Iklan Natal McDonald’s Dikritik, Lalu Cepat-cepat Ditarik

Iklan Natal berbasis AI yang dirilis McDonald’s di Belanda memicu gelombang kritik besar seperti “McFlurry”, sehingga pihak McDonald’s pada Rabu (10 Desember) mengumumkan bahwa mereka resmi menariknya.

EtIndonesia. Iklan yang dibuat oleh McDonald’s cabang Belanda itu berjudul “Waktu Terburuk di Tahun Ini”. Iklan tersebut menggambarkan kekacauan saat Natal—misalnya Santa Claus yang terjebak kemacetan, dan seorang pesepeda Belanda yang membawa banyak hadiah terjatuh di jalan bersalju. Pesannya adalah: sebelum Januari tiba, mampirlah ke restoran McDonald’s untuk mengatasi stres sepanjang musim liburan.

Namun iklan ini memicu kritik besar di media sosial seperti “badai McFlurry”. Seorang pengguna menulis, “Iklan ini menghancurkan suasana Natal saya.” Pengguna lain berkomentar, “Sudahlah, hentikan sampah AI.”

 “Iklan Natal ini awalnya dimaksudkan untuk menggambarkan ketegangan di Belanda selama masa liburan. Namun berdasarkan komentar di media sosial dan laporan media internasional, kami menyadari bahwa bagi banyak pelanggan, periode ini justru adalah ‘waktu terindah dalam setahun’,” ujar McDonald’s Belanda dalam pernyataannya kepada AFP. 

CEO The Sweetshop Films, Melanie Bridge, yang membuat iklan tersebut, membela penggunaan AI melalui LinkedIn dengan mengatakan:  “Tujuannya bukan menggantikan keahlian manusia, melainkan memperluas peralatan yang ada. Visi, selera, dan kepemimpinan… itu semua tetap akan menjadi milik manusia.”

Ia juga menambahkan, “Yang tidak dilihat publik adalah jam kerja yang kami curahkan untuk proyek ini, jauh lebih banyak daripada produksi tradisional. Sepuluh orang bekerja selama lima minggu, dari pagi hingga malam.”

Menanggapi hal ini, Emlyn Davies dari perusahaan produksi independen Bomper Studio berkomentar di bawah unggahan tersebut:  “Lalu bagaimana dengan orang-orang yang seharusnya terlibat? Para aktor, paduan suara? Hanya 10 orang untuk proyek sebesar ini, dibandingkan produksi tradisional, itu sangat sedikit.” (Hui)

Tembok Kuil Jebol Diterjang Xiaomi SU7—Netizen : ‘Kalau Tak Ada Lahan Hijau, Ya Beginilah!’

Kecelakaan mobil listrik Xiaomi terus terjadi dan menuai banyak keraguan publik. Pada 10 Desember, sebuah video berjudul “Mobil Xiaomi menabrak dan merusak kuil” beredar luas di internet daratan Tiongkok. Warganet pun menyindir: “Sabuk hijau (median jalan) sudah tidak cukup, sekarang sampai menabrak kuil.”

EtIndonesia. Video yang beredar menunjukkan sebuah sedan berwarna putih dengan plat nomor “浙AEF5038” menabrak dan menerobos dinding sebuah kuil. Tembok kuil berlubang besar, tulisan “Amitabha” di dinding rusak hingga hanya tersisa satu karakter, dan pecahan batu bata serta semen berserakan di tanah. Atap mobil juga tertimpa puing-puing, salah satu pilar penyangga kuil roboh, dan bagian atap bangunan runtuh — namun kerusakan pada mobil terlihat tidak terlalu parah.

Video ini viral di media sosial Tiongkok, meski lokasi kejadian tak disebutkan. Berdasarkan kode plat “浙A”, diduga kecelakaan terjadi di Hangzhou, Zhejiang.

Beberapa warganet menyebut, pada pukul tiga sore video tersebut hampir mencapai 100 ribu “like”. Namun sekitar pukul 19.00, video itu dihapus setelah divonis melanggar aturan oleh bagian hukum Xiaomi, dengan alasan “menampilkan produk Xiaomi secara ilegal.”

Warganet pun ramai-ramai berkomentar:

  • “Xiaomi menyerang kuil Raja Naga.”
  • “Cuma mau tanya apakah para biksu menyerah?”
  • “Sabuk hijau saja sudah tidak cukup buat Xiaomi!”
  • “Mobil Xiaomi tinggal belum terbang ke luar angkasa.”
  • “Beneran nekat, ke mana saja berani nabrak.”

Mobil listrik Xiaomi dikenal memikat anak muda karena konsepnya yang menonjolkan kecepatan. Namun kecelakaannya sering terjadi. Selain insiden besar yang menewaskan korban, Xiaomi SU7 berkali-kali diberitakan menabrak sabuk hijau dan pagar pembatas jalan.

Pada 1 Desember, di Puyang, Henan, sebuah Xiaomi SU7 menabrak ratusan meter pagar pembatas, merusakkan lebih dari sepuluh mobil di jalur tersebut. Pengemudi terluka dan mobil mengalami kerusakan berat.

(Tangkapan layar dari internet)

Pada 22 November, di Dongguan, Guangdong, sebuah mobil Xiaomi menabrak kamera pengawas di pinggir jalan dan masuk ke sabuk hijau, “terjepit” tepat di antara dua batang pohon.

(Tangkapan layar dari internet)

Pada 16 November, di Distrik Xindu, Chengdu, sebuah Xiaomi SU7 tergelincir karena jalan basah dan kehilangan kendali sehingga menabrak sabuk hijau jalan.

(Tangkapan layar dari internet)

Warganet pun kembali menyindir:

  • “Setiap hari ada model baru kecelakaannya.”
  • “Waktu untuk pagar pembatas dan sabuk hijau semakin sedikit.”
  • “Kalau suatu hari tidak menabrak, itu baru jadi berita.”
  • “Sabuk hijau sudah seperti wilayah khususnya Xiaomi.”

Laporan oleh Li Li, Lin Qing

Membongkar Pintu yang Mengurung Diri Sendiri

EtIndonesia. Ada seorang tukang kayu yang sangat mahir membuat pintu. Untuk rumahnya sendiri, dia membuat sebuah pintu yang menurutnya sangat kokoh: bahan bagus, pengerjaan teliti, dan pasti akan bertahan lama.

Beberapa waktu kemudian, paku pada pintu itu mulai berkarat dan satu papan pun jatuh. Tukang kayu itu mengambil paku baru dan memperbaikinya hingga pintu kembali sempurna. Tak lama setelah itu, satu paku lain kembali lepas. Dia pun menggantinya. Lalu ada sebuah papan yang rusak—dia mengganti papan itu.  Beberapa waktu kemudian, kunci pintunya rusak—dia pun mengganti kunci itu.

Tahun demi tahun berlalu. Meski pintu itu berkali-kali rusak, berkat perbaikan sang tukang kayu, pintu tersebut tetap utuh dan bisa dipakai. Dia sangat bangga. Menurutnya, kalau bukan karena keahliannya, pintunya pasti sudah lama tidak bisa digunakan.

Hingga suatu hari, seorang tetangga berkata kepadanya: “Kamu tukang kayu. Lihatlah pintu rumahmu sendiri!”

Tukang kayu itu pun memperhatikannya dengan lebih saksama. Barulah dia sadar—pintu rumah tetangganya semuanya model baru, lebih kuat, lebih indah. Sementara pintu rumahnya sendiri sudah tua, tambalan di mana-mana, dan tampak usang.

Saat itu dia mengerti: Justru karena keahlian membuat pintu, dia terus mempertahankan pintu yang lama—dan tanpa sadar menghambat perkembangan pintunya sendiri.

Pesan yang Bisa Dipetik

Mempelajari suatu keahlian memang penting. Tetapi mengubah cara berpikir jauh lebih penting.

Keahlian dalam suatu bidang adalah aset besar, tetapi jika kita bergantung padanya tanpa mau beradaptasi, keahlian itu justru bisa menjadi “pintu” yang mengurung diri kita sendiri.

Di dunia yang terus berubah, diperlukan keberanian dan tekad untuk:

  • membongkar “pintu tak terlihat” yang membatasi diri,
  • menantang kebiasaan lama,
  • meninjau ulang metode yang selama ini dianggap paling benar,
  • dan terus meningkatkan kemampuan diri.

