Cara Favorit Menikmati Jagung Bakar? Dipanggang dengan Rasa Pedas

Musim jagung singkat, jadi jangan batasi pilihan.

oleh Beth Dooley, The Minnesota Star Tribune

Sekarang musim jagung, semua orang punya pendapat tentang cara terbaik memasaknya. Direbus dalam panci berisi air mendidih? Dikukus sebentar?

Lalu bagaimana dengan dipanggang? Apakah sebaiknya tongkol jagung direndam terlebih dahulu bersama kulitnya; atau kulitnya ditarik ke belakang, rambut jagung dibersihkan, lalu dibungkus kembali sebelum dipanggang; atau justru kulit dan rambutnya dilepas, kemudian dibungkus dengan alumunium foil? Perdebatan ini akan terus berlanjut seiring bara api yang kian meredup.

Penulis tetap memilih cara paling sederhana. Cukup kupas kulit jagung, bersihkan rambutnya, lalu panggang begitu saja hingga sedikit gosong. Hasilnya manis, agak renyah, dengan aroma bak popcorn panggang.

Meski sulit menandingi olesan mentega tebal, taburan garam kasar, dan lada, saya lebih suka melumuri jagung dengan saus pedas-asam ala Meksiko serta sedikit keju asin parut. Paduan rasa pedas-asam ini sangat sederhana. Cukup kocok bersama mayones berkualitas, air jeruk nipis, bubuk cabai, garam, dan lada. Saus ini memperkuat cita rasa jagung panggang sekaligus menyeimbangkan kemanisannya.

Musim jagung singkat, jadi jangan terpaku pada satu pilihan. Cobalah jagung panggang dengan minyak zaitun, kemangi, dan keju Parmesan; dengan tzatziki dan bubuk kari; atau dengan jinten, mentega kocok bercampur chili crisp, serta sedikit cuka beras. Kombinasi ini mungkin tidak cocok bagi pencinta jagung murni yang hanya percaya pada mentega dan garam.

Ini jagung yang berantakan! Lupakan tusuk khusus dengan garpu kecil di ujung tongkol yang menjaga tangan tetap bersih. Sediakan saja selang kebun di dekat meja piknik dan banyak tisu untuk mengelap tangan.

Kenapa tidak sekalian memanggang beberapa tongkol ekstra? Sisa jagung yang sudah berbumbu bisa diolah jadi pasta atau salad biji-bijian yang lezat. Cukup serut biji jagung dari tongkolnya, lalu campurkan dengan pasta panas, sedikit minyak, dan taburan keju.


Jagung Bakar dengan Aioli Pedas

Untuk 6 porsi.

Memanggang jagung memberikan aroma asap manis khas, tetapi memanggang dengan broiler juga bisa. Buat saus olesan sebelumnya agar siap dilumurkan begitu jagung panas keluar dari panggangan. Jika tidak punya panggangan, gunakan broiler dan perhatikan agar jagung tidak hangus.

Bahan:

  • 1/4 cangkir mayones berkualitas (misalnya Dukes, Hellman’s, atau Sir Kensington)
  • Parutan kulit dan air perasan 1 buah jeruk nipis
  • 1/4 sendok teh bubuk cabai ancho (atau sesuai selera)
  • Garam kasar secukupnya
  • Lada hitam bubuk secukupnya
  • 6 tongkol jagung segar, sudah dikupas kulitnya
  • 2–3 sdm keju cotija, feta, atau ricotta, dihancurkan
  • 2 sdm daun ketumbar segar cincang, plus tambahan untuk penyajian
  • Potongan jeruk nipis untuk penyajian

Cara membuat:

  1. Panaskan panggangan atau broiler dengan suhu tinggi.
  2. Dalam mangkuk kecil, campur mayones, parutan kulit dan air jeruk nipis, bubuk cabai ancho, garam, dan lada sesuai selera.
  3. Panggang jagung hingga sedikit gosong dan matang, sekitar 7–10 menit.
  4. Angkat, lalu olesi tongkol panas dengan campuran mayones berbumbu. Taburi dengan keju hancur dan daun ketumbar cincang.
  5. Sajikan dengan tambahan ketumbar segar dan potongan jeruk nipis di sampingnya.

*** Aioli adalah saus khas Mediterania (khususnya dari Prancis selatan dan Spanyol) yang berbahan dasar bawang putih yang ditumbuk halus, kuning telur, dan minyak zaitun hingga menjadi emulsi kental mirip mayones.

Pemerintahan Inggris Tunda Keputusan Pembangunan Kedutaan Besar Tiongkok

Baik politisi Inggris maupun Amerika Serikat  memperingatkan agar rezim Tiongkok tidak diberi izin membangun kedutaannya di lokasi tersebut karena dikhawatirkan bisa digunakan untuk kegiatan mata-mata.

EtIndonesia. Pemerintah Inggris pada 22 Agustus menunda batas waktunya hingga Oktober untuk memutuskan apakah akan menyetujui pembangunan kedutaan rezim komunis Tiongkok di London, setelah Beijing menolak menjelaskan sepenuhnya mengapa dalam rencana bangunan terdapat area yang disamarkan (diburamkan).

Selama tiga tahun terakhir, upaya rezim Tiongkok untuk membangun kedutaan terbesarnya di Eropa di lokasi bangunan berusia dua abad dekat Tower of London terhenti akibat penolakan dari anggota parlemen, warga setempat, serta aktivis pro-demokrasi Hong Kong di Inggris.

Baik politisi Inggris maupun AS telah memperingatkan bahwa membiarkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) membangun kedutaan di lokasi tersebut berisiko dimanfaatkan sebagai basis mata-mata.

Konsultan perencanaan DP9 yang mewakili rezim Tiongkok menyatakan kliennya menganggap tidak pantas untuk memberikan denah tata ruang internal secara lengkap. Mereka mengklaim gambar tambahan yang diserahkan sudah memberikan tingkat detail yang memadai, setelah pemerintah Inggris menanyakan alasan adanya banyak area yang diburamkan dalam gambar perencanaan.

“Pemohon menganggap tingkat detail yang ditampilkan pada denah tanpa sensor sudah cukup untuk mengidentifikasi penggunaan utama,” tulis DP9 dalam suratnya kepada pemerintah Inggris. “Dalam keadaan ini, kami menilai tidak perlu dan tidak pantas memberikan denah tata ruang internal tambahan yang lebih rinci.”

