Setelah Pertemuan Trump–Putin, Putin Sampaikan ke Pejabat Tinggi: Kunjungan Ini Tepat Waktu dan Bermanfaat

Pada Sabtu (16 Agustus), sehari setelah pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Alaska, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan rapat dengan pejabat tinggi di Kremlin. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini mencakup banyak bidang kerja sama dan menegaskan bahwa kunjungan tersebut “tepat waktu dan bermanfaat.”

 “Saya ingin menekankan bahwa kunjungan ini sangat tepat waktu dan juga sangat bermanfaat. Kami hampir membahas semua bidang kerja sama, tetapi yang terutama tentu saja adalah kemungkinan penyelesaian krisis Ukraina berdasarkan prinsip keadilan,” katanya. 

EtIndonesia. KTT AS–Rusia pada 15 Agustus berlangsung di Pangkalan Militer Gabungan Elmendorf–Richardson, Anchorage, Alaska. Ini adalah pertemuan pertama antara kedua kepala negara sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina. Pertemuan itu berlangsung selama tiga jam, namun tidak menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.


“Saya ulangi sekali lagi, di sini ada kesempatan untuk dengan tenang dan rinci menyampaikan posisi kami. Tentu saja, kami menghormati sikap pemerintah Amerika yang melihat perlunya segera menghentikan perang; itu juga merupakan keinginan kami,” katanya. 

“Kami berharap semua masalah dapat diselesaikan dengan cara damai. Pembicaraan berlangsung lugas dan informal, menurut pandangan saya, hal ini membuat kita selangkah lebih dekat menuju keputusan yang diperlukan,” ujarnya. 

Setelah KTT tersebut, Trump menulis di media sosial bahwa ia lebih cenderung langsung mencapai perjanjian damai permanen, bukan hanya kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber, dalam pertemuan tersebut Putin meminta agar Ukraina sepenuhnya mundur dari wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai imbalan pembekuan sebagian besar garis depan. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menolak tuntutan itu. Zelenskyy dijadwalkan akan berangkat ke Washington pada hari Senin (18 Agustus) untuk bertemu dengan Trump. (hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

“Grand Mercure Malang Mirama Gelar Upacara Kemerdekaan Hut Ke-80 Ri Dengan Pelepasan 300 Merpati” 

Malang, 17 Agustus 2025 – Puncak acara kegiatan Hari Ulang Tahun ke-80 RepublikIndonesia telah sukses digelar di Grand Mercure Malang Mirama. Upacara rutin setiap tahun di tanggal 17 Agustus dilaksanakan langsung di halaman depan area hotel, peringatan bersejarah ini dirayakan dengan penuh semangat. Keragaman dari busana adat daerah di seluruh penjuru Nusantara meriahkan upacara peringatan Kemerdekaan HUT ke-80 RI yang bertemakan Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. 

Upacara bendera ini berjalan dengan khidmat, mengingatkan kita akan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan yang begitu besar. Serta ditandai dengan pelepasan 300 burung merpati pos yang terbang tinggi mengelilingi hotel sebagai simbol kebebasan, perdamaian dan harapan. Pelepasan burung merpati juga mencerminkan cita-cita dan aspirasi bangsa untuk masa depan yang penuh dengan kesempatan dan keberhasilan. Selain itu, sebagai filosofi bahwa burung merpati pos berperan dalam korespondensi di era perjuangan. Ditemui selesai acara, Sugito Adhi selaku Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama juga berpesan bahwa di tengah zaman yang terus berkembang pesat, penting bagi kita untuk tetap menjaga nilai-nilai persatuan dan semangat kemerdekaan.

“Di momen peringatan Kemerdekaan HUT ke-80 RI ini kami harus tetap merayakan dengan tetap menjaga semangat dan antusiasme perjuangan dan kebersamaan lewat rangkaian kegiatan yang sudah diselenggarakan mulai dari tanggal 04 Agustus hingga hari ini. Momen potong tumpeng dan pelepasan 300 merpati pos ini memang rutin kami lakukan dan memberikan wadah kreatifitas penampilan dari para tim unit kegiatan karyawan mulai dari Mirama Choir hingga Mirama Dance Inc.” ungkap Sugito Adhi.

Selain itu, acara ini juga mengumumkan pemenang dari serangkaian kegiatan Olimpiade lomba Agustusan. dan juga memilih best costume dari peserta upacara yang ada di Grand Mercure Malang Mirama. Seluruh heartist juga memperagakan baju adat daerah dengan berbagai motif dan warna yang mereka kenakan, berlenggak-lenggok seolah mencerminkan beragam keindahan yang begitu mempesona. Acara semakin meriah dengan penampilan tari kontemporer bersama Mirama Dance Inc. salah satu unit kegiatan karyawan di kelas dance yang ada di Grand Mercure Malang Mirama. Disusul dengan penampilan paduan suara dari Mirama Choir.

Kehilangan Pekerjaan Hanya Tombol Jeda: Cara Santai Menghadapi Tantangan di Usia Paruh Baya

EtIndonesia. Ketika kehilangan pekerjaan, mengapa tidak melihatnya sebagai kesempatan untuk memulai kembali?  Pengangguran bisa menjadi momen untuk berhenti sejenak, merenung, dan mencari arah baru yang lebih sesuai dengan diri kita.

Banyak orang yang kehilangan pekerjaan di usia paruh baya merasa seolah hidup mereka sedang “dijeda” seperti dalam permainan video. Tidak perlu panik—ini hanyalah jeda sementara, bukan akhir permainan. Saat layar menjadi gelap, yang terpenting adalah: bagaimana menemukan arah baru dan melanjutkan perjalanan.

Dulu, banyak yang beranggapan bahwa jika bisa bekerja hingga pensiun, hidup akan aman. Namun kenyataannya, pekerjaan tidak pernah benar-benar permanen. Usia perusahaan juga terbatas—pendiri Acer, Stan Shih, pernah mengatakan bahwa rata-rata usia perusahaan di Taiwan hanya sekitar 7 tahun, sementara di Tiongkok daratan bahkan hanya 3 tahun. Ini memang terdengar mengkhawatirkan, tetapi sekaligus mengingatkan kita bahwa banyak hal dalam hidup bersifat tidak pasti.

Seorang teman saya pernah beberapa kali berganti pekerjaan, lalu akhirnya menganggur. Awalnya, dia meragukan dirinya sendiri, tetapi saya berkata: “Yang menakutkan bukan kehilangan pekerjaan, tetapi kehilangan arah.”

Para pakar juga mengingatkan:

·        Hong Xuezhen: “Daripada mencari pekerjaan, lebih baik mencari sumber penghasilan.”

·        Vito: “Kadang kamu tidak melakukan kesalahan apa pun—kamu hanya menjadi korban keadaan.”

Maka, ketika kehilangan pekerjaan, cobalah berhenti sejenak, tarik napas, dan tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku siap melangkah lagi?”

