Siklon Ditwa Mendatangkan Malapetaka Besar di Sri Lanka, Jumlah Korban Tewas Terus Meningkat

Siklon Ditwa memicu hujan lebat dan banjir besar di Sri Lanka, menyebabkan setidaknya 193 orang tewas dan 228 orang hilang di berbagai daerah di negara itu. Di beberapa bagian ibu kota Kolombo, banjir yang parah terus memburuk seiring naiknya permukaan Sungai Kelani yang melintasi kota tersebut.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka (Disaster Management Centre, DMC) menyatakan bahwa hujan deras berkepanjangan akibat Siklon Ditwa telah menyebabkan 193 orang meninggal dunia, sementara 228 orang masih belum ditemukan.

Siklon tersebut juga merusak lebih dari 20.000 rumah, menyebabkan 122.000 orang harus tinggal di tempat pengungsian sementara yang disediakan pemerintah, serta 833.000 orang mengungsi dan membutuhkan bantuan akibat banjir.

Meski siklon itu telah meninggalkan wilayah Sri Lanka pada 29 November, hujan deras masih turun di bagian hulu Sungai Kelani, membuat daerah dataran rendah di sepanjang alirannya terus terendam.

Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, pada 29 November telah mengumumkan keadaan darurat nasional guna menangani dampak lanjutan bencana serta menyerukan bantuan dari komunitas internasional.

India menjadi negara pertama yang mengirimkan bantuan, termasuk pasokan darurat serta dua helikopter beserta awaknya untuk mendukung operasi penyelamatan. Jepang juga menyatakan akan mengirim tim kerja untuk menilai kebutuhan di lapangan dan berjanji memberikan bantuan tambahan.

Foto-foto dari wilayah Welanpeetiya, pinggiran Kolombo, menunjukkan warga berjuang menembus jalanan yang terendam banjir, beberapa membawa barang-barang mereka sambil melintasi air yang tinggi. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Penyiar Radio Afrika Selatan Diadili Setelah Dituduh Terkait Perekrutan Pejuang untuk Perang di Ukraina

EtIndonesia. Penyiar radio Afrika Selatan, Nonkululeko Mantula, telah hadir di pengadilan atas tuduhan merekrut empat pria untuk berperang melawan Ukraina di pihak Rusia, menurut Associated Press.

Polisi Afrika Selatan mengatakan tiga pria ditahan saat mencoba naik pesawat ke Rusia melalui Uni Emirat Arab. Penyidik ​​yakin pria keempat telah pergi ke Rusia setelah direkrut oleh Mantula.

Penangkapan penyiar radio negara SAFM ini terjadi di tengah penyelidikan polisi terpisah yang melibatkan putri mantan presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, yang diduga menipu tujuh belas pria lainnya agar berperang untuk Rusia di Ukraina.

Dudu Zuma-Sambudla telah mengundurkan diri dari parlemen dan semua jabatan pemerintahan. Saudara tirinya menuduhnya menipu pria agar pergi ke Rusia dengan dalih menerima pelatihan keamanan yang akan membantu mereka mendapatkan pekerjaan.

Upaya perekrutan Rusia yang lebih luas

Rusia telah lama berupaya menarik orang Afrika dan Asia untuk memperluas pengaruhnya dan mempromosikan ideologi “dunia Rusia” di luar negeri.

Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, lebih dari 1.400 warga negara Afrika bertempur untuk Rusia, dan pemerintah di seluruh benua mendesak warganya untuk tidak tertipu oleh skema perekrutan.

Pusat Penanggulangan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina melaporkan bahwa sejak 2022, Rusia telah merekrut warga negara asing dari 128 negara melalui pusat perekrutan palsu, perusahaan swasta, serta jalur diplomatik dan budaya resmi.

Jumlah pejuang asing tertinggi berasal dari Korea Utara, sekitar 12.000. Sejumlah besar juga berasal dari negara-negara Asia Tengah: Uzbekistan (2.715), Tajikistan (1.599), Kazakhstan (1.190), dan Kirgistan (687). Selain itu, 1.338 warga Belarus turut serta dalam operasi tempur melawan Ukraina. (yn)

Memberi Payung untuk Orang Lain

EtIndonesia. Ketika kamu tumbuh dewasa, kamu akan menyadari bahwa kamu memiliki dua tangan: satu untuk membantu diri sendiri, dan satu lagi untuk membantu orang lain. Jika kamu meminta pertolongan Tuhan, itu berarti kamu percaya pada kekuatan-Nya; tetapi jika Tuhan tidak menolongmu, itu berarti Tuhan percaya pada kemampuanmu.

Bantuan terbesar dari teman-teman kita sebenarnya bukanlah pertolongan langsung yang mereka beri, melainkan keyakinan dalam hati bahwa kita percaya mereka akan menolong kita. Semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat untukmu!

Dalam sejarah akhir Dinasti Qing, nama Hu Xueyan sangat terkenal. Kesuksesannya memiliki banyak faktor, tetapi sifatnya yang “rela memberi bantuan kepada orang lain” memang patut dihormati.

Seorang pedagang mengalami kegagalan besar dalam bisnisnya dan sangat membutuhkan dana. Untuk menyelamatkan keadaan, dia datang sendiri menawarkan propertinya kepada Hu Xueyan dengan harga rendah, berharap Hu mau membelinya.

Hu Xueyan tidak berani menunda. Setelah menyelidiki dan memastikan situasinya benar, dia segera menyiapkan uang dalam jumlah besar dan membeli properti itu dengan harga pasar normal, bukan harga rendah yang ditawarkan.

Pedagang itu terkejut dan bingung—dia tidak mengerti mengapa Hu tidak memanfaatkan kesempatan itu dan tetap membayar sesuai harga pasar.