Sebagai tanggapan, Departemen Perumahan Inggris menyatakan akan menunda keputusan mengenai apakah proyek tersebut dapat dilanjutkan hingga 21 Oktober, dari sebelumnya 9 September, karena membutuhkan waktu tambahan untuk meninjau jawaban yang diberikan.

“Penjelasan ini sangat jauh dari memuaskan,” kata Luke de Pulford, direktur eksekutif Aliansi Antar-Parlemen untuk Tiongkok, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan jaringan internasional politisi yang kritis terhadap rezim Tiongkok, yang mengungkapkan isi surat DP9 tersebut.

Sebagai pengkritik lama rencana kedutaan Tiongkok, de Pulford menyebut jaminan itu setara dengan “percaya saja pada saya, bro.”

Kedutaan Tiongkok awal bulan ini menyatakan bahwa tuduhan bahwa gedung tersebut bisa memiliki “fasilitas rahasia” untuk melanggar keamanan nasional Inggris adalah “fitnah yang keji.”

Rezim Tiongkok membeli lokasi Royal Mint Court pada 2018. Namun, dewan lokal menolak permintaan izin perencanaan pembangunan kedutaan baru pada 2022. Pemimpin PKT, Xi Jinping, tahun lalu meminta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk turun tangan.

Pemerintah pusat di bawah Starmer kemudian mengambil alih keputusan perencanaan tersebut.

Awal tahun ini, dua anggota kongres senior AS juga menyampaikan kekhawatiran terkait pembangunan kedutaan itu melalui surat kepada Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson.

Chris Smith (R-N.J.), anggota senior Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, dan John Moolenaar (R-Mich.), ketua Komite Khusus DPR AS untuk Partai Komunis Tiongkok, mengatakan bahwa mengizinkan Tiongkok membangun “super-kedutaan” di London akan menjadi “hadiah yang kontra-produktif dan tidak pantas diperoleh.”

Smith dan Moolenaar meminta Mandelson untuk menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Starmer sebelum pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump pada akhir Februari.

Jika proyek ini rampung, Kedutaan Besar Tiongkok yang baru akan berukuran 10 kali lebih besar dari kedutaan Tiongkok saat ini di Portland Place, London, dan hampir dua kali lebih besar dari Kedutaan Tiongkok di Washington.

Frank Fang, Eva Fu, dan Reuters berkontribusi dalam laporan ini.

Gadis Tiongkok Berusia 5 Tahun Menyebabkan Kematian Adik Laki-lakinya Saat Menyesuaikan Kursi mMobil, Pengadilan Menolak Gugatan

EtIndonesia. Sepasang suami istri di Tiongkok telah mengajukan gugatan terhadap produsen mobil setelah putri mereka yang berusia lima tahun menyesuaikan kursi mobil, yang secara tidak sengaja menyebabkan kematian putra mereka yang berusia dua tahun akibat sesak napas akibat terjepit kursi.

Namun, Pengadilan Rakyat Distrik Shanghai Pudong menolak gugatan mereka, dengan menyatakan bahwa tragedi tersebut disebabkan oleh “beberapa contoh kelalaian dalam perwalian orangtua.”

Kasus ini dipublikasikan di media sosial pada 14 Agustus oleh Pengadilan Tinggi Shanghai sebagai keputusan pengadilan yang patut dicatat.

Kecelakaan itu terjadi pada 1 Mei 2023, ketika sang ayah, yang diidentifikasi hanya dengan nama keluarga Zong, sedang mengantar keluarganya – istrinya, yang dikenal dengan nama keluarganya Wu, dan kedua anak mereka.

Saat itu, Wu dan putri mereka duduk di baris kedua kendaraan serbaguna mereka, sementara putra mereka yang masih balita duduk sendirian di baris ketiga.

Wu mengakui di pengadilan bahwa anak laki-laki itu tidak terpasang dengan aman di kursi pengaman anak.

Dia ingat bahwa saat menunggu di lampu lalu lintas, dia melihat putrinya telah menurunkan sandaran kursinya ke posisi yang sangat rendah.

Ketika dia berbalik untuk memeriksa putranya, yang berusia dua tahun tujuh bulan, dia melihat kepala putranya terhimpit erat di sandaran kursi kakak perempuannya.

Saat itu, anak laki-laki itu telah kehilangan kesadaran, dan tubuhnya mulai membiru, kenang Wu.

Pasangan itu segera membawanya ke rumah sakit, dan dokter memastikan bahwa dia meninggal karena cedera otak akibat kekurangan oksigen dan aliran darah.

Orangtua mereka menggugat produsen mobil ke pengadilan, menuntut pertanggungjawaban mereka atas cacat desain yang mereka yakini menyebabkan kematian putra mereka.

Mereka menuduh perusahaan yang tidak disebutkan namanya itu tidak memberikan peringatan yang jelas dan mencatat bahwa kursi mobil tersebut tidak memiliki fungsi auto-retraction.

Keluarga tersebut menuntut permintaan maaf dari produsen dan menuntut dua juta yuan (sekitar Rp 4,5 miliar) untuk menutupi biaya pengobatan, kompensasi kematian, biaya pemakaman, dan biaya dukungan emosional.

Dalam pembelaannya, perusahaan mobil tersebut menyatakan bahwa produknya memenuhi standar industri, telah lulus uji kualitas wajib Tiongkok, dan menegaskan bahwa buku petunjuk penggunaan dengan jelas memperingatkan anak-anak untuk menggunakan perangkat keselamatan di dalam kendaraan.

Pengadilan Pudong menyimpulkan bahwa tragedi tersebut disebabkan oleh kelalaian orangtua.

Pengadilan mencatat bahwa orangtua tidak mengamankan putra mereka di kursi pengaman, gagal mengawasinya selama perjalanan, dan membiarkan putri mereka yang berusia lima tahun menyesuaikan kursinya sendiri.

Pada akhirnya, pengadilan menolak gugatan orangtua tersebut.

“Perusahaan hanya bertanggung jawab ketika pelanggan menggunakan produknya dalam keadaan normal,” ujar Xi Shaojun, hakim yang memimpin kasus tersebut, dalam putusannya. “Perwalian yang cermat dari orangtua berfungsi sebagai ‘garis pertahanan’ yang penting untuk keselamatan anak-anak mereka.”

Kasus ini memicu diskusi luas di seluruh Tiongkok daratan.

Seorang netizen berkomentar: “Orangtua seharusnya malu karena menuntut perusahaan mobil. Sebaliknya, mereka seharusnya menghadapi tuntutan karena menelantarkan anak-anak mereka.”

Komentar lain menambahkan: “Kecelakaan ini telah merenggut bukan hanya satu, tetapi dua nyawa. Ketika sang kakak tumbuh dewasa dan menyadari bahwa dia telah menyebabkan kematian saudara laki-lakinya, itu akan menjadi beban yang sangat berat.” (yn)

Pasangan yang Pergi Liburan Meninggalkan Putranya yang Paspornya Kedaluwarsa di Bandara

EtIndonesia. Seorang karyawan di Bandara El Prat Barcelona, Spanyol, baru-baru ini menceritakan kisah “yang sungguh surealis” tentang sepasang suami istri yang meninggalkan putra mereka yang berusia 10 tahun di terminal setelah mengetahui paspornya telah kedaluwarsa.

Lilian Limasin, seorang pengatur lalu lintas udara di Bandara El Prat Barcelona, ​​baru-baru ini menggunakan TikTok untuk berbagi kisah luar biasa yang terjadi di tempat kerjanya bulan lalu.

Harinya dimulai dengan normal, tetapi saat menangani keberangkatan pesawat menuju Casablanca, Maroko, pukul 08:30, Limasin menerima pesan darurat untuk menghentikan penerbangan pesawat hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Beberapa menit sebelumnya, polisi Catalan menemukan seorang anak kecil berkeliaran sendirian di terminal, yang memberi tahu mereka bahwa orangtuanya telah pergi tanpanya.

Panggilan darurat pertama kali dilakukan di bandara untuk meminta orangtua anak tersebut melapor, tetapi tidak ada yang melakukannya, sehingga staf bandara meminta informasi tentang orangtuanya kepada anak tersebut dan menyadari bahwa mereka sudah berada di dalam pesawat menuju Casablanca. Saat itulah Garda Sipil Spanyol meminta agar keberangkatan pesawat dihentikan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ketika polisi menginterogasi orangtua bocah laki-laki berusia 10 tahun itu, penjelasan mereka tentang meninggalkannya sendirian di bandara membingungkan.

Pasangan itu ingin berlibur ke negara asal mereka, Maroko, bersama kedua anak mereka, tetapi ada masalah besar. Setelah memeriksa dokumen untuk boarding, mereka menyadari paspor putra sulung mereka telah kedaluwarsa. Jadi, alih-alih membatalkan rencana liburan mereka, mereka meninggalkannya di El Prat dan menelepon seorang kerabat untuk menjemputnya sementara mereka bergegas mengejar penerbangan.

“Paspor nasionalnya telah kedaluwarsa, jadi dia bepergian dengan paspor Spanyolnya, tetapi paspor itu memerlukan visa agar sah,” jelas Lilian Limasin. “Karena mereka tidak memiliki visa ini, mereka meninggalkan anak itu di terminal dan menelepon seorang anggota keluarga untuk datang menjemputnya.”

Pengendali lalu lintas udara menambahkan bahwa orantua tersebut menganggap tindakan mereka “sangat normal,” tetapi polisi jelas tidak setuju. Pasangan tersebut kini dituduh menelantarkan anak berusia 10 tahun tersebut dan menyebabkan penundaan penerbangan yang signifikan.

Menurut sumber berita Spanyol, pihak berwenang akan menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada mereka setelah penyelidikan layanan sosial selesai.(yn)

Melihat Kebaikan dari Balik Keburukan Manusia

EtIndonesia. Buku “You Must Know Human Nature” bukan sekadar membongkar sisi gelap manusia, tapi lebih jauh mengajak kita untuk memahami, lalu belajar memaafkan setelah mengetahui keburukan itu.

Seperti yang dikatakan penulis: “Setiap orang adalah manusia biasa. Manusia punya cahaya dan kegelapan; punya keluhuran dan keburukan. Dalam diri setiap orang, sifat baik dan sifat buruk selalu berperang.”

Tujuan buku ini bukan membuat kita sinis, melainkan membentuk kedewasaan: berani melihat yang paling buruk, namun tetap bisa berlapang dada.

Dari buku ini, ada enam pelajaran tentang hakikat manusia yang patut kita renungkan.

1. Jangan Pamer Keberuntungan di Depan Orang yang Sedang Terpuruk

·        Sisi Buruk:
Kadang kita merasa kesal melihat orang lain bahagia saat kita sedang susah. Bahkan yang mau menolong pun kadang ada rasa “senang melihat orang lain jatuh.”

·        Pemahaman:
Orang yang sedang susah sering menghindari teman yang sedang sukses, bukan karena benci, tapi karena perasaan minder, terluka, atau takut mengingat luka lama.

·        Sikap Bijak:
Kalau sedang beruntung, banyaklah mengenang masa lalu, jangan sibuk memamerkan masa kini. Sebaliknya, kalau sedang jatuh, berani berkata jujur tentang kondisi diri juga menunjukkan harga diri.

Orang sukses sejati tidak membuat orang lain merasa kecil; orang gagal sejati tetap bisa tersenyum di tengah para pemenang.

2. Berbeda Pendapat dengan Atasan, Hati-hati Cara Menyampaikan

·        Sisi Buruk:
Kalau keras kepala menentang atasan, risiko jadi “orang buangan.” Bahkan atasan bisa merasa terancam dan akhirnya menjauhkan kita.

·        Pemahaman:
Setiap pemimpin butuh dukungan, dan “prestasi bawahan yang terlalu menonjol” kadang dianggap mengancam.

·        Sikap Bijak:
Boleh berbeda pendapat, tapi gunakan kerendahan hati. Jika keputusan akhir sudah dibuat, hentikan perlawanan dan dukung penuh.

Dalam organisasi, loyalitas setelah keputusan lebih penting daripada menang debat.

3. “Hati Baik” Belum Tentu Sama dengan “Perbuatan Baik”

·        Sisi Buruk:
Orang yang berhati baik sering hanya “berdiam diri,” tidak mau ambil risiko, akhirnya jadi penonton yang munafik. Sebaliknya, ada orang yang berbuat baik tapi sebenarnya demi nama atau ketenangan batin sendiri.

·        Pemahaman:
Baik hati tapi tidak bertindak, hasilnya nihil. Tapi sekalipun motivasi orang berbuat baik bukan murni, toh kebaikan itu tetap membawa manfaat.

Dunia lebih butuh tindakan baik daripada sekadar niat baik.

4. Manusia Sering Tidak Tahu Bersyukur

·        Sisi Buruk:
Manusia mudah lupa nikmat. Kalau seseorang kehilangan 8 lalu dikembalikan 5, dia malah berterima kasih. Tapi kalau hanya kehilangan 2, dia bisa penuh kebencian.

·        Pemahaman:
Kita sering baru sadar nilai sesuatu setelah kehilangan. Sama seperti cinta — saat bersama terasa biasa, saat hilang baru terasa dalam.

Rasa syukur sering datang terlambat, padahal dia bisa menyelamatkan hubungan sejak awal.

5. Harga Diri Lebih Penting daripada Kebenaran

·        Sisi Buruk:
Demi menjaga muka, orang bisa jadi keras kepala, bahkan pemimpin bisa mengingkari janji.

·        Pemahaman:
Ketika sesuatu sudah terjadi dan tak bisa diubah, memperpanjang perdebatan hanya mempermalukan.

·        Sikap Bijak:
Belajar melupakan dan melepaskan. Kalau perkataan kita tak menambah kebaikan, lebih baik diam.

Kadang, menjaga hubungan lebih berharga daripada memenangkan argumen.

6. “Titip Urusan” Bisa Jadi Sumber Masalah

·        Sisi Buruk:
Jika kita membantu lewat jalur “titipan” tanpa etika, justru bisa mencelakakan diri sendiri.

·        Pemahaman:
Jangan heran, inilah realitas sosial: ada hierarki, tata krama, dan hubungan yang harus dijaga.

·        Sikap Bijak:

 Gunakan jalur yang tepat. Biarkan orang yang berwenang mengambil keputusan, agar semua pihak tetap punya muka.

Menolong orang harus dengan cara yang benar, kalau tidak, niat baik bisa jadi bumerang.

Penutup

Buku ini menegaskan: manusia bukan hitam-putih. Tidak ada yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah.

“Masuk ke dunia sering kali untuk belajar meninggalkannya. Lewat neraka, baru kita tahu jalan menuju surga. Buku kehidupan seharusnya tidak membuat kita marah, tapi membuat kita tenang. Tidak membuat kita benci dunia, tapi membuat kita bijak melihatnya.”

Manusia punya cahaya dan kegelapan, tapi dewasa berarti berani melihat keduanya lalu memilih untuk memahami, bukan menghakimi.

Kim Jon Un  Langsung Awasi Penembakan Rudal Pertahanan Udara Baru

Laporan ini diterbitkan menjelang pertemuan puncak pada Senin antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

EtIndonesia. —Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi penembakan rudal pertahanan udara baru untuk menguji kemampuan tempurnya, demikian dilaporkan media resmi Korut KCNA pada Minggu (24/8/2025)

Laporan itu muncul menjelang pertemuan puncak pada Senin antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Awal bulan ini, Kim mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan sebagai bukti niat mereka untuk tetap menjadi “paling bermusuhan dan konfrontatif” terhadap negaranya, serta berjanji mempercepat pembangunan nuklir.

Sistem senjata anti pesawat yang baru tersebut menunjukkan “respon cepat” terhadap target udara seperti drone serang dan rudal jelajah, kata KCNA.

Laporan oleh Ju-min Park

Udang Beku dari Indonesia Ditemukan Terpapar Radioaktif  

oleh The Associated Press

Otoritas Federal Amerika Serikat mengumumkan penarikan lebih banyak kemasan udang beku yang berpotensi terkontaminasi radioaktif. Hal demikian disampaikan pada Kamis (21/8/2025).

Southwind Foods, perusahaan yang berbasis di California, menarik kembali udang beku yang dijual dengan merek Sand Bar, Arctic Shores, Best Yet, Great American, dan First Street. Produk kemasan ini didistribusikan antara 17 Juli hingga 8 Agustus ke toko dan grosir di sembilan negara bagian: Alabama, Arizona, California, Massachusetts, Minnesota, Pennsylvania, Utah, Virginia, dan Washington.

Produk-produk tersebut berpotensi terkontaminasi Cesium-137, sebuah isotop radioaktif yang merupakan produk sampingan dari reaksi nuklir.

Toko-toko Walmart pekan ini juga menarik kembali kemasan udang mentah beku merek Great Value yang dijual di 13 negara bagian karena potensi kontaminasi radioaktif.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan keselamatan setelah pejabat federal mendeteksi Cesium-137 dalam kontainer pengiriman yang dikirim ke empat pelabuhan AS dan dalam sampel udang beku berbumbu yang diimpor PT. Bahari Makmur Sejati dari Indonesia. 

“Semua kontainer dan produk yang dinyatakan positif atau memberikan peringatan terhadap Cs-137 telah ditolak masuk ke negara ini,” kata FDA. “Badan ini terus berkoordinasi dengan [Customs and Border Protection] untuk mencegah produk yang terkontaminasi mencapai konsumen dan sedang bekerja sama dengan otoritas regulasi seafood Indonesia untuk menyelidiki penyebab utama kontaminasi.”

Sejak itu, FDA telah memasang import alert terhadap PT Bahari Makmur Sejati, yang berarti bahwa FDA “dapat menahan pengiriman produk yang diidentifikasi dari perusahaan tersebut tanpa pemeriksaan fisik” selama status tersebut masih berlaku.

FDA juga menyarankan konsumen untuk tidak mengonsumsi produk yang ditarik kembali. Jejak Cesium-137 tersebar luas di lingkungan, termasuk dalam makanan, tanah, dan udara. Risiko kesehatan utama muncul dari paparan jangka panjang dengan dosis rendah berulang, yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Gejala Penyakit Akibat Radiasi

 Cs-137 sering diproduksi melalui fisi nuklir untuk digunakan dalam peralatan deteksi radiasi seperti perangkat medis, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat. 

“Orang-orang terpapar sejumlah Cs-137 setiap hari, karena sejumlah Cs-137 ada di lingkungan akibat uji coba senjata pada tahun 1950-an dan 1960-an,” tulis CDC di situs web mereka. Namun, ketika terpapar dalam jumlah besar, isotop ini bisa berbahaya.

Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan di situs webnya bahwa paparan terhadap zat radioaktif ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker karena “adanya radiasi gamma berenergi tinggi.”

Paparan internal terhadap Cs-137 melalui konsumsi atau inhalasi memungkinkan zat radioaktif tersebut tersebar di jaringan lunak, terutama jaringan otot, yang meningkatkan risiko kanker,” tambahnya.

