Peristiwa Langka Abad Ini: Salju Turun di Arab Saudi, Padang Gurun Tak Lagi Gersang Hingga Tertutup Salju Putih 

EtIndonesia. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah utara Arab Saudi dilanda turunnya salju dengan intensitas yang cukup besar. Salju putih menutupi hamparan gurun, sementara unta berjalan di atas salju—video dan foto pemandangan langka ini beredar luas di internet dan menarik perhatian banyak orang.

Sejumlah media lokal mempublikasikan video dan foto yang mengkonfirmasi bahwa pada 18 Desember, wilayah Tabuk di utara Arab Saudi serta Gunung Lawz mengalami badai salju yang jarang terjadi, dengan suhu turun hingga minus 4 derajat Celsius.

Turunnya salju di kawasan gurun membuat warga setempat sangat antusias. 

Menurut laporan Gulf News, salju menghiasi pegunungan di wilayah Tabuk hingga tampak berkilauan bak diselimuti perak, menarik warga dan wisatawan untuk keluar menikmati pemandangan. Karena salju di Gunung Lawz turun cukup lebat, pihak pertahanan sipil memperketat langkah-langkah keamanan di lokasi.

Di media sosial, banyak warganet yang terkejut dan berseru, “Ternyata gurun juga bisa turun salju.” 

Namun faktanya, turunnya salju di wilayah utara Arab Saudi bukanlah hal yang langka. Bahkan, lokasi penyelenggaraan Asian Winter Games 2029 berada di Trojena, wilayah barat laut Arab Saudi.

Menurut laporan Gulf News, seorang astronom terkemuka Arab Saudi menjelaskan bahwa wilayah utara Arab Saudi memang mengalami salju secara berkala pada musim dingin, meskipun tidak terjadi secara teratur dan sangat bergantung pada perubahan iklim serta kondisi atmosfer. Ia menambahkan bahwa salju paling sering terjadi di wilayah Tabuk dan Al-Jouf. (Hui)

Laporan terjemahan oleh wartawan Jin Jing / Zhu Xinrui

Ledakan Dihapus dari Berita: Terowongan Beijing Berubah Jadi Neraka

EtIndonesia. Sebuah ledakan besar yang sangat jarang terjadi dilaporkan mengguncang Terowongan Duyuan pada ruas Jalan Tol Qihuang di sekitar Beijing. Informasi yang beredar di internet menyebutkan 29 orang terluka dan 10 orang meninggal dunia. Namun hingga kini, tidak ada laporan resmi dari media Pemerintah Tiongkok terkait insiden tersebut.

Kronologi Awal dan Lokasi Kejadian

Berdasarkan berbagai unggahan video dan kesaksian warganet di platform Douyin dan X, kecelakaan terjadi pada sore hari, 17 Desember, di wilayah Baoding, Hebei—tepatnya di Terowongan Duyuan pada ruas Jalan Tol Lingkar Ibu Kota arah Zhuozhou.

Sumber-sumber tersebut menyebutkan bahwa sebuah truk tangki gas alam mengalami kebakaran di dalam terowongan, lalu meledak hebat, memicu kecelakaan beruntun dan kebakaran lanjutan.

Kondisi di Dalam Terowongan: “Hampir Tidak Ada Jalan Keluar”

Seorang saksi yang mengaku mengetahui kejadian menyatakan bahwa puluhan kendaraan terjebak di dalam terowongan pada saat ledakan terjadi, dan nyaris tidak ada orang yang berhasil melarikan diri. Rekaman pembersihan pascakecelakaan memperlihatkan kerusakan parah:

  • Truk-truk gandeng besar menumpuk di satu sisi terowongan.
  • Bagian depan kendaraan hangus terbakar, rangka terpelintir dan runtuh.
  • Banyak roda kendaraan rusak dan terlepas.
  • Puing beton dan komponen kendaraan berserakan, menutupi lantai terowongan.

Video lain di Douyin menunjukkan api berkobar hebat di pintu masuk terowongan, disertai asap hitam pekat yang terus menyembur keluar. Lalu lintas terhenti total. 

Papan informasi elektronik jalan tol menampilkan peringatan: “Terjadi kebakaran kendaraan di dalam Terowongan Duyuan, dilarang melintas.”

Beberapa pengemudi melaporkan bahwa hingga dua hari dua malam setelah kejadian, masih ada truk-truk berat terjebak dan antrean panjang di sekitar lokasi.

Karakteristik Terowongan dan Risiko Berlipat

Data publik menunjukkan bahwa Terowongan Duyuan berada di Jalan Tol Lingkar Ketujuh Beijing—salah satu jalur tersibuk di kawasan tersebut. Para ahli keselamatan menjelaskan, terowongan merupakan ruang tertutup. Jika terjadi ledakan atau kebakaran, panas dan gelombang kejut sulit menyebar, sehingga energi terakumulasi dan membesar. Selain itu, asap dan gas beracun cepat terkumpul, menyebabkan kekurangan oksigen. Akibatnya, waktu evakuasi sangat terbatas, dan dampak kecelakaan mudah berlipat ganda.

Kesaksian Penyintas: “Semua Metode Evakuasi Tidak Ada Gunanya”

Dalam sebuah video di Douyin, seorang penyintas mengungkapkan bahwa media resmi tidak berani memberitakan insiden ini. Saat ditanya mengenai rekaman kamera dasbor, ia menegaskan bahwa rekaman tersebut telah dihapus.

Penyintas lain menceritakan pengalaman mencekamnya:

  • Panjang terowongan sekitar 3,5 kilometer.
  • Jarak pandang nol, asap dan debu pekat.
  • Sesak napas ekstrem.
  • Terjebak lebih dari satu jam di dalam terowongan.

“Begitu turun dari mobil, dua menit saja orang bisa mati. Kalau tidak kehabisan napas, bisa mati karena ledakan,” tuturnya. Ia menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00, dan sekitar pukul 18.30 menjadi momen ketika banyak hal “terhenti”.

Sejumlah netizen mengingatkan bahwa pintu dan tirai tahan api di terowongan semestinya dapat dibuka, dan jalur berlawanan bisa digunakan untuk menghindari bahaya. 

Namun penyintas menanggapi tegas: “Kalau sudah mengalaminya sendiri, baru tahu. Semua metode evakuasi saat itu tidak ada gunanya.”

Tuduhan Penutupan Informasi dan Tekanan Penghapusan Video

Sejak awal, warganet menuding adanya penekanan informasi. Seorang netizen mengaku melihat tujuh ambulans dan satu mobil pemadam memasuki lokasi. Sepanjang malam, asap dan debu juga dilaporkan memenuhi terowongan di sisi berlawanan, sementara alat berat dan petugas penyelamat terus bekerja.

Menurut laporan NetEase, seorang netizen yang membagikan video lokasi untuk memberi kabar kepada kerabat mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Polisi Jalan Tol Hebei Cabang Baoding, Brigade Yesanpo, dan meminta video tersebut dihapus.

Dalam rekaman percakapan yang kemudian beredar, penelpon menolak menyebutkan nama dan nomor identitas, serta tidak menjelaskan bagaimana memperoleh nomor telepon si netizen. Saat tak mampu menjawab pertanyaan, penelpon disebut mengumpat dan menutup telepon, memicu kemarahan publik.

Pernyataan Resmi Masih Minim

Hingga laporan ini disusun, tanggapan resmi dari pihak berwenang sangat terbatas. Otoritas hanya menyatakan bahwa “instansi terkait sedang menangani” kejadian tersebut, tanpa merinci korban, penyebab pasti, maupun hasil penyelidikan.

Insiden di Terowongan Duyuan kembali menyoroti kerentanan keselamatan di ruang tertutup berintensitas lalu lintas tinggi, sekaligus memunculkan pertanyaan publik tentang transparansi informasi dan penanganan krisis pada kecelakaan besar di Tiongkok.

Tak Ada Gencatan, Tak Ada Ampun: Thailand Terus Gempur Target di Kamboja

EtIndonesia. Dalam beberapa hari terakhir, Angkatan Udara Thailand terus melancarkan serangan udara intensif terhadap sejumlah pusat penipuan daring dan kasino di wilayah perbatasan Kamboja. Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian aksi militer terpadu—udara dan darat—yang bertujuan melemahkan jaringan penipuan internasional sekaligus mengamankan titik-titik strategis di garis perbatasan Thailand–Kamboja.

Serangan Udara Presisi: F-16 dan Bom Pemandu Laser

Rekaman yang dirilis 20 Desember memperlihatkan sebuah jet tempur F-16 Thailand menjatuhkan bom berpemandu laser GBU-12 Paveway II ke sebuah kasino di kawasan perbatasan Kamboja. Dalam tayangan tersebut, asap hitam pekat membumbung tinggi sementara beberapa bangunan kasino hancur total akibat hantaman presisi.

Serangan serupa juga terekam di lokasi lain di sepanjang perbatasan. Dalam satu video lain bertanggal 20 Desember, terlihat tiga bom dijatuhkan ke sebuah kasino di area perbatasan dekat Provinsi Pursat, disertai kehadiran drone militer berukuran besar yang melakukan pengintaian udara.

Gerak Maju Pasukan Darat dan Penguasaan Wilayah

Setelah serangan udara, Korps Marinir Kerajaan Thailand bergerak cepat dengan dukungan kendaraan serbu amfibi AAVP, berhasil menguasai Desa Bantasen di perbatasan Thailand–Kamboja serta area sekitar Kasino Tamoda. Rekaman lapangan diambil oleh seorang warga setempat asal Tiongkok; suaranya terdengar jelas mengatakan: “Tiga unit dari belakang juga datang,” merujuk pada kendaraan amfibi Thailand yang menyusul.

Di dalam video yang sama, tampak papan nama berbahasa Mandarin bertuliskan “Klub Rumah Tamu Nomor 5”. Keberadaan papan tersebut menguatkan indikasi bahwa kawasan ini dihuni banyak warga Tiongkok—yang, berdasarkan temuan lapangan, bekerja di pusat-pusat penipuan.

Pola Geografis Pusat Penipuan di Kamboja

Penelusuran peta menunjukkan Kasino Tamoda hanya berjarak beberapa ratus meter dari perbatasan Thailand, namun jauh dari kota-kota besar Kamboja seperti Sihanoukville (Kampong Som) dan Phnom Penh. Pola ini konsisten dengan sebaran pusat penipuan di Kamboja:

  • Phnom Penh: jumlahnya ada, namun relatif terbatas dan tersebar di gedung perkantoran/apartemen.
  • Sihanoukville: konsentrasi terbesar; kawasan yang kerap dilabeli “taman teknologi” atau “kota Tiongkok” justru menjadi episentrum penipuan.
  • Koh Kong, Poipet, dan Oddar Meanchey: zona perbatasan yang menjadi fokus operasi Thailand dalam periode ini.

Pada 20 Desember, sebuah video dari Poipet menunjukkan warga Tiongkok di atap gedung pusat penipuan mengibarkan tiga bendera—Indonesia, Kamboja, dan Tiongkok—yang memicu perhatian luas di media sosial.

Pernyataan Resmi Militer Thailand

Masih pada 20 Desember, Angkatan Darat Kerajaan Thailand menyatakan bahwa operasi di perbatasan secara signifikan melemahkan jaringan penipuan internasional, membatasi ruang gerak mereka, dan memaksa relokasi. Thailand juga mengakui bahwa sejumlah fasilitas militer Kamboja turut menjadi sasaran karena digunakan berdekatan atau bersama dengan kawasan penipuan.

Pertempuran Darat: Perebutan Bukit 350

Di darat, eskalasi mencapai puncaknya pada 21 Desember ketika Thailand mengumumkan penguasaan penuh Bukit 350—penamaan militer yang merujuk pada ketinggian 350 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini berada di kawasan bergunung yang menghadap jalan utama, berdekatan dengan Candi Ta Krabei, sebuah situs bersejarah.

Penguasaan Bukit 350 memberikan keunggulan taktis untuk mengendalikan wilayah puluhan kilometer persegi. Operasi darat dimulai 16 Desember dengan tiga target utama; sebelum menyerbu Bukit 350, pasukan Thailand membersihkan Candi Ta Krabei dan satu pos militer Kamboja di sekitarnya.

Menurut laporan lapangan, Kamboja mengirim pasukan tambahan untuk mempertahankan bukit. Pertempuran sempat mereda pada Kamis malam, lalu kembali memanas sekitar pukul 06.00 pagi keesokan harinya.

Pemutusan Logistik: Jembatan O Chik Dihancurkan

Untuk memutus suplai ke garis depan Kamboja, pada malam 19 Desember Angkatan Udara Thailand menghancurkan Jembatan O Chik di Jalan Raya Nomor 68, Provinsi Oddar Meanchey. Jembatan yang berjarak sekitar 62 km dari perbatasan Thailand ini merupakan jalur logistik vital. Rekaman warga menunjukkan dek beton berlubang besar, tulangan baja terekspos, dan jembatan tak lagi layak dilalui.

Korban dan Penghormatan

Dalam rangkaian operasi tersebut, Thailand melaporkan keberhasilan taktis lain—termasuk penguasaan Bukit 250 pada 20 Desember. Namun, pertempuran ini juga menelan korban: Wakil Komandan Batalyon III Resimen Infanteri ke-23, Prakon, bersama satu prajurit lainnya gugur.

