Pasukan Khusus Ukraina Menghantam Kereta Bahan Bakar, Depot Minyak, dan Pangkalan Drone Rusia di Krimea yang Diduduki

EtIndonesia. Unit-unit Pasukan Operasi Khusus (SOF) Ukraina melakukan serangan terhadap sejumlah target militer Rusia di wilayah Donetsk dan Krimea yang diduduki sementara, menurut Pasukan Operasi Khusus Angkatan Bersenjata Ukraina.

Menurut pernyataan tersebut, drone serang FP-2 digunakan untuk menghantam target.

Secara khusus, di Krimea yang diduduki dekat pemukiman Yantarne, drone Ukraina menghantam kereta yang membawa bahan bakar dan pelumas untuk tentara Rusia saat sedang bergerak. Sebuah depot bahan bakar di daerah pemukiman Batumyne juga dihantam.

Selain itu, di wilayah Donetsk, unit SOF menghantam stasiun perang elektronik Volna-2 di Marianivka, serta pusat pelatihan operator drone FPV dekat Dokuchaievsk.

“Pasukan Operasi Khusus terus melakukan aksi asimetris untuk melemahkan kemampuan ofensif tentara Rusia,” demikian bunyi keterangan video tersebut.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa drone serang yang dioperasikan oleh Direktorat Intelijen Utama Ukraina di Krimea yang diduduki sementara telah menghancurkan beberapa sistem radar Rusia dan sebuah helikopter berbasis kapal.

Secara khusus, pada malam tanggal 1-2 November, HUR menyerang pos komando batalyon rudal permukaan-ke-udara S-400 Triumf yang sedang bertugas tempur, serta sistem radar multifungsi Rusia 92N6E di Krimea.

Pada malam yang sama, tanggal 1 November, ledakan dahsyat dilaporkan terjadi di wilayah Moskow, Rusia. HUR berhasil menghancurkan tiga jalur pipa produk minyak bumi strategis Koltsevoy.(yn)

Zelenskyy Lepas NATO demi Damai, Kim Jong-un di Ambang Krisis: Peta Perang Global Berubah

EtIndonesia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan perwakilan Amerika Serikat dan Uni Eropa di Berlin untuk membahas jalan keluar politik guna mengakhiri perang Rusia–Ukraina yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Dalam pertemuan tersebut, Ukraina secara resmi menyatakan kesediaannya melepaskan target bergabung dengan NATO, sebagai imbalan atas jaminan keamanan internasional yang mengikat secara hukum.

Pertemuan ini berlangsung pada 14 Desember, dan dihadiri oleh utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, Jared Kushner—menantu Presiden AS, Donald Trump—serta para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman, Friedrich Merz turut mendampingi Zelenskyy dalam forum Amerika–Eropa tersebut, yang dipandang sebagai salah satu momen diplomatik paling krusial sejak perang dimulai.

Ukraina Mengubah Arah Strategis

Dalam pernyataannya, Presiden Zelenskyy menegaskan bahwa keputusan untuk tidak lagi mengejar keanggotaan NATO diambil demi membuka peluang nyata bagi perdamaian.

Sebagai gantinya, Kyiv meminta jaminan keamanan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara sekutu, yang kekuatan hukumnya setara dengan Pasal 5 Piagam NATO, yakni klausul pertahanan kolektif. Jaminan tersebut diharapkan dapat menjadi mekanisme alternatif untuk melindungi Ukraina dari agresi di masa depan.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan kebijakan strategis besar bagi Ukraina, sekaligus sebagian memenuhi salah satu tuntutan utama Rusia sejak awal konflik. Meski demikian, Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina tetap menolak menyerahkan wilayah kedaulatannya dan tidak akan mengakui pendudukan Rusia atas wilayah yang direbut sejak 2014.

Rencana Gencatan Senjata dan KTT Eropa

Saat ini, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Ukraina tengah merumuskan rencana gencatan senjata sekitar 20 poin. Namun hingga kini, belum ada dialog langsung antara Ukraina dan Rusia.

Jerman dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Eropa pada hari Senin mendatang, yang akan mempertemukan Zelenskyy dengan para pemimpin utama Eropa. KTT ini diharapkan menjadi forum penentu untuk mendorong proses negosiasi damai secara lebih konkret.

Isyarat Pemilu Ukraina Mulai Menguat

Dalam perkembangan penting lainnya, Presiden Zelenskyy telah memberi sinyal kepada anggota parlemen Ukraina (Verkhovna Rada) untuk bersiap menghadapi kemungkinan pemilu dalam waktu dekat.

Dia mengungkapkan telah menerima sinyal politik dari Presiden AS, Donald Trump terkait penyelenggaraan pemilihan presiden Ukraina.

“Apakah sinyal ini hanya datang dari Amerika Serikat, atau juga dari Rusia, saya belum ingin memberikan penilaian saat ini,” ujar Zelenskyy.

Hingga laporan ini disusun, pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas perkembangan tersebut.

Retaknya Hubungan Rusia–Korea Utara

Di tengah dinamika diplomasi Ukraina, hubungan Rusia dan Korea Utara juga menunjukkan tanda-tanda gesekan serius.

Pada 12 Desember, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menyambut kepulangan Batalyon Zeni ke-528 Tentara Rakyat Korea, yang telah bertugas selama 120 hari di Rusia. Untuk pertama kalinya, Pyongyang secara terbuka mengakui bahwa pasukan Korea Utara dikirim ke Rusia selama perang Rusia–Ukraina.

Pasukan tersebut disebut menjalankan tugas berisiko tinggi, mulai dari pembersihan ranjau, operasi tempur, hingga pengepungan kota.

Namun, di balik pengakuan tersebut, muncul tudingan bahwa Rusia tidak menepati sejumlah janji awal kepada Korea Utara. Moskow disebut menahan bantuan teknologi strategis—termasuk teknologi rudal dan satelit, pasokan pangan dan minyak mentah, serta kesepakatan logistik militer senilai sekitar 130 miliar yuan.

Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan menolak pembayaran penuh dengan alasan kontribusi militer Korea Utara dianggap terbatas, sekaligus membatasi transfer teknologi militer inti.

Senjata Tak Layak dan Hubungan Transaksional

Senjata yang diberikan Rusia juga dinilai tidak sesuai dengan postur tubuh prajurit Korea Utara, sehingga dianggap sebagai perlengkapan darurat yang kualitasnya rendah. Para analis menilai hal ini sebagai pukulan psikologis dan politik bagi Kim Jong-un.

Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa hubungan Rusia–Korea Utara bukan kemitraan strategis berbasis kepercayaan, melainkan hubungan transaksional yang bersifat sementara di tengah tekanan perang.

Kekhawatiran Serius atas Kesehatan Kim Jong-un

Sementara itu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) pada 4 November menyatakan bahwa Kim Jong-un menghadapi risiko kesehatan serius, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan tulang belakang.

Meski masih terlihat melakukan inspeksi lapangan, para ahli memperingatkan bahwa jika Kim tiba-tiba jatuh sakit atau meninggal dunia, maka kendali atas militer dan senjata nuklir Korea Utara akan menjadi perhatian utama dunia internasional.

Kim Jong-un, yang lahir pada 1984, diketahui mengalami kelebihan berat badan ekstrem. Karena minimnya transparansi, intelijen Korea Selatan biasanya menilai kondisi kesehatannya dari durasi pidato, kualitas suara, dan frekuensi aktivitas publik.

Siapa Mengendalikan Nuklir Jika Terjadi Kekosongan Kekuasaan?

Para pakar menegaskan bahwa kendali militer dan keputusan nuklir Korea Utara tidak sepenuhnya berada di tangan keluarga Kim, melainkan pada Komisi Militer Pusat Partai Buruh Korea.

Menurut anggaran dasar partai, komisi ini memimpin kebijakan militer, komando perang, dan pengambilan keputusan strategis nuklir secara kolektif. Jika terjadi kekosongan kepemimpinan, kekuasaan militer diperkirakan akan diambil alih oleh wakil ketua Komisi Militer Pusat sebagai presiden sementara.

Saat ini, Pak Jong-chon disebut sebagai kandidat paling kuat, dengan kewenangan yang mencakup militer, intelijen, dan keamanan domestik.

Kesimpulan Strategis

Para analis menilai rangkaian perkembangan ini sebagai peringatan strategis bagi Kim Jong-un, sekaligus meningkatkan ketidakpastian dalam politik domestik dan diplomasi militer Korea Utara. Penurunan peran Pyongyang dalam kerja sama dengan Rusia lebih mencerminkan penyesuaian prioritas sumber daya perang Moskow, bukan perpecahan strategis jangka panjang.

Di sisi lain, keputusan Ukraina untuk mengorbankan ambisi NATO menandai fase baru dalam upaya mengakhiri perang, dengan Eropa dan Amerika Serikat kini berada di pusat penentuan arah perdamaian global.

Ratusan Ribu Burung Berubah Menjadi “Paus Udara,” Berputar-putar dan Melayang dalam Tontonan yang Menakjubkan 

Baru-baru ini, di muara Sungai Kuning, Dongying, Provinsi Shandong, Tiongkok, tersaji pemandangan luar biasa migrasi burung. Ratusan ribu burung terbang berformasi di langit. Jika dilihat dari kejauhan, tampak seperti “paus di udara” yang bergulung naik turun, dengan formasi yang terus berubah, sehingga memicu perbincangan hangat di kalangan warganet.

EtIndonesia. Setiap musim dingin, lokasi pengamatan burung di kawasan Muara Sungai Kuning, Dongying, menarik banyak wisatawan untuk berkunjung dan berfoto. Para pengunjung membawa berbagai peralatan kamera profesional untuk mengabadikan burung-burung migran, dan secara kebetulan berhasil merekam momen langka yang disebut sebagai “gelombang burung berubah menjadi Kun”, sebuah pemandangan yang sangat menggetarkan.

Video memperlihatkan puluhan ribu burung migran memenuhi langit, terbang rapat satu sama lain. Mereka kadang melesat naik tinggi, kadang menyelam turun, dengan formasi yang terus berubah-ubah. Pemandangan ini sangat mirip dengan gambaran dalam karya klasik Xiaoyaoyou (Pengembaraan Bebas) yang menyebutkan: “Di Laut Utara ada seekor ikan besar bernama Kun.”

Keindahan yang luar biasa ini membuat banyak warganet terkagum-kagum dan meninggalkan komentar seperti:  “Orang-orang kuno ternyata tidak berbohong. Kunpeng dalam legenda zaman purba ternyata benar-benar ada!”

Menurut laporan Jimu News, fotografer amatir bermarga Cai (nama samaran) yang mengabadikan momen “gelombang burung berubah menjadi Kun” masih sangat terkesan. Ia mengatakan,  “Saya benar-benar sulit menggambarkan betapa magisnya pemandangan gelombang burung ini. Sangat mirip paus yang melayang di angkasa. Saya sangat merekomendasikan semua orang untuk datang dan menyaksikannya langsung.”

Seorang ibu dari Zibo, Shandong, menyebutkan bahwa sekitar pukul 5 sore adalah waktu terbaik untuk mengambil gambar. Saat itu, ia pertama kali melihat di kejauhan seperti ada segumpal “awan hitam” yang terus berubah formasi sambil mendekat ke arah orang-orang. Semakin lama semakin besar dan semakin jelas, hingga akhirnya melintas tepat di atas kepala, bagaikan jaring rapat yang menutupi langit. Semua orang pun larut dalam keagungan “gelombang burung” tersebut.

Menurut keterangan, Delta Sungai Kuning di Dongying, Shandong, merupakan salah satu ekosistem lahan basah zona hangat beriklim sedang yang paling lengkap, sekaligus menjadi tempat persinggahan penting bagi burung-burung migran. Kawasan ini terletak di persimpangan dua jalur migrasi burung global utama, yakni “Asia Timur–Australia” dan “Lingkar Pasifik Barat”, sehingga dijuluki sebagai “bandara internasional bagi burung”.

Para ahli menyebutkan bahwa berdasarkan data pemantauan tahun ini, jumlah kawanan itik bercorak (spot-billed duck) dari satu spesies saja telah melampaui 240.000 ekor, mencetak rekor pengamatan tertinggi spesies tersebut di kawasan konservasi. (Hui)

Kasus Virus Flu Tak Terbendung di Tiongkok: Beijing, Tianjin, dan Zhejiang Hentikan Kelas Belajar Hingga Viral di Medsos Tiongkok Paru-Paru Anak Kolaps dalam Waktu Singkat

Wabah influenza di Tiongkok kian meningkat, dengan berbagai virus menyebar secara bersamaan. Unit gawat darurat rumah sakit anak di banyak kota dipenuhi pasien. Di Beijing, Tianjin, dan Zhejiang, sejumlah sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar karena infeksi massal di tingkat kelas.