Hanya dengan begitu, kita bisa melihat dunia yang lebih luas dan menikmati pemandangan indah di luar sana.(jhn/yn)

Dewa Maut Pun Takut pada Orang yang Pantang Menyerah

EtIndonesia. Dua orang penjelajah tersesat di tengah padang gurun Gobi yang luas dan sunyi. Karena terlalu lama tanpa air, bibir mereka pecah-pecah hingga mengeluarkan darah. Jika keadaan itu terus berlanjut, mereka pasti akan mati kehausan!

Salah satu penjelajah yang lebih tua mengambil botol air kosong dari tangan temannya. Dengan suara tegas namun penuh ketenangan, dia berkata, “Aku akan mencari air. Kamu tetap di sini menunggu.”

Kemudian dia mengambil sebuah pistol dari ranselnya, menyerahkannya kepada temannya sambil berkata:  “Di sini ada enam peluru. Setiap satu jam sekali, tembakkan satu peluru ke udara. Jika aku menemukan air, aku bisa mengikuti arah suara tembakanmu dan menemukanmu kembali. Ingat baik-baik!”

Melihat temannya mengangguk, dia pun melangkah pergi dengan sisa kekuatan yang ada.

Detik demi detik berlalu…

Waktu berjalan perlahan, dan kini hanya tersisa satu peluru terakhir di dalam pistol. Namun sang pencari air masih belum kembali.

Si penjelajah yang lebih muda mulai gelisah. Dia berpikir: “Dia pasti sudah tertimbun badai pasir… atau mungkin sudah menemukan air lalu meninggalkanku sendirian…”

Kelaparan, kehausan, dan rasa takut berubah menjadi keputusasaan yang menyesakkan. Dia merasa aroma kematian semakin dekat, seolah Dewa Maut sedang menatap wajahnya dari balik pasir.

Dalam ketakutan yang memuncak, dia mengangkat pistol itu… dan menembakkan peluru terakhir ke kepalanya.

Ironisnya…

Ketika tubuhnya jatuh tergeletak di pasir, temannya tiba—membawa dua botol besar penuh air.

Penjelajah muda itu sungguh malang. Dia bukan mati karena kehausan, bukan juga karena ditinggalkan… Dia mati karena menyerah tepat sebelum penyelamat tiba.

Begitu sering dalam hidup, kita sudah bertahan melalui masa-masa tersulit: masa gelap, masa hampa, masa di mana harapan hampir tidak terlihat.  Namun saat keberhasilan tinggal selangkah lagi, banyak orang justru memilih menyerah—dan kehilangan segalanya.

Pesan Hidup

Pada saat-saat tersulit dan paling menyesakkan, jangan pernah menyerah. Bertahanlah sedikit lagi. Sering kali, kemenangan datang setelah titik paling gelap dalam perjalanan kita.

Orang yang menggertakkan giginya dan terus melangkah— bahkan Dewa Maut pun menjauh, karena suara tekad itulah yang paling ditakutinya.

Renungan

  • Menghargai hidup bukan berarti hidup sekadarnya.
  • Menghabiskan hari tanpa tujuan, tanpa usaha, tak ada bedanya dengan bunuh diri perlahan.
  • Menghargai hidup berarti menghargai waktu, bekerja, berjuang, dan menanam agar kelak kita bisa menikmati buahnya.

Ketika saat panen tiba dan keberhasilan tergenggam, di situlah kebahagiaan sejati lahir.(jhn/yn)

Australia Resmi Melarang Anak-anak di Bawah Umur Main Media Sosial—Gelombang Larangan Global Segera Menyusul

EtIndonesia. Pada Rabu (10/12/2025), para remaja di Australia bangun tidur dan mendapati akun mereka di TikTok, Facebook, YouTube, X, dan delapan platform media sosial lainnya telah diblokir. Kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi remaja ini mendapat respons dari berbagai negara seperti Eropa, Selandia Baru, dan Malaysia yang berencana mengikuti langkah tersebut. Malaysia bahkan telah mengumumkan pada November  bahwa mulai tahun depan, anak-anak dan remaja di bawah 16 tahun dilarang menggunakan media sosial.

“Ini sangat menggembirakan. Saya senang analisis mereka (Australia) sama dengan saya — kita perlu melindungi anak-anak dengan lebih baik dari ancaman daring,” ujar Anggota Parlemen Eropa, Christel Schaldemose. 

Dua minggu lalu, Parlemen Eropa mengesahkan resolusi terkait pembatasan usia, menyerukan larangan anak-anak dan remaja di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.

Schaldemose, penggagas resolusi tersebut, berharap larangan di Eropa nantinya dapat menghilangkan fitur-fitur media sosial yang berbahaya dan membuat ketagihan.

Ia menambahkan: “Kami ingin batas usia ditetapkan pada 16 tahun, dan dengan persetujuan orang tua, penggunaan dapat dimulai dari usia 13 tahun.”

Banyak orang tua di Inggris berharap kebijakan serupa dapat diterapkan di negara mereka demi melindungi anak-anak.

Seorang warga Inggris, Laura, mengatakan: “Ini ide yang bagus. Saya berharap aturan ini juga diterapkan di sini, karena saat ini siapa pun bisa menghubungi anak Anda hanya dengan satu klik.”

Seorang mahasiswa Prancis, Emma, melihat manfaat dari larangan media sosial di Australia, tetapi juga mengajukan beberapa catatan.

Emma mengatakan: “Benar, kalau saya kembali ke masa SMA dan media sosial dilarang, saya bisa bayangkan betapa banyak hal positif yang bisa saya lakukan. Saya bisa lebih fokus belajar dan membangun hubungan pertemanan yang lebih sehat.”

Namun menurutnya, melarang baru pada usia 16 tahun terlalu terlambat, karena anak-anak berusia 11–12 tahun saat ini sudah mulai menggunakan media sosial.

Negara-negara seperti Jerman, Prancis, Denmark, Norwegia, dan Italia telah menetapkan bahwa anak di bawah umur hanya boleh menggunakan media sosial dengan persetujuan orang tua.

Di Amerika Serikat, Undang-Undang Perlindungan Privasi Anak Daring (COPPA) melarang platform media sosial mengumpulkan data pribadi anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua. (Hui)

Laporan oleh Anqi dan Liu Fang, New Tang Dynasty Television

Polisi Inggris Memburu Tersangka Setelah 600 Artefak Kekaisaran Inggris Dicuri dari Museum

EtIndonesia. Lebih dari 600 artefak yang berkaitan dengan sejarah Kekaisaran dan Persemakmuran Inggris telah dicuri dari koleksi Museum Bristol, kata polisi pada hari Kamis (11/12) saat mereka merilis gambar empat tersangka.

Kepolisian Avon dan Somerset mengatakan barang-barang dengan “nilai budaya yang signifikan” tersebut diambil dari sebuah gudang penyimpanan pada dini hari tanggal 25 September.

Kepolisian mengatakan ingin berbicara dengan empat pria terkait pencurian tersebut dan meminta informasi dari masyarakat.

Tidak jelas mengapa permohonan tersebut diajukan lebih dari dua bulan setelah kejahatan terjadi.

Dewan Kota Bristol mengatakan barang-barang yang dicuri termasuk medali, lencana dan pin, kalung, gelang dan cincin, barang-barang dekoratif seperti gading ukir, barang-barang perak dan patung perunggu, serta spesimen geologi.

Philip Walker, kepala bidang budaya dan industri kreatif di Dewan Kota Bristol, mengatakan barang-barang yang dicuri merupakan bagian dari koleksi yang mendokumentasikan hubungan selama dua abad antara Inggris dan negara-negara yang pernah membentuk kekaisarannya.

“Koleksi ini memiliki signifikansi budaya bagi banyak negara dan memberikan catatan serta wawasan yang tak ternilai tentang kehidupan mereka yang terlibat dan terpengaruh oleh Kekaisaran Inggris,” kata Walker.

Detektif Polisi Dan Burgan, petugas investigasi, mengatakan pencurian tersebut “merupakan kerugian besar bagi kota.”

“Barang-barang ini, yang sebagian besar merupakan sumbangan, merupakan bagian dari koleksi yang memberikan wawasan tentang bagian sejarah Inggris yang berlapis-lapis, dan kami berharap masyarakat dapat membantu kami untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.”

Kota pelabuhan Bristol, 120 mil (195 kilometer) barat daya London, memainkan peran utama dalam perdagangan budak trans-Atlantik. Kapal-kapal yang berbasis di kota ini mengangkut setidaknya setengah juta orang Afrika ke perbudakan sebelum Inggris melarang perdagangan budak pada tahun 1807. Banyak penduduk Bristol pada abad ke-18 membantu mendanai perdagangan tersebut dan berbagi keuntungan, yang juga digunakan untuk membangun rumah-rumah dan bangunan-bangunan bergaya Georgia yang indah yang masih menghiasi kota ini.

Kota ini menjadi fokus perhatian dan perdebatan internasional pada tahun 2020, ketika para demonstran anti-rasisme merobohkan patung pedagang budak abad ke-17, Edward Colston, dari alasnya di kota dan membuangnya ke Sungai Avon.

Patung yang dirusak tersebut kemudian diangkat dan dipajang di sebuah museum.(yn)

Dalam Keadaan Mabuk Jamur, Pilot Alaska Air Berusaha Mematikan Mesin Pesawat di Udara –  Dia Sedang Tidak Bertugas

EtIndodnesia. Seorang pilot yang kurang tidur dan sedang tidak bertugas, yang dilaporkan “mabuk jamur ajaib”, dituduh mencoba menabrakkan pesawat Alaska Airlines yang membawa 83 penumpang dan awak lainnya, yang terbang dari Seattle ke San Francisco. Joseph Emerson dilaporkan sedang duduk di kursi tambahan di kokpit pesawat ketika tiba-tiba dia meraih dua tuas pemutus mesin darurat di panel langit-langit dan mulai menariknya ke bawah.

Insiden itu terjadi pada Oktober 2023 di pesawat jet regional Embraer E75 yang dioperasikan oleh anak perusahaan regional Alaska, Horizon Air. Sebuah rekaman audio kokpit penerbangan baru-baru ini muncul secara online, mendokumentasikan momen ketika Emerson mencoba mematikan mesin pesawat.

Dalam audio tersebut, pilot yang sedang bertugas terdengar bertanya kepada Emerson apa yang salah setelah dia mengatakan ingin pulang.

Kemudian terdengar suara perkelahian dan umpatan saat pilot bertanya: “Hei, ada apa?!”

“Horizon, kita perlu melakukan pendaratan darurat,” kata pilot yang kini terengah-engah itu kepada petugas pengontrol lalu lintas udara.

“Ada penumpang di kokpit yang mencoba mematikan mesin kita. Kita harus langsung menuju Portland sekarang,” tambahnya.

Emerson kemudian mengatakan kepada petugas penegak hukum bahwa dia merasakan efek dari apa yang disebut “jamur ajaib” yang telah dia makan dua hari sebelumnya.

Sebuah video juga muncul yang menunjukkan saat jaksa setempat di Portland, Oregon, membawa Emerson keluar dari pesawat dengan borgol setelah penerbangan tersebut melakukan pendaratan darurat di Portland.

Mengapa Pilot ‘Sedang Tidak Bertugas’ Berada di Kokpit?

Menurut laporan CBS News, karena penerbangan yang penuh sesak itulah Emerson akhirnya berada di kursi kokpit.

Tuas yang ditariknya di kokpit dimaksudkan untuk memutus aliran bahan bakar jika terjadi kebakaran.

Sebelumnya, Emerson mengatakan kepada CBS News bahwa dia berada dalam “mimpi” atau “keadaan disosiatif,” dan mengira menarik tuas akan “membangunkannya.”

“Itu tidak membangunkan saya, kan. Saya berada di dunia nyata. Saya tahu itu sekarang… Itu adalah tiga detik paling penting dalam hidup saya,” katanya.

Emerson telah mengaku bersalah atas tuduhan mengganggu awak penerbangan. Dia mengaku tidak membantah tuduhan membahayakan pesawat dan 83 tuduhan membahayakan orang lain. Untuk pengakuan bersalah tersebut, dia dijatuhi hukuman penjara selama 46 hari dan tiga tahun masa percobaan.

Untuk tuduhan lainnya, dia dijatuhi hukuman lima tahun masa percobaan dan masa tahanan yang telah dijalani. (yn)

Bentrokan Thailand-Kamboja Meningkat dengan Serangan Udara dan Artileri

EtIndonesia. Kamboja mengatakan Thailand melancarkan lebih banyak serangan udara pada hari Kamis (11/12), ketika pertempuran sengit berkobar di sepanjang perbatasan kedua negara dan kedua pihak saling menuduh melanggar kedaulatan mereka di sepanjang wilayah perbatasan yang diperebutkan.

Pertempuran skala besar terbaru dipicu oleh bentrokan pada hari Minggu yang melukai dua tentara Thailand dan menggagalkan gencatan senjata yang didorong oleh Presiden AS, Donald Trump yang mengakhiri lima hari pertempuran pada bulan Juli atas sengketa teritorial yang telah berlangsung lama.

Sekitar dua lusin orang dilaporkan tewas dalam pertempuran minggu ini, sementara ratusan ribu orang telah mengungsi di kedua sisi perbatasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa sebuah jet tempur militer Thailand menjatuhkan tiga bom di daerah perbatasan. Juru bicara Kementerian, Maly Socheata, menuduh Thailand melanggar hukum internasional dengan menggunakan “segala jenis senjata berat dan pengerahan sejumlah besar pasukan untuk melanggar wilayah Kamboja.”

Sebelumnya, Angkatan Darat Thailand mengatakan Kamboja melancarkan serangan pada Rabu malam dengan artileri dan mortir terhadap posisi Thailand.

Angkatan Darat Thailand mengatakan mereka membalas dengan jenis senjata berat yang sama, menyebabkan kerusakan termasuk “penghancuran truk musuh.” Namun Juru Bicara Angkatan Udara Marsekal Udara Jackkrit Thammavichai tidak mengkonfirmasi atau membantah bahwa serangan udara terjadi pada hari Kamis.

“Angkatan udara Thailand akan melanjutkan operasi udaranya sampai pihak lawan menghentikan semua upaya yang mengancam kedaulatan, keamanan, dan keselamatan rakyat Thailand,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pertempuran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran internasional, termasuk dari Paus Leo XIV, yang mengatakan kepada audiensi di Vatikan pada hari Rabu bahwa dia “sangat sedih dengan berita tentang konflik yang kembali terjadi.”

“Ada korban jiwa, termasuk di antara warga sipil, dan ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka,” kata Leo. “Saya menyampaikan kedekatan saya dalam doa kepada rakyat yang terkasih ini.”

Gencatan senjata awal pada bulan Juli dimediasi oleh Malaysia dan didorong oleh tekanan dari Trump, yang mengancam akan menahan hak istimewa perdagangan kecuali Thailand dan Kamboja setuju. Gencatan senjata tersebut diformalkan secara lebih rinci pada bulan Oktober dalam pertemuan regional di Malaysia yang dihadiri Trump.

Meskipun ada kesepakatan tersebut, kedua negara melanjutkan perang propaganda yang sengit dan kekerasan lintas perbatasan kecil terus berlanjut. Kamboja mengeluh bahwa Thailand tidak mengembalikan 18 tentara yang ditangkapnya saat gencatan senjata mulai berlaku, sementara Thailand memprotes setelah tentara yang berpatroli di perbatasan terluka oleh ranjau darat, yang menurut mereka baru saja ditanam oleh Kamboja. Kamboja bersikeras bahwa ranjau tersebut merupakan sisa dari perang saudara selama beberapa dekade yang berakhir pada tahun 1999.

Trump mengatakan dia berharap dapat berbicara melalui telepon dengan kedua pemimpin pada hari Kamis, dan menyatakan keyakinannya bahwa dia akan membujuk kedua pihak untuk menghentikan pertempuran.

“Saya pikir saya bisa membuat mereka berhenti bertempur. Siapa lagi yang bisa melakukan itu?” kata Trump pada hari Rabu dalam percakapan dengan wartawan, di mana ia juga mengulangi klaimnya yang berlebihan tentang penyelesaian delapan perang di seluruh dunia sejak kembali ke Gedung Putih. “Sesekali, api akan berkobar lagi dan saya harus memadamkan api kecil itu.”

AS belum menghubungi Thailand setelah pernyataan terbaru Trump, kata Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul kepada wartawan di Bangkok pada hari Kamis.

Anutin, yang mencerminkan sentimen publik nasionalis, telah berulang kali bersumpah untuk terus berjuang sampai kedaulatan dan keamanan Thailand terjamin.

Thailand telah mengerahkan jet tempur untuk melakukan serangan udara terhadap apa yang mereka sebut sebagai target militer. Kamboja telah mengerahkan peluncur roket BM-21 dengan jangkauan 30-40 kilometer (19-25 mil).

Menurut data yang dikumpulkan oleh penyiar publik ThaiPBS, setidaknya enam tentara Thailand yang tewas terkena pecahan roket.

Komando regional timur laut tentara Thailand mengatakan pada hari Kamis bahwa beberapa daerah pemukiman dan rumah di dekat perbatasan rusak akibat peluncur roket BM-21 dari pasukan Kamboja.

Tentara Thailand juga mengatakan telah menghancurkan sebuah derek tinggi di puncak bukit yang dikuasai Kamboja tempat kuil Preah Vihear yang berusia berabad-abad berada, karena diduga derek tersebut menyimpan perangkat elektronik dan optik yang digunakan untuk tujuan komando dan kendali militer.

Militer Thailand mengumumkan pada hari Kamis bahwa sembilan tentaranya telah tewas sejak Senin. Para pejabat mengatakan empat warga sipil juga tewas, tetapi bukan sebagai akibat langsung dari bentrokan; mereka memiliki masalah kesehatan yang mendasar dan sebagian besar meninggal saat dievakuasi. Militer juga mengatakan bahwa lebih dari 120 tentara telah terluka.

Kamboja mengatakan pada hari Kamis bahwa 11 warga sipil di pihaknya telah tewas dan 74 lainnya terluka.

Badan kebudayaan PBB, UNESCO, pada hari Rabu menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas pertempuran di sekitar kuil Preah Vihear, yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.

“UNESCO siap memberikan bantuan teknis yang diperlukan untuk memastikan perlindungan kekayaan budaya dan menerapkan langkah-langkah pengamanan yang diperlukan segera setelah kondisi memungkinkan,” katanya.

Akar konflik perbatasan Thailand-Kamboja terletak pada sejarah permusuhan atas klaim teritorial yang saling bersaing. Klaim-klaim ini sebagian besar berasal dari peta tahun 1907 yang dibuat ketika Kamboja berada di bawah kekuasaan kolonial Prancis, yang menurut Thailand tidak akurat. Ketegangan diperburuk oleh putusan Mahkamah Internasional tahun 1962 yang memberikan kedaulatan kepada Kamboja, yang masih membuat banyak warga Thailand geram. (yn)

Kisah Inspiratif: Sebuah Lelucon yang Melahirkan Sebuah Mobil

EtIndonesia. Suatu hari, Henry Ford menjual sebuah mobil kepada seorang dokter. Di dekatnya, seorang pekerja yang ikut menyaksikan transaksi itu bergurau kepada temannya: “Entah kapan kita bisa membeli mobil seperti itu.”

Temannya pun membalas candaan itu: “Gampang saja! Mulai sekarang kamu jangan makan, jangan tidur, kerja 24 jam sehari. Saya rasa, lima tahun sudah cukup untuk beli satu mobil.”

Semua orang yang mendengarnya langsung tertawa. Namun Ford tidak ikut tertawa.
Perkataan sederhana dan bernada bercanda itu justru membuatnya terpikir sesuatu: mungkinkah dia menciptakan mobil yang harganya cukup murah sehingga bahkan tukang semir sepatu pun mampu membelinya?

Empat tahun kemudian, lahirlah mobil legendaris Model T. Harga mobil itu 80% lebih murah dibandingkan mobil-mobil lain di pasaran—hanya 575 dolar per unit. Begitu dipasarkan, mobil itu langsung ludes terjual dan permintaan melonjak tak terbendung.

Ford pun berkata: “Bahkan sebuah lelucon, bila kamu mau memikirkannya dengan sungguh-sungguh, bisa memicu inspirasi bisnis yang luar biasa.”

Karena kesungguhannya memperhatikan hal-hal kecil, Ford—seorang pengusaha dengan rasa tanggung jawab sosial yang kuat, yang ingin menjadikan mobil sebagai alat transportasi yang dapat digunakan oleh semua orang—mampu melihat peluang besar dari sebuah candaan sederhana.

Mampu atau tidaknya seseorang melihat perbedaan kecil dalam detail—itulah yang membedakan antara orang yang bersungguh-sungguh dan yang tidak. Itulah pula yang membedakan antara orang yang bertanggung jawab terhadap hasil, dengan mereka yang hanya menjalani tanpa tujuan.  Dan perbedaannya akan menghasilkan hasil yang sama sekali berbeda. (jhn/yn)

Operasi Senyap AS Terbongkar: Machado Lolos, B-52 Terbang Rendah, Tekanan Multi-Front ke Beijing Dimulai


EtIndonesia.
Dalam beberapa hari terakhir, situasi internasional dan kondisi internal Tiongkok mengalami guncangan besar yang terjadi hampir bersamaan. Di Amerika Latin, Venezuela—sekutu strategis utama Partai Komunis Tiongkok (PKT)—diguncang peristiwa politik mengejutkan setelah pemimpin oposisi terkemuka Maria Machado berhasil melarikan diri secara dramatis dari negaranya. Di saat yang sama, Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap rezim Presiden Nicolás Maduro, termasuk melalui manuver militer strategis yang jarang terjadi.

Secara paralel, di dalam negeri Tiongkok sendiri, berbagai persoalan sensitif turut memanas: meluasnya kasus Ma Xingrui yang menyeret elite politik dan ekonomi Shenzhen, meningkatnya tekanan publik terhadap kasus “Taiwan 204 Archives”, serta terus bergulirnya perkara Yu Menglong. Gelombang dukungan warganet dan aksi “menabrak sensor” di media sosial menunjukkan bahwa upaya stabilisasi internal Beijing menghadapi tantangan yang semakin berat.

Maria Machado Muncul di Oslo: Titik Balik Politik Venezuela

Pada 10 Desember 2025, media Inggris The Guardian melaporkan kemunculan mengejutkan Maria Machado di balkon Hotel Grand, Oslo, Norwegia. Tokoh oposisi Venezuela berusia 58 tahun itu melambaikan tangan kepada para pendukungnya, menandai kemunculan publik pertamanya setelah hampir 11 bulan hidup dalam persembunyian.

Machado—yang dikenal luas sebagai figur oposisi paling berpengaruh dan penerima penghargaan internasional—berhasil keluar dari Venezuela meski pemerintah Maduro memberlakukan larangan bepergian ke luar negeri selama 10 tahun terhadap dirinya. Keberhasilan ini dipandang banyak analis sebagai titik balik krusial dalam dinamika politik Venezuela.

Sumber-sumber diplomatik menyebutkan bahwa proses pelarian Machado berlangsung dalam kondisi sangat menegangkan. Bahkan, beredar informasi bahwa pemerintahan Donald Trump telah mengetahui rencana tersebut sebelumnya. Dalam rentang waktu tertentu, dua jet tempur F-18 Angkatan Laut AS dilaporkan berpatroli selama sekitar 40 menit di wilayah udara sekitar Karibia, memicu spekulasi luas tentang keterlibatan tidak langsung Washington.

Aktivis anti-PKT yang berbasis di Amerika Serikat, Tang Boqiao, menyatakan bahwa jika rezim Maduro runtuh, Maria Machado hampir pasti memenangkan pemilihan nasional. Dia menyebut 10 Desember 2025 sebagai hari penentu bagi masa depan politik Venezuela, sekaligus menandai hilangnya satu sekutu strategis PKT di belahan dunia Barat.

Meski pemerintah Caracas telah memperingatkan bahwa Machado akan langsung ditangkap jika kembali ke tanah air, sang pemimpin oposisi menegaskan tekadnya untuk pulang. Ia bersumpah akan mengakhiri pemerintahan otoriter dan membebaskan Venezuela “secepat mungkin”.

AS Tingkatkan Tekanan: Sanksi Finansial dan Unjuk Kekuatan Militer

Tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela meningkat tajam dalam waktu hampir bersamaan. Menurut laporan Axios, pada Kamis, 11 Desember 2025, pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap:

  • tiga pejabat daerah Venezuela,
  • satu pengusaha yang dekat dengan lingkaran kekuasaan Maduro,
  • serta enam perusahaan pengangkut minyak Venezuela.

Dari sekitar 80 kapal tanker minyak Venezuela yang beroperasi di perairan nasional dan lepas pantai, lebih dari 30 kapal kini telah masuk daftar sanksi AS, mempersempit ruang gerak ekonomi rezim Caracas.