Hu Xueyan tersenyum dan berkata agar dia tidak khawatir, lalu berkata: “Saya hanya membantu menyimpan asetmu sementara waktu. Setelah kamu melewati masa sulit ini, kapan pun kamu bisa menebusnya kembali.”

Pedagang itu sangat terharu, menandatangani perjanjian, memberi hormat, lalu pergi dengan air mata.

Setelah pedagang itu pergi, para bawahannya juga bingung. Mereka bertanya mengapa Hu tidak “mengambil keuntungan”, padahal kesempatan sudah ada di depan mata. Mengapa bukan hanya tidak menghargai lebih murah, malah mengeluarkan uang lebih banyak?

Hu Xueyan menyesap tehnya dan menceritakan pengalaman masa mudanya: “Saat masih muda, aku hanyalah pelayan toko yang sering dikirim menagih hutang. Suatu hari saat hujan, aku melihat seorang asing juga kehujanan. Kebetulan aku membawa payung, jadi aku bagikan payung itu untuknya.”

Setelah itu, setiap kali hujan, dia sering berbagi payung dengan orang lain. Lama-kelamaan, banyak orang di jalan itu mengenalnya. Kadang kala, meski dia lupa membawa payung, selalu ada orang yang datang membawakan payung untuknya.

Hu Xueyan berkata: “Jika kamu mau membantu orang lain, orang lain pun akan mau membantu kamu. Kalau aku memanfaatkan musibah pedagang tadi, mungkin seumur hidup dia tidak akan bangkit lagi. Ini bukan investasi, tetapi menolong orang.  Pada akhirnya, aku mendapat teman, dan hati nuraniku juga tenang.”

Para bawahannya terdiam.

Beberapa waktu kemudian, pedagang itu kembali untuk menebus propertinya. Dia pulih dari krisis berkat bantuan Hu, dan menjadi mitra kerja yang sangat loyal. Kabar kebaikan Hu menyebar ke mana-mana—pejabat menghormatinya, rakyat menaruh kepercayaan padanya, bisnisnya pun berkembang pesat. Apa pun yang dia kerjakan selalu ada yang membantu, dan pelanggannya tidak pernah sepi.

Karena Hu Xueyan sudah memayungi banyak orang, maka banyak pula “payung” yang kembali kepadanya.

Pelajaran Hidup

Jangan menjadi orang yang tinggal diam ketika orang lain kesulitan.
Jangan menjadi orang yang tidak peduli ketika orang lain jatuh.
Jangan menjadi orang yang mengambil keuntungan saat orang lain sedang terpuruk.

Orang yang mau memberi payung untuk orang lain, akhirnya akan menerima berkah dalam hidupnya sendiri.

Dunia ini bukan hanya soal persaingan dan perebutan, tetapi tentang saling menopang dan menang bersama.

Memiliki hati yang mau memberi—itulah harta terbesar dalam hidup seseorang.(jhn/yn)

Kapal Tanker Minyak Ketiga Terkait Rusia Mengalami Ledakan di Laut, Tidak Ada Korban Jiwa

EtIndonesia. Sebuah kapal tanker minyak yang mengangkut solar mengalami empat ledakan eksternal di dekat Dakar, Senegal, kata manajernya. Ini merupakan kapal ketiga yang terkait dengan Rusia yang tertabrak dalam beberapa hari terakhir.

Air laut memasuki ruang mesin Mersin, kata Besiktas Shipping dalam sebuah pernyataan di situs webnya. Kapal tersebut tetap stabil, awaknya selamat, dan tidak ada polusi.

Insiden ini adalah yang ketiga dalam tiga hari yang melibatkan kapal-kapal yang mengangkut minyak bumi Rusia. Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa dinas keamanan Ukraina berada di balik dua insiden serupa di Laut Hitam yang melibatkan kapal tanker kosong akhir pekan lalu. Belum ada yang tanggung jawab atas insiden lain tersebut.

Besiktas mengatakan pihaknya mendukung penyelidikan penyebab ledakan dan bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan otoritas Senegal untuk menangani konsekuensi dari insiden tersebut.

Perusahaan analitik perkapalan Kpler mengatakan kapal tersebut mengangkut bahan bakar minyak. Kapal tersebut telah singgah di pelabuhan-pelabuhan Rusia beberapa kali tahun ini.

Kapal Mersin telah stabil setelah mengalami kebocoran yang signifikan dan kini berada di bawah bantuan kapal tunda dan pemantauan teknis secara konstan, ungkap otoritas pelabuhan Senegal. Pihak berwenang pertama-tama menutup celah lambung kapal untuk memulihkan integritas kedap air, kemudian memulai pemindahan kargo untuk menghindari gangguan stabilitas kapal selama operasi pemompaan. (yn)

Seorang Guru Wali Kelas SMA di Tiongkok Mengeluh : “Cahaya telah Menghilang dari Mata Murid-murid Saya”

Tekanan pendidikan di Tiongkok sangat berat, dan beban siswa sudah jauh melampaui batas. Baru-baru ini, seorang wali kelas kelas 12 (kelas terakhir SMA) di Tiongkok mengunggah video berisi curahan hati sambil menahan tangis: anak-anak itu menanggung tekanan yang sangat besar, dan “cahaya di mata mereka sudah hilang”. Unggahan ini memicu reaksi luas. 

EtIndonesia. Seorang blogger bernama “Guru Li, Wali Kelas Rocket Class SMA” mengatakan bahwa ia telah mengajar SMA selama 17 tahun dan kini menjabat sebagai wali kelas kelas 12. 

Dalam videonya ia berkata: “Setelah kelas malam selesai, saat saya berjalan di lorong yang sepi dan melihat lampu-lampu kelas yang masih menyala, dada saya terasa sesak. Sebagai wali kelas SMA, saya benar-benar ingin berkata kepada kalian dengan menahan air mata.”

“Saya sudah mengajar terlalu banyak anak. Ada yang sudah duduk di kelas sejak pukul 5 pagi untuk belajar. Ada juga yang sampai jam 12 malam masih membaca di kelas. Mereka anak-anak yang pengertian, baik hati, dan sayang kepada orang tua. Tetapi di bawah pengukur yang bernama nilai, mereka dihitung sebagai ‘gagal’. Padahal selain nilai, mereka tidak punya kekurangan apa pun.”

Ia mengatakan bahwa ketika hasil ujian bulanan diumumkan hari itu, ia melihat seorang siswa laki-laki menyembunyikan kepala di lengannya, sementara seorang siswa lain meneteskan air mata di atas kertas ujian. Saat itu, hatinya seperti diremas.

“Anak-anak ini belajar dari fajar hingga tengah malam, setiap hari, setiap tahun. Kita orang dewasa saja mengeluh lelah—tetapi mereka bahkan tidak punya hak untuk mengatakan lelah.”

Guru itu berkata, hal yang paling memilukan adalah ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri “cahaya di mata mereka perlahan-lahan padam”.

“Ketika saya baru mulai mengajar 17 tahun lalu, para siswa SMA masih diam-diam berbagi camilan saat istirahat, penuh harapan akan masa depan. Tapi sekarang? Masih sama-sama siswa SMA, banyak dari mereka sudah tidak punya sinar di mata. Semangat khas anak muda itu perlahan memudar tanpa disadari.”

“Pendidikan kita—dengan ranking tanpa henti, takdir yang ditentukan oleh nilai—telah memadamkan cahaya bintang di mata mereka.”

Ia menyerukan kepada para orang tua untuk bersama-sama menjaga cahaya di hati anak-anak:
“Para orang tua, tahukah kalian? Ketika anak kalian berkata ‘aku tidak bahagia’, itu berarti mereka sedang meminta tolong. Ketika mereka kehilangan kendali atas emosi, itu tanda bahwa tekanan yang mereka tanggung sudah melampaui batas. Tolong tanggapi sinyal itu—peluk mereka, dan katakan ‘Tidak apa-apa, ada kami.’”

“Di dunia ini, tidak ada yang lebih penting dari cahaya di mata mereka. Tidak ada yang lebih berharga dari senyum tulus mereka,” katanya. “Suatu hari kita akan menyadari bahwa menilai kehidupan seorang anak tidak hanya dengan selembar rapor. Yang benar-benar penting adalah apakah cahaya di mata mereka masih tetap bersinar.”

Video ini diunggah pada 20 November dan langsung mendapat respons besar: lebih dari 35.000 komentar, banyak yang mengatakan video itu membuat mereka menangis.

Dalam sistem pendidikan berbasis ujian yang diterapkan Partai Komunis Tiongkok (PKT), persaingan semakin parah. Dari SD hingga SMA, semuanya sama—membuat banyak orang merasa bahwa menjadi pelajar zaman sekarang adalah sesuatu yang sangat berat.

Seorang YouTuber dengan hampir 500.000 pengikut dari kanal “Lao Zhou Hengmei” tahun lalu melakukan survei tentang tekanan pada siswa Tiongkok. Ia membuka kesempatan bagi siswa dan orang tua untuk mengirim email, dan menerima ratusan surat. 

Seorang guru dari Jiangsu mengatakan bahwa tingkat penyakit psikologis di kalangan siswa kini berada pada titik tertinggi selama 10 tahun ia mengajar—depresi dan kecemasan sangat umum, dan banyak siswa mengkonsumsi obat. 

Yang lebih mengerikan, setidaknya 20% penulis surat mengatakan bahwa di sekolah mereka pernah terjadi kasus siswa yang bunuh diri dengan melompat dari gedung. Seorang siswa SMA dari Shandong bahkan mengatakan bahwa setiap semester ada 3–4 kasus.

Profesor Li Yuanhua, mantan dosen di Capital Normal University, mengatakan kepada Epoch Times bahwa sistem pendidikan di bawah PKT adalah sistem “jalur tunggal”, di mana satu-satunya jalan adalah Ujian Masuk Perguruan Tinggi (Gaokao). Pilihan siswa sangat sedikit. Pendidikan vokasional tidak dihormati seperti di negara-negara bebas. Karena pendidikan berorientasi pada ujian, sekolah harus meningkatkan reputasi dan siswa harus meningkatkan nilai—tidak ada pilihan lain selain mengikuti model pembelajaran yang menekan ini.

 “Masa muda anak-anak dihancurkan. Mereka dihancurkan sejak dini. Dalam latar belakang seperti ini, slogan seperti ‘mengurangi beban’ atau ‘pendidikan berkualitas’ hanyalah kata-kata kosong,” katanya. 

Blogger “Lao Zhou Hengmei” menambahkan bahwa pendidikan berbasis ujian tidak membutuhkan kreativitas, hanya membutuhkan waktu dan tenaga untuk mengerjakan soal secara berulang, menyempurnakan teknik ujian. “Semakin seperti robot, semakin patuh pada otoritas—itulah yang diinginkan PKT: patuh dan tidak memiliki pikiran sendiri.”