Pada 21 Desember, Pemerintah Provinsi Surin menggelar upacara penghormatan terakhir. Jenazah dipulangkan; prajurit, keluarga, dan warga berbaris di sepanjang jalan sambil mengibarkan bendera nasional, dalam suasana khidmat dan duka mendalam.

Serangan Balasan, Drone, dan Temuan Senjata

Komando Wilayah Militer Kedua Thailand melaporkan bahwa pada 21 Desember pasukan Kamboja masih menggunakan artileri roket dan meriam untuk menyerang posisi Thailand di Dong Trua, Sam Ta Phip, dan Celah Gunung Ta Tao, merusak bunker dan menimbulkan korban. Thailand membalas dengan tembakan artileri, memaksa Kamboja memindahkan posisi tembak.

Menjelang malam, drone digunakan secara masif oleh kedua pihak untuk pengintaian dan serangan. Rekaman 20 Desember juga menunjukkan pasukan Thailand memasuki wilayah Torda, Provinsi Pursat, dengan patroli infanteri dan kendaraan lapis baja. Persenjataan yang terlihat meliputi M16A3, pelontar granat M203, dan senapan mesin FN MAG standar NATO.

Di posisi yang direbut, Thailand mengklaim menemukan senjata buatan Vietnam dan Tiongkok, termasuk RPG versi Vietnam, amunisi mortir 60 mm, serta senapan mesin Tipe 80. Dari pihak Kamboja, video garis depan memperlihatkan drone rakitan dengan hulu ledak RPG antitank Tipe 69 buatan Tiongkok. Rekaman lain menunjukkan pelontar granat 40 mm LG4 buatan Tiongkok macet saat digunakan, serta mortir Tipe 31 (desain lama yang meniru Soviet) dengan hulu ledak HE 60 mm buatan Vietnam.

Isu Situs Bersejarah dan Warga Sipil

Thailand menuduh Kamboja memanfaatkan situs bersejarah sebagai basis militer. Foto-foto yang dirilis memperlihatkan bunker dan pos militer didirikan di dalam kompleks Candi Ta Krabei, dengan dugaan pelibatan warga sipil tanpa memperhatikan keselamatan.

Reaksi Publik dan Dukungan Daring

Seiring beredarnya video yang menunjukkan bendera Tiongkok dikibarkan di pusat-pusat penipuan perbatasan, dukungan terhadap operasi Thailand menguat di media sosial. Banyak warganet Tiongkok menyatakan dukungan di akun Weibo Kedutaan Besar Thailand—memuji upaya pemberantasan penipuan, mendoakan keselamatan pasukan, bahkan menyebut penurunan panggilan penipuan dalam beberapa hari terakhir.

Kesimpulan

Hingga 21 Desember, konflik di perbatasan Thailand–Kamboja masih sangat sengit tanpa tanda gencatan senjata yang jelas. Thailand telah menguasai titik-titik kunci (Bukit 350 dan kawasan sekitar Candi Ta Krabei), memutus logistik, dan menggempur pusat-pusat penipuan yang selama ini beroperasi di zona perbatasan. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons Kamboja serta dinamika politik-keamanan regional dalam beberapa hari ke depan.

Kebaikan yang Tersembunyi di Balik Pakaian Lusuh

EtIndonesia. Rumah baru kami baru saja selesai direnovasi. Sampah sisa renovasi menumpuk di dalam rumah, dan hanya dengan melihatnya saja sudah membuat hati terasa kesal. Saya pun pergi ke pasar tenaga kerja di dekat jembatan untuk mencari orang yang bisa membantu mengangkut dan membersihkan sampah tersebut.

Baru saja saya tiba, belum sempat membuka mulut, sekelompok orang langsung mengerumuni saya, berebut bertanya apakah saya sedang mencari orang untuk bekerja.

Akhirnya, saya memilih dua orang. Yang satu adalah pemuda dengan wajah yang masih menyisakan kepolosan, satunya lagi pria paruh baya yang terlihat sederhana dan jujur. Setelah sepakat dengan bayaran lima puluh yuan, mereka langsung bekerja tanpa banyak bicara.

Mereka memang pekerja berpengalaman. Tak sampai satu jam, sampah yang berantakan sudah dibersihkan seluruhnya dan dimasukkan ke dalam karung. Pria paruh baya itu jelas lebih cekatan—pengalamannya membuat cara kerjanya jauh lebih efisien dibanding si pemuda. Bahkan, menjelang selesai, dia sempat membersihkan lantai rumah saya.

Sesuai kesepakatan, saya membagi upah: masing-masing dua puluh lima yuan. Namun setelah menerima uang, pria paruh baya itu tampak tidak puas. Dia mengatakan bahwa dirinya bekerja lebih banyak, sehingga seharusnya mendapat tiga puluh yuan, sementara si pemuda cukup dua puluh.

Saya tidak banyak berdebat. Saya tidak mengurangi bagian si pemuda, dan akhirnya menambah uang dari kantong saya sendiri.

Sebulan kemudian, rumah baru kami benar-benar selesai. Seluruh rumah perlu dibersihkan dari dalam hingga ke luar. Saya kembali lagi ke pasar tenaga kerja. Tak disangka, pria paruh baya itu langsung mengenali saya.

Meski sikapnya sebelumnya sempat membuat saya sedikit kurang simpatik, saya tetap memilihnya. Alasannya sederhana: kualitas kerjanya memang bagus. Satu orang lagi yang ikut kali ini adalah seorang perempuan paruh baya.

Namun yang tak saya duga, setelah berkeliling melihat rumah, pria itu justru mengatakan bahwa dia tidak ingin mengerjakan pekerjaan ini.

Saya langsung mengerti alasannya—pekerjaannya sedikit, dan jika dibagi dua, masing-masing hanya mendapat sepuluh yuan. Dalam hati, rasa tidak suka saya padanya bertambah.

Melihat raut wajah saya, pria itu menarik saya ke luar rumah dan menjelaskan. Dia mengatakan bahwa sebelumnya dia meminta bagian lebih besar karena memang mengerjakan porsi kerja yang lebih banyak. Selain itu, pemuda yang bersamanya masih muda, belum menikah, dan beban hidupnya belum seberat dirinya.

Penjelasan itu sudah cukup membuat saya heran. Namun kali ini, dia melanjutkan, pekerjaan memang sedikit dan uangnya pun kecil, tetapi sebenarnya bisa selesai dengan cepat. Bukan karena pekerjaan ini terlalu kecil atau bayarannya terlalu sedikit dia menolak, melainkan karena kondisi ekonomi perempuan itu jauh lebih sulit dibanding dirinya. Uang sekecil itu, menurutnya, lebih baik diberikan sepenuhnya kepada perempuan tersebut.

Saat itulah saya benar-benar memahami maksudnya.

“Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja kamu membantunya mengerjakan pekerjaan ini tanpa mengambil bayaran sama sekali? Bukankah itu lebih menunjukkan kebesaran hatimu?” tanya saya setengah bercanda.