Terjebak pada Masa Lalu, Sama Saja Kehilangan Masa Depan

EtIndonesia. Keberhasilan maupun kegagalan — semua itu hanyalah masa lalu. Hidup terus berjalan, dan setiap hari memberi kita kesempatan untuk memulai kembali dari titik nol.

Betapapun pahitnya sebuah peristiwa, pada akhirnya dia akan berlalu. Yang bisa kita lakukan adalah belajar berpikir dengan lebih optimis.

Saat sesuatu yang mengejutkan datang atau masalah mengguncang hati, cobalah terima dulu keadaannya dan katakan pada diri sendiri: “Ya, ternyata hidup memang bisa membawa situasi seperti ini.”

Hidup ini layaknya sebuah drama di panggung tanpa naskah. Justru ketidakpastian membuat cerita semakin menarik. 

Bukankah pepatah bijak sudah lama mengatakan:  “Segala sesuatu tidaklah kekal. Hidup berubah dalam sekejap, dan pada akhirnya semua akan berakhir.”

Setiap langkah hidup bukanlah sia-sia. Ketiadaan hasil bukan berarti kegagalan, melainkan proses agar kita lebih paham apa yang sungguh kita cari. Seluruh perjalanan adalah pembelajaran.

Masa Depan Ada di Tangan Sekarang

Banyak orang ketika menghadapi patah hati atau kegagalan karier merasa dunia runtuh. Mereka berkata:

·        “Aku tak akan pernah menemukan orang sebaik dia lagi.”

·        “Hidupku sudah berakhir, tak mungkin bangkit lagi.”

Padahal kenyataannya: masa lalu hanya punya satu versi, tetapi masa depan menyimpan ribuan kemungkinan.

Bahkan keputusan kecil, seperti memilih rute A atau B menuju stasiun, bisa mengubah jalan hidup: mungkin bertemu teman lama, mungkin membuka peluang baru.

Maka, langkah pertama keluar dari jalan buntu adalah menyadari betapa besar kuasa yang kita miliki saat ini.

Lebih Penting Menatap Kini daripada Meratapi Dulu

Coba bayangkan: seseorang yang bercita-cita masuk universitas ternama.

·        Kalau akhirnya dia berhasil, maka semua perjuangan sebelumnya tidaklah sia-sia.

·        Kalau gagal, itu bukan akhir dari segalanya. Bisa jadi jalan lain justru lebih cocok dan lebih membahagiakan.

Tujuan hidup bukan sekadar masuk sekolah atau universitas impian, melainkan menemukan kebahagiaan. Jangan biarkan satu kegagalan membuat kita berhenti melangkah.

Mereka yang sanggup menghargai saat ini, akan lebih berani mencoba hal baru dan tidak lagi takut gagal.

Kisah Hidup Aoshima Yukio

Nama Aoshima Yukio mungkin terdengar asing bagi generasi muda. Tapi dulu dia adalah sosok publik yang sangat dikenal di Jepang.

Lulus dari Universitas Waseda, dia terjun ke dunia televisi sebagai penulis naskah acara populer. Dia juga seorang aktor, pembawa acara, penulis lagu, bahkan novelis pemenang penghargaan bergengsi Naoki Prize.

Kariernya terus melebar: dari dunia hiburan hingga dunia politik. Tahun 1995, dia terpilih menjadi Gubernur Tokyo. Namun, masa jabatannya dinilai biasa-biasa saja, tak banyak prestasi besar yang tertinggal.

Yang mengagumkan justru sikapnya setelah turun jabatan: dia kembali ke panggung hiburan, kembali berakting dalam drama. Dia tidak menjadikan posisi gubernur sebagai puncak hidup. Walau banyak hal di usia senja tidak berjalan mulus, dia tetap mencoba, tetap melangkah.

Itulah ketegaran sejati: tidak tenggelam dalam masa lalu, tapi selalu berani menantang diri di masa depan.

Jangan Terjebak pada Perkataan Lama

Orang yang terlalu terikat pada perkataannya sendiri di masa lalu, sering kali menyulitkan dirinya.

Misalnya, dulu pernah berkata: “Kalau tidak bisa bekerja 24 jam penuh, berarti tak layak dipercaya.”

Ketika situasi berubah — misalnya harus merawat orangtua — dia bisa merasa hancur harga diri, seakan tak punya nilai lagi.

Padahal, zaman selalu berubah. Perusahaan kini justru membuat sistem agar karyawan bisa bekerja sambil merawat keluarga. Kita tidak perlu mengikat diri pada kalimat yang kita ucapkan di masa lalu.

Hidup Berubah, Pikiran Pun Harus Ikut Berubah

Sutradara terkenal Takeshi Kitano (Beat Takeshi) pernah berkata dalam sebuah acara TV: “Banyak orang muda bilang mereka tak mau hidup lama kalau harus terbaring sakit. Tapi saat benar-benar sakit dan terbaring, hampir semuanya ingin tetap hidup.”

Dia menceritakan kisah ibunya yang dulu berkata: “Kalau aku sampai terbaring sakit, bunuh saja aku.”

Namun ketika waktunya tiba, sang ibu justru bertanya: “Nak, sudahkah kau memberi uang tambahan untuk dokter?”

Kisah jenaka ini menyentil sebuah kebenaran: manusia tidak pernah bisa sepenuhnya menebak dirinya di masa depan. Karena itu, jangan terlalu mengikat diri dengan janji atau perkataan lama.

Penutup: Hidup dengan Ringan

Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang adalah sekarang. Kalau kita bisa menatap hari ini dengan tenang, hidup akan jauh lebih ringan.

“Orang yang tidak terjebak pada masa lalu, akan selalu siap menyambut masa depan.” (jhn/yn)

Mengapa Semakin Banyak Uang, Tetap Terasa Tidak Cukup? Percakapan di kafe Mengungkap Dilema Terdalam Manusia Modern

EtIndonesia. Buku The Cafe on the Edge of the World (Kafe di Ujung Dunia) adalah karya klasik John Strelecky, penulis yang pernah dinobatkan bersama Oprah sebagai salah satu dari 100 tokoh paling inspiratif di dunia. Ditulis setelah dia meninggalkan pekerjaannya dan berkeliling dunia pada usia 32 tahun, buku ini sudah terjual lebih dari 5 juta eksemplar dan menjadi bestseller di Eropa selama sembilan tahun berturut-turut.

