Ketika Pandemi COVID-19 Semakin Intensif di AS, Wabah Chikungunya di Tiongkok Menarik Perhatian

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan bahwa penyebaran virus COVID-19 di seluruh AS terus meningkat, terutama di wilayah Pantai Barat. 

Sementara itu, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, yaitu “Chikungunya” (di Tiongkok disebut “penyakit tubuh bungkuk”), mewabah di Provinsi Guangdong, Tiongkok. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri sendi parah hingga membuat tubuh penderita membungkuk. Tahun ini, jumlah kasus global telah melampaui 240.000, memicu perhatian serius dari CDC.

EtIndonesia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat  pada Jumat (8 Agustus) lalu menyatakan bahwa tingkat keberadaan virus corona aktif di air limbah nasional telah naik dari kategori “rendah” menjadi “sedang”, yang berarti risiko infeksi meningkat. Negara bagian Louisiana dan Hawaii berada pada kategori “sangat tinggi”, sementara 11 negara bagian termasuk California, Nevada, Texas, dan Florida berada pada kategori “tinggi” risiko.

Sejak awal tahun ini, varian NB.1.8.1 di Tiongkok Daratan mendorong kenaikan jumlah kasus COVID-19. Namun, akibat kebijakan penutupan informasi yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok dan kurangnya transparansi data, skala sebenarnya dari wabah saat ini sulit untuk diperkirakan.

Menjelang akhir musim panas, pada awal Agustus, Provinsi Guangdong mengalami wabah penyakit virus “Chikungunya”, secara resmi dilaporkan lebih dari 8.000 kasus, terutama di Kota Foshan. Kasus juga ditemukan di Hong Kong, Makau, dan Provinsi Hunan, menjadikannya wabah terbesar dalam sejarah Tiongkok.

Penyakit “Chikungunya” ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk menularkan virus ini dengan menggigit orang yang terinfeksi, lalu menggigit orang lain.

Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1952 di Tanzania, Afrika. Namanya berarti “membuat tubuh membungkuk”, menggambarkan posisi penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi yang hebat. Gejala umum lainnya meliputi nyeri otot, ruam kulit, kelelahan, demam tinggi, dan pembengkakan sendi. Gejala biasanya muncul 3–7 hari setelah infeksi.

Tingkat kematian “Chikungunya” sangat rendah, dan sebagian besar pasien pulih dalam beberapa minggu. Namun, sekitar 40% pasien mengalami nyeri sendi dan otot yang dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

CDC telah mengeluarkan peringatan kepada para pelancong yang menuju Tiongkok dan negara lain yang mengalami wabah, dengan anjuran memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang, menggunakan obat anti-nyamuk, menginap di tempat ber-AC atau memiliki kelambu/jaring nyamuk, serta bagi yang tinggal lama dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi.

Meskipun Chikungunya belum menyebar luas di AS dan sebagian besar kasus berasal dari infeksi luar negeri, meningkatnya suhu, perpanjangan musim aktivitas nyamuk, serta meningkatnya pergerakan manusia secara global membuat risiko penyebaran virus ini ke lebih banyak wilayah terus meningkat. (Hui/asr)

oleh Liu Jiajia, NTDTV, Amerika Serikat.

Militer Israel Perluas Serangan di Gaza, PM Israel: Bebaskan Semua Sandera

Setelah Israel mengumumkan perluasan serangan di Gaza, perhatian dunia internasional meningkat tajam. Dewan Keamanan PBB menggelar sidang khusus membahas masalah Timur Tengah. Sementara itu, Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengadakan pertemuan pertama sejak pecahnya “Perang 12 Hari Israel–Iran”

EtIndonesia. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada 11 Agustus dalam konferensi pers menyatakan bahwa ia telah memerintahkan militer Israel untuk meningkatkan serangan terhadap Hamas. Langkah demikian dilakukan demi segera mengakhiri perang di Gaza dan membebaskan semua sandera.

“Kami bukan untuk membuat kesepakatan, tetapi untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan semua 20 sandera. Menurut saya, ini adalah satu-satunya cara yang benar-benar efektif. Kami pernah membicarakan dan menunggu kesepakatan parsial, tetapi Hamas terus menyesatkan kami, melepaskan orang sedikit demi sedikit, sambil tetap menahan banyak sandera di tangan mereka,” katanya. 

Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel berupaya maksimal memastikan sebagian besar bantuan tidak jatuh ke tangan Hamas. Israel akan menambah titik distribusi bantuan, jalur aman, serta jumlah pengiriman melalui udara.

Dalam sidang khusus Dewan Keamanan PBB hari itu, negara-negara anggota memperdebatkan langkah Israel memperluas serangan di Gaza. Perwakilan AS di PBB menyatakan dukungan terhadap Israel.

Wakil Duta Besar Sementara AS untuk PBB, Dorothy Shea:  “Patut dicatat bahwa anggota badan ini (DK PBB) tidak hanya gagal menekan Hamas, tetapi justru mendorong dan memberi hadiah atas sikap keras kepala mereka, dengan menyebarkan kebohongan tentang Israel, lembaga kemanusiaan Gaza, dan Amerika Serikat, serta memberikan kemenangan propaganda kepada teroris, sehingga secara aktif memperpanjang perang.”

Wakil Perwakilan Tetap Inggris di PBB, James Kariuki:  “Keputusan ini adalah kesalahan. Kami mendesak pemerintah Israel untuk segera mempertimbangkannya kembali. Perluasan aksi militer tidak membantu mengakhiri konflik ini, dan tidak akan menjamin pembebasan sandera.”

Wakil Duta Besar Israel untuk PBB, Jonathan Miller:  “Pasukan Pertahanan Israel bersiap menguasai Kota Gaza, sambil memastikan bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di luar zona perang, jauh dari kendali Hamas. Ini bukan penaklukan. Israel tidak memiliki rencana atau niat untuk secara permanen menduduki Gaza. Ini adalah upaya membebaskannya dari rezim teroris yang brutal.”

Pada 11 Agustus malam, militer Israel melancarkan serangan udara di Gaza. Jurnalis Al Jazeera, Anas al-Sharif, bersama empat rekannya tewas dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengkonfirmasi kabar ini, dan menuduh Sharif sebagai anggota Hamas, tuduhan yang dibantah oleh Sharif semasa hidupnya.

Selain itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Senin menyatakan bahwa Australia akan bergabung dengan Prancis, Inggris, dan Kanada untuk mengakui negara Palestina pada Sidang Umum PBB bulan September mendatang.

Albanese juga menyatakan bahwa pemerintahan Palestina di masa depan harus memastikan pengecualian Hamas, melakukan demiliterisasi Gaza dan mengadakan pemilu.

Dari pihak Iran, Wakil Direktur Jenderal IAEA dijadwalkan mengunjungi Iran pada Senin. Ini merupakan kunjungan pertama IAEA ke Iran sejak “Perang 12 Hari Israel–Iran” pecah.

 “Besok kami akan mengadakan pembicaraan dengan Badan Energi Atom Internasional mengenai kerangka kerja sama baru, seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya,” ujar Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. 

Menlu Iran menegaskan bahwa sebelum kedua pihak mencapai kesepakatan kerangka kerja, IAEA tidak akan diizinkan memasuki fasilitas nuklir Iran untuk melakukan inspeksi. (Hui/asr)

oleh Zhao Fenghua, NTDTV.

Tiga Ciri Orang yang Layak Kamu Jadikan Sahabat Seumur Hidup

 
EtIndonesia.
Orang yang benar-benar berkelas bukan hanya terlihat dari penampilannya, tapi dari cara dia memperlakukan orang lain—penuh toleransi, rendah hati, dan penuh kebaikan.

Etika bukan hanya soal sopan santun, tapi cerminan dari karakter yang kuat dan hati yang hangat. Etika yang baik adalah ketika kita bisa mempertimbangkan perasaan orang lain dalam setiap sikap dan tindakan. Dan orang yang memiliki etika sejati biasanya punya tiga ciri ini—orang seperti ini layak kamu jaga dan pelihara hubungannya seumur hidup.

1. Toleran dan Berjiwa Besar

Toleransi berarti tidak terlalu mempermasalahkan kesalahan orang lain. Dia bisa memaafkan dengan hati lapang, dan menenangkan dengan kata-kata yang meneduhkan.

Sementara “berjiwa besar” adalah tentang kebijaksanaan dalam bertindak—tenang, jujur, tidak suka main belakang, dan tidak memperdaya orang lain.

Di dunia nyata, orang yang bisa tetap toleran dan berhati baik setelah ditempa kerasnya hidup adalah pribadi yang luar biasa. Dia tidak sempit hati dan tidak hitung-hitungan. Dia tidak sibuk mencurigai, menghakimi, atau memanfaatkan orang lain.

Orang seperti ini akan tetap bersikap hangat meski hidup kadang dingin. Di tengah relasi yang penuh kepentingan, mereka memilih untuk tetap tulus dan bermartabat.

Sikap toleran dan bijaksana bukan hanya mencerminkan karakter, tapi juga fondasi dari hubungan manusia yang sehat. Kalau kamu mau orang lain mendekat, dukung, dan menghargaimu—maka beri mereka ruang dan pengertian. Seperti itulah yang dilakukan orang berhati mulia.

2. Rendah Hati dan Tidak Menonjolkan diri

Seseorang yang benar-benar punya kelas tidak perlu selalu tampil mencolok. Mereka membantu orang lain dengan diam-diam, tanpa mengharapkan pujian. Mereka punya kemampuan, tapi tak pernah menyombongkannya.

Orang yang terus-menerus memamerkan kehebatannya, cepat atau lambat akan membuat orang menjauh. Sebaliknya, orang yang tenang, tidak banyak bicara soal prestasi, justru akan mendapatkan rasa hormat yang tulus.

Mereka juga tahu kapan harus diam dan memberi ruang bagi orang lain. Saat orang lain berada dalam situasi sulit atau memalukan, mereka memilih untuk mengalihkan perhatian dengan elegan, bukan mempermalukan.

Itulah bentuk kebaikan yang tidak tampak, tapi sangat terasa—kebaikan yang tidak perlu diumbar, karena ia lahir dari hati yang benar-benar peduli.

Kerendahan hati bukan kelemahan, tapi kekuatan sejati yang membuat orang merasa nyaman berada di dekatmu.

3. Memperlakukan Semua Orang dengan Baik, Tanpa Memandang Siapa

Ciri orang yang benar-benar beretika juga bisa dilihat dari satu hal penting: dia memperlakukan semua orang dengan kebaikan yang sama, tanpa memandang jabatan, status, atau latar belakang.

Dia tidak bersikap manis hanya pada orang yang “bermanfaat,” dan tidak merendahkan yang tak punya kekuasaan. Justru dia memberi perhatian dan kehangatan pada setiap orang yang dia temui, karena dia menghargai manusia sebagai manusia.

Bersikap baik kepada semua orang bukanlah sebuah pencitraan, melainkan cara hidup. Saat kita mampu mengerti kesulitan orang lain, menjaga perasaan mereka, dan melihat sisi baik dari diri mereka—maka kita sedang menanam benih kebaikan yang akan tumbuh menjadi cinta dan rasa saling percaya.

Dan tak jarang, kebaikan semacam ini kembali kepada kita—dalam bentuk dukungan, kepercayaan, dan cinta yang tulus.

Penutup

Etika bukanlah sesuatu yang dikenakan seperti jas atau dasi, tapi sesuatu yang hidup di dalam diri. Dia tidak perlu ditunjukkan dengan suara keras, cukup dengan kelembutan hati dan kehangatan sikap.

Semoga kita bisa menjadi pribadi yang tetap tenang di tengah kebisingan dunia. Tetap menjaga hati di tengah kerasnya kenyataan. Bersikap ramah, berpikir lapang, dan menjalin hubungan dengan kelembutan.

Karena orang-orang yang punya tiga sifat ini—toleran, rendah hati, dan memperlakukan semua orang dengan setara—bukan hanya layak dijadikan sahabat, tapi layak disyukuri kehadirannya seumur hidup.(jhn/yn)

Putin Terjepit! Sekutu Membelot, Kilang Terbakar, dan Ancaman Perang Merembet ke Moldova

EtIndonesia. Dunia internasional tengah menyoroti gejolak baru di lingkaran dalam kekuasaan Kremlin. Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Rusia, Dmitry Kozak, secara terbuka menyerukan penghentian segera perang Rusia–Ukraina dan dimulainya perundingan damai. Kozak menegaskan, konflik ini sejak awal adalah sebuah kesalahan strategis.

Kozak, yang diketahui pernah berusaha membujuk Presiden Vladimir Putin untuk tidak melancarkan invasi pada 2022, juga mendorong reformasi internal Rusia, termasuk:

  • Penguatan kontrol sipil atas aparat keamanan,
  • Pembentukan sistem peradilan independen,
  • Peningkatan transparansi pemerintahan.

Meski sebagian besar usulannya belum membuahkan hasil, posisinya sebagai sekutu lama Putin membuat pernyataan ini memiliki bobot politik yang besar. Namun, laporan dari dalam Rusia menyebutkan perbedaan pandangan mengenai perang telah membuat Kozak semakin tersisih dari lingkaran pengaruh inti Kremlin.

Kremlin belum mengeluarkan tanggapan resmi. Di pihak Barat, sinyal ini dibaca sebagai indikasi adanya potensi pergeseran kekuasaan dan peluang untuk mengakhiri perang lebih cepat.

Menjelang KTT Trump–Putin di Alaska: Antara Harapan dan Keraguan

Presiden Rusia, Vladimir Putin dijadwalkan bertemu Presiden AS, Donald Trump pada 15 Agustus 2025 di Alaska. Pertemuan ini disebut krusial, namun Eropa dan Ukraina menegaskan tidak ada kesepakatan damai yang sah tanpa keterlibatan Kyiv.

Sekjen NATO, Mark Rutte menegaskan, dukungan militer terhadap Ukraina akan terus berlanjut.  Sementara itu, Trump sebelumnya mengancam akan menjatuhkan sanksi paling keras terhadap Rusia dalam “batas waktu 12 hari terakhir,” namun yang terjadi adalah undangan resmi ke KTT.

Rusia tetap bersikeras bahwa syarat gencatan senjata harus mencakup:

  • Pengakuan atas pendudukannya di empat wilayah Ukraina timur dan Krimea,
  • Penarikan pasukan Ukraina dari Donbas.

Pusat Studi Strategis dan Internasional (ISW) memperingatkan, jika Ukraina mundur, Rusia kemungkinan akan menjadikan Kharkiv sebagai target berikutnya.

Kematian Miliarder dan Keberhasilan Ukraina di Medan Tempur

Di tengah ketegangan politik, Moskwa diguncang kabar kematian mendadak Mikhail Kolin, pendiri perusahaan konstruksi besar Samerlot, yang disebut-sebut sahabat lama mantan Menteri Pertahanan Sergey Shoigu. Shoigu membantah hubungan itu, namun spekulasi publik kian berkembang.

Sementara di medan tempur, Ukraina mencatat keberhasilan signifikan:

  • Bakhmut–Pokrovsk – 150 pasukan elit GRU Rusia menyusup sejauh 8 km selama dua minggu, namun akhirnya dikepung dan dihancurkan oleh kombinasi serangan udara Su-27, drone bersenjata, artileri, dan bom pintar GBU-62. Sebanyak 120 tewas, sisanya dilumpuhkan di desa Shanye.
  • Zaporozhye – Markas Rusia di wilayah pendudukan hancur akibat serangan bom GBU-62.
  • Kherson – Serangan udara JDAM-12 menghantam pos komando batalion Rusia, menewaskan 25 personel dan melukai 11 lainnya, termasuk pejabat inti.
  • Perbatasan Kursk–Sumy – Ukraina merebut kembali desa strategis Bezzalevka, hanya dengan lima korban luka, memukul mundur 44 tentara Rusia.

Selain itu, pasukan Ukraina berhasil menyita mortir langka buatan Korea Utara M1982 kaliber 140 mm dari tangan Rusia, menguatkan bukti adanya suplai senjata Pyongyang ke Moskwa.

Serangan Jarak Jauh: Infrastruktur Energi Rusia Jadi Sasaran

Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh terhadap jantung industri Rusia:

  • Pabrik Arzamas, Nizhny Novgorod – Produsen suku cadang jet tempur Su-30, MiG-29, dan sistem S-400 hancur oleh serangan drone.
  • Pangkalan Udara Millerovo, Rostov – Fasilitas bahan bakar mengalami kerusakan berat.
  • Saratov Refinery – Kilang berkapasitas 7,2 juta ton/tahun terbakar, menurunkan kapasitas nasional sebesar 2%.
  • Yaroslavl Refinery – Kilang terbesar Rosneft rusak parah, kapasitas turun separuh selama sebulan.
  • Ukhta, Republik Komi – Kilang minyak 1.800 km dari Ukraina terbakar akibat serangan udara, menjadi salah satu serangan terjauh.

