Benarkah Rusia Mulai Runtuh? SPBU Kosong, Tank Meledak, Drone Hilang 40% Sekejap!


EtIndonesia.
Garis depan di Ukraina timur kembali berada pada titik paling panas sejak awal musim gugur. Pertempuran semakin intens di kawasan Pokrovsk, Mirnohgrad, Lyman, hingga Kostyantynivka. Medan tempur berubah cepat, namun sejumlah operasi defensif dan ofensif Ukraina menunjukkan keberhasilan signifikan menghadapi tekanan Rusia.

Pokrovsk: Ukraina Rebut Gedung Dewan Kota (5 November 2025)

Pada 5 November 2025, Brigade Assault Independen ke-425 Ukraina di bawah komando Skelia berhasil merebut kembali gedung dewan Kota Pokrovsk yang sebelumnya diduduki Rusia. Rekaman resmi yang dirilis unit tersebut memperlihatkan operasi pembersihan lantai demi lantai hingga bendera Ukraina kembali berkibar di atap bangunan.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menegaskan bahwa pasukan mereka di Pokrovsk maupun Mirnohgrad belum terkepung, membantah klaim Rusia tentang blokade total.

Pertempuran Urban di Pokrovsk: Rusia Gagal Tembus Kota

Pertempuran di Pokrovsk kini melibatkan operasi gabungan antara:

  • Brigade 425
  • SBU (dinas keamanan)
  • Pasukan operasi khusus
  • Garda Nasional
  • Angkatan Darat Ukraina
  • Unit intelijen militer

Menurut laporan SBU pada 5 November, sepanjang Oktober Ukraina:

  • Menewaskan lebih dari 1.500 tentara Rusia,
  • Menghancurkan 20 tank,
  • 62 kendaraan lapis baja,
  • Serta 532 kendaraan logistik.

SBU menilai angka sebenarnya mungkin lebih besar.

Upaya Infiltrasi Rusia Digagalkan

Di selatan Pokrovsk, tentara Rusia mencoba menyusup dengan memakai pakaian sipil—taktik yang melanggar hukum perang internasional. Upaya infiltrasi melalui kabut juga digagalkan ketika pasukan Rusia menggunakan pikap untuk membongkar barikade, namun dilumpuhkan sebelum sempat menembus kota.

Serangan Balasan di Dobropilia: Pasukan Rusia Terkurung Lumpur

Panglima Ukraina, Oleksandr Syrskyi memerintahkan serangan balasan di Dobropilia, memanfaatkan tanah berlumpur dan drone yang menjatuhkan pesan menyerah. Sejumlah posisi Rusia terkepung, sebagian besar pasukannya menyerah, sementara unit lainnya gagal memberikan bantuan karena medan yang sulit.

Kemenangan Ukraina di Duel Artileri

  • Brigade Artileri ke-40 menghancurkan:
    • dua meriam D-30 122 mm
    • satu meriam D-20 152 mm
  • Di udara, satu drone bunuh diri Shahed milik Rusia berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai permukiman.

Kupiansk–Pokrovsk: Klaim Putin Dibantah Zelenskyy (5 November 2025)

Setelah Presiden Vladimir Putin mengklaim telah memblokade Pokrovsk dan Kupiansk, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy langsung membantah. 

Dia menyatakan pasukan Ukraina:

  • Masih bertahan di Pokrovsk,
  • Berhasil memukul mundur ratusan tentara Rusia dalam berbagai gelombang serangan,
  • Bahkan menghancurkan 60 personel Rusia dalam satu kelompok infiltrasi di Kupiansk.

Sejak 15 Oktober, propaganda Rusia terus menyebarkan rumor jatuhnya Pokrovsk. Faktanya, Ukraina masih menguasai sekitar 22% wilayah Donetsk, termasuk Pokrovsk dan tujuh benteng pertahanan di sekitarnya.

SERANGAN UKRAINA KE BASIS DRONE SHAhed DI DONETSK (6 November 2025, pukul 02.00)

Pada 6 November pukul 02.00, rentetan ledakan besar mengguncang sekitar Bandara Internasional Donetsk. Ukraina melancarkan operasi gabungan presisi tinggi menyasar:

  • Pusat penyimpanan drone kamikaze Shahed,
  • Gudang besar amunisi,
  • Fasilitas bahan bakar,
  • Dan pusat komunikasi lapangan.

Isi Kompleks yang Diserang:

  • 1.000 drone Shahed,
  • 1.500 hulu ledak,
  • Persediaan bahan bakar besar,
  • Perangkat komunikasi dan kontrol.

Ledakan beruntun memicu kebakaran selama 2 jam. Diperkirakan 40% stok drone Rusia di Donetsk musnah.

Operasi ini diberi sandi “Burung Madyar”, melibatkan:

  • Unit UAV Ukraina,
  • Pasukan operasi khusus,
  • Artileri roket,
  • Skuadron Perahu Khusus ke-414.

Sebelumnya selama tiga bulan, tim khusus Ukraina menyusup ke area sekitar fasilitas untuk menyadap komunikasi dan memetakan jalur logistik Rusia.

Runtuhnya Aktivitas Drone Rusia

Akibat serangan besar itu, aktivitas drone Rusia di Donetsk terjun hingga 40%, sehingga memperlemah kemampuan pengintaian dan operasi malam Rusia.

Tiga Basis Drone Rusia Dihancurkan Ukraina dalam Sebulan

Menurut data CSIS:

  • Sejak awal 2025, peluncuran drone Rusia meningkat 303%,
  • Lebih dari 44.000 drone Shahed digunakan Rusia.

Untuk meredamnya, Ukraina menghantam fasilitas-fasilitas vital:

18 Oktober 2025

Pabrik perakitan drone rahasia Rusia di Zaporizhzhia dihancurkan.

25 Oktober 2025

Stasiun radar navigasi di Krimea dihancurkan, lumpuhkan operasi drone Rusia selama 3 hari.

6 November 2025

Pusat logistik Shahed di Donetsk dihancurkan (operasi Burung Madyar).

Lyman: Ukraina Rebut 8,7 km Garis Pertahanan Rusia (4–6 November 2025)

Di kawasan Lyman, operasi gabungan Ukraina menggunakan pola temukan–ganggu–serang berhasil menembus garis pertahanan Rusia.

Hasilnya:

  • 100+ tentara Rusia tewas,
  • 20 kendaraan lapis baja dan tank hancur,
  • Celah besar terbentuk di pertahanan utara Donbas.

Kota Lyman, simpul kereta api yang vital sejak 1911, kini kembali menjadi titik strategis bagi Ukraina.

SERANGAN UKRAINA KE INFRASTRUKTUR ENERGI RUSIA (Oktober–6 November 2025)

Serangan ke infrastruktur energi Rusia meningkat tajam.

1. Pembangkit Listrik Kostroma — Diserang 6 November 2025

Dengan kapasitas 3.600 MW, fasilitas ini adalah salah satu pembangkit terbesar Rusia. Serangan drone memicu kebakaran masif dan gangguan parah ke sistem energi regional.

2. Kilang Burgagard–Lukoil (Rusia Selatan)

Kilang terbesar di selatan Rusia terhenti total setelah drone menghancurkan:

  • Unit distilasi CDU-5,
  • Instalasi cracking.

Kerusakan dinilai tidak dapat dipulihkan dalam jangka pendek.

3. Kilang Saratov

Dalam 7 minggu, fasilitas ini empat kali diserang, menyebabkan:

  • penyulingan nasional turun 20% (versi Ukraina),
  • bahkan 38% menurut intelijen independen.

57 wilayah Rusia melaporkan kelangkaan bahan bakar.

INDUSTRI MILITER UKRAINA: PRODUKSI DRONE MELEJIT

Ukraina kini mampu memproduksi 600+ drone per hari dan mulai mengalami kelebihan produksi. Pemerintah mempertimbangkan ekspor dalam waktu dekat—loncatan besar dari ketergantungan menjadi kemandirian militer.

PERTAHANAN UDARA UKRAINA: PATRIOT MULAI UBAH SITUASI

Dua baterai Patriot dari Jerman kini ditempatkan di garis depan:

  • tingkat intersepsi >80%,
  • satu-satunya sistem Barat yang terbukti menembak jatuh rudal hipersonik Kinzhal.

Patriot bergabung dengan IRIS-T dan Sky Shield membentuk pertahanan udara berlapis yang sangat krusial menjelang musim dingin.

PENGUATAN ANGKATAN UDARA UKRAINA

Swedia mempercepat pengiriman jet tempur Gripen, dan Kiev sedang menjajaki kerja sama riset dengan SAAB untuk mengembangkan sistem pertahanan udara generasi baru.

DOMINASI ARMOR: LEOPARD 2A7 & ABRAMS M1A2 DI GARIS DEPAN

Leopard 2A7 Ukraina mampu:

  • Menembus dua garis pertahanan Rusia dalam 24 jam,
  • Menghancurkan setengah batalion,
  • Tetap bertempur meski terkena rudal,
  • Bekerja sama dengan HIMARS untuk memutus logistik musuh.

Abrams M1A2:

  • Mampu menyerap serangan langsung,
  • Bertahan akibat desain proteksi internal yang kokoh.

Sementara tank Rusia T-90 senilai 4,5 juta dolar kerap hancur oleh rudal anti-tank senilai 50.000 dolar—pukulan strategis bagi anggaran perang Rusia.

KRISIS EKONOMI RUSIA MEMBURUK JELANG 2026

Mulai 1 Januari 2026, Rusia menerapkan pajak konsumsi baru:

  • harga anggur naik 30%,
  • bir 10%,
  • vodka 11,4%.

Sementara itu:

  • Kelangkaan bensin makin parah,
  • Antrean panjang terjadi di SPBU,
  • Beberapa wilayah terpaksa mengimpor BBM dari Belarus,
  • Industri militer mengalami PHK masif;
    UralVagonZavod akan memangkas hingga 50% tenaga kerja.

 Konflik Internal Rusia: Hukuman dan Pembunuhan Misterius

  • Ivan Popov, mantan komandan Angkatan ke-58, divonis 5 tahun penjara atas tuduhan penipuan. Ia kini diperintahkan bekerja di pabrik jaring anti-drone.
  • Di Luhansk, Wakil Jaksa Kirill Grekov ditemukan tewas. Meski disebut bunuh diri, intelijen Ukraina mencurigai pembunuhan terarah.

Dampak Internasional: Moldova Menutup “Rumah Rusia”

Pada 5 November 2025, Moldova menutup pusat budaya “Rumah Rusia” di Chisinau, menuduhnya sebagai sarana propaganda Rusia dan ancaman terhadap keamanan siber negara. Moldova kini semakin mendekat ke Uni Eropa setelah memulai proses aksesi pada 2024.

KESIMPULAN

Pertempuran di Ukraina pada 5–6 November 2025 menunjukkan dinamika perang yang memasuki fase baru:

  • Ukraina semakin agresif,
  • infrastruktur Rusia semakin tertekan,
  • pertempuran urban di Pokrovsk mencapai puncaknya,
  • dan tekanan ekonomi serta politik internal di Rusia makin meningkat.

Bulan-bulan menuju 2026 diprediksi menjadi periode paling menentukan bagi arah perang di Eropa Timur.

Krizis Donbas Memuncak: Rusia Kerahkan 170.000 Tentara, Ukraina Didesak Mundur!

EtIndoesia. 8 November 2025 menjadi salah satu hari paling gelap dalam perang Rusia–Ukraina. Rusia melancarkan serangan kombinasi terbesar dalam beberapa bulan terakhir, sementara posisi Ukraina di Pokrovsk—atau yang sering disebut Rusia sebagai Red Army City—kian terpojok dan hampir memasuki fase kepungan total.

 Serangan Besar Rusia: Rudal Kinzhal, Drone Massal, dan Target Infrastruktur

(7–8 November 2025)

Pada 8 November 2025, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukannya telah menguasai Fesa Vovche di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina. Penguasaan ini bertepatan dengan operasi serangan udara besar-besaran yang dimulai pada malam 7 November hingga dini hari 8 November.

Dalam pernyataannya, Rusia menegaskan bahwa mereka menggunakan berbagai jenis senjata presisi tinggi, termasuk:

  • Rudal balistik hipersonik Kinzhal
  • Rudal jelajah jarak jauh
  • Bom berpemandu
  • Drone kamikaze dalam jumlah besar

Target utama mencakup fasilitas industri militer dan infrastruktur energi Ukraina.

178 Drone Ukraina Ditembak Jatuh

Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya menembak jatuh:

  • 178 drone Ukraina
  • 2 bom udara berpemandu

Namun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Dampak Pada Energi & Transportasi Ukraina

Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina serta otoritas regional, serangan intensif tersebut menghantam:

  • Infrastruktur energi di Kyiv
  • Jalur kereta api strategis di Poltava
  • Fasilitas energi di Kharkiv dan pinggirannya

Akibatnya:

  • Pemadaman listrik darurat diberlakukan di Kyiv dan wilayah sekitarnya.
  • Sedikitnya 4 orang tewas pada pagi hari 8 November 2025.
  • Sistem transportasi kereta api di timur dan tengah Ukraina mengalami gangguan besar.

Serangan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin.

Pokrovsk (Red Army City) di Ambang Jatuh: Situasi 1 vs 8

Kepungan Rusia Semakin Ketat

Di saat serangan udara menghantam Ukraina dari langit, situasi di darat pun semakin kritis. Kota Pokrovsk (nama Soviet: Red Army City) kini berada dalam ancaman pengepungan penuh.

Laporan militer menyebut:

  • Rusia menekan dari timur laut, termasuk dari sektor Mirnohrod.
  • Dua jalur suplai utama Ukraina ke Pokrovsk dihantam terus-menerus oleh drone Rusia.
  • Jalur darat hampir sepenuhnya tidak aman bagi logistik maupun evakuasi.

Rasio Pasukan 1 : 8

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Rusia telah mengerahkan:

  • 170.000 tentara di wilayah Donetsk
  • Sebagian besar diarahkan untuk mengepung Pokrovsk

Akibatnya, rasio kekuatan di dalam kota diperkirakan:

  • Ukraina: 1
  • Rusia: 8

Ini merupakan salah satu ketimpangan terbesar sejak perang dimulai.

Dominasi Udara Rusia

Rusia kini menguasai hampir seluruh ruang udara di sektor Donetsk dengan:

  • Drone penyerang yang jumlahnya 10 kali lebih banyak dari Ukraina
  • Serangan glide bomb (bom luncur) yang menghantam kawasan perkotaan setiap hari
  • Kemampuan ISR (intelligence, surveillance, reconnaissance) yang jauh lebih unggul

Hal ini membuat Ukraina sulit mempertahankan posisi tanpa korban besar.

Mobilisasi Ukraina: Batas Usia Turun ke 18 Tahun

Kekurangan personel membuat Ukraina mengambil langkah berat:

  • Usia minimal mobilisasi diturunkan menjadi 18 tahun
  • Pemerintah berusaha mengisi kesenjangan pasukan di Donetsk dan sektor timur lainnya

Kiev kini menghadapi dilema besar:

  1. Mempertahankan Pokrovsk demi nilai simbolis dan moral, atau
  2. Mundur untuk menyelamatkan pasukan inti, mencegah kerugian lebih besar

Keputusan ini akan menentukan arah perang di Donbas pada musim dingin.

Garis Bantuan Baru dari Eropa & Asia

Meski beberapa negara menahan diri untuk tidak terlibat langsung, dukungan militer tidak langsung kini meningkat dengan cepat.