Mengharapkan PKT melakukan reformasi pendidikan, katanya, sama saja seperti mengharapkan rezim totaliter memberi kebebasan berpikir kepada generasi muda—hal itu mustahil. (Hui)

Laporan oleh Jin Jing /Wen Hui

PM Israel Netanyahu Ajukan Permohonan Grasi kepada Presiden Israel

Perkara korupsi yang menjerat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, masih dalam proses persidangan. Pada 30 November, Netanyahu mengumumkan bahwa ia telah mengajukan permohonan grasi kepada Presiden Israel.

EtIndonesia. Kantor Perdana Menteri Israel pada 30 November mengkonfirmasi bahwa Netanyahu telah menyerahkan permohonan grasi tersebut kepada departemen hukum Kantor Presiden.

Kantor Presiden menyebut permohonan itu sebagai langkah yang “luar biasa” dan memiliki “dampak signifikan”.

Netanyahu adalah satu-satunya perdana menteri dalam sejarah Israel yang diadili saat masih menjabat. Ia menghadapi dakwaan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan menerima suap. Saat ini ia belum dinyatakan bersalah.

Netanyahu juga tidak mengaku bersalah. Ia mengatakan bahwa grasi akan membantunya “meredakan perpecahan nasional” dan mengurangi “kontroversi seputar persidangannya”.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan:  “Secara pribadi, baik dulu maupun sekarang, saya ingin agar proses hukum dijalankan hingga tuntas sampai saya benar-benar dinyatakan tidak bersalah. Namun demi keamanan, realitas politik, dan kepentingan nasional, saya harus mengambil pilihan yang berbeda.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ketika berpidato di Knesset Israel pada Oktober tahun ini, secara langsung meminta Presiden Isaac Herzog untuk memberikan grasi kepada Netanyahu.

Trump mengatakan: “Saya punya ide. Tuan Presiden, mengapa tidak memberinya grasi? Berikan saja satu grasi untuknya.”

Trump juga mengirim surat resmi kepada Presiden Israel, mendesak agar Netanyahu diberi grasi penuh.

Diketahui bahwa permohonan Netanyahu berisi dua dokumen, yaitu surat permohonan yang ditandatangani dirinya dan surat lainnya yang ditandatangani oleh kuasa hukumnya. Kini tinggal menunggu keputusan Presiden. (Hui)

Laporan oleh Xu Zhe dan Rong Yu, New Tang Dynasty Television.

“Harapan Baru”: Vaksin Pencegahan HIV yang Mendobrak Batas Dimulai di Afrika

EtIndonesia. Afrika Selatan, Eswatini, dan Zambia pada hari Senin (1/12) mulai memberikan suntikan pencegahan HIV baru yang inovatif dalam peluncuran publik pertama obat tersebut di Afrika, yang memiliki beban HIV tertinggi di dunia.

Lenacapavir, yang diminum dua kali setahun, telah terbukti mengurangi risiko penularan HIV lebih dari 99,9 persen, sehingga secara fungsional mirip dengan vaksin yang ampuh.

Di Afrika Selatan, di mana satu dari lima orang dewasa hidup dengan HIV, sebuah unit penelitian Universitas Wits mengawasi peluncuran tersebut sebagai bagian dari inisiatif yang didanai oleh Unitaid, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Orang-orang pertama telah mulai menggunakan lenacapavir untuk pencegahan HIV di Afrika Selatan… menjadikannya salah satu penggunaan nyata pertama dari suntikan enam bulanan ini di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Unitaid dalam sebuah pernyataan.

Tidak disebutkan berapa banyak orang yang menerima dosis pertama obat tersebut, yang harganya 28.000 dolar per orang per tahun di Amerika Serikat. Peluncuran nasional yang lebih luas diperkirakan tahun depan.

Negara tetangga Zambia dan Eswatini menerima 1.000 dosis bulan lalu sebagai bagian dari program AS dan meluncurkan obat tersebut pada upacara Hari AIDS Sedunia pada hari Senin.

Di daerah Hhukwini di Eswatini, puluhan orang mengantre untuk mendapatkan suntikan dalam sebuah acara publik yang meriah yang dipenuhi lagu dan tarian.

“Hari ini menandai titik balik dalam respons HIV nasional kita,” kata Perdana Menteri Russell Dlamini, menambahkan bahwa suntikan tersebut “memberi kita harapan baru dan alat yang ampuh untuk melindungi warga negara kita”.

Di bawah program AS, produsen Gilead Sciences telah setuju untuk menyediakan lenacapavir tanpa keuntungan bagi dua juta orang di negara-negara dengan beban HIV yang tinggi selama tiga tahun.

Namun Washington — yang berselisih dengan Pretoria mengenai beberapa masalah kebijakan — tidak akan menyediakan dosis untuk Afrika Selatan meskipun telah berpartisipasi dalam uji klinis.

“Tentu saja, kami mendorong setiap negara, terutama negara-negara seperti Afrika Selatan, yang memiliki sumber daya yang signifikan untuk mendanai dosis bagi penduduknya sendiri,” ujar Jeremy Lewin, pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, kepada wartawan akhir bulan lalu.

Menyelamatkan nyawa vs keuntungan

Para kritikus mengatakan bahwa pengiriman vaksin di AS jauh di bawah kebutuhan aktual dan harga pasar di luar jangkauan kebanyakan orang.

Afrika bagian timur dan selatan menyumbang sekitar 52 persen dari 40,8 juta orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia, menurut data UNAIDS 2024.

Di Zambia saja, sekitar 1,4 juta orang hidup dengan HIV, dengan 30.000 infeksi baru setiap tahun, menurut Kementerian Kesehatan, sementara di Eswatini sekitar 220.000 orang hidup dengan virus tersebut di kerajaan kecil berpenduduk 1,2 juta jiwa tersebut.

Versi generik lenacapavir diperkirakan akan tersedia mulai tahun 2027 dengan harga sekitar 40 dolar per tahun di lebih dari 100 negara, melalui perjanjian antara Unitaid dan Gates Foundation dengan perusahaan farmasi India.