Pengangguran dan Perubahan: Bukan Sekadar Masalah Uang

Pengangguran tidak hanya memengaruhi isi dompet. Dia berdampak pada suasana hati, tingkat stres, hubungan keluarga, bahkan arah hidup. Di tengah perubahan besar di dunia kerja yang dipicu oleh teknologi baru (AI), perubahan demografi, perubahan iklim, dan globalisasi, cara kita bekerja ikut berubah—dan kita berada di dalam arus besar itu.

Pengangguran bukan berarti kegagalan, melainkan sebuah titik persimpangan dalam perjalanan hidup. Yang perlu dihadapi justru adalah tiga tantangan besar: tekanan finansial, kecemasan internal, dan tekanan eksternal.

1. Tekanan Finansial – Biarkan Uang Bekerja untuk Menyelesaikan Masalah Uang

Masalah uang adalah hal pertama yang paling terasa ketika kita kehilangan pekerjaan. Cicilan rumah, cicilan mobil, biaya sekolah anak—semuanya bisa menumpuk menjadi beban yang membuat sulit bernapas.

Beberapa langkah yang bisa membantu:

·        Simpan dana darurat sebesar 3–6 bulan biaya hidup, sebagai jaring pengaman agar tidak jatuh terlalu dalam.

·        Cari solusi darurat jangka pendek seperti meminjam dari keluarga/teman atau mengambil pekerjaan paruh waktu.

·        Manfaatkan bantuan sosial seperti tunjangan pengangguran.

Dengan stabilitas keuangan sementara, kita punya ruang untuk memikirkan arah baru tanpa panik.

2. Kecemasan Internal – Mengenal Diri Kembali

Kehilangan pekerjaan sering menimbulkan pertanyaan dalam diri: “Apakah aku tidak cukup baik? Apakah masa depan akan lebih buruk?”

Tekanan batin ini kadang lebih berat daripada tekanan finansial.

Cara menghadapinya:

·        Cari dukungan emosional dari orang-orang terdekat yang bisa memberi semangat.

·        Alihkan perhatian dengan aktivitas positif seperti olahraga, menulis, atau bepergian.

·        Pertimbangkan bantuan profesional seperti konselor atau psikolog.

Yang terpenting, jangan biarkan kecemasan mengikat langkahmu—ingatlah bahwa setiap masa sulit juga membawa peluang untuk tumbuh.

3. Tekanan Eksternal – Ekspektasi Keluarga dan Pandangan Sosial

Pengangguran tidak hanya memengaruhi diri sendiri, tetapi juga keluarga.  Usia dan status kadang menjadi “label” yang membatasi peluang kerja.

Namun, persepsi tentang “usia paruh baya” terus berubah. Sebuah survei di Inggris menunjukkan banyak orang baru menganggap diri mereka memasuki usia paruh baya pada umur 55 tahun. Ini berarti, paruh baya lebih merupakan mindset ketimbang usia biologis.

Yang perlu dilakukan:

·        Ubah pola pikir dari melihat paruh baya sebagai “krisis” menjadi “kesempatan”.

·        Libatkan keluarga untuk berbagi beban dan solusi.

·        Bangun kembali citra diri agar lebih percaya diri menghadapi dunia luar.

Strategi Menghadapi dan Bersiap untuk “Babak Kedua” Hidup

1. Kelola Keuangan dan Investasi
Pelajari dasar-dasar investasi seperti reksa dana indeks atau instrumen pendapatan pasif untuk menciptakan aliran uang yang bekerja untukmu.

2. Jalani Karier Ganda (Slasher)
Memiliki beberapa sumber penghasilan dapat membuat kita lebih tahan terhadap guncangan ekonomi.

3. Jaga Kesehatan – Aset Terbesar
Kesehatan fisik dan mental adalah modal utama untuk memulai kembali. Gunakan masa jeda ini untuk memperbaiki pola makan, tidur, dan olahraga.

Manfaatkan Dukungan dan Sumber Daya yang Ada

·        Tunjangan Pengangguran sebagai jaring pengaman sementara.

·        Platform kerja online seperti 104, LinkedIn, atau Fiverr untuk mencari peluang baru.

·        Pekerjaan lepas dan proyek sementara untuk menjaga aliran pendapatan.

Kesimpulan – Pengangguran Bukan Krisis, Asal Punya Arah Baru

Di dunia yang berubah cepat ini, kehilangan pekerjaan bukan hal langka—dan bukan akhir dari segalanya.
Pengangguran adalah undangan untuk berhenti sejenak, mendengarkan suara hati, dan merancang ulang hidup.

Seperti kata Yuval Noah Harari, penulis Sapiens, kemampuan terpenting di masa depan adalah terus belajar dan beradaptasi.

Ingat: pengangguran bukan masalah utama—tidak punya arah baru itulah yang berbahaya. Berhentilah sejenak, pikirkan kembali tujuan hidup, dan jadikan masa ini sebagai titik awal menuju kehidupan yang lebih bebas, bermakna, dan penuh kemungkinan. (jhn/yn)

“Meriahkan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar Upacara dan Karnaval”

Surabaya, 17 Agustus 2025 – Mercure Surabaya Grand Mirama menutup rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan penuh semangat dan kemeriahan. Sejak pagi, halaman hotel dipenuhi karyawan yang mengenakan baju adat dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Jawa Tengah, Madura, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, DKI Jakarta, Bali hingga Papua.

Upacara berlangsung dengan khidmat, diiringi harmoni paduan suara Heartist Mercure Surabaya Grand Mirama yang menyanyikan lagu kebangsaan hingga Mars Mercure Surabaya Grand Mirama dan membangkitkan semangat para karyawan yang turut mengikuti kegiatan upacara. Suasana kemudian berubah penuh warna saat karnaval dimulai. Seluruh karyawan berjalan bersama di Jalan Bintoro hingga Raya Darmo, memamerkan keindahan baju adat masing-masing. Karnaval semakin hidup berkat iringan Patrol Preng Kuning Surabaya, kelompok musisi jalanan yang mengalunkan musik tradisional seperti gong dan gamelan, membuat warga sekitar antusias menyambut dan mengabadikan momen.

Puncak perayaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan Indonesia yang semakin maju.  Kemeriahan terus berlanjut saat diumumkan para pemenang lomba yang telah digelar selama bulan kemerdekaan. Kategori best costume menjadi sorotan karena merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas para karyawan, sementara penghargaan best team menjadi bentuk penghormatan atas kekompakan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Sugito Adhi selaku Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi seluruh karyawan dalam perayaan ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud kebersamaan dan rasa cinta terhadap tanah air. Melihat seluruh Heartist memakai baju adat dari berbagai daerah dan berjalan bersama membuat saya semakin yakin bahwa semangat persatuan dan perjuangan itu nyata. Semangat itu yang ingin kami bawa dalam pelayanan yang penuh makna kepada tamu,” ungkap Sugito Adhi. Dengan semangat merah putih, perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Mercure Surabaya Grand Mirama menjadi bukti bahwa persatuan dan keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan semangat yang mengalir di setiap momen.

Dari Donor Darah hingga Lomba Rakyat, Grand Whiz Hotel Praxis, Intiland Tower dan Kawasan Praxis Rayakan Kemerdekaan dengan Meriah

Surabaya – Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Grand Whiz Hotel Praxis, Intiland Tower, serta Praxis Apartemen & Perkantoran berkolaborasi menggelar rangkaian kegiatan sosial dan hiburan yang melibatkan karyawan, tenant, dan pengunjung kawasan.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan kekompakan di momen bulan kemerdekaan. “Kami ingin menciptakan lingkungan kerja dan hunian yang bukan hanya nyaman, tetapi juga aktif, peduli, dan penuh semangat kebangsaan. Hal ini sejalan dengan tema HUT RI ke-80: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” ujar Ari Perdana, General Manager Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya.

Rangkaian acara dimulai pada 12 Agustus 2025 dengan kegiatan donor darah di Intiland Tower Surabaya, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan didukung oleh APJII, SKK Migas, serta Husky-CNOOC Madura Limited. Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 peserta, berhasil mengumpulkan 60 kantong darah, dan melibatkan tenant, masyarakat umum, serta karyawan perusahaan di kawasan.

Keseruan berlanjut pada 14–15 Agustus 2025 dengan berbagai lomba tradisional kemerdekaan di Teras Ground Floor Praxis Building, mulai dari lomba makan kerupuk, balap bakiak, estafet kelereng, hingga lomba merias dengan mata tertutup. Beragam hadiah menarik disiapkan, termasuk piala, hadiah eksklusif, voucher F&B, dan e-money Praxis.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya sebagai peringatan kemerdekaan, tapi juga mengajak kita untuk memaknai perjuangan secara nyata, salah satunya lewat donor darah,” ujar Tika, salah satu pendonor.

Merah Putih untuk Negeri: Mercure Surabaya Grand Mirama Bagikan Bendera Sambut HUT ke-80 RI

Surabaya– Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Mercure Surabaya Grand Mirama menggelar kegiatan pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat di Taman Bhinneka, Surabaya. Kegiatan ini menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan, melalui aksi yang sederhana namun sarat makna.                                                                              

Tak hanya sekadar seremonial, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan cara sederhana namun bermakna, yaitu mengibarkan Sang Saka Merah Putih di lingkungan masing-masing.

Dengan melibatkan para heartist – sebutan bagi staf Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, pembagian bendera dilakukan secara langsung kepada para pengunjung Taman Bhinneka. Mulai dari anak-anak kecil hingga para orang tua menerima bendera dengan senyuman dan antusias. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan adalah milik semua generasi.

“Kami bangga dapat berkontribusi menyemarakkan kemerdekaan melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini. Dengan membagikan bendera, kami berharap semangat Merah Putih berkibar tidak hanya terpancar dari dekorasi yang indah, tetapi juga di hati setiap individu. Selain itu, kami ingin menularkan semangat nasionalisme yang positif dan mempererat hubungan antara hotel dan masyarakat sekitar,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama.

Beberapa penerima bendera mengabadikan momen mereka bersama bendera Merah Putih dengan tersenyum lebar. Momen sederhana tersebut menjadi pengingat indah bahwa kemerdekaan bukan hanya dikenang, tetapi juga dirayakan dalam kebersamaan.

“Saya senang sekali menerima bendera ini. Bendera ini akan saya pasang di rumah saya dan akan saya foto. Terima kasih sekali lagi untuk pemberian bendera ini,” ujar Rudi, salah satu pengunjung Taman Bhinneka.

Dengan semangat kebersamaan, Mercure Surabaya Grand Mirama terus berinovasi dan berupaya menjadi bagian dari komunitas yang turut serta membangun semangat positif dan solidaritas sosial.

Perang Baru Dimulai? Rahasia Gelap KTT Alaska Terungkap

EtIndonesia. Pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Alaska baru-baru ini bukanlah sekadar pertemuan diplomatik biasa. Di balik senyum, jabat tangan, dan pernyataan tentang perdamaian, sesungguhnya tersimpan agenda yang jauh lebih dalam: penyusunan ulang aturan permainan global. Alaska menjadi panggung simbolis yang memadukan sejarah panjang hubungan AS–Rusia dengan realitas geopolitik kontemporer.

Untuk memahami signifikansi KTT ini, kita perlu melihat bagaimana kedua negara besar ini saling berinteraksi sejak awal abad ke-20, bagaimana kepentingan energi dan wilayah berkelindan, serta bagaimana Tiongkok kini ditempatkan sebagai target utama dari konfigurasi baru kekuatan dunia.

Sejarah Panjang Hubungan AS–Rusia

Dari Industrialiasi hingga Perang Dunia II

Meski kerap digambarkan sebagai musuh bebuyutan, kenyataannya Amerika Serikat memiliki peran krusial dalam perkembangan Uni Soviet.

  • Industrialiasi Soviet: Pada awal abad ke-20, perusahaan-perusahaan Amerika membantu membangun pabrik traktor, baja, serta infrastruktur industri yang menopang fondasi kekuatan Soviet.
  • Perang Dunia II: Saat mesin perang Nazi hampir melumat Tentara Merah, Amerika mengirimkan dukungan besar: senjata, kendaraan militer, logistik, bahkan makanan kaleng. Bantuan ini terbukti menyelamatkan front Timur dan menjadi salah satu faktor kemenangan Sekutu.

Konferensi Yalta dan Peta Dunia Baru

Pada 1945, Roosevelt, Churchill, dan Stalin bertemu di Yalta untuk membagi dunia pascaperang. AS mengakui posisi Soviet sebagai kekuatan super dengan memberikan ruang pengaruh besar di Eropa Timur. Inilah titik awal bipolaritas yang kemudian melahirkan Perang Dingin.

Pasca Perang Dingin

Ketika Uni Soviet runtuh, Amerika kembali mengambil keputusan strategis:

  • Membiarkan Rusia mewarisi senjata nuklir Uni Soviet.
  • Mengizinkan Rusia tetap memegang kursi tetap di Dewan Keamanan PBB.

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun rival, AS tetap menganggap Rusia sebagai aktor penting dalam tatanan dunia.

Makna Pemilihan Alaska

Simbolisme Geopolitik

Pemilihan Alaska sebagai lokasi KTT sangat sarat makna. Alaska bukan sekadar negara bagian AS, melainkan wilayah yang dulunya dibeli dari Rusia pada 1867. Kini, lebih dari satu abad kemudian, Putin rela menjejakkan kaki di tanah yang dulunya milik kekaisaran Tsar Rusia.

Pesan Tersirat

  1. Putin Merendahkan Diri
    Dengan hadir di wilayah Amerika, Putin seakan memberi pengakuan simbolis terhadap dominasi Trump, sambil membuka jalan bagi kemungkinan kunjungan Trump ke Moskow.
  2. Trump Menegaskan Garis Merah
    Dengan menjamu Putin di Alaska, Trump menegaskan pesan: “Ini wilayah saya, jangan coba-coba mengganggu.”
  3. Arktik Sebagai Halaman Bersama
    Arktik adalah kawasan dengan potensi energi dan jalur pelayaran strategis. Dengan bertemu di Alaska, Trump dan Putin seolah mengumumkan bahwa wilayah itu akan dikelola bersama oleh dua kekuatan besar.
  4. Kartu Energi
    Jalur minyak dan gas menuju Asia harus melewati Selat Bering yang berbatasan dengan Alaska dan Rusia. Dengan bertemu di sini, Trump sejak awal menekan Putin agar tunduk pada kepentingan energi Amerika.