 Di Henan, seorang anak perempuan berusia 7 tahun terinfeksi influenza A, dan dalam beberapa jam paru-paru kanannya berubah menjadi “putih”. Otoritas resmi mengakui bahwa virus influenza A terus bermutasi, dan kini muncul apa yang disebut influenza A “tipe K” yang menyebar lebih cepat.

Menurut laporan, kasus berat dan kematian meningkat tajam di berbagai daerah. Warga dilanda kepanikan dan mempertanyakan apakah ini sebenarnya wabah COVID-19 yang kembali merebak, sementara pihak berwenang diduga menutupi fakta.

Etindonesia. Belakangan ini, di Henan, banyak anak yang terinfeksi influenza A dengan cepat berkembang menjadi “paru-paru putih” dan harus dirawat di ICU. 

Pada 10 Desember 2025, kabar tentang seorang anak perempuan 7 tahun di Zhengzhou, Henan, yang paru-paru kanannya memutih total hanya dalam beberapa jam setelah terinfeksi influenza A, menjadi topik teratas di Weibo.

Ibu anak tersebut mengatakan kepada media bahwa anaknya telah dirawat di ICU selama 8 hari dan hingga kini belum sadar. Dokter mendiagnosis influenza A yang disertai infeksi bakteri, memicu sepsis sistemik dan berujung pada gagal fungsi banyak organ.

Orang tua di Henan mengatakan:  “Dari hasil pemeriksaan, itu pneumonia influenza A yang parah. Dalam hitungan jam saja, langsung menjadi paru-paru putih.”

Baru-baru ini, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan bahwa puncak influenza nasional kemungkinan besar terjadi pada awal hingga pertengahan Desember. Subtipe influenza A H3N2 masih mendominasi, dengan proporsi lebih dari 95%.

Namun, menurut laporan, Beijing dan banyak kota lain telah memasuki masa puncak influenza A. Grup percakapan orang tua siswa sekolah dasar “meledak”, dipenuhi cerita anak tertular lalu seluruh keluarga ikut terinfeksi.

“Belakangan ini influenza A benar-benar sangat parah, karena kondisinya sekarang hampir sama dengan COVID-19 saat itu,” ujar seorang tabib pengobatan tradisional Tiongkok di daratan Tiongkok.

Menurut pengungkapan dari masyarakat, wabah klaster influenza di TK dan sekolah di banyak daerah meningkat tajam. Banyak sekolah dasar dan menengah menutup kegiatan, dan rumah sakit anak penuh sesak.

Warga Liaoning, Tn. Li (nama disamarkan), mengatakan:  “Banyak anak kena influenza A, dari kelas 1–2 SD sampai usia belasan tahun. Banyak yang demam 38–39 derajat, batuk, muntah, diare—tubuh terasa sangat tidak enak. Katanya ada yang meninggal. Sekolah biasanya tutup, sudah sekitar sepuluh hari, mendekati puncaknya.”

Media resmi Partai Komunis Tiongkok mengklaim bahwa alasan utama influenza tahun ini sangat ganas adalah munculnya influenza A ‘tipe K’. Varian ini lebih mudah menempel pada saluran pernapasan dan masuk ke tubuh, sehingga penyebarannya lebih cepat. Selain virus influenza, virus pernapasan lain seperti RSV (Respiratory Syncytial Virus) dan adenovirus juga tengah beredar. Situasi sebenarnya masih belum jelas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Shanghai menyatakan bahwa influenza A tipe K bukan virus baru, dan masih termasuk subtipe influenza A H3N2. Namun, menurut pengungkapan masyarakat, jumlah pasien berat meningkat tajam, dan angka kematian mendadak pada kaum muda terus naik.  Banyak yang meyakini bahwa yang sebenarnya merebak kembali adalah virus COVID-19, serta mempertanyakan apakah pihak berwenang menutup-nutupi kebenaran.

 “Sejak masuk November, orang yang flu, pilek, suntik, infus itu sangat banyak, antre panjang. Yang dirawat inap pasti paru-paru putih. Siswa sekolah yang ke rumah sakit juga sangat banyak. Naik bus, hampir semua orang pakai masker, sekarang semua orang panik. Mau dibilang influenza A, flu biasa, atau flu berat, silakan—tapi tidak boleh bilang COVID,” ujar Warga Changzhi, Provinsi Shanxi, Tn. Luo (nama disamarkan).

Berdasarkan data pemantauan CDC Tiongkok, musim influenza tahun ini telah menjadi yang tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah tren ini masih terus meningkat. (Hui)

Video Gempa  Terus Melanda di Wilayah Chengdu,  Sichuan, Tiongkok, Membangunkan Warga dari Tidur 

Pada 13 Desember 2025 dini hari, gempa bumi berkekuatan 3,9 magnitudo terjadi di Kota Pengzhou, Chengdu, Provinsi Sichuan. Gempa disertai suara dentuman keras yang terus terdengar, getaran terasa jelas di banyak tempat, dan tidak sedikit warga yang terbangun dari tidur karena guncangan, sambil berseru: “Sangat menakutkan!”

EtIndonesia. Menurut Pusat Jaringan Gempa Tiongkok, gempa terjadi pukul 06.52 padal 13 Desember, dengan kedalaman pusat gempa 13 kilometer. Episentrum berada di 31,37° LU dan 103,81° BT.

Lokasi episentrum berjarak 24 km dari Kabupaten Wenchuan, 39 km dari Kota Mianzhu, 43 km dari Kota Shifang, 45 km dari Kota Pengzhou, 62 km dari Kota Deyang, dan 84 km dari Kota Chengdu. Rata-rata ketinggian wilayah dalam radius 5 km dari pusat gempa sekitar 3.075 meter di atas permukaan laut.

Saat gempa terjadi, getaran paling kuat dirasakan di Kota Longmenshan dan Kota Xiaoyudong di Pengzhou. Warga di pusat Kota Chengdu, Dujiangyan, serta sebagian penghuni gedung-gedung tinggi di Distrik Pidu melaporkan bahwa tempat tidur bergoyang dan meja serta kursi bergetar.

