Renungan Hidup: Kita Boleh Kekurangan Uang, Tapi Jangan Pernah Kekurangan Moral

Jika kamu memiliki kekayaan, yang dikagumi orang sebenarnya bukan dirimu, melainkan hartamu — tetapi kamu sering salah paham, mengira merekalah yang mengagumi pribadimu.

Jika kamu punya kekuasaan, yang dihormati orang bukan dirimu, melainkan kekuatanmu — namun kamu merasa seolah-olah dirimu-lah yang diagungkan.

Jika kamu memiliki kecantikan atau ketampanan, yang memikat orang hanyalah rupa sementara yang kau miliki, bukan jati dirimu — namun kamu keliru mengira semua itu karena pesonamu yang abadi.

Sadarlah — yang benar-benar berharga dalam hidup ini adalah karakter dan moral. Itulah harta yang bisa kamu bawa ke mana pun kamu melangkah.

  • Seseorang yang batinnya kaya, mampu merasakan dunia yang penuh warna.
    –  Seseorang yang berhati baik, mampu melihat bahwa dunia ini sebenarnya hangat dan indah.
    – Seseorang yang hati dan pikirannya jernih, akan menemukan bahwa hidup ini layak dinikmati.
    – Seseorang yang sungguh-sungguh berusaha, akan menyadari betapa agungnya kehidupan.

Alasan untuk maju hanya butuh satu.  Sedangkan alasan untuk mundur, ada seratus.

Dalam hidup ini:

  • Boleh kekurangan uang, tapi jangan kekurangan moral.
  • Boleh salah dalam ucapan, tapi jangan mengingkari kepercayaan.
  • Boleh jatuh, tapi jangan menyerah dan merendahkan diri.
  • Boleh mengejar nama, tapi jangan merampas nama orang lain.
  • Boleh merasa lelah, tapi jangan memilih kehancuran.
  • Boleh bersantai, tapi jangan terjerumus dalam hawa nafsu.
  • Boleh rendah hati, tapi jangan berpura-pura suci.
  • Boleh hidup sederhana, tapi jangan hidup tanpa arti.
  • Boleh romantis, tapi jangan hidup sesat.
  • Boleh menjalani hidup, tapi jangan menciptakan masalah.

Satu kalimat sebagai penyemangat — semoga kita hidup jujur, baik hati, dan bahagia.

Prinsip menjadi manusia sejati:

  • Kepada yang lebih tinggi: hormati dengan tulus — itulah adab.
  • Kepada yang lebih rendah: jangan sombong — itulah kebijaksanaan.
  • Dalam hal keuntungan: mampu mengambil enam bagian tapi rela hanya empat — itulah keadilan.
  • Dalam menjaga diri: tetap bersih meski hidup di dunia yang kotor — itulah integritas.
  • Dalam hubungan dengan manusia: luar dan dalam harus selaras — itulah kepercayaan.
  • Dalam membina jiwa: hormati langit, cintai sesama — itulah kasih kemanusiaan.

Manusia sejati bukan yang paling kuat,  tetapi yang paling berpegang pada kehormatan diri. (jhn/yn)

Pertemuan Pemimpin Partai Komunis Tiongkok–Korsel Disertai Aksi Protes Warga Menentang Infiltrasi PKT

EtIndonesia. Pada  Sabtu (1 November 2025), setelah penutupan KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Namun, di saat bersamaan, ratusan warga turun ke jalan di Seoul untuk memprotes infiltrasi dan pengaruh rezim otoriter PKT terhadap Korea Selatan.

Di ibu kota Seoul, para demonstran membawa spanduk bertuliskan “PKT, keluar dari sini” dan “Korea milik rakyat Korea”. Mereka berbaris di jalan sambil meneriakkan slogan dan menggelar aksi protes serta rapat umum.

“Negara kita semakin condong ke arah pro-PKT— ini tidak bisa diterima. Kami sedang membubarkan lembaga kejaksaan dan mengendalikan sistem peradilan. Ini bukan demokrasi. Kita harus membela kebebasan dan demokrasi, bukan hanya demi pembangunan negara, tetapi juga agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Itulah alasan saya datang ke sini,” ujar seorang pengunjuk rasa bernama Kim Hye-kyung. 

Warga turun ke jalan di Seoul untuk memprotes infiltrasi dan pengaruh rezim otoriter PKT terhadap Korea Selatan (Tangkapan layar NTD)

Kunjungan Xi Jinping kali ini merupakan kunjungan pertama ke Korea Selatan dalam 11 tahun terakhir. Sebelumnya, baru saja terjadi kasus ratusan warga Korea tertipu dan dipaksa bekerja di kompleks penipuan yang dikelola oleh warga Tiongkok di Kamboja.

Seorang penyelenggara aksi dari kelompok konservatif “Universitas Kebebasan”, bernama Park Jun-young, menyatakan: “Masalah kejahatan yang dilakukan oleh warga Tiongkok di Kamboja belum terselesaikan dengan baik, dan warga negara kami masih terancam oleh hal-hal seperti itu. Meskipun suasana pertemuan tampak bersahabat, saya rasa ancaman yang sesungguhnya belum hilang.”

Warga turun ke jalan di Seoul untuk memprotes infiltrasi dan pengaruh rezim otoriter PKT terhadap Korea Selatan (Tangkapan layar NTD)
Warga turun ke jalan di Seoul untuk memprotes infiltrasi dan pengaruh rezim otoriter PKT terhadap Korea Selatan (Tangkapan layar NTD)

Beberapa demonstran juga mengenakan topi bertuliskan “Make America Great Again”, dengan tulisan di punggung mereka: “PKT akan menyusup ke pemerintahanmu. Perusahaan Tiongkok akan ikut campur dalam posisi politikmu. PKT akan menjarah rumahmu seperti yang mereka lakukan di Xinjiang.” (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Tang Li dan Liu Fei, New Tang Dynasty Television.