Kisahnya sederhana: seorang pria bernama John dalam perjalanan hidupnya tiba di sebuah kafe misterius. Di sana, menu bukan hanya berisi kopi dan makanan ringan, melainkan juga tiga pertanyaan filosofis yang mengguncang batinnya. Melalui percakapan dengan tiga orang asing, John mulai menemukan arti hidup dan menyadari bahwa hidup yang dia jalani selama ini hanyalah rutinitas tanpa kepuasan sejati.

Percakapan tentang Uang dan Kepuasan

Salah satu tokoh di kafe itu, Annie, mengajukan pertanyaan sederhana kepada John:

“Mengapa kita tidak langsung menjalani hidup yang kita inginkan, tapi malah menghabiskan waktu untuk menyiapkannya? Salah satu jawabannya ada di semua informasi yang setiap hari kita terima: televisi, internet, radio, majalah. Semua dipenuhi iklan.”

Iklan, kata Annie, bekerja dengan cara menyentuh dua hal: ketakutan dan keinginan.

·        “Kalau kamu punya ini, hidupmu akan lebih baik.”

·        “Kalau tidak punya itu, hidupmu akan terasa kurang.”

Mobil tertentu membuat hidup bermakna, merek es krim tertentu membuatmu bahagia, cincin berlian tertentu menjanjikan kebahagiaan.

Pesan tersiratnya sederhana tapi kuat: kepuasan hidup bisa dibeli.

Perangkap Kehidupan Modern

John penasaran: “Apakah itu berarti kita tidak boleh membeli apa pun?”

Annie tersenyum dan menjelaskan: bukan soal tidak boleh membeli, tapi soal mengapa kita membeli.

Sejak kecil, kita dicekoki ide bahwa kebahagiaan ada di barang-barang. Lalu apa yang kita lakukan?

·        Kita bekerja untuk mendapat uang.

·        Uang dipakai membeli barang.

·        Barang itu memberi kepuasan sesaat, tapi cepat hilang.

·        Tagihan menumpuk, jadi kita harus bekerja lebih lama.

Semakin lama kita terjebak, semakin jauh pula dari hidup yang sebenarnya kita inginkan. Maka muncullah lingkaran setan:

1. Bekerja di pekerjaan yang tidak kita cintai.

2. Belanja untuk menghibur diri.

3. Bekerja lebih keras untuk menutup belanja.

4. Semakin kehilangan waktu dan makna hidup.

“Pada akhirnya,” kata Annie, “orang sibuk mengejar barang dan menunggu masa pensiun, berharap suatu hari bisa hidup bebas. Padahal, sepanjang perjalanan, mereka sudah kehilangan kesempatan menikmati hidup.”

Annie dan Titik Baliknya

John penasaran: “Apakah kamu sendiri pernah terjebak dalam pola itu?”

Annie mengangguk. DIa menceritakan masa ketika akhir pekannya penuh lembur. Sebagai kompensasi, dia membeli pakaian, perabot, atau barang mewah. Rumahnya indah, teman-temannya memuji, tapi dia sendiri hampir tak pernah punya waktu menikmatinya.

Suatu malam, ketika menatap tumpukan tagihan, Annie tersadar: hidupnya habis untuk pekerjaan yang tidak dia cintai, membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dia butuhkan, demi menutupi kekosongan yang dia rasakan.

“Yang lebih menyakitkan,” katanya, “aku sadar kalau untuk bisa hidup bebas sesuai keinginanku, aku harus bekerja sampai usia 60 tahun. Itu terasa menyiksa.”

Jalan Menuju Kesadaran

Titik baliknya datang ketika dia memutuskan keluar rumah, berjalan di tengah kota, dan memperhatikan orang-orang. Pertanyaan yang muncul di benaknya sangat sederhana tapi tajam:

·        Apakah mereka bahagia?

·        Apakah mereka hidup sesuai keinginan mereka?

·        Apakah mereka merasa puas dengan hidup?

Pertanyaan itu menuntunnya masuk ke sebuah kafe kecil yang selama ini hanya dia lewati. Di situlah perjalanan refleksi barunya dimulai — perjalanan mencari arti hidup yang sesungguhnya, bukan hidup yang dipaksakan iklan atau sistem.

Pesan yang Menyentuh

Kisah di Kafe Ujung Dunia ingin menyampaikan pesan mendalam:

·        Kebahagiaan tidak datang dari kepemilikan barang, tapi dari cara kita menjalani hidup.

·        Semakin kita menunda hidup, dengan alasan “nanti setelah sukses” atau “nanti setelah pensiun”, semakin besar risiko kita kehilangan hidup itu sendiri.

·        Hidup seharusnya dijalani sekarang, dengan kesadaran, dengan keberanian menulis “naskah hidup” versi kita sendiri.(jhn/yn)

Gelombang Panas Terbaru di Spanyol “Paling Intens yang Pernah Tercatat”

EtIndonesia. Gelombang panas selama 16 hari yang melanda Spanyol bulan ini merupakan “gelombang panas paling intens yang pernah tercatat”, ungkap Badan Meteorologi Negara (AEMET) pada hari Minggu (24/8).

Data sementara untuk gelombang panas 3-18 Agustus melampaui rekor terakhir yang tercatat pada Juli 2022, dan menunjukkan suhu rata-rata 4,6°C lebih tinggi daripada fenomena serupa sebelumnya, ungkap badan tersebut di X.

Gelombang panas bulan Agustus memperburuk kondisi di Spanyol yang memicu kebakaran hutan yang terus melanda wilayah utara dan barat negara tersebut.

Lebih dari 1.100 kematian di Spanyol telah dikaitkan dengan gelombang panas tersebut, menurut perkiraan yang dirilis Selasa (19/8) oleh Institut Kesehatan Carlos III.

Sejak mulai mencatat pada tahun 1975, AEMET telah mencatat 77 gelombang panas di Spanyol, dengan enam di antaranya mencapai 4C atau lebih di atas rata-rata — lima di antaranya terjadi sejak 2019.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim mendorong gelombang panas yang lebih panjang, lebih intens, dan lebih sering terjadi di seluruh dunia.

AEMET mengatakan periode 10 hari dalam gelombang panas terakhir, yang mencakup 8 dan 17 Agustus, merupakan 10 hari terpanas berturut-turut yang tercatat di Spanyol “setidaknya sejak 1950”.