Banyak warga setempat mengatakan mereka terkejut dan terbangun dari tidur, “Sekali guncang langsung bangun, benar-benar menakutkan.”

Video kamera pengawas yang beredar di internet menunjukkan bahwa saat gempa terjadi, sebuah pusat perabotan berguncang hebat, disertai suara gemuruh keras. Orang-orang di dalam gedung serta seekor anjing besar tampak ketakutan dan langsung berlari keluar. Rekaman video memperlihatkan daratan dan bangunan bergetar kuat.

Video lain menunjukkan bahwa selama gempa, suara gemuruh keras terus terdengar, terdengar seperti suara ledakan. Mobil-mobil yang terparkir di luar ikut terguncang, getaran tanah terasa jelas, dan banyak anjing menggonggong dengan panik.

Hanya dua hari sebelumnya (11 Desember), di beberapa wilayah Ya’an, Sichuan, juga dilaporkan terdengar suara dentuman misterius yang disertai getaran jendela, hingga menjadi topik hangat di media sosial.

Warganet setempat berkomentar:
“Seluruh Ya’an bisa mendengarnya.”
“Hari ini saya mendengarnya tiga sampai empat kali, benar-benar bikin takut.”
“Rasanya seperti rumah meledak.”
“Kaca sampai retak.”

Ada pula yang mengatakan:
“Saya tinggal di rumah bangunan sendiri di desa, lantai dua ikut bergetar.”
“Jendela bergerak.”
“Suaranya sangat keras, sangat menakutkan.”

Beberapa warganet juga mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini sering terdengar dentuman misterius, termasuk pada 9 Desember, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat tentang hal tersebut mungkin berkaitan dengan aktivitas gempa bumi atau insiden ledakan. (Hui)

Luo Tingting / Wen Hui

Insiden di Tengah Penerbangan! Seorang Penumpang Pria Tiongkok Mencoba Membuka Pintu Kabin Saat Penerbangan Berlangsung

Baru-baru ini, dalam sebuah penerbangan Cathay Pacific dari Boston, Amerika Serikat, menuju Hong Kong, seorang penumpang pria berusia 20 tahun asal Tiongkok mencoba membuka pintu kabin pesawat saat penerbangan sedang berlangsung. Beruntung, awak kabin segera bertindak dan mencegahnya. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat, dan pria tersebut ditangkap oleh kepolisian Hong Kong

EtIndonesia. Pada 12 Desember, Cathay Pacific dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa penerbangan CX811 pada 10 Desember, yang terbang dari Boston menuju Hong Kong, mengalami insiden ketika seorang penumpang asal Tiongkok berusaha membuka pintu pesawat, namun berhasil dihentikan oleh kru.

 “Kru kami segera menangani situasi tersebut, memeriksa pintu kabin untuk memastikan pintu tetap tertutup rapat, serta melaporkan insiden ini kepada otoritas terkait dan pihak kepolisian,” demikian pernyataan resmi Cathay Pacific. 

Pihak maskapai menegaskan bahwa dalam kejadian ini “tidak ada awak maupun penumpang yang mengalami luka”. Pesawat mendarat dengan aman di Bandara Internasional Hong Kong pada 11 Desember 2025 pagi.

Menurut laporan media Hong Kong01, insiden terjadi pada 11 Desember sekitar pukul 04.45 dini hari, sekitar 15 menit sebelum pesawat mendarat. Penumpang yang terlibat adalah seorang pria berusia 20 tahun asal daratan Tiongkok, yang kemudian ditangkap oleh kepolisian Hong Kong pada pagi hari itu.

Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa penerbangan CX811 mendarat di Bandara Internasional Hong Kong sekitar pukul 05.00 pagi.

Juru bicara kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa pria pemegang paspor Tiongkok  tersebut ditangkap karena diduga melanggar Ordinansi Keamanan Penerbangan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. (Hui)

Keterlibatan Korut Terkuak: Kim Jong Un Akui Pengiriman Pasukan ke Rusia untuk Pembersihan Ranjau

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dalam pidato yang disiarkan oleh media pemerintah pada Sabtu (13/12/2025), secara langka mengakui bahwa Korea Utara awal tahun ini telah mengirim pasukan ke Provinsi Kursk di Rusia barat untuk melaksanakan misi penjinakan ranjau. Ini merupakan pertama kalinya Pyongyang secara terbuka mengakui bahwa pasukannya dikirim ke luar negeri untuk menjalankan tugas berisiko tinggi dan mematikan.

EtIndonesia.  Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong-un pada Jumat (12 Desember), dalam sebuah upacara penyambutan pasukan zeni yang kembali ke tanah air, menyatakan bahwa unit tersebut mulai menjalankan misi sejak Agustus selama 120 hari. Selama periode tersebut, sembilan personel tewas dalam tugas.

Foto-foto yang dirilis oleh KCNA memperlihatkan Kim Jong-un memeluk para prajurit yang pulang dengan senyum di wajahnya dalam upacara di Pyongyang. Beberapa di antara mereka tampak mengalami luka dan duduk di kursi roda.

Agence France-Presse (AFP) melaporkan bahwa menurut badan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat, Korea Utara telah mengirim ribuan personel militer untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Para analis menilai bahwa sebagai imbalan, Rusia memberikan bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi kepada Korea Utara, sehingga Pyongyang mampu menghindari dampak dari sanksi internasional ketat yang dijatuhkan atas program nuklir dan misilnya. (Hui)

Ukraina Mengamuk di Medan Perang: Ofensif Besar-Besaran Balikkan Keadaan, Tentara Rusia Dikepung

EtIndonesia. Pada Jumat (12 Desember), Ukraina melancarkan serangan balik besar-besaran dan berhasil merebut kembali sebagian wilayah Kupiansk, simpul strategis di wilayah Kharkiv, serta mengepung pasukan Rusia yang berada di sana.

 Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menilai bahwa kemenangan militer akan membantu meraih hasil di ranah diplomasi. Terkait rencana perdamaian, Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar pasukan Ukraina menarik diri dari wilayah Donbas dan membentuk zona ekonomi bebas sebagai daerah penyangga, namun usulan ini ditolak oleh pihak Ukraina.