1. Korea Selatan – Polandia – Swedia: Skema Backfill

Korea Selatan, meski memiliki larangan ekspor senjata ke zona perang, kini menjalankan skema backfill:

Polandia membeli:

  • Tank K2 Black Panther
  • Artileri swa-gerak K9 Thunder
  • Nilai kontrak: USD 14 miliar

Sebagai gantinya:

  • Polandia mengirim tank dan ranpur era Soviet ke Ukraina

Skema ini membuat suplai ke Kyiv tetap mengalir tanpa menabrak aturan domestik Seoul.

2. Jerman: Rheinmetall Kirim IFV Lynx

Perusahaan pertahanan Rheinmetall mengumumkan bahwa:

  • Batch pertama IFV Lynx selesai dirakit
  • Pengiriman dijadwalkan akhir November 2025

Prototipe pertama telah dikirim sejak musim dingin lalu untuk pelatihan awak Ukraina.

3. Swedia: Kajian Pengadaan 150 Gripen

Swedia sedang membahas opsi membantu Ukraina membeli hingga:

  • 150 jet tempur Gripen

Pendanaan dapat berasal dari:

  • Skema kredit ekspor
  • Bantuan militer langsung
  • Dana hasil pembekuan aset Rusia di Eropa

Jika terlaksana, ini menjadi program rekonstruksi pertahanan udara terbesar Ukraina pascaperang.

4. Inggris: Pasokan Diam-Diam Storm Shadow

Media Barat melaporkan Inggris secara diam-diam mengirim Storm Shadow tambahan:

  • Rudal jelajah jarak jauh buatan Eropa
  • Mampu menghantam target lebih dari 250 km

Kemampuan serangan jarak jauh Ukraina meningkat, namun belum signifikan mengubah keseimbangan strategis di Donbas.

Kesimpulan: Titik Balik Menjelang Musim Dingin

Serangan gabungan Rusia pada 7–8 November 2025 menunjukkan bahwa:

  • Rusia meningkatkan intensitas sebelum musim dingin memperlambat operasi darat.
  • Ukraina menghadapi tekanan terberat di Pokrovsk, yang terancam terkepung penuh.
  • Dukungan dari Eropa dan Asia membantu, tetapi belum mampu mengimbangi keunggulan numerik dan teknologi Rusia di front timur.

Apabila Pokrovsk jatuh, ini bisa menandai titik balik besar dalam perang dan membuka jalan Rusia untuk mendorong lebih jauh ke jantung Donetsk.

Seorang Pria Gali Kolam di Halaman Rumah, Tanpa Sengaja Temukan Emas Senilai Rp 12,64 Miliar

EtIndonesia.  Seorang pria di kota kecil Neuville-sur-Saône, Prancis bagian timur, secara tak sengaja menemukan harta karun emas senilai hingga 800.000 dolar AS (Rp12,64 Miliar) saat menggali kolam renang di halaman rumahnya, menurut laporan CBS pada Jumat (7/11/2025).

Balai kota Neuville-sur-Saône yang terletak di tepi Sungai Saône, mengkonfirmasi pada Rabu (5/11/2025) bahwa karena emas tersebut bukan berasal dari situs arkeologi, pemerintah setempat mengizinkan pria itu untuk menyimpan semua emas tersebut. Ia pun dijuluki sebagai “jutawan halaman belakang paling beruntung” di Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

Pria itu menemukan emas pada  Mei dan segera melapor kepada pihak berwenang. Harta karun tersebut terdiri atas lima batang emas dan sejumlah besar koin emas, semuanya tersimpan rapi dalam kantong plastik dan terkubur di bawah tanah.

Proses penemuan ini bak adegan film: pria itu awalnya hanya berniat membangun kolam renang untuk musim panas, namun sekali sekop, ia justru menemukan keberuntungan besar.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi setempat, emas tersebut dipastikan berasal dari sumber yang sah, kemungkinan dicetak antara 15 hingga 20 tahun lalu di pabrik peleburan emas di daerah sekitar.

Setiap batang emas memiliki nomor seri unik, dan setelah dilacak, polisi memastikan bahwa harta itu bukan hasil pencurian.

Balai kota menambahkan, pemilik rumah sebelumnya telah meninggal dunia, sehingga asal usul dan alasan mengapa emas itu dikubur di sana mungkin selamanya menjadi misteri.

Menurut Kitab Hukum Sipil Prancis abad ke-19, harta karun didefinisikan sebagai “benda tersembunyi atau terkubur yang ditemukan secara kebetulan dan tidak dapat dibuktikan kepemilikannya oleh siapa pun.”

Lebih penting lagi, pasal dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa siapa pun yang menemukan harta karun di tanah miliknya, maka kepemilikan harta itu sepenuhnya menjadi miliknya.

Berkat hukum kuno ini, pria tersebut menjadi kaya mendadak. Saat ini, harga emas dunia mencapai 4.017 dolar AS per ons.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di berbagai negara:

  • Tahun lalu, sepasang suami-istri di California Utara menemukan koin emas langka abad ke-19 di tanah milik mereka, senilai sekitar 10 juta dolar AS.
  • Pada tahun 2023, seorang pria di Jerman menemukan batang dan koin emas senilai 150.000 dolar AS di apartemennya.
  • Tahun 2022, sepasang suami-istri di Inggris menemukan lebih dari 260 koin emas di bawah lantai dapur mereka saat renovasi, yang kemudian terjual hampir 1 juta dolar AS dalam lelang.

Sumber : NTDTV.com

Pemerintah AS Lumpuh, Penerbangan Dikurangi 10% — 700 Penerbangan Dibatalkan pada Jumat

Penutupan (shutdown) pemerintah federal Amerika Serikat menyebabkan petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controller) bekerja tanpa gaji, memaksa Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengumumkan pengurangan hingga 10% jumlah penerbangan di 40 bandara besar AS mulai Jumat (7 November). Diperkirakan ribuan penerbangan akan terdampak setiap hari.

EtIndonesia. Sejak 1 Oktober, pemerintah federal AS resmi mengalami penutupan, dan kini FAA bersama berbagai maskapai penerbangan besar menghadapi krisis kekurangan personel karena banyak petugas pengatur lalu lintas udara harus bekerja tanpa bayaran.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, pada Jumat menyatakan bahwa 40 bandara besar di 20 negara bagian akan mengalami pengurangan 10% jadwal penerbangan.

“Langkah ini diambil untuk mengurangi tekanan pada sistem. Setelah berdiskusi dengan tim keselamatan, kami memutuskan untuk mengurangi jumlah penerbangan. Hari ini kami kurangi 4%, empat hari kemudian 2% lagi, dua hari setelah itu 2% lagi, dan seterusnya hingga total 10%,” kata Sean Duffy. 

Pada hari Jumat, tercatat sekitar 700 penerbangan di seluruh Amerika Serikat dibatalkan, termasuk:

  • American Airlines membatalkan 220 penerbangan domestik,
  • United Airlines membatalkan 184 penerbangan, dan
  • Delta Airlines membatalkan 170 penerbangan.

Seorang penumpang bernama Karen Soika mengatakan: “Saya seharusnya naik penerbangan Air Canada pukul 08.05 pagi dari Connecticut. Saya sudah memesan Uber untuk ke bandara, tapi ketika sedang di perjalanan, tiba-tiba mereka membatalkan penerbangan saya.”

Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, pengurangan jadwal ini bisa menyebabkan hingga 1.800 penerbangan domestik dibatalkan setiap hari, yang berarti sekitar 268.000 kursi hilang per hari. Namun, penerbangan internasional tidak terpengaruh.

Menteri Duffy juga memperingatkan bahwa jika penutupan pemerintah tidak segera berakhir, maka pemerintah mungkin akan memaksa maskapai untuk memangkas hingga 20% dari total penerbangan mereka. (Hui)

Laporan oleh Ying Xiang — New Tang Dynasty Television (NTDTV)

Drama Gelap di Red Army City: Dugaan Agen CIA Terjebak, Dua Operasi Black Hawk Berujung Bencana

EtIndonesia. Sebuah operasi rahasia Ukraina berubah menjadi insiden besar yang mengguncang intelijen Barat. Menurut sejumlah laporan media internasional, seorang agen CIA Amerika Serikat diduga ikut dalam operasi khusus GUR—Direktorat Intelijen Utama Ukraina—yang kemudian berujung kegagalan total. Agen tersebut dikabarkan terjebak di Red Army City (nama lama dari Pokrovsk era Soviet), salah satu titik pertempuran paling krusial di wilayah Donetsk.