Badan tersebut mengatakan bahwa “adalah fakta ilmiah bahwa musim panas saat ini lebih panas daripada dekade-dekade sebelumnya”.

Badan tersebut menambahkan: “Setiap musim panas tidak selalu lebih panas daripada sebelumnya, tetapi ada tren yang jelas menuju musim panas yang jauh lebih ekstrem. Kuncinya adalah beradaptasi dengan, dan memitigasi, perubahan iklim.” (yn)

Pada Hari Kemerdekaan Ukraina, Drone – drone Ukraina Menyerang PLTN di Rusia

EtIndonesia. Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone pada hari Minggu (24/8) yang memicu kebakaran di sebuah PLTN di wilayah Kursk barat, tepat saat Ukraina merayakan 34 tahun kemerdekaannya.

Para pejabat Rusia mengatakan beberapa fasilitas listrik dan energi menjadi sasaran serangan semalam. Api di fasilitas nuklir tersebut dengan cepat dipadamkan tanpa ada laporan korban luka, menurut layanan pers PLTN di Telegram. Meskipun serangan tersebut merusak sebuah transformator, tingkat radiasi tetap berada dalam kisaran normal.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pihaknya mengetahui laporan media bahwa sebuah transformator di PLTN tersebut terbakar “akibat aktivitas militer,” tetapi belum menerima konfirmasi independen. Direktur Jenderal, Rafael Mariano Grossi, mengatakan bahwa “setiap fasilitas nuklir harus dilindungi setiap saat.”

Ukraina tidak segera berkomentar mengenai dugaan serangan tersebut.

Petugas pemadam kebakaran juga merespons kebakaran di pelabuhan Ust-Luga di wilayah Leningrad, Rusia, yang merupakan lokasi terminal ekspor bahan bakar utama. Gubernur daerah tersebut mengatakan sekitar 10 pesawat nirawak Ukraina ditembak jatuh, dengan puing-puing yang menyulut api.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pertahanan udaranya mencegat 95 pesawat nirawak Ukraina di wilayah Rusia pada Minggu malam.

Rusia menembakkan 72 pesawat nirawak dan umpan, beserta sebuah rudal jelajah, ke Ukraina pada Minggu malam, kata angkatan udara Ukraina. Dari jumlah tersebut, 48 pesawat nirawak ditembak jatuh atau dihambat.

Insiden tersebut terjadi saat Ukraina memperingati hari kemerdekaannya, memperingati deklarasi kemerdekaannya dari Uni Soviet pada tahun 1991. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato dalam sebuah video dari Lapangan Kemerdekaan Kyiv, yang menekankan tekad bangsa.

“Kami sedang membangun Ukraina yang akan memiliki kekuatan dan kekuasaan yang cukup untuk hidup dalam keamanan dan perdamaian,” kata Zelenskyy, menyerukan “perdamaian yang adil.”

“Masa depan kita akan seperti apa, kita sendiri yang menentukan,” ujarnya, merujuk pada pertemuan puncak AS-Rusia di Alaska awal Agustus lalu, yang dikhawatirkan banyak pihak akan mengesampingkan kepentingan Ukraina dan Eropa.

“Dan dunia tahu ini. Dan dunia menghormati ini. Dunia menghormati Ukraina. Dunia memandang Ukraina setara,” ujarnya.

Utusan khusus AS, Keith Kellogg hadir dalam perayaan hari kemerdekaan di Kyiv, di mana Zelenskyy menganugerahinya penghargaan Order of Merit Ukraina tingkat pertama.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney tiba di Kyiv pada Minggu pagi untuk bertemu dengan Zelenskyy.

“Pada hari istimewa ini – Hari Kemerdekaan Ukraina – sangat penting bagi kami untuk merasakan dukungan dari teman-teman kami. Dan Kanada selalu berada di sisi kami,” tulis Andriy Yermak, kepala staf Zelenskyy.

Norwegia mengumumkan bantuan militer baru yang signifikan pada hari Minggu, menjanjikan sekitar 7 miliar kroner (695 juta dolar) untuk sistem pertahanan udara. Perdana Menteri Jonas Gahr Store mengatakan Norwegia dan Jerman bersama-sama mendanai dua sistem Patriot, termasuk rudal, dengan Norwegia juga membantu pengadaan radar pertahanan udara.

Paus Leo XIV berdoa pada hari Minggu untuk perdamaian di Ukraina saat beliau memperingati hari kemerdekaan negara itu dengan permohonan khusus dalam berkat siang mingguannya. Beliau mengatakan umat beriman bergabung dengan rakyat Ukraina “memohon agar Tuhan memberikan kedamaian bagi negara mereka yang telah menjadi martir.”

Leo juga mengirimkan telegram kepada Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk memperingati hari kemerdekaan, yang diunggah oleh pemimpin Ukraina tersebut di X bersama dengan catatan serupa dari para pemimpin dunia lainnya.

Dalam surat tersebut, Leo menegaskan doanya untuk semua rakyat Ukraina yang menderita, dan menulis: “Saya memohon kepada Tuhan untuk menggerakkan hati orang-orang yang berkehendak baik, agar gegap gempita senjata dapat mereda dan membuka jalan bagi dialog, membuka jalan menuju perdamaian demi kebaikan semua.”

Sementara itu, pertempuran terus berlanjut di garis depan di Ukraina timur, di mana Rusia pada hari Sabtu mengklaim bahwa pasukannya telah merebut dua desa di wilayah Donetsk.(yn)

Java Cafe and Flavor Festival 2025 Dorong UMKM Semakin Strategis di Kancah Global

Surabaya, 22 Agustus 2025 — Berbagai strategi penguatan merek dan pemanfaatan perlindungan hukum menjadi fokus utama dalam talkshow inspiratif yang digelar pada Java Cafe and Flavor Festival 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur bersama Pemerintah Kota Surabaya ini bertujuan memberdayakan pelaku UMKM di sektor kopi, cokelat, dan rempah-rempah — komoditas unggulan yang semakin strategis di kancah global.

Festival yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi bagi ratusan UMKM untuk belajar membangun branding yang kuat dan berkelanjutan. Ridzky Prihadi, Direktur Advisor KPw BI Jawa Timur, menekankan bahwa perlindungan melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Indikasi Geografis (IG) merupakan fondasi penting yang sering diabaikan pelaku usaha kecil.