Dampaknya, Rusia meningkatkan ekspor minyak mentah lewat pelabuhan barat dari 1,77 juta menjadi 2 juta barel/hari untuk mencegah penumpukan stok.

Dana Beku Rusia untuk Ukraina

Uni Eropa mengumumkan penyaluran €1,6 miliar dari bunga aset bank sentral Rusia yang dibekukan. Sebanyak 95% dana akan digunakan untuk membayar pinjaman Ukraina melalui mekanisme ULCM, sisanya sebagai dana cadangan.

Sejak invasi 2022, negara-negara G7 telah membekukan sekitar USD 300 miliar aset Rusia, dengan potensi total bantuan untuk Ukraina mencapai USD 50 miliar.

Kontroversi Rencana “Pertukaran Wilayah”

Menjelang KTT Alaska, Trump memunculkan ide “pertukaran wilayah” untuk mengakhiri perang. Namun, dalam pertemuan darurat di London, tujuh negara Eropa dan Ukraina menolaknya mentah-mentah, menegaskan bahwa “kesepakatan damai tanpa Ukraina adalah kesepakatan mati.”

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengingatkan komitmen Memorandum Budapest 1994, di mana Ukraina menyerahkan senjata nuklirnya dengan jaminan integritas wilayah dari Rusia – komitmen yang dilanggar Moskwa sejak pencaplokan Krimea pada 2014.

Wanita di Medan Perang: Dari Operator Drone hingga Calon Menteri

Sekitar 10% pasukan Ukraina adalah perempuan, banyak di antaranya bertugas di unit teknis seperti operator drone.

Salah satu figur menonjol adalah Olha Bihal, doktor hukum yang menjadi komandan artileri. Dijuluki “Penyihir” oleh pasukannya, dia bercita-cita menjadi Menteri Pertahanan perempuan pertama Ukraina.

Kisah cinta dua prajurit, Bohdan dan Bohdana, yang bertunangan di pusat pelatihan militer, menjadi simbol harapan di tengah kengerian perang.

Front Baru: Moldova dan Kaukasus

Pada 11 Agustus 2025, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoigu memperingatkan Moldova akan “kehilangan kedaulatan” jika bergabung dengan NATO, bahkan mengancam penggunaan kekuatan militer.

Rusia juga memperkuat pasukannya di Transnistria dengan ambisi menghubungkan wilayah itu ke Odesa dan Moldova.

Di Kaukasus, Azerbaijan menunjukkan sikap tegas terhadap Moskwa. Presiden Ilham Aliyev mengumumkan bantuan kemanusiaan baru untuk Ukraina dan mempertimbangkan pencabutan larangan ekspor senjata setelah fasilitas energi yang terkait Azerbaijan di Ukraina diserang Rusia – langkah yang dinilai sebagai pukulan langsung terhadap pengaruh Putin di kawasan.

Skandal Perselingkuhan Perawat dan Wakil Direktur Rumah Sakit: Obrolan Mesra Bocor, Karier & Cinta Hancur Seketika

EtIndonesia. Di zaman sekarang yang serba materialistis ini, banyak orang ingin hidup lebih nyaman dan glamor. Tapi, ketika keinginan itu sudah membutakan hati, orang bisa tersesat dan akhirnya menghancurkan diri sendiri.

Kisah hari ini adalah tentang seorang perawat muda bernama Mengdie (nama samaran). Demi mengejar gaya hidup mewah, dia nekat mengkhianati suaminya dan menjalin hubungan gelap dengan wakil direktur rumah sakit tempat dia bekerja, Zhao Gang. Apa hasilnya? Nama baik hancur, rumah tangga rusak, dan tak mendapatkan apa-apa. Benar-benar contoh nyata: “perbuatan sendiri, tanggung akibat sendiri!”

Awal Mula yang Manis

Mengdie dulunya dikenal sebagai perawat muda yang punya semangat hidup dan cita-cita besar. Dalam hal cinta, dia tidak neko-neko—asal pasangannya ganteng, rajin bekerja, dan baik hati, itu sudah cukup.

Dari sekian banyak pria yang mendekatinya, dia memilih seorang pria jujur dan sederhana bernama Chen Ming. Keluarga Chen Ming memang biasa saja, tapi cintanya tulus dan sepenuh hati pada Mengdie.

Setelah menikah, mereka hidup sederhana tapi penuh kehangatan dan kasih sayang.

Mimpi Mewah Mulai Meracuni

Namun, seiring waktu, Mengdie mulai merasa hidup mereka terlalu “biasa-biasa saja.” Melihat teman-temannya tinggal di apartemen elite dan mengendarai mobil mewah, dia pun mulai merasa iri. dIa mendambakan hidup yang gemerlap, penuh kemewahan.

Lalu, benih ketidakpuasan mulai tumbuh. Mengdie mulai sering mengkritik Chen Ming. Dia menganggap suaminya tidak punya ambisi, tidak mampu memberi hidup yang serba ada.

Chen Ming tetap sabar dan berusaha meyakinkan bahwa semua akan membaik. Tapi Mengdie sudah terlanjur terobsesi dengan kehidupan mewah yang belum tentu nyata.

Perkenalan dengan “Petaka”

Suatu hari, saat menghadiri acara kumpul-kumpul dengan rekan kerja, Mengdie bertemu dengan wakil direktur rumah sakit, Zhao Gang. Pria ini langsung tertarik pada Mengdie. Dia mulai mendekatinya dengan cara yang “wah”—membawanya ke tempat-tempat mahal, memberi hadiah-hadiah bernilai tinggi, memanjakannya dengan segala bentuk kemewahan.

Mengdie yang sudah haus akan gaya hidup glamor, akhirnya tergoda. Hubungan gelap pun dimulai.

Api Skandal yang Tak Bisa Ditutupi

Namun, sebagaimana pepatah berkata: “Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga.”

Begitu pula hubungan Mengdie dan Zhao Gang.

Chen Ming mulai curiga. Apalagi setelah beberapa kali melihat Mengdie dijemput oleh pria asing dengan mobil mewah. Saat ditanya, Mengdie hanya memberi alasan sekenanya—dan anehnya, Chen Ming masih percaya dan memilih untuk tidak ikut campur.

Sayangnya, kepercayaan Chen Ming justru membuat Mengdie semakin berani. Hubungannya dengan Zhao Gang makin intens.

Ketika Segalanya Terbongkar

Namun segalanya hancur ketika istri Zhao Gang mencium aroma perselingkuhan itu. Dia langsung datang ke rumah sakit dan mengamuk habis-habisan, membuat seluruh staf tahu tentang hubungan gelap itu. Semua obrolan mesra Mengdie dengan Zhao Gang di aplikasi pesan juga bocor ke publik—isinya sangat vulgar, membuat banyak orang muak dan tercengang.

Mengdie sempat berpikir, mungkin Zhao Gang akan menceraikan istrinya dan menikahinya. Tapi apa yang terjadi?

Zhao Gang malah pura-pura tidak kenal. Demi menyelamatkan reputasi dan jabatannya, dia langsung berdiri di pihak istrinya dan meninggalkan Mengdie begitu saja. Dia bungkam total, seolah-olah Mengdie tak pernah ada.

Penyesalan Datang Terlambat

Akhirnya, Mengdie kehilangan segalanya. Karier hancur, hubungan asmara musnah, reputasi tercoreng. Semua kenalan yang dulu memuji dan menghadiahinya, kini menjauh—takut terseret masalah.

Barulah saat itu Mengdie sadar, bahwa dia telah membuang suami baik dan masa depan demi mimpi palsu yang bahkan tak pernah nyata. Dia menyadari, bagi Zhao Gang, dirinya hanyalah mainan sementara. Dan untuk mimpi palsu itu, dia membayar terlalu mahal.

Kini, dia bukan hanya kehilangan pekerjaan dan cinta, tapi juga kehilangan rasa percaya diri dan harga diri. Dalam diam, dia meratapi keputusan bodohnya dan bertanya-tanya di mana kesalahannya dimulai.

Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Chen Ming yang dulu begitu menyayanginya, kini entah ada di mana. Dan Mengdie hanya bisa menelan pahitnya penyesalan dan rasa malu yang mendalam.

Pesan Moral dari Kisah Ini

Cerita ini mengajarkan kita satu hal penting: tak salah mengejar hidup yang lebih baik, tapi kita harus tahu batas diri. Jangan serakah, jangan tergoda pada hal yang bukan milik kita.