Informasi mengenai insiden ini memicu spekulasi besar, terutama setelah diketahui bahwa militer Ukraina melancarkan dua operasi penyelamatan bertarung jarak dekat menggunakan helikopter serbu Black Hawk buatan Amerika Serikat. Kedua operasi itu berakhir dengan korban besar di pihak pasukan khusus Ukraina.

Situasi di Medan Perang: Red Army City Dikepung Rusia

Pada awal November 2025, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukan mereka telah:

  • Mengepung penuh area Mirnohgrad,
  • Menguasai lebih dari 90% wilayah Red Army City,
  • Memotong seluruh jalur suplai menuju kantong pertahanan Ukraina.

Kondisi tersebut membuat sisa pasukan Ukraina—yang termasuk unit intelijen dan diduga elemen asing—sepenuhnya terisolasi tanpa jalur evakuasi darat.

Spekulasi Terbesar: Penyebab Operasi Penyelamatan

Sumber-sumber Barat menyebut bahwa tujuan sebenarnya dua operasi Black Hawk itu bukan sekadar mendukung pertahanan Ukraina, tetapi menyelamatkan personel Amerika yang terjebak dalam operasi rahasia GUR.

Beberapa laporan bahkan menyinggung kemungkinan bahwa:

  • Seorang agen CIA,
  • Dan dua pejabat militer senior AS,dapat saja terperangkap bersama unit Ukraina di dalam kota.

Namun hingga 6 November 2025, tidak ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih, CIA, maupun Kementerian Pertahanan Ukraina.

Operasi Pertama: 28 Oktober 2025 — Pendaratan yang Berujung Baku Tembak

Pada malam 28 Oktober, sebuah helikopter UH-60 Black Hawk mendarat di area industri bagian barat laut Red Army City.

Detail operasi:

  • Membawa 11 anggota pasukan elite GUR.
  • Dipimpin oleh perwira-perwira kepercayaan Kyrylo Budanov.
  • Tujuan utama diduga untuk mengeluarkan personel yang terisolasi.

Namun tak lama setelah mendarat:

  • Drone pengintai Rusia mendeteksi pergerakan helikopter,
  • Kontak tembak besar pun terjadi,
  • Operasi gagal menembus garis pengepungan.

Kerugian di pihak Ukraina disebut signifikan meski angka pasti dirahasiakan.

Operasi Kedua: 30 Oktober 2025 — Dua Black Hawk Dikirim

Hanya dua hari kemudian, pada malam 30 Oktober, Ukraina kembali mencoba menembus pengepungan.

Kali ini:

  • Dua helikopter Black Hawk diterbangkan,
  • Membawa lebih dari 20 personel pasukan khusus,
  • Misi yang dilaksanakan disebut sebagai “upaya terakhir” menyelamatkan tokoh penting.

Namun sama seperti operasi pertama, misi kedua juga berakhir dengan kerugian besar. Rusia mengklaim bahwa kedua helikopter itu terpaksa mundur setelah menghadapi tembakan pertahanan udara dan artileri jarak dekat.

Budanov dan CIA: Kerja Sama Rahasia Sejak 2014

Keterlibatan CIA dalam operasi-operasi GUR bukanlah hal baru. Berdasarkan wawancara mantan pejabat AS, Amerika Serikat telah:

  • Menggelontorkan puluhan juta dolar sejak 2014,
  • Melatih agen-agen Ukraina untuk operasi khusus,
  • Menyediakan peralatan, sistem komunikasi, dan intelijen real time,
  • Menjadikan Kyrylo Budanov salah satu mitra kunci CIA.

Banyak operasi besar Ukraina—termasuk serangan drone jarak jauh dan sabotase—disebut berasal dari koordinasi CIA, bukan NATO.

Karena itu, dugaan bahwa ada personel Amerika ikut terjebak di garis depan langsung memicu spekulasi di media internasional.

4 November 2025 — Kunjungan Mendadak Zelenskyy Picu Tanda Tanya

Pada 4 November 2025, Presiden Volodymyr Zelenskyy tiba-tiba mengunjungi markas Brigade Serangan Azov Pertama dan menyerahkan sejumlah medali kehormatan. Dalam pidatonya, Zelenskyy tidak menyinggung insiden Red Army City atau operasi penyelamatan.

Namun analis menilai:

  • Waktu kunjungan tersebut sangat tidak biasa,
  • Biasanya Zelenskyy hanya muncul setelah sebuah operasi besar dianggap berhasil,
  • Sehingga ada indikasi bahwa misi penyelamatan mungkin telah berhasil,
  • Termasuk kemungkinan personel Amerika telah dievakuasi.

Tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal tersebut.

Kesimpulan: Insiden yang Bisa Mengubah Dinamika Perang

Insiden dugaan agen CIA terjebak di Red Army City memperlihatkan:

  • Tingkat keterlibatan intelijen Barat yang jauh lebih dalam daripada yang diumumkan secara publik,
  • Risiko eskalasi langsung antara AS dan Rusia,
  • Kompleksitas operasi GUR yang kini semakin menyerupai operasi intelijen gabungan internasional.

Dengan pengepungan Rusia yang semakin rapat dan laporan tentang evakuasi rahasia yang belum dikonfirmasi, Red Army City tetap menjadi salah satu titik paling misterius dan paling menentukan dalam perang Ukraina–Rusia tahun 2025.

Jika detail operasi ini terbukti benar, maka dunia baru saja menyaksikan salah satu misi intelijen paling berbahaya sejak Perang Dingin.

Setelah Menewaskan 188 Orang di Filipina, Topan Kalmaegi Terjang Vietnam — Menyebabkan Korban Tewas dan Hilang

Topan “Kalmaegi” menerjang Vietnam dengan angin dan badai dahsyat, menyebabkan sedikitnya 5 orang tewas, sejumlah orang hilang, serta kerusakan besar di berbagai wilayah. Sebelumnya, topan ini telah menewaskan setidaknya 188 orang di Filipina.

EtIndonesia. Pada Kamis (6 November) 2025, Topan Kalmaegi menghantam wilayah tengah Vietnam dengan kecepatan angin mencapai 92 mil per jam (sekitar 148 km/jam). Di Provinsi Dak Lak dan Gia Lai, tercatat 5 korban jiwa, sementara 3 nelayan dilaporkan hilang di lepas pantai Provinsi Quang Ngai. 

Badai ini merobohkan sedikitnya 52 rumah, merusak hampir 2.600 rumah lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta rumah mengalami pemadaman listrik. Jalur kereta api, fasilitas industri, serta lahan pertanian juga mengalami kerusakan parah.

Seorang petambak udang di Distrik Phu My, Provinsi Gia Lai, Nguyen Dinh Sa, mengatakan:

“Ombaknya lebih tinggi dari atap rumah, sekitar 7 meter — setara dengan bangunan dua lantai.”

Pemerintah memperingatkan bahwa wilayah tengah dari Provinsi Thanh Hoa hingga Quang Tri mungkin akan kembali diguyur hujan lebat setinggi sekitar 20 sentimeter, sementara ketinggian air sungai di daerah Hue hingga Dak Lak meningkat tajam, menimbulkan ancaman banjir dan longsor.

Pemerintah Vietnam telah menggerakkan lebih dari 268.000 tentara untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Beberapa bandara dan jalan tol ditutup, dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Sebelum melanda Vietnam, Topan Kalmaegi lebih dulu menghantam Filipina pada awal pekan ini, membawa hujan deras dan banjir bandang. Kantor Pertahanan Sipil Filipina melaporkan setidaknya 188 orang tewas, 135 orang hilang, dan 96 orang terluka. Lebih dari 500.000 orang harus dievakuasi, dan lebih dari 310.000 di antaranya masih bertahan di tempat penampungan sementara.