Profilaksis prapajanan, atau PrEP, telah digunakan selama lebih dari satu dekade untuk mencegah HIV, tetapi ketergantungannya pada pil harian telah membatasi dampaknya terhadap infeksi global. (yn)

Badai Senyar Mematikan Terjang Asia: Lebih dari 800 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Hilang

EtIndonesia. Dalam sepekan ini, berbagai negara di Asia dilanda banjir dan tanah longsor. Hingga Minggu (30 November), lebih dari 800 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya masih hilang.

Sebuah badai tropis langka terbentuk di Selat Malaka dan membawa hujan lebat ke sejumlah wilayah di Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sri Lanka juga diterjang badai lain pada waktu yang hampir bersamaan.

Di Indonesia, badai “Senyar” memicu tanah longsor besar dan banjir bandang. Data pemerintah hingga Senin (1/12/2025) sebanyak 604 orang tewas dan 464 hilang. Senyar berdampak di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Wilayah yang paling parah terdampak berada di bagian utara Pulau Sumatera, di mana akses jalan terputus, rumah-rumah dan jalanan terendam, serta infrastruktur komunikasi rusak.

Penduduk Bireuen, Aceh, Husnidar, mengatakan:  “(Banjir) menghanyutkan segalanya. Saya tak bisa menyelamatkan apa pun, tidak ada satu pun barang yang tersisa.”

Militer Indonesia menambah personel pada Minggu untuk membantu upaya penyelamatan.

Di Malaysia, badai “Senyar” menyebabkan dua orang tewas. Sebelum badai datang, sekitar 34.000 warga telah dievakuasi.

Di Thailand, hingga Minggu, korban tewas akibat banjir besar di wilayah selatan meningkat menjadi 170 orang.

Di kawasan Hat Yai pada Minggu (30/11/2025), puluhan kendaraan ditinggalkan di atas jembatan. Pada hari Jumat sebelumnya, Hat Yai diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut, dengan curah hujan mencapai 335 mm, memecahkan rekor hujan harian tertinggi dalam 300 tahun.

Di Sri Lanka, korban tewas akibat banjir dan tanah longsor hingga Minggu meningkat menjadi 159 orang, sementara 203 orang hilang setelah hujan deras terus-menerus. Lebih dari 500.000 warga terdampak, banyak rumah terendam dan aliran listrik terputus.

Hujan diperkirakan masih akan terus turun pada akhir pekan, memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir lebih lanjut. (Hui/asr)

Laporan oleh Yan Feng dan Chi Xiao, New Tang Dynasty Television.

Influencer Kebugaran Meninggal Dunia Setelah Mengonsumsi Hingga 10.000 Kalori Per Hari

EtIndonesia. Seorang influencer kebugaran asal Rusia secara tragis kehilangan nyawanya saat melakukan tantangan ekstrem untuk menambah berat badan 22 kg dengan cepat agar dia dapat menunjukkan efektivitas rutinitas penurunan berat badannya.

Dmitry Nuyanzin ingin menginspirasi orang-orang dan menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat dilakukan dalam hampir semua situasi, tetapi dia justru menjadi tokoh utama dalam sebuah kisah peringatan.

Influencer kebugaran berusia 30 tahun dari Kota Orenburg, Rusia, ini bertekad untuk menambah berat badan setidaknya 25 kg dengan mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah besar, sebagai cara untuk memamerkan program penurunan berat badannya. Sayangnya, dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjalankan tahap kedua dari rencananya.

Untuk mencapai tujuannya menambah berat badan dengan cepat, Nuyanzin menciptakan program makan ekstrem yang mengharuskannya mengonsumsi hingga 10.000 kalori dari makanan cepat saji setiap hari selama beberapa minggu. Dietnya meliputi kue kering dan kue untuk sarapan, hampir dua pon pangsit berlumur mayones untuk makan siang, burger dan pizza untuk makan malam, dengan keripik kentang dan camilan berkalori tinggi lainnya di antaranya.

Sebulan menjalani tantangan ekstremnya, Dmitry Nuyanzin telah naik 13 kilogram, mencapai berat badan 105 kilogram. Pada 18 November, dalam unggahan Instagram terakhirnya, pelatih kebugaran muda ini mengumumkan pencapaian terbarunya sambil menikmati sekantong keripik. Meskipun dia menyatakan ketidaknyamanannya di depan para penggemarnya, tidak ada yang menyangka nyawanya akan terancam.

Sehari sebelum kematiannya yang tragis, Nuyanzin membatalkan beberapa sesi latihan dan memberi tahu teman-temannya bahwa dia merasa tidak enak badan dan berencana untuk menemui dokter. Dia tidak pernah mendapat kesempatan untuk melakukannya, karena dia meninggal dalam tidurnya beberapa jam kemudian, akibat gagal jantung.

Para ahli mengatakan bahwa meskipun Dmitry masih dalam kondisi fisik yang lebih baik daripada kebanyakan orang yang kelebihan berat badan, program makan ekstrem yang telah dia jalani selama berminggu-minggu telah benar-benar membebani organ-organ dalamnya, terutama jantungnya.

Memaksa tubuh untuk memproses empat hingga enam kali lipat kalori yang dibutuhkan kemungkinan besar tidak akan berakibat fatal jika jarang terjadi. Namun, melakukannya setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama justru akan membawa bencana. Mengingat atlet elit jarang mengonsumsi lebih dari 5.000 kalori per hari, menggandakannya hanya akan berujung pada tragedi.