Jangan sampai karena ambisi sesaat dan rasa iri terhadap orang lain, kita malah kehilangan kebahagiaan sejati yang sudah kita miliki. Hargai orang yang tulus mencintaimu. Jangan tukar kesetiaan dengan kemewahan semu.

Jadikan kisah Mengdie ini sebagai peringatan: jangan sampai keserakahan dan keinginan pamer menyesatkan langkah kita. Karena ketika segalanya sudah hancur, yang tersisa hanyalah penyesalan.(jhn/yn)

Banyak Kota di Tiongkok Habiskan Miliaran untuk Membangun Kota Kuno, Berakhir Jadi “Kota Hantu”

EtIndonesia. Beberapa tahun terakhir, industri pariwisata budaya di Tiongkok sedang marak membangun kota atau desa kuno. Banyak daerah menginvestasikan puluhan miliar hingga ratusan miliar yuan untuk membangun kota kuno, tetapi karena minimnya wisatawan, tempat-tempat tersebut terbengkalai dan berubah menjadi “kota hantu”.

Kota Kuno “Longtan Water Town” Sepi Pengunjung

Pada 11 Agustus, seorang blogger mengunjungi kota kuno “Longtan Water Town” di Chengdu, Sichuan. Kota kuno ini dibangun meniru pemandangan dalam lukisan terkenal “Qingming Shanghe Tu”, terletak di pusat Kota Chengdu, dengan luas 220 mu (14,67 hektar) dan investasi lebih dari 2 miliar yuan (sekitar Rp 4,5 triliun).

Pembangunan “Longtan Water Town” memakan waktu 4 tahun, mengusung arsitektur bergaya taman Suzhou yang dipadukan dengan desain rumah tradisional Sichuan Barat. Di dalamnya terdapat jembatan kecil dan aliran sungai, suasananya kental dengan nuansa klasik, luasnya setara dengan Kota Kuno Zhouzhuang, dan dibuka pada 26 April 2013.

Namun, hanya tiga tahun setelah dibuka, kota kuno ini menjadi sepi pengunjung. Jalanan sunyi, toko-toko terkunci rapat, anak tangga batu dipenuhi lumut, pagar berkarat.

Blogger yang berkeliling di sana berkomentar: “Sangat sepi, di mana-mana sepi dan lesu. Sekarang rumah-rumah ini hampir semuanya kosong, seperti kota kosong. Kalau malam, suasananya seperti kota hantu. Saya yakin malam hari kebanyakan orang tidak berani masuk. Sendirian berjalan di kota kuno ini sungguh menakutkan.”

Banyak Kota Kuno di Tiongkok Jadi “Kota Hantu”

Selain Longtan Water Town, ada banyak kota kuno lain di Tiongkok yang menghabiskan dana besar namun bernasib sama, seperti Kota Kuno Taohuayuan di Changde, Kota Kuno Dayong di Zhangjiajie, dan Kota Kuno Tongguanyao di Changsha.

Video menunjukkan bahwa Taohuayuan disebut sebagai kota kuno terbesar sekaligus yang paling terbengkalai. Lokasinya adalah tempat yang digambarkan dalam karya sastra klasik Dinasti Jin Timur oleh Tao Yuanming. Proyek ini menelan investasi 5 miliar yuan, luas lebih dari 1.600 mu dan selesai pada 2016.

Pengembang awalnya ingin menjadikan kota kuno ini sebagai kawasan terpadu yang mencakup perumahan, jalan komersial, hotel besar, dan restoran. Namun, kurang dari setahun setelah dibuka, kota ini nyaris bangkrut. Banyak pedagang yang sudah beroperasi terpaksa tutup, merugi besar.

Banyak pemilik rumah menghabiskan jutaan yuan untuk membeli properti di sini, tetapi belum sempat ditempati, kawasan ini sudah menjadi kota kosong. Sehari-hari nyaris tidak terlihat orang, suasananya sunyi hingga terasa menyeramkan. Banyak yang ingin menjual rumahnya, tetapi tidak ada pembeli, sehingga rumah-rumah itu terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar.

Jenis rumah bergaya siheyuan (rumah halaman empat) di kota ini ada lebih dari 700 unit, dengan nilai total 1,5 miliar yuan. Rumah-rumah itu bahkan dilelang dengan harga diskon di platform Alibaba, namun tetap tidak ada peminat.

Di Zhangjiajie, Provinsi Hunan, dibangun Kota Kuno Dayong dengan investasi 2,5 miliar yuan dan luas 325 mu. Sejak uji coba operasional pada 2021, dalam 4 tahun total kerugiannya melebihi 1 miliar yuan. Hingga akhir 2024, total utangnya mencapai 1,697 miliar yuan, dengan nilai aset bersih negatif 302 juta yuan. 

Kini Kota Kuno Dayong sepi pengunjung, dan proyek yang dulunya digadang-gadang menjadi ikon pariwisata Zhangjiajie ini berubah menjadi “kawasan kosong” yang menghabiskan dana besar.

Di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, Kota Kuno Tongguanyao diklaim menelan investasi 10 miliar yuan. Tiket masuk awalnya dijual 200 yuan, namun banyak pengunjung mengeluh harga tiket dan biaya di dalam kawasan terlalu mahal. Kini, selain area pusat wisata, sebagian besar jalan di kota kuno ini sepi tanpa pengunjung, banyak toko tutup, dan netizen menjulukinya “kota hantu”.

Fenomena ini mencerminkan kegagalan banyak proyek pariwisata budaya di Tiongkok. Sejak tahun 2000-an, berbagai daerah berlomba membangun kawasan wisata budaya, kota kecil, dan jalan tematik, serta memasukkannya ke dalam target GDP dan proyek investasi. 

Namun demikian, kota-kota kuno palsu dan jalan bergaya kuno buatan kerap seragam, memunculkan kritik “seribu kota satu wajah” dan “pemalsuan budaya”. Akibatnya, banyak kota kuno berakhir sepi pengunjung dan menjadi “kota hantu”. (Hui/asr)

oleh Luo Tingting – Wen Hui – NTDTV.com

Urine Ditemukan dalam Minuman di Beberapa Supermarket Hong Kong;  Bocah 9 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Setelah Meminumnya

Baru-baru ini, di beberapa supermarket di Hong Kong, ditemukan minuman kemasan botol yang mengandung urin. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun mengalami ketidaknyamanan setelah meminumnya dan harus dirawat di rumah sakit. Polisi Hong Kong mengungkapkan bahwa seorang pria berusia 63 tahun diduga menyuntikkan urin ke dalam minuman botolan di beberapa supermarket. Pelaku telah ditangkap.

EtIndonesia. Pada 11 Agustus, polisi Hong Kong mengumumkan dalam konferensi pers bahwa mereka telah menangkap seorang pria bermarga Luo (63 tahun) dengan tuduhan “dengan sengaja merugikan orang dengan menggunakan racun atau zat berbahaya lainnya”. Luo diduga menyuntikkan urin ke dalam minuman botolan merek Coca-Cola dan 7Up di beberapa supermarket yang berlokasi di Sham Shui Po, Mong Kok, dan Wan Chai.

Pada 18 Juli, seorang anak laki-laki 9 tahun membeli sebotol minuman bersoda di sebuah supermarket di West Kowloon. Setelah meminumnya, ia merasakan bau urin yang kuat. Anak tersebut segera mengalami ketidaknyamanan fisik dan dibawa ke rumah sakit. Ia kini telah dipulangkan.

Ibu sang anak mengajukan keluhan ke Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan Hong Kong. Pihak produsen melakukan penyelidikan dan menemukan 9 botol minuman bersoda yang bermasalah di 6 supermarket besar yang tersebar di Sham Shui Po, Mong Kok, dan Wan Chai, lalu melapor ke polisi.

Berdasarkan rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi Luo sebagai tersangka dan menangkapnya pada 9 Agustus di sebuah apartemen di Sham Shui Po.

Polisi mengatakan bahwa Luo tidak memiliki pekerjaan. Bahkan, di rumahnya ditemukan pakaian, sepatu, dan tas ransel yang digunakan saat melakukan kejahatan. Luo mengaku melakukan aksi ini sebagai balas dendam karena pernah diperlakukan tidak sopan di supermarket. Ia telah melakukan perbuatannya selama kurang lebih 10 bulan.

Luo akan didakwa dengan tuduhan “dengan sengaja merugikan orang menggunakan racun atau zat berbahaya lainnya” dan akan disidangkan pada 12 Agustus di Pengadilan Kowloon City.