Dia tersenyum kikuk. 

“Itu tidak bisa,” katanya. “Kalau begitu, itu justru akan melukai harga dirinya.”

Setelah itu, dia berpamitan singkat dan segera turun dari rumah.

Di dunia ini, ternyata masih banyak orang seperti dirinya. Karena tekanan hidup dan kesulitan ekonomi, mereka sering terlihat perhitungan demi keuntungan kecil, seolah mengenakan pakaian luar yang kusam dan penuh noda. Namun di balik lapisan itu, jauh di dalam hati mereka, kebaikan tetap hidup—dan terus memancarkan cahaya. (jhn/yn)

Praktisi Falun Dafa Memeriahkan Pawai Budaya Hari Jadi Kota Batam ke-196

BATAM — Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 yang diselenggarakan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/12/2025) pagi. 

Sejak pukul 07.00 WIB, para praktisi telah berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Batam, bergabung dan menyatu dengan barisan peserta pawai lainnya yang telah berjejer rapi sepanjang jalan.

Dalam kegiatan ini, praktisi Falun Dafa dari berbagai negara, yakni Malaysia, Singapura, dan Taiwan, hadir atas undangan Pemerintah Kota Batam. Masing-masing negara mengirimkan sejumlah praktisi untuk berpartisipasi dan memeriahkan pawai budaya tersebut, bersama dengan praktisi Falun Dafa dari Indonesia.

Barisan Falun Dafa tampil menonjol dan menarik perhatian masyarakat dengan formasi empat barisan utama. Barisan tersebut terdiri dari Marching Band Tian Guo, barisan bidadari, barisan praktisi dengan pakaian kuning dan putih, serta barisan genderang pinggang. Harmoni musik, warna, dan gerakan yang ditampilkan memberikan nuansa budaya yang khas dan penuh semangat.

Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 yang diselenggarakan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Sabtu (20/12/2025) pagi
Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 yang diselenggarakan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Sabtu (20/12/2025) pagi
Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196
Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196
Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196
Praktisi Falun Dafa turut memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196
Praktisi Falun Dafa menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Batam. Piagam tersebut diserahkan melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam,  Zulkarnain

Setelah seluruh peserta berkumpul sejak pagi, pawai budaya resmi dimulai pada pukul 08.30 WIB. Ribuan peserta berjalan beriringan menuju Lapangan Dataran Engku Putri di depan Gedung Pemerintah Kota Batam. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan kemeriahan pawai.

Saat tiba di lokasi utama, pembawa acara memperkenalkan barisan Falun Dafa kepada para hadirin, yang terdiri dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,  Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Ketua DPRD kota Batam, Muhammad Kamaluddin, para kepala dinas dan tamu undangan lainnya, serta masyarakat yang memadati area acara. Penampilan Falun Dafa mendapat sambutan hangat dari para pejabat dan penonton.

Pada hari yang sama, praktisi Falun Dafa dari berbagai negara dan Indonesia juga menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota Batam. Piagam tersebut diserahkan melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam,  Zulkarnain HN, S.S.T., sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam Pawai Budaya Hari Jadi Kota Batam ke-196.

Kemeriahan berlanjut pada sore hari dengan pawai sesi kedua yang digelar  oleh praktisi Falun Dafa di sepanjang Jalan Golden City, Bengkong, Batam, yang dikenal sebagai kawasan pusat kuliner dan wisata. 

Pawai dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pengawalan dan pengaturan lalu lintas oleh pihak kepolisian setempat. Masyarakat dan pengunjung tampak sangat antusias, banyak di antaranya merekam, mengambil foto, serta menerima brosur pengenalan Falun Dafa dengan penuh sukacita.

Rangkaian acara sore hari dilanjutkan dengan penampilan Marching Band Tian Guo dan tarian genderang dari praktisi Falun Dafa di panggung Restoran Seafood Golden Prawn 933, Bengkong, Batam. Pada kesempatan tersebut, praktisi juga memperkenalkan latihan Falun Dafa kepada para tamu yang hadir.

Apakah Falun Dafa itu?

Untuk diketahui, Falun Dafa, yang juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah disiplin spiritual yang memadukan latihan meditasi dengan falsafah yang berpusat pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. Latihan ini telah dipraktikkan oleh jutaan orang di Tiongkok dan di seluruh dunia sejak diperkenalkan kepada publik pada tahun 1992 oleh pendirinya, Master Li Hongzhi.

Master Li pertama kali mengajarkan latihan ini kepada masyarakat pada 13 Mei 1992 di kota Changchun, Tiongkok timur laut, dengan membimbing sekitar 200 peserta dalam latihan meditasi serta peningkatan moral diri.

Pilar lain dari praktik ini menitikberatkan pada peningkatan karakter pribadi dan perilaku moral para praktisi dalam kehidupan sehari-hari serta dalam menghadapi konflik antarmanusia—dengan menekankan pentingnya bersikap baik hati dan penuh perhatian terhadap orang lain dalam segala hal.

Tak lama setelah diperkenalkan, Falun Gong dengan cepat meraih popularitas yang luar biasa dan mendapatkan dukungan dari lebih dari 100 juta warga Tiongkok, termasuk banyak kalangan profesional serta bahkan anggota Partai Komunis tingkat tinggi. Kini juga menyebar ke seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Falun Gong menjadi populer pada masa ketika Tiongkok sedang mengalami perubahan besar. Negara tersebut mulai memasuki sistem ekonomi global setelah puluhan tahun terisolasi di bawah kediktatoran komunis Mao Zedong, seiring dengan keputusan Partai untuk menjalankan kebijakan “reformasi dan keterbukaan” pada dekade 1980-an.

Namun, Partai Komunis Tiongkok (PKT) tetap berpegang kuat pada kekuasaan politiknya. Pada tahun 1989, ribuan mahasiswa yang memprotes tuntutan demokrasi ditembaki hingga tewas di jalanan Lapangan Tiananmen. Menjelang tahun 1999, pemimpin Partai saat itu, Jiang Zemin—yang sebelumnya juga mengambil sikap garis keras terhadap gerakan demokrasi ketika menjabat sebagai wali kota Shanghai—merasa bahwa Falun Gong dan para penganutnya menimbulkan ancaman yang bahkan lebih besar bagi rezim komunis.

Jiang mengklaim bahwa sebuah keyakinan spiritual yang begitu populer dan menyebar luas di seluruh Tiongkok merupakan tantangan serius terhadap Marxisme ateis yang dianut PKT, dan akan mengarah pada “runtuhnya Partai dan runtuhnya negara,” sebagaimana disampaikan oleh sumber-sumber dari kalangan elite pada masa itu.