Badan meteorologi memperingatkan bahwa topan lain bernama “Phoenix” (Fung-wong) diperkirakan akan menerjang wilayah utara Filipina pada Minggu  (9 November) malam atau Senin (10 November) pagi. Topan ini berpotensi meningkat menjadi super topan, dan otoritas penerbangan telah menetapkan status siaga tinggi di berbagai bandara.

Topan Kalmaegi merupakan topan ke-13 yang terbentuk di Laut Tiongkok Selatan tahun ini. Vietnam dan Filipina yang berada di jalur sabuk topan Pasifik secara rutin mengalami kerusakan besar dan korban jiwa setiap musim topan.

Hingga Jumat (7 November), Topan Kalmaegi telah melemah menjadi badai tropis dan bergerak ke Kamboja. Namun, pihak berwenang Vietnam tetap memperingatkan bahwa daerah pegunungan di bagian tengah serta Delta Mekong masih berisiko mengalami hujan deras dan bencana susulan. (Hui/asr)

Laporan oleh Liu Jiajia — New Tang Dynasty Television (NTDTV)

Ketika Kurir Makanan di Tiongkok Juga Diperlakukan Secara Tidak Adil

EtIndonesia. Ekonomi Tiongkok yang terus memburuk membuat suasana “musim dingin lapangan kerja” menyelimuti seluruh masyarakat. Industri pengantaran makanan menjadi “jalan keluar terakhir” bagi banyak orang. 

Sejumlah anak muda, bahkan mantan pemilik perusahaan, berbondong-bondong bergabung. Namun, di balik pekerjaan yang tampak fleksibel ini, tersembunyi eksploitasi dan keputusasaan. Para kurir makanan berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.

Keributan di Shijiazhuang: Kurir Tusuk Kepala Pos Setelah Upahnya Dipotong

Beredar sebuah video warga berteriak di lokasi: “Cepat ke rumah sakit! Panggil 110!”

Pada 4 November, insiden penusukan yang melibatkan kurir di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, mengejutkan publik. Para kurir setempat mengungkapkan bahwa korban telah dipotong upahnya. Saat ia mencoba berdiskusi dengan kepala pos (pengawas), justru dipukuli — membuatnya marah dan menusuk sang kepala pos dengan pisau buah.

“Dulu setiap pesanan dibayar 5 yuan, tapi setelah ia keluar kerja, sisa pembayarannya tinggal 1 yuan per pesanan — dipotong 80%,” ujar seorang kurir di Hebei, Tuan Wang. 

Seorang penyiar daring menambahkan: “Banyak kurir bilang 80% kepala pos memotong gaji mereka tanpa alasan. Selain itu, mereka harus memberi hadiah, rokok, dan macam-macam lainnya. Ini benar-benar gelap!”

Sistem “Kepala Pos” yang Eksploitatif

Seorang kurir di Xi’an juga mengungkapkan bahwa sistem pengantaran makanan dijalankan dengan sistem kontrak “kepala pos”. Kepala pos memiliki kekuasaan atas pembagian pesanan. Siapa pun yang tidak menuruti akan didenda atau dipotong gajinya, sementara yang memberikan “hadiah” akan mendapat pesanan yang lebih ringan.

“Kepala pos kami punya 30 kurir. Setiap kurir memberinya sebatang rokok. Kalau hubungan kami baik, ia tidak akan memberi saya pesanan jauh atau yang harus naik tangga tinggi. Kepala pos itu seperti ‘pemimpin kecil’, karena ada keuntungan pribadi di sana,” tutur Tuan Wang, kurir di Xi’an. 

Kurir Juga Sering Jadi Korban Kekerasan

Selain dari kepala pos, para kurir sering kali ditindas dan dipukuli oleh satpam atau orang-orang sekitar.

“Kami sering dipotong gaji tanpa alasan. Banyak dari kami bekerja begini karena tidak punya kekuasaan atau sumber daya untuk melindungi hak kami,” ujar tuan Liu, kurir dari Tianjin. 

Mantan Pemilik Usaha, Lulusan Universitas, dan Ibu Rumah Tangga Turut Jadi Kurir

Meski keras, jumlah kurir terus bertambah. Banyak lulusan universitas, mantan pengusaha, bahkan ibu dengan anak kecil, bergabung dalam pekerjaan berisiko tinggi ini.

“Mengantar makanan itu tidak mudah. Lebih baik istirahat atau cari kerja lain seperti satpam. Ini pekerjaan berbahaya — benar-benar berisiko tinggi,” ujar Nyonya Chen, kurir dari Shenzhen. 

Chen dulunya pemilik toko pakaian, tetapi setelah tokonya tutup, ia beralih menjadi kurir.

“Saya tidak pernah libur, terus bekerja tanpa henti. Saya lelah dan sakit seluruh tubuh. Dalam seminggu bisa dapat 2.500 yuan, tapi bulan lalu saja saya habiskan 1.500 yuan hanya untuk memperbaiki sepeda motor. Sungguh menyedihkan.”

Pekerjaan Berat, Pendapatan Rendah, dan Persaingan Sengit

Banyak kurir perempuan mengatakan pekerjaan ini sangat “terlalu padat” dan membuat mereka hanya bisa “berjuang untuk bertahan hidup.”

Nyonya Huang, 19 tahun, kurir di Guangzhou: “Ada batasan usia, hanya 18 sampai 45 tahun. Kalau sudah tua, mereka tidak mau, karena dianggap tidak aman. Saya kerja 8–9 jam sehari, dapat sekitar 20–30 pesanan, pendapatan sekitar 200 yuan.”

Nyonya Zhao, 30 tahun, dari Suzhou, Anhui, bekerja untuk menafkahi keluarga dan membayar cicilan rumah. Ia mulai jadi kurir sejak Agustus dan sudah turun berat badan 3,5 kilogram dalam 3 bulan.

“Saya hanya antar di sekitar rumah, paling dapat 10 pesanan sehari, sekitar 50–60 yuan. Yang kuat bisa dapat 200–300 yuan per hari. Kalau sebulan 6.000 yuan pun masih kena potongan pajak,” katanya. 

Zhao menambahkan, banyak wanita di daerahnya juga jadi kurir. Salah satunya bekerja di siang hari dan lanjut mengantar makanan dari pukul 10 malam sampai jam 3 atau 4 pagi.

Seorang mahasiswi, Nona Ma dari Hubei, juga jadi kurir untuk membayar biaya kuliah.

“Terlalu sulit! Saya tidak bisa tidur dengan baik, hidup sangat berat! Mengantar makanan itu tidak mudah, harus naik banyak tangga dan sering kena marah. Kadang saya terjebak di gang buntu berjam-jam.”

Kelelahan dan Tragedi

Karena persaingan yang makin ketat dan beban kerja ekstrem, kecelakaan kerja sering terjadi. Pada paruh pertama tahun ini, sejumlah kurir dilaporkan meninggal mendadak di Shanghai, Chongqing, Guizhou, dan Sichuan. Pada 2 November, seorang kurir di Hunan bunuh diri dengan melompat ke sungai.

“Sekarang, seluruh masyarakat sedang dilanda musim dingin lapangan kerja. Banyak anak muda yang tidak mau kerja pabrik memilih jadi kurir. Orang paruh baya yang gagal bisnis atau di-PHK memilih mengemudi taksi daring. Karena banyak yang masuk, perusahaan tidak kekurangan tenaga, jadi harga per pesanan malah turun drastis,” tutur seorang kurir lain mengatakan dengan nada pasrah. (Hui/asr)

 Li Yun/Xiong Bin/Wang Mingyu – NTD

Uang Insentif Hingga Rp 400 juta bagi yang Ingin Menikah di Tiongkok Tak Banyak Direspon! Permintaan Adopsi Anak Melonjak 

Angka pernikahan di Tiongkok terus menurun dari tahun ke tahun. Demi mengatasinya, berbagai daerah di seluruh daratan Tiongkok menawarkan “uang hadiah” bagi warga yang mau menikah. Seorang pejabat urusan sipil di Sichuan mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan “target pernikahan”, sehingga banyak daerah beramai-ramai meluncurkan program insentif. Namun, kebijakan “paksaan menikah” ini ternyata tidak berhasil — bahkan di sejumlah wilayah, panti asuhan justru mengalami lonjakan adopsi anak.