Polisi Hong Kong telah memeriksa 7 botol minuman yang bermasalah. Hasil uji awal menunjukkan adanya kemungkinan kandungan urin, tetapi tidak ditemukan zat beracun lainnya.

Menanggapi insiden pencemaran minuman ini, juru bicara supermarket Wellcome dan ParknShop mengatakan bahwa mereka sangat memperhatikan masalah ini dan telah menghentikan penjualan minuman botolan yang terkait. (Hui/asr)

Luo Tingting/Fan Ming – NTDTV.com

Kapal Perang Tiongkok  “Terpenggal” — Filipina Gelar Upacara Penghargaan

Pada 11 Agustus 2025, kapal penjaga pantai Tiongkok (PKT) menabrak kapal perangnya sendiri saat mengejar kapal penjaga pantai Filipina, menyebabkan bagian depan kapal PKT seperti “terpenggal”. Sementara itu, kapal Filipina tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Pada 12 Agustus, militer Filipina menggelar upacara penghargaan untuk kapal yang terlibat, BRP Suluan.

EtIndonesia. Pada 12 Agustus, Penjaga Pantai Filipina (PCG) memposting foto di media sosial yang menunjukkan Komandan PCG, Laksamana Ronnie Gil L. Gavan, memimpin upacara penghargaan untuk kapal BRP Suluan (MRRV-4406) di Dermaga 15, kawasan pelabuhan Manila.

BRP Suluan adalah “saksi mata” dalam insiden tabrakan kapal PKT tersebut. Sehari sebelumnya (11 Agustus), kapal penjaga pantai Tiongkok 3104 di perairan Pulau Scarborough, Laut Tiongkok Selatan, mengejar BRP Suluan, lalu bertabrakan dengan kapal perusak rudal tipe 052D milik Angkatan Laut PKT, Guilin (nomor lambung 164). Tabrakan itu membuat haluan kapal 3104 rusak parah hingga tampak seperti “terpenggal”.

Pihak luar memperkirakan kemungkinan ada korban di kapal penjaga pantai 3104 PKT, namun hingga kini otoritas PKT belum mengumumkan adanya korban.

Setelah insiden tabrakan, pihak penjaga pantai PKT mengeluarkan pernyataan yang menyebut “operasi di lokasi dilakukan secara profesional, sesuai aturan, dan sah secara hukum”. Namun, pernyataan itu tidak menyinggung insiden tabrakan tersebut.

Penjaga Pantai Filipina pada hari yang sama merilis rekaman video insiden tersebut. Dalam video terlihat kapal 3104 PKT menyemprotkan meriam air sambil mengejar BRP Suluan dari belakang dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang sama, kapal perang PKT Guilin juga melaju cepat menuju lokasi.

Melihat situasi itu, BRP Suluan dengan cepat berbelok ke kanan, memotong haluan kapal perang Guilin. Kapal 3104 PKT tidak sempat menghindar dan langsung menabrak kapal Guilin, terdengar suara benturan keras di lokasi.

Dalam rekaman video terlihat, setelah tabrakan, bagian depan kapal 3104 PKT seperti terpotong, dengan kerusakan parah hingga mendekati posisi meriam kapal. Kapal perang Guilin PKT juga mengalami beberapa penyok dan goresan di sisi kiri depan.

Juru bicara PCG, Jay Tarriela, dalam pernyataannya mengatakan bahwa tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan berat pada haluan kapal penjaga pantai PKT 3104 sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Ketika Kapal Penjaga Pantai Tiongkok Menabrak Kapal Perangnya sendiri Saat Mengejar Kapal Filipina

Pada Senin (11 Agustus) pagi, sebuah kapal Penjaga Pantai Partai Komunis Tiongkok (PKT) di dekat Pulau Karang Scarborough, Laut Tiongkok Selatan, saat mengejar kapal Penjaga Pantai Filipina, justru bertabrakan dengan kapal perang Angkatan Laut PKT sendiri. Insiden ini menyebabkan kapal perang tersebut rusak parah dan hampir kehilangan kemampuan berlayar.

EtIndonesia. Dengan dentuman keras, ombak besar membumbung di permukaan laut. Momen ketika kapal Penjaga Pantai PKT menabrak kapal perang sendiri terjadi pada Senin pagi di dekat Pulau Karang Scarborough.

Video yang dirilis Penjaga Pantai Filipina menunjukkan, kapal Penjaga Pantai PKT awalnya terus mengejar kapal Filipina dan menyerangnya dengan meriam air bertekanan tinggi, namun gagal menghentikannya.

Tak lama kemudian, kapal Penjaga Pantai PKT itu tiba-tiba berbalik arah dan langsung menabrak kapal perang PKT bernomor lambung 164.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, membenarkan bahwa kapal perang yang ditabrak itu mengalami kerusakan serius dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Ia mengatakan, saat itu kapal Filipina sedang mengirim pasokan untuk nelayan setempat ketika diserang oleh pihak PKT. Setelah kedua kapal PKT bertabrakan, Penjaga Pantai Filipina segera memberikan bantuan penyelamatan.

Penjaga Pantai Filipina mendesak pemerintah PKT mematuhi Peraturan Keselamatan Maritim dan menangani insiden semacam ini secara profesional.

Kementerian Pertahanan Filipina dalam pernyataannya menegaskan bahwa menghadapi tindakan brutal dan bodoh PKT di Laut Filipina Barat, pihaknya berdiri teguh mendukung Penjaga Pantai Filipina.

Selanjutnya, pihak Penjaga Pantai PKT mengakui telah “mengusir” armada kapal Filipina dan menuduh Filipina “secara ilegal memasuki perairan Tiongkok”, namun sama sekali tidak menyinggung perihal tabrakan antar kapal Tiongkok itu.

Pulau Karang Scarborough terletak di lokasi strategis Laut Tiongkok Selatan dan sejak 2012 dikuasai secara de facto oleh Tiongkok. Selain Tiongkok dan Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga mengklaim memiliki sebagian hak atas wilayah tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, bentrokan antara PKT dan Filipina di Laut Tiongkok Selatan kerap terjadi, termasuk beberapa konfrontasi berbahaya. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Senin kembali menegaskan bahwa sebagai sekutu lama Amerika Serikat, Filipina akan terus mempertahankan wilayah dan hak kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan dan “tidak akan mundur hanya karena adanya suara penentangan.” (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Pakar Masalah Tiongkok : Untuk Membendung Ambisi PKT, Kerja Sama AS dan Sekutu Sangat Penting

EtIndonesia. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru-baru ini membuka kantor independen di Wellington, ibu kota Selandia Baru, untuk menghadapi ambisi ekspansi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan Indo-Pasifik.

 Stasiun NTD mewawancarai pakar masalah Tiongkok sekaligus direktur perusahaan konsultan internasional, Casey Fleming tentang pandangannya.

Reporter NTD Ma Dong: “Casey Fleming, selamat datang. FBI baru-baru ini membuka kantor baru di Selandia Baru untuk menghadapi ancaman keamanan yang meningkat, termasuk campur tangan asing dan kegiatan mata-mata PKT. Apa arti penting lokasi ini bagi FBI? Mengapa?”

Casey Fleming, Pakar Masalah Tiongkok dan Penasihat Keamanan Nasional:  “Kantor ini sangat penting. PKT telah lama melakukan infiltrasi, subversi, dan aksi mata-mata, tidak hanya menargetkan Selandia Baru, tetapi juga Australia dan kawasan Pasifik Selatan. Kita semua tahu, PKT mengklaim kedaulatan atas Laut Tiongkok Selatan, dan berencana melalui ekspansi untuk lebih jauh menyusup ke seluruh Pasifik Selatan dan kawasan Pasifik secara umum. Karena itu, membangun kemitraan semacam ini sangatlah penting.”

Reporter NTD:  “Kerja sama antara AS dan sekutunya, apa manfaatnya bagi negara-negara terkait? Apa arti penting operasi bersama antara AS, Australia, dan Selandia Baru untuk melawan PKT?”

Casey Fleming:  “Kerja sama ini dapat meningkatkan tingkat berbagi intelijen, memungkinkan negara-negara yang terlibat bekerja sama di tingkat yang lebih tinggi, bersama-sama menghadapi infiltrasi dan subversi PKT terhadap Selandia Baru, Australia, negara-negara lain di Pasifik Selatan, dan juga Amerika Serikat. Ini sangat penting dan merupakan isu yang amat krusial.”

