berkoordinasi dengan berbagai departemen lain. Bagian produksi selalu menjadi divisi dengan masalah paling kompleks, sementara Song Qiang sama sekali belum punya pengalaman manajerial. Semua harus dia pelajari dari nol.
Pada masa itu, dia selalu menjadi orang pertama yang datang ke kantor dan orang terakhir yang pulang. Beberapa waktu kemudian, bengkel yang dia kelola berubah menjadi bengkel terbaik di seluruh perusahaan, dan Song Qiang pun dikenal sebagai manajer paling unggul.
Setelah itu, kariernya terus menanjak—dari kepala bengkel menjadi kepala pabrik, lalu manajer produksi. Hidupnya tampak berjalan sangat mulus. Sayangnya, masa keemasan itu tidak berlangsung lama.
Tak lama kemudian, pemilik perusahaan mendatangkan sebuah tim manajemen profesional dari wilayah selatan. Dia ingin mengubah wajah perusahaan dan membawa perusahaan melonjak ke tingkat yang lebih tinggi.
Tim manajemen baru ini berjumlah lebih dari seratus orang, dari wakil direktur produksi hingga kepala tim—seluruh posisi kunci mereka ambil alih. Karyawan lama entah dipindahkan atau diberhentikan, pokoknya semua harus “memberi jalan” bagi tim baru ini.
Seketika, keluhan karyawan lama membanjir. Banyak yang pergi dengan penuh kemarahan. Song Qiang pun tak luput dari dampaknya. Dia dipindahkan ke bagian pemasaran, lalu ke bagian logistik. Dia tidak lagi diperbolehkan ikut campur dalam urusan produksi.
Para mantan bawahannya merasa tidak terima atas perlakuan ini. Ada yang ingin memprotes langsung kepada pemilik perusahaan, ada pula yang memilih resign. Mereka merasa Song Qiang diperlakukan terlalu tidak adil.
Namun Song Qiang justru bersikap tenang. Dia tampak tidak ambil pusing. Di mana pun dia ditempatkan, di situlah dia berusaha berakar dan berkembang. Meski pemasaran dan logistik bukan bidang keahliannya, dia tetap bekerja dengan lancar. Dia memang tidak mencetak prestasi besar, tetapi juga tidak pernah melakukan kesalahan.
Begitulah caranya “bertahan” selama setengah tahun, sementara banyak karyawan lama yang menolak kepemimpinan baru akhirnya diberhentikan atau mengundurkan diri.
Tim manajemen baru memang membawa banyak konsep modern, tetapi semua itu adalah pola perusahaan asing, sementara perusahaan ini adalah perusahaan swasta lokal. Ibarat memindahkan tanaman dari selatan ke utara—pasti mati karena tidak cocok dengan iklim.
Sejak hari pertama mereka mengambil alih, masalah demi masalah bermunculan. Karyawan tidak bisa menerima gaya manajemen yang keras dan tidak berperasaan. Di sisi lain, adaptasi teknis juga membutuhkan waktu. Akibatnya, terjadi mogok kerja, pesanan tidak bisa dikirim tepat waktu, dan pemilik perusahaan pun sangat murka.
Selama setengah tahun penuh, perusahaan bukan saja tidak membaik, malah semakin kacau. Akhirnya, pemilik perusahaan menyadari bahwa keputusannya keliru—model manajemen yang sukses tidak bisa ditiru mentah-mentah. Dia pun memutuskan untuk mencari cara yang benar-benar sesuai dengan kondisi perusahaannya.
Dengan biaya besar, perusahaan memberhentikan seluruh tim manajemen baru dan kembali ke pola lama.
Namun, kepergian mereka membuat bagian produksi nyaris kosong. Saat itulah, satu-satunya orang yang layak memikul tanggung jawab besar tersebut hanyalah Song Qiang.
Meski ditekan dan dipinggirkan, dia tidak pernah meninggalkan perusahaan. Dia tetap patuh pada manajemen dan tidak pernah mengeluh. Dia adalah sosok yang sangat bisa dipercaya, terlebih lagi kemampuannya sudah terbukti.