Tiga Agenda Besar dalam Pertemuan

1. Menentukan Musuh Bersama

Trump secara terbuka menggeser fokus: musuh utama bukan lagi Ukraina, melainkan Tiongkok.

  • Bagi Trump, Tiongkok adalah ancaman ekonomi, militer, sekaligus ideologis.
  • Putin pun sadar bahwa Beijing hanya memanfaatkan Rusia untuk kepentingan energi murah dan dukungan politik setengah hati.

Konsensus yang lahir: AS dan Rusia tidak boleh saling melemahkan, melainkan harus menyatukan tenaga menghadapi Tiongkok.

2. Membagi Wilayah Pengaruh

Seperti gaya kekaisaran lama, keduanya sepakat untuk tidak saling mencampuri “halaman belakang” masing-masing:

  • Trump: Ukraina tidak dikembalikan, tapi senjata ofensif yang mengancam Moskow akan dibatasi. Moldova, Georgia, dan Belarus tidak akan dijadikan prioritas.
  • Putin: Tidak ikut campur dalam isu Taiwan, Laut Cina Selatan, maupun rantai pulau pertama Pasifik.

Dengan demikian, tercipta garis demarkasi geopolitik baru: Eropa Timur untuk Rusia, Indo-Pasifik untuk Amerika.

3. Membentuk “Naskah Perdamaian”

Untuk publik internasional, kesepakatan rahasia itu perlu dibungkus dengan narasi indah. Maka lahirlah wacana:

  • “Memorandum Perdamaian Ukraina.”
    Isinya kompromi wilayah yang memungkinkan kedua pihak mengklaim kemenangan.
  • Trump bisa pulang dengan slogan: “Dalam satu hari, saya hentikan perang yang gagal diakhiri Biden selama tiga tahun.”
  • Putin bisa menyatakan: “Rusia mempertahankan kehormatan dan wilayahnya.”

Namun sejatinya, kesepakatan ini adalah pintu masuk pembentukan aliansi baru anti-Tiongkok.

Efek Domino terhadap Beijing

  1. Kedaulatan dan Teritorial
    Jika Ukraina Timur diakui sebagai status quo, maka isu Taiwan dan Laut Cina Selatan pun bisa diperlakukan serupa: dinegosiasikan ulang.
  2. Asia Tengah
    Rusia cukup mengguncang jalur energi Kazakhstan atau Mongolia untuk menekan Belt and Road Tiongkok tanpa harus berperang.
  3. Ekonomi Global
    Trump dengan dukungan Rusia bisa meningkatkan tekanan tarif impor. Hal ini menambah ketakutan investor asing untuk menanam modal di Tiongkok.
  4. Diplomasi Internasional
    Tanpa dukungan Rusia, Tiongkok akan sendirian di PBB. Isu-isu sensitif seperti Xinjiang, Tibet, dan Hong Kong akan lebih sulit dipertahankan Beijing.

Dengan kata lain, hasil KTT Alaska bisa menjadi pukulan paling telak bagi Beijing dalam 20 tahun terakhir.

Kalkulasi Terselubung Putin

Meski tampak sejalan dengan Amerika, Putin bukan tipe pemimpin yang mau sekadar menjadi “wakil.” Dia selalu mencari ruang manuver.

  • Dalam percakapan tertutup, ia bisa saja melontarkan ide ekstrem: “Donald, mengapa tidak langsung perang dengan Tiongkok?”
  • Tujuannya bukan benar-benar mendorong perang, melainkan menguji keseriusan Trump.
    • Jika Trump mundur, Putin tahu AS hanya berani gertak.
    • Jika Trump serius, Putin bisa menjual perannya sebagai “penahan perang” kepada Beijing dengan imbalan minyak, pinjaman, atau kontrak senjata.

Dengan strategi ini, Putin menempatkan dirinya bukan sebagai pion Amerika, melainkan sebagai penyeimbang global yang memegang kartu tawar terhadap dua kekuatan terbesar dunia.

Kesimpulan

KTT Alaska adalah momen geopolitik bersejarah. Di permukaan, dunia melihat Trump dan Putin bicara tentang perdamaian Ukraina. Namun di balik pintu tertutup, keduanya tengah menyusun ulang arsitektur global.

  • Bagi Amerika: Trump mendapat panggung untuk menampilkan diri sebagai negosiator ulung yang mampu menghentikan perang hanya dalam sehari.
  • Bagi Rusia: Putin mendapatkan pengakuan status superpower serta jaminan terhadap lingkaran pengaruhnya.
  • Bagi Tiongkok: KTT Alaska menandai lahirnya aliansi diam-diam AS–Rusia yang berpotensi menyingkirkannya dari percaturan global.

Sejarah menunjukkan, setiap kali kekuatan besar bersepakat, selalu ada pihak ketiga yang dikorbankan. Pada 1945, itu adalah Eropa Timur. Kini, potensi korbannya adalah Tiongkok dan Asia Timur secara keseluruhan.

KTT Alaska bukan hanya pertemuan biasa. Ia adalah deklarasi tak tertulis: aturan dunia sedang ditulis ulang, dan Beijing menjadi target utama.

Hati Bagaikan Bulan Purnama, Menerangi Perjalanan di Malam Gelap

EtIndonesia. Dalam hidup, kita semua akan melewati banyak malam yang gelap (arti kiasan : liku-liku hidup). Itu bisa berupa kesepian mendalam karena kehilangan orang terkasih, kebingungan saat karier terhenti, dinginnya hubungan antar manusia, atau bahkan kegelisahan yang tak terucap yang bersumber dari lubuk hati terdalam. Di malam-malam panjang itu, kita sering merasa tak berdaya—seperti tersesat, tak tahu arah, dan tak melihat jalan keluar.

Kita berjuang, menangis, bahkan meragukan apakah kita masih punya tenaga untuk terus melangkah. Namun, seperti halnya segala sesuatu di dunia ini yang memiliki siklusnya, malam kelam pada akhirnya akan berlalu, dan cahaya akan kembali menyinari. Tapi kita tak harus menunggu fajar datang, sebab di kedalaman hati setiap manusia, ada satu bulan purnama yang selalu ada—diam-diam menunggu untuk dinyalakan.

Bulan ini bukanlah kemewahan atau kejayaan dunia, bukan pula pujian dan pengakuan dari orang lain. Dia adalah ketangguhan dan kelembutan yang lahir dari dalam, kerinduan pada hal-hal indah, serta cinta tulus pada kehidupan.

Dia mungkin berawal dari mimpi polos di masa kecil, dari hangatnya hati saat kita menolong seseorang, dari keberanian yang tetap kita genggam saat menghadapi kesulitan, atau bahkan dari masa lalu yang pernah mematahkan hati kita—namun justru membuat kita belajar menjadi kuat.