Reporter NTD:  “Lalu, apa tujuan utama PKT di kawasan Indo-Pasifik?”

Casey Fleming:  “Tujuan utama PKT adalah menggulingkan pemerintahan yang ada di negara-negara Indo-Pasifik, khususnya pemerintahan demokratis dan negara-negara bebas. Mereka berupaya mengganti nilai-nilai negara-negara tersebut dengan komunisme melalui perang psikologis, perang kognitif, dan bahkan perang narkoba.” 

“Hal ini sedang terjadi sekarang, dan kita harus lebih proaktif menghadapinya. Kita melihat PKT bersekutu dengan Rusia, Iran, Pakistan, dan Korea Utara. Sekutu-sekutu kita juga harus memperkuat hubungan satu sama lain untuk bersama-sama menghadapi poros radikal ini. Tujuan mereka adalah menggulingkan tatanan dunia yang ada dan menggantinya dengan komunisme.”

Reporter NTD:  “PKT memiliki tujuan jelas terhadap AS, lalu apa strategi spesifiknya di Indo-Pasifik? Apakah mereka ingin menguasai seluruh dunia?”

Casey Fleming:  “Jawaban saya: PKT ingin menguasai dunia, dengan menaklukkan satu negara demi satu negara, menguasai negara-negara bebas satu per satu, dan mengendalikan rakyat Barat secara bertahap. Rencana mereka adalah menguasai dunia sepenuhnya. Titik masuk yang relatif mudah adalah negara-negara kecil dan dekat seperti Australia dan Selandia Baru.” 

“Bagi PKT, memulai dari wilayah yang lebih kecil memberikan keuntungan strategis. Namun, infiltrasi PKT di kawasan lain seperti Eropa, AS, Kanada, bahkan Meksiko, sebenarnya lebih serius. Karena itu, seluruh dunia harus lebih waspada dibanding sebelumnya.”

Reporter NTD:  “Terima kasih banyak.”

Casey Fleming:

 “Terima kasih.”

(Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Bagaimana Lima Unsur Mengungkap Tanda-Tanda Awal Penyakit

Seorang praktisi Pengobatan Tradisional Tionghoa (PTT) yang terampil dapat mendeteksi potensi ketidakseimbangan tubuh lebih awal dan menerapkan pengobatan pencegahan sebelum penyakit muncul.

Naiwen Hu 

Pada suatu kunjungan ke Adipati Huan dari Qi, Bian Que—seorang tabib terkenal Tiongkok yang hidup pada zaman Negara-Negara Berperang (sekitar tahun 407 hingga 310 SM)—memeriksanya dan memperingatkan, “Anda memiliki penyakit di kulit Anda.” Sang adipati mengabaikan peringatan itu sambil mencibir, “Saya tidak sakit—penipu ini hanya menginginkan uang saya.”

Lima hari kemudian, Bian Que kembali dan berkata, “Penyakit ini telah masuk ke pembuluh darah Anda. Jika tidak diobati, akibatnya akan serius.” Sang adipati yang kesal mengabaikannya lagi.

Lima hari berikutnya berlalu. Bian Que memperingatkan, “Penyakit ini kini telah mencapai usus Anda. Keadaannya kritis.” Namun sang adipati tetap tidak memedulikan peringatannya.

Lima hari kemudian, saat bertemu lagi dengan sang adipati, Bian Que berbalik dan pergi begitu saja. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab, “Penyakit ini telah masuk ke sumsum tulang—tidak dapat disembuhkan.”

Lima hari setelah itu, Adipati Huan jatuh sakit parah. Saat itu, Bian Que sudah meninggalkan negara Qi. Tidak lama kemudian sang adipati meninggal dunia.

Seperti yang dicatat dalam Catatan Sejarawan Agung, Bian Que memiliki kemampuan luar biasa untuk melihat menembus tubuh, mendeteksi masalah pada organ sebelum gejala muncul.

Walaupun praktisi setelahnya mungkin tidak memiliki penglihatan gaib seperti itu, Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) telah mengembangkan metode diagnosis yang canggih—seperti observasi, mendengarkan, bertanya, dan memeriksa denyut nadi—untuk mengidentifikasi konstitusi pasien dan tanda-tanda awal penyakit.

Di inti PTT terdapat Huangdi Neijing, yang juga dikenal sebagai Klasik Kedokteran Kaisar Kuning, sebuah teks dasar yang telah menjadi pedoman pengobatan Tiongkok selama berabad-abad. Buku ini mengedepankan gagasan bahwa “pencegahan lebih baik daripada penyembuhan.”


Memprediksi Penyakit dengan Lima Unsur

Apa yang membuat seorang tabib menjadi luar biasa? Apakah kemampuannya menyembuhkan penyakit berat atau menyelamatkan pasien di ambang kematian?

Praktisi PTT yang paling andal unggul dalam mendeteksi penyakit lebih awal, mengobati meridian atau jalur energi serta organ terkait untuk menghentikan perkembangan penyakit.

Dalam PTT, tubuh dipandang sebagai mikrokosmos yang terhubung erat dengan alam, di mana organ berinteraksi secara dinamis. Lima unsur—kayu, api, tanah, logam, dan air—masing-masing berhubungan dengan hati, jantung, limpa, paru-paru, dan ginjal, yang menjadi panduan praktisi dalam mendiagnosis dan mencegah ketidakseimbangan di sistem yang saling terhubung ini.


Emosi dan Organnya

Setiap dari lima organ utama menguasai satu emosi tertentu. Hati berhubungan dengan kemarahan, jantung dengan kegembiraan, limpa dengan terlalu banyak berpikir atau khawatir, paru-paru dengan kesedihan, dan ginjal dengan rasa takut. Emosi yang berlebihan secara langsung memengaruhi organ terkait.

Hati, yang sangat peka terhadap fluktuasi emosi, adalah organ yang paling rentan. Penelitian terbaru bahkan mengaitkan tekanan psikologis dengan meningkatnya risiko kematian akibat penyakit hati.


Harmoni Melalui Siklus Penciptaan dan Pengendalian

Lima unsur memiliki hubungan saling menciptakan (mutual generation) dan saling mengendalikan (mutual restraint).

  • Saling menciptakan adalah siklus di mana setiap unsur memberi nutrisi atau mendukung pertumbuhan unsur berikutnya dalam urutan tertentu: kayu menyalakan api, api memperkaya tanah, tanah menghasilkan logam, logam menghasilkan air, dan air menyuburkan kayu, membentuk lingkaran yang berkelanjutan.
  • Saling mengendalikan menjaga keseimbangan melalui pengekangan: kayu menstabilkan tanah, tanah menahan air, air memadamkan api, api melelehkan logam, dan logam memotong kayu.

Emosi yang berhubungan dengan lima organ mengikuti siklus ini. Kegembiraan menundukkan kesedihan, kesedihan meredam kemarahan, kemarahan mengatasi terlalu banyak berpikir, terlalu banyak berpikir mengurangi rasa takut, dan rasa takut menahan kegembiraan, menciptakan keseimbangan yang halus.


Menyembuhkan Kesedihan dengan Tawa

Contoh mencolok dari “pengendalian” emosi datang dari Zhu Danxi, salah satu tabib terkenal Dinasti Yuan.

Suatu kali, ia merawat seorang pemuda yang hancur hatinya akibat kematian mendadak istrinya. Kesedihan yang mendalam melemahkan kesehatannya. Dalam PTT, kesedihan yang berlebihan merusak paru-paru, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.

Alih-alih meresepkan ramuan, Zhu Danxi menggunakan kecerdikannya. Ia mendekat dengan serius dan berkata, “Ah, saya tahu masalahnya—Anda sedang hamil. Dalam beberapa hari, Anda akan melahirkan!”

Pemuda itu terkejut, lalu tertawa terbahak-bahak. “Tabib besar Zhu Danxi pikir pria bisa hamil?” katanya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, tawa memenuhi ruangan. Keanehan diagnosis itu mengangkat kesedihannya. Beberapa hari berikutnya, ia terus menertawakan lelucon itu, dan seiring semangatnya pulih, kekuatannya pun kembali. Dalam waktu singkat, kesedihannya hilang sepenuhnya.

Zhu Danxi dengan cermat memanfaatkan siklus pengendalian lima unsur untuk menyeimbangkan emosi—menggunakan kegembiraan untuk melawan kesedihan. Dengan memicu tawa di tengah duka, ia menyembuhkan pasien tanpa memberikan obat apa pun.