Pemilik perusahaan pun menemui Song Qiang secara pribadi dan dengan tulus memintanya menjabat sebagai wakil direktur produksi. Gajinya pun naik berkali-kali lipat.
Song Qiang segera mulai bekerja dan memanggil kembali mantan bawahannya. Karena sangat memahami kondisi perusahaan dan produknya, hanya dalam beberapa bulan, bagian produksi kembali berjalan normal.
Banyak orang sangat mengagumi Song Qiang. Mereka menjulukinya sebagai “pegas super”—setiap kali ditekan hingga titik terendah, dia justru memantul lebih tinggi dan mencapai level baru.
Tertindas dan ditekan juga bisa menjadi sebuah peluang. Di sanalah nilai dirimu terlihat dan daya tarik kepribadianmu terpancar. Untuk menjadi “pegas” di dunia kerja, bukan hanya kemampuan yang dibutuhkan, tetapi juga ketenangan hati—tidak silau oleh pujian, tidak runtuh oleh hinaan. Sebab jika mentalmu runtuh saat ditekan, kamu tak akan pernah mampu memantul kembali.(jhn/yn)
EtIndonesia. Rusia menghadapi kesulitan ekonomi yang serius akibat perang di Ukraina, dan situasinya dapat memburuk secara signifikan pada tahun 2026, menurut The Washington Post.
Meskipun pernyataan Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa Rusia diduga mempertahankan keunggulan dalam perang melawan Ukraina, situasi ekonomi negara tersebut menunjukkan sebaliknya.
Pemimpin Rusia, Vladimir Putin telah menghabiskan sebagian besar cadangan kas dan dana pinjaman yang sebelumnya membiayai pengeluaran militer, dengan tantangan keuangan baru yang akan datang.
Dampak Sanksi terhadap Ekonomi
Sanksi AS yang baru dan lebih keras yang menargetkan sektor minyak Rusia memperluas defisit anggaran dan menciptakan risiko tambahan bagi sistem keuangan.
Pembatasan tersebut telah memukul perusahaan-perusahaan besar, termasuk Rosneft dan Lukoil, memaksa Moskow untuk menawarkan diskon minyak lebih dari 20 per barel dolar. Para ahli mengatakan industri minyak dan gas sedang menuju krisis, dan langkah-langkah baru ini hanya mempercepat proses tersebut.
Risiko Krisis Perbankan
Terdapat peningkatan risiko gagal bayar dan krisis perbankan tahun depan, bahkan jika pemimpin Rusia mempertahankan sikap keras dalam negosiasi untuk mengakhiri perang.
Para ekonom menekankan bahwa tahun 2026 bisa menjadi tahun pertama di mana perang benar-benar menjadi beban berat bagi perekonomian Rusia.
Reaksi Elite dan Masyarakat
Pada saat yang sama, sebagian besar perwakilan elite Rusia tidak mengharapkan protes sosial massal atau kesulitan ekonomi akan memengaruhi keputusan politik Kremlin.
Pada akhir tahun 2025, situasi ekonomi Rusia akan terus memburuk di tengah meningkatnya inflasi, defisit anggaran yang melebar akibat pengeluaran militer, dan penurunan pendapatan minyak dan gas, sementara pertumbuhan ekonomi melambat secara signifikan.
Persiapan untuk liburan Tahun Baru di Rusia berlangsung di tengah penurunan aktivitas konsumen yang jelas, karena kenaikan harga memaksa warga Rusia untuk mengurangi pengeluaran dan menunda pembelian yang biasa mereka lakukan.(yn)
EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan di Karibia dan ancaman dari AS, Rusia telah mulai mengevakuasi keluarga diplomatnya dari Venezuela, lapor Associated Press.