Cahaya bulan ini mungkin tak secerah terik matahari, tetapi dia punya kekuatan unik yang mampu menembus kegelapan. Sinarnya lembut dan konstan, tidak menyilaukan, namun cukup untuk membuat kita melihat jalan di depan agar tidak terjatuh.

Saat kita belajar menempatkan hati sebagai bulan purnama, kita akan menemukan kekuatan untuk menenangkan diri. Di tengah malam gelap, kita tak perlu berlari terburu-buru, juga tak harus memaksa diri segera keluar dari semua masalah. Cahaya bulan itu menjadi penuntun langkah perlahan, mengingatkan bahwa setiap langkah berarti, dan setiap jatuh-bangun adalah bagian dari perjalanan.

Dia mengajarkan kita untuk menerima kelemahan diri, membiarkan diri merasa sedih atau bingung, lalu dengan pandangan penuh kelembutan, kembali menatap hati kita sendiri. Ketenangan dan keyakinan ini akan berubah menjadi kekuatan untuk maju, sehingga meski berada di lautan tanpa mercusuar, kita tetap bisa menemukan arah berbekal petunjuk dari dalam diri.

Hati yang seperti bulan purnama juga berarti tahu bagaimana membagi cahaya itu kepada orang lain. Ketika bulan di hati kita menyala, kita akan lebih peka terhadap kebutuhan di sekitar kita. Senyum tulus, sapaan hangat, atau mendengarkan dengan sepenuh hati—semua itu bisa menjadi setitik cahaya di malam kelam orang lain.

Kita tak perlu menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia.Cukup nyalakan cahaya di hati sendiri, dan saling menerangi di tengah kegelapan. Cahaya-cahaya kecil itu, bila bersatu, akan membentuk kekuatan hangat yang mampu bersama-sama menghadapi badai kehidupan. Berbagi cahaya tak hanya menghangatkan hati orang lain, tapi juga membuat bulan di hati kita semakin terang.

Maka, wahai para pengembara, jika saat ini kamu sedang menapaki malam yang panjang, jangan takut.  Letakkan perlahan beban di hatimu, pejamkan mata, dan rasakan cahaya bulan yang ada di lubuk hatimu. Ia selalu ada di sana, tak pernah pergi. Mungkin tertutup awan, tetapi tak akan pernah padam.

Percayalah pada cahaya dari dalam itu. Dia akan memberimu kekuatan dan keberanian untuk menembus segala kegelapan dan kebingungan. Hati bagaikan bulan purnama, menerangi perjalanan di malam gelap—semoga kita semua, di setiap malam kelam, mampu melihat cahaya harapan dan terus melangkah dengan berani. (jhn/yn)

Serangan Drone Rusia Tewaskan 3 Orang di Kharkiv Jelang Pertemuan Zelenskyy-Trump

EtIndonesia. Serangan drone Rusia yang terjadi semalam di Kharkiv menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak, dan melukai lebih dari selusin lainnya, kata otoritas Ukraina, Senin (18/8).

“Sampai saat ini, tiga orang diketahui tewas, termasuk seorang anak kecil. 18 orang terluka, termasuk anak-anak,” tulis kepolisian wilayah Kharkiv di Telegram.

Polisi memperingatkan bahwa orang-orang mungkin terjebak di bawah reruntuhan gedung apartemen lima lantai yang terkena serangan dini hari tersebut.

Kota di dekat perbatasan Rusia itu juga dihantam rudal balistik beberapa jam sebelumnya yang melukai setidaknya 11 orang, kata Wali Kota Igor Terekhov.

Senin dini hari, serangan Rusia juga menghantam wilayah Sumy, dekat perbatasan, melukai dua orang.

Kepala administrasi militer regional, Oleg Grygorov, mengatakan sebuah bom dan kemudian sebuah drone melukai seorang perempuan berusia 57 tahun dan seorang pengemudi berusia 43 tahun.

Serangan udara terbaru terjadi ketika Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan sekutu-sekutu Eropanya diperkirakan akan berada di Washington untuk perundingan yang bertujuan mengakhiri perang.

Tepat sebelum kedatangan Zelenskyy di ibu kota AS, Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Ukraina tidak akan mempertimbangkan kembali Krimea atau bergabung dengan NATO.

Zelenskyy telah berulang kali menolak tekanan untuk menyerahkan wilayah yang saat ini diduduki Rusia, yang mencakup sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Rusia baru-baru ini berhasil memperoleh lebih banyak wilayah, terutama di wilayah timur Ukraina, sambil mengusulkan agar Ukraina meninggalkan Donbas dengan imbalan pembekuan garis depan di pelabuhan Laut Hitam Kherson dan Zaporizhzhia, di mana kota-kota utamanya masih berada di bawah kendali Kyiv.(yn)

Aksi Pemberantasan Nyamuk Secara Ekstrem di Guandong, Tiongkok Mirip “Tentara Jepang Masuk Desa”, Bahkan Kebun Sayur Disemen Mati

Aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong, Tiongkok semakin kacau, oleh warga digambarkan seperti “tentara Jepang masuk desa.” Asap tebal ada di mana-mana, jalur hijau dibabat habis, rumah kaca petani bunga dipaksa dikosongkan. Bahkan kebun sayur warga disemen mati, apalagi saluran air ditutup dengan kawat besi hingga menyebabkan banjir di kota.

EtIndonesia. Pada 15 Agustus, seorang petani bunga di Guangzhou merekam video, mengatakan bahwa karena alasan pencegahan penyakit, rumah kacanya dipaksa dikosongkan oleh petugas pemerintah.

Di video muncul spanduk peringatan bertuliskan: “Lokasi sedang dikerjakan, kendaraan segera pindah, jika tidak tanggung akibatnya sendiri.”

Seorang netizen yang merekam di lokasi berkata:  “Lihatlah saudara-saudara, ini bukan lagi urusan kecil, rumah kaca pun disapu bersih. Lihat, rumah kaca ya, alat berat masuk, langsung diratakan bersih.”

“Lihat ini, bunga-bunga masih ada di dalam, pot-pot masih rapi, saudara-saudara yang mengerti pasti tahu maksudnya. Yang tidak mengerti ya apa daya, dua tangan melawan banyak orang…”

Pada 16 Agustus, seorang netizen di Foshan mengunggah foto yang menunjukkan kondisi halaman rumahnya setelah disemprot petugas: “Kebun sayur yang tadinya ada, semuanya sudah disemen mati.”

Tangkapan layar kebun sayur disemen

Netizen lain menyindir:  “Disemen begini, otomatis menambah biaya dan tenaga kerja, bisa jadi bahan laporan ke atasan untuk minta penghargaan… bahkan ikut menambah GDP lokal. Nanti kalau wabah sudah lewat, pemilik rumah harus bayar lagi untuk bongkar semen… sekali jalan menciptakan lapangan kerja, mendorong GDP, benar-benar ‘menang besar’.”

Ada juga yang mengkritik pemerintah Tiongkok:  “Mulai kambuh lagi. Terlalu sering mengambil langkah ekstrem.”

Yang lain berkeluh kesah:  “Kenapa harus begini? Hanya demi usir nyamuk, sampai-sampai mengorbankan mata pencaharian rakyat.”