Pada Juni 1999, dengan mengabaikan pimpinan senior Partai komunis lainnya, Jiang memerintahkan pembentukan sebuah kelompok tugas khusus untuk menangani apa yang disebut sebagai “masalah” Falun Gong. Pada Juli, kepolisian di seluruh Tiongkok serentak bergerak, menangkap dan memenjarakan ribuan orang.

Pada tahun-tahun berikutnya, jutaan orang dipenjarakan hanya karena mempraktikkan Falun Gong. Ribuan orang telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat penganiayaan yang kini telah berlangsung selama 26 tahun, sementara jumlah sebenarnya masih mustahil ditentukan karena kontrol ketat PKT terhadap informasi. Bukti-bukti yang terus bertambah menunjukkan keterlibatan Partai Komunis dalam pembunuhan massal terhadap praktisi Falun Gong dan tahanan nurani lainnya demi mengambil dan memperjualbelikan organ mereka.(KS)

Platinum Drivers Giveaway inDrive Untuk Pengemudi Berprestasi Resmi Ditutup

BANDUNG — inDrive resmi menutup rangkaian Platinum Drivers Giveaway di Bandung melalui acara penghargaan bagi pengemudi mobil dan motor berprestasi. Program yang berlangsung sepanjang Oktober–November 2025 ini digelar untuk mendorong peningkatan aktivitas pengemudi di tengah tingginya permintaan perjalanan.

Business Growth & Development inDrive Indonesia, Ryan Rwanda menyatakan program ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi pengemudi dalam menjaga kelancaran mobilitas warga Bandung. “Platinum Drivers Giveaway terbukti mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas layanan selama periode permintaan tinggi,” katanya.

Melalui penutupan kampanye ini, inDrive menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program berdampak positif bagi pengemudi, memperkuat hubungan dengan komunitas lokal, serta mendukung ekosistem transportasi yang lebih efisien ke depan.

Acara penutupan dibuka oleh Ryan Rwanda, Business Growth & Development inDrive Indonesia, bersama AKBP Ety H. S.H., Kepala Subdirektorat Keamanan & Keselamatan Lalu Lintas. inDrive mengumumkan pengemudi dengan performa terbaik berdasarkan jumlah perjalanan dan konsistensi layanan selama periode tantangan.

Dua hadiah utama diberikan kepada pemenang masing-masing kategori. Handy Husada terpilih sebagai pengemudi mobil terbaik dan berhak atas satu unit BYD Atto 1, sementara Rizky Aminul meraih gelar pengemudi motor terbaik dengan hadiah Yamaha NMAX.

Selain hadiah utama, puluhan pengemudi lainnya menerima apresiasi berupa paket liburan keluarga, kamera dashboard, serta voucher bahan bakar. Seluruh pemenang menerima penghargaan langsung di panggung utama, disaksikan oleh komunitas pengemudi dan perwakilan inDrive.

Guru Menyembunyikan Kematian Murid dengan ‘Kebohongan Pindah Sekolah’, Meminta Para Murid Menulis Surat Perpisahan

EtIndonesia. “Kami semua merindukanmu” – Inilah pesan yang terkandung dalam surat perpisahan tulisan tangan siswa sekolah dasar di Tiongkok untuk teman sekelas mereka, yang sudah tidak mereka temui lagi.

Sang guru mengatakan bahwa muridnya telah pindah ke sekolah lain. Ini adalah kebohongan halus untuk melindungi anak-anak dari kebenaran yang pahit – teman mereka telah meninggal.

Seorang siswa kelas tiga di Distrik Tianjia’an, Huainan, Provinsi Anhui, Tiongkok, meninggal karena sakit, membuat guru wali kelasnya, yang telah mengajarinya selama dua tahun, menangis. Sang guru mengenang muridnya sebagai seseorang yang selalu berkumpul di sekitarnya setelah kelas, berbagi senyuman dan cerita-cerita lucu, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post.

“Saat-saat terakhir anak itu tanpa rasa sakit. Karena khawatir anak itu akan ketakutan, kami memilih untuk membawanya kembali dari Shanghai tidak dengan ambulans. Keluarga itu bersama; sang ayah yang mengemudi, dan anak itu meninggal dalam pelukan ibunya. Saat-saat terakhirnya bahagia, dengan senyum di wajahnya,” tulis guru itu dalam sebuah unggahan di media sosial.

Dengan hati yang hancur, guru itu memutuskan untuk melindungi murid-muridnya yang lain dari berita yang menyedihkan ini dan memberi tahu mereka bahwa murid tersebut harus pindah sekolah. Guru itu meminta murid-muridnya untuk menulis surat kepada teman mereka yang telah pindah.

“Kamu selalu menjawab pertanyaan di kelas dan bermain game bersama kami setelahnya,” tulis seorang anak. “Sejak kamu pindah, kami semua merindukanmu. Jika kamu merasa kesepian atau sedih di sekolah barumu, bacalah surat ini. Kami akan selalu mengingatmu.”

Anak lain menyarankan agar anak laki-laki itu membawa surat-surat mereka, berharap itu akan memberinya sedikit kehangatan, seperti yang dilaporkan sanqin.com.

“Saat kamu pergi ke sekolah barumu, pastikan untuk membawa surat ini. Jika kamu merasa sedih, bacalah isi surat ini; semoga ini akan menghangatkan hatimu…” “Saat kamu sampai di sekolah barumu, carilah teman baru. Jangan terus-menerus memikirkan kami…” “Jika kamu merindukan kami di masa depan, anggap saja kami ada tepat di depanmu…”

Seorang siswa lain mengajak temannya yang sudah lama pergi untuk bermain bersama pada hari Minggu.

“Di mana sekolah barumu? Kemarin, guru membelikan kita semua teh buah, dan kamu melewatkannya. Jangan mencari teman yang lebih baik dariku di sekolah barumu. Ayo bermain bersama hari Minggu ini,” tulis anak itu.

Beberapa anak menggunakan pinyin untuk karakter yang tidak bisa mereka tulis.

Ungkapan kasih sayang melampaui surat tulisan tangan. Seorang anak meletakkan beberapa penghapus berbentuk buah di podium, berharap dapat memberikannya kepada anak laki-laki itu. Yang lain menawarkan kartu permainan kesayangan mereka dan penghapus berbentuk pedang.

“Aku sangat merindukannya, aku harap dia kembali,” kata seorang anak laki-laki sambil menangis kepada gurunya.

Sang guru mengemas surat-surat dan hadiah-hadiah itu ke dalam sebuah kotak dan mengirimkannya kepada orangtua anak laki-laki yang telah meninggal tersebut.(yn)

Polisi Swedia Menangkap Pembunuh Bayaran Berusia 12 Tahun Setelah Menembak Orang yang Salah

EtIndonesia. Seorang bocah berusia 12 tahun baru-baru ini ditangkap polisi setelah diduga menembak dan membunuh seorang pria berusia 21 tahun di Malmö, Swedia.