Eskalasi di sekitar Venezuela mendorong Moskow untuk mengambil langkah-langkah terkait keamanan pertama untuk personel diplomatik dalam waktu yang lama.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya aktivitas AS di kawasan tersebut dan meningkatnya ketidakpastian tentang bagaimana peristiwa akan berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengevakuasi keluarga diplomat dari Venezuela
Kementerian Luar Negeri Rusia telah mulai mengevakuasi keluarga diplomatnya dari Venezuela, mulai Jumat, dengan prioritas diberikan kepada perempuan dan anak-anak.
Menurut sumber di intelijen Eropa, pejabat Rusia menggambarkan situasi saat ini di negara itu sangat suram.
Evakuasi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas politik AS terhadap Caracas. Pada hari Senin, Presiden Donald Trump berencana untuk bertemu dengan pejabat keamanan nasional utama.
Ini menyusul upaya intensif oleh Penjaga Pantai AS untuk mencegat kapal tanker minyak di Karibia sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintah Nicolás Maduro.
Pertemuan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Angkatan Laut John Phelan. Gedung Putih telah mengumumkan pernyataan penting, dan Trump sebelumnya telah mengungkapkan rencana untuk membangun dua kapal militer baru berukuran besar di bawah konsep Armada Emas.
Dengan latar belakang ini, evakuasi keluarga diplomat Rusia dipandang sebagai sinyal risiko serius dan potensi memburuknya situasi di Venezuela.
Otoritas Venezuela juga telah memutuskan untuk mengerahkan pasukan angkatan laut untuk mengawal kapal tanker minyak yang meninggalkan pelabuhan nasional, menyusul pernyataan AS tentang kemungkinan memblokir ekspor minyak Venezuela – sebuah langkah yang ditafsirkan Caracas sebagai potensi ancaman terhadap keamanan maritim.
Pencegatan kapal tanker minyak Venezuela oleh AS dipandang di Washington sebagai tindakan politik yang disengaja dan sinyal langsung kepada rezim Nicolás Maduro bahwa mereka harus mundur.(yn)
EtIndonesia. Selama ini, hampir semua artikel motivasi terus-menerus mendorong kita untuk bertahan, bersikeras, dan pantang menyerah. Seolah-olah keberhasilan hanya bisa diraih dengan terus maju lurus tanpa kompromi. Namun menurut saya, ketika kita benar-benar terjebak dalam kesulitan atau menemui jalan buntu, pilihan terbaik justru adalah berani berbelok dan mencari arah baru. Berbelok bukan berarti mundur, melainkan hanya mengubah arah sedikit.
Anak-anak di Amerika dikenal tidak suka makan bayam. Maka orang Amerika yang kreatif membuat sebuah animasi berjudul Popeye the Sailor. Dalam animasi itu, setiap kali Popeye hendak melawan penjahat, dia selalu terlebih dahulu memakan satu kaleng bayam. Setelah itu, dia langsung menjadi sangat kuat dan dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya.
Alih-alih hanya mengatakan kepada anak-anak bahwa bayam itu bergizi dan harus dimakan, mereka menggunakan media animasi untuk membimbing anak-anak secara halus dan menyenangkan. Inilah contoh kecerdikan “berbelok sedikit”—yang bukan hanya berhasil menanamkan kebiasaan makan sehat, tetapi juga mendatangkan keuntungan besar bagi para pembuat animasinya.
Ada pula seorang anak muda yang berfokus memecahkan masalah pada bumbu mie instan. Dia ingin mengganti kemasan bumbu dengan kertas ketan agar bumbu bisa langsung dimasukkan ke dalam mie tanpa perlu membuka bungkus. Namun setelah dihitung, biaya produksinya terlalu mahal dan tidak efisien.
Dia pun memutar otak dan mengalihkan fokus ke wadah mie instan. Akhirnya, dia berhasil menciptakan mangkuk yang bisa dimakan. Setelah mie dan kuahnya habis, mangkuknya bisa disantap sebagai camilan. Satu inovasi menghasilkan tiga manfaat sekaligus—praktis, kreatif, dan menguntungkan. Dari ide inilah dia meraup keuntungan besar.
