Thailand Hentikan Pelaksanaan Gencatan Senjata dengan Kamboja Gara-gara Ledakan Ranjau di Perbatasan Lukai Tentaranya

Thailand pada Selasa (11 November) mengonfirmasi bahwa mereka menghentikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata yang diperbarui dengan Kamboja dan menyatakan akan memberikan penjelasan resmi kepada Washington.

EtIndonesia. Sehari sebelumnya (10 November), sebuah ranjau darat meledak dan melukai empat prajurit Thailand. Militer Thailand segera mengerahkan ambulans dan helikopter untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

Thailand kemudian menuduh Kamboja menanam ranjau baru setelah kedua negara menandatangani versi “diperkuat” dari perjanjian gencatan senjata pada bulan lalu.

Pemerintah Thailand menyatakan akan menangguhkan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata tanpa batas waktu, sampai Kamboja memberikan permintaan maaf resmi terkait insiden ledakan ranjau tersebut.

 “Dewan Keamanan Nasional telah memutuskan untuk menghentikan semua langkah yang disebutkan dalam pernyataan bersama, dan kami juga akan menghentikan proses pembebasan tawanan perang asal Kamboja,” kata Menteri Pertahanan Thailand, Nattapon Napanit.

Selain itu, Thailand juga menunda pemulangan 18 tawanan perang Kamboja yang saat ini masih ditahan oleh militer Thailand.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja pada Selasa (11 November) merilis pernyataan resmi dalam bahasa Inggris membantah tuduhan tersebut, menegaskan bahwa tidak ada ranjau baru yang dipasang, dan menyebut ledakan itu disebabkan oleh sisa ranjau dari konflik masa lalu.

Kamboja juga menyerukan agar Thailand menghindari patroli di area bekas medan ranjau lama.

Dalam pernyataan itu, Kamboja menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan kerja sama erat dengan Thailand berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Oktober, guna memelihara perdamaian, stabilitas, dan keselamatan warga di kedua negara.

Sebagai latar belakang, pada akhir Juli tahun ini, Thailand dan Kamboja — dua negara bertetangga di Asia Tenggara — terlibat konflik bersenjata selama lima hari akibat sengketa wilayah, yang menewaskan puluhan prajurit dan warga sipil.

Bulan lalu, di bawah pengawasan langsung Presiden AS Donald Trump, kedua negara menandatangani versi diperkuat dari perjanjian gencatan senjata, yang memperbarui kesepakatan awal yang dibuat pada Juli. Trump bahkan menghubungi langsung para pemimpin kedua negara, mendesak mereka menghentikan permusuhan, dengan peringatan bahwa perundingan dagang dengan AS akan terancam jika konflik berlanjut.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata itu, Thailand setuju untuk membebaskan prajurit Kamboja, dan kedua pihak wajib membersihkan senjata berat serta ranjau darat dari wilayah perbatasan. (Hui)

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty: Li Mei dan Liu Fang.

Wabah Flu di Tiongkok Meningkat Tajam: Virus Bermutasi, Anak-anak Terjangkit Parah — Ada yang Jadi “Paru-paru Putih” Hanya dalam Sehari

 Flu di daratan Tiongkok kali ini datang dengan sangat ganas. Virus telah mengalami mutasi, memiliki daya tular yang kuat, dan menyebar jauh lebih cepat, dengan jumlah infeksi yang terus melonjak — terutama di kalangan anak-anak. 

Baru-baru ini, seorang gadis berusia 12 tahun di Zhejiang mengalami demam hanya satu hari, namun paru-paru kirinya berubah menjadi “paru-paru putih” (white lung), saluran pernapasannya tersumbat, dan kondisinya sangat kritis. Para ahli memperingatkan bahwa puncak wabah flu ini sebenarnya belum benar-benar datang.

Seorang blogger kesehatan mengatakan: “Tahun ini strain flu yang beredar adalah tipe A H3N2. Dokter mengingatkan bahwa sebagian besar orang tidak memiliki kekebalan terhadap virus ini.”

EtIndonesia. Saat ini, tidak hanya provinsi-provinsi di selatan Tiongkok yang mengalami peningkatan aktivitas flu, tetapi juga wilayah utara yang menunjukkan tanda-tanda epidemi yang memburuk dengan cepat.

 “Flu semacam ini memang sering terjadi. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok disebut ‘penyakit dingin’. Hampir setiap tahun selalu ada wabah dalam skala tertentu,” kata Doktor medis Universitas Okayama, Jepang — Zhen Lixue. 

Namun, media daratan melaporkan bahwa musim flu tahun ini datang lebih awal, dan strain yang dominan telah bermutasi dari subtipe H1N1 menjadi H3N2. Virus ini bukan hanya lebih menular, tapi juga menyebar jauh lebih cepat.

Di Rumah Sakit Anak Rumah Sakit Terlampir Pertama Universitas Pengobatan Tiongkok Henan, jumlah pasien rawat jalan hanya dalam dua hari akhir pekan lalu telah melebihi 4.000 kunjungan, dengan peningkatan signifikan pada pasien anak-anak.

Seorang warga Tiongkok memperingatkan:  “Wabah flu kali ini benar-benar tidak bisa dianggap enteng. Kalian harus menjaga diri baik-baik.”

Baru-baru ini di Zhejiang, seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang hanya demam selama satu hari, paru-paru kirinya langsung menjadi “paru-paru putih” dan ia sesak napas sampai tidak bisa berbaring. Awalnya orang tuanya mengira itu hanya flu biasa, namun kondisi anak itu memburuk dengan sangat cepat.

Seorang orangtua di Tiongkok mengatakan:  “Gelombang flu kali ini benar-benar parah. Sekolah anak saya sudah meliburkan kelas selama empat hari karena banyak yang sakit. Anak saya juga sudah demam empat hari dan masih batuk terus.”

Menurut laporan terbaru dari Pusat Perlindungan Kesehatan Departemen Kesehatan Hong Kong, hingga 7 November, terdapat 17 kasus flu berat pada anak-anak, termasuk satu kasus meninggal dunia.

Namun hingga saat ini, pemerintah Tiongkok belum mengumumkan angka kematian akibat flu di daratan. Banyak netizen mengeluhkan bahwa gejala flu kali ini sangat parah — bahkan lebih buruk daripada ketika terinfeksi COVID-19 — dan menduga bahwa ini merupakan gelombang baru wabah penyakit.

Zhen Lixue menambahkan:  “Sejak munculnya COVID-19, berbagai macam penyakit menular terus bermunculan. Pemerintah tidak akan memberi tahu masyarakat angka sebenarnya. Tapi kita bisa melihat dari hal-hal lain — misalnya tingkat kematian meningkat dan krematorium sangat sibuk. Itu menunjukkan masalah serius. Mereka tidak mau rakyat tahu kenyataan yang sebenarnya.”

Meski demikian, menurut otoritas setempat, puncak wabah flu di Tiongkok belum tiba. Pada 10 November, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok mengatakan dalam konferensi pers bahwa puncak epidemi flu kali ini diperkirakan akan terjadi antara pertengahan Desember hingga awal Januari tahun depan.

Para ahli memperingatkan bahwa situasi epidemi di Tiongkok masih sangat serius, masyarakat disarankan untuk terus mengikuti informasi yang akurat dan tidak meremehkan ancaman penyakit ini. (Hui)

Laporan oleh wartawan New Tang Dynasty: Tang Rui dan Qiu Yue

RHYTHM Lounge dan Bar Resmi Hadir di Surabaya

Destinasi Baru untuk Hangout dan Bernostalgia

Surabaya – Ada yang baru di jantung kota Surabaya. Sebuah destinasi hangout yang menghadirkan nostalgia masa lalu dalam balutan modern yang elegan. Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya resmi membuka outlet terbarunya, RHYTHM Lounge & Bar, tempat yang memadukan musik, cita rasa, dan suasana penuh kenangan dengan sentuhan kekinian.