Baru-baru ini, banyak video beredar di internet yang memperlihatkan aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong demi mencegah chikungunya, namun penuh adegan absurd. Petugas membersihkan besar-besaran tanaman hijau, pohon-pohon di pinggir jalan dan taman bunga disemen mati, tanaman di kompleks perumahan digunduli habis.

Seorang warga dalam video berkata:  “Lihatlah betapa parahnya pemberantasan nyamuk di Guangdong sekarang. Saya sampai kaget, hampir mengira tentara Jepang masuk desa. Ini bukan membasmi nyamuk, malah manusia yang hampir pingsan karena asap.”

Video lain memperlihatkan di sebuah kompleks perumahan di Foshan, anak-anak sedang berenang, tapi petugas menyemprot asap di lokasi, membuat banyak anak di kolam renang menutup hidung karena kepanasan dan sesak.

Bahkan pemerintah Foshan menutup saluran air dengan kawat besi, sehingga saat hujan deras, seluruh kota kebanjiran. Banyak warga Foshan mengkritik tindakan ekstrem ini, menyebutnya sebagai bencana buatan manusia.

Aksi ekstrem ini memicu keluhan dan ejekan warga:

 “Operasi bersih-bersih jalur hijau Guangdong.”
“Apakah taman di depan kantor pemerintah juga dibersihkan? Harus lindungi baik-baik milik pejabat.”
“Aduh, seperti deja vu tiga tahun lalu, hasilnya sama juga…”
“Kenapa tidak cukup meneteskan obat anti-nyamuk ke wadah air di bawah pot bunga? Kenapa potnya juga harus dibuang? Sayang sekali bunganya.”
“Kalau nyamuk saja tidak bisa diberantas, apa kalian mau bereskan rakyat juga?”

Sumber : NTDTV.com

Bertumbuh dalam Kesendirian: Bagaimana Waktu Sendiri Membentuk Diri Kita

EtIndonesia. Kesendirian sering kali dipandang sebagai keadaan yang negatif, membuat seseorang merasa terisolasi dan tak berdaya. Namun, kesendirian juga dapat menjadi pintu gerbang menuju pertumbuhan pribadi. Masa-masa sendiri ini bisa menjadi kesempatan berharga untuk refleksi, eksplorasi diri, dan pengembangan diri.

Tulisan ini akan membahas hakikat kesendirian, bagaimana kesendirian memengaruhi pertumbuhan pribadi, serta cara memanfaatkannya untuk membentuk diri yang lebih matang.

Hakikat Kesendirian

Kesendirian adalah kondisi terpisah dari orang lain, yang biasanya disertai rasa sepi dan terisolasi. Dia bukan hanya berarti sendirian secara fisik, tetapi juga mencakup jarak emosional dari orang lain.

Ada dua bentuk utama kesendirian:

1. Kesendirian yang dipilih secara sadar – biasanya untuk refleksi diri atau memenuhi kebutuhan pribadi.

2. Kesendirian yang dipaksakan oleh keadaan – misalnya akibat faktor eksternal atau masalah hubungan, yang kadang dapat memicu kecemasan, depresi, atau rendah diri.

Meski demikian, dalam kondisi tertentu, kesendirian justru dapat mendorong refleksi mendalam, kreativitas, dan perkembangan pribadi.

Eksplorasi Diri di Tengah Kesendirian

Masa-masa sendiri memberikan ruang untuk:

·        Mengenali nilai, kebutuhan, dan tujuan hidup melalui refleksi yang jujur.

·        Mengelola dan memproses emosi secara lebih mendalam, sehingga kecerdasan emosional meningkat.

·        Mengembangkan keterampilan dan minat baru untuk memperkuat rasa percaya diri dan nilai diri.

·        Merumuskan tujuan hidup dengan lebih jelas dan fokus pada langkah-langkah mencapainya.

·        Menumbuhkan kreativitas lewat suasana hening yang mendukung lahirnya ide-ide segar dan solusi baru.

·        Melakukan pemikiran mendalam yang jarang bisa tercapai di tengah keramaian, mengeksplorasi wilayah pikiran yang sebelumnya tak terjamah.

Cara Bertumbuh di Tengah Kesendirian

·        Melihat kesendirian sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan semata pengalaman negatif.

·        Melatih self-affirmation dan dialog positif dengan diri sendiri untuk meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.

·        Menetapkan rencana pembelajaran atau pengembangan diri yang spesifik dan menjalankannya secara konsisten.

·        Mengevaluasi kemajuan secara berkala, lalu menyesuaikan tujuan agar motivasi tetap terjaga.

·        Menjaga kesehatan fisik dan mental melalui pola makan, olahraga, dan istirahat yang baik.

·        Melakukan meditasi dan refleksi untuk menjaga ketenangan dan kejernihan pikiran.

·        Memperkaya wawasan melalui membaca, menulis, mengikuti kursus online, atau mendengarkan materi edukatif.

·        Berinteraksi dengan mentor atau konselor untuk mendapatkan arahan dan dukungan profesional.

Kesendirian sebagai Proses Transformasi

Kesendirian adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Jika dipahami dan dikelola dengan baik, dia dapat menjadi sarana pertumbuhan dan pengembangan diri yang luar biasa. Dengan refleksi, peningkatan diri, dan pola pikir positif, kita bisa menemukan makna dan nilai dalam kesendirian.

Kesendirian bukan hanya keadaan, melainkan proses perubahan—membawa kita pada pemahaman diri yang lebih dalam, membantu kita meraih tujuan, dan membentuk pribadi yang lebih matang dan utuh.

Ketika kita memahami dan menerima kesendirian, lalu belajar memetik pelajaran darinya, kita akan menghadapi tantangan masa depan dengan ketenangan dan keyakinan yang lebih besar.(jhn/yn)

Bagaimana Tuntutan Trump untuk Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina Membuat Zelenskyy Hanya Memiliki Pilihan yang Buruk

EtIndonesia. Volodymyr Zelenskyy berada dalam posisi yang sulit: menghadapi kemarahan Donald Trump atau menerima kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina dengan membayar harga yang sangat mahal, yaitu menyerahkan wilayah demi jaminan keamanan yang samar-samar yang dapat membuat Moskow kembali kuat dalam beberapa tahun mendatang.

Inilah dilema eksistensial yang dihadapi pemimpin Ukraina tersebut saat dia melakukan perjalanan ke Washington untuk berunding dengan presiden AS pada hari Senin (18/8). Baru saja menghadiri pertemuan puncak di Alaska dengan Vladimir Putin yang tidak mencapai gencatan senjata, Trump hanya memberi Zelenskyy sedikit ruang untuk bermanuver.

Situasi ini semakin diperparah oleh ingatan akan kunjungan terakhirnya ke Gedung Putih pada bulan Februari yang meletus menjadi perdebatan sengit antara Zelenskyy dan Trump dan sempat menyebabkan penghentian dukungan militer. Kali ini sekelompok pemimpin Eropa akan mendampinginya, tetapi pengaruh mereka dipertanyakan dan mereka tidak selalu sependapat.