Seorang teman saya membuka sebuah restoran. Namun setelah beroperasi, persaingan yang ketat membuat usahanya sepi pengunjung. Setelah melakukan riset pasar, dia mengubah konsep restorannya dan menamainya “Restoran untuk Dua Orang”.
Dia menyasar pasangan muda yang umumnya tidak pandai memasak. Di restorannya, dia mengajari pasangan pengantin baru memasak secara langsung—mulai dari masakan rumahan hingga makan malam romantis dengan lilin. Dia juga memperkenalkan pengetahuan tentang bahan makanan dan kombinasi hidangan.
Pasangan bisa memilih untuk menikmati hidangan yang sudah jadi, atau memasak sendiri beberapa menu sederhana. Restoran menyediakan bahan yang sudah dipilih, dicuci, dan dipotong rapi. Pasangan tinggal memasak, menikmati makanan lezat, sekaligus merasakan manisnya kebersamaan—memasak bersama, bercengkerama, dan berbagi kebahagiaan kecil dalam dunia berdua.
Berkat konsep yang unik dan berbeda, restoran itu bangkit kembali dari keterpurukan dan bisnisnya pun semakin berkembang pesat.
Keberhasilan memang membutuhkan ketekunan. Namun keberhasilan juga menuntut keluwesan. Banyak kali dalam hidup, kita tidak perlu memaksakan diri menabrak tembok. Cukup berbelok sedikit, dan kita akan melihat kesuksesan sudah berdiri di depan, melambaikan tangan—jalan pun terbentang luas, terang, dan penuh harapan.(jhn/yn)
EtIndonesia. Seorang tersangka berusia 32 tahun telah ditangkap sehubungan dengan penembakan massal yang menewaskan 12 orang, termasuk tiga anak, di sebuah pub tanpa izin awal bulan ini, kata polisi Afrika Selatan pada hari Senin (22/12).
Pria tersebut diduga sebagai salah satu dari tiga orang yang melepaskan tembakan ke arah pengunjung di sebuah pub di Kota Saulsville, sebelah barat ibu kota Afrika Selatan, Pretoria, menewaskan 12 orang termasuk tiga anak berusia 3, 12, dan 16 tahun.
Setidaknya 13 orang juga terluka selama serangan itu, yang motifnya masih belum diketahui.
Menurut polisi, tersangka ditangkap pada hari Minggu saat bepergian ke Botlokwa di Provinsi Limpopo, lebih dari 340 kilometer dari tempat penembakan massal terjadi pada 6 Desember.
Sebuah senjata api tanpa izin yang diyakini telah digunakan selama serangan itu ditemukan dari kendaraan tersangka.
“Tersangka berusia 32 tahun itu dicegat oleh Tim Pelacak Limpopo di Jalan R101 di wilayah Westenburg. Selama penangkapan, tim tersebut menemukan senjata api tanpa izin, sebuah pistol, yang diyakini telah digunakan dalam pembunuhan massal tersebut. Senjata api tersebut akan dibawa ke Laboratorium Ilmu Forensik untuk analisis balistik,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Tersangka ditangkap pada hari yang sama dengan penembakan massal lainnya di sebuah pub di Kota Bekkersdal, sebelah barat Johannesburg, di mana sembilan orang tewas dan 10 lainnya terluka ketika orang-orang bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke arah pengunjung.
Polisi sejak itu telah meluncurkan pencarian terhadap para tersangka.
Afrika Selatan memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia dan mencatat lebih dari 26.000 pembunuhan pada tahun 2024 – rata-rata lebih dari 70 per hari. Senjata api adalah penyebab utama kematian dalam pembunuhan.
Negara berpenduduk 62 juta jiwa ini memiliki undang-undang kepemilikan senjata api yang relatif ketat, tetapi menurut pihak berwenang, banyak pembunuhan dilakukan dengan senjata api ilegal.