Serangan Balik Besar Ukraina: Kemenangan di Garis Depan, Wilayah Direbut Kembali, Pasukan Rusia Dikepung

Pada Jumat, kabar kemenangan datang dari garis depan Ukraina. Militer Ukraina menyatakan bahwa di wilayah timur laut Kharkiv, mereka mengerahkan sejumlah besar tank untuk melancarkan serangan balasan, berhasil merebut kembali beberapa distrik di bagian utara dan barat Kupiansk, serta mengepung pasukan Rusia yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari yang sama secara langsung mengunjungi Kupiansk untuk menyemangati para prajurit.

 “Meraih hasil di garis depan sangatlah penting, agar Ukraina dapat memperoleh hasil di bidang diplomasi. Hari ini adalah hari setiap prajurit. Terima kasih, kawan-kawan. Kemuliaan bagi Ukraina!,” ujarnya. 

Sebagai simpul jalur kereta api yang penting, Kupiansk menguasai jalur logistik utama menuju garis depan Donbas, sehingga sejak lama menjadi sasaran strategis yang diincar pasukan Rusia. Sebelumnya, Rusia mengklaim telah merebut Kupiansk serta benteng timur Krasnoarmiysk (Pokrovsk), namun Kyiv membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa pertempuran masih berlangsung.

Para tentara Ukraina juga memperkuat posisi pertahanan di sekitar Krasnoarmiysk.

 “Daripada diperbudak, lebih baik bertempur dan meraih kebebasan,” ujar seorang tentara Ukraina bernama Bohdan. 

Trump Usulkan Penarikan Pasukan Ukraina dan Pembentukan Zona Ekonomi Bebas sebagai Penyangga, Kyiv Menolak

Saat ini, perundingan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang berada pada tahap krusial. Presiden Trump berharap rencana perdamaian Rusia–Ukraina dapat tercapai sebelum Natal dan menekan Ukraina agar menerima proposal AS. 

Zelenskyy mengungkapkan bahwa meskipun Amerika Serikat telah menawarkan paket jaminan keamanan yang ditingkatkan, perbedaan besar antara Washington dan Kyiv masih ada terkait isu wilayah.

Amerika Serikat mengusulkan agar Ukraina sepenuhnya menarik pasukannya dari wilayah Donbas di Ukraina timur, serta membentuk zona ekonomi bebas di wilayah yang ditinggalkan sebagai daerah penyangga, dengan ketentuan pasukan Rusia tidak boleh memasuki kawasan tersebut.

Namun, Zelenskyy menolak usulan itu dan tetap menegaskan gencatan senjata harus dilakukan berdasarkan garis pertempuran saat ini. Ia menilai bahwa jika Ukraina mundur, maka Rusia juga harus mundur dengan jarak yang sama. Ia juga mempertanyakan bagaimana zona ekonomi bebas tersebut akan dikelola dan bagaimana menjamin Rusia tidak akan kembali melakukan agresi di masa depan.

Saat ini, para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman tengah berupaya mendorong pertemuan antara pejabat AS, Eropa, dan Ukraina di Paris pada Sabtu (13 Desember) guna melanjutkan pembahasan rencana perdamaian. Namun, Presiden Trump menyatakan sikap menunggu dan melihat.

 “Jika kami menilai peluang (mencapai kesepakatan gencatan senjata) cukup besar, kami akan menghadiri pertemuan hari Sabtu. Kami tidak ingin membuang terlalu banyak waktu. Kami merasa prospeknya tidak terlalu optimistis. Namun kami ingin masalah ini diselesaikan, kami ingin menyelamatkan nyawa,” kata Trump. 

Pada Jumat, Kremlin menyatakan bahwa gencatan senjata hanya dapat terwujud setelah pasukan Ukraina menarik diri dari wilayah Donbas, dan wilayah yang diserahkan harus diambil alih oleh Garda Nasional Rusia.

Uni Eropa Setujui Usulan Pembekuan Aset Rusia di Eropa Tanpa Batas Waktu

Selain itu, dalam hal pendanaan bagi Ukraina, Uni Eropa pada Jumat menyetujui sebuah proposal untuk membekukan aset bank sentral Rusia di Eropa tanpa batas waktu, tanpa perlu memperpanjangnya setiap enam bulan. 

Pengamat menilai bahwa jika proposal ini akhirnya disahkan dalam pertemuan para menteri keuangan, maka hambatan besar untuk menggunakan dana tersebut guna membantu Kyiv akan tersingkir. Namun, Hungaria dan Slovakia menyatakan penolakan terhadap usulan ini. (Hui)

Thailand Lanjutkan Operasi Militer, Pesawat F-16 Bombardir Jembatan di Kamboja

Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat melakukan gencatan senjata, Angkatan Udara Thailand pada  (13 Desember) pagi mengerahkan dua jet tempur F-16 ke wilayah perbatasan Provinsi Trat untuk membombardir sebuah jembatan di Kamboja.

EtIndonesia. Satuan Tugas Angkatan Laut Provinsi Trat menyatakan bahwa militer Thailand telah memantau aktivitas militer Kamboja di kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir dan mengamati adanya pengerahan pasukan yang terus meningkat. Jembatan Chai Chum Nia digunakan sebagai jalur logistik dan pasokan, sehingga militer Thailand menetapkannya sebagai target yang harus dihancurkan guna memutus jalur suplai. Operasi tersebut telah diselesaikan pada dini hari ini.

Televisi publik Thailand, Thai PBS, melaporkan bahwa jet tempur F-16 Angkatan Udara Thailand pagi ini membombardir dan menghancurkan Jembatan Chai Chum Nia di sisi Kamboja, sehingga memutus jalur transportasi militer tersebut.

Kementerian Pertahanan Kamboja menulis di platform media sosial X bahwa, “Pada 13 Desember 2025, dua jet tempur F-16 militer Thailand menjatuhkan tujuh bom ke beberapa target… pesawat militer Thailand belum menghentikan pengeboman.”

 Sementara Thailand juga menyampaikan adanya penyerangan tersebut. “Operasi pagi ini telah sepenuhnya menunjukkan sikap kami,” kata Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. 

Gambar yang beredar di media sosial Kamboja menunjukkan bahwa sejak  (12 Desember) malam, suara tembakan sudah terus terdengar di sepanjang perbatasan Thailand–Kamboja. Banyak warga desa mengungsi dari kawasan tersebut, menyebabkan kemacetan lalu lintas. Di wilayah perbatasan Provinsi Trat, Thailand, ratusan mobil dan sepeda motor juga terlihat bergerak menuju Kota Trat.