EtIndonesia. Pada 7 November 2025, laporan menyebutkan bahwa sejak awal tahun ini, berbagai tempat seperti Shanxi, Zhejiang, Ningbo, Shaoxing, Hangzhou, dan Guangzhou telah mengumumkan kebijakan memberikan uang tunai atau kupon belanja bagi pasangan yang baru menikah. Besarannya bervariasi dari ratusan hingga ribuan yuan. Hadiah tersebut dapat digunakan untuk biaya foto pernikahan, resepsi, atau layanan pernikahan lainnya.

Di antaranya, Desa Nanling di Distrik Baiyun, Guangzhou, menawarkan subsidi pernikahan dan kelahiran hingga 200.000 yuan (sekitar Rp 440 juta).

Menurut Nyonya Chen, pejabat dari Dinas Urusan Sipil Kota Mianyang, Sichuan, sejak Juni tahun ini pemerintah pusat mengeluarkan “target pernikahan” yang mewajibkan peningkatan jumlah pernikahan sebesar 20% setiap bulan.

Untuk memenuhi target itu, beberapa daerah bahkan meminta pasangan yang sudah bercerai untuk menikah lagi atau menjodohkan lansia yang masih lajang.

Ai Shicheng, mantan pendiri organisasi nirlaba (NPO) di Shenzhen, mengkritik keras kebijakan ini. Ia menilai bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama ini memerintah dengan sistem target,  kini bahkan urusan pernikahan pun dijadikan tugas administratif.

“Pada masa Mao, pembunuhan pun ada targetnya, begitu juga dengan pembangunan ekonomi. Sekarang mereka ingin meningkatkan angka pernikahan lewat perintah administratif, itu sama sekali tidak realistis. Generasi 80-an dan 90-an banyak yang tidak ingin menikah — mengandalkan bujukan atau insentif jangka pendek tidak akan mengubah kenyataan ini,” ujar Ai Shicheng.

Sementara itu, karena minat warga untuk menikah rendah, sejumlah panti asuhan di Sichuan melaporkan lonjakan besar adopsi anak sehat — kini yang tersisa hanyalah anak-anak dengan disabilitas berat.

“Sekarang pemerintah di berbagai daerah memaksa warganya menikah tapi tetap gagal, malah muncul gelombang adopsi,” ujar Sheng Xue, penulis keturunan Tionghoa asal Kanada. 

“Para pejabat bahkan diberi target pernikahan, sampai-sampai pergi ke klub malam untuk mendorong pendaftaran pernikahan, membagikan telur untuk bujuk orang bercerai agar rujuk, serta memberikan kupon pernikahan,” tambahnya. 

Pernikahan sudah dijadikan tugas politik demi angka keberhasilan. Ini mencerminkan keruntuhan sistem pemerintahan PKT. (Hui/asr)

oleh: Li Yun dan Qiu Yue, wartawan NTDTV

Relawan Menyelidiki Desa “Anak Liar” di Yunnan, Tiongkok : Dijaga Mobil Polisi, Dihadang Preman dan Mobil Mewah 

Kasus “anak liar seperti anjing” di Yunnan, Tiongkok  terus menjadi perhatian publik. Namun, pihak berwenang hingga kini tidak mengambil tindakan apa pun selain menghapus postingan, menutup akun, dan mengancam warga yang mencoba terlibat. 

Etindonesia.  Pada 6 November 2025, enam orang termasuk seorang pembuat konten di Douyin (TikTok versi Tiongkok) mencoba menyelidiki langsung desa yang diduga terlibat. Mereka melaporkan bahwa desa itu dijaga ketat oleh mobil polisi dan sejumlah pria bertubuh besar yang mengendarai mobil mewah. 

Ada pula truk besar yang keluar-masuk membawa barang-barang tertutup terpal. Setelah kejadian itu, kelompok pembuat konten tersebut dikabarkan hilang kontak.

Mobil Mewah dan Preman Menjaga Desa

Dalam video yang diunggah, tampak sebuah mobil melaju di jalan gelap pada malam hari, dengan sebuah mobil lain terus membuntuti dari belakang. Seorang perempuan di dalam mobil berkata:

“Ada satu mobil Audi yang terus mengikuti kami dari pintu masuk desa, mengusir kami sepanjang jalan. Pagi tadi yang mengikuti kami adalah Lexus. Seluruh desa penuh dengan mobil-mobil mewah, di dalamnya semua pria bertubuh besar.”

Dalam unggahan di bawah video tertulis:

“Di sini bukan cuma ada pos penjagaan, tapi juga mobil-mobil mewah yang mengejar orang ke mana pun, depan-belakang. Polisi bahkan membantu mereka mengusir kami. Apa sebenarnya yang mereka sembunyikan di sini?”

Enam Relawan Masuk Desa, Lalu Menghilang

Dari postingan lain di internet diketahui bahwa pembuat konten Douyin bernama ‘Chitu (Kuda Merah)’ pada 5 November menyerukan netizen lain untuk bergabung dengannya:

“Yang berani, ayo kita pergi bersama.”

Namun kemudian, rekan yang ikut bersamanya menulis bahwa mereka berjumlah enam orang dan berangkat ke desa di Kabupaten Nanjian, Yunnan. Di gerbang desa mereka dihadang warga setempat dan di sekitar lokasi ada mobil polisi.

“Kami berenam, tapi di mobil hanya empat orang. Orang yang di video diusir polisi itu juga teman seperjalanan kami,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa pada siang hari mereka tidak diizinkan masuk desa, diminta mencari “kerabat” agar bisa masuk. Tak lama kemudian datang mobil polisi yang memaksa mereka turun dari mobil dan pergi.

Malam harinya, mereka berpikir penjaga sudah tidak ada, lalu mencoba masuk lagi dengan lampu mobil dimatikan, tetapi kembali dikejar oleh mobil dan motor dari desa. Sebuah mobil Audi menghadang mereka di jalan, memaksa mereka putar balik.

“Kalian lihat sendiri, mobil itu langsung menutup jalan di depan kami. Kami pura-pura tersesat dan mengikuti mobil itu, lalu malah diarahkan ke jalan tol,” kata mereka.

“Ada Sesuatu yang Lebih Gelap dari Sekadar Kasus Anak”

Netizen tersebut berspekulasi: “Ini bukan sekadar soal anak bernama Lele masih di sini atau belum. Ini tampaknya melibatkan sesuatu yang jauh lebih besar. Pria-pria berotot dan mobil-mobil mewah itu bukan hal wajar untuk sebuah desa miskin. Kalau yang menghadang cuma warga dengan motor atau minivan, itu masuk akal. Tapi yang mengepung kami mobil mewah penuh pria besar, bisa langsung muncul dari segala arah.”

Ia menambahkan bahwa mereka sempat berpikir untuk menyelamatkan anak-anak, tetapi menyadari hal itu mustahil.

“Tak ada siapa pun yang bisa mendekati desa ini. Mobil yang mengikuti kami mungkin lebih dari 70, semuanya berisi pria-pria bertubuh besar seperti anggota militer — tanpa tato, berpakaian rapi seperti penjaga keamanan profesional.”

Diduga Ada Jaringan Besar Perdagangan Anak

Pembuat konten itu menulis kepada para pengikutnya: “Saya beritahu kalian, wilayah Yunnan sudah ‘terkunci’. Semua fokus harus beralih ke utara. Untuk menghadapi situasi seperti ini butuh satuan pasukan paramiliter. Kami tak mungkin bisa mengumpulkan orang sebanyak itu, dan tak ada yang berani ambil risiko.”