Rombongan tersebut akan meminta kejelasan dari Trump tentang jaminan keamanan apa saja yang bersedia diberikan AS dalam upaya mereka mengatur pertemuan dengan presiden Ukraina dan Putin. Di antara rombongan yang mendampingi Zelenskyy terdapat orang-orang yang telah menjalin hubungan pribadi yang kuat dengan Trump, termasuk Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte dan Presiden Finlandia, Alexander Stubb.

Selain menghindari perselisihan lain dan mempertahankan kepentingan Trump dalam menengahi kesepakatan, tujuan Zelenskyy dalam perundingan ini antara lain: mempelajari lebih lanjut tuntutan Putin, menentukan waktu pertemuan trilateral, dan mendorong AS untuk menerapkan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia, menurut seseorang yang mengetahui masalah ini, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas pertimbangan pribadi.

Apakah dia dapat mencapai salah satu dari tujuan ini akan bergantung pada seberapa besar, menurut pandangan para pejabat Eropa, Putin telah memengaruhi Trump. Setelah pertemuan puncak hari Jumat, Trump tampaknya kembali berpihak pada presiden Rusia dengan mencabut tuntutan gencatan senjata segera sebagai syarat pembukaan negosiasi. Sebaliknya, dia mengatakan akan mendesak Zelenskyy untuk bertindak cepat dalam rencana perdamaian.

“Putin memiliki banyak tuntutan,” ujar Zelenskyy, Minggu, dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen di Brussels, persinggahan untuk mempersiapkan kunjungan ke Washington.

“Akan butuh waktu untuk membahas semuanya — mustahil melakukan ini di bawah tekanan senjata,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa gencatan senjata diperlukan untuk “bekerja cepat mencapai kesepakatan akhir.”

Meningkatkan taruhan untuk Kyiv, presiden AS tersebut terdengar terbuka terhadap tuntutan Putin agar Ukraina menyerahkan wilayah yang luas di bagian timur negara itu, yang telah coba direbut oleh tentara Rusia dan proksinya sejak 2014.

Terlepas dari tuntutan keras terhadap Ukraina, terdapat tanda-tanda bahwa AS kini siap mendukung kesepakatan tersebut. Setelah pertemuannya dengan Putin, Trump memberi tahu para pemimpin Eropa bahwa AS dapat berkontribusi pada jaminan keamanan apa pun dan Putin siap menerimanya. Namun, masih belum jelas jaminan keamanan seperti apa yang sedang dibahas dengan Putin, dan apa yang bersedia diterima oleh pemimpin Kremlin tersebut.

“Kami mencapai kesepakatan bahwa AS dan negara-negara lain dapat secara efektif menawarkan bahasa yang mirip Pasal 5 kepada Ukraina,” ujar Steve Witkoff, utusan khusus Trump, dalam sebuah wawancara dengan CNN, merujuk pada ketentuan NATO yang menyatakan bahwa jika satu sekutu diserang, maka itu dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Trump juga berada di bawah tekanan. Dia telah berjanji bahwa setelah menjabat pada bulan Januari, dia akan segera mengakhiri invasi skala penuh Rusia, yang telah memasuki tahun keempat. Upayanya terutama ditujukan ke Kyiv, tetapi pada akhirnya dia harus mengakui bahwa Kremlin-lah yang tidak ingin menghentikan perang.

Alih-alih menyerah kepada Trump, Rusia justru mengintensifkan serangan. Kematian warga sipil telah meningkat, dengan Juni dan Juli menjadi bulan-bulan paling mematikan dalam lebih dari tiga tahun, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menjelang KTT Alaska, Trump mengatakan penolakan untuk menerima gencatan senjata akan memicu tindakan hukuman baru yang lebih keras terhadap Moskow dan negara-negara pembeli minyak Rusia. Setelah pertemuan tersebut, yang mencakup resepsi karpet merah untuk Putin dan perjalanan bersama dengan limusin lapis baja pemimpin AS tersebut, Trump membatalkan ancaman tersebut.

Alih-alih menghukum agresor, dia menyatakan bahwa dia mengupayakan kesepakatan damai penuh yang mencakup “tukar-menukar wilayah” dan mendesak Zelenskyy untuk menerimanya. Pada hari Minggu, pemimpin Ukraina tersebut menegaskan kembali pendiriannya bahwa dia tidak akan menyerahkan wilayah atau memperdagangkan wilayah.

“Karena isu teritorial sangat penting, seharusnya hanya dibahas oleh para pemimpin Ukraina dan Rusia dalam sebuah pertemuan yang didampingi oleh AS,” kata Zelenskyy. “Sejauh ini Rusia tidak memberikan tanda-tanda bahwa perjanjian trilateral tersebut akan terwujud.”

Penolakan Zelenskyy untuk menerima kehilangan wilayah merupakan posisi yang dianut oleh mayoritas rakyat Ukraina. Namun, tingkat dukungan telah melunak karena serangan balasan yang tersendat dan korban jiwa yang terus meningkat. Namun, kekhawatiran muncul bahwa penarikan pasukan lebih lanjut dapat memicu serangan-serangan berikutnya.

Perundingan di Washington juga akan menjadi krusial bagi Zelenskyy di dalam negeri. Pada akhir Juli, dia menghadapi krisis politik pertamanya sejak invasi Rusia. Ribuan orang turun ke jalan memprotes langkahnya yang melemahkan lembaga antikorupsi. Zelenskyy mengalah dan mengembalikan independensi kepada lembaga-lembaga yang menyelidiki pejabat tinggi.

Posisinya dalam perundingan ini diperumit oleh perpecahan antara AS, Ukraina, dan sekutu lainnya. Trump yakin Rusia dapat menguasai seluruh Ukraina — meskipun Kremlin hanya berhasil merebut kurang dari seperlima wilayah Ukraina meskipun lebih dari 1 juta korban perang. Sementara itu, Eropa khawatir bahwa kondisi yang menguntungkan dapat mendorong Putin untuk memperluas agresinya.

“Penting bagi Amerika untuk setuju bekerja sama dengan Eropa guna memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina,” kata Zelenskyy pada hari Minggu. “Namun belum ada detail bagaimana cara kerjanya dan apa peran Amerika, apa peran Eropa, apa yang dapat dilakukan Uni Eropa. Dan inilah tugas utama kami.”(yn)

Bangkit dari Kegelapan: Perjalanan Keluar dari Titik Terendah Hidup

EtIndonesia. Dalam perjalanan hidup, setiap orang pasti akan melewati masa-masa terendah. Momen ini sering dipenuhi rasa tertekan, tak berdaya, bahkan menyentuh batas depresi ringan. Namun, sebagaimana malam tak pernah abadi, fajar pada akhirnya akan datang. Kita pun bisa keluar dari lembah terdalam itu, menemukan kembali kekuatan dan arah hidup kita. Bagaimana caranya? 

Berikut beberapa langkah yang bisa menjadi inspirasi.

1. Mencari Sosok Pendukung yang Tepat

Di saat aku berada di titik paling rapuh, aku memilih untuk membuka hati pada seorang sahabat.