Menurut polisi, penembakan massal di bar-bar tanpa izin menjadi masalah serius. Polisi menutup lebih dari 11.000 bar ilegal antara April dan September tahun ini dan menangkap lebih dari 18.000 orang karena terlibat dalam penjualan minuman keras ilegal. (yn)
EtIndonesia. Tahun ini, drone telah muncul sebagai alat penting di medan perang, terutama bagi Ukraina. Penggunaannya telah membantu Kyiv mempertahankan posisinya melawan pasukan Rusia meskipun kekurangan infanteri.
Sebuah video yang baru dirilis dan dibagikan oleh Tentara Ukraina menunjukkan bagaimana peperangan di tahun 2025 bertabrakan dengan taktik dari berabad-abad yang lalu. Rekaman tersebut, yang diposting di Telegram, menunjukkan tentara Rusia bergerak di atas kuda saat drone Ukraina mengunci targetnya.
Dalam klip tersebut, seorang tentara Rusia terlihat menunggang kuda di lahan terbuka sementara drone melacak pergerakannya dari atas. Beberapa saat kemudian, drone menyerang, mengenai tentara tersebut saat dia mencoba melarikan diri.
Sesaat sebelum benturan pertama, terlihat tentara Rusia lain yang menunggang kuda. Serangan drone berlanjut, dan kekuatan ledakan menyebabkan kuda jatuh, melemparkan penunggangnya ke tanah. Kuda itu kemudian bangkit kembali dan berlari, meninggalkan tentara tersebut.
Video tanpa tanggal tersebut dibagikan oleh Batalyon Serangan ke-5 Brigade Infanteri ke-92 Ukraina. Video tersebut belum diverifikasi secara independen.
Bersamaan dengan video tersebut, brigade Ukraina memposting pesan di Telegram.
“Para pendudukan Rusia kehilangan peralatan begitu cepat selama ‘serangan darat’ mereka sehingga mereka terpaksa bergerak dengan menunggang kuda. Tetapi bahkan itu pun tidak membantu mereka – operator drone dari Batalyon Serangan ke-5 Brigade Infanteri ke-92 ‘menghilangkan’ musuh segera setelah mereka melihat target,” tulis brigade tersebut.
Ketergantungan Ukraina yang Besar pada Drone
Rekaman tersebut menunjukkan betapa pentingnya drone bagi Ukraina. Dengan berkurangnya jumlah infanteri, Kyiv sangat bergantung pada sistem tanpa awak untuk melacak dan menyerang posisi Rusia.
Drone pengawasan sekarang memantau sebagian besar garis depan sepanjang 600 mil, menggantikan pengintaian tradisional. Ketika pasukan Rusia maju, drone peledak dikerahkan terlebih dahulu, sementara drone yang lebih besar menjatuhkan bom dari atas. Tembakan infanteri biasanya hanya digunakan jika seorang prajurit berhasil menembus jaring udara.
Penggunaan kuda dalam pertempuran bukanlah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Militer telah lama menggunakan kuda untuk patroli, dan mereka dikerahkan selama Perang Dunia Kedua, termasuk selama Pertempuran Moskow pada tahun 1941 antara pasukan Jerman dan Soviet.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Rusia juga telah mencoba pendekatan berteknologi rendah lainnya, termasuk unit sepeda motor taktis, dalam upaya untuk mengurangi kerugian akibat serangan drone.
Di luar garis depan, Rusia telah menghadapi serangkaian serangan tingkat tinggi yang menargetkan pejabat militer. Pada Senin pagi, sebuah bom mobil menewaskan seorang jenderal senior Rusia di Moskow selatan, hanya beberapa jam setelah delegasi Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan terpisah di Miami tentang rencana untuk mengakhiri perang.