“Kadar gula darah meningkat sangat tajam, kolesterol melonjak, tekanan darah naik, dan dalam kondisi seperti itu jantung dipaksa bekerja lebih keras. Hal ini juga dapat memicu palpitasi, gangguan lambung, dehidrasi, dan fluktuasi insulin yang parah,” ujar Vani Krishna, Kepala Ahli Gizi Klinis, Rumah Sakit SPARSH di Bangalore, kepada NDTV.

“Mengonsumsi 10.000 kalori makanan cepat saji tidak akan serta merta membunuh orang sehat, tetapi bisa berbahaya dan telah menyebabkan kematian dalam kasus yang jarang terjadi,” tegas Ahli Gizi Kesehatan Bersertifikat Preety Tyagi. “Bahayanya bukan jumlah kalorinya: melainkan kelebihan garam, lemak, dan volume yang ekstrem, terutama jika dimakan dengan cepat. Hal ini dapat memicu keracunan natrium akut, tekanan darah tinggi yang berbahaya, masalah irama jantung, tersedak atau aspirasi, atau bahkan pankreatitis mendadak.”

Kematian Nuyanzin yang mendadak mengejutkan semua orang yang mengenalnya, tetapi para ahli kesehatan berharap akhir hidupnya yang tragis dapat menjadi kisah peringatan bagi mereka yang menyalahgunakan tubuh dan kesehatan mereka dengan mengikuti berbagai tantangan ekstrem. (yn)

Postingan Viral di Media Sosial Bikin Ladang Cabai Milik Petani Dijarah Massal

EtIndonesia. Sejumlah petani cabai di Shaanxi, Tiongkok, menyaksikan ladang mereka dijarah oleh orang tak dikenal setelah sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa cabai-cabai tersebut dapat dipetik gratis.

Ternyata seorang pria yang namanya tidak diungkapkan oleh polisi telah mengunggah pesan di media sosial yang menawarkan kesempatan kepada siapa pun untuk memetik cabai sebanyak-banyaknya dari ribuan hektar lahan di sekitar Desa Liujiangou, karena petani yang menanamnya memutuskan untuk memberikannya secara cuma-cuma daripada menjualnya dengan rugi.

“Di Desa Liujiagou, terdapat ribuan hektar lahan cabai. Siapa pun yang memetiknya, dialah pemiliknya,” kata pria dalam video tersebut. “Bos menghabiskan 30.000 yuan hanya untuk menyewa pekerja memetik cabai, tetapi hanya bisa menjualnya seharga 18.000 yuan.”

Video viral itu ternyata palsu. Tidak ada satu pun petani yang memiliki kebun cabai yang luas, melainkan beberapa petani kecil yang menyaksikan pekerjaan mereka dicuri di depan mata mereka. Yang, seorang petani lokal yang telah menanam sekitar 13 hektar cabai, mengatakan kepada CCTV bahwa dia sedang mencari pelanggan untuk hasil panennya, tetapi dia tidak pernah memberi tahu siapa pun bahwa dia memberikan cabai secara gratis.

Yang adalah salah satu orang pertama yang menemukan orang asing di ladangnya, mengisi tas dan peti mereka dengan hasil panennya, dan karena dia tidak dapat berunding dengan mereka, dia menelepon polisi.

Setelah mendengar bahwa cabai-cabai itu sebenarnya tidak gratis untuk dipetik, beberapa orang yang telah melihat video viral tersebut meninggalkan hasil panen mereka dan pergi dengan damai, tetapi yang lain pergi dengan mobil atau skuter mereka, meninggalkan para petani yang menanggung kerugian.

Investigasi mengungkapkan bahwa informasi yang disebarkan melalui video viral di media sosial tersebut adalah rumor. Setelah kejadian tersebut, para petani segera melaporkannya ke polisi, dan penyebar rumor tersebut diidentifikasi serta ditahan. 

Penyebar rumor tersebut ditahan secara administratif selama tujuh hari, dan sejak itu mereka telah mencapai kesepakatan dengan para petani, setuju untuk membayar 5.000 yuan (sekitar Rp 11,7 juta) atas kerugian mereka.

Menariknya, bulan lalu, kami menampilkan kisah yang sangat mirip tentang seorang petani Polandia yang melihat hasil panen kentangnya dicuri oleh orang asing yang telah melihat video viral di media sosial yang mengklaim bahwa kentangnya dapat diambil secara gratis.(yn)

Dihantam Siklon Ditwah, Hujan Lebat Picu Banjir Parah di Sri Lanka, 123 Tewas — India Kirim 21 Ton Bantuan

EtIndonesia. Beberapa hari hujan deras berturut-turut melanda Sri Lanka, memicu banjir dan tanah longsor. Pusat Penanggulangan Bencana Nasional Sri Lanka pada Senin (29 November) menyatakan bahwa 123 orang telah dipastikan tewas dan 130 orang lainnya masih hilang. Tim penyelamat dari India juga telah tiba di Sri Lanka, membawa lebih dari 80 personel, 21 ton bantuan, serta 8 ton peralatan.

Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Nasional Sri Lanka (Disaster Management Centre, DMC), Sampath Kotuwegoda, menyatakan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung. Hujan deras selama satu minggu menghancurkan banyak rumah. Sebanyak 43.995 orang telah dipindahkan ke tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.

Menurut Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka, hujan deras kali ini telah merenggut 123 nyawa, dengan 130 orang masih hilang, dan sekitar 61.000 keluarga atau lebih dari 200.000 orang terdampak bencana.

Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah, termasuk hancurnya infrastruktur. Sejak pagi hari tanggal 28, 35% wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik. Dengan meluapnya bendungan dan sungai, pihak berwenang juga mendesak warga untuk segera mengungsi.