Seorang koresponden Kantor Berita Pusat (CNA) yang melakukan peliputan pada  (12 Desember) sore di Desa Ban Kruat, wilayah perbatasan Thailand, terus mendengar suara tembakan artileri dengan frekuensi sekitar setiap lima menit. Seluruh toko, SPBU, sekolah, dan rumah sakit di pusat kota ditutup. Menurut pejabat setempat, lebih dari 90% penduduk telah dievakuasi ke pusat-pusat pengungsian.

Setelah baku tembak memasuki hari kelima, Presiden AS Donald Trump pada 12 Desember menelepon para pemimpin kedua negara untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya. Ia menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat untuk “menghentikan seluruh tembakan” mulai hari itu.

Namun, pernyataan Trump berbeda dengan pernyataan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul beberapa jam sebelumnya. Anutin mengatakan bahwa pembicaraannya dengan Trump “berjalan sangat baik”, tetapi tidak menyebutkan adanya kesepakatan dengan Kamboja untuk menghentikan pertempuran.

Anutin dengan lebih tegas menyatakan bahwa Thailand akan terus mengambil tindakan militer. Dalam unggahan Facebook-nya, ia menulis: “Ini sama sekali bukan sebuah insiden yang terjadi di pinggir jalan. Thailand akan terus melakukan operasi militer sampai kami memastikan bahwa wilayah dan rakyat kami tidak lagi menghadapi bahaya dan ancaman apa pun.”

Ia menegaskan kembali,  “Operasi pagi ini telah sepenuhnya menunjukkan sikap kami.” (Hui)

Langka! Pasukan Khusus AS Mencegat Kapal Kargo Tiongkok yang Menuju Iran

EtIndonesia. The Wall Street Journal pada Jumat (12 Desember), mengutip pejabat Amerika Serikat, melaporkan bahwa bulan lalu sebuah tim operasi khusus AS mencegat dan menyita barang-barang yang berkaitan dengan militer yang dikirim dari Tiongkok (PKT) ke Iran di Samudra Hindia. Ini merupakan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir militer AS mencegat kargo asal Tiongkok yang ditujukan ke Iran. Namun, nama kapal dan identitas pemiliknya hingga kini belum dipastikan.

Saat itu kapal tersebut berada ratusan mil dari lepas pantai Sri Lanka. Personel operasi naik ke kapal, menyita muatan, lalu membiarkan kapal tersebut melanjutkan pelayaran. Menurut para pejabat dan satu sumber lain yang mengetahui masalah ini, Amerika Serikat telah lama melacak pengiriman tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa pencegatan laut yang jarang terjadi ini merupakan bagian dari upaya Pentagon untuk mencegah Iran secara diam-diam memperoleh perlengkapan militer, dengan tujuan menghalangi Iran membangun kembali kemampuan persenjataannya. Operasi penggerebekan ini sebelumnya tidak diumumkan ke publik.

Pada  Juni lalu, Israel dan Amerika Serikat dalam konflik selama 12 hari telah melancarkan serangan besar yang merusak fasilitas nuklir dan rudal Iran. Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengenai program nuklir Iran yang kontroversial sempat terhenti akibat konflik tersebut dan hingga kini belum dilanjutkan kembali.

Penyitaan langka atas teknologi terkait militer yang dikirim ke Iran ini terjadi bertepatan dengan diberlakukannya kembali larangan perdagangan senjata terhadap Iran oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir September.

Lembaga pemikir di Washington, Foundation for Defense of Democracies (FDD), selama ini mendorong penerapan sanksi yang lebih keras terhadap Iran. Direktur Program Iran di lembaga tersebut, Behnam Ben Taleblu, menyatakan bahwa Tiongkok (PKT) bersikap longgar terhadap ekspor teknologi ilegal, yang pada kenyataannya membantu program rudal balistik Iran. (Hui)

AS Terapkan Sanksi Baru terhadap Rezim Maduro Berencana Menyita Lebih Banyak Kapal Tanker Minyak Venezuela

Pemerintahan Trump mengumumkan gelombang sanksi baru terhadap rezim Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Target sanksi kali ini mencakup tiga keponakan istri Maduro, seorang pengusaha Panama, serta enam kapal tanker minyak dan perusahaan pelayaran terkait. Pekan ini, Amerika Serikat untuk pertama kalinya mencegat sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Venezuela. Selanjutnya, Washington bersiap mengambil tindakan terhadap lebih banyak kapal tanker yang terlibat pelanggaran sanksi, guna semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap rezim Maduro.

EtIndonesia. Departemen Keuangan AS pada 11 Desember 2025 mengumumkan sanksi terhadap enam supertanker yang baru-baru ini memuat minyak mentah di Venezuela beserta perusahaan-perusahaan terkait, serta seorang pengusaha Panama bernama Ramon Carretero Napolitano.

Daftar sanksi ini juga mencakup tiga keponakan istri Maduro, Cilia Flores. Dua di antaranya pernah ditangkap oleh Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA) di Haiti pada tahun 2015 dan pada 2016 divonis bersalah di New York atas kasus perdagangan kokain, sehingga dijuluki “keponakan narkoba”.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa sanksi serta tindakan penyitaan kapal tanker ini bertujuan menghantam jaringan perdagangan minyak ilegal dan mencegah aliran dana menuju organisasi teroris serta rezim ilegal yang menurut AS harus dihentikan.

Reuters, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, melaporkan bahwa Departemen Kehakiman AS dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah mempersiapkan selama berbulan-bulan langkah untuk menargetkan sekelompok kapal tanker “armada bayangan” yang terkena sanksi sebagai sasaran penyitaan berikutnya.

Kapal-kapal ini kerap mengangkut minyak mentah dari negara-negara yang dikenai sanksi seperti Iran, Venezuela, dan Rusia. Dalam rantai perdagangan ini, Tiongkok (PKT) merupakan pembeli terbesar.

Sejak 2019, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi terhadap industri minyak Venezuela. Namun, pekan ini menandai pertama kalinya AS secara langsung mencegat pengiriman minyak mentah Venezuela. Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, setelah penyitaan kapal Skipper pada Rabu (10 Desember), setidaknya tiga pengiriman—sekitar 6 juta barel—minyak andalan Venezuela jenis Merey yang semula dijadwalkan untuk ekspor telah ditunda. Beberapa kapal tanker memilih menunggu di perairan pesisir Venezuela untuk menghindari pencegatan oleh militer AS setelah memasuki perairan internasional.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengungkapkan rincian langkah lanjutan sebelumnya, namun akan “terus melaksanakan kebijakan sanksi presiden untuk mencegah minyak pasar gelap mendanai rezim nakal serta terorisme narkoba”.

Sumber-sumber terkait menilai bahwa jika Amerika Serikat terus menyita kapal tanker minyak, hal tersebut akan menjadi pukulan berat bagi sumber pendapatan utama Venezuela dan membuat pemerintah Maduro menghadapi tekanan ekonomi yang jauh lebih besar. (Hui)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Konflik Perbatasan Thailand–Kamboja Kian Memanas, PM Thailand Bubarkan Parlemen dan Gelar Pemilu Dini

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, situasi politik Thailand juga mengalami perubahan besar. Pada Jumat (12 Desember), Raja Thailand menyetujui permohonan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul untuk membubarkan parlemen. Ini berarti Thailand akan menggelar pemilihan umum dalam waktu 40 hingga 60 hari ke depan.

Gejolak Politik Thailand: Perdana Menteri Bubarkan Parlemen, Pemilu Dini Digelar

Partai oposisi Thailand, Partai Rakyat, yang sebelumnya mendukung Anutin menjadi perdana menteri, menuduhnya gagal memenuhi janji reformasi konstitusi dan bersiap mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintah. Hal ini mendorong Anutin memutuskan untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu lebih awal, dengan alasan ingin “mengembalikan kekuasaan kepada rakyat Thailand”.

Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin, mengatakan:  “Kalian (Partai Rakyat) meminta saya membubarkan parlemen, maka dengan itikad baik saya melakukan sesuai permintaan kalian, dan saya mematuhi seluruh prosedur dengan ketat.”

Anutin menjabat sebagai perdana menteri sejak September tahun ini setelah mantan perdana menteri Paetongtarn diberhentikan. Namun, dalam masa jabatan yang singkat itu, ia terus menghadapi berbagai tantangan: mulai dari wafatnya Ratu Ibu Sirikit, banjir besar di Thailand selatan, hingga kini pecahnya kembali konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja.

Perdana Menteri Thailand: Trump Prihatin atas Konflik Thailand–Kamboja, Tidak Mengaitkan Tarif dengan Konflik

Pada Jumat, Anutin melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump terkait konflik Thailand–Kamboja.

Perdana Menteri sementara Thailand, Anutin, menyatakan:  “Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keprihatinannya atas situasi ini. Ia berharap semuanya kembali ke kondisi saat kami menandatangani Deklarasi Bersama Kuala Lumpur.”

Anutin mengatakan kepada Trump bahwa Kamboja adalah pihak pertama yang melanggar deklarasi bersama tersebut. Ia menegaskan bahwa Thailand bukanlah pihak agresor, melainkan terpaksa melakukan perlawanan setelah mengalami kerugian, demi mempertahankan kedaulatan dan keselamatan rakyatnya. Ia juga menekankan bahwa Thailand hanya akan menghentikan tembakan setelah pihak Kamboja menjamin penarikan pasukan serta pembersihan seluruh ranjau darat yang telah dipasang.

Anutin menambahkan bahwa Presiden Trump tidak memberikan tekanan apapun kepada Thailand, dan tidak mengaitkan isu tarif perdagangan dengan konflik tersebut.

Pasukan Thailand–Kamboja Bertempur di 13 Garis Front, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi

Pejabat Kamboja membantah pernyataan Thailand dan menyatakan bahwa Kamboja adalah pihak yang menjadi korban, serta menyerukan gencatan senjata.

Militer Thailand menyebutkan bahwa pasukan kedua negara saat ini terlibat pertempuran di 13 garis depan yang tersebar di empat provinsi perbatasan. Data menunjukkan bahwa konflik sepanjang pekan ini telah menewaskan sedikitnya 20 orang, melukai lebih dari 260 orang, dan memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Seorang warga Kamboja yang mengungsi, Kim Kay, mengatakan:  “Saya hanya membawa beberapa barang kecil. Saya sangat miskin dan tidak punya uang, tetapi untungnya saya membawa ikan untuk dimasak sebagai makanan sehari-hari bagi anak-anak.”

Seorang warga Thailand yang mengungsi, Samruay Lengtharmdee, berkata:  “Saya tidak ingin konflik seperti ini terjadi. Ini sudah kedua kalinya saya harus mengungsi ke tempat ini.” (Hui)

Laporan gabungan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Yi Jing.

Berjalan di Atas Lumpur Hitam : Puluhan Kilometer Demi Sepotong Roti di Tapanuli Selatan 

Etindonesia. Bencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan, Sumatera Utara telah menempatkan warga dalam posisi terdesak. Bagi korban banjir yang aksesnya terisolasi, pilihan yang tersisa hanyalah berjalan kaki sejauh puluhan kilometer demi mendapatkan bahan makanan. Mereka harus menantang bahaya di tengah permukiman yang luluh lantak tersapu banjir.

Hampir sepekan bencana terjadi, namun tak ada bantuan yang sampai di tangan warga Tapanuli Selatan. Mereka mesti bertahan dalam kondisi serba terbatas dan dilaporkan kewalahan dalam memenuhi kebutuhan sembako. Mereka berjalan kaki menantang bahaya demi memberi makan keluarga.

“Sudah hampir sepekan tak ada bantuan yang sampai,” tutur seorang warga.

Di tengah medan berlumpur dan sulit, tim SAR gabungan tak henti melakukan pencarian dan evakuasi korban. Namun, fokus utama warga yang selamat adalah memohon uluran tangan. “Kalau bisa harapan kami tolong bantuannya lah Pak sama kami Tengoklah semua… Bantuan pun baru ini datang sama kami,” ujar salah satu warga.

Desa yang Hilang Ditelan Kayu Gelondongan

Tingkat kehancuran di Tapsel memang di luar perkiraan. “Saya tidak mengira sebesar ini,” ujar salah satu pelapor di lokasi.

Desa yang dihuni ratusan jiwa kini berubah menjadi lautan lumpur. Pemandangan yang mendominasi adalah lumpur tebal dan hamparan kayu gelongdongan sejauh mata memandang. Rumah Irma hanyalah satu dari sekian banyak bangunan yang luluh lantak setelah permukimannya porak-poranda dilanda banjir bandang.

Keberadaan “kayu gelongdongan” ini memperkuat temuan sebelumnya di lokasi yang sama, Desa Garoga, di mana banjir bandang diperparah oleh ribuan batang kayu hutan yang diduga hasil penebangan liar, memiliki bekas potongan gergaji mesin, dan menghantam rumah-rumah hingga hilang ditelan pasir [histori percakapan]. Desa Garoga, yang merupakan bagian dari Tapsel, dilaporkan telah “hilang ditelan tanah berpasir mengerikan” dengan 140 rumah lenyap seketika [histori percakapan].

Krisis Komunikasi dan Korban Hilang

Fokus penanganan saat ini adalah membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan dasar bagi warga terisolasi. Selain itu, perbaikan infrastruktur menjadi hal yang tak kalah penting, khususnya perbaikan jaringan listrik dan akses komunikasi.

Dilaporkan bahwa banyak tower-tower yang runtuh akibat bencana. Pihak PLN menyatakan akan segera mengaktifkan listrik dalam jangka pendek agar masyarakat segera mendapatkan akses kembali.

Namun, duka yang paling mendalam datang dari data korban. Menurut Data Kantor SAR Medan dan Nias per Senin 15 Desember 2025, korban meninggal di Tapanuli Selatan mencapai 86 orang, sementara 29 orang masih dilaporkan hilang. Secara total warga terdampak di Tapsel 279.974 jiwa.

Angka korban hilang ini sangat mendekati laporan sebelumnya yang menyebutkan sekitar 47 masyarakat masih belum ditemukan karena hanyut ke sungai [histori percakapan]. Jumlah korban jiwa yang mencapai puluhan orang ini menjadi indikator tragis dari amukan air bah yang diduga diperparah oleh keserakahan manusia [histori percakapan].

Di tengah medan berlumpur dan sulit, pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan. Warga yang bertahan hanya bisa berharap, bahwa setelah hampir sepekan tanpa bantuan, akses dan logistik segera memulihkan kehidupan mereka. (yud)

 Lahirnya Catatan Serangga

EtIndonesia. Jean-Henri Fabre, ahli serangga terkenal dari Prancis, sejak kecil sudah mencintai alam. Dia sering mengamati kehidupan serangga dan hewan-hewan kecil seperti kerang. Semangatnya dalam melakukan penelitian begitu besar hingga dia hampir tenggelam di dalamnya; seolah seluruh dunianya hanya berisi serangga.

Untuk memahami kehidupan seekor serangga, Fabre bisa berbaring tanpa bergerak di tanah, dari matahari terbit hingga matahari terbenam, hanya untuk mengamati satu detail perilaku. Untuk menangkap seekor serangga tertentu, dia sering melompat-lompat mengikutinya ke mana pun dia pergi.


Dia pernah meneliti proses “melamar” dari ngengat jantan terhadap ngengat betina. Penelitian itu saja menghabiskan tiga tahun penuh. Tepat ketika dia hampir mendapatkan hasil akhirnya, “pengantin betina” tiba-tiba dimakan oleh seekor belalang sembah. Fabre tidak putus asa. Dia memulai kembali dari awal dan kembali mengamati selama tiga tahun lagi hingga akhirnya memperoleh data yang dibutuhkan.

Dengan gairah yang begitu tinggi terhadap observasi dan dengan kesabaran yang luar biasa, Fabre mencapai prestasi besar dalam dunia biologi. Karyanya yang monumental, “Souvenirs Entomologiques” (Catatan Serangga), terdiri dari sepuluh jilid dan memberikan dampak besar dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pesan moral:

Dalam pandangan epistemologi Marxis, praktik adalah sumber pengetahuan—kebenaran lahir dari pengalaman nyata. Untuk mencapai pemahaman dari yang sekadar bersifat indrawi menuju pemahaman yang rasional, seseorang harus terlebih dahulu mengumpulkan banyak pengalaman konkret.

Lahirnya karya besar Catatan Serangga adalah hasil ketekunan Fabre selama bertahun-tahun dalam mengamati dengan teliti dan penuh kesabaran. Siapa pun yang ingin membuat kontribusi dalam memahami dan mengubah dunia harus mengerahkan seluruh potensi dirinya secara aktif.

Jalan hidup tidak pernah mulus. Hasil akhir yang gemilang memang mengagumkan, tetapi untuk mencapai titik itu, kita harus berani menghadapi kesulitan dan tantangan dengan keyakinan yang lebih kuat dan ketangguhan yang lebih besar. (jhn/yn)

 Di Matanya Hanya Melihat Kelinci Liar

EtIndonesia. Seorang manajer umum ingin memilih satu orang dari tiga kandidat terbaik untuk menjadi asistennya. Dia sudah menimbang-nimbang berkali-kali, namun tetap tidak dapat mengambil keputusan. Akhirnya, dia memutuskan membawa ketiga kandidat itu berburu, untuk melihat cara mereka bereaksi di lapangan.

Setelah tiba di lokasi dan semua persiapan selesai, sebelum berburu dimulai, manajer itu bertanya kepada mereka: “Menurut kalian, apa yang kalian lihat?”

  • Kandidat pertama berkata: “Saya melihat padang rumput yang luas, langit biru, awan putih, dan seekor kelinci liar yang sedang berlari.”
  • Kandidat kedua menjawab: “Saya melihat Anda, para rekan kerja, pemandangan indah di depan mata, kelinci liar yang berlari, serta bebek liar di air.”
  • Kandidat ketiga dengan tenang berkata: “Saya hanya melihat kelinci liar.”

Setelah kembali ke perusahaan, manajer tersebut langsung menetapkan kandidat ketiga sebagai asistennya. Waktu membuktikan keputusannya tepat—kandidat ketiga bekerja dengan sangat baik dan segera mendapatkan promosi.

Pesan moral: 

Saat menghadapi persoalan atau menjalankan tugas, kita harus mampu menangkap inti persoalan dan memusatkan tenaga pada hal yang paling penting. Jika kita tidak membedakan mana yang utama dan mana yang sekunder, atau gagal melihat pusat masalah, kita tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Kandidat ketiga unggul karena dia mampu fokus pada sasaran utama. Dan sering kali, perbedaan antara sukses dan gagal terletak pada perbedaan pusat perhatian dalam memilih prioritas.(jhn/yn)