Kisah hidupnya mirip denganku, dan dia menjadi pendengar terbaik yang pernah kumiliki. Dia tidak pernah menghakimi, tidak sok memberi nasihat, melainkan menemani dengan sikap teguh dan kelembutan.

Dari perjalanan itu, aku belajar bahwa berjalan sendirian saat menghadapi kesulitan mungkin terasa lambat dan sepi, tapi ketika ada seseorang yang berjalan bersamamu, langkah menjadi lebih kuat dan mantap.

Kami saling menjadi penopang satu sama lain, melewati satu demi satu rintangan. Itulah pengalaman hidup yang tak ternilai, sekaligus kenangan terindah yang tersimpan di hati.

2. Menerima Sepenuhnya, Belajar Bersahabat dengan Kegelapan

Aku belajar untuk tidak lagi memandang kegelapan sebagai musuh. Aku membayangkannya seperti sebuah ruangan yang lampunya sedang padam—aku tahu lampu itu ada, hanya saja belum dinyalakan.

Aku meyakinkan diriku untuk tidak khawatir, karena suatu saat ketika aku siap, aku akan menyalakannya sendiri.

Aku melepaskan pola pikir sebagai “korban”, mulai membedakan mana perasaan milikku dan mana yang milik orang lain.

Aku tak lagi mencoba memikul atau menyelesaikan masalah orang lain, sambil tetap menjaga batas pribadi.

Dalam proses ini, aku belajar mengenali perbedaan antara manipulasi emosional dan ancaman perasaan, sehingga aku lebih mampu menghadapi tantangan hidup, memikul tanggung jawab, dan kembali memegang kendali atas arah hidupku.

3. Melepaskan Keraguan, Membuka Potensi dan Bakat

 Dalam proses mengenal diri, aku sering bertanya: “Sebenarnya siapa diriku ini?”

Apakah aku harus memilih pekerjaan yang sesuai passion atau mengikuti standar arus utama?

Apakah aku harus mendengarkan semua saran orangtua?

Ataukah meniru cara kerja rekan yang berpura-pura ramah demi keuntungan, meski aku tak menghargai sikap itu?

Akhirnya, aku memilih untuk melepaskan keraguan dan memberanikan diri menggali potensi serta bakat yang kumiliki.

Aku mulai percaya bahwa aku sanggup mewujudkan tujuan-tujuanku.

Aku mengejar hal-hal yang benar-benar kucintai, tanpa lagi terikat oleh ekspektasi masyarakat.

Perjalanannya tidak mudah, tapi aku tahu, hanya dengan cara inilah aku bisa menemukan posisi yang benar-benar milikku.

Keluar dari titik terendah hidup memerlukan keberanian dan tekad. Menemukan sosok pendukung, menerima kegelapan, dan berani melepas keraguan—itulah langkah-langkah yang membantuku bangkit.

Setiap orang memiliki potensi tak terbatas, dan selama kita berani mengejarnya, kita akan menemukan arah hidup menuju masa depan yang lebih indah.

 Ini adalah proses belajar dan bertumbuh yang tiada henti, dan setiap langkahnya pantas dirayakan.(jhn/yn)

“Ukraina Tidak Akan Masuk NATO”: Trump Jelang Pertemuan dengan Zelenskyy

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump, menjelang pertemuannya dengan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada hari Senin (18/8) , menegaskan bahwa pemimpin Ukraina tersebut dapat mengakhiri perang dengan Rusia “jika dia mau”.

Trump juga mengutip aneksasi Rusia atas Krimea pada tahun 2014 di bawah pemerintahan Obama, sekaligus mengesampingkan kemungkinan Ukraina bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)—sesuatu yang selama ini ditentang Rusia.

“Presiden Zelenskyy dari Ukraina dapat segera mengakhiri perang dengan Rusia, jika dia mau, atau dia dapat terus berjuang. Ingat bagaimana perang itu dimulai. Tidak akan ada Obama yang kembali setelah Krimea (12 tahun yang lalu, tanpa satu tembakan pun!), dan TIDAK AKAN MASUK NATO OLEH UKRAINA. Beberapa hal tidak pernah berubah!!!,” tulisnya di Truth Social.

Dalam unggahan lain, Trump mengatakan bahwa ini akan menjadi “hari besar di Gedung Putih” karena para pemimpin Eropa dan NATO akan bergabung dengan Zelenskyy untuk bertemu dengan Presiden AS.

“Besok hari besar di Gedung Putih. Belum pernah ada begitu banyak Pemimpin Eropa sekaligus. Kehormatan besar bagi saya untuk menjamu mereka,” ujarnya.

Trump tentang “berita palsu”

Presiden AS mengecam laporan “kekalahan besar” selama pertemuannya dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, di Alaska pekan lalu – setelah dia gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam perang Ukraina. Menyebut “berita palsu”, pemimpin Partai Republik itu mengatakan lokasi pertemuan puncak merupakan “poin perdebatan utama”.

“Berita Palsu telah mengatakan selama 3 hari bahwa saya menderita “kekalahan besar” dengan mengizinkan Presiden Vladimir Putin dari Rusia mengadakan KTT besar di Amerika Serikat. Sebenarnya, dia ingin mengadakan pertemuan di tempat lain, tetapi AS dan Berita Palsu tahu ini. Itu adalah poin perdebatan utama! Jika kita mengadakan KTT di tempat lain, media yang dijalankan dan dikendalikan oleh Demokrat akan mengatakan betapa buruknya hal ITU,” tulisnya di Truth Social.

“Orang-orang ini sakit!” tambah Trump.

Trump juga mengkritik Partai Demokrat, mengklaim mereka “menginginkan kejahatan” di kota-kota “di bawah kendali mereka”.

“Mereka bahkan menginginkan KEJAHATAN DI DC, dan Kota-kota BIRU lainnya di seluruh Negara kita, tapi jangan khawatir, saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Sama seperti Perbatasan Selatan kita yang sekarang aman (NOL imigran ilegal dalam 3 bulan terakhir!), kota-kota kita akan Aman dan Terlindungi, dan DC akan memimpin!” katanya.

Pertemuan Trump-Putin

Trump dan mitranya dari Rusia bertemu di Alaska pada hari Jumat, menunjukkan area-area kesepakatan dan menghidupkan kembali persahabatan tetapi tidak memberikan berita tentang gencatan senjata. Setelah pembicaraan tiga jam dengan para ajudannya berakhir secara tiba-tiba, Trump, yang gemar menyebut dirinya sebagai pembuat kesepakatan ulung, berkata: “Kita belum sampai di sana, tetapi kita telah membuat kemajuan. Tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan.”

Namun, dia menyebut pertemuan itu “sangat produktif”.

Menurut Trump, tanggung jawab kini berada di tangan Zelenskyy untuk melanjutkan KTT Alaska dan mengamankan kesepakatan untuk mengakhiri invasi Rusia yang telah berlangsung selama tiga tahun.

“Sekarang, semuanya bergantung pada Presiden Zelenskyy untuk mewujudkannya. Dan saya juga ingin mengatakan negara-negara Eropa, mereka harus sedikit terlibat, tetapi itu terserah Presiden Zelenskyy,” kata Trump. (yn)