Tekanan tidak hanya bersifat finansial. Pada 10 Desember 2025, jet tempur F-18 Super Hornet AS terbang rendah di atas Teluk Venezuela. Pada malam hari yang sama, sebuah pembom strategis B-52 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Minot muncul secara langka di Karibia Selatan dan sempat berputar di dekat pesisir Venezuela.

B-52 dikenal sebagai pembom strategis jarak jauh dengan daya angkut senjata sangat besar, mampu terbang lintas benua tanpa pengisian bahan bakar. Selama puluhan tahun, pesawat ini menjadi simbol kekuatan udara Amerika Serikat dan alat tekanan strategis yang sangat kuat.

Dugaan Faktor PKT: Kilang Minyak dan Armada Laut

Mantan pejabat CIA, John Kiriakou mengungkapkan bahwa pengerahan kekuatan AS ke dekat Venezuela tidak semata-mata ditujukan kepada Maduro. Menurutnya, faktor kunci justru berkaitan dengan kehadiran dan kepentingan PKT di kawasan Karibia.

Dia menyebut bahwa Tiongkok telah membangun kilang minyak berskala besar di Karibia untuk memurnikan minyak Venezuela secara langsung, sebuah langkah yang dianggap Washington sebagai ancaman strategis. Kiriakou menegaskan bahwa indikator utama niat militer AS selalu terletak pada pergerakan armada lautnya.

“Jika ingin tahu kapan Amerika benar-benar serius mempertimbangkan tindakan militer, perhatikan lautnya,” ujarnya. “Dan kali ini, sinyalnya sangat jelas.”

Sinyal Global: Jepang, Taiwan, dan Kepanikan Beijing

Tekanan terhadap Beijing tidak berhenti di Amerika Latin. Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi bahwa pada 10 Desember 2025, dua pembom nuklir B-52 AS terbang bersama enam pesawat tempur Jepang di Laut Jepang. Latihan ini digelar sebagai respons atas latihan militer gabungan Tiongkok–Rusia di sekitar Jepang dan Semenanjung Korea, sekaligus sebagai penegasan komitmen pertahanan aliansi AS–Jepang.

Sejumlah pengamat menilai bahwa yang paling membuat Beijing cemas bukan semata krisis Venezuela, melainkan pola tekanan multi-titik yang sedang diuji oleh Washington—mulai dari Amerika Latin, Asia Timur, hingga potensi eskalasi di Selat Taiwan.

Venezuela selama ini merupakan sekutu anti-AS terpenting PKT di Amerika Latin, sekaligus basis utama penetrasi Tiongkok di bidang energi, politik, dan pengaruh strategis kawasan. Keberhasilan Maria Machado lolos, tampil di panggung diplomatik Barat, serta diiringi peningkatan tekanan militer dan ekonomi AS, dipandang sebagai pukulan strategis langsung bagi Beijing.

Penutup: Tekanan Bertumpuk di Banyak Arah

Rangkaian peristiwa pada 10–11 Desember 2025 menunjukkan bahwa lanskap geopolitik global tengah memasuki fase tekanan serentak. Di satu sisi, rezim Maduro terdesak dari dalam dan luar. Di sisi lain, Tiongkok menghadapi tantangan berlapis—baik dari runtuhnya sekutu strategis, meningkatnya tekanan militer AS, maupun gejolak internal yang semakin sulit dikendalikan.

Bagi banyak pengamat, perkembangan ini bukan sekadar episode regional, melainkan indikasi perubahan keseimbangan kekuatan global yang dampaknya masih akan terus bergulir dalam waktu dekat.

Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6,7 Mengguncang Jepang, Peringatan Tsunami Dicabut

EtIndonesia. Gempa bumi dahsyat mengguncang lepas pantai utara Jepang pada hari Jumat (12/12), kata kantor meteorologi, beberapa hari setelah gempa yang lebih besar mengguncang wilayah tersebut dan melukai setidaknya 50 orang.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan kekuatan gempa Jumat Magnitudo 6,7 dan memperingatkan bahwa gelombang tsunami hingga satu meter (tiga kaki) dapat menghantam garis pantai Pasifik utara.

Pada akhirnya, gelombang hingga 20 sentimeter tercatat di pulau utama utara Hokkaido dan di wilayah Aomori, kata JMA, sebelum peringatan tsunami dicabut.

Stasiun televisi NHK mengatakan tidak ada perubahan yang jelas di kedua pelabuhan tempat gelombang menghantam.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga mengatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 6,7 dan berjarak 130 kilometer (81 mil) dari Kota Kuji di prefektur Iwate di pulau utama Honshu.

NHK melaporkan bahwa tingkat guncangan lebih rendah daripada gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 yang terjadi pada hari Senin malam, yang menyebabkan barang-barang berjatuhan dari rak, merusak jalan, memecahkan jendela, dan memicu gelombang tsunami hingga 70 sentimeter.

Setelah gempa tersebut, perintah evakuasi dikeluarkan pada hari Kamis untuk warga yang tinggal di dekat menara baja setinggi 70 meter yang rusak di Aomori, menurut media lokal, dengan pihak berwenang menyebutkan risiko runtuh.

Otoritas Regulasi Nuklir mengatakan pada hari Jumat bahwa tidak ada tanda-tanda anomali langsung di fasilitas nuklir di wilayah tersebut.

Setelah gempa Senin, JMA menerbitkan peringatan khusus yang jarang terjadi, yang memperingatkan bahwa gempa lain dengan ukuran serupa atau lebih besar mungkin terjadi dalam satu minggu ke depan.

Peringatan tersebut mencakup wilayah Sanriku di ujung timur laut pulau utama Jepang, Honshu, dan pulau utara Hokkaido, yang menghadap Samudra Pasifik.

Wilayah ini dihantui oleh kenangan gempa bawah laut dahsyat berkekuatan Magnitudo 9,0 pada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menewaskan sekitar 18.500 orang.

Pada Agustus 2024, JMA mengeluarkan peringatan khusus pertamanya, untuk bagian selatan pantai Pasifik Jepang, yang memperingatkan kemungkinan “gempa mega” di sepanjang Palung Nankai.

Palung bawah laut sepanjang 800 kilometer ini adalah tempat lempeng tektonik laut Philipina “menukik” — atau perlahan-lahan tergelincir — di bawah lempeng benua tempat Jepang berada.

Pemerintah mengatakan gempa di Palung Nankai dan tsunami yang menyertainya dapat menewaskan hingga 298.000 orang dan menyebabkan kerugian hingga 2 triliun dolar.

JMA mencabut peringatan tahun lalu setelah seminggu, tetapi hal itu menyebabkan pembelian panik bahan pokok seperti beras dan mendorong para wisatawan untuk membatalkan reservasi hotel.

Jepang terletak di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik dan merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia.

Kepulauan ini, yang dihuni sekitar 125 juta orang, mengalami sekitar 1.500 guncangan setiap tahunnya.

Sebagian besar guncangan tersebut ringan, meskipun kerusakan yang ditimbulkannya bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalamannya di bawah permukaan bumi.(yn)

Kisah Inspiratif: 23 Juta Dolar vs 150 Dolar

EtIndonesia. Howard Hughes adalah ketua maskapai Trans World Airlines (TWA) dan salah satu miliarder paling terkenal di Amerika. Dia pernah dijuluki sebagai “Raja Pesawat Terbang” karena kejeniusannya di dunia penerbangan.

Suatu hari, Hughes sedang mengemudi menuju bandara. Di dalam mobil bersamanya duduk seorang konglomerat Amerika lainnya, bernama Foss. Dalam perjalanan, Foss membicarakan sebuah proyek bisnis raksasa bernilai 23 juta dolar—dia berharap bisa bekerja sama dengan Hughes.

Hughes mendengar hal itu dengan penuh minat. Tanpa berpikir panjang, dia segera menepikan mobilnya. Tanpa menjelaskan apa pun, dia berlari tergesa-gesa masuk ke sebuah toko di pinggir jalan. Foss tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi dia hanya bisa duduk menunggu di dalam mobil dengan penuh tanda tanya.

Beberapa menit kemudian, Hughes kembali. Foss yang masih kebingungan langsung bertanya ke mana Hughes pergi. 

Dengan wajah lega, Hughes menjawab: “Aku barusan menelepon untuk membatalkan tiket pesawatku. Aku memutuskan untuk naik penerbangan lain bersamamu, supaya kita bisa membicarakan bisnis 23 juta dolar itu dengan lebih leluasa.”