Berlokasi di kawasan mixed-use Gedung Praxis, tepatnya di Jl. Panglima Sudirman No.101–103 Surabaya, RHYTHM hadir sebagai destinasi bagi siapa pun yang ingin menikmati alunan live music sambil bersantai dan bernostalgia dalam suasana hangat yang penuh cerita.

Acara Grand Opening yang digelar pada 12 November 2025 berlangsung meriah dengan penampilan musisi lokal pilihan, lighting show, dan bartender show yang memukau. Mengusung konsep moderen elegan, RHYTHM menghadirkan perpaduan antara desain interior berkelas, sistem tata suara dan lighting berkualitas tinggi serta atmosfer yang cozy dan nyaman.

“Di Surabaya, tempat untuk para penikmat musik lawas masih jarang ditemukan. RHYTHM kami hadirkan untuk menjadi ruang di mana musik, kenangan, dan suasana hangat bisa dinikmati kembali dalam nuansa modern,” ujar Ari Perdana, General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya.

Menariknya, RHYTHM Lounge & Bar juga dilengkapi dance floor untuk para pecinta line dance, salsa, dan berbagai gaya dansa lainnya, sangat ideal bagi siapa pun yang ingin mengekspresikan diri dan menikmati ritme musik dengan bebas, penuh semangat, dan tetap elegan.

Lebih dari sekadar tempat bersantai, RHYTHM Lounge & Bar siap menjadi destinasi pilihan untuk live music, private party, hingga corporate gathering. Dengan konsep yang fleksibel, RHYTHM membuka ruang bagi tamu untuk menikmati hiburan yang menghadirkan nostalgia, namun tetap terasa modern dan berkelas.

“Kami ingin RHYTHM menjadi bagian dari gaya hidup urban masyarakat Surabaya, tempat untuk melepas penat, menikmati musik, dan bersosialisasi dengan cara yang menyenangkan. Semua elemen kami rancang agar tamu bisa merasakan pengalaman yang berirama dan berkesan,” tutur Reimons Santoso, Marketing Communications Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya.

RHYTHM Lounge & Bar beroperasi setiap Senin hingga Kamis pukul 16.00 – 00.00, sedangkan Jumat hingga Minggu pukul 17.00 – 02.00. Hiburan live music hadir setiap hari Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 19.30 – 23.00, serta penampilan DJ setiap akhir pekan pukul 23.00 – 01.00. Selama periode pembukaan, RHYTHM Lounge & Bar menawarkan diskon 20% untuk makanan dan minuman (tidak termasuk alkohol).

“Kami berharap RHYTHM dapat menjadi tempat favorit baru bagi warga Surabaya untuk menikmati malam yang berkesan, baik bersama teman, kolega, maupun orang tersayang,” tutup Ari Perdana.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi Instagram @rhythmloungebar.sby dan @grandwhizpraxis.surabaya, atau hubungi WhatsApp 0812.3450.6860.

Dukung Gaya Hidup Ramah Lingkungan Dafam Pacific Caesar Surabaya Hapus Botol Plastik Sekali Pakai

Surabaya – Dafam Pacific Caesar Surabaya mengumumkan inisiatif keberlanjutan baru, menjadikannya salah satu hotel di Surabaya yang sepenuhnya menghilangkan botol air plastik sekali pakai dari semua kamar tamu, ruang pertemuan, dan gerai makanan dan minuman. Langkah signifikan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang hotel terhadap pengelolaan lingkungan dan pengurangan jejak ekologis.

Mulai sekarang, tamu akan menemukan sistem hidrasi baru di seluruh properti. Alih-alih botol plastik, setiap kamar tamu akan dilengkapi dengan botol kaca yang elegan dan dapat digunakan kembali. Dispenser air berkualitas tinggi, akan ditempatkan secara strategis di setiap lantai, memungkinkan para tamu mengisi ulang botol mereka dengan nyaman.

Kebijakan bebas plastik ini juga meluas ke ruang pertemuan dan acara. Tidak ada lagi botol plastik individual di meja rapat. Semua konferensi, perjamuan, dan acara yang diselenggarakan di hotel kini akan menggunakan dispenser kaca atau baja tahan karat dalam format besar, yang memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dan canggih.

“Kami percaya bahwa kemewahan dan keberlanjutan menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan.” Ujar Andry Bagus Prasetyo selaku F&B Supervisor Dafam Pacific Caesar Surabaya.
“Para tamu kami semakin sadar akan dampak lingkungan, dan kami ingin menawarkan mereka pengalaman premium yang sejalan dengan nilai-nilai mereka. Dengan menghilangkan botol plastik sekali pakai, kami tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menetapkan standar baru untuk keramahan di komunitas kami.” Tambah Hogi Budiarto selaku General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya.

Inisiatif ini diperkirakan akan menghemat lebih dari puluhan ribu botol plastik per tahun agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah dan lautan. Pihak hotel berencana untuk terus mencari solusi inovatif untuk meminimalkan limbah dan mempromosikan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Mercure Surabaya Grand Mirama Berkolaborasi dengan Rumah Broadcast Hadirkan “Vlogcation” Dorong Semangat Berekspresi Kreatif di Dunia Hospitality

Surabaya – Kreativitas kini menjadi bahasa universal yang mampu menghubungkan berbagai bidang, termasuk dunia perhotelan. Mengusung semangat untuk membuka ruang ekspresi bagi semua kalangan, Mercure Surabaya Grand Mirama berkolaborasi dengan Rumah Broadcast menghadirkan kegiatan bertajuk “Vlogcation” — sebuah kegiatan dimana mengajak para peserta menjelajahi hotel sambil membuat vlog yang menampilkan sisi terbaik dari fasilitas, pelayanan, dan suasana hotel dengan cara yang kreatif dan autentik.

Bertempat di Coffee Café Central, kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari anak-anak, penggiat konten digital, hingga kalangan dewasa yang ingin mengembangkan kemampuan bercerita dalam bentuk visual. Dalam suasana yang santai namun inspiratif, peserta dibekali sesi pengenalan singkat seputar dasar-dasar pembuatan konten dari tim Rumah Broadcast, sebelum akhirnya melakukan eksplorasi ke berbagai area hotel.

Para peserta diajak menjelajahi meeting room yang baru saja di renovasi dengan fasilitas modern yang cocok untuk kebutuhan bisnis dan acara, hingga beberapa outlet restoran yang menghadirkan pengalaman seru bagi para peserta. Salah satu momen paling menarik terjadi ketika chef menampilkan atraksi teppanyaki flaming di Ebisu Japanese Restaurant yang memukau hingga atraksi juggling bottle yang dilakukan di Coffee Cafe.

Tak berhenti di situ, peserta juga mendapat kesempatan langka untuk mengunjungi kamar terbaru Mercure Surabaya Grand Mirama yang baru saja selesai direnovasi, yaitu Privilege Suite Room. Dengan desain yang modern dan otentik, kamar tersebut menjadi latar sempurna bagi peserta untuk menampilkan sisi elegan dari hotel berbintang empat ini.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga menghibur dan penuh inspirasi. Melalui Vlogcation, kami mengajak masyarakat untuk melihat sisi lain dari sebuah hotel, di mana hotel tidak hanya menjadi tempat untuk beristirahat, tetapi juga sumber inspirasi dan kolaborasi. Kami percaya bahwa setiap peserta memiliki cara pandang unik dalam bercerita, dan kami senang dapat memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan ide-ide segar tersebut,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama.

Selain kesempatan untuk membuat vlog, peserta juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah kejutan bagi vlog paling kreatif yang diunggah ke sosial media. Setiap peserta bebas mengekspresikan gaya dan sudut pandang mereka. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk berkreasi sekaligus menikmati pengalaman berbeda dalam menjelajahi hotel dari perspektif mereka sendiri.

“Selain memanfaatkan tren dunia vlogging yang sedang digemari, kami ingin memberikan wahana yang menarik untuk dieksplor. Kami ingin menciptakan tempat yang praktis dan sederhana bagi para pemula untuk belajar bagaimana cara membuat vlog  dengan baik. Karena itu, pesertanya pun sangat beragam, mulai dari anak usia 6 tahun hingga pelaku UMKM dan para guru,” ungkap Didi Adhiyaksa, Rumah Broadcast. Sebagai salah satu hotel ikonik di pusat Kota Surabaya, Mercure Surabaya Grand Mirama terus berinovasi dalam memperbarui fasilitas dan layanan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi tamu dan masyarakat luas. Kolaborasi antara Mercure Surabaya Grand Mirama dan Rumah Broadcast ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan komunitas kreatif di Surabaya, sekaligus menunjukkan bagaimana dunia hospitality dapat bertransformasi menjadi ruang inspiratif bagi komunitas kreator digital.

Video : Robot Humanoid Rusia Jatuh Saat Diperkenalkan — Komponennya Berhamburan di Atas Panggung 

Pada 10 November 2025, robot humanoid AI pertama Rusia bernama AIdol resmi diperkenalkan ke publik. Namun, dalam momen yang seharusnya menjadi kebanggaan itu, robot tersebut terjatuh di atas panggung, dan komponennya berserakan ke mana-mana, memicu gelombang komentar dan tawa di media sosial.

EtIndonesia. Video yang beredar di platform sosial X menunjukkan, robot Idol berjalan dengan langkah gontai seperti orang tua, perlahan menuju ke depan panggung. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya untuk menyapa penonton, tetapi setelah melangkah beberapa kali, tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh keras ke lantai, membuat bagian-bagian tubuhnya terlepas dan berjatuhan di panggung.

Dua staf yang berada di belakangnya segera berlari ke depan untuk menarik robot itu keluar dari panggung, sementara dua staf lainnya membawa kain hitam besar untuk menutupi adegan memalukan itu. Namun, karena kain tersebut kusut dan sulit dibentangkan, justru menambah kesan komedi pada insiden itu.

Video robot Rusia yang jatuh ini segera menjadi bahan perbincangan hangat di internet. Banyak netizen yang menyindir dengan nada humor:

  • “Mereka seharusnya berlatih membuka tirai dulu, baru membuat robot yang lebih baik.”
  • “Sepertinya sebelum tampil dia diberi banyak minuman keras — sesuai tradisi negaranya.”
  • “Itu robot Rusia yang mabuk berat!”
  • “Robot Rusia rusak mental; jelas terlihat betapa jauh tertinggalnya dibanding robot Amerika.”

CEO perusahaan robot Rusia Idol, Vladimir Viktukin, menjelaskan bahwa Idol masih dalam tahap pengujian, dan berharap kejadian ini menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan berikutnya.

Sebelumnya, perusahaan mengklaim bahwa AIdol  memiliki kemampuan mengenali emosi, melakukan percakapan offline, dan 77% komponennya buatan lokal Rusia. Namun, jatuhnya robot ini dianggap sebagai bukti lemahnya sistem kendali gerak robot Rusia, sebuah tantangan teknis besar di bidang robotika.

Menurut pakar dari Zhiyuan Research Institute, robot humanoid harus mampu menyeimbangkan diri secara adaptif, seperti manusia yang menyesuaikan posisi tubuh dan pusat gravitasi saat berjalan. Idol jelas belum memiliki mekanisme refleks seperti itu. Selain itu, sistem keseimbangannya gagal mengintegrasikan data dari sensor visual dan unit pengukur inersia (IMU), sehingga respon terhadap perubahan lingkungan menjadi lambat. Kemampuan komputasi real-time-nya juga belum dioptimalkan.

Sebagai perbandingan, robot “Atlas” buatan perusahaan Boston Dynamics (AS) telah mampu melakukan aksi rumit seperti salto belakang dan parkour. Keunggulan itu dicapai berkat motor servo presisi tinggi (akurasi 0,01 derajat) dan algoritma perencanaan gerak yang telah dikembangkan selama 20 tahun.

Sementara itu, chip inti Idol masih bergantung pada stok lama atau pasokan pihak ketiga, dan dari penampilannya saat peluncuran, robot ini masih berada pada tahap awal perkembangan AI humanoid. (Hui)

oleh wartawan Luo Tingting / Zhu Xinrui – NTDTV.com

Rudal “Flamingo” Menggila: 150 Ribu Tentara Dikerahkan, Putin Mulai Kehabisan Prajurit?

EtIndonesia. Menjadi salah satu periode paling menentukan dalam perang Rusia–Ukraina. Serangkaian serangan besar Ukraina menghantam infrastruktur militer dan energi Rusia, sementara Moskow mempercepat pengerahan pasukan dalam jumlah masif ke Red Army Village (Pokrovsk). Di lain sisi, Eropa meningkatkan kesiapan militer dengan kontrak persenjataan senilai puluhan miliar euro.

Laporan di bawah merangkum seluruh kejadian secara kronologis dan komprehensif.

Operasi Khusus Ukraina Hantam Depot Minyak Hvardiiske, Krimea 

Pada malam 10 November 2025, Staf Umum Ukraina mengungkap operasi khusus terhadap depot minyak utama Rusia di Hvardiiske, wilayah Krimea.

Pasukan khusus Ukraina dilaporkan menyusup ke lokasi dan meledakkan fasilitas penyimpanan bahan bakar inti. Rekaman malam hari menunjukkan kobaran api dari berbagai titik yang terus menyala hingga dini hari 11 November.

Depot Hvardiiske memegang peran strategis karena menjadi pusat suplai bahan bakar bagi seluruh operasi Rusia di arah Kherson–Zaporizhzhia. Penghancurannya dipandang sebagai langkah Ukraina memotong jalur logistik Rusia baik dari laut maupun dari jaringan depot darat.

Eropa Bergerak: Jerman Teken Kontrak Militer €40 Miliar 

Di tengah eskalasi perang, Eropa mempercepat modernisasi militernya. Pada 11 November 2025, Pemerintah Jerman menandatangani kontrak raksasa senilai €40 miliar dengan Rheinmetall.

Kontrak tersebut mencakup:

·         Produksi kendaraan tempur Boxer generasi terbaru.

·         Pengadaan perlengkapan pertempuran dan sistem proteksi baru.

·         Kemitraan dengan perusahaan Finlandia Eyes untuk membangun lini produksi satelit radar SAR di Jerman.

Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa Eropa mulai mengurangi ketergantungan pada intelijen dan sistem senjata Amerika Serikat.

Feodosia Terbakar: Terminal Minyak Krimea Lumpuh Total

Pada malam 10 November, tiga garis cahaya putih melesat di langit Krimea sebelum ledakan besar mengguncang terminal minyak Feodosia. Dalam hitungan menit, fasilitas itu berubah menjadi lautan api.

Kejadian penting:

·         Beberapa tangki raksasa meledak berturut-turut.

·         Asap hitam terlihat hingga puluhan kilometer jauhnya.

·         Rusia mengklaim sebagian rudal ditembak jatuh, namun kemudian menutup jalur kereta Kerch–Feodosia dan membatasi pembelian BBM—indikasi kerusakan besar.

Metode Serangan “Gelombang Api”

Analis menggambarkan operasi ini sebagai pola serangan berlapis:

1. Gelombang drone murah untuk memaksa pertahanan udara Rusia menghabiskan amunisi.

2. Drone intelijen memetakan pola radar.

3. Rudal Flamingo dilepaskan saat sistem pertahanan mulai jenuh.

Feodosia adalah pusat distribusi BBM terbesar di Krimea; 80% bahan bakar kawasan melewati titik ini. Dampaknya fatal bagi front selatan Rusia.

Jalur Alternatif Rusia Hampir Mati Total

·         Feri Pioneer rusak sejak Mei, belum diperbaiki.

·         Feri Slavyansk rusak sejak Juli.

·         Feri Conro Trader tenggelam Agustus akibat rudal Neptun.

·         Kereta BBM via Jembatan Krimea tidak berani dioperasikan.

Warga Krimea menyerbu SPBU pada malam yang sama. Banyak stasiun kehabisan bahan bakar dalam beberapa jam.

Ukraina Serang Saratov, Volgograd, Samara, dan Rostov 

Pada larut malam 11 November 2025, kawanan drone Ukraina menyerang kilang minyak Rosneft Saratov, salah satu dari lima kilang terbesar Rusia (kapasitas 7,2 juta ton/tahun). Saksi mata melaporkan delapan ledakan besar.

Sepanjang 10 hari pertama November, kilang ini sudah diserang dua kali.

Di Volgograd, sebuah ledakan memaksa bandara utamanya ditutup total untuk pemeriksaan keamanan. Sementara itu, di Samara dan Rostov, dilaporkan:

·         Serangan udara presisi terhadap fasilitas energi.

·         Aksi sabotase yang menargetkan jalur kereta.

·         Kerusakan dilaporkan di stasiun Likhovskaya.

Serangan-serangan ini menunjukkan strategi sistemik Ukraina: memukul energi, rel kereta, dan pusat logistik Rusia secara bersamaan agar operasi ofensif Moskow di garis depan terhambat total.

Rusia Kerahkan 150.000 Pasukan ke Red Army Village (Pokrovsk) 

Pada 11–12 November 2025, Rusia kembali mengalirkan pasukan ke Red Army Village (Pokrovsk), titik paling panas dalam perang. Diperkirakan 150.000 tentara telah dikerahkan ke kawasan itu.

Menurut NEXTA, Rusia berencana melancarkan serangan penentu.

Upaya Rusia:

·         Mengepung kota dari utara, selatan, dan timur.

·         Mencoba merebut Mirnohrad untuk memotong jalur suplai Ukraina.

Namun, pasukan khusus Ukraina menggagalkan sebagian besar serangan. Rotasi pasukan Ukraina juga berhasil dilakukan—menandakan bahwa kota belum terkepung.

Analis memperingatkan: Jika Rusia gagal merebut kota dalam 2–3 minggu, momentum perang bisa berbalik ke Ukraina.

Krisis Terbesar Rusia Meledak: Kekurangan Personel dan Wamil Paksa

Pada 5 November 2025, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang baru yang menyatakan mobilisasi cadangan untuk “melindungi infrastruktur penting.”

Namun analisis ISW (Institute for the Study of War) menyebut undang-undang itu hanya kedok—prajurit cadangan kemungkinan besar akan dikirim langsung ke Ukraina.

Beberapa wilayah Rusia sudah memulai panggilan cadangan bahkan sebelum undang-undang disahkan:

·         Dagestan

·         Bashkortostan

·         Wilayah perbatasan Ukraina

Menariknya, Moskow tidak masuk daftar mobilisasi, diduga untuk mencegah keresahan politik di ibu kota.

ISW memperingatkan bahwa Rusia kini memasuki fase: “Perang jangka panjang + mobilisasi paksa untuk menutup kekurangan besar pasukan.”

Zelenskyy Mendesak Barat: Ukraina Butuh 25 Sistem Patriot Sekarang

Dalam wawancara di kantornya pada 10 November 2025, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan Ukraina ingin membeli 25 sistem pertahanan udara Patriot dari AS, masing-masing senilai 1,1 miliar dolar.

Dia menegaskan Ukraina tidak bisa menunggu bertahun-tahun:

·         Ukraina siap membayar menggunakan dana yang berasal dari pinjaman kompensasi US$162 miliar berbasis aset Rusia yang dibekukan.

·         Namun Eropa belum memberi lampu hijau.

Zelenskyy meminta negara-negara Eropa meminjamkan sistem Patriot mereka sementara menunggu produksi baru Amerika selesai.

Saat wawancara berlangsung, listrik di kantor Zelenskyy tiba-tiba padam akibat serangan Rusia 8 November yang sebelumnya memadamkan listrik di hampir seluruh Ukraina. Lampu hanya menyala kembali setelah generator diaktifkan — gambaran nyata betapa kritisnya pertahanan udara Ukraina.

Kesimpulan Utama

·         Ukraina menghantam jantung logistik Rusia di Krimea dan wilayah dalam negeri Rusia (10–12 November 2025).

·         Rusia merespons dengan pengerahan 150 ribu pasukan ke Pokrovsk, namun tanpa keberhasilan signifikan.

·         Krimea kini menghadapi risiko kehabisan BBM.

·         Kekurangan personel membuat Rusia mulai menerapkan mobilisasi paksa.

·         Eropa mempercepat modernisasi militer, sementara Ukraina mendesak pengiriman sistem Patriot segera.

Cukup sekian dulu terimakasih atas perhatiannya

Anak Sekolah Bersumpah Donasi Organ: Siapa yang Mengatur Semua Ini?”


EtIndonesia.
Sebuah peristiwa medis yang disebut sebagai “prestasi luar biasa” oleh media pemerintah justru berubah menjadi sumber kecurigaan besar di kalangan pakar medis internasional. Pada pagi hari 6 Oktober 2025, Rumah Sakit Rakyat Pertama Kunming, Tiongkok,  melaksanakan 31 operasi transplantasi organ hanya dalam waktu 16 jam—mulai dari pengambilan organ, proses pencocokan, hingga penanaman kepada pasien.

Rumah sakit tersebut mengeluarkan pernyataan resmi bahwa organ berasal dari dua “donor muda tak dikenal” yang diklaim mengalami mati otak akibat kecelakaan dan secara “sukarela” menyumbangkan jantung, hati, ginjal, serta kornea kepada 31 pasien.

Namun, alih-alih dianggap sebagai keajaiban medis, operasi masif ini justru memunculkan puluhan tanda tanya besar.

Pertanyaan di Balik 31 Transplantasi dalam Sehari

Rumah Sakit Rakyat Pertama Kunming memang dikenal sebagai pusat transplantasi organ terbesar di Tiongkok, dengan ribuan operasi tiap tahun. Tetapi kali ini, menurut sejumlah analis medis, terdapat kejanggalan besar:

1. Waktu tunggu organ terlalu singkat

  • Di Tiongkok, banyak pasien menerima organ dalam 1–2 bulan, bahkan hanya beberapa jam.
  • Di negara-negara maju, seperti AS atau Eropa, waktu tunggu 5–10 tahun dianggap normal karena donasi organ memang sangat terbatas.

2. Hanya dua donor tetapi 31 organ cocok untuk 31 pasien

Secara medis, peluang dua orang dapat menyediakan 31 organ dengan kecocokan darah, jaringan, dan umur organ yang tepat bagi 31 pasien hampir mustahil terjadi.

3. Identitas donor yang disembunyikan

Warganet Tiongkok mempertanyakan:

“Jika mereka pahlawan, mengapa nama donor tidak diumumkan? Apa yang ditutupi rumah sakit?”

4. Rasio donasi dan permintaan tidak masuk akal

Data resmi pemerintah Tiongkok (2024):

  • 20.000 transplantasi per tahun
  • 300.000 pasien menunggu
  • Rasio permintaan:persediaan 1:15

Dengan angka tersebut, mustahil rumah sakit dapat menerima organ begitu cepat tanpa “sumber lain”.

Pakar menyimpulkan bahwa operasi ini terlihat seperti jalur produksi pabrik, di mana organ sudah tersedia di sistem pasokan internal—bukan hasil donasi alami.

Propaganda Donasi Organ Masuk ke Sekolah Dasar

Yang paling mengejutkan publik adalah fakta bahwa propaganda donasi organ kini merambah sekolah dasar.

Anak-anak diminta bersumpah menjadi “duta donasi organ”

Dalam beberapa video yang viral:

  • Guru-guru di Jiangxi memimpin murid-murid bersumpah “menyumbangkan organ”.
  • Anak-anak mengisi formulir dengan daftar organ: jantung, paru, hati, limpa, dan lain-lain.

Tes darah diam-diam tanpa izin orangtua

Di Liaoning, sejumlah orangtua membocorkan bahwa sekolah melakukan pemeriksaan darah rahasia, diduga untuk mencocokkan tipe darah siswa.

Seorang sumber internal mengatakan: “Sekolah tidak mungkin berani melakukan ini tanpa perintah dari atas.”

Keluarga-keluarga mulai bertanya-tanya apakah ini terkait pencocokan bagi pasar organ gelap.

Kasus Anak Hilang Memperkuat Kecurigaan

Dari 1–15 September 2025, daftar anak hilang yang beredar di internet menunjukkan dominasi anak sekolah dan remaja.

Salah satu kasus paling menggemparkan terjadi di Shaanxi:

  • Seorang siswa laki-laki 15 tahun hilang sepulang sekolah.
  • Dua hari kemudian ditemukan sudah meninggal di pinggir jalan.
  • Ginjal dan beberapa organ hilang.

Ketika keluarga menuntut penjelasan:

  • Sekolah menjawab: “Itu di luar tanggung jawab kami setelah jam pulang.”
  • Polisi menutup kasus dengan alasan “bunuh diri”, tanpa penyelidikan medis forensik yang layak.

Video yang diunggah keluarga kemudian dihapus sepenuhnya, bahkan akun mereka diblokir.

Tarif “Resmi” Organ di Tianjin: Bukti Perdagangan Organ Negara?

Mulai 1 Februari 2025, Komisi Kesehatan Tianjin dan lima lembaga pemerintah lainnya menerbitkan daftar tarif “resmi” untuk transplantasi organ:

OrganTarif Resmi
Hati250.000 yuan
Ginjal200.000 yuan
Jantung80.000 yuan
Kornea12.000 yuan/pasang

Kemunculan tarif resmi ini memperkuat dugaan bahwa perdagangan organ bukan sekadar aktivitas gelap, melainkan sudah menjadi mekanisme negara.

Peringatan Internasional: “Pengambilan Organ Hidup” Bukan Isu Lama

Istilah “pengambilan organ hidup” pertama kali diungkap praktisi Falun Gong pada awal 2000-an. Kala itu mereka diejek dan dituduh “menyebarkan kebohongan”.

Tetapi fakta justru menguat:

2021 — PBB mengeluarkan laporan resmi

PBB menuduh bahwa:

  • Ribuan praktisi Falun Gong,
  • Uighur,
  • Tibet,
  • dan penganut Kristen menjadi korban pengambilan organ paksa, digunakan untuk pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok dan pembeli asing.

2025 — AS mengesahkan Stop Forced Organ Harvesting Act

Kongres AS menyatakan:

  • 25.000–50.000 tahanan Tiongkok per tahun diambil organnya secara paksa.

Dengan kejadian seperti di Kunming, kekhawatiran dunia kembali mencuat.

 Fenomena Aneh: Selebritas Lanjut Usia Tiba-tiba Terlihat Muda

Belakangan, tiga tokoh selebritas Tiongkok yang sudah berumur 80–90 tahun muncul dalam video tampak:

  • lebih muda,
  • lebih cerah,
  • bahkan bergerak lincah layaknya remaja.

Publik menduga hal ini terkait transplantasi organ baru—diduga berasal dari donor berusia muda.

Canda Xi Jinping dan Putin Soal “Hidup 150 Tahun” Picu Dugaan Baru

Dalam percakapan di Tiananmen beberapa waktu lalu, Xi Jinping dan Vladimir Putin terlihat bercanda bahwa manusia kelak bisa hidup sampai 150 tahun. 

Meski terlihat sebagai obrolan santai, publik Tiongkok justru melihatnya sebagai sinyal gelap: “Apakah umur panjang mereka ditopang oleh organ dari generasi muda?”

Di tengah meningkatnya kasus transplantasi misterius, candaan itu terasa seperti bayangan dari kenyataan kelam yang sedang berlangsung.

Penutup

Kasus transplantasi massal di Kunming pada 6 Oktober 2025 bukan hanya menimbulkan kontroversi medis; ia membuka tabir lebih besar tentang dugaan jaringan perdagangan organ yang terstruktur, terkoordinasi, dan melibatkan institusi negara.

Dengan semakin banyaknya kasus anak hilang, propaganda donasi organ ke sekolah dasar, hingga tarif organ yang dilegalkan, publik tak lagi melihat ini sebagai isu kesehatan—melainkan sebagai krisis kemanusiaan berskala nasional.

Jika pola ini terus berlanjut, dunia mungkin akan menghadapi salah satu skandal hak asasi manusia terbesar abad ke-21.

Mengapa Ekonomi Tiongkok Terus Menghadapi Jalan Buntu yang Sama di Bawah Partai Komunis Tiongkok—Siapa pun yang Berkuasa

Di bawah Partai Komunis Tiongkok (PKT), “ekonomi terencana tidak dapat mengikuti kebutuhan pasar modern,” kata seorang pakar.

EtIndonesia. Sidang Pleno Keempat Tiongkok baru-baru ini berakhir dengan janji yang terdengar familiar: rencana lima tahun berikutnya akan menghadirkan “pembangunan berkualitas tinggi” dan “kemandirian teknologi” di bawah kendali PKT yang lebih ketat. Para pejabat diinstruksikan untuk siap menghadapi “angin kencang, gelombang besar, dan bahkan badai berbahaya.”

Meskipun nada Partai terdengar percaya diri, para ahli yang berbicara kepada The Epoch Times menggambarkan kenyataan yang berbeda.

 “Sejauh ini, uang memilih untuk pergi,” kata Frank Tian Xie, profesor bisnis di University of South Carolina Aiken.

Para pakar menjelaskan bahwa sistem ekonomi Tiongkok masih berjalan dengan prinsip yang sama: PKT mengesampingkan harga, hukum, dan akuntabilitas.

Hal ini menciptakan pola siklus — dari perencanaan pusat Mao Zedong, reformasi “kandang burung” Deng Xiaoping, hingga sentralisasi ulang oleh Xi Jinping — yang berulang kali berakhir dengan kebuntuan.

Setiap kali Beijing memperketat kendali, sektor swasta stagnan. Ketika pembatasan dilonggarkan, para pejabat dan pengusaha yang dekat dengan kekuasaan mengambil keuntungan, lalu kontrol diperketat kembali.

Sidang Pleno Keempat tidak mematahkan pola itu; sebaliknya, justru memperkuatnya.


Apa yang Dijanjikan Beijing dan Apa yang Dilihat Investor

Komunike Sidang Pleno Keempat memuat berbagai slogan dalam Rencana Lima Tahun ke-15: “pembangunan berkualitas tinggi,” “kemandirian dan kekuatan dalam sains dan teknologi,” “pembukaan diri,” dan “reformasi menyeluruh”—semuanya di bawah kepemimpinan “terpadu” Partai.

Bagi investor, hal itu berarti arah negara yang semakin kuat, namun disertai seruan bagi modal swasta dan asing untuk mempertahankan pertumbuhan, kata Xie kepada The Epoch Times.

Data neraca pembayaran Tiongkok menunjukkan investasi asing langsung (FDI) bersih turun ke tingkat terendah sejak awal 1990-an.
Arus masuk FDI bersih anjlok dari puncak 344 miliar dolar AS pada 2021 menjadi 51,3 miliar dolar AS pada 2023—turun 85 persen—dan menurun lagi menjadi sekitar 18,6 miliar dolar AS pada 2024, terendah dalam tiga dekade.

Krisis ini semakin dalam ketika gelembung properti Tiongkok meledak pada akhir 2021. Penjualan tanah dan rumah menurun tajam, membuat pemerintah daerah kehilangan sumber pendapatan utama. Selama bertahun-tahun, rezim Tiongkok membiayai proyek-proyek seperti kereta bawah tanah, bandara, dan kawasan industri melalui lembaga pembiayaan pemerintah daerah (LGFV).

Kini, LGFV kesulitan membayar kembali utang sekitar 78 triliun yuan (10 triliun dolar AS) — lebih dari separuh ukuran ekonomi Tiongkok — menurut penelitian kelompok jasa keuangan global BBVA.

Pada 2024, investasi real estat turun 10,6 persen, pembangunan baru anjlok 23 persen, dan pendapatan dari penjualan tanah — sumber penting bagi pemerintah daerah — turun 16 persen dari tahun sebelumnya, tahun ketiga berturut-turut penurunan menurut Biro Statistik Nasional Tiongkok.

Pasar properti yang lemah menambah tekanan terhadap pengangguran kaum muda, yang sudah suram.

Pada Agustus 2025, data resmi menunjukkan pengangguran usia 16–24 tahun mencapai 19 persen, tertinggi sejak metodologi baru diperkenalkan pada Desember 2023 yang mengecualikan mahasiswa.

Sebagai perbandingan, rata-rata pengangguran muda di negara-negara OECD pada Juli 2025 adalah 11,2 persen — Amerika Serikat 10,8 persen, dan Jepang 4,1 persen.

“Tidak ada angka yang menunjukkan adanya tanda pemulihan,” kata Xie, mengacu pada data FDI, pasar properti, dan pengangguran muda.


Era yang Berbeda, Sistem yang Sama

Menurut analis urusan Tiongkok berbasis di AS, Wang He, kebijakan ekonomi modern Tiongkok terbagi dalam tiga periode besar, namun semuanya didorong oleh ide utama yang sama: PKT harus memegang kendali mutlak.

Pada masa Mao Zedong, kontrol total melahirkan kelangkaan kronis. Contohnya Lompatan Jauh ke Depan (1958–1962), ketika mekanisme pasar digantikan oleh kuota, lahan pertanian dikolektivisasi, dan kampanye politik menetapkan target produksi.

Perencanaan terpusat membuat pejabat melebih-lebihkan hasil panen demi memenuhi target, menyebabkan kelaparan nasional yang menewaskan puluhan juta orang.

“Di bawah Mao, ekonomi Tiongkok berada di ambang kehancuran,” kata Wang kepada The Epoch Times.

Xie menambahkan, “Ekonomi terencana tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar modern.”

Setelah Mao meninggal dunia pada 1976, Deng Xiaoping berkuasa dua tahun kemudian.

Meski dikenal karena kebijakan “Reformasi dan Keterbukaan,” Deng tidak menghapus kontrol Partai; ia hanya mengaturnya ulang. Reformasi dua jalurnya mempertahankan target negara, namun memungkinkan kelebihan produksi dijual di pasar bebas.

Kemudian muncul Zona Ekonomi Khusus, dan masuknya Tiongkok ke WTO menarik modal asing serta memacu ekspor besar-besaran.

Mantan Wakil Perdana Menteri Chen Yun menggambarkan strategi Deng seperti “burung dalam sangkar.” Pasar adalah burung, dan perencanaan negara adalah sangkarnya — pasar bisa bergerak, tapi hanya sebatas yang diizinkan Partai.

Pemimpin-pemimpin berikutnya seperti Jiang Zemin dan Hu Jintao mempertahankan model ini, yang menghasilkan pertumbuhan cepat namun disertai kapitalisme kroni karena tanah, kredit, dan izin tetap di bawah kendali Partai.

Dalam “ekonomi kandang burung” Deng, bahkan perusahaan swasta terbesar pun tumbuh dari praktik kolusi politik, kata Wang.

Namun pertumbuhan itu memiliki harga: etika dan moral sering dikorbankan demi keuntungan.
Krisis susu mengandung melamin tahun 2008, yang meracuni ratusan ribu anak, menjadi contoh nyata lemahnya pengawasan.


Era Xi Jinping: Konsolidasi Kekuasaan

Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan pada 2012 dengan janji memerangi korupsi dan menghidupkan kembali ekonomi agar lebih cepat, inovatif, dan efisien.

Pada Sidang Pleno Ketiga 2013, ia berjanji akan membiarkan pasar “berperan menentukan” dalam alokasi sumber daya.

Namun dalam praktiknya, kampanye antikorupsi justru memperkuat kekuasaan Partai. Komite PKT mendapat pengaruh lebih besar dalam perusahaan, regulator memperketat pengawasan, dan kebijakan politik mulai mengarahkan pasar.

Pada 2015, Xi meluncurkan “Made in China 2025” untuk mendorong manufaktur berteknologi tinggi—seperti semikonduktor dan robotika—guna mengurangi ketergantungan pada teknologi asing melalui subsidi negara dan transfer paksa teknologi.

Pada 2017, Beijing mengesahkan Undang-Undang Keamanan Siber pertama, memperluas kendali negara atas data dan ekonomi digital.

Pada 2020, Beijing memperkenalkan aturan “tiga garis merah” yang membatasi rasio utang pengembang properti—kebijakan yang kemudian memicu kehancuran Evergrande, pengembang terbesar di Tiongkok.

Tahun yang sama, Beijing secara tiba-tiba membatalkan IPO Ant Group senilai 34 miliar dolar AS setelah pendirinya, Jack Ma, mengkritik regulator keuangan.

Kebijakan “nol-COVID” berikutnya memperparah keadaan, menghantam rumah tangga dan usaha kecil, menurunkan pertumbuhan PDB ke 3 persen pada 2022, terendah dalam beberapa dekade.

Beijing kemudian memperketat lagi kontrol dengan Undang-Undang Keamanan Data dan Perlindungan Informasi Pribadi (2021), membatasi penyimpanan dan transfer data ke luar negeri.

Undang-Undang Anti-Spionase (2023) memperluas definisi spionase, memungkinkan penggerebekan terhadap perusahaan konsultan asing, menciptakan ketidakpastian hukum yang menghambat kegiatan bisnis.

Secara global, Beijing juga menggunakan kontrol ekspor logam tanah jarang untuk tujuan geopolitik — membuka atau menutup aliran komersial sesuai prioritas negara.

“Bagaimana mungkin investor di sektor mana pun merasa aman?” kata Wang.

Wang menambahkan, dari masa Mao hingga Xi, pasar selalu beroperasi di dalam sangkar Partai.

 “Mencoba mengubah cara kerja PKT,” ujar Xie, “ibarat membedah pasien untuk mengangkat dua tumor, namun ternyata seluruh tubuhnya sudah terkena kanker. Jika diangkat semua, pasiennya mati—jadi dibiarkan saja hidup seperti itu.”


“Keunggulan Rendah Hak Asasi Manusia” Tiongkok Telah Mencapai Batasnya

Menurut sejarawan dan ekonom Tiongkok Qin Hui, pertumbuhan pesat Tiongkok selama beberapa dekade terakhir dibangun di atas apa yang ia sebut sebagai “keunggulan rendah hak asasi manusia”—yakni kemampuan PKT mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan hak-hak dasar dan tenaga kerja, bukan lewat inovasi atau reformasi pasar sejati.

Dalam esainya tahun 2007 berjudul “Keunggulan Rendah Hak Asasi Manusia dalam Pembangunan Ekonomi Tiongkok,” Qin menyatakan bahwa kebangkitan ekonomi Tiongkok menjadi yang kedua terbesar di dunia bukan karena pasar bebas, tetapi karena penindasan sistematis terhadap hak-hak dasar dan kompetisi yang adil.

Selama bertahun-tahun, sistem itu membuat tenaga kerja, tanah, modal, dan sumber daya tetap murah secara artifisial, sambil membatasi kebebasan bertransaksi. Negara “menurunkan biaya” dengan mengekang kebebasan, bukan meningkatkan efisiensi.

Model ini menjadikan Tiongkok “surga bagi investor”, memungkinkan kolusi antara pejabat dan pengusaha untuk merebut lahan, mengeksploitasi tenaga kerja, dan menguras sumber daya alam. Hasilnya: modal asing masuk deras, ekspor melonjak, dan surplus perdagangan besar—namun keuntungan utamanya jatuh ke tangan mereka yang berkuasa, bukan rakyat biasa.

Hasil akhirnya adalah “ekonomi yang terdistorsi” — yang bergantung pada ketiadaan hak untuk tetap kompetitif.

 “Rezim otoriter memang dapat mendorong pertumbuhan,” tulis Qin, “tetapi efisiensinya cacat.”

Qin menegaskan bahwa “keunggulan” ini muncul karena menindas rakyatnya sendiri, bukan memberdayakan mereka — dan seperti semua sistem yang dibangun di atas represi, hal itu tidak akan bertahan lama.

 Ketika upah naik, sumber daya menipis, dan dunia mulai menjauh, “keunggulan rendah hak asasi manusia” akan habis dan mesin pertumbuhan pun melemah.

Wang menyimpulkan, saat yang diprediksi Qin telah tiba:  “Penindasan yang dulu menarik modal asing, kini justru membuatnya pergi.”


Ning Haizhong dan Yi Ru berkontribusi dalam laporan ini.

Australia dan Indonesia Menandatangani Pakta Pertahanan untuk Merespons Ancaman Keamanan Secara Bersama

Australia kini telah menandatangani atau memperbarui perjanjian keamanan dengan Singapura, India, Papua Nugini, dan Indonesia.

Naziya Alvi Rahman

Australia dan Indonesia akan meresmikan perjanjian pertahanan besar pada awal tahun depan, menandai apa yang disebut oleh Perdana Menteri Anthony Albanese sebagai “momen bersejarah” dalam hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.

Berdiri berdampingan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Sydney, Albanese mengumumkan bahwa perundingan untuk “Perjanjian Keamanan Bersama” (Treaty on Common Security) telah selesai, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan pada Januari 2026.

“Perjanjian ini akan mengikat Australia dan Indonesia untuk berkonsultasi secara rutin di tingkat pimpinan dan menteri mengenai isu-isu keamanan, mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan,” kata Albanese.

“Dan jika keamanan salah satu atau kedua negara terancam, maka kami akan berkonsultasi dan mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat diambil—baik secara individu maupun bersama—untuk menghadapi ancaman tersebut. Ini adalah momen bersejarah.”

Albanese menambahkan bahwa kerangka perjanjian ini berdasarkan pada Perjanjian Keamanan 1995 antara Keating–Soeharto, dan memperkuat Perjanjian Lombok 2006 serta Perjanjian Kerja Sama Pertahanan 2024.

Presiden Prabowo Subianto menyebut perjanjian itu sebagai “perjanjian penting yang menegaskan komitmen kita terhadap kerja sama erat di bidang pertahanan dan keamanan,” sekaligus menegaskan kembali tekad kedua negara untuk menjaga hubungan terbaik demi menjamin keamanan nasional masing-masing.


Isi dan Tujuan Perjanjian

Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan bahwa Perjanjian Keamanan Bersama ini merupakan “perluasan signifikan” dari kerja sama yang sudah ada, mencerminkan “kepercayaan mendalam dan persahabatan erat” antara kedua negara.

Perjanjian ini mencakup komitmen untuk:

  • Konsultasi rutin di tingkat pimpinan dan menteri mengenai isu keamanan;
  • Respons bersama atau individu jika keamanan salah satu pihak terancam; dan
  • Peningkatan kerja sama pertahanan di bidang pelatihan, pertahanan siber, dan keamanan maritim.

“Perjanjian ini menetapkan secara formal kepentingan bersama kita dalam perdamaian dan keamanan kawasan,” ujar Wong.
“Melalui perjanjian ini, kita akan membawa kerja sama ke tingkat baru, demi keamanan kedua negara dan kawasan.”


Bagian dari Strategi Regional

Kesepakatan dengan Jakarta merupakan perjanjian keamanan keempat yang ditandatangani Australia dalam beberapa bulan terakhir, sebagai bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk memperkuat aliansi di kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya persaingan dari Beijing.

Pada Oktober 2025, Canberra menandatangani Peta Jalan Kolaborasi Keamanan Maritim Bersama dengan India untuk memperkuat kerja sama angkatan laut dan memperbarui Deklarasi Bersama tentang Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan.

Pada bulan yang sama, Australia juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan (Enhanced Defence Cooperation Agreement) dengan Singapura, yang memperluas akses timbal balik ke fasilitas militer serta memperdalam kerja sama dalam sains pertahanan, logistik, dan pelatihan profesional.

Sebelumnya, pada September 2025, Australia menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama (Mutual Defence Treaty) dengan Papua Nugini, yang dikenal sebagai “Perjanjian Pukpuk.” Perjanjian itu secara resmi mengikat kedua negara untuk bertindak jika salah satu diserang, serta memperluas pelatihan dan interoperabilitas militer.

Perjanjian baru dengan Indonesia juga menegaskan respon Canberra terhadap meningkatnya pengaruh militer dan ekonomi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan Indo-Pasifik.

Awal tahun ini, Albanese berjanji memberikan $15 juta dolar Australia selama empat tahun untuk meningkatkan kerja sama maritim dengan Indonesia, termasuk dialog tahunan baru tentang keamanan maritim.

Inisiatif ini muncul di tengah laporan—yang dibantah oleh Jakarta namun diterbitkan oleh jurnal pertahanan Janes—bahwa Rusia mempertimbangkan untuk menempatkan pesawat militernya di provinsi paling timur Indonesia, memicu kekhawatiran akan meningkatnya keterlibatan militer asing di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral, Australia juga telah berkomitmen untuk memberikan:

  • $100 juta guna memperkuat sistem kesehatan Indonesia,
  • $3,5 juta untuk obat antimalaria bagi militer Indonesia, dan
  • $50 juta melalui Dana Infrastruktur Hijau (Fund for Green Infrastructure) untuk mendorong investasi energi bersih.

Selain itu, Canberra juga mendukung Lembaga Investasi Indonesia (Danantara) dalam upayanya untuk bergabung dengan Forum Internasional Dana Kekayaan Berdaulat (International Forum of Sovereign Wealth Funds).

Dilanda Badai Salju, Lebih dari 300.000 Rumah dan Tempat Bisnis Tanpa Pasokan Listrik di Kanada

Ratusan ribu warga Quebec, Kanada tidak memiliki aliran listrik pada 11 November setelah badai salju pertama musim ini melanda selama akhir pekan.

EtIndonesia. Sekitar 316.000 rumah dan bisnis di seluruh Quebec, Kanada kehilangan pasokan listrik pada siang hari akibat badai tersebut menciptakan kondisi berbahaya di seluruh provinsi.

Environment and Climate Change Canada (ECCC) menyatakan bahwa sistem tekanan rendah di wilayah tersebut, yang dimulai pada hari Minggu, membawa campuran hujan es dan salju ke bagian selatan provinsi. Badai itu menumbangkan pepohonan, membuat jalanan licin, dan menyebabkan penutupan sekolah.

Hydro-Québec, perusahaan utilitas listrik milik pemerintah, mengatakan bahwa beratnya daun basah dan salju menyebabkan cabang-cabang pohon patah dan menimpa kabel listrik.

“Badai ini masih berlangsung, dan kondisi jalan yang sulit dapat menunda pergerakan tim kami ke beberapa lokasi,” kata perusahaan tersebut di situs webnya.

Perusahaan itu menambahkan bahwa lebih dari 1.000 pegawai sedang bekerja untuk memulihkan aliran listrik secepat mungkin.

Wilayah yang paling terdampak antara lain Montérégie, Lanaudière, Montreal, Laval, Laurentides, Centre-du-Québec, Saguenay–Lac-Saint-Jean, dan Mauricie.

“Kami sudah melihat beberapa area di mana diperlukan pekerjaan besar untuk membersihkan vegetasi dan memperbaiki jaringan sebelum layanan listrik dapat dipulihkan,” tulis Hydro-Québec dalam unggahan media sosial pada Selasa pagi.

Perusahaan itu mengatakan bahwa karena pemadaman terjadi secara luas dan badai belum berakhir, maka “situasi di lapangan berubah dengan cepat.”

Hydro-Québec menyatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan perkiraan waktu pasti kapan listrik akan pulih di setiap wilayah.

Menjelang  11 November malam, jumlah pelanggan yang masih tanpa listrik di seluruh provinsi menurun menjadi sekitar 185.180 alamat: lebih dari 69.000 di Montérégie, lebih dari 40.000 di Lanaudière, dan sekitar 27.000 di Saguenay–Lac-Saint-Jean. Di Montreal, lebih dari 8.000 pelanggan masih belum mendapat aliran listrik hingga sore hari.

Environment Canada sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan cuaca khusus sebelum badai datang, memperingatkan bahwa sistem tekanan rendah sedang bergerak ke arah Quebec dan Ontario. Pada pagi hari 11 November, lembaga itu merilis ringkasan cuaca, menyatakan bahwa:

“Setelah salju hari Minggu, peristiwa salju lainnya telah membawa tambahan salju sejak Senin malam di wilayah selatan dan tengah provinsi.”