Menurut laporan The Hindu, dua pesawat angkut milik militer India telah mendarat di Kolombo pada dini hari tadi. Pesawat tersebut membawa 21 ton bantuan, lebih dari 80 personel Pasukan Tanggap Bencana Nasional India (NDRF), serta 8 ton peralatan penanggulangan bencana.

Pemerintah India menyatakan:  “Dengan semangat bertetangga yang baik, India berdiri teguh bersama Sri Lanka untuk melewati masa sulit ini.”

Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka juga menyebutkan bahwa Siklon Ditwah kini mulai bergerak menjauhi Sri Lanka, namun dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan turun hujan lebih dari 200 mm.

Siklon Ditwah mendarat pada 26 November, namun sejak 24 November sudah mulai memengaruhi Sri Lanka dan membawa hujan deras.

Sri Lanka sebelumnya pernah mengalami banjir terparah pada Juni 2003, yang menewaskan 254 orang.

Foto-foto pada 29 November 2025 menunjukkan kondisi parah akibat banjir di berbagai daerah sekitar Kolombo, termasuk Wellampitiya dan Kaduwela, di mana warga berjuang berjalan di tengah air deras dan sukarelawan membagikan roti kepada korban banjir. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Video Bentrokan Terkait Aksi Tolak Kremasi Paksa Meletus di Yunnan dan Guizhou, Tiongkok, Pejabat Ditangkap Warga karena Mencoba Menyita Jenazah

EtIndonesia. Gerakan perlawanan terhadap kremasi paksa yang diluncurkan pemerintahan partai komunis Tiongkok memicu kemarahan publik. Di dataran tinggi Yunnan–Guizhou, aksi penolakan penduduk terhadap kebijakan ini telah berlangsung hampir sebulan. Di Kabupaten Xifeng, Guizhou, seorang camat yang membawa orang-orang untuk merebut jenazah dan memukuli keluarga almarhum ditangkap oleh warga desa yang marah dan dipaksa mengenakan atribut duka seperti “anak berduka”.

Menurut laporan dari media independen yang memantau insiden massal di Tiongkok, “Yesterday”, gerakan “anti-kremasi paksa” di Yunnan dan Guizhou telah berlangsung hampir sebulan. 

Dilaporkan juga, banyak warga desa secara mandiri mengorganisir perlawanan terhadap otoritas lokal, dengan ribuan warga mengawal proses pemakaman secara tradisional yakni dikubur. Bahkan, warga juga berjaga di area pemakaman saat siang dan malam untuk mencegah pemerintah menggali dan membakar jenazah secara paksa.

Bentrok Hebat Meletus pada 28 November

Pada  28 November pagi, terjadi bentrokan sengit di Desa Lianhe, Desa Shanshuping, Kecamatan Xishan, Kabupaten Xifeng, Kota Guiyang, Guizhou. 

Saat warga sedang mengawal jenazah untuk dimakamkan secara tradisional, para petugas pemerintah berusaha menghentikan mereka dengan kekerasan. Akibatnya, warga marah dan menangkap beberapa pejabat, termasuk camat dan sekretaris partai desa, yang kemudian dipaksa mengenakan kain duka dan berlutut di depan peti mati.

Video yang direkam warga menunjukkan kerumunan besar yang mengantar prosesi pemakaman. Beberapa petugas pemerintah dikepung di tengah kerumunan, tampak dengan kartu identitas kerja tergantung di leher. 

Warga menegur mereka karena memukul keluarga almarhum dan berkata, “Kalian tidak punya orang tua, ya?” Beberapa warga bahkan menarik kerah mereka dan hampir memukul balik.

Kemudian terdengar suara warga berteriak, “Bawa juga sekretaris partainya ke sini!” Setelah itu, camat, sekretaris desa, dan satu pejabat lain dipaksa mengenakan kain putih duka dan berlutut di depan peti mati sebagai bentuk penghormatan. Para pejabat yang biasanya berkuasa itu menuruti karena takut dipukuli. Warga mengejek, “Pejabat sekarang jadi anak berduka!”

Keluarga Punya Izin Pemakaman, Namun Jenazah Tetap Hendak Direbut

Menurut warga setempat, saat jenazah sedang diantar ke lokasi pemakaman, pemerintah mengerahkan banyak pegawai dan staf rumah duka untuk menghadang. Mereka menuntut agar jenazah diserahkan ke rumah duka untuk dikremasi. Warga mengatakan bahwa keluarga almarhum memegang surat izin pemakaman tanah yang sah dan tidak melanggar aturan apa pun.

Perdebatan memicu bentrokan fisik, dan seorang anggota keluarga dipukuli oleh petugas pemerintah. Warga yang marah kemudian menangkap beberapa pejabat, termasuk camat dan sekretaris partai tersebut, serta merusak kaca mobil dinas mereka. Setelah kabar itu menyebar, ratusan warga desa sekitar berkumpul memberi dukungan.

Tiga pejabat yang tertangkap kemudian dibawa ke depan peti jenazah, dipakaikan kain duka, dan dipaksa berlutut sebagai “anak berduka”. Namun petugas pemerintah lainnya berhasil melarikan diri. Pada akhirnya, setelah pihak pemerintah berjanji tidak lagi menutup jalan dan tidak menghalangi warga, barulah mereka dibebaskan, tetapi seluruh kendaraan pemerintah tetap ditahan warga.

Mobil Dinas Didorong ke Jurang

Pada 29 November pagi, setelah pemerintah berjanji menanggung biaya pengobatan korban yang dipukul, jenazah akhirnya dimakamkan. Video menunjukkan mobil dinas berwarna merah yang sebelumnya ditahan, telah didorong warga ke bawah jalan sebagai aksi protes.