Yang Tidak Sembuh: Korban dari Kelebihan

Tidak ada tabib, betapapun terampilnya, yang dapat menolong mereka yang hidup ceroboh, dikuasai keinginan tak terkendali, dan tidak memiliki disiplin diri.

Tabib yang paling bijak mengutamakan bimbingan dibanding obat, mengajarkan pasien membangun kebiasaan baik. Dalam Resep Esensial Bernilai Seribu Emas untuk Keadaan Darurat, tabib Dinasti Tang Sun Simiao menulis, “Jika kebajikan dan perilaku tidak dipupuk, bahkan eliksir ajaib pun tidak dapat memperpanjang hidup.” Sebaliknya, ia menegaskan, “Dengan menyempurnakan kebajikan setiap hari, berkah akan datang dengan sendirinya, dan umur panjang akan mengikuti secara alami—ini adalah inti dari merawat kesehatan.”

Ilmu modern mendukung kebijaksanaan kuno ini. Penelitian menunjukkan bahwa membangun sifat positif—seperti rasa syukur, belas kasih, dan disiplin diri—mendorong gaya hidup yang lebih sehat, kestabilan emosi, tidur yang lebih baik, peningkatan aktivitas fisik, dan hubungan sosial yang lebih kuat, yang semuanya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Sebuah studi Juli 2024 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry, melibatkan hampir 50.000 wanita Amerika berusia lanjut dengan rata-rata usia 79 tahun, menemukan bahwa tingkat rasa syukur yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebesar 9 persen dan penurunan kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen—menunjukkan hubungan yang mendalam antara kesejahteraan emosional dan vitalitas fisik.

Namun, bagi mereka yang dikuasai oleh nafsu, merusak tubuhnya sendiri, dan tidak pernah bercermin diri, Sun mengamati, “Para bijak menciptakan obat untuk membantu mereka yang menyimpang dalam perilakunya. Namun, orang bodoh berpegang pada penyakit selama bertahun-tahun, tidak pernah mengadopsi satu pun kebajikan, tetap terjerat dalam penyakit hingga meninggal tanpa sedikit pun penyesalan.”

Naiwen Hu adalah seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok di Shanghai Tong Te Tang di Taipei, Taiwan, dan profesor di Nine Star University of Health Sciences di Sunnyvale, California. Ia juga pernah bekerja sebagai peneliti ilmu hayat di Stanford Research Institute. Dalam lebih dari 20 tahun praktiknya, ia telah menangani lebih dari 140.000 pasien. Ia dikenal karena keberhasilannya menyembuhkan pasien melanoma kelima di dunia dengan menggunakan pengobatan tradisional Tiongkok. Saat ini, Hu menjadi pembawa acara program kesehatan di YouTube yang memiliki 900.000 pelanggan. Ia juga dikenal melalui pertunjukan keliling populer tentang kesehatan dan kebugaran yang diadakan di berbagai kota di Australia dan Amerika Utara.

Kisah Pengusaha Tionghoa yang Dikhianati oleh Partai Komunis Tiongkok, Diselamatkan oleh Jalan Spiritual

EtIndonesia. Pengusaha Lee Yunchin pernah merasa semuanya sudah dia kuasai. Pada akhir 1990-an, ia meninggalkan perusahaan ritel yang berkembang pesat di Taiwan dan merintis usaha di daratan Tiongkok, tempat tenaga kerja murah dan pasar besar menjanjikan kekayaan bagi para pengusaha yang berani.

Dalam beberapa bulan, bisnis pembuatan sweater milik Lee berkembang pesat, memproduksi jutaan pakaian dan meraup keuntungan lebih dari 100 juta yuan (sekitar Rp 217 miliar ) hanya dalam setengah tahun.

“Waktu itu, saya merasa bisa tersenyum bahkan saat tidur dan berkata, ‘Wow, ini terlalu mudah,’” kenangnya.

Hingga 1997, sweater buatannya ada di mana-mana—berwarna-warni, modis, dan berkualitas tinggi, jauh berbeda dari produk murahan yang saat itu mendominasi pasar Tiongkok. Dalam enam bulan pertama, ia berhasil menjual 5 juta potong dan memiliki banyak agen yang ingin mewakilinya di seluruh negeri.

Namun, yang tampak seperti sebuah awal mimpi indah berubah menjadi mimpi buruk yang nyata. Lee membagikan kisah perjalanan karier dan spiritualnya dalam acara podcast berjudul “The Stories of Life” di media saudara The Epoch Times, NTD versi bahasa mandarin.

Berbisnis ‘Cara Tiongkok’

Tak sampai sepuluh bulan setelah membuka pabrik di Dongguan, pabrik Lee diserbu oleh petugas pajak setempat. Mereka menggerebek, menyita dokumen, dan menghentikan operasi pabrik.

Kunjungan itu bukan kebetulan. Lee segera tahu bahwa “asisten direktur pabrik” yang ditugaskan oleh aparat setempat—seolah-olah untuk “membantu”—sebenarnya diam-diam melaporkan setiap gerak-geriknya.

Kemudian muncul undangan terkenal itu, “Mari kita cari restoran bagus, makan di sana, dan kita bisa ngobrol baik-baik.”

Di sebuah kamar mewah saat makan malam, pesannya jelas. Jika Lee ingin tetap berbisnis, ia harus membayar—yang disebut “bawa uang supaya urusan lancar.” Dengan kata lain, ia harus menyuap pejabat rezim agar usahanya tetap berjalan. Malam itu, Lee menghabiskan lebih dari 40.000 yuan (sekitar Rp 86,8 juta) hanya untuk makan malam, dan kemudian diberi tagihan yang jauh lebih besar.

“Dia bilang omzet kami terlalu besar, artinya pendapatan saya terlalu tinggi,” kenang Lee. “Lalu muncul bagian di mana mungkin harus memberi ‘balasan’.”

Ini bukan kejadian sekali saja. Selama satu dekade berikutnya, Lee menghadapi dua penggerebekan pajak besar, berbagai pemerasan, kecelakaan mobil hampir fatal, pengkhianatan dari karyawan dan mitra, bahkan ancaman dari geng dan mafia. Ia terus bertahan, terus membayar, terus memproduksi.

Lee percaya ia masih bisa meraih keuntungan selama aparat puas. “Saya tidak putus asa atau takut,” ujarnya.

Namun, pejabat rezim punya rencana lain. Saat berunding dan menyuap, mereka membawa Lee ke gaya hidup mewah penuh kesenangan, dikelilingi perempuan dan alkohol. Sepanjang waktu itu, mereka mengawasi ketat—Lee kini yakin tujuan mereka adalah menguras habis segalanya darinya.

Dari Keuntungan Menjadi Pemerasan

Penggerebekan pajak kedua jauh lebih keras. Saat itu, Lee sudah meluncurkan merek pakaian baru di Shanghai dan membuka lebih dari 30 toko ritel di kota tersebut. Sesaat sebelum pembukaan toko utama, ia mengalami kecelakaan mobil parah yang membuat tulang rusuk dan tulang selangkanya patah.

Tak lama kemudian, petugas pajak kembali menyerbu.

Kali ini mereka tidak hanya minta uang—mereka minta mobil. Seorang pejabat rezim Tiongkok dengan lugas meminta sebuah Mazda 6 baru. Lee membelikannya, tapi itu tidak menghentikan penggerebekan.

Saat komputer dan stok gudang disita, Lee menyadari kerusakannya sudah tak bisa diperbaiki. Untuk menghindari pajak tinggi yang dikenakan dengan harga “eceran” daripada harga grosir normal, ia terpaksa menjual sisa stok dengan cepat seharga 10 yuan (sekitar Rp 21,7 miliar) per barang, hanya sebagian kecil dari harga normal.

Sebanyak 300.000 pakaian terjual dengan harga murah meriah. “Itu 30 juta yuan selama barang-barangnya terjual,” katanya, mengacu pada pembeli stoknya.

Lee kehilangan lebih dari uang. Ia kehilangan harga diri.

“Kalau cuma soal uang tidak apa-apa, tapi nada bicaranya sama sekali berbeda,” kenangnya tentang pejabat Tiongkok. “Tidak beda dengan bandit, teriak-teriak dan maki-maki.”

Dikhianati, Bangkrut—Dan Bangkit Kembali

Setelah bisnisnya runtuh, segalanya cepat memburuk. Klien wanprestasi, mitra menghilang, dan hutang menggunung. Dengan pemasok Tiongkok mengetuk pintu pabrik, Lee disarankan pailit dan meninggalkan usahanya.

Ia memutuskan menolak.