Lembaga tersebut mengatakan bahwa wilayah itu dapat mengharapkan sekitar 10 sentimeter salju tambahan sepanjang hari 11 November, dengan kondisi yang akan berangsur membaik di kemudian hari.

ECCC juga memperingatkan para pelancong bahwa jarak pandang akan berkurang di beberapa waktu, dan menyarankan agar menyediakan waktu ekstra untuk perjalanan.

Menurut lembaga cuaca tersebut, pusat kota Montreal diterjang sekitar 20 sentimeter salju, sementara Bandara Internasional Pierre Elliott Trudeau di kota itu mencatat sembilan sentimeter.

The Canadian Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

SUGAREX Indonesia 2025 Siap Digelar di Surabaya: Bangun Masa Depan Manis Melalui Inovasi dan Teknologi

Surabaya, 12 November 2025 — Industri gula nasional kembali bersiap menyambut gelaran akbar SUGAREX Indonesia 2025, pameran dan konferensi internasional terbesar di sektor gula yang akan berlangsung pada 12–13 November 2025 di Dyandra Convention Centre (DCC) Surabaya.

Edisi ke-7 acara tahunan ini mengusung tema “Membangun Masa Depan Manis Indonesia melalui Inovasi, Teknologi, dan Keberlanjutan di Industri Gula”, dengan menghadirkan lebih dari 80 peserta pameran dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, India, Korea, dan Tiongkok.

Pembukaan resmi dijadwalkan pada Rabu, 12 November 2025 pukul 10.00 WIB, dengan H. Adik Dwi Putranto, SH, Ketua Kadin Jawa Timur, sebagai tamu kehormatan. Pameran akan dibuka setiap hari hingga pukul 17.00 WIB dan diharapkan menarik lebih dari 3.000 pengunjung bisnis dari dalam dan luar negeri.

Ajang Teknologi dan Kolaborasi Industri Gula

SUGAREX Indonesia berfungsi sebagai wadah bagi pelaku industri gula — mulai dari pemilik perkebunan, penyuling, penyedia teknologi, hingga asosiasi profesi — untuk menjalin kemitraan dan berbagi inovasi.

Salah satu agenda utama adalah Konferensi “Mentransformasi Industri Gula Indonesia melalui Teknologi, Peningkatan Produktivitas, dan Solusi Zero Waste”, yang melibatkan berbagai lembaga seperti Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI), dan LPP Agro Nusantara.

Selain itu, Seminar Teknologi Industri Gula Indonesia akan menampilkan presentasi dari penyedia solusi global yang berfokus pada transformasi digital dan penerapan AI serta Industri 5.0 dalam proses produksi gula.

Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan

Menurut Kenny Yong, Group CEO Fireworks Trade Media, selaku penyelenggara acara, SUGAREX Indonesia 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi industri gula Jawa Timur untuk mengadopsi inovasi berkelanjutan.

“Melalui SUGAREX Indonesia 2025, kami ingin memperkuat kemitraan dan menyoroti gelombang teknologi berikutnya — khususnya solusi AI dan Industri 5.0 — yang dapat membantu industri gula mencapai efisiensi lebih besar dan tetap kompetitif secara global,” ujar Kenny Yong.

H. Adik Dwi Putranto SH. selaku Ketua Kadin Jawa Timur menyatakan, “Bisa meningkatkan produksi dan menjaga kualitas produksi dan efesiensi. Negara yang ikut pameran menampilkan inovasi teknologi terbaru untuk pengolahan lahan dan teknologi produksinya dan hasil turunannya. Juga ada bibit unggul untuk tebu bahan gula.”

Akses Gratis untuk Pengunjung Bisnis

Acara ini gratis bagi pengunjung bisnis berusia 18 tahun ke atas. Panitia menyarankan peserta untuk melakukan pra-registrasi secara daring guna menghindari antrean panjang melalui situs resmi: www.sugarindo.com.

Hanya Tersisa Satu Suara

EtIndonesia. Empat puluh tahun lalu, pada suatu malam musim dingin, di sebuah rumah keluarga penambang di Jerman selatan, seorang penambang muda bernama Brecht duduk berhadapan dengan istrinya. Keduanya hanya terdiam di bawah cahaya lampu.

Setelah lama diam, Brecht berkata pelan : “Semuanya akan baik-baik saja. Besok aku turun ke bawah tambang.”

Istrinya tersenyum cerah dan menjawab : “Semoga berhasil!”

Keesokan paginya, Brecht dan istrinya berpelukan sebentar sebelum dia pergi. 

Istrinya memanggil dari belakang: “Apa pun yang terjadi, kita akan selalu bersama!”

Menjelang siang, tiba-tiba muncul kabar mengerikan: terjadi runtuhan di tambang. Begitu mendengar, sang istri langsung berlari menuju lokasi. Ada 13 penambang yang tertimbun di bawah tanah—termasuk Brecht.

Para keluarga penambang menangis, berteriak, dan berdoa. Beberapa jam kemudian, kabel komunikasi mengabarkan berita: 12 orang telah ditemukan, mereka terjebak tetapi selamat. Hanya Brecht yang tidak bisa dihubungi.

Di tengah sorak-sorai keluarga para penambang lain, dia justru jatuh terduduk, pikirannya kosong. 

Selang beberapa waktu, dia merangkak menuju mulut tambang dan berteriak dengan sekuat tenaga: “Kamu harus bertahan! Demi masa depan kita, kamu tidak boleh mati!”

Terkurung dalam Kegelapan 600 Meter di Bawah Tanah

Saat tambang runtuh, Brecht panik dan berlari ke arah yang salah, terpisah dari rekan-rekannya.
Dia akhirnya terjebak di sebuah ruang sempit—sendirian, dikelilingi kegelapan pekat.

Di kedalaman 600 meter, dia terkurung, sulit bernapas, lapar, dan dalam kesunyian yang menakutkan. Tiga belas jam berlalu, kesadarannya mulai memudar. Dia hampir tertidur—tanda tubuhnya sudah menyerah.

Namun tepat ketika tubuhnya ingin menyerah, seperti dalam mimpi, dia mendengar suara kecil, jauh, tetapi sangat familiar: “Kamu harus bertahan! Kamu harus hidup! Semuanya akan baik-baik saja!”

Itulah suara istrinya.

Tiba-tiba rasa kantuknya hilang. Di kegelapan itu, dia mendengarkan suara itu—satu-satunya suara yang membuatnya tetap hidup.

Sementara itu, jauh di atas tanah, istrinya benar-benar masih berdiri di mulut tambang, terus meneriakkan kata-kata itu. Orang-orang mencoba menenangkannya, tetapi dia percaya bahwa suara cintanya pasti akan sampai ke suaminya.

Proses penyelamatan sangat sulit dan lambat. Karena keterlambatan penanganan, 12 penambang yang sebelumnya hidup akhirnya meninggal ketika berhasil diangkat ke permukaan.

Hanya Brecht yang istrinya terus panggil, hanya Brecht yang tanpa henti mendengar suara cinta itu, dan hanya Brecht yang pada hari ke-6 akhirnya berhasil diselamatkan.

Ketika dia membuka mata untuk pertama kali, kalimat pertama yang keluar adalah: “Aku bisa bertahan hidup dalam gelap dan dingin ini… semua karena suara lembut istriku.”

Ketika Dunia Menyisakan Satu Suara

Orang-orang menyebut ini sebagai keajaiban kehidupan.  Namun kebenarannya jauh lebih dalam— ini adalah keajaiban cinta.

Selama pasangan itu memiliki satu sama lain, hidup mereka akan kembali baik-baik saja. Karena sekalipun dunia suram, miskin, sulit, atau hancur.

Jika masih ada satu suara yang memanggilmu, satu suara yang mencintaimu, maka itulah alasan untuk tetap hidup.

Jika hatimu masih mengandung cinta kasih, bahkan di titik paling gelap, kamu tetap bisa menciptakan keajaiban. (jhn/yn)