“HAKI dan Indikasi Geografis bukan sekadar formalitas. Ini adalah senjata untuk membedakan produk di pasar dan melindungi kearifan lokal dari klaim pihak lain,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Anomali Coffee, salah satu pemain kopi spesialti ternama asal Indonesia, hadir membagikan pengalaman mereka mengkurasi biji kopi terbaik dari berbagai daerah seperti Aceh Gayo, Toraja Sapan, hingga Papua Wamena. Perwakilan Anomali menyebut bahwa komitmen pada kualitas dan keberlanjutan telah membawa mereka meraih penghargaan internasional, seperti Golden Label dalam kompetisi “Coffees Roasted at Origin” di Paris.

Sementara itu, perwakilan UMKM Varoja Coffee membagikan kisah suksesnya membangun kepercayaan konsumen berkat kepemilikan HAKI. “Dengan legalitas yang lengkap, kami tidak perlu banyak menjelaskan. Konsumen langsung percaya,” ujarnya.

Talkshow juga mengulas pentingnya partisipasi dalam kompetisi kopi internasional seperti World Barista Championship dan World Brewers Cup sebagai strategi branding yang efektif. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas, tetapi juga media bercerita tentang proses, asal-usul, dan nilai di balik setiap produk.

Yang menarik, tahun ini festival tidak hanya fokus pada kopi, tetapi juga melibatkan UMKM penghasil cokelat dan rempah-rempah — komoditas yang semakin dilirik pasar global. Bank Indonesia melalui perwakilannya di Tokyo, Beijing, Singapura, New York, dan London siap menjadi etalase bagi produk-produk UMKM Jawa Timur yang ingin go international.

“Kami sudah memiliki showcase di Tokyo yang bekerja sama dengan kedai kopi lokal untuk mempromosikan kopi asal Jatim. Ini adalah pintu masuk yang strategis,” tambah Ridzky.

Acara ditutup dengan semangat optimisme bahwa kolabor antara perbankan, pemerintah, dan asosiasi usaha dapat membawa UMKM Jawa Timur semakin berdaya saing — membuktikan bahwa dari desa bisa lahir merek yang mendunia.

Tentang Java Cafe and Flavor Festival 2025
Festival ini adalah bagian dari inisiatif Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya untuk mendorong pertumbuhan UMKM di sektor kuliner dan minuman. Tahun ini menampilkan tidak hanya kopi, tetapi juga cokelat dan rempah-rempah sebagai produk unggulan Jawa Timur yang berpotensi ekspor.

Melihat Anak Main Game Bikin Emosi? Begini Cara Menghadapinya

EtIndonesia. “Bu, setiap kali melihat anak saya main game, entah itu Mobile Games atau konsol, saya langsung marah. Apakah hanya saya yang begini?”

Tenang, ternyata banyak ibu yang merasakan hal serupa. Begitu melihat anak tenggelam dalam dunia game, emosi pun naik. 

Masalahnya, si anak sering tidak paham:“Kenapa sih, kalau aku main game, Mama harus marah?”

Kalau ucapan ini sudah keluar dari mulut anak, itu tanda otoritas orangtua mulai luntur. Anak bisa melihat ibunya sebagai sosok yang tidak mengerti dunianya dan bahkan dianggap tidak bisa mengendalikan diri. Maka, kuncinya: sebelum mengatur emosi anak, orangtua harus bisa mengatur emosinya sendiri.

Emosi Datang dari Ketidaktahuan

Ketika melihat anak main game, perasaan yang muncul bisa berbeda-beda: marah, cemas, atau frustrasi.

Sebenarnya, rasa cemas biasanya lahir dari hal yang tidak kita pahami. Semakin kita mengerti, biasanya rasa cemas itu hilang.

Bagi banyak orangtua, istilah game seperti Minecraft, Roblox, Brawl Stars, atau League of Legends terasa asing dan membingungkan. Ditambah lagi dengan visual pertarungan yang terkesan keras, wajar kalau menimbulkan rasa tidak nyaman.

Tapi justru di situlah kuncinya: cara terbaik mengatasi rasa cemas adalah dengan memahami lebih dalam.

Game = Versi Modern Permainan Tradisional

Bila diteliti, game anak zaman sekarang sebenarnya mirip dengan permainan kita dulu:

·        Minecraft ibarat permainan lego atau menyusun balok.

·        Roblox mirip membuat dunia imajinatif sendiri, seperti main rumah-rumahan.

·        Brawl Stars atau LoL sebenarnya sama seperti kejar-kejaran, patung-patungan, atau main jenga, hanya saja dipindahkan ke dunia digital.

Sebelum mencoba, game terlihat menakutkan: gelap, penuh kekerasan, membuat kecanduan. Tapi setelah mengenal lebih jauh, kita sadar bahwa hakikatnya game hanyalah bentuk baru dari permainan yang sudah kita kenal sejak kecil.

Mengurangi Larangan yang Membabi Buta

Tentu bukan berarti anak boleh bebas main gadget tanpa batas. Namun, kalau orangtua menegur dengan emosi dan rasa cemas yang belum tuntas, hasilnya justru kontraproduktif.

·        Semakin sering orangtua melarang tanpa dasar yang jelas, anak semakin tidak percaya pada otoritas.

·        Kalau orangtua mau mencoba ikut bermain, setidaknya sekali dua kali, rasa cemas akan berkurang drastis.

·        Saat hati lebih tenang, orang tua bisa melihat persoalan secara lebih jernih: bukan game-nya yang salah, tetapi pelanggaran aturan yang harus dikoreksi.

Prinsip Utama dalam Pengasuhan

Game bukanlah musuh. Yang perlu ditanamkan kepada anak adalah:

“Bukan main gamenya yang salah, tapi melanggar kesepakatan itu yang keliru.”

Sama seperti anak berkata: “Aku selesaikan satu ronde dulu” saat main game, itu sebenarnya sama saja dengan anak yang bilang: “Aku selesaikan satu soal dulu” saat belajar.

Bedanya, kalau orangtua membiarkan emosinya menguasai, pesan yang ingin disampaikan tidak akan sampai. Tanpa kendali emosi, pengasuhan jadi sulit berjalan.

Penutup

Kuncinya bukan melarang game sepenuhnya, melainkan mendampingi dengan pemahaman. Saat orang tua menenangkan diri, ikut memahami, lalu menetapkan aturan yang jelas, barulah anak bisa belajar disiplin tanpa merasa disalahpahami.

Jadi, sebelum mengendalikan anak, kuasai dulu emosimu sendiri.(jhn/yn)