Aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong, Tiongkok semakin kacau, oleh warga digambarkan seperti “tentara Jepang masuk desa.” Asap tebal ada di mana-mana, jalur hijau dibabat habis, rumah kaca petani bunga dipaksa dikosongkan. Bahkan kebun sayur warga disemen mati, apalagi saluran air ditutup dengan kawat besi hingga menyebabkan banjir di kota.
EtIndonesia. Pada 15 Agustus, seorang petani bunga di Guangzhou merekam video, mengatakan bahwa karena alasan pencegahan penyakit, rumah kacanya dipaksa dikosongkan oleh petugas pemerintah.
Di video muncul spanduk peringatan bertuliskan: “Lokasi sedang dikerjakan, kendaraan segera pindah, jika tidak tanggung akibatnya sendiri.”
Seorang netizen yang merekam di lokasi berkata: “Lihatlah saudara-saudara, ini bukan lagi urusan kecil, rumah kaca pun disapu bersih. Lihat, rumah kaca ya, alat berat masuk, langsung diratakan bersih.”
🔥 8月15日,一名广州的花农展现,因为疫情灭蚊被清理的花卉大棚‼️
— 海外爆料 (@zhihui999) August 17, 2025
🔥 8月16日,佛山。社区上门防疫,排查养花养鱼‼️
👉 佛山一名网友展现自己家院子被消杀后的情况:原本的菜地全部被水泥封住‼️ pic.twitter.com/MQcVVx2rjE
“Lihat ini, bunga-bunga masih ada di dalam, pot-pot masih rapi, saudara-saudara yang mengerti pasti tahu maksudnya. Yang tidak mengerti ya apa daya, dua tangan melawan banyak orang…”
Pada 16 Agustus, seorang netizen di Foshan mengunggah foto yang menunjukkan kondisi halaman rumahnya setelah disemprot petugas: “Kebun sayur yang tadinya ada, semuanya sudah disemen mati.”

Netizen lain menyindir: “Disemen begini, otomatis menambah biaya dan tenaga kerja, bisa jadi bahan laporan ke atasan untuk minta penghargaan… bahkan ikut menambah GDP lokal. Nanti kalau wabah sudah lewat, pemilik rumah harus bayar lagi untuk bongkar semen… sekali jalan menciptakan lapangan kerja, mendorong GDP, benar-benar ‘menang besar’.”
Ada juga yang mengkritik pemerintah Tiongkok: “Mulai kambuh lagi. Terlalu sering mengambil langkah ekstrem.”

Yang lain berkeluh kesah: “Kenapa harus begini? Hanya demi usir nyamuk, sampai-sampai mengorbankan mata pencaharian rakyat.”
为了清除蚊子,佛山把花坛用水泥封上了。 pic.twitter.com/sdVnCoafXh
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
佛山灭蚊奇葩場景,到處挖的稀爛。 pic.twitter.com/SZU5oMBdgS
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
佛山滅蚊,清理城市綠化。 pic.twitter.com/EjSO7WwEeN
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
佛山滅蚊剷除小區綠化帶,網友嘲諷:清綠化行動。 pic.twitter.com/yblGWaYLLF
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
虎门也开始灭蚊了。 pic.twitter.com/L7wF7qHPKJ
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
Baru-baru ini, banyak video beredar di internet yang memperlihatkan aksi pemberantasan nyamuk di Guangdong demi mencegah chikungunya, namun penuh adegan absurd. Petugas membersihkan besar-besaran tanaman hijau, pohon-pohon di pinggir jalan dan taman bunga disemen mati, tanaman di kompleks perumahan digunduli habis.
广州灭蚊每天准时准点消杀两次,蚊子死没死不知道,人熏的快晕了… pic.twitter.com/e5FZDSFAzs
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
Seorang warga dalam video berkata: “Lihatlah betapa parahnya pemberantasan nyamuk di Guangdong sekarang. Saya sampai kaget, hampir mengira tentara Jepang masuk desa. Ini bukan membasmi nyamuk, malah manusia yang hampir pingsan karena asap.”
这就是佛山大型灭蚊现场。 pic.twitter.com/jOQbnGqnDZ
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
Video lain memperlihatkan di sebuah kompleks perumahan di Foshan, anak-anak sedang berenang, tapi petugas menyemprot asap di lokasi, membuat banyak anak di kolam renang menutup hidung karena kepanasan dan sesak.
佛山喜提“蚊香痛城”。 pic.twitter.com/v9H2eLv7be
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
廣州全城滅蚊,網友:3年前熟悉的場景又出現了。 pic.twitter.com/c9zcGsaDb3
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
Bahkan pemerintah Foshan menutup saluran air dengan kawat besi, sehingga saat hujan deras, seluruh kota kebanjiran. Banyak warga Foshan mengkritik tindakan ekstrem ini, menyebutnya sebagai bencana buatan manusia.
过去一个月,佛山为了防蚊,道路排水口加装了铁纱网,然而一场暴雨后,不少街道出现积水,引起了热议,有市民好奇:是雨水太猛,还是别的原因? pic.twitter.com/AmDpczSx33
— ying tang (@yingtan04410735) August 17, 2025
Aksi ekstrem ini memicu keluhan dan ejekan warga:
“Operasi bersih-bersih jalur hijau Guangdong.”
“Apakah taman di depan kantor pemerintah juga dibersihkan? Harus lindungi baik-baik milik pejabat.”
“Aduh, seperti deja vu tiga tahun lalu, hasilnya sama juga…”
“Kenapa tidak cukup meneteskan obat anti-nyamuk ke wadah air di bawah pot bunga? Kenapa potnya juga harus dibuang? Sayang sekali bunganya.”
“Kalau nyamuk saja tidak bisa diberantas, apa kalian mau bereskan rakyat juga?”
Sumber : NTDTV.com