“Guns-A-Blazing”: Ancaman Trump Terhadap Nigeria Terkait ‘Pembunuhan Umat Kristen’

EtIndonesia. Presiden Donald Trump pada hari Sabtu  (1/11)mengancam akan mengirim pasukan AS ke Nigeria dengan “guns-a-blazing” jika negara terpadat di Afrika itu tidak menghentikan apa yang dia sebut sebagai pembunuhan umat Kristen oleh kelompok Islamis.

Dalam sebuah unggahan yang menggemparkan di platform Truth Social miliknya, pemimpin Partai Republik tersebut mengatakan dia meminta Pentagon untuk memetakan kemungkinan rencana serangan, sehari setelah memperingatkan bahwa agama Kristen “menghadapi ancaman eksistensial di Nigeria.”

“Jika Pemerintah Nigeria terus membiarkan pembunuhan umat Kristen, AS akan segera menghentikan semua bantuan dan asistensi ke Nigeria, dan mungkin akan masuk ke negara yang kini ternoda itu, ‘guns-a-blazing’, untuk sepenuhnya membasmi Teroris Islam yang melakukan kekejaman mengerikan ini,” katanya.

“Dengan ini saya menginstruksikan Departemen Perang kita untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan. Jika kita menyerang, serangan itu akan cepat, ganas, dan manis, seperti para teroris preman menyerang umat Kristen kita yang kita sayangi,” tambahnya, memperingatkan pemerintah Nigeria bahwa mereka “LEBIH BAIK BERGERAK CEPAT!”

Nigeria terlibat dalam berbagai konflik yang menurut para ahli telah menewaskan baik umat Kristen maupun Muslim tanpa pandang bulu.

Trump pada hari Jumat, mengunggah pernyataan bahwa “ribuan umat Kristen dibunuh (dan) kaum Islamis Radikal bertanggung jawab atas pembantaian massal ini.”

Politisi konservatif telah memicu tuduhan tersebut.

Pada bulan Maret, anggota Kongres AS, Chris Smith menyerukan agar Nigeria didaftarkan oleh Departemen Luar Negeri sebagai “Negara yang Menjadi Perhatian Khusus” (CPC) — sebuah langkah yang diumumkan oleh Trump pada hari Jumat atas apa yang disebutnya sebagai “ancaman eksistensial” bagi populasi Kristen di negara Afrika tersebut.

Dan pada awal Oktober, Senator AS Ted Cruz dan anggota DPR dari Partai Republik Riley Moore menuduh pemerintah Nigeria menutup mata terhadap “pembunuhan massal” umat Kristen.

Klaim penganiayaan terhadap umat Kristen juga telah disuarakan oleh beberapa pihak di Nigeria, di mana perpecahan etnis, agama, dan regional telah berkobar dengan konsekuensi yang mematikan di masa lalu dan masih membentuk politik modern negara tersebut.

Beberapa pejabat AS berpendapat bahwa umat Kristen di Nigeria menghadapi “genosida” — sebuah klaim yang dibantah oleh Abuja.

“Karakterisasi Nigeria sebagai intoleran agama tidak mencerminkan realitas nasional kita,” tulis Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu pada hari Sabtu di X setelah Trump membuat pengumuman.

“Kebebasan beragama dan toleransi telah menjadi prinsip inti identitas kolektif kita dan akan selalu demikian,” tambah Tinubu.

Nigeria hampir terbagi rata antara wilayah utara yang mayoritas Muslim dan wilayah selatan yang mayoritas Kristen.

Negara ini disibukkan oleh masalah keamanan. Wilayah timur lautnya merupakan pusat pemberontakan jihadis Boko Haram, yang telah menewaskan lebih dari 40.000 orang dan membuat lebih dari dua juta orang mengungsi sejak 2009, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di Nigeria bagian tengah, para penggembala yang mayoritas Muslim telah berulang kali bentrok dengan para petani yang mayoritas Kristen. Konflik ini sering digambarkan sebagai konflik antar-agama, tetapi umumnya bermula dari perebutan akses lahan. (yn)

7 Tewas, 150 Luka-luka Akibat Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,3  Mengguncang Afghanistan

EtIndonesia. Gempa berkekuatan Magnitudo 6,3 skala Richter melanda dekat Kota Mazar-e Sharif di Afghanistan utara pada Senin (3/11) dini hari, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai sekitar 150 orang, kata otoritas provinsi pada hari Senin.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan gempa tersebut terjadi pada kedalaman 28 km (17,4 mil) di dekat Mazar-e Sharif, yang berpenduduk sekitar 523.000 jiwa.

“Sebanyak 150 orang luka-luka dan tujuh orang meninggal dunia telah dilaporkan dan telah dibawa ke pusat-pusat kesehatan hingga pagi ini,” kata Samim Joyanda, juru bicara departemen kesehatan di Samangan, sebuah provinsi pegunungan di utara dekat Mazar-e Sharif, kepada Reuters.

Hitungan tersebut berdasarkan laporan rumah sakit yang dikumpulkan hingga Senin pagi, ujarnya.

USGS mengeluarkan peringatan oranye dalam sistem PAGER-nya, sebuah sistem otomatis yang menghasilkan informasi tentang dampak gempa bumi, dan mengindikasikan bahwa “kemungkinan besar akan ada korban jiwa yang signifikan dan bencana berpotensi meluas”.

Peristiwa-peristiwa sebelumnya dengan tingkat peringatan ini memerlukan respons tingkat regional atau nasional, tambah peringatan sistem tersebut.

Gempa bumi tersebut menghancurkan sebagian tempat suci Mazar-i-Sharif, kata juru bicara provinsi Balkh, Haji Zaid, merujuk pada Masjid Biru.

Badan penanggulangan bencana nasional negara itu mengatakan laporan tentang korban jiwa dan kerusakan akan dibagikan kemudian. Reuters tidak dapat segera memverifikasi tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Video upaya penyelamatan yang dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan dan gambar puing-puing yang jatuh di gedung-gedung dibagikan di platform media sosial X. Satu video menunjukkan tim penyelamat menarik apa yang tampak seperti mayat dari reruntuhan.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi rekaman dan gambar tersebut.

Ribuan orang tewas dan ribuan lainnya terluka setelah gempa bumi dan serangkaian gempa susulan melanda Afghanistan pada bulan Agustus, kata pemerintahan Taliban.

Afghanistan sangat rentan terhadap gempa bumi karena negara ini terletak di dua patahan aktif utama yang berpotensi pecah dan menyebabkan kerusakan parah.

Pada tahun 2015, sebuah gempa bumi melanda Afghanistan timur laut, menewaskan beberapa ratus orang di Afghanistan dan Pakistan utara di dekatnya. Gempa bumi lainnya pada tahun 2023 menewaskan sedikitnya 1.000 orang.(yn)

Serangan Penusukan di Kereta Cambridge, Inggris: 10 Orang Luka, 2 Tersangka Ditangkap

EtIndonesia. Terjadi serangan penusukan di sebuah kereta di wilayah Cambridge, Inggris bagian timur pada  Sabtu (1 November 2025) malam waktu setempat. Insiden itu menyebabkan beberapa orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Polisi telah menangkap dua tersangka. Sejumlah penumpang mengatakan awalnya mereka mengira teriakan peringatan hanyalah lelucon Halloween, hingga akhirnya mereka menyadari kursi yang mereka jadikan sandaran “berlumuran darah”.

Kereta tersebut milik perusahaan London North Eastern Railway (LNER) dan sedang menuju Stasiun Huntingdon ketika sekitar pukul 18.30 waktu setempat terjadi serangkaian serangan dengan pisau.

Polisi Transportasi Inggris (BTP) menulis di platform media sosial X:

“Kami saat ini sedang menangani insiden di sebuah kereta menuju Huntingdon di mana beberapa orang telah ditikam… dua orang telah ditangkap.”

Pasukan kepolisian dalam jumlah besar dikerahkan di sekitar stasiun Huntingdon.

Menurut Polisi Cambridgeshire, “10 orang telah dibawa ke rumah sakit, sembilan di antaranya mengalami luka yang mengancam jiwa. Satu orang lainnya dirawat karena luka yang tidak fatal. Belum ada laporan korban meninggal.”

Polisi menyatakan bahwa “insiden ini diklasifikasikan sebagai peristiwa besar. Unit antiterorisme sedang membantu penyelidikan kami, dan kami berupaya mengungkap seluruh rincian serta motif di balik kejadian ini.”

Perusahaan LNER menyampaikan bahwa semua jalur kereta mereka dihentikan sementara saat pihak berwenang menangani situasi di Stasiun Huntingdon.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menulis di X bahwa insiden “mengerikan” ini sangat memprihatinkan. Ia menyampaikan belasungkawa kepada semua korban dan berterima kasih kepada petugas darurat atas respons cepat mereka.

Penumpang: “Saya kira itu hanya lelucon Halloween”

Seorang penumpang bernama Olly Foster, yang berada di dalam kereta saat kejadian, mengatakan kepada BBC bahwa ketika ia mendengar seseorang berteriak, “Lari! Lari! Ada orang menusuk semua orang!”, ia mengira itu hanya lelucon Halloween.

Foster mengatakan bahwa orang-orang berdesakan melewati gerbongnya, dan ia baru sadar tangannya “berlumuran darah” karena kursi yang dia sandari “penuh dengan darah.”

Sementara itu, saksi lain mengatakan kepada Sky News bahwa polisi melumpuhkan seorang pria bersenjata pisau besar di peron stasiun. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Perang Memasuki Babak Baru: 75 Kompi Drone Ukraina Dibentuk, Sistem Listrik Rusia Kocar-Kacir

EtIndonesia. Gelombang serangan malam kembali mengguncang jantung energi Rusia. Sistem kelistrikan di wilayah Rusia bagian tengah mengalami pembatasan pasokan, sementara Jembatan Krimea kembali ditutup pasca serangan presisi Ukraina pada 31 Oktober 2025 malam.

Di sisi lain, Ukraina meningkatkan eskalasi militernya. Kyiv mengumumkan pembentukan 75 kompi drone serang dan menambah 15 ribu personel operator UAV, sekaligus mengklaim keberhasilan menghancurkan rudal jarak menengah “Oleshnyk” dalam operasi rahasia.

 Pertempuran di Pokrovsk: Titik Balik di Garis Depan

31 Oktober 2025, Donetsk Oblast

Pertempuran di dataran timur Ukraina, khususnya arah Pokrovsk, memasuki fase baru. Kota satelit Myrnohrad dipastikan kembali berada di bawah kendali penuh Ukraina setelah pasukan Rusia berhasil dipukul mundur.

Brigade Lintas Udara ke-25 dan Brigade Marinir ke-38 kini mengambil alih pertahanan sektor timur laut kota.

ISW (Institute for the Study of War) dan citra satelit menunjukkan Rusia mengerahkan sekitar:

  • 27.000 tentara
  • 100 tank
  • 260 kendaraan lapis baja

Rusia sempat mengibarkan bendera di dalam kota, tetapi hanya bertahan sekitar satu jam. Pada pukul 10.40, 31 Oktober, Batalyon Serbu ke-425 Ukraina melancarkan serangan balasan dan menghancurkan unit infiltrasi.

Pejabat Ukraina menegaskan kondisi sulit, namun menolak klaim kekalahan total.

“Jika 200 penyusup bisa merebut satu kota, perang ini sudah selesai sejak dua tahun lalu. Rusia telah kehilangan ratusan ribu prajurit, namun masih tertahan di luar kota,” ujar salah satu komandan Ukraina.

Panglima Ukraina Turun Langsung ke Medan Tempur

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi kembali meninjau Pokrovsk, kunjungan keduanya dalam sebulan.

Ia menyampaikan tiga pesan utama:

  1. Pokrovsk tetap titik strategis vital.
  2. Kota belum jatuh meski tekanan ekstrem.
  3. Ada proses pembersihan struktur komando dan perbaikan sistem kontrol tempur.

Rusia kini mengadopsi taktik infiltrasi jarak dekat, menyaru sebagai warga sipil, dan bergerak antargedung serta lorong bawah tanah.

Ukraina membalas dengan operasi penyisiran intensif menggunakan drone dan rudal presisi. Sistem peluncur termobarik Rusia TOS-1, TOS-2, BM-27 dan BM-21 dilaporkan hancur, melemahkan kekuatan artileri Rusia.

Serangan Drone Ukraina ke Dalam Teritori Rusia

Malam 31 Oktober 2025

Ukraina meluncurkan serangan massal ke beberapa target energi utama Rusia:

Target yang dikonfirmasi:

  • Stasiun daya Vladimirskaya (menyediakan ±10 persen listrik nasional)
  • Kilangan minyak Yaroslavl (produksi dihentikan total)
  • Pembangkit gas Oryol (kerusakan parah, pemanas warga terganggu)

Serangan ini menekan kondisi domestik Rusia tepat menjelang musim dingin.

Sebagai respons, pada 3 November, Rusia membatasi akses di Jembatan Krimea dan melarang kendaraan listrik/hybrid melintas, dengan alasan “risiko baterai meledak”. Namun analis meyakini langkah ini terkait ancaman bom dan krisis bahan bakar akibat sanksi dan serangan Ukraina.

Usul “Jeda untuk Jurnalis” Ditolak Kyiv

Rusia menawarkan jeda 5–6 jam bagi jurnalis internasional di zona pertempuran. Ukraina menolak, menyebutnya sebagai manuver propaganda sekaligus peluang reposisi pasukan Rusia.

Perang Drone Ukraina Meningkat

Komando drone Ukraina mengumumkan:

  • 15.000 personel tambahan
  • 75 kompi drone serang baru
  • Integrasi AI wajib dalam operasi UAV

Ukraina juga memperkenalkan drone laut C-Baby generasi terbaru dengan kemampuan:

  • beroperasi 24 jam
  • menyerang kapal dan target darat
  • mendukung infiltrasi pasukan
  • sistem penghancuran otomatis bila terancam ditangkap

Serangan Terbesar Rusia Sejak Invasi

30 Oktober 2025

Rusia meluncurkan serangan masif:

  • 52 rudal
  • 653 drone

Ukraina mengklaim menembak jatuh:

  • 592 drone
  • 31 rudal

Korban sipil:

  • 5 tewas
  • lebih dari 30 luka-luka

Di saat yang sama:

  • Finlandia menempatkan tambahan 15.000 pasukan dalam latihan NATO
  • Swedia mempercepat produksi jet untuk Ukraina

Diplomasi dan Tekanan Ekonomi

Uni Eropa mendorong European Peace Initiative: gencatan senjata 24 jam dan zona demiliterisasi. Ukraina belum menyetujui, khawatir memberi legitimasi pendudukan Rusia.

Sementara itu, raksasa energi Rusia Lukoil dilaporkan melepas aset internasionalnya, indikasi tekanan sanksi Barat semakin berat.

Kesimpulan

Serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia memicu instabilitas domestik di Moskow, sementara garis depan Pokrovsk menjadi simbol ketahanan Kyiv. Rusia membalas dengan operasi udara besar-besaran, tapi efektivitas pertahanan udara Ukraina terlihat signifikan.

Dengan eskalasi drone, ketegangan diplomatik, dan tekanan ekonomi yang meningkat, konflik memasuki fase baru: perang energi, perang teknologi, dan perang stamina nasional. (***)

Perang Rahasia Trump Dimulai: Kapal Kartel Hancur, ‘Raja Fentanyl’ dari Beijing Tersungkur

tIndonesia. Amerika Serikat memasuki fase konfrontasi paling agresif terhadap kartel narkoba dalam beberapa dekade terakhir. Dalam tujuh hari terakhir saja, militer AS menghancurkan setidaknya empat kapal cepat pembawa narkoba di Karibia, menewaskan sedikitnya 14 orang anggota kartel. Total dalam beberapa pekan terakhir, hampir 10 kapal berhasil dilumpuhkan.

EtIndonesia. Amerika Serikat memasuki fase konfrontasi paling agresif terhadap kartel narkoba dalam beberapa dekade terakhir. Dalam tujuh hari terakhir saja, militer AS menghancurkan setidaknya empat kapal cepat pembawa narkoba di Karibia, menewaskan sedikitnya 14 orang anggota kartel. Total dalam beberapa pekan terakhir, hampir 10 kapal berhasil dilumpuhkan.

Langkah keras ini diluncurkan setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah untuk memperlakukan kartel narkoba sebagai organisasi teroris asing, memadukan operasi intelijen, serangan presisi, dan kerja sama internasional.

 1 November 2025: Serangan Udara di Dekat Venezuela

Pada dini hari 1 November 2025, Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi operasi udara di perairan dekat Venezuela. Intelijen mendeteksi kapal kartel sedang memeriksa muatan. Pesawat tempur AS meluncurkan bom presisi, menghancurkan kapal beserta seluruh awaknya dalam hitungan detik.

Itu merupakan serangan keempat dalam satu minggu.

“Belahan Barat bukan lagi tempat aman bagi kartel,” tegas Menteri Pertahanan AS, Douglas Haigxes. “Kami akan mengejar mereka sampai ujung dunia.”

27 Oktober 2025: Serangan di Pasifik Timur

Sebelumnya, pada 27 Oktober 2025, Menteri pertahanan AS Pete Hegseth  mengumumkan militer AS juga melancarkan tiga gelombang serangan terhadap kapal penyelundup di Pasifik Timur. Empat kapal hancur, sedikitnya 14 orang kartel tewas, dan satu selamat setelah dievakuasi oleh otoritas Meksiko.

Krisis Fentanyl di AS

Walau penyitaan fentanyl di AS turun 53% pada paruh pertama 2025, kematian akibat overdosis justru melonjak. Lebih dari 100 warga AS meninggal per hari akibat zat ini.

Trump menyebut fentanyl sebagai “senjata pembunuh massal”.

CIA, DEA, dan militer kini bekerja terpadu:

  • menyadap komunikasi satelit kartel
  • menelusuri jaringan perbankan dan perusahaan cangkang
  • menyusup ke rantai pasok prekursor dari Tiongkok
  • mengeksekusi serangan udara mendadak

Hasil survei Gallup menunjukkan 71% warga Amerika mendukung operasi militer terhadap kartel.

Namun PBB mengkritik keras langkah ini, menuding AS melanggar hukum internasional.

 Penangkapan Dramatis “Raja Fentanyl” Zhang Zhidong

Di balik operasi militer ini, sorotan publik tertuju pada penangkapan gembong narkoba asal Tiongkok, Zhang Zhidong (37), lulusan Universitas Peking, mantan bintang debat kampus, dan mantan karyawan perusahaan perdagangan mineral di Meksiko.

Perjalanan Zhang dari Sarjana Peking ke Mafia

  • 2015: direkrut kartel Meksiko dengan gaji USD 50.000/bulan
  • 2016–2024: mendirikan >150 perusahaan cangkang dan 170 rekening bank
  • mencuci USD 150 juta per tahun
  • menyuplai prekursor fentanyl dari Tiongkok ke kartel Sinaloa dan CJNG

Barang dikirim dari Shanghai dan Guangzhou, diolah di laboratorium Meksiko, lalu diselundupkan via kontainer ikan beku ke AS.

Hidupnya glamor, tapi harga moralnya mengerikan: ribuan warga AS tewas karena produk jaringannya.

Drama Pelarian

  • Oktober 2024: ditangkap polisi Meksiko
  • hakim membebaskannya menjadi tahanan rumah
  • Zhang menggali terowongan, kabur dengan jet pribadi ke Kuba, lalu ke Moskow
  • Rusia menolak kedatangannya dan memulangkannya
  • 23 Oktober 2025: ditangkap intel Kuba
  • 24 Oktober 2025: diserahkan ke Meksiko
  • beberapa jam kemudian diekstradisi ke AS

Kini Zhang mendekam di penjara federal AS dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Cerita pelariannya membuat publik menyebutnya gabungan karakter Narcos dan Prison Break.

Bayang-bayang Tiongkok di Balik Fentanyl

AS menuduh 95% pasokan prekursor fentanyl dunia berasal dari Tiongkok. Pada 1 Februari 2025, Trump menerapkan tarif 10% pada komponen kimia dari Tiongkok, lalu menunda tarif tersebut setelah pertemuan dengan Xi Jinping pekan lalu. Beijing kini berjanji memperketat ekspor kimia ilegal.

Namun Kongres AS menyebut jaringan kriminal Tiongkok masih berperan sebagai pusat pencucian uang global.

 Ancaman Serangan Militer ke Venezuela

Pada 31 Oktober 2025, Miami Herald melaporkan Washington telah menyetujui daftar target militer di Venezuela yang diyakini mendukung kartel.

Indikasi operasi besar:

  • Zona larangan terbang diberlakukan di Puerto Riko
  • Gangguan GPS besar-besaran terdeteksi di Venezuela
  • Kapal perang dan drone AS mengitari Karibia

Gedung Putih menyebut laporan ini tidak akurat, tetapi Trump mengisyaratkan serangan hanya menunggu waktunya. Sumber di Gedung Putih bahkan menyebut: “Dalam beberapa hari, Maduro akan menjadi masa lalu.”

Situasinya disebut mirip menjelang operasi 1989 yang menangkap diktator Panama, Manuel Noriega.

Kesimpulan

Kampanye global AS kini memiliki tiga garis serangan:

  1. Menghancurkan operasi kartel secara militer
  2. Memukul pemasok prekursor fentanyl, terutama Tiongkok
  3. Membongkar jaringan pencucian uang internasional

Dengan kapal tenggelam, sindikat luluh lantak, dan gembong fentanyl Tiongkok kini di balik jeruji, perang narkoba memasuki babak paling agresif sejak era Kolombia 1990-an.

Dan tanda-tanda operasi besar ke Venezuela semakin kuat. (***)

Ukraina : Rusia Menembakkan Banyak Rudal Terlarang ke Wilayah Ukraina dalam Perang Nyata

EtIndonesia. Kiev untuk pertama kalinya mengkonfirmasi bahwa dalam beberapa bulan terakhir, militer Rusia telah menggunakan rudal jelajah 9M729, yang mampu membawa hulu ledak nuklir, untuk menyerang Ukraina. Jenis rudal inilah yang pada tahun 2019 mendorong pemerintahan Trump keluar dari perjanjian pengendalian senjata nuklir dengan Moskow.

“Ini berkaitan dengan negara-negara lain. Mereka tampaknya semua sedang melakukan uji coba nuklir,” ujar Presiden AS Donald Trump. 

Pada hari Kamis, Trump memerintahkan militer AS melanjutkan uji coba nuklir untuk pertama kalinya dalam 33 tahun. Keputusan ini diambil di tengah ekspansi cepat persenjataan nuklir Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, dan tidak lama setelah Rusia mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir dan torpedo bertenaga nuklir.

Menurut laporan Reuters pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengungkapkan bahwa Rusia telah menggunakan rudal jelajah darat 9M729 dalam pertempuran nyata. Rudal tersebut memiliki jangkauan hingga 2.500 kilometer dan dapat membawa hulu ledak nuklir.

Sybiha menegaskan bahwa rudal inilah yang mendorong Trump pada masa jabatan pertamanya menarik diri dari Perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) — sebuah perjanjian pengendalian senjata jarak menengah antara AS dan Uni Soviet (kemudian Rusia). 

Washington menilai bahwa jangkauan 9M729 jauh melampaui batas 500 kilometer yang diizinkan, sehingga melanggar perjanjian, meskipun Moskow membantah tuduhan itu.

Sumber militer Ukraina menyebutkan bahwa sejak Agustus tahun ini, Rusia telah menembakkan 23 rudal 9M729 ke Ukraina, dengan serangan terakhir terjadi pada 5 Oktober, di mana rudal itu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer sebelum jatuh di wilayah Ukraina.

Sybiha menekankan bahwa penggunaan rudal yang dilarang oleh INF menunjukkan kurangnya rasa hormat Putin terhadap AS dan upaya diplomatik Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia menyerukan tekanan maksimum terhadap Moskow agar terpaksa memilih jalur damai.

Sejumlah pakar militer Barat menilai bahwa rudal 9M729 awalnya dirancang untuk menyerang target di Eropa, sehingga penggunaannya terhadap Ukraina tidak hanya memperluas gudang senjata Rusia, tetapi juga mengirimkan sinyal ancaman ke Eropa, serta meningkatkan posisi tawar Rusia dalam negosiasi perang.

Selain itu, pada November tahun lalu, Putin pertama kali mengklaim telah menggunakan rudal hipersonik jarak menengah tipe “Oreshnik” di medan perang Ukraina.

 Kepala Dinas Keamanan Nasional Ukraina Vasyl Maliuk mengkonfirmasi dalam pertemuannya dengan Presiden Zelensky pada hari Jumat bahwa pasukan Ukraina berhasil menghancurkan satu rudal Oreshnik dalam operasi gabungan khusus.

Maliuk juga menyebut bahwa sepanjang tahun ini Ukraina telah melancarkan hampir 160 serangan sukses terhadap fasilitas produksi dan penyulingan minyak Rusia, serta bersumpah akan melanjutkan serangan untuk melemahkan kemampuan Moskow dalam membiayai perang.

Pada hari yang sama, sebuah pembangkit listrik di kota Oryol (barat Rusia) diserang oleh drone Ukraina, sementara di wilayah Sumy (timur laut Ukraina), pasukan Rusia juga melancarkan serangan besar-besaran.

Situasi di kota Krasnoarmiisk (disebut “Kota Tentara Merah”) di garis depan timur juga masih sangat genting.

“Situasi di Kota Tentara Merah sangat serius. Semua pasukan mereka (Rusia) berada di sana. Sekitar 170.000 tentara musuh terkonsentrasi di arah itu,” kata Zelenskyy. (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing, NTD News

Ingin Mengobrol dengan Prabowo di Sela-sela KTT APEC, PM Jepang Sanae Takaichi Jadi “Ahli Geser Kursi”

EtIndonesia. Saat menghadiri KTT APEC di Korea Selatan pada 31 Oktober 2025, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjadi sorotan publik karena sebuah aksi kecil yang terekam kamera — ia menggeser kursinya untuk mendekati Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, agar bisa berbincang dengannya.

Dalam ruang pertemuan APEC, Takaichi yang baru saja terpilih menjadi perdana menteri Jepang, duduk bersebelahan dengan Presiden Prabowo.

Dalam rekaman video, terlihat Takaichi tersenyum cerah sambil memegang meja, lalu perlahan menggeser kursinya ke arah Prabowo. Presiden Prabowo kemudian menyapa dengan gestur salam hormat (menyatukan kedua tangan di dada) dan keduanya tampak berbincang dengan akrab, menciptakan suasana hangat dan bersahabat di antara para pemimpin dunia.

Video tersebut menjadi viral di platform media sosial X.

Banyak warganet Jepang memuji Sanae Takaichi sebagai sosok yang pandai dalam urusan diplomasi dan hubungan publik, menyebut bahwa tindakannya menunjukkan kelincahan serta kehangatan diplomatik.

Ada juga yang membandingkannya dengan sikapnya ketika bertemu Presiden AS Donald Trump, di mana ia juga tampil ceria, aktif, dan ramah, memperlihatkan kemampuan diplomasi yang serupa. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Atlet Gulat Tiongkok Berusia 28 Tahun Meninggal Dunia Secara Mendadak dan Donasikan 3 Organ — Picu Perhatian Publik

Baru-baru ini, Yan Jianbo, seorang atlet gulat asal Tiongkok berusia 28 tahun, meninggal dunia secara mendadak. Setelah kematiannya, keluarganya menyumbangkan beberapa organ tubuhnya, yang kemudian menarik perhatian dan menimbulkan perdebatan publik.

EtIndonesia. Menurut laporan media daratan Tiongkok, artlet gulat bernama Yan Jianbo mulai masuk sekolah olahraga sejak usia 9 tahun, dan memilih cabang olahraga gulat. Ia kemudian menjadi atlet gulat tingkat nasional kelas satu dan pernah menjuarai kompetisi gulat di Pekan Olahraga Provinsi Hunan. Setelah pensiun pada usia 24 tahun, ia memulai usaha di Kota Changsha.

Diberitakan bahwa Yan meninggal dunia akibat pendarahan otak mendadak di Changsha. Setelah itu, orang tuanya menyumbangkan organ tubuhnya secara sukarela dan tanpa bayaran.

 Pada pukul 06.00 pagi, 30 Oktober, Rumah Sakit Keempat Changsha melaksanakan operasi pengambilan organ dari tubuh Yan, termasuk dua ginjal, satu hati, dan sepasang kornea, yang dikatakan akan diberikan kepada lima pasien penerima.

Ibunya mengatakan bahwa kesehatan Yan selama ini sangat baik, dan ia tidak pernah mengalami penyakit serius sejak kecil.

Menurut unggahan keluarga Yan di internet, “Saya adalah sepupu Yan Jianbo, pada 31 Oktober kami akan mengantarnya ke peristirahatan terakhir di Rumah Duka Mingyangshan.”

Banyak warganet yang mengungkapkan belasungkawa, menulis: “Semoga ia tenang di alam sana, semoga orang tuanya kuat menjalani hidup.”

Namun, kabar mengenai donasi organ Yan Jianbo juga memicu kecurigaan dan perdebatan di media sosial.

Beberapa komentar menyebutkan:

  • “Tidak boleh mendonorkan, itu donasi dari orang yang masih hidup!”
  • “Orang tuanya terlalu polos.”
  • “Kamu tahu artinya pengambilan organ dari orang hidup?”
  • “Seseorang harus hidup agar bisa mendonorkan organ. Banyak kasus di mana pasien sebenarnya masih bisa diselamatkan, tapi diberitahu sebaliknya agar organnya diambil.”

Komentar lain berbunyi:

  • “28 tahun! Atlet nasional tingkat satu! Organ sebagus itu, pasti sudah ‘diatur’ sebelumnya.”
  • “Untuk mencuri organ, dokter bisa saja membuat pasien mengalami pendarahan otak atau dinyatakan mati otak!”

Ada juga yang mempertanyakan, “Kalau organnya didonasikan, apakah rumah sakit akan memberikannya secara gratis kepada yang membutuhkan?”

Beberapa warganet menanggapi:

  • “Satu organ bisa bernilai puluhan hingga ratusan ribu yuan.”
  • “Katanya untuk pasien yang menunggu, tapi tidak mungkin tanpa biaya.”
  • “Sebenarnya ini adalah rantai industri yang melibatkan biaya besar.”
  • “Coba lihat kasus Luo Shuaiyu, itu serupa.”

Tiongkok daratan sebelumnya pernah mengalami banyak kasus kematian misterius yang menimbulkan kecurigaan publik. Kasus Yan Jianbo juga mengingatkan orang pada kasus mahasiswa pascasarjana Wuhan, Long Xingyu, beberapa tahun lalu.

Menurut laporan media daratan Mei 2023, Long Xingyu, 24 tahun, adalah mahasiswa program magister di Universitas Geosains Tiongkok (Wuhan) jurusan Sumber Daya dan Rekayasa Geologi, sekaligus anggota tim bola voli kampus.

Pada pertengahan Maret 2023, ia terkilir lutut saat berolahraga, lalu pada 30 Maret mengalami henti jantung mendadak dan dirawat di rumah sakit. Ia didiagnosis mengalami emboli paru akibat trombosis vena dalam di tungkai bawah.

Pada malam 23 Mei 2023, Rumah Sakit Tongji Universitas Sains dan Teknologi Huazhong menyatakan Long Xingyu mengalami “mati otak”. Keesokan harinya, jantung, hati, dua ginjal, dan sepasang kornea miliknya didonasikan kepada pasien lain. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Serangan Beruang Terjadi di Beberapa Wilayah Jepang, Festival Lampu Musim Gugur di Desa Gassho Dibatalkan

Di berbagai wilayah Jepang, sejumlah kasus serangan beruang terhadap manusia terjadi secara beruntun tahun ini. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal telah mencapai 12 orang, menjadi yang tertinggi dalam sejarah.

EtIndonesia. Baru-baru ini, di Desa Shirakawa, lokasi Desa Gassho-zukuri yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, pemerintah setempat membatalkan acara penerangan daun musim gugur (Momiji Illumination) yang dijadwalkan pada 1–2 November. Pemerintah Prefektur Gifu juga mengeluarkan peringatan “waspada beruang”, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

Menurut laporan Mainichi Shimbun, sebagian besar insiden ini terjadi di wilayah Tohoku (Jepang Timur Laut), namun baru-baru ini beruang juga terlihat di wilayah Gifu dan Aichi, muncul di sekitar pemukiman menjelang masa hibernasi.

Museum terbuka “Gassho-zukuri Minkaen” di Shirakawa telah memutuskan untuk membatalkan acara penerangan daun musim gugur yang semula dijadwalkan pada 25–26 Oktober dan 1–2 November.

Di area museum ditemukan sarang beruang yang dibuat dari ranting, serta sisa buah kesemek yang dimakan beruang. Selain itu, beruang juga diketahui berkeliaran di malam hari, sehingga pihak pengelola telah membersihkan buah-buahan yang berpotensi menarik beruang datang.

Musim gugur ini, di Prefektur Gifu terjadi beberapa kasus serangan beruang terhadap manusia:

  • 2 September: Seorang siswa SMA di Kota Nakatsugawa diserang beruang saat pulang sekolah, menyebabkan luka di kepala dan punggung.
  • 27 September: Seorang pria lanjut usia berusia 80-an tahun, anggota tim pengendali satwa liar di Kota Hida, diserang beruang yang terjebak di perangkap, mengakibatkan luka di kepala dan tangan kanan.
  • 5 Oktober: Seorang wisatawan asal Spanyol berusia 40-an tahun diserang beruang saat menunggu bus di Desa Gassho, mengalami luka di pergelangan tangan kanan.
  • Sekitar seminggu kemudian: Seorang pria berusia 70-an tahun di Kota Takayama juga diserang beruang, mengalami luka di kepala dan pergelangan tangan kiri.
  • 31 Oktober: Setelah laporan kemunculan beruang di distrik Nyūkawa, Takayama, dua sekolah di wilayah tersebut ditutup sementara.

Di Kota Nanyō, Prefektur Yamagata, seekor beruang terlihat di dekat sebuah sekolah dasar pada 29 Oktober. Rekaman kamera pengawas menunjukkan beruang itu berdiri dan mencakar pintu sekolah, bahkan menabrak pintu masuk. Beruang tersebut belum berhasil ditangkap, dan sekolah kini berada dalam status siaga.

Pada hari yang sama, seekor beruang juga terlihat di ruang latihan tim bisbol di sebuah SMA swasta di Kota Yamagata, dan pihak sekolah menangguhkan sementara semua kegiatan klub.

Di Kota Morioka, beruang terlihat dua hari berturut-turut (28–29 Oktober) di kampus Universitas Iwate, sehingga kegiatan belajar dihentikan sementara.

Pada 30 Oktober, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang bersama Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan surat edaran ke seluruh dewan pendidikan di Jepang, meminta sekolah menjamin keamanan siswa di sekolah maupun di perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Mereka juga menganjurkan siswa membawa perlengkapan yang dapat mengusir beruang, seperti:

  • Lonceng beruang (kuma-suzu),
  • Bel sepeda,
  • Botol plastik kosong yang dapat ditekan hingga mengeluarkan bunyi keras yang tidak disukai beruang.

Selain itu, siswa diingatkan:

  • Tidak membawa makanan di tangan saat berjalan,
  • Segera menjauh jika menemukan jejak kaki beruang.

Pada hari yang sama, pemerintah Jepang untuk pertama kalinya mengadakan “Rapat Menteri terkait Serangan Beruang”. Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengumumkan bahwa pemerintah sedang mengkaji kemungkinan memperbolehkan polisi menggunakan senapan untuk membantu dalam operasi perburuan beruang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Xi Jinping Menginap di Hotel Bintang Empat di Korsel, Picu Banyak Spekulasi

Pemimpin partai komunis Tiongkok  (PKT) Xi Jinping baru-baru ini melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Namun, yang mengejutkan publik, ia memilih menginap di sebuah hotel bintang empat di Gyeongju alih-alih hotel mewah bintang lima. Keputusan ini menimbulkan berbagai dugaan di kalangan luar negeri.

EtIndonesia. Xi Jinping tiba di Busan pada 30 Oktober untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, lalu menuju Gyeongju untuk menghadiri KTT APEC pada 31 Oktober, dan menginap di Hotel Kolon, sebuah hotel bintang empat bergaya tradisional Korea yang dibangun pada tahun 1978 dan terletak di kawasan pegunungan yang terpencil.

Menariknya, Gyeongju memiliki beberapa hotel bintang lima, namun Xi justru memilih hotel bintang empat—sesuatu yang sangat berbeda dari gaya hidup mewah dan penuh kemewahan yang biasa ia tunjukkan.

Media sebelumnya melaporkan bahwa setiap kali Xi melakukan kunjungan luar negeri, demi menghindari risiko pembunuhan, ia biasanya menyewa seluruh hotel mewah terbaik di kota tersebut. Ia juga membawa tim besar, termasuk juru masak pribadi dari State Guesthouse Diaoyutai Beijing, yang menyiapkan semua makanannya.

Sebagai contoh, ketika Xi menghadiri KTT BRICS di Afrika pada 2023, semua perlengkapan di kamar hotelnya—mulai dari cangkir, mangkuk, tempat tidur, kasur, karpet, hingga tirai—diganti dengan barang-barang khusus yang dikirim langsung dari Tiongkok, menunjukkan tingkat paranoia keamanan yang ekstrem.

Karena itu, keputusan Xi kali ini untuk tinggal di hotel bintang empat Kolon Hotel menimbulkan banyak dugaan.

Beberapa analis berpendapat bahwa pilihan hotel tersebut mungkin didasarkan pada pertimbangan keamanan dan privasi. Lokasinya yang relatif terpencil dinilai lebih mudah diamankan dan mengurangi risiko gangguan dari luar.

Namun, kunjungan Xi ke Korea Selatan kali ini diwarnai dengan gelombang besar protes anti-PKT. Ribuan warga Korea membawa spanduk bertuliskan “Hancurkan PKT” dan “Xi Jinping, pergilah!”, bahkan menggunakan pengeras suara untuk meneriakkan “Xi Jinping keluar!” dan “Xi Jinping go home!”.

Menurut sejumlah warga lokal, setelah Xi menginap di Kolon Hotel, jumlah polisi di sekitar area tersebut meningkat drastis, dan tingkat keamanan dinaikkan secara signifikan.

Ada juga pandangan bahwa Xi memilih Kolon Hotel untuk menghindari lokasi tempat Presiden AS Donald Trump menginap, yaitu Hotel Hilton Gyeongju, yang berjarak sekitar 7,7 kilometer. Pemisahan lokasi ini dianggap disengaja untuk alasan diplomatik maupun keamanan.

Namun, sebagian pengamat meragukan hal ini, dengan alasan bahwa Xi Jinping dikenal sangat mementingkan gengsi dan kenyamanan, sehingga sulit dipercaya ia rela menurunkan standar hanya demi menghindari Trump.

Selain itu, Kolon Hotel berjarak sekitar 10 menit berkendara dari Kuil Bulguksa, kuil Buddha terkenal di Korea. Beberapa pihak berspekulasi bahwa Xi mungkin memilih lokasi tersebut agar lebih mudah berkunjung secara diam-diam ke kuil untuk “berdoa” atau “meminta berkah”, jauh dari sorotan publik.

Walaupun Xi adalah pemimpin Partai Komunis yang secara resmi berpaham ateis, WikiLeaks pernah mengungkapkan bahwa Xi sebenarnya percaya pada ajaran dan energi spiritual Buddhis serta kekuatan supranatural. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi sering “mengunjungi” situs-situs keagamaan Buddha dan Tao dengan dalih inspeksi resmi. 

Banyak pihak menilai hal itu sebagai upaya “berdoa mendadak” setiap kali menghadapi tekanan politik, krisis diplomatik, atau masalah kesehatan.

Menurut laporan media Korea, Xi awalnya dijadwalkan menginap di Hotel Shilla di Seoul, namun karena gelombang protes keras dari masyarakat, pihak PKT terpaksa membatalkan pemesanan tersebut.

Beberapa analis menilai bahwa kesulitan Xi dalam memilih hotel kali ini, hingga akhirnya menginap di hotel bintang empat, tidak sepenuhnya atas kehendaknya sendiri, melainkan mencerminkan perubahan keseimbangan kekuasaan internal di kalangan elite PKT setelah Sidang Pleno Keempat baru-baru ini.

Di platform media sosial X, seorang pengguna berkomentar: “Sebulan lalu, semua hotel bintang lima sudah dipesan. Tapi sebelum Sidang Pleno Keempat, semuanya dibatalkan. Setelah pleno, baru tiba-tiba dipesan hotel bintang empat. Xi Jinping sekarang cuma boneka.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com