Foss mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak.

“Ini bisnis 23 juta dolar yang sedang kita bicarakan,” katanya. “Tapi kamu justru repot-repot mengabaikanku, menghentikan mobil mendadak, hampir membuat kepalaku terbentur—hanya demi menghemat tiket 150 dolar?”

Hughes menjawab dengan sangat serius: “Kamu harus tahu, urusan 23 juta dolar ini belum tentu berhasil—itu masih tanda tanya. Tapi uang 150 dolar yang baru saja aku hemat? Itu sudah pasti masuk ke kantongku sekarang juga.”

Kisah ini memberikan pelajaran sederhana namun sangat penting: Fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan saat ini. Berpijak pada realitas, bukan angan-angan. Hindari ambisi yang melompat terlalu jauh tanpa dasar, dan jauhi sikap terburu-buru.

Justru sering kali, sikap yang tenang, realistis, dan menghargai hal-hal kecil itulah yang menjadi fondasi paling kokoh dalam perjalanan merintis kesuksesan.(jhn/yn)

Perang Tanpa Rem: Thailand Serbu Kota Kamboja, Roket Hujani Perbatasan, Sipil Lari Selamatkan Diri

EtIndonesia. Perang bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali meningkat secara tajam pada Selasa, 10 Desember, menandai eskalasi paling serius sejak konflik kembali pecah beberapa hari sebelumnya. Pada hari ketiga pertempuran, militer Thailand mengerahkan kekuatan darat, udara, dan sistem nirawak secara simultan ke wilayah garis depan Kamboja, sementara Kamboja membalas dengan tembakan roket jarak menengah dan artileri berat.

Pasukan Mekanis Thailand Masuki Kota Garis Depan Kamboja

Rekaman lapangan yang beredar luas pada 10 Desember memperlihatkan Brigade Infanteri Mekanis ke-122 Angkatan Darat Kerajaan Thailand, didukung kendaraan tempur infanteri Stryker, memasuki kawasan perkotaan di wilayah garis depan Kamboja. Operasi ini menandai pergeseran strategi Thailand dari sekadar serangan jarak jauh menuju manuver darat langsung.

Pada hari yang sama, warga Thailand merekam konvoi panjang kendaraan lapis baja Stryker melaju di jalan raya menuju perbatasan. Video tersebut mengonfirmasi bahwa militer Thailand terus mengirim peralatan berat dan pasukan tambahan untuk memperkuat operasi darat.

Setibanya di medan tempur, infanteri Thailand terlihat mengoperasikan meriam otomatis dan senapan mesin berat yang terpasang pada kendaraan Stryker, menembaki posisi Kamboja. Dalam rekaman, suara rentetan tembakan terdengar jelas, disertai komunikasi intens antarunit melalui radio taktis.

Kamera juga menangkap setidaknya dua kendaraan tempur tambahan yang bergerak beriringan dengan Stryker utama. Desa yang menjadi lokasi pertempuran tampak telah ditinggalkan penduduk, sementara pasukan Thailand terus menembaki sasaran di kejauhan, mengindikasikan upaya pembersihan area.

Profil Kendaraan Tempur Stryker

Thailand merupakan salah satu sekutu awal Amerika Serikat di Asia Tenggara yang memperoleh izin ekspor kendaraan lapis baja Stryker.

  • 2019: Thailand menerima 60 unit Stryker
  • 2021: Jumlah ditingkatkan hingga sekitar 130 unit

Stryker berbobot sekitar 16 ton, menggunakan penggerak delapan roda, mampu mengangkut 9 personel infanteri, dan dipersenjatai senapan mesin berat atau pelontar granat 40 mm. Kendaraan ini unggul dalam kecepatan, mobilitas jalan raya, dan biaya perawatan, namun memiliki keterbatasan dalam medan berat seperti hutan lebat dan pegunungan—kondisi yang umum di wilayah perbatasan Thailand–Kamboja.

Drone Serang Desa, Drone Bunuh Diri KB-10 Digunakan

Selain pasukan darat, pada 10 Desember Angkatan Darat Thailand juga mengerahkan drone bersenjata untuk menyerang bangunan di sebuah desa di wilayah Kamboja. Rekaman menunjukkan bom yang dijatuhkan drone menghantam sasaran, menyebabkan atap bangunan runtuh dan asap tebal membumbung tinggi.

Video warga setempat juga mengungkap penggunaan drone bunuh diri KB-10, yang dikembangkan oleh Angkatan Udara Thailand. Drone ini pertama kali diperkenalkan pada 2024 dan kini memiliki dua varian utama, dirancang untuk serangan presisi terhadap target statis maupun semi-bergerak.

Serangan Udara dan Artileri Berat Thailand

Di udara, Angkatan Udara Thailand mengerahkan jet tempur untuk menyerang pos militer Kamboja di sepanjang perbatasan. Serangan lintas batas dan duel artileri menjadi ciri utama pertempuran hari itu.

Pada malam 10 Desember, militer Thailand kembali melancarkan tembakan artileri intensif ke posisi Kamboja. Rekaman menunjukkan penggunaan meriam tarik M198 buatan Amerika Serikat, baik pada siang maupun malam hari. Citra drone memperlihatkan kerusakan parah di beberapa posisi pertahanan Kamboja akibat bombardemen tersebut.

Dalam operasi darat, Angkatan Darat Thailand juga menghancurkan sebuah menara derek di dekat Preah Vihear, yang menurut pihak Thailand digunakan militer Kamboja untuk perangkat perang elektronik dan pengacau sinyal. Saat derek tersebut roboh, terdengar sorak-sorai prajurit Thailand, sementara debu tebal dan api menyelimuti lokasi.

Jet Gripen Bom Kasino di Perbatasan

Rekaman malam hari memperlihatkan jet tempur Gripen multiguna milik Thailand menjatuhkan bom berdaya ledak tinggi ke sebuah kasino di wilayah perbatasan Kamboja, tepat di seberang Provinsi Surin, Thailand.

Menurut klaim Thailand, kasino tersebut digunakan oleh militer Kamboja sebagai lokasi peluncuran drone dan tempat penyamaran sistem roket BM-21.

Keberhasilan Darat Thailand

Dalam salah satu video, prajurit Thailand terlihat mengibarkan bendera nasional Thailand di puncak sebuah bukit, sambil bernyanyi dalam bahasa Thai. Mereka menggunakan senapan serbu Type-11 kaliber 5,56 mm, senjata produksi dalam negeri yang menjadi perlengkapan standar Angkatan Darat Thailand.

Balasan Kamboja: Roket Tiongkok dan Artileri Soviet

Menanggapi serangan Thailand, militer Kamboja merilis rekaman yang menunjukkan pasukan mereka di Provinsi Oddar Meanchey menembakkan roket menggunakan sistem peluncur roket ganda PHL-90 buatan Tiongkok, dengan sasaran wilayah sekitar Si Sa Ket, Thailand.

PHL-90 merupakan peluncur roket beroda kaliber 122 mm dengan 40 tabung peluncur, jangkauan 15–20 kilometer, dan berakar dari sistem BM-21 Grad Uni Soviet yang dikembangkan pada era 1960–1970-an.

Rekaman warga Kamboja memperlihatkan kendaraan PHL-90 ditempatkan di dalam desa, sementara anak-anak masih bermain dan warga berlalu-lalang dengan sepeda motor, menandakan bahwa lokasi tersebut merupakan jalur vital desa.

Selain PHL-90, Kamboja juga mengerahkan BM-21 Grad dan RM-70 buatan Republik Ceko. Setidaknya 10 unit RM-70 terlihat dalam satu video, menembakkan roket secara serentak, menciptakan suara gemuruh yang terus-menerus di langit perbatasan.

Persenjataan Infanteri Kamboja

Dalam baku tembak darat, Angkatan Darat Kamboja terlihat menggunakan:

  • Senapan Type-56 buatan Tiongkok, warisan pasokan besar era Khmer Merah
  • AK-104 buatan Rusia kaliber 7,62 mm, senjata ringan terkuat yang sejauh ini tampak digunakan dalam konflik

Krisis Kemanusiaan Memburuk

Di tengah pertempuran, pada malam 10 Desember, gelombang besar pengungsi Kamboja terlihat meninggalkan rumah mereka.

Menurut laporan The Guardian, eskalasi perang telah menyebabkan sekitar 500.000 warga dari kedua negara mengungsi, berlindung di sekolah, pagoda, dan tempat penampungan darurat, sementara puluhan orang dilaporkan tewas.