Ia juga mempertanyakan: “Untuk apa desa kecil dan miskin seperti itu butuh begitu banyak mobil mewah dan orang yang berjaga siang malam? Apalagi ada truk besar yang terus keluar-masuk, muatannya ditutup kain tebal.”

Menurutnya, mereka disadap dan diawasi, tidak bisa mengirim pesan di platform mana pun.

“Kami hanya bisa kirim pesan ke grup dan minta orang lain sebar luaskan. Seluruh desa itu tampak seperti jaringan besar perdagangan manusia.”

Pembuat Konten Hilang Kontak

Pada 6 November, sejumlah netizen menyerukan bantuan untuk ‘Chitu’ dan rombongannya, setelah kabar menyebutkan bahwa mereka hilang kontak.

Latar Belakang Kasus “Anak Liar” Yunnan

Kasus ini bermula pada 16 Oktober, ketika seorang pengguna internet di provinsi Sichuan merekam seorang anak laki-laki telanjang yang merangkak di tanah dan makan seperti anjing di area peristirahatan jalan tol. Laporan media daratan menyebut keluarga anak itu berasal dari Kabupaten Nanjian, Provinsi Yunnan.

Kasus ini langsung viral di seluruh Tiongkok. Belakangan, muncul tuduhan bahwa pembuat konten Douyin bernama “Guoba” ikut terlibat. Kasus tersebut mungkin berkaitan dengan perdagangan serta penyiksaan anak lintas negara. Publik marah dan mendesak pemerintah menyelidiki, namun otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) hingga kini tidak memberikan tanggapan apa pun, malah terus menghapus postingan, menutup akun, dan menekan informasi terkait. (Hui/asr)

Laporan oleh: Li Li | Xu Gengwen – NTD

Israel Menggelar Upacara Pemakaman untuk Sandera Warga AS yang Tewas — Enam Jenazah Sandera Masih Ditahan

EtIndonesia. Israel pada Jumat (7/11/2025) menggelar upacara pemakaman untuk Omar Neutra, seorang sandera berkewarganegaraan ganda Amerika–Israel. Hingga saat ini, enam jenazah sandera lainnya masih ditahan di Gaza. Sementara itu, Israel melancarkan serangan besar terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon selatan, menyebabkan ketegangan antara kedua pihak kembali meningkat.

Israel Melepas Kepergian Sandera yang Tewas

Upacara pemakaman Kapten Omar Neutra, sandera warga AS–Israel, digelar di Tel Aviv. Warga Israel dan sejumlah pejabat menghadiri acara tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa masyarakat internasional harus bersatu untuk membela nilai-nilai kemanusiaan. Prioritas utama saat ini adalah membantu semua sandera yang masih ditahan agar bisa pulang dengan selamat dan dimakamkan dengan layak,” kata Presiden Israel Isaac Herzog. 

Jenderal Bradley Cooper, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), menyampaikan: “Saat kita memakamkan Omar di tanah yang ia bela, misi kita belum selesai.
Masih ada enam jiwa yang tertahan di Gaza, dan keluarga mereka juga menantikan saat untuk mengucapkan selamat tinggal.”

Militer Israel menyatakan bahwa pada 7 Oktober dua tahun lalu, Neutra gugur ketika mempertahankan wilayah Israel dari serangan Hamas. Jenazahnya kemudian diculik dan dibawa ke Gaza, baru dikembalikan pada Minggu lalu.

Upaya Diplomatik dan Serangan di Lebanon

Sementara itu, AS dan sejumlah pihak mediator tengah mendesak Israel untuk memberikan jalur aman bagi sekitar 150 pejuang Hamas yang terjebak di jaringan terowongan bawah tanah Gaza, sebagai imbalan agar mereka menyerahkan senjata.

Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Trump untuk Timur Tengah, mengatakan pada Kamis (6 November) bahwa ia telah berkoordinasi dengan Israel dan Turki mengenai hal ini.

Pada hari yang sama, konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas. Israel melancarkan serangan udara terhadap beberapa target Hizbullah di Lebanon selatan, setelah sebelumnya memperingatkan warga setempat untuk mengungsi.

Rekaman video menunjukkan serangkaian ledakan besar di wilayah Lebanon, dengan cahaya api menerangi langit malam dan kepulan asap tebal membubung.

“Serangan ini bertujuan untuk mencegah Hizbullah memulihkan kekuatan militernya.  Israel akan terus mempertahankan setiap perbatasannya dan menuntut implementasi penuh atas perjanjian gencatan senjata Lebanon–Israel.  Kami tidak akan membiarkan Hizbullah kembali bersenjata dan menjadi ancaman bagi Israel.  Aksi teror mereka jelas melanggar semangat perjanjian gencatan senjata,” kata Juru bicara pemerintah Israel, Peter Bedrosian,. 

Israel dan Hizbullah sebelumnya menandatangani perjanjian gencatan senjata pada November tahun lalu, mengakhiri perang besar yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Trump Umumkan Kazakhstan Akan Bergabung dengan “Perjanjian Abraham”

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (6 November) mengumumkan bahwa Kazakhstan akan segera bergabung dengan “Perjanjian Abraham”, dan menjadi negara Muslim terbaru yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menulis: “Langkah ini baru permulaan — ini adalah langkah besar untuk membangun jembatan perdamaian di dunia.”

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan bahwa perjanjian tersebut tidak hanya mencakup kerja sama diplomatik, tetapi juga akan diperluas ke berbagai bidang kerja sama nyata lainnya. (Hui/asr)

Laporan oleh: Zhao Fenghua, reporter NTDTV

Sebagian Besar Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Mengalami Nyeri Telinga dan Gangguan Pendengaran 

EtIndonesia. Seluruh korban ledakan di sebuah masjid di SMAN 72 Jakarta  terus mendapatkan penanganan medis dari beberapa Rumah Sakit yang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga Sabtu (8/11/2025).

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan, sebagian besar korban ledakan mengalami barotrauma, yang menyebabkan nyeri telinga, gangguan pendengaran atau telinga berdenging.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, hingga Jumat (7/11) malam, dari total 93 korban, 28 pasien sempat menjalani rawat inap, sementara 65 pasien lainnya menjalani rawat jalan atau sudah diperbolehkan pulang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih menjadi fasilitas kesehatan yang paling banyak menangani korban, yakni 39 pasien dengan rincian 13 pasien dirawat inap dan 26 pasien telah pulang.

Selain itu, RS Yarsi menangani 15 pasien, di mana 14 di antaranya sempat dirawat inap. RS Pertamina menangani 7 pasien dan 1 orang masih dalam perawatan saat ini, sedangkan 32 pasien lainnya ditangani di sejumlah Puskesmas Kelapa Gading dan 5 orang di Klinik Bina kasih.

Sampai Sabtu pagi, seluruhnya masih terdapat 28 orang dirawat inap di beberapa RS, yaitu di RS Islam Cempaka Putih 13 orang dan RS Yarsi 14 orang sertta RS Pertamina Jaya 1 orang.

Adapun, berdasarkan data dari Puskesmas, seluruh pasien di Puskesmas telah selesai ditangani atau dirujuk ke rumah sakit.

Sesuai arahan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, pemprov DKI Jakarta menjamin sepenuhnya pembiayaan para korban melalui Dinas Kesehatan. 

“Seluruh biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI Jakarta sesuai penanganan yang diberikan oleh Rumah sakit berdasarkan kebutuhan medis pasien” tandas Ani dalam keterangan tertulisnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan pendampingan psikologis kepada para korban dan keluarga, agar mereka dapat pulih dari trauma serta merasa aman dan didukung secara emosional.

Dinas Kesehatan juga telah menyediakan layanan ‘Jakcare’ yang dapat diakses secara online untuk konsultasi psikologis dan dukungan psikososial pasca kejadian.