“Saya tidak mau berhutang pada siapa pun,” kata Lee. “Bahkan saat tidak punya apa-apa, saya ubah semua faktur belum dibayar jadi surat utang. Saya bertindak sesuai suara hati nurani.”

Namun hati nurani tidak bisa membayar tagihan. Menjelang Tahun Baru Imlek, anggota mafia dan geng datang menagih hutang dengan senjata di tangan. Saat itu Lee sudah kehilangan semua uang yang dia hasilkan dan terjerat hutang dalam-dalam. Ia tidak punya apa-apa.

Yang mengejutkan Lee, beberapa mafia malah menghormatinya karena tetap membayar hutang dan tidak meninggalkan posnya. Bagi Lee, mafia itu tampak lebih terhormat dibandingkan pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Ia mengingat tawaran tak terduga dari anggota mafia, “Bos, pulang saja. Saya beli tiket pesawatmu,” kata salah satu gangster.

Malu pulang ke Taiwan dengan tangan kosong setelah segala usaha memulai bisnis di Tiongkok, Lee malah tinggal di sebuah rumah tua dan terbengkalai, disebut “rumah hantu,” selama enam bulan. Selama itu, ia menyimpan karung berisi faktur belum dibayar—senilai 20 juta yuan (Rp 43,4 miliar) yang masih harus dibayar orang lain kepadanya.

Lalu suatu malam, ia mengambil keputusan.

“Malam itu, seolah-olah suara berkata, ‘Uang ini adalah hutang dari kehidupanmu sebelumnya. Dalam hidup ini, kamu harus membayar kembali hutang itu. Hutang harus dilunasi,’” katanya.

Keesokan paginya, Lee membakar semua faktur yang belum dibayar. Semua lenyap dalam asap. Saat itulah segalanya mulai berubah.

Lahir Kembali Lewat Jalan Spiritual

Tak lama kemudian, seorang teman memberinya pekerjaan desain kecil senilai  5.000 yuan (Rp 10,85 juta). Ia mulai dari nol, naik bus ke pertemuan klien dan menggambar ide dengan tangan. Dalam enam bulan, ia sudah bangkit, meski tidak kaya, tapi ia sudah merasa puas.

“Sebelumnya saya bisa menghabiskan 100.000 dalam satu akhir pekan. Sekarang saya hidup dengan 2.000 selama setengah tahun.”

Lebih penting lagi, Lee sudah berubah. Malam-malam yang penuh judi, wanita, dan pemborosan telah berakhir. Ia sudah merasakan kelebihan sekaligus kehampaan kehidupan.

Namun, kesehatan Lee memburuk. Ia didiagnosis dengan tulang tumbuh dan tumor hati. Ia mulai mencoba praktik spiritual seperti penyembuhan chakra, Zen, dan Vajrayana, menghabiskan banyak uang untuk mengikuti retret spiritual, tapi masih merasa ada yang kurang, hingga orangtuanya yang hampir berusia 90 tahun mengajaknya pulang.

Kembali di Taiwan, saat berkunjung ke taman hutan, ia bertemu seorang wanita yang memberinya buku bernama “Zhuan Falun,” buku utama Falun Dafa, sebuah latihan spiritual yang menggabungkan meditasi dan ajaran moral berdasarkan prinsip Sejati, Baik, Sabar.

Falun Dafa, juga dikenal sebagai Falun Gong, pertama kali diperkenalkan ke publik pada 1992 dan cepat populer.

“Saya mulai membaca satu ceramah setiap hari,” katanya. Ia merasa beberapa ajaran “seperti ditulis khusus untuk saya.”

Lee mendaftar mengikuti seri ceramah Falun Dafa selama sembilan hari. Untuk pertama kalinya, ia merasa memahami mengapa ia menderita—dan apa artinya benar-benar berubah.

Ia merasakan tubuhnya berubah total. Saat pemeriksaan medis, dokter mengatakan tubuhnya seperti pria muda dan mulai sehat kembali.

Saat Lee mendalami “Zhuan Falun” dan mempraktikkan prinsip Sejati, Baik, Sabar, ia mulai mengetahui penganiayaan brutal terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok, termasuk penahanan salah, penyiksaan, dan pengambilan organ secara paksa. Pengungkapan itu sangat menggetarkan hatinya.

Pada Juli 1999, pemimpin PKT saat itu, Jiang Zemin, meluncurkan kampanye penganiayaan brutal untuk menghancurkan latihan ini dan 100 juta praktisinya, karena merasa terancam jumlah praktisi Falun Gong yang lebih banyak dibanding anggota Partai.

Meski nyaris ditangkap, Lee menyadari mesin PKT yang memeras dan menghina dirinya kini dipakai untuk menghancurkan keyakinan spiritual. Dengan keyakinan baru, ia mulai berbicara, tidak hanya tentang kebangkitannya sendiri tapi juga untuk memperingatkan orang lain.

Kepada sesama pengusaha Taiwan yang masih beroperasi di Tiongkok, ia menyampaikan pesan tulus:  “Falun Dafa Hao (Falun Dafa itu baik). Zhen Shan Ren Hao (Sejati, baik, Sabar itu baik). Saya harap semua belajar Falun Gong. Juga, saya ingin mengatakan kepada teman-teman bisnis Taiwan di daratan Tiongkok, ‘Jaga diri kalian. Kalau bisa pulang, segera pulang. Berbisnis di Taiwan juga cukup baik.’”

Kini, Lee berusia 63 tahun. Tubuhnya yang dulu penuh penyakit kini kuat dan bebas rasa sakit. Ia menjalankan dua bisnis bersama istrinya di Taiwan, hidup sederhana, dan dengan sukarela membagikan kisahnya. Ia bukan hanya praktisi Falun Dafa, tetapi juga sebagai manusia yang terlahir kembali.

Sumber : Theepochtimes.com

Sapi di Brasil Hasilkan 343 Liter Susu dalam Tiga Hari, Pecahkan Rekor Baru

EtIndonesia. Dalam sebuah turnamen sapi perah baru-baru ini di Brasil, seekor sapi Girolando mencetak rekor nasional baru untuk produksi susu seekor sapi dalam periode tiga hari, dengan jumlah yang luar biasa besar, yaitu 343 liter.

Sapi Girolando Brasil, persilangan antara sapi Holstein dan sapi Gir, telah lama terkenal karena produksi susunya yang luar biasa tinggi. Rata-rata sapi Girolando menghasilkan 3.600 liter susu per periode laktasi 305 hari, tetapi beberapa spesimen dapat menghasilkan lebih dari 100 liter per hari. 

Para peternak sapi di Brasil sangat bangga memiliki sapi Girolando yang memecahkan rekor, sebuah ras yang dikembangkan di negara Amerika Selatan tersebut, dan saling berkompetisi dalam turnamen sapi perah untuk melihat sapi mana yang menghasilkan susu terbanyak dalam periode waktu tertentu. 

Dalam sebuah turnamen baru-baru ini di Delfim Moreira, Minas Gerais selatan, seekor sapi Girolando mencetak rekor nasional baru dengan menghasilkan 343 liter susu dalam periode tiga hari.

Meskipun nama sapi dan pemiliknya belum diungkapkan oleh media Brasil, kita tahu bahwa hewan tersebut mencapai tonggak sejarah yang luar biasa, yaitu 120 liter susu hanya dalam satu hari, mendekati Rekor Dunia Guinness untuk produksi susu harian. 

Pada tanggal 3 Agustus 2019, sapi Girolando lainnya, Marília FIV Teatro de Naylo, mencetak rekor dunia untuk produksi susu harian dengan jumlah yang luar biasa, yaitu 127,6 liter susu. Sapi Girolando saat ini juga tercatat sebagai sapi paling produktif.

Penting untuk dicatat bahwa para peternak menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan sapi mereka untuk turnamen sapi perah, melengkapi pakan mereka untuk mengintensifkan produksi susu

Hingga beberapa tahun yang lalu, penggunaan steroid dan zat terlarang lainnya bukanlah hal yang jarang terjadi dalam acara semacam itu. Namun, perubahan aturan memperkenalkan pengujian, serta kewajiban untuk membawa hewan setidaknya 48 jam sebelum pemerahan pertama turnamen. Interval antara tiga pemerahan harian juga ditetapkan delapan jam.

Untuk mendapatkan gambaran tentang betapa tingginya penghargaan terhadap sapi di Brasil, negara Amerika Selatan ini juga memegang rekor sapi termahal di dunia, seekor sapi Nelore senilai 4,3 juta dolar.(yn)