Sejak pasukan Rusia memasuki Ukraina pada Februari 2022, Kyiv telah dituduh melakukan beberapa serangan terhadap tokoh militer Rusia dan individu pro-Kremlin, baik di dalam Rusia maupun di wilayah Ukraina yang diduduki.(yn)
EtIndonesia. Polisi Afrika Selatan pada Sabtu (21 Desember) menyatakan bahwa seorang penembak melakukan aksi penembakan acak di sebuah pemukiman pinggiran Johannesburg, yang mengakibatkan 10 orang tewas dan 10 orang terluka. Polisi kemudian merevisi jumlah korban tewas menjadi 9 orang, dan telah meluncurkan operasi pengejaran terhadap pelaku. Ini merupakan kasus penembakan massal kedua di Afrika Selatan sejak 6 Desember bulan ini.
Polisi mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa lokasi kejadian berada di Bekkersdal, sebuah kawasan permukiman sekitar 40 kilometer barat daya Johannesburg. Daerah tersebut merupakan wilayah miskin, yang berada di dekat kawasan pertambangan emas.
Dalam pernyataannya, polisi menyebutkan: “Para korban ditembak secara acak di jalan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.”
Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Polisi Provinsi Gauteng menyatakan bahwa identitas para korban tewas belum dapat dipastikan.
Dalam pernyataan lain, polisi menjelaskan bahwa para pelaku tiba menggunakan dua kendaraan, kemudian melepaskan tembakan ke arah para pelanggan sebuah bar, dan saat melarikan diri dari lokasi kejadian, mereka juga menembaki warga secara acak.
Sebelumnya, pada 6 Desember, ibu kota Afrika Selatan Pretoria juga diguncang penembakan massal. Saat itu, tiga orang bersenjata menyerbu sebuah penginapan dan menembaki sekelompok orang yang sedang minum-minuman keras, menewaskan 12 orang, termasuk seorang anak berusia 3 tahun. (Hui)
EtIndonesia. Suatu hari, seekor kadal kecil sedang berjemur dengan nyaman di bawah sinar matahari. Tiba-tiba, sebuah batu menggelinding turun dari gunung.
Batu itu menghantam dan memutuskan ekor si kadal kecil. Dia pun menangis sedih.
Sambil memeluk ekornya yang putus, kadal kecil berkeliling mencari pertolongan. Dalam hati dia berpikir : “Aku harus menyambung kembali ekorku!”
Seekor tikus kecil penjual lem berkata : “Datanglah, beli lem superku. Ekormu pasti bisa direkatkan kembali. Harganya hanya 5 yuan.”
Kadal kecil menjawab: “Tapi… aku tidak punya uang.”
Tikus itu langsung mengusirnya : “Tak punya uang masih ingin menyambung ekor? Pergi, pergi!”
Kemudian dia bertemu tikus tanah tua seorang penjahit : “Kemarilah, aku bisa menjahit ekormu. Hanya 10 yuan.”
Kadal kecil kembali berkata : “Tapi… aku tidak punya uang.”
Tikus tanah itu pun berkata kasar : “Tak punya uang masih ingin menyambung ekor? Pergi, pergi!”
Lalu dia bertemu rubah merah, seorang tukang las : “Kemarilah, aku bisa mengelas ekormu. Cuma 15 yuan.”
Kadal kecil menjawab dengan sedih : “Tapi… aku tidak punya uang.”
Rubah merah pun mengusirnya : “Tak punya uang masih ingin menyambung ekor? Pergi, pergi!”
Dengan hati yang sangat sedih, kadal kecil pulang ke rumah. Dia berpikir: “Sepertinya ekorku tak akan pernah bisa tersambung lagi.”
Namun sesampainya di rumah, dia terkejut. Dari bagian ekor yang terputus, ekor baru mulai tumbuh kembali.
Beberapa hari kemudian, kadal kecil itu sudah memiliki ekor baru yang indah.
Ekor kadal yang putus bisa tumbuh kembali. Tentakel gurita yang terputus juga dapat tumbuh lagi. Namun, jika pensil atau penggarismu patah, benda-benda itu tidak akan bisa tumbuh kembali dengan sendirinya.
Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk menyambungnya? Bacalah kisah ini dengan saksama, mungkin kamu akan mendapatkan sebuah inspirasi.(jhn/yn)