Membongkar Pintu yang Mengurung Diri Sendiri

EtIndonesia. Ada seorang tukang kayu yang sangat mahir membuat pintu. Untuk rumahnya sendiri, dia membuat sebuah pintu yang menurutnya sangat kokoh: bahan bagus, pengerjaan teliti, dan pasti akan bertahan lama.

Beberapa waktu kemudian, paku pada pintu itu mulai berkarat dan satu papan pun jatuh. Tukang kayu itu mengambil paku baru dan memperbaikinya hingga pintu kembali sempurna. Tak lama setelah itu, satu paku lain kembali lepas. Dia pun menggantinya. Lalu ada sebuah papan yang rusak—dia mengganti papan itu.  Beberapa waktu kemudian, kunci pintunya rusak—dia pun mengganti kunci itu.

Tahun demi tahun berlalu. Meski pintu itu berkali-kali rusak, berkat perbaikan sang tukang kayu, pintu tersebut tetap utuh dan bisa dipakai. Dia sangat bangga. Menurutnya, kalau bukan karena keahliannya, pintunya pasti sudah lama tidak bisa digunakan.

Hingga suatu hari, seorang tetangga berkata kepadanya: “Kamu tukang kayu. Lihatlah pintu rumahmu sendiri!”

Tukang kayu itu pun memperhatikannya dengan lebih saksama. Barulah dia sadar—pintu rumah tetangganya semuanya model baru, lebih kuat, lebih indah. Sementara pintu rumahnya sendiri sudah tua, tambalan di mana-mana, dan tampak usang.

Saat itu dia mengerti: Justru karena keahlian membuat pintu, dia terus mempertahankan pintu yang lama—dan tanpa sadar menghambat perkembangan pintunya sendiri.

Pesan yang Bisa Dipetik

Mempelajari suatu keahlian memang penting. Tetapi mengubah cara berpikir jauh lebih penting.

Keahlian dalam suatu bidang adalah aset besar, tetapi jika kita bergantung padanya tanpa mau beradaptasi, keahlian itu justru bisa menjadi “pintu” yang mengurung diri kita sendiri.

Di dunia yang terus berubah, diperlukan keberanian dan tekad untuk:

  • membongkar “pintu tak terlihat” yang membatasi diri,
  • menantang kebiasaan lama,
  • meninjau ulang metode yang selama ini dianggap paling benar,
  • dan terus meningkatkan kemampuan diri.

Hanya dengan begitu, kita bisa melihat dunia yang lebih luas dan menikmati pemandangan indah di luar sana.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine