EtIndonesia. Pada Sabtu (1 November 2025), setelah penutupan KTT APEC di Gyeongju, Korea Selatan, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Namun, di saat bersamaan, ratusan warga turun ke jalan di Seoul untuk memprotes infiltrasi dan pengaruh rezim otoriter PKT terhadap Korea Selatan.
Di ibu kota Seoul, para demonstran membawa spanduk bertuliskan “PKT, keluar dari sini” dan “Korea milik rakyat Korea”. Mereka berbaris di jalan sambil meneriakkan slogan dan menggelar aksi protes serta rapat umum.
“Negara kita semakin condong ke arah pro-PKT— ini tidak bisa diterima. Kami sedang membubarkan lembaga kejaksaan dan mengendalikan sistem peradilan. Ini bukan demokrasi. Kita harus membela kebebasan dan demokrasi, bukan hanya demi pembangunan negara, tetapi juga agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Itulah alasan saya datang ke sini,” ujar seorang pengunjuk rasa bernama Kim Hye-kyung.

Kunjungan Xi Jinping kali ini merupakan kunjungan pertama ke Korea Selatan dalam 11 tahun terakhir. Sebelumnya, baru saja terjadi kasus ratusan warga Korea tertipu dan dipaksa bekerja di kompleks penipuan yang dikelola oleh warga Tiongkok di Kamboja.
Seorang penyelenggara aksi dari kelompok konservatif “Universitas Kebebasan”, bernama Park Jun-young, menyatakan: “Masalah kejahatan yang dilakukan oleh warga Tiongkok di Kamboja belum terselesaikan dengan baik, dan warga negara kami masih terancam oleh hal-hal seperti itu. Meskipun suasana pertemuan tampak bersahabat, saya rasa ancaman yang sesungguhnya belum hilang.”


Beberapa demonstran juga mengenakan topi bertuliskan “Make America Great Again”, dengan tulisan di punggung mereka: “PKT akan menyusup ke pemerintahanmu. Perusahaan Tiongkok akan ikut campur dalam posisi politikmu. PKT akan menjarah rumahmu seperti yang mereka lakukan di Xinjiang.” (Hui/asr)
Laporan gabungan oleh Tang Li dan Liu Fei, New Tang Dynasty Television.