Gerakan Penolakan Kremasi Meluas

Sejak awal bulan ini, warga di Kabupaten Xifeng (Guizhou) dan Kabupaten Zhenxiong (Yunnan) telah berulang kali menggelar aksi besar-besaran menentang kremasi paksa. Beberapa kali terjadi bentrokan dengan petugas pemerintah. Wakil bupati Xifeng bahkan sempat ditahan warga. Warga Desa Mushan, Kecamatan Shidong, juga telah bergiliran berjaga di area makam selama lebih dari 20 hari. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Siap Gunakan Kekuatan Militer? Trump Peringatkan Wilayah Udara Venezuela Akan “Ditutup Sepenuhnya”

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengungkapkan bahwa operasi “darat” terhadap Venezuela akan segera dimulai. Tak lama kemudian, ia kembali mengeluarkan peringatan global bahwa wilayah udara Venezuela harus dianggap sebagai “sepenuhnya tertutup”.

Pada 29 November, Trump menulis di platform media sosialnya, Truth Social: “Kepada semua maskapai penerbangan, pilot, pengedar narkoba, dan pelaku perdagangan manusia: anggap wilayah udara Venezuela dan area sekitarnya sebagai wilayah yang sepenuhnya tertutup.”

Pada 27 November, Trump sudah menyatakan bahwa operasi “darat” untuk menghentikan perdagangan narkoba Venezuela akan dimulai “dalam waktu dekat”.

Sebelumnya pada 21 November, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan maskapai-maskapai besar Amerika bahwa terbang melintasi wilayah udara Venezuela dapat menghadirkan “potensi bahaya”. Karena itu, sejumlah maskapai internasional membatalkan penerbangan dari Venezuela.

Tidak lama sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah menetapkan “Kartel Matahari” (Cartel de los Soles) sebagai organisasi teroris asing. Pemerintah AS menuduh kelompok ini menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar ke Amerika Serikat dan menyebabkan banyak kematian warga AS. Washington juga menuding Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebagai pemimpin kartel tersebut — tuduhan yang dibantah keras oleh Maduro.

Pemerintah AS telah lama memasukkan Maduro dalam daftar buronan, dan hadiah bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi untuk menangkapnya telah dinaikkan menjadi 50 juta dolar AS.

Menurut Reuters, seorang pejabat tinggi pemerintah AS pada 22 November mengatakan bahwa Presiden Trump siap menggunakan seluruh kekuatan Amerika untuk menghentikan arus narkoba masuk ke negara tersebut dan membawa para pelakunya ke pengadilan. Ia juga menekankan bahwa terkait rezim Maduro di Venezuela, “semua opsi sedang dipertimbangkan”.

Sejak September, militer AS telah melakukan sedikitnya 21 operasi serangan terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba di Karibia dan Pasifik, menewaskan 83 pengedar narkoba.

Di bawah tekanan Amerika, rezim Maduro yang semakin terpojok mulai berpura-pura melakukan “pemberantasan narkoba”. Namun banyak pihak menilai ini hanyalah aksi pencitraan tanpa tindakan nyata.

Sumber : NTDTV.com

Banjir di Asia Selatan dan Asia Tenggara: Ratusan Orang Tewas di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka

EtIndonesia. Hingga Sabtu (29 November), akibat dampak badai tropis kuat “Senyar”, beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia mengalami hujan deras berkepanjangan. Kota-kota terendam banjir, terjadi tanah longsor, setidaknya lebih dari 500  orang tewas.

 Sementara di Asia Selatan, Siklon “Ditwah” memicu hujan ekstrim di Sri Lanka, menewaskan setidaknya 150 orang dan membuat lebih dari 500.000 penduduk terdampak. India sebagai negara tetangga kini berada dalam kondisi siaga tinggi.

Asia Tenggara Dilanda Hujan Ekstrem

Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengalami hujan badai selama satu minggu penuh — peristiwa yang sangat jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Sabtu, 29 November, warga provinsi Aceh mengatakan bahwa mereka telah menunggu bantuan selama berhari-hari sementara hujan deras terus mengguyur.

Warga Bireuen, Aceh — Husnidar — mengatakan: “(Banjir) menghanyutkan semuanya. Saya tidak bisa menyelamatkan apa pun.”

Di Desa Dagang Raya, Aceh, Kepala Desa Mustafa Hasyim bersama warga mendirikan dapur umum.

Mustafa Hasyim mengatakan: “Kami mendapat sedikit bantuan, tetapi hingga hari ini kami baru menerima dua karung beras.”

Thailand juga terdampak hujan badai hebat. Para korban banjir mengantri mengambil bantuan di tengah kegelapan, berharap dapat segera pulih dari bencana.

Saat ini, badai tropis Senyar telah menyebabkan:

  •  442  orang tewas di Indonesia,
  • 162 orang tewas di Thailand,
  • 2 orang tewas di Malaysia.

Jumlah korban tewas di Indonesia dan Thailand menjadikan banjir ini salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Sri Lanka Dilanda Banjir Terparah Abad Ini

Di Sri Lanka, hujan deras berhari-hari menyebabkan kota-kota berubah menjadi lautan air.

Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka melaporkan pada Sabtu (29 November):

  • 150 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu Siklon Ditwah,
  • hampir 200 orang hilang,
  • 80.000 orang mengungsi ke tempat penampungan,
  • sekitar 500.000 orang terdampak bencana.

Pemerintah Sri Lanka telah meminta bantuan internasional dan menyerukan diaspora untuk memberikan donasi guna membantu para korban. (Hui)

Laporan disusun oleh Qiu Yue dan Jiang Diya — New Tang Dynasty Television.