Dijuluki “Pembunuh Cilik” oleh media Swedia, anak di bawah umur yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan dibayar 250.000 krona Swedia (sekitar Rp 449 juta) untuk pergi ke Kota Malmö dan membunuh seseorang, tetapi malah menembak seorang pria berusia 21 tahun yang sedang berkumpul dengan beberapa temannya. 

Tidak jelas siapa yang memerintahkan pembunuhan itu dan mengapa, tetapi pihak berwenang memiliki alasan untuk percaya bahwa ini bukan pekerjaan pembunuhan bayaran pertama bocah berusia 12 tahun itu.

Surat kabar Swedia Expressen melaporkan bahwa tersangka muda itu ditangkap pada hari Selasa, 16 Desember, setelah laporan saksi mata tentang penembakan tersebut. Anak di bawah umur itu melarikan diri dari rumah neneknya di kota lain, tempat dia tinggal sejak berusia 7 tahun, dan diyakini telah terlibat dengan geng-geng kekerasan.

Polisi percaya bahwa target pembunuhan itu adalah penumpang lain di mobil yang sama. Semua penumpang memiliki catatan kriminal, termasuk korban, yang telah menjalani hukuman penjara selama lebih dari dua tahun karena perampokan, ancaman terhadap pejabat, dan tuduhan lainnya.

Anak-anak berusia dua belas tahun di Swedia telah dicurigai melakukan peledakan, menanam granat tangan, dan melakukan tugas untuk kelompok kriminal di masa lalu, tetapi ini adalah pertama kalinya dalam sejarah negara itu seseorang yang begitu muda dicurigai melakukan penembakan yang mematikan.

“Kita melihat bahwa usia pelaku semakin muda. Kita pernah memiliki beberapa pelaku yang sangat muda, terutama dalam aksi dengan granat tangan… Lalu kita berpikir bagaimana hal itu bisa terjadi seperti ini, dan bagaimana kita dapat menghentikan perkembangan ini,” kata Rasem Chebil, petugas yang bertanggung jawab atas penyelidikan di Kepolisian Malmö, kepada wartawan.

Chebil menambahkan bahwa sebagian besar pelaku kejahatan anak direkrut oleh penjahat profesional melalui media sosial, dan kemudian digunakan untuk melakukan kejahatan serius karena di Swedia, anak-anak di bawah usia 15 tahun tidak dapat dipenjara. Namun, dalam kasus khusus ini, karena beratnya kejahatan, jaksa memutuskan untuk memulai proses pidana terhadap anak di bawah umur tersebut.(jhn/yn)

Insinyur Menggugat Mantan Perusahaan Setelah Dipecat Karena Sering Mengambil Istirahat ke Kamar Mandi yang Sangat Lama

EtIndonesia. Seorang pria Tiongkok menggugat mantan perusahaannya setelah dipecat karena sering dan lama mengambil istirahat ke kamar mandi, dengan durasi terlama hingga empat jam.

Pria tersebut, bernama Li, telah bekerja sebagai insinyur di sebuah perusahaan di Provinsi Jiangsu selama lebih dari satu dekade ketika dia diberhentikan karena sering dan lamanya dia pergi ke kamar mandi selama jam kerja. Kasus ini baru-baru ini dilaporkan oleh Federasi Serikat Buruh Shanghai setelah insinyur tersebut menggugat mantan perusahaannya ke pengadilan atas pemecatannya.

Sebagai pembelaan, perusahaan yang tidak disebutkan namanya tersebut menyerahkan rekaman pengawasan yang menunjukkan Li mengambil 14 istirahat ke kamar mandi yang sangat lama, yang terlama berlangsung selama empat jam, dalam periode 30 hari antara April dan Mei 2024. 

Pengacara perusahaan juga menyajikan bukti bahwa manajemen telah menghubungi Li melalui aplikasi obrolan ketika menyadari ketidakhadirannya, tetapi tidak menerima balasan, dengan menyebutkan bahwa posisinya mengharuskan dia untuk selalu tersedia selama jam kerja.

Di sisi lain, sang insinyur menunjukkan obat wasir yang dibeli pasangannya secara online pada bulan Mei dan Juni tahun lalu, serta catatan operasinya dari Januari 2025. Dia dan pengacaranya mencoba meyakinkan Pengadilan bahwa waktu istirahatnya yang lama di kamar mandi dibenarkan oleh kondisinya, dan menuntut kompensasi sebesar 320.000 yuan (sekitar Rp 762 juta) atas pemutusan kontraknya.

Anehnya, Pengadilan memihak terdakwa dalam kasus ini, dengan alasan bahwa waktu yang dihabiskan Li di kamar mandi selama jam kerja “jauh melebihi” kebutuhan fisiknya. Pengadilan juga menemukan bahwa dia tidak memberi tahu perusahaan tentang masalah kesehatannya dan mengambil cuti sakit, sebagaimana dipersyaratkan dalam kontraknya. Hakim mencatat bahwa perusahaan juga telah meminta izin serikat pekerja sebelum memecat Li dengan alasan yang tercantum dalam kontrak kerjanya.

Setelah dua kali persidangan, kedua pihak menyelesaikan kasus tersebut, dengan perusahaan setuju untuk memberikan Li tunjangan sebesar 30.000 yuan (sekitar Rp 71 juta) untuk kontribusi masa lalunya dan sebagai kompensasi atas kesulitan keuangannya karena menganggur.(yn)

Jalan Menuju Kesuksesan

EtIndonesia. Seorang pemuda datang menemui seorang hartawan untuk meminta nasihat tentang jalan menuju kesuksesan. Alih-alih langsung menjawab, sang hartawan justru mengeluarkan tiga potong semangka dengan ukuran berbeda dan meletakkannya di depan si pemuda.

“Jika masing-masing potongan semangka ini mewakili tingkatan keuntungan, mana yang akan kamu pilih?” tanyanya.

“Tentu saja yang paling besar,” jawab si pemuda tanpa ragu.

Hartawan itu tersenyum: “Baik, silakan.”

Dia menyerahkan potongan semangka terbesar kepada si pemuda, sementara dirinya sendiri mengambil potongan yang paling kecil.

Tak lama kemudian, sang hartawan selesai memakan potongan kecil itu. Lalu dia mengambil sisa potongan terakhir di atas meja, mengayunkannya dengan bangga di depan si pemuda, dan memakannya dengan lahap.

Seketika, pemuda itu pun mengerti maksudnya.

Meski semangka yang dimakan hartawan tidak sebesar yang dimakan pemuda, jumlah keseluruhan semangka yang dia makan justru lebih banyak. Jika setiap potongan melambangkan tingkat keuntungan, maka jelas hartawan itu mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Setelah selesai makan, hartawan berkata: “Jika ingin sukses, kamu harus belajar melepaskan. Hanya dengan melepaskan keuntungan sesaat, barulah kamu bisa memperoleh keuntungan jangka panjang yang lebih besar. Itulah jalan kesuksesanku.”

Renungan

Terlalu terpaku pada keuntungan sesaat akan membuat kita kehilangan keuntungan jangka panjang.  Keuntungan jangka pendek dan jangka panjang sebenarnya saling berkaitan.

Dengan berani melepaskan sebagian keuntungan saat ini, kita justru membuka jalan bagi keuntungan yang jauh lebih besar di masa depan.

Seseorang yang ingin mencapai kesuksesan besar harus memiliki cara pandang yang berkembang, mampu menata hubungan antara kepentingan saat ini dan tujuan jangka panjang.

Jika seseorang hanya terbuai oleh keuntungan kecil di depan mata, dia akan terjebak dalam zona nyaman, kehilangan semangat maju, enggan berinovasi, dan akhirnya gagal meraih keberhasilan yang lebih besar.

Sebaliknya, mereka yang berpandangan jauh ke depan, fokus pada tujuan besar, dan terus melangkah tanpa henti, akan mampu mewujudkan nilai tertinggi dalam hidupnya.(jhn/yn)

Berat Sekeping Salju

EtIndonesia. “Coba katakan padaku, berapa berat sekeping salju?” tanya seekor burung robin kepada merpati liar.

Merpati menjawab singkat : “Tak ada artinya. Sangat ringan.”

“Kalau begitu, dengarkan sebuah kisah yang tidak biasa,” kata si robin.

“Aku pernah hinggap di sebuah dahan pohon cemara, tepat di dekat batangnya. Saat itu, salju mulai turun. Keping-keping salju yang indah melayang turun dengan perlahan. Karena tidak ada yang bisa kulakukan, aku pun mulai menghitung setiap keping salju yang jatuh di dahan tempatku bertengger.”

“Jumlah pastinya adalah 141.254 keping.”

“Lalu, ketika satu keping salju lagi—yang menurutmu tidak berarti apa-apa—jatuh di dahan itu, cabang pohon tersebut pun patah.”

Setelah mengatakan itu, burung robin pun terbang pergi.

Merpati liar terdiam sejenak, lalu bergumam pada dirinya sendiri : “Barangkali… kedamaian di dunia ini pun hanya kurang satu kekuatan kecil dari satu orang.”

Renungan

Bukankah setiap usaha kecil yang kita lakukan sehari-hari sama seperti keping-keping salju itu?

Dia jatuh tanpa suara, menumpuk perlahan, mengendap dalam diam.

Namun ketika jumlahnya cukup, perubahan besar pun terjadi.

Karena itu, jika kita ingin mencapai hasil dalam suatu bidang, kita harus tekun mengumpulkan usaha kecil itu tanpa henti. Jika kita hanya mengejar hasil instan dan mudah menyerah, maka pintu keberhasilan tak akan pernah terbuka.(jhn/yn)

Kapal Tanker Rusia Valeriy Gorchakov yang Dihantam Drone Perlahan Tenggelam

EtIndonesia. Kapal tanker minyak Rusia Valeriy Gorchakov, yang dihantam di Rostov-on-Don pada 18 Desember, perlahan-lahan mulai tenggelam, menurut saluran Krymskyi Viter.

Saluran tersebut menerbitkan beberapa foto yang menunjukkan kondisi terkini kapal tanker tersebut.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa buritan kapal hampir sepenuhnya tenggelam di bawah air.

Postingan tersebut juga menyatakan bahwa serangan drone terhadap kapal tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Menurut laporan tersebut, dua anggota kru – juru masak dan seorang mekanik – tewas, sementara mualim pertama dan dua pelaut terluka.

Serangan drone terhadap kapal tanker

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, kapal tanker Valeriy Gorchakov diserang oleh drone pada 18 Desember. Pada saat serangan, kapal tersebut berada di dekat terminal maritim Pabrik Produk Minyak Novoshakhtinsk, di mana kapal tersebut dihantam drone dan mulai kemasukan air.

Pada pagi harinya, buritan kapal telah tenggelam hampir sampai ke bagian atas kapal. Foto-foto menunjukkan tidak ada operasi penyelamatan yang terlihat di dekat kapal tanker; kapal yang rusak itu hanya dengan cepat dikelilingi oleh penghalang pelindung.

Pada malam tanggal 17 Desember, kapal tanker tersebut terlihat di dekat dermaga No. 69 di pelabuhan Rostov-on-Don, yang merupakan bagian dari Terminal Rosmorrechflot yang menangani pengiriman ulang produk minyak.

Kapal tersebut dibangun pada tahun 1969 sebagai kapal kargo kering dan diubah pada tahun 2004 menjadi kapal tanker minyak yang mampu mengangkut produk minyak bumi dari semua kelas.

Rostov-on-Don juga mengalami serangan drone pada malam tanggal 15 Desember. Pertahanan udara Rusia mengklaim telah menghancurkan puluhan drone, dan peringatan udara diumumkan di Oblast Rostov karena ancaman drone.(yn)

Cara Membuat Hari Natal Kembali Terasa Ajaib

Hadiah terbaik di musim liburan sering kali berbiaya kecil, namun mampu membuat hidup terasa ceria dan bercahaya.

Mike Donghia

Jika Anda menginginkan musim liburan yang lebih ajaib, mengeluarkan uang lebih sedikit tahun ini justru bisa menjadi kuncinya.

Sering kali, ajakan untuk berhemat didasarkan pada alasan penghematan semata: simpan uang, bersikaplah bertanggung jawab, hindari pemborosan, pikirkan masa depan, jangan materialistis. Namun, saya ingin menawarkan sudut pandang yang berbeda.

Pengeluaran liburan yang berlebihan justru dapat mengurangi kebahagiaan—terlalu banyak pilihan, keputusan, dan rangsangan mencuri keajaiban sejati yang sebenarnya tumbuh ketika kita memberinya ruang. Banyak orang sebenarnya membutuhkan panduan tentang cara membelanjakan uang agar kebahagiaan yang diperoleh menjadi maksimal.

Jika murni dilihat dari upaya memaksimalkan kenikmatan musim liburan, Anda seharusnya membelanjakan lebih sedikit. Ini bukan argumen moral; ini adalah argumen strategis bahwa Anda bisa melakukannya dengan lebih baik.

Yang terpenting adalah membelanjakan uang dengan bijak dan menekankan hadiah-hadiah yang gratis.


8 Cara Berbelanja Lebih Sedikit Saat Liburan Membawa Lebih Banyak Kebahagiaan

Hadiah Natal saya untuk Anda adalah sebuah argumen yang menyenangkan tentang mengapa berbelanja lebih sedikit dapat menghasilkan musim Natal paling menyenangkan yang pernah Anda alami dalam beberapa tahun terakhir.