BACA JUGA : Ledakan Ganda Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, Lukai 55 Orang

BACA JUGA : Gubernur Jakarta Pramono Pastikan Penyembuhan Korban Ledakan di SMAN 72 Difasilitasi Pemerintah

Sebelumnya, aparat pada Jumat (7/11/2025) menyatakan telah mengidentifikasi seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun sebagai tersangka dalam serangan yang mengguncang sebuah masjid di SMAN 72 Jakarta Utara. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 54 orang terluka. Mereka sebagian besar adalah pelajar.

Para saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi  bahwa mereka mendengar  dua ledakan keras sekitar tengah hari, tepat ketika khotbah Jumat baru saja dimulai. Ledakan berasal dari dalam dan luar masjid di SMAN 72, sebuah sekolah negeri yang berada di dalam kompleks TNI Angkatan Laut Kodamar di  Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para siswa dan jamaah lain berlarian panik saat asap abu-abu memenuhi masjid. Polisi menepis spekulasi bahwa ledakan tersebut merupakan serangan teror. Polisi juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki laporan di media lokal yang menyebutkan bahwa tersangka adalah siswa kelas 12 yang telah menjadi korban perundungan. (***) 

Gubernur Jakarta Pramono Pastikan Penyembuhan Korban Ledakan di SMAN 72 Difasilitasi Pemerintah

EtIndonesia. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rasa simpati kepada para korban luka saat meninjau SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) sore. 

Bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Gubernur Pramono turut mengecek kondisi korban di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Hari ini terus terang Pemerintah DKI Jakarta sungguh sangat berduka dengan kejadian yang terjadi di SMA 72 ketika salat Jumat sedang berlangsung. Pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI,” tegas Gubernur Pramono dikutip dari rilis Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri mengecek kondisi korban di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Sebagai respons cepat, Gubernur Pramono telah mengerahkan jajaran terkait untuk memfasilitasi korban, hingga berkoordinasi intensif dengan pihak kepolisian. Gubernur Pramono meminta penanganan kesehatan korban dilakukan dengan layanan terbaik, termasuk recovery kondisi psikologis.

“Tadi ada Ibu Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Kepala Dinas Kesehatan, dan juga ada Wali Kota. Saya minta untuk semuanya ditangani secara baik. Sedangkan untuk korban dan peristiwanya, kebetulan ada Pak Kapolda yang membantu kami,” ungkap Gubernur Pramono.

Bahkan, Gubernur Pramono sempat berinteraksi dengan para korban saat dalam perawatan untuk memastikan kebutuhannya telah dilayani dengan baik. “Ya, beberapa korban saya bicara, tapi terus terang yang saya ajak bicara semuanya dalam keadaan sadar. Memang ada satu yang lagi mau dioperasi,” tambahnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri usai mengecek kondisi korban di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat (Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Gubernur Pramono turut mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, saling menenangkan, dan tidak melakukan tindakan provokasi. 

“Yang utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan situasi tetap aman terkendali,” pungkas Gubernur Pramono.

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi awal, belum dapat dipastikan penyebab ledakan. Hingga saat ini, terdapat 55 korban akibat ledakan tersebut. 

Situasi pasca ledakan terpantau kondusif dan sedang dilakukan koordinasi lanjutan untuk mengetahui penyebab ledakan. 

Aparat kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi di lokasi, termasuk guru dan siswa. Tim juga melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan dan terus memantau perkembangan situasi di sekitar lokasi kejadian. (***)

Ledakan Ganda Guncang Masjid SMAN 72 Jakarta, Lukai 55 Orang

EtIndonesia. Aparat pada Jumat (7/11/2025) menyatakan telah mengidentifikasi seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun sebagai tersangka dalam serangan yang mengguncang sebuah masjid di SMAN 72 Jakarta Utara. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 54 orang terluka. Mereka sebagian besar adalah pelajar.

Para saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa mereka mendengar  dua ledakan keras sekitar tengah hari, tepat ketika khotbah Jumat baru saja dimulai. Ledakan berasal dari dalam dan luar masjid di SMAN 72, sebuah sekolah negeri yang berada di dalam kompleks TNI Angkatan Laut Kodamar di  Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para siswa dan jamaah lain berlarian panik saat asap abu-abu memenuhi masjid.

Dikutip dari Associated Press, polisi mengatakan mereka menemukan sebuah senjata mainan jenis senapan otomatis milik tersangka yang bertuliskan slogan-slogan supremasi kulit putih. Namun, polisi menepis spekulasi bahwa ledakan tersebut merupakan serangan teror.

“Tersangkanya adalah seorang siswa laki-laki berusia 17 tahun yang saat ini sedang menjalani operasi,” kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan setelah menjenguk para korban di rumah sakit. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan tersangka adalah satu dari dua siswa yang menjalani operasi akibat luka-luka dari ledakan tersebut.

“Petugas kami saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan identitas tersangka dan lingkungan tempat tinggalnya, termasuk rumahnya dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Sigit dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta.

Sigit mengatakan, penyidik masih mengumpulkan informasi untuk menentukan motif pelaku, termasuk bagaimana tersangka bisa merakit senjata mainan dengan tulisan seperti “14 words. For Agartha,” dan “Brenton Tarrant: Welcome to hell.”

Istilah “14 words” umumnya merujuk pada slogan supremasi kulit putih, sementara Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan massal pada tahun 2019 di sebuah masjid dan pusat Islam di Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 51 orang dan melukai puluhan lainnya.

“Kami menemukan bahwa senjata tersebut adalah senjata mainan dengan tanda-tanda khusus, yang juga sedang kami selidiki untuk memahami motifnya, termasuk bagaimana ia merakitnya dan melancarkan serangan itu,” kata Sigit.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menuturkan, sebagian besar korban mengalami luka bakar dan luka akibat pecahan kaca yang beterbangan. Jenis bahan peledak yang digunakan belum diketahui secara pasti, tetapi ledakan berasal dari dekat pengeras suara masjid.

Ia memperingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi bahwa insiden ini adalah serangan teror sebelum penyelidikan polisi selesai.

Polisi mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki laporan di media lokal yang menyebutkan bahwa tersangka adalah siswa kelas 12 yang telah menjadi korban perundungan (bullying). Si pelaku ingin membalas dendam dengan melakukan apa yang tampaknya merupakan serangan bunuh diri.

“Kami masih menyelidiki kemungkinan bahwa perundungan menjadi faktor yang memotivasi tersangka untuk melakukan serangan tersebut,” kata juru bicara Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, kepada wartawan pada Jumat malam.

“Ada beberapa kendala dalam memperoleh keterangan dari para saksi karena mereka juga merupakan korban yang memerlukan perawatan medis untuk pulih,” ujar Hermanto, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang sedang memberikan ‘pemulihan trauma’ (trauma healing) bagi para siswa dan guru.

Ia memperbarui jumlah korban luka menjadi 54 orang, bukan 55 seperti yang disebutkan polisi sebelumnya, dengan penjelasan bahwa sebagian besar korban berdiri dekat pengeras suara dan mengalami gangguan pendengaran akibat ledakan di dalam masjid. Sekitar 33 siswa masih dirawat di dua rumah sakit karena luka bakar dan luka akibat serpihan ledakan.

Hermanto menegaskan bahwa ibu kota berada dalam kondisi aman dan situasi keamanan terkendali, serta mengimbau masyarakat untuk tidak cemas.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan siswa berseragam sekolah berlari panik melintasi lapangan basket sekolah, beberapa menutup telinga dengan tangan mereka, tampaknya untuk melindungi diri dari suara ledakan.

Beberapa korban luka tampak dibawa dengan tandu ke mobil-mobil yang sudah menunggu.

Kerabat para korban yang shock berkumpul di posko-posko yang didirikan di Rumah Sakit Yarsi dan Cempaka Putih untuk mencari informasi tentang anggota keluarga mereka. 

Para orang tua mengatakan kepada stasiun televisi bahwa anak-anak mereka mengalami luka di kepala, kaki, dan tangan akibat terkena paku tajam serta serpihan benda yang meledak. (***)