Rekaman menyentuh menunjukkan seorang ibu Kamboja yang menolak mengungsi, mengaku telah melewati terlalu banyak peperangan dan tidak ingin kembali hidup dalam pelarian. Namun, saat tembakan semakin dekat, keluarganya tetap membawanya keluar dari zona bahaya.

Video lain memperlihatkan warga meninggalkan desa dengan sepeda motor, mobil tua, hingga traktor pertanian, banyak di antaranya membawa anak-anak, menandai eksodus massal dari wilayah konflik.

Serangan ke Rumah Sakit Thailand

Pada 10 Desember, militer Kamboja juga menembakkan roket ke sebuah rumah sakit di Provinsi Surin, Thailand. Pihak rumah sakit segera mengevakuasi pasien, dokter, dan perawat ke bunker perlindungan udara, untuk menghindari korban sipil.

Hari Ketiga Perang, Tanpa Tanda Gencatan Senjata

Hingga saat ini, perang Thailand–Kamboja telah memasuki hari ketiga. Belum terlihat indikasi nyata bahwa kedua pihak akan segera menempuh perundingan damai atau gencatan senjata.

Langkah Thailand yang menembus wilayah Kamboja secara langsung menunjukkan keputusan strategis untuk menghantam kekuatan militer lawan secara keras dan cepat, sementara Kamboja tampak memilih serangan roket dan artileri jarak menengah sebagai bentuk perlawanan.

Situasi di perbatasan tetap sangat fluktuatif, dan eskalasi lebih lanjut masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Kisah Inspiratif: Sepuluh Nasihat Penting untuk Anak Muda yang Baru Masuk Dunia Kerja

  1. Setiap orang pasti pernah merasa kesepian. Belajarlah menahan dan menghadapi kesepian itu—di situlah kedewasaan mulai tumbuh. 

Anak muda terbiasa bercanda, tertawa, dan berisik bersama teman-temannya. Tetapi ketika memasuki lingkungan baru dan harus berhadapan dengan berbagai jenis orang serta situasi, mereka bisa menjadi bingung, bahkan tidak memiliki satu pun tempat untuk bercerita dari hati ke hati.

Pada saat seperti itu, jangan gelisah. Belajarlah menenangkan diri dan menerima kesendirian. Dalam kesunyian kita belajar berpikir, dalam berpikir kita menjadi dewasa, dan dalam kedewasaan kita bertumbuh ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan biarkan rasa sepi membuatmu kehilangan arah lalu melakukan hal-hal yang sia-sia. Waktu sangat berharga—jangan disia-siakan.

  1. Ketika sedang beruntung, tetaplah bersiap menghadapi hari sial

 Konon, seekor rubah pernah melihat kebun anggur yang dipenuhi buah anggur segar. Sayangnya pagar menghalangi jalannya. Rubah itu pun nekat berpuasa tiga hari agar tubuhnya menyusut dan bisa masuk ke dalam kebun. Usaha itu berhasil—dia melahap anggur sepuas hati. Namun ketika hendak keluar, dia sadar tubuhnya kembali membesar dan dia tidak bisa melewati pagar lagi.

Tidak ada orang yang ingin bernasib seperti rubah tersebut. Karena itu, selalu siapkan jalan keluar. Bawalah bekal saat kenyang, bawalah payung ketika langit cerah. Hal-hal kecil yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, suatu hari bisa menjadi penentu kesuksesan. Sesuatu yang tampak tidak berharga hari ini, mungkin justru menjadi sangat penting di masa depan.

  1. Belilah jam weker untuk membantumu bangun tepat waktu 

Kebiasaan malas bangun dan tidak disiplin bisa menjadi batu sandungan di dunia kerja—kapan pun itu. Bukan hanya soal tepat waktu, tetapi juga terbiasa datang lebih awal.

Bayangkan kamu naik kendaraan menuju suatu tempat. Pemandangan sepanjang jalan begitu indah hingga kamu turun sejenak untuk menikmatinya. Kamu memang sampai di tujuan, tapi tidak tepat waktu. “Jam weker” hanyalah simbol. Pada akhirnya, kitalah yang bertanggung jawab mengatur waktu secara efektif.

  1. Jika kamu tidak suka pekerjaanmu sekarang, pilihannya hanya dua: berhenti atau diam

Anak muda sering kali bercita-cita tinggi, tetapi kemampuan masih minim. Pekerjaan besar belum mampu dilakukan, pekerjaan kecil enggan dikerjakan. Jangan biasakan memilih-milih tugas. Jangan seperti orang yang kesal harus membawa payung saat hujan, tetapi mengeluh ketika kehujanan saat tidak membawa payung. Sikap seperti itu hanya menunjukkan ketidakpuasan dan kedewasaan yang belum matang.

Ingat: jika kamu memutuskan untuk melakukan sesuatu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh.

  1. Kesempatan tidak pernah “hilang”

Ketika kamu tidak mengambilnya, orang lain akan mengambilnya.

Jangan hanya menunggu peluang seperti kisah menunggu kelinci menabrak pohon. Jangan juga menggantungkan harapan pada keberuntungan semata. Peluang baru muncul bagi mereka yang siap dan mau menciptakannya.

Saat kamu sedang menyesali hilangnya satu kesempatan, mungkin di seberang sana seseorang yang nasibnya sama “sialnya” justru memanfaatkannya.

  1. Jika tidak ada peluang, ciptakan. Jika peluang muncul, tangkap dengan cerdas

Jika teleponmu jarang berdering, maka kamu yang harus menghubungi orang lain. Banyak kesempatan datang melalui satu panggilan sederhana. Telepon bukan pajangan—gunakannya. Perluas pergaulanmu. Jangan lupakan teman lama saat mendapat teman baru.

Kunci hubungan sosial adalah inisiatif. Reputasi baik dan jaringan pertemanan yang luas akan sangat membantumu dalam karier.

  1. Jangan rapuh seperti kaca

Ada orang yang matanya hanya selalu fokus pada diri sendiri—akibatnya mereka tidak bisa berkembang, tidak bisa melihat jauh. Ada juga yang mudah mengeluh sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Tanpa mengalami pahitnya perjuangan, bagaimana merasakan manisnya keberhasilan? Jangan seperti kaca yang mudah pecah. Jadilah seperti kristal yang bening, seperti matahari yang bersinar, seperti bunga plum musim dingin yang tegar menghadapi badai. Jika kamu bisa menikmati sejuknya angin, jangan mengeluhkan butiran debu kecil yang ikut terbawa.

  1. Kendalikan ucapanmu


Jangan terlalu banyak membicarakan dirimu, apalagi membicarakan orang lain. Terlalu sering membahas diri sendiri membuat seseorang terkesan sombong dan palsu. Menggosipkan orang lain justru membuat kita terjebak dalam masalah yang tidak perlu.

Setiap hari nongkrong setelah kerja sambil minum dan menggunjing rekan kantor bukanlah kebiasaan yang baik. Membicarakan keburukan orang lain—baik sengaja maupun tidak—hanya akan merusak reputasi dan merendahkan diri sendiri.

  1. Tulislah daftar hal-hal besar yang ingin kamu capai dalam hidupmu

Simpan daftar itu di dompet, dan lihatlah sesekali. Hidup perlu tujuan, rencana, pengingat, dan rasa urgensi. Serangkaian tujuan kecil yang terus dicapai akan membentuk tujuan besar dalam hidup.

 Ketika hidupmu mulai membaik dan lingkunganmu berubah menjadi lebih nyaman, jangan lupa daftar tipis itu—ia adalah pengingat arah hidupmu.

  1. Jangan menikah hanya karena merasa “sudah waktunya menikah”.

Jika ingin menikah, pastikan kamu menemukan seseorang yang dapat saling melengkapi, saling mendukung, dan saling memahami.

Jangan bermain-main dengan cinta, jangan biarkan cinta menghambat pekerjaan dan karier. Jangan pula membiarkan pernikahan yang terburu-buru dan berakhir gagal membuat hidupmu terhambat.

 Keputusan emosional sering kali menyebabkan kerugian besar.(jhn/yn)

Guncangan Desember: Rudal Sapsan Meluncur, Pasukan Rusia Terjebak, Kyiv Menyerang di Semua Arah!

EtIndonesia. Ketegangan global meningkat, namun titik paling krusial di Eropa tetap berada di Pokrovsk, kota strategis yang selama berbulan-bulan menjadi pusat perebutan antara Rusia dan Ukraina.

Meski Kremlin terus mengklaim bahwa mereka telah menguasai seluruh Pokrovsk, perkembangan terbaru menunjukkan gambaran yang sangat berbeda.

Pengakuan Penting dari Panglima Ukraina

Pada 9 Desember 2025, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, menyampaikan laporan yang mengejutkan:

  • Hampir separuh Pokrovsk berhasil direbut kembali Ukraina.
  • Ukraina kini menguasai 13 km² dari total 29 km² wilayah kota.
  • Rusia terus menggempur dengan bom udara FAB-500 dan FAB-3000, namun pertahanan Ukraina tetap solid dan bahkan mampu terus menekan.

Keberhasilan ini sangat signifikan, mengingat Ukraina sebelumnya terpaksa mundur total akibat kekurangan amunisi dan personel. Namun sejak 15 November 2025, pasukan Ukraina meluncurkan serangkaian serangan balik dan menembus kembali inti kota.

Kerugian Rusia Terlalu Besar

Syrskyi menjelaskan bahwa Rusia:

  • Telah menumpuk 175.000 tentara di sektor Pokrovsk — sekitar 25% total pasukan Rusia di Ukraina.
  • Untuk memperoleh kemajuan beberapa ratus meter, mereka menjatuhkan puluhan hingga ratusan bom berat setiap hari.
  • Namun hasilnya tetap minim karena pertahanan Ukraina dinilai fleksibel, dinamis, serta didukung jaringan bunker bawah tanah.

Kupiansk: Ukraina Menusuk “Titik Vital” Rusia

Pertempuran paling dramatis terjadi di Kupiansk, timur laut Ukraina, tempat Rusia mengerahkan hampir seluruh kekuatan terbaiknya:

  • Angkatan Darat ke-6
  • Angkatan Tank ke-1 (unit kebanggaan Rusia)
  • Angkatan Darat ke-20

Total hampir 80.000 tentara Rusia berhadapan dengan sekitar 30.000 tentara Ukraina dari 17 brigade.

Namun hasil di lapangan justru bertolak belakang dari ekspektasi Moskow.

Ukraina Membuka Dua Celah Mematikan

Pasukan Kyiv melakukan manuver berani:

  • Membuka dua terobosan di sayap barat dan selatan.
  • Maju sejauh 10 km.
  • Merebut kembali jalur strategis R-79.
  • Memutus total jalur logistik Rusia menuju Kupiansk.

Kini sekitar 60 tentara Rusia terjebak di dalam kota tanpa suplai. Banyak yang menyerah.

Ukraina Kuasai Titik Dominan

Ukraina telah mengamankan:

  • Seluruh perbukitan barat — posisi pengintaian artileri yang disebut sebagai “mata Tuhan” karena pengawasan drone sangat maksimal.
  • Mayoritas area permukiman tersisa.

Rusia kini bertahan di area 8,53 km² berupa ladang terbuka—tanpa perlindungan, tanpa cadangan, dan tanpa logistik.

Front Lain: Pertempuran Brutal Tanpa Henti

Situasi memanas di hampir seluruh garis depan. Rosok logistik, korban jiwa, dan tekanan berlapis semakin memperburuk kondisi pasukan Rusia.

Siversk

  • 22.000 tentara Rusia dari enam brigade menyerang 10.000 tentara Ukraina.
  • Rusia hanya merebut 3 km², tetapi dengan korban sangat besar.

Lyman

  • Dalam 30 hari terakhir, 2.500–3.100 tentara Rusia tewas.
  • 31 tank dan IFV hancur atau direbut Ukraina.
  • Termasuk T-90M, salah satu tank terbaik Rusia.

Konstantynivka

  • 37.000 tentara Rusia melawan 19.000 Ukraina.
  • Pertempuran berlangsung bolak-balik tanpa jeda.

Dnipro dan Zaporizhzhia

  • Jet MiG-29 Ukraina menjatuhkan bom presisi dan menghancurkan dua markas komando Rusia.
  • Drone SBU menembak jatuh helikopter superberat Mi-26, kebanggaan armada Rusia.
  • Unit drone “Fighting” menghancurkan parit dan posisi infanteri Rusia dalam jumlah besar.

Kecelakaan Fatal Rusia

Sebuah pesawat angkut raksasa An-22 jatuh dekat Moskow, menewaskan seluruh awak.
Kejadian ini memperkuat analisis bahwa armada transportasi Rusia kini sudah terlalu tua, rapuh, dan dipaksa bekerja di luar batas teknisnya.

Gejolak Politik: Zelenskyy Pertimbangkan Pemilu dalam 3 Bulan

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa Ukraina mungkin menggelar pemilu dalam tiga bulan, jika keamanan dapat dijamin oleh AS dan Eropa.

Mengapa Isu Ini Kritis?

  • Presiden AS, Donald Trump terus menekan agar Kyiv menggelar pemilu.
  • Masa jabatan Zelenskyy secara teknis telah berakhir tahun lalu.
  • Namun konstitusi Ukraina melarang pemilu selama perang berlangsung.

Zelenskyy kini mendorong parlemen untuk membahas perubahan hukum pemilu masa perang.

Tapi hambatannya sangat besar:

  • Serangan udara Rusia terus berlangsung setiap hari.
  • Jutaan warga mengungsi.
  • 20% wilayah Ukraina berada dalam zona militer aktif.

Pertanyaannya:

 Apakah pemilu akan menjadi simbol kekuatan demokrasi?
Atau justru perjudian politik yang berpotensi memecah negara di saat paling rapuh?

Rudal Balistik Sapsan: Ukraina Resmi Punya “Taring Jarak Jauh”

Dalam pidato penting, ZelenskyY mengonfirmasi bahwa Ukraina kini mengoperasikan tiga sistem serang jarak jauh:

  1. Neptune (versi darat-laut)
  2. Palyanytsia / Flamingo
  3. SAPSAN — rudal balistik buatan Ukraina (debut resmi)

Spesifikasi Sapsan

  • Jangkauan: >500 km (beberapa varian 700 km)
  • Kecepatan: Mach 5
  • Hulu ledak: 480 kg
  • Peluncur: Mobile, sulit dideteksi
  • Pola terbang: bermanuver tinggi, sangat sulit dicegat

Dengan jangkauan tersebut, Moskow masuk dalam radius serangan.

Zelenskyy menyampaikan kalimat penuh insinuasi: “Musuh berkali-kali mengira itu Neptune. Biarkan saja mereka terus berpikir begitu.”

Artinya: sebagian serangan terdalam Ukraina kemungkinan dilakukan Sapsan, bukan Neptune.

Rusia Menghadapi Krisis Dalam Negeri yang Mengkhawatirkan

Menurut Institute for the Study of War (ISW):

Cadangan Emas Anjlok

  • Cadangan emas Rusia turun dari 405 ton menjadi 175 ton karena dijual besar-besaran untuk menutup biaya perang.

Persiapan Mobilisasi Besar

  • Putin menandatangani dekrit mewajibkan semua pasukan cadangan menjalani pelatihan pada 2026 — langkah awal menuju mobilisasi lanjutan.

Rekrutmen Tentara Bayaran Kacau Balau

  • Banyak yang direkrut melalui penipuan.
  • Janji kompensasi tidak dibayar.
  • Banyak laporan desersi dan kerusuhan internal.

Serangan Ukraina Picu Ledakan Berantai

Depot amunisi dan gudang bahan bakar Rusia di berbagai wilayah hancur akibat serangan jarak jauh Ukraina, menyebabkan ledakan beruntun yang memperparah kekacauan logistik Rusia.

Kesimpulan: Ukraina Mendorong Balik Rusia di Banyak Titik, Sementara Moskow Mulai Goyang dari Dalam

Perkembangan per 9 Desember 2025 menunjukkan:

  • Pokrovsk: Ukraina merebut kembali hampir separuh kota.
  • Kupiansk: Jalur vital Rusia terputus total.
  • Front lain: Korban Rusia meningkat drastis.
  • Politik: Zelensky membuka opsi pemilu dalam 3 bulan.
  • Strategis: Rudal balistik Sapsan menambah tekanan pada Moskow.
  • Domestik Rusia: Krisis ekonomi dan militer makin dalam.

Perang memasuki fase baru—lebih cepat, lebih teknis, dan semakin menentukan masa depan kawasan Eropa Timur.