1. Perhatikan Hadiah di Sekitar Anda

Di era kelimpahan seperti sekarang, satu-satunya kelangkaan sejati adalah perhatian. Perhatian saja sudah cukup untuk melihat keajaiban musim ini yang sebenarnya sudah ada. Hadiah sejati datang dalam wujud setiap pribadi yang Anda undang ke rumah, setiap hidangan yang Anda bagikan dengan keluarga dan sahabat, serta setiap percakapan, candaan, atau cerita yang dibagi bersama. Tidak ada jumlah uang yang bisa membeli keajaiban semacam itu.

2. Temukan Kenikmatan dalam Tantangan

Sebagian kenangan terbaik dalam hidup justru muncul ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana atau ketika sebuah situasi menuntut usaha ekstra, namun entah bagaimana Anda berhasil melewatinya. Kita sering mengira liburan harus serba mudah agar terasa ajaib, padahal keajaiban sering muncul saat kita paling tidak mengharapkannya. Anda bisa menghilangkan semua kerepotan dengan membayar kenyamanan ekstra, tetapi Anda juga merampas pengalaman otentik yang sesungguhnya berharga.

3. Bernostalgia dalam Sisa Kehangatan untuk Memperkuat Kenangan

Melanjutkan gagasan sebelumnya, mungkin terasa menggoda untuk memesan katering agar semua orang punya lebih banyak waktu bersantai. Namun, membersihkan bersama keesokan paginya justru bisa menambah keajaiban. Bekerja sama sambil tertawa mengenang keseruan malam sebelumnya dapat memadatkan rangkaian peristiwa menjadi kenangan yang bertahan lama.

4. Ciptakan Pengalaman Seru Anda Sendiri

Saat Anda membayar untuk bersenang-senang, Anda berharap mendapatkan waktu yang menyenangkan—namun kesenangan yang bisa dibeli ada batasnya. Pengeluaran berlebihan menyingkirkan kesenangan spontan karena perhatian terpusat pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan.

5. Kurangi Rangsangan

Ada batas seberapa banyak yang bisa kita cerna sekaligus. Ketika terlalu banyak, otak mulai mengabaikan sebagian hal. Beri jarak pada kesenangan Anda agar puncak kebahagiaan terasa lebih tinggi dan dapat dinikmati sepenuhnya.

6. Turunkan Ekspektasi

Semakin besar pengeluaran, semakin tinggi ekspektasi. Ibarat liburan ke Disney yang mengharapkan semuanya—termasuk cuaca—sempurna. Ekspektasi yang sederhana membuka ruang bagi kejutan-kejutan positif.

7. Biarkan Spontanitas Terjadi

Ada sensasi tersendiri saat membuka hadiah Natal, dan saya tidak menyangkal nikmatnya memberi maupun menerima. Namun, sebagian besar kebahagiaan dari momen singkat itu terletak pada antisipasi dan kebaruan, bukan pada harga hadiahnya. Kenangan seumur hidup biasanya lahir dari peristiwa spontan yang kemudian menjadi cerita yang terus diceritakan. Resep spontanitas sederhana: hadir, libatkan orang-orang, tambahkan sedikit kekacauan, dan lihat apa yang terjadi. Tanpa biaya.

8. Hindari “Mabuk Bahagia” Januari

Dalam niat baik mengejar keajaiban liburan, banyak orang berbelanja berlebihan dan harus membayarnya mahal di  Januari ketika kenyataan finansial datang menghantam. Mencuri kebahagiaan dari masa depan bukanlah tujuan menciptakan Natal yang ajaib. Belanjakan lebih sedikit untuk hadiah tambahan berupa ketenangan pikiran.

Keajaiban sejati adalah menyadari bahwa bersama orang-orang yang Anda cintai dan memiliki tempat untuk berkumpul, Anda sebenarnya sudah memiliki semua yang dibutuhkan. Kesenangan lahir dari interaksi manusia yang spontan dan tak terduga saat berbagi hidangan dan makna musim ini. 

Laporan Axios: Israel Memperingatkan AS Tentang Ancaman Baru dari Iran

EtIndonesia. Israel memperingatkan kemungkinan tindakan Iran yang dilakukan dengan kedok latihan militer, mendesak upaya pertahanan terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan pasukan Israel sendiri, menurut publikasi Axios.

Menurut Axios, Tel Aviv telah memberi tahu Pemerintah AS tentang potensi ancaman serangan Iran yang dapat disamarkan sebagai latihan militer.

Meskipun data intelijen saat ini hanya menunjukkan pergerakan pasukan internal, Pasukan Pertahanan Israel telah menurunkan toleransi risiko mereka setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Salah satu sumber mengatakan probabilitas serangan Iran dinilai di bawah 50%, tetapi menekankan bahwa tidak ada yang siap mengambil risiko dan menganggap aktivitas tersebut hanya sebagai latihan. Intelijen AS sejauh ini belum melihat tanda-tanda serangan yang akan segera terjadi.

Koordinasi dengan AS

Kepala Staf Umum Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menghubungi kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, memperingatkan tentang latihan rudal oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran dan kemungkinan bahwa latihan tersebut dapat berfungsi sebagai kedok untuk serangan mendadak.

Zamir menyerukan koordinasi yang erat dalam tindakan pertahanan. Pertemuan dengan para pejabat senior IDF diadakan di Tel Aviv dengan kehadiran Cooper.

Sumber Axios mencatat bahwa risiko terbesar terletak pada kesalahan perhitungan, di mana masing-masing pihak dapat secara keliru berasumsi bahwa pihak lain sedang mempersiapkan serangan dan bertindak secara preemptif.

Kemampuan Rudal Iran

Intelijen Israel telah mencatat upaya baru Iran untuk membangun kembali potensi rudal balistiknya. Setelah perang 12 hari pada bulan Juni, persenjataan Iran dilaporkan turun dari sekitar 3.000 menjadi 1.500 rudal dan dari 400 menjadi 200 peluncur.

Langkah-langkah sekarang sedang diambil untuk memulihkan kemampuan ini, meskipun belum kembali ke tingkat sebelum perang.

Badan intelijen Israel, termasuk Mossad, meyakini bahwa tidak akan ada tindakan militer yang diperlukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan, tetapi mengatakan bahwa masalah ini dapat menjadi relevan di kemudian hari.

Perdana Menteri Israel diperkirakan akan membahas situasi tersebut dengan Presiden AS pada akhir Desember 2025.

Sebelumnya, Israel melaporkan pembunuhan komandan senior Hamas, Raed Saed, di Gaza, dan menggambarkannya sebagai salah satu arsitek serangan 7 Oktober 2023.

Secara terpisah, Kyiv menjadi tuan rumah KTT Ukraina-Israel “Respons Krisis: Teknologi dan Pengalaman Israel,” di mana kedutaan Israel mempresentasikan gambaran umum sistem dan teknologi medis